FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Halaman 3 dari 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by keroncong on Fri Nov 11, 2011 9:10 am

First topic message reminder :

"Misteri Natal"



Tentang Seluk beluk

perayaan Natal dikupas

secara lengkap oleh

Herbert W. Armstrong kepala editor

majalah Kristen "Plain Truth"

yang bertiras sekitar 8 juta eksemplar tiap bulan.



Sumbangan A.C. Zulvan zac@agro.lyman.co.id



Tentang Penulis Herbert W. Armstrong (1892-1986)

Herbert W. Amstrong yang sangat dihormati di kalangan pejabat, pebisnis, industriawan dan ilmuwan di seluruh dunia ini adalah seorang Pastur Worldwide Church of God yang berkedudukan di Amerika Serikat. Dia juga sebagai kepala editor majalah Kristen "Plain Truth" yang bertiras sekitar 8 juta eksemplar tiap bulan.

Majalah ini didirikan pada tahun 1934, dan beredar ke seluruh dunia. Pada tahun 1947, Amstrong mendirikan Ambassador College yang sekarang memiliki dua kampus besar di Pasadena California dan di Big Sandy Texas. Juga mendirikan dan sebagai kepala Ambassador International Cultural Foundation, yang bergerak di bidang kebudayaan, bantuan pada masyarakat miskin, dan gerakan kemanusiaan.

Dia sudah mengunjungi sekitar 70 negara untuk memberitakan Injil sebagai Kerajaan Tuhan. Bahkan Amstrong mendapatkan kehormatan dari kepala negara yang memiliki perbedaan keyakinan dengannya seperti di Jepang, India, Afrika Selatan, China, Israel dan Mesir. Pada usianya yang sudah mencapai 90 tahun, Amstrong masih aktif menulis, ceramah di televisi dan di depan publik. Di antara buku hasil tulisannya adalah: The Wonderful World Tomorrow, What it Will be Like dan The United State and Britain in Prophecy.

Kenangan Natal Dimasa Kecilku

Ketika saya masih kecil, di saat malam Natal, saya biasa diajari dan disuruh menggantungkan kaos kaki di dinding dekat ruangan perapian. Esok harinya, kaos kaki tersebut penuh dengan hadiah-hadiah berupa mainan atau kotak makanan kesenangan saya. Selain hadiah tersebut, juga terdapat sebatang pohon Natal yang dihiasi bunga-bunga kertas berwarna perak dan emas. Di pohon ini pula, aneka rupa hadiah untuk anak-anak bergelantungan di dahannya dan berserakan di bawahnya.

Menurut para orang tua, semua hadiah Natal itu dibawa oleh Sinterklas atau Santa Clause yang telah datang di malam hari, melalui cerobong asap perapian. Seperti anak-anak lainnya, semua cerita itu saya telah begitu saja dengan penuh keyakinan. Tentu anda pun demikian. Sebab kita dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan kehidupan yang penuh dengan adat kebiasaan yang harus kita … terima, tanpa bertanya-tanya, yang dapat menimbulkan suasana yang tidak menyenangkan.

Mengapa kita bersikap demikian?

Instink hewanikah, sehingga kita ikut-ikutan dengan apa saja yang dilakukan oleh kebanyakan orang? Kambing memang akan tetap mengikuti kelompoknya, walaupun digiring untuk … dipotong sekalipun. Tetapi sebagai manusia, seharusnya bersikap kritis dengan menggunakan akal sehat.

Sebagai orang Kristen yang baik, kita tidak pernah menyelidiki, mengapa kita melakukan semua itu dan mengapa semua orang percaya bahwa yang mereka kerjakan itu benar. Seharusnya, sebagai umat Kristen yang ingin melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, kita harus bertanya, apakah upacara natal itu benar-benar ajaran Kristen? Apakah cara-cara merayakan Natal itu tidak mengajarkan kebohongan kepada masyarakat, yang merupakan … larangan Tuhan? Adakah firman Tuhan yang Hidup maupun firman tertulisNya yang memerintahkan kita untuk melakukannya? Apakah Yesus dan para Rasul juga melakukan seperti apa yang kita meriahkan selama ini? Apakah kebiasaan tukar-menukar hadiah Natal dengan teman dan kerabat dekat, juga betul-betul mengikuti ajaran Tuhan di dalam Bibel? Dan seterusnya … dan seterusnya …

Hampir semua orang berpendapat dan mengira bahwa semua upacara dan kebiasaan itu berasal dari ajaran Gereja. Tetapi betulkan semua pendapat dan perkiraan itu?

Mudah-mudahan fakta yang saya tulis dalam buku ini dapat meluruskan semua pendapat yang dapat menyesatkan dan merusak ajaran Tuhan yang sebenar-benarnya. Mungkin tulisan saya yang berdasarkan pada kenyataan ini akan mengejutkan orang Kristen, termasuk anda sendiri.

SEJARAH NATAL

Kata Christmas (Natal) yang artinya Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass, diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran "Yesus". Perayaan yang diselenggarakan oleh non-Kristen dan semua orang Kristen ini berasal dari ajaran Gereja Kristen Katolik Roma. Tetapi, dari manakah mereka mendapatkan ajaran itu? Sebab Natal itu bukan ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katolik Roma pada abad ke empat ini adalah berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.

Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini berasal dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul "Christmas", anda akan menemukan kalimat yang berbunyi sebagai berikut:

"Christmas was not among the earliest festivals of Church … the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around the January calends gravitated to christmas."

"Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja … bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus."

Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul "Natal Day," Bapak Katolik pertama, mengakui bahwa:

"In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Paraoh and Herod) who make great rejoicings over the day in which they were born into this world."

"Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."

Encyclopedia Britannica, yang terbit tahun 1946, menjelaskan sebagai berikut:

"Christmas was not among the earliest festivals of the church… It was not instituted by Christ or the apostles, or by Bible authority. It was picked up of afterward from paganism."

"Natal bukanlah upacar - upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala."

Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944 juga menyatakan sebagai berikut:

"Christmas…It was, according to many authorities, not celebrated in the first centuries of the Christian church, as the Christian usage in general was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth…" (The "Communion," which is instituted by New Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) "…A feast was established in memory of this event (Christ's birth) in the fourth century. In the fifth century the Western Church ordered it to be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol, as no certain knowledge of the day of Christ's birth existed."

"Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut.." ("Perjamuan Suci" yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.) "…Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari." Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus."

Sekarang perhatikan! Fakta sejarah telah membeberkan kepada kita bahwa mulai lahirnya gereja Kristen pertama sampai dua ratus atau tiga ratus tahun kemudian - jarak waktu yang lebih lama dari umur negara Amerika Serikat - upacara Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah abad keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang Barat, Roma dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Roma memerintahkan untuk merayakannya sebagai hari raya umat Kristen yang resmi.

YESUS TIDAK LAHIR PADA 25 DESEMBER

Sungguh amat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin! (Di wilayah Yudea, setiap bulan Desember adalah musim salju dan hawanya sangat dingin) Sebab Injil Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai berikut:

"Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota Daud."

Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea pada bulan Desember. Biasanya mereka melepas ternak ke padang dan lereng-lereng gunung. Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut sudah dimasukkan ke kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin yang menggigil. Bibel sendiri dalam Perjanjian Lama, kita Kidung Agung 2: dan Ezra 10:9, 13 menjelaskan bahwa bila musim dingin tiba, tidak mungkin pada gembala dan ternaknya berada di padang terbuka di malam hari.

Adam Clarke mengatakan:

"It was an ancient custom among Jews of those days to send out their sheep to the field and desert about the Passover (early spring), and bring them home at commencement of the first rain." (Adam Clarke Commentary, Vol.5, page 370, New York).

"Adalah kebiasaan lama bagi orang-orang Yahudi untuk menggiring domba-domba mereka ke padang menjelang Paskah (yang jatuh awal musim semi), dan membawanya pulang pada permulaan hujan pertama)."

Adam Clarke melanjutkan:

"During the time they were out, the sepherds watch them night and day. As…the first rain began early in the month of Marchesvan, which answers to part of our October and November (begins sometime in october), we find that the sheep were kept out in the open country during the whole summer. And, as these sepherds had not yet brought home their flocks, it is a presumptive argument that october had not yet commenced, and that, consequently, our Lord was not born on the 25th of December, when no flock were out in the fields; nor could He have been born later than September, as the flocks were still in the fields by night. On this very ground, the Nativity in December should be given up. The feeding of the flocks by night in the fields is a chronological fact…See the quotation from the Talmudists in Lightfoot."

"Selama domba-domba berada di luar, para penggembala mengawasinya siang dan malam. Bila…hujan pertama mulai turun pada bulan Marchesvan, atau antara bulan Oktober dan November, ternak-ternak itu mulai dimasukkan ke kandangnya. Kita pun mengetahui bahwa domba-domba itu dilepas di padang terbuka selama musim panas. Karena para penggembala belum membawa pulang domba-dombanya, berarti bulan Oktober belum tiba. Dengan demikian dapatlah diambil kesimpulan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, ketika tidak ada domba-domba berkeliaran di padang terbuka di malam hari. Juga tidak mungkin dia lahir setelah bulan September, karena di bulan inilah domba-domba masih berada di padang waktu malam. Dari berbagai bukti inilah, kemungkinan lahir di bulan Desember itu harus disingkirkan. Memberi makan ternak di malam hari, adalah fakta sejarah…sebagaimana yang diungkapkan oleh Talmud (kitab suci Yahudi) dalam bab "Ringan Kaki".

Di ensiklopedi mana pun atau juga di kitab suci Kristen sendiri akan mengatakan kepada kita bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Catholic Encyclopedia sendiri secara tegas dan terang-terangan mengakui fakta ini.

Tidak seorang pun yang mengetahui, kapan hari kelahiran Yesus yang sebenarnya. Jika kita meneliti dari bukti-bukti sejarah dan kitab suci Kristen sendiri, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Yesus lahir pada awal musim gugur - yang diperkirakan jatuh pada bulan September - atau sekitar 6 bulan setelah hari Paskah.

Jika Tuhan menghendaki kita untuk mengingat-ingat dan merayakan hari kelahiran Yesus, niscaya dia tidak akan menyembunyikan hari kelahirannya

PROSES NATAL MASUK KE GEREJA

New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge dalam artikelnya yang berjudul "Christmas" menguraikan dengan jelas sebagai berikut:

"How much the date of the festival depended upon the pagan Brumalia (Dec.25) following the Saturnalia (Dec.17-24), and celebrating the shortest day of the year and the 'new sun'… can not be accurately determined. The pagan Saturnalia and Brumalia were too deeply entrenched in popular custom to be set aside by Christian influence…The pagan festival with its riot and merrymaking was so popular that Christians were glad of an excuse to continue its celebration with little change in spirit and in manner. Christian preachers of the West and the Near East protested against the unseemly frivolity with which Christ's birthday was celebrated, while Christians of Mesopotamia accused their Western brethren of idolatry and sun worship for adopting as Christian this pagan festival."

"Sungguh banyak tanggal perayaan yang terkait pada kepercayaan kafir Brumalia (25 Desember) sebagai kelanjutan dari perayaan Saturnalia (17-24 Desember), dan perayaan menjelang akhir tahun, serta festival menyambut kelahiran matahari baru. Adat kepercayaan Pagan Brumalia dan Saturnalia yang sudah sangat populer di masyarakat itu diambil Kristen…Perayaan ini dilestarikan oleh Kristen dengan sedikit mengubah jiwa dan tata caranya. Para pendeta Kristen di Barat dan di Timur Dekat menentang perayaan kelahiran Yesus Kristus yang meniru agama berhala ini. Di samping itu Kristen Mesopatamia menuding Kristen Barat telah mengadopsi model penyembahan kepada dewa Matahari."

Perlu diingat! Menjelang abad pertama sampai pada abad keempat Masehi, dunia dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politeisme. Sejak agama Kristen masih kecil sampai berkembang pesat, para pemeluknya dikejar-kejar dan disiksa oleh penguasa Romawi. Setelah Konstantin naik tahta menjadi kaisar, kemudian memeluk agama Kristen pada abad ke-4 M. dan menempatkan agama sejajar dengan agama kafir Roma, banyak rakyat yang berbondong-bondong memeluk agama Kristen.

Tetapi karena mereka sudah terbiasa merayakan hari kelahiran dewa-dewanya pada tanggal 25 Desember, mengakibatkan adat tersebut sulit dihilangkan. Perayaan ini adalah pesta-pora dengan penuh kemeriahan, dan sangat disenangi oleh rakyat. Mereka tidak ingin kehilangan hari kegembiraan seperti itu. Oleh karena itu, meskipun sudah memeluk agama Kristen, mereka tetap melestarikan upacara adat itu. Di dalam artikel yang sama, New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge menjelaskan bagaimana kaisar Konstantin tetap merayakan hari "Sunday" sebagai hari kelahiran Dewa Matahari. (Sun = Matahari, Day = Hari - dalam bahasa Indonesia disebut hari Minggu -- pen.) Dan bagaimana pengaruh kepercayaan kafir Manichaeisme yang menyamakan Anak Tuhan (Yesus) identik dengan Matahari, yang kemudian pada abad ke-4 Masehi kepercayaan itu masuk dalam agama Kristen. Sehingga perayaan hari kelahiran Sun-god (Dewa Matahari) yang jatuh pada tanggal 25 Desember, diresmikan menjadi hari kelahiran Son of God (Anak Tuhan - Yesus).

Demikianlah asal usul "Christmas - Natal" yang dilestarikan oleh dunia Barat sampai sekarang. Walaupun namanya diubah menjadi selain Sun-day, Son of God, Christmas dan Natal, pada hakikatnya sama dengan merayakan hari kelahiran dewa Matahari. Sebagai contoh, kita bisa saja menamakan kelinci itu dengan nama singa, tetapi bagaimanapun juga fisiknya tetap kelinci.

Marilah kita kembali membaca Encyclopaedia Britannica yang mengatakan sebagai berikut:

"Certain Latins, as early as 354, may have transferred the birthday from January 6th to December, which was then a Mithraic feas … or birthday of the unconquered SUN … The Syrians and Armenians, who clung to January 6th, accused the Romans of sun worship and idolatry, contending… that the feast of December 25th, had been invented by disciples of Cerinthus…"

"Kemungkinan besar bangsa Latin/Roma sejak tahun 354 M. telah mengganti hari kelahiran dewa Matahari dari tanggal 6 Januari ke 25 Desember, yang merupakan hari kelahiran Anak dewa Mitra atau kelahiran dewa Matahari yang tak terkalahkan. Tindakan ini mengakibatkan orang-orang Kristen Syiria dan Armenia marah-marah. Karena sudah terbiasa merayakan hari kelahiran Yesus pada tanggal 6 Januari, mereka mengecam bahwa perayaan tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Dewa Matahari yang dipercayai oleh bangsa Romawi. Penyusupan ajaran ini ke dalam agama Kristen, dilakukan oleh Cerinthus…"

ASAL USUL NATAL

Kita mewarisi Natal berasal dari Gereja Katolik Roma, dan gereja itu mendapatkannya dari kepercayaan pagan (kafir) Politeisme, lalu dari manakah agama kafir itu mendapatkan ajaran itu? Dimana, kapan, dan bagaimana bentuk asli ajaran itu?

Bila kita telusuri mulai dari ayat-ayat Bible (Alkitab) sampai pada sejarah kepercayaan bangsa Babilonia kuno, niscaya akan ditemukan bahwa ajaran itu berasal dari kepercayaan berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia di bawah raja Nimrod (Namrud - di masa inilah nabi Ibrahim lahir). Jelasnya, akar kepercayaan ini tumbuh setelah terjadi banjir besar di masa nabi Nuh.

Nimrod, cucu Ham, anak nabi Nuh, adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia. Sejak itulah terdapat dasar-dasar pemerintahan dan negara, dan sistem ekonomi dengan cara bersaing untuk meraih keuntungan. Nimrod inilah mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, Nineweh dan kota-kota lainnya. Dia pula yang pertama membangun kerajan di dunia. Nama "Nimrod" dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata "Marad" yang artinya "dia membangkang atau murtad" (Karena bahasa Ibrani serumpun dengan bahasa Arab, silahkan anda membandingkan kata "Marad" dengan kata Arab "Ridda" atau "murtad". Pen)

Dari catatan-catatan kuno, kita mengetahui perjalanan Nimrod ini, yang mengawali pemurtadan terhadap Tuhan dan menjadi biang manusia pembangkang di dunia sampai saat ini. Jumlah kejahatannya amat banyak, diantaranya, dia mengawini ibu kandungnya sendiri yang bernama Semiramis. Setelah Nimrod meninggal dunia, ibu yang merangkap sebagai istri tersebut menyebarkan ajaran bahwa Roh Nimrod tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Dia membuktikan ajarannya dengan adanya pohon Evergreen yang tumbuh dari sebatang kayu yang mati, yang ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod yang sudah mati. Untuk mengenang hari kelahirannya, Nimrod selalu hadir di pohon evergreen ini dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. 25 Desember itulah hari kelahiran Nimrod. Dan inilah asal usul pohon Natal.

Melalui pengaruh dan pemujaannya kepada Nimrod, Semiramis dianggap sebagai "Ratu Langit" oleh rakyat Babilonia. Dengan berbagai julukan, akhirnya Nimrod dipuja sebagai "Anak Suci dari Sorga". Melalui perjalanan sejarah dan pergantian generasi dari masa ke masa, dari satu bangsa ke bangsa lainnya, penyembahan berhala versi Babilonia ini berubah menjadi Mesiah Palsu yang berupa dewa Baal, anak dewa Matahari. Dalam sistem kepercayaan Babilonia ini, "Ibu dan anak" (Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali) menjadi obyek penyembahan. Ajaran penyembahan kepada ibu dan anak ini menyebar luas sampai di luar Babilonia dengan bentuk dan nama yang berbeda-beda, sesuai dengan bahasa negara-negara yang ditempatinya. Di Mesir dewa-dewi itu bernama Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele dan Deoius. Dalam agama Pagan Roma disebut Fortuna dan Yupiter. Bahkan di Yunani, China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap dewi Madonna, jauh sebelum Yesus lahir!

Sampai pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi, ketika dunia pagan (penyembah banyak dewa) Romawi menerima agama baru yang disebut "Kristen," dengan membawa adat dan kepercayaan pagan mereka yang lama. Akibatnya kepercayaan kepada Dewi Madonna, Ibu dan Anak juga menjadi populer, terutama di waktu hari Natal. Di setiap musim Natal kita selalu mendengar lagu-lagu atau hymne: "Silent Night" atau "Holy Night" yang sangat akrab dengan tema pemujaan terhadap Ibu dan Anak.

Kita yang sejak lahir diwarnai oleh alam budaya Babilonia, telah diajarkan untuk mengagungkan dan memuliakan semua tradisi yang berasal dari jaman jahiliyah kuno itu. Kita tidak pernah bertanya untuk mengetahui dari manakah asal usul adat seperti itu - Apakah ia berasal dari ajaran Bible (Alkitab), ataukah ia berasal dari kepercayaan penyembah berhala yang sesat?

Kita terperangah seakan-akan tidak mau menerima kebenaran ini, karena seluruh dunia terlanjur telah melakukannya. Lebih aneh lagi, sebagian besar meremehkan dan mencemooh kebenaran ini. Namun Tuhan telah berfirman kepada para utusannya yang setia:

"Katakan dengan lantang,

dan jangan menghiraukan penghinaan mereka!

Kumandangkan suaramu seperti terompet!

Dan tunjukkan di depan umatKu tentang kesesatan mereka!"

Memang kenyataan ini sungguh sangat mengejutkan bagi mereka, meskipun ini adalah fakta sejarah dan berdasarkan kebenaran dari Bibel (Alkitab).

Natal adalah acara ritual yang berasal dari masa Babilonia kuno yang belum mengenal agama yang benar. Tradisi ini diwariskan puluhan abad yang lampau sampai kepada kita.

Di Mesir, ia dipercayai bahwa Dewi Isis (Dewi Langit) melahirkan anaknya yang tunggal pada tanggal 25 Desember. Hampir semua orang-orang penyembah berhala (paganis) di dunia waktu itu, merayakan ulang tahun (Natal) anak dewi Isis ini jauh sebelum kelahiran Yesus.

Dengan demikian, sudah jelas bagi kita bahwa 25 Desember itu bukanlah hari kelahiran Yesus Kristus. Para murid Yesus dan orang-orang Kristen abad pertama tidak pernah menyelenggarakan Natal, meskipun hanya sekali. Tidak ada ajaran atau pun perintah perayaan Natal di dalam Bibel. Sekali lagi, perayaan Natal atau Christmas itu adalah ulang tahun anak dewa yang dianut oleh para paganis, dan bukan dari ajaran Kristen. Percaya atau tidak, terserah anda!

Upacara ini berasal dari cara-cara pemujaan yang dikenal dengan "Chaldean Mysteries" (Misteri Kaldea) berasal dari ajaran Semiramis, isteri Nimrod. Kemudian adat ini dilestarikan oleh para penyembah berhala secara turun-temurun hingga sekarang dengan wajah baru yang disebut Kristen.



ASAL MULA POHON NATAL

Sekarang dari manakah kita mendapatkan kebiasaan memasang pohon Natal itu? Di antara para penganut agama Pagan kuno, pohon itu disebut "Mistletoe" yang dipakai pada saat perayaan musim panas, karena mereka harus memberikan persembahan suci kepada matahari, yang telah memberikan mukjizat penyembuhan. Kebiasaan berciuman di bawah pohon itu merupakan awal acara di malam hari, yang dilanjutkan dengan pesta makan dan minum sepuas-puasnya, sebagai perayaan yang diselenggarakan untuk memperingati kematian "Matahari Tua" dan kelahiran "Matahari Baru" di musim panas.

Rangkaian bunga suci yang disebut "Holly Berries" juga dipersembahkan kepada dewa Matahari. Sedangkan batang pohon Yule dianggap sebagai wujud dari dewa matahari. Begitu pula menyalakan lilin yang terdapat dalam upayara Kristen hanyalah kelanjutan dari kebiasaan kafir, sebagai tanda penghormatan terhadap dewa matahari yang bergeser menempati angkasa sebelah selatan.

Encyclopedia Americana menjelaskan sebagai berikut:

"The Holly, the Mistletoe, the Yule log …are relics of pre-Christian times."

"Rangkaian bunga Holly, pohon Mistletoe dan batang pohon Yule…yang dipakai sebagai penghias malam Natal adalah warisan dari zaman sebelum Kristen."

Sedangkan buku Answer to Question yang ditulis oleh Frederick J. Haskins menyebutkan bahwa:

"The use of Christmas wreath is believed by authorities to be traceable to the pagan customs of decorating buildings and places of worship at the feast which took place at the same time as Christmas. The Christmas tree is from Egypt, and its origin date from a period long anterior to the Christian Era."

"Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat agama penyembah berhala (paganisme), yang menghiasi rumah dan tempat peribadatan mereka yang waktunya bertepatan dengan malam Natal sekarang. Sedangkan pohon Natal berasal dari kebiasaan Mesir Kuno, yang masanya lama sekali sebelum lahirnya agama Kristen."

SIAPA SANTA CLAUS/SINTERKLAS ITU?

Santa Claus bukan ajaran yang berasal dari paganisme, tetapi juga bukan ajaran Kristen. Sinterklas ini adalah ciptaan seorang pastur yang bernama "Santo Nicolas" yang hidup pada abad ke empat Masehi. Hal ini dijelaskan oleh Encyclopedia Britannica, volume 19 halaman 648-649, edisi kesebelas, yang berbunyi sebagai berikut:

"St. Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the Greek and Latins on the 6th of December… A Legent of his surreptitious bestowal of dowries on the three daughters of an improverrished citizen… is said to have originated the old custom of giving presents in secret on the Eve of St. Nicholas (Dec.6), subsequently transferred to Christmas day. Hence the association of Christmas with Santa Claus…"

"St. Nicholas, adalah seorang pastur di Myra yang amat diagung-agungkan oleh orang-orang Yunani dan Latin setiap tanggal 6 Desember…Legenda ini berawal dari kebiasaannya yang suka memberikan hadiah secara sembunyi-sembunyi kepada tiga anak wanita miskin… untuk melestarikan kebiasaan lama dengan memberikan hadiah secara tersembunyi itu digabungkan ke dalam malam Natal. Akhirnya tarkaitlah antara hari Natal dan Santa Claus…"

Sungguh merupakan kejanggalan! Orang tua menghukum anaknya yang berkata bohong. Tetapi di saat menjelang Natal, mereka membohongi anak-anak dengan cerita Sinterklas yang memberikan hadiah di saat mereka tidur. Bukankah ini suatu keanehan, ketika anak-anak menginjak dewasa dan mengenal kebenaran, pasti akan beranggapan bahwa Tuhan hanyalah mitos atau dongeng belaka?

Dengan cara ini tidak sedikit orang yang merasa tertipu, dan mereka pun mengatakan:

"Ya, saya akan membongkar pula tentang mitos Yesus Kristus!"

Inikah ajaran Kristen yang mengajarkan mitos dan kebohongan kepada anak-anak? Padahal Tuhan sudah mengatakan:

"Janganlah menjadi saksi palsu. Dan ada cara yang menurut manusia betul, tetapi sebenarnya itu adalah ke jalan kematian dan kesesatan."

Oleh karena itu, upacara "Si Santa Tua" itu juga merupakan Setan.

Di dalam kitab suci telah dijelaskan sebagai berikut:

"Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang. Jadi itu bukanlah hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka." (II Korintus 11:14)

Dari bukti-bukti nyata yang telah kita ungkap tadi dapatlah diambil kesimpulan, bahwa perayaan Natal atau Christmas itu bukanlah ajaran Kristen yang sebenarnya, melainkan kebiasaan para penyembah berhala (Paganis). Ia warisan dari kepercayaan kuno Babilonia ribuan tahun yang lampau.

KATA BIBEL TENTANG POHON NATAL

Bagaimana Bibel berbicara tentang Natal, atau mencatat pandangan para murid Yesus atau bapak-bapak geraja awal. Jawabannya sungguh sangat mengejutkan bagi kalangan Kristen sendiri. Sebagaimana yang dikatakan Bibel (Alkitab) pada kitab Yeremia 10:2-4 yang berbunyi sebagai berikut:

"Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan."

"Bukankah berhala itu pohon yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu?

Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang."

Itulah keterangan yang jelas dari Bibel tentang pohon Natal. Kita dilarang mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Sebab hal itu merupakan perbuatan yang sesat menyekutukan Tuhan. Pada ayat kelima dijelaskan bahwa:

"Pohon itu tidak bisa berbicara, dan orang harus mengangkatnya, karena ia tidak bisa berjalan sendiri."

"Janganlah takut kepadanya, sebab ia tidak dapat berbuat jahat, juga tidak dapat berbuat baik."

Sebab mereka bukanlah dewa yang harus ditakuti. Bagi mereka yang tidak pernah membaca atau yang melupakan ayat ini, beranggapan bahwa tidak ada larangan untuk membuat pohon Natal. Tetapi jika telah membacanya, apa yang harus dikatakan?

HADIAH NATAL

Acara yang paling penting dari seluruh kegiatan Natal adalah "The Christmas Shopping Season - Musim Belanja Natal" yang dilakukan dengan cara membeli dan tukar menukar hadiah. Mungkin banyak orang yang mengecam kami sambil berkata:

"Bukankah Bibel (Alkitab) telah menceritakan kepada kita untuk ditiru? Lupakah kita kisah 3 orang dari timur yang datang ke Betelhem untuk memberikan hadiah ketika Yesus lahir?"

Memang, kami mengetahui cerita itu di dalam Alkitab. Tetapi, silahkan anda melihat keterangan kami yang mengejutkan ini. Marilah menengok sejarah asal usul tukar menukar hadiah itu, kemudian kita bandingkan dengan ayat Alkitab.

Pada Bibliothica Sacra, volume 12, halaman 153-155, kita dapat membaca sebagai berikut:

"The interchange of presents between friends is alike characteristic of Christmas and the Saturnalia, and must have been adopted by Christians from the Pagan, as the admonition of Tertullian plainly shows."

"Tukar menukar hadiah antar teman di hari Natal serupa dengan adat agama Saturnalia. Kemungkinan besar, kebiasaan ini diadopsi oleh orang-orang Kristen dari agama Pagan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Tertulianus."

Dari bukti yang jelas ini, ternyata kebiasaan pertukaran hadian sesama teman dan famili pada hari Natal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan kisah dalam Alkitab tersebut. Acara Natal bukanlah merayakan ulang tahun Yesus Kristus, juga bukan untuk menghormatinya.

Sebagai contoh, seorang teman yang sangat anda cintai sedang merayakan ulang tahunnya. Bila ingin membahagiakannya di hari kelahirannya itu, apakah anda membeli hadiah untuk teman yang lain? Membeli lagi dan tukar menukar hadiah dengan teman-teman dan kekasih anda, tetapi tidak memberi hadiah apa pun kepada teman yang anda cintai, yang sedang anda rayakan hari ulang tahunnya? Tidakkah disadari keganjilan seperti itu?

Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri yang selalu dilakukan oleh hampir semua orang di seluruh dunia. Mereka menghormati "sebuah hari" - yang sebenarnya bukan hari kelahiran Yesus Kristus - dengan berbelanja dan membeli hadiah sebanyak-banyaknya untuk ditukarkan kepada teman-teman dan kerabatnya. Dari pengalaman saya selama bertahun-tahun, begitu pula pengalaman para pastur dan pendeta; Apabila bulan Desember tiba, hampir semua orang yang mengaku Kristen lupa memberi hadiah kepada Yesus Kristus yang mereka cintai.

Desember adalah bulan yang paling sulit untuk menghidupkan ajaran Yesus. Sebab semua orang terlalu disibukkan untuk membeli dan menukar hadiah daripada mengingat Yesus dan menghidupkan ajarannya. Peristiwa melupakan Yesus ini terus berlangsung sampai bulan Januari bahkan Pebruari. Sebab mereka harus melunasi biaya pengeluaran yang dibelanjakan pada waktu Natal. Sehingga mereka sulit mengabdi kepada Yesus kembali sebelum bulan Maret.

Sekarang, perhatikan apa kata Bibel tentang tiga orang dari timur yang memberikan hadiah kepada Yesus, yang berbunyi sebagai berikut:

"Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-bintang di timur dan kami datang untuk menyembah dia." Ketika raja Herodes mendengar tentang hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yudea, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yudea, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel. Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang Majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai anak itu dan segera sesudah kamu menemukan dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah dia." Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya, lalu sujud menyembah dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadanya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain."

HADIAH UNTUK YESUS

Perhatikanlah dengan teliti. Ayat bibel tersebut menceritakan bahwa pada mulanya orang-orang Majus tersebut menanyakan tentang Bayi Yesus yang lahir sebagai Raja Yahudi. Lalu, mengapa mereka memberi hadiah kepadanya? Apakah karena hari kelahirannya?

Jawabannya adalah "Tidak." Sebab mereka memberi hadiah beberapa hari bahkan beberapa minggu setelah hari kelahirannya.

Bisakah peristiwa ini dipakai pedoman bagi kita untuk melakukan kebiasaan memberi atau saling menukar hadiah di antara kita? Jelas tidak bisa. Sebab orang-orang Majus tersebut tidak saling menukar hadiahnya, tetapi mereka memberi hadiah kepada Yesus. Bukan tukar menukar hadiah sesama teman atau kerabatnya.

Mengapa? Silahkan anda membaca buku Adam Clarke Commentary, volume 5, halaman 46 yang berbunyi sebagai berikut:

"Verse 11. (They presented unto him gifts.) The people of the east never approach the presence of kings and great personages, without a present in their hands. The custom is often noticed in the Old Testament, and still prevails in the east, and in some of the newly discored South Sea Islands."

"Ayat 11. (Mereka memberi hadiah kepadanya.) Adalah kebiasaan orang-orang timur, apabila menghadap raja atau orang-orang terkemuka, mereka selalu membawa hadiah. Kebiasaan seperti ini juga tercantum dalam kitab Perjanjian Lama, dan masih berlaku di timur, juga dapat ditemuka di South Sea Islands (Kepulauan Laut Selatan)."

Dari keterangan Adam Clarke ini, jelaslah bagi kita, bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dipakai pedoman atau dikaitkan dengan kebiasaan Kristen baru dengan menukar hadiah kepada temannya untuk menghormati ulang tahun Yesus. Sebaliknya, mereka mengikuti adat orang-orang timur kuno yang memberi hadiah ketika mengharap raja. Mereka mendatangi Yesus, yang lahir sebagai Raja Yahudi. Sebagaimana ratu Sheba (Balqis) membawa hadiah kepada raja Salomo (Sulaiman). Bahkan seperti sekarang ini, para tamu negara pasti membawa hadiah atau cindera mata apabila datang ke White House (Gedung Putih) untuk menemui presiden.

Jadi kebiasaan menukar hadiah ini bukanlah dari ajaran Kristen, melainkan hanya merupakan pelestarian tradisi lama yang dilakukan oleh orang-orang pagan (penyembah berhala). Di saat menjelang Natal atau Christmas yang katanya untuk menghormati Kristus dan menghidupkan ajarannya, justru orang-orang Kristen bertambah set back (jauh) dari ajaran Yesus.

NATAL MEMULIAKAN TUHAN?

Ada dua alasan yang dipakai dasar oleh orang-orang yang menyelenggarakan Natal, sebagai cara untuk menghormati Yesus Kristus, meskipun mereka mengetahui bahwa perayaan itu warisan kepercayaan Paganisme:

1. Banyak yang mengajukan alasan: "Walaupun kita tidak mengetahui secara tepat hari kelahiran Yesus, apa salahnya kita memilih hari untuk merayakan ulang tahunnya."

Kami akan menjawab dengan pasti "Tidak bisa". Sebab dalam Catholic Encyclopedia (Eksiklopedi Katolik) telah dijelaskan:

"Sinners alone, not saints, celebrate their birthday = Hanya orang kafir, bukan orang-orang suci, yang merayakan hari ulang tahun mereka." Perayaan ulang tahun bukan berasal dari agama Kristen, melainkan dari ajaran agama kafir.

2. Ada pula yang beralasan: "Walaupun Natal itu kebiasaan orang-orang kafir (pagan) yang menyembah dewa matahari, tetapi kita tidak menyembah dewa tersebut, melainkan untuk menghormati Yesus Kristus."

Tetapi sudahkah kita mendengarkan jawaban Tuhan melalui firmannya yang berbunyi sebagai berikut:

"Maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang tuhan mereka dengan berkata: "Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada tuhan mereka? Aku pun mau berlaku begitu." Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhanmu. Sebab segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenciNya, itulah yang dilakukan mereka bagi tuhan mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi tuhan mereka." (Ulangan 12:30-31)

Tuhan berfirman dengan jelas dalam kitab suciNya, bahwa Dia tidak mau menerima dalam bentuk penyembahan yang menyerupai atau meniru cara penyembahan orang-orang kafir kepada tuhannya. Cara penyembahan seperti itu sangat menjijikkan bagi Tuhan. BagiNya, pemujaan yang demikian itu tidak layak untukNya, melainkan hanya pantas untuk memuja berhala. Sebagaimana yang sering kita dengar, Tuhan melarang kita menyembahNya hanya dengan "menurut kata hati kita sendiri." Yesus telah bersabda:

"Allah itu Roh, dan barang siapa yang menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." (Yohanes 4:24)

Dan apa yang dimaksud dengan kebenaran itu? Firman Tuhan atau Kitab suci Bibel itulah kebenaran. Sebagainya sabda Yesus yang berbunyi sebagai berikut:

"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; FirmanMu adalah kebenaran." (Yohanes 17:17)

Di Dalam Bibel sendiri, secara jelas Tuhan berfirman bahwa Dia tidak mau menerima penyembahan kepadaNya, dengan meniru cara penyembahan para penyembah berhala. Begitu pula cara yang dipakai untuk mengagungkan dan memuliakan Yesus Kristus.

Ingatlah sekali lagi, peringatan Yesus yang berbunyi:

"Percuma mereka beribadah kepadaku, sedangkan ajaran yang mereja ajarkan ialah perintah manusia."

Natal atau Christmas adalah tradisi dan ajaran manusia, sedangkan ajaran Tuhan telah melarangnya. Selanjutnya Yesus bersabda lagi:

"Sungguh kamu telah menolak ajaran Tuhan, tetapi kamu mengikuti ajaran tradisimu sendiri."

Alangkah tepat firman-firman Tuhan yang dilontarkan kepada berjuta-juta orang yang melakukan Natal itu. Mereka mengabaikan ajaran Tuhan. Tuhan melarang pemujaan yang meniru adat kaum kafir penyembah berhala, tetapi dengan senang hati kita melanggarnya. Tuhan berfirman:

"Janganlah kamu berbuat demikian terhadap Tuhanmu."

Ternyata hampir semua orang menganggap ringan larangan itu. Atau karena tidak memiliki dasar agama yang kuat, akhirnya mereka mengikuti tradisi kebanyakan orang-orang untuk merayakan Natal.

Jangan salah! Tuhan membiarkan anda untuk berbuat semaunya dan tidak mengikuti petunjukNya. Tuhan membiarkan kita tenggelam dalam keramaian dan mengikuti tradisi orang-orang. Bahkan Dia akan membiarkan kita berlumuran dosa. Tetapi, Tuhan juga telah memerintahkan kita tentang datangnya hari perhitungan atau pembalasan. Jika kamu menanam, niscaya kamu akan memetik hasilnya. Yesus adalah firman Tuhan yang hidup, sedangkan Bibel adalah firman Tuhan yang tertulis. Dan kita akan diadili sesuai dengan ketetapan yang telah digariskan dalam firman tersebut. Kita pun tidak bisa mengelak dan mengabaikannya.

TANPA DISADARI KITA KEMBALI KE MASA BABILONIA

Christmas atau Natal telah menjadi musim panen para pedagang. Ia menjadi sponsor yang terus dilestarikan oleh perusahaan advertising setiap tahun. Anda selalu melihat Santa Claus yang dipajang di setiap toko. Iklan-iklan menyambut dan mengajak kita untuk merayakan "Beautiful Christmas Spirit". Koran yang selalu menjual iklan, ikut menyemarakkan musim kaum kafir tersebut di tajuk rencananya. Orang yang mudah terbius oleh tradisi ini, akan marah bila ditunjukkan kebenaran dari Tuhan. Padahal "Christmas Spirit = Semangat Natal" yang diselenggarakan setiap tahun itu, bukanlah untuk mengangungkan Kristus, melainkan hanya untuk promosi barang-barang dagangan. Sebagaimana rayuan setan lainnya, ia dikemas sedemikian rupa sehingga tampak seperti "Malaikat Pembawa Terang" yang amat indah. Setiap tahun jutaan dolar dihabiskan begitu saja, sementara ajaran Yesus diterlantarkan. Itulah bagian dari sistem perekonomian Babilonia.

Sebagaimana yang telah diramalkan oleh Bibel (Alkitab), kita merasa berada di negara Kristen, padahal kita di Babilonia, tetapi kita tidak menyadarinya. Ingatlah pesan Alkitab yang berbunyi sebagai berikut:

"Pergilah kamu hai umatKu, pergilah dari padanya, supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya." (Wahyu 18:4)

Oleh karena itu, di tahun ini, daripada jutaan uang tersebut dihambur-hamburkan begitu saja, lebih baik dibelanjakan untuk menunjang pekerjaan Tuhan.


Terakhir diubah oleh keroncong tanggal Wed Jan 14, 2015 9:48 pm, total 1 kali diubah
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down


Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by jakajayagiri-2 on Sun Sep 09, 2012 12:00 pm

@santri wrote:Adalah "Molokh" Dewa yang disembah oleh Namrud yang membuat Menara Babel. Di dalam Freemasonry disebut "Baphomet". Di astrologi dekenal sebaga "Capricorn" 22 Desember - 21 Januari. Apakah Yesus seorang "Capricorn"?. Bahkan Kris Kristoferson pernah menulis sebuah lagu berjudul "Yesus Seorang Capricorn" sekitar tahun 1972 dan menjadi populer.

Semenjak dari menara Babel, dan kemudian Namrud dianggap reinkarnasi dari Dewa Tamuz (Yehezkiel 8:14), ada banyak mesias palsu telah muncul. Mereka berkarakter sebagai "bintang Jatuh" (Fallen Angel) yang mengambil identitas sebagai "Tuan Yang Maha Tinggi" sebagai inkarnasi Universal Kristus untuk semua agama. Dimana esensinya ini adalah "Gnostikisme"

Dalam siklus zodiak 22 Desember adalah permulaan "Capricorn-Kambing Mendez" yang merupakan Baphomet. Christos adalalah bahasa Yunani yang berarti "Anointed" atau "diurapi".

Sekitar 2.900 tahun sebelum kelahiran Yesus, Henokh ditunjuk oleh Uriel malaikat rasi yang diciptakan oleh Tuhan untuk tujuan memberitahu pesan Injil dan nubuat Mesias yang nanti akan datang ke bumi. Ada 48 rasi bintang, tetapi 12 rasi bintang ini diberi nama setelah 12 Suku Israel. Kemudian, orang-orang kafir di Babel, Yunani & Roma mempunyai & memegang informasi ini dan rasi bintang ini berganti nama setelah malaikat yang jatuh. Nimrod (cucu besar Nuh) ingin membangun Menara Babel karena alasan ini. Dia ingin berkomunikasi dengan malaikat yang jatuh dan mempelajari bintang-bintang untuk berlatih ramalan dan sihir. Tapi konstelasi tidak pernah dimaksudkan untuk digunakan dengan cara itu. Tuhan menciptakan konstelasi untuk mengungkapkan rencana penyelamatan-Nya bagi umat manusia (Ayub 09:09 & 38:31 Ayub, Amos 5:8), tetapi **** menggunakan rasi bintang untuk menyebabkan orang untuk menyembah Dia dan para malaikat jatuh.

Yeremia 10:2 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya.

Istri Nimrod yang sekaligus ibunya ingin menjaga agama pagan palsu tetap hidup untuk menghasilkan uang. Dia berkonsultasi pada astrolog nya yang mengatakan bahwa pada 22 Desember adalah matahari ketika terjauh dari bumi, tetapi pada tanggal 25, matahari akan lahir kembali, ini dikenal sebagai "titik balik matahari musim dingin" dalam paganisme. Semiramis hamil pada 25 Maret (Paskah / Ishtar), yang disebut equinox musim semi di paganisme. Dia mengatakan kepada orang-orang Babilonia bahwa Nimrod adalah dewa matahari, dan bahwa ia diresapi nya, dengan sinar matahari.

Tepat 9 bulan kemudian pada tanggal 25, ia melahirkan anak laki-laki dan menamainya Tammuz (Yehezkiel 8:14), dimana saat itu Nimrod sudah tewas. Dia mengatakan kepada orang Babel bahwa Tammuz adalah reinkarnasi dari Nimrod yang "dewa matahari" lahir pada tanggal 25 Desember dan bahwa dia (semiramis) adalah "dewi rembulan" atau hari ini dekenal sebagai "Ratu Surga." Gereja Katolik Roma secara resmi menamainya "Maria / Miryam "(ibu dari Mesias)" Ratu Surga " setelah dewi pagan kesuburan ini (Yeremia 7 & 44).

Yehezkiel 8:16-17 Kemudian dibawa-Nya aku ke pelataran dalam rumah TUHAN; sungguh, dekat jalan masuk ke bait TUHAN, di antara balai Bait Suci dan mezbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait TUHAN dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur. Lalu firman-Nya kepadaku: "Kaulihatkah itu, hai anak manusia? Perkara kecilkah itu bagi kaum Yehuda untuk melakukan perbuatan-perbuatan kekejian yang mereka lakukan di sini, bahwa mereka memenuhi tanah ini dengan kekerasan dan dengan itu terus menyakiti hati-Ku? Sungguh, mereka berkelakuan tak senonoh di hadapan-Ku.

Digambarkan di sini adalah setengah manusia, setengah dewa hewan bertanduk yang dikenal sebagai Molokh (****). 25 Desember 25 adalah hari dewa ini diperlukan bahwa anak-anak dikorbankan di atas mezbah untuk dia! Mengapa 25 Desember 25?. Karena ini dikenal dalam paganisme sebagai "titik balik matahari musim dingin" dan itu adalah seharusnya waktu terbaik untuk mempersembahkan bayi kepada Iblis karena matahari sedang "dilahirkan kembali." **** ingin menjadi bintang paling terang di tata surya, yang mengapa ia ingin dikenal sebagai "dewa Matahari."

Orang-orang Babel akan membuat "daftar keinginan" untuk Molokh dan kemudian mereka akan menempatkan bayi mereka untuk dibakar hidup-hidup ke dalam pelukan dewa Molokh bersama dengan daftar keinginan mereka, dan mereka percaya bahwa dengan menawarkan sampai bayi mereka pada dewa ini di 25 Desember, mereka akan menerima segala sesuatu yang mereka telah diminta pada daftar keinginan mereka di tahun yang akan datang.

Di tahun 1500-an banyak orang meninggalkan Katolik Roma dan dengan demikian dimulai kebangkitan terbesar sejarah di Eropa. Mereka menyebutnya Reformasi Protestan. Gereja-gereja Protestan berkhotbah melawan Misa Kristus dan Paskah, dan bahkan kaum Puritan yang datang pada Mayflower ingin tidak ada hubungannya dengan hari kafir ini. Itu adalah doktrin resmi di gereja Baptis, Presbiterian dan Denominasi Protestan lain untuk tidak memperingati hari Pagan Katolik ini yang dikenal sebagai Misa dan Paskah. Bahkan, itu adalah melawan hukum untuk memiliki pohon Misa Kristus di di Amerika tahun 1600-an !

Nama Satan & Santa di bahasa Yahudi terdiri dari 3 huruf:

Shin = 300
Thet = 9
Nun = 50
Total = 359!


25 Desember adalah hari ke 359 dalam setahun, dan Bab ke 359 di Alkitab Injil merupakan ayat 1 Tawarikh 21: 1 dimana nama Satan (****) disebutkan pertama kali.

1 Tawarikh 21:1 Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel

http://www.doubleportioninheritance.com/fr_home.cfm

25 Desember adalah hari yg ditetapkan untuk memperingati dan merayakan kelahiran Yesus di dunia. Tidak pernah ada klaim bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember. Jadi salah besar kalau menganggap bahwa Yesus lahir 25 Desember.
Kapan Yesus lahir, Alkitab hanya mencatat tanda2 umum berupa peristiwa2 khusus yg terjadi pada saat itu. Tidak ada catatan tanggal apalagi tahun.
Persoalan berikutnya, kenapa tanggal 25 Desember yang dipakai? Kenapa menggunakan tanggal yg semula dipakai sbg tanggal perayaan kaum pagan? Krn hal itu dipakai sbg strategi dakwah, agar perayaan kaum pagan itu bisa diubah menjadi perayaan bernuansa keagamaan. Sbg analogi, di tanah Jawa Sunan Kalijaga mengubah seni budaya hindu (wayang) termasuk muatan ceritanya, menjadi bernuansa islam sbg alat dakwah yg sangat efektif.

jakajayagiri-2
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 995
Kepercayaan : Protestan
Location : bandung
Join date : 04.09.12
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by pendekar.rajawali on Mon Sep 10, 2012 9:51 am

@jakajayagiri-2 wrote:
25 Desember adalah hari yg ditetapkan untuk memperingati dan merayakan kelahiran Yesus di dunia. Tidak pernah ada klaim bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember. Jadi salah besar kalau menganggap bahwa Yesus lahir 25 Desember.
Kapan Yesus lahir, Alkitab hanya mencatat tanda2 umum berupa peristiwa2 khusus yg terjadi pada saat itu. Tidak ada catatan tanggal apalagi tahun.
Persoalan berikutnya, kenapa tanggal 25 Desember yang dipakai? Kenapa menggunakan tanggal yg semula dipakai sbg tanggal perayaan kaum pagan? Krn hal itu dipakai sbg strategi dakwah, agar perayaan kaum pagan itu bisa diubah menjadi perayaan bernuansa keagamaan. Sbg analogi, di tanah Jawa Sunan Kalijaga mengubah seni budaya hindu (wayang) termasuk muatan ceritanya, menjadi bernuansa islam sbg alat dakwah yg sangat efektif.

kebalik donk, justru penetapannya adalah disesuaikan dengan tuhan matahari... awas boong yes
avatar
pendekar.rajawali
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 229
Location : Indonesia Raya
Join date : 18.01.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by jakajayagiri-2 on Mon Sep 10, 2012 2:18 pm

@pendekar.rajawali wrote:
@jakajayagiri-2 wrote:
25 Desember adalah hari yg ditetapkan untuk memperingati dan merayakan kelahiran Yesus di dunia. Tidak pernah ada klaim bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember. Jadi salah besar kalau menganggap bahwa Yesus lahir 25 Desember.
Kapan Yesus lahir, Alkitab hanya mencatat tanda2 umum berupa peristiwa2 khusus yg terjadi pada saat itu. Tidak ada catatan tanggal apalagi tahun.
Persoalan berikutnya, kenapa tanggal 25 Desember yang dipakai? Kenapa menggunakan tanggal yg semula dipakai sbg tanggal perayaan kaum pagan? Krn hal itu dipakai sbg strategi dakwah, agar perayaan kaum pagan itu bisa diubah menjadi perayaan bernuansa keagamaan. Sbg analogi, di tanah Jawa Sunan Kalijaga mengubah seni budaya hindu (wayang) termasuk muatan ceritanya, menjadi bernuansa islam sbg alat dakwah yg sangat efektif.

kebalik donk, justru penetapannya adalah disesuaikan dengan tuhan matahari... awas boong yes

Tidak ada yg terbalik dalam penjelasan saya, tapi Anda punya hak sepenuhnya untuk membantahnya dgn cara berfikir yg terbalik-balik.

jakajayagiri-2
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 995
Kepercayaan : Protestan
Location : bandung
Join date : 04.09.12
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by santri on Mon Sep 10, 2012 4:15 pm

@jakajayagiri-2 wrote:

25 Desember adalah hari yg ditetapkan untuk memperingati dan merayakan kelahiran Yesus di dunia. Tidak pernah ada klaim bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember. Jadi salah besar kalau menganggap bahwa Yesus lahir 25 Desember.
Kapan Yesus lahir, Alkitab hanya mencatat tanda2 umum berupa peristiwa2 khusus yg terjadi pada saat itu. Tidak ada catatan tanggal apalagi tahun.
Persoalan berikutnya, kenapa tanggal 25 Desember yang dipakai? Kenapa menggunakan tanggal yg semula dipakai sbg tanggal perayaan kaum pagan? Krn hal itu dipakai sbg strategi dakwah, agar perayaan kaum pagan itu bisa diubah menjadi perayaan bernuansa keagamaan. Sbg analogi, di tanah Jawa Sunan Kalijaga mengubah seni budaya hindu (wayang) termasuk muatan ceritanya, menjadi bernuansa islam sbg alat dakwah yg sangat efektif.

Menurut para ahli kan udah byk yang menyinggung persoalan tanggal kelahiran yesus dan itu ternyata itu salah kaprah, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah
dirayakan oleh umat Kristen. Perayaan Natal yang skrg dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai
diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M, Gereja Barat
memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus
,
yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari
"Kelahiran Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun mengetahui hari
kelahiran Yesus. Nah disini kan aneh kalau tanggal 25 desember itu justru dijadikan Perayaan Natal.
avatar
santri
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 275
Join date : 30.07.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by jakajayagiri-2 on Mon Sep 10, 2012 7:28 pm

@santri wrote:
@jakajayagiri-2 wrote:

25 Desember adalah hari yg ditetapkan untuk memperingati dan merayakan kelahiran Yesus di dunia. Tidak pernah ada klaim bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember. Jadi salah besar kalau menganggap bahwa Yesus lahir 25 Desember.
Kapan Yesus lahir, Alkitab hanya mencatat tanda2 umum berupa peristiwa2 khusus yg terjadi pada saat itu. Tidak ada catatan tanggal apalagi tahun.
Persoalan berikutnya, kenapa tanggal 25 Desember yang dipakai? Kenapa menggunakan tanggal yg semula dipakai sbg tanggal perayaan kaum pagan? Krn hal itu dipakai sbg strategi dakwah, agar perayaan kaum pagan itu bisa diubah menjadi perayaan bernuansa keagamaan. Sbg analogi, di tanah Jawa Sunan Kalijaga mengubah seni budaya hindu (wayang) termasuk muatan ceritanya, menjadi bernuansa islam sbg alat dakwah yg sangat efektif.

Menurut para ahli kan udah byk yang menyinggung persoalan tanggal kelahiran yesus dan itu ternyata itu salah kaprah, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah
dirayakan oleh umat Kristen. Perayaan Natal yang skrg dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai
diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M, Gereja Barat
memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus
,
yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari
"Kelahiran Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun mengetahui hari
kelahiran Yesus. Nah disini kan aneh kalau tanggal 25 desember itu justru dijadikan Perayaan Natal.

Yg sangat aneh....dua hal yg menurut Anda aneh itu sdh sy jawab dan lbih aneh lagi, jawaban saya itu pun sdh Anda kutip.

jakajayagiri-2
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 995
Kepercayaan : Protestan
Location : bandung
Join date : 04.09.12
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by mang odoy on Mon Sep 10, 2012 9:14 pm

@jayagiri

25 Desember adalah hari yg ditetapkan untuk memperingati dan merayakan kelahiran Yesus di dunia. Tidak pernah ada klaim bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember. Jadi salah besar kalau menganggap bahwa Yesus lahir 25 Desember.
Kapan Yesus lahir, Alkitab hanya mencatat tanda2 umum berupa peristiwa2 khusus yg terjadi pada saat itu. Tidak ada catatan tanggal apalagi tahun.
Persoalan berikutnya, kenapa tanggal 25 Desember yang dipakai? Kenapa menggunakan tanggal yg semula dipakai sbg tanggal perayaan kaum pagan? Krn hal itu dipakai sbg strategi dakwah, agar perayaan kaum pagan itu bisa diubah menjadi perayaan bernuansa keagamaan. Sbg analogi, di tanah Jawa Sunan Kalijaga mengubah seni budaya hindu (wayang) termasuk muatan ceritanya, menjadi bernuansa islam sbg alat dakwah yg sangat efektif

Di BIBBLE...kelahiran Yesus diindikasikan BUKAN PADA MUSIM DINGIN....tapi lebih kepada AHIR MUSIM PANAS...sekitar ahir September...

Kalow emang sudah JELAS KETERANGAN DI BIBLE...ngapain NYATUT PAGANISME..??

Yaa...karena KRISTEN adalah COPY PASTE dari Paganisme.... !! basi

mang odoy
KAPTEN
KAPTEN

Posts : 4233
Kepercayaan : Islam
Join date : 11.10.11
Reputation : 83

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by brotherOON on Mon Sep 10, 2012 10:36 pm

wedi mode : on

ga ada larangan dalam alkitab memperingati hari lahir yesus tanggal 25 desember

wedi mode : off

jawaban ala anak sd dari kristen klo udh nyungslep,, ngakak poll

atau

nyalain mode kristen dulu

yang penting esensinya,, tanggal ngga penting

matiin mode kristen


pffffffffffffffffff ketawa guling

brotherOON
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 105
Kepercayaan : Islam
Location : Lost World
Join date : 07.07.12
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by uplikitif.hajinskei on Mon Sep 10, 2012 11:19 pm

@jakajayagiri-2 wrote:
25 Desember adalah hari yg ditetapkan untuk memperingati dan merayakan kelahiran Yesus di dunia. Tidak pernah ada klaim bahwa Yesus lahir tanggal 25 Desember. Jadi salah besar kalau menganggap bahwa Yesus lahir 25 Desember. ??
Kapan Yesus lahir, Alkitab hanya mencatat tanda2 umum berupa peristiwa2 khusus yg terjadi pada saat itu. Tidak ada catatan tanggal apalagi tahun.
Persoalan berikutnya, kenapa tanggal 25 Desember yang dipakai? Kenapa menggunakan tanggal yg semula dipakai sbg tanggal perayaan kaum pagan? Krn hal itu dipakai sbg strategi dakwah, agar perayaan kaum pagan itu bisa diubah menjadi perayaan bernuansa keagamaan. Sbg analogi, di tanah Jawa Sunan Kalijaga mengubah seni budaya hindu (wayang) termasuk muatan ceritanya, menjadi bernuansa islam sbg alat dakwah yg sangat efektif.
BUginiH...

hoax diatas masih bersifat asumtif.. apriori. ambigu

kenyataan yg anda sebutkan tidak berbanding lurus.
menjebakkan diri pada pengertian yang belum lengkap

klaim referensi inkulturasi Islam thdp kesenian hindu ( ??) oleh Sunan kalijaga. masih terlalu cepat di simpulkan

ada beberapa point yg perlu lebih dalam melakukan"penelanjangan"
I
jauh sebelum merujuk ksana, ada baiknya mengetahui fakta2 sejarah
- agama2 di jawa ( kontekstual dgn sunan kalijaga yg anda sebut )
- dan bagaimana perkembangannya

qlue agama2 di Jawa:
- undetected theology / animisme / dinamisme
- Budha
- hindu
- Islam
Transisi dominasi agama-agama, selalu terjadi proses SINKRETISME
( percampuran ajaran ) dan konflik .

II
sejarah wayang dan perkembangannya

III
- Tela'ah naskah2 pewayangan ( berbagai macam referensi, serat/ kakawin )
- sejarah perkembangan alat musik gamelan
( dari sini akan terlihat , bagaimana proses akulturasi, internalisasi, dan bagaimana sinkretisme terjadi.
dapat di lacak melalui artefak sejarah pewayangan dan gamelan sebagai ilustrasi yg selalu dan selalu mempunyai keterkaitan dengan lirik dan dominasi theos
)

IV
Sejarah Sunan kalijaga,
artinya,, anda juga harus tau betul sejarah wali songo .

apakah walisongo itu adalah geng 9 wali ?
ataukah walisongo itu nama organisasi / NGO waktu itu ?

baca buku, sekolah !


Wayang terlalu cepat di simpulkan sebagai kesenian Hindu.
sebelum hindu masuk , wayang kuno sudah lebih dulu terdeteksi.

lalu bagaimana penokohan wayang yg identik dengan hindu ?
( untuk menjawab ini,perlu skripsi dan desertasi dengan banyak judul )

@jakajayagiri-2 wrote:
Sbg analogi, di tanah JawaSunan Kalijaga mengubah seni budaya hindu (wayang) termasuk muatan ceritanya, menjadi bernuansa islam sbg alat dakwah yg sangat efektif.

Logikanya sangat ambugadul..

Sunan Kalijaga melakukan pembongkaran kultur dominan, komodifikasi wayang untuk keperluan dakwah ???

mudahnya buginih :

wayang ( yg kate lu punya hindu ), di obok2 sunan Kalijaga. di modif total .
setelah di modif, di pake buat dakwah..

pertanyaannya :
- HIndu membiarkannya ( komodifikasi wayang by sunan SK ) ?
- hindu diam saja ketika wayang ( yg kate lu punya hindu )
di Islam2in ?

saya sebenarnya bisa jawab pertanyaan ini.
tapi.. saya tujukan kepada anda

" Bagaimana wayang yg hindu itu ?
dan bagaimana wayang yg Islam itu ?
"

avatar
uplikitif.hajinskei
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 249
Location : jogjakarta
Join date : 30.08.12
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by uplikitif.hajinskei on Wed Sep 12, 2012 4:36 am

up
avatar
uplikitif.hajinskei
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 249
Location : jogjakarta
Join date : 30.08.12
Reputation : 2

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by jakajayagiri-2 on Wed Sep 12, 2012 10:55 pm

@uplikitif.hajinskei wrote:
saya sebenarnya bisa jawab pertanyaan ini.
tapi.. saya tujukan kepada anda

" Bagaimana wayang yg hindu itu ?
dan bagaimana wayang yg Islam itu ?
"


Lah ya dijawab saja toh ? Dgn begitu diskusi bisa berjalan dgn enak dan lugas tanpa harus terkesan berteori muluk2.

jakajayagiri-2
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 995
Kepercayaan : Protestan
Location : bandung
Join date : 04.09.12
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by keroncong on Mon Sep 24, 2012 6:21 am

menurut teman saya yang anak profetik apostolik, yesus lahir tanggal 22 desember........dan menurut advent, yesus lahir tanggal 6 januari.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by jakajayagiri-2 on Mon Sep 24, 2012 11:45 am

ichreza wrote:menurut teman saya yang anak profetik apostolik, yesus lahir tanggal 22 desember........dan menurut advent, yesus lahir tanggal 6 januari.

Kami merayakan esensi kelahiranNya di dunia. Bkn merayakan tanggal atau hari lahirnya.

jakajayagiri-2
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 995
Kepercayaan : Protestan
Location : bandung
Join date : 04.09.12
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by jakajayagiri-2 on Mon Sep 24, 2012 11:48 am

ichreza wrote:menurut teman saya yang anak profetik apostolik, yesus lahir tanggal 22 desember........dan menurut advent, yesus lahir tanggal 6 januari.

Kami merayakan esensi kelahiranNya di dunia. Bkn merayakan tanggal atau hari lahirnya.

jakajayagiri-2
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 995
Kepercayaan : Protestan
Location : bandung
Join date : 04.09.12
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by SEGOROWEDI on Mon Sep 24, 2012 12:11 pm

Kenapa menggunakan tanggal yg semula dipakai sbg tanggal perayaan kaum pagan? Krn hal itu dipakai sbg strategi dakwah, agar perayaan kaum pagan itu bisa diubah menjadi perayaan bernuansa keagamaan.

sudah dijawab, sudah bukan misteri lagi..
ehmm

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by keroncong on Tue Sep 25, 2012 4:48 pm

@jakajayagiri-2 wrote:
ichreza wrote:menurut teman saya yang anak profetik apostolik, yesus lahir tanggal 22 desember........dan menurut advent, yesus lahir tanggal 6 januari.

Kami merayakan esensi kelahiranNya di dunia. Bkn merayakan tanggal atau hari lahirnya.

seperti itulah jawaban teman saya...... sama persis.....
jangan2 anda ini temen saya yg apostolik itu yah.... piss
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by jakajayagiri-2 on Fri Sep 28, 2012 11:39 am

ichreza wrote:
@jakajayagiri-2 wrote:
ichreza wrote:menurut teman saya yang anak profetik apostolik, yesus lahir tanggal 22 desember........dan menurut advent, yesus lahir tanggal 6 januari.

Kami merayakan esensi kelahiranNya di dunia. Bkn merayakan tanggal atau hari lahirnya.

seperti itulah jawaban teman saya...... sama persis.....
Bohong ah...gak persis. Kan menurut teman Anda tggl 22 Desember

jakajayagiri-2
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 995
Kepercayaan : Protestan
Location : bandung
Join date : 04.09.12
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by bezat on Sat Oct 06, 2012 11:43 am

lahirnya 25 desember yah.?


Yesus pastinya lahir bukan pada tanggal 25 december. Mengingat kelahiran Yesus adalah point utamanya bukan tanggalnya, tetapi ada juga makna lain di tgl 25 december yaitu 6 hari sebelum tahun baru untuk mengingatkan kita apa yg telah diperbuat Yesus untuk manusia.
Jadi persoalannya apa bagi yg mempersoalkan??? Mau menghitung umur?? ketawa guling

bezat
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 152
Kepercayaan : Protestan
Location : Kota Kafir
Join date : 05.10.12
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by Bonifasius on Fri Nov 30, 2012 12:13 pm

Seputar Adven dan Natal
Mengerti apa yang terjadi di seputar Natal

Setiap tahun umat Kristiani merayakan Natal. Bagi umat Katolik, perayaan Natal didahului dengan persiapan masa Natal, yaitu Masa Adven yang merupakan masa persiapan kedatangan Kristus. Bagi banyak orang, Natal dan Adven identik dengan pohon natal, kandang natal, dan hadiah natal. Namun, lebih daripada itu, hal yang terpenting dilakukan adalah persiapan rohani untuk menyambut Kristus. Namun sayangnya, banyak orang kurang mengetahui alasan dan makna di balik semua persiapan rohani yang dilakukan. Artikel ini bertujuan untuk mengupas tradisi di seputar Natal dan persiapan yang dilakukan selama masa Adven, sehingga kita yang merayakan akan semakin menghargai apa yang biasa kita lakukan.
Seputar Natal
1. Kedatangan Yesus menjadi Anno Domini

Secara tidak sadar, sebenarnya dunia mengakui kedatangan Kristus sebagai satu hal yang begitu istimewa, karena perhitungan kalendar internasional menggunakan acuan kedatangan Kristus, yaitu yang dinamakan Anno Domini (AD), artinya tahun Tuhan, untuk menandai tahun-tahun sesudah kelahiran Kristus; dan BC, yaitu singkatan dari Before Christ untuk tahun- tahun sebelum kelahiran Kristus. Dengan demikian, kedatangan Kristus membagi sejarah manusia menjadi dua, dan titik pusatnya adalah Kristus sendiri. Ini adalah kenyataan yang terjadi berabad-abad dan patokan AD dan BC akan terus berlaku sampai akhir zaman.

Namun, kalau kita mengadakan perhitungan, sebenarnya kedatangan Kristus bukanlah permulaan tahun AD, namun sekitar 7BC – 5BC. Dionysius Exiguus (470-544) adalah seorang anggota Scythian monks, yang akhirnya tinggal di Roma sekitar tahun 500. Dionysius adalah orang yang pertama kali memperkenalkan AD (Anno Domini / the year of the Lord) pada waktu dia membuat kalendar Paskah (Easter). Sistem penanggalan ini menggantikan sistem penanggalan Diocletian, karena Dionysius tidak ingin menggunakan perhitungan Diocletian, seorang Kaisar yang menganiaya jemaat Kristen di abad ke-3. Dionysius mengatakan bahwa Anno Domini dimulai 754 tahun dari pondasi Roma (A.U.C) atau tahun 1 AD, yaitu tahun dimana Yesus lahir (dalam perhitungan Dionysius). Namun berdasarkan perhitungan para ahli, terutama berdasarkan bukti sejarah dari Josephus, maka perhitungan ini tidaklah benar.

Kitab Matius mengatakan “Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem” (Mt 2:1). Josephus, seorang ahli sejarah mengatakan bahwa Raja Herodes meninggal setelah berkuasa selama 34 tahun (de facto) dari meninggalnya Antigonus dan 37 tahun (de jure) sejak Roma mengeluarkan perintah yang menyatakan bahwa dia adalah raja (Josephus, Antiquities, 17,8,1). Antigonus meninggal pada saat Marcus Agrippa dan Lucius Caninius Gallus menjadi konsulat, yaitu pada tahun 37 BC.[1]. Herodes menjadi raja pada saat Caius Domitias Calvinus dan Caius Asinius Pollio menjadi konsulat pada tahun 40 BC. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Dihitung dari meninggalnya Antigonus: 37 BC – 34 = 3 BC atau dihitung dari Raja Herodes menjadi raja: 40 BC – 37 = 3 BC.

Oleh karena itu, raja Herodes dipercaya meninggal sekitar 3 BC – 5 BC, atau kemungkinan sekitar 4 BC. Hal ini dikarenakan Josephus mengatakan bahwa pada saat tahun itu juga terjadi gerhana bulan (Josephus, Antiquities, 17,6, 4). Dan gerhana bulan ini terjadi pada tahun 4 BC. Karena Herodes meninggal tahun 4 BC, maka Kristus harus lahir sebelum tahun 4 BC. Dan diperkirakan Yesus lahir beberapa tahun sebelum kematian raja Herodes. Berdasarkan perhitungan tersebut di atas, para ahli percaya bahwa kelahiran Yesus adalah sekitar tahun 7 BC – 6 BC.
2. Mengapa merayakan Natal tanggal 25 Desember

Setiap tahun kita merayakan hari Natal, yaitu Hari Kelahiran Yesus Kristus. Namun mungkin banyak di antara kita yang mempunyai pertanyaan- pertanyaan sehubungan dengan perayaan Natal, setidak-tidaknya seperti tiga buah pertanyaan berikut ini. Pertama, tentang asal-usul perayaan Natal. Kedua, apa perlunya merayakan Natal, mengingat kata Natal tidak disebut dalam Kitab Suci. Ketiga, bolehkah merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember?[2]

Memang ada beberapa teori tentang asal mula hari Natal dan Tahun Baru. Menurut Catholic Encyclopedia, pesta Natal pertama kali disebut dalam “Depositio Martyrum” dalam Roman Chronograph 354 (edisi Valentini-Zucchetti (Vatican City, 1942) 2:17).[3] Dan karena Depositio Martyrum ditulis sekitar tahun 336, maka disimpulkan bahwa perayaan Natal dimulai sekitar pertengahan abad ke-4.

Kita juga tidak tahu secara persis tanggal kelahiran Kristus, namun para ahli memperkirakan sekitar 8-6 BC (Sebelum Masehi). St. Yohanes Krisostomus berargumentasi bahwa Natal memang jatuh pada tanggal 25 Desember, dengan perhitungan kelahiran Yohanes Pembaptis. Karena Zakaria adalah imam agung dan hari silih (Atonement) jatuh pada tanggal 24 September, maka Yohanes Pembaptis lahir tanggal 24 Juni dan Kristus lahir enam bulan setelahnya, yaitu tanggal 25 Desember.[4]

Banyak juga orang yang mempercayai bahwa kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember adalah berdasarkan tanggal winter solstice (25 Desember dalam kalendar Julian). Pada tanggal tersebut matahari mulai kembali ke utara. Dan pada tanggal yang sama kaum kafir /pagan berpesta “Dies Natalis Solis Invicti” (perayaan dewa Matahari). Pada tahun 274, kaisar Aurelian menyatakan bahwa dewa matahari sebagai pelindung kerajaan Roma, yang pestanya dirayakan setiap tanggal 25 Desember.[5] Hal ini juga berlaku untuk tahun baru, yang dikatakan berasal dari kebiasaan suku Babilonia. Semua ini merupakan spekulasi.

Namun, anggaplah bahwa data historis tersebut di atas benar, dan pesta Natal diambil dari kebiasaan kaum kafir, maka pertanyaannya, apakah kita sebagai orang Kristen boleh merayakannya? Jawabannya YA, dengan beberapa alasan:

a. Alasan inkulturasi. Kita tidak harus menghapus semua hal di dalam sejarah atau kebiasaan tertentu di dalam kebudayaan tertentu, sejauh itu tidak bertentangan dengan ajaran dan doktrin Gereja dan juga membantu manusia untuk lebih dapat menerima Kekristenan. Esensi dari perayaan Natal adalah kita ingin memperingati kelahiran Yesus Kristus, yang menunjukkan misteri inkarnasi yaitu Allah menjelma manjadi manusia. Dan karena Yesus adalah Terang Dunia (Lih. Yoh 8:12; Yoh 9:5), maka sangat wajar untuk mengganti penyembahan kepada dewa matahari dengan Allah Putera, yaitu Yesus, Sang Terang Dunia itu. Dan karena Yesus adalah “awal dan akhir” dan datang “untuk membuat semuanya baru” (Why 21:5-6), maka tahun kelahiran Kristus diperhitungkan sebagai tahun pertama atau disebut 1 Masehi. Dengan ini, maka orang-orang yang tadinya merayakan dewa matahari, setelah menjadi Kristen, mereka merayakan Tuhan yang benar, yaitu Yesus Sang Terang Dunia. Dan orang-orang tersebut akan dengan mudah menerima Kekristenan, sedangkan Gereja juga tidak mengorbankan nilai-nilai Kekristenan.
Namun di satu sisi, Gereja tidak pernah berkompromi terhadap hari Tuhan, yang kita peringati setiap hari Minggu. Di sini Gereja mengetahui secara persis, bahwa kematian Tuhan Yesus di kayu salib jatuh pada hari Jumat, dan kebangkitan-Nya adalah hari Minggu. Pada masa Gereja awal, ada sekelompok orang yang memaksakan untuk mengadakan hari Tuhan pada hari Sabat (mulai hari Jumat sore sampai Sabtu malam). Namun beberapa Santo di abad awal mempertahankan bahwa hari Tuhan adalah hari Minggu dengan alasan: 1) Yesus bangkit pada hari Minggu, 2) Yesus memperbaharui hukum dalam Perjanjian Baru dengan hukum yang baru. Dengan dasar inilah Gereja tetap teguh mempertahankan hari Minggu sebagai hari Tuhan. Namun dalam hal perayaan Natal, tidak ada yang tahu secara persis hari kelahiran Tuhan Yesus, sehingga perayaannya ditentukan dengan pertimbangan tertentu, sebagaimana disebutkan di atas, tanpa mengorbankan prinsip ajarannya.

b. Kalau kita amati, manusia dalam relung hatinya mempunyai keinginan untuk menemukan Penciptanya. Penyembahan kepada dewa matahari merupakan perwujudan bahwa menusia mengakui bahwa ada sesuatu yang lebih tinggi daripada dirinya, dan mereka menganggap ‘sesuatu’ itu adalah matahari, yang dipandang dapat memberikan kehidupan bagi mahluk hidup pada waktu itu. Namun sesuai dengan prinsip “grace perfects nature atau rahmat menyempurnakan sifat alamiah”[6] , maka tidak ada salahnya untuk mengadopsi tanggal yang sama, dengan menyempurnakan konsep yang salah sehingga menjadi benar, dalam hal ini, penyembahan terhadap dewa terang/ matahari dialihkan kepada penyembahan kepada Yesus, Sang Sumber Terang, yang menciptakan matahari dan segala ciptaan lainnya.

c. Adalah baik untuk mempunyai tanggal tertentu (dalam hal ini 25 Desember untuk perayaan Natal), yang setiap tahun diulang tanpa henti sampai pada akhir dunia. Tanggal ini senantiasa akan mengingatkan kita akan kelahiran Yesus Kristus. Kalau kita mengadakan angket di seluruh dunia, dengan pertanyaan “Kita memperingati apakah pada tanggal 25 Desember?”, kita dapat yakin bahwa hampir semua jawaban akan mengatakan “Hari Natal, atau kelahiran Kristus” dan bukan merayakan dewa matahari, ataupun perayaan lainnya.

d. Untuk umat Katolik, melalui masa Adven, Gereja menginginkan agar seluruh umat Katolik mempersiapkan diri menyambut datangnya Sang Raja. Dari sini kita melihat bahwa Gereja Katolik justru mendorong kita semua untuk mengambil bagian dalam persiapan Natal, yaitu dengan pertobatan, agar hati kita siap menyambut kedatangan-Nya yang kita rayakan pada tanggal 25 Desember.

Namun, bukankah Natal tidak pernah disebutkan dalam Kitab Suci? Mengapa kita tetap merayakan Natal? Kita tahu, bahwa tidak semua hal disebutkan di dalam Kitab Suci (lih. Yoh 21:25), termasuk kata Inkarnasi, Trinitas, Natal. Jangan lupa juga bahwa Kitab Suci pun tidak pernah menuliskan larangan untuk merayakan Natal. Satu hal yang pasti adalah kelahiran Yesus disebutkan di dalam Kitab Suci. Merayakan misteri Inkarnasi, merayakan Tuhan datang ke dunia dalam rupa manusia, merayakan bukti cinta kasih Allah kepada manusia adalah esensi dari perayaan Natal. Dengan demikian, perayaan Natal adalah hal yang sangat baik, karena seluruh umat Allah memperingati belas kasih Allah. Kalau memperingati ulang tahun anak kita adalah sesuatu yang baik – karena mengingatkan akan kasih Allah yang memberikan anak di dalam keluarga kita, maka seharusnya memperingati ulang tahun Sang Penyelamat kita adalah hal yang amat sangat baik, bahkan sudah seharusnya dilakukan.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah boleh merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember atau sesudah lewat masa Natal? Sebenarnya, dari pemahaman makna Adven, kita, umat Katolik, tidak dianjurkan untuk merayakan Natal sebelum hari Natal. Sebab justru karena kita menghargai hari Natal sebagai hari yang sangat istimewa, maka kita perlu mempersiapkan diri untuk menyambutnya. Persiapan ini kita lakukan dengan masa pertobatan selama 4 minggu, yaitu mengosongkan diri kita dari segala dosa yang menghalangi kita menyambut Sang Juru Selamat; agar pada hari kelahiran-Nya, kita dapat mengalami lahir-Nya Kristus secara baru di dalam hati kita. Dengan demikian, kalau kita ingin merayakan Natal bersama keluarga, mari kita rayakan setelah Malam Natal, setelah hari Natal, selama dalam 8 hari (Oktaf Natal). Gereja Katolik memang merayakan Natal sejak Malam Natal sampai hari Epifani (Minggu Pertama setelah Oktaf Natal) dan bahkan gereja-gereja memasang dekorasi Natal sampai perayaan Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis (hari Minggu setelah tanggal 6 Januari).
3. Mengapa pohon cemara?

Sejarah pohon natal dapat ditelusuri sampai di sekitar abad ke-8, saat St. Bonifasius (675-754)[Laah Nick Gw binar binar ], seorang uskup Inggris, menyebarkan iman Katolik di Jerman. Pada saat dia meninggalkan Jerman dan pergi ke Roma sekitar 15 tahun lamanya, jemaat yang dia tinggalkan kembali lagi kepada kebiasaan mereka untuk mempersembahkan kurban berhala di bawah pohon Oak. Namun dengan berani St. Bonifasius menentang hal ini dan kemudian menebang pohon Oak tersebut. Jemaat kemudian bertanya bagaimana caranya mereka dapat merayakan Natal. Maka St. Bonifasius kemudian menunjuk kepada pohon fir atau pine, yang melambangkan damai dan kekekalan karena senantiasa hijau sepanjang tahun. Juga karena bentuknya meruncing ke atas, maka itu mengingatkan akan surga. Bentuk pohon yang berupa segitiga dan menjulang ke atas serta hijau sepanjang tahun, inilah mengingatkan kita akan misteri Trinitas, Allah yang kekal untuk selama-lamanya, yang turun ke dunia dalam diri Kristus untuk menyelamatkan manusia.

Maka walaupun memang tradisi pohon cemara tidak diperoleh dari jaman dan tempat asal Yesus, penggunaan pohon cemara tidak bertentangan dengan pengajaran Kitab Suci. Dalam hal ini, yang dipentingkan adalah maknanya: yaitu untuk mengingatkan umat Kristiani agar mengingat misteri kasih Allah Trinitas yang kekal selamanya, yang dinyatakan dengan kelahiran Yesus Sang Putera ke dunia demi menebus dosa manusia.

Tulisan Dari:Ditulis oleh: Stefanus Tay
Atau Bisa Di Lihat di
**link is deleted by Mod**

Bonifasius
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 28
Kepercayaan : Lain-lain
Location : BALI
Join date : 28.11.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by ramayana on Mon Dec 10, 2012 12:08 am

http://www.laskarislam.com/t4801-adakah-ajaran-kebaikan-di-islam
avatar
ramayana
Pengembara

Male
Posts : 3477
Location : Jerusalem
Join date : 21.07.12
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by ramayana on Thu Jan 24, 2013 9:00 am

Tanggal 25 desember ada dasarnya. ane kasih tau minggu depan.

25 Desember adalah hari ke 359 dalam setahun, dan Bab ke 359 di Alkitab Injil merupakan ayat 1 Tawarikh 21: 1 dimana nama Satan (****) disebutkan pertama kali.

ini fitnah apalagi?
apa yg di maksud dengan BAB 359?
Alkitab hanya mengenal pasal dan ayat!

Alkitab/taurat aslinya ttidak ada psal dan ayat. itu di tambahin agar memudahkan dalam pencarian ayat.

dan lagi setahun adalah 365 hari. dan kalau kabisat 366 hari.

ini pakai yang biasa atau yang kabisat?

hahahahahaha...
avatar
ramayana
Pengembara

Male
Posts : 3477
Location : Jerusalem
Join date : 21.07.12
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by Cak Yadi on Wed Feb 06, 2013 4:01 pm

Natal pada mulanya dirayakan pada minggu pertama Januari. Tanggal 25 Desember adalah perayaan kelahiran Dewa Matahari. Karena jaraknya yang pendek maka gereja memutuskan untuk mengubah perayaan Natal pada Tanggal 25 Desember. Hal ini untuk mengalihkan perayaan kelahiran Dewa Matahari menjadi kelahiran Yesus. Dan akhirnya berhasil !!!
avatar
Cak Yadi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 111
Kepercayaan : Katolik
Location : Solo
Join date : 06.02.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by isaku on Wed Feb 06, 2013 4:07 pm

jadi benar dong ya kalo dibilang yesus dijadikan tuhan untuk menggantikan para tuhan pagan

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by Cak Yadi on Thu Feb 07, 2013 9:37 am

@isaku wrote:jadi benar dong ya kalo dibilang yesus dijadikan tuhan untuk menggantikan para tuhan pagan
Beda Gan. Yesus sudah jadi Tuhan saat itu tetapi banyak orang yang masih suka menyembah Dewa matahari. Jadi pergantian tanggal perayaan untuk membuat orang yang menyembah Dewan Matahari beralih menyembah Yesus
avatar
Cak Yadi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 111
Kepercayaan : Katolik
Location : Solo
Join date : 06.02.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by isaku on Thu Feb 07, 2013 9:47 am

@Cak Yadi wrote:
@isaku wrote:jadi benar dong ya kalo dibilang yesus dijadikan tuhan untuk menggantikan para tuhan pagan
Beda Gan. Yesus sudah jadi Tuhan saat itu tetapi banyak orang yang masih suka menyembah Dewa matahari. Jadi pergantian tanggal perayaan untuk membuat orang yang menyembah Dewan Matahari beralih menyembah Yesus
jadi semenjak kapan yesus jadi tuhan?

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3532
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by The.Barnabas on Thu Feb 07, 2013 9:55 am

^
^

ane suka pertanyaan 2 good
avatar
The.Barnabas
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 894
Location : Jakarta
Join date : 27.07.12
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: Misteri Tanggal 25 Desember, Hari Kelahiran Yesus?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 3 dari 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik