FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

indahnya menikah berbeda agama

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

indahnya menikah berbeda agama

Post by keroncong on Sun Sep 23, 2012 4:03 am

Sebagian ulama ada yang menolak kebolehan laki-laki muslim menikahi wanita ahli kitab. Diantara alasannya antara lain :

1. Ahli Kitab Itu Musyrik
Melihat bahwa apa yang dilakukan oleh ahli kitab (yahudi dan nasrani) ketika menjalankan agama, ternyata mereka telah menjadikan Isa as sebagai tuhan atau anak tuhan. Bahkan telah mengatakan bahwa tuhan itu ada tiga. Sebagaimana yang disebutkan di dalam Al-Quran Al-Karim.

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(QS. Al-Maidah : 72)

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.(QS. Al-Maidah : 73)

Pendapat yang mengatakan bahwa nasrani itu musyrik adalah pendapat Ibnu Umar. Beliau mengatakan bahwa nasrani itu musyrik. Selain itu ada Ibnu Hazm yang mengatakan bahwa tidak ada yang lebih musyrik dari orang yang mengatakan bahwa tuhannya adalah Isa.

2. Wanita Kristen Pada Hari Ini Bukanlah Ahli Kitab
Sebagian yang lain mengatakan bahwa wanita kristen yang ada di sekeliling kita saat ini bukanlah wanita ahli kitab sebagaimana yang disebutkan Al-Quran Al-Karim. Menurut mereka wanita kitabiyah itu terbatas pada ras tertentu dan keturunan darah tertentu. Sedangkan di negeri ini banyak wanita kristen yang kalau dirunut ke atas ternyata bukan keturunan dari Bani Israil. Bahkan tidak sedikit yang ternyata keturnan muslimin juga, tetapi mengalami kemurtadan.

3. Hukumnya Boleh Tapi Harus Dipertimbangkan
Mereka yang ketiga ini tidak mengharamkan secara mutlak bila laki-laki muslim menikah dengan wanita ahli kitab. Sebab mereka berpatokan kepada pendapat jumhur ulama bahwa hal itu dibenarkan.

Namun mereka masih memberi syarat-syarat yang banyak untuk menghalalkannya. Misalnya masalah pertimbangan pendidikan anak, hubugan keluarga, fitnah di kalangan umat Islam sendiri khususnya di kalangan wanita muslimah. Dan masih banyak lagi.

Nampaknya pendapt ini lumayan baik untuk kita terima, sebab selain memang ini merupakan pendapat mayoritas ulama salaf, juga para shahabat Rasulullah SAW dahulu pun bukan satu dua yang menikahi wanita ahli kitab.

Para shahabat yang membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita kitabiyah diantaranya adalah Umar bin Al-Khattab, Ustman bin Affan, Jabir, Thalhah, Huzaifah. Bersama dengan para shahabat Nabi juga ada para tabi`in seperti Atho`, Ibnul Musayib, al-Hasan, Thawus, Ibnu Jabir Az-Zuhri. Pada generasi berikutnya ada Imam Asy-Syafi`i, juga ahli Madinah dan Kufah.

Yang sedikit berbeda pendapatnya hanyalah Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal, dimana mereka berdua tidak melarang hanya memkaruhkan menikahi wanita kitabiyah selama ada wanita muslimah.

Ayat Yang Membolehkan
Sebenarnya ayat Al-Quran Al-Karim sudah secara jelas membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita ahli kitab. Silahkan bukan dan baca surat berikut ini.

Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.” (QS. Al-Maidah : 5)

Pertimbangan
Benar bahwa secara hukum islam atau pendapat jumhur ulama, laki-laki muslim dibolehkan menikah dengan wanita kitabiyah, seperti yang sudah seringkali dibahas dalam konsultasi ini sebelumnya.

Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk menikahi wanita karena agama dan kesholehannya, meski dibolehkan juga untuk mempertimbangkan hal lainnya seperti kecantikan, keturunan dan kekayaan. Karena dengan bekal agama dan kesholehannya, iman kita lebih terjaga dan anak-anak kita akan mendapatkan pendidikan Islami sejak dini tanpa banyak hambatan.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by keroncong on Sun Sep 23, 2012 4:05 am

Islam Agama Cinta
Islam adalah agama cinta kasih yang mengajarkan kasih sayang kepada semua makhluq Allah SWT. Bahkan kepada hewan sekalipun, Islam telah memerintahkan kita berbagi kasih. Sebab syariah Islam itu hakikatnya adalah rahmat (kasih syang) untuk alam semesta.

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk rahmat bagi semesta alam.(QS.Al-anbiya’ : 107 )

Dan seorang anak manusia bila mencintai lawan jenisnya, itupun bagian dari cinta yang merupakan karunia Allah SWT dan tealh diberikan-Nya kepada kita untuk disyukuri. Sebab memang demikianlah Allah SWT ciptakan manusia dengan dilengkapi rasa cinta.

Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .(QS.Ali Imran : 14) )

Cinta Itu Tidak Buta dan Bukan Nafsu
Namun cinta yang dibenarkan dalam Islam adalah cinta yang murni datang dari nurani dan pada hakikatnya merupakan pemberian dari Allah SWT, bukan cinta yang datang dari sekedar nafsu rendah, apalagi nafsu birahi. Karena itu bukan cinta melainkan nafsu hewani. Keduanya tidak sama dan tidak pernah bisa disandingkan.

Selain itu, logika cinta dalam Islam itu sangat masuk akal dan fithrah. Ketika kita mencintai seseorang, maka kita tahu bahwa cinta itu datang dari Allah, bukan dari syetan. Maka juga wajar bila orang yang kita cintai itu pun idealnya mencintai kita dengan cinta yang datang dari Allah juga, bukan dari syetan.

Maka sebagai dua sejoli yang saling mencinta karena diberikan cinta dari Allah, amat sangat wajarlah bila keduanya bukan semata-mata melaksanakan cinta begitu saja, namun keduanya juga berada dalam cinta kepada Allah dan Allah cinta kepada mereka. Jadi ada cinta timbal balik antara mereka berdua dengan Allah sebagai pemberi cinta itu sendiri.

Inilah cinta sejati yang merupakan nilai yang tak ternilai harganya. Dan untuk itu, maka cinta itu menjadi bernilai tinggi, sehingga layak untuk berkurban atas nama cinta. Sebab cinta yang demikian jauh melebihi nilai-nilai cinta duniawi yang umumnya sulit dibedakan dengan nafsu hewaniyah.

Saling Mencinta Dalam Cinta Kepada Allah SWT
Ketika kita berbicara tentang cinta sejati antara sepasang anak manusia, maka hal itu hanya benar-benar terjadi manakala antara kedua sudah tidak ada halangan apapun, Sebab keduanya sudah pasrah dan disatukan dalam sebuah ikatan yang teramat kuat.

Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.(QS.An-Nisa : 21)

Ikatan itu bukan sekedar janji berdua, melainkan melibatkan tuhan di dalamnya dan juga orang-orang terdekat mereka. Ikatan itu tidak lain adalah ikatan pernikahan. Sebab ikatan itu adalah sebuah jalinan cinta kasih yang teramat kuat, sakral, bermakna dan tentu saja diakui oleh semua orang. Sedangkan ikatan cinta dan janji antara dua sejoli yang belum sampai kepada titik nikah adalah sesuatu yang sama sekali belum teruji, lebih cenderung hanya penampakan luar, tidak ada jaminan ikatan yang kuat dan lebih sering berakhir dengan kekecewaan.

Kita memang sering membaca roman semacam Romeo dan Juliet yang rela berkorban demi kekasihnya. Tetapi ketahuilah bahwa itu hanya ada di dalam fiksi buatan manusia. Sedangkan ikatan cinta sejati adalah ikatan yang menenteramkan dan wujud kasih sayang dalam arti yang sesungguhnya.

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.(QS.Ar-ruum : 21 )

Perkawinan Campur Dalam Pandangan Syariat Islam
Perkawinan campur dalam pandangan syariat Islam memiliki klasifikasi dan hukum sendiri-sendiri. Islam membedakan antara non muslim yang ahli kitab dengan yang bukan ahli kitab. Juga membedakan antara laki-laki muslim menikahi wanita non muslim dari kalangan ahli kitab dengan wanita muslimah menikah dengan laki-laki kafir.

Wanita muslimah diharamkan menikah dengan laki-laki non muslim, baik dia ahli kitab maupun bukan. Baik laki-laki itu kafir sebagai hali kitab atau sebagai pemeluk agama lainnya. Sedangkan laki-laki muslim yang menikahi wanita ahli kitab, dibolehkan oleh jumhur ulama dan diharamkan bila wanita itu kafir yang bukan ahli kitab. Allah SWT berfirman :

“Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”(QS. Al-Baqarah : 221 )

Perkawinan campur antar agama dalam pandangan Islam hanya dibenarkan apabila pihak laki-lakinya beragama Islam. Laki-laki muslim ini dibolehkan mempersunting wanita ahli kitab. Paling tidak itu merupakan pendapat jumhur ulama. Dan ada juga pendapat yang marjuh yang tetap tidak membolehkan hal itu.

Islam masih mentolelir bila seorang laki-laki menikahi wanita non muslim ahli kitab, tetapi wanita muslimah haram hukumnya menikah dengan laki-laki non muslim. Ini disebabkan pertimbangan bahwa laki-laki memiliki qawam (kepemimpinan) yang lebih besr dari wanita. Sehingga meski ibunya non muslimah, tapi ayahnya punya hak preogratif untuk mengislamkan anak-anaknya. Dalam hal ini pengaruh ayah harus jauh lebih kuat dari pengaruh ibu.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by Guest on Sun Sep 23, 2012 9:52 am

ichreza wrote: Islam Agama Cinta
Islam adalah agama cinta kasih yang mengajarkan kasih sayang kepada semua makhluq Allah SWT. Bahkan kepada hewan sekalipun, Islam telah memerintahkan kita berbagi kasih. Sebab syariah Islam itu hakikatnya adalah rahmat (kasih syang) untuk alam semesta.
Apanya yang indah bang
Zainab binti Muhammad ajahh sempat disuruh pisah sama Abu al-'Ash oleh mertua karena beda agama

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by keroncong on Sun Sep 23, 2012 11:17 am

duren swt wrote:
ichreza wrote: Islam Agama Cinta
Islam adalah agama cinta kasih yang mengajarkan kasih sayang kepada semua makhluq Allah SWT. Bahkan kepada hewan sekalipun, Islam telah memerintahkan kita berbagi kasih. Sebab syariah Islam itu hakikatnya adalah rahmat (kasih syang) untuk alam semesta.
Apanya yang indah bang
Zainab binti Muhammad ajahh sempat disuruh pisah sama Abu al-'Ash oleh mertua karena beda agama

yah jelas lah, klo anak perempuan ente nikah ama orang budha atau yahudi ente ikhlas nggak sih.... basi

yang indah tuh klo kita sbg laki punya istri kristen/katolik/yahudi.. naksir
kebetulan ane lagi naksir cewek solo nih, dari denom propetik apostolik.....doain ane berhasil yah gan....... suka

avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by Guest on Sun Sep 23, 2012 11:41 am

ichreza wrote:

yah jelas lah, klo anak perempuan ente nikah ama orang budha atau yahudi ente ikhlas nggak sih.... basi

yang indah tuh klo kita sbg laki punya istri kristen/katolik/yahudi.. naksir
kebetulan ane lagi naksir cewek solo nih, dari denom propetik apostolik.....doain ane berhasil yah gan....... suka

Mungkin tidak ihklas .. tapi klo dah kadung , ga akan gw suruh PISAH RANJANG ..... Apaa kataa duniaaaa

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by SEGOROWEDI on Sun Sep 23, 2012 12:51 pm

ichreza wrote:
Islam masih mentolelir bila seorang laki-laki menikahi wanita non muslim ahli kitab, tetapi wanita muslimah haram hukumnya menikah dengan laki-laki non muslim. Ini disebabkan pertimbangan bahwa laki-laki memiliki qawam (kepemimpinan) yang lebih besr dari wanita. Sehingga meski ibunya non muslimah, tapi ayahnya punya hak preogratif untuk mengislamkan anak-anaknya. Dalam hal ini pengaruh ayah harus jauh lebih kuat dari pengaruh ibu.

perkawinan berbasis penyesatan
ehmm

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by dee-nee on Sun Sep 23, 2012 2:51 pm

@SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:
Islam masih mentolelir bila seorang laki-laki menikahi wanita non muslim ahli kitab, tetapi wanita muslimah haram hukumnya menikah dengan laki-laki non muslim. Ini disebabkan pertimbangan bahwa laki-laki memiliki qawam (kepemimpinan) yang lebih besr dari wanita. Sehingga meski ibunya non muslimah, tapi ayahnya punya hak preogratif untuk mengislamkan anak-anaknya. Dalam hal ini pengaruh ayah harus jauh lebih kuat dari pengaruh ibu.

perkawinan berbasis penyesatan
ehmm

BLEPAK !!!!

cubit cubit
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by Guest on Sun Sep 23, 2012 4:22 pm

@dee-nee wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
ichreza wrote:
Islam masih mentolelir bila seorang laki-laki menikahi wanita non muslim ahli kitab, tetapi wanita muslimah haram hukumnya menikah dengan laki-laki non muslim. Ini disebabkan pertimbangan bahwa laki-laki memiliki qawam (kepemimpinan) yang lebih besr dari wanita. Sehingga meski ibunya non muslimah, tapi ayahnya punya hak preogratif untuk mengislamkan anak-anaknya. Dalam hal ini pengaruh ayah harus jauh lebih kuat dari pengaruh ibu.

perkawinan berbasis penyesatan
ehmm

BLEPAK !!!!

cubit cubit
Apanya yang blepak .. apa Ilahmu ga tau kalao di abad 21 ini ada wanita seperti Sri Mulyani malah jadi PEMIMPIN kapir

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by keroncong on Thu Sep 27, 2012 10:44 am

Islam adalah agama rahmatan lil-`alamin yang mengakui eksistensi agama sebelumnya. Termasuk beriman kepada para nabi yang pernah diutus dan juga kitab-kitab suci yang pernah turun. Dengan demikian, Islam merupakan agama yang paling luas dan sekaligus paling luwes dalam bergaul dengan kalangan non- muslim terutama ahli kitab. Diantara bukti yang menguatkan adalah dihalalkannya sembelihan ahli kitab dan dihalalkannya pula wanita-wanita ahli kitab untuk dinikahi. Kehalalan ini bukan sekedar pendapat ulama saja, tapi merupakan penegasan langsung dri Allah SWT dalam Al-Quran Al-Karim dan As-Sunnah As-syarifah. Karena itu ijma` ulama sejak awal masa Nabi hingga kini tidak berubah atas hukum yang langsung ditentukan oleh Yang Membuat syariat yaitu Allah Azza Wa Jalla. Dan tidak ada pertentangan dalam wahyu-wahyu yang Allah turunkan itu. Allah SWT berfirman :

(Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.” (QS. Al-Maidah : 5)

Perbedaan Pendapat Di Kalangan Ulama Tentang Kawin Campur
Perkawinan campur dalam pandangan syariat Islam memiliki klasifikasi dan hukum sendiri-sendiri. Islam membedakan antara non muslim yang ahli kitab dengan yang bukan ahli kitab. Juga membedakan antara laki-laki muslim menikahi wanita non muslim dari kalangan ahli kitab dengan wanita muslimah menikah dengan laki-laki kafir.

Wanita muslimah diharamkan menikah dengan laki-laki non muslim, baik dia ahli kitab maupun bukan. Sedangkan laki-laki muslim yang menikahi wanita ahli kitab, dibolehkan oleh jumhur ulama dan diharamkan bila wanita itu kafir yang bukan ahli kitab.

Jumhur shahabat membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita kitabiyah, diantaranya adalah Umar bin Al-Khattab, Ustman bin Affan, Jabir, Thalhah, Huzaifah. Bersama dengan para shahabat Nabi juga ada para tabi`Insya Allah seperti Atho`, Ibnul Musayib, al-Hasan, Thawus, Ibnu Jabir Az-Zuhri. Pada generasi berikutnya ada Imam Asy-Syafi`i, juga ahli Madinah dan Kufah. Yang sedikit berbeda pendapatnya hanyalah Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal, dimana mereka berdua tidak melarang hanya memkaruhkan menikahi wanita kitabiyah selama ada wanita muslimah.

Pendapat yang mengatakan bahwa nasrani itu musyrik adalah pendapat Ibnu Umar. Beliau mengatakan bahwa nasrani itu musyrik. Selain itu ada Ibnu Hazm yang mengatakan bahwa tidak ada yang lebih musyrik dari orang yang mengatakan bahwa tuhannya adalah Isa. Namun jumhur Ulama tetap mengatakan bahwa wanita kitabiyah itu boleh dinikahi, meski ada perbedaan dalam tingkat kebolehannya.

Islam masih mentolelir bila seorang laki-laki menikahi wanita non muslim ahli kitab, tetapi wanita muslimah haram hukumnya menikah dengan laki-laki non muslim. Ini disebabkan pertimbangan bahwa laki-laki memiliki qawam (kepemimpinan) yang lebih besr dari wanita. Sehingga meski ibunya non muslimah, tapi ayahnya punya hak preogratif untuk mengislamkan anak-anaknya. Dalam hal ini pengaruh ayah harus jauh lebih kuat dari pengaruh ibu.

Catatan
Lepas dari hukum bolehnya menikahi wanita ahli kitab bagi seorang laki-laki muslim, namun kita pun harus melihat sisi lainnya. Bukan hanya sekedar hukum halal dan haram.

Mari kita renungkan bahwa menikah itu adalah merencanakan hidup kita selanjutnya. Apakah akan lebih Islami atau akan lebih jahili. Semua itu akan besar pengaruhnya pada titik awal pernikahan.

Benar bahwa secara hukum islam atau pendapat jumhur ulama, laki-laki muslim dibolehkan menikah dengan wanita kitabiyah, seperti yang sudah seringkali dibahas dalam konsultasi ini sebelumnya. Tapi masalahnya bukan sekedar boleh atau tidak boleh. Ini berkaitan dengan keluarga, suasana keislaman di rumah anda serta nasib pendidikan anak anda.

Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk menikahi wanita karena agama dan kesholehannya, meski dibolehkan juga untuk mempertimbangkan hal lainnya seperti kecantikan, keturunan dan kekayaan. Karena dengan bekal agama dan kesholehannya, iman kita lebih terjaga dan anak-anak kita akan mendapatkan pendidikan Islami sejak dini tanpa banyak hambatan.

Tapi bila istri anda beda agama, sulit membayangkan anda sekeluarga makan sahur bersama, atau shalat berjamaah sekeuarga atau mengaji bersama. Tegakah anda membayangkan wajah-wajah penuh tanya dari anak-anak anda nantinya,”Kenapa mama tidak shalat ?”. “Kenapa mama masuk neraka, padahal dia baik? ” dsb dsb. Yang jelas anda akan pusing melihat ini. Jadi sebagai muslim yang bijaksana tentu setiap orang akan berpikir dua kali lebih baik dari pada terburu nafsu. Toh kecantikan dan cinta itu sebenarnya semua belaka. Karena itu Umar bin Al-Khattab pernah memerintahkan dua orang shahabat nabi untuk segera menceraikan istri mereka yang dari kalangan ahli kitab. Karena akan menimbulkan fitnah di kemudian hari. Meski pada dasarnya tidak diharamkan.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by Guest on Thu Sep 27, 2012 11:17 am

ichreza wrote:Tapi bila istri anda beda agama, sulit membayangkan anda sekeluarga makan sahur bersama, atau shalat berjamaah sekeuarga atau mengaji bersama. Tegakah anda membayangkan wajah-wajah penuh tanya dari anak-anak anda nantinya,”Kenapa mama tidak shalat ?”.
Bung Ichreza dah pernah merasakan punya Istri dan anak yang masih muslim ga ??

Saya SUDAH !!
Jadi jangan terlalu banyak BAYANG BAYANG nya bang .

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by isaku on Thu Sep 27, 2012 1:49 pm

duren swt wrote:
ichreza wrote:Tapi bila istri anda beda agama, sulit membayangkan anda sekeluarga makan sahur bersama, atau shalat berjamaah sekeuarga atau mengaji bersama. Tegakah anda membayangkan wajah-wajah penuh tanya dari anak-anak anda nantinya,”Kenapa mama tidak shalat ?”.
Bung Ichreza dah pernah merasakan punya Istri dan anak yang masih muslim ga ??

Saya SUDAH !!
Jadi jangan terlalu banyak BAYANG BAYANG nya bang .
halo bang duren,.. tukang dodol,.. piss gile bener udah banyak aja postingan lu bang..

mau nanya bang
jadi anak bini lu muslim bang... boleh crita2 sikit bang... dishare gitu..

itupun kalo bang dur mau cerita...

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by Guest on Thu Sep 27, 2012 1:58 pm

@isaku wrote:..

mau nanya bang
jadi anak bini lu muslim bang... boleh crita2 sikit bang... dishare gitu..

itupun kalo bang dur mau cerita...
Kaga mau ... yang jelas gw mendalami Islam bukan karena itu dan ini , tapi karena hidup gw bersinggungan langsung dengan Islam .

Dan karena bung Isaku juga adalah netter FFI , disini saya terangkan dikit ... netter netter yang galak disana itu RATA RATA masih ber ktp Islam

Manapula ada Kristen yang mau galak galak ... dilarang Jesus oi
usil

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by isaku on Thu Sep 27, 2012 2:09 pm

duren swt wrote:
@isaku wrote:..

mau nanya bang
jadi anak bini lu muslim bang... boleh crita2 sikit bang... dishare gitu..

itupun kalo bang dur mau cerita...
Kaga mau ... yang jelas gw mendalami Islam bukan karena itu dan ini , tapi karena hidup gw bersinggungan langsung dengan Islam .

Dan karena bung Isaku juga adalah netter FFI , disini saya terangkan dikit ... netter netter yang galak disana itu RATA RATA masih ber ktp Islam

Manapula ada Kristen yang mau galak galak ... dilarang Jesus oi
usil
waduh.. motif dendam nih.. emang lu diapain ame bini lu bang ??
jadi kamsud loe... nyang galak2 di FFI itu pasutri semua bang ??

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by Guest on Thu Sep 27, 2012 2:19 pm

@isaku wrote:
waduh.. motif dendam nih.. emang lu diapain ame bini lu bang ??
jadi kamsud loe... nyang galak2 di FFI itu pasutri semua bang ??
Dari mana cungur mu tau klo gw dendam dan di apa apain bini ku

Duren itu DI CINTAI dan DI SAYANGI muslimah sejagad raya oi
Wong aku ini romantis banget kok ... pinter bikin puisi lageee xixixi
usil

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by isaku on Thu Sep 27, 2012 2:42 pm

duren swt wrote:Dari mana cungur mu tau klo gw dendam dan di apa apain bini ku
o... bukan to... usil ..pan ente bilang hidup bersinggungan....

duren swt wrote:Duren itu DI CINTAI dan DI SAYANGI muslimah sejagad raya oi
Wong aku ini romantis banget kok ... pinter bikin puisi lageee xixixi
usil
binar yang bener bang

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by Guest on Thu Sep 27, 2012 3:39 pm

@isaku wrote:
binar yang bener bang
Ya iya lah .. nih muslimah FFI yang selalu nempel sama gw
Si Vhee , si Khanaya , si Muslim Netral , si Lady Rocker

Yang benci tapi cinta berat sama gw .. netter Aisha

Wkwkwk

Nih mo kuselidiki dulu nick si Deenee di FFI , kok belon di kasehnya aku FB nya hehehe


Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by keroncong on Thu Sep 27, 2012 4:02 pm

hahaha bang duren kena hukum tebar tuai........ siapa yang menebar benih bakal menuai hasil panennya...... maksud hati menikahi muslimah untuk mengkristenkannya, eh ndilalah.....si do'i malah nggak mau masuk kristen usil
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by Guest on Thu Sep 27, 2012 4:16 pm

ichreza wrote:hahaha bang duren kena hukum tebar tuai........ siapa yang menebar benih bakal menuai hasil panennya...... maksud hati menikahi muslimah untuk mengkristenkannya, eh ndilalah.....si do'i malah nggak mau masuk kristen usil
Tau ga mengapa saya ga pernah mau disebut Kristen ??
Sudah 25 tahun ga pernah mijak gereja ... lha wong saya sejak muda dah di Lhokseumawe . Nyari gereja aja harus ke komplek Mobil oil yang punya bule bule itu .
So akibatnya saya ga pernah menjadi manusia religius .
Apa pula niat ku mo meng Kristenkan orang lain

Lha sekarang ini aja saya MASIH ga ada religius nya hahaha



Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by keroncong on Thu Sep 27, 2012 4:25 pm

duren swt wrote:
ichreza wrote:hahaha bang duren kena hukum tebar tuai........ siapa yang menebar benih bakal menuai hasil panennya...... maksud hati menikahi muslimah untuk mengkristenkannya, eh ndilalah.....si do'i malah nggak mau masuk kristen usil
Tau ga mengapa saya ga pernah mau disebut Kristen ??
Sudah 25 tahun ga pernah mijak gereja ... lha wong saya sejak muda dah di Lhokseumawe . Nyari gereja aja harus ke komplek Mobil oil yang punya bule bule itu .
So akibatnya saya ga pernah menjadi manusia religius .
Apa pula niat ku mo meng Kristenkan orang lain

Lha sekarang ini aja saya MASIH ga ada religius nya hahaha



kalau begitu, afa motif mas duren menikahi muslimah?
ingin belajar islam gitu?
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by Guest on Thu Sep 27, 2012 5:01 pm

ichreza wrote:
kalau begitu, afa motif mas duren menikahi muslimah?
ingin belajar islam gitu?
Karena orang orang dulu terlalu BUODOH .... menganggap semua Tuhan adalah SAMA !!

Bahkan sampai sekarang .... para Kristen pun masih banyak BUODOH menganggap semua Tuhan adalah SAMA !! bukan satu dua Kristen yang saya jumpai yang percaya klo Tuhan Israel NGUNGSI ke Arab
ketawa guling

Sekarang di jaman internet ini .. hal itu tidak boleh di biarkan terjadi

Guest
Tamu


Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by isaku on Thu Sep 27, 2012 5:36 pm

orang kristen kalo pinter udah pada muallaf kali bang.... ketiwi

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by keroncong on Sun Sep 30, 2012 4:08 am

1. Dari sisi fiqih Islam, kehalalan untuk menikahi wanita ahli kitab bagi laki-laki muslim bukan sekedar pendapat ulama saja, tapi merupakan penegasan langsung dari Allah SWT dalam Al-Quran Al-Karim dan As-Sunnah As-syarifah. Karena itu ijma` ulama sejak awal masa Nabi hingga kini tidak berubah atas hukum yang langsung ditentukan oleh Yang Membuat syariat yaitu Allah Azza Wa Jalla. Dan tidak ada pertentangan dalam wahyu-wahyu yang Allah turunkan itu.

Allah SWT berfirman :

(Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. (QS. Al-Maidah : 5)

Memang apa yang dilakukan oleh para ahli kitab itu termasuk perbuatan syirik, tetapi tidak menjadikan agama itu secara keseluruhan adalah agama syirik. Hal itu barangkali karena tidak semua pemeluknya melakukan perbuatan syirik itu. Selain itu mereka sebagian masih beriman pada Allah, para Nabi, hari akhir, hukum-hukum syariat yang Allah turunkan. Karena itu nasrani tidak dikelompokkan ke dalam musyrikin penyembah berhala. Meski secara praktek sebenarnya bisa dikategorikan perbuatan syirik.

Dalam ayat Al-Quran sendiri penyebutan mereka pun juga dipisahkan antara nasrani, yahudi dan musyrikin.

Karena itu para jumhur shahabat membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita kitabiyah, diantaranya adalah Umar bin Al-Khattab, Ustman bin Affan, Jabir, Thalhah, Huzaifah. Bersama dengan para shahabat Nabi juga ada para tabi`Insya Allah seperti Atho`, Ibnul Musayib, al-Hasan, Thawus, Ibnu Jabir Az-Zuhri. Pada generasi berikutnya ada Imam Asy-Syafi`i, juga ahli Madinah dan Kufah.

Yang sedikit berbeda pendapatnya hanyalah Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal, dimana mereka berdua tidak melarang hanya memakruhkan menikahi wanita kitabiyah selama ada wanita muslimah.

Pendapat yang mengatakan bahwa nasrani itu musyrik adalah pendapat Ibnu Umar. Beliau mengatakan bahwa nasrani itu musyrik. Selain itu ada Ibnu Hazm yang mengatakan bahwa tidak ada yang lebih musyrik dari orang yang mengatakan bahwa tuhannya adalah Isa.

Namun jumhur Ulama tetap mengatakan bahwa wanita kitabiyah itu boleh dinikahi, meski ada perbedaan dalam tingkat kebolehannya.

2. Pendapat yang mengatakan bahwa ahli kitab sekarang ini sudah tidak ada lagi merupakan pendapat pribadi, tidak mewaliki kalangan ulama kebanyakan. Misalnya ada yang mengatakan bahwa bila ada orang jawa atau betawi yang beragama kristen, maka sebenarnya mereka tidak bisa dikatakan ahli kitab, lantaran aslinya mereka beragama Islam. Dan yang dimaksud dengan ahli kitab adalah mereka yang benar-benar asli keturunan dari bangsa yang kristen.

Juga ada yang mengatakan bahwa orang kristen sekarang ini bukan kristen lantaran mereka juga tidak secara aqidah meyakini doktrin yang ada pada agama tersebut. Boleh dikatakan mereka itu adalah kristen abangan atau kristen KTP.

Namun lepas dari keturunan atau abangan, justru yang menjadi tolok ukur adalah formalitas zahir yang diakuinya. Bila seseorang secara formal dan sadar mengatakan bahwa dirinya adalah pemeluk agama kristen, maka kita hanya bisa menerimanya. Urusan apakah dia menjadi pemeluk kristen yang taat atau tidak, keturunannya asli kristen atau bukan, tidak bisa dijadikan faktor penghalang.

Buktinya, Rasulullah SAW tidak pernah meragukan kekeristenan seseorang dan juga tidak pernah bertanya kepada orang kristen, apakah dia kristen yang taat atau bukan. Begitu juga orang-orang Mesir yang dahulu di zaman Firaun adalah penyembah berhala lalu masuk kristen, tidak pernah ditolak kekristenannya oleh Rasulullah SAW dengan alasan bahwa nenek moyang mereka bukan kristen. Agama seseorang itu ditentukan dari apa yang diakuinya dan bukan dari keturunan atau ketaatannya.

3. Hindu, Budha atau Konghuchu tidak temasuk agama samawi (langit) tapi termasuk agama ardhiy (bumi). Karena benda yang mereka katakan sebagai kitab suci itu bukanlah kitab yang turun dari Allah SWT. Benda itu adalah hasil pemikiran para tokoh mereka dan filosof mereka. Sehingga kita bisa bedakan bahwa kebanyakan isinya lebih merupakan petuah, hikmah, sejarah dan filsafat para tokohnya.

Anda tidak akan menemukan hukum dan syariat di dalamnya yang mengatur masalah kehidupan. Tidak ada hukum jual beli, zakat, zina, minuman keras, judi dan pencurian. Sebagaimana yang ada di dalam Al-Quran Al-Karim, Injil atau Taurat. Yang ada hanya etika, moral dan nasehat.

Benda itu tidak bisa dikatakan sebagai kalam suci dari Allah yang diturunkan melalui jibril dan berisi hukum syariat. Sedangkan Taurat, Zabur dan Injil, jelas-jelas kitab samawi yang secara kompak diakui sebagai kitabullah.

Karena itu mereka dikelompokkan sebagai penyembah berhala dan bukan agama samawi. Sembelihan dan wanita mereka tidak halal bagi muslimin. Karena mereka itu najis seusai dengan firman Allah SWT :

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini....(QS. At-Taubah : 28)
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by keroncong on Sat Dec 08, 2012 9:10 pm

Halalnya laki-laki muslim menikahi wanita ahli kitab bukan semata-mata pendapat atau ijtihad buatan kami, melainkan merupakan firman Allah SWT yang tegas disebutkan di dalam Al-Quran.

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal bagi mereka. wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi. (QS. Al-Maidah: 5)

Para ulama baik salaf maupun khalaf ketika menjelaskan makna ayat tersebut, juga menyimpulkan demikian. Bahwa laki-laki muslim dihalalkan menikahi wanita ahli kitab, dengan berdasarkan ayat ini. Dan itu adalah pendapat mayoritas ulama.

Khilaf Ulama tentang Makna Musyrik

Sebenarnya ketika Al-Quran menyebut istilah musyrik, yang dimaksud bukanlah ahli kitab, melainkan pemeluk agama berhala. Seperti kafir Quraisy yang beragama non samawi dan menyembah berhala. Atau orang-orang majusi yang menyembah api. Wanita-wanita dari kalangan inilah yang diharamkan untuk dinikahi oleh laki-laki muslim. Adapun wanita-wanita dari pemeluk agama samawi, atau yang sering pula diistilahkan dengan wanita ahli kitab (kitabiyyah), seluruh shahabat mengakui kehalalannya dan mereka pun mempraktekkannya.

Namun ada juga sebagian dari ulama yang tidak sejalan dengan apa yang telah diyakini oleh jumhur ulama. Yaitu mereka mengatakan bahwa Yahudi dan Nasrani itu pun harus dikategorikan sebagai orang musyrik. Karena mereka menyembah Nabi Isa bahkan punya 3 tuhan sekaligus. Sebagaimana pendapat anda.

Maka sebenarnya pendapat anda itu sudah ada yang mengatakannya. Pendapat anda sangat sesuai dengan pendapat Ibnu Umar yang mengharamkan wanita kitabiyah dan juga mengharamkan sembelihan ahli kitab.

Pendapat yang senada juga dilontarkan oleh ulama pada masa berikutnya yaitu Ibnu Hazm. Ibnu Hazm jelas-jelas mengatakan bahwa tidak ada orang yang paling musyrik melebihi dari ahli kitab. Karena mereka telah menjadikan Nabi Isa sebagai Tuhan.

Sehingga menurut mazhab ini, sembelihan ahli kitab tidak halal dan demikian juga dengan tidak halal menikahi wanita kitabiyah (ahli kitab).

Meski demikian, pendapat Ibnu Umar dan Ibnu Hazm bukan pendapat mayoritas ulama (jumhur). Karena jumhur ulama tetap menganggap bahwa orang Nasrani itu ahli kitab yang halal sembelihannya dan halal pula mengawini wanitanya.

Bahwa mereka menyembah Isa dan sebagainya, bukanlah fenomena yang terjadi pada masa sekarang saja. Sejak awal mula lahirnya Islam, Al-Quran sudah menyatakan bahwa mereka menjadikan Isa sebagai anak tuhan dan tuhan itu tiga. Begitu juga dengan Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair anak tuhan. Sehingga tidak ada bedanya antara kemusyrikan ahli kitab hari ini dengan pada masa nabi SAW.

Namun demikian, para shahabat tetap menyantap sembelihan ahli kitab dan menghalalkan menikahi wanitanya. Di antara adalah Umar bin Al-Khattab ra, Ustman bin Affan ra, Jabir ra, Thalhah ra, Huzaifah ra. Bersama dengan para shahabat Nabi juga ada para tabi‘in seperti Atho‘, Ibnul Musayib, Al-Hasan, Thawus, Ibnu Jabir Az-Zuhri. Pada generasi berikutnya ada Imam Asy-Syafi‘i, juga ahli Madinah dan Kufah.

Anda bebas untuk berpendapat seperti itu dan anda punya panutan antara lain Ibnu Umar dan juga Ibnu Hazm. Argumen yang anda ajukan pun lumayan kuat. Apalagi bila mengingat di zaman ini banyak sekali orang Islam yang dimurtadkan karena pengaruh agama. Pendapat anda cukup bisa dipertimbangkan meski kurang populer di kalangan jumhur ulama.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by BiasaSaja on Sun Dec 09, 2012 1:39 pm

indah bagi islam iya sih, secara yang kawin sama muslim/ah wajib masuk islam basi
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by keroncong on Wed Jan 02, 2013 12:41 am

Syariat Islam secara tegas menghalalkan pernikahan antara laki-laki muslim dengan wanita ahli kitab. Yang dimaksud dengan wanita ahli kitab adalah wanita yang secara formal memeluk agama Yahudi atau Nasrani.

Dan dihalalkan (mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan (dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi. (QS. Al-Maidah: 5)

Ketetapan ini berlaku bukan hanya pada zaman Rasulullah SAW dan para shahabat saja. Melainkan berlaku juga hingga hingga pada masa berikutnya, sampai hari ini dan juga sampai selesainya alam semesta nanti.

Tidak ada nash yang menerangkan bahwa kehalalan menikahi wanita kitabiyah itu hanya berlaku untuk kurun waktu tertentu, juga tidak ada nash yang membatasi kriteria keahlikitabannya mereka. Nash yang ada di dalam Al-Quran menyebutkan dengan mutlak yaitu wanita ahli kitab.

Dan pada hakikatnya, tidak ada beda antara ahli kitab di masa Rasulullah SAW dengan yang sekarang ini. Jangan dikira bahwa ahli kitab di masa lalu tidak musyrik. Mereka telah musyrik dan bahwa kafir dari agama nabi mereka sejak Rasulullah SAW masih hidup. Mereka pun diakui dalam Al-Quran sebagai umat yang menjadikan nabi Isa as sebagai anak tuhan. Namun dalam keadaan begitu, Al-Quran tetap menghalalkan pernikahan laki-laki muslim dengan wanita ahli kitab.

Hikmah Halalnya Menikahi Wanita Ahli Kitab

Satu hal yang menarik terjadi baru-baru ini di Italia. Situs BBC online melaporkan bahwa padatahun 2005 telah terjadi banyak pernikahan antra wanita Katolik dengan laki-laki muslim di negeri pizza itu. Dan data dari kantor statistik Italia sendiri (ISTAT) menyebutkan bahwa telah terjadi 19.000 lebih pernikahan antara agama di Italia. Sampai-sampai Kardinal Camillo Ruini di Roma merasa sangat khawatir dengan kenyataan ini. Sebab pernikahan antar agama itu artinya adalah laki-laki muslim di Italia menikahi wanita Katolik, lalu ujung-ujungnya terjadi proses Islamisasi dahsyat dan sistematis.

Kekhawatiran Kardinal ini wajar dan mewakili perasaan para pemuka agama masehi di sana. Sebab Italia terhitung sebagai negara yang paling rendah angka kelahirannya di dunia. Sementara dari pernikahan beda agama itu sendiri justru terjadi banyak kelahiran bayi-bayi muslim yang semakin lama semakin mempercepat angka grafik pertumbuhan muslim di negeri yang menjadi pusat Katolik di dunia.

Sekarang ini saja, Islam telah menduduki urutan kedua terbesar sebagai agama yang dipeluk di negeri itu. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di negeri itu telah menjadi daya tarik tersendiri buat para tenaga kerja asing, karena tenaga kerja asli negeri itu jumlahnya kurang.

Ternyata, para tenaga kerja asing ini berdatangan dari banyak negeri muslim, seperti Maroko, Tunis, Palestina dan lainnya. Mereka yang tentunya muslim telah banyak memenuhi peluang pekerjaan di negeri itu dan menikahi wanita-wanita Italia, lalu melahirkan anak-anak muslim, bahkan para wanita Nasrani itu pun akhirnya banyak yang masuk Islam. Sekarang ini komunitas muslim telah bergerak cepat menjadi 500.000 orang, dua kali lipat dari 10 tahun yang lalu.

Bahkan ketika ditetapkan bayi yang pertama kali lahir tahun 2000, bayi yang lahir adalah bayi muslim, anak imigran Maroko yang berasal dari keluarga muslim. Pantas saja para uskup di sana tambah gelisah, lalu mengadakan konferensi khusus membahas pernikahan antar agama muslim dan kristen. Dan hasilnya, konferensi itu melahirkan rekomendasi PELARANGAN pernikahan antar agama. Termasuk juga pelarangan pemanfaatan gereja untuk shalat berjamaah. Perlu diketahui bahwa di dalam syariat Islam memang tidak dilarang untuk melakukan shalat di dalam gereja. Dan itulah yang selama ini terjadi.

Lain pihak pemuka agama kristen, lain pula sikap penduduk Italia sendiri. Seruan dan rekomendasi itu dianggap angin lalu. Lihat saja apa yang dilakukan penduduk Palermo dan Modena, mereka justru memberikan ruang gerak yang lebih bebas kepada umat Islam. Bahkan mereka mendirikan badan penasehat bagi imigran. Bahkan komunitas muslim di sana sampai bisa mengusulkan agar di sekolah-sekolah diajarkan bahasa Arab dan Al-Quran bagi setiap siswa muslim.

Inilah barangkali sebuah bukti apa yang pernah disabdakan Rasulullah SAW 14 abad yang lampau, yaitu bahwa peradaban barat itu akan jatuh ke tangan Islam. Bahkan kepastian pusat agama Nasrani jatuh ke tangan umat Islam sudah lama diperbincangkan oleh para shahabat sejak dulu. Sampai-sampai mereka hanya menanyakan mana yang lebih dulu jatuh ke tangan umat Islam, Konstantinopel atau Roma? Rasulullah SAW menjawab bahwa Konstantinopel yang akan lebih dulu ditaklukkan, baru kemudian Roma.

Dari Abdullah bin Amr bin Al-'Ash berkata, "Saat kami dengan menulis di sekeliling Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya tentang kota manakah dari kedua kota yang akan dibebaskan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Maka Rasulullah SAW menjawab, "Kota Heraclius akan dibebaskan terlebih dahulu." Maksudnya adalah Konstantinopel. (HR Ahmad)

Para shahabat nabi sudah tahu dan yakin sekali bahwa Islam akan berkuasa di Eropa, pertanyaan mereka bukan lagi tentang bisa atau tidak dijatuhkan, melainkan kota yang mana yang akan dijatuhkan terlebih dahulu.

Konstantinopel yang kini bernama Istambulibu kota khilafah Islamiyah Turki Utsmani di masa lalu adalah pusat peradaban Barat (Romawi Timur) di bawah pimpinan Kaisar Heraklius. Janji Rasulullah SAW bahwa negeri ini akan ditaklukkan sempat terdunda dengan belum berhasilnya pasukan Islam menguasai kota inii selama beberapa abad. AkhirnyaSultan Muhammad Al-Fatih (the Conqueror), khalifah Turki Utsmanin menaklukkannya pada hari Selasa, 20 Jumadilawal 857 H/29 Mei 1453 M. Sejak itu sultan Muhammad II digelari dengan Al-Fatih (Sang Penakluk) atau The Conqueror.

Namun kota Roma sebagai kota kedua yang dijanjikan beliau SAW sampai hari ini belum sempat direbut oleh umat Islam. Dr. Yusuf Al-Qaradawi memperkirakan bahwa pada abad ini pusat peradaban Barat itu (Roma/Vatikan) akan ditaklukkan, tapi bukan dengan meriam dan mesiu, melainkan dengan pena, buku dan internet. Penduduk negeri itu akan masuk Islam dengan kesadaran sendiri dengan semakin gencarnya penyebaran informasi tentang Islam di dunia ini.

Apa yang diasumsikan oleh Dr. Yusuf Al-Qaradawi itu sekarang sedang terjadi. Proses masuk Islam di negeri itu nyaris tak terbendung lagi. Sampai-sampai para pemuka agama Nasrani mengeluarkan warning dan rekomendasi lewat pelarangan nikah antar agama.

Semoga Allah SWT memenangkan umat Islam yang berjuang menyebarkan agama-Nya dengan berbagai macam cara yang mulia. Amien.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: indahnya menikah berbeda agama

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik