FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Halaman 2 dari 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Penyaran on Fri Dec 07, 2012 7:40 pm

First topic message reminder :

Banyak diantara penganut New Age (aliran Zaman Baru) menyatakan bahwa sewaktu kanak-kanak Yesus pergi ke India untuk belajar dari para guru agama Hindu. Menurut mereka, Ia kemudian kembali ke Israel dan melakukan mukjizat-mukjizat yang Dia pelajari dari para guru ini, dan menyampaikan ajaran-ajaran yang diperoleh-Nya dari mereka.

Pemikiran seperti ini sungguh tidak masuk akal.

- Pertama-tama, ajaran Yesus mengenai Allah tidaklah bersifat panteistik (“semua adalah Allah”) sebagaimana yang dianut oleh para guru di India.

- Yesus tidak pernah mengambil kutipan dari kitab Wedha agama Hindu, tetapi selalu dari Kitab Perjanjian Lama Yahudi yang menganut Yudaisme yang mengenal hanya satu Allah (baca Markus 12:29).

- TIDAK ADA bukti sah yang menyatakan bahwa Yesus belajar di India.

- Meskipun kitab Injil tidak menggambarkan secara lengkap mengenai masa kecil Yesus, namun ada bukti tidak langsung yang meyakinkan bahwa Ia tetap tinggal di tanah Palestina. Lukas 2:52 meringkaskan kehidupan Yesus sejak berusia 12 tahun: "Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia."

- Yesus tentu saja adalah Allah dan juga manusia sekaligus. Sebagai Allah Dia adalah mahatahu (maha-mengetahui) dan maha-bijak; Dia tidak akan “bertambah hikmat-Nya” dari segi keilahian. Dari segi kemanusiaan-Nya, Ia mungkin bertambah hikmat sebagaimana juga dengan kanak-kanak Yahudi lainnya dengan belajar dari Kitab-kitab Perjanjian Lama (Mazmur 1:2) dan dengan belajar dari orang-orang yang lebih tua.

- Di lingkungan masyarakat Yesus dikenal sebagai seorang tukang kayu (Markus 6:3) dan anak seorang tukang kayu (Matius 13:55). Adalah merupakan suatu kebiasaan di kalangan masyarakat Yahudi bagi para ayah mengajarkan sesuatu keahlian kepada anak-anak mereka. Yusuf juga tentulah telah mengajarkan Yesus keahlian bertukang karena Ia tinggal tetap di daerah Palestina. Keahlian ini senyatanya mempunyai peranan penting dalam kehidupan-Nya karena beberapa perumpamaan dan ajaran-Nya didasarkan pada pengalaman bertukang itu. Misalnya, Ia mencontohkan mengenai membangun rumah diatas batu dibandingkan dengan diatas pasir (Matius 7:24-27).

- Lukas 4:16 adalah kata kunci untuk menolak pemikiran bahwa Yesus pergi ke India. Pada awal tiga tahun pelayanan-Nya, Yesus "datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab." Yesus dibesarkan di Nazaret, bukan India, dan kebiasaan-Nya mengunjungi rumah ibadat (sinagoga), bukan kuil Hindu.

- Dalam kisah tersebut selanjutnya, ketika Yesus selesai membaca, "Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: 'Bukankah Ia ini anak Yusuf?'" (Lukas 4:22). Mereka yang berada di rumah ibadat itu mengenal Yesus sebagai penduduk setempat.

- Perlu juga dicatat bahwa Yesus membaca dari Kitab Perjanjian Lama. Kitab Perjanjian Lama, yang dihargai oleh Yesus (baca Matius 5:18), yang mengingatkan orang agar menjauhkan diri dari allah-allah dan ajaran agama palsu (Keluaran 20:2-3; 34:14; Ulangan 6:14; 13:10; 2 Raja-Raja 17:35)—ini tentu mencakup Hinduisme. Perjanjian lama dengan tegas membedakan antara ciptaan dan Sang Pencipta, berbeda dengan ajaran panteisme Timur (Hindu), dan mengajarkan perlunya penebusan, bukan pencerahan.

http://www.christiananswers.net/indonesian/q-eden/rfsm-guru-in.html

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down


Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Sun Dec 23, 2012 3:35 am

Emang topiknya itu, tetapi yang gue maksud sih si "raja Klaim" usil
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Penyaran on Sun Dec 23, 2012 1:05 pm

oh, Kristen tuh "Raja Klaim" toh usil

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Sun Dec 23, 2012 6:39 pm

@Penyaran wrote:oh, Kristen tuh "Raja Klaim" toh usil

ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Penyaran on Sun Dec 23, 2012 10:12 pm

kenapa bang ketawa ? lucu ya ngeliat selama ini ajaran lu cuman jiplakan doank. ajaran ngambil dari Buddha, tokoh pegangan ngambil dari Hindu. bener2 ya bang, ajaran cuman kualitas fotokopian.

ikut ketawa juga ya mas.

ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Mon Dec 24, 2012 6:50 pm

Umat mana yang mengklaim dari lahir semua orang itu pengikutnya??
Umat mana yang ngeklaim Borobudur ciptaan umatnya??
Umat mana yang ngeklaim nabi2 Yahudi sebagai nabi2nya??
dan klaim2 akan hal2 lain yang katanya sudah tertulis di dalam kitabnya??

Kalau bukan RAJANYA KLAIM tu umat, apalagi sebutan yang pantas untuk mereka??
ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Penyaran on Tue Dec 25, 2012 7:43 am

emang tuh Kristen raja klaim, udah ngeklaim Taurat jadi bagian dari kitabnya.
nabinya juga diklaim menubuatkan Yesus: http://www.laskarislam.com/t4579-pemalsuan-beberapa-ayat-untuk-mendukung-yesus
belum lagi ajarannya, cuman modal fotocopy-an dari ajaran Buddha.

bener2 RAJA KLAIM banget ya bang.
ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Tue Dec 25, 2012 3:04 pm

@Penyaran wrote:emang tuh Kristen raja klaim, udah ngeklaim Taurat jadi bagian dari kitabnya.
nabinya juga diklaim menubuatkan Yesus: http://www.laskarislam.com/t4579-pemalsuan-beberapa-ayat-untuk-mendukung-yesus
belum lagi ajarannya, cuman modal fotocopy-an dari ajaran Buddha.

bener2 RAJA KLAIM banget ya bang.
ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling

Anggap saja begitu usil
Kan udah gue bilang dari pertama tuh untung dianggap mengcopy ajaran BUDHA, bukan ajaran loe yang dianggap mengcopy BUDHA usil

@BiasaSaja wrote:emang ga gue pikirin kok, asal bukan diduga belajar dari ajaran yang satu aja. usil

Kalau yang ini bagaimana??

Umat mana yang mengklaim dari lahir semua orang itu pengikutnya??
Umat mana yang ngeklaim Borobudur ciptaan umatnya??
Umat mana yang ngeklaim nabi2 Yahudi sebagai nabi2nya??
dan klaim2 akan hal2 lain yang katanya sudah tertulis di dalam kitabnya??

Kalau bukan RAJANYA KLAIM tu umat, apalagi sebutan yang pantas untuk mereka??

ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling

avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Penyaran on Tue Dec 25, 2012 9:14 pm

@BiasaSaja wrote:
Anggap saja begitu usil

ya sudah, berarti abang emang menerima bahwa ajaran abang cuman modal fotocopyan usil


Kan udah gue bilang dari pertama tuh untung dianggap mengcopy ajaran BUDHA, bukan ajaran loe yang dianggap mengcopy BUDHA usil

ya berarti ajaran kasih lo cuman modal sempalan dari Buddha. percuma dah misionaris mengagung2kan sebagai ajaran yg berbeda. usil


Kalau yang ini bagaimana??

Umat mana yang mengklaim dari lahir semua orang itu pengikutnya??
Umat mana yang ngeklaim Borobudur ciptaan umatnya??
Umat mana yang ngeklaim nabi2 Yahudi sebagai nabi2nya??
dan klaim2 akan hal2 lain yang katanya sudah tertulis di dalam kitabnya??

Kalau bukan RAJANYA KLAIM tu umat, apalagi sebutan yang pantas untuk mereka??

ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling

ya Kristen lah bang, nabinya diklaim lahir menubuatkan Yesus padahal cuman ilmu dari cocokmologi doank: http://www.laskarislam.com/t4579-pemalsuan-beberapa-ayat-untuk-mendukung-yesus

mungkin berikutnya juga Borobudur nyusul diklaim juga.

jangankan RAJA KLAIM, itu mah udah RAJA FOTOCOPYAN bang.

ngakak ngakak ngakak ngakak ngakak ngakak ngakak ngakak

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Penyaran on Thu Dec 27, 2012 9:05 am

nih, tambahan juga nih klaim dari RAJA KLAIM usil

dalam kegiatan retreat sering disisipkan kegiatan meditasi ala kristen, prakteknya sama seperti menyebut nama yesus pada saat menarik nafas dan pada saat menghembuskan nafas menyebutkan nama kristus

saat ini, kegiatan meditasi ala kristen sudah ada komunitasnya yg tersebar hampir seluruh indonesia, meditasi pun di ibaratkan "semangat kemiskinan". mereka punya pandangan dan teknik sendiri saat melakukan meditasi. inti nya sama yaitu mencapai ketenangan dan kenyamanan dari ketenangan yg di rasakan di klaim sebagai "penyangkalan diri"/menyangkal diri untuk mengikuti yesus atau sbagai doa iman atau sebagai muncul nya buah roh dan lain nya... banyak asumsi atas ketenangan yg di dpt di kait-kaitkan dgn ajaran kristen

salah satu pandangan kristen terhadap meditasi :

Ketika kita semakin masuk ke dalam keheningan, kita mulai memahami dan mengalami arti sesungguhnya dari kata-kata Yesus ini: "Barangsiapa ingin menyelamatkan nyawanya akan kehilangan nyawanya" (Markus 8:35). Demikian juga, "Barangsiapa yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal dirinya" (Markus 8:34). Kita berusaha untuk dapat duduk dengan tenang. Kita belajar untuk mengucapkan mantra kita

luar biasa, walau diutak atik gatuk dan memasukkan konsep2 kristen kedalam meditasi ala mereka, ternyata meditasi pun di akui dan di praktekan oleh kristen, namun bagaimana pun tidak ada ajaran meditasi yg sesungguhnya dalam ajaran kristen dan mereka harus mengakui kalo meditasi adalah latihan spiritual yang berasal dari buddhist.

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,23300.0.html

gile, sampe meditasi diembat juga. ketawa guling bener2 dah RAJA KLAIM. ketawa guling

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Fri Dec 28, 2012 6:36 pm

Meditasi?? Menyendiri = meditasi??

ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling

Sambil tiduran sendiri dan nonton tv ae gue bisa memikirkan makna alkitab tuh

ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling

Ga semua yang sendirian di suatu tempat itu meditasi loh, ada yang menyendiri di rumah sambil melihat2 alam kemudian mendapat pencerahan dan itu bukan meditasi loh

ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling

Tapi kalau Budha maunya bilang begitu ya itu hak mereka ae deh, ga masalah juga tuh yes

Asal bukan dibilang ISLAM itu meniru Budha ae, bagaikan langit dan bumi deh ngakak
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Penyaran on Sun Jan 13, 2013 11:55 am

Missing Years of Jesus
administrator | February 16, 2009

Sumber: Stevent Knap
Karya : Suryanto, M.pd

Pernahkah Anda mendengar istilah “Missing Years” dalam teologi kekristenan? Mungkin belum! Bahkan, pengalaman saya, para bruder dan suster pun ada yang belum mengetahuinya. Apalagi umat awam, barangkali secara sengaja tidak diinformasikan mengenai hal itu.
Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan “missing years” itu? Ya, itu memang terminologi dalam bahasa Inggris yang berarti “tahun-tahun yang hilang”. Tahun-tahun yang masih menyisakan teka-teki besar bagi sebagian umat Katholik dan Kristen yang kritis. Mengapa demikian?
Orang yang mempelajari Injil dengan seksama, pasti akan dapat mengetahui riwayat hidup Yesus Kristus. Mereka tahu : kapan, dimana, dan bagaimana kisah kelahiran Yesus. Para pembaca Injil juga tahu, bagaimana dan pada usia berapa Yesus meninggal di salib, lalu “bangkit” kembali. Namun kalau mereka jeli, mereka juga akan mendapatkan fakta berikut ini. Bahwa Injil menceritakan kelahiran dan kegiatan Yesus sampai dengan Yesus berusia 12 tahun. Bahwa Yesus terlahirkan oleh Bunda Maria, bahwa Yesus secara ajaib menyelamatkan orang-orang yang percaya pada-Nya.
Setelah itu, tiba-tiba Injil menceritakan kembali kehidupan Yesus pada waktu Beliau sudah berusia 30 tahun. Saat itu, Yesus menerima baptis dari Yohanes Pembaptis di sungai Jordan. Sejak itu Injil kembali menceritakan secara runtut kehidupan Yesus. Kegiatan Beliau mengajarkan, menyembuhkan orang-orang sakit, berkhotbah di atas bukit, sampai dengan Yesus di salib. Juga masih dilengkapi dengan kesaksian para murid yang bertemu kembali dengan Yesus, setelah Yesus meninggal disalib, tetapi secara ajaib “bangkit” kembali.
Dengan demikian, terdapat 18 tahun “missing years”. Tidak ada sepatah katapun dalam Injil yang bercerita apa yang terjadi pada diri Yesus sejak berusia 13 tahun hingga akhirnya tiba-tiba berada di Sungai Jordan. Inilah yang disebut sebagai “tahun-tahun” yang hilang. Tentu kita akan bertanya-tanya, mengapa hal itu terjadi? Apa yang sesungguhnya di alami oleh Yesus?
Saya pernah mencoba mempertanyakan hal ini kepada beberapa orang Katholik dan Kristen. Anehnya, banyak di antara mereka yang bahkan “baru dengar” istilah itu, justru setelah saya mempertanyakannya. Ada juga yang mengetahui hal itu, lalu mencoba menjelaskan sebagai berikut.
“Mas, Injil itu berisi pengkabaran tentang kasih Allah, bukan biografi hidup Yesus. Jadi, yang diuraikan di dalamnya adalah ajaran-ajaran keselamatan, bukan kronologi hidup Yesus. Hanya kejadian-kejadian ajaib yang dilakukan oleh Yesus saja yang dicatat dan dilukiskan dalam Injil. Itu yang lebih penting. Jangan menuntut bahwa seluruh kehidupan Yesus harus tercatat di dalam Injil. Bukan itu tujuan Injil.” jawab seorang pria, yang kebetulan adalah seorang bruder yang sedang mendapat tugas belajar. Ia tampak yakin dan percaya diri menyampaikan jawaban itu, sambil jujur mengatakan bahwa penjelasan itu dia peroleh dari salah seorang pastornya di gereja.
Sekilas, jawaban itu memang mengena. Tapi, saya sampaikan lagi pertanyaan kritis :
“Oke, Mas. Trimakasih jawabannya. Tapi, cobalah renungkan. Apakah benar, Yesus yang kelahirannya saja ajaib (terlahir dari seorang perawan), sampai usia 12 tahun juga masih melakukan keajaiban-keajaiban, eh…selama 18 tahun berikutnya sama sekali tidak lagi melakukannya? Masak sih…keajaiban itu terhenti selama 18 tahun? Kenapa, apa alasannya? Bukankah setelah itu, Yesus kembali melakukan hal-hal ajaib sampai puncaknya ‘bangkit’ kembali dari kematiannya di tiang salib??” Mahasiswa itu terdiam, merasakan adanya kebenaran dalam pertanyaan saya.
Coba bandingkan, lanjut saya, dengan Hadist dalam Islam, yang berisi uraian sangat detil tentang pemikiran, ucapan, dan perilaku Nabi Muhammad. Bagi seorang tokoh pilihan Tuhan (nabi) sekaliber Yesus, tidakkah 18 tahun merupakan selang waktu yang terlalu panjang untuk tidak berbuat sesuatu apapun yang pantas untuk dicatat dalam Injil?
Karena semuanya terdiam mendengar pertanyaan saya, akhirnya dengan berat hati saya bertanya lagi : “Pernahkah Anda dengar bahwa sebenarnya Yesus pergi ke India belajar bhakti yoga??”

YESUS KE INDIA??

Kontroversi tentang “missing years” Yesus bukanlah hal yang baru. Sejak tahun 1890-an hingga saat ini, telah banyak buku yang terbit membahas apa yang sesungguhnya dilakukan oleh Yesus selama 18 tahun yang tidak diceritakan dalam Injil tersebut. Ada sarjana yang mengkajinya dari sisi teologi, ada pula yang murni membahasnya berdasarkan temuan-temuan arkeologi. Misteri tentang kehidupan Yesus tersebut mulai mencuat ketika pada tahun 1870-an, seorang wartawan Rusia bernama Nicolas Notovitch melakukan perjalanan wisata ke negara-negara Asia Selatan. Akhirnya pada tahun 1887 Notovich tiba di India. Ketika mengunjungi sebuah wilayah bernama Leh, di dekat sungai Wakha, ia memutuskan untuk mengunjungi dua vihara Budha yang ada di daerah itu. Di vihara itu, Notovitch bertemu dengan seorang Lama yang berkata kepadanya bahwa : “We also respect the one whom you recognize as Son of the one God. The spirit of Buddha was indeed incarnate in the sacred person of Issa [Jesus], who without aid of fire or sword, spread knowledge of our great and true religion throughout the world. Issa is a great prophet, one of the first after twenty-two Buddhas. His name and acts are recorded in our writings.” Terjemahan:
“Kami juga menaruh hormat kepada Beliau yang Anda kenal sebagai Putra Tuhan. Jiwa Budha sugguh-sungguh menjelma dalam diri orang suci Issa (Yesus) yang tanpa bantuan api ataupun pedang, menyebarluaskan agama kami yang agung dan sejati ke seluruh dunia. Issa adalah seorang nabi besar, merupakan yang pertama setelah dua puluh dua Budha. Nama dan perilaku Beliau tercatat dalam tulisan-tulisan kami”.
Mendengar hal itu, Notovitch sangat terkejut. Bagaimana mungkin Lama ini menyebut tentang seorang suci bernama Issa, yang dikenal sebagai Yesus oleh orang-orang Kristen? Akhirnya, Notovitch diberitahu bahwa ada sebuah dokumen kuno berbahasa Pali yang menceritakan kisah Yesus selama di India yang tersimpan di salah satu vihara Hemis di Lhasa, Tibet. Ketika sedang mengendarai kuda menuju vihara tersebut, Notovitch mengalami kecelakaan dari atas punggung kudanya hingga patah kaki. Ia mendapat perawatan dari para Lama di vihara Hemis itu selama beberapa waktu. Akhirnya para Lama di sana bersedia menunjukkan dokumen yang dimaksud. Dengan bantuan seorang penterjemah, Notovitch berhasil mengcopy naskah itu, dan membawanya ke Rusia.
Notovich kemudian berusaha menunjukkan temuannya kepada beberapa cardinal, yang sudah barang tentu menolak untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hal yang menghebohkan itu.
Notovich kemudian menerbitkan sendiri sebuah buku yang berjudul The Unknown Life of Jesus Christ”, yang berisi uraian lengkap tentang apa yang dilakukan oleh Yesus selama berada di India. Dalam naskah itu disebutkan bagaimana Yesus muda meninggalkan rumah orang tuanya secara diam-diam di Yerusalem, lalu menuju daerah Sindh. Di sana, ia belajar pengetahuan spiritual dari seorang guru lalu saat berumur 14 tahun, ia menyeberang ke India.
Bila kita cermati ajaran-ajaran Yesus, dan kita bandingkan dengan ajaran-ajaran Hindu, khususnya ajaran Waisnawa dengan penekanan pada aspek Bhakti Yoga, akan dapat kita temukan persamaan-persamaannya. Misalnya, dalam salah satu dari Sepuluh Perintah, Yesus mengajarkan agar seseorang mencintai Tuhan dengan segenap hati dan jiwanya, melebihi cinta terhadap segala sesuatu. Ajaran bhakti yoga juga menekankan cinta bhakti sebagai jalan mendekatkan diri kepada Tuhan. Persamaan ini dapat kita pahami, mengingat dalam perjalanannya ke India, Yesus pernah tinggal dan belajar dari para brahmana di wilayah Jagannath Puri, di Propinsi Orisa dan juga di kota Benares. Di Jagannath Puri, terdapat mandir/kuil Jagannath yang tersohor diseluruh India yang di dalamnya dilakukan pemujaan terhadap murti Sri Krisha, Balarama dan Subhadra secara besar-besaran.
Dalam dokumen berbahasa Pali yang tersimpan di vihara Hemis itu, diceritakan bahwa : “Para brahmana mengajari Isa untuk membaca dan mempelajari Weda, cara menyembuhkan penyakit melalui doa, cara mengajarkan dan menjelaskan kitab suci, cara mengusir roh jahat yang merasuki tubuh manusia, dll. Isa menghabiskan waktunya selama 6 tahun di Jagannath, Rajegriha, Benares, dan kota-kota suci lainnya. Semua menyayangi Isa, karena ia hidup berbaur dengan para vaisya dansudra dan mengajari mereka kitab suci. Namun golongan brahmana dan ksatria di kota itu yang telah merosot moralnya mengatakan bahwa Tuhan tidak mengijinkan para vaisya dan sudra untuk mendengarkan ajaran Weda. Karena itulah para brahmana itu meminta Isa untuk meninggalkan golongan yang dianggap rendah itu, dan mengajak Isa untuk memuja Tuhan para brahmana saja.
Namun Issa tidak mengindahkan para brahmana itu, ia tetap datang kepada para sudra, dan mengajak mereka menentang para brahmana dan ksatria yang menyimpang dari ajaran Weda itu. Yesus mengatakan bahwa : ‘Pada Hari Pengadilan nanti, para waisya dan sudra akan diampuni dosanya karena kebodohan mereka. Tetapi, Tuhan akan menghukum mereka yang terlalu sombong dengan hak-hak yang dimilikinya (brahmana).
“The Vaisyas and the Soudras were struck with admiration, and demanded of Issa how they should pray to secure their happiness. ‘Do not worship idols, for they do not hear you; do not listen to the Vedas, where the truth is perverted; do not believe yourself first in all things, and do not humiliate your neighbor. Help the poor, assist the weak, harm no one, do not covet what you have not and what you see in the possession of others.’”
Artinya : “Para vaisya dan sudra mengagumi ajaran-ajaran mulia itu dan bertanya kepada Isa bagaimana seharusnya mereka berdoa untuk memperoleh kebahagiaan. Isa menjawab “Jangan memuja berhala, karena berhala tidak bisa mendengar; jangan mendengarkan ajaran Weda, karena kebenarannya telah diputar balik; jangan mempercayai dirimu sendiri dalam segala hal; jangan menghina tetanggamu. Bantulah orang miskin, tolonglah orang yang lemah, jangan menyakiti orang lain, jangan iri terhadap milik orang lain yang tidak engkau miliki.”
Demikianlah, pada akhirnya Yesus dipaksa untuk meninggalkan kota Jagannat Puri oleh para brahmana yang marah karena Yesus (Isa) mengajarkan ajaran agama kepada kasta yang lebih rendah. Oposisi dari para brahmana kasta itu begitu kuatnya, hingga akhirnya Yesus harus kembali pulang ke tanah kelajirannya, saat ia berusia 29 tahun. Di sana, Ia kemudian memulai kegiatannya mengajarkan, dan sejak itulah Injil mulai kembali mencatat kehidupan dan kegiatan pengajaran Yesus.
Sejak penerbitan buku oleh Notovitch itu, banyak orang-orang penting yang datang langsung ke Vihara Hemis itu, dan berhasil melihat secara langsung dokumen yang menghebohkan itu. Mereka kemudian menerbitkan buku dengan tema serupa antara lain : Jesus died in Kashmir (Andreas Faber-Kaiser, London, 1977) Jesus in Rome (Robert Graves & Joshua Podro, London, 1957); The Myth of the Cross (AlHaj A.D Ajijola, Lahore, Pakistan, 1975) dan banyak buku lainnya. Buku-buku itu menyajikan bukti-bukti bahwa sesungguhnya Yesus tidak meninggal di tiang salib lalu ‘bangkit’ kembali. Yesus pergi ke India tersebut menjadi perdebatan yang tidak habis-habisnya. Sampai akhirnya pada tahun 1978, diselenggarakanlah “First International Conference on the Deliverance of Jesus Christ from the Cross” (Konferensi Dunia Pertama tentang Pembebasan Kristus dari Tiang Salib) yang diselenggarakan pada tanggal 2 s/d 4 Juni 1978 bertempat di Commonwealth Institute Kensington High Street, London, Inggeris. Berdasarkan bukti dalam Injil maupun penelitian arkeologi dan laboratorium – para pembicara menyatakan bahwa Yesus memang tidak meninggal ketika di salib. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa setelah peristiwa “kebangkitan Yesus” itu, sesungguhnya Yesus pergi ke Kashmir sampai akhirnya meninggal dunia di sana.
Selain naskah berbahasa Pali di atas, para sarjana semakin yakin dengan kebenaran bahwa Yesus pernah datang ke India setelah mereka membaca ramalan tentang Issa dalam kitab Bhavisya Purana. Bhavisya Purana, menurut para ahli disusun pada sekitar tahun 115 M oleh Rsi Suta. Dalam kitab Bhavisya Purana itu, dalam bagian Pratisarga Parva, Khanda 3, ayat 16-33 disebutkan tentang pertemuan antara Maharaja Shalivahana dengan Issa di Srinagar, India. Selengkapnya, uraian tersebut adalah sebagai berikut : “Shalivahan, cucu Vikrama Jit akhirnya mengambil alih pemerintahan. Beliau mengalahkan gerombolan penyerang dari Cina, Parthian, Scythians dan Bactrians. Raja Shalivahan membangun tembok pembatas antara para Arya dengan para mleccha (non-Hindu), dan memerintahkan orang-orang mleccha itu untuk berdiamdi pinggiran wilayah India.
Suatu hari, raja Shalivahana, pemimpin kaum Sakhya, pergi ke Himalaya. Di sana, di wilayah bernama Hun (= Ladakh, bagian dari kerajaan Kushan) raja yang perkasa itu bertemu seseorang yang duduk di atas sebuah bukit, yang tampak sangat saleh. Kulitnya cerah, dan mengenakan pakaian putih-putih. Raja Shalivahan bertanya kepada orang suci itu, dan yang ditanya menjawab : “Saya dikenal sebagai Anak Tuhan , lahir dari seorang perawan, aku adalah pemimpin orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, berusaha keras mencari kebenaran sejati.”
Sang Raja bertanya lagi : “Apa agama Anda?” Orang itu menjawab : “Wahai Raja, saya berasal dari negeri asing, dimana tidak ada lagi kebenaran di sana dan kejahatan merajalela. Di tanah orang-orang yang tidak beriman, aku muncul sebagai Al-Masih. Namun raksasa Ishamasi menjelmakan dirinya dalam bentuk orang-orang biadab yang mengerikan; saya dibuang oleh orang-orang biadab itu…. Wahai Raja, dengarlah olehmu, agama yang aku bawa kepada orang-orang yang tidak percaya itu : setelah menyucikan hati dan pembersihan badan yang tidak suci, dan setelah mencari perlindungan dalam doa kepada Naigama, manusia akan berdoa kepada Dia Yang Kekal. Melalui jalan keadilan, kebenaran, meditasi, dan penyatuan jiwa, manusia akan menemukan jalan untuk mencapai Isa ditengah-tengah cahaya. Tuhan, seteguh matahari, pada akhirnya akan menyatukan seluruh jiwa yang mengembara dalam diri Beliau. Wahai Raja, dengan demikian, Ishamasi akan dihancurkan, dan wujud Isa yang penuh kebahagiaan, pemberi kebahagiaan, akan bersemayam selamanya di dalam hati; dan saya disebut Masehi (Imam Mahdi) …”
Perhatikan bahwa dalam percakapan itu, Yesus memperkenalkan diri dengan sebutan Issa. Sebutan itu pulalah yang digunakan dalam naskah berbahasa Pali yang tersimpan dalam vihara Buddha yang ditemukan oleh Nicolas Notovitch itu. Juga perlu dicatat, bahwa dalam Al-Quran, nama Yesus lebih dikenal dengan sebutan Nabi Issa.
Terlepas dari kontroversi itu, ada hal yang perlu kita catat sebagai penganut Weda. Bahwa Weda adalah sebuah buku pengetahuan spiritual tertua di dunia, yang paling komprehensif dan lengkap. Bukti adanya ramalan Yesus, Sang Buddha, dan Nabi Muhammad, serta ciri-ciri ajaran mereka dalam kitab Bhavisya Purana, Bhagavata Purana, dan lain-lain menunjukkan bahwa ajaran Weda bersifat universal. Ajaran Weda tidak dimaksudkan hanya untuk golongan tertentu, sebagaimana yang sering terjadi dalam kitab-kitab yang lebih muda usianya.
Ajaran-ajaran Weda adalah Sanatana Dharma yang kekal, yang selalu relevan sepanjang jaman. Dan setiap kali terjadi penyimpangan terhadap dharma tersebut, Tuhan akan mengirimkan utusan-Nya atau bahkan menjelma sendiri (ber-avatar) untuk memperbaiki penyimpangan-penyimpangan tersebut. Dalam terminologi Weda, kepribadian Yesus, Nabi Muhammad, dan Sang Buddha disebut sebagai Sakhtyavesya Avatara. Artinya, beliau-beliau adalah manusia yang diberi kekuasaan dan kemampuan khusus oleh Tuhan untuk melakukan misi-misi rohani tertentu di bumi ini. Dalam menyampaikan ajaran-ajarannya, utusan-utusan Tuhan itu akan menyampaikan amanat rohani Tuhan dengan mempertimbangkan latar belakang moral umat yang diajarinya. Seberapa mendalam ajaran yang disampaikan, akan sangat tergantung pada sejauhmana umat mau menerima dan mampu memahami ajaran-ajaran itu. Sebagai contoh, ketika mengajarkan kepada para vaisya dan sudra di Jagannath Puri, India, Yesus mengajarkan agar mereka tidak memuja berhala, tidak mendengar dan menerima ajaran Weda, karena kebenarannya telah diputarbalikkan. Latar belakang larangan itu adalah ulah para brahmana kasta pada masa itu yang menyimpangkan ajaran-ajaran Weda untuk kepentingan mereka sendiri.
Padahal pemujaan kepada Krishna di Kuil Jagannath Puri itu bukanlah pemujaan berhala. Ia adalah salah satu bentuk sembahyang kepada arca atau murti Tuhan yang dibenarkan menurut Weda. Salah satu tradisi pemujaan itu adalah adanya Ratha Yatra Festival, dimana setiap tahun pada sekitar bulan Juli arca-arca Jagannath, Baladev dan Subhadra diarak dijalan-jalan di kota Jagannath Puri dengan menggunakan kereta berukuran besar, dan orang-orang Hindu mengikuti festival itu dengan penuh semangat. Saat ini, perayaan Ratha Yatra seperti itu telah dirayakan secara besar-besaran di kota-kota besar di dunia, seperti New York, Sidney, Montreal, London, dll setelah diperkenal ke dunia Barat oleh A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada pada tahun 1960-an. Sejak tahun-tahun itu, jutaan orang Barat yang tadinya adalah pemuja Kristus, setelah mendalami ajaran Bhagavad-gita, beralih menjadi pemuja Sri Krishna, penyabda Bhagavad-gita. Mengapa demikian? Karena banyak pertanyaan mendasar mengenai Tuhan dan sifat-sifat-Nya, yang tidak mereka temukan jawabannya secara memuaskan dalam Injil dan kitab lainnya.
Satu hal yang perlu dicatat adalah fakta bahwa Yesus mengajarkan di Yerusalem selama tiga setengah tahun. Beliau mengajarkan dasar-dasar moralitas dalam bentuk Sepuluh Perintah, diantaranya : jangan memuja berhala, jangan membunuh, jangan berjinah, jangan mencuri, jangan menginginkan milik orang lain. Namun, baru sejauh itu Yesus menyampaikan ajaran Beliau, umat saat itu sudah menentangnya dengan keras. Bahkan Yesus akhirnya harus menerima fitnah, dan dihukum salib. Bisakah Anda membayangkan, bagaimana mentalitas dan moralitas orang orang yang harus dihadapi oleh Yesus pada waktu itu? Oleh karena itu, kita dapat memahami mengapa banyak konsep-konsep ajaran dalam Weda yang tidak terdapat dalam Injil. Atman, karma, reinkarnasi dan moksa, yang merupakan konsep-konsep yang sangat jelas diuraikan dalam Weda, tidak ditemukan secara explisit dalam kitab suci lainnya. Mengapa?? Dalam Injil, Yesus sendiri memberikan jawabannya :
“I have many things to say unto you, but your ears cannot bear them yet” Artinya “Sesungguhnya banyak hal yang hendak Aku sampaikan kepadamu, tetapi telingamu belum mampu mendengarnya “(Johannes 16.12). Berkaitan dengan itu, Yesus juga menyatakan : “If you do not believe when I tell you of material things, how you will believe when I tell you of spiritual things? (Kalau kalian bahkan tidak percaya ketika Aku mengatakan hal-hal duniawi, bagaimana mungkin kalian akan mempercayai hal-hal spiritual yang Aku sampaikan?”) (Johannes 3.12) . Bagaimana Yesus akan menyampaikan pengetahuan spiritual yang lebih tinggi, kalau baru mengajarkan dasar-dasar moralitas saja sudah dihukum salib? Sedangkan dalam Bhagavad-gita (7.2) Sri Krishna bersabda : “Sekarang Aku akan menyatakan pengetahuan ini kepadamu secara keseluruhan, baik yang dapat dilihat maupun yang tidak dapat dilihat. Dengan menguasai pengetahuan ini, tidak akan ada hal lain lagi yang belum engkau ketahui.”
Dan jutaan orang di dunia membuktikan hal itu. Dan dalam Bhagavad-gita (14.4) Sri Krishna menyatakan bahwa “Aku adalah ayah semua makhluk hidup”. Jadi ketika Yesus berdoa “Bapa kami yang di surga, … dimuliakanlah nama-Mu…“ siapa yang bisa menyangkal bahwa Kristus sedang berdoa kepada ayah-Nya, Sri Krishna?

http://vedasastra.com/?p=789

narsis banget bo ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling ketawa guling

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Sun Jan 13, 2013 12:46 pm

seperti yang gue katakan diawal ga ngaruh tuh dan juga ga masalah mau dikatakan seperti apa. ketawa guling

Asal jangan di samakan dengan ISLAM ae ketawa guling

Yesus tidak mati di salib??? cek ae dokumen romawi kuno dan catatan sejarah Yahudi deh ketawa guling
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Penyaran on Sun Jan 13, 2013 12:53 pm

heh sob, coba lo pikir

trus kalo misalnya anak lo diklaim milik org apa itu juga gak apa2 ???

kalo harta lo diklaim milik orang juga gak apa2 ???

kalo pacar lo diklaim gebetan orang juga gak apa2 ???

berpikir lah dahulu sebelum koar2.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Sun Jan 13, 2013 1:09 pm

@Penyaran wrote:heh sob, coba lo pikir

trus kalo misalnya anak lo diklaim milik org apa itu juga gak apa2 ???

kalo harta lo diklaim milik orang juga gak apa2 ???

kalo pacar lo diklaim gebetan orang juga gak apa2 ???

berpikir lah dahulu sebelum koar2.

Silakan saja tuh HINDU, BUDHA mau claim gimana tuh ga masalah buat gue piss

Yang penting asla bukan ISLAM ketawa guling

Loe nyuruh gue mikir?? ga kebalik??

Loe gue suruh baca tuh catatan sejarah romawi dan Yahudi tentang Penyaliban, itu saja sudah cukup untuk menyanggah tulisan yang ente ambil sebagai refrensi kok ketawa guling

Budha ngeclaim begini, Hindu ngeclaim begitu, ga masalah tuh buat gue. Toh ajaran mereka juga mengajarkan untuk menyayangi sesama manusia, gue malah bangga lagi ternyata sungguh YESUS begitu LUAR BIASA sehingga banyak ajaran yang mau mengclaimnya sebagai pengikut ajarannya ketawa guling

Yang sungguh gue kagak terima adalah kalau ajaran loe yang ngeclaim sama dengan Kristen ketawa guling
180% terbalik tuh ketawa guling
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Penyaran on Sat Jan 19, 2013 5:57 pm

@BiasaSaja wrote:
Budha ngeclaim begini, Hindu ngeclaim begitu, ga masalah tuh buat gue. Toh ajaran mereka juga mengajarkan untuk menyayangi sesama manusia, gue malah bangga lagi ternyata sungguh YESUS begitu LUAR BIASA sehingga banyak ajaran yang mau mengclaimnya sebagai pengikut ajarannya ketawa guling

berarti ISLAM itu LUAR BIASA donk soalnya banyak diclaim yg gak2 oleh temen2 seukhuwah lo. 2 good kan semakin ajaran itu terlihat baik maka semakin banyak yg ingin mengclaimnya. 2 good

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by SEGOROWEDI on Sat Jan 19, 2013 6:34 pm


ke india ya?
padahal tercatat di injil Yesus tinggal bersama maria dan yusuf di nazaret
sampai dewasa
, guru hindunya ke-gr-an kale

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Sat Jan 19, 2013 7:11 pm

ISLAM di bilang AJARAN IBLIS LOE BANGGA?? ngakak
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Sat Jan 19, 2013 7:12 pm

Mana ada ajaran lain yang mau ngakuin nabi agung loe sebagai NABI?? ngakak

Dari pertama nabi agungmu muncul dan ngaku2 sebagai nabi, SUDAH DITOLAK SAMPAI DETIK INI OLEH YAHUDI DAN KRISTEN slim piss

nabi setan sering bener gue denger dan baca tuh ngakak
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Penyaran on Sat Jan 19, 2013 8:27 pm

berarti KRISTEN di bilang AJARAN FOTOCOPIAN LOE BANGGA?? ngakak

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Sat Jan 19, 2013 8:31 pm

Silakan ae di claim mereka tuh usil

Loe bangga ya di tolak sana sini tuh nabi agungmu?? usil

Di bilang ajaran IBLIS bangga bener ketawa guling
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Penyaran on Sat Jan 19, 2013 8:35 pm

Mana ada ajaran lain yang mau ngakuin yesus loe sebagai TUHAN?? ngakak

Dari pertama guru agungmu muncul dan ngaku2 sebagai mesias, SUDAH DITOLAK SAMPAI DETIK INI OLEH PARA IMAM DAN AHLI TAURAT piss

yg ada cuman dipanggil sebagai tukang nujum ngakak

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Sat Jan 19, 2013 8:43 pm

Ga masalah tuh di tolak YAHUDI piss

jadi rebutan coi tuh kata loe diatas piss

nah loe?? Di ingini juga tidak dan ditolak sana sini semenjak ada diciptain nabi agungmu ketawa guling
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Sat Jan 19, 2013 8:47 pm

Kasian bener nabi loe dari dulu maksa2 biar diakuin jadi NABI piss

Nah ajaran gue?? Di rebutin tuh sama orang2 piss

Bener2 terlalu.... ketawa guling
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Penyaran on Sat Jan 19, 2013 9:24 pm

gak tuh usil kagum : http://www.laskarislam.com/t1113-sosok-nabi-muhammad-menurut-beberapa-tokoh-dunia

Dibawah ini sepenggal komentar para tokoh dunia terhadap nabi besar, Muhammad SAW. Saya kutipkan dari event faceboook, Boikot Lomba Internasional Karikatur Nabi Muhammad SAW. Yang paling menarik adalah komentar para tokoh besar dunia tentang nabi Muhammad SAW....

MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA)

Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.


Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)

Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.


Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ’sang penyelamat kemanusiaan”

“Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini.

“Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.

Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”


MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKIN G OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)

Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: “Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.

Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah m erubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa… Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pengembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”


Lamar tine, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277

“Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya. Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang – semua menjadi satu.

Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut -hanya dengan kepribadian seperti dia-lah keagungan seperti ini dapat diraih
.”

K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam bookletnya, “Muhammad, The Prophet of Islam”

Kepribadian Muhammad, sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad s ang Nabi, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu,

Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhammad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan.

Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.


PROF. (SNOUCK) HURGRONJE

Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.

Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.


THOMAS CARLYLE in his HEROES AND HEROWORSHIP

Betapa menakjubkan seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Baduy) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua dekade.

“Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. “Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.


EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY speaking on the profession of ISLAM

Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama
(HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).

Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by BiasaSaja on Sat Jan 19, 2013 9:28 pm

ketawa guling Muncul lagi deh tuh daftar ketawa guling
avatar
BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 660
Kepercayaan : Protestan
Location : warnet langganan
Join date : 08.12.12
Reputation : 11

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mitos Yesus pernah ke India dan belajar dari guru Hindu

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 4 Previous  1, 2, 3, 4  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik