FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

melihat wujud Allah di dunia

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

melihat wujud Allah di dunia

Post by keroncong on Tue Jul 31, 2012 5:26 am



"Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keragu-raguan tentang pertemuan dengan tuhan mereka. ingatlah bahwa sesungguhnya Dia maha meliputi segala sesuatu. (Qs Fushilat, 41:54)

"Dan kepunyaan Allah lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Allah maha luas lagi maha mengetahui" (Qs Al baqarah, 2: 115)

Sangat jelas sekali bahwa Allah menyebut dirinya "Aku" berada meliputi segala sesuatu, dilanjutkan surat Albaqarah, 2: 115 ... dimana saja engkau menghadap disitu wajah-Ku berada! Kalau kita perhatikan jawaban Allah, begitu lugas dan tidak merahasiakan sama sekali akan wujud-Nya.

Namun demikian Allah mengingatkan kepada kita bahwa untuk memahami atas ilmu Allah ini tidak semudah yang kita kira. Karena kesederhanaan Allah ini sudah dirusak oleh anggapan bahwa Allah sangat jauh. Dan kita hanya bisa membicarakan Allah nanti di alam syurga. Untuk mengembalikan dzan kita kepada pemahaman seperti yang diungkap oleh Al Qur'an tadi, kita hendaknya memperhatikan peringatan Allah, bahwa Allah tidak bisa ditasybihkan (diserupakan) dengan makhluq-Nya.

Didalam kitab tafsir Jalalain ataupun didalam tafsir fi dzilalil qur'an, membahas masalah surat Fushilat, 41: 54, ... Allah meliputi segala sesuatu ... adalah ilmu atau kekuasaan-Nya yang meliputi segala sesuatu, bukan dzat &endash;nya.

Pendapat ini merupakan tafsiran ulama, untuk mencoba menghindari kemungkinan masyarakat awam mentasybihkan (menyerupakan) wujud Allah dengan apa yang terlintas didalam fikirannya ataupun perasaannya. Sehingga "Allah" sebagai wujud sejati ditafsirkan dengan sifat-sifat- Nya yang meliputi segala sesuatu. Untuk itu, saya huznudzan mema-hami pemikiran para mufassirin sebagai pendekatan ilmu dan membatasi pemikiran para awam.

Akan tetapi kalau "Allah" ditafsirkan dengan sifat-sifat-Nya, yang meliputi segala sesuatu. Akan timbul pertanyaan, kepada apanya kita menyembah? Apakah kepada ilmunya, kepada kekuasaan-Nya atau kepada wujud-Nya? Kalau dijawab dengan kekuasan-Nya atau dengan ilmu-Nya maka akan bertentangan dengan firman Allah:

"Sesungguhnya Aku ini Allah, tidak ada tuhan kecuali "Aku", maka, sembahlah "Aku" (Qs Thoha, 20: 14)

Ayat ini menyebutkan "pribadinya" atau dzat Allah, kalimat ... sembahlah "Aku". Ayat ini menunjukkan bahwa manusia diperintahkan menghadapkan wajahnya kepada wajah Dzat yang maha mutlak. Sekaligus menghapus pernyataan selama ini yang justru menjauhkan "pengetahuan kita " tentang dzat, kita menjadi takut kalau membicarakan dzat, padahal kita akan menuju kepada pribadi Allah, bukan nama, bukan sifat dan bukan perbuatan Allah. Kita akan bersimpuh dihadapan sosok- Nya yang sangat dekat.

Ungkapan tentang tuhan, juga disebut sebagai dalil pertama yang menyinggung hubungan antara dzat, sifat, dan af'al (perbuatan) Allah. Diterangkan bahwa dzat meliputi sifat ... sifat menyertai nama ... nama menandai af'al. Hubungan&endash;hubungan ini bisa diumpamakan seperti madu dengan rasa manisnya, pasti tidak dapat dipisahkan. Sifat menyertai nama, ibarat matahari dengan sinarnya, pasti tidak bisa dipisahkan. Nama menandai perbuatan, seumpama cermin, orang yang bercermin dengan bayangannya, pasti segala tingkah laku yang bercermin, bayangannya pasti mengikutinya. Perbuatan menjadi wahana dzat, seperti samudra dengan ombaknya, keadaan ombak pasti mengikuti perintah samudra.

Uraian diatas menjelaskan, betapa eratnya hubungan antara dzat, sifat, asma, dan af'al tuhan. Hubungan antara dzat, dan sifat ditamsilkan laksana hubungan antara madu dan rasa manisnya. Meskipun pengertian sifat bisa dibedakan dengan dzat..namun keduanya tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Kalimat ... Allah meliputi segala sesuatu (Qs Fushilat 54) adalah kesempurnaan ... dzat, sifat, asma, dan af'al. Sebab kalau hanya disebut sifatnya saja yang meliputi segala sesuatu, lantas ada pertanyan, "sifat" itu bergantung kepada apa atau siapa ? Jelas akan bergantung kepada peribadi (Aku) yang memiliki sifat. Kemudian kalau sifat yang meliputi segala sesuatu, kepada siapakah kita menghadap? Kepada Dzat atau sifat Allah. Kalau sifat Allah sebagai objek ibadah kita, maka kita telah tersesat, sebab sifat, asma dan perbuatan Allah bukanlah sosok dzat yang maha mutlak itu sendiri.

Semua selain Allah adalah hudust (baru), karena "adanya" sebagai akibat adanya sang Dzat. seperti adanya alam, adanya malaikat, adanya jin dan manusia. Semua ada karena adanya dzat yang maha qadim. Seperti perumpamaan madu dan manisnya, sifat manis tidak akan ada kalau madu itu tidak ada. Dan sifat manis itu bukanlah madu. Sebaliknya madu bukanlah sifat manis. Artinya sifat manis tergantung kepada adanya " madu".

Apakah Dzat itu, ... seperti apa ?
Apakah ada orang yang mampu menjabarkan keadaannya ?

Singkat kata, dualitas berkaitan dengan sifat diskursus manusia tentang tuhan. Untuk bisa memahami tuhan, kita harus mengerti keterbatasan-keterbatasan konsepsi kita sendiri, karena menurut perspektif ketakperbandingan tak ada yang bisa mengenal Allah kecuali Allah sendiri! Karena itu kita punya pengertian tentang tuhan, "tuhan konsepsi saya dan tuhan konsepsi hakiki, yang berada jauh diluar konsepsi saya". Tuhan yang dibicarakan berkaitan dengan "konsepsi saya". Konsepsi Dzat yang hakiki tidak bisa kita fahami, baik oleh saya maupun anda. Karena itu kita tidak bisa berbicara tentangnya secara bermakna. bagaimna kita bisa memahami tentang Dia, sedang kata- kata yang ada hanya melemparkan kita keluar dari seluruh konsepsi manusia. Seperti, Al awwalu wal akhiru (Dia yang Awal dan yang akhir), Dia yang tampak dan yang tersembunyi (Al dhahiru wal bathinu), cahaya-Nya tidak di timur dan tidak di barat (la syarkiya wa la gharbiya), tidak laki-laki dan tidak tidak perempuan, tidak serupa dengan ciptaan-Nya dst ...

Kenyataan tuhan tidak bisa dikenal dan diketahui berasal dari penegasan dasar tauhid `laa ilaha illallah atau laisa ka mistlihi syai'un' (tidak sama dengan sesuatu). Karena tuhan secara mutlak dan tak terbatas benar-benar dzat maha tinggi, sementara kosmos berikut segala isinya hanya secara relatif bersifat hakiki, maka realitas Ilahi berada jauh diluar pemahaman realitas makhluq. Dzat yang maha mutlak tidak bisa di jangkau oleh yang relatif.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: melihat wujud Allah di dunia

Post by SEGOROWEDI on Tue Jul 31, 2012 10:13 am

jadi..
gak pernah bisa dilihat dan gak pernah memperlihatkan diri pada manusia?
serta tak seorangpun pernah diberinya anugerah untuk melihatnya atau menyaksikan fenomena kehadiran/keberadaannya?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: melihat wujud Allah di dunia

Post by keroncong on Tue Jul 31, 2012 12:20 pm

@SEGOROWEDI wrote:jadi..
gak pernah bisa dilihat dan gak pernah memperlihatkan diri pada manusia?
serta tak seorangpun pernah diberinya anugerah untuk melihatnya atau menyaksikan fenomena kehadiran/keberadaannya?

tak seorangpun dapat melihwujud Allah di dunia ini..... apakah musa benar-benar melihat wujud Allah saat dia mendapatkan 10 perintah tuhan? :he\'em :he\'em
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: melihat wujud Allah di dunia

Post by SEGOROWEDI on Tue Jul 31, 2012 1:31 pm

ichreza wrote:
tak seorangpun dapat melihwujud Allah di dunia ini..... apakah musa benar-benar melihat wujud Allah saat dia mendapatkan 10 perintah tuhan?
:he\'em :he\'em

YA
dan umatnya menyaksikan fenomena kedatangan bahkan mendengar suara-Nya
beda dengan ilahmu ya? gak pernah sekalipun menampakkan diri dan eksistensinya di hadapan manusia termasuk muhammad

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: melihat wujud Allah di dunia

Post by Sombrero on Tue Jul 31, 2012 1:40 pm

@SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:
tak seorangpun dapat melihwujud Allah di dunia ini..... apakah musa benar-benar melihat wujud Allah saat dia mendapatkan 10 perintah tuhan?

YA
dan umatnya menyaksikan fenomena kedatangan bahkan mendengar suara-Nya
beda dengan ilahmu ya? gak pernah sekalipun menampakkan diri dan eksistensinya di hadapan manusia termasuk muhammad
Terus saja percaya bahwa menyembah manusia akan bisa masuk sorga....

Sombrero
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 16
Posts : 535
Location : JAKARTA
Join date : 06.07.12
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: melihat wujud Allah di dunia

Post by Otak Trailer on Tue Jul 31, 2012 3:01 pm

@SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:
tak seorangpun dapat melihwujud Allah di dunia ini..... apakah musa benar-benar melihat wujud Allah saat dia mendapatkan 10 perintah tuhan?
:he\'em :he\'em

YA
dan umatnya menyaksikan fenomena kedatangan bahkan mendengar suara-Nya
beda dengan ilahmu ya? gak pernah sekalipun menampakkan diri dan eksistensinya di hadapan manusia termasuk muhammad
why ya??? bingung bingung
avatar
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: melihat wujud Allah di dunia

Post by keroncong on Tue Jul 31, 2012 6:03 pm

@SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:
tak seorangpun dapat melihwujud Allah di dunia ini..... apakah musa benar-benar melihat wujud Allah saat dia mendapatkan 10 perintah tuhan?
:he\'em :he\'em

YA
dan umatnya menyaksikan fenomena kedatangan bahkan mendengar suara-Nya
beda dengan ilahmu ya? gak pernah sekalipun menampakkan diri dan eksistensinya di hadapan manusia termasuk muhammad

bagaimana wujud tuhan yang tampak pada musa? senang senang senang
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: melihat wujud Allah di dunia

Post by hamba tuhan on Tue Jul 31, 2012 6:15 pm

Ibnu Hajar Haitamy dalam al-Fatawa al-Haditsah, menjelaskan bahwa melihat Allah dengan mata kepala di dunia adalah mungkin pada akal dan syara’, tetapi tidak wujud pada kenyataan di dunia ini kecuali pada Nabi Muhammad SAW. Beliau melihat Allah SWT dengan mata kepala pada malam terjadi mi’raj. Sebagian sahabat Nabi mengatakan tidak terjadi juga pada Nabi SAW.

Oleh karena itu, barang siapa yang mendakwa dirinya ada melihat Allah dengan mata kepala sendiri di dunia ini, maka dia itu kafir dan halal darahnya.

Pernyataan melihat Allah dengan mata kepala di dunia adalah mungkin pada akal dan syara’, tetapi tidak wujud pada kenyataannya di dunia ini kecuali pada Nabi Muhammad SAW juga disampaikan oleh al-Bakri al-Dimyathi

Dalil mungkin pada akal dan syara’ melihat Allah di dunia, antara lain :

1. Firman Allah :
وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya : Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman. (Q.S. al-A’raf : 143)

Berikut perkataan ulama tafsir mengenai ayat di atas, antara lain :

1. Dalam Tafsir Jalalain dikatakan :
“Meng’ibarat dengan لن تراني bukan dengan لن أرى menunjukkan mungkin melihat Allah Ta’ala”....

2. Ahmad Shawy mengatakan :
“Firman Allah لن تراني, maksudnya kamu tidak akan mampu melihatku di dunia. Ini tidak berarti melihat Allah Ta’ala adalah mustahil pada akal. Kalau melihat Allah Ta’ala mustahil, maka sungguh melihat Allah tidak dita’liq (dikaidkan) kepada yang jaiz (mungkin), yaitu tetap utuh gunung”.

Jalan dalalah yang senada dengan ini juga dikemukakan oleh Ibnu Hajar Haitamy, beliau beralasan pada asalnya, mustahil tidak dita’liq dengan yang mungkin.....

3. Di samping jalan dalalah di atas, Ibnu Hajar Haitamy juga menyampaikan jalan dalalah lain, beliau berkata :

“Kalau melihat Allah adalah tidak mungkin terjadi, maka permintaan Musa melihat Allah adalah suatu kebodohan apa yang menjadi jaiz dan yang tidak jaiz bagi Allah atau tindakan safih, main-main atau menuntut suatu yang mustahil. Padahal para anbiya bersih dari demikian itu semua dengan ijmak ulama”.

Jalan dalalah sebagaimana disebut di atas, juga diketengahkan oleh al-Bakri al-Dimyathi dalam kitab al-I’anah al-Thalibin....

Adapun dalil tidak terjadi melihat Allah Ta’ala di dunia, antara lain :

1. firman Allah :
وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ
Atinya : Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu maka kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya".(Q.S. al-baqarah : 55)

2. firman Allah :
يَسْأَلُكَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَابًا مِنَ السَّمَاءِ فَقَدْ سَأَلُوا مُوسَى أَكْبَرَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالُوا أَرِنَا اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ بِظُلْمِهِمْ ثُمَّ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ فَعَفَوْنَا عَنْ ذَلِكَ وَآتَيْنَا مُوسَى سُلْطَانًا مُبِينًا

Artinya : Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. mereka berkata: "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu kami ma'afkan (mereka) dari yang demikian. dan telah kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.(Q.S. an-Nisa’ : 153)

3. firman Allah :
وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلَائِكَةُ أَوْ نَرَى رَبَّنَا لَقَدِ اسْتَكْبَرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْا عُتُوًّا كَبِيرًا
Artinya : Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuan(nya) dengan Kami: "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas".(Q.S. al-Furqan : 21)

Pada ketiga ayat di atas, Allah sangat mencela orang-orang yang meminta melihat Allah di dunia ini, bahkan karena itu, Allah telah mengazab para ahlulkitab dengan membuat mereka disambar petir.

4. Dari Abi Umamah, Rasulullah SAW bersabda :
واعلموا أنكم لن تروا ربكم حتى تموتوا
Artinya : Ketahuilah, sesungguhnya kamu tidak akan melihat tuhan kamu sehingga kamu mati.

Ibnu Hajar al-Asqalany telah menyebut hadits ini dalam Kitab beliau, al-Ghaniyah fii Mas-alah al-Ru’yah dan beliau mengatakan bahwa Isnadnya patut untuk berhujjah......
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: melihat wujud Allah di dunia

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik