FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

View previous topic View next topic Go down

Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Sat Dec 15, 2012 2:21 pm

Buku ‘Teologi Sukses’ (sekarang cetakan ke-5) yang penuh kritik dimusuhi oleh pendeta-pendeta sebuah denominasi kharismatik yang besar, bahkan salah satu pendetanya yang punya gereja terbesar diatas mimbar mengumumkan agar membakar buku TS tersebut, alhasil buku malah laku keras dan dicetak berulang-ulang.

Beberapa hari setelah dirilisnya di beberapa milis artikel ‘Tragedi Teologi Sukses’ seorang ibu tokoh gereja di Semarang yang sering mendengar kotbah pendeta sukses yang diceritakan mengucapkan dukungannya atas artikel itu. Ia mengatakan kesedihannya bahwa: “Sayang banyak pendeta dan jemaat tidak berani mengkritik perilaku salah para pendeta/penginjil karena takut dan hanya mengatakan pujian saja atas perilaku penginjil KKR demikian, padahal itu diperlukan.” Belum lama ini ada pendeta dengan gereja besar yang pernah berkotbah untuk mengubah batu menjadi berlian (asalkan seseorang memberikan persembahan uang yang besar) terlibat jerat hutang piutang miliaran rupiah. Ia terjerat daya tarik mamon dengan cara menggolangkan persembahan besar yang masuk agar berbunga-bunga!

Majalah ‘Jakarta-Jakarta’ (4-10 Maret 1988) pernah mengulas artikel berjudul ‘Agama, Uang dan Seks’ ketika Jim Bakker dan Jimmy Swaggart jatuh dari singgasana mereka.

Tim Storey, seorang penginjil Amrik ketika berkotbah di Surabaya pada bulan Oktober 1997 menantang jemaat untuk “Memberi lebih besar dari yang sanggup mereka berikan!” Ia memberi sugesti bahwa “Dalam waktu tiga bulan Anda bakal mendapat mujizat keuangan yang besar!” Alhasil, tiga bulan kemudian terjadi krismon dimana kurs dolar naik enam kali lipat. Tentu hadirin KKR itu yang menyimpan uangnya dalam bentuk dolar berbunga-bunga karena uang mendadak menjadi 5 kali lebih besar, tetapi bagaimana dengan sebagian besar jemaat yang lebih cinta uang rupiah sebagai simpanannya? Kasus ini sempat menjadi reklame jelek bagi kekristenan karena dimuat sebuah harian dengan judul ‘Mereka Tidak Kehilangan Bahkan akan Panen Besar’ (Suara Indonesia, 7 Oktober 1997).

Seorang penginjil sukses di Jakarta pernah malam-malam tertangkap polisi ketika naik taksi karena kedapatan membawa uang dolar palsu sekoper penuh yang katanya titipan jemaat yang orang asing! Dengan permainan uang kasusnya dilupakan polisi! Seorang ekonom beken yang bermukim di Amrik menanggapi artikel ‘Tragedi Teologi Sukses’ mengungkapkan keprihatinannya mengenai adanya ‘konspirasi’ dibalik KKR-KKR yang berisi ‘pengumpulan uang’. Diceritakan bahwa di US pernah ada film berjudul ‘Leap of Faith’ (dibuat di tahun 1992 ketika ramainya skandal Jim Bakker dan Jimmy Swaggart) dibintangi Steve Martin (komedian) sebagai pendeta dengan mukjizat palsu, tapi di akhir cerita muncul mukjizat beneran, anak yang jalan pakai tongkat bisa berjalan sendiri dan hujan turun setelah dinantikan suatu kota kecil. Tapi disitu juga dibongkar tentang "pasien yang pura pura sakit, sembuh karena mukjizat" tapi semua adalah "gangnya si pendeta".

Banyak lagi kasus-kasus ‘jerat mamon’ dialami pendeta/penginjil yang bermain-main dengan ‘persembahan jemaat,’ soalnya penekanan pada hukum ‘tabur tuai’ dan ‘perpuluhan’ menyebabkan jemaat terhipnotis secara masal dalam KKR Teologi Sukses dan memberikan persembahan yang luar biasa banyak dan sesudah itu ‘uang panas’ itu akan meminta korban, apakah arogansi, apakah jerat pencucian uang, atau korupsi, yang jelas jemaat akan gigit jari karena ia tetap terkena PHK dan banyak pengusaha perusahaannya pailit, sedangkan pendeta/penginjil itu tabungannya membengkak!

Jonggi Cho yang ditahun 1980 dan 90-an sempat dielu-elukan orang-orang Indonesia karena kotbah-kotbahnya yang menekankan berkat materi (banyak dikritik dalam buku Teologi Sukses) dan membangun gereja terbesar di dunia, pernah disebutkan seorang teman baik yang menjadi bendahara panitia KKRnya di Jakarta, tersinggung dan marah ketika panitia tidak berhasil menginapkannya di hotel bintang lima yang sedang penuh. Ketika Krismon melanda Korea di tahun 1997, jemaatnya yang statistiknya naik terus itu tiba-tiba mengalami stagnasi dan banyak jemaatnya mundur dari gereja itu dan kembali kepada ajaran agama tradisional. Soalnya kala itu banyak perusahaan pendukungnya palit dan banyak jemaat terkena PHK massal! Mereka menyadari bahwa ‘Tuhan Cho’ ternyata tidak lebih besar dari ‘dewa-dewi’ nenek moyang mereka.

Seperti keluhan tokoh wanita di Semarang itu, sudah banyak orang takut mengkritik pendetanya sekalipun pendeta itu berbuat salah (yang umum jerat kekayaan dan seksual), walau melihat makin banyaknya skandal menimpa para pendeta dan penginjil.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by BiasaSaja on Sat Dec 15, 2012 2:48 pm

boleh minta linknya bung binar

BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 10
Male
Posts: 660
Location: warnet langganan
Job/hobbies: Iseng
Join date: 2012-12-08

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Sat Dec 15, 2012 2:49 pm

Sejak mulainya, gerakan Kristen telah penuh dengan skandal. Jika gerakan ini sungguh memiliki kepenuhan urapan dan kuasa Roh Kudus sebagaimana mereka klaim, kita tentunya tidak akan menyaksikan pertunjukan kedagingan yang sedemikian rupa, namun pada kenyataannya, skandal moral dan skandal-skandal lainnya telah terus menerus melanda gerakan ini. Berikut adalah contoh-contoh yang menonjol:

Pada tahun 1977, ORAL ROBERTS mengklaim bahwa Allah menampakkan diri padanya dan menginstruksikannya untuk membangun sebuah pusat medis yang disebut CITY OF FAITH. Pada tahun 1980, ia mengklaim bahwa ia berbicara “muka dengan muka” dengan Yesus yang tingginya 300 meter, yang memberitahu dia bahwa Dia akan menyelesaikan masalah-masalah finansial City of Faith. Tujuh tahun kemudian, Roberts mengatakan bahwa Allah menampakkan diri lagi kepadanya dan memberitahunya bahwa ia akan mati jika ia tidak mengumpulkan dana $8 juta dalam waktu 12 bulan. Ternyata penglihatan- penglihatan yang mengagetkan dan himbauan-himbauan yang tiada henti tidak dapat menyelamatkan City of Faith. Pada tahun 1989, Roberts menutup fasilitas tersebut untuk membayar hutang-hutang! Namun dunia Pantekosta secara umum tidak mencela Roberts sebagai seorang nabi palsu dan penipu. Ribuan orang terus berdatangan ke ORU (Oral Roberts University) dari gereja-gereja Pantekosta di seluruh Amerika, dan jutaan dolar terus mengalir ke pelayanan Roberts dari para pendukung yang polos.

Pada tahun 1989, JIM BAKKER, pemimpin PTL, sebuah program televisi yang sangat berpengaruh, masuk penjara karena menipu uang pendukungnya sejumlah $158 juta. Dia dibebaskan secara bersyarat pada tahun 1994 setelah menjalani 5 tahun dari vonis 45 tahun. Persidangannya membongkar gaya hidupnya yang mewah, termasuk enam rumah mewah miliknya dan bahkan rumah anjing yang diberi AC. Jaksa penuntut mendakwa Bakker telah menggunakan untuk kepentingannya sendiri, $3,7 juta uang yang telah diberikan kepada “pelayanannya. ” Bakker juga berzinah dengan sekretaris gereja, Jessica Hahn, dan membayar lebih dari $250.000 untuk menutupi masalah itu. Istri Bakker, yang juga adalah mantan co-host klub PTL, Tammy Faye, menceraikan dia waktu dia berada di penjara, dan menikah lagi dengan Roe Messner, seorang teman lama keluarga, yang perusahaannya membantu mendirikan kompleks resor Heritage USA milik PTL. Hari ini, Tammy Faye memiliki pelayanan yang “tidak menghakimi” bagi para homoseksual. Dia muncul dalam parade-parade gay di seluruh negeri, termasuk suatu ketika di Washington D.C., saat ada kontes meniru Tammy Faye. Saat itu dia “dikelilingi oleh lelaki yang berdandan perempuan dengan make-up….” (Charisma News, November 2002). Pada bulan Januari 2000, Bakker memberitahu Larry King, “Setiap orang yang mati dalam Holocaust (penganiayaan Jerman terhadap Yahudi di Perang Dunia 2) sedang berada di surga.” Bakker mempertahankan doktrin sesat ini dalam sebuah surat kepada editor majalah Charisma bulan Juni tahun yang sama.

Satu tahun setelah skandal PTL menjadi berita utama di seluruh dunia, JIMMY SWAGGART, salah seorang pemimpin pengkhotbah di zaman modern ini, menciptakan skandalnya sendiri ketika dia tertangkap sedang bersama seorang pelacur. Ada waktu itu Swaggart memiliki jemaat 6000 orang di Baton Rouge, Louisiana, sebuah markas seluas 270 acre, sebuah Sekolah Alkitab, sebuah pelayanan televisi dengan pengaruh yang besar dan yang menjangkau banyak daerah di seluruh dunia (ditayangkan di 9700 stasiun dan jaringan), dan pemasukan untuk pelayanannya mencapai $142 juta setahun. Swaggart adalah sepupunya Jerry Lee Lewis dan kedua orang ini sungguh mahir menghantam piano, tetapi Jerry Lee mengejar karir dalam sebagai seorang musisirock and roll yang flamboyan sedangkan Jimmy mengejar karir sebagai penginjil yang flamboyan. Laporan dari sebuah crusade (KKR) Swaggart di Calgary, Alberta, menggambarkan tentang “volume musik gospel yang sudah seperti acid-rock” dan “pertunjukan yang bagus” di mana Swaggart “menghantam grand piano itu, sambil berkeringat dan bergaya seperti Elvis Presley” dan “mempengaruhi penonton seperti Frank Sinatra” (The Courier News, Elgin, Ill., 20 Mei 1991, hal. 5A). [Setelah kasus pelacur itu] Swaggart menolak untuk tidak naik mimbar selama setahun, sebagaimana ditetapkan oleh Sidang Jemaat Allah di Louisiana sebagai disiplin terhadap dirinya, jadi dia dikeluarkan tetapi dia tetap terus berkhotbah. Ia kehilangan tiga perempat penonton televisinya dan murid-murid sekolah Alkitabnya, dan juga sebagian besar jemaatnya; secara finansial dia ambruk. Tetapi skandal Jimmy Swaggart belum berakhir walaupun dia mengklaim bahwa dia telah bertanya kepada Allah, “Tuhan, apakah Engkau masih mau saya mengemban tugas ini?” Allah ceritanya menjawab dengan tegas, “Yaaaa! Kamu hari ini jauh lebih baik daripada sebelumnya” (”Swaggart Back in Pulpit with Tales of Nightmares and Revelation,” Religious News Service, 23 Mei 1988; dicetak ulang in Christian News, 3 Juni 1988, hal. 5). Dalam sebuah tayangan televisi pada bulan Mei 1988, Swaggart berani sekali menyombongkan diri: “Anda sedang menonton pengkhotbah yang bersih!” dan “Saya tidak berbohong!” (Don Matzat, “The Same Ol’ Jimmy,” Christian News, 16 Mei 1988). Mungkin hal ini karena Swaggart mencari konseling dari Oral Roberts dan Roberts katanya menyaksikan s*t*n-s*t*n berkuku panjang mencakar-cakar daging Swaggart, dan ia mengusir mereka (Huntsville Times, Huntsville, Alabama, AP report, 31 Maret 1988, dilaporkan dari Calvary Contender, 15 April 1988). Segampang itu. Pengusiran s*t*n itu sepertinya tidak berhasil. Pada tahun 1991 Swaggart sekali lagi masuk masalah ketika polisi di Indio, California, menghentikan kendaraannya karena pelanggaran lalu lintas, dan menemukan bahwa wanita yang bersama dengan dia adalah seorang pelacur. Walaupun semua ini telah terjadi, Swaggart masih terus maju, walaupun pengikutnya tidak lagi banyak. Dalam program televisinya tanggal 12 Sept. 2004, dia berkata, “Saya belum pernah melihat seorang laki-laki pun yang saya ingin nikahi. Dan saya katakan sekarang dengan jelas dan terbuka; jika ada orang yang memandangi saya dengan cara seperti itu, saya akan membunuhnya dan saya akan bilang pada Tuhan bahwa dia sudah mati.”

Sampai dengan tahun 1980an, PETER POPOFF, seorang penginjil, memiliki pelayanan di 51 saluran televisi dan 40 saluran radio di banyak kota, dan pemasukan tahunan tujuh juta dolar. Ia juga mengadakan KKR penyembuhan di banyak kota, dan dalam acara-acara tersebut dia akan mempraktekkan “kata-kata pengetahuan” dengan cara menyebutkan nama, alamat, dan penyakit orang-orang asing yang hadir. Pada tahun 1986, tersiar berita bahwa “wahyu” luar biasa-nya Popoff sebenarnya diberikan padanya oleh istrinya setelah istrinya itu bercakap-cakap dengan orang-orang yang hadir. Dia [istrinya] mengirimkan informasi ini melalui sinyal radio dan Peter dapat mendengar suaranya melalui receiver kecil di telinganya. Sebuah tim skeptis menemukan penipuan ini dan merekam percakapan-percakap an pribadi tersebut dengan sebuah scanning receiver dan peralatan rekam (Los Angeles Times, 11 Mei 1986). Ketika ditanya mengenai hal ini oleh John Dart, seorang penulis rohani dari Los Angeles Times, Popoff menjawab bahwa istrinya hanya menyediakan 50% informasi dan sisanya dia dapatkan dari Tuhan! Popoff akhirnya terpaksa menyatakan bangkrut pada tahun 1987, tetapi pada tahun 1990 dia kembali lagi dengan sebuah buku baru berjudul Dreams, yang dia perkenalkan melalui sebuah iklan satu halaman penuh di majalah Charisma.

ROBERT TILTON, dipilih sebagai salah satu tokoh Kristen yang paling populer oleh para pembaca majalah Charisma pada tahun 1983. Dia muncul di halaman depan Charisma bulan Juli 1985, dan dia adalah pendiri dari Word of Faith Satellite Network, pembaca acara Success-N-Life, dan pendiri sekaligus gembala dari Word of Faith World Outreach Center di kota Farmers Branch, Texas. Ia mengajarkan doktrin “word of faith” (kata-kata iman)-nya Kenneth Hagin dan menjanjikan kemakmuran dan kesembuhan bagi mereka yang mendukung pelayanannya dan beriman. Ia menulis, “Kalian adalah…..makhluk jenis Allah” (Tilton, God’s Laws of Success, hal. 170-171). Pada tahun 1990 ia mengatakan: “Menjadi miskin adalah dosa, ketika Allah telah menjanjikan kemakmuran. Rumah baru? Mobil baru? Itu makanan ayam. Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang Allah ingin lakukan bagimu” (John MacArthur, Charismatic Chaos, hal. 285). Tahun 1991, ketika pelayanannya memiliki pemasukan $80 juta, kerajaan Tilton tergoncang ketika program TV ABC PrimeTime Live, mengekspos gaya hidupnya yang berlebihan dan cara-cara pengumpulan dananya yang abu-abu. Propertinya termasuk sebuah rumah ukuran 11.000 kaki persegi dekat Dallas, sebuah condominium di Florida, sebuah yacht, dan asset-asset lain senilai $90 juta. Tayangan itu melaporkan bahwa pelayanan Tilton membuang ribuan surat permohonan doa yang belum dibaca ke tong sampah, walaupun Tilton mengklaim mendoakan mereka. Ia bahkan mengklaim: “Saya begitu sering berbaring di atas surat-surat permohonan doa itu sehingga kimia-kimia di dalamnya masuk dalam darah saya, dan…..saya mengalami dua stroke kecil di otak saya” (Robert Tilton, Success-N-Life, 22 November 1991). Walaupun Tilton memprotes bahwa dia adalah korban kebohongan dan menuntut ABC atas tuduhan fitnah, kasus itu tidak diterima oleh pengadilan. Karena skandal tersebut, Tilton kehilangan banyak penonton program televisinya dan kebanyakan anggota jemaatnya, tetapi dia masih mengudara dan masih memberitakan injil kemakmuran dan masih mengemis untuk sumbangan dan masih menjanjikan berkat Allah bagi mereka yang memberi.

Pada tahun 1991, kaset-kaset [khotbah] seorang “nabi” dari Kansas City, BOB JONES, ditarik dari katalog produk Vineyard Ministries International, setelah dia mengakui “gagal secara moral” (Lee Grady, “Wimber Plots New Course for Vineyard,” Charisma, Feb. 1993, hal. 64). Jones menggunakan otoritas rohaninya dan “pengurapan kenabiannya” untuk menipu para wanita agar melepaskan baju mereka.

Pengkhotbah JAMIE BUCKINGHAM (1933-92), adalah penulis dari 40 buku yang terjual 20 juta eksemplar, editor utama dari majalah Ministries Today, seorang kolumnis majalah Charisma, dan gembala dari Tabernacle Church dengan 2000 jemaat di Melbourne, Florida. Buckingham memulai pelayanannya sebagai seorang gembala sidang denominasi Southern Baptist, tetapi setelah “dibaptis roh” di sebuah pertemuan Full Gospel Businessmen’ s Fellowship, dia menjadi seorang Pantekosta. “Baptisan roh”nya Buckingham membuat dia menjadi seorang ekumenis radikal yang berseru untuk persatuan antara Katolik, Protestan, Baptis, dan Pantekosta. Dalam sebuah artikel yang berjudul “Bridge Builders” (Charisma, Maret 1992, hal 90), ia mengatakan bahwa tidak ada panggilan yang lebih tinggi dari pada membangun jembatan ekumenis dan ia menyanjung David Duplessis karena telah membangun jembatan antara Pantekosta dengan Roma Katolik, dan juga rabbi Yahudi, Yechiel Eckstein, karena membangun jembatan antara Yahudi dan Kristen. Buckingham mengajarkan bahwa Allah telah menjanjikan kesembuhan melalui penebusan Kristus, dan bahwa ketika dia terdiagnosa kanker pada tahun 1990, banyak tokoh Pantekosta, termasuk Oral Roberts, menubuatkan kesembuhannya Buckingham mengatakan bahwa Allah secara pribadi memberitahu dia bahwa dia akan hidup sampai dengan “minimal usia 100 tahun dalam kondisi sehat dan pikiran yang jernih.” Majalah Charisma edisi April 1991, mengupas kesaksian ini dalam artikel “My Summer of Miracles.” Perhatikan kutipan berikut dari artikel tersebut:

“Suatu hari istri saya…..tiba- tiba berbicara dengan keras [dan] berkata, `Penyembuhanmu telah dibeli pada salib.’ ….. Ini yang saya temukan. ANDA MENDAPATKAN APA YANG ANDA KATAKAN. Jika anda mau merubah sesuatu, anda harus cukup mempercayainya hingga mau mengatakannya. ….Jika anda bicara tentang kemiskinan, kamu akan mendapatkannya. Jika kamu katakan bahwa kamu sakit, kamu akan (dan tetap) sakit…..apapun juga yang dokter katakan, saya menolak untuk mengatakan “Kanker saya.” Karena bukan milik saya. Dia milik Iblis. Saya tidak punya kanker. Saya punya Yesus. Kanker sedang mencoba memiliki saya, tetapi FIRMAN ALLAH MENGATAKAN BAHWA SAYA DISEMBUHKAN MELALUI APA YANG YESUS LAKUKAN DI KALVARI….. .Saya memasukkan sebuah rekaman video ke mesin video saya dan berbaring di sofa……Rekaman itu adalah khotbahnya Oral Roberts….. Saya langsung bangkit dari sofa dan berseru, `SAYA SUDAH SEMBUH!’ Istri saya melompat dari kursinya dan berseru, `Haleluya!’ Dan 30 menit berikutnya, kami hanya berjalan sekeliling rumah sambil menyerukan syukur kepada Allah dan menyatakan penyembuhan saya” (Jamie Buckingham, “My Summer of Miracles,” Charisma, April 1991).

Sepuluh bulan setelah terbitnya artikel tersebut, pada 17 Februari 1992, Jamie Buckingham mati oleh kanker sekitar 40 tahun lebih cepat dari ulang tahun ke-100nya. Bukan saja Jamie Buckingham memimpin orang lain menjadi sesat dengan pengajaran palsunya, tapi dia juga menipu dirinya sendiri.

Gereja Cathedral di Chapel Hill dekat Atlanta, Georgia, yang didirikan oleh EARL PAULK, telah banyak didera oleh skandal moral dan pengajaran palsu yang radikal. Pada puncak kekuasaannya, Paulk sangatlah berpengaruh. Dia menulis banyak buku, memiliki pelayanan televisi yang besar, pendiri dari International Charismatic Bible Ministries, dan juga adalah seorang “nabi” di organisasi Christian International Charismatic Bible Ministries milik Bill Hamon. Paulk menggabungkan doktrin Word-Faith dengan theologi Rekonstruksionisme atau theologi Dominion dan mempromosikannya secara gencar di kalangan Pantekosta. Mengenai doktrin Word-Faith, Paulk menggemakan pengajaran Kenneth Hagin, Kenneth Copeland dan yang lainnya ketika menulis: “Sama seperti anjing memiliki anak-anak anjing kecil dan kucing memiliki anak-anak kucing kecil, maka Allah memiliki illah-illah kecil. Sebelum kita menyadari bahwa kita adalah allah, dan sebelum kita mulai berlaku seperti allah, kita tidak bisa menampakkan kerajaan Allah” (Paulk, Satan Unmasked, hal. 96, 97). Paulk menggabungkan theologi Kingdom Now Word-Faith (bahwa orang-orang Kristen adalah allah-allah kecil dengan otoritas Kristus di bumi) dengan doktrin dominion (kekuasaan) bahwa gereja-gereja akan bergabung untuk mengambil alih dunia dari s*t*n dan memerintah atas dunia hingga Kristus kembali. Dia mengajarkan hal ini dalam buku-buku seperti Satan Unmasked (1984), Held in Heavens Until (1985), dan Ultimate Kingdon (1986). Paulk menulis dalam bukunya The Wounded Body of Christ, “Kita tidak perlu bertanya-tanya apakah Ia [Yesus] akan kembali; Ia TIDAK BISA. Kristus hanya bisa kembali ketika umat Allah telah mencapai kesatuan di mana Roh dan Mempelai berkata, `Mari datang’” (hal. 73). Hingga tahun 1992, Gereja Chapel Hill Harvester telah memiliki 12.000 anggota dan adalah salah satu gereja termakmur di Amerika, tetapi pada tahun itu DON PAULK, yang mengambil alih sebagai gembala sidang utama dari saudaranya Earl, mengaku telah menjalin hubungan yang “tidak pantas” dengan seorang staf wanita. Ia mengundurkan diri tetapi segera dilantik kembali oleh dewan gereja. Berbagai tuduhan dilayangkan oleh sekelompok wanita tentang hubungan seks dengan Paulk bersaudara, dan pada tahun 2001 seorang anggota gereja wanita lainnya menuntut di pengadilan bahwa Paulk melecehkan dia secara seksual waktu dia masih kecil dan juga pada tahun-tahun remajanya, tetapi tuduhan-tuduhan itu disangkali dan bagaikan disapu hilang. Pada bulan Agustus 2005, anggota gereja yang sudah lama dan juga seorang solois, Mona Brewer dan suaminya Bobby, yang adalah pendukung besar finansial gereja, mengajukan tuntutan terhadap Earl Paulk, dan mengatakan bahwa dia dimanipulasi untuk menjadi kekasihnya selama 14 tahun. Brewer mengatakan bahwa para anggota jemaat dikondisikan untuk taat tanpa syarat kepada sang gembala, yang menyebut dirinya “Uskup Agung Paulk,” dan dia [Paulk] mengajarkannya [Brewer] bahwa mereka yang memiliki kerohanian tinggi dapat menjalin hubungan seksual dan itu bukanlah zinah. Dia menyebutnya “hubungan kerajaan.” Brewer mengatakan bahwa Paulk bahkan membuat dia melayani anggota keluarga Paulk yang lain dan juga pengkhotbah- pengkhotbah tamu Kharismatik. Kasus ini difiturkan dalam program Paula Zahn Now di CNN, tanggal 19 Jan. 2006, tetapi sampai dengan Maret 2006, program televisi Paulk masih disiarkan di Trinity Broadcasting Network.

Pada tahun 2000, CLARENCE MCCLENDON, gembala sidang Pentecostal Church of the Harvest International di Los Angeles, dan juga seorang “uskup” terkenal di International Communion of Charismatic Churches, menceraikan istrinya, dan beberapa minggu kemudian menikahi wanita lain. Istri pertamanya, yang menuduhnya telah menjadi ayah seorang anak di luar nikah, membawa tiga orang anak mereka dan pindah ke Hawaii, tetapi Clarence meneruskan segala sesuatu seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan dia mendapatkan segala dukungan yang dia perlukan. Majalah Charisma mengobservasi bahwa “dalam hanya beberapa bulan, anggota-anggota jemaatnya yang baru sudah berdansa-dansa di lorong-lorong fasilitas gedung baru mereka, dan pengkhotbah muda yang berbakat ini telah kembali di sirkuit konferensi, tanpa ditanya-tanya. ….McClendon sangat suka masuk televisi Kristen, dan dia sering berbagi mimbar dengan pemimpin-pemimpin top dalam gerakan kita” (Lee Grady, “Sin in the Camp,” Charisma, Feb. 2002).

Pada tahun 2002, ROBERTS LIARDON, gembala sidang dari Embassy Christian Center di Irvine, California dan juga seorang penulis Pantekosta yang berpengaruh, mengakui bahwa dia terlibat dalam “hubungan homoseksual” (Charisma News, 31 Jan. 2002), walaupun dia sudah kembali lagi ke pelayanan dalam hitungan minggu sejak pengakuannya.

Pada tanggal 12 September 2004, Los Angeles Times melaporkan bahwa PAUL CROUCH dari TRINITY BROADCASTING NETWORK, pada tahun 1998 membayar $425.000 kepada Enoch Lonnie Ford, seorang pegawai di TBN, agar tidak membuat publik tuduhan-tuduhannya bahwa mereka melakukan hubungan homoseksual. Setelah Ford mengancam akan menuntut, barulah Crouch membayar hampir setengah juta dolar untuk mendiamkan masalah ini. TBN juga membayar hutang ribuan dolar kepada Ford. Crouch menyangkali tuduhan-tuduhan ini dan mencoba untuk menghitamkan karakter para penuduhnya, yang memang tidak sulit untuk dilakukan. Ford adalah seseorang yang sudah pernah dihukum karena pelanggaran seks dan obat-obatan, tetapi sangat aneh bahwa Crouch mau saja membayar jumlah yang besar itu jika tuduhan-tuduhan orang tersebut tidak benar. Ford menuliskan kesaksiannya tentang masalah ini, tetapi disegel oleh pengadilan setelah Crouch menuntut agar masalah ini dihapuskan.

Pada Oktober 2004, PAUL CAIN, nabi Pantekosta yang paling menonjol, terekspos sebagai seorang homoseksual dan seorang pecandu alkohol oleh Rick Joyner, Mike Bickle, dan Jack Deere, yang mengatakan bahwa Cain menolak untuk didisiplinkan (”Paul Cain, “Latter Rain Prophet of Renown Is Now Discredited, ” The Plumbline, Desember 2004). Pada akhirnya, Cain mengakui dosanya dan berkata, “Saya telah bergumul dalam dua hal, homoseksualitas dan alkoholisme, untuk jangka waktu yang panjang. Saya meminta maaf telah menyangkali hal-hal kebenaran ini, dan bukannya mengakui mereka dengan terus terang” (”A Letter of Confession,” Februari 2005, http://web.archive. org/web/20050225 053035/http: http://www.paulcain. org/news. html).

Pada November 2006, TED HAGGARD mengundurkan diri dari posisi gembala sidang senior dari Gereja New-Life di Colorado Spring yang beranggotakan 14.000 orang, dan juga dari posisi pimpinan National Association of Evangelicals karena terbongkarnya tindakan-tindakan dia terhadap seorang pelacur homoseksual bernama Mike Jones. Walaupun Haggard awalnya menyangkali tuduhan ini, ia pada akhirnya mengakui `sisi gelap’nya.” Sebuah surat dari Haggard dibacakan di Gereja New Life pada tanggal 5 November, dan di situ gembala sidang dan pendiri jemaat itu mengakui bahwa dia “bersalah akan dosa immoralitas seksual” dan adalah “seorang penipu dan pembohong.” Ia mengatakan, “Ada bagian dalam hidup saya yang begitu menjijikkan dan gelap dan saya telah berperang melawannya sepanjang hidup dewasa saya.” Haggard adalah seorang Kharismatik, seorang Injili, dan seorang ekumenis radikal. Pada Oktober 2005, Haggard mengatakan, “New Life tidak mencoba untuk menobatkan Katolik” dan “gereja ini tidak akan menghalangi anggotanya untuk menjadi Katolik atau untuk ikut misa Katolik” (Berean Call, Jan. 2006). Pada bulan Januari 2009, Brady Boyd, yang menggantikan Haggard sebagai gembala sidang senior di Gereja New Life, mengungkapkan bahwa Haggard juga terlibat dalam hubungan homoseksual dengan seorang anggota jemaat itu, dan “berlangsung untuk jangka waktu yang lama” (”Disgraced Pastor Faces More Gay Sex Allegations, ” AP, 24 Jan. 2009).

Tahun 2007, tuntutan pengadilan terhadap Oral Roberts, mengenai pemecatan yang tidak benar, diajukan oleh beberapa mantan dosen [di Oral Roberts University], yang mengklaim bahwa anak sang pendiri, yaitu RICHARD ROBERTS, dan istrinya LINDSAY menyalahgunakan dana sekolah dan terlibat penyalahgunaan lainnya. Menurut tuntutan tersebut, mereka menghabiskan ratusan ribu dolar untuk membiayai gaya hidup mereka yang mewah, termasuk untuk sebuah kandang kuda untuk anak-anak putri mereka, sebuah perjalanan senilai $29.400 ke Orlando dan kepulauan Bahama naik pesawat jet milik universitas untuk seorang putri mereka beserta teman-temannya, dan juga belanja $39.000 di sebuah toko pakaian untuk Lindsay (”Healing ORU,” Christianity Today, September 2008). Tuntutan tersebut menyatakan bahwa rumahnya Roberts telah diremodel sebanyak 11 kali dalam 14 tahun terakhir, bahwa Lindsay sering melewatkan malam hari di rumah tamu ORU (Oral Roberts University) dengan seorang laki-laki 16 tahun, dan bahwa dia sering mendapat tagihan telpon lebih dari $800 per bulan, dengan “ratusan pesan teks yang dikirim antara jam 1 pagi hingga jam 3 pagi, kepada lelaki-lelaki bawah umur yang telah diberikan fasilitas telepon dengan pembiayaan universitas” (”Oral Roberts University Faces the Blue Screen of Death,” http://shakespeares sister.blogspot. com/2007/ 10/oral-roberts- university- faces-blue. html). Para mantan dosen tersebut dipecat karena mencoba untuk mengekspos “kegagalan-kegagala n moral dari pimpinan dan juga kejanggalan- kejanggalan finansial.” Pada tanggal 13 November 2007, dewan dosen ORU mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap Richard, dan dia mengundurkan diri dari posisi Presiden pada tanggal 23 November 2007. Lindsay adalah istri keduanya. Dia bercerai dengan Patti, istri pertamanya pada tahun 1979.

Pada Agustus 2007, televangelis (pengkhotbah TV) JUANITA BYNUM, menuduh suaminya, THOMAS WEEKS III, gembala dari Gereja Global Destiny di Atlanta, telah mendorong, memukuli, mencekik, dan menginjakkan dia ke tanah di halaman parkir sebuah hotel. Pasangan tersebut akhirnya bercerai (ini adalah pernikahan kedua bagi keduanya), dan pada November 2008, seorang deputi sherif mengantarkan kepada Weeks sebuah surat perintah pengusiran dari tanah gereja karena biaya sewa yang belum dibayar telah membengkak menjadi setengah juta dolar (”Prosperity Gospel on Skid Row,” Christianity Today, 15 Jan. 2009).

Pada tanggal 23 Agustus 2007, RANDY dan PAULA WHITE, keduanya gembala sidang dari WITHOUT WALLS INTERNATIONAL, sebuah gereja raksasa kharismatik dengan basis di Tampa, Florida, mengumumkan bahwa mereka akan bercerai setelah 17 tahun pernikahan. Randy mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab atas perpisahan ini, tetapi pasangan tersebut pada akhirnya mempersalahkan bahwa hidup mereka bergerak ke dua arah yang berbeda (”Interruption during Megapastors’ Divorce Announcement, ” Tampa Tribune, 23 Agus. 2007). Ini bukanlah alasan yang Alkitabiah untuk cerai. Kristus hanya memberikan satu alasan yang sah, yaitu adanya perzinahan, namun kedua orang ini mengatakan “perpisahan ini tidak melibatkan pihak ketiga.” Jika mereka berdua bergerak ke arah yang berbeda, maka itu adalah dosa bagi mereka berdua. Allah menyatakan bahwa istri adalah penolong dari suami dan bahwa dia harusnya menjadi pengurus rumah tangga (1 Pet. 3:7). Randy telah menghabiskan berbulan-bulan pulang pergi ke Malibu, California, di mana dia memiliki rumah di tepi pantai. Paula, seorang pengkhotbah dan motivational speaker, membuat banyak perjalanan sebagai pembicara ke San Antonio, di mana dia baru-baru ini membeli sebuah rumah dan adalah “gembala pembimbing” dari Family Praise Center. Dia juga sering melakukan perjalanan ke New York City, di mana dia memiliki sebuah condominium di Trump Tower dan memimpin kebaktian bulanan di New Life by Design Empowerment Center. Ini adalah ketidaktaatan yang nyata terhadap Firman Allah, yang melarang dia untuk menjadi seorang pengkhotbah atau gembala (1 Tim. 2:12). Dan ini bukanlah perceraian pertama bagi kedua pengkhotbah kharismatik ini. Mereka memiliki empat orang anak dari pernikahan mereka masing-masing sebelumnya. Dalam realitanya, mereka sedang berdosa melawan Firman Allah sambil berpura-pura menjalani “masa percobaan” dan menjadikan diri korban dari situasi, dan sungguh menyedihkan, hal ini sangat biasa dalam kalangan kharismatik hari ini. Ketika Paula muncul dalam acaranya Carman di Trinity Broadcasting Network pada tanggal 12 dan 13 September 2007, dia disambut dengan tepuk tangan yang meriah. Dia memberitahu orang ramai yang menonton, “Perkembangan- perkembangan yang terbesar yang dialami oleh para lelaki maupun wanita milik Allah…..adalah yang terjadi dalam kondisi sulit, yang sedang menghadapi lawan…..Anda bisa memantapkan diri dan menaruh tangan di alat bajak dan berkata, `Oke, Tuhan, saya tidak mengerti hal ini; saya bahkan tidak suka hal ini. Tetapi apakah yang mau Engkau katakan padaku? Saya tidak akan bergeser.’” Yusuf dan Ayub bisa saja mengatakan hal demikian dan dengan sederhana percaya pada Allah dalam situasi sulit yang tidak pantas untuk mereka, tetapi ketika anda menderita karena dosa dan pemberontakanmu sendiri terhadap Firman Tuhan, maka itu cerita lain lagi! “Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah” (1 Pet. 2:20). Sebuah artikel di Tampa Tribune, bulan Mei 2007, mengandung pernyataan oleh mantan staf Without Walls yang bersaksi bahwa kini pasangan White telah menggeser fokus mereka kepada uang dan popularitas. Mereka mengkhotbahkan pesan kemakmuran kharismatik dan hidup secara mewah. Rumah mereka di Tampa ditaksir senilai $2,22 juta dan condominium di New Yord senilai $3,5 juta. Pada bulan November 2008, Evangelical Christian Credit Union memulai prosedur penutupan, menuntut pembayaran $12 juta hutang atas properti-properti gereja.

Dalam bulan Agustus 2008, “Pencurahan di Lakeland” yang berlangsung empat bulan dan dipimpin oleh TODD BENTLEY berakhir dengan skandal. Ada yang menubuatkan bahwa kebaktian-kebaktian penyembuhan di Lakeland, Florida, tersebut adalah awal dari kebangkitan rohani secara nasional dan bahwa ada kota-kota yang seluruhnya akan “berhenti.” Faktanya, adalah Pencurahan Lakeland yang berhenti setelah Bentley mengumumkan dia sedang berpisah dengan istrinya (”Todd Bentley, Wife Separating,” Charisme, 12 Agus. 2008). Satu minggu kemudian, diumumkan lebih lanjut bahwa Bentley mundur dari posisinya sebagai pemimpin Fresh Fire Ministries, setelah organisasi tersebut mengungkapkan bahwa ia terlibat dalam “hubungan tidak sehat” dengan seorang staf wanita (”Bentley Stepping Down,” OneNewsNow, 19 Agus. 2008). Kebaktian-kebaktian Lakeland tersebut mulai tanggal 2 April 2008, di Gereja Ignite, dan terus berlangsung setiap malam di berbagai tempat untuk lebih dari tiga bulan, dengan Bentley terus menerus berpraktek dengan cara memukul dahi orang, menjorokkan mereka, melemparkan Roh Kudus, berteriak “Blah, blah, blah, blah,” sambil berseru “Ayo, datang terima lagi,” dan berjalan keliling seperti orang mabuk. Ia pernah menendang seorang wanita tua di muka, memukulkan kaki seorang wanita pincang ke mimbar, mendengkuli seseorang lain di perut, dan memukul seorang lelaki sedemikian kuat, sehingga giginya copot. Teman, Allah telah memberikan instruksi yang jelas dalam FirmanNya tentang penyembuhan, dan Yakobus pasal 5 tidak menggambarkan suatu “kebaktian penyembuhan” yang gila. Kita percaya ada penyembuhan ilahi hari ini, tetapi kita tidak percaya bahwa kuasa itu diberikan kepada individu. Kita juga tidak percaya akan para tukang mujizat Pantekosta.

Juga pada Agustus 2008, MICHAEL GUGLIELMUCCI dari Sidang Jemaat Allah di Australia, mengakui bahwa selama ini dia telah berbohong mengenai dirinya menderita kanker stadium lanjut. Selama dua tahun terakhir, Guglielmucci, seorang worship leader populer dan mantan gembala sidang, mengklaim menderita kanker stadium akhir. Ia bahkan merekam sebuah lagu berjudul “The Healer” yang menjadi hit besar dan masuk dalam album Hillsong yang terbaru. Selama dua tahun, dia bahkan menipu istrinya dan orang tuanya dan teman-teman terdekatnya sehingga semua berpikir bahwa ia menderita kanker. Ia mengirimi surat kepada istrinya dari dokter-dokter palsu, mencukur rambutnya, berjalan dengan tongkat, dan ke mana-mana membawa tabung oksigen. Dalam salah satu penampilan dia di gereja yang mendapatkan sepertiga hit di You Tube, ia bernyanyi dengan selang oksigen di hidungnya! Dia mengklaim bahwa Allah memberikan kepadanya lagu tersebut setelah dia tahu bahwa dia menderita “sejenis kanker yang agresif.” Guglielmucci kini mengklaim bahwa dia telah memalsukan kanker tersebut untuk menutupi kecanduannya sejak lama akan pornografi. Dia adalah mantan gembala dari salah satu gereja pemuda terbesar di Australia, yang disebut Planetshakers. Baru-baru ini dia adalah worship leader di Edge Church International, sebuah gereja Sidang Jemaat Allah yang digembalakan oleh ayahnya, Danny. Hillsong adalah pelayanan dari Gereja Hillsong di Sydney, gereja terbesar di Australia dan sangat menonjol dalam bidang contemporary worship. Brian Houston, yang menggembalakan gereja itu dengan istrinya, adalah pemimpin AOG di Australia (yang kini dinamakan ulang menjadi Australian Christian Churches).

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Wed Dec 19, 2012 3:29 pm

Baru-baru ini saluran TV ‘Life’ yang mengetengahkan kekristenan menampilkan seorang pendeta. Ia bersaksi bahwa ia baru membangun vila dan ada jemaat yang punya toko bangunan menyumbang bahan-bahan bangunan, pemilik bahan bangunan lainnya menyumbang semen kebutuhan bangunan itu, dan disimpulkannya bahwa ‘Orang Kristen hidupnya pasti diberkati secara materi.’

Belakangan ini banyak penginjil yang larut dalam arus teologi sukses yang mengkotbahkan injil kemakmuran dimana umat kristen dikatakan seharusnya diberkati Tuhan secara materi maupun kesehatan. Harus diakui, penginjilan bertema ‘sukses’ demikian laku dikunjungi jemaat dan banyak pendeta/penginjil tergiur untuk mengkotbahkan injil sukses pula karena ia tentu akan memperoleh berkat besar dari hasil jemaat yang diraihnya. Sering terjadi karena persembahan menumpuk di tangan pendeta dan kroninya, maka banyak gereja pecah karena terjadi perebutan hak perpuluhan yang diterima dari jemaat.

Perkembangan teologi sukses tidak lepas dari pendeta Korea Yonggi Cho yang dikenal luas sebagai mempopulerkan ‘shamanistic christianity’ (kekristenan perdukunan yang menggabungkan injil dengan praktek perdukunan korea). Ia secara berat mempopulerkan ajaran yang secara tepat tersimpul dari judul salah satu bukunya, yaitu ‘selamat, sehat & berkelimpahan.’ Pendeta Cho menarik ratusan ribu jemaat dan sekalipun banyak diingatkan soal orientasi pelayanannya itu dan sempat pecah dengan saudara dan ibunya, ia tetap mempopulerkannya dan memasuki umur pensiun diumur 70 tahun ia berusaha mempertahankan kedudukannya dan kekuasaannya atas badan-badan di lingkungan gerejanya. Belakangan ini ada petisi yang diajukan mayoritas penatua agar ia melepaskan diri dari badan-badan yang dibentuk gereja karena ia mengeluarkan dana besar dari gereja untuk menutup kerugian bisnis anaknya. Banyak tragedi terjadi dibalik teologia sukses yang kelihatan hingar bingar dalam pujian & penyembahan yang kelihatan itu.

Jim Bakker yang memimpin misi Injil ‘Praise the Lord’ ternyata hidupnya tidak memuji Tuhan sekalipun secara lahir bergelimang dengan kapal pesiar dan kemewahan lainnya. Ia berselingkuh dengan sekretarisnya dan dipenjara karena menyalah gunakan dana misi untuk kepentingan pribadi. Di penjara ia kembali mendekatkan diri kepada Tuhan dan menulis buku ‘I Was Wrong’ dan mengatakan bahwa setelah di penjara setelah membaca kembali Alkitab berulang-ulang ia menyadari bahwa ‘Alkitab tidak mengajarkan ajaran kemakmuran, karena kalau tidak gembong narkotik dan pemilik casino itu hidupnya diberkati Tuhan.’

Robert Schuller dengan Crystal Cathedral-nya yang mewah yang mengungkapkan ajaran kemakmuran yang dipopulerkan dengan motto ‘possibility thinking,’ pada suatu hari ditayangkan juga oleh siaran Life di TV mempromosikan gelas bergambar tanah suci yang diproduksi salah satu sponsornya. Alhasil tiga tahun yang lalu gereja suksesnya dinyatakan bangkrut. Tidak dapat disangkal sekalipun tidak semua, banyak pendeta/penginjil yang mengisi siaran TV ‘Life’ cenderung mempopulerkan kotbah-kotbah mativasi & inspirasi menuju sukses duniawi.

Benny Hinn yang mengajarkan sukses dan punya pesawat terbang pribadi, belum lama ini berselingkuh dengan penginjil wanita sehingga isterinya menggugat cerai. Di You Tube kita bisa melihat penipuan-penipuan yang dilakukan dalam KKR yang dipimpinnya.

Di Indonesia, praktek kotbah-kotbah kemakmuran bisa dengan mudah dilihat dari perangai banyak pendeta/penginjil, umumnya kotbahnya menekankan keharusan melakukan perpuluhan dan menjanjikan bahwa Tuhan akan mrngembalikannya berlipat-lipat. Ada yang mengkotbahkan mujizat gigi atau debu emas, bahkan ada yang berani mengkotbahkan batu menjadi berlian. Sekalipun praktek demikian lebih mirip perdukunan dan merupakan drama panggung yang jauh dari kebenaran, jemaat berduyun-duyun ingin mendengarkan kotbah retorik yang berapi-api penuh harapan (sekalipun kosong) yang diberitakan pendeta/penginjil demikian dengan menarik.

Ada pendeta yang sering bersaksi tentang mobil mewah mercy & BMW yang diterimanya dan bahwa ia sering mendengar suara allah, alhasil ketika pulang dari rapat Benny Hinn, ketika pulang dengan mobil, menantunya meninggal karena mobil mewah yang dikendarainya bertabrakan di jalan tol, dan anaknya masuk penjara karena bersalah dengan berani menyalah gunakan yayasan pelayanan dengan mengerjakan proyek duniawi yang penuh dengan praktek kolusi dan korupsi. Pendeta lain yang punya gereja besar biasa wira-wiri dengan mobil mercy terbaru dan dan ada yang punya pistol.

Kecenderungan mega church adalah kultus individu pendeta/penginjilnya yang kemudian menjerumuskannya kepada nepotisme, dan keuangan yang tidak transparan yang menjelekkan nama gereja. Banyak lagi pengalaman pahit di dunia gereja/penginjilan yang menjatuhkan nama kekristenan yang tentu mendukacitakan Roh Kudus yang hari ini kembali dikenang kedatangan-Nya di hari Pentakosta. Bukannya kuasa yang dari Roh Kudus yang hadir tetapi kuasa materi dan kekuatan pribadi itulah yang diperagakan para pendeta/penginjil sukses itu.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Wed Dec 19, 2012 5:26 pm

Benny Hinn adalah penginjil yang terkenal dengan 'prophetic trickerynya.' Pada tahun 1989 ia menubuatkan Fidel Castro akan meninggal pada tahun 1990-an, pada tahun yang sama ia menubuatkan bahwa pada tahun 1995 komunitas Homo di Amerika akan dihancurkan Tuhan, ia juga menubuatkan tahun 1990-an gempa bumi besar akan menimpa pantai timur Amerika. Hinn termasuk penginjil yang menubuatkan bahwa pengangkatan jemaat akan terjadi tahun 1992, dan ketika nubuatan itu tidak jadi diramalkan pada tahun 1997 bahwa dalam waktu dua tahun Tuhan Yesus akan datang kembali dan pada tahun 2000 akan muncul secara fisik di banyak gereja. Petinju Evander Holyfield pernah 'disembuhkan secara mukjizat' oleh Hinn dari penyakit jantung sehingga petinju itu menyumbang 25.000 dolar ke kocek Hinn, namun kemudian ketahuan dari diagnosa dokter yang biasa memeriksa kesehatan para petinju dikemukakan fakta bahwa Holyfield tidak mempunyai track record penyakit jantung (penyakit jantung adalah penyakit yang terbentuk dalam waktu lama dan bukan karena penularan seketika). Hinn juga mengajarkan ajaran bahwa manusia adalah 'little gods'!

Seorang tokoh di kota Semarang yang dekat dengan penginjil itu (penginjil itu berasal dari Semarang) mengungkapkan bahwa memang penginjil itu dikenal sebagai sering membawakan nubuatan-nubuatan aneh yang berpusat pada diri dan keluarganya sendiri tapi banyak yang tertarik dan isteri penginjil itu pernah bersaksi ada banyak yang memberikan persembahan bahkan sampai 1M. Seorang pendeta yang banyak tahu praktek penginjil itu menyebutkan bahwa memang penginjil itu sering melakukan 'Prophetic Trickery' (bisa diartikan 'Nubuatan Akal-Akalan') dan pendeta itu memandang musibah sekitar penginjil itu sebagai peringatan Tuhan!

Seorang teman dekat penginjil itu menyebutkan bahwa penginjil itu bersaksi bahwa peristiwa itu mukjizat Tuhan karena ia sekarang sehat walafiat dan bahkan bangga karena kerugian mobil Mercedesnya yang hancur sudah dibayar asuransi dengan mobil seri E tipe terbaru. Dan ketika ditanya bagaimana dengan menantunya yang meninggal, dengan enteng ia menjawab bahwa telah dinubuatkan bahwa menantu itu dipanggil Tuhan karena kalau masih hidup ia akan menghadapi masalah besar yang tidak tertanggung hidupnya. Menarik untuk menyimak perilaku penginjil itu bahwa untuk menghibur kedua anak almarhumah yang meninggal katanya mereka sudah berhubungan dengan ibunya (spiritisme?) dan mendapat nubuatan hiburan bahwa si ibu sekarang sudah senang tinggal di rumah besar di Surga! Seorang penginjil wanita yang dekat dengan pelayanan penginjil itu menyebutkan bahwa anak si penginjil (yang juga jadi penginjil) yang terlibat penggelapan dana tentara, memperoleh sukses bisa membangun rumah mewah dan mendapat proyek besar karena ada 'deal' dengan Tuhan.

Kalau diamati, nubuatan akal-akalan semacam ini sudah menjadi bisnis penginjil yang tidak beda dengan praktek bisnis ramalan perdukunan yang menyenangkan telinga. Bila orang pergi ke dukun atau ke Gunung Kawi biasa yang diminta adalah sukses kekayaan dan jabatan atau lainnya, tetapi biasanya ada tumbal (sebagai deal) yang dikorbankan. Ada pabrik rokok yang maju berkat ramalan Gunung Kawi tetapi keluarganya berantakan bahkan ada anaknya yang mengalami kecelakaan mobil terguling, beberapa pemilik kebon apel di kota Batu sukses tetapi mengorbankan anak yang menjadi gila atau mati. Yang jelas dalam kasus penginjil di atas, sehatnya si penginjil dan kembalinya mobil mewah yang malah lebih baru tipenya, bahkan anaknya yang beroleh sukses bisa membangun rumah mewah dan mendapat proyek besar itu dianggap sebagai mukjizat berkat Tuhan, tetapi dengan enteng menganggap kematian menantu sebagai sudah dinubuatkan, kematian yang akan menimbulkan trauma kepada ibunya yang mengandungnya dan kedua anak almarhumah yang masih remaja. Jelas pula kesaksian bahwa 'tuhan bisa dengan mudah diajak dialog dan didengar suaranya' itu adalah 'tuhan' yang sama sekali membutakan hati dan tidak menyadarkan orang akan jerat dan bahaya ber-KKN dengan tentara! Dan 'deal' apaan dengan 'tuhan' apaan yang mengorbankan nyawa isteri?

Nubuatan akal-akalan yang berkaitan dengan kematian bisa kita lihat dari praktek Oral Roberts yang ketika membangun 'City of Faith'nya yang kekurangan dana 8 juta dolar kemudian menubuatkan bahwa kalau tidak terpenuhi ia akan dipanggil Tuhan (alias mati). Dana tidak juga terkumpul dan akhirnya ada pengusaha non-kristen yang kasihan dan menyumbang untuk pembangunan itu. Nubuatan bukan saja akal-akalan tetapi sudah menjadi bisnis untuk mencapai tujuan sukses seperti dalam perdukunan, dan ini dikejar tanpa sadar bahwa tujuan itu sering mengorbankan kehidupan kekeluargaan. (Bandingkan sukses Jim Bakker yang akhirnya mengorbankan keluarga (isteri minta cerai), harta kekayaannya, dan masuk penjara).

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by BiasaSaja on Wed Dec 19, 2012 5:58 pm

terima kasih beritanya, makanya wajib waspada dengan orang2 yang suka ngaku2 punya mukzizat tapi ternyata hanya SEORANG PENIPU. 2 good

nice info

Apalagi yang dari 1400 tahun yang lalu usil

BiasaSaja
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 10
Male
Posts: 660
Location: warnet langganan
Job/hobbies: Iseng
Join date: 2012-12-08

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Thu Dec 20, 2012 6:43 am

Seminggu setelah Peter Jongren mengadakan KKR Kesembuhan Ilahi di Bandung, penulis diundang berkotbah di gereja GBT di Bandung. Seusai kotbah, didampingi pendeta gereja itu bersalaman dengan jemaat yang berbaris keluar. Ada seorang jemaat yang cacat kakinya dan berjalan menggunakan tongkat penyangga lengan datang bersalaman dan juga dengan pendetanya, lalu orang itu berkata kepada pendetanya: "Minggu yang lalu dalam KKR Peter Jongren saya sudah bisa berjalan tidak menggunakan tongkat, tapi sesampai di rumah saya harus pakai tongkat lagi."

Kasus-kasus kesembuhan semu seperti di atas banyak sekali terjadi dalam praktek KKR kesembuhan ilahi yang banyak diadakan belakangan ini, dan dalam kasus-kasus demikian, biasanya penderitalah yang disalahkan karena kurang iman dan kalau sembuh menjadi prestasi doa penginjil. Benny Hinn dalam menghadapi pertanyaan mereka yang tidak disembuhkan menjawab: "Alasan orang tidak mendapatkan penyembuhan mereka adalah karena mereka mulai mempertanyakan apakah Tuhan benar-benar melakukannya."

Kesembuhan Ilahi massal dipraktekkan KKR di Amerika Serikat sejak tahun 1940-an dan bersama gerakan Full Gospel Business Men's Fellowship kemudian merupakan persemaian kebangunan Kharismatik pada awal tahun 1960-an. Gerakan kesembuhan ilahi menekankan bahwa oleh bilur Yesus kita sembuh, karena itu dipercaya orang yang percaya akan sembuh dari sakit penyakit dan yang tidak sembuh berarti ada masalah dengan iman mereka. Konsep kesembuhan demikian jelas terlihat dalam lagu yang biasa mengiringi praktek kesembuhan ilahi: Bilurnya, bilurnya, bilurnya sungguh heran, bilurnya bilurnya, bilurnya sungguh heran. Asal percaya saja semua sakit hilanglah, oleh Tuhan Yesus penyembuh!

Praktek kesembuhan ilahi yang didasari oleh ajaran yang keliru bahwa kalau 'beriman sembuh dan kalau tidak beriman sakit' yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan itu adalah bahwa banyak orang yang tidak tersembuhkan dalam KKR Kesembuhan Ilahi itu banyak yang merasakan 'rasa salah' dalam dirinya bahwa ada masalah dengan iman mereka.

Penekanan kembali kuasa Tuhan yang menyembuhkan memang merupakan berkat bagi gereja di tengah-tengah kelesuan gereja mapan yang nyaris tidak pernah lagi melakukan pelayanan kesembuhan ilahi secara khusus, salah satu karunia yang Tuhan janjikan kepada gereja-Nya. Namun sayang kemudian perkembangan kesembuhan ilahi menjadi bersifat masal dan sarat kepentingan komersial, dan menjadi reklame utama dalam KKR. Lihatlah iklan di koran yang berbunyi:

Kebaktian Kesembuhan Ilahi. Masalah sakit-penyakit, stres, terikat kuasa kegelapan dan problema keluarga. Ajaklah teman dan keluarga Anda untuk mengalami cinta kasih dan kuasa-Nya!

Alami kuasa dalam firmannya, bawalah orang sakit, stres, terjerat narkoba dan masalah lainnya. Tuhan Yesus sanggup menolong.

Tetapi mengapa mayoritas tidak disembuhkan dan ditolong Tuhan Yesus? Dan dari yang minoritas yang bersaksi mengalami kesembuhan mengapa mayoritasnya juga ternyata tidak sembuh?

Tiga kesembuhan utama ibadat Toronto Blessing yang dilaporkan buku 'Catch the Fire' (Guy Chevreau) pernah diteliti tim teolog dan dua dokter, hasilnya adalah seorang yang merasa disembuhkan secara luar biasa terbukti hanya sedikit lebih baik keadaannya. Penderita kanker yang secara instan dikatakan sembuh ternyata setelah diperiksa dokter masih mengidap penyakit itu, demikian juga dua gadis bisu yang dikatakan mengalami kesembuhan dari malaekat ternyata tidak menunjukkan bukti yang pasti.

Dalam siaran berita bahasa Inggris di TVRI pernah dilaporkan penelitian di Inggris bahwa angka kesembuhan yang dialami gereja-gereja Kharismatik tidak banyak berbeda dari kesaksian kesembuhan yang dialami gereja mapan yang biasa mendoakan jemaatnya.

Yang membedakan adalah di gereja-gereja Kharismatik kesaksian kesembuhan biasanya diekpos besar-besaran dan sering bombastis dengan kesaksian-kesaksian, sedangkan di gereja-gereja mapan tidak.

Memang promosi kesembuhan ilahi luar biasa, biasanya disebutkan tokoh-tokoh politik maupun konglomerat yang mengalami kesembuhan instan dalam malam KKR Kesembuhan Ilahi, namun beberapa saat kemudian akan kelihatan bahwa mereka sebenarnya belum sembuh tetapi tersugesti untuk merasa sembuh. Lihat saja pengalaman Evander Holifield. Ia dikatakan menderita sakit jantung dan dipercaya disembuhkan secara mukjizat oleh Benny Hinn, namun kemudian terbukti dari diagnosis dokter tinju bahwa Holifield memang tidak punya penyakit jantung (penyakit jantung adalah penyakit yang terbentuk dalam waktu lama), jadi sembuh dari apa?

Para penginjil penyembuh memang terlalu memutlakkan kekuatan penyembuhan yang bisa dihasilkan kuasa penumpangan tangan mereka, contohnya Yonggi Cho berkata: "Sekarang ini, siapa saja yang percaya kepada Yesus Kristus akan menikmati kelepasan dari segala dosa, sakit penyakit, kutuk, kuasa Iblis dan kematian."

Sekalipun benar bahwa ada penyakit yang terjadi karena kutuk dan dosa seseorang, tidak semua penyakit melanggar hukum Tuhan. Seorang bisa terkena HIV karena berselingkuh secara homo yang biasa menggunakan jarum suntik, tapi isterinya dan anak yang dilahirkannya berpotensi tertular diluar kesalahan mereka. Orang bisa saja patah kaki karena jatuh atau ditabrak mobil dan itu bukan kesalahan dia. Orang baik bisa saja menderita kanker sedangkan orang jahat sehat. Orang bisa sakit karena tertular flu burung, makan makanan basi, atau keracunan, padahal itu bukan karena ia berdosa. Orang bisa saja lahir cacat karena ibunya kurang gizi atau terkena virus polio.

Urusan penipuan (hoax) dalam pelayanan KKR Kesembuhan Ilahi sudah banyak diteliti di Amerika Serikat. Terbukti banyak penginjil penyembuh melakukan penipuan dengan cara menyiapkan skenario orang-orang yang bersaksi mengalami kesembuhan spektakuler atau orang yang datang ke KKR ditanya penyakitnya apa oleh penerima tamu dan info itu disampaikan ke mimbar sehingga penderita dibuat heran mengapa penginjil tahu akan penyakitnya. Memang kenyataannya ada satu dua kesembuhan yang benar-benar terjadi karena iman penderita begitu kuat sehingga mendatangkan belas kasihan Tuhan Yesus (Jadi bisa terjadi juga di gereja mapan tanpa penumpangan tangan urapan pendeta), namun sebagian besar dari yang sembuh dikarenakan sugesti terpengaruh suasana pujian & penyembahan KKR tapi biasanya setelah pulang atau diperiksa dokter sesudahnya, atau beberapa waktu kemudian, penyakitnya tetap ada. Penyakit-penyakit yang bersifat psikosomatis mudah terasa sembuh dalam suasana hipnose massa, tetapi penyakit-penyakit malfungsi, keracunan, cacat bawaan (polio) nyaris tidak tersembuhkan. Penulis pernah melayani bersama seorang penginjil dimana ia mengatakan di depan jemaat bahwa kalau kita berdoa dengan iman, gigi berlubangpun bisa tertutup. Mereka menjadikan Tuhan sebagai budak untuk melayani kemauan kesembuhan manusia.

Kepercayaan bahwa 'beriman sembuh dan tidak beriman sakit' adalah konsep kesembuhan mistik perdukunan! Bandingkan ini dengan kesembuhan yang dicapai bila chi/prana/reiki dalam dirinya bisa harmonis dengan chi/prana/reiki alam semesta, dan tidak sembuh kalau keseimbangan itu terganggu. Dalam kesembuhan mistik sembuh tidaknya terletak pada kekuatan batin penderita, dan kita harus sadar bahwa dalam perdukunan pun mukjizat kesembuhan dengan kekuatan batin juga banyak terjadi. Dalam KKR Kesembuhan Ilahi dan faham Words of Faith, iman itu umum dimengerti sebagai kekuatan batin yang bisa disalurkan melalui ucapan dan visualisasi seseorang.

Kita perlu berhati-hati mendengar promosi bombastis mengenai kesembuhan yang dialami orang penting atau konglomerat tertentu, dan yang paling tepat adalah mengujinya dengan catatan dokter/rumah sakit mengenai track-record penyakitnya sebelum dan sesudah 'mengalami' kesembuhan ilahi, dan apakah kesembuhan pasca kesembuhan ilahi itu bersifat kekal atau nanti kembali lagi penyakitnya yang dianggap sudah hilang itu yang ternyata belum hilang juga.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Thu Dec 20, 2012 3:12 pm

Baru-baru ini seorang pangagum Benny Hinn, seorang penginjil lokal yang menekankan ajaran tentang nubuatan, mukjizat, dan kekayaan sebagai tanda berkat Allah, mengalami musibah. Sepulang dari rapat membahas KKR besar yang menekankan nubuatan, mukjizat dan kekayaan, ia pulang dengan menantunya perempuan melalui jalan tol. Di situ mobilnya Mercedes seri E yang dikendarainya sendiri menabrak truk yang sedang didongkrak, mobilnya masuk ke bawah truk dan tertimpa truk itu. Menantunya meninggal dan ia mengalami perdarahan otak. Yang menarik, pada minggu yang sama beberapa majalah melaporkan kasus anaknya yang terlibat penggelapan 100M dana pembangunan rumah tentara. Ini menyebabkan rumah mewah, beberapa sertifikat tanah, rekening bank, mobil mewah, dan lainnya, disita-jaminkan oleh penyelidik.

Penginjil itu memang sarat dengan klaim-klaim 'mendengar suara Allah' yang sering didengarnya, bahkan pernah dua kali 'menubuatkan' bahwa isterinya dipanggil Tuhan yang pada kali kedua sempat bertaruh dengan seorang jemaat sebanyak 100 juta rupiah bahwa nubuatan itu benar (akhirnya taruhan diabaikan dan sampai sekarang masih sehat-sehat saja). Ketika anaknya mendapat proyek pengadaan rumah tentara berkolusi dengan militer, ia membagi-bagi uang termasuk menghadiahi ayahnya si penginjil yang sudah memiliki mobil mewah itu dengan sebuah Mercy seri E baru yang kemudian mengalami kecelakaan itu.

Kasus ini mencuatkan pertanyaan "Benarkah ajaran yang menekankan sukses materi adalah pengajaran Alkitab?" Dan perlukah seseorang mengalami musibah agar menyadari bahwa harta bukan segala-galanya dan bahwa ajaran 'Teologi Sukses' yang menganggap 'harta benda yang berkelimpahan sebagai tanda berkat Tuhan' sebagai ajaran yang keliru bahkan menyesatkan? Di balik kesaksian-kesaksian yang mengagumkan dari para penginjil sukses kita dapat melihat 'behind the scene' adanya arogansi, kebohongan, penipuan, manipulasi keuangan, dan absennya etika kristen dalam praktek para penginjil sukses dengan keluarganya demikian.

Contoh tragis sudah kita ketahui dari penginjil besar yang sukses Jim Bakker. Sebagai pimpinan yayasan 'Praise The Lord' rupanya segala kepujian bukan tertuju kepada Tuhan tetapi kepada dirinya sendiri ('Praise the I') dimana ia memiliki beberapa mobil mewah, yacht, rumah mewah dan segala harta milik mewah lainnya. Penggelapan pajak dan penyalah-gunaan uang yayasan untuk kepentingan dirinya terbongkar setelah ia terjatuh dalam selingkuh dengan sekretarisnya. Alhasil ia dipenjara dan isterinya minta cerai.

Banyak orang percaya bahwa bukti berkat Allah atas mereka adalah mobil baru, rumah baru, pekerjaan yang baik, dan sebagainya. Jika itu yang dicari, maka pemilik casino, gembong obat terlarang, dan para bintang film pun juga diberkati Allah.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Thu Dec 20, 2012 5:40 pm

Setelah tiga kali gagal meramalkan datangnya hari Kiamat berdasarkan Bibel, Pendeta Harold Camping mengaku salah dan kapok. Pendeta dari aliran Kristen Evangelis itu mengungkapkan penyesalannya dalam rilis bertajuk “An Important Letter from Mr Camping - March 2012” belum lama ini.

Pendeta asal California, Amerika Serikat ini juga mengakui bahwa dirinya tidak memiliki bukti akhir dunia akan datang dalam waktu dekat. Bahkan ia mengatakan tidak tertarik lagi untuk meramalkan tanggal kiamat yang diyakininya, setelah ramalan sebelumnya disebutnya salah. Pengakuan bersalah atas ramalan kiamat berdasarkan Bibel itu baru kali ini dilakukan Pendeta Camping, padahal ia sudah tiga kali meramal kiamat dan semuanya meleset tak terjadi.

Tahun lalu, Camping meramalkan kiamat akan jatuh tanggal 21 Oktober 2011 jam 6 sore waktu setempat. Ketika waktu yang ditunggu-tunggu oleh Camping dan jemaatnya datang, kiamat tak juga hadir. Malu besar dan frustasi, Camping pun dilarikan ke rumah sakit karena sempat diserang stroke ringan dan baru pulih awal bulan ini. Banyak orang menilai stroke itu sebagai azab dari Tuhan.

Camping pun merevisi ramalan kiamatnya menjadi tanggal pada 21 Oktober 2011 yang diklaim sebagai nubuatan dari Tuhan. Lagi-lagi, ramalan ini meleset tak terjadi. Jauh sebelumnya, Camping meramalkan kiamat akan datang pada tanggal 21 Mei 1994. Saat itu, ia dan jemaat gereja yang dipimpinnya menjadi bahan cemoohan umat sedunia.

Jika kita menggali ingatan, ada banyak dalam sejarah prediksi kiamat gagal total:

1. "Nabi" Ayam di Leeds, 1806

Tak terhitung banyaknya dalam sejarah, orang-orang yang mengklaim kembalinya Yesus Kristus sudah dekat. Namun tak ada yang seaneh di Leeds, Inggris pada 1806.

Pembawa pesan atau nabi diwakili oleh seekor ayam! 'The Prophet Hen of Leeds' -- demikian ayam itu dijuluki, mengeluarkan telur yang bertuliskan pesan 'Kristus telah datang'.

Kala itu, banyak orang mengunjungi lokasi ayam tersebut, melihat langsung telur menakjubkan itu, dan lalu meyakini kiamat akan segera datang. Orang-orang yang percaya tiba-tiba menjadi sangat relijius, rajin berdoa siang dan malam, dan bertobat atas segala perilaku jahat mereka di masa lalu.

Namun, kehebohan berakhir ketika terungkap "telur ajaib itu ternyata ulah penipu. Mendengar fakta itu, orang-orang pastinya marah. Tapi hanya sesaat. Setelahnya mereka tertawa keras-keras, menertawakan kebodohan sendiri.

2. Para Mirelis, 23 April 1843

Setelah tujuh tahun tekun mempelajari Alkitab, seorang petani asal New England, William Miller menyimpulkan Tuhan telah memilih hari untuk menghancurkan dunia. Antara 21 Maret 1843 sampai 21 Maret 1844.

Kotbahnya berhasil menarik ribuan pengikut yang dikenal sebagai Mirelis. Rapat lalu digelar dan lalu memastikan kiamat akan terjadi 23 April 1843. Banyak orang akhirnya menjual semua harta bendanya, berasumsi mereka tak lagi membutuhkannya.

Yang kemudian terjadi, ketika tanggal 23 tiba, Yesus tak lantas hadir di dunia. Kelompok itu akhirnya pecah, sebagian membentuk apa yang saat ini disebut Advent Hari Ketujuh.

3. Kiamat Mormon, 1891

Pada Februari 1835, Joseph Smith, pendiri gereja Mormon mendadak memanggil para pimpinan gereja. Ia mengklaim telah berdialog dengan Tuhan. Dari pembicaraan itu ia mengetahui, Yesus akan kembali ke bumi 56 tahun kemudian atau 1891. Setelah itu akan kiamat dimulai.

4. Komet Halley, 1910

Pada tahun 1881, seorang astronom mengumumkan, berdasarkan analisa spektral, ekor komet mengandung gas mematikan yang dinamakan cyanogen -- mirip sianida.

Tak ada yang menggubrisnya kala itu, hingga muncul kabar bumi akan dilewati Komet Halley pada 1910. "Apakah dunia akan diselubungi gas mematikan?", judul itu yang muncul di halaman depan The New York Times dan koran lainnya. Panik pun melanda orang sejagad. Para ilmuwan terkemuka tampil, menjelaskan bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan. Imbauan itu terbukti benar.

5. Pat Robertson, 1982

Pada Mei 1980, pendiri Christian Coalition, Pat Robertson dalam sebuah acara televisi mengklaim mengetahui kapan akhir dunia. "Saya jamin, akhir 1982 akan menjadi hari penghakiman atas dunia," kata Robertson.

6. Sekte Gerbang Surga, 1997

Saat Komet Hale-Bopp terlihat pada 1997, rumor merebak, bahwa pesawat alien mengikutinya. Fakta ini, katanya, sengaja ditutupi oleh NASA dan para ilmuwan.

Rumor yang dipublikasikan paranormal Art Bell dalam talk show "Coast to Coast AM", mengilhami terbentuknya sekte bernama "Gerbang Surga", yang menyimpulkan dunia akan segera kiamat.

Ternyata ramalan itu benar. Kehidupan bagi 39 anggota sekte memang benar-benar berakhir, saat mereka melakukan bunuh diri massal pada 26 Maret 1997.

7. Nostradamus, 1999

Tulisan kabur penuh metafora karya Michel de Nostrdame telah menarik perhatian banyak orang selama 400 tahun.

Tak ada akurasi dalam tulisan itu, semua tergantung siapa yang menginterpretasi. Salah satunya yang paling terkenal adalah 'ramalannya': "Tahun 1999, bulan ketujuh/ Dari langit akan tiba "raja teror yang agung". Para penggemar, bahkan pemuja Nostradamus khawatir apa yang disampaikannya adalah visi tentang Armageddon.

8. Y2K, 1 Januari 2000

Kepanikan mewarnai pergantian milenium. Banyak yang mengkhawatirkan kinerja komputer, salah satunya, diyakini tak akan mampu membedakan antara tanggal di tahun 2000 dengan 1900.

Tak ada yang benar-benar yakin apa yang bakalan terjadi, tapi banyak mengira itu akan menyebabkan bencana dahsyat. Dari pemadaman listrik massal hingga malapetaka nuklir.

Akibatnya, penjualan senjata naik drastis, banyak orang memilih bersembunyi dalam bunker perlindungan alih-alih merayakan pergantian milenium.

9. Dunia Membeku 5 Mei 2000

Sementara kiamat Y2K sama sekali tak terbukti, Richard Noone dalam bukunya yang terbit 1997, "5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster", memastikan tanggal itu kiamat bakal terjadi.

Menurut Noone, pada 5 Mei 2000, tepat ketika planet-planet dalam kondisi berjajar, ketebalan salju di Antartika akan mencapai beberapa mil. Memicu pembekuan global yang mematikan. Sepertinya, Noone ketinggalan informasi soal pemanasan global.

10. Kiamat Musim Gugur 2008

Seorang pengkotbah bernama Ronald Weinland, kiamat akan segera tiba. Dalam bukunya yang terbit tahun 2006, "2008: God's Final Witness", ia mengklaim jutaan orang akan tewas.

"Maksimum dua tahun tersisa sebelum dunia akan terjatuh ke saat paling buruk dalam sejarah manusia. Pada musim gugur 2008, Amerika Serikat akan telah runtuh sebagai kekuatan dunia, dan tidak lagi sebagai negara merdeka."


Last edited by Penyaran on Thu Dec 20, 2012 6:35 pm; edited 1 time in total

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Moderator 3 on Thu Dec 20, 2012 6:15 pm

WAJIB MEMBERIKAN LINK SUMBER

STAFF-MOD 3

Moderator 3
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Total Like dan Thanks: 1
Male
Posts: 97
Location: Indonesia
Join date: 2012-12-17

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Fri Dec 21, 2012 9:36 am

Dua puluh lima tahun silam ketika belajar di negeri keju, penulis menghadiri KKR Kesembuhan Ilahi di kota Utrecht. Memang kotbah pendeta Hoekendijk dan kesembuhan ilahi yang dipraktekkan pendeta itu menakjubkan, tetapi ketika pulang ada kenang-kenangan tak terduga yang membuat penulis merenung. Dijalan ditemukan selebaran KKR itu yang antara lain berbunyi ‘Jesus is het Antwoord’ (Yesus itu jawabannya) tapi kalimat itu disambung dengan tulisan bolpen berbunyi ‘en ook niet’ (dan juga tidak). Rupanya penulis komentar itu menghadapi persoalan sosial kemasyarakatan yang tidak pernah disinggung dalam KKR, KKR yang umumnya hanya menekankan kesembuhan sakit-penyakit tapi tidak berdaya menghadapi masalah kemasyarakatan yang kompleks. Penginjil KKR yang cenderung meletakkan kesembuhan yang terjadi kepada prestasi si penginjil sedangkan kalau tidak sembuh meletakkan kesalahan kepada penderita yang dianggap kurang iman.

Baru-baru ini ada KKR bertema ‘Doa Bagi Pemulihan Bangsa’ dengan slogan tambahan ‘pemulihan keluarga, pemulihan kesehatan, pemulihan bisnis & keuangan, massa depan yang diberkati’ dan tak lama sesudah itu ada musibah gempa di Yogya. Maka, banyaklah orang bertanya dimanakah berkat pemulihan pada para korban gempa? Alangkah indahnya kalau persembahan yang menggunung dalam KKR itu bisa disalurkan untuk korban gempa dan musibah di Yogya dan tidak sekedar memperkaya panitia dan penginjilnya yang menjual komoditi ‘doa’ dan ‘kesembuhan’ itu.

Jaringan Doa Nasional yang sering menjadi sponsor KKR doa transformasi, mujizat bahkan nubuatan sangat gencar mempromosikan doa untuk memulihkan kondisi bangsa yang carut marut ini, bahkan penginjil kalangan doa transformasi, Cindy Jacobs, pernah menubuatkan hiburan bahwa ikan-ikan dari seluruh dunia akan memasuki perairan Indonesia dan Indonesia akan sejahtera. Ujung-ujungnya JDN mengadakan fund raising untuk membeli gedung doa seharga 1,5M. Sekalipun sudah berdoa tak berkeputusan digedung baru, kondisi Indonesia bukannya makin pulih bahkan makin porak poranda.

Ada lagi promosi doa yang akan membangun Menara Doa Jakarta seharga sekian trilyun rupiah, alangkah indahnya kalau uang sedemikian besar bukan sekedar untuk membangun sarana berdoa ditempat tertinggi di dunia, tetapi untuk aksi pelayanan untuk memulihkan kesengsaraan masyarakat. Dan alangkah indahnya kalau para penginjil yang bermobil BMW atau Mercedes, dan gereja-gereja yang membangun gedung mewah rela mengurangi kenikmatan duniawinya dan menyisihkan kelebihan uangnya untuk aksi mensejahterakan umat disekeliling kita (1Yoh. 3:16-18).

Kebocoran dan ketidak efisienan KKR Kesembuhan ilahi sangat tinggi, pada umumnya penginjil KKR dan badan misinya hidup bergelimang harta. Penulis pernah diberitahu oleh teman baik yang pernah menjadi bendahara salah satu KKR Yonggi Cho, ia melaporkan bahwa ketika panitia tidak berhasil mendapat kamar hotel kelas satu karena high-season, Cho marah karena tidak diinapkan di hotel bintang lima. Di Surabaya pernah ada penginjil dari Amerika Serikat yang menawari panitia yang mengundang bahwa semua biaya penyelenggaraan akan ditanggung mereka, syaratnya ... semua isi kantong persembahan diserahkan kepada mereka! Morris Cerullo pernah dalam KKR di Surabaya mendorong jemaat memberikan persembahan dengan menuliskan nomor kartu kredit (ia yang akan menuliskan jumlahnya), praktek ini langsung di’stop’ panitia.

Menggembirakan bahwa dibalik doa-mendoakan itu (do-a), dalam menghadapi musibah gempa di Yogya, banyak umat Kristen melakukan ‘aksi’ (do-it) pengumpulan dana yang luar biasa untuk meringankan mereka yang menderita. Rupanya slogan-slogan vertikalis semacam ‘Doa Bagi Pemulihan Bangsa’ dan ‘Doa Transformasi Bangsa’ yang cenderung bersifat ‘fund-raising’ untuk mendirikan kerajaan dunia, perlu ditransformasikan menjadi slogan-slogan horisontalis semacam ‘Aksi Bagi Pemulihan Bangsa’ dan ‘Aksi Transformasi Bangsa’ yang bersifat ‘fund-spreading’ yang menyalurkan kasih Allah secara nyata.

Ada pemilis mengusulkan agar dibentuk badan untuk meng’audit’ keuangan yayasan, gereja dan KKR agar menghindarkan dari ajang pengumpulan dana dan mencari keuntungan (fund raising) dan mengembalikannya pada fungsi hakikinya untuk melayani (ministry). Ini memang sulit karena akuntabilitas banyak yayasan, gereja dan lebih-lebih KKR sangat parah, belum lagi kalau disorot dari tanggung jawab nasional, banyak penginjil KKR terlibat penipuan pajak. Pernah penulis kaget mendengar kesaksian di koran dari pendeta gereja terbesar di Indonesia yang mengaku rajin membayar pajak dan menyebutkan jumlah yang dibayarnya setiap tahun. Mengherankan karena jumlah itu lebih kecil dari pajak yang dibayarkan penulis, padahal pendeta itu memiliki beberapa mobil Mercedes dan mengaku memiliki tanah di Australia dan China, sedangkan penulis cuma punya mobil kecil (itupun disubsidi teman dan anak-anak).

Usulan demikian memang menarik untuk dipikirkan, soalnya sekalipun banyak gereja sudah memiliki akuntabilitas keuangan yang bertanggung jawab, lebih banyak gereja masih dikuasai keuangannya oleh pendeta, bahkan banyak pula gereja yang keuangannya dikuasai pendeta bahkan sampai majelis jemaatpun tidak mendapat akses untuk mengetahui. Bila dana besar yang terkumpul dalam ibadat gereja dan KKR di seluruh Indonesia (termasuk perpuluhan yang sangat ditekankan itu) tidak bocor hanya untuk memperkaya panitia dan pendeta/penginjil, aksi pelayanan akan menjadi berkat untuk mensejahterakan masyarakat dan memulihkan kondisi sosial-ekonomi bangsa yang parah, sehingga dilihatnya kebajikan kita dan dipermuliakan Bapa di sorga.

Di Amerika sudah ada badan akuntabilitas independen yang terdiri dari para ahli ekonomi dan hukum yang mempersembahkan waktunya untuk membantu meluruskan keuangan gereja dan badan misi, dan sekalipun mayoraitas gereja tetap tertutup dengan saran perbaikan keuangan itu, sudah ada gereja-gereja yang meminta bantuan badan itu untuk membantu meluruskan pembukuan mereka.

Di Indonesia, kondisinya akan sangat sulit, karena dari beberapa survai kepada gereja mengenai keikut sertaan gereja-gereja dalam pelayanan perkotaan banyak menghadapi gereja-gereja yang menutup diri. Namun, sekalipun tidak mudah dan rasanya tidak perlu ada badan khusus untuk menjalankan misi itu, setiap umat yang punya rasa tanggung jawab atas pelayanan gerejanya bisa memberikan masukan kepada majelis gereja mengenai selingkuh keuangan yang terjadi.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Thu Jan 10, 2013 3:55 pm

Seorang pelacur membongkar kesaksian palsu penyembuhan atas nama Yesus. Penyembuhan palsu yang sering dilakukan Pendeta Michael Njoroge dari gereja Fire Ministries Kenya akhirnya terkuak setelah adanya pengaduan para pelacur yang telah disewa untuk memberikan kesaksian palsu telah disembuhkan dan menerima mukjizat setelah di doakan. Namun kontrak sewa tidak dibayar, akhirnya para pelacur menuntutnya.

Beberapa ‘aktor’ pelacur yang dikontrak maju untuk mengekspos Njoroge setelah tenggat waktu pembayaran gagal dipenuhi pendeta atas transaksi itu sebagaimana kesepakatan awal yang telah disepakati.
Salah seorang pelacur bernama Ester Mwende mengatakan, ia bertemu pendeta Michael Njoroge di Embakasi Fire Ministries yang mendekatinya sebagai pelanggan. Pendeta mengunyah buah terlarang dan kemudian memulai sebuah misi untuk menipu para pengikutnya.Pendeta Njoroge juga mengancam dua wartawan yang meliput hal tersebut. Gereja juga melakukan pengamanan ketat, pemerikasaan jemaat dan melarang setiap orang yang membawa kamera. Kenya selama beberapa tahun terakhir mengalami ‘ledakan’ pendirian sejumlah gereja baru seiring dengan kekhawatiran bahwa beberapa orang menggunakan gereja untuk memperkaya diri sendiri dengan mengambil keuntungan dari orang Kristen yang memang mudah tertipu. Dengan kemudahan penggunaan ponsel untuk transfer uang, televangelis dan pendeta lainnya sering kali membuat nomor Mpesa untuk mengumpulkan uang dari orang yang percaya dengan mengatakan bahwa itu akan digunakan untuk proyek-proyek gereja dan penyebaran perkataan untuk memastikan lebih banyak orang mendapatkan keuntungan dari ‘mukjizat’ palsu.

Fakta lapangan, Paus Yohanes Paulus II yang dijuluki Bapa Suci setiap sakit tidak menggunakan penyembuhan atas nama yesus, tapi menempuh jalur medis kedokteran di rumah sakit, dari flu sampai tumor intestinal (1992) melalui bedah besar di RS Gemelli. Pada akhir hayatpun Sri Paus matinya tidak terselamatkan pula oleh Penyembuhan atas nama Yesus karena menderita Septic Shock (antara lain akibat infeksi saluran kemih) dan gagal jantung. Berbagai penyakit yang diderita Paus antara lain Parkinson, gangguan pernafasan dan tenggorokan, prostat dengan komplikasi urosepsis, hipertensi serta ischemic cardiopathy juga tidak bisa disembuhkan oleh Pendeta.

Dalil penyembuhan ini berdasarkan Markus 16: 17-18: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh”

Ketahuilah bahwa Markus 16: 17-18 tersebut diakui sebagai ayat palsu oleh para penerbit Bibel sendiri. International Bible Society menyebutkan: “The earliest manuscript and some other ancient witnesses do not have Mark 16:9-20.” (Manuskrip yang paling tua dan beberapa naskah kuno tidak memiliki Injil Markus 16:9-20). Dan Tahun 1977-1978, Lembaga Biblika Indonesia juga mengakui dengan jujur: “Bagian akhir Markus, ay. 9-20, berceritera mengenai penampakan-penampakan Yesus. Ini memang termasuk ke dalam Kitab Suci, tetapi agaknya tidak termasuk Injil Markus yang asli.”

Faktanya Mark Randall “Mack” Wolford (44), pastor Pantekosta, West Virginia AS, yang dikenal di seluruh Appalachia sebagai pria yang sangat relijius mati digigit ular karena mempraktekkan digigit ular berbisa tidak mati (Markus 16: 17-18) tapi naas tidak bisa disembuhkan oleh dokter atau doa

pernah ada seorang kristen yang sesumbar, orang kristen kebal santet bisa disembuhkan dengan doa kristen… tidak lama kemudian orang tersbut kena santet beneran dan …..

Trik ini juga untuk strategi kristenisasi dunia, di Indonesia misalnya, Gelora Bung Karno Jakarta sebagai saksi bisu kegagalan mukjizat umat Kristiani dalam acara National Prayer Conference tanggal 12-16 Mei 2003, untuk penyembuhan mata tokoh pujaan Kristen, ***Dur walau dipimpin pendeta kelas dunia, Cindy Jacob dari Amerika dibantu ribuan umat kristen dalam doa’nya. Kebutaan tidak sembuh.

Banyak video penyembuhan kristen, tapi lebih banyak kegagalan penyembuhan yang tidak dipublikasikan. Bisa dibandingkan seperti acara TV Dunia lain, Dua Dunia yang menguak kebohongan penyembuhan ini melalui dialog dengan makhluk halus melalui orang yang dijadikan medium. Jin ini mengakui membantu penyemuhan (walau jin tidak punya kekuatn hanya atas izin Allah).

Bahkan seorang misioneris jujur mengakui: “Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu & berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura disembuhkan para pengkhotbah dan jemaatpun akan histeris dan percaya itu mukjizat. Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat dan angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang di luar kendali dan –diluar– skenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: “Maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?!”. (Paulus F. Tengker, ex Misioneris)

Penyembuhan ini bersifat sementara dan hanya permainan. Penyembuhan ini sebenarnya ditinggalkan oleh orang waras yang lebih menggunakan logika, seperti atheis, atau sekte kristen lainnya, mereka lebih menggunakan ilmu Kedokteran, medis, Rumah Sakit.

Rahasia Penyembuhan atas nama Yesus
Penyembuhan ini hanya untuk mengambil keuntungan uang, memperbanyak umat, dengan cara kerjasama dengan mahluk halus, permainan fikiran, meditasi dan lainnya.

Seperti penyembuhan yang dilakukan para reverence (tidak mau disebut Pendeta) pada acara KKR sebenarnya mirip apa yang dilakukan membaca fikiran Rommy Rafael atau mentalistik Dedy Corbusier, atau penyembuhan oleh mak Erot, Ponari, dukun dan seterusnya. Beda dengan umat Kristen, cara ini di tolak umat Islam karena tahu masalah mistitisme dan dianggap syirik.

Para reverence (Pendeta dukun) terlatih dalam energi prana untuk
- membaca pikiran si pengikut KKR
- mengintrusi pikiran si pengikut KKR dengan sugesti
- menghipnotis dengan sugesti sembuh (mengulang-ulang ayat Alkitab)

mereka lakukan sebenarnya hasil/efek dari pelatihan metode ‘penggetaran syaraf’ untuk mengaktifkan ‘energi prana’ . Mestinya disangkal dengan alasan:
- prana bukan ajaran Kristen melainkan ajaran Hindu
- metode itu adalah pseudo-scientifica
- penipuan dari ‘pangeran kegelapan-Lucifer’

Secara tidak sadar para reverence/pendeta/dukun menggunakan metode Prana
-Mereka melakukan doa dengan usaha konsentrasi menggunakan imajinasi tertentu seperti membayangkan “roh kudus”.
-Mengucap satu rangkai kata berulang-ulang-seperti “Ow Ruah ha
Kadosheh” sebagai ‘mantram’ atau mantra untuk menghantarkan jiwanya kepada”roh kudus”-ini disebut meditasi.
-Pada tingkat konsentrasi yang melayang/mengambang terjadi racauan tak jelas.

Pada dasarnya pembangkitan energi prana tidak terkait dengan kepercayaan apapun, karena orang ateis/PKI-pun dapat melakukannya. Metode ini hanyalah sebagai salah satu penggalian kodrat manusiawi.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by SEGOROWEDI on Thu Jan 10, 2013 4:07 pm



trus mo membahas apa ini?
ehmm

SEGOROWEDI
MAYOR JENDERAL
MAYOR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 30206
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Thu Feb 21, 2013 6:02 pm

Bengcu Menggugat Karena Philip Mantofa MENIPU Dengan Mujizat Palsu


Menguji kesaksian mujizat bukan menguji apakah Allah mampu melakukan mujizat atau tidak? Menguji kesaksian mujizat bukan menguji apakah mujizat masih terjadi atau tidak? Menguji kesaksian mujizat adalah menguji apakah KESAKSIAN mujizat tersebut adalah kisah NYATA atau pepesan kosong belaka? Menguji kesaksian mujizat kesembuhan adalah menguji apakah MUJIZAT kesembuhan yang disaksikan itu memang benar-benar terjadi atau mujizat PALSU? Pengujian kesaksian mujizat kali ini membuktikan bahwa Philip Mantofa membuat KONSPIRASI untuk MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU.

Yang Tuli Mendengar

MC mengumumkan bahwa anak gadis 10 tahun itu telinga kirinya TULI sejak dia berumur 2 tahun. Benarkah dia sembuh? Philip Mantofa membuktikan anak itu sembuh dengan menjentikkan jari di dekat telinga anak tersebut. Suara jentikan jari Philip Mantofa tidak terdengar dalam rekaman tersebut. Dia lalu menyuruh anak itu menutup telinga kanannya dan berjalan ke belakang anak itu dan bertanya:

Philip mantofa: siapa namamu? Siapa namamu?

Anak gadis: Grace….. Grace

Philip mantofa: Berapa umurmu?

Anak gadis: Sepuluh tahun

Philip mantofa: Apakah Tuhan Yesus mencin ….. Apakah Tuhan Yesus mencintaimu?

Anak gadis: Ya

Philip mantofa: Yang keras!

Anak gadis: IYA

Benarkah terjadi mujizat kesembuhan? Benarkah telinga kiri anak gadis itu sudah SEMBUH? Mustahil! Bila tidak SEMBUH kenapa gadis itu bisa MENDENGAR dan MENJAWAB pertanyaan Philip Mantofa dengan BENAR meskipun telinga kanannya yang TIDAK tuli ditutup? Inilah KEBENARANNYA.

Kenapa penonton BERTEPUK TANGAN ketika gadis itu menjawab pertanyaan Philip Mantofa dengan benar? Karena mereka MENDENGAR pertanyaan-pertanyaan Philip Mantofa. Kita juga mendengar dengan jelas pertanyaan-pertanyaan Philip Mantofa namun tidak mendengar suara jentikan jari Philip Mantofa, bukan? Suara jentikan jari tidak kedengaran karena tidak masuk ke MIC dan dipancarkan oleh PENGERAS suara. Suara Philip Mantofa kedengaran jelas karena masuk ke MIC dan dipancarkan oleh PENGERAS SUARA.

Berapa KEKUATAN sound System yang DIGUNAKAN dalam KKR tersebut? BERAPA KERAS suara Philip Mantofa yang terpancar ketika dia bertanya? Anak tersebut TIDAK sembuh! Meskipun menutup TELINGA kananya dengan tangan dia TETAP bisa mendengar suara Philip Mantofa yang dipancarkan oleh PENGERAS suara.

Benar!

Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU!

Kenapa Gereja Mawar Sharon membiarkan Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? KONSPIRASI Gereja Mawar Sharon MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? Saya tidak tahu!

Nggak Lumpuh Berjalan

Philip mantofa: Berapa tahun anda tidak berjalan?

Perempuan: Enam Tahun

Philip mantofa: Enam tidak berjalan. Jalan kemari.

Penyakit apa yang diderita oleh perempuan itu? Kenapa editor Film tersebut tidak memasukan PENGUMUMAN dari MC tentang penyakit perempuan tersebut? Apa maksud enam tahun tidak berjalan? Apakah selama enam tahun dia LUMPUH dan tidak BISA jalan? MUSTAHIL! Kenapa demikian? Karena bila LUMPUH dan tidak BISA berjalan maka perempuan itu PASTI datang dengan KURSI RODA atau USUNGAN. Kenapa kursi rodanya atau usungannya tidak DIPAJANG?

Perhatikan wanita itu BERJALAN terseok-seok. Tertatih-tatih. Apakah hal itu terjadi karena dia SUDAH lupa cara berjalan karena tidak jalan selama enam tahun? Atau sembuhnya belum TOTAL? Mustahil! Wanita itu berjalan TERSEOK-SEOK karena itulah penyakit yang sudah dideritanya selama 6 tahun. Wanita itu TIDAK SEMBUH sama sekali.

Benar!

Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU!

Kenapa Gereja Mawar Sharon membiarkan Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? KONSPIRASI Gereja Mawar Sharon MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? Saya tidak tahu!

Down Sindrom Nggak Sembuh

MC: Umur dua tahun setengah anak ini kalau berlari selalu pasti jatuh. Tetapi semenjak kesaksian-kesaksian diberitakan anak ini mulai berlari dan tidak pernah jatuh.

Dari wajahnya nampak jelas kalau anak tersebut menderita down SINDROM. Dari gerakannya nampak bahwa anak tersebut bermasalah dengan saraf MOTORIK halusnya. Artinya dia sulit melakukan gerakan-gerakan HALUS dan PRESISI misalnya, bila bertepuk tangan kedua telapak tangannya akan MELESET.

Apakah dia SEMBUH? tidak! Nampak gamblang sekali bahwa dia tetap down SINDROM dan bermasalah dengan MOTORIK halusnya. Anak itu TIDAK sembuh sama sekali.

Benar!

Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU!

Kenapa Gereja Mawar Sharon membiarkan Philip Mantofa MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? KONSPIRASI Gereja Mawar Sharon MENIPU dunia dengan MUJIZAT PALSU? Saya tidak tahu!

http://bengcumenggugat.wordpress.com/2012/12/07/bengcu-menggugat-sebab-bukan-festival-of-gods-power-namun-philip-mantofa-menipu-dunia-dengan-mujizat-palsu/

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Thu Mar 07, 2013 8:12 pm

Para Penyembuh Ilahi yang Gagal Menyembuhkan Dirinya dan Keluarganya (1)

Bukti ke sekian kali dari ajaran menyesatkan para penginjil, penghkotbah, dan pendeta Kristen palsu adalah kegagalan para penyembuh ilahi dalam menyembuhkan dirinya sendiri dan anggota keluarganya. Ada pertentangan antara ajaran mereka tentang kesembuhan ilahi hanya berdasarkan iman (tanpa campur tangan ilmu kedokteran modern) dan penyembuhan yang mereka akhirnya peroleh melalui pengobatan medis dari ilmu kedokteran modern.

Gerakan Firman Iman dan Gelombang Ketiga

Doktrin penyembuhan ilahi berdasarkan iman disebarkan oleh tokoh-tokoh Gerakan Firman Iman (the Word of Faith Movement), sering disingkat sebagai Firman Iman. Istilah “Firman Iman” sendiri berasal dari Roma 8:10 yang berisi frasa “firman iman, yang kami beritakan.” Gerakan pengajaran Kristen yang bermula di Amerika Serikat ini dekat dengan gereja-gereja Pentakosta dan Karismatik dan dekat juga dengan individu-individu tertentu di berbagai penjuru dunia. Gerakan ini mengembangkan dan menyebarkan doktrin tentang kesembuhan, kemakmuran, dan iman serta pengakuan. Untuk membatasi diri, kami akan menyoroti ajaran gerakan ini tentang kesembuhan, diawali dengan doktrin dasar Gerakan Berdasarkan Iman, dan diakhiri kritik-kritik terhadap doktrin ini. Gerakan Gelombang Ketiga yang berkaitan dengan Gerakan Firman Iman akan dibahas secara ringkas.

Apa Doktrin Dasar Gerakan Firman Iman?

Menurut ajaran Firman Iman, keselamatan manusia melalui Yesus Kristus dan apa yang “dibawa” keselamatan itu. Menurut doktrin dasarnya, manusia bisa memperoleh Kerajaan Allah, Kerajaan Sorga, dan kondisinya sebagai ciptaan baru (menurut 2 Korintus 5:17 dan Galatia 6:15) melalui penebusan dan pengorbanan Yesus Kristus dan melalui imannya pada Firman Allah. Kalau orang percaya akan Firman Allah dan mengakui Firman itu, mereka akan menerima apa yang mereka akui. Percaya mereka tidak cukup melalui kata-kata yang mereka ucapkan; lebih dari itu, mereka perlu mempraktekkan imannya melalui perbuatan, menunjukkan tindakan percaya. Menurut Firman Iman, tindakan percaya dan berbicara diucapkan Yesus dalam Markus 11:22-23:

Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”

Dua Tokoh Utama Gerakan Firman Iman

Siapakah tokoh-tokoh utama Gerakan Firman Iman? E.W. Kenyon dan Kenneth E. Hagin.

E.W. Kenyon

Kenyon salah satu pendukung awal Firman Iman. Dia seorang guru Alkitab asal New England (Amerika Serikat), kepala sekolah, dan penulis buku. Dia sudah menulis delapan belas buku yang masih dipakai para pengikut Firman Iman. Buku-buku ini berisi ajaran-ajarannya yang ikut melandasi Gerakan Firman Iman.


E.W. Kenyon

Ajaran-ajaran Firman Iman, termasuk yang disebarkan Kenyon, muncul sebagai suatu reaksi terhadap Pentakostalisme tradisional. Menurut Pentakostalisme tradisional, kuasa Allah dinyatakan di masa kini di antaranya oleh tindakan menyembuhkan dan mujizat-mujizat, kedua-duanya adalah manifestasi rohani. Manifestasi rohani ini tidak bisa diramalkan dan berlangsung sesuai dengan “yang dikehendaki Tuhan.” Kenyon menolak ajaran Pentakostalisme tradisional ini. Menurutnya, tindakan-tindakan adialami – seperti kesembuhan ilahi dan mujizat-mujizat yang disaksikan banyak orang – bisa dijamin terjadi berdasarkan suatu perjanjian (covenant) antara Allah dan umat-Nya, suatu perjanjian yang disahkan di dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Catatan: Kata Indonesia “perjanjian” lebih mudah dipahami melalui definisi padanan bahasa Inggrisnya, “covenant.” Kata yang disebut terakhir punya arti umum dan arti khusus. Menurut arti umumnya, covenant adalah suatu kesepakatan serius yang mengikat semua pihak; menurut arti khususnya, covenant adalah suatu perjanjian dalam Alkitab yang dibuat antara Allah dan umat Israel, yang berjanji tidak akan menyembah allah-allah lain. Arti kedua inilah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai “perjanjian.”

Secara khusus, perjanjian ini adalah suatu perjanjian darah, suatu kontrak yang mengikat dua pihak – yaitu, Allah dan umat-Nya – bersama-sama sebagai satu “darah” atau satu keluarga. Selanjutnya, perjanjian darah ini menjanjikan kepada kedua belah pihak kepentingan dan kemakmuran timbal balik.


Sebuah buku karya E.W. Kenyon

Menurut Kenyon, orang Kristen adalah pewaris perjanjian ini karena mereka adalah keturunan Abraham melalui Kristus. Ayat yang membenarkan ajaran Kenyon ini ada dalam Galatia 3:29: “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” Dari sudut-pandang Kenyon, menafsirkan Alkitab dengan cara ini berarti kuasa adialami – termasuk kesembuhan ilahi – bisa dijamin hadir atau ada bilamana perlu untuk menggenapi “janji-janji perjanjian (covenant promises)” Allah bagi umat-Nya.

Kenneth E. Hagin

Hagin sangat dipengaruhi tulisan-tulisan E.W. Kenyon. Hagin, berasal juga dari Amerika Serikat, dipandang sebagai “bapa” Gerakan Firman Iman modern. Dia mengembangkan lebih jauh teologia Kenyon tentang pengakuan perjanjian. Dia juga berkhotbah tentang suatu rumus yang terdiri dari empat bagian untuk menerima janji-janji Allah. Baramgkali, frasa “tagih janji Allah” yang populer di kalangan penganut Pentakosta dan Karismatik di Indonesa pernah Anda dengar. Frasa ini boleh jadi berkembang dari rumus Hagin itu. Apa rumusnya? “Ucapkanlah janji itu, lakukanlah janji itu, terimalah janji itu, ceritakanlah janji itu.”


Kenneth E. Hagin

Banyak pengkhotbah Alkitab dari aliran Pentakosta dan Karismatik sudah dipengaruhi entah secara langsung entah secara tidak langsung oleh Kenneth Hagin dan ajarannya. Yang paling terkenal mencakup Kenneth Copeland, Benny Hinn, Crefto Dollar, Jerry Savelle, Bill Winston, Joel Osteen, Charles Nieman, Hobart Freeman, dan Bill Johnson.


Joel Osteen di sampul depan sebuah buku tulisannya

Ajaran tentang Kesembuhan

Menurut Gerakan Firman Iman, penebusan Kristus di salib mencakup kesembuhan holistik, kesembuhan menyeluruh, yaitu, kesembuhan roh, jiwa, dan tubuh. Kesembuhan total itu tersedia di sini dan sekarang bagi semua orang percaya. Firman Iman mengatakan bahwa mereka yang menerima realitas suatu kesembuhan menerima apa yang sudah menjadi miliknya. Bagaimana caranya menerima kesembuhan itu? Dengan mengakui ayat atau ayat-ayat yang ditemukan dalam Alkitab. Ayat-ayat apa? Ayat-ayat yang menyatakan bahwa penganut Firman Iman sudah sembuh. Cuma sembuh oleh ayat-ayat yang menyatakan mereka sudah sembuh? Tidak. Mereka juga harus percaya sepenuhnya akan makna ayat-ayat itu. Barulah mereka benar-benar sembuh.

Apakah percaya dan tindakan percaya macam ini mengabaikan kondisi tidak sehat dari tubuh orang percaya? Tidak. Menurut Firman Iman, percaya yang dimaksud bukan suatu tindakan menyangkal rasa sakit, sakit, atau penyakit. Percaya tersebut adalah suatu tindakan menerima karunia. Karunia itu disebut dalam Yesaya 53:5: “. . . dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.” Menurut penganut Gerakan Firman Iman, penyakit adalah upaya Setan untuk merampok dari orang-orang percaya haknya akan kesehatan total.

Kritik-Kritik terhadap Ajaran Kesembuhan Firman Iman

Menurut kami, ada satu pokok yang menonjol tapi tersirat dalam ajaran Firman Iman tentang kesembuhan. Kesembuhan penganut gerakan ini bersumber hanya pada iman. Ilmu kedokteran untuk penyembuhan dan kesembuhan orang sakit atau orang berpenyakit tidak mendapat tempat dalam ajaran ini.

Bagi penganut Firman Iman, semboyan tentang kesembuhan holistik atau total, “Dokter dan Doa (D & D)” tidak berlaku. Yang berlaku hanyalah Doa; Dokter tidak dibutuhkan.

Berikut adalah suatu ringkasan berbagai kritik lain tentang ajaran Firman Iman tentang kesembuhan.

E.W. Kenyon mengadposi ajaran-ajaran Gerakan Pikiran Baru dan memberi label baru padanya. Ini suatu gerakan rohani di akhir abad ke-19 di AS yang menekankan kepercayaan metafisikal tentang akibat-akibat berpikir positif, hukum daya tarik, kesembuhan, daya hidup, dan kekuasaan pribadi. Gerakan ini memajukan gagasan bahwa “kecerdasan tak terbatas” atau Allah ada di mana-mana, roh adalah keseluruhan dari hal-hal nyata, jatidiri sesungguhnya dari manusia bersifat ilahi, pikiran ilahi adalah suatu kekuatan kebaikan, semua penyakit berasal dari akal budi, dan “berpikir yang benar” punya suatu efek menyembuhkan. Gagasan-gagasan ini tidak sesuai ajaran dalam Alkitab. Misalnya, jatidiri manusia yang bersifat ilahi berlawanan dengan ajaran Kristen bahwa semua manusia berdosa dan membutuhkan keselamatan di dalam dan melalui Yesus; semua penyakit tidak berasal dari akal budi tapi dari dosa manusia; dan kesembuhan bukan diperoleh melalui berpikir yang benar melainkan melalui iman kepada Yesus dan pengobatan medis dari ilmu kedokteran.
Gerakan Firman Iman berasal dari kultus-kultus metafisikal abad ke-19 dan ke-20, seperti yang dipraktekkan Gereja Foursquare pimpinan Aimee Semple McPherson, Gerakan Pikiran Baru menurut ajaran Phineus Quimby, dan Sains Kristen yang dikembangkan Mary Baker Eddy.
Ajaran-ajaran Firman Iman bukan iman melainkan lebih merupakan anggapan-anggapan.
Yang sebenarnya dipandang bapa Gerakan Firman Iman adalah E.W. Kenyon; Kenneth Hagin hanyalah penjiplak ajaran-ajaran Kenyon.
Doktrin-doktrin unik Firman Iman menyesatkan.
Gerakan Firman Iman bersifat murtad dan banyak gerejanya adalah “kultus-kultus.”
Guru-guru Firman Iman “menurunkan” Allah dan Yesus, dan “menuhankan” manusia dan Setan.
Teologia Firman Iman menyimpang dari Alkitab dan bertentangan dengan ajaran-ajaran di Alkitab.

Gerakan Gelombang Ketiga

Gerakan spiritual lain yang berkaitan dengan Gerakan Firman adalah Gerakan Gelombang Ketiga, sering disebut sebagai Gelombang Ketiga Roh Kudus. Ini suatu teori teologia Kristen yang diperkenalkan pertama kali oleh C. Peter Wagner (dari AS) untuk memerikan apa yang dia percaya adalah tiga periode bersejarah dari kegiatan Roh Kudus di abad ke-20 dan sesudahnya. Dalam bukunya yang terbit 1988, The Third Wave of the Holy Spirit Encountering the Power of Signs and Wonders Today, dia mendefinisikan ketiga gelombang itu demikian:

Gelombang pertama Roh Kudus mulai di awal abad ke-20 dengan munculnya gerakan Pentakosta. Gerakan ini mulai dengan kebangunan rohani di Jalan Azusa, Los Angeles, Kalifornia (AS) antara 14 April 1906 sampai dengan kira-kira 1915. Kebangunan rohani ini ditandai pengalaman rohani yang meluap-luap yang disertai pengalaman berbicara dalam bahasa lidah, ibadah-ibadah penyembuhan yang dramatik, dan pembauran antar-ras. Kebangunan rohani ini dipandang sebagai penggerak utama Pentakostalisme di abad ke-20.
Suatu gelombang kedua Roh Kudus menyebar selama 1960-an ketika Gerakan Karismatik tersebar ke beberapa denominasi Protestan dan Gereja Katolik.
Suatu gelombang ketiga Roh Kudus menyebar pertengahan 1980-an.

Tokoh-tokoh paling berpengaruh dari Gelombang Ketiga Roh Kudus mencakup C. Peter Wagner, Tom White, John Dawson, dan Frank Perett – semuanya dari Amerika Serikat.


Peter Wagner

Kritik terhadap Gelombang Ketiga Roh Kudus

Kritik yang realistik dan relevan dari Gerakan Gelombang Ketiga mesti melibatkan penilaian terhadap ideologinya. Ideologi gerakan ini mengulangi unsur-unsur pandangan dunia Mesopotamia kuno, suatu pandangan dunia – suatu pandangan tentang semua bentuk hidup – yang bertentangan dengan pandangan alkitabiah. Pengulangan ini bisa saja terjadi karena manusia punya suatu kecenderungan bawaan untuk mengulangi berbagai susunan ideologi masa lampau dalam bentuk atau “kemasan” yang dipercaya baru tapi yang pada dasarnya bisa sama.

Mesopotamia adalah nama kawasan kuno yang terletak antara Sungai Tigris dan Efrat di Irak dan Siria masa kini. Kawasan ini adalah situs beberapa peradaban kekotaan kuno, seperti Babilonia kuno.

Ajaran Gerakan Gelombang Ketiga yang dipengaruhi pandangan dunia Mesopotamia kuno mencakup pokok-pokok berikut:

Orang bisa kerasukan roh jahat, dengan atau tanpa izin mereka.
Beberapa orang Kristen punya karunia khusus untuk membedakan secara tepat kehadiran setan dan mengusirnya.
Ada makhluk-mahkluk yang disebut “roh-roh teritorial” yang mempertahankan sejenis dominasi khusus atas lingkungan hidup, kota besar, dan bahkan desa. Beberapa orang Kristen punya kemampuan khusus untuk mengenal dan menentang kendali roh-roh teritorial.
Benda-benda atau tempat-tempat bisa memproyeksikan pengaruh jahat dan berperan sebagai saluran bagi penindasan setan-setan.
Peristiwa-peristiwa traumatik, entah dalam hidup kita entah dalam hidup masa lampau leluhur kita, bisa dibuat rapuh terhadap pengaruh setan-setan.

Suatu ringkasan dari berbagai kritik terhadap Gerakan Gelombang Ketiga bisa dibaca pada tabel berikut. Tabel ini menggarisbesarkan perbandingan tiga pandangan dunia: pandangan dunia Mesopotamia kuno non-Kristen yang memengaruhi pandangan Gelombang Ketiga Roh Kudus dan perbedaan kedua pandangan ini dengan kisah penciptaan menurut Kitab Kejadian dalam Perjanjian Lama.

Suatu Garis Besar Komparatif dari Tiga Pandangan Dunia
Mesopotamia Gerakan Gelombang Ketiga Kisah Penciptaan menurut Kejadian
Penciptaan berasal dari perang Penciptaan berasal dari perang Penciptaan berasal dari damai sejahtera dan kehendak baik Allah
Ada dewa-dewa jahat Ada “kuasa-kuasa” jahat “Kuasa” asli (Roh Allah) baik
Ada suatu kedewataan yang terorganisasi Ada suatu ketuhanan yang terorganisasi Hanya ada satu Allah
Pengalaman manusia dicirikan oleh konflik dengan dewa-dewa Pengalaman orang Kristen dicirikan oleh konflik dengan kuasa-kuasa setan Pengalaman manusia ditetapkan oleh suatu kemitraan dengan Allah
Pengalaman manusia dicirikan oleh rasa takut dan ketidakpastian Pengalaman orang Kristen dicirikan oleh rasa takut dan ketidakpastian Pengalaman manusia dicirikan oleh pengetahuan
Takdir orang Mesopotamia tergantung pada dewa-dewa Takdir orang Kristen tergantung pada dunia roh-roh jahat “Takdir” manusia tergantung pada hubungannya dengan Allah
Orang Mesopotamia bergantung pada tukang tenung untuk mengusir roh-roh jahat di dunia Orang Kristen bergantung pada “speliasis-spesialis” peperangan rohani untuk mengusir roh-roh jahat di dunia Tidak ada kebutuhan untuk mengusir roh-roh jahat di alam semesta

Tanpa pengetahuan tentang perbedaan-perbedaan yang menyesatkan antara teologia Gelombang Ketiga Roh Kudus dan ajaran alkitabiah yang sesungguhnya, Anda yang tidak waspada akan mengira gerakan ini sesuai firman Allah. Sekarang Anda tahu Gelombang Ketiga Roh Kudus adalah suatu teologia Kristen yang bermasalah karena menyesatkan.

Siapa yang Gagal Menyembuhkan Diri dan Anggota Keluarganya?

Tokoh-tokoh yang gagal menyembuhkan dirinya sendiri dan anggota keluarganya berasal dari Gerakan Firman Iman dan Gerakan Gelombang Ketiga – semuanya dari Amerika Serikat. Mereka mencakup A.A. Allen, Jamie Buckingham, William Branham, Charles Capps, Jack Coe, Dr. Hobart Freeman, Keth Grayton, Kenneth E. Hagin, Buddy Harrison, Ruth Ward Heflin, Benny Hinn, E.W. Kenyon, Kathryn Kuhlman, Aimee Semple Mcpherson, Joyce Meyer, Daisy Osborn, John Osteen, Rod Parsley, Uskup Earl Paulk, Fredrick K. Price, Oral Roberts, R.W. Schambach, Ruth Carter Stapleton, Mac Timberlake, John Wimber, dan David Watson. Kedua puluh enam tokoh ini akan dibahas satu demi satu dalam tulisan mendatang.

http://kristenskeptis.blogspot.com/2011/01/xxxii-para-penyembuh-ilahi-yang-gagal.html

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Thu Mar 07, 2013 8:19 pm

Para Penyembuh Ilahi yang Gagal Menyembuhkan Dirinya dan Keluarganya (2)

Waspadalah terhadap ajaran-ajaran palsu para tokoh Gerakan Firman Iman! Ajaran-ajaran palsu mereka mencakup “pernyataan” tentang kesembuhan ilahi. Ini kesembuhan yang diperoleh siapa pun yang sakit: dia menyebutkan penyakitnya saja dan dia bisa mengkleim kesembuhan atas penyakitnya! Ternyata doktrin tentang kesembuhan ilahi ini kebohongan.

Para guru, penginjil, dan pendeta yang menjual penipuan tadi sebenarnya menderita berbagai penyakit. Ada di antaranya yang anggota keluarganya juga menderita berbagai penyakit. Anehnya, penyakit itu mereka sendiri tidak bisa sembuhkan secara ajaib. Padahal, mereka mendaku mereka mampu menyembuhkan orang lain.

Siapakah tokoh-tokoh Gerakan Firman Iman yang gagal menyembuhkan dirinya sendiri dan – beberapa di antaranya – tidak bisa menyembuhkan anggota keluarganya? Barangkali, Anda yang secara teratur menonton siaran TBN atau Life atau siaran-siaran televisi Kristen internasional lainnya sudah mengenal mereka atau sebagian dari mereka. Semuanya berasal dari Amerika Serikat.

A. A. Allen

A. A. Allen diakui sebagai seorang penyembuh rohani dan pengusir roh-roh jahat dari mereka yang kesurupan roh-roh itu. Meskipun mendaku atau didaku punya kuasa itu, dia meninggal dunia karena penyalahgunaan minuman keras.

Semasa hidupnya, penginjil/pendeta ini mendirikan dan mengelola perusahaan KKR A. A. Allen’s Revival, Inc. Miracle Valley di Arizona (AS). Nama luar biasa ini diperjelas dengan kalimat iklan yang mencengangkan: The Blind to See, the Deaf to Hear, the Lame to Walk. SIGNS. GIFTS. WONDER (Orang Buta (Akan) Melihat, Orang Tuli Mendengar, Orang Timpang Berjalan. TANDA. KARUNIA. MUJIZAT).

A. A. Allen mendaku sudah melakukan ribuan penyembuhan ilahi. Tapi dia sendiri meninggal dunia karena pengerasan (jaringan) hati pada tahun 1970. Laporan lain mengatakan dia meninggal dunia karena komplikasi penyakit hati. Penyakit yang mematikannya ini berasal dari kebiasaannya minum alkohol secara diam-diam sambil mengkleim dia mampu menyembuhkan secara ilahi orang lain.

Jamie Buckingham

Penulis karismatik ini meninggal dunia karena kanker. Berlawanan dengan teologia tentang kesembuhan ilahi, dia malah mendapat perawatan dokter sebelum meninggal dunia.

William Branham (1909-1965)

Penginjil Pentakosta ini dipandang sebagai Bapa KKR Kesembuhan Rohani di AS pasca Perang Dunia II. Dia berperan besar dalam beberapa kesembuhan rohani spektakuler yang pernah dilihat penganut aliran Pentakosta.


William Branham

Akan tetapi, dia meninggal dunia tahun 1965 pada usia 56 tahun. Sebelumnya, dia menderita selama enam hari karena luka-luka yang disebabkan suatu kecelakaan mobil.

Teologia William Branham tentang kesembuhan rohani tidak alkitabiah dan menyimpang. Ketika diterapkan pada dirinya sendiri sesudah mengalami kecelakaan mobil itu, teologia dia tidak punya pengaruh apa pun pada kesehatannya.

Meskipun demikian, para pengikutnya tetap yakin Allah akan membangkitkan dia dari kematiannya. Ini suatu keyakinan yang tidak terbukti.

Charles Capps

Penginjil ini mengajarkan tentang kuasa kata untuk menciptakan realitas. Katanya: “Saya tidak menyangkal adanya penyakit. Saya menyangkal hak penyakit itu untuk ada dalam tubuh ini, karena saya Tubuh Kristus.”

Maksudnya, Tubuh Kristus sesudah Dia bangkit dari kematian kekal; karena itu, bebas dari penyakit. Karena pengikut teologianya dan dia sendiri adalah Tubuh Kristus, mereka bebas dari penyakit.

Teologia Capps tidak ada di Alkitab. Sekalipun orang Kristen sudah ditebus Yesus dan mendapat jaminan akan keselamatan, mereka belum bebas dari penyakit selama mereka hidup di dunia. Nanti di sorga barulah mereka mendapat tubuh mirip tubuh Kristus, tubuh yang kekal, yang bebas dari penyakit. Jelas, ajaran Capps menyesatkan.

Apa hasil ajaran palsu Capps? Isterinya kena kanker, penyakit yang gagal ditolak untuk berada dalam tubuhnya, dan sebagai akibatnya dia – bertentangan dengan teologia Capps yang menolak perawatan medis – dirawat secara medis.

Jack Coe

Dia diakui sebagai seorang penyembuh rohani. Tapi dia meninggal dunia karena polio, sejenis penyakit kelumpuhan yang sering menyerang anak-anak dan disebabkan infeksi virus.

Sebelum menderita polio, dia memperingatkan para pengikutnya untuk tidak mencari kesembuhan pada para dokter medis. “Akan tiba harinya,” katanya, “ketika mereka yang berkonsultasi pada dokter akan memperoleh tanda binatang itu.” Frasa “tanda binatang” yang dia maksudkan mengacu pada angka 666, angka Iblis, dalam Kitab Wahyu Yohanes dalam Perjanjian Baru.

Akhirnya, Jack Coe terkena bumerang dari kata-katanya sendiri. Dia sakit sangat parah karena menderita sejenis penyakit polio yang disebut polio bulbar. Itulah “tanda binatang” itu yang diperolehnya dan mengakibatkan dia – bertentangan dengan penolakan ajarannya terhadap perawatan dokter – dirawat di rumah sakit.

Dr. Hobart Freeman

Dia seorang guru dan pendeta Firman Iman. Lebih dari sembilan puluh orang meninggal dunia di gerejanya karena mereka mengikuti ajarannya. Lalu, Hobart juga meninggal dunia karena suatu penyakit yang sebenarnya bisa dirawat di rumah sakit.

Hobat sudah menyesatkan para pengikutnya. Mereka sesungguhnya menerapkan ajaran-ajaran Gerakan Firman Iman sampai pada tahap logisnya yang terakhir. Untuk menghadapi kematian yang menyakitkan, andalkan saja “janji-janji” dan cukup percaya pada ajaran Dr. Hobart Freeman. Janganlah menolak menyangkal apa yang mereka percaya. Yang menyembuhkan mereka bukan Dokter dan Doa, bukan D & D. Yang menyembuhkan mereka hanyalah iman.


Dr. Hobart Freeman

Ternyata kemudian, dia menjadi seorang saksi kebobrokan paling mengerikan dari kesalahan-kesalahan ajaran Gerakan Firman Iman. Seandainya benar, ajaran-ajaran Firman Iman pastilah memberi kesembuhan kepada Hobart dan lebih dari sembilan puluh orang. Ternyata, mereka semua meninggal dunia karena mereka percaya iman saja yang menyembuhkan mereka.

Beberapa kejadian sebelum Hobart meninggal dunia menunjukkan kesalahan ajarannya tentang kesembuhan, kesalahan yang juga melibatkan hukum negara AS. Seorang gadis berusia lima belas tahun meninggal dunia karena suatu penyakit. Seandainya penyakit itu ditangani di rumah sakit, gadis itu punya peluang besar untuk tidak meninggal dunia. Tapi nasib gadis itu demikian karena ditentukan orang tuanya, anggota Firman Iman. Mereka menolak perawatan medis atau kedokteran modern untuk puterinya karena mereka percaya kesembuhan hanya melalui iman.

Penyesatan melalui ajaran Dr. Hobart Freeman yang mengakibatkan puteri kedua orang tua itu meninggal dunia menimbulkan masalah hukum di tempat mereka tinggal di AS. Pemerintah setempat menilai kematian puteri itu akibat kelalaian kedua orang tuanya memperoleh perawatan rumah sakit baginya. Kematian puterinya adalah suatu pembunuhan. Sebagai akibatnya, mereka dijatuhi hukuman penjara selama sepuluh tahun karena pembunuhan yang lalai mereka cegah.

Segera sesudah itu, Freeman sendiri meninggal dunia karena pneumonia dan kegagalan jantung. Kegagalan jantungnya diperparah salah satu kakinya yang membisul Desember 1984.

Teologia Dr. Hobart Freeman tidak mengizinkan dia mengaku bahwa penyakit polio sudah lenyap dari salah satu kakinya. Kakinya itu cacat dan timpang. Dalam kaitan ini, dia mengatakan, “Saya punya penyembuhanku.”

Tapi apa yang dia katakan tadi bertentangan dengan apa yang dia alami. Ada orang yang menunjukkan padanya bahwa ada pertentangan yang cukup jelas antara cacat jasmani dan teologianya. Namun, dia secara patuh menuruti teologianya sendiri dengan menolak semua perawatan medis bagi penyakit-penyakit yang tengah membunuh dia.

Sesungguhnya, sains kedokteran bisa dengan mudah memperpanjang hidup Dr. Hobart Freeman. Tapi dia akhirnya menjadi seorang korban ajarannya sendiri.

Keth Grayton

Dia seorang tokoh Gerakan Profetik, tentang nubuat-nubuat, yang meninggal dunia karena komplikasi AIDS. Di depan jemaat suatu gereja di Detroit (AS), dia mengatakan dia sudah sembuh total. Tapi dia meninggal dunia sekitar satu tahun kemudian.

Kenneth E. Hagin

Hagin dipandang sebagai “Bapa” Gerakan Firman Iman tapi gagal menyembuhkan seorang anggota keluarganya. Dia mengaku punya iman yang besar dan urapan khusus. Tapi kedua “kuasa rohani” itu tidak mampu menyembuhkan saudara perempuannya, kemudian meninggal dunia karena kanker.

Buddy Harrison

Menantu lelaki Kenneth E. Hagin ini meninggal dunia karena kanker Desember 1999. “Urapan penyembuhan khusus” Hagin tidak mampu menyembuhkan salah seorang anggota keluarganya.

Ruth Ward Heflin

Heflin mengaku dia seorang pengkhotbah dengan kuasa, tapi dia meninggal dunia pada usia 60 tahun, lebih awal dari yang dia harapkan. Ruth Ward Helfin adalah pemimpin Gereja Pentakosta Kalvari di Ashland, Virginia (AS). Wanita ini terkenal karena peranannya dalam apa yang disebut KKR “debu emas” yang melibatkan gereja-gereja lintas dunia. Dia meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Richmond, Virginia, 15 September 2000 sesudah menderita kanker selama beberapa bulan.


Pdt. Ruth Ward Heflin

Suatu kecelakaan mobil yang mengakibatkan suatu pergelangan kaki Heflin pada tahun 1999 mengharuskan dia mendapat perawaan medis. Dokter-dokter mendiagnosisnya dan menemukan kanker payudara yang sudah menyebar ke seluruh tulang-tulangnya. Sebagai akibatnya, dia seharusnya menjalani suatu masketomi (pemotongan seluruh payudara) pada 25 April 2000. Tapi dia menolak kemoterapi atau perawatan kanker lanjutan karena dia mengatakan Tuhan mengatakan padanya, “Tolaklah perawatan itu.”

Ternyata “pengkhotbah dengan kuasa” ini tanpa kuasa untuk melawan kanker yang dideritanya, mendapat perawatan medis, dan takluk pada sengatan maut, sebagian karena mengandalkan hanya imannya .

Gereja yang dipimpin Heflin didirikan kedua orang tuanya tahun 1950-an. Gereja itu kemudian dipimpin Wallace, saudara lelakinya, kemudian meninggal dunia tahun 1997.

Benny Hinn

Penyakit dan kemalangan yang dialami Benny Hinn sudah dijelaskan dalam bab I dan XXIV blog ini. Anda dimohon membaca ulang kedua bab ini.

Yang ingin disoroti di sini ialah pertentangan antara ajarannya tentang kesembuhan rohani atau ilahi dan penyakit dan kemalangannya yang tidak bisa disembuhkan atau dipulihkan oleh ajarannya. Anda ingat, misalnya, bahwa dia dan isterinya mengalami suatu kecelakaan pesawat terbang di Orlando, Florida, AS 1983; mereka berdua terluka, tapi Hinn paling terluka di kepalanya. Mereka berdua dirawat di rumah sakit sampai sembuh. Anda barangkali masih ingat Suzanne, isterinya, menderita sejenis penyakit jiwa dan selama berapa tahun dan harus menjalani pengobatan. Akhirnya, dia bercerai dari suaminya, Benny Hinn.

Luka dan kemalangan Hinn ironis. Dia mengatakan bahwa dia “seorang beriman” yang tidak akan ditimpa penyakit. Dia juga mengatakan dia” seorang mesias kecil” dan “seorang allah kecil.” Semua pernyataannya terbukti tidak mampu menolong dia selamat dari kecelakaan pesawat terbang, luka di kepalanya, dan sakit jiwa isterinya.

E. W. Kenyon

Kenyon, kemudian dipandang sebagai Bapa Gerakan Firman Iman, kuliah di Perguruan Seni Pidato Emerson di Boston (AS), waktu itu adalah suatu pusat kegiatan pikiran Abad Baru yang tengah muncul. Para mahasiswa dan dosen di perguruan itu membayangkan bahwa mereka sudah menemukan hukum-hukum iman, dan memperkenalkan suatu versi Kristen dan okultisme.

Abad Baru adalah nama suatu gerakan modern yang muncul tahun 1980-an dan menekankan kesadaran rohani, sebagian besar anti-alkitabiah. Sering, gerakan ini melibatkan kepercayaan akan reinkarnasi, astrologi, praktek meditasi, vegetarianisme, dan pengobatan holistik. Reinkarnasi, suatu ajaran dalam Hinduisme, adalah kepercayaan bahwa ada siklus yang berulang-ulang dari kelahiran kembali suatu jiwa (seorang mati) untuk meneruskan hidup lain dalam suatu tubuh yang baru. Astrologi, suatu praktek masyarakat non-Kristen kuno yang masih berlaku, adalah penelitian tentang posisi Bulan, Matahari, dan planet-planet dengan kepercayaan bahwa gerak benda-benda langit itu memengaruhi manusia. Vegetarianisme, dipraktekkan juga oleh anggota-anggota Gereja Adven, adalah suatu ajaran tentang menjaga kesehatan dengan hanya makan buah-buahan, sayur-sayuran, padi-padian, biji-bijian, biasanya telur dan hasil-hasil peternakan susu – tanpa makan daging atau ikan. Kecuali pengobatan holistik dan barangkali vegetarianisme, kepercayaan akan reinkarnasi, meditasi (yang tidak memusatkan perhatian pada Allah dalam Alkitab), dan astrologi berlawanan dengan ajaran alkitabiah.

Usai kuliah dan kemudian menjadi pendeta atau penginjil, E.W. Kenyon yang sudah dipengaruhi pikiran Abad Baru tadi mengambil suatu tindakan yang melawan firman Allah. Dia menceraikan isterinya.

Selain itu, dia menyebarkan ajaran-ajarannya yang sudah dipengaruhi Pikiran Baru. Menurut ajarannya, apa yang seorang katakan, dia akan miliki. Katakan, “Mau sehat”, dan kau akan memiliki kesehatan; katakan, “Mau kaya”, dan kau akan memiliki kekayaan! Dia juga menyebarkan ajaran tentang kesembuhan ilahi; menurutnya, Allah selalu berkehendak untuk menyembuhkan manusia.

Tapi ajarannya tentang kesembuhan ilahi gagal menyembuhkan dirinya sendiri. E. W. Kenyon meninggal dunia sesudah dia berada dalam suatu keadaan koma karena tumor ganas.

Kathryn Kuhlman

Mentor Benny Hinn ini diakui sebagai seorang penyembuh ilahi. Ironisnya, dia sendiri tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri dan sebagai akibatnya meninggal dunia.

Mula-mula, dia mengalami gangguan jantung pada tahun 1976. Selama dua puluh tahun, dia berjuang menyembuhkan penyakitnya. Tapi akhirnya dia meninggal dunia karena kegagalan jantung.

Aimee Semple Mcpherson

Wanita ini diakui sebagai seorang penyembuh ilahi. Nyatanya, dia meninggal dunia tahun 1944 karena suatu kelebihan dosis barbiturat, sejenis obat penenang dan obat tidur.

Kehidupan pribadi Aimee kontroversial. Dia lenyap secara misterius, diduga keras punya berbagai hubungan asmara. Dia menikah berkali-kali dan dua kali mengalami perceraian. Akhirnya, penyembuh ilahi yang tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri meninggal dunia.

Joyce Meyer

Nama pennulis dan pembicara wanita ini rasanya populer di Indonesia. Ada, misalnya, terjemahan berbagai bukunya ke dalam bahasa Indonesia ; selain itu, dia secara teratur muncul dalam siaran televisi Kristen Life yang ditonton di Indonesia.


Joyce Meyer

Seperti penyembuh rohani yang lain, Meyer mengkleim bahwa mujizat-mujizat bisa menyembuhkan orang. Untuk memperoleh kesembuhan ajaib, mereka perlu praktek iman berbentuk “pengakuan positif.” Hanya iman saja yang menyembuhkan; karena itu, pengobatan dokter tidak perlu.

Tapi ajaran ini berlawanan dengan kenyataan ketika Joyce Meyer mencari pengobatan dokter. Secara jujur, dia mengaku pada dokter bahwa dia menderita kanker payudara, dan dirawat secara medis. Ini salah satu dari sedikit pengakuan jujur para tokoh Gerakan Firman Iman dan Gelombang Ketiga.

Daisy Osborn (1924-1995)

Dia isteri T.L. Osborn (1923), penginjil penulis Pentakosta terkenal itu. Daisy meninggal dunia karena kanker.


T.L. Osborn

Tokoh-tokoh Gerakan Firman Iman dan Gelombang Ketiga Roh Kudus lainnya akan diuraikan dalam tulisan ketiga. Tulisan ini akan disusul kesimpulan-kesimpulan.

http://kristenskeptis.blogspot.com/2011/01/xxxiii-para-penyembuh-ilahi-yang-gagal.html

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Thu Mar 07, 2013 8:26 pm

Para Penyembuh Ilahi yang Gagal Menyembuhkan Dirinya dan Keluarganya (3)

John Osteen

John Osteen, pendeta gereja mega (sangat luas) Firman Iman di Houston, Amerika Serikat, dan ayah pendeta Joel Osteen yang terkenal itu, menderita kanker hati. Tapi selama suatu jangka waktu, dia hidup berkat kemurahan Allah dan perawatan medis.

Osteen meninggal dunia karena beberapa kondisi medis. Sementara menjalani perawatan medis, dia dan anggota gerejanya berharap akan kesembuhan ilahi.

Dia menderita penyakit ginjal 1998 yang mengharuskan dia menjalani cuci darah. Dia juga menjalani suatu kateterisasi jantung Agustus 1998; tindakan medis ini menentukan bahwa semuanya baik-baik dengan jantungnya. Lalu, para dokter melakukan suatu pembedahan untuk memasang sebuah pacu jantung. Ini semua perawatan medis bagi John Osteen.

Meskipun menjalani perawatan medis, dia mengharapkan juga kesembuhan rohani melalui mujizat kesembuhan. Osteen tahu “dia punya suatu kebutuhan akan suatu mujizat.” Untuk kesembuhannya melalui suatu mujizat, dia mengkleim Allah memberi kepadanya Mazmur 27:14: “Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” Permintaan lalu disampaikan kepada teman-teman John Osteen supaya, bersama-sama dengan dia, menantikan Tuhan; mereka sepakat dengan dia bahwa suatu mujizat kreatif dibutuhkan untuk menyembuhkan ginjal dan jantungnya. Mereka percaya Tuhan akan mengubah penyakit Osteen dan akan membangkitkan dia dari kematian! Keyakinan ini diperkuat oleh suatu penglihatan “Tuhan” padanya: dia akan berkhotbah sampai dia berusia 90 tahun. Dia “mengaku” kesembuhannya dan 20.000 anggota gerejanya berdiri dalam suatu “kesepakatan” dengan dia untuk memperoleh kesembuhannya. Mereka percaya dia akan memperoleh mujizat kesembuhannya, persis seperti Dodi, isterinya.

Hasil akhir dari perawatan medis dan harapan spiritual akan kesembuhan John Osteen? Jawaban Tuhan ternyata berbeda dengan semua harapan medis, dia, dan gerejanya: dia meninggal dunia pada usia 70-an tahun. Jelas, ada suatu perbedaan antara harapan medis, harapannya, dan harapan gerejanya akan kesembuhan dan usia panjang dan kenyataan kematiannya lebih awal dari yang dia harapkan.

Rod Parsley

Parsley, sering berkhotbah atau berbicara di TBN, dan seorang guru injil kemakmuran berdasarkan Firman Iman, masuk rumah sakit untuk bedah punggungnya. Tidak berlaku lagi kleimnya bahwa orang bisa sembuh dengan “menyebut kesembuhannya dan mendakunya”.


Rod Parsley

Parsley menyebarkan suatu ajaran menyesatkan tentang kesembuhan ilahi. Menurut ajarannya, Yesus harus menderita bagi semua penyakit kita. Kerajaan Allah, dia bergembar-gembor, datang dalam tubuh kita. “Yesus tidak sakit,” katanya. “Saya tidak perlu sakit.”

Tapi bukti di “lapangan” lain. Dia menderita sakit punggung dan harus menjalani pembedahan punggungnya di rumah sakit. Dia jelas tidak bisa menyebut kesembuhannya dan mendakunya.

Ajarannya adalah suatu kesalahan lama yang disebut “penyembuhan dalam penebusan”. Penyembuhan, dalam arti yang paling dalam, memang ada dalam penebusan, seperti yang dijelaskan dalam Roma 8 dan Kitab Wahyu Yohanes 21.

Kitab pertama menjelaskan hakekat dari hidup oleh Roh: Roh memberi hidup dan telah memerdekakan kita dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut (ayat 2). Kitab kedua memerikan langit yang baru dan bumi yang baru. Apa yang manusia alami di bawah langit yang pertama dan bumi yang pertama sudah berlalu dalam kondisi kehidupan yang baru: “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu sudah berlalu.”

Kedua bacaan tadi, khususnya Kitab Wahyu 21, mengacu pada tubuh baru manusia, tubuh yang dimuliakan dan kekal. Akan tetapi, manfaat penuh dari tubuh yang dimuliakan dan kekal hanya akan diwujudkan di sorga. Semua berkat jasmani dan rohani kita bersumber pada penebusan Yesus, tapi kita belum menerima semua berkat itu sekarang. Jadi, doktrin tentang penyembuhan dalam penebusan tidak berlaku sekarang tapi di masa depan.

Parsley punya suatu bukti di rumahnya sendiri tentang ajarannya bahwa penyembuhan dalam penebusan berlaku sekarang, suatu ajaran yang keliru karena bertentangan dengan Alkitab. Austin, puteranya, menurut suatu diagnosis, menderita “sindrom Asperger, suatu bentuk autisme berfungsi tinggi”. Allah sudah menyediakan suatu bukti tentang kesalahan ajaran Parsley sendiri, tapi – untuk alasan apa pun – dia menolak melihat bukti itu di rumahnya. Menyedihkan bahwa Parsley bisa mengadakan penggolongan begitu rupa sehingga dia menerapkan ajaran-ajarannya pada para pengikutnya, tapi dia sendiri punya suatu bukti yang berbeda di rumahnya.


Rod Parsley sedang berkhotbah

Rod Parsley kemudian mendaku Austin sudah sembuh sama sekali dari sindrom Asperger. Kalau memang sudah sembuh, mengapa puteranya tidak pernah ditampilkan dalam siaran program televisi ayahnya, biar pemirsa dan hadirin di siaran televisi itu menyaksikan suatu bukti nyata dari ajarannya tentang penyembuhan dalam penebusan? Kita, karena itu, masih memerlukan konfirmasi bahwa Austin sudah benar-benar mengalami “kesembuhan” tanpa pengobatan tradisional.

Ada masalah lain yang berkaitan dengan ajaran Parsley tentang penyembuhan dalam penebusan. Mengapa dia membutuhkan para ahli kedokteran untuk mendiagnosis puteranya? Bukankah Allah seharusnya menyembuhkan Austin segera ketika ayahnya memerintahkan kesembuhan itu kepadanya?

Uskup Earl Paulk

Earl Paulk menderita suatu penyakit, hampir mati, dan rupanya tidak ingin mati di luar harapannya. Untuk mencari kesembuhan, dia bertemu dengan Rod Parsley.

Paulk menyebarkan ajaran-ajaran yang menyimpang tentang kesembuhan. “Kita sudah menerima kesungguhan penantian melalui baptisan Roh Kudus, tapi kita harus bergerak ke arah kepemilikan, yaitu, mengalahkan musuh terakhir, maut. Terkadang, penafsiran sudah dibuat bahwa Yesus Kristus menaklukkan maut, tapi seandainya demikian, mengapa surat Paulus ke jemaat Korintus, ditulis sekurang-kurangnya sembilan puluh tahun kemudian, mengatakan bahwa musuh terakhir yang akan dihancurkan adalah maut (1 Korintus 13:26)? Yesus Kristus menaklukkan maut Seorang Diri. Tapi terbuka bagi gereja untuk menaklukkan maut berdasarkan suatu usaha sebagai suatu organisasi.” (Kata-kata yang dicetak miring adalah penekanan pada ajaran yang bermasalah dari Uskup Earl Paulk.)

Orang Kristen sudah menerima kesungguhan penantian? Melalui baptisan Roh Kudus? Penantian apa? Memang itu kata Alkitab?

Dalm konteks alinea di atas, penantian yang dimaksud adalah penantian melalui baptisan Roh Kudus. Apa yang dinantikan? Waktu ketika maut, musuh terakhir, dikalahkan.

Jadi, waktu ketika maut dikalahkan adalah kesungguhan penantian yang sudah kita terima. Melalui sarana apa kita sudah menerima kesungguhan penantian itu? Melalui baptisan Roh Kudus.

Sesudah menerima kesungguhan penantian itu, apa yang harus dilakukan orang Kristen? Beranjak ke arah kepemilikan: mengalahkan maut, musuh terakhir kita.

Kapan dan oleh siapa maut itu dihancurkan dan orang Kristen boleh mengkleim kepemilikannya akan hidup yang kekal? Paulk menemukan melalui ajarannya dua pokok yang baginya saling bertentangan karena penafsiran. Di satu pihak, ada penafsiran bahwa Yesus sudah mengalahkan maut dan menyediakan kepemilikan akan hidup yang kekal bagi kita. Di pihak lain, kepemilikan itu, menurut Paulus, akan terjadi di masa depan.

Bagaimanakah kontradiksi ini bisa dijelaskan? Untuk menjawab pertanyaan ini, Paulk mengajukan pemecahan teologisnya. Di satu pihak, maut sudah dikalahkan Yesus sendiri. Di pihak lain, maut akan ditaklukkan melalui Gereja sebagai suatu usaha bersama.

Ajaran Uskup Earl Paulk bermasalah. Alkitab menegaskan bahwa Yesus sudah menaklukkan maut untuk Gereja-Nya, untuk setiap orang yang bertobat, percaya kepada-Nya, dan melakukan kehendak-Nya (Yohanes 5:24; 1 Korintus 15:53-57; 1 Yohanes 5:12; dan Wahyu 1:18). Kematian kedua, berlaku bagi mereka yang tidak mengalami kebangkitan pertama, adalah perpisahan terakhir dari Allah (Wahyu 20:6,14). Jelaslah, harapan atau kerinduan akan hidup yang kekal, sesuatu yang akan terjadi di masa depan, sudah dijamin Yesus Kristus bagi semua orang Kristen, kecuali mereka yang tidak mengalami kebangkitan pertama. Jaminan itu sudah terjadi di masa lampau tapi harapan atau kerinduan akan hidup yang kekal bagi Gereja dan orang percaya akan terjadi di masa depan. Harapan itu seharusnya memberi kekuatan iman bagi Paulk untuk menghadapi hidup, termasuk penyakit, dan bukan merasa takut menghadapi kematian.

Fredrick K. Price

Betty, isteri Price, seorang pendeta gereja mega Firman Iman di Los Angeles (AS) dan salah seorang guru Firman Iman terkemuka, menderita kanker. Dia dirawat secara medis di rumah sakit, tempat dia menjalani kemoterapi.

Ironisnya, perawatan medis yang diperoleh Betty berlawanan dengan ajaran suaminya tentang kesembuhan melalui iman saja. Simaklah kata-katanya: “Kalau Anda membutuhkan sebuah tongkat ketiak atau sesuatu untuk menolong Anda bergerak maju, maka pujilah Allah, berjalanlah meski pincang sampai Anda mencapai iman yang menggerakkan Anda pada titik Anda tidak membutuhkan sebuah tongkat ketiak.” Pendek kata, imanmu menyembuhkan Anda.

Simaklah juga kata-katanya yang lain. “. . . bagaimana Anda bisa memuliakan Allah dalam tubuhmu ketika tubuh itu tidak berfungsi dengan benar? . . . . Bagaimana Dia menerima kemuliaan ketika tubuh tidak bekerja dengan baik? . . . . Apa yang membuat Anda berpikir Roh Kudus ingin tinggal di dalam suatu tubuh tempat Dia tidak bisa melihat ke luar melalui jendela-jendela dan Dia tidak bisa mendengar dengan telinga? Apa yang membuat Anda berpikir Roh Kudus ingin tinggal di dalam suatu tubuh jasmani tempat anggota-anggota badan dan organ-organ dan sel-sel tidak berfungsi dengan benar? . . . . Dan apa yang membuat Anda berpikir Dia ingin tinggal di dalam sebuah bait tempat Dia tidak bisa melihat dengan mata-Nya, dan Dia tidak bisa berjalan dengan kaki, dan Dia tidak bisa bergerak dengan tangan? . . . . Satu-satunya mata yang Dia miliki yang ada di lingkungan bumi adalah mata yang ada di dalam tubuh. Kalau Dia tidak melihat dengan mata itu, maka Allah dibatasi . . . .”

Singkat kata, Price mengatakan tubuh manusia harus dalam kondisi benar secara rohani, sehat secara jasmani termasuk tanpa cacat (buta, tuli, timpang, buntung, dan berpenyakit). Dengan cara demikian, Allah dimuliakan dan Roh Kudus boleh tinggal di dalam tubuh itu dan berperan dari dalam tubuh itu. Dengan kata lain, kemuliaan Allah dibatasi dan Roh Kudus tidak akan tinggal di dalam tubuh orang percaya kalau tubuhnya menderita penyakit dan cacat.

Jadi, Roh Kudus tidak “tinggal” di dalam Betty sementara dia sakit. Ternyata, ajaran tentang berada di bawah “urapan” oleh Fredrick K. Price tidak cukup bagi isterinya. Kita tahu, dia membutuhkan seorang dokter.

Lalu, apakah Roh Kudus memang mundur dari orang sakit dan cacat tapi hadir di hati mereka kalau mereka sehat dan tanpa cacat jasmani? Alkitab tidak memberi kesaksian bahwa Roh Kudus dibatasi oleh syarat-syarat seperti itu. Roh Kudus adalah suatu kuasa, suatu pengaruh, yang diam di dalam kita (Yoh 14:17) dan menginsafkan kita akan dosa (Yoh 16:8); selain itu, Dia punya kualitas khusus kepribadian seperti kasih (Rom 15:30). Ini beberapa dari sekian hakekat Roh Kudus. Dengan diam di dalam kita, menginsafkan kita akan dosa, dan dengan kasih, Dia tetap menyertai kita. Menyatakan bahwa Dia tidak hadir di dalam diri kita ketika kita sakit, menderita cacat, atau menderita penyakit jelas bukan ajaran alkitabiah.

Kita tahu dari pengalaman sehari-hari bahwa ada anggota-anggota gereja yang cacat dan menderita penyakit tahunan. Ada juga yang karena mengalami kecelakaan menjadi cacat, padahal mereka sebelumnya utuh. Bahkan Rasul Paulus, rasul yang besar itu, sendiri pun tidak bebas dari penyakit yang disebutnya “duri dalam daging”. Tiga kali dia berdoa kepada Allah untuk mengangkat penyakit itu dari tubuhnya tapi Allah menolak; justru dalam kelemahan jasmani dialah, dia menjadi kuat di dalam dan melalui Allah. Roh Kudus tidak memilih kesempurnaan tubuh dan roh sebagai syarat-syarat untuk mengubah hidup orang dan menyertai mereka; Dia hadir di dalam dan melalui orang-orang yang tidak sempurna itu berdasarkan kehendak-Nya yang berdaulat.

Oral Roberts (1918-2009)

Oral Roberts seorang tokoh Firman Iman. Dia seorang penginjil Pentakosta asal Amerika Serikat, seorang tokoh karistmatik Kristen, dan seorang penginjil televisi. Tapi dia juga seorang pemimpin religius paling kontroversial di abad ke-20.


Oral Roberts ketika masih muda

Dia pencetus doktrin tentang iman untuk menanam biji. Anda punya suatu kebutuhan? Tanamlah sebuah biji. Jumlah uang tunai yang besar menyediakan bibit terbaik untuk ditanam. Di samping itu, tokoh ini mempraktekkan doktrin-doktrin kultus tentang menuntun para pengikutnya mengalami keadaan kesadaran yang berubah (altered state of consciousness).

Keadaan kesadaran yang berubah mencakup tidur dan mimpi, meditasi, biofeedback (teknik pengendalian fisiologis), hipnosis, dan keadaan kesadaran yang dihasilkan oleh obat bius. Halusinasi tergolong pada keadaan kesadaran yang berubah. Halusinasi adalah persepsi yang palsu, bisa terjadi dalam keadaan setengah sadar setengah tidur, dan bisa juga dihasilkan hipnosis. Selain itu, keadaan kesurupan tergolong pada keadaan kesadaran yang berubah. Keadaan kesurupan memampukan seorang lebih terbuka pada pengalaman rohani atau manipulasi sengaja dari kesadaran melalui sugesti verbal (kata-kata).

Kecuali tidur dan mimpi serta meditasi dengan fokus pada Yesus Kristus, unsur-unsur lain dari keadaan kesadaran yang berubah harus diuji berdasarkan Alkitab. Halusinasi dan keadaan kesurupan tidak alkitabiah. Kalau ada unsur-unsur lain dari keadaan kesadaran yang berubah yang berlawanan dengan Alkitab, maka unsur-unsur itu harus ditolak.

Terlepas dari itu, Oral Roberts adalah suatu contoh sempurna dari pertentangan antara ajaran tentang kesembuhan dan kenyataan. Dia mengatakan punya penyakit jantung tapi menyangkal penyakit ini karena dia mendaku akan sembuh melalui iman tapi kemudian meninggal dunia. Dalam siaran TBN “Praise the Lord” (6 Oktober 1992), Paul Crouch, pendiri dan pemilik TBN, diminta menumpang tangannya atas Oral Roberts untuk melayani rasa sakit di dadanya. Roberts lalu berseru, “Saya merasakan kuasa penyembuhan Yesus!” Kemudian, dia mengatakan kuasa itu terasa seperti suatu “arus listrik yang melewati dia”. Itu karena Paul percaya dia diurapi. Oral Roberts akhirnya dinyatakan sembuh di TBN.

Benarkah? Dilaporkan bahwa kurang dari empat kemudian, sementara mengunjungi sebuah rumah di Newport Beach (AS), Roberts merasakan kesakitan lebih banyak dan dirawat di Rumah Sakit Memorial Presbiterian Haag di Newport Beach segera sesudah tengah malam. Serangan jantung Roberts “hampir fatal”. Tapi dia berangsur-angsur sembuh dan sekarang memakai sebuah pacu jantung. Akhirnya, dia meninggal dunia pada 15 Desember 2009 dalam usia 91 tahun.


Oral Roberts ketika tua

Perawatan medis yang diperoleh Oral Roberts di rumah sakit diabaikan para pengikut ajarannya. Entah mengapa, mereka buta terhadap pertentangan antara ajarannya dan kenyataan bahwa dia dirawat di rumah sakit.

R.W. Schambach

Meskipun Schambach seorang penyembuh rohani, dia menjalani operasi bypass (pengalihan aliran darah) jantung sebanyak empat kali. Operasi itu dilakukan seorang dokter medis di rumah sakit. Fakta bahwa dia menjalani operasi di rumah sakit bertentangan dengan ajarannya tentang kesembuhan hanya melalui iman. “Anda tidak punya masalah apa pun,” katanya, “apa yang Anda butuhkan hanyalah Allah.”

Ternyata, penyakit jantung Schambach mengakibatkan dia membutuhkan pertolongan seorang dokter ahli. Bukankah dokter itu dipakai Allah demi kelangsungan hidupnya? Tanpa dokter, Schambach sudah lama meninggal dunia, menghadapi penghakiman atas ajarannya yang menyesatkan.

Ruth Carter Stapleton

Stapleton, saudara perempuan mantan Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter, adalah seorang penganut Kesembuhan oleh Iman. Stapleton menolak perawatan medis untuk kanker yang dia derita karena dia percaya akan kesembuhan oleh iman. Dia meninggal dunia karena penyakit itu tahun 1983.

Mac Timberlake

Pendeta Firman Iman ini menderita kanker tenggorokan dan mendapat perawatan medis. Jelas bahwa kesembuhan hanya melalui iman tidak cukup untuk memberinya kesembuhan yang dia inginkan.

John Wimber (1934-1997)

Wimber barangkali adalah penyembuh rohani Gelombang Ketiga kontemporer modern terkemuka. Dia seorang tokoh Gerakan Tanda-Tanda dan Mujizat dan penulis buku Power of Healing. Dia mendaku, “Hakekat Allah adalah menyembuhkan, bahkan mengajar kita melalui penyakit. Umumnya, penyakit tidak menguntungkan.” Tapi dia sendiri pun berjuang melawan angina (nyeri dalam tekak) kronis dan gangguan jantung.


John Wimber

Dalam Power of Healing, dia memberi suatu catatan pribadi sebagai suatu pembuka. Dia mengatakan:

Saya mengalami apa yang kemudian dokter-dokter curiga adalah serangkaian serangan jantung koroner. Ketika kami kembali ke rumah, serangkaian tes medis mengukuhkan rasa takutku yang paling buruk, saya mengalami sebuah jantung yang rusak, barangkali rusak parah. Tes-tes menunjukkan bahwa jantungku tidak berfungsi sebagaimana mestinya, suatu kondisi yang rumit dan mungkin disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Masalah-masalah ini yang ditambah kelebihan berat badanku dan kerja terlalu keras berarti saya bisa mati kapan saja.

Wimber akhirnya meninggal dunia tahun 1997 karena suatu perdarahan. Perdarahan itu berasal dari kanker, suatu penyakit yang dia derita untuk waktu yang lama. Berlawanan dengan ajarannya untuk mencari kesembuhan melalui iman, dia dirawat secara medis. Tidak ada penyembuhan medis oleh “kuasa” bagi dirinya. Yang diberikan adalah kemoterapi sebelum dia meninggal dunia.

David Watson

Kematian mengalahkan David Watson, seorang pemimpin karismatik Inggris yang dipengaruhi John Wimber, ketika dia meninggal dunia. Ini bertentangan dengan doa berulang-ulang John Wimber agar Watson sembuh.

Dalam teologia Wimber, kematian dilihat tidak sebagai suatu kekalahan tapi sebagai suatu kemenangan. Dalam kematian, orang Kristen pergi bertemu Tuhan, atau kematian dalam iman. Di dalam kematian dalam iman, orang Kristen menantikan dalam damai sejahtera hari mereka akan berada bersama Kristus dan orang-orang terkasih yang mendahului mereka.

Tidak Satu pun Menyembuhkan Siapa pun

Semua tokoh Pentakosta, Firman Iman, Gelombang Ketiga Roh Kudus, dan Kesembuhan oleh Iman tadi adalah pemimpin-pemimpin di bidang kesembuhan ilahi. Meskipun diduga keras memperoleh “hasil-hail”, banyak di antaranya sudah menderita dan meninggal dunia karena masalah-masalah medis.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Tidak satu pun dari mereka pernah menyembuhkan siapa pun!

Mengapa tidak pernah? Pemimpin-pemimpin kesembuhan ilahi itu sebenarnya adalah gadungan, pengecoh, yang tidak mempraktekkan apa yang mereka khotbahkan. Ketika mereka sakit atau menderita penyakit, mereka tidak mampu menyembuhkan dirinya sendiri atau mencari kesembuhan melalui KKR kesembuhan ilahi. Alih-alih berbuat demikian, mereka melawan ajarannya sendiri tentang penyembuhan dalam penebusan atau kesembuhan ilahi hanya oleh iman: mereka pergi ke dokter-dokter dan ahli-ahli bedah yang mereka bayar mahal.

http://kristenskeptis.blogspot.com/2011/02/xxxiv-para-penyembuh-ilahi-yang-gagal.html

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Fri Mar 15, 2013 3:07 pm


Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Fri Mar 15, 2013 3:12 pm


Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Fri Mar 15, 2013 3:13 pm


Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Fri Mar 15, 2013 3:14 pm


Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Fri Mar 15, 2013 3:16 pm


Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Skandal Kebohongan ‘Mukjizat’ Para Pendeta

Post by Penyaran on Fri Mar 15, 2013 3:18 pm


Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 114
Male
Posts: 2559
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top


Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum