FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

wajib bertobat dan berwasiat sebelum meninggal dunia

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

wajib bertobat dan berwasiat sebelum meninggal dunia

Post by keroncong on Fri Jan 04, 2013 9:55 pm

Disukai bagi keluarga si sakit, teman-temannya, dan orang yang
menjenguknya dari kalangan ahli kebaikan dan kebajikan, untuk
mengingatkan si sakit agar segera bertobat kepada Allah
Ta'ala. Supaya si sakit menyesali kekurangannya dalam
melaksanakan ajaran Allah, bertekad untuk menaati Allah,
membersihkan diri dari menganiaya hamba-hamba Allah, dan
mengembalikan hak-hak mereka bagaimanapun kecilnya, karena
hak-hak Allah itu didasarkan pada toleransi, dan hak-hak hamba
itu didasarkan pada kesungguhan, serta karena tobat itu
dituntut dari seluruh orang mukmin sebagaimana firman Allah:

"... Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai
orarg-orang yang beriman, supaya kamu beruntung."
(an-Nur: 31)

Adapun tobat bagi orang sakit lebih wajib lagi hukumnya,
disamping ia lebih membutuhkannya karena memang besar
keuntungannya, sedangkan bagi orang yang mengabaikannya akan
mendapatkan kerugian yang amat besar. Dan orang yang
berbahagia adalah orang yang segera bertobat sebelum habis
waktunya:

"Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang
yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang
ajal kepada seseorang diantara mereka, (barulah) ia
mengatakan, 'Sesungguhnya saya bertobat sekarang...'"
(an-Nisa': 18)

Disamping itu, seyogianya kita ingatkan si sakit agar
berwasiat jika ia belum berwasiat. Rasulullah saw. bersabda:

"Tidak ada hak seorang muslim yang mempunyai sesuatu
yang pantas diwasiatkan, sesudah bermalam selama dua
malam, melainkan hendaklah wasiatnya tertulis di
sisinya."66

Apabila si sakit ditakdirkan Allah sembuh dari sakitnya, maka
sebaiknya ia dinasihati dan diingatkan agar menunaikan apa
yang telah dijanjikannya kepada Allah sewaktu dia sakit
sebagai tanda syukur kepada Allah dan untuk memenuhi janjinya.
Sudah seharusnya si sakit menjaga hal itu. Allah berflrman:

"... dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti
dimintai pertanggungjawabannya." (al-Isra': 34)

Allah juga telah memuji ahli kebajikan dan ahli takwa dengan
firman-Nya:

"... dan orang-orang yang menepati janjinya apabila
mereka berjanji..." (al-Baqarah: 177)

Para ulama berkata, "Seharusnya si sakit mempunyai keinginan
keras untuk memperbaiki akhlaknya, menjauhi pertikaian dan
pertentangan mengenai urusan dunia, merasa bahwa saat ini
merupakan saat terakhirnya di ladang amal sehingga ia harus
mengakhirinya dengan kebajikan. Hendaklah ia meminta
kelapangan dan maaf kepada istrinya, anak-anaknya,
keluarganya, pembantunya, tetangganya, teman-temannya, dan
semua orang yang punya hubungan muamalah, pergaulan,
persahabatan, dan sebagainya, serta meminta keridhaan mereka
sedapat mungkin. Selain itu, hendaklah ia menyibukkan dirinya
dengan membaca Al-Qur'an, dzikir, kisah-kisah orang saleh dan
keadaan mereka ketika menghadapi kematian. Hendaklah ia
memelihara shalatnya, menjauhi najis, dan mengikuti
kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. Janganlah ia menghiraukan
perkataan orang yang mencela atas apa yang ia lakukan, sebab
ini merupakan ujian baginya, dan orang yang mencelanya itu
adalah teman yang bodoh dan musuh yang terselubung. Disamping
itu, hendaklah ia berpesan kepada keluarganya agar bersabar
jika ia menghadap-Nya dan jangan meratapinya, karena meratap
termasuk perbuatan jahiliah, demikian pula memperbanyak
menangis. Hendaklah ia juga berpesan kepada keluarganya agar
menjauhi tradisi-tradisi bid'ah terhadap jenazah, dan
hendaklah mereka bersungguh-sungguh mendoakannya, karena doa
orang-orang yang hidup itu berguna bagi orang yang telah
mati."67

Diantara indikasi kebaikan ialah jika seseorang diberi taufiq
oleh Allah untuk melakukan amal saleh sebelum meninggal dunia,
untuk mengakhiri kehidupannya, sebab amal-amal itu tergantung
pada kesudahannya. Dan di antara doa yang ma'tsur ialah:

"Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik usiaku pada bagian
akhirnya."68

Mengenai hal ini telah diriwayatkan beberapa hadits,
diantaranya adalah hadits Anas:

"Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba,
maka dipekerjakan-Nyalah orang itu." Ditanyakan kepada
beliau, "Bagaimana mempekerjakannya?" Beliau menjawab,
"Memberinya taufiq (pertolongan) untuk melakukan amal
saleh sebelum meninggal dunia, lalu Dia (Allah)
mematikannya atas amal saleh itu."69

Dalam sebagian jalannya diriwayatkan dengan lafal: [tulisan
Arab] sebagai pengganti lafal [tulisan Arab] yakni
'memperbagus pujiannya diantara manusia.'

Diantaranya lagi adalah hadits Abu Umamah:

"Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba
maka disucikan-Nya orang itu sebelum meninggal dunia."
Para sahabat bertanya, "Apa yang buat menyucikan hamba
itu?" Beliau menjawab, "Amal saleh yang diilhamkan Allah
kepada orang itu, lantas dimatikannya orang itu atas
amal saleh tersebut." (HR Thabrani)70
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik