FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

tafsir annisa 59

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

tafsir annisa 59

Post by keroncong on Tue Nov 06, 2012 7:43 pm

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul-Nya dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah hal itu kepada Allah (Alquran) dan rasul-Nya (Sunah) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (An-Nisaa': 59)

Beberapa hikmah yang dapat kita pahami dan pedomani dari ayat ini adalah sebagai berikut.


Allah SWT menyeru hamba-hamba-Nya yang beriman dengan seruan "Hai orang-orang yang beriman" sebagai suatu pemuliaan bagi mereka, karena merekalah yang siap menerima perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Dengan seruan iman, mereka pun menjadi semakin siap menyambut setiap seruan Allah SWT.

Kewajiban taat kepada Allah dan kepada Rasul-Nya adalah dengan melaksanakan perintah-perintahnya serta larangan-larangan-Nya.

Kaum muslimin harus taat kepada ulil amri apabila dalam memerintah mereka menyeru kepada yang makruf dan mencegah yang munkar. Akan tetapi, jika mereka menyuruh kepada hal-hal yang dapat melalaikan kewajiban untuk taat kepada Allah, atau bahkan menyuruh perbuatan yang melanggar aturan Allah, maka setiap kita, kaum muslimin, tidak boleh menaatinya. Rasulullah saw telah bersabda yang artinya, "Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam hal yang makruf, dan tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam maksiat terhadap sang Khaliq (Pencipta).

Jika terjadi perbedaan pendapat di antara kaum muslimin, atau antara mereka dengan ulil amri, atau sesama ulil amri, maka wajib baginya mengembalikan persoalan itu kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu dengan merujuk kepada kitabullah dan sunnah rasul-Nya.

Jika benar-benar beriman, seseorang hanya akan kembali kepada kitabullah dan sunnah rasul-Nya dalam menyelesaikan segala perkara, dan tidak akan berhukum kepada selain keduanya. Jika tidak, maka iman seseorang dapat diragukan dari ketulusannya.

Jika seseorang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, ia akan taat kepada Allah dan Rasul-Nya karena ia mengimani benar bahwa Allah sesungguhnya Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Iman kepada hari akhir akan membuta seseorang berpikir akan akibat segala perbuatannya yang dilakukannya di dunia. Pada hari akhir, seluruh amal anak adam akan dibalas: jika baik, maka baik pula balasannya; jika buruk, maka buruk pula balasannya. Boleh jadi seseorang dapat menghindari hukuman di dunia, namun tidak akan dapat seseorang menghindar dari hukuman akhirat.

Dalam hal taat dan mengembalikan segala perselisihan kepada Allah dan Rasul-Nya terdapat kebaikan bagi orang-orang mukmin, baik di dunia maupun di akhirat. Akibatnya lebih baik bagi mereka daripada bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, atau kembali kepada selain-Nya.

Perlu kita ketahui bahwa apabila manusia berlepas diri dari hukum Allah, niscaya mereka menjadi budak-budak s*t*n dan hawa nafsu. Hal itu akan membuat seseorang dapat berhenti berselisih. Seseorang ingin mendapatkan kebebasan mutlak, tetapi yang terjadi justru adalah menjadi budak s*t*n dan hawa nafsunya. Sekian, wallohu a'lam.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik