FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Halaman 11 dari 13 Previous  1, 2, 3 ... 10, 11, 12, 13  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by Penyaran on Tue Sep 18, 2012 4:30 pm

First topic message reminder :

Teori reinkarnasi memang menjadi “nilai jual” agama Buddha di negara-negara Barat, terutama Amerika. Bab reinkarnasi ini banyak ditentang oleh penganut agama lain, tapi tidak ada teori yang mampu menyangkal teori reinkarnasi ini. Penyangkalan-penyangkalan itu hanya berdasarkan pada kepercayaan bahwa di agama mereka tidak ada ajaran mengenai reinkarnasi.

akhir dari reinkarnasi yang berulang itu adalah pencapaian Nibbana. artinya, kalau orang sudah pencapaian Nibbana, ia tidak bereinkarnasi lagi.

itu kalau berbicara akhir. tapi kalau berbicara awal, sebelum makhluk-makhluk terlahir dalam wujud yang saat ini, awal dari yang paling awal seluruh makhluk ini sebenarnya apa?

jika seluruh makhluk itu merupakan reinkarnasi dari mahluk-makhluk yang sebelumnya berarti tidak ada makhluk-makhluk baru dan itu berarti jumlah makhluk di dunia ini tidak bertambah.

Bagaimana membuktikan kalo ada kehidupan yang dulu?
Secara ilmiah tidak bisa dibuktikan. Sampai saat ini kita belum pernah mendengar Nabi Adam dan keturunan awalnya di zaman dahulu itu hidup kembali di Zaman sekarang ini. Hipnotis hanya mampu membuktikan ketika ia usia kanak-kanak saja. Usia sebelum itu, akal dan fikiran belum diciptakan sempurna. Jadi otomatis pasti jawabannya mengarang-ngarang... lagipula jika seseorang telah meninggal maka ruhnya akan pindah ke alam lain. Jadi ruh ini tidak bisa diwawancarai.

Pun jika ada reinkarnasi, bumi yang manakah yang digunakan oleh orang tersebut ?? Bumi kita ini hanya satu. Apakah reinkarnasi mengkhayalkan adanya dunia paralel di bumi ini ? Dunia paralel itu hanyalah angan-angan saintifik yang tidak bisa diwujudkan.

http://myquran.org/forum/index.php?topic=81916.0;all

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down


Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by gyojo on Mon Jul 20, 2015 7:10 pm

@dee-nee wrote:
@gyojo wrote:
1. Unsur pembentuk kehidupan disebut pancakhanda yaitu rupa/jasmani, kesadaran, perasaan, pikiran dan pencerapan. Unsur itu terbentuk disebabkan tiga bentuk tanha yaitu : 1 ketagihan pada kenikmatan indria? Terdapat lima utas kenikmatan indria ini: bentuk-bentuk yang dikenali oleh mata yang diharapkan, diinginkan, menyenangkan dan disukai, terhubung dengan kenikmatan indria, dan merangsang nafsu; suara-suara yang dikenali oleh telinga yang diharapkan, diinginkan, menyenangkan dan disukai, terhubung dengan kenikmatan indria, dan merangsang nafsu; bau-bauan yang dikenali oleh hidung yang diharapkan, diinginkan, menyenangkan dan disukai, terhubung dengan kenikmatan indria, dan merangsang nafsu; rasa kecapan yang dikenali oleh lidah yang diharapkan, diinginkan, menyenangkan dan disukai, terhubung dengan kenikmatan indria, dan merangsang nafsu; objek objek sentuhan yang dikenali oleh badan yang diharapkan, diinginkan, menyenangkan dan disukai, terhubung dengan kenikmatan indria, dan merangsang nafsu. Keinginan dan nafsu pada lima utas kenikmatan indria inilah disebut ketagihan pada kenikmatan indria.

2.ketagihan pada penjelmaan? Terdapat tiga jenis penjelmaan: penjelmaan di alam indria, penjelmaan di alam berbentuk, penjelmaan di alam tanpa bentuk. Bergembira dalam penjelmaaan, sangat bergembira dalam penjelmaan, bersukacita dalam penjelmaan inilah disebut ketagihan pada penjelmaaan.

3.ketagihan pada pemusnahan? Mengalami kesusahan, malu, dan jijik dengan penjelmaan yang sama ini dan bergembira dalam ketiadaan penjelmaan, dengan mengatakan, ‘Sejauh diri ini, Tuan, musnah dan hancur dengan hancurnya jasmani dan tidak ada lagi setelah kematian, ini adalah damai, ini adalah keluhuran, hanya itu!’

oke semua clear ... jadi intinya umat Buddha harus bisa mengendalikan diri ... jangan tergantung oleh kenikmatan yang didapat oleh panca indra, jangan bersuka cita yang berlebihan begitu juga jangan bersedih berlebihan

lalu apa hubungan-nya dengan karma dan reinkarnasi ??

@gyojo wrote:2. sang budha sebagai penemu dan guru dari kebenaran yg sudah ada
3.ada 3 aliran besar dalam agama budha yaitu mahayana ( agama budha dengan tradisi tiongkok ) theravada ( agma budha dg tradisi india )  dan tantrayana ( agama budha dg tradisi tibet ). Ketiga aliran tersebut berbeda sesuai dg tradisi nya namun memilik kesamaan sama2 mengajarkan hukum karma, sama2 tdk mengakui tuhan personal. Dan memiliki inti ajaran yg sama yaitu tiga corak kehidupan. (Tilakhana )

2. clear
3. lalu bagaimana ajaran Buddha diterapkan dalam konteks politik dan perang (misalnya)
seperti kita tahu ... Sriwijaya adalah kerajaan Buddha, Myanmar dan Thailand juga berbasis kerajaan Buddha
apa yang harus dilakukan seorang raja dalam sudut pandang Buddha ??
apakah mungkin terjadi seorang raja yang beragama Buddha mendapat pencerahan (seperti sang Buddha yang mendapatkan pencerahan) ??

maaf kalau pertanyaan saya menyebalkan ...

piss  piss

-karena sebab2 tersebut maka terjadi kelahiran kembali, karena adanya kelahiran kembali maka terikat oleh hukum karma.

-ajaran budha bisa saja diterapkan dalam perang, jika seseorang berperang utk melindungi sesama bukan berperang karena kebencian maka kualitas karma nya pun berbeda tergantung niat nya. Hanya sj seseorang yg masih terikat dlm peperangan sulit utk mencapai pencerahan, membutuhkan waktu yg lebih lama dibandingkan dengan seseorang yg menjauhkan diri dari peperangan

-semua makhluk bisa mencapai pencerahan lewat jalan mulia beruas 8

gyojo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 33
Posts : 145
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 05.06.15
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by dee-nee on Mon Jul 20, 2015 10:30 pm

@gyojo wrote:-ok masuk akal buat sy jika diciptakan itu sebuah personifikasi. Gini loh bro kitab suci alquran itu kan memuat firman tuhan melalui nabi kan? Nah nabi tsb memperoleh firman dari tuhan melalui apa? Apa nabi tersebut mendengar suara tuhan? Atau nabi tersebut bertemu dengan tuhan?

lah iya makanya ini satu2 ... hehehehehehe (kelamaan ya)
Dalam Islam ... tidak ada satupun manusia yang sanggup mendengar atau melihat Allah (termasuk para nabi) ...  

Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.(QS 42:51)

underline : ada perdebatan antara muslim apakah Muhammad bertemu Allah ketika mi'raj ... karena pada waktu itu Muhammad melihat cahaya

baca ini aja deh

http://www.konsultasisyariah.com/nabi-melihat-allah-ketika-isra-dan-miraj/#

pendapat saya : Muhammad pun tidak melihat Allah ... hanya melihat cahaya

atau misalnya ayat ini ... kisah tentang Ibrahim / Abraham mencari yang mutlak (Allah)

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam".

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (Al- An’aam ayat 75 – 79)

saya bukan mau jualan ayat loh ... tapi cuma mau menunjukkan pada anda ... apakah menurut anda .. dalam kisah diatas Ibrahim sedang berkomunikasi dengan mahluk ??

Dalam ayat tersebut tidak ada komukasi apa2 disitu ... tapi Ibrahim sendiri yang mencari tentang yang mutlak

terkait kuasa vs tidak kuasa ... kayanya bisa disambung setelah yang ini nyetrum

@gyojo wrote:
-yupz, agama budha lebih menekankan pengendalian diri. Ada kotbah budha yg bunyinya didalam diri terdapat awal dan akhir dunia, cuma sy tidak hafal detailnya hee ..

hehehehehehe

awal dan akhir dunia itu maksudnya gimana ?? >>> kalau mau jawab ... kalau tidak juga ga papa

btw ... pertanyaan saya selanjutnya tentang Buddha mungkin saya gabung dengan post tentang reinkarnasi cs ya

piss  piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by gyojo on Tue Jul 21, 2015 8:32 am

@dee-nee wrote:
@gyojo wrote:-ok masuk akal buat sy jika diciptakan itu sebuah personifikasi. Gini loh bro kitab suci alquran itu kan memuat firman tuhan melalui nabi kan? Nah nabi tsb memperoleh firman dari tuhan melalui apa? Apa nabi tersebut mendengar suara tuhan? Atau nabi tersebut bertemu dengan tuhan?

lah iya makanya ini satu2 ... hehehehehehe (kelamaan ya)
Dalam Islam ... tidak ada satupun manusia yang sanggup mendengar atau melihat Allah (termasuk para nabi) ...  

Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.(QS 42:51)

underline : ada perdebatan antara muslim apakah Muhammad bertemu Allah ketika mi'raj ... karena pada waktu itu Muhammad melihat cahaya

baca ini aja deh

http://www.konsultasisyariah.com/nabi-melihat-allah-ketika-isra-dan-miraj/#

pendapat saya : Muhammad pun tidak melihat Allah ... hanya melihat cahaya

atau misalnya ayat ini ... kisah tentang Ibrahim / Abraham mencari yang mutlak (Allah)

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam".

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat".

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (Al- An’aam ayat 75 – 79)

saya bukan mau jualan ayat loh ... tapi cuma mau menunjukkan pada anda ... apakah menurut anda .. dalam kisah diatas Ibrahim sedang berkomunikasi dengan mahluk ??

Dalam ayat tersebut tidak ada komukasi apa2 disitu ... tapi Ibrahim sendiri yang mencari tentang yang mutlak

terkait kuasa vs tidak kuasa ... kayanya bisa disambung setelah yang ini nyetrum

@gyojo wrote:
-yupz, agama budha lebih menekankan pengendalian diri. Ada kotbah budha yg bunyinya didalam diri terdapat awal dan akhir dunia, cuma sy tidak hafal detailnya hee ..

hehehehehehe

awal dan akhir dunia itu maksudnya gimana ?? >>> kalau mau jawab ... kalau tidak juga ga papa

btw ... pertanyaan saya selanjutnya tentang Buddha mungkin saya gabung dengan post tentang reinkarnasi cs ya

piss  piss

-Jika tuhan tdk berkata2 lalu isi alquran tentang perintah dan larangan tuhan itu datangnya darimana ? Dan anda mengatakan tuhan mengutus seorang utusan bukankah ini jelas sekali, tuhan itu berkondisi ?? Sama seperti seorang raja yg mengutus penasehatnya utk menyampaikan kebijakan sang raja kepada rakyatnya.

-awal dan akhir dunia yg dimaksud adalah samsara / awal dan akhir dari yg berkondisi.

piss piss piss

gyojo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 33
Posts : 145
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 05.06.15
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by dee-nee on Tue Jul 21, 2015 11:56 am

@gyojo wrote:
@dee-nee wrote:
oke semua clear ... jadi intinya umat Buddha harus bisa mengendalikan diri ... jangan tergantung oleh kenikmatan yang didapat oleh panca indra, jangan bersuka cita yang berlebihan begitu juga jangan bersedih berlebihan

lalu apa hubungan-nya dengan karma dan reinkarnasi ??

2. clear
3. lalu bagaimana ajaran Buddha diterapkan dalam konteks politik dan perang (misalnya)
seperti kita tahu ... Sriwijaya adalah kerajaan Buddha, Myanmar dan Thailand juga berbasis kerajaan Buddha
apa yang harus dilakukan seorang raja dalam sudut pandang Buddha ??
apakah mungkin terjadi seorang raja yang beragama Buddha mendapat pencerahan (seperti sang Buddha yang mendapatkan pencerahan) ??

maaf kalau pertanyaan saya menyebalkan ...

piss  piss

-karena sebab2 tersebut maka terjadi kelahiran kembali, karena adanya kelahiran kembali maka terikat oleh hukum karma.

-ajaran budha bisa saja diterapkan dalam perang, jika seseorang berperang utk melindungi sesama bukan berperang karena kebencian maka kualitas karma nya pun berbeda tergantung niat nya. Hanya sj seseorang yg masih terikat dlm peperangan sulit utk mencapai pencerahan, membutuhkan waktu yg lebih lama dibandingkan dengan seseorang yg menjauhkan diri dari peperangan

-semua makhluk bisa mencapai pencerahan lewat jalan mulia beruas 8

-awal dan akhir dunia yg dimaksud adalah samsara / awal dan akhir dari yg berkondisi.

1.  apa hubungannya antara pengendalian diri dengan kelahiran kembali ??
2. bagaimana dengan seorang raja ... tidak berperang, memerintah kerajaan dengan bijaksana dsb .... apakah dimungkinkan juga seorang raja  mendapat pencerahan
karena yang saya tangkap dari link sebelumnya tentang Buddha, agar mendapat pencerahan, at lease si individu harus bisa lepas dari segala hal yang bersifat duniawi ... misalnya seperti master Cheng Yen ...
tapi apakah seorang raja bisa seperti dia ?? >>> raja Thailand pun perilaku-nya masih jauh dibanding Cheng Yen
3. balik ke pertanyaan tentang dewa ... apa itu artinya dalam ajaran Buddha ... antara para dewa dan manusia dipandang sama ?? menjalani hidup yang sama ... apakah dalam sudut pandang Buddha ... para dewa ini seperti mahluk gaib begitu ??

bisa diceritakan ga bagaimana sudut pandang ajaran Buddha tentang film Sun Go Kong (wakakakakaka)
apa maksud cerita tentang 1000 tentara kerajaan langit/surga dsb
saya pribadi ga pernah ngikutin cerita ini sih ... tapi jelas saya pernah nonton walaupun cuma sedikit2

4. saya pernah nonton film tentang samsara >>> anda sudah nonton ??
yang seperti di film itu kah maksudnya samsara .... dimulai dari awal peradapan manusia .... berproses terus hingga balik lagi ke perilaku awal manusia ??

thanks much
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by dee-nee on Tue Jul 21, 2015 1:14 pm

@gyojo wrote:-Jika tuhan tdk berkata2 lalu isi alquran tentang perintah dan larangan tuhan itu datangnya darimana ? Dan anda mengatakan tuhan mengutus seorang utusan bukankah ini jelas sekali, tuhan itu berkondisi ?? Sama seperti seorang raja yg mengutus penasehatnya utk menyampaikan kebijakan sang raja kepada rakyatnya.
piss piss piss

- merah : datang dari Tuhan ... kan saya sudah bilang segala hal di dunia ini berasal dari Tuhan ... dan memang tidak pernah dalam Islam disebutkan bahwa para nabi berbicara dengan Tuhan ... atau Tuhan berkata2 kepada para nabi (manusia)

- biru : lah kan sudah dijelaskan .... manusia kadang butuh personifikasi untuk menjelaskan suatu hal yang manusia sendiri tidak akan sanggup menjelaskannya >>> jadi kalimat Tuhan mengutus tidak sama dengan analogi raja mengutus

makanya ... kenapa kok saya bawa kisah ibrahim itu ... saya hanya ingin menjelaskan bagaimana pandangan manusia (secara umum) terkait "sesuatu" yang mengendalikan mereka ... kan hubungan-nya antara kuasa vs tidak kuasa

supaya anda juga bisa mengerti kenapa kok akhirnya dalam agama samawi terdapat personifikasi2 tersebut terkait yang disebut DZAT ini

- kalau anda baca ayat tentang Ibrahim diatas ... kita bisa lihat bahwa manusia pada dasarnya selalu dan selalu mencari "tuhan" ... manusia itu sifatnya suka mengamati kan .... mengamati, bertanya, lalu mencari jawaban ... how, what, who dsb

akhirnya sampailah manusia pada tahap untuk selalu mencari "sesuatu" yang powerful yang mengendalikan alam semesta ini .... mencari asal sebuah kejadian "darimana aku berasal, darimana hujan berasal, mengapa terjadi bencana, mengapa terjadi penderitaan, mengapa ada matahari, siapa yang membuat gunung itu meletus, siapa yang menjadikan ini semua, siapa yang bisa melindungi aku dari bencana dan penderitaan, dsb"

muncul animisme dinamisme .... misalnya "Oh gunung itu meletus ... jadi manusia harus baik2 dengan gunung itu ... harus mengerti "sifat" gunung itu" ... maka mulailah manusia "berbaik2" dengan si gunung .... disembah2 ... di puja2 dsb >>> lalu muncul dewa2 dsb

Lalu Ibrahim bilang .... yang powerful bukan itu ... bukan ini ... bukan bintang, bukan matahari, bukan bulan .... dsb .... yang powerful itu adalah DZAT yang menguasai alam semesta ini ... dimana semua kejadian alam dan isinya berasal dari DZAT ini >>> jadi sembah-lah yang benar

perkataan 25 Nabi tidak akan jauh2 dari kalimat Ibrahim yang bold ...
ada non-samawi yang bilang "Tuhan agama samawi itu gila disembah"

kalau menurut saya terbalik ... justru manusia yang selalu mencari2 "pelindung" untuk diri mereka sendiri ... dan dalam samawi dikatakan ... kalau mau "selamat" berlindunglah pada yang benar ... yang benar2 bisa melindungi >>> maka munculah kata2 personifikasi dsb (maksudnya supaya manusia ini mengerti sesuai konteks untuk mencari "pelindung" ini)

misalnya tentang Nuh

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnyalalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selainNya”. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)”. (Al-A’raf: 59)

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. QS. Asy-Syuara’: 107-110)

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)?”.QS. Al-Mukminun: 23)

bold : kata2 "Allah mengutus Nuh" pun tidak bisa langsung diartikan ada sesosok mahluk mengeluarkan suara dari langit dan memberitahu Nuh akan terjadi badai besar kan ...

seperti saya bilang : saya pribadi ga tau apa yang dirasakan Nuh pada waktu itu ...

bagaimana kalau ternyata Nuh seperti mendapat "firasat atau pertanda atau pandangan atau prediksi atau gambaran atau apapun itu yang maha dasyat" bahwa akan terjadi badai besar dan beliau seperti mendapat "perintah" untuk membangun kapal (katakanlah firasat, kata hatinya, atau "insting"-nya) berkata begitu

coba perhatikan kalimat yang merah : bagaimana kalau pada waktu itu ... dengan "kemampuan" (atau saya tulis dengan "kebersihan dan kesucian" jiwa) yang Nuh miliki ... beliau dapat mengerti kejadian alam yang akan terjadi ... beliau memperingati kaumnya ... dan apa yang beliau katakan adalah benar ....

Mengenai kata2 Allah marah, murka, dsb >>> ya menurut saya ... itu personifikasi untuk menjelaskan bahwa "Segala hal di alam semesta ini MEMANG berasal dari Allah"

Dalam ayat Nuh diatas ada kalimat "Taqwa kepada Allah"

wiki wrote:Taqwa / takwa dalam bahasa Arab berarti memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja

maka logikanya : Kalau pada waktu itu kaum Nuh mendengar dan mentaati ajakan/perintah beliau ... otomatis mereka sudah disebut bertaqwa pada Allah kan ... otomatis mereka akan selamat dari bencana kan ... otomatis artinya mereka sudah "berlindung" pada DZAT yang benar

gitulah kira2
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by gyojo on Tue Jul 21, 2015 1:39 pm

@dee-nee wrote:
1.  apa hubungannya antara pengendalian diri dengan kelahiran kembali ??
2. bagaimana dengan seorang raja ... tidak berperang, memerintah kerajaan dengan bijaksana dsb .... apakah dimungkinkan juga seorang raja  mendapat pencerahan
karena yang saya tangkap dari link sebelumnya tentang Buddha, agar mendapat pencerahan, at lease si individu harus bisa lepas dari segala hal yang bersifat duniawi ... misalnya seperti master Cheng Yen ...
tapi apakah seorang raja bisa seperti dia ?? >>> raja Thailand pun perilaku-nya masih jauh dibanding Cheng Yen
3. balik ke pertanyaan tentang dewa ... apa itu artinya dalam ajaran Buddha ... antara para dewa dan manusia dipandang sama ?? menjalani hidup yang sama ... apakah dalam sudut pandang Buddha ... para dewa ini seperti mahluk gaib begitu ??

bisa diceritakan ga bagaimana sudut pandang ajaran Buddha tentang film Sun Go Kong (wakakakakaka)
apa maksud cerita tentang 1000 tentara kerajaan langit/surga dsb
saya pribadi ga pernah ngikutin cerita ini sih ... tapi jelas saya pernah nonton walaupun cuma sedikit2

4. saya pernah nonton film tentang samsara >>> anda sudah nonton ??
yang seperti di film itu kah maksudnya samsara .... dimulai dari awal peradapan manusia .... berproses terus hingga balik lagi ke perilaku awal manusia ??  

thanks much

1.kelahiran kembali disebabkan oleh diri sendiri, seperti yg sudah sy uraikan sebelumnya yaitu ketagihan akan kenikmatan indria, ketagihan pada bentukan/penjelmaan, ketagihan pada pemusnahan.
2. ada empat tingkat pencerahan yaitu sotapana, sakadagami, anagami, dan arahat. seorang perumah tangga bisa mencapai kesucian sotapanna. yg lepas dari segala hal duniawai sesungguhnya adalah kualitas pikirannya, karena biarpun seseorang menjauhkan diri dari hal2 duniawi namun pikirannya masih terikat hal duniawi maka dia tdk akan pernah mencapai kesucian.
3.dewa dan manusia sama2 makhluk berkondisi. seseorang bisa terlahir di alam dewa dalam agama budha disebabkan karma baik nya.
4. film sun go kong ya wkwkwkk ... film itu adalah kisah fiktif berdasarkan kisah nyata, dalam perjalanan ke barat biksu tong ditemani 3 orang murid nya yaitu Sun Go Kong merupakan tokoh yang sangat sakti. Tapi karena kesaktiannya, kadang-kadang dia merasa sombong. Dia juga egois dan keras kepala, tidak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya, yang penting tujuannya tercapai.
Sun Go Kong juga merupakan gambaran dari pikiran manusia yang liar, sulit dikontrol.
Dan satu sifat buruk lagi adalah kebencian (dosa).
Sun Go Kong selalu ingin menghabisi semua siluman yang ada di depannya tanpa berpikir panjang.

Kedua adalah tokoh Tie Pat Kai. Tie Pat Kai adalah tokoh yang sangat dimabuk asmara.
Bisa dibilang hobinya adalah menggoda setiap wanita yang dilewatinya.
Mungkin fakta yang lebih jelas adalah ungkapan yang sering diucapkannya, "Begitulah cinta, deritanya tiada akhir".
Mengapa bisa seperti itu?
Pat Kai diliputi oleh kesenangan batin, dipenuhi oleh hawa nafsu sehingga setiap bertemu wanita, air liurnya selalu keluar mengalir deras dari mulutnya. hahaha. Satu sifatnya lagi adalah keserakahan (lobha). Gambaran keserakahannya dapat diihat dari besar perutnya. hahaha. Pat Kai selalu ingin mendapatkan porsi lebih dari Go Kong dan Wu Ching.

Ketiga adalah tokoh Wu Ching. Wu Ching merupakan tokoh yang menggambarkan kebodohan batin. Dia tidak mempunyai pengetahuan banyak. Jadi seringkali dia dimanfaatkan oleh Pat Kai yang serakah. Disuruh melakukan apapun mau saja, tanpa berpikir panjang lagi. Mungkin kalau disuruh terjun oleh gurunya, dia mau saja ya.
Biksu Tong merupakan gambaran seorang manusia. Beliau didampingi oleh tiga makhluk dengan masing-masing sifat; kebencian, keserakahan, kebodohan. Itulah gambaran manusia. Stiap langkah selalu ditemani oleh tiga hal tersebut. Sama seperti Biksu Tong ketika dalam perjalanan mengambil kitab suci.

Lalu apa yang harus dilakukan terhadap tiga hal tersebut?
Apakah perlu menghancurkan ketiga sifat tersebut? Jawabannya adalah TIDAK.
Dalam cerita Kera Sakti sudah jelas bahwa ketiga belenggu tersebut tidak perlu dibinasakan. Tapi malah dijadikan teman. Go Kong, Pat Kai, dan Wu Ching tidak diusir oleh gurunya ketika mereka melakukan kesalahan kan? Bahkan ketika gurunya memahami sifat masing-masing dan mau bersahabat dengan mereka, sifat-sifat tersebut dengan sendirinya akan berubah, seiring dengan perjalanan dan tantangan yang dihadapi. Bersahabatlah dengan tiga hal tersebut. Coba pahami dan kenali ketiga hal tersebut.

Mengapa tidak dihancurkan saja? Kalau kita menghancurkannya, berarti kita memunculkan kembali kebencian kita bukan?

Tambahan, kuda yang dinaiki oleh Biksu Tong merupakan gambaran dari badan jasmani kita, saat butuh makanan, diberikan makan, lalu juga dimandikan, dll.

4.sy belum pernah nonton film samsara bro hee hee...

trims much piss

gyojo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 33
Posts : 145
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 05.06.15
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by gyojo on Tue Jul 21, 2015 2:01 pm

@dee-nee wrote:
@gyojo wrote:-Jika tuhan tdk berkata2 lalu isi alquran tentang perintah dan larangan tuhan itu datangnya darimana ? Dan anda mengatakan tuhan mengutus seorang utusan bukankah ini jelas sekali, tuhan itu berkondisi ?? Sama seperti seorang raja yg mengutus penasehatnya utk menyampaikan kebijakan sang raja kepada rakyatnya.
piss piss piss

- merah : datang dari Tuhan ... kan saya sudah bilang segala hal di dunia ini berasal dari Tuhan ... dan memang tidak pernah dalam Islam disebutkan bahwa para nabi berbicara dengan Tuhan ... atau Tuhan berkata2 kepada para nabi (manusia)

- biru : lah kan sudah dijelaskan .... manusia kadang butuh personifikasi untuk menjelaskan suatu hal yang manusia sendiri tidak akan sanggup menjelaskannya >>> jadi kalimat Tuhan mengutus tidak sama dengan analogi raja mengutus

makanya ... kenapa kok saya bawa kisah ibrahim itu ... saya hanya ingin menjelaskan bagaimana pandangan manusia (secara umum) terkait "sesuatu" yang mengendalikan mereka ... kan hubungan-nya antara kuasa vs tidak kuasa

supaya anda juga bisa mengerti kenapa kok akhirnya dalam agama samawi terdapat personifikasi2 tersebut terkait yang disebut DZAT ini

- kalau anda baca ayat tentang Ibrahim diatas ... kita bisa lihat bahwa manusia pada dasarnya selalu dan selalu mencari "tuhan" ... manusia itu sifatnya suka mengamati kan .... mengamati, bertanya, lalu mencari jawaban ... how, what, who dsb

akhirnya sampailah manusia pada tahap untuk selalu mencari "sesuatu" yang powerful yang mengendalikan alam semesta ini .... mencari asal sebuah kejadian "darimana aku berasal, darimana hujan berasal, mengapa terjadi bencana, mengapa terjadi penderitaan, mengapa ada matahari, siapa yang membuat gunung itu meletus, siapa yang menjadikan ini semua, siapa yang bisa melindungi aku dari bencana dan penderitaan, dsb"

muncul animisme dinamisme .... misalnya "Oh gunung itu meletus ... jadi manusia harus baik2 dengan gunung itu ... harus mengerti "sifat" gunung itu" ... maka mulailah manusia "berbaik2" dengan si gunung .... disembah2 ... di puja2 dsb >>> lalu muncul dewa2 dsb

Lalu Ibrahim bilang .... yang powerful bukan itu ... bukan ini ... bukan bintang, bukan matahari, bukan bulan .... dsb .... yang powerful itu adalah DZAT yang menguasai alam semesta ini ... dimana semua kejadian alam dan isinya berasal dari DZAT ini >>> jadi sembah-lah yang benar

perkataan 25 Nabi tidak akan jauh2 dari kalimat Ibrahim yang bold ...
ada non-samawi yang bilang "Tuhan agama samawi itu gila disembah"

kalau menurut saya terbalik ... justru manusia yang selalu mencari2 "pelindung" untuk diri mereka sendiri ... dan dalam samawi dikatakan ... kalau mau "selamat" berlindunglah pada yang benar ... yang benar2 bisa melindungi >>> maka munculah kata2 personifikasi dsb (maksudnya supaya manusia ini mengerti sesuai konteks untuk mencari "pelindung" ini)

misalnya tentang Nuh

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnyalalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selainNya”. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)”. (Al-A’raf: 59)

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. QS. Asy-Syuara’: 107-110)

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)?”.QS. Al-Mukminun: 23)

bold : kata2 "Allah mengutus Nuh" pun tidak bisa langsung diartikan ada sesosok mahluk mengeluarkan suara dari langit dan memberitahu Nuh akan terjadi badai besar kan ...

seperti saya bilang : saya pribadi ga tau apa yang dirasakan Nuh pada waktu itu ...

bagaimana kalau ternyata Nuh seperti mendapat "firasat atau pertanda atau pandangan atau prediksi atau gambaran atau apapun itu yang maha dasyat" bahwa akan terjadi badai besar dan beliau seperti mendapat "perintah" untuk membangun kapal (katakanlah firasat, kata hatinya, atau "insting"-nya) berkata begitu

coba perhatikan kalimat yang merah : bagaimana kalau pada waktu itu ... dengan "kemampuan" (atau saya tulis dengan "kebersihan dan kesucian" jiwa) yang Nuh miliki ... beliau dapat mengerti kejadian alam yang akan terjadi ... beliau memperingati kaumnya ... dan apa yang beliau katakan adalah benar ....

Mengenai kata2 Allah marah, murka, dsb >>> ya menurut saya ... itu personifikasi untuk menjelaskan bahwa "Segala hal di alam semesta ini MEMANG berasal dari Allah"

Dalam ayat Nuh diatas ada kalimat "Taqwa kepada Allah"

wiki wrote:Taqwa / takwa dalam bahasa Arab berarti memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja

maka logikanya : Kalau pada waktu itu kaum Nuh mendengar dan mentaati ajakan/perintah beliau ... otomatis mereka sudah disebut bertaqwa pada Allah kan ... otomatis mereka akan selamat dari bencana kan ... otomatis artinya mereka sudah "berlindung" pada DZAT yang benar


- jika perintah dan larangan itu datangnya dari tuhan dan para nabi tdk pernah berbicara dengan tuhan. lantas bagaimana perintah dan larangan tersebut bisa sampai ke para nabi? bagaimana nabi bisa mengetahui perintah dan larangan dari tuhan tersebut ?

-kalimat tuhan mengutus tidak sama dengan analogi raja mengutus, lalu analogi yg benar seperti apa bro?

piss[/quote]

gyojo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 33
Posts : 145
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 05.06.15
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by gyojo on Tue Jul 21, 2015 2:20 pm

@dee-nee wrote:

bold : kata2 "Allah mengutus Nuh" pun tidak bisa langsung diartikan ada sesosok mahluk mengeluarkan suara dari langit dan memberitahu Nuh akan terjadi badai besar kan ...

seperti saya bilang : saya pribadi ga tau apa yang dirasakan Nuh pada waktu itu ...

bagaimana kalau ternyata Nuh seperti mendapat "firasat atau pertanda atau pandangan atau prediksi atau gambaran atau apapun itu yang maha dasyat" bahwa akan terjadi badai besar dan beliau seperti mendapat "perintah" untuk membangun kapal (katakanlah firasat, kata hatinya, atau "insting"-nya) berkata begitu

coba perhatikan kalimat yang merah : bagaimana kalau pada waktu itu ... dengan "kemampuan" (atau saya tulis dengan "kebersihan dan kesucian" jiwa) yang Nuh miliki ... beliau dapat mengerti kejadian alam yang akan terjadi ... beliau memperingati kaumnya ... dan apa yang beliau katakan adalah benar ....

jika begitu artinya jelas bahwa tuhan ada di dalam diri bro :)

gyojo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 33
Posts : 145
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 05.06.15
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by dee-nee on Tue Jul 21, 2015 4:17 pm

@gyojo wrote:
- kalimat tuhan mengutus tidak sama dengan analogi raja mengutus, lalu analogi yg benar seperti apa bro?

- jika perintah dan larangan itu datangnya dari tuhan dan para nabi tdk pernah berbicara dengan tuhan. lantas bagaimana perintah dan larangan tersebut bisa sampai ke para nabi? bagaimana nabi bisa mengetahui perintah dan larangan dari tuhan tersebut ?

piss

- jangan di-analogikan apa2 terkait apapun .... wkakaakkakakakaka

piss  piss

- sekali lagi saya sebagai manusia tidak tahu gimana dan apa rasanya jadi Nabi .... hehehehehe
Tapi misalnya saya minta anda baca ini

Beberapa Cara Wahyu Turun

Pertama. Melalui Mimpi.
Wahyu Allah ta’ala turun kepada Nabi saw melalui mimpi. Yakni, mimpi yang benar (ru’ya shadiqah). Dengan tiba-tiba dalam tidur Nabi saw, bilau bermimpi secara mendadak. Dan, mimpi itu benar adanya. Mengenai wahyu disampaikan melalui mimpi. Pernah juga dialami oleh Nabi Ibrahim as. Ketika Nabi Ibrahim as menerima perintah untuk menyembelih Nabi Isma`il as. Biasanya wahyu yang turun melalui mimpi mengandung perintah (amar).

Kedua. Langsung Masuk Ke Dalam Hati.
Wahyu Allah swt langsung masuk ke dalam hati Nabi saw. Nabi saw bersabda, “Ruh kudus [malaikat Jibril] memasukkan pengertian ke dalam lubuk hatiku. Bahwa, seorang manusia tidak akan mati sebelum ia menerima semua yang telah ditetapkan baginya. Karena itu hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, dan carilah rizeki dengan jalan yang baik. Janganlah sekali-kali kelambatan datangnya rizeki membuat kalian mencarinya dengan jalan maksiat [durhaka terhadap Allah]. Apa yang ada pada Allah hanya dapat diperoleh dengan cara berbakti dan taat kepada-Nya.” (Siratul Musthafa Shallallahu ‘alaihi wa sallama, 2008).

Ketiga. Malaikat datang kepada Nabi saw sebagai seorang pria.
Malaikat yang menyampaikan wahyu Allah ta’ala ini menyerupai seorang pria. Benar-benar tidak ada bedanya dengan seorang manusia. Sehingga Nabi saw sendiri sering terkecoh. Adakalanya para sahabat ikut melihatnya. Tetapi, para sahabat tidak tahu jika orang yang barusan ditemui itu seorang malaikat. Yang pernah terjadi malaikat yang menyerupai pria tersebut. Sangat ganteng lagi rupawan. Ketika itu banyak yang menggambarkan kebagusannya menyerupai Dahyah al-Kalby. Sampai-sampai terdapat catatan sejarah. Apabila Dahyah memasuki Kota Madinah dengan membawa barang dagangan. Banyak kaum hawa Madinah yang mengintip, atau bahkan keluar rumah untuk sekadar melihatnya.

Keempat. Suara Lonceng.
Dentang suara lonceng tersebut seringkali membuat Nabi saw merasa berat. Jika wahyu Allah ta’ala turun kepada Nabi saw dalam bentuk suara lonceng. Nabi saw benar-benar merasakan adanya sesuatu yang sangat berat. Keringat beliau mengucur deras dari kening beliau. Meski udara dalam keadaan dingin. Apabila Nabi saw sedang naik tunggangan beliau, unta atau beghal, sektika hewan tunggangan Nabi saw langusng bersimpuh. Yang lazim dikatakan menderum. Yaitu, melikat kaki depan lalu kaki belakang. Malah sahabat Zaid bin Tsabit r.hu pernah berdampingan dengan Nabi saw saat Nabi saw menerima wahyu. Maka, kaki sahabat Zaid yang tertindihi kaki dia rasakan mau hancur. Karena beratnya penderitaan Nabi saw, jika wahyu diturunkan ke dalam bentuk suara lonceng.

Kelima. Malaikat Berwujud Asli.
Nabi saw pernah melihat malaikat Jibril as dalam bentuk aslinya. Guna menyampaikan wahyu Allah ta’ala. Seperti saat diufuk depan Gua Hira dan ketika di Sidratul Muntaha. Malaikat Jibril as langsung mengajarkan kepada Nabi saw mengenai wahyu yang diembannya. Lebih jelasnya silahkan renungkan surat an-najm ayat ke 1-14.

Keenam. Melalui Isra` dan Mi’raj.
Wahyu langsung disampaikan oleh Allah ta’ala kepada Nabi saw. Yaitu, saat Nabi saw diperintahkan menunaikan isra` dan mi’raj. Tidak melalui mimpi. Tidak melalui perantara. Benar-benar dijumpai Nabi saw dengan mata kepada beliau saw. Namun bagimanapun Nabi saw belum pernah selama hidupnya berjumpa langsung dengan-Nya.

Ketujuh. Dengan Perintah Langsung.
Memang mirip dengan cara yang ke-6. Ini terjadi tidak dalam keadaan tertidur. Melainkan dalam keadaan terjaga. Tempatnya adalah bumi. Ini yang membedakan penerimaan wahyu Allah ta’ala kepada Nabi saw, selain ada yang diterima di Sidratul Muntaha ada yang diterima langsung di bumi.

apa yang bisa tunjukkan pada anda hanya tulisan2 seperti diatas

atau baca debat saya dengan segorowedi di thread
http://www.laskarislam.com/t7415p150-injil-palsu-sejak-isa-hidup

disitu pun saya bilang ke wedi bahwa "pada dasarnya" saya memang tidak tahu bagaimana menjelaskan pertanyaan anda yang merah  
sama tidak tahu-nya wedi bagaimana menjawab pertanyaan saya terkait Musa

intinya semua memang kembali lagi pada kepercayaan/keyakinan

dalam islam disebutkan ada 3 macam ilmu yaqin (bagaimana tingkat keyakinan seseorang pada ajaran Islam)

Ilmul Yaqin >>> yakin yang didapat dari ilmu dan pengetahuan
Ainul Yaqin >>> yakin yang didapat karena sudah menyaksikan (atau sedang menjalankan)
Haqqul Yaqin >>> yakin yang benar2 yakin karena sudah merasakan dan membuktikan sendiri

simplenya : pelajari >>> jalankan >>> buktikan

mudah2an anda langsung "tring-tring" kalau baca yang underline :) ... lanjut warna ungu

Nah kalau anda tanya yang merah ... untuk kasus ini saya hanya bisa sampai pada Ilmu Yaqin karena hanya sebatas itu yang saya mampu
lah ... wong saya bukan nabi ... ketemu para nabi sebagai saksi pun ga

sukur2 ada mesin waktu jadi saya bisa ajak anda untuk melihat kejadian sebenarnya >>> wakakaka (kalau yang ini semua orang juga mau)

piss  piss

-----------------------------------------

@gyojo wrote:
@dee-nee wrote:

bold : kata2 "Allah mengutus Nuh" pun tidak bisa langsung diartikan ada sesosok mahluk mengeluarkan suara dari langit dan memberitahu Nuh akan terjadi badai besar kan ...

seperti saya bilang : saya pribadi ga tau apa yang dirasakan Nuh pada waktu itu ...

bagaimana kalau ternyata Nuh seperti mendapat "firasat atau pertanda atau pandangan atau prediksi atau gambaran atau apapun itu yang maha dasyat" bahwa akan terjadi badai besar dan beliau seperti mendapat "perintah" untuk membangun kapal (katakanlah firasat, kata hatinya, atau "insting"-nya) berkata begitu

coba perhatikan kalimat yang merah : bagaimana kalau pada waktu itu ... dengan "kemampuan" (atau saya tulis dengan "kebersihan dan kesucian" jiwa) yang Nuh miliki ... beliau dapat mengerti kejadian alam yang akan terjadi ... beliau memperingati kaumnya ... dan apa yang beliau katakan adalah benar ....

jika begitu artinya jelas bahwa tuhan ada di dalam diri bro :)

ya ... tapi dengan pemahaman "ada kuasa tuhan dalam diri manusia"

piss

avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by gyojo on Tue Jul 21, 2015 7:53 pm

@dee-nee wrote:
@gyojo wrote:
- kalimat tuhan mengutus tidak sama dengan analogi raja mengutus, lalu analogi yg benar seperti apa bro?

- jika perintah dan larangan itu datangnya dari tuhan dan para nabi tdk pernah berbicara dengan tuhan. lantas bagaimana perintah dan larangan tersebut bisa sampai ke para nabi? bagaimana nabi bisa mengetahui perintah dan larangan dari tuhan tersebut ?

piss

- jangan di-analogikan apa2 terkait apapun .... wkakaakkakakakaka

piss  piss

- sekali lagi saya sebagai manusia tidak tahu gimana dan apa rasanya jadi Nabi .... hehehehehe
Tapi misalnya saya minta anda baca ini

Beberapa Cara Wahyu Turun

Pertama. Melalui Mimpi.
Wahyu Allah ta’ala turun kepada Nabi saw melalui mimpi. Yakni, mimpi yang benar (ru’ya shadiqah). Dengan tiba-tiba dalam tidur Nabi saw, bilau bermimpi secara mendadak. Dan, mimpi itu benar adanya. Mengenai wahyu disampaikan melalui mimpi. Pernah juga dialami oleh Nabi Ibrahim as. Ketika Nabi Ibrahim as menerima perintah untuk menyembelih Nabi Isma`il as. Biasanya wahyu yang turun melalui mimpi mengandung perintah (amar).

Kedua. Langsung Masuk Ke Dalam Hati.
Wahyu Allah swt langsung masuk ke dalam hati Nabi saw. Nabi saw bersabda, “Ruh kudus [malaikat Jibril] memasukkan pengertian ke dalam lubuk hatiku. Bahwa, seorang manusia tidak akan mati sebelum ia menerima semua yang telah ditetapkan baginya. Karena itu hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, dan carilah rizeki dengan jalan yang baik. Janganlah sekali-kali kelambatan datangnya rizeki membuat kalian mencarinya dengan jalan maksiat [durhaka terhadap Allah]. Apa yang ada pada Allah hanya dapat diperoleh dengan cara berbakti dan taat kepada-Nya.” (Siratul Musthafa Shallallahu ‘alaihi wa sallama, 2008).

Ketiga. Malaikat datang kepada Nabi saw sebagai seorang pria.
Malaikat yang menyampaikan wahyu Allah ta’ala ini menyerupai seorang pria. Benar-benar tidak ada bedanya dengan seorang manusia. Sehingga Nabi saw sendiri sering terkecoh. Adakalanya para sahabat ikut melihatnya. Tetapi, para sahabat tidak tahu jika orang yang barusan ditemui itu seorang malaikat. Yang pernah terjadi malaikat yang menyerupai pria tersebut. Sangat ganteng lagi rupawan. Ketika itu banyak yang menggambarkan kebagusannya menyerupai Dahyah al-Kalby. Sampai-sampai terdapat catatan sejarah. Apabila Dahyah memasuki Kota Madinah dengan membawa barang dagangan. Banyak kaum hawa Madinah yang mengintip, atau bahkan keluar rumah untuk sekadar melihatnya.

Keempat. Suara Lonceng.
Dentang suara lonceng tersebut seringkali membuat Nabi saw merasa berat. Jika wahyu Allah ta’ala turun kepada Nabi saw dalam bentuk suara lonceng. Nabi saw benar-benar merasakan adanya sesuatu yang sangat berat. Keringat beliau mengucur deras dari kening beliau. Meski udara dalam keadaan dingin. Apabila Nabi saw sedang naik tunggangan beliau, unta atau beghal, sektika hewan tunggangan Nabi saw langusng bersimpuh. Yang lazim dikatakan menderum. Yaitu, melikat kaki depan lalu kaki belakang. Malah sahabat Zaid bin Tsabit r.hu pernah berdampingan dengan Nabi saw saat Nabi saw menerima wahyu. Maka, kaki sahabat Zaid yang tertindihi kaki dia rasakan mau hancur. Karena beratnya penderitaan Nabi saw, jika wahyu diturunkan ke dalam bentuk suara lonceng.

Kelima. Malaikat Berwujud Asli.
Nabi saw pernah melihat malaikat Jibril as dalam bentuk aslinya. Guna menyampaikan wahyu Allah ta’ala. Seperti saat diufuk depan Gua Hira dan ketika di Sidratul Muntaha. Malaikat Jibril as langsung mengajarkan kepada Nabi saw mengenai wahyu yang diembannya. Lebih jelasnya silahkan renungkan surat an-najm ayat ke 1-14.

Keenam. Melalui Isra` dan Mi’raj.
Wahyu langsung disampaikan oleh Allah ta’ala kepada Nabi saw. Yaitu, saat Nabi saw diperintahkan menunaikan isra` dan mi’raj. Tidak melalui mimpi. Tidak melalui perantara. Benar-benar dijumpai Nabi saw dengan mata kepada beliau saw. Namun bagimanapun Nabi saw belum pernah selama hidupnya berjumpa langsung dengan-Nya.

Ketujuh. Dengan Perintah Langsung.
Memang mirip dengan cara yang ke-6. Ini terjadi tidak dalam keadaan tertidur. Melainkan dalam keadaan terjaga. Tempatnya adalah bumi. Ini yang membedakan penerimaan wahyu Allah ta’ala kepada Nabi saw, selain ada yang diterima di Sidratul Muntaha ada yang diterima langsung di bumi.

apa yang bisa tunjukkan pada anda hanya tulisan2 seperti diatas

atau baca debat saya dengan segorowedi di thread
http://www.laskarislam.com/t7415p150-injil-palsu-sejak-isa-hidup

disitu pun saya bilang ke wedi bahwa "pada dasarnya" saya memang tidak tahu bagaimana menjelaskan pertanyaan anda yang merah  
sama tidak tahu-nya wedi bagaimana menjawab pertanyaan saya terkait Musa

intinya semua memang kembali lagi pada kepercayaan/keyakinan

dalam islam disebutkan ada 3 macam ilmu yaqin (bagaimana tingkat keyakinan seseorang pada ajaran Islam)

Ilmul Yaqin >>> yakin yang didapat dari ilmu dan pengetahuan
Ainul Yaqin >>> yakin yang didapat karena sudah menyaksikan (atau sedang menjalankan)
Haqqul Yaqin >>> yakin yang benar2 yakin karena sudah merasakan dan membuktikan sendiri

simplenya : pelajari >>> jalankan >>> buktikan

mudah2an anda langsung "tring-tring" kalau baca yang underline :) ... lanjut warna ungu

Nah kalau anda tanya yang merah ... untuk kasus ini saya hanya bisa sampai pada Ilmu Yaqin karena hanya sebatas itu yang saya mampu
lah ... wong saya bukan nabi ... ketemu para nabi sebagai saksi pun ga

sukur2 ada mesin waktu jadi saya bisa ajak anda untuk melihat kejadian sebenarnya >>> wakakaka (kalau yang ini semua orang juga mau)

piss  piss

-----------------------------------------

@gyojo wrote:
@dee-nee wrote:

bold : kata2 "Allah mengutus Nuh" pun tidak bisa langsung diartikan ada sesosok mahluk mengeluarkan suara dari langit dan memberitahu Nuh akan terjadi badai besar kan ...

seperti saya bilang : saya pribadi ga tau apa yang dirasakan Nuh pada waktu itu ...

bagaimana kalau ternyata Nuh seperti mendapat "firasat atau pertanda atau pandangan atau prediksi atau gambaran atau apapun itu yang maha dasyat" bahwa akan terjadi badai besar dan beliau seperti mendapat "perintah" untuk membangun kapal (katakanlah firasat, kata hatinya, atau "insting"-nya) berkata begitu

coba perhatikan kalimat yang merah : bagaimana kalau pada waktu itu ... dengan "kemampuan" (atau saya tulis dengan "kebersihan dan kesucian" jiwa) yang Nuh miliki ... beliau dapat mengerti kejadian alam yang akan terjadi ... beliau memperingati kaumnya ... dan apa yang beliau katakan adalah benar ....

jika begitu artinya jelas bahwa tuhan ada di dalam diri bro :)

ya ... tapi dengan pemahaman "ada kuasa tuhan dalam diri manusia"

piss


-jika jangan dianalogikan apa2 terkait apapun, untuk apa dikonsepkan? Bukankah malah menimbulkan macam2 persepsi jika dikonsepkan.

-heehe.. bukan menyuruh anda merasakan rasanya jadi nabi hohooh ..hanya sj jika wahyu tersebut memang benar berasal dari tuhan maka sesungguhnya tuhan yg dimaksud adlh tuhan yg berkondisi, apalagi jika dikatakan wahyu tsb diperoleh melalui mimpi, masuk ke dalam hati, malaikat datang kpd nabi saw, suara lonceng, malaikat berwujud asli. Dikatakan berkondisi karena bergantung pada fenomena yg lain.


Trims much piss

gyojo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 33
Posts : 145
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 05.06.15
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by dee-nee on Tue Jul 21, 2015 8:46 pm

@gyojo wrote:1.kelahiran kembali disebabkan oleh diri sendiri, seperti yg sudah sy uraikan sebelumnya yaitu ketagihan akan kenikmatan indria, ketagihan pada bentukan/penjelmaan, ketagihan pada pemusnahan.

saya masih blum ngeh ... tapi saya tebak saja ya
jadi manusia yang masih "dipenuhi" nafsu duniawi akan terus ingin berada di dunia ini dgn cara lahir kembali
artinya ... bila dia sudah bisa mengendalikan dirinya ... dia tidak akan mau untuk kembali ke dunia ini lagi .. dan dengan jiwa yang bersih itu dia bisa  moksa

begitukah maksudnya ??

@gyojo wrote:2. ada empat tingkat pencerahan yaitu sotapana, sakadagami, anagami, dan arahat. seorang perumah tangga bisa mencapai kesucian sotapanna. yg lepas dari segala hal duniawai sesungguhnya adalah kualitas pikirannya, karena biarpun seseorang menjauhkan diri dari hal2 duniawi namun pikirannya masih terikat hal duniawi maka dia tdk akan pernah mencapai kesucian.

oh jadi urusannya bukan menjauhi ke-duniawi-an tapi bagaimana hati dan pikiran kita bersih dari hal2 yang bersifat duniawi (kesenangan, dsb)
eh iseng ya mau tanya .... menurut anda sebagai buddha ... keputusan Jokowi mengeksekusi mati narapidana narkoba benar atau salah ??
bagaimana dari sudut pandang ajaran Buddha ??

@gyojo wrote:3.dewa dan manusia sama2 makhluk berkondisi. seseorang bisa terlahir di alam dewa dalam agama budha disebabkan karma baik nya.

yang disebut dewa itu bagaimana dari sudut pandang Buddha ?? mereka hidup di mana ?? alam apa ?? apakah sama dengan alam manusia ??

@gyojo wrote:
4. film sun go kong ya wkwkwkk ...  film itu adalah kisah fiktif berdasarkan kisah nyata, dalam perjalanan ke barat biksu tong ditemani 3 orang murid nya yaitu Sun Go Kong merupakan tokoh yang sangat sakti. Tapi karena kesaktiannya, kadang-kadang dia merasa sombong. Dia juga egois dan keras kepala, tidak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya, yang penting tujuannya tercapai.
Sun Go Kong juga merupakan gambaran dari pikiran manusia yang liar, sulit dikontrol.
Dan satu sifat buruk lagi adalah kebencian (dosa).
Sun Go Kong selalu ingin menghabisi semua siluman yang ada di depannya tanpa berpikir panjang.

Kedua adalah tokoh Tie Pat Kai. Tie Pat Kai adalah tokoh yang sangat dimabuk asmara.
Bisa dibilang hobinya adalah menggoda setiap wanita yang dilewatinya.
Mungkin fakta yang lebih jelas adalah ungkapan yang sering diucapkannya, "Begitulah cinta, deritanya tiada akhir".
Mengapa bisa seperti itu?
Pat Kai diliputi oleh kesenangan batin, dipenuhi oleh hawa nafsu sehingga setiap bertemu wanita, air liurnya selalu keluar mengalir deras dari mulutnya. hahaha. Satu sifatnya lagi adalah keserakahan (lobha). Gambaran keserakahannya dapat diihat dari besar perutnya. hahaha. Pat Kai selalu ingin mendapatkan porsi lebih dari Go Kong dan Wu Ching.

Ketiga adalah tokoh Wu Ching. Wu Ching merupakan tokoh yang menggambarkan kebodohan batin. Dia tidak mempunyai pengetahuan banyak. Jadi seringkali dia dimanfaatkan oleh Pat Kai yang serakah. Disuruh melakukan apapun mau saja, tanpa berpikir panjang lagi. Mungkin kalau disuruh terjun oleh gurunya, dia mau saja ya.
Biksu Tong merupakan gambaran seorang manusia. Beliau didampingi oleh tiga makhluk dengan masing-masing sifat; kebencian, keserakahan, kebodohan. Itulah gambaran manusia. Stiap langkah selalu ditemani oleh tiga hal tersebut. Sama seperti Biksu Tong ketika dalam perjalanan mengambil kitab suci.

Lalu apa yang harus dilakukan terhadap tiga hal tersebut?
Apakah perlu menghancurkan ketiga sifat tersebut? Jawabannya adalah TIDAK.
Dalam cerita Kera Sakti sudah jelas bahwa ketiga belenggu tersebut tidak perlu dibinasakan. Tapi malah dijadikan teman. Go Kong, Pat Kai, dan Wu Ching tidak diusir oleh gurunya ketika mereka melakukan kesalahan kan? Bahkan ketika gurunya memahami sifat masing-masing dan mau bersahabat dengan mereka, sifat-sifat tersebut dengan sendirinya akan berubah, seiring dengan perjalanan dan tantangan yang dihadapi. Bersahabatlah dengan tiga hal tersebut. Coba pahami dan kenali ketiga hal tersebut.

Mengapa tidak dihancurkan saja? Kalau kita menghancurkannya, berarti kita memunculkan kembali kebencian kita bukan?

Tambahan, kuda yang dinaiki oleh Biksu Tong merupakan gambaran dari badan jasmani kita, saat butuh makanan, diberikan makan, lalu juga dimandikan, dll.

waduh ... saya ga tau cerita Sun Go Kong detailnya bagaimana ... bukan ga mau nonton tapi memang ga pernah nonton tv
tapi daripada nonton Sun Go Kong ... kok kayanya lebih asik nonton Aang - Avatar ... waakakakakaka
pertanyaan saya tentang eksekusi mati diatas juga karena saya inget sikap Aang yang tidak mau membunuh

anyway ... tentang yang bold : kebencian, keserakahan, kebodohan
maksudnya gimana sih bahwa 3 hal ini jangan dimusnahkan tapi malah bersahabat ??

@gyojo wrote: 4.sy belum pernah nonton film samsara bro hee hee...

trims much  piss

cuma cuplikan2 footage ... bukan film cerita ... tapi dari footage itu ada alurnya
dimulai dari kebersihan hati manusia (ada penggambaran rumah2 ibadah termasuk mesjid, gereja, pura, wihara, dsb) menunjukkan bahwa awalnya manusia itu bersih
lalu berkembang dengan kondisi manusia di dunia ... ada penggambaran manusia berbudaya, berkarya, bersosial, bekerja, berkuasa, lalu ada perang, lalu masuk modernisasi, lalu industrialisasi
dari industrialisasi lalu digambarkan keserakahan manusia ,,, ada perternakan besar2an (ayam, daging, ikan dsb), manusia makan berlebihan, akhirnya jadi obesitas, lalu timbul penyakit, lalu muncul ilmu2 kedokteran baru
dari kedokteran, untuk mengurangi penyakitnya, yang obesitas ini lalu sedot lemak, lalu muncul operasi plastik, lalu muncul transgender, lalu muncul masalah kelamin, lalu muncul masalah apa lagi ...

teruuuusss begitu ... timbul satu masalah lalu manusia berusaha mencari jalan keluar, tapi akibat 3 bold diatas maka timbul lagi masalah baru ... begitu begitu begitu begitu terus sampai akhirnya manusia cuma bisa balik ke awal (ada penggambaran rumah2 ibadah termasuk mesjid, gereja, pura, wihara, dsb) untuk membersihkan hati - di awal dan akhir film ada penggambaran biksu buddha lagi bikin lingkaran pasir begitu .. mungkin itu yang anda maksud jalan mulia beruas 8

gitu2lah (terlalu banyak cuplikan video ... saya juga ga hafal banget urutannya ... akakakakaka)

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by dee-nee on Tue Jul 21, 2015 9:04 pm

@gyojo wrote:-jika jangan dianalogikan apa2 terkait apapun, untuk apa dikonsepkan? Bukankah malah menimbulkan macam2 persepsi jika dikonsepkan.

-heehe.. bukan menyuruh anda merasakan rasanya jadi nabi hohooh ..hanya sj jika wahyu tersebut memang benar berasal dari tuhan maka sesungguhnya tuhan yg dimaksud adlh tuhan yg berkondisi, apalagi jika dikatakan wahyu tsb diperoleh melalui mimpi, masuk ke dalam hati, malaikat datang kpd nabi saw, suara lonceng, malaikat berwujud asli. Dikatakan berkondisi karena bergantung pada fenomena yg lain.


Trims much piss

- lah kan juga sudah dijelaskan bahwa konsep Tuhan adalah seperti di thread Allah yang Esa ... sudah juga diberitahu bahwa Tuhan jangan dianalogikan/dipersepsikan ala pikiran manusia

underline : pelajari >>> jalankan >>> buktikan
ada yang bilang ... kemampuan seorang muslim untuk memahami Al Quran (untuk pertama kalinya) hanya 3%
semakin dibaca, dipelajari, ilmunya nambah .... kalau ada yang salah konsep ya baca Quran-nya cuma sekali mungkin ... wakakakaka
tapi saya yakin ... ga ada muslim yang salah konsep Allah ....
kalau masalah persepsi yang berbeda itu kan kembali pada apa yang ada di pikiran manusia

- coba anda pahami kaliimat saya tentang Nuh ... kalau Nuh bilang "saya mendengar bunyi genderang seperti akan ada badai" ... trus kita mau ngomong gimana ?? apa artinya Tuhan membunyikan genderang gitu ?? kan ga harus begitu juga maksudnya

hehehehehehe
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by gyojo on Wed Jul 22, 2015 1:27 pm

@dee-nee wrote:
@gyojo wrote:1.kelahiran kembali disebabkan oleh diri sendiri, seperti yg sudah sy uraikan sebelumnya yaitu ketagihan akan kenikmatan indria, ketagihan pada bentukan/penjelmaan, ketagihan pada pemusnahan.

saya masih blum ngeh ... tapi saya tebak saja ya
jadi manusia yang masih "dipenuhi" nafsu duniawi akan terus ingin berada di dunia ini dgn cara lahir kembali
artinya ... bila dia sudah bisa mengendalikan dirinya ... dia tidak akan mau untuk kembali ke dunia ini lagi .. dan dengan jiwa yang bersih itu dia bisa  moksa

begitukah maksudnya ??

@gyojo wrote:2. ada empat tingkat pencerahan yaitu sotapana, sakadagami, anagami, dan arahat. seorang perumah tangga bisa mencapai kesucian sotapanna. yg lepas dari segala hal duniawai sesungguhnya adalah kualitas pikirannya, karena biarpun seseorang menjauhkan diri dari hal2 duniawi namun pikirannya masih terikat hal duniawi maka dia tdk akan pernah mencapai kesucian.

oh jadi urusannya bukan menjauhi ke-duniawi-an tapi bagaimana hati dan pikiran kita bersih dari hal2 yang bersifat duniawi (kesenangan, dsb)
eh iseng ya mau tanya .... menurut anda sebagai buddha ... keputusan Jokowi mengeksekusi mati narapidana narkoba benar atau salah ??
bagaimana dari sudut pandang ajaran Buddha ??

@gyojo wrote:3.dewa dan manusia sama2 makhluk berkondisi. seseorang bisa terlahir di alam dewa dalam agama budha disebabkan karma baik nya.

yang disebut dewa itu bagaimana dari sudut pandang Buddha ?? mereka hidup di mana ?? alam apa ?? apakah sama dengan alam manusia ??

@gyojo wrote:
4. film sun go kong ya wkwkwkk ...  film itu adalah kisah fiktif berdasarkan kisah nyata, dalam perjalanan ke barat biksu tong ditemani 3 orang murid nya yaitu Sun Go Kong merupakan tokoh yang sangat sakti. Tapi karena kesaktiannya, kadang-kadang dia merasa sombong. Dia juga egois dan keras kepala, tidak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya, yang penting tujuannya tercapai.
Sun Go Kong juga merupakan gambaran dari pikiran manusia yang liar, sulit dikontrol.
Dan satu sifat buruk lagi adalah kebencian (dosa).
Sun Go Kong selalu ingin menghabisi semua siluman yang ada di depannya tanpa berpikir panjang.

Kedua adalah tokoh Tie Pat Kai. Tie Pat Kai adalah tokoh yang sangat dimabuk asmara.
Bisa dibilang hobinya adalah menggoda setiap wanita yang dilewatinya.
Mungkin fakta yang lebih jelas adalah ungkapan yang sering diucapkannya, "Begitulah cinta, deritanya tiada akhir".
Mengapa bisa seperti itu?
Pat Kai diliputi oleh kesenangan batin, dipenuhi oleh hawa nafsu sehingga setiap bertemu wanita, air liurnya selalu keluar mengalir deras dari mulutnya. hahaha. Satu sifatnya lagi adalah keserakahan (lobha). Gambaran keserakahannya dapat diihat dari besar perutnya. hahaha. Pat Kai selalu ingin mendapatkan porsi lebih dari Go Kong dan Wu Ching.

Ketiga adalah tokoh Wu Ching. Wu Ching merupakan tokoh yang menggambarkan kebodohan batin. Dia tidak mempunyai pengetahuan banyak. Jadi seringkali dia dimanfaatkan oleh Pat Kai yang serakah. Disuruh melakukan apapun mau saja, tanpa berpikir panjang lagi. Mungkin kalau disuruh terjun oleh gurunya, dia mau saja ya.
Biksu Tong merupakan gambaran seorang manusia. Beliau didampingi oleh tiga makhluk dengan masing-masing sifat; kebencian, keserakahan, kebodohan. Itulah gambaran manusia. Stiap langkah selalu ditemani oleh tiga hal tersebut. Sama seperti Biksu Tong ketika dalam perjalanan mengambil kitab suci.

Lalu apa yang harus dilakukan terhadap tiga hal tersebut?
Apakah perlu menghancurkan ketiga sifat tersebut? Jawabannya adalah TIDAK.
Dalam cerita Kera Sakti sudah jelas bahwa ketiga belenggu tersebut tidak perlu dibinasakan. Tapi malah dijadikan teman. Go Kong, Pat Kai, dan Wu Ching tidak diusir oleh gurunya ketika mereka melakukan kesalahan kan? Bahkan ketika gurunya memahami sifat masing-masing dan mau bersahabat dengan mereka, sifat-sifat tersebut dengan sendirinya akan berubah, seiring dengan perjalanan dan tantangan yang dihadapi. Bersahabatlah dengan tiga hal tersebut. Coba pahami dan kenali ketiga hal tersebut.

Mengapa tidak dihancurkan saja? Kalau kita menghancurkannya, berarti kita memunculkan kembali kebencian kita bukan?

Tambahan, kuda yang dinaiki oleh Biksu Tong merupakan gambaran dari badan jasmani kita, saat butuh makanan, diberikan makan, lalu juga dimandikan, dll.

waduh ... saya ga tau cerita Sun Go Kong detailnya bagaimana ... bukan ga mau nonton tapi memang ga pernah nonton tv
tapi daripada nonton Sun Go Kong ... kok kayanya lebih asik nonton Aang - Avatar ... waakakakakaka
pertanyaan saya tentang eksekusi mati diatas juga karena saya inget sikap Aang yang tidak mau membunuh

anyway ... tentang yang bold : kebencian, keserakahan, kebodohan
maksudnya gimana sih bahwa 3 hal ini jangan dimusnahkan tapi malah bersahabat ??

@gyojo wrote: 4.sy belum pernah nonton film samsara bro hee hee...

trims much  piss

cuma cuplikan2 footage ... bukan film cerita ... tapi dari footage itu ada alurnya
dimulai dari kebersihan hati manusia (ada penggambaran rumah2 ibadah termasuk mesjid, gereja, pura, wihara, dsb) menunjukkan bahwa awalnya manusia itu bersih
lalu berkembang dengan kondisi manusia di dunia ... ada penggambaran manusia berbudaya, berkarya, bersosial, bekerja, berkuasa, lalu ada perang, lalu masuk modernisasi, lalu industrialisasi
dari industrialisasi lalu digambarkan keserakahan manusia ,,, ada perternakan besar2an (ayam, daging, ikan dsb), manusia makan berlebihan, akhirnya jadi obesitas, lalu timbul penyakit, lalu muncul ilmu2 kedokteran baru
dari kedokteran, untuk mengurangi penyakitnya, yang obesitas ini lalu sedot lemak, lalu muncul operasi plastik, lalu muncul transgender, lalu muncul masalah kelamin, lalu muncul masalah apa lagi ...

teruuuusss begitu ... timbul satu masalah lalu manusia berusaha mencari jalan keluar, tapi akibat 3 bold diatas maka timbul lagi masalah baru ... begitu begitu begitu begitu terus sampai akhirnya manusia cuma bisa balik ke awal (ada penggambaran rumah2 ibadah termasuk mesjid, gereja, pura, wihara, dsb) untuk membersihkan hati - di awal dan akhir film ada penggambaran biksu buddha lagi bikin lingkaran pasir begitu .. mungkin itu yang anda maksud jalan mulia beruas 8

gitu2lah (terlalu banyak cuplikan video ... saya juga ga hafal banget urutannya ... akakakakaka)

piss piss

-bukan cuma nafsu duniawi sj, tp nafsu akan penjelmaan, nafsu pada pemusnahan maka menurut agama budha akan terlahir kembali dalam 31 alam kehidupan tersebut. moksa itu apa ya bro?

-ya batinnya yang bersih, hanya saja sebagai orang yg menjalani kehidupan rumah tangga dan masih terikat duniawi dibandingkan dengan orang yg tdk berumah tangga dan menjauhi kehidupan duniawi tentu nya rintangan dan hambatan yg dialami lebih sulit orang yg berumah tangga dan terikat hal2 duniawi, maka untuk mencapai pencerahan dibutuhkan proses yang lebih lama dan panjang. ibarat pepatah sedikit demi sedikit lama2 menjadi bukit heheee ... mengenai keputusan jokowi mengeksekusi narapidana mati, dalam agama budha jokowi melanggar sila pertama yaitu menghindari pembunuhan. salah atau benar nya adalah relatif tergantung dari kacamata mana kita melihatnya. namun utk akibat karma yg diterima bergantung pada niat jokowi melakukan tindakan tersebut apakah didasari atas rasa kasihan atau didasari atas ketamakan. ketamakan disini maksudnya ialah demi mendapatkan popularitas dan nama baik  atau bisa juga didasari atas kebencian. jadi karma adalah niat yg melandasi suatu tindakan dilakukan, maka akibatnya berbeda bergantung pada niat yg menjadi landasan tersebut.

-mengenai alam kehidupan ini sy copas ya heheee ...
1.kamaloka adalah alam kehidupan dari makhluk2 yg masih menyenangi dan dikuasai ato dipengaruhi oleh pemuasan nafsu indera. nafsu indera muncul melalui 6 indera yaitu : mata, telinga, hidung, lidah, permukaan jasmani (kulit ) dan pikiran.
kamaloka terdiri atas 11 alam kehidupan yaitu : 4 alam appaya ( neraka, binatang, peta/hantu, asura/raksasa ) dan 7 alam kamasugati ( alam manusia, alam dewa catumaharajika, alam surga dewa sakka, alam surga dewa yama, alam surga menyenangkan, alam nimmanarati / alam surga dari para dewa yg menikmati kesenangan istana2 yg diciptakan mereka, alam paranimitavasavatti / alam surga dari para dewa yg menikmati ciptaan para dewa lain.
2.rupaloka
lebih tinggi dari kamaloka ( alam nafsu ) adalah alam2 brahma ato rupa loka ( alam bentuk ) dimana makhluk2 menikmati kesenangan, jhana yg dihasilkan oleh meditasi. makhluk2 di alam ini tak memiliki nafsu indera dan merekapun tidak memiliki kelamin. rupaloka terdiri dari 16 alam dibagi sesuai dengan tingkat jhana yg dicapai.
3.arupaloka
adalah alam kehidupan para dewa arupa-brahma secara harafiah, arupa artinya adalah tanpa bentuk ato tanpa jasmani. arupaloka diklasifikasikan sebagai alam tanpa bentuk, karena tubuh makhluk di alam ini terlalu sangat halus dan mereka tdk mempunyai kelamin. alam ini dicapai setelah orang sukses dengan meditasi dan mencapai arupa jhana.

btw ini sy ringkas sj, karena panjang sekali hee ... dan menurut sy ini hanya sebatas menambah pengetahuan saja.. benar tidaknya lebih baik buktikan sendiri hehehe ...

-heehee .. film sun go kong itu cerita fiksi berdasarkan kisah nyata. tentang kebencian, keserakahan, dan kebodohan jangan dimusnahkan tp malah bersahabat maksudnya bila dimusnahkan malah menambah kebencian, karena sesungguhnya kan kebencian, keserakahan, kebodohan itu tidak eksis secara real. kebencian, keserakahan, kebodohan itu eksis karena ada sebab pendukungnya maka dengan menyadari sebab2 dari kebencian, keserakahan, dan kebodohan. hal2 tersebut tdk muncul.

-jika maksud anda tuhan allah hanya personifikasi dari dzat yg mutlak, maka sesungguhnya tuhan allah itu tdk maha kuasa, tdk maha mendengar dan maha melihat apakah begitu ?

-artinya seharusnya bukan tuhan membunyikan genderang, mungkin lebih tepatnya fenomena alam yg terjadi. akan tetapi karena ada kata2 tuhan yg maha kuasa membunyikan genderang maka seluruh umat menyembah tuhan, padahal sesungguhnya yg terjadi adalah suatu fenomena alam. gitu sih bro menurut sy piss piss piss

gyojo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 33
Posts : 145
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 05.06.15
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by dee-nee on Thu Jul 23, 2015 1:09 am

@gyojo wrote:
@dee-nee wrote:
jadi manusia yang masih "dipenuhi" nafsu duniawi akan terus ingin berada di dunia ini dgn cara lahir kembali
artinya ... bila dia sudah bisa mengendalikan dirinya ... dia tidak akan mau untuk kembali ke dunia ini lagi .. dan dengan jiwa yang bersih itu dia bisa  moksa

begitukah maksudnya ??

-bukan cuma nafsu duniawi sj, tp nafsu akan penjelmaan, nafsu pada pemusnahan maka menurut agama budha akan terlahir kembali dalam 31 alam kehidupan tersebut. moksa itu apa ya bro?

nafsu penjelmaan itu apa ?? nafsu pada pemusnahan itu apa maksudnya ?? lah iya ... moksa itu apa sih maksudnya ??
(saya nebak2 aja sih nulis itu .... ga ngerti juga apa artinya) wakakakakaka

>>> hmmm tolong jelasin dengan bahasa awam dong .... saya suka bingung kalau baca kata2 yang ga biasa dipakai sehari2 ... bukan ga ngerti tapi takutnya salah paham

piss  piss

@gyojo wrote:
@dee-nee wrote:
oh jadi urusannya bukan menjauhi ke-duniawi-an tapi bagaimana hati dan pikiran kita bersih dari hal2 yang bersifat duniawi (kesenangan, dsb)
eh iseng ya mau tanya .... menurut anda sebagai buddha ... keputusan Jokowi mengeksekusi mati narapidana narkoba benar atau salah ??
bagaimana dari sudut pandang ajaran Buddha ??

- ya batinnya yang bersih, hanya saja sebagai orang yg menjalani kehidupan rumah tangga dan masih terikat duniawi dibandingkan dengan orang yg tdk berumah tangga dan menjauhi kehidupan duniawi tentu nya rintangan dan hambatan yg dialami lebih sulit orang yg berumah tangga dan terikat hal2 duniawi, maka untuk mencapai pencerahan dibutuhkan proses yang lebih lama dan panjang. ibarat pepatah sedikit demi sedikit lama2 menjadi bukit heheee ...

mengenai keputusan jokowi mengeksekusi narapidana mati, dalam agama budha jokowi melanggar sila pertama yaitu menghindari pembunuhan. salah atau benar nya adalah relatif tergantung dari kacamata mana kita melihatnya. namun utk akibat karma yg diterima bergantung pada niat jokowi melakukan tindakan tersebut apakah didasari atas rasa kasihan atau didasari atas ketamakan. ketamakan disini maksudnya ialah demi mendapatkan popularitas dan nama baik  atau bisa juga didasari atas kebencian. jadi karma adalah niat yg melandasi suatu tindakan dilakukan, maka akibatnya berbeda bergantung pada niat yg menjadi landasan tersebut.

merah : ya itu maksudnya ... dan yang ini nyambung dengan pertanyaan saya sebelumnya terkait Buddha vs politik dan perang >>> karena menurut saya manusia yang berbasis "full tasawuf" ... berbasis pada pembersihan diri .... akan selalu berbenturan dengan dua kata underline ini >>> makanya saya tanya ... apakah ada aturan2 dan hukum2 yang mengikat terkait politik (misalnya)

karena menurut saya ... perang dan politik adalah bagian dari kehidupan .... diluar benar dan salah tindakan masing2 individu ... belum pernah dalam sejarah peradaban manusia sampai sejauh ini ... 1 thn saja tidak ada perang di salah satu bagian dunia ini

katakanlah disebut ..... "perang terhadap narkoba" pun tidak harus membunuh pelaku narkoba
>>> yang saya tau ... belum ada satu hukum negara manapun di dunia ini yang bisa mengalahkan peredaran narkoba selain eksekusi mati (eksekusi matipun sebetulnya tidak bisa mengalahkan kecuali dilakukan besar2an)
>>> sebut saya ekstrem dalam hal ini ... tapi memang faktanya begitu ... hukum penjara sebaik/seketat apapun (di eropa, amerika, australia, dsb) tetap tidak bisa mengalahkan peredaran narkoba >>> tapi ini dibahas di thread lain saja karena jatuhnya OOT .... hehehehe

>>> maksud saya disini .... terkait tulisan orange .... menurut saya yang disebut perang memang selalu ada "pembunuhan" .... dan ini berjalan sesuai system/hukum alam itu sendiri (sekali lagi diluar benar dan salah niat untuk berperang) >> maka kembali ke tulisan coklat saya  

balik ke yang merah : menghindari pembunuhan >>> kalau tidak bisa menghindari (misalnya dalam peperangan) ... si pembunuh melanggar sila pertama atau tidak ?? >>> pertanyaan ini nyambung tentang uraian anda terkait karma Jokowi

piss  piss

@gyojo wrote:
@dee-nee wrote:yang disebut dewa itu bagaimana dari sudut pandang Buddha ?? mereka hidup di mana ?? alam apa ?? apakah sama dengan alam manusia ??

-mengenai alam kehidupan ini sy copas ya heheee ...
1.kamaloka adalah alam kehidupan dari makhluk2 yg masih menyenangi dan dikuasai ato dipengaruhi oleh pemuasan nafsu indera. nafsu indera muncul melalui 6 indera yaitu : mata, telinga, hidung, lidah, permukaan jasmani (kulit ) dan pikiran.
kamaloka terdiri atas 11 alam kehidupan yaitu : 4 alam appaya ( neraka, binatang, peta/hantu, asura/raksasa ) dan 7 alam kamasugati ( alam manusia, alam dewa catumaharajika, alam surga dewa sakka, alam surga dewa yama, alam surga menyenangkan, alam nimmanarati / alam surga dari para dewa yg menikmati kesenangan istana2 yg diciptakan mereka, alam paranimitavasavatti / alam surga dari para dewa yg menikmati ciptaan para dewa lain.
2.rupaloka
lebih tinggi dari kamaloka ( alam nafsu ) adalah alam2 brahma ato rupa loka ( alam bentuk ) dimana makhluk2 menikmati kesenangan, jhana yg dihasilkan oleh meditasi. makhluk2 di alam ini tak memiliki nafsu indera dan merekapun tidak memiliki kelamin. rupaloka terdiri dari 16 alam dibagi sesuai dengan tingkat jhana yg dicapai.
3.arupaloka
adalah alam kehidupan para dewa arupa-brahma secara harafiah, arupa artinya adalah tanpa bentuk ato tanpa jasmani. arupaloka diklasifikasikan sebagai alam tanpa bentuk, karena tubuh makhluk di alam ini terlalu sangat halus dan mereka tdk mempunyai kelamin. alam ini dicapai setelah orang sukses dengan meditasi dan mencapai arupa jhana.

btw ini sy ringkas sj, karena panjang sekali hee ... dan menurut sy ini hanya sebatas menambah pengetahuan saja.. benar tidaknya lebih baik buktikan sendiri hehehe ...

thanks banget ... lumayan buat nambah wawasan

2 good  2 good

Jadi memang dalam Buddha ada alam lain di luar dari alam manusia
Dan kalau saya baca uraian anda .... maka semua manusia pada dasarnya bisa masuk ke alam2 tersebut dengan cara melakukan meditasi (yang bold) ... begitukah ??

@gyojo wrote:
@dee-nee wrote:
anyway ... tentang yang bold : kebencian, keserakahan, kebodohan
maksudnya gimana sih bahwa 3 hal ini jangan dimusnahkan tapi malah bersahabat ??

-heehee .. film sun go kong itu cerita fiksi berdasarkan kisah nyata. tentang kebencian, keserakahan, dan kebodohan jangan dimusnahkan tp malah bersahabat maksudnya bila dimusnahkan malah menambah kebencian, karena sesungguhnya kan kebencian, keserakahan, kebodohan itu tidak eksis secara real. kebencian, keserakahan, kebodohan itu eksis karena ada sebab pendukungnya maka dengan menyadari sebab2 dari kebencian, keserakahan, dan kebodohan. hal2 tersebut tdk muncul.

bold : clear ... thanks

2 good
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by SEGOROWEDI on Thu Jul 23, 2015 9:47 am

@gyojo wrote:
- dlm buddhism tdk ada penyebab tunggal, jd penyebab bayi terlahir cacat karena karma yg didukung oleh sebab dan kondisi lainnya yg saling menjadikan. Karma tdk bisa bekerja tanpa kondisi pendukung, seperti bibit jagung tdk dapat tumbuh jika ditaruh di meja akan tetapi bibit jagung bisa tumbuh bila ditanam pada tanah yg subur.
Maka belum tentu jg jika ortunya si bayi narkoba atau kawin sedarah bisa terlahir cacat, bila karma si bayi tdk mendukung.
- baik dan buruk merupakan sudut pandang dalam melabeli suatu tindakan. Seperti koin mata uang yg memiliki dua sisi gambar dan angka dalam satu koin mata uang.

- ya tinggal digabung to: ortu narkoba + kawin sedarah + ...... + ......
poinnya: JANGAN MENYALAHKAN TUHAN
- tetep aja 2 hal berbeda

trus hidup berkali-kali itu gimana?
kapan kamu pernah hidup, dimana dan sebagai (mahluk) apa?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by gyojo on Thu Jul 23, 2015 10:13 am

@dee-nee wrote:

nafsu penjelmaan itu apa ?? nafsu pada pemusnahan itu apa maksudnya ?? lah iya ... moksa itu apa sih maksudnya ??
(saya nebak2 aja sih nulis itu .... ga ngerti juga apa artinya) wakakakakaka

>>> hmmm tolong jelasin dengan bahasa awam dong .... saya suka bingung kalau baca kata2 yang ga biasa dipakai sehari2 ... bukan ga ngerti tapi takutnya salah paham

piss  piss

ketagihan pada penjelmaan adalah ketagihan untuk lahir kembali sebagai manusia yg berdasarkan pada kepercayaan yg mengatakan tentang adanya atta ( roh ) yg kekal dan terpisah ( attavada ), nafsu yg mengacu pada dorongan untuk proteksi diri, meninggikan diri, dan utk kehidupan kekal setelah kematian, dorongan untuk melenyapkan situasi-situasi, benda-benda, dan orang-orang yang tidak menyenangkan. Dalam bentuk ekstrim, ini mungkin bisa menyebabkan impuls untuk melakukan perbuatan bunuh-diri, penolakan terhadap situasi kehidupan sekarang secara total. Nafsu keinginan yang demikian, secara ironis justru mendorong timbulnya kelahiran kembali lebih lanjut, yang masalahnya akan lama buruknya atau bahkan lebih buruk daripada keadaan saat ini. Dalam usaha untuk mengatasi dukkha, ajaran Buddhis tidak hanya ditujukan untuk membatasi nafsu keinginan. Namun iujuan akhirnya adalah menggunakan ketenangan batiniah dan kearifan untuk mencabut sepenuhnya akar dari nafsu keinginan tersebut.

ketagihan pada pemusnahan adalah ketagihan untuk memusnahkan diri, yang berdasarkan kepercayaan yang mengatakan bahwa setelah manusia meninggal maka berakhirlah segala riwayat tiap-tiap manusia (ucchedavada).

@dee-nee wrote:
merah : ya itu maksudnya ... dan yang ini nyambung dengan pertanyaan saya sebelumnya terkait Buddha vs politik dan perang >>> karena menurut saya manusia yang berbasis "full tasawuf" ... berbasis pada pembersihan diri .... akan selalu berbenturan dengan dua kata underline ini >>> makanya saya tanya ... apakah ada aturan2 dan hukum2 yang mengikat terkait politik (misalnya)

karena menurut saya ... perang dan politik adalah bagian dari kehidupan .... diluar benar dan salah tindakan masing2 individu ... belum pernah dalam sejarah peradaban manusia sampai sejauh ini ... 1 thn saja tidak ada perang di salah satu bagian dunia ini

katakanlah disebut ..... "perang terhadap narkoba" pun tidak harus membunuh pelaku narkoba
>>> yang saya tau ... belum ada satu hukum negara manapun di dunia ini yang bisa mengalahkan peredaran narkoba selain eksekusi mati (eksekusi matipun sebetulnya tidak bisa mengalahkan kecuali dilakukan besar2an)
>>> sebut saya ekstrem dalam hal ini ... tapi memang faktanya begitu ... hukum penjara sebaik/seketat apapun (di eropa, amerika, australia, dsb) tetap tidak bisa mengalahkan peredaran narkoba >>> tapi ini dibahas di thread lain saja karena jatuhnya OOT .... hehehehe

>>> maksud saya disini .... terkait tulisan orange .... menurut saya yang disebut perang memang selalu ada "pembunuhan" .... dan ini berjalan sesuai system/hukum alam itu sendiri (sekali lagi diluar benar dan salah niat untuk berperang) >> maka kembali ke tulisan coklat saya  

balik ke yang merah : menghindari pembunuhan >>> kalau tidak bisa menghindari (misalnya dalam peperangan) ... si pembunuh melanggar sila pertama atau tidak ?? >>> pertanyaan ini nyambung tentang uraian anda terkait karma Jokowi

piss  piss

-budha vs politik dan perang bisa anda baca pada artikel berikut utk lebih jelasnya http://www.samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/bhikkhu-dan-kegiatan-politik/
-jika tdk bisa menghindari pembunuhan maka tetap melanggar sila pertama, akan tetapi konsekuensi nya ialah pada diri sendiri. karena pancasila budhis itu berjanji / bertekad pada diri sendiri. sedangkan akibat karmanya tergantung pada niat nya.

@dee-nee wrote:
thanks banget ... lumayan buat nambah wawasan

2 good  2 good

Jadi memang dalam Buddha ada alam lain di luar dari alam manusia
Dan kalau saya baca uraian anda .... maka semua manusia pada dasarnya bisa masuk ke alam2 tersebut dengan cara melakukan meditasi (yang bold) ... begitukah ??

ya ada banyak alam kehidupan selain alam manusia, alam rupaloka dan arupaloka dicapai dengan cara meditasi, sedangkan kamaloka lewat nafsu indria

@dee-nee wrote:

bold : clear ... thanks

2 good

2 good thanks much

gyojo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 33
Posts : 145
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 05.06.15
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by gyojo on Fri Jul 24, 2015 11:19 am

@SEGOROWEDI wrote:
@gyojo wrote:
- dlm buddhism tdk ada penyebab tunggal, jd penyebab bayi terlahir cacat karena karma yg didukung oleh sebab dan kondisi lainnya yg saling menjadikan. Karma tdk bisa bekerja tanpa kondisi pendukung, seperti bibit jagung tdk dapat tumbuh jika ditaruh di meja akan tetapi bibit jagung bisa tumbuh bila ditanam pada tanah yg subur.
Maka belum tentu jg jika ortunya si bayi narkoba atau kawin sedarah bisa terlahir cacat, bila karma si bayi tdk mendukung.
- baik dan buruk merupakan sudut pandang dalam melabeli suatu tindakan. Seperti koin mata uang yg memiliki dua sisi gambar dan angka dalam satu koin mata uang.

- ya tinggal digabung to: ortu narkoba + kawin sedarah + ...... + ......
poinnya: JANGAN MENYALAHKAN TUHAN
- tetep aja 2 hal berbeda

trus hidup berkali-kali itu gimana?
kapan kamu pernah hidup, dimana dan sebagai (mahluk) apa?

-setiap saat anda hidup berkali-kali, apakah anda tdk menyadari bahwa perasaan, pikiran, kesadaran, dan jasmani setiap saat berubah. setiap saat timbul dan tenggelam sesuai dengan kondisi yg menyebabkannya
-kapan, dimana dan sedang apa anda pada tanggal 22 oktober 2013 pukul 06:44 ??

gyojo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 33
Posts : 145
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 05.06.15
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by dee-nee on Fri Jul 24, 2015 11:46 am

@gyojo wrote:-jika maksud anda tuhan allah hanya personifikasi dari dzat yg mutlak, maka sesungguhnya tuhan allah itu tdk maha kuasa, tdk maha mendengar dan maha melihat apakah begitu ?

yang merah dulu ya ... hehehehe

seperti saya pernah tulis sebelumnya ...
A. segala hal di dunia ini berasal dari Tuhan
B. segala hal di dunia ini terjadi karena ada Tuhan

yang berkondisi tidak akan ada bila tidak ada yang tidak berkondisi
yang tidak mutlak tidak akan ada bila tidak ada yang mutlak

artinya ADA-nya yang mutlak adalah syarat bagi ADA-nya kita
kalau TIDAK ADA yang mutlak ... kita-pun TIDAK ADA

>>> kalau mau pakai logika awam ... ADA-nya yang mutlak tanpa membutuhkan syarat .... sementara ADA-nya kita membutuhkan syarat ADA-nya yang mutlak

menurut saya hal2 seperti ini sudah cukup menunjukkan bahwa yang mutlak dan tidak berkondisi adalah "SESUATU" yang powerful/kuasa

yang biru : sebelumnya saya pernah menulis tentang doa (mudah2an masih ingat)

supaya anda ngeh maksudnya yang biru ... saya pakai pengalaman pribadi saja ya

Sebelum nikah saya pernah kerja di perusahaan Jepang ... suatu hari (kira2 1 minggu pertama saya kerja) ... saya menghilangkan cek perusahaan senilai $100.000 (kira2 1 m ya kalau kurs Rp10.000).

Sekitar jam 9 pagi, cek itu jatuh di tempat parkir waktu saya diminta boss ke bank (terkait urusan dengan cek tersebut)

Saking paniknya ... saya bingung banget dan cuma bisa lapor ke boss "Maaf cek-nya jatuh, dan hilang"
>>> ekspresi dia waktu itu ... intinya ... saking marahnya, dia sampai ga bisa marah (cuma tinggal mukanya aja yang merah)

Intinya ... dalam satu hari itu ... tidak ada satupun karyawan yang negur saya ... bukan karena mereka marah tapi mereka juga bingung mau ngomong apa >>> image saya adalah "anak baru yang ngilangin cek 1 milyar"

Visualisasinya kalau di kartun2 ... saya seperti mengkerut kecil banget di pojokan sambil banyak tangan nunjuk2 saya "YOU ... YOU ... YOU"

>>> satu hari itu saya sama sekali ga dikasi kerjaan oleh boss ... bahkan ga dikasi kesempatan untuk angkat telepon .... semua tugas2 saya diambil dan diserahkan ke orang lain >>> dan itu diketahui satu kantor

Bengong ga bisa apa2 ... yang bisa saya lakukan waktu itu cuma berdoa ... sholat ... dan bolak balik muterin parkiran sukur2 cek-nya ketemu>> ga nemu ... naik lagi ke atas ... suasana kantor ga enak ... turun lagi ke parkiran .... gitu terus

mau makan siang ga enak (kesannya ga bertanggung jawab) .... mau main game karena ga ada kerjaan (apalagi ini ... wakaakakakka)

Sampai akhirnya sekitar jam 4 sore .. saya ditelpon CS di bawah ... dia bilang ada orang yang nemu cek saya ....

Hehehe ... ceritanya ga nendang ya ....

Tapi intinya ... apa yang bisa saya pikirkan waktu itu cuma "doa saya didengar" ... ga ada lagi selain berpikir begitu karena ga ada satupun yang bisa bantu saya waktu itu

Waktu ngobrol sama boss dan dia tanya "kok bisa ?? gimana ceritanya ??" ... saya jawab "Saya berdoa" ... si boss (karena dia atheist) bilang "kamu beruntung"

Buat saya ... apakah kejadian itu bisa disebut keberuntung-an atau tidak ... tapi karena saya orang yang percaya adanya Dzat ini ... ya saya mengatakan "Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat"

urusan apa yang dimaksud dengan mendengar dan melihat disini ... atau apakah doa saya adalah bagian dari afirmasi (dimana ada proses sebab akibat, energi, dsb) ... buat saya semua itu ga penting karena saya ga tau apa2 bagaimana proses itu terjadi ... tau2 begitu aja

Dan lucunya .... 2 thn saya kerja di perusahaan itu ... at least 5 kali boss saya harus bilang "kamu memang beruntung" >>> dengan kejadian yang hampir2 sama "panik"nya walaupun beda kasus

Jadi ya gitu ... hehehehehe .... personifikasi atau apapun itu namanya ... yang saya (manusia) tau adalah seperti itulah yang terjadi ... "saya berdoa, saya minta tolong, saya memohon" ... dan dalam keadaan saya sudah "panic attack" seperti itu .... doa saya terkabul

dan prinsip-nya ... semua hal yang terjadi di alam semesta ini berasal dari yang mutlak ... tercipta dan terjadi karena ADA-nya yang mutlak
(balik ke jawaban saya tentang pertanyaan anda yang merah diatas)

@gyojo wrote:-artinya seharusnya bukan tuhan membunyikan genderang, mungkin lebih tepatnya fenomena alam yg terjadi. akan tetapi karena ada kata2 tuhan yg maha kuasa membunyikan genderang maka seluruh umat menyembah tuhan, padahal sesungguhnya yg terjadi adalah suatu fenomena alam. gitu sih bro menurut sy piss piss piss

hehehehehe .... ya makanya ... semua itu kan tergantung sudut pandang ... tergantung percaya vs tidak percaya  

misalnya yang merah :

kembali pada kalimat saya : "segala hal di dunia ini berasal dari (ketetapan/kehendak) Tuhan"

kalimat anda : sependapat, karena segala hal di dunia adalah berkondisi. Segala yg berkondisi berasal dari yg tdk berkondisi didukung oleh sebab2 yg saling menjadikan

merah : sebab2 yang saling menjadikan ini pun disebut berkondisi ...
maka pada dasarnya semua hal di dunia ini berasal dari yang tdk berkondisi kan (underline)

piss  

katakanlah anda sebut hukum alam berjalan sebagaimana adanya
lalu saya bilang ... hukum alam yang berjalan sebagaimana adanya ini pun disebut ketetapan Tuhan (berasal dari yang mutlak)

kata "sebagaimana adanya" akan menjadi biasa karena manusia sudah terbiasa dengan itu ....
tapi "sebagaimana adanya" ini akan menjadi luar biasa seandainya manusia punya panca indra ala Superman (misalnya)

pohon menghasilkan buah >> biasa
tapi akan jadi luar biasa kalau kita bisa lihat bagaimana proses alam yang terjadi di dalam pohon tersebut

gitu maksud saya ...

Jadi balik ke Nuh ... buat saya (manusia yang tidak bersaksi dan tidak pernah bertemu Nuh) ... sudah tidak penting bagaimana Nuh memahami fenomena alam atau suara2 dsb ... tapi yang penting adalah perintah dan peringatan yang beliau sampaikan ... dan ternyata peringatan itu benar

Sebetulnya ini akan sama saja seperti Mutiara yang bicara mengenai jin qarin terkait Buddha >>> ujung2nya kan kembali pada percaya vs tidak percaya

piss piss

btw ... ada sedikit confirmasi .... yang saya maksud dengan  

@dee-nee wrote:kalau Nuh bilang "saya mendengar bunyi genderang seperti akan ada badai"

disini artinya : hanya Nuh yang bisa mendengar ... tidak orang lain ... tidak juga binatang ... jadi sifatnya personal bagi Nuh ...

hehehehehehe
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by SEGOROWEDI on Fri Jul 24, 2015 12:34 pm

@gyojo wrote:
-setiap saat anda hidup berkali-kali, apakah anda tdk menyadari bahwa perasaan, pikiran, kesadaran, dan jasmani setiap saat berubah. setiap saat timbul dan tenggelam sesuai dengan kondisi yg menyebabkannya
-kapan, dimana dan sedang apa anda pada tanggal 22 oktober 2013 pukul 06:44 ??

- kan masih di kehidupan yang sama, kok berkali-kali gimana??
- masih sebagai manusia SW..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by gyojo on Fri Jul 24, 2015 12:53 pm

@dee-nee wrote:
yang merah dulu ya ... hehehehe

seperti saya pernah tulis sebelumnya ...
A. segala hal di dunia ini berasal dari Tuhan
B. segala hal di dunia ini terjadi karena ada Tuhan

yang berkondisi tidak akan ada bila tidak ada yang tidak berkondisi
yang tidak mutlak tidak akan ada bila tidak ada yang mutlak

artinya ADA-nya yang mutlak adalah syarat bagi ADA-nya kita
kalau TIDAK ADA yang mutlak ... kita-pun TIDAK ADA

>>> kalau mau pakai logika awam ... ADA-nya yang mutlak tanpa membutuhkan syarat .... sementara ADA-nya kita membutuhkan syarat ADA-nya yang mutlak

menurut saya hal2 seperti ini sudah cukup menunjukkan bahwa yang mutlak dan tidak berkondisi adalah "SESUATU" yang powerful/kuasa

sesungguhnya kan yg mutlak itu tdk berkuasa karena yg mutlak tersebut utk menciptakan yg tdk mutlak dibutuhkan kondisi pendukung, artinya yg mutlak membutuhkan syarat utk menciptakan yg tdk mutlak betul tidak ? dibawah adalah contohnya dari pengalaman anda sendiri

@dee-nee wrote:
yang biru : sebelumnya saya pernah menulis tentang doa (mudah2an masih ingat)

supaya anda ngeh maksudnya yang biru ... saya pakai pengalaman pribadi saja ya

Sebelum nikah saya pernah kerja di perusahaan Jepang ... suatu hari (kira2 1 minggu pertama saya kerja) ... saya menghilangkan cek perusahaan senilai $100.000 (kira2 1 m ya kalau kurs Rp10.000).

Sekitar jam 9 pagi, cek itu jatuh di tempat parkir waktu saya diminta boss ke bank (terkait urusan dengan cek tersebut)

Saking paniknya ... saya bingung banget dan cuma bisa lapor ke boss "Maaf cek-nya jatuh, dan hilang"
>>> ekspresi dia waktu itu ... intinya ... saking marahnya, dia sampai ga bisa marah (cuma tinggal mukanya aja yang merah)

Intinya ... dalam satu hari itu ... tidak ada satupun karyawan yang negur saya ... bukan karena mereka marah tapi mereka juga bingung mau ngomong apa >>> image saya adalah "anak baru yang ngilangin cek 1 milyar"

Visualisasinya kalau di kartun2 ... saya seperti mengkerut kecil banget di pojokan sambil banyak tangan nunjuk2 saya "YOU ... YOU ... YOU"

>>> satu hari itu saya sama sekali ga dikasi kerjaan oleh boss ... bahkan ga dikasi kesempatan untuk angkat telepon .... semua tugas2 saya diambil dan diserahkan ke orang lain >>> dan itu diketahui satu kantor

Bengong ga bisa apa2 ... yang bisa saya lakukan waktu itu cuma berdoa ... sholat ... dan bolak balik muterin parkiran sukur2 cek-nya ketemu>> ga nemu ... naik lagi ke atas ... suasana kantor ga enak ... turun lagi ke parkiran .... gitu terus

mau makan siang ga enak (kesannya ga bertanggung jawab) .... mau main game karena ga ada kerjaan (apalagi ini ... wakaakakakka)

Sampai akhirnya sekitar jam 4 sore .. saya ditelpon CS di bawah ... dia bilang ada orang yang nemu cek saya ....

Hehehe ... ceritanya ga nendang ya ....

Tapi intinya ... apa yang bisa saya pikirkan waktu itu cuma "doa saya didengar" ... ga ada lagi selain berpikir begitu karena ga ada satupun yang bisa bantu saya waktu itu

Waktu ngobrol sama boss dan dia tanya "kok bisa ?? gimana ceritanya ??" ... saya jawab "Saya berdoa" ... si boss (karena dia atheist) bilang "kamu beruntung"

Buat saya ... apakah kejadian itu bisa disebut keberuntung-an atau tidak ... tapi karena saya orang yang percaya adanya Dzat ini ... ya saya mengatakan "Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat"

urusan apa yang dimaksud dengan mendengar dan melihat disini ... atau apakah doa saya adalah bagian dari afirmasi (dimana ada proses sebab akibat, energi, dsb) ... buat saya semua itu ga penting karena saya ga tau apa2 bagaimana proses itu terjadi ... tau2 begitu aja

Dan lucunya .... 2 thn saya kerja di perusahaan itu ... at least 5 kali boss saya harus bilang "kamu memang beruntung" >>> dengan kejadian yang hampir2 sama "panik"nya walaupun beda kasus

Jadi ya gitu ... hehehehehe .... personifikasi atau apapun itu namanya ... yang saya (manusia) tau adalah seperti itulah yang terjadi ... "saya berdoa, saya minta tolong, saya memohon" ... dan dalam keadaan saya sudah "panic attack" seperti itu .... doa saya terkabul

dan prinsip-nya ... semua hal yang terjadi di alam semesta ini berasal dari yang mutlak ... tercipta dan terjadi karena ADA-nya yang mutlak
(balik ke jawaban saya tentang pertanyaan anda yang merah diatas)

ini adalah contoh yg mutlak tdk berkuasa, tdk maha mendengar dan maha melihat karena yg mutlak membutuhkan kekuatan doa diri anda sendiri. dan lagi tidak semua orang bisa seperti anda karena itulah anda dikatakan beruntung oleh bos anda, mengapa doa tersebut bisa manjur kepada anda tapi belum tentu manjur kepada orang lain? pasti karena ada sebab pendukung yg lainnya kan, karena itulah yg mutlak tidak berkuasa, yg mutlak membutuhkan syarat.

@dee-nee wrote:
hehehehehe .... ya makanya ... semua itu kan tergantung sudut pandang ... tergantung percaya vs tidak percaya  

misalnya yang merah :

kembali pada kalimat saya : "segala hal di dunia ini berasal dari (ketetapan/kehendak) Tuhan"

kalimat anda : sependapat, karena segala hal di dunia adalah berkondisi. Segala yg berkondisi berasal dari yg tdk berkondisi didukung oleh sebab2 yg saling menjadikan

merah : sebab2 yang saling menjadikan ini pun disebut berkondisi ...
maka pada dasarnya semua hal di dunia ini berasal dari yang tdk berkondisi kan (underline)

piss  

katakanlah anda sebut hukum alam berjalan sebagaimana adanya
lalu saya bilang ... hukum alam yang berjalan sebagaimana adanya ini pun disebut ketetapan Tuhan (berasal dari yang mutlak)

kata "sebagaimana adanya" akan menjadi biasa karena manusia sudah terbiasa dengan itu ....
tapi "sebagaimana adanya" ini akan menjadi luar biasa seandainya manusia punya panca indra ala Superman (misalnya)

pohon menghasilkan buah >> biasa
tapi akan jadi luar biasa kalau kita bisa lihat bagaimana proses alam yang terjadi di dalam pohon tersebut

gitu maksud saya ...

Jadi balik ke Nuh ... buat saya (manusia yang tidak bersaksi dan tidak pernah bertemu Nuh) ... sudah tidak penting bagaimana Nuh memahami fenomena alam atau suara2 dsb ... tapi yang penting adalah perintah dan peringatan yang beliau sampaikan ... dan ternyata peringatan itu benar


piss piss

btw ... ada sedikit confirmasi .... yang saya maksud dengan  

@dee-nee wrote:kalau Nuh bilang "saya mendengar bunyi genderang seperti akan ada badai"

disini artinya : hanya Nuh yang bisa mendengar ... tidak orang lain ... tidak juga binatang ... jadi sifatnya personal bagi Nuh ...

hehehehehehe

-benar segala yg berkondisi berasal dari yg tdk berkondisi, akan tetapi didukung oleh sebab2 yg saling menjadikan. maka sesungguhnya yg tdk berkondisi itu tdk maha kuasa.
-justru bila kita bisa melihat proses nya maka tdk ada yg maha kuasa, maha melihat, maha mendengar karena semua bisa terjadi lewat proses yg didukung sebab2.

@dee-nee wrote:
Sebetulnya ini akan sama saja seperti Mutiara yang bicara mengenai jin qarin terkait Buddha >>> ujung2nya kan kembali pada percaya vs tidak percaya

benar, maka suatu kebenaran yg dikonsepkan menjadi kebenaran relatif yaitu menjadi percaya vs tdk percaya bukan kebenaran mutlak.


gyojo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 33
Posts : 145
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 05.06.15
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by gyojo on Fri Jul 24, 2015 1:08 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@gyojo wrote:
-setiap saat anda hidup berkali-kali, apakah anda tdk menyadari bahwa perasaan, pikiran, kesadaran, dan jasmani setiap saat berubah. setiap saat timbul dan tenggelam sesuai dengan kondisi yg menyebabkannya
-kapan, dimana dan sedang apa anda pada tanggal 22 oktober 2013 pukul 06:44 ??

- kan masih di kehidupan yang sama, kok berkali-kali gimana??
- masih sebagai manusia SW..

-batin anda mati dan hidup berkali2 sesuai kondisi yg menyebabkannya
-sebagai manusia SW anda sedang dimana dan apa yg anda lakukan pada tanggal 22 oktober 2013 pukul 06:44 ?

gyojo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 33
Posts : 145
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 05.06.15
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by SEGOROWEDI on Fri Jul 24, 2015 4:33 pm

@gyojo wrote:
-batin anda mati dan hidup berkali2 sesuai kondisi yg menyebabkannya
-sebagai manusia SW anda sedang dimana dan apa yg anda lakukan pada tanggal 22 oktober 2013 pukul 06:44 ?

- SW belum pernah mati, meski perasaan/pikiran/fisik berubah...
- dimanapun dan apapun yang saya lakukan, tetep SW yang hidup

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by gyojo on Fri Jul 24, 2015 7:14 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@gyojo wrote:
-batin anda mati dan hidup berkali2 sesuai kondisi yg menyebabkannya
-sebagai manusia SW anda sedang dimana dan apa yg anda lakukan pada tanggal 22 oktober 2013 pukul 06:44 ?

- SW belum pernah mati, meski perasaan/pikiran/fisik berubah...
- dimanapun dan apapun yang saya lakukan, tetep SW yang hidup

-saat anda tidur tanpa mimpi, ada dimanakah kesadaran anda?
-anda tdk bisa mengingatnya bukan? Anda tdk ingat tp anda hidup pada tgl dan jam tersebut bukan? Sama saja dengan kehidupan lampau, kita tdk ingat bukan berarti kita tdk pernah hidup

gyojo
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Age : 33
Posts : 145
Kepercayaan : Budha
Location : jakarta
Join date : 05.06.15
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by dee-nee on Sat Jul 25, 2015 12:18 am

@gyojo wrote:
ketagihan pada penjelmaan adalah ketagihan untuk lahir kembali sebagai manusia yg berdasarkan pada kepercayaan yg mengatakan tentang adanya atta ( roh ) yg kekal dan terpisah ( attavada ), nafsu yg mengacu pada dorongan untuk proteksi diri, meninggikan diri, dan utk kehidupan kekal setelah kematian,  dorongan untuk melenyapkan situasi-situasi, benda-benda, dan orang-orang yang tidak menyenangkan. Dalam bentuk ekstrim, ini mungkin bisa menyebabkan impuls untuk melakukan perbuatan bunuh-diri, penolakan terhadap situasi kehidupan sekarang secara total. Nafsu keinginan yang demikian, secara ironis justru mendorong timbulnya kelahiran kembali lebih lanjut, yang masalahnya akan lama buruknya atau bahkan lebih buruk daripada keadaan saat ini. Dalam usaha untuk mengatasi dukkha, ajaran Buddhis tidak hanya ditujukan untuk membatasi nafsu keinginan. Namun iujuan akhirnya adalah menggunakan ketenangan batiniah dan kearifan untuk mencabut sepenuhnya akar dari nafsu keinginan tersebut.

ketagihan pada pemusnahan adalah ketagihan untuk memusnahkan diri, yang berdasarkan kepercayaan yang mengatakan bahwa setelah manusia meninggal maka berakhirlah segala riwayat tiap-tiap manusia (ucchedavada).

yang underline itu artinya : Buddha mengajarkan agar manusia tidak berkeinginan untuk lahir kembali atau hidup kekal setelah kematian >> gitu ga sih logikanya ??
>>> lalu apa perlunya Buddha bicara tentang karma ??

wakakakakaka ... kayanya saya beneran bingung

@gyojo wrote:-budha vs politik dan perang bisa anda baca pada artikel berikut utk lebih jelasnya http://www.samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/bhikkhu-dan-kegiatan-politik/
-jika tdk bisa menghindari pembunuhan maka tetap melanggar sila pertama, akan tetapi konsekuensi nya ialah pada diri sendiri. karena pancasila budhis itu berjanji / bertekad pada diri sendiri. sedangkan akibat karmanya tergantung pada niat nya.

saya ambil point-nya ya ... hehehehehe

Dalam tatanan umat Buddha, dikenal adanya dua kelompok masyarakat yaitu:

1. Umat Buddha yang telah meninggalkan keduniawian dan hidup dalam vihara sebagai seorang samanera ataupun bhikkhu.
2. Umat Buddha yang berumah tangga dan tinggal dalam masyarakat sebagai upasaka dan upasika.


Sang Buddha membabarkan tujuh cara tanpa agresi dalam memerintah suatu negara republik dan sepuluh kebajikan para raja dalam memerintah suatu negara kerajaan.

Keterangan singkat di atas menunjukkan dua poin penting:

1. Para biarawan dapat mendidik para raja dan menteri ( para politisi ) dengan mengajarkan Dhamma kepada mereka, menjadi penengah dalam berbagai permasalahan politik dan melindungi hak-hak para warganegara pada saat diperlukan.

2. Para biarawan tidak terlibat sebagai pribadi dalam pengendalian dan pelaksanaan kekuasaan politik. Mereka juga tidak terlibat dalam pergulatan kekuasaan politik. Dengan kata lain, para biarawan boleh terlibat dalam politik tetapi harus dibatasi. Mereka tidak boleh menjadi politisi.

Beberapa orang memperdebatkan bahwa karena tidak adanya peraturan dalam Vinaya yang melarang para biarawan menjadi politisi, maka mereka boleh saja menjadi politisi. Perdebatan ini harus ditentang. Kita harus mengerti bahwa peraturan atau Vinaya dibuat berdasarkan keadaan saat itu. Karena pada saat itu tidak ada biarawan berjubah yang mau menjadi raja dan menteri, tentu saja peraturan semacam itu tidak dibuat. Pada saat itu, semua raja dan menteri yang hendak menjadi biarawan dengan otomatis melepaskan jabatan-jabatan duniawi mereka. Bagaimanapun juga, tujuan seorang biarawan adalah pelepasan; oleh karena itu berpikiran tentang pelepasan keduniawian di saat mereka masih melekat pada kekuasaan politik adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan Ajaran Sang Buddha.

Usaha untuk mencampuradukkan agama dengan politik pun sering terjadi.
Padahal, kalau dilihat agama berdasarkan pada moralitas, kemurnian, dan keyakinan, sedangkan dasar politik adalah kekuatan. Dilihat dari sejarah masa lalu, agama telah sering digunakan untuk memberi hak bagi orang-orang yang berkuasa. Agama digunakan untuk membenarkan perang dan penaklukan, penganiayaan, kekejaman, pemberontakan, penghancuran karya-karya seni dan kebudayaan.
Ketika agama digunakan sebagai perantara tindakan-tindakan politik, agama tidak lagi dapat memberikan keteladanan moral yang tinggi dan derajatnya direndahkan oleh kebutuhan-kebutuhan politik duniawi.

Dini : underline merah >>> ya itulah yang saya maksud sebelumnya

dan yang ini nyambung dengan pertanyaan saya sebelumnya terkait Buddha vs politik dan perang >>> karena menurut saya manusia yang berbasis "full tasawuf" ... berbasis pada pembersihan diri .... akan selalu berbenturan dengan dua kata underline ini

padahal ... disatu pihak ... politik dan kekuasan berkaitan dengan banyak orang (berkaitan dengan rakyat) >>> Raja yang bijaksana ... rakyatnya sejahtera .... Raja yang zalim ... rakyatnya menderita >>> bukankah lebih baik bila pemimpin negara bisa juga merangkap sebagai pemimpin agama seperti Dalai Lama misalnya .....

walaupun saya mengerti maksud Buddha disini

btw ... tentang yang bold : mau tanya lagi
apakah tujuan yang ingin dicapai dengan menjadi umat Buddha

misalnya kalau dalam agama samawi kan ... tujuannya surga .... bagaimana dengan Buddha ??
saya sempat baca uraian anda di post sebelum ... tapi ga terlalu jelas ... bisa tolong diurai

terkait dua point yang biru >>> ada perbedaan tidak antara no 1 dan 2 dalam mencapai tujuan tersebut ??

syukron

2 good  

@gyojo wrote:ya ada banyak alam kehidupan selain alam manusia, alam rupaloka dan arupaloka dicapai dengan cara meditasi, sedangkan kamaloka lewat nafsu indria

tentang alam lain diluar alam manusia ... clear

2 good  2 good
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by abu hanan on Sat Jul 25, 2015 2:26 am

interupsi..
karena menurut saya manusia yang berbasis "full tasawuf" ... berbasis pada pembersihan diri .... akan selalu berbenturan dengan dua kata underline ini
itu underline dalam konteks islam ato gimana?
kalow iyah..sayah ada warung http://www.laskarislam.com/t8815-kehidupan-diantara-tuhan-dan-setan

kalow bukan..abaikan interupsi..

piss


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kejanggalan Teori Reinkarnasi

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 11 dari 13 Previous  1, 2, 3 ... 10, 11, 12, 13  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik