FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

cara meringankan siksa kubur

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

cara meringankan siksa kubur

Post by keroncong on Mon Oct 01, 2012 9:26 pm

Siksa kubur itu bisa berkurang dengan usaha dan amal dari keluarga yang ditinggalkan. Di dalam syariat Islam, hal itu memang diakui kebenarannya. Hanya saja, cara dan metodenya bukan dengan menunggui kuburannya.

Cara yang benar adalah dengan memperbanyak amal dan ibadah yang memang secara syar’i dibenarkan untuk dikirimkan kepada mayyit di dalam quburnya. Meski dalam masalah ini para ulama tidak seluruhnya sepakat, namun umumnya mereka mengakui adanya kemungkinan ‘pengiriman’ pahala kepada mayyit yang telah mati. Minimal bahwa amal dan perilaku orang yang masih hidup bisa dan punya pengaruh terhadap padahal orang yang telah wafat.

Bila kita lihat pembagian pendapat itu, hampir semua ulama mazhab mengakui adanya pengiriman pahala itu, hanya Al-Imam As-Syafi'i yang mengatakan bahwa pahala yan dikirimkan kepada orang yang wafat tidak bisa sampai. Sebaliknya, Al-Imam Abu Hanifah,Al-Imam Malik dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal sepakat membernarkan adanya proses pengiriman pahala itu.

Secara dalil, kita tidak memungkiri adanya pengaruh ibadah dan amal orang hidup buat orang mati.

Hadits Populer
Dalil yang paling populer untuk masalah ini adalah hadits yang sudah sangat kita kenal bersama, yaitu :

Rasulullah SAW bersabda,”Bila anak Adam wafat, maka amalnya terputus kecuali tiga hal : [1] Shadaqah jariah, [2] Ilmu yang bermanfaat dan []3 Anak shalih yang mendoakannya. (HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’I dan Ahmad )

Terkabulnya Doa Selain Dari Anak
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk berdoa dan mendoakan mayat yang telah wafat. Dan tidak harus untuk yang masih ada hubungan saudara dan darah. Melainkan kepada semuanya, yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Logikanya, bila Allah SWT sendiri memerintahkan untuk mendoakan mereka, bagaimana mungkin dikatakan bahwa doa itu tidak ada gunanya.

Bahkan di dalam Al-Quran Al-Kariem sendiri, ada teks doa itu dan memang telah dibaca oleh umat ini.

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdo’a :” Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami” (QS Al Hasyr: 10)

Juga ada hadits Rasulullah SAW yang menceritakan doa kepada mayyit :

Dari Ustman bin ‘Affan ra berkata:” Adalah Nabi SAW apabila selesai menguburkan mayyit beliau berdiri lalu bersabda:” mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya” (HR Abu Dawud)

Kalau kita diminta untuk memohon ampun bagi orang yang sudah wafat, logiskah bila masih akan dikatakan bahwa tidak ada pengaruh amal orang hidup untuk orang yang telah wafat ?

Disyariatkannya Shalat Jenazah
Kira-kira, apa sih gunanya shalat jenazah ? Dan adakah bedanya bila jenazah dishalatkan dengan tidak dishalatkan ?

Tentu saja shalat jenazah itu disyariatkan karena jenazah yang dishalatkan itu memang akan mendapatkan pahala dan keringanan siksa di dalam kuburnya. Paling tidak shalat itu bukan hanya berpengaruh kepada amal yang melakukannya, melainkan juga kepada jenazah yang dishalatkan itu sendiri.

Apalagi bila dilihat lafaz shalat jenazah yang intinya tidak lain adalah doa untuk mayit. Artinya, mayit itu didoakan agar dia mendapatkan segala yang dibutuhkannya di alam quburnya.

Dari Auf bin Malik ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW – setelah selesai shalat jenazah-bersabda:” Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka” (HR Muslim).

Kalau doa ini disyariatkan, artinya memang ada perintah untuk itu dna tentu saja Allah SWT tidak akan memerintahkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

Sampainya Pahala Sedekah Untuk Orang Mati
Rasulullah SAW pun memerintahkan shahabat untuk bersedekah yang pahalanya untuk orang yang telah wafat. Haditys berikut ini menjelaskan bagaimana hal itu.

Dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada ditempat, lalu ia datang kepada Nabi SAW unntuk bertanya:” Wahai Rasulullah SAW sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat, apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya ? Rasul SAW menjawab: Ya, Saad berkata:” saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan untuknya” (HR Bukhari).

Dosa Hutang Yang Terhapus
Hadits Abu Qotadah menjelaskan bahwa seseorang mati dalam keadaan berhutang. Tentu saja di kubur dia mendapat masalah. Lalu ketika keluarganya membayarkan hutangnya sebanyak dua dinar, maka nabi SAW bersabda:

Sekarang engkau telah mendinginkan kulitnya” (HR Ahmad)

Pahala itu adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada saudaranya yang muslim, maka hal itu tidak ada halangan sebagaimana tidak dilarang menghadiahkan harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan membebaskan utang setelah wafatnya.

Islam telah memberikan penjelasan sampainya pahala ibadah badaniyah seperti membaca Alqur’an dan lainnya diqiyaskan dengan sampainya puasa, karena puasa dalah menahan diri dari yang membatalkan disertai niat, dan itu pahalanya bisa sampai kepada mayyit. Jika demikian bagaimana tidak sampai pahala membaca Alqur’an yang berupa perbuatan dan niat.

Namun cara dan metodenya harus sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Karena kalau tidak, bukan hanya tidak ada pengaruhnya untuk mayyit, namun juga merupakan bid’ah yang sesat.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: cara meringankan siksa kubur

Post by njlajahweb on Sat Nov 11, 2017 10:34 pm

Siksa kubur itu bisa berkurang dengan usaha dan amal dari keluarga yang ditinggalkan? Baiklah, saya pribadi masih bisa mempercayai akan hal ini,

tapi itu jika,

dengan disertai ketulusan hati mereka,

dan,

jika hati mereka mau bersyukur dalam suka dan duka,

walaupun seandainya mereka sedang menderita yang bukan kesalahan mereka yang tidak bisa mereka hindari, yang diluar kuasa mereka ataupun yang diluar kendali mereka,

namun hati mereka tetap tidak mau menyalahkan Tuhan,

dan mereka, dalam lahir dan batin,

tetap terus menerus dengan semampunya,

tetap melakukan apa yang baik yang masih bisa dilakukan dengan semampunya,

dan tidak kapok untuk beribadah dengan semampunya pula.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6015
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik