FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Muhammad sebagai penutup para Nabi

Halaman 6 dari 10 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by keroncong on Sat Sep 01, 2012 5:04 am

First topic message reminder :

Suatu kenyataan sejarah yang amat menarik tentang Nabi
Muhammad saw ialah bahwa sejak beliau tampil sekitar lima
belas abad yang lalu sampai sekarang tidak pernah muncul
tantangan yang cukup berarti atas klaim bahwa beliau adalah
penutup segala Nabi dan Rasul. Di mata beberapa orang
sarjana Islam terkemuka, seperti Fazlur Rahman, kenyataan
itu merupakan bukti dan dukungan bagi pandangan Islam bahwa
Nabi Muhammad saw adalah benar-benar yang terakhir dalam
deretan mata rantai para Nabi dan Utusan Allah sepanjang
sejarah ummat manusia.

Konsep bahwa Nabi Muhammad saw adalah penutup para Nabi dan
Rasul adalah cukup sentral dalam sistem kepercayaan Islam.
Dan implikasi konsep itu cukup luas dan penting. Hal itu
terbukti antara lain dari adanya beberapa kontroversi yang
memakan korban akhir-akhir ini di kalangan ummat Islam,
seperti pengkafiran kaum Ahmadiyah oleh Rabithat al-Alam
al-Islami dengan dampak pengucilannya di Pakistan. Juga,
yang lebih dramatis, sikap permusuhan yang sengit pemerintah
Republik Islam Iran terhadap kaum Baha'i (jika memang kaum
Baha'i masih dapat dipandang sebagai bagian dari Islam; jika
tidak, maka penyebutannya disini menjadi tidak relevan).

Namun agak mengherankan bahwa meskipun doktrin tentang Nabi
Muhammad saw itu begitu penting dan sentral dengan implikasi
yang luas dan asasi, sedikit sekali para ahli tafsir
al-Qur'an yang memberi perhatian dan ulasan kepada masalah
pokok ini ketika menjabarkan makna firman Allah yang
terkait. Bahkan Sayyid Qutb, seorang ahli tafsir al-Qur'an
zaman modern dengan karyanya yang berjilid-jilid, Fi Dhilal
al-Qur'an, ternyata membahas masalah ini hanya secara
sepintas lalu saja. [1] Tidak bedanya dengan Sayyid Muhammad
dengan al-Thaba' Thaba'i, penulis kitab tafsir al-Mizan fi
Tafsir al-Qur'an yang juga berjilid-jilid, juga menyinggung
masalah ini secara sekedarnya saja. [2]

Para penafsir al-Qur'an dari zaman modern ini dan yang
berlatar belakang pengalaman dalam budaya modern justru
lebih menyadari implikasi penting pandangan bahwa Nabi
Muhammad saw adalah penutup para Nabi dan Rasul. Dengan
referensi silang dalam kitab tafsirnya, Muhammad Asad,
misalnya, menunjukkan makna yang lebih luas dan fundamental
dari pandangan itu, dengan implikasi yang juga luas dan
fundamental. Makalah ini banyak menggunakan pendekatan
Muhammad Asad dalam pengembangan argumennya, disamping
sumber-sumber lain yang relevan.

Karena pokok pembahasan disini dalam beberapa segi
menyangkut masalah 'aqidah (simpul keimanan) maka tentu
tidak dapat diremehkan signifikansinya. Karena itu
pengembangan lebih lanjut argumen disini oleh mereka yang
berwenang secara ilmiah akan sangat disambut gembira.

CONTOH KLAIM KENABIAN: KASUS GHULAM AHMAD DAN JOSEPH SMITH

Sebagai gambaran nyata, di zaman modern ini terdapat
beberapa orang pengaku kenabian. Kehadiran mereka tidak
memiliki dampak seperti yang diharapkan dari yang
benar-benar Nabi dan Rasul, namun mereka mempunyai pengikut.
Di India pernah muncul Mirza Ghulam Ahmad yang dipandang
oleh para pengikutnya (versi Qadianis, dan bukan bersi
Lahore) sebagai seorang Nabi. Namun dalam beberapa
penjelasan terdapat penegasan bahwa kenabian Mirza adalah
jenis "kenabian kecil" (minor prophethood), karena ia
"hanya" bertugas meneruskan dan menghidupkan kembali pesan
suci Nabi besar Muhammad saw. Keterangan mengenai hal ini
dari seorang tokoh gerakan Ahmadiyah terbaca demikian:

Klaim Hazra Mirza Ghulam Ahmad (salam-sejahtera atasnya),
ialah bahwa Tuhan telah membangkitkan dia untuk membimbing
dan memberi petunjuk ummat manusia; bahwa dia adalah
al-Masih yang diramalkan dalam Hadits-hadits Nabi Besar
(Muhammad saw) dan Mahdi yang dijanjikan dalam sabda-sabda
(Nabi Muhammad saw); bahwa nubuwat (ramalan suci) yang
termuat dalam berbagai kitab suci agama tentang tampilnya
seorang utusan Tuhan pada zaman akhir juga telah dipenuhi
dalam dirinya; bahwa Tuhan telah membangkitkannya untuk
membela dan menyebarluaskan Islam di zaman kita; bahwa Tuhan
telah memberinya karunia pemahaman mendalam tentang
al-Qur'an, dan mewahyukan kepada dia maknanya dan
kebenarannya yang paling mendalam; bahwa Dia telah
mewahyukan kepadanya berbagai rahasia hidup salih. Dengan
karyanya, pesannya, dan teladannya, dia mengagungkan Nabi
Besar (Muhammad saw) dan membuktikan keunggulan Islam atas
agama-agama yang lain. [3]

Di Amerika muncul seorang bernama Joseph Smith, yang oleh
para pengikutnya dari Kristen sekte "The Church of Jesus
Christ of Latter-Day Saint" (kaum "Mormon") juga dianggap
sebagai Nabi. Tapi, sama halnya dengan hubungan Mirza dengan
Nabi Muhammad saw, Smith pun mengaku "hanya" meneruskan dan
menghidupkan kembali ajaran Isa al-Masih as, khususnya
berkenaan dengan kitab sucinya yang "hilang," yang
disampaikan oleh Isa al-Masih kepada penghuni kuno kedua
benua Amerika (Utara dan Selatan), yaitu Buku Mormon (The
Book of Mormon). Suatu penuturan dalam pengantar Buku Mormon
itu terbaca demikian:

Buku Mormon adalah suatu jilid dari kitab suci yang
sebanding dengan Bibel. Ia merupakan catatan urusan Tuhan
dengan penghuni kuna kedua benua Amerika dan, sebagaimana
Bibel, memuat pemenuhan gospel yang abadi.

Buku itu ditulis oleh banyak Nabi kuna dengan ruh kenabian
dan wahyu. Kata-kata mereka, tertulis pada lempengan-
lempengan emas, dikutip dan diringkas oleh seorang nabi dan
ahli sejarah, bernama Mormon... [4]

Puncak kejadian yang tercatat dalam Buku Mormon ialah
kependetaan pribadi Tuhan Yesus Kristus di kalangan kaum
Nephites segera setelah kebangkitannya kembali. Buku itu
mengemukakan doktrin-doktrin gospel, memberi garis besar
rencana penyelamatan, dan memberi tahu manusia apa yang
harus mereka kerjakan untuk memperoleh kedamaian dalam hidup
ini dan keselamatan abadi dalam hidup yang akan datang.

Setelah Mormon menyelesaikan tulisannya, ia menyerahkan
cerita itu kepada anaknya Moroni, yang menambahkan beberapa
kata dari dirinya sendiri dan menyembunyikan
lempengan-lempengan tadi di bukit Cumorah. Pada tanggal 21
September 1323, Moroni itu sendiri, yang saat itu merupakan
makhluk yang dimuliakan dan dibangkitkan kembali,
menampakkan diri pada Nabi Joseph Smith dan mengajarinya
berkenaan dengan catatan kuna itu serta penerjemahannya yang
mesti terjadi ke dalam bahasa Inggris.

Selanjutnya lempengan-lempengan tersebut diberikan kepada
Joseph Smith, yang menerjemahkannya dengan anugerah dan
kekuatan dari Tuhan. Catatan itu sekarang diterbitkan dalam
banyak bahasa sebagai saksi baru dan tambahan bahwa Yesus
Kristus adalah Putera dari Tuhan yang hidup dan semua orang
yang bersedia datang kepadanya serta menaati hukum-hukum dan
ajaran-ajaran gospelnya akan terselamatkan.

Tapi, seperti telah disinggung, dan sebagaimana telah
disaksikan oleh sejarah, kehadiran baik Mirza maupun Smith
tidak meninggalkan dampak sosial dan spiritual dengan
keluasan dan kedalaman seperti yang biasanya ditinggalkan
oleh para Nabi terdahulu. Karena itu bagi hampir seluruh
kaum Muslim klaim Mirza akan kenabian itu harus ditolak
(atau ditafsirkan kembali seperti dilakukan oleh sebagian
pengikutnya sendiri dari versi Lahore); dan bagi hampir
semua kaum Kristen klaim Joseph Smith pun ditolak, dan kaum
Mormon diakui hanya sebagai salah satu saja dari puluhan
atau ratusan sekte dan denominasi dalam agama Kristen.

Klaim kenabian atau, apalagi, kerasulan, akan menimbulkan
masalah dalam masyarakat, karena logika setiap klaim
kenabian atau kerasulan tentu menuntut kepada setiap orang
untuk menerima, membenarkan dan "beriman" kepada pengaku
itu. Ghulam Ahmad, misalnya, memperlihatkan gejala ini,
seperti dengan jelas bisa dipahami dari pernyataan berikut:

Setelah secara singkat menggambarkan klaim al-Masih Yang
Dijanjikan (the Promised Messiah), Pendiri Gerakan
Ahmadiyah, saya ingin menerangkan kriteria umum yang dengan
itu kebenaran pengaku (kenabian) serupa itu bisa dinilai.
Jika telah terbukti bahwa pribadi tertentu mendapat tugas
Maki sebagai Utusan Tuhan, maka menjadi wajib atas setiap
orang untuk menerima pengakuannya itu. [5]

Kaum Mormon pun mempunyai sikap yang serupa, sebagai
konsekuensi kepercayaan mereka bahwa Joseph Smith adalah
seorang Nabi. Dalam pengantar Buku Mormon dikutip perkataan
kita sendiri, demikian: Berkenaan dengan catatan ini Nabi
Joseph Smith berkata: "Saya telah katakan kepada para
saudara bahwa Buku Mormon adalah buku yang paling benar dari
semua buku yang ada di muka bumi, dan batu dasar agama kita,
dan seseorang akan menjadi lebih dekat kepada Tuhan dengan
menaati ajaran-ajaran buku itu daripada dengan buku lain
manapun." [6]

Kegawatan muncul karena setiap sikap menerima atau menolak
sesuatu dari pesan Ilahi akan dengan sendirinya bersangkutan
dengan masalah keselamatan atau kesengsaraan. Maka logika
pengakuan kenabian, lebih sering daripada tidak, mengundang
percekcokan tajam, sebab terjadi dalam kerangka kemutlakan
(ultimacy). Karena itu pengaku kenabian tentu menghasilkan
sistem kepengikutan yang eksklusifistik, yang menampik
"orang luar" untuk menyertai mereka dalam panji keselamatan
dan kebahagiaan. Dalam penampilannya yang ekstrem, seperti
ditunjukkan oleh berbagai perkumpulan yang bersifat kultus
(cultic) di banyak negara (terutama Amerika), harapan
keselamatan yang dipusatkan dan digantungkan kepada pribadi
seorang tokoh akan melahirkan gejala-gejala anti sosial dan
penuh permusuhan. Maka agaknya yang diperlukan oleh manusia
zaman modern bukanlah tokoh yang mengarah kepada penampilan
bergaya cultic, melainkan yang manusiawi biasa, terbuka dan
tampil dalam gaya dialogis dengan anggota masyarakat yang
lebih luas dalam semangat persamaan hak dan kewajiban. Dan
hal ini memerlukan suatu perangkat kepercayaan yang kukuh
bahwa sekarang tidak ada lagi yang dibenarkan mengklaim
sebagai "petugass" dari Tuhan.

NABI MUHAMMAD PENUTUP SEGALA NABI

Keterangan bahwa Nabi Muhammad saw adalah penutup para nabi
dan Rasul diberikan dalam al-Qur'an dalam rangkaian firman
Allah dan ajaran-Nya tentang pembatalan praktek tabanni
(mengangkat anak, kemudian anak itu diakui seperti anak
sendiri, seolah benar-benar mempunyai pertalian darah dengan
orang tua angkat bersangkutan, dengan segala konsekuensi
kehukuman atau legalnya). Praktek tabanni itu dibatalkan
karena tidak sesuai dengan ajaran Islam yang lebih mendalam
dan asasi, yaitu ajaran tentang fitrah yang antara lain
menghendaki segala sesuatu dinilai, dipandang dan dilakukan
berdasarkan kenyataan intrinsiknya, bukan fakta formalnya.
Karena tabanni memberi hak kehukuman kepada seseorang anak
angkat hanya karena ia dinyatakan sebagai anak sendiri
secara lisan (yakni, secara formal), maka praktek itu
dianggap tidak fithri.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down


Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by SEGOROWEDI on Sat Jan 25, 2014 7:32 am


lha ngapain kamu bawa-bawa ayat itu mulu..
untuk kamu paksa-paksakan sebagai nubuat buat muhammad?
DUNG.................................ding dang ding...............DUNG

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Kedunghalang on Sat Jan 25, 2014 8:01 am

@SEGOROWEDI wrote:
lha ngapain kamu bawa-bawa ayat itu mulu..
untuk kamu paksa-paksakan sebagai nubuat buat muhammad?
DUNG.................................ding dang ding...............DUNG

Tidak ada paksaan dalam agama, melainkan terimalah dengan ikhlas SEGALA KEBENARAN INI.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by SEGOROWEDI on Sat Jan 25, 2014 8:06 am


ini masih mo digendong kemana-mana/tidak?

13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
14 Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.
15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.''



SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Kedunghalang on Sat Jan 25, 2014 12:39 pm

@SEGOROWEDI wrote:
ini masih mo digendong kemana-mana/tidak?

13 Tetapi apabila ia datang, yaitu Roh Kebenaran, ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab ia tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya itulah yang akan dikatakannya dan ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
14 Ia akan memuliakan aku, sebab ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.
15 Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah aku punya; sebab itu aku berkata: ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.''

Yang merah sudah cocok dengan nubuatan Musa as tentang kedatangan Nabi Muhammad saw dalam Bible:
seorang nabi (y.i. Nabi Muhammad saw) akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara segala saudara mereka, seperti engkau ini (y.i. Nabi Musa as); Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.(Ulangan 18:18)

Tentang Nabi Muhammad saw telah dikonfirmasi dalam Al Qur'an:
Dan, ia tidak berkata-kata menurut kehendak nafsu-nya. Itu tidak lain adalah wahyu Allah yang diwahyukan-Nya. Telah mengajar-nya Tuhan Yang Maha Perkasa. Yang Memiliki Kekuatan Yang Menampak Berulang-ulang. Maka Dia bersemayam di atas 'Arasy. Dan, Dia mewahyukan Kalam-Nya ketika ia berada di atas ufuk tertinggi. (An-Najm 53:4-8).

Yang ungu sudah dikonfirmasi dengan firman Allah dalam Al Qur'an:
Dan Kami memberi Isa Ibnu Maryam keterangan-keterangan nyata dan Kami memperkuatnya dengan Ruhulkudus (Al Baqarah 2:254). Ingatlah ketika Allah berfirman, 'Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mematikan engkau secara wajar dan akan meninggikan derajat engkau di sisi-Ku dan akan membersihkan engkau dari tuduhan orang-orang yang ingkar dan akan menjadikan orang-orang yang mengikuti engkau di atas orang-orang yang ingkar hingga Hari Kiamat; kemudian kepada Aku-lah kamu kembali, lalu Aku akan menghakimi di antaramu tentang apa yang kamu perselisihkan'. (Ali IMran 3:56).

Kisah tentang bagaimana Nabi Muhammad saw menerima wahyu dari Allah, Tuhan Yang Maha Berbicara juga sudah diuraikan di beberapa tempat dan diulang di sini:
Abu Hurairah ra menerangkan bahwa kami sedang duduk-duduk dekat Nabi Muhammad saw, ketika Surah Al Jumu'ah diturunkan kepada beliau saw. Para sahabat bertanya siapakah yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum di dalam ayat itu. Beliau saw tidak menjawab hingga para sahabat bertanya sampai tiga kali. Di antara kami terdapat seorang yang bernama Salman dari Persia (Iran). Kemudian Nabi Muhammad saw meletakkan tangan beliau saw di atas pundak Salman seraya bersabda: "Jika iman telah terbang ke bintang Tsurayya, seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari antara orang-orang ini (asal Persia) akan dapat mengambilnya kembali." (HR Sahih Bukhari dalam Kitab Tafsir).

Jadi, apalagi yang membuat SEGO ragu tentang SELURUH KEBENARAN yang ada dalam Al Qur'an dan agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Khaataman Nabiyyin saw?

Apakah SEGO masih suka menyembah Yesus Kristus as yang sudah wafat?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by putramentari on Wed Apr 16, 2014 1:27 am

@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:@ Keroncong

Kenabian yang membawa syariat baru yang membatalkan dan menghapuskan syariat Islam tidak mungkin datang lagi, tetapi kenabian yang tidak membawa syariat baru adalah mungkin dengan izin Allah, tetapi syaratnya adalah ketaatan yang sempurna kepada Allah dan Rasul-Nya saw. (An-Nisa 4:70).

sempurna/tidak
yang menentkan siapa, DUNG?

Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana (bukan manusia) yang menentukan sempurna atau tidaknya ketaatan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya saw (An-Nisa 4:70). Ketika Allah sudah menentukan seseorang sebagai orang yang taat sempurna kepada-Nya dan Rasul-Nya saw, maka Dia akan memberitahukan kepada orang tersebut lewat wahyu yang menetapkan orang tersebut sebagai Nabi/Rasul/Khalifatullah/Imam Mahdi/Isa Ibnu Maryam.

SETELAH NABI MUHAMMAD TIDAK ADA NABI LAGI KARENA BELIAU ADALAH NABI PENUTUP

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

QS 33:40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ وَيَقُولُونَ هَلَّا وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ

(BUKHARI - 3271) : Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah bercerita kepada kami Isma'il bin Ja'far dari 'Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaanku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia membaguskannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) yang berada di dinding samping rumah tersebut, lalu manusia mengelilinginya dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; 'Duh seandainya ada orang yang meletakkan labinah (batu bata) di tempatnya ini". Beliau bersabda: "Maka akulah labinah itu dan aku adalah penutup para nabi".

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سَلِيمُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ ابْتَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَعْجَبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ جِئْتُ فَخَتَمْتُ الْأَنْبِيَاءَ

(AHMAD - 14359) : Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan kepada kami Salim bin Hayyan Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Mina' dari Jabir bin Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Permisalanku dengan permisalan para Nabi seperti seorang laki-laki yang membuat rumah lalu dia melengkapinya dan memperbagusnya kecuali ada kekurangan satu bata, lalu orang-orang memasukinya dan sangat kagum dengannya dan berkata; 'Oh,,, kalau saja kekurangan satu bata ini telah dilengkapi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sayalah satu bata yang kurang tersebut, saya datang dan saya penutup para Nabi".


QS 41:52. Katakanlah: "Bagaimana pendapatmu jika (Al Quran) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?"
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Kedunghalang on Wed Apr 16, 2014 8:25 am

@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:@ Keroncong

Kenabian yang membawa syariat baru yang membatalkan dan menghapuskan syariat Islam tidak mungkin datang lagi, tetapi kenabian yang tidak membawa syariat baru adalah mungkin dengan izin Allah, tetapi syaratnya adalah ketaatan yang sempurna kepada Allah dan Rasul-Nya saw. (An-Nisa 4:70).

sempurna/tidak
yang menentkan siapa, DUNG?

Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana (bukan manusia) yang menentukan sempurna atau tidaknya ketaatan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya saw (An-Nisa 4:70). Ketika Allah sudah menentukan seseorang sebagai orang yang taat sempurna kepada-Nya dan Rasul-Nya saw, maka Dia akan memberitahukan kepada orang tersebut lewat wahyu yang menetapkan orang tersebut sebagai Nabi/Rasul/Khalifatullah/Imam Mahdi/Isa Ibnu Maryam.

SETELAH NABI MUHAMMAD TIDAK ADA NABI LAGI KARENA BELIAU ADALAH  NABI PENUTUP

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

QS 33:40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ وَيَقُولُونَ هَلَّا وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ

(BUKHARI - 3271) : Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah bercerita kepada kami Isma'il bin Ja'far dari 'Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaanku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia membaguskannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) yang berada di dinding samping rumah tersebut, lalu manusia mengelilinginya dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; 'Duh seandainya ada orang yang meletakkan labinah (batu bata) di tempatnya ini". Beliau bersabda: "Maka akulah labinah itu dan aku adalah penutup para nabi".

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سَلِيمُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ ابْتَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَعْجَبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ جِئْتُ فَخَتَمْتُ الْأَنْبِيَاءَ

(AHMAD - 14359) : Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan kepada kami Salim bin Hayyan Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Mina' dari Jabir bin Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Permisalanku dengan permisalan para Nabi seperti seorang laki-laki yang membuat rumah lalu dia melengkapinya dan memperbagusnya kecuali ada kekurangan satu bata, lalu orang-orang memasukinya dan sangat kagum dengannya dan berkata; 'Oh,,, kalau saja kekurangan satu bata ini telah dilengkapi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sayalah satu bata yang kurang tersebut, saya datang dan saya penutup para Nabi".


QS 41:52. Katakanlah: "Bagaimana pendapatmu jika (Al Quran) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?"

Dan, barangsiapa taat kepada Allah swt. dan Rasul ini maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah swt. memberikan nikmat, yakni: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid, dan orang-orang saleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati. (An-Nisa 4:69/70)

Kata depan ma’a menunjukkan adanya dua orang atau lebih bersama pada suatu tempat atau pada satu saat, kedudukan, pangkat atau keadaan. Kata itu mengandung arti bantuan, seperti tercantum dalam At-Taubah 9:39/40 (Mufradat). Kata itu dipergunakan pada beberapa tempat dalam Alquran dengan artian fi artinya “di antara”: (Ali Imran 3:193/194; An-Nisa 4:146/147).

Ayat ini sangat penting sebab ia menerangkan semua jalur kemajuan rohani yang terbuka bagi kaum Muslimin. Keempat martabat kerohanian – para nabi, para shiddiq, para syuhada dan para shalihin – kini semuanya dapat dicapai hanya dengan jalan mengikuti Rasulullah saw. Hal ini merupakan kehormatan khusus bagi Rasulullah saw semata. Tidak ada nabi lain menyamai beliau saw dalam memperoleh nikmat ini. Kesimpulan itu lebih lanjut ditunjang oleh ayat yang membicarakan nabi-nabi secara umum dan mengatakan, “Dan orang-orang yang beriman kepada Allah swt dan para rasul-Nya, mereka adalah orang-orang shiddiq dan saksi-saksi di sisi Tuhan mereka” (Al Hadid 57:19/20).

Apabila kedua ayat ini dibaca bersama-sama maka kedua ayat itu berarti bahwa, kalau para pengikut nabi-nabi lainnya dapat mencapai martabat shiddiq, syahid, dan saleh dan tidak lebih tinggi dari itu, maka pengikut Rasulullah saw dapat naik ke martabat nabi juga. Kitab “Bahr-ul-Muhit” (Jilid III, hal.287) menukil Al-Raghib yang mengatakan, “Tuhan telah membagi orang-orang mukmin dalam empat golongan dalam ayat ini, dan telah menetapkan bagi mereka empat tingkatan, sebagian di antaranya lebih rendah dari yang lain, dan Dia telah mendorong orang-orang mukmin sejati agar jangan tertinggal dari keempat tingkatan ini.” Dan membubuhkan bahwa “Kanabian itu ada dua macam: umum dan khusus. Kenabian khusus, yakni kenabian yang membawa syariat, sekarang tidak dapat dicapai lagi; tetapi kenabian yang umum masih tetap dapat dicapai.”

Bagaimana pendapatmu jika (An-Nisa 4:69/70) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by putramentari on Wed Apr 16, 2014 2:21 pm

@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:@ Keroncong

Kenabian yang membawa syariat baru yang membatalkan dan menghapuskan syariat Islam tidak mungkin datang lagi, tetapi kenabian yang tidak membawa syariat baru adalah mungkin dengan izin Allah, tetapi syaratnya adalah ketaatan yang sempurna kepada Allah dan Rasul-Nya saw. (An-Nisa 4:70).

sempurna/tidak
yang menentkan siapa, DUNG?

Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana (bukan manusia) yang menentukan sempurna atau tidaknya ketaatan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya saw (An-Nisa 4:70). Ketika Allah sudah menentukan seseorang sebagai orang yang taat sempurna kepada-Nya dan Rasul-Nya saw, maka Dia akan memberitahukan kepada orang tersebut lewat wahyu yang menetapkan orang tersebut sebagai Nabi/Rasul/Khalifatullah/Imam Mahdi/Isa Ibnu Maryam.

SETELAH NABI MUHAMMAD TIDAK ADA NABI LAGI KARENA BELIAU ADALAH  NABI PENUTUP

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

QS 33:40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ وَيَقُولُونَ هَلَّا وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ

(BUKHARI - 3271) : Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah bercerita kepada kami Isma'il bin Ja'far dari 'Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaanku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia membaguskannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) yang berada di dinding samping rumah tersebut, lalu manusia mengelilinginya dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; 'Duh seandainya ada orang yang meletakkan labinah (batu bata) di tempatnya ini". Beliau bersabda: "Maka akulah labinah itu dan aku adalah penutup para nabi".

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سَلِيمُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ ابْتَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَعْجَبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ جِئْتُ فَخَتَمْتُ الْأَنْبِيَاءَ

(AHMAD - 14359) : Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan kepada kami Salim bin Hayyan Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Mina' dari Jabir bin Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Permisalanku dengan permisalan para Nabi seperti seorang laki-laki yang membuat rumah lalu dia melengkapinya dan memperbagusnya kecuali ada kekurangan satu bata, lalu orang-orang memasukinya dan sangat kagum dengannya dan berkata; 'Oh,,, kalau saja kekurangan satu bata ini telah dilengkapi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sayalah satu bata yang kurang tersebut, saya datang dan saya penutup para Nabi".


QS 41:52. Katakanlah: "Bagaimana pendapatmu jika (Al Quran) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?"

Dan, barangsiapa taat kepada Allah swt. dan Rasul ini maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah swt. memberikan nikmat, yakni: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid, dan orang-orang saleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati. (An-Nisa 4:69/70)

Kata depan ma’a menunjukkan adanya dua orang atau lebih bersama pada suatu tempat atau pada satu saat, kedudukan, pangkat atau keadaan. Kata itu mengandung arti bantuan, seperti tercantum dalam At-Taubah 9:39/40 (Mufradat). Kata itu dipergunakan pada beberapa tempat dalam Alquran dengan artian fi artinya “di antara”: (Ali Imran 3:193/194; An-Nisa 4:146/147).

Ayat ini sangat penting sebab ia menerangkan semua jalur kemajuan rohani yang terbuka bagi kaum Muslimin. Keempat martabat kerohanian – para nabi, para shiddiq, para syuhada dan para shalihin – kini semuanya dapat dicapai hanya dengan jalan mengikuti Rasulullah saw. Hal ini merupakan kehormatan khusus bagi Rasulullah saw semata. Tidak ada nabi lain menyamai beliau saw dalam memperoleh nikmat ini. Kesimpulan itu lebih lanjut ditunjang oleh ayat yang membicarakan nabi-nabi secara umum dan mengatakan, “Dan orang-orang yang beriman kepada Allah swt dan para rasul-Nya, mereka adalah orang-orang shiddiq dan saksi-saksi di sisi Tuhan mereka” (Al Hadid 57:19/20).

Apabila kedua ayat ini dibaca bersama-sama maka kedua ayat itu berarti bahwa, kalau para pengikut nabi-nabi lainnya dapat mencapai martabat shiddiq, syahid, dan saleh dan tidak lebih tinggi dari itu, maka pengikut Rasulullah saw dapat naik ke martabat nabi juga. Kitab “Bahr-ul-Muhit” (Jilid III, hal.287) menukil Al-Raghib yang mengatakan, “Tuhan telah membagi orang-orang mukmin dalam empat golongan dalam ayat ini, dan telah menetapkan bagi mereka empat tingkatan, sebagian di antaranya lebih rendah dari yang lain, dan Dia telah mendorong orang-orang mukmin sejati agar jangan tertinggal dari keempat tingkatan ini.” Dan membubuhkan bahwa “Kanabian itu ada dua macam: umum dan khusus. Kenabian khusus, yakni kenabian yang membawa syariat, sekarang tidak dapat dicapai lagi; tetapi kenabian yang umum masih tetap dapat dicapai.”

Bagaimana pendapatmu jika (An-Nisa 4:69/70) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?

kirain mau bantah nabi Muhammad adalah Nabi Penutup taunya GOTAK GATUK LAGI
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Kedunghalang on Wed Apr 16, 2014 3:05 pm

@putramentari wrote:
kirain mau bantah nabi Muhammad adalah Nabi Penutup taunya GOTAK GATUK LAGI

SOMBONG DAN CONGKAK CUMA MELONGO, GAK BISA KOMENTAR.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by putramentari on Wed Apr 16, 2014 9:15 pm

@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:@ Keroncong

Kenabian yang membawa syariat baru yang membatalkan dan menghapuskan syariat Islam tidak mungkin datang lagi, tetapi kenabian yang tidak membawa syariat baru adalah mungkin dengan izin Allah, tetapi syaratnya adalah ketaatan yang sempurna kepada Allah dan Rasul-Nya saw. (An-Nisa 4:70).

sempurna/tidak
yang menentkan siapa, DUNG?

Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana (bukan manusia) yang menentukan sempurna atau tidaknya ketaatan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya saw (An-Nisa 4:70). Ketika Allah sudah menentukan seseorang sebagai orang yang taat sempurna kepada-Nya dan Rasul-Nya saw, maka Dia akan memberitahukan kepada orang tersebut lewat wahyu yang menetapkan orang tersebut sebagai Nabi/Rasul/Khalifatullah/Imam Mahdi/Isa Ibnu Maryam.

SETELAH NABI MUHAMMAD TIDAK ADA NABI LAGI KARENA BELIAU ADALAH  NABI PENUTUP

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

QS 33:40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ وَيَقُولُونَ هَلَّا وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ

(BUKHARI - 3271) : Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah bercerita kepada kami Isma'il bin Ja'far dari 'Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaanku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia membaguskannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) yang berada di dinding samping rumah tersebut, lalu manusia mengelilinginya dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; 'Duh seandainya ada orang yang meletakkan labinah (batu bata) di tempatnya ini". Beliau bersabda: "Maka akulah labinah itu dan aku adalah penutup para nabi".

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سَلِيمُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ ابْتَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَعْجَبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ جِئْتُ فَخَتَمْتُ الْأَنْبِيَاءَ

(AHMAD - 14359) : Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan kepada kami Salim bin Hayyan Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Mina' dari Jabir bin Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Permisalanku dengan permisalan para Nabi seperti seorang laki-laki yang membuat rumah lalu dia melengkapinya dan memperbagusnya kecuali ada kekurangan satu bata, lalu orang-orang memasukinya dan sangat kagum dengannya dan berkata; 'Oh,,, kalau saja kekurangan satu bata ini telah dilengkapi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sayalah satu bata yang kurang tersebut, saya datang dan saya penutup para Nabi".


QS 41:52. Katakanlah: "Bagaimana pendapatmu jika (Al Quran) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?"

 up up up 
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Kedunghalang on Wed Apr 16, 2014 11:47 pm

@putramentari wrote:
@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:@ Keroncong

Kenabian yang membawa syariat baru yang membatalkan dan menghapuskan syariat Islam tidak mungkin datang lagi, tetapi kenabian yang tidak membawa syariat baru adalah mungkin dengan izin Allah, tetapi syaratnya adalah ketaatan yang sempurna kepada Allah dan Rasul-Nya saw. (An-Nisa 4:70).

sempurna/tidak
yang menentkan siapa, DUNG?

Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana (bukan manusia) yang menentukan sempurna atau tidaknya ketaatan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya saw (An-Nisa 4:70). Ketika Allah sudah menentukan seseorang sebagai orang yang taat sempurna kepada-Nya dan Rasul-Nya saw, maka Dia akan memberitahukan kepada orang tersebut lewat wahyu yang menetapkan orang tersebut sebagai Nabi/Rasul/Khalifatullah/Imam Mahdi/Isa Ibnu Maryam.

SETELAH NABI MUHAMMAD TIDAK ADA NABI LAGI KARENA BELIAU ADALAH  NABI PENUTUP

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

QS 33:40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ وَيَقُولُونَ هَلَّا وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ

(BUKHARI - 3271) : Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah bercerita kepada kami Isma'il bin Ja'far dari 'Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaanku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia membaguskannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) yang berada di dinding samping rumah tersebut, lalu manusia mengelilinginya dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; 'Duh seandainya ada orang yang meletakkan labinah (batu bata) di tempatnya ini". Beliau bersabda: "Maka akulah labinah itu dan aku adalah penutup para nabi".

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سَلِيمُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ ابْتَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَعْجَبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ جِئْتُ فَخَتَمْتُ الْأَنْبِيَاءَ

(AHMAD - 14359) : Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan kepada kami Salim bin Hayyan Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Mina' dari Jabir bin Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Permisalanku dengan permisalan para Nabi seperti seorang laki-laki yang membuat rumah lalu dia melengkapinya dan memperbagusnya kecuali ada kekurangan satu bata, lalu orang-orang memasukinya dan sangat kagum dengannya dan berkata; 'Oh,,, kalau saja kekurangan satu bata ini telah dilengkapi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sayalah satu bata yang kurang tersebut, saya datang dan saya penutup para Nabi".


QS 41:52. Katakanlah: "Bagaimana pendapatmu jika (Al Quran) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?"

 up up up 

Ali bin Abu Thalib ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya, aku dibangkitkan sebagai Pembuka dan Penutup Para Nabi." (Kanzul 'Ummal). Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw diutus sebagai Nabi Pembawa Syari'at Terakhir dan beliau saw pun diutus sebagai Pembuka Kenabian Yang Tidak Membawa Syari'at Baru sebagaimana dimaksud dalam An-Nisa 4:69/70.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by putramentari on Thu Apr 17, 2014 9:52 pm

@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:

sempurna/tidak
yang menentkan siapa, DUNG?

Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana (bukan manusia) yang menentukan sempurna atau tidaknya ketaatan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya saw (An-Nisa 4:70). Ketika Allah sudah menentukan seseorang sebagai orang yang taat sempurna kepada-Nya dan Rasul-Nya saw, maka Dia akan memberitahukan kepada orang tersebut lewat wahyu yang menetapkan orang tersebut sebagai Nabi/Rasul/Khalifatullah/Imam Mahdi/Isa Ibnu Maryam.

SETELAH NABI MUHAMMAD TIDAK ADA NABI LAGI KARENA BELIAU ADALAH  NABI PENUTUP

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

QS 33:40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ وَيَقُولُونَ هَلَّا وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ

(BUKHARI - 3271) : Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah bercerita kepada kami Isma'il bin Ja'far dari 'Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaanku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia membaguskannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) yang berada di dinding samping rumah tersebut, lalu manusia mengelilinginya dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; 'Duh seandainya ada orang yang meletakkan labinah (batu bata) di tempatnya ini". Beliau bersabda: "Maka akulah labinah itu dan aku adalah penutup para nabi".

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سَلِيمُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ ابْتَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَعْجَبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ جِئْتُ فَخَتَمْتُ الْأَنْبِيَاءَ

(AHMAD - 14359) : Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan kepada kami Salim bin Hayyan Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Mina' dari Jabir bin Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Permisalanku dengan permisalan para Nabi seperti seorang laki-laki yang membuat rumah lalu dia melengkapinya dan memperbagusnya kecuali ada kekurangan satu bata, lalu orang-orang memasukinya dan sangat kagum dengannya dan berkata; 'Oh,,, kalau saja kekurangan satu bata ini telah dilengkapi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sayalah satu bata yang kurang tersebut, saya datang dan saya penutup para Nabi".


QS 41:52. Katakanlah: "Bagaimana pendapatmu jika (Al Quran) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?"

 up up up 

Ali bin Abu Thalib ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya, aku dibangkitkan sebagai Pembuka dan Penutup Para Nabi." (Kanzul 'Ummal). Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw diutus sebagai Nabi Pembawa Syari'at Terakhir dan beliau saw pun diutus sebagai Pembuka Kenabian Yang Tidak Membawa Syari'at Baru sebagaimana dimaksud dalam An-Nisa 4:69/70.

GOTAK GATUK An-Nisa 4:69/70 UDAH DIBAHAS DI.

http://www.laskarislam.com/t8399-meluruskan-tafsir-qs-469-versi-ghulam-ahmad-dari-india

SO BERHENTILAH OOT DAN MAKIN SESAT
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by putramentari on Thu Apr 17, 2014 9:55 pm

@KEDUNG SESAT.


KARENA TRIT INI MEMBAHAS TENTANG PENUTUP PARA NABI YG KAMU BILANG BERKAITAN DG ILMU ALAT IDHOFAH DAN MUDHAF ILAIH


SILAHKAN DIGEBER DIMARI, BIAR BISA DIBUKTIKAN SIAPA YANG YANG BUTA ATAU MELEK NAHWU SHARAF


ANE TUNGGU, KALO GAK BERANI, SAMA  AJAH KAMU AYAM SAYUR


DAN KALO MAU LEBIH FOKUS, MARI KITA DISKUSI DTRIT VERSUS HANYA BERDUA, HINGGA BISA DINILAI PAKAR NAHWU DI FORUM INI.

BERANI ATAU TIDAK !!!!

 marah marah marah
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Kedunghalang on Mon May 05, 2014 7:44 pm

@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:

Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana (bukan manusia) yang menentukan sempurna atau tidaknya ketaatan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya saw (An-Nisa 4:70). Ketika Allah sudah menentukan seseorang sebagai orang yang taat sempurna kepada-Nya dan Rasul-Nya saw, maka Dia akan memberitahukan kepada orang tersebut lewat wahyu yang menetapkan orang tersebut sebagai Nabi/Rasul/Khalifatullah/Imam Mahdi/Isa Ibnu Maryam.

SETELAH NABI MUHAMMAD TIDAK ADA NABI LAGI KARENA BELIAU ADALAH  NABI PENUTUP

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

QS 33:40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu[1223]., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ مَثَلِي وَمَثَلَ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِي كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ وَيَقُولُونَ هَلَّا وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ

(BUKHARI - 3271) : Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah bercerita kepada kami Isma'il bin Ja'far dari 'Abdullah bin Dinar dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaanku dan nabi-nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia membaguskannya dan memperindahnya kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal belum diselesaikan) yang berada di dinding samping rumah tersebut, lalu manusia mengelilinginya dan mereka terkagum-kagum sambil berkata; 'Duh seandainya ada orang yang meletakkan labinah (batu bata) di tempatnya ini". Beliau bersabda: "Maka akulah labinah itu dan aku adalah penutup para nabi".

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سَلِيمُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ ابْتَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَعْجَبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ جِئْتُ فَخَتَمْتُ الْأَنْبِيَاءَ

(AHMAD - 14359) : Telah menceritakan kepada kami 'Affan Telah menceritakan kepada kami Salim bin Hayyan Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Mina' dari Jabir bin Abdullah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Permisalanku dengan permisalan para Nabi seperti seorang laki-laki yang membuat rumah lalu dia melengkapinya dan memperbagusnya kecuali ada kekurangan satu bata, lalu orang-orang memasukinya dan sangat kagum dengannya dan berkata; 'Oh,,, kalau saja kekurangan satu bata ini telah dilengkapi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sayalah satu bata yang kurang tersebut, saya datang dan saya penutup para Nabi".


QS 41:52. Katakanlah: "Bagaimana pendapatmu jika (Al Quran) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?"

 up up up 

Ali bin Abu Thalib ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya, aku dibangkitkan sebagai Pembuka dan Penutup Para Nabi." (Kanzul 'Ummal). Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw diutus sebagai Nabi Pembawa Syari'at Terakhir dan beliau saw pun diutus sebagai Pembuka Kenabian Yang Tidak Membawa Syari'at Baru sebagaimana dimaksud dalam An-Nisa 4:69/70.

GOTAK GATUK An-Nisa 4:69/70 UDAH DIBAHAS DI.

http://www.laskarislam.com/t8399-meluruskan-tafsir-qs-469-versi-ghulam-ahmad-dari-india

SO BERHENTILAH OOT DAN MAKIN SESAT

SESUNGGUHNYA TUHAN ENGKAU, DIA-LAH YANG LEBIH MENGETAHUI SIAPA YANG SESAT DARI JALAN-NYA (AL QALAM 68:67).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Kedunghalang on Mon May 05, 2014 7:48 pm

@putramentari wrote:@KEDUNG SESAT.


KARENA TRIT INI MEMBAHAS TENTANG PENUTUP PARA NABI YG KAMU BILANG BERKAITAN DG ILMU ALAT IDHOFAH DAN MUDHAF ILAIH


SILAHKAN DIGEBER DIMARI, BIAR BISA DIBUKTIKAN SIAPA YANG YANG BUTA ATAU MELEK NAHWU SHARAF


ANE TUNGGU, KALO GAK BERANI, SAMA  AJAH KAMU AYAM SAYUR


DAN KALO MAU LEBIH FOKUS, MARI KITA DISKUSI DTRIT VERSUS HANYA BERDUA, HINGGA BISA DINILAI PAKAR NAHWU DI FORUM INI.

BERANI ATAU TIDAK !!!!

 marah marah marah

SESUNGGUHNYA TUHAN ENGKAU, DIA-LAH YANG LEBIH MENGETAHUI SIAPA YANG SESAT DARI JALAN-NYA (AL QALAM 68:67).

SESUNGGUHNYA NAFSU AMARAH ITU MEMBAWA MANUSIA KEPADA KEBURUKAN (YUSUF 12:53/54).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by SEGOROWEDI on Wed May 07, 2014 2:56 pm


muhammad ngaku-aku sebagai nabi penutup, gak ada yang sewot
giliran ada yang ngaku-aku nabi setelah muhammad, si puput sewot ahkan kalap
wkwk..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Kedunghalang on Wed May 07, 2014 3:09 pm

@SEGOROWEDI wrote:
muhammad ngaku-aku sebagai nabi penutup, gak ada yang sewot
giliran ada yang ngaku-aku nabi setelah muhammad, si puput sewot ahkan kalap.

Para teroris yang mengaku-ngaku muslim diawali dengan sewot seperti itu. Tapi, SEGO mungkin bisa memberitahukan para teroris yang berasal dari Kristen, bagaimana memulainya.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by SEGOROWEDI on Wed May 07, 2014 3:30 pm


lha yang aneh itu juga kamu..
muhammad sudah mengklaim sebagai nabi terakhir
kok malah kamu menabikan mirza
wkwk..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Kedunghalang on Wed May 07, 2014 4:02 pm

@SEGOROWEDI wrote:
lha yang aneh itu juga kamu..
muhammad sudah mengklaim sebagai nabi terakhir
kok malah kamu menabikan mirza
wkwk..

THE GREAT MISUNDERSTANDING tidak perlu harus menjadi TERORIS atau menganiaya Utusan Allah. Kelakuan seperti itu persis seperti kelakuan orang-orang Yahudi kepada Nabi Isa / Yesus as dan para pengikutnya yang ditiru oleh umat Islam anarkis yang menganiaya Perumpamaan Isa Ibnu Maryam (HMG Ahmad as) dan para pengikutnya.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by salapanbelas maret on Wed May 07, 2014 10:27 pm

Aduh perihnya.... ada yang curhat teraniaya.....



islam a ketemu islam b, siapa yg kuat dia yang berkuasa, yg lemah tergilas sambil menyanyikan lagu sendu.....

yang.... hujan turun lagi...
dibawah payung hitam ku berlindung.
basah tubuh ini, basah rambut ini, kau hapus dgn sapu tangan mu....
avatar
salapanbelas maret
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 21
Posts : 712
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Jakarta, tanah tumpah darah beta.
Join date : 19.03.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Kedunghalang on Wed May 07, 2014 10:41 pm

@salapanbelas maret wrote:Aduh perihnya.... ada yang curhat teraniaya.....

islam a ketemu islam b, siapa yg kuat dia yang berkuasa, yg lemah tergilas sambil menyanyikan lagu sendu.....

yang.... hujan turun lagi...
dibawah payung hitam ku berlindung.
basah tubuh ini, basah rambut ini, kau hapus dgn sapu tangan mu....

MISUNDERSTANDING lagi. Bukan curhat, melainkan bukti bahwa nabi/rasul yang benar dari Allah itu senantiasa dicemoohkan dan dianiaya, tetapi Allah menyelamatkan Utusan-Nya. Hal ini membuktikan bahwa HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as itu adalah nabi/rasul yang benar, sebagaimana halnya Nabi Isa / Yesus as.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by SEGOROWEDI on Thu May 08, 2014 10:56 am

@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
lha yang aneh itu juga kamu..
muhammad sudah mengklaim sebagai nabi terakhir
kok malah kamu menabikan mirza
wkwk..

THE GREAT MISUNDERSTANDING tidak perlu harus menjadi TERORIS atau menganiaya Utusan Allah. Kelakuan seperti itu persis seperti kelakuan orang-orang Yahudi kepada Nabi Isa / Yesus as dan para pengikutnya yang ditiru oleh umat Islam anarkis yang menganiaya Perumpamaan Isa Ibnu Maryam (HMG Ahmad as) dan para pengikutnya.

malah mewek..
mending baca azzukhruf sampai khatam bin beleken..
apa ada perumpamaan soal imam mahdi di situ!!

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Kedunghalang on Thu May 08, 2014 11:22 am

@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
lha yang aneh itu juga kamu..
muhammad sudah mengklaim sebagai nabi terakhir
kok malah kamu menabikan mirza
wkwk..

THE GREAT MISUNDERSTANDING tidak perlu harus menjadi TERORIS atau menganiaya Utusan Allah. Kelakuan seperti itu persis seperti kelakuan orang-orang Yahudi kepada Nabi Isa / Yesus as dan para pengikutnya yang ditiru oleh umat Islam anarkis yang menganiaya Perumpamaan Isa Ibnu Maryam (HMG Ahmad as) dan para pengikutnya.

malah mewek..
mending baca azzukhruf sampai khatam bin beleken..
apa ada perumpamaan soal imam mahdi di situ!!

Jika kita berbicara tentang agama, maka kita harus berbicara sesuai dengan adab yang diajarkan oleh pembawa agama itu.

Menurut Al Qur'an & Hadits, Isa Ibnu Maryam sudah wafat secara wajar, sedangkan Perumpamaan Isa Ibnu Maryam dijelaskan dalam Al Qur'an (Az-Zukhruf 43:57/58) dan di dalam Hadits, Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa Isa Ibnu Maryam itu adalah Imam Mahdi dan Hakim yang adil (untuk mengadili perselisihan antara Yahudi, Nasrani & Muslimin tentang Rahasia Penyaliban Nabi Isa/Yesus as) (Musnad Ahmad bin Hambal). Al Qur'an dan Hadits adalah pedoman utama dan kedua bagi para penganut agama Islam yang semuanya berasal dari Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Bicara yang Dia sampaikan kepada Nabi Muhammad saw.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by ngayarana on Mon May 12, 2014 4:24 pm

@Kedunghalang wrote:
Menurut Al Qur'an & Hadits, Isa Ibnu Maryam sudah wafat secara wajar, sedangkan Perumpamaan Isa Ibnu Maryam dijelaskan dalam Al Qur'an (Az-Zukhruf 43:57/58) dan di dalam Hadits, Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa Isa Ibnu Maryam itu adalah Imam Mahdi dan Hakim yang adil (untuk mengadili perselisihan antara Yahudi, Nasrani & Muslimin tentang Rahasia Penyaliban Nabi Isa/Yesus as) (Musnad Ahmad bin Hambal). Al Qur'an dan Hadits adalah pedoman utama dan kedua bagi para penganut agama Islam yang semuanya berasal dari Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Bicara yang Dia sampaikan kepada Nabi Muhammad saw.
yang Bold, Tunjukkan hadistnya Dong......?
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by SEGOROWEDI on Mon May 12, 2014 4:31 pm

@Kedunghalang wrote:Jika kita berbicara tentang agama, maka kita harus berbicara sesuai dengan adab yang diajarkan oleh pembawa agama itu.

Menurut Al Qur'an & Hadits, Isa Ibnu Maryam sudah wafat secara wajar, sedangkan Perumpamaan Isa Ibnu Maryam dijelaskan dalam Al Qur'an (Az-Zukhruf 43:57/58) dan di dalam Hadits, Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa Isa Ibnu Maryam itu adalah Imam Mahdi dan Hakim yang adil (untuk mengadili perselisihan antara Yahudi, Nasrani & Muslimin tentang Rahasia Penyaliban Nabi Isa/Yesus as) (Musnad Ahmad bin Hambal). Al Qur'an dan Hadits adalah pedoman utama dan kedua bagi para penganut agama Islam yang semuanya berasal dari Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Bicara yang Dia sampaikan kepada Nabi Muhammad saw.

di azzukruff => gak ada imam mahdi
di hadis => tidak ada perumpamaan
kok dipaksa dihubungkan? ya gak nyambung DUNG

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Kedunghalang on Fri May 23, 2014 9:55 am

@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
lha yang aneh itu juga kamu..
muhammad sudah mengklaim sebagai nabi terakhir
kok malah kamu menabikan mirza
wkwk..

THE GREAT MISUNDERSTANDING tidak perlu harus menjadi TERORIS atau menganiaya Utusan Allah. Kelakuan seperti itu persis seperti kelakuan orang-orang Yahudi kepada Nabi Isa / Yesus as dan para pengikutnya yang ditiru oleh umat Islam anarkis yang menganiaya Perumpamaan Isa Ibnu Maryam (HMG Ahmad as) dan para pengikutnya.

malah mewek..
mending baca azzukhruf sampai khatam bin beleken..
apa ada perumpamaan soal imam mahdi di situ!!

Menurut Al Qur'an (Az-Zukhruf 43:57/58) dan Hadits (Shahih Bukhari & Musnad Ahmad bin Hambal), Imam Mahdi itu adalah Isa Ibnu Maryam yang dijadikan perumpamaan bagi umat Islam.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Muhammad sebagai penutup para Nabi

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 6 dari 10 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik