FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by keroncong on Sat Sep 01, 2012 5:25 am

ALKISAH, seorang Arab Badawi bermaksud menjual sekarung gandum ke pasar. Berulangkali ia mencoba meletakkan karung itu di atas punggung unta; dan berulangkah ia gagal. Ketika ia hampir putus asa, terkilas pada pikirannya pemecahan yang sederhana. Ia mengambil satu karung lagi dan mengisinya dengan pasir. Ia merasa lega, ketika kedua karung itu bergantung dengan seimbang pada kendaraannya. Segera ia berangkat ke pasar.

Di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang asing yang berpakaian compang-camping dan berkaki telanjang. Ia diajak oleh orang asing itu untuk berhenti sejenak, beristirahat, dan berbincang-bincang. Sebentar saja, orang Badawi itu menyadari bahwa yang mengajaknya berbincang itu orang yang banyak pengetahuan. Ia sangat terkesan karenanya. Tiba-tiba, orang asing itu menyaksikan dua buah karung bergantung pada punggung unta.

"Bapak, katakan apa yang bapak angkut itu; kelihatan sangat berat", tanya orang asing itu. "Salah satu karung itu berisi gandum yang akan saya jual ke pasar. Satu lagi karung berisi pasir untuk menyeimbangkan keduanya pada punggung unta", jawab orang Badawi. Sambil tertawa, orang pintar itu memberi nasehat, "Mengapa tidak ambil setengah dari karung yang satu dan memindahkannya ke karung yang lain. Dengan begitu, unta menanggung beban yang ringan dan ia dapat berjalan lebih cepat."

Orang Badawi takjub. Ia tidak pernah berpikir secerdik itu. Tetapi sejenak kemudian, ketakjubannya berubah menjadi kebingungan. Ia berkata, "Anda memang pintar. Tapi dengan segala kepintaran ini mengapa Anda bergelandangan seperti ini, tidak punya pekerjaan dan bahkan tidak punya sepatu. Mestinya kepandaian Anda yang dapat mengubah tembaga menjadi emas akan memberikan kekayaan kepada Anda."

Orang asing itu menarik nafas panjang, "Jangankan sepatu, hari ini pun saya tidak punya uang sepeser pun untuk makan malam saya. Setiap hari, saya berjalan dengan kaki telanjang untuk mengemis sekerat atau dua kerat roti."

"Lalu apa yang Anda peroleh dengan seluruh kepandaian dan kecerdikan Anda itu."

"Dari semua pelajaran dan pemikiran, aku hanya memperoleh sakit kepala dan khayalan hampa. Percayalah, semuanya itu hanya bencana bagiku, bukan keberuntungan."

Orang Badawi itu berdiri, melepaskan tali unta, dan bersiap-siap untuk pergi. Kepada filsuf yang kelaparan di pinggir jalan, ia memberi nasehat, "Hai, orang yang tersesat. Menjauhlah dariku, karena aku kuatir kemalanganmu akan menular kepadaku. Bawalah semua kepandaianmu itu sejauh-jauhnya dariku. Sekiranya dengan ilmumu itu kamu ambil suatu jalan, aku akan mengambil jalan yang lain. Sekarung gandum dan sekarung pasir boleh jadi berat; tetapi itu lebih baik daripada kecerdikan yang sia-sia. Anda boleh jadi pandai, tetapi kepandaian Anda itu hanya kutukan; saya boleh jadi bodoh, tapi kebodohan saya mendatangkan berkat, karena walaupun saya tidak cerdik, tetapi hati saya dipenuhi rahmat-Nya dan jiwa saya berbakti kepada-Nya."

Kisah Jalal al-Din Rumi, yang saya ceritakan kembali dengan bahasa saya itu, merupakan kritik halus kepada para filsuf yang berusaha mengetahui Tuhan dengan akalnya. Moral cerita ini ditutup dengan kuplet-kuplet berikut:

Jika kau ingin derita
benar-benar hilang dari hidupmu
Berjuanglah untuk melepaskan
'kebijakan' dari kepalamu
Kebijakan yang lahir dari tabiat insani
tak menarik kamu lebih dari khayalan
Karena kebijakan itu tidak diberkati
yang mengalir dari cahaya kemuliaan-Nya
Pengetahuan tentang dunia
hanya memberikan dugaan dan keraguan
Pengetahuan tentang Dia, kebijakan ruhani sejati
membuatmu naik keatas duniawi
Para ilmuwan masa kini telah menghempaskan
semua pengorbanan diri dan kerendahan hati
Mereka sembunyikan hati
dalam kecerdikan dan permainan bahasa
Raja sejati adalah dia
yang menguasai pikirannya
Bukan dia yang pikirannya
Menguasai dunia dan dirinya

Rumi menunjukkan bahwa dengan intelek kita tidak akan memperoleh pengetahuan tentang Tuhan. Intelek mempunyai kemampuan terbatas; dan karena itu, tidak akan mampu mencerap Tuhan yang tidak terbatas. Sekiranya intelek mencoba memahami Tuhan, ia akan memberikan batasan kepada-Nya. Tuhan para pemikir adalah Tuhan yang didefinisikan.

Rumi mewakili para sufi yang ingin mengetahui Tuhan melalui pengabdian, bukan pemikiran; melalui cinta, bukan kata; melalui taqwa bukan hawa. Mereka tidak ingin mendefinisikan Tuhan; mereka ingin menyaksikan Tuhan. Dengan menggunakan intelek, kita hanya akan mencapai pengetahuan yang dipenuhi keraguan dan kontroversi. Melalui mujahadah dan 'amal, kita dapat menyaksikan Tuhan dengan penuh keyakinan.

Dalam Matsnawi, Daftar-e Sevon, Bait 1267, Rumi menyingkatkan pengetahuan hasil pemikiran: Az nazar keh guftesyan syud mukhtalef, an yeki dalesy laqb dad in alef. Karena pemikiran ucapan mereka bertentangan, kata yang satu dal kata yang satu alif. Seperti Kucing Schroedinger dalam fisika, pengamat menciptakan realitas. Tuhan menjadi hasil konstruksi manusia. Tuhan dapat muncul dalam berbagai "bentuk" sesuai dengan siapa yang memahami-Nya.

Seperti Rumi, Ibn 'Arabi menunjukkan kekeliruan pengetahuan tentang Tuhan yang dilakukan oleh para filsuf dan ahli ilmu kalam. Pemikiran tidak mungkin mencapai pengetahuan yang sebenarnya tentang Tuhan; malahan pemikiran seperti itu hanya menghasilkan tipuan, khayalan, dan pertentangan. Ia menulis:

Pengetahuan ahli ilmu kalam dan filsuf berkenaan dengan esensi Tuhan bukanlah cahaya. Tidak ada satu madzhab pun yang tidak punya para pendukungnya. Mereka sendiri tidak sepakat, tetapi mereka tetap juga digambarkan sebagai kaum Mu'tazilah atau Asy'ariyah, seperti itu juga pada filsuf dalam ajaran mereka tentang Tuhan dan apa yang harus dipercayainya. Mereka belum sepakat di antara mereka tetapi setiap kelompok mempunyai status dan nama ... Kita melihat nabi dan rasul yang terdahulu dan yang kemudian sejak Adam sampai Muhammad, termasuk yang datang di antara mereka 'alayhim al-salam; mereka tidak pernah berikhtilaf dalam akar keimanan mereka pada Tuhan ... Jadi, berpegang-teguhlah kepada keimanan dan lakukanlah apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu dan ingat Tuhanmu pada waktu pagi dan sore (Q., s. alA'raf/7:205) dengan zikir yang ditetapkan syari'at kepadamu baik dengan mengulangi la ilaha illa Allah (tahlil) atau tasbih dan takutlah kepada Tuhan. Jika al-Haqq berkehendak untuk memberikan kepadamu apa yang Dia mginkan berupa pengetahuan tentang Dia, hadirkan akalmu dan hatimu (lubb) apa yang Dia berikan dan anugerahkan kepadamu berupa pengetahuan tentang Dia. Sesungguhnya inilah pengetahuan yang bermanfaat dan cahaya yang dengan itu hatimu hidup, dan berjalan bersamamu di dunia ini. Dengannya kamu selamat dari kegelapan syubhat dan keraguan yang terjadi pada pengetahuan yang dihasilkan oleh pemikiran (afkar) ... Saya sudah membimbingmu, saudara, bagaimana mencapai jalan pengetahuan yang bermanfaat. Jadi, bila kamu sudah merintis jalan yang lurus, ketahuilah bahwa Tuhan sudah membimbing tanganmu, memeliharamu, dan telah mempersiapkan kamu untuk diri-Nya.

Pada tempat lain, Ibn 'Arabi menulis:

Di antara berbagai kelompok, tidak ada seorang pun yang lebih tinggi dari orang yang memperoleh pengetahuan melalui taqwa. Taqwa terletak pada tingkat pencapaian pengetahuan yang paling tinggi. Ia saja yang memiliki keputusan yang pasti. Otoritasnya berada di atas setiap keputusan yang ada dan di atas setiap orang yang membuat keputusan. Ia adalah qadli yang terbaik. Pengetahuan ini tidak dapat diperoleh pada tingkat permulaan. Karena itu, hanya orang yang berilmu di antara orang yang beriman yang dipilih untuk memperolehnya: yakni, mereka yang tahu bahwa ada Seseorang untuk kembali, dan menyaksikan-Nya dapat diraih. Jika mereka jahil dari pengetahuan ini, aspirasinya (himmah) akan sangat lemah sehingga sekiranya al-Haqq menampakkan diri-Nya (tajalli) kepada mereka, mereka akan menafikan-Nya dan menolak-Nya, karena pandangan mereka dibatasi (muqayyad) oleh sesuatu. Selama faktor pembatas itu tidak ada pada waktu penampakan diri-Nya (tajalli), mereka pasti akan menolak bahwa itu Tuhan, sekalipun Tuhan berbicara kepada mereka secara langsung atau mereka mendengar ucapan bahwa Dia itu Tuhan. Karena tidak memperoleh ilham dan karena pemikiran rasional mereka meyakinkan mereka bahwa tidak mungkin siapa pun dapat melihat al-Haqq --seperti para filsuf dan kaum Mu'tazilah-- bahkan sekiranya kita mengetahui-Nya, mereka niscaya menolak-Nya dalam penampakan-Nya kepada mereka. Diperlukan bagi orang beriman agar cahaya imannya membawanya kepada apa yang telah membawa Musa a.s. ketika ia bertanya: Ya Tuhanku, tampakkan diri-Mu kepadaku agar aku dapat melihat-Mu (Q., s. al-A'raf/7:143).

Apa yang dikritik Ibn 'Arabi dan para sufi lainnya bukan intelek dalam pengertian akal, tetapi salah satu di antara fakultas (quwwah) dibawah kekuasaan akal. Kekuatan itu disebut daya pikir (quwwah mufakkirah). Tidak mungkin kita mengulas epistemologi Ibn 'Arabi di sini, baik karena keterbatasan waktu maupun karena sudah adanya tulisan orang lain yang lebih lengkap. Tetapi secara singkat bisa kita katakan, bahwa Ibn 'Arabi menyatakan bahwa pengetahuan tentang Tuhan hanya dapat diperoleh bila intelek dihadapkan kepada hati dan mengambil pelajaran dari hati.

Sekali intelek diyakinkan tentang perlunya mengambil pelajaran dari hati, manusia memulai kelahiran baru dalam perjalanan panjangnya. Ia akan beristirahat di tempat tinggalnya, berhenti di daerah-daerah pedesaan, merasakan situasi baru setiap saat, menunggu dengan penuh gairah apa yang bakal datang, tetapi ia tidak akan pernah sampai, karena pengetahuan tidak punya akhir dan tidak ada batasnya.

Pengetahuan yang diperoleh melalui hati adalah pengetahuan yang sejati. Pengetahuan ini tidak didasarkan pada pendefinisian Tuhan, tetapi pada penyaksian Tuhan. Dalam istilah al-Qur'an, pengetahuan ini disebut pertemuan (liqa'). Bersama Ibn 'Arabi, al-Ghazali, al-Nasafi, dan tokoh-tokoh sufi lain sepanjang zaman kita diberi petunjuk bagaimana sampai kepada Pertemuan Agung ini.

Sebelum saya mengakhiri makalah ini dengan petunjuk Ibn'Arabi dalam Risalah al Anwar fi ma Yumnah al-Khalkwah min al-Asrar, saya tergoda untuk mengutip al-Syaykh Ahmad Rifa'i al-Husayni, tokoh sufi yang hidup pada abad keenam Hijriyah:

Kebanyakan orang mengetahui Tuhan melalui berita tentang Tawhid yang dibawa dari Nabi Muhammad s.a.w. Mereka membenarkannya dengan hati, mengamalkannya dengan tubuh, tetapi mengotori diri mereka dengan dosa dan maksiat. Maka hiduplah mereka di dunia dalam kebodohan dan kekurangan. Mereka berada dalam bahaya besar kecuali yang disayangi oleh Yang Pengasih dari segala yang mengasihi.

Lebih tinggi dari itu, ada sekelompok manusia yang mengenal Tuhan dengan pembuktian. Mereka adalah ahli pikir, nalar, dan akal. Mereka meyakini tawhid berdasarkan dalil, ayat-ayat, dan tanda-tanda ketuhanan. Mereka mengetahui yang gaib atas dasar yang konkret. Mereka meyakini kebenaran dalil. Mereka berada pada jalan yang benar, hanya saja, mereka terhalang tirai dari Allah Ta'ala dengan perhatian mereka kepada dalil-dalil mereka.

Ahli ma'rifat khusus mengetahuinya dengan keyakinan yang paling utama. Mereka tenteram dalam pengetahuan mereka. Tidak merisaukan mereka dalil. Tidak memalingkan mereka sebab. Dalil mereka Rasulullah s.a.w. Iman mereka al-Qur'an. Cahaya mereka menerangi di hadapan mereka.

Barangsiapa yang mengenal Allah Ta'ala berdasarkan berita maka ia seperti saudara-saudara Yusuf ketika mengetahui rupanya tapi tidak menyadarinya, sehingga mereka dipermalukan di hadapannya, ketika mereka berkata: jika ia mencuri maka sesunggulmya saudaranya telah mencuri pula sebelum itu (Q., s. Yusuf/12:77).

Barangsiapa yang mengenal Tuhan dengan dalil maka ia seperti Ya'qub a.s. ketika tahu bahwa Yusuf masih hidup, sehingga bertambah-tambah tangisan dan penderitaannya, sehingga ditanggungnya berbagai bala sampai putih matanya karena kesedihan, karena tahu bahwa Yusuf masih hidup dan karena rindu untuk berjumpa dengannya. Ia berkata: Pergilah selidiki keadaan Yusuf, aku sudah mencium bau Yusuf. Karena ucapannya itu, orang-orang yang tidak tahu berkata; Demi Allah sesungguhnya engkau dalam kesesatanmu yang terdahulu (Q.,s.Yusuf/12:59). Mereka berkata: Demi Allah, senantiasa kamu mengingat Yusuf sehingga kamu mengidap penyakit yang berat atau termasuk orang-arang yang celaka (Q., s. Yusuf/12:85).

Perumpamaan orang yang mengenal Tuhan melalui Tuhan adalah seperti Bunyamin yang diambil Yusuf untuk dirinya. Yusuf berkata: "Saudaraku, apakah kamu ingin menyaksikanku atau kembali kepada bapakmu?" Ia berkata: "Aku ingin menyaksikanmu". Yusuf berkata: "Jika kamu menginginkan aku, bersabarlah atas ujianku". Ia berkata: "Aku siap, karena engkau akan kupikul segala bencana asalkan aku tinggal bersamamu dan tidak berpisah denganmu". Kemudian Yusuf mengeluarkan gandum dari kantong Bunyamin dan menuduh saudaranya mencuri. Seluruh penduduk kola mengecam dan mengejek Bunyamin. Saudara-saudaranya mempersalahkannya. Tetapi ia sendiri bergembira, tertawa dalam kesendiriannya. Ia tidak takut pada ejekan orang-orang yang mengejek. Inilah perumpamaan ahli yaqin dalam pengetahuan mereka tentang Tuhan.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by MaNuSiA_bLeGuG on Sat Sep 29, 2012 1:54 am

permasalahannya adalah bhw cerita itu dibuat dgn menetapkan kesimpulan terlebih dahulu lalu menyusun alur utk mendukung kesimpulan tsb. artinya cerita tersebut tidak bernilai dan cenderung menyesatkan. cerita tsb tidak menyatakan sebuah kebenaran melainkan menyatakan apa yg mau disampaikan si pembuat cerita alias doktrin.

cerita ini ingin membenarkan keberadaan tuhan, dan keberadaan tuhan lah yg menjadi dasar cerita ini. circular reasoning, alias sesat logika. seolah2 terasa benar padhal salah.


Rumi menunjukkan bahwa dengan intelek kita tidak akan memperoleh pengetahuan tentang Tuhan. Intelek mempunyai kemampuan terbatas; dan karena itu, tidak akan mampu mencerap Tuhan yang tidak terbatas. Sekiranya intelek mencoba memahami Tuhan, ia akan memberikan batasan kepada-Nya. Tuhan para pemikir adalah Tuhan yang didefinisikan.

bukankah dgn mengenal maka akan menjadi sayang ? mengapa harus dibatasi ? semakin dibaca semakin absurd. di satu sisi manusia diharapkan mengikuti tuhan, tapi ketika dicari malah sembunyi... emangnya lgi maen petak umpet ?

gara2 tuhan yg maen petak umpet begini, akhirnya manusia semakin jauh mencari akhirnya hilang dari pandangan. tapi udah gitu tetap manusia nya yg disalahkan karena semakin jauh tersesat dalam pencarian. benar-benar gila....

MaNuSiA_bLeGuG
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 38
Location : di hatimu
Join date : 28.09.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by BiasaSaja on Mon Dec 31, 2012 8:54 pm

emang ada muslim yang bisa lihat tuhan?? Muhammad ae kagak pernah tuh ketawa guling

kalau ada muslim yang pernah liat tuhan, pantas dijadikan NABI abad ini menggantikan muhammad yes
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by Otak Trailer on Fri Jun 14, 2013 10:38 am

Wow.Nice post 2 good
avatar
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by Murid on Tue Nov 11, 2014 2:26 am

@keroncong wrote:
   Jika kau ingin derita
   benar-benar hilang dari hidupmu
   Berjuanglah untuk melepaskan
   'kebijakan' dari kepalamu
   Kebijakan yang lahir dari tabiat insani
   tak menarik kamu lebih dari khayalan
   Karena kebijakan itu tidak diberkati
   yang mengalir dari cahaya kemuliaan-Nya
   Pengetahuan tentang dunia
   hanya memberikan dugaan dan keraguan
   Pengetahuan tentang Dia, kebijakan ruhani sejati
   membuatmu naik keatas duniawi
   Para ilmuwan masa kini telah menghempaskan
   semua pengorbanan diri dan kerendahan hati
   Mereka sembunyikan hati
   dalam kecerdikan dan permainan bahasa
   Raja sejati adalah dia
   yang menguasai pikirannya
   Bukan dia yang pikirannya
   Menguasai dunia dan dirinya

tabiat insani adalah kecendrungan akan keduniaan, mengenalnya kemudian mendefenisikannya. Akal adalah pengetahuan. Pengetahuan akan dunia menyembunyikan pengetahuan akan DIA. Tabir dalam istilah ibnu arabi, seperti penglihatan menyembunyikan cahaya, padahal kemanapun ia melihat yg terlihat hanyalah cahaya, cahaya telah menguakkan dirinya......namun manusia mengingkarinya, karena yg ia lihat adalah dunia

btw...nice post

Murid
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 23
Kepercayaan : Lain-lain
Location : dontknow
Join date : 26.07.14
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by mystery on Tue Nov 11, 2014 11:58 am

tandain dulu... piss
avatar
mystery
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1484
Kepercayaan : Islam
Location : yogyakarta
Join date : 22.02.12
Reputation : 28

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by SEGOROWEDI on Tue Nov 11, 2014 1:26 pm


bagaimana dengan 'tuhan' yang hanya di kepala seseorang?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by RHCP on Tue Nov 11, 2014 2:57 pm

telah mengenal Tuhan apakah berarti telah melihat Tuhan? I think not.
avatar
RHCP
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2942
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 06.12.13
Reputation : 65

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by SEGOROWEDI on Tue Nov 11, 2014 3:59 pm


bahwa yang di kepala seseorang itu 'tuhan' tahu dari mana??

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by Murid on Sat Nov 15, 2014 2:40 am

apapun yg dapat didefenisikan (dapat dipikirkan) maka itu bukanlah tuhan sebagaimana DIA, sehingga lebih mudah untuk mengatakan ini dan itu bukanlah tuhan, daripada mengatakan ini atau itu (defenisi) tuhan. Jika IA tidak dapat didefenisikan lalu bagimana untuk menyembahnya ?

tuhan tidak dapat disembah, karena sembah membutuhkan objek sebagai pelengkap untuk menjadi kalimat sempurna, kalimat sempurna adalah kalimat utuh yg dapat disimpulkan pengertiannya. Sehingga menyembah tuhan adalah kalimat absurd atau mustahil dari pengertian sesungguhnya.Lalu apa yg disembah oleh agama2 yg itu dikatakan tuhan yg mereka defenisikan ?

untuk dapat mendefenisikan tuhan secara parsial, maka manusia memnbutuhkan objek, objek itu ada didalam pikiran masing2 manusia yg itu diakui/dinyakini sebagai tuhan mereka.simbol yg oleh ibnu arabi katakan sebagai berhala, dan disatu syairnya ia dengan terang-terangan mengatakan "kadang2 ia menjadi berhala yg disembah manusia, atau rusa di tengah ladang" (red : lebih kurang begitu, agak lupa). Berhala2 ini (simbol) yang tergambar dimasing2 para penganut tuhan di izinkan guna sebagai jalan menuju tuhan yg sesunggunhya, tergambar didalam kitab2 suci mengenai defenisi tuhan, baik itu berupa kehendak-nya, sifat-Nya maupun kekuasaann-Nya, yg membentuk image tentang tuhan. dan bagimanapun tuhan yg didefenisikan ini telah membatasi tuhan yg tidak terbatas. Dan ini juga merupakan logika yg ganjil atau non logika(diluar akal), namun demikian tuhan yg exis didalam kehidupan (seperti apapun IA tergambar) akan membawa ketaatan, dimana ketaatan itu adalah jalan, jalan menuju DIA yg sesungguhnya.

memperdebatkan tuhan yg diyakini setiap individu adalah memperdebatkan diri merka sendiri, tidak ada hubungannya dengan tuhan, karena bentuk tuhan yg ia nyakini adalah bentuk pikirannya sendiri, ibnu arabi juga mengatakan bahwa ia telah menerima semua bentuk tuhan, dengan kata lain ia tidak menyangkal tuhan2 yg diyakini oleh manusia.Dititik inilah tuhan sebagaimana persepsi kita. Dan tuhan ini terus berkembang sesuai alam pemikiran kita.

tuhan sesungguhnya tidak dapat dibatasi oleh pemahaman, karena IA tidak diliputi oleh sesuatu dan segala sesuatu diliputi oleh-Nya. Namun satu jalan yg di janjikan adalah ketaatan, ketatan kepada-Nya yaitu menyerahkan diri (muslim), kehilangan diri dalam artian dalam (tidak sesimple sebagaimana kata2) kita menghijab tuhan melalui diri kita sendiri, diri adalah tabir sesungguhnya......dan rahasia terbesar-Nya.

Murid
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 23
Kepercayaan : Lain-lain
Location : dontknow
Join date : 26.07.14
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by SEGOROWEDI on Sat Nov 15, 2014 7:33 am


yang repot..
kalau ada manusia keluar dari goa langsung casciscus
bikin statemen ini itu sembari nyomot-nyomot kitab para nabi
mengklaim utusan/dari Tuhan...
yang gak mau percaya dibunuh karena dianggap musuh Tuhan

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by RHCP on Sat Nov 15, 2014 8:07 am

wedi wrote:bahwa yang di kepala seseorang itu 'tuhan' tahu dari mana??

loe pernah melihat Tuhan? darimana loe bisa yakin itu tuhan?? bukankah manusia yg msh hidup ngga bisa melihat tuhan...

manusia hanya mampu merasakan keberadaan Tuhan. manusia merasakan keberadaanNya dan mengenaliNya dengan cara mengenali ciptaannya, termasuk diri kita sendiri. manusia tidak akan mampu melihat Tuhan.

contoh simpel: rasa sakit itu ada dan nyata... tapi bisakah loe melihat "bentuknya" ?? bukankah loe hanya mampu merasakan dan mengenalinya.

dengan merasakan dan mengenali rasa sakit, loe bisa mengerti akibat dari rasa sakit itu dan mencari tahu penyebabnya.

dengan cara itulah gw belajar dan mencoba mengenal Tuhan.
avatar
RHCP
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2942
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 06.12.13
Reputation : 65

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by SEGOROWEDI on Sat Nov 15, 2014 8:38 am


bahwa langit dan bumi serta segala isinya adalah ciptaan Tuhan, gak perlu dibahas..
tapi orang yang mengklaim utusan Tuhan, itu yang perlu diuji..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by Kedunghalang on Sat Nov 15, 2014 8:56 am

@SEGOROWEDI wrote:
bahwa langit dan bumi serta segala isinya adalah ciptaan Tuhan, gak perlu dibahas..
tapi orang yang mengklaim utusan Tuhan, itu yang perlu diuji..

Nabi Muhammad saw mau diuji? Si SEGO bakal mencret.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by RHCP on Sat Nov 15, 2014 1:21 pm

@SEGOROWEDI wrote:
bahwa langit dan bumi serta segala isinya adalah ciptaan Tuhan, gak perlu dibahas..
tapi orang yang mengklaim utusan Tuhan, itu yang perlu diuji..
lha.... TS lagi ngomongin Tuhan kok loe malah belok ke utusan Tuhan ???
pusing
gw bukan bahas ciptaanNya...
gw bahas metode/cara gw mengenal Tuhan
Karena gw yakin manusia ngga akan mampu melihat Tuhan. Maka dengan menggunakan indera yang lain, insya Allah gw mampu mengenal dan merasakan keberadaan Tuhan.

metode loe khan ; yoh 14:7 mampu mengenal Tuhan maka mampu melihat Tuhan.
klo loe ngga keberatan, bisa ngga loe share disini cara loe mengenal Tuhan, shg akhirnya mampu melihat Tuhan??
ehmm

avatar
RHCP
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2942
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 06.12.13
Reputation : 65

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by SEGOROWEDI on Sun Nov 16, 2014 12:39 pm


di PL kita mengenal Tuhan lewat para nabi..
dan Tuhan benar-benar menunjukkan eksistensinya misalnya di hadapan musa dan ribuan umatnya..

di PB kita mengenal Tuhan lewat sosok Yesus
yang segala ucapan dan tindakan-Nya sangat penuh kuasa

jadi Tuhan gak hanya di angan-angan seseorang
yang hanya oleh katanya seseorang maha ini maha itu
bukti ia eksis gak pernah ada

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by RHCP on Sun Nov 16, 2014 11:59 pm

@SEGOROWEDI wrote:
di PL kita mengenal Tuhan lewat para nabi..
dan Tuhan benar-benar menunjukkan eksistensinya misalnya di hadapan musa dan ribuan umatnya..
Tuhan tidak mewujud dihadapan musa as. dan umatnya, tetapi Tuhan menunjukkan kpd musa as. bukti keberadaanNya dengan mukjizat2 dan runtuhnya gunung saat musa as. memohon kpd Allah agar diperlihatkan dzatNya.
@SEGOROWEDI wrote:di PB kita mengenal Tuhan lewat sosok Yesus
yang segala ucapan dan tindakan-Nya sangat penuh kuasa
logika kristen : ”Terserah Tuhan donk, Dia khan Maha Kuasa, mau menjelma jadi manusia, atau apapun yang bisa dilihat dan didengar, tentu saja Dia bisa melakukannya”. Kontradiksi dgn  Yohanes 1: 18, Yohanes 5: 37, I Timotius 1: 17, 6: 16, Keluaran 33: 20, I Yohanes 4: 12, Tuhan tidak bisa dilihat atw didengar. Padahal Yesus as. sendiri pun tidak pernah mengklaim dirinya Tuhan melainkan hanya seorang utusan. Kristen lah yg mengangkat yesus as. menjadi Tuhan.

Logika islam: Tuhan ‘tidak setara dengan apapun’ atau juga ‘tidak menyerupai sesuatupun’, dan itu memang maunya Dia sesuai apa yang disampaikan dalam Al-Qur’an. QS 6:103 "Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui."

logika islam sejalan dgn al quran, tapi kenapa logika kristen justru tidak sejalan dgn bible. tolong jangan bawa2 logika Tuhan, karena loe, gw dan member lain di LI cuma punya logika manusia.
@SEGOROWEDI wrote:jadi Tuhan gak hanya di angan-angan seseorang
yang hanya oleh katanya seseorang maha ini maha itu
bukti ia eksis gak pernah ada
Jadi loe udah yakin yang dimaksud yoh 14:7 dgn istilah "melihat" itu bukan bermakna kiasan??

Memang kebanyakan orang kristen (yg gw kenal), ngakunya sering ketemu Tuhan. Apa maksudnya?? Apa buktinya bahwa yang ditemui itu tuhan (yesus)?? sementara loe ngga pernah ketemu secara fisik??? dan loe cuma tahu yesus dari bible?? apa itu bukan angan-angan namanya?? ingat, setan iblis pun mampu menyamar menjadi malaikat terang.

eksistensi Tuhan yang ada dalam hati setiap Muslim adalah suatu keyakinan bahwa Allah itu ADA, Kekuasaan-Nya SANGAT DEKAT, Dia pasti MENDENGAR. TIDAK ADA SATUPUN MUNCUL WUJUD (BENTUK) TUHAN DALAM PIKIRAN muslim. No... Never.
avatar
RHCP
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2942
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 06.12.13
Reputation : 65

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by SEGOROWEDI on Tue Nov 25, 2014 4:50 pm

@RHCP wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
di PL kita mengenal Tuhan lewat para nabi..
dan Tuhan benar-benar menunjukkan eksistensinya misalnya di hadapan musa dan ribuan umatnya..
Tuhan tidak mewujud dihadapan musa as. dan umatnya, tetapi Tuhan menunjukkan kpd musa as. bukti keberadaanNya dengan mukjizat2 dan runtuhnya gunung saat musa as. memohon kpd Allah agar diperlihatkan dzatNya.

itulah Tuhan-nya Musa, terbukti EKSIS
mana bukti eksistensi ilahnya muhammad???


SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by Kedunghalang on Thu Nov 27, 2014 9:40 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@RHCP wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
di PL kita mengenal Tuhan lewat para nabi..
dan Tuhan benar-benar menunjukkan eksistensinya misalnya di hadapan musa dan ribuan umatnya..
Tuhan tidak mewujud dihadapan musa as. dan umatnya, tetapi Tuhan menunjukkan kpd musa as. bukti keberadaanNya dengan mukjizat2 dan runtuhnya gunung saat musa as. memohon kpd Allah agar diperlihatkan dzatNya.

itulah Tuhan-nya Musa, terbukti EKSIS
mana bukti eksistensi ilahnya muhammad???

Tuhan-nya Musa sama dengan Tuhan-nya para nabi termasuk Nabi Isa / Yesus as dan Nabi Muhammad saw, dan sama juga dengan Tuhan kita semua, karena Tuhan itu Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu Tiada tuhan selain Allah, Tuhan Yang Maha Esa.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by SEGOROWEDI on Thu Dec 04, 2014 4:06 pm


enak aja menyama-nyamakan..
lha wong cuman ilah fiktif yang hanya ada di kepala muhammad
suruh nongol dong sekali-kali..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by Kedunghalang on Fri Dec 05, 2014 9:15 pm

@SEGOROWEDI wrote:
enak aja menyama-nyamakan..
lha wong cuman ilah fiktif yang hanya ada di kepala muhammad
suruh nongol dong sekali-kali..

Di batok kepala si SEGO cuma ada Yesus, seorang Nabi Bani Israil yang sudah wafat.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by SEGOROWEDI on Wed Dec 10, 2014 8:39 am


ayo..
suruh nongol tuh ilah fiktifnya muhammad!
mosok maha ini maha itu hanya deskripsian mulut dia aja..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by Kedunghalang on Thu Dec 11, 2014 1:50 am

@SEGOROWEDI wrote:
ayo..
suruh nongol tuh ilah fiktifnya muhammad!
mosok maha ini maha itu hanya deskripsian mulut dia aja..

Si SEGO bisa nyuruh tuhannya nongol?

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by SEGOROWEDI on Thu Dec 11, 2014 8:47 am


sudah..
sering muncul di hadapan bangsa yahudi

alloh swt kapan pernah muncul??
kok hanya ada di kepala muhammad

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by wildan99Islam on Thu Dec 11, 2014 9:01 am

Nice Post nice info
avatar
wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 18
Posts : 1431
Kepercayaan : Islam
Location : bogor
Join date : 20.03.13
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: Tuhan yang disaksikan VS Tuhan yang didefinisikan

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik