FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Halaman 1 dari 4 1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by mencari petunjuk on Mon Aug 06, 2012 2:20 pm


Undang undang Pemerintah Negara Myanmar Sejak 1982, sudah tidak mengakui Muslim Rohingya sebagai adalah sebagai warga negaranya. Mereka hanya dianggap sebagai imigran ilegal dari Bangladesh atau keturunannya. Dengan kondisi yang tidak menguntungkan seperti ini, kaum Rohingya pun banyak yang terpaksa memilih untuk meninggalkan Myanmar.

Islamophobia dan Rasisme Marak Dikampanyekan

Kaum Budha sangat intensif mengkampanyekan sebagai yang diistilahkan kaum kalas, seridaknya hal itu telah dimulai sejak November 2011 melalui jejaring sosial Facebook.

Pesan pesan kebencian terhadap Ummat Islam telah disebarluaskan melalui facebook Oleh Ribuan orang Buddha (baik etnis Rakhine atau non-Rakhine) dengan berbagai tuduhan dan hujatan. Dalam bulan terakhir ini, hampir tiap hari jutaan pesan kebencian terhadap Muslim menyebar di Facebook dan e-mail.

Kelalaian pemerintah dalam menyikapi issue ini, membuat para politisi etnis Rakhine secara terang terangan dan dengan arogan melawan etnis Rohingya. Oleh karena itu, mereka yang menyebut diri para patriot Buddha, terus menyebarkan informasi kebencian terhadap Islam.

Walaupun Minoritas Muslim Myanmar telah berusaha mendekati media-media mainstream Burma untuk menghentikan kampanye Islampobia itu, tetapi usaha mereka itu tidak membuahkan hasil positif, sebab media media local itu telah menolak untuk memberikan dukungan untuk memberitakan kekerasan yang terjadi itu. Akibatnya penghancuran dua Masjid dan tindakan teroris terhadap rumah-rumah kaum Muslimin di utara dan pusat Burma pada April 2012 lalu luput dari pemberitaan.

Sumber REPUBLIKA.CO.ID melaporkan korban dalam sebuah kerusuhan yang terjadi pada 8 hingga 13 juni Sebanyak 29 orang tewas dan 38 orang lainnya luka-luka di negara bagian Rakhine di Myanmar antara umat Buddha lokal dan Muslim Rohingya.

Data 16 korban dari 29 itu diantaranya adalah dari muslim Rohingya. Dan hal itu telah diumumkan oleh Menteri Keamanan Negara Bagian dan Perbatasan Kolonel Htein Lin serta Pejabat Hukum U Hla Thein dalam konferensi pers yang baru pertama kali dilakukan pemerintah daerah, sejak keadaan darurat dan peraturan jam malam diberlakukan di negara bagian itu.

mencari petunjuk
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Posts : 192
Join date : 27.10.11
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Sat Sep 08, 2012 4:04 pm

Tak Hanya Rohingya, Etnis Karen Juga Menjadi Korban Rezim Myanmar

Ribuan orang suku Karen dari seluruh dunia mendesak para pemimpin dunia agar menghentikan pelanggaran HAM terhadap suku minoritas di Burma oleh pemerintah setempat. Sekitar 84.000 orang telah menandatangani petisi yang akan dikirim kepada para pemimpin dunia dan berbagai organisasi, termasuk Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Organisasi-organisasi Karen di 15 negara mendukung petisi ini.Suku Karen mendiami tenggara Burma dekat perbatasan dengan Thailand. Selama puluhan tahun, mengalami kerja paksa, penjarahan, pemerasan dan penghancuran rumah dan pertanian mereka untuk memaksa mereka pindah ke lain lokasi, [SUMBER].

Berikut ini, adalah e-mail dari kelompok jaringan doa sedunia; kelompok pendoa dari berbagai aliran Gereja di Indonesia. Sebagian isi e-mail ini ada di www.opendoors.org

Satu komisi HAM sudah dibentuk pada bulan September, 2011 dengan beberapa etnis minoritas tergabung di dalamnya (termasuk Rohingya, Kachin, Karen, dan lain-lain). Tekanan tekanan terhadap umat Islam dan Kristen dari masyarakat dan kelompok militer tidak berubah. Misalnya Laporan tindak kekerasan kepada umat Kristen Suku Kachin yang dilakukan oleh kelompok militer. Pada bulan November, bom meledak di panti asuhan yang dikelola umat Kristen dan menewaskan 7 anak-anak dan 3 lainnya yang telah berusia dewasa. Pokok Doa: Berdoa untuk dewan perwakilan dari suku Kachin - Karen - Rohingya; berdoa untuk 2.000 tahanan dari etnis minoritas yang masih berada di dalam penjara karena memperjuangkan hak kaum minoritas di Negara ini; berdoa agar reformasi politik yang terjadi dapat membawa kebebasan bagi kelompok minoritas lainnya di Myanmar

Tulisan ini, bukan ingin menunjukan samaan kesamaan derita yang di alami oleh umat Krsten di Myanmar; melainkan situasi diskriminasi - rasial yang terjadi di Myanmar, dalam tangan Rezim militer.

Myanmar, pada era lalu, dikenal melalui dua tokoh U Nu, (Mantan Menlu Burma) serta U Than, Mantan Sekjen PBB. Terutama U Than, ia menjadi tokoh dunia, yang cukup disegani oleh para pemimpin dunia lainnya.

Tapi itu, cerita masa lalu; setelah militer melakukan kudeta, dan berkuasa di sana; Myanmar menjadi salah satu negara yang terbelakang secara demokrasi. Dan itu juga, yang menjadikan Myanmar lama diterima resmi sebagai anggota ASEAN, serta badan dunia lainnya.

Menyangkut penindasan ke/terhadap kelompok-kelompok minoritas, maka Myanmar merupakan juara satu di Asean, (silahkan anda masukan juara 2, 3, dan seterusnya). Penindasan terhadap kelompok minoritas tersebut seakan tidak terdengar, karena Rezim Militer, menutup akses menuju wilayah etnis yang teraniaya tersebut. Akibatnya, dunia luar hanya mempunyai info terbatas tentang sikon penindasan serta pelangaran HAM disana.

Agaknya, bau busuk tersimpan di Myanmar, akhirnya tercium oleh dan di dunia luar.

Arus pengungsi - exodus ribuan Etnis Rohingya, akhir-akhir ini, telah membuka mata dunia Internasional; karena sebelumnya, sudah ada, namun dengan skala kecil. Suku-suku minoritas di Myanmar, makin bergeser ke wilayah perbatasn Myanmar dan Thailand serta Myanmar dan Bangladesh.

Tragisnya, Thailand dan Bangladesh menutup perbatasan, sehingga tak ada kesempatan agar para pengungsi tersebut masuk ke negara mereka.

Itulah sebabnya, etnis Rohingya melakukan exodus melalui laut yang terbentang di hadapannya; dan itu mempermudah dunia Intenasional mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Myanmar.

Berdasarkan semuanya itu, untuk menghadapi perilakuk rezim yang berkuasa di Myanmar, bukan melulu tokoh-tokoh dari kalangan Islam/Muslim, tapi semua tokoh Agama di Nusantara; bukan saja tokoh politik, tapi semua anak bangsa di Negeri ini.

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/08/04/tak-hanya-rohingya-etnis-karen-juga-menjadi-korban-rezim-myanmar-482554.html


Terakhir diubah oleh Penyaran tanggal Mon Jan 28, 2013 4:16 pm, total 1 kali diubah

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Ajaran Theravada, Biang Kerok Intimidasi Rohingya

Post by Penyaran on Sat Oct 20, 2012 9:17 am

Umat Buddha Therevada, khususnya para bikkhunya percaya dengan kekuatan sendiri dan tanpa bantuan siapa pun mereka bisa mengatasi masalah mereka. Mereka merasa tidak perlu sesiapapun diluar diri mereka. Jadi mereka belajar bagaimana bisa mengaktualisasikan diri mereka sebaik mungkin agar bisa terlepas dari alam penderitaan (samsara). Oleh sebab itu mereka tidak perlu boddhisatva, dewa-dewi apalagi Tuhan! jadi mereka belum insaf atas realita manusia yg rapuh, lemah, gampang terjatuh itu. mereka menganggap dirinya adalah Tuan bagi dirinya.

Oleh sebab itu umat itu juga disebut Hinayana (hina=kecil, Yana= kapal) atau tepatnya sampan kecil yg muat seorg diri saja. Dengan sendirinya naik sampan menyeberangi lautan penderitaan.

Bagi mereka panggilan hinayana itu tidak tepat, jadi mereka menyebutnya Therevada (there=yang dituakan, vada=ajaran)

Aliran theravada itu adalah aliran selatan, tersebar di Thailand, Myanmar, Kamboja, dan negara Asia Tenggara lainnya.

Ajaran aliran theravada itu adalah:
- Ketaktergangguan (absolut/mutlak), tidak dapat menerima ajaran lain.
- Vipassana. (Kualitas batin yang memiliki kemampuan untuk 'mengamati' segala sesuatu dalam hakekat yang sesungguhnya yang dicengkram oleh tiga sifat umum, yaitu tidak kekal, tidak memuaskan, dan tidak berkepemilikan pada saat itu (jadi bukan konseptual / sebutan / nama / gambaran).

Buddhisme Therevada itu cenderung ke pantheisme.

Maka dari itu kerusuhan dan intimidasi serta pembunuhan banyak terjadi di Srilangka dan Myanmar. Umat Buddhis dan bikkhunya melakukan intimidasi dan tindak kekerasan terhadap kaum minoritas Hindu, Kristen dan Islam.

Jadi radikalisasi terhadap Muslim Rohingya sendiri dipengaruhi melalui doktrin pengajaran dan pengaruh bikkhu Srilangka dan Myanmar yang berlatar belakang ajaran Theravada.

ajaran kekerasan berbalutkan welas asih ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling


Terakhir diubah oleh Penyaran tanggal Wed Dec 26, 2012 5:14 pm, total 1 kali diubah

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Fri Dec 07, 2012 9:55 pm

BUTHAN

Public worship, evangelization, and proselytism are illegal for non-Buddhists. In its Ningmapa and Kagyupa versions, Buddhism shapes politics, and it is illegal for a Buddhist to convert to Christianity. Only Buddhist religious texts may be introduced into the country. No alternative religious instruction is permitted in the schools. 15,000 Hindus have been expelled from the south of the country into neighboring India, and the government has begun a program of forced settlement of Buthanese Buuddhists in the region.

CAMBODIA

Prime minister Hun Sen says he highly values the work of the foreign missionaries. Nevertheless, a recent resurgence of nationalism - closely connected with Buddhism, which is the state religion - has made more difficult the lives of Christians and Muslims, who live mostly in the rural areas. In July of 2003, around 100 Buddhists attacked a church in Kok Pring, in the southeast of the country, during the Sunday service, blaming the Christians for a drought that had lasted three years. The situation is particularly critical for the Montagnard Christians who fled from Vietnam to Cambodia. The Cambodian government hunts them down and hands them over to the Vietnamese police, who put them into prison.

LAOS

The communist government, in power since 1975, has expressly declared its intention of eliminating Christians, because it considers Christianity as a violation of Laotian customs and an "imperialistic foreign religion" supported by Western and American political interests. Christians are thus considered subversives and enemies of the state. The persecution particularly strikes the ethnic Hmong Christians, who were converted by Protestant American missionaries. Theravada Buddhism is the most important religious organization in the country, and it leaves its mark on public life, especially in the rural areas. It is not a state religion, but the government favors it as a characteristic element of the nation and increasingly uses Buddhist rituals in state-sponsored events. Proselytism by other religions is severely hampered. There have been documented cases of forced renunciation of the Christian faith, with prison for those who refuse.

MONGOLIA

The constitution guarantees religious freedom, and the government generally respects it, but there are obstacles to proselytism and difficulties in registering and obtaining permission for religious activities. Buddhism - of the Tibetan Lama type - is not a state religion, but it is considered as an integral part of national life and has gained supremacy and advantages over the other religions.

MYANMAR

It has been governed since 1962 by a communist military regime, which paid no attention to the 1990 electoral victory of the democratic opposition party lead by Aung San Suu Kyi, a Nobel peace laureate. The Theravada Buddhism practiced by the majority of the population is not a state religion, but the government controls and favors it, while persecuting the Christian and Muslim minorities. The Catholic schools have been confiscated by the state, and Christians are not permitted to assume leadership posts. The Christians mostly belong to the Chin, Kachin, and Karen populations, among which there are some independence movements. Many have fled to Thailand and India, where they live in refugee camps. In the Chin region, the crosses on the mountainsides, the expressions of their faith, were torn down, and frequently substituted with pagodas. Christians are obliged to pay an annual tax to support the Buddhist religion, and if they convert, they obtain privileges: one of these is exemption from forced labor for the army, which they are periodically constrained to do. The Bible is forbidden, as are meetings outside of the Sunday liturgies, which are frequently disrupted or interrupted. Many Christian children are taken far from their families and interned in Buddhist monasteries.

SRI LANKA

In Sri Lanka, where Buddhists make up nearly 70 percent of the population, the 2004 report of Aid to the Church in Need writes: "Christianity is perceived as a colonial imposition, and the condition of Christians is rapidly deteriorating." The entry into the country of new pastors and priests - especially Jesuits, who have been banned for over thirty years - is seriously obstructed. Anti-Christian sentiment is even expressed in violent ways, and is aimed above all at the Evangelical and Pentecostal communities. The Buddhist monks, especially in the rural zones, lead the assaults against churches, schools, pastors, and faithful, with destruction and massacres, and form protest marches against "the diabolical conspiracy of the Christian forces to convert and corrupt the nation." In August of 2003, the supreme court ruled that the constitution forbids proselytism. In September, the government ordered the closing of all of the Catholic schools of higher education.

THAILAND

Buddhists make up 85 percent of the population, and Theravada Buddhism is the religion of the state. But freedom for all religions is guaranteed by law, and is respected in practice. Good progress has also been noted in relations with the Muslim minority, especially after the 2002 nomination of a Muslim, Wan Nor Muhammad Matha, as interior minister.

VIETNAM

There are six authorized religions: Buddhism, Catholicism, Protestantism, Islam, Hoa-Hao, and Cao-Dai. But the government exercises very strict control over each of them, frequently accompanied by real persecutions, with the arrest of the faithful and the destruction of churches and temples. The Christian minority, more than 8 percent of the population, is particularly harried, for religious and ethnic reasons (as in the case of the Montagnard and Hmong populations). But even Buddhism, which is the most widespread religion, followed by 50 percent of Vietnamese, is placed under heavy restrictions. Its most authoritative leader, Thic Huyen Quang, has been under house arrest since 1982.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by BiasaSaja on Sat Dec 08, 2012 4:05 pm

Bisakah gue minta link selain link HOAX tersebut diatas?? pliss
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by BiasaSaja on Sat Dec 08, 2012 4:10 pm

Ajaran BUDHA yang mana yang sedang di jalankan oleh para biksu dan pengikut Budha di MYANMAR sana??

Ada perintahnya didalam Tripitakanya tidak bung, boleh di share di sini?? pliss
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by BiasaSaja on Fri Dec 14, 2012 4:44 pm

Kenapa cuman MUSLIM ROHINGYA yang kena masalah sedangkan MUSLIM ETNIS lain di sana tidak kena??
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Sat Dec 22, 2012 1:45 pm

Pemerintah Cina tidak pernah memberikan sedikitpun kesempatan bagi Muslim di negeri itu. Sepanjang sejarah terjadi pembantaian dan penyiksaan serta pengusiran terhadap Muslim.

Pemerintah komunis Cina menganggap agama Islam, sebagai candu dan musuh negara. Kekejaman terus dipraktekkan dengan sistematis oleh pemerintah Cina, tujuannya menghapus Muslim dari negeri komunis itu.

Bahkan, orang-orang Cina di perantauan jarang sekali mereka yang beragama Islam. Mereka memilih agama Kristen, Katolik, atau Budha. Seperti di Philipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura, termasuk di Indonesia. Di Indonesia mereka yang menganut agama Islam dapat dihitung dengan jari.

Mereka melihat Islam sebagai agama yang sangat "bodoh", karena itu mereka menolak agama Islam. Di Cina sekarang pengaruh agama Kristen dan Katolik, berkembang dengan sangat pesat, bersamaan dengan masuknya modal dan budaya Barat ke Cina.

Di mana sekarang ini, Cina memasukkan enam orang suku Muslim Uighur ke daftar teroris nasionalnya. Cina menuduh keenam waga Muslim Uighur tersebut berada di balik kegiatan teroris yang mengancam keamanan di Provinsi Xinjiang, wilayah barat Cina.

Warga Muslim Uighur memang selalu menjadi kambing hitam pemerintah Cina atas aksi kekerasan di kota Urumqi, Provinsi Xinjiang. Di Xinjiang selama 2009 telah terjadi ketegangan antara suku Muslim Uighur dan suku Han yang mendominasi daratan Cina.

Disamping karena memiliki kekayaan sumberdaya alam yang melimpah mulai dari minyak, batubara, dan gas alam, letak Xinjiang yang strategis membuat penguasa China selalu menekan masyarakat Uighur dari masa ke masa. Ada berbagai macam bentuk diskriminasi dan penindasan yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap Muslim Uighur.

Pada tahun 1990, pemerintah China melarang pembangunan masjid dan madrasah. Hal ini berujung pada konflik kekerasan antara umat Muslim di Xinjiang dengan pemerintah, sebagaimana kata Anshari Thayib, dalam buku Islam di China.

Penindasan Kafir Komunis China kepada anak-anak Muslim Uighur

Pemerintah China juga menerapkan kebijakan Srtike Hard yaitu memperketat pengendalian terhadap kegiatan agama, membatasi pergerakan orang, dan menahan orang yang dicurigai mendukung gerakan separatis, pada tahun 1996. Terutama terhadap Muslim Uighur.

Pada bulan Juli 2009, konflik kekerasan besar terjadi dengan melibatkan antara warga suku Uighur dengan suku Han di Urumqi, ibukota Xinjiang. Penyebabnya karena suku Uighur menolak pelarangan-pelarangan dari pemerintah Cina di Xinjiang dan adanya perbedaan perlakuan terhadap suku Uighur dan suku Han.

Akibat peristiwa ini, 197 orang tewas, 1700 orang terluka, dan 1434 Muslim Uighur diculik serta dihukum oleh pemerintah China.

Kesewenang-wenangan Pemerintah China kepada rakyat Muslim Uighur. Di mana memberlakukan tidak adil semakin ditampakkan oleh pemerintah China ketika Beijing melarang Muslim Uighur berpuasa. Bahkan, melarang melaksanakan shalat tarawih.

Kebijakan pemerintah itu dilaksanakan dengan memaksa perusahaan-perusahaan swasta supaya menawarkan makan siang selama bulan puasa kepada karyawan Muslim Uighur. Bagi yang menolak makan diancam kehilangan bonus tahunan serta pekerjaan.

Pemerintah juga memaksa sekolah-sekolah menyediakan makan siang selama bulan puasa dan melarang siswa dibawah 18 tahun untuk berpuasa dan beribadah. Pemerintah juga memaksa restoran untuk tetap buka sepanjang hari.

Pemerintah China juga membatasi Muslim Uighur yang ingin beribadah ke masjid dan shalat Jumat berjamaah harus mendaftar dengan kartu identitas nasional mereka. Umat Muslim juga diminta menandatangani semacam surat tanggung jawab yang isinya berjanji untuk tidak berpuasa dan shalat tarawih atau kegiatan keagamaan lainnya selama bulan Ramadhan.

Pemerintah juga memasang 17.000 kamera pengintai di Urumqi untuk mengawasi setiap kegiatan Muslim Uighur. Hal ini guna terus menerus mematai-matai kegiatan yang dilakukan oleh Muslim di wilayah itu. Pemerintah sangat waspada segala bentuk kegiatan Muslim di wilayah itu.
Pembantaian sadis Umat Islam Uighur di China oleh Aparat Kafir Komunis dan Suku Han. Cina mayoritas penduduknya adalah suku Han. Mereka yang menguasai seluruh jaringan kekuasaan di negeri komunis itu. Karena itu, mereka sangat tidak toleran terhadap suku lainnya, termasuk golongan Islam di Uighur, yang bukan suku Han.

Muslim Uighur juga sulit untuk melaksanakan ibadah haji karena tidak bisa mendapat paspor. Proses pembuatan paspor dipersulit dan pemerintah China juga membatasi biro perjalanan haji.

Kesejahteraan ekonomi antara Muslim Uighur dengan suku China Han juga sangat jauh jaraknya. Suku Han mendapat gaji empat kali lebih besar daripada suku Uighur meskipun pekerjaannya sama.

Dikarenakan penindasan dan penjajahan pemerintah komunis China terhadap Muslim Uighur itulah, maka wajar muncul perlawanan dari kaum muslim Uighur. Perlawanan Muslim Uighur bukan lantas menjadikan pemerintah China lebih memperhatikan mereka, namun justru menjadi pembenar untuk semakin menindas muslim Uighur.

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan sakit karena demam”. (HR. Muslim).

Kaum muslim Uighur sebagai pihak minoritas mengalami penindasan dan kezhaliman dari pemerintah China. Kezaliman itu terus berlangsung sampai hari ini, tanpa henti, dan melakukan aksi kekerasan senjata terhadap Muslim di wilayah itu.

Di manapun kelompok Cina, pasti jika mereka memiliki kekuasaan akan menindas golongan Muslim secara kejam, tanpa belas kasihan. Seperti yang terjadi di Cina dan berbagai wilayah di Asia Tenggara.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Moderator 3 on Sat Dec 22, 2012 3:48 pm

@PENYARAN
LINK WAJIB DISERTAKAN
avatar
Moderator 3
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Posts : 99
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 17.12.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by BiasaSaja on Sat Dec 22, 2012 8:10 pm

Kalau yang di Cina, Gue setuju banget tuh sama pemerintahnya piss

Sapa suruh mau mendirikan negara didalam negara usil

Dan lagi2 biangnya adalah penganut si ajaran "damai" bobo

avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Sun Dec 23, 2012 1:40 am

setuju apaan. kalo gitu elo setuju juga ama yg ini donk. usil

Senin, 06 Februari 2012 - 14:37:24 WIB
Cina Meningkatkan Tekanan Terhadap Agama Kristen
Diposting oleh : JalanAllah Jakarta
Kategori: Kristen & Katolik - Dibaca: 400 kali

BEIJING, CHINA - Pihak berwenang China telah meningkatkan "oposisi lama menjadi Kristen" mereka di China tahun lalu, sebuah kelompok hak asasi manusia yang berpengaruh mengatakan dalam komentar yang dipantau oleh kami.

Dalam laporan tahunannya, yang berbasis di China Aid Association (CAA) mengutip angka yang katanya "menunjukkan dramatis memburuknya penganiayaan pemerintah Kristen dan gereja."

Statistik tersebut termasuk "peningkatan 131,8 persen" dalam jumlah orang Kristen yang ditahan karena keyakinan agama mereka. "Ini tren penganiayaan yang semakin telah berlangsung selama enam tahun terakhir," kata kelompok itu, menambahkan bahwa orang Kristen tidak hanya target.

"Pada tahun saja berakhir, rezim Komunis China telah berhasil menciptakan suasana teror di kalangan rakyat Cina - di seluruh negeri terutama di Beijing - oleh pinggir sistem peradilan nasional untuk menghukum warga negaranya sendiri, yang melanggar hukum negara, melalui penculikan, dipaksa
penghilangan, penyiksaan, pelecehan mental dan fisik yang merusak, mengobati anggota keluarga sebagai bersalah demi asosiasi, dll Pada tahun 2011, lebih dari 100 pengacara berpengaruh dan aktivis hak asasi manusia - baik Kristen maupun non-Kristen - telah "menghilang," atau telah " disiksa, diletakkan di bawah pengawasan atau hukuman, "kata laporan itu.

Sebuah "Pemerintah praktek baru" pada tahun 2011 ini menargetkan gereja-gereja dan individu yang, CAA mengatakan, "secara signifikan mempengaruhi masyarakat". Di antara mereka yang ditargetkan adalah 1.000-anggota Gereja Shouwang di Beijing, yang telah mengadakan layanan di luar ruangan setelah campur tangan pemerintah tidak memungkinkan bagi mereka untuk membeli atau menyewa ruang pertemuan.

Selain itu, aktivis hukum terkemuka, termasuk ahli hukum Yafeng Fan konstitusional, telah menjalani tahanan rumah sejak Desember 2010, sementara pemenang penghargaan pengacara HAM Gao Zhisheng, yang "menghilang" ke dalam tahanan resmi selama 20 bulan, dikirim ke penjara terpencil di jauh Cina barat untuk menjalani hukuman tiga tahun.

"TAHANAN Disiksa"

Laporan menyoroti CAA disebut "peningkatan mengkhawatirkan dalam penggunaan penyiksaan terhadap tahanan," mengutip kenaikan 33,3 persen selama 2010 di sejumlah kasus penyalahgunaan dari segala jenis, termasuk penyiksaan.

Masih belum jelas bagaimana angka ini diperoleh, tetapi CAA dikenal memiliki hubungan dekat dengan gerakan gereja rumah Cina yang berkembang.

Banyak dari 130 juta bangsa Kristen lebih memilih untuk menyembah luar yang didukung pemerintah denominasi resmi, termasuk dalam 'gereja rumah' bawah tanah yang diselenggarakan di rumah-rumah orang percaya individu dan bangunan lainnya.

CAA Midland, Texas berbasis didirikan satu dekade yang lalu untuk menarik perhatian internasional untuk apa yang mereka sebut "kotor HAM China pelanggaran terhadap rumah orang Kristen gereja". Monitor kelompok dan laporan tentang pelanggaran kebebasan beragama di Cina.

Pemerintah Cina membantah pelanggaran HAM terhadap umat Kristen dan mengatakan orang percaya bebas untuk menyembah dalam denominasi Katolik dan Protestan resmi. Pejabat diketahui telah menyatakan keprihatinan atas penyebaran agama Kristen di negara diperintah oleh Partai Komunis dengan ideologi ateis.

http://www.sanctaursula-jkt.sch.id/berita-1770-cina-meningkatkan-tekanan-terhadap-agama-kristen.html?PHPSESSID=c4058580d939f994dbec4982c1f0a854

sekedar info, penganiayaan org Kristen terbanyak justru berada pada negara etnis Mongoloid yakni Korea Utara yg melebihi jumlah di negara2 Muslim usil : http://id.wikipedia.org/wiki/Penganiayaan_terhadap_orang_Kristen

dan lagi2 Kristen mengalami penolakan di berbagai belahan dunia. usil

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by BiasaSaja on Sun Dec 23, 2012 2:47 am

Itu memang "salib" yang memang wajib kami pikul tuh pliss Semoga yang disana dikuatkan hati dan jiwanya. Amin. pliss

Yang pasti Kristen disana kagak kek muslim di Uighur usil
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Sun Dec 23, 2012 12:33 pm

paradigma ganda ngakak

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Mon Dec 24, 2012 2:18 pm

Bikshu Myanmar : Mendukung Thein Sein Membuang Muslim Rohingya

Sebuah keputusan yang sangat rasialis dan tidak manusiawi, nampaknya akan diambil oleh pemerintah Myanmar. Di mana pemerintah dalam menghadapi minoritas Muslim Rohingya, menginginkan kelompok minoritas Muslim Rohingya itu, dikeluarkan dari Myanmar ke negara lain.

Ratusan bikshu Myanmar menggelar unjuk rasa mendukung usulan Presiden Thein Sein, yang ingin membuang minoritas Rohingya ke negara lain. Gagasan Thein Sien yang sangat ekstrim itu, mendapatkan dukungan para bikshu yang menanggapi dengan sangat antusias. Mereka menggelar aksi demonstrasi di ibukota Myamar, Mandalay. Para bikshu berduyun-duyun menuju pusat kota, dan menyatakan dukungannya kepada Presiden Thein Sein, yang berkehendak membuang Muslim Rohingya.

Demonstrasi besar itu berlangsung di Mandalay, kota terbesar kedua, Minggu. Ini merupakna indikasi terbaru, di mana para bikshu Budha itu menaruh kebencian yang sangat mendalam terhadap Muslim Rohingya. Nampaknya para bikshu itu masih belum puas dengan membakar kampungkampung dan membunuh Muslim Rakhine Juni lalu. Akibat kekerasan itu, sedikitnya 83 orang tewas dan puluhan ribu tercerabut dari kampung halaman mereka.

Para bikshu Budha itu memegang spanduk bertuliskan, "Siapkan diri anda mendukung presiden". Sementara itu, para bikshu lainnya, dengan keras mengkritik utusan HAM PBB,Tomas Ojea Quintana, yang mereka tuduh bias mendukung Muslim Rohingya.

Pemimpin demonstrasi, seorang bikshu bernama Wirathu, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa protes ini adalah untuk "Supaya dunia tahu bahwa Muslim Rohingya tidak menjadi bagian kelompok etnis Myanmar sama sekali".

Wirathu dipenjara pada tahun 2003, karena memimpin gerakan "bumi hangus" terhadap Muslim Rohingya.Wiratu dijatuhi hukuman 25 tahun, namun dibebaskan Januari tahun ini dengan amnesti presiden.

Para biarawan mengatakan mereka akan menunjukkan dan berbaris selama tiga hari berikutnya dan berharap lebih banyak orang untuk bergabung dengan mereka.

Kezaliman Terhadap Minoritas

Muslim Rohingya secara sistematis dihancurkan oleh kelompok mayoritas Budha di Myanmar. Dengan berbagai tindakan yang sangat biadab. Membakar kampung halaman mereka, merusak ekonomi mereka, sampai mengusir Muslim Rohingya dari kampung halaman mereka secara brutal.

PBB menaruh perhatian yang sangat besar terhadap kejahatan yang terjadi di Myanmar yang dilakukan oleh rezim Budha di Myanmar, yang membantai Muslim Rohingya dengan semena-menan.

Rohingya ditolak kewarganegaraan mereka di Myanmar, meskipun banyak keluarga mereka telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi.

Kelompok-kelompok HAM menyatakan pemerintah tidak berusaha menghentikan kekerasan pada awalnya dan kemudian berbalik pasukan keamanan terhadap Muslim Rohingya dengan pembunuhan yang ditargetkan, pemerkosaan, penahanan massal dan penyiksaan.

Myanmar menganggap Muslim Rohingya menjadi imigran gelap dari Bangladesh namun Bangladesh juga menolak mereka, membuat mereka tanpa kewarganegaraan.

PBB memperkirakan bahwa 800.000 Rohingya tinggal di Myanmar dan presiden negara itu mengatakan masalah di Rakhine negara adalah urusan internal negara dan tidak boleh campur tangan masyarakat didunia.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by BiasaSaja on Mon Dec 24, 2012 6:40 pm

@BiasaSaja wrote:Ajaran BUDHA yang mana yang sedang di jalankan oleh para biksu dan pengikut Budha di MYANMAR sana??

Ada perintahnya didalam Tripitakanya tidak bung, boleh di share di sini?? pliss


Ada tidak perintahnya nih?? binar
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Tue Dec 25, 2012 8:45 pm

@BiasaSaja wrote:
@BiasaSaja wrote:Ajaran BUDHA yang mana yang sedang di jalankan oleh para biksu dan pengikut Budha di MYANMAR sana??

Ada perintahnya didalam Tripitakanya tidak bung, boleh di share di sini?? pliss


Ada tidak perintahnya nih?? binar

payah neh, padahal udah dibahas disini lho lol lol lol : http://www.laskarislam.com/t4838-pelecehan-gereja-terhadap-tradisi-tiongkok

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Tue Dec 25, 2012 11:20 pm

Para pendeta yang dipenjara dipaksa ikut ritual ilmu gaib

Pihak berwenang di Laos bagian selatan menekan tiga pendeta dan para warga Kristen lainnya yang dipenjara untuk berpartisipasi dalam ritual ilmu gaib dan meminta mereka meninggalkan iman mereka kepada Yesus Kristus, kata sebuah kelompok advokasi agama pada Kamis, (18/10).

Di kalangan para tahanan yang menjadi target adalah Pendeta Bounlert, Pendeta Adang dan Pendeta Onkaew, yang ditahan di penjara Provinsi Savannakhet sejak 17 September, meskipun para pejabat lokal menyerukan penahanan mereka “tidak dibenarkan”, jelas Human Rights Watch for Lao Religious Freedom (HRWLRF).

Pekan lalu, pihak berwenang memerintahkan bahwa para pendeta itu, yang masing-masing hanya menggunakan satu nama, “akan diantar kembali ke desa-desa mereka” di distrik Phin, tetapi anggota keluarga menunggu mereka dengan sia-sia, tambah direktur HRWLRF Sirikoon Prasertsee.

Sebaliknya, pada 18 Oktober kepala desa non-Kristen dan lansia menuntut bahwa Pendeta Bounlert dan umat beriman lainnya di desa Alowmai “dipaksa mengikuti ritual kepada roh-roh gaib” dan mengambil sumpah dengan “air suci”, kata Prasertsee kepada BosNewsLife.

Jika mereka menolak upacara itu, enam keluarga Kristen di desa Allowmai akan dipaksakan meninggalkan desa itu, kata Prasertsee, yang memiliki hubungan dekat dengan orang-orang Kristen.

Ancaman itu dapat menambah tekanan pada tiga pastor yang dipenjara, yang dikabarkan menolak untuk berpartisipasi dalam ritual ilmu gaib yang sama, dengan mengatakan bahwa ritual itu akan mengkhianati iman Kristen mereka.

Para pemimpin Kristen mengklaim bahwa pihak berwenang ingin “memaksa orang Kristen untuk meninggalkan iman mereka bila mereka tidak berhasil dalam mengambil tindakan hukum terhadap mereka,” jelas Prasertsee.

Para pendeta “sedang ditahan di penjara distrik Phin dan mengalami kesulitan, pelecehan, dan ancaman hingga kini” karena “pihak berwenang distrik itu sedang mencari lebih banyak bukti untuk menuntut mereka,” katanya.

Seperti dilaporkan tiga pendeta itu telah mengatakan kepada pemerintah setempat bahwa mereka memiliki hak konstitusional 4untuk menjadi orang Kristen di Laos.

Distrik Phin dan aparat desa Allowmai mengatakan mereka harus menjalani ritual yang memperkuat agama “tradisional” negara itu.

Insiden serupa juga dilaporkan di tempat lain di distrik yang sama, termasuk di desa Kengsaiyai. Lebih dari 150 warga Kristen dari Kensaiyvai dan desa-desa terdekat dan sekitar 70 keluarga non-Kristen dipanggil oleh otoritas lokal pada 19 Oktober, untuk berpartisipasi dalam ritual ilmu gaib itu, termasuk minum “air suci”, kata HRWLRF.

“Orang-orang Kristen diminta menandatangani dokumen sebagai bukti bahwa mereka telah dikirimkan kembali kepada roh melalui upacara itu dan telah meninggalkan iman mereka kepada Kristus,” tegas Direktur HRWLRF Prasertsee.

Orang Kristen di desa-desa dilaporkan menolak untuk ambil bagian dalam upacara itu, meskipun mereka akan menghadapi ancaman deportasi.

belagak mau jualan indomie di Laos malah disuruh nyicipin mie orang kampung ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Wed Dec 26, 2012 5:13 pm

Bikshu Budha, Kelompok Biadab dan Terkutuk?

Di Sri Lanka September lalu, sekelompok massa Sinhala dipimpin oleh sekitar 100 Bikshu Buddha menghancurkan sebuah masjid milik Muslim di kota kuno Anuradhapura. Sekelompok massa Bikshu Budha dengan melambai warna merah emas, dan seorang Bikshu menyerukan bendera hijau Islam harus dimusnahkan dan dibakar.

Para Bikshu mengklaim bahwa kuil itu berada di lahan yang telah diberikan kepada kelompok Sinhala 2.000 tahun yang lalu. Dengan referensi itu, mereka mengklaim terhadap hak milik mereka atas seluruh pulau Srilanka, seperti tertulis dalam teks-teks keagamaan kuno. Karena itu, tak ada yang berhak berdiam atau menghuni di tanah Sri Lanka, selain kelompok Sinhala.

Serangan Anuradhapura bukan hanya merupakan insiden terakhir yang dilakukan oleh kelompok umat Buddha terhadap Muslim di Sri Lanka. Pada bulan April, para Bikshu memimpin hampir 2.000 umat Buddha Sinhala melakukan pawai di depan masjid di Dambulla, sebuah kota suci di mana raja Sinhala diyakini telah berlindung dari penjajah India. Serangan kelompok Sinhala itu, menandai "hari bersejarah," kata seorang Bikshu yang memimpin serangan yang massal itu, dan dipercaya sebagai, "Kemenangan bagi mereka yang mencintai ras Sinhala, memiliki darah Sinhala, dan Buddha."

Chauvinisme yang begitu dalam dan menjadi sangat anti terhadap semua golongan di luar Budha itu, bertentangan dengan prasangka Barat, bahwa agama Buddha - sebuah agama yang menekankan antikekerasan, tetapi ini sesuai dengan sejarah agama Sri Lanka. Justeru Budha menjadi inti gerakan dari kekerasan yang begitu dahsyat di Srilanka.

Buddhisme militan ada berakar pada sebuah narasi kuno yang disebut Mahavamsa, yang disusun oleh para pencetus Agama Budha, di abad keenam. Menurut Mahavamsa, Sang Buddha meramalkan runtuhnya agama Buddha di India, tetapi melihat masa depan yang cerah di Sri Lanka. "Dalam Lanka,Tuhan Dewa, di mana agama saya dibentuk dan berkembang," katanya.

Sinhala mengambil ini sebagai tanda bahwa mereka adalah orang-orang Buddha yang dipilih, diperintahkan "melestarikan dan melindungi" agama Buddha dalam bentuk yang paling murni.

Menurut mitos, seorang pangeran muda Sinhala di abad kedua SM mempersenjatai diri dengan tombak berujung dengan sebuah peninggalan Buddha dan memimpin 500 Bikshu untuk mengalahkan penjajah Tamil. Selain membela kerajaannya dari bahaya kehancuran, kemenangan sang pangeran melegitimasi kekerasan agama sebagai alat kelangsungan hidup mereka secara nasional. Karena itu, sekarang di mana-mana dengan ajaran itu, kelompok Budha bertindak dengan sangat brutal dan biadab. Termasuk yang terjadi di Myanmar, menghabisi Muslim, yang tidak memiliki kesalahan apapun, kecuali mereka beragama Islam.

Buddhisme militan adalah kekuatan yang mendorong perang selama 25 tahun antara mayoritas Sinhala (74 persen dari populasi) dan minoritas Tamil (18 persen), yang berjuang untuk negara merdeka di pulau utara dan timur. Muslim yang berjumlah enam persen dari penduduk Sri Lanka, sering terjebak di tengah konflik antara Sinhala dan Tamil. Selama perang, para Bhikshu berulang kali mengkhianati perjanjian damai kelompok Tamil. Tamil sekarang sudah tingggal kenanganan, berhasil dihancurkan oleh kelompok Sinhala yang mayoritas Budha di Srilanka.

Sangha, sebagai ulama secara kolektif sebagaimana dimaksud dalam Buddhisme Theravada, secara historis memegang kekuasaan politik dari balik layar, dan mewujudkan bentuk yang luas yang disebut dengan nasionalisme religius. Namun dalam tahun-tahun terakhir perang, menjadi lebih terang-terangan dipolitisir.

Pada tahun 2004, kelompok garis keras National Heritage Party (dikenal sebagai JHU) terpilih tujuh anggotanya ke Parlemen. Semuanya Bikshu, dan pesta kemenangan berjalan dengan sangat meriah. Mereka memiliki platform yang menyerukan kembali ke moralitas Buddhis dalam kehidupan publik. Segera setelah duduk, JHU melancarkan perkelahian di lantai Parlemen dengan kelompok yang menjadi lawan politiknya.

Salah satu pemimpin Bikshu, Athuraliye Rathana, oleh Media Sri Lanka dijuluki sebagai Bikshu Perang, berpendapat. "Jika mereka menyerahkan senjata mereka, maka kita bisa bicara," katanya. "Jika tidak, maka kita akan mengendalikan mereka dengan cara apapun yang diperlukan. Kita harus berjuang sekarang dengan tetesan darah, dan baru bicara nanti..", ujarnya. Bahasa perang terus dikumandangkan oleh para Bikshu.

Pertumpahan darah terus berlarut, sebagian besar pendeta Budha memberi berkat untuk sebuah serangan terakhir pada separatis Macan Tamil. Pada bulan Mei tahun 2009, militer Sri Lanka yang muncul dari pertempuran penuh kemenangan. Tapi serangan brutal terhadap Macan Tamil membuat pemerintah Presiden Mahinda Rajapaksa itu sasaran kecaman internasional yang luas.

Perkiraan warga sipil yang tewas mencapai 40.000 penduduk Tamil, dan menurut Channel Four Inggris mendokumentasikan eksekusi tahanan Macan Tamil dalam program "Sri Lanka Killing Fields."

Meskipun organisasi hak asasi manusia, termasuk Amnesti Internasional dan Dewan HAM PBB, menyerukan penyelidikan pelanggaran kemanusiaan dan kejahatan perang, tetapi pemerintah Rajapakse telah menolak. Para Bikshu pendukung sikap keras kepala ini, mengatakan bahwa tuntutan itu sebagai bentuk tindakan menyerang Sinhala, dan serangan terhadap kelompok Buddha yang menjadi "ibu pertiwi."

Pantas kalau di Myanmar pasukan pemerintah ikut bertempur dan menghancurkan Muslim Rohingya. Hal ini, seperti yang terjadi di Srilanka, di mana kelompok Sinhala (Budha) menghancurkan kelompok Tamil (Hindu) dengan segala kekejaman dan kebiadabannya.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Wed Dec 26, 2012 5:24 pm

gw banyakin dikit ah yg Kristennya. buat introspeksi diri para pembully. usil

Update on attack on Sri Lankan church

VOMC partners, the National Christian Evangelical Alliance of Sri Lanka (NCEASL) released a report today with further details regarding the November 5th attack on the prayer centre of the Jesus Never Fails Good News Centre in Koswatta, Sri Lanka which we reported on earlier. Here is their report:

A mob of about 200 persons surrounded the prayer centre at approximately 12.45 in the afternoon and hurled stones at the building, damaging the building exterior, windows and air conditioning units and the gate. They shouted threats to kill the pastor, accusing him of unethical conversions and demanding he stops conducting healing services. A large protest march led by members of the Jathika Hela Urumaya (JHU) including some of their party M.P. monks preceded the violent attack.

The protest and the attack were a reaction to the death of two women who were brought to an open air healing service conducted by the pastor of the church on the 31st of October 2009, at the Vihara Mahadevi Park in Colombo. A spokesman for the church said the women came of their own free will, seeking divine healing and they died on admission to hospital and not at the healing service.

Police were called in to stop the attack but were unable to prevent damage to the building. No arrests have been made so far. The prayer centre suspended services AND meetings due to fear of further attacks and threats issued to members of the church. Video footage of the attack on the church were televised by several local TV stations.

Pastor Joseph is a respected member of the community and the prayer centre has been there for a considerable period of time, coexisting harmoniously with the local Buddhist temple. According to members of the church, the local Temple had no part in the attack.

Ven. Athureliye Rathana Thero M.P. and leader of the JHU Parliamentary group on the 6th speaking in Parliament denied the JHU's involvement in the attack, but called for the arrest of the pastor and urged the Anti-Conversion Bill to be made law.


Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by BiasaSaja on Fri Dec 28, 2012 6:14 pm

ada kagak tuh Perintahnya/Ajarannya didalam Tipitaka/Tripitaka, tuhjukin plss ketawa guling
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Sat Dec 29, 2012 4:11 pm

Oh trus, peristiwa tersebut terjadi cuman kebetulan, hanya karena Theravada semua. ASBURD!

Tapi, dengan mereka semua melakukannya, itu sudah

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Sun Dec 30, 2012 9:24 pm

tambahin lagi yg Kristen ah. usil
entah kenapa gw banyakan dapet yg Kristen nih usil

Diskriminasi Sosial masih dialami Umat Kristen Laos

Beberapa negara dikawasan Asia Tenggara saat ini terus mengalami pergumulan dalam hal kebebasan sosial terutama bagi penduduk yang minoritas memeluk Kristen. Salah satunya adalah Laos. Meskipun negara ini telah keluar dari urutan 10 teratas dalam World Watch List 2012, namun belum ada perubahan mendasar terjadi bagi umat Kristen.

Negara yang disebut sebagai "Negeri Seribu Gajah" ini mempunyai sistem pemerintahan yang ketat dalam melakukan kontrol terhadap aktivitas masyarakatnya, termasuk juga keagamaan. Hanya tiga denominasi Kristen yang saat ini legal (Gereja Katolik, Gereja Injili Laos dan Advent Seventh Day). Sisanya komunitas jemaat Protestan, masih belum diakui. Dan karenanya seringkali mendapat diskriminasi sosial dari pemerintah Laos.

Pemerintah disana masih terjebak pada pemaknaan bahwa minoritas Kristen adalah perpanjangan tangan dari negara barat yang ingin melakukan ekspansi keyakinan. Karena belum diakui, minoritas Kristen dianggap ilegal oleh pihak berwenang, dimana mereka akan menahan dan menangkap jemaat dan para pemimpin gereja tersebut.

Terkadang beberapa minoritas Kristen ini ditangkap, ditahan dan dipaksa untuk menyangkal iman mereka. Gereja-gereja kehilangan bangunan dan isinya, karena dihancurkan dan disita.Seringkali tekanan berasal dari pemimpin agama tertentu. Namun begitu, semangat dan jemaat gereja terus bertumbuh di tempat ini.

Meskipun saat ini pemerintah beranjak terbuka dengan memberikan ladang untuk bercocok tanam, mengizinkan anak-anak untuk bersekolah, dan mengizinkan umat percaya untuk mendapatkan perawatan medis, kepastian dalam persamaan sosial bagi minoritas tetap dipertanyakan. Jika hal ini terlupakan, bukan tidak mungkin diskriminasi sosial ini akan awet terjaga.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by BiasaSaja on Mon Dec 31, 2012 6:23 pm

Ngakak dulu gue baca jawaban TSnya ngakak

Beginilah kalau cuman bisanya mau adu domba doang ngakak

Kami2 yang paham kalau tu orang Budha yang ngelakuin kekerasan justru berlawanan dengan ajaran yang diimaninya ya sabar ae tuh.

Silakan ente tunjukan PERINTAH sang Budha untuk menjahati sesama manusia didalam TIPITAKA ataupun TRIPITAKA slim ngakak

gue guling2 dulu deh ngakak ketawa guling
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Penyaran on Mon Dec 31, 2012 9:27 pm

Lha, trus kalo gak lain & gak bukan ajarannya, trus apaan coba ??? ngakak

Mereka bisa mengintimidasi temen seukhuwah lo disono kenapa ??? ngakak

seluruh wilayah Theravada bisa kejadian kek gitu kenapa coba ??? ngakak

& sekarang elo malah minta perintahnye, emangnya gw biksunya apa ngakak

& payahnya elo disini cuman pake bantu doa ama temen seukhuwah ente tanpa ngapa2in ngakak

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Pembunuhan Ummat Islam Oleh Ummat Budha Myanmar

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 4 1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik