FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Testimoni Hindu: Mungkinkah semua orang Kristen pergi ke Sorga?

View previous topic View next topic Go down

Testimoni Hindu: Mungkinkah semua orang Kristen pergi ke Sorga?

Post by Penyaran on Fri Jan 11, 2013 11:11 pm

Ditulis atas inspirasi dari kehidupan serta tulisan Stephen Knapp

Kebanyakan orang Kristen merasa bahwa mereka pasti pergi ke sorga hanya karena mereka percaya bahwa Kristus mati untuk dosa mereka. Hal ini adalah salah satu prinsip-prinsip dasar Kekristenan, yang merupakan gagasan yang dicetus oleh Paulus.

Sebagai seorang keturunan Yahudi yang terlahir dan dibabtis sebagai seorang Kristen, Stephen Knapp dengan serius belajar Teologi Kekristenan selama 20 tahun dari hidupnya. Menurutnya, kebanyakan orang- Kristen berpikir, dan beberapa bahkan berkata, bahwa sekalipun mereka tidak bisa menghilangkan kebiasaan-kebiasaan mereka yang penuh dosa, yang harus mereka perbuat hanyalah percaya akan Yesus dan bahwa Yesus telah mati untuk dosa mereka, dan mereka akan diselamatkan. Hal ini sangat sederhana.

Maka ketika mereka membandingkan Kekristenan dengan agama-agama yang lain, mereka akan mengatakan bahwa agama Kristen adalah yang paling mudah dari pada agama lainnya. Terutama sekali mereka melakukan hal ini ketika berkhotbah pada pemeluk Hindu atau Budha untuk mengkonversi mereka menjadi Kristen. Namun, kepercayaan akan Yesus dan penyalibannya yang mendasari ajaran Kekristenan saat ini adalah suatu hal yang sangat kontroversial.

Tidak semua Injil-Injil yang beredar ketika Perjanjian Baru itu dikompilasi dan menyetujui bahwa penyaliban adalah satu tindakan tobat. Demikian juga jika anda benar-benar belajar tentang ajaran pemikiran elementer Yesus yang salah satu diantaranya adalah tidak membunuh dalam 10 ajaran Yesus. Tentunya hal ini adalah hal yang lebih sulit dari pada sekedar parcaya pada Yesus dan tentang penebusan dosanya.

Yang pertama orang perlu menyadari bahwa Yesus adalah seorang Yahudi yang pesan-pesannya terutama untuk orang-orang Yahudi. Dalam Matius (10.5-6), Yesus mengatakan kepada dua belas muridnya untuk pergi berkhotbah, tetapi bukan kepada orang non-Yahudi (nonjews), maupun kepada orang Samaria, tetapi pergi ke domba yang hilang di rumah di Israel. Hal ini menunjukkan kepada siapa pesannya disampaikan.

Demikian juga pada Matius (15.22-24), seorang wanita memohon kepada Yesus dan meminta kemurahan hatinya karena putrinya diganggu oleh setan. Tetapi Yesus berkata tidak satupun baik dia dan muridnya, yang adalah Yahudi, memintanya untuk mengutusnya pergi karena dia menangis. Jadi jelas bahwa Yesus datang ke dunia hanya untuk domba yang hilang dari Israel. Misinya hanya untuk membantu orang-orang Yahudi. Hanya karena permohonan yang sangat dari seorang ibu, Yesus akhirnya menyembuhkan putri si ibu tersebut.

Jadi ini juga menunjukkan bahwa minat utama Yesus ada Bangsa Yahudi; namun, Bangsa Yahudi sepenuhnya menolak Yesus. Mereka tidak menerima keilahian Yesus sebagai juru selamat. Dan ketika ia disalib oleh bangsa Roma, hal ini mengindikasikan bahwa Yesus bukanlah mesias yang digambarkan di dalam ramalan kitab-kitab suci Yahudi. Meskipun begitu, orang-orang non-Yahudi menerima doktrin Kekristenan dan sekarang percaya bahwa mereka akan diselamatkan oleh darah dari Kristus, yang merupakan konsep yang digagas oleh Paulus. Anda tidak akan menemukan ajaran ini sebelum Paulus menyisipkan pemikiran dan tulisannya sendiri ke dalam Kekristenan.

Apakah semua orang Kristen akan pergi ke sorga? Jika anda belajar dan memahami Perjanjian Baru, Yesus meninggalkan perintah spesifik yang harus diikuti sebagai pintu masuk ke sorga. Dalam Matius (10.37), Yesus berkata bahwa jika siapapun mencintai dirinya atau ayahnya, ibu, putra, atau putri lebih dari dirinya tidaklah pantas memilikinya. Dan dalam Matius (15.4), Tuhan memerintah agar seseorang harus menghormati ayah dan ibunya, dan ia yang menghinakan ayah atau ibunya harus mati. Jadi Anda harus menghormati orang tua anda, tetapi tidak lebih dari anda mengasihi Yesus atau anda tidak akan memperoleh sorga.

Yesus juga menjelaskan dalam Martius (12.36) bahwa setiap kata-kata bohong yang dikatakan manusia akan dihitung pada hari pengadilan nanti. Jadi anda juga harus menjaga mulut anda dari kebohongan dan gosip. Hal ini bukanlah hal yang mudah bagi sebagian besar orang. Kebanyakan orang yang mengaku Kristen yang saya kenal sama sekali tidak berusaha menahan kecenderungan ini. Lebih lanjut dalam Martius (16.23-28) Yesus menjelaskan bahwa setiap manusia harus mengekang dirinya dari keinginan atau kesenangan-kesenang an dan mengangkat salib dan mengikutinya jika dia benar-benar berkeinginan mencari kerajaan Tuhan. Hal ini tentu saja menunjukkan tidak saja keyakinan/keimanan yang harus dimiliki oleh orang Kristen, tetapi berapa banyak dia dapat mengekang dirinya dari nafsu dan keinginan dan mengangkat salib!

Dalam Matius (18.34-35), Yesus berkata bahwa Tuhan akan menghukum anda jika anda tidak mengampuni kesalahan setiap orang terhadap anda. Dan kembali pada Matius (25.35-46) kita menemukan bahwa diharapkan seorang Kristen yang baik harus memberi makan dan pakaian pada yang miskin, dan menerima tunawisma, meskipun mereka adalah orang asing, untuk sejumlah yang anda lakukan bagi mereka, anda juga melakukannya untuk Yesus. Dan jika anda mengabaikan seseorang, hal ini juga berarti anda mengabaikan Yesus, dan anda akan memperoleh hukuman kekal.

Sekarang kita dapat melihat bahwa persyaratan untuk bisa mencapai sorga tidaklah semudah yang dikira. Tetapi tunggu dulu, dalam Matius (19.20-30) dikatakan bahwa seorang manusia datang kepada Yesus dan ingin menjadi pengikutnya, tetapi Yesus berkata kepadanya agar pertama-tama menjual segala hal yang ia miliki dan memberikan uangnya kepada yang miskin. Namun, orang itu tidak bisa berbuat demikian dan dengan segera pergi. Yesus menjelaskan kepada murid-muridnya bahwa lebih sulit bagi orang kaya untuk dapat masuk sorga; adalah lebih mudah bagi seekor unta untuk melewati lubang jarum. Lalu muridnya menjadi kagum dan bertanya, dalam kasus ini, siapakah yang dapat diselamatkan? Yesus menjawab bahwa segala sesuatu mungkin bagi Tuhan, tetapi mereka yang sudah meninggalkan rumah, ayah, ibu, istri, anak-anak, atau harta miliknya, tekun dalam memuji nama-Nya akan mencapai kehidupan kekal. Sehingga kesimpulannya adalah jika anda tidak bisa mengubah pola pikir, pandangan dan tingkah laku anda, maka meski anda mengaku Kristen, anda tidak akan mencapai sorga atau kehidupan kekal di sisi Tuhan.

Demikian juga dalam Lukas (6.20, 24-30), Yesus berkata diberkatilah yang miskin, karena mereka akan mencapai Kerajaan Tuhan, dan celakalah yang kaya, celakalah mereka yang berlebihan karena mereka akan lapar, dan celakalah mereka yang tertawa sekarang karena mereka akan berdukacita. Anda harus mengasihi dan berbuat baik pada musuh-musuh anda dan mereka yang benci anda, berikan pipi kanan jika mereka menampar pipi kiri anda, jangan melarang siapapun untuk mengambil mantel anda, dan jangan meminta kebaikan anda akan dikembalikan oleh orang yang pernah anda tolong/beri. (Hal ini merupakan perbedaan yang sangat besar dibandingkan dengan tindakan kaum misionaris yang dengan semangat gospel-nya telah membunuh atau menyiksa siapa saja yang menolak untuk menjadi Kristen.)

Dalam Lukas (9.61-62), terdapat kisah tentang seorang laki-laki yang datang pada Yesus dan meminta untuk mengikutinya, hanya untuk mengucapkan selamat tinggal pada keluarganya. Tetapi Yesus menolaknya dan berkata bahwa tidak ada manusia, yang menaruh kepalanya pada bajak dan melihat ke belakang yang sesuai untuk Kerajaan Tuhan. Dan dalam Lukas (9.59-60), Yesus menyuruh seseorang untuk mengikutinya, tetapi orang itu meminta Yesus agar pertama-tama mengizinkan dia menguburkan jasad ayahnya. Namun, Yesus berkata biarlah orang mati menguburkan kematiannya sendiri, dan pergi berkhotbah tentang Kerajaan Allah.

Dalam Matius (5.21-22), Yesus menjelaskan bahwa jika seseorang membunuh orang lain maka ia pasti berada dalam bahaya penghakiman. Tetapi lebih lanjut dia menjelaskan bahwa menjadi marah pada orang lain tanpa sebab jelas juga akan berada dalam bahaya penghakiman. Dan dalam (Matius 5.20) terkecuali jika kebenaranmu sendiri melebihi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, anda sama sekali tidak dapat masuk kedalam Kerajaan Tuhan.

Dengan demikian jelaslah bahwa tidaklah cukup mengatakan bahwa dengan dibaptis dan menyatakan diri sebagai Kristiani dan mempercayai Yesus sebagai Tuhan yang kematiannya di kayu salib sudah pasti akan membawa anda mencapai Surga. Masih terdapat hukum sebab akibat dan aturan-aturan lain yang diajarkan Yesus yang harus dilaksanakan.

Apa yang akan terjadi pada mereka yang tidak dapat mengikuti aturan standar Yesus sebagaimana yang dituliskan dalam Al-Kitab setelah mereka meninggal? Dalam Matius (13.41-42), Yesus berkata bahwa Tuhan akan mengutus para malaikatnya yang akan berkumpul ke luar segala sesuatu dan menyerang orang-orang yang kejahatan/kebengisan dan memasukkan mereka ke dalam suatu tungku perapian yang akan menjadi ratapan luar biasa dan mengertakkan gigi.

Jika semua aturan Yesus ini harus diikuti dengan sempurna, beserta dengan semua perintahnya agar semua orang Kristen mencapai surga, tungku perapian yang panas dan membara itu mungkin haruslah lebih besar. Tapi Tuhan seperti apakah yang tega membiarkan mahluknya menderita selamanya di neraka, karena kesalahan singkatnya di dunia? Apa lagi dalam teologi Kristen kehidupan hanya dikatakan sekali, dalam kehidupan satu kali ini seseorang harus sempurna untuk mencapai sorga, atau akan disiksa selamanya di neraka. Apa nilai dari hukuman ini sementara sang jiwa tidak pernah mendapat kesempatan untuk memperbaiki perbuatannya walaupun untuk kesempatan yang kedua kalinya? Kenapa Tuhan menciptakan mahluk hidup yang memang cenderung berbuat salah dan mengirim mereka ke neraka abadi jika tidak mengikuti aturan-aturannya, terutama dalam Al-Kitab dengan tepat?

Apakah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang akan mengancam dan memeberikan teror terhadap mahluknya dengan Neraka abadi? Karena itu konsep Ketuhanan semacam ini perlu dipertanyakan karena hukuman yang diberikan tidak memberikan kesempatan untuk rehabilitasi, tetapi didasarkan oleh sikap kemarahan dan balas dendam. Kenapa Tuhan bisa seperti ini jika memang beliau adalah Yang Maha Pemurah, Pengasih dan penyayang? Kenapa Tuhan menghabiskan waktunya hanya untuk memunculkan tirani kemarahan dan balas dendam? Tentunya Beliau memiliki hal yang lebih baik daripada menyebar teror kemarahan dan tirani.

Konsep Ketuhanan dalam Kristen adalah bahawa kita harus takut pada Tuhan. Hal ini ditunjukkan dalam kitab Keluaran (20.5) yang menyatakan Tuhan berkata bahwa Dia adalah Tuhan yang pencemburu. Hanya saja pada kenyataannya seseorang akan memperlihatkan kecemburuannya atau marah jika ia takut kalah, merasa lemah, sedang bersaing dengan orang lain atau tidak mendapatkan sebagaimana yang ia inginkan. Jadi kenapa Tuhan yang merupakan pencipta, penguasa dan pengatur segala sesuatu bisa menjadi pencemburu? Sifat-sifat pencemburu, kegelisahan, rasa tidak aman, marah atau sikap balas dendam adalah sikap yang bisa ditemukan pada kebodohan dan nafsu. Hal seperti ini seharusnya tidak menjamah Tuhan yang maha segalanya.

Hal yang membuat seakan-akan terdapat kekuatan yang menentang Tuhan, sebagaimana setan yang dilukiskan dalam ajaran Kristen hanyalah karena ketidaktahuan akan pengetahuan rohani yang sejati. Bagaimana Tuhan yang maha mutlak tidak mampu mengalahkan setan yang merupakan ciptaannya? Kenapa Tuhan sampai hati menguji ciptaannya dan menjebloskan mereka yang tidak kuat godaan ke neraka abadi selamanya? Kenapa Tuhan sibuk akan hal konyol seperti itu? Tidakkah Tuhan Maha Penyayang? Kalau ya, seharusnya Tuhan tidak menciptakan setan yang selalu mengoda manusia menjadi jahat, sehingga dengan demikian semua manusia menjadi baik dan bahagia dalam surga abadi. Kekonyolah dan Kesalahpahaman konsepsi seperti inilah yang harus diluruskan.

Tuhan tidak memiliki musuh, beliau menyayangi semua mahluk ciptaannya dan menurunkan kitab suci kepada kita sebagai panduan akan siapa diri kita yang sejati, dimana kebahagiaan yang abadi dan kemana hidup ini harus di arahkan! Oleh karena itu seseorang yang secara rohani menyayangi dan mencintai Tuhan, tidak akan pernah bisa menerima bahwa Tuhan sebagai sosok yang pemarah, pencemburu dan pendendam sebagaimana yang diuraikan dalam Alkitab.

Disarikan Oleh : Jro Mangku Shri Dhanu

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 113
Male
Posts: 2563
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

Re: Testimoni Hindu: Mungkinkah semua orang Kristen pergi ke Sorga?

Post by abu hanan on Sat Jan 12, 2013 1:07 am

@penyaran
mhn disertakan link...ini pemberitahuan sayah yg terakhir..sayah menyayangkan jika usaha anda hanya berakhir di sebelah sana..so hargailah upaya org laen dan kami akan menghargai jerih payah anda..dan hal ini adalah upaya LI mengedukasi khalayak pasif..

wassalam



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas

abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Total Like dan Thanks: 152
Male
Age: 80
Posts: 6719
Location: soerabaia
Job/hobbies: Menyebarkan Monotheism dan memberangus berhala
Humor: hari terpanjang adalah hariseninsampaiseninlagi
Join date: 2011-10-06

Back to top Go down

Re: Testimoni Hindu: Mungkinkah semua orang Kristen pergi ke Sorga?

Post by Penyaran on Sat Jan 12, 2013 10:13 am

ini Mod, monggo: http://sanggrahanusantara.blogspot.com/2009/11/apakah-semua-orang-kristen-pergi-ke.html

tapi bukannya temen2 yg lain saat membuat trit pun gak perlu dkasih sumber dan langsung isinya aja.

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 113
Male
Posts: 2563
Join date: 2012-01-03

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum