FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Sisi Negatif Paulus - Pendusta

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Sisi Negatif Paulus - Pendusta

Post by mencari petunjuk on Mon Jul 30, 2012 12:38 pm

First topic message reminder :

Judul yang tertulis bukanlah omong kosong apalagi fitnah dan berbohong. Tetapi, Paulus memang mengajarkan pengikutnya (Kristen) untuk berbohong dan munafik. Tidak hanya mengajarkan dusta, Paulus juga seorang pembohong dan munafik. Dan akan kita uraikan agar semua jelas.

Sebelumnya kita definisikan arti berbohong, ialah mengatakan sesuatu yang tidak benar untuk mengelabui orang. Dan munafik, menyembunyikan kebenaran demi mencapai tujuan. Dan kedua definisi dari sifat-sifat tercela ini di praktekan oleh Paulus lalu diajarkan kepada pengikutnya. Dan hingga kini, kita banyak temui para domba-domba Kristen menebar dusta sebanyak mungkin demi mencapai tujuan.

Mungkin anda bertanya atau juga menuntut pembuktian dari pernyataan kita. Baiklah kita buktikan dengan mengangkat perbuataan munafik Paulus. Silahkan simak ke dua ayat berikut ini dari perjanjian baru:
1 Korintus 9:20, Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.

1 Korintus 9:21, Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.

Apa yang ada dibenak anda jika ada orang yang berkata seperti Paulus di depan anda? Atau kita beri sebuah contoh kepada anda agar lebih mudah, begini:
Bagi orang-orang Islam, aku menjadi seperti orang Islam, walaupun aku tidak beriman Islam. Tujuanku semata-mata agar dapat mendombakan (baca membaptis) umat Islam sebanyak mungkin.

Itulah yang di lakukan Paulus, dia menyamar dan berpura-pura seperti kaum yang sedang ia target untuk di DOMBAKAN. Agar nantinya mereka terperdaya olehnya dan sudi untuk di baptis. Karena apa? Karena bagi Paulus "cara" tidak penting yang ia pentingkan adalah "hasil", oleh karenanya memakai cara apapun sah-sah saja baginya walau cara licik yang penting berhasil. Seperti yang ia ucapkan:

1 Korintus 9:25, Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

Begitupun praktek bermuka dua yang ia amalkan demi memperbanyak pengikut. Paulus menjadi apa saja dan siapa saja, yang penting berhasil. Hal yang sama di praktekan oleh banyak kristen demi memperbanyak pengikut, dengan menipu, berlaku licik dan berdusta guna membaptis secara agresif orang-orang dari agama lain, agar masuk kedalam ajaran kristen.

Postingan ini menghadirkan bukti tidak terbantahkan bahwa Paulus pembohong dan munafik dan mengajarkan secara tidak langsung kepada umat Kristen.

mencari petunjuk
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Posts : 192
Join date : 27.10.11
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down


Re: Sisi Negatif Paulus - Pendusta

Post by SEGOROWEDI on Wed Sep 19, 2012 5:49 pm

@pendekar.rajawali wrote:
ikut yesus atau ikut paulus?
paulus mengaku jadi ibrani, kenapa dengan seenaknya sendiri, malah bikin hukum sendiri?
[22] Apakah mereka orang lbrani? Aku juga orang Ibran. Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham. [23] Apakah mereka pelayan Kristus? -Aku berkata seperti orang gila- aku lebih lagi! Aku banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. (2 Korintus 11:22-23)

1Kor 6:12
''Segala sesuatu halal bagiku 1 , tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun''

padahal paulus pengikut Yesus
ehmm

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sisi Negatif Paulus - Pendusta

Post by pendekar.rajawali on Wed Sep 19, 2012 6:33 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@pendekar.rajawali wrote:
ikut yesus atau ikut paulus?
paulus mengaku jadi ibrani, kenapa dengan seenaknya sendiri, malah bikin hukum sendiri?
[22] Apakah mereka orang lbrani? Aku juga orang Ibran. Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham. [23] Apakah mereka pelayan Kristus? -Aku berkata seperti orang gila- aku lebih lagi! Aku banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. (2 Korintus 11:22-23)

1Kor 6:12
''Segala sesuatu halal bagiku 1 , tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun''

padahal paulus pengikut Yesus
ehmm

pengikut yesus, bukan pendusta dan pengubah injil kek paulus

1Kor 6:12
''Segala sesuatu halal bagiku 1 , tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun''
avatar
pendekar.rajawali
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 229
Location : Indonesia Raya
Join date : 18.01.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sisi Negatif Paulus - Pendusta

Post by pendekar.rajawali on Wed Sep 19, 2012 6:33 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@pendekar.rajawali wrote:
ikut yesus atau ikut paulus?
paulus mengaku jadi ibrani, kenapa dengan seenaknya sendiri, malah bikin hukum sendiri?
[22] Apakah mereka orang lbrani? Aku juga orang Ibran. Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham. [23] Apakah mereka pelayan Kristus? -Aku berkata seperti orang gila- aku lebih lagi! Aku banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. (2 Korintus 11:22-23)

1Kor 6:12
''Segala sesuatu halal bagiku 1 , tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun''

padahal paulus pengikut Yesus
ehmm

pengikut yesus, bukan pendusta dan pengubah injil kek paulus

1Kor 6:12
''Segala sesuatu halal bagiku 1 , tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun''
avatar
pendekar.rajawali
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 229
Location : Indonesia Raya
Join date : 18.01.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sisi Negatif Paulus - Pendusta

Post by Bonifasius on Wed Nov 28, 2012 2:49 pm

Apakah Paulus Pendusta?
-----------------------------
Ada sebagian orang menggunakan Roma 3:7 untuk menyatakan bahwa Paulus adalah seorang pendusta. Untuk mengerti ayat ini, maka kita harus menganalisanya dari: (1) Konteks tanya jawab, (2) Kecaman untuk orang yang menghalalkan segala cara dan yang mengeraskan hatinya. Mari kita menganalisanya satu persatu.
1. Konteks tanya jawab.

Mari kita melihat teks Rom 3:1-8 sebagai berikut:

1. Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?
2. Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.
3. Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?
4. Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.”
5. Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah–aku berkata sebagai manusia–jika Ia menampakkan murka-Nya?
6. Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia?
7. Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
8. Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: “Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya.” Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.

Dari ayat-ayat di atas, maka kita dapat melihat bahwa rasul Paulus menggunakan dinamika tanya-jawab untuk memberikan pengajaran. Dalam pengajaran di atas, rasul Paulus seolah-olah sedang bertanya-jawab dengan penuduh atau orang-orang Yahudi. Untuk mempermudah, pertanyaan dari orang-orang Yahudi ini saya beri warna merah. Mengikuti konteks ini, maka rasul Paulus bukannya menyatakan dia berbohong, namun yang menyatakan adalah orang-orang Yahudi yang menuduh dia. Tuduhan di bab 3 adalah merupakan kelanjutan dari tuduhan-tuduhan yang dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan di bab 2 atau bab sebelumnya (Pertanyaan 1 (ay.3-10) – Apakah Tuhan yang baik tidak menghukum dosa manusia; Pertanyaan 2 (ay.11-24) – Apakah Taurat dapat melindungi bangsa Israel dari keadilan Allah? ; Pertanyaan 3 (ay.25-29) – Apakah sunat dapat menyelamatkan?) Setelah tiga pertanyaan tersebut dijawab oleh rasul Paulus di bab 2, maka di bab 3 pertanyaan-pertanyaan ini dilanjutkan sebagai berikut:

Pertanyaan 4 (ay.1-2): Apakah kelebihan orang-orang Yahudi (yang mempunyai taurat dan tanda sunat) dibandingkan dengan bangsa lain? Rasul Paulus menjawab bahwa bangsa Yahudi mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan bangsa lain, terutama dipercaya akan Firman Tuhan, yang telah disampaikan oleh Tuhan dengan perantaraan para nabi seperti yang tertulis di dalam Perjanjian Lama.

Pertanyaan 5 (ay.3-4): Kalau ada dari bangsa Yahudi tidak setia, apakah kemudian kesetiaan Allah menjadi batal? Kita mengingat bahwa Allah telah memilih bangsa Yahudi sebagai bangsa pilihan dan Allah telah mengikat perjanjian dengan bangsa Yahudi. Dan Allah senantiasa benar dan tidak mungkin berbohong, yang berarti Dia tidak pernah mengingkari perjanjian yang telah diikat-Nya dengan bangsa Yahudi. Namun, sebaliknya, manusialah yang selalu lemah dan sering mengingkari (berbohong) perjanjian dengan Allah, dengan tidak setia terhadap Allah dan perintah-perintah-Nya. Kesetiaan Allah di tengah-tengah ketidaksetiaan manusia ditegaskan oleh rasul Paulus di 2Tim 2:13 yang mengatakan “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.“

Pertanyaan 6 (ay.5-8): Apakah dengan demikian manusia dapat bertindak tidak benar untuk menunjukkan kebenaran Allah? Rasul Paulus menjawab bahwa orang yang menyatakan hal ini sudah selayaknya mendapatkan hukuman (ay.6,8)
II. Kecaman untuk orang yang menghalalkan segala cara dan mengeraskan hatinya

Pernyataan ke-6 di atas adalah pertanyaan dari orang yang mengeraskan hati, yang membuat begitu banyak pembenaran diri. Dia membuat alasan, bahwa dengan ketidakbenarannya, maka Alah dapat menyatakan kebenaran-Nya. Rasul Paulus menegaskan bahwa orang seperti ini layak mendapatkan murka Allah (ay.6) dan layak mendapatkan hukuman (ay.8). Kemudian rasul Paulus menggunakan logika dari si penuduh, yaitu kalau memang demikian – bahwa orang berdosa atau yang mengeraskan hati dapat bermegah terhadap dosanya karena dengan demikian Tuhan dapat semakin menyatakan kemuliaan-Nya – maka bagaimana Tuhan akan memberikan keadilan kepada mereka. Itu berarti orang-orang jahat ini tidak dapat menerima hukuman, karena mereka justru memberikan kemuliaan bagi nama Tuhan.

Dan dengan menggunakan logika yang sama, rasul Paulus berkata “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” (ay.7) Ayat ini bukan mengatakan bahwa Paulus berbohong, namun untuk membuktikan kesalahan penuduh dengan menggunakan logika sang penuduh. Jadi, kalau memang benar, bahwa karena bangsa Yahudi harus bermegah dengan kesalahan atau dosanya sehingga Tuhan dapat semakin dimuliakan, maka seharusnya Paulus – yang dianggap seorang pendusta (berpindah dari agama Yahudi ke Kristen) – seharusnya dengan kesalahan Paulus maka kemuliaan Tuhan semakin nampak. Namun bukankah rasul Paulus masih terus dihakimi dan dikejar-kejar dan bahkan hendak dibunuh oleh bangsa Yahudi?

Ide pemikiran untuk membenarkan diri akan kesalahan demi semakin memuliakan nama Tuhan sungguh tidak benar dan rasul Paulus kembali menegaskan bahwa ini adalah suatu fitnahan dan layak mendapatkan hukuman. (ay.8)

Semoga dua point di atas dapat memberikan bukti yang kuat bahwa ayat Rom 3:7 bukanlah merupakan bukti bahwa rasul Paulus adalah pembohong, namun sebaliknya, rasul Paulus ingin membuktikan kesalahan pemikiran dari sebagian orang Yahudi yang mengeraskan hati mereka. Untuk memperoleh pemahaman yang benar tentang hal ini, kita harus melihat konteks dari ayat tersebut serta prinsip bahwa tujuan tidak dapat dicapai dengan menghalalkan segala cara. Semoga dapat membantu.
jawaban dari
jawab dari: Stefanus Tay
Stefanus Tay telah menyelesaikan program studi S2 di bidang teologi di Universitas Ave Maria - Institute for Pastoral Theology, Amerika Serikat. Teology pliss

Bonifasius
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 28
Kepercayaan : Lain-lain
Location : BALI
Join date : 28.11.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Sisi Negatif Paulus - Pendusta

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik