FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

haram menggambar nabi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

haram menggambar nabi

Post by keroncong on Sat Nov 10, 2012 6:23 pm

Sabda Rasulullah s.a.w.:
"Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya nanti di hari kiamat, yaitu orang-orang yang menggambar gambar-gambar ini. Dalam satu riwayat dikatakan: Orang-orang yang menandingi ciptaan Allah." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan Rasulullah s.a.w. memberitahukan juga dengan sabdanya:
"Barangsiapa membuat gambar nanti di hari kiamat dia akan dipaksa untuk meniupkan roh padanya; padahal dia selamanya tidak akan bisa meniupkan roh itu." (Riwayat Bukhari)

Maksud hadits-hadis ini bahwa dia akan dituntut untuk menghidupkan gambar tersebut. Perintah ini sebenarnya hanya suatu penghinaan dan mematahkan, sebab dia tidak mungkin dapat.

Rahasia Diharamkannya Gambar
Tetapi kita perlu juga memahami secra seksama latar belakang pengharaman gambar tersebut serta kriteria yang menjadikannya benda yang diharamkan. Terutama dalam hal ini adalah untuk membela kemurnian Tauhid dan supaya jauh dari menyamai orang-orang musyrik yang menyembah berhala-berhala yang dibuatnya oleh tangan-tangan mereka sendiri, kemudian dikuduskan dan mereka berdiri di hadapannya dengan penuh khusyu'.

Kesungguhan Islam untuk melindungi Tauhid dari setiap macam penyerupaan syirik telah mencapai puncaknya. Islam dalam ikhtiarnya ini dan kesungguhannya itu senantiasa berada di jalan yang benar. Sebab telah menjadi sebuah tradisi yang selalu terjadi di kalangan umat-umat terdahulu, dimana mereka itu membuat gambar dan patung orang-orang yang saleh mereka yang telah meninggal dunia kemudian disebut-sebutnya nama mereka itu. Lama-kelamaan dan dengan sedikit demi sedikit orang-orang saleh yang telah dilukiskan dalam bentuk patung itu dikuduskan, sehingga akhirnya dijadikan sebagai Tuhan yang disembah selain Allah; diharapkan, dan ditakuti serta diminta barakahnya. Hal ini pernah terjadi pada kaum Wud, Suwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nasr. Dan hampir semua peradaban manusia tidak pernah lepas dari keterjebakan untuk membuat berhala.

Rahasia diharamkannya gambar bagi pelukisnya, karena umumnya para pelukis yang itu akan diliputi perasaan takjub atas karyanya, sehingga seolah-olah dia dapat menciptakan suatu makhluk yang tadinya belum ada atau dia dapat membuat jenis baru yang bisa hidup yang terbuat dari tanah.

Keringanan / Rukhsah Dan Pengecualian
Namun dibalik dari semua rahasia diahramkannya gambar, ada hal-hal yang tetap membolehkan diwujudkannya model dari makhkluq hidup, seperti untuk pengajaran, penelitian, permainan anak-anak dan keperluan lainnya. Yang penting patung atau benda itu itu tidak dimaksudkan untuk diagung-agungkan dan tidak berlebih-lebihan serta tidak ada suatu unsur larangan di atas, maka dalam hal ini Islam tidak akan bersempit dada dan tidak menganggap hal tersebut suatu dosa.

Ada juga dalil dan nash yang membolehkan benduk tiruan makhkluq hidup yang telah dibuat cacat bentuknya, sehingga tidak lagi menjadi tiruan yang sempurna.

Di dalam hadis disebutkan, bahwa Jibril a.s. tidak mau masuk rumah Rasulullah s.a.w. karena di pintu rumahnya ada sebuah patung. Hari berikutnya pun tidak mau masuk, sehingga ia mengatakan kepada Nabi Muhammad:
"Perintahkanlah supaya memotong kepala patung itu. Maka dipotonglah dia sehingga menjadi seperti keadaan pohon." (Riwayat Abu Daud, Nasai, Tarmizi dan Ibnu Hibban)

Dari hadis ini segolongan ulama ada yang berpendapat diharamkannya gambar itu apabila dalam keadaan sempurna, tetapi kalau salah satu anggotanya itu tidak ada yang kiranya tanpa anggota tersebut tidak mungkin dapat hidup, maka membuat patung seperti itu hukumnya mubah,

Tidak semua bentuk tiruan makhluk hidup itu diharamkan, karena ada dalil-dalil yang bersifat umum namun ada juga dalil-dalil lainnya yang bersifat khusus, rukhshah (keringanan dan menjadi istitsna` (pengecualian) atas dalil-dalil yang bersifat umum.

Khusus dalam masalah boneka sebagai alat peraga dalam pengajaran, maka menurut hemat kami bukanlah termasuk kriteria jenis yang diharamkan dalam Islam.

Menggambar Nabi dan Para Shahabat
Para ulama sepakat bahwa Rasulullah SAW tidak boleh digambar. Begitu juga dengan para shahabat yang mulia itu. Karena menggambar sosok seseorang termasuk Rasulullah SAW termasuk perbuatan bid`ah, mengingat bahwa sosok Rasulullah SAW itu sangat terkait dengan syairat Islam. Apapun yang dikatakan, dilakukan dan termasuk apa yang ada pada diri beliau sangat mempengaruhi syariat Islam. Dan untuk memastikan apa benar suatu perkataan, perbuatan atau sosok seseorang memang adalah Rasulullah SAW, harus disampaikan secara benar, jujur dan dengan sanad yang bersambung.

Misalnya perkataan beliau yang tercantum dalam hadits, maka baru bisa dibenarkan manakala telah dilakukan kritik hadits oleh para ulama muhadditsin khususnya. Bila tidak, maka menisbahkan sebuah perkataan kepada Rasulullah SAW padahal beliau tidak mengatakannya termasuk perbuatan yang diancam dengan api neraka. Karen memalsu hadits beliau. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda :

”Siapa yang berbohong atasku secara sengaja, hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka”.

Dan menggambar sosok manusia lalu dikatakan bahwa orang ini adalah Rasulullah SAW, maka termasuk berbohong, karena penggambar itu sama sekali belum pernah melihat wajahnya. Dan selama Rasulullah SAW hidup, tidak ada seorang pun yang dari penggambar yang pernah menggambar wajah beliau. Dengan demikian, kalau ada orang menggambar Rasulullah SAW, maka bisa dipastikan itu adalah gambar bohong.

Lalu bagaimana dengan gambar para nabi dan juga shahabat ? Para ulama umumnya juga menghukumi hal yang sama seperti pada hukum menggambar Rasulullah SAW. Karena para nabi dan shahabat itu pun tidak pernah ada yang menggambarnya di masa mereka hidup, padahal apapun yang terkait dengan seorang nabi dan shahabat, pastilah sangat berpengaruh dengan syariat itu sendiri, karena dari sanalah syariat itu bersumber.

Jadi kami cenderung untuk mengatakan bahwa menggambar para nabi dan shahabat pun termasuk perbuatan yang diharamkan dalam syariat. Lepas dari hukum menggambar makhluk hidup yang juga menjadi khilaf dilakangan ulama.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: haram menggambar nabi

Post by keroncong on Thu Jan 03, 2013 5:14 pm

Apa yang terjadi di Denmark, Norwegia dan negeri lainnya bukan semata-mata masalah larangan melukis nabi Muhammad SAW. Melainkan sudah masuk ke wilayah penghinaan. Sebab gambar itu memang dibuat sengaja untuk menghina beliau SAW.

Penghinaan atas nabi Muhammad SAW oleh media massa di Denmark, Norwegia dan beberapa negeri lainnya memang sudah keterlaluan. Sebelumnya tidak pernah terjadi penghinaan seperti ini. Penghinaan kepada nabi umat Islam itu selama ini hanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan terselubung. Bahkan ketika dikonfrontir ulang kepada pelakunya, umumnya pelaku penampik dan berkelit.

Salman Rushdie pernah menghina Rasulullah SAW dan keluarganya dalam bentuk novel. Namun hinaan itu boleh dibilang masih agak malu-malu, karena tidak secara vulgar menyebutkan nama beliau SAW. Sebegitu pun, kepala Salman Rushdie telah dihargai dengan nilai uang tertentu oleh pemerintah Iran, karena mereka merasa nabi yang suci itu dihina.

Adapun yang dilakukan media massa di Denmark, Norwegia dan beberapa negara lainnya yang ikut-ikutan menampilkan gambar itu sekarang ini, adalah sebuah gelombang penghinaan yang bersifat terbuka, resmi dan tanpa malu-malu. Nada penghujatan dan penghinaan seakan dilakukan secara massal dan siap menantang. Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang suci dan mulia itu digambarkan bersurban dengan bom waktu. Seakan menggambarkan bahwa Islam adalah agama haus darah dan siap meledakkan bom di mana saja. Bahkan pemerintah Denmark dengan amat congkak dan bersembunyi di balik kebebasan pers menolak untuk meminta maaf kepada 1,5 Milyar umat Islam.

Padahal di dalam syariah Islam, jangankan membuat gambar yang bersifat menghina, sekedar melukis sosok Rasulullah SAW sendiri pun sudah haram hukumnya. Bahkan meski pelukisnya melukis dengan niat baik dan lukisan yang indah. Namun umat Islam sejak awal telah diajari untuk menghormati nabi mereka bukan dengan membuat lukisan atau gambar, apalagi patung. Islam datang justru menghancurkan gambar-gambar para nabi serta patung-patung mereka yang terlanjur disembah.

Sebuah bentuk kejahilan yang diperangi agama Islam adalah melukis, menggambar dan mematungkan para nabi dan orang shalih di masa lalu. Dan kelakuan umat terdahulu memang selalu demikian. Para nabi yang telah wafat itu mereka buatkan lukisannya, meski dengan niat untuk mengagungkannya, mensucikannya atau menghormatinya. Namun di balik niat lugu itu, syetan telah selalu berhasil menyelewengkan dan memasukkan bisikan jahatnya. Sehingga pada akhirnya gambar dan patung para nabi menjadi sesembahan selain Allah.

Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr."(QS. Nuh: 23)

Para ahli tafsir menyebutkan bahwa nama berhala itu yaitu Wadd, Suwwa', Yaghuts, Ya'uq dan Nashr sebenarnya nama orang shalih dan mereka bukan tuhan. Namun sepeninggal mereka, orang-orang ingin mengenang jasa dan keagungannya, sehingga kemudian dilukislah wajar mereka, sehingga akhirnya dibuatkan patung. Dari generasi ke generasi akhirnya patung mereka sudah menjadi tuhan sesembahan selain Allah.

Di dalam syariah Islam, melukis nabi dan para shahabat telah diharamkan secara total. Meski pun niatnya baik dan lukisannya indah. Tetapi hukumnya tetap haram.

Sedangkan yang dilakukan sekarang ini memang melebihi batas kewajaran. Sebab melukis nabi Muhammad SAW saja sudah haram, apalagi sambil membuatnya menjadi karikatur yang menghina dan merendahkan. Gambar itu sendiri dimuat di media massa secara terbuka, bahkan di-copy oleh media lain untuk diterbitkan lagi.

Karuan saja umat Islam sedunia meradang. Sampai-sampai Kedutaan besar Denmark di Libanon dan Syria dibakar dan diamuk massa yang kalap.

Peristiwa pembakaran kedutaan besar Denmar, Norwegia di kedua negeri itu meski tidak sejalan dengan ajaran Islam, namun sesungguhnya membuktikan bahwa kebebasan itu tidak pernah ada yang mutlak. Kebesaaan seseorang itu terbatas dengan adanya kebebasan orang lain. Tidak ada kebebasan di dunia ini yang bersifat mutlak, sehingga orang boleh melakukan apa saja, sampai mengganggu orang lain, baik secara pisik maupun psikis.

Seorang yang membeli mobil dengan uang pribadinya memang boleh memiliki mobil itu secara pribadi, namun di jalan dia tetap harus taat peraturan lalu lintas. Tidak boleh seseorang merasa bebas membawa mobil seenaknya di jalan raya dengan dalih kebebasan. Bahkan kapal laut yang berjalan di laut pun tetap punya track tersendiri, tidak mentang-mentang laut itu luas, lalu boleh berjalan seenaknya ke sana ke mari. Pesawat udara yang kelihatannya terbang bebas di udara pun sebenarnya punya jalur-jalur udara yang harus dipatuhinya. Tiap semaunya terbang dan ugal-ugalan di angkasa. Sebab semua itu hanya akan membuatnya mencelakakan diri sendiri.

Maka dalih kebebasan pers yang dijadikan tameng oleh pemerintah Denmark, Norwegia sesungguhnya memang semata-mata membuktikan bahwa mereka punya maksud yang tidak baik kepada umat Islam, khususnya kepada Nabi Muhammad SAW. Bab penghinaan agama seperti ini seharusnya tidak boleh dianggap sepi. Apalagi mengingat umat Islam itu selama ini sudah disakiti secara pisik, kini ditambah lagi disakiti secara psikis. Sedangkan jumlahumat Islam di dunia ini lumayan banyak. Bahkan di Denmark, Norwegia sendiri merupakan agama kedua terbesar. Tentu saja kecongkakan pemerintah Denmark, Norwegia itu merupakan bentuk penghinaan dan penghujatan yang nyata dan tidak bisa dimaklumi begitu saja.

Media massa Denmark, Norwegia dan negara lainnya itu harus meminta maaf sebagaimana pemerintahnya juga harus meminta maaf secara jujur, terbuka, penuh penyesalan dan dengan itikad baik. Toh umat Islam pasti bisa memaafkannya, meski sempat terluka hatinya. Namun sikap congkak dan menyembah berhala kebebasan pers adalah pilihan konyol yang tidak pernah bisa meredakan ketegangan. Bangsa dan pemeluk agama manapun akan marah bila tokoh suci mereka. Bisakah pemerintah Denmar, Norwegia itu membayangkan bila yang dijadikan karikatur dan objek penghinaan itu adalah Paus, misalnya. Atau presiden mereka sendiri. Tentu wajar bila pendukungnya marah besar.

Namun semoga penghinaan yang kita terima saat ini dijadikan Allah SWT sebagai momentum yang mengetuk hati jutaan umat Islam sedunia, setelah selama ini terkesan kurang responsif terhadap agamanya, juga kurang erat persatuan dan kesatuannya. Semoga hikmah di balik peritiwa ini adalah semakin kompaknya umat Islam, dengan meninggalkan segala bentuk pertikaian, pertentangan, caci maki antar sesama dan juga saling menjelekkan. Semoga dengan adanya peristiwa ini, umat Islam menyadari bahwa mereka punya lawan lebih besar, tantangan lebih keras, masalah yang lebih penting dari semua keretakan yang ada.

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, tetapi Allah menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya."(QS. Al-Jumu'ah: 8)
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik