FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Sepak Bola yang islami

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Sepak Bola yang islami

Post by MBA on Sun Oct 21, 2012 8:58 am

Fatwa Pertandingan Bola ”Islami”

Oleh Dahlan Iskan

UNTUNGLAH fatwa mengenai "sepak bola islami" ini tidak keluar dari ulama yang diakui reputasinya secara luas. Kalau tidak, kita bisa bayangkan bagaimana final antara Arab Saudi dan Iraq di Jakarta nanti malam akan berlangsung. Fatwa "sepak bola islami" ini juga tidak berpengaruh kepada para pemain bola di negara-negara Islam, kecuali satu orang saja, yakni yang pilih berhenti main bola karena dianggap sepak bola yang sekarang tidak sesuai dengan hukum Islam. Satu orang itu adalah warga Arab Saudi yang kemudian memilih berjihad dengan caranya sendiri di Iraq.

Fatwa itu memang tidak jelas dikeluarkan oleh ulama mana, tapi teks lengkapnya dalam bahasa Arab pernah diterbitkan di harian Al Watan di Arab Saudi pada 2005 lalu. Tulisan ini kemudian juga disiarkan oleh International Herald Tribune. Saya selalu ingat isi fatwa itu karena saya anggap sangat menarik dari segi jurnalistik. Setiap saya menonton pertandingan sepak bola yang melibatkan tim Timur Tengah di televisi, ingatan saya selalu kembali ke bunyi fatwa itu sehingga seluruh isi fatwa hampir saya hafal di luar kepala.

Harian Al Watan memang mengambilnya dari website karena di zaman internet seperti sekarang, banyak fatwa dari berbagai ulama yang dirilis lewat website. Harian Al Watan kemudian memperjelasnya dengan mengutip apa adanya poin-poin yang ada di dalam fatwa internet itu.

Sebagaimana umumnya fatwa ulama, fatwa ini pun dimulai dengan kalimat "bismillahirrahmanirrahim". Lalu, masuk ke butir-butir apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam permainan sepak bola secara Islam, versi fatwa website tersebut. Saya tidak hafal urutannya dan tidak ingat persis kata demi kata, tapi ingat sekali bahwa fatwa itu terdiri atas 15 butir dan ingat sekali butir-butir apa saja isinya.

Butir-butir itu -sekali lagi, urutannya mungkin tidak runtut- adalah:

1. Jangan gunakan garis pembatas. (Maksudnya, garis yang mengelilingi lapangan bola yang membuat ada istilah bola out yang berakibat terjadi lemparan bola atau tendangan sudut).

2. Jangan gunakan wasit. (Maksudnya, seorang hakim haruslah memenuhi syarat-syarat tertentu sesuai dengan syariat Islam. Tidak boleh seorang hakim, meskipun hakim garis, dipilih atau ditentukan oleh organisasi yang tidak punya wewenang dalam menentukan seseorang layak atau tidak menjadi hakim).

3. Jangan gunakan istilah-istilah "melanggar" untuk pelanggaran yang dilakukan pemain. (Maksudnya, karena hanya ulama yang punya otoritas di bidangnya yang bisa menentukan terjadi pelanggaran atau tidak).

4. Jangan gunakan kostum yang warna warni dan tidak menutup aurat. (Maksudnya, gunakan pakaian yang menutup badan sampai mata kaki, sebagaimana umumnya pakaian yang dikenakan penduduk Timur Tengah itu).

Soal kostum ini memamg pernah jadi masalah ketika tim Pakistan dari daerah yang paling berdekatan dengan Afghanistan harus main-tandang di daerah Afghanistan yang paling berdekatan dengan Pakistan. Ini terjadi tahun 2000 lalu, ketika pemerintahan Afghanistan masih dipegang Taliban dan ingin menjalankan syariat Islam semurni-murninya.

Polisi Afghanistan lantas menahan para pemain sepak bola Pakistan itu karena masuk ke lapangan dengan kostum sepak bola yang tidak islami. Tim junior Pakistan dari kota Chaman itu memang harus bermain dengan tim junior Afghanistan dari kota Kandahar. Hari itu lapangan sudah dipenuhi penonton. Para pemain juga sudah melakukan pemanasan di tengah lapangan.

Saat itulah polisi Afghanistan masuk ke lapangan dan menangkap pemain Pakistan yang memakai kostum sepak bola sebagaimana pemain bola umumnya. "Semua adegan itu disaksikan oleh penonton," ujar Abdul Qayyum, manajer tim Chaman, seperti yang disiarkan harian The New York Times enam tahun lalu.

Melihat teman-temannya ditangkap, pemain lain dan beberapa ofisial melarikan diri, keluar dari lapangan. Pakistan, negara yang juga cukup ketat menjalankan ajaran Islam, sangat menyesalkan kejadian tersebut. "Masak tamu diperlakukan seperti itu?" kata Qayyum.

Pihak Afghanistan, seperti dikatakan menteri penerangannya, memang melakukan tindakan itu karena tim Pakistan dianggap telah melanggar aturan kostum yang ditetapkan pemerintah Afghanistan.

Di luar kejadian tersebut, saya tidak pernah mendengar atau membaca ada insiden lain. Tapi, Afghanistan pun saat itu juga tidak menerapkan fatwa seperti di atas. Lapangan bolanya masih menggunakan garis dan wasit. Juga masih menggunakan istilah pelanggaran dan hukuman lemparan bola atau tendangan sudut.

Memang, kita tidak bisa bayangkan bagaimana dunia sepak bola kalau fatwa itu diterapkan. Belum lagi butir-butir lain masih banyak, misalnya:

5. Jangan punya niat untuk menang atau kalah. Main sepak bola harus diniatkan untuk beribadah kepada Allah, memperkuat dan menyehatkan badan agar kalau diperlukan untuk berjihad maka badan sudah lebih kuat.

6. Waktu jangan ditentukan harus 45 menit x 2. (Maksudnya agar disepakati saja di antara dua tim yang bertanding maunya main berapa lama). Jangan ada perpanjangan waktu atau adu penalti. Teruskan saja main sampai ada yang memasukkan gol (eh, apa ada kiper ya?). Atau sampai ada salah satu tim yang mengaku kalah.

7. Jangan mengerahkan penonton atau suporter. (Maksudnya, karena main sepak bolanya hanya diniatkan untuk ibadah, mengapa harus ada yang menonton?)

8. Kalau pertandingan sudah selesai, jangan ada pemain yang bilang "kami lebih hebat daripada mereka". (Maksudnya, agar pertandingan hari itu tidak menghasilkan kesombongan dan tidak keluar dari niat semata-mata ibadah untuk Allah. Innamal a’malu binniat).

Masih ada sekitar empat butir lagi yang kurang lebih mirip isinya. Tapi, yang juga menarik perhatian saya adalah bagaimana kalau ada yang cedera. Padahal, tidak ada wasitnya.

Fatwa itu menyebutkan, "Kalau ada yang patah tulang, bisa diselesaikan lewat hukum Islam yang mengatur bagaimana kalau orang mematahkan tulang orang lain". Dan yang penting, kalau ada pemain yang baru saja mencetak gol, tidak boleh ada yang menunjukkan kegembiraan, apalagi sampai melakukan pelukan beramai-ramai. (Maksudnya, biasa-biasa sajalah, seperti tidak pernah terjadi gol).(*)

http://wahabiindonesia.wordpress.com/category/fatwa/
avatar
MBA
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Age : 22
Posts : 309
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Jalan Petamburan 3/17, Tanah Abang, Jakarta Pusat.Telp: 021-534-1250
Join date : 09.10.12
Reputation : 15

http://indonesia.faithfreedom.org/forum/alasan-kuat-mengapa-musl

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik