FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Tingkatan Orang Berpuasa

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Tingkatan Orang Berpuasa

Post by Admin on Tue Aug 14, 2012 1:23 am

Assalamu'alaykum..

Alhamdulillah, hampir sebulan penuh (Insya Allah 4 hari lagi kita meninggalkan Bulan Romadhon), semoga Ibadah Shoum kita bernilai di sisi Allah SWT dan semoga kita bukan termasuk orang-orang yang merugi.

Dalam hal orang berpuasa, Syeikh al-Islam al-Imam al-Ghazali dalam kitabnya “Ihyaa’ ‘Uluum ad-Diin” mengkelompokkan orang berpuasa menjadi tiga kelompok atau tiga tingkatan, yaitu:

1.Puasa Orang Awam (Shaum al-’Awaam), 2.Puasa Orang yang Khusus (Shaum al-Khawaas) 3.Puasa Orang khusus yang lebih khusus lagi (Shaum al-khowaashul-Khowaash).



1.Kelompok/tingkatan puasanya orang awam (orang kebanyakan).

Tingkatan puasa ini menurut Al-Ghazali adalah tingkatan puasa yang paling rendah, kenapa? Karena dalam puasa ini hanyalah menahan dari makan, minum, dan hubungan suami istri (fakaf al-Bathni wa al-farji an Qadhai as-Syahwat). Kalau puasanya hanya karena menahan makan dan minum serta tidak melakukan hubungan suami isteri di siang hari, maka kata Rasulullah Saw puasa orang ini termasuk puasa yang merugi yaitu berpuasa tapi tidak mendapatkan pahala. Hal ini lah yang diwanti-wanti oleh Rasulullah Saw dengan sabdanya: Kam min Shaimin laisa lahu min shiyaamihi illa al-Juu’ wa al-‘Athas, artinya “banyak orang berpuasa tapi tidak mendapatka pahala berpuasa, yang ia dapatkan hanya lapar dan dahaga.”



2. Kelompok/Tingkatan Puasa Orang yang Khusus (Khowash) ,


yaitu di samping menahan yang tiga hal tersebut, juga memelihara seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat. Maka puasa ini sering disebutnya dengan puasa para Shalihin (orang-orang saleh). Menurut Ghazali, seseorang tidak akan mencapai kesempurnaan dalam tingkatan puasa kedua ini kecuali harus melewati enam hal sebagai prasayaratnya, yaitu1) menahan pandangan dari segala hal yang dicela dan dimakruhkan;2) menjaga lidah dari perkataan yang sia-sia, berdusta, mengumpat, berkata keji, dan mengharuskan berdiam diri, menggunakan waktu untuk berzikir kepada Allah serta membaca Al-Quran; 3) menjaga pendengaran dari mendengar kata-kata yang tidak baik; 4) mencegah anggota tubuh yang lain dari perbuatan dosa; 5) tidak berlebih-lebihan dalam berbuka, sampai perutnya penuh makanan;6) hatinya senantiasa diliputi rasa cemas (khauf) dan harap (raja) karena tidak diketahui apakah puasanya diterima atau tidak oleh Allah.



3. Kelompok/Tingkatan Puasa Orang Khusus Yang Lebih Khusus (Khowashul Khowash) ,


Yaitu, di samping hal di atas adalah puasa hati dari segala keinginan hina dan segala pikiran duniawi, serta mencegah memikirkan apa-apa selain Allah Swt (shaum al-Qalbi ‘an al-Himam ad-Duniyati wa al-Ifkaar al-Dannyuwiyati wakaffahu ‘ammaa siwa Allaah bi al-Kulliyati). Menurut Al-Ghazali, tingkata puasa yang ketiga ini adalah tingkatan puasanya para nabi , Shiddiqqiin, Para Wali,Mursyid dan muqarrabin.Hakekat Puasa Orang Khowasul Khowash Adalah Orang Itu Tidak Sedetikpun Putus Dzikirnya,baik Hati Maupun Seluruh Tubuhnya Berdzikir pada Allah,Meliputi Rambut,Kulit,Urat,Darah,Daging,Tulang,Sum sum....Juga meliputi 7 Lathaif yang ada...Hingga Orang itu berada pada Maqom Muraqobah Ma'iyah....



Demikian,Semoga Bermanfaat
sumber : Document group Islam Siap Menjawab, syukron kepada Kang Abd Rozzaq atas share artikelnya.
avatar
Admin
Administrator
Administrator

Male
Posts : 1099
Kepercayaan : Islam
Location : Tanah Melayu
Join date : 03.08.11
Reputation : 56

http://www.laskarislam.com

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik