FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

tafsir Qs 2:62 agama yahudi dan nasrani ternyata juga benar

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

tafsir Qs 2:62 agama yahudi dan nasrani ternyata juga benar

Post by keroncong on Thu Jan 03, 2013 10:15 pm

Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:62)

Ayat ini sering ‘diperkosa’ oleh kalangan sekuler atau Islam liberal sebagai ayat yang membenarkan semua agama. Karena secara harfiyah, ayat ini sekilas memang menunjukkan bahwa yahudi, nasrani dan sabiin bila telah beriman kepada Allah SWT dan hari kiamat dan berbuat kebaikan, akan menerima pahala. Bahkan meski di atay itu tidak disebutkan, sering dipahami dengan masuk surga dan agamanya benar atau diakui oleh Allah SWT juga.

‘Pemerkosaan’ ayat ini demi kepentingan kampanye bahwa semua agama adalah benar merupakan gaya khas para zindiq dan orang-orang yang ingin merusak agama ini. Bila dikupas lebih dalam, maka kesalahan fatalnya adalah :

Mengambil pengertian sekilas sebuah ayat lalu menambahinya dengan pemikiran pribadi bukanlah cara yang dibenarkan dalam metodologi tafsir, apalagi metodologi fiqih.

Para ulama terbiasa mengkomparasikan sekian banyak ayat, hadits dan dalil-dalil lainnya sebelum mengambil kesimpulan. Sedangkan mencungkil sebuah ayat tanpa membandingkan pemahamannya dengan yang lain adalah ciri para zindiq dan provokator yang menyesatkan.

Ayat itu sama sekali tidak memberikan pengertian bahwa nasrani atau yahudi itu adalah agama yang benar. Apalagi disamakan dengan Islam. Ayat itu hanya menyebutkan bahwa bila beriman kepada Allah SWT, hari akhir dan berbuat baik, maka mendapat pahala. Tapi tidak ada keterangan bahwa agama mereka itu benar dan diterima Allah SWT. Yang ada hanyalah Allah SWT memberikan balasan kepada amal shalih yang mereka lakukan. Namun dengan syarat iman kepada Allah SWT dan hari akhir.

Dan iman kepada Allah SWT itu bukan sekedar percaya bahwa Allah SWT itu ada. Karena kalau hanya sampai disitu, orang-orang arab jahiliyah pun juga percaya bahwa Allah SWT itu ada. Silahkan simak ayat berikut ini :

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka dipalingkan .(QS. Al-Ankabut : 61).

Arab Jahiliyah yang menyembah 360 berhala di sekeliling ka’bah itu tak ada satu pun dari mereka yang atheis, semuanya iman kepada Allah SWT dalam arti percaya bahwa Allah SWT itu ada. Bahkan lebih dari itu, mereka pun menyembah Allah SWT, berkurban, berhaji dan bertawakkal kepada Allah SWT. Dengarlah apa yang diucapkan oleh Abdul Muttalib ketika ka’bah hendak dihancurkan oleh Abrahah,”Ka’bah ini memiliki tuhan yang akan melindunginya’. Karena itu beliau hanya meminta unta-untanya yang dirampas Abrahah dan yakin sekali bahwa Allah SWT pasti melindungi ka’bah.

Tapi semua keimanan itu tidak ada gunanya, karena doktrin iman versi Al-Quran Al-Karim tidaklah berhenti sampai disitu, melainkan sampai pada dua kalimat : Tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali hanya Allah SWT” dan “Muhammad itu adalah Nabi dan utusan Allah”. Artinya, segala penyembahan dalam bentuk apapaun dan kepada objek apapun harus dibuang, kecuali hanya kepada Allah SWT saja. Dan bahwa Muhammad itu bukan sekedar tokoh jenius, berpengaruh atau sosok pemimpin, tapi lebih dari itu, beliau adalah manusia yang diturunkan kepadanya kitab suci, wahyu, syariat dan agama terakhir yang menghapus semua syariat dan agama lainnya.

Itulah pengertian iman versi Al-Quran Al-Karim. Jadi bukan sekedar percaya kepada tuhan. Kalau sekedar percaya, maka hitler, Musolini dan semua begundal dunia pun percaya.

Bila ayat itu dipahami bahwa semua agama adalah benar dan pasti pemeluknya mendapat pahala, maka pemahaman sesat seperti itu bertabrakan dengan sekian banyak ayat dan hadits lainnya. Misalnya :

a. Agama disisi Allah SWT hanya Islam saja, lainnya tidak
Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam. (QS. Ali Imran : 19).

b. Agama lain selain Islam tidak akan diterima dan rugi
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.(QS. Ali Imran : 85).

c. Al-Quran Al-Karim secara tegas menyatakan bahwa Nasrani itu kafir
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(QS. Al-Maidah : 72).

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.(QS. Al-Maidah : 73).

d. Nasrani itu Dilaknat Allah SWT
Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.(QS. Al-Maidah : 78-79).

e. Nasrani dan Yahudi itu Diperangi Allah SWT
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah memerangi mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?(QS. At-Taubah : 30).

f. Nasrani Itu Celaka Karena Menodai Kesucian Kitabnya
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.(QS. Al-Baqarah : 79).

g. Nasrani itu selain menyembah Isa juga menyembah pendeta dan rahib mereka
Mereka menjadikan para pendeta dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.(QS. At-Taubah : 31).

Yang benar dalam menafsirkan ayat Al-Baqarah : 62 adalah dengan membaca ayat lainnya yaitu surat An-Nisa : 162.

Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka (ahli kitab) dan orang-orang mu'min, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu , dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.(QS. An-Nisa : 162).

Beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad SAW), yaitu beriman dan membenarkan Al-Quran Al-Karim serta menjadikannya sebagai kitab suci dan pedoman hidup..
Beriman kepada apa yang telah diturunkan sebelummu, yaitu kitab-kitab sebelumnya, tentu yang masih asli dan belum dinodai dengan tambahan dan mengurangan.
Mendirikan shalat sebagaimana yang telah ditentukan oleh Rasulullah SAW , karena syariat shalat yang dibawa nabi Isa telah dinasakh (dihapus) dan diganti dengan aturan baru yang dibawa oleh Rasulullah SAW.
Menunaikan zakat
Beriman kepada Allah
Beriman kepada hari kemudian.

Jadi tidak cukup sekedar percaya bahwa tuhan itu ada dan kiamat itu ada dan melakukan kebaikan, lantas mendapat pahala.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: tafsir Qs 2:62 agama yahudi dan nasrani ternyata juga benar

Post by aliumar on Sat Jan 05, 2013 2:21 pm

Hadits ‘Auf bin Malik Radhiyallahu 'anhu.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِفْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً فَإِحْدَى وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَاحِدَةٌ فِيْ الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِيْ النَّارِ، قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ هُمْ؟ قَالَ: الْجَمَاعَةُ.

Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh puluh satu) golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 (tujuh puluh dua) golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.’

Keterangan
Hadits ini telah diriwayatkan oleh:
1. Ibnu Majah, dalam kitab Sunan-nya Kitabul Fitan bab Iftiraaqil Umam no. 3992.
2. Ibnu Abi ‘Ashim, dalam kitab as-Sunnah I/32 no. 63.
3. Al-Lalikaa-i, dalam kitab Syarah Ushul I’tiqaad Ahlis Sunah wal Jama’ah I/113 no. 149.

Semuanya telah meriwayatkan dari jalan ‘Amr, telah menceritakan kepada kami ‘Abbad bin Yusuf, telah menceritakan kepadaku Shafwan bin ‘Amr dari Rasyid bin Sa’ad dari ‘Auf bin Malik.

Perawi Hadits:
a. ‘Amr bin ‘Utsman bin Sa’ad bin Katsir bin Dinar al-Himshi.
An-Nasa-i dan Ibnu Hibban berkata: “Ia merupakan seorang perawi yang tsiqah.”
b. ‘Abbad bin Yusuf al-Kindi al-Himsi.
Ia dinyatakan tsiqah oleh Ibnu Hibban. Ibnu ‘Adiy berkata: “Ia meriwayatkan dari Shafwan dan lainnya hadits-hadits yang ia menyendiri dalam meriwayatkannya.”
Ibnu Hajar berkata: “Ia maqbul (yakni bisa diterima haditsnya bila ada mutabi’nya).”
(Lihat Mizaanul I’tidal II/380, Tahdzibut Tahdzib V/96-97, Taqribut Tahdzib I/470 no. 3165.)
c. Shafwan bin ‘Amr: “Tsiqah.” (Taqribut Tahdzib I/439 no. 2949.)
d. Raasyid bin Sa’ad: “Tsiqah.” (Tahdzibut Tahdzib III/195, Taqribut Tahdzib I/289 no. 1859.)

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani mengatakan hadits ini shahih dalam Shahih Ibnu Majah II/364 no. 3226 cetakan Maktabut Tarbiyatul ‘Arabiy li Duwalil Khalij cet. III thn. 1408 H, dan Silisilah al-Ahaadits ash-Shahihah no. 1492.

Ternyata Yahudi dan Nasrani juga ada yg masuk Surga tuh. Jadi tidak benar agama yg diridhai Allah dan yg bisa masuk Surga hanya Islam saja.

karena syariat shalat yang dibawa nabi Isa telah dinasakh (dihapus) dan diganti dengan aturan baru yang dibawa oleh Rasulullah SAW.
Lantas Kenapa quran malah masih nyuruh menegakan syariat Taurat dan Injil jika sudah dihapus (dinasakh) (QS 5:68) ?



aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: tafsir Qs 2:62 agama yahudi dan nasrani ternyata juga benar

Post by keroncong on Sun Jan 06, 2013 1:59 pm

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta mengerjakan amal yang baik, maka mereka akan mendapat ganjaran dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka berduka cita. - Qs. al-Baqarah 2: 62

Mari kita bahas :

1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman

Sudah jelas disini orang-orang yang beriman adalah umatnya Nabi Muhammad Saw, yaitu orang yang mengakui Allah Tuhannya dan Muhammad Nabi-Nya, termasuk didalamnya orang kafir yang akhirnya menerima Islam.

2. orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin

Yahudi, Nasrani dan Shabi'in adalah gelar bagi mereka yang bukan umat Muhammad Saw.

Orang Yahudi jelas merujuk pada umatnya Nabi Musa, dimana mereka-mereka ini menolak menerima Isa dan Muhammad sebagai Nabi.

Orang Nasrani merujuk pada umatnya Nabi Isa as, baik mereka itu dari kalangan Israel (termasuk Yahudi) atau diluarnya, yang jelas disini orang-orang Nasrani adalah mereka yang mengakui akan kenabian Musa dan juga Isa al-Masih.

Orang-orang shabiin adalah gelar bagi orang-orang yang beragama diluar umat Muhammad, Isa dan Musa, ada juga yang mengartikannya sebagai orang yang gemar bertukar agama, ada juga yang berpendapat bahwa Shabiin ini gelar bagi orang-orang penyembah bintang, namun saya pribadi lebih memilih pendapat yang pertama.

Satu catatan awal, bahwa orang yang kafir lalu Islam tidak lagi disebut Yahudi, Nasrani atau Shabiin tetapi ia disebut orang yang beriman alias Muslim, sehingga ketiga istilah tersebut kontekstualnya merujuk pada orang-orang yang belum atau tidak mengakui Islam secara kaffah sesuai ajaran Muhammad Saw.

3. siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta mengerjakan amal yang baik, maka mereka akan mendapat ganjaran dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka berduka cita

Ayat ini sambungan dari ayat sebelumnya, kita lihat bahwa disini konteksnya hanya beriman kepada Allah, hari kemudian dan mengerjakan amal yang baik.

Ayat ini sama sekali tidak disebutkan mengenai keimanan terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw (Islam Kaffah, totalitas).

Maksudnya, siapa saja diantara ketiga golongan tersebut (Yahudi, Nasrani dan Shabiin) yang bersih Tauhidnya, tidak mengadakan sekutu bagi Tuhan, percaya adanya hari pembalasan, hari dimana semua rahasia dibuka, semua perbuatan baik dan buruk akan mendapat balasan dan selama hidupnya mereka senantiasa mengerjakan amal kemanusiaan, berbuat baik kepada semua orang, semua makhluk maka mereka-mereka dari ketiga golongan tersebut akan menerima ganjaran dari sisi Allah.

Jadi esensi yang ditekankan adalah esensi monotheisme atau esensi Tauhid, kesimpulan ini berhubungan erat dengan kenyataan yang terjadi dalam sejarah ketika Nabi berhadapan dengan para pendeta Najran, mari kita analisa dialog antara keduanya yang direkam oleh al-Qur'an :

"Hai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang obyektif antara kami dan kamu, yaitu janganlah kita menyembah melainkan Allah dan janganlah kita menyekutukan sesuatupun dengan Dia, dan jangan pula sebagian dari kita dijadikan sebagai Tuhan-tuhan selain dari Allah. ; Jika mereka berkhianat maka hendaklah kamu katakan : 'Lihatlah, kami sesungguhnya adalah orang-orang yang berserah diri ' - Qs. ali Imron 3:64

Kita baca dari dialog diatas, Nabi sama sekali tidak mengejar pengakuan para pendeta ahli kitab itu terhadap klaim kenabiannya, setelah ajakan kepada seruannya tidak diterima, Nabi akhirnya mengajak pada nilai-nilai luhur monotheisme, artinya kira-kira : tidak apa anda tidak mengakui saya sebagai Nabi Tuhan asalkan anda tetap memegang prinsip satu Tuhan.

Dan bila kita kembalikan konsep ini pada semua cerita yang ada dalam al-Qur'an akan semakin jels betapa masalah monotheisme ini sangat memegang dominasi kitab suci. Nyaris semua ayat berupa seruan terhadap ketunggalan Allah tanpa sekutu, dan disisi lain, konsep ini pun selaras dengan ajakan para Nabi dan Rasul sebelum Muhammad Saw diutus.

Kami tidak mengutus seorang Rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya : "Bahwa tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah Aku oleh kamu semua" - Qs. 21 al-anbiya : 25

Jika ini digambarkan sebagai pluralisme dalam beragama, mungkin benar, tetapi ingat, pluralisme yang kita bahas adalah pluralisme yang sifatnya monotheisme, bukan pluralisme campur aduk semua konsep ketuhanan.

Lebih jelas lagi, konsep Trinitas, Trimurti dan sejenisnya tidak termasuk dalam tatanan ini karena mereka jelas bukan bersifat monotheisme. Secara matematika yang sederhana bahwa monotheisme itu kurang lebih hitungan 1 + 2 = 3 dan bukan 1 + 2 = 1. Jika dia sudah menyalahi konsep rasionalisme standar seperti itu maka dia disebut menyimpang.

Untuk itu maka hal ini bisa diselaraskan dengan ayat Allah berikut :

Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. Tetapi orang-orang yang diberi kitab itu tidak berselisihan kecuali sudah datang pengetahuan kepada mereka dan karena sifat dengki diantara mereka. Siapa saja yang tidak percaya kepada Allah, maka sungguh Allah itu sangat cepat penghitungannya. - Qs. ali Imron 3: 19

Islam artinya berserah diri, damai dan pelakunya disebut Muslim dan Muslimah.

Maksud berserah diri disini berserah diri kepada Allah yang lam yalid walam yulad, Allah yang Qiyamuhu Binafsihi ataupun Allah yang Ahad.

Saat Allah menyebut agama disisi-Nya hanya Islam, maka siapa saja dari golongan yang meyakini akan ke Ahadan Allah, ke- lam yalid walam yuladnya Allah, ke-Qiyamuhu Binafsihi-nya Allah maka mereka termasuk dalam defenisi Islam pada ayat ini sekalipun mereka misalnya tidak mengakui akan kenabian Muhammad.

Lalu bagaimana bisa orang yang tidak mengakui kenabian Muhammad dimasukkan dalam golongannya Allah ?

Kita harus ingat bahwa Allah itu bersifat adil, dan adilnya Allah itu tidak bisa kita batasi dengan keadilan menurut permodelan peradilan para penegak hukum kita.

Sekarang, bagaimana Allah bisa kita sebut adil jika Dia menyiksa umat yang notabene hidup dipedalaman, jauh dari jangkauan orang luar dan peradaban modern apalagi sampai bisa mengenal dan memeluk Islam sebagaimana umat Muhammad ? Sementara fakta bahwa diantara mereka belum ada Rasul yang diutus Allah ? baik Rasul dalam makna Nabi maupun Rasul dalam makna luas seperti ustadz, ulama, cendikiawan muslim dan sebagainya.

Apa salah mereka sehingga harus menerima hukuman Tuhan atas ketidak tahuannya itu ? padahal dalam al-Qur'an ditulis :

Kami tidak akan mengazab suatu kaum sebelum Kami mengutus seorang Rasul - Qs. 17 al-israa’ : 15

Tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan - Qs. 35 faathir : 24

Kami tidak mengutus seorang Rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya supaya ia dapat memberi penjelasan dan dimengerti oleh mereka - Qs. 14 Ibrahim : 4

Karena itulah kenapa Islam tidak sesempit yang dipahami banyak orang, Islam itu begitu universal sehingga saking universalnya Islam disebut sebagai rahmatan lil 'alamin, Islam pembawa rahmat bagi alam semesta, bagi seluruh makhluk. Hanya orang pandir saja yang ribut mengenai Islam malah gontok-gontokan saling berebut mengkafirkan antar jemaah padahal mereka sendiri umumnya sama-sama Islam, sama-sama bertauhid.

Lalu, dalam realitas sekarang ini, masih adakah orang-orang yang dimaksud oleh Qs. al-Baqarah 3 ayat 62 diatas ?

Saya jawab - MASIH -.

Kita tahu orang-orang Yahudi masih hidup dan sebagian besar dari mereka bukan pemeluk ajaran Isa entah ajaran monotheismenya maupun ajaran penyimpangan model Paulus dengan polytheismenya, mayoritas orang Yahudi yang hidup sekarang adalah mereka yang menjunjung tinggi kenabian Musa as., mereka adalah orang-orang yang bertauhid kepada Allah.

Namun memang sayang, dari jumlah sekian itu banyak pula orang-orang Yahudi yang menjadikan alim ulamanya, para pemimpinnya sebagai tuhan-tuhan yang harus ditaklidkan yang harus di-ikuti sekalipun mereka salah sebagaimana hal ini sudah disinggung oleh al-Qur'an sendiri :

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan-Tuhan selain Allah - Qs. at-Taubah 9:31

Tetapi fakta juga bahwa selalu ada peluang 1 dari 100 orang Yahudi yang bejat adalah seorang Yahudi yang tauhidnya oke, tingkah lakunya oke, gemar berbuat kebaikan dan percaya akan hari berbangkit.

Itu untuk kaum Yahudi, lalu bagaimana dengan kaum Nasrani ?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak semua pemeluk Kristen dewasa ini setuju dengan paham Trinitas, fakta bahwa ada juga yang menyebut diri mereka orang-orang Kristen Yehovah dengan Watch Towernya. Jemaah ini menolak keras penuhanan al-Masih, bagi mereka Isa adalah Isa, seorang manusia dan Isa bukan Tuhan. Bagi mereka Tuhan adalah satu, tidak beranak dan tidak juga menjelmakan diri sebagai makhluk.

Golongan ini jelas secara prinsip memenuhi standar Tauhid pada surah al-Baqarah ayat 62.

Lalu bagaimana pula dengan kaum Shabiin ?

Saya ingat pernah membaca pengalaman pengembaraan almarhum Ahmad Deedat ke Afrika Selatan ditengah masyarakat Zulu, disana ia menemukan kaum yang menyebut Tuhan mereka dengan nama uMVELINQANGI, lalu di India menurut beliau ada juga yang menyembah Tuhan bernama PRAMATMA, Bangsa Aborigin di Australia Selatan memanggil Tuhannya dengan istilah ATMATU dan semua Tuhan-tuhan tersebut berdasarkan penyelidikan Ahmad Deedat tidak mencerminkan sistem polytheisme, artinya itu adalah konsep Tauhid atau monotheismenya masing-masing kaum (Lihat : Ahmed Deedat, Allah dalam dalam Yahudi, Masehi, Islam, terj.H. Salim Basyarahil, H. Mul Renreng, Penerbit Gema Insani Press, Jakarta, 1994, hal. 21-28), dan ini mengindikasikan terpenuhinya kriteria Qs. al-Baqarah ayat 62.

Dengan demikian, terbukti bahwa ayat al-Qur'an memang benar dan selalu uptodate, tidak ada kontradiksi antara satu dengan lain ayat atau konflik antar ayat dengan kenyataan.

Pertanyaan susulan : Kalau begitu untuk apa Muhammad diutus ? orang cukup monotheisme saja selesai ... masuk syurga.

Saya jawab, bahwa sebelum pengutusan Muhammad, semua Nabi dan Rasul diutus bersifat kedaerahan, artinya mereka diutus untuk masing-masing lokasi dimana mereka berdomisili, belum ada Rasul yang mencakup semua wilayah jikapun Isa disebut-sebut sebagai orangnya maka ini hanyalah karang-karangan orang saja, sebab sepanjang hidupnya Isa al-Masih tidak pernah berdakwah diluar bangsa Israel bahkan termasuk gerakan dakwah para murid-muridnya.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." - Matius 10:5-6

Faktor lain diluar masalah kedaerahan tadi, pengutusan Muhammad berfungsi juga sebagai pelurus jalan, pembaik akhlak.

Fakta juga berbicara bahwa tidak ada ajaran Nabi dan Rasul sebelumnya yang masih murni tak bernoda, semuanya sudah dimanipulasi, semua sudah didistorsi tangan-tangan jahil manusia sehingga tercampurlah antara ajaran langit dengan ajaran bumi, antara benar dan salah, mitos berbaur dengan fakta. Jika sudah demikian adanya, bagaimana bisa konsep monotheisme Tuhan menyebar keseluruh dunia sebagai sifat Rahman dan Rahimnya Allah ? Fakta, berapa banyak orang jawa yang ber-KTP Islam tetapi mereka tetap percaya, tetap takut, tetap hormat, tetap memberikan sajen pada setan penghuni laut selatan ? berapa sih jumlah total orang Yehovah seluruh dunia ? berapa prosentase orang Yahudi yang bertauhid diantara milyaran manusia didunia ?

Ini artinya tanpa pengutusan Muhammad, secara kausalita, secara hukum alam sebab akibat, tidak ada jaminan konsep-konsep Monotheisme Tuhan menyebar dan merangkul keberbagai benua. Bukti harus ada wadah yang mempersatukan, dan wadah itulah Islam.

Pertanyaan lagi : okelah kita akui Muhammad, tetapi lantas apa beda orang Islam yang mengikuti Muhammad dengan kaum monotheisme diluar umat Muhammad ? toh semuanya menurut surah al-Baqarah tadi sama-sama mendapat ganjaran dari sisi Allah ?

Saya jawab : Susu saja ada yang standar dan ada yang gold.

Misal saya ambil contoh susu anak saya bermerek Chil-Kid, ada 2 versi, Chil-Kid biasa dan Chil-Kid Platinum.

Dua-duanya sama-sama susu pertumbuhan, sama-sama produksi Morinaga tetapi berbeda, yang satu standar artinya apa yang biasanya ada dalam susu pertumbuhan merek lain pun terkandung didalamnya dan yang Platinum ada beberapa penambahan nutrisi, peningkatan gizi dan sebagainya. Jadi ada perbedaan value.

Anda mau yang biasa-biasa saja ya beli saja Chil-Kid standar, tapi kalau anda mau yang lebih ... maka belilah Chil-Kid yang Platinum.

Itu makanya syurga Allah itu bertingkat, tidak hanya tingkat dalam kedudukan antar umat Muhammad berdasarkan takwa mereka tetapi juga tingkat dengan diluar umat Muhammad.

Sekarang, kalau anda bisa menjangkau tingkat Platinum ... kenapa masih harus memilih yang biasa saja ?

Atasan saya dikantor paling benci dengan orang yang kerjanya hanya bersifat standar, artinya karyawan yang bersangkutan tidak punya nilai lebih, kerja ya masuk pas jam masuk, pulang pas jam pulang, akhir bulan dapat gaji. Tapi sama sekali tidak ada Value Add darinya.

Dunia ekonomi pun berprinsip sama, ingin mendapatkan nilai tambah.

Bahkan menurut Nabi sendiri, orang yang harinya sama dengan kemarin adalah orang yang rugi. Maknanya : setiap hari setiap orang itu harus memiliki nilai tambah, minimal bagi dirinya sendiri.

Inilah salah satu maksud dari ayat :

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman - Qs. al-'Ashr 103: 1 s/d 3

Saat seseorang tidak mempunyai nilai tambah, maka di rugi.

Saat seseorang hanya menginginkan monotheisme standar, dia juga rugi.

Kecuali dia menerima konsep monotheisme platinum, yaitu menjadi orang yang beriman, maksudnya beriman tidak hanya kepada monotheisme Tuhan namun juga mengikut konsep monotheisme Kaffah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Terakhir ... jika anda digaji standar Rp. 1.000.000 / bulan terus selama bertahun-tahun tidak mengalami peningkatan apa keluhan anda ? intinya anda merasa dirugikan. Lalu ada kesempatan bagi anda untuk mendapatkan gaji diatas itu dan terus bertambah berdasarkan nilai lebih anda diperusahaan... masih tidak maukah anda mendapatkannya ? Jika jawaban anda mau, maka mari sama-sama kita mengikuti apa yang diajarkan oleh Muhammad.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: tafsir Qs 2:62 agama yahudi dan nasrani ternyata juga benar

Post by aliumar on Sun Jan 06, 2013 11:09 pm

Pernyataan yg plintat plintut bin ga konsisten:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta mengerjakan amal yang baik, maka mereka akan mendapat ganjaran dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka berduka cita. - Qs. al-Baqarah 2: 62

doktrin iman versi Al-Quran Al-Karim tidaklah berhenti sampai disitu, melainkan sampai pada dua kalimat : Tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali hanya Allah SWT” dan “Muhammad itu adalah Nabi dan utusan Allah”. Artinya, segala penyembahan dalam bentuk apapaun dan kepada objek apapun harus dibuang, kecuali hanya kepada Allah SWT saja. Dan bahwa Muhammad itu bukan sekedar tokoh jenius, berpengaruh atau sosok pemimpin, tapi lebih dari itu, beliau adalah manusia yang diturunkan kepadanya kitab suci, wahyu, syariat dan agama terakhir yang menghapus semua syariat dan agama lainnya.

Itulah pengertian iman versi Al-Quran Al-Karim. Jadi bukan sekedar percaya kepada tuhan. Kalau sekedar percaya, maka hitler, Musolini dan semua begundal dunia pun percaya.


--------------VS--------------------

3. siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta mengerjakan amal yang baik, maka mereka akan mendapat ganjaran dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka berduka cita

Ayat ini sambungan dari ayat sebelumnya, kita lihat bahwa disini konteksnya hanya beriman kepada Allah, hari kemudian dan mengerjakan amal yang baik.

Ayat ini sama sekali tidak disebutkan mengenai keimanan terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw (Islam Kaffah, totalitas).

Post I ichreza menyatakan kalau maksud iman di ayat 2:62 yg sedang dibahasnya harus sampai percaya kalau muhammad itu nabi.

Post II ichreza kalau maksud iman di ayat 2:62 yg sedang dibahasnya TIDAK harus sampai percaya kalau muhammad itu nabi, tapi cukup hanya percaya pada Allah saja.


Dengan demikian, terbukti bahwa ayat al-Qur'an memang benar dan selalu uptodate, tidak ada kontradiksi antara satu dengan lain ayat atau konflik antar ayat dengan kenyataan.
Omong kosong !!! dua postingan kamu sudah saling berkontradiksi.

Lihat atas tuh:

yang warna Biru --VS (BERKONTRADIKSI)-- dengan yang warna merah


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: tafsir Qs 2:62 agama yahudi dan nasrani ternyata juga benar

Post by Cak Yadi on Sat Feb 09, 2013 9:41 am

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta mengerjakan amal yang baik, maka mereka akan mendapat ganjaran dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka berduka cita. - Qs. al-Baqarah 2: 62

Mari kita bahas :
1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman

Sudah jelas

2. orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin

Sudah jelas

3. siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta mengerjakan amal yang baik, maka mereka akan mendapat ganjaran dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka berduka cita

Beriman pada Allah = percaya bahwa Tuhan itu Allah swt
Dan hari kemudian = Muhammad utusan Allah swt
Mereka dapat ganjaran = masuk surga dan dapat menyetubuhi 72 bidadari
Tidak ada kekawatiran = tidak perlu kawatir jadi loyo akibat menyetubuhi bidadari
Tidak berduka cita = always happy

Jadi kesimpulannya
Kalau orang percaya Tuhan = Allah swt dan Muhammad = utusan Allah swt, maka orang itu pasti masuk surga dan bersenang-senang dg menyetubuhi 72 bidadari tanpa takut loyo

Lalu Pertanyaan lanjutan
Kalau orang yang beriman itu wanita? Apakah wanita akan menjadi lesbi? atau ada 72 bidadara (bidadari cowok) di surga?
piss
avatar
Cak Yadi
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 111
Kepercayaan : Katolik
Location : Solo
Join date : 06.02.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: tafsir Qs 2:62 agama yahudi dan nasrani ternyata juga benar

Post by njlajahweb on Sat Aug 05, 2017 4:23 pm

sekilasinfo


Pertanyaan orang Saduki tentang kebangkitan

23 Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:

24 "Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.

25 Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.

26 Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh.

27 Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati.

28 Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia."

29 Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!

30 Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

31 Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda:

32 Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."

33 Orang banyak yang mendengar itu takjub akan pengajaran-Nya.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 5961
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: tafsir Qs 2:62 agama yahudi dan nasrani ternyata juga benar

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik