FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by Satya on Sat Jan 12, 2013 11:02 pm

First topic message reminder :

Bismillahirrohmanirrohim....

Awaluddin Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...Awal beragama adalah mengenal Allah dan Rasulullah melalui Sifat, adalah asma Allah yang terdiri dari huruf Alif, Lam, Lam, Ha, huruf Alif hakekatnya adalah berdirinya jasad ketika shalat, huruf Lam hakekatnya adalah ruku’, huruf Ha hakekatnya adalah attahiyatnya, huruf Tasjid maknanya Ucap, Tekad, Prilaku harus lurus sesuai makna kasrahnya, Allah adalah Asma, “pribadinya” adalah Dzat, kata AKU di Al-Qur’an adalah menunjukkan Dzat.

Untuk kenal sampai kepada Dzat, wajib mengenal kepada sifat Rasulullah, tanpa melalui sifat Rasulullah dipastikan akan tersesat, Allah dan Rasulullah tidak bisa dipisah, rasa Rasulullah adalah rasa Allah. Jalan Syariat, Tarekat, Hakekat dan Marifat butuh proses, karena jalan ini adalah jalan masuk kepada wilayah keimanan. Jika tidak ngaji sifat di khawatirkan bisa tersesat.
contoh : untuk mengenal sifat pada diri manusia, lihat saja prilaku nya, jangan dilihat jasadnya, karena suka timbul rasa benci, lihat saja sifatnya, nanti akan tahu bedanya, mana yang isinya setan atau jin yang berwujud manusia, yang seperti ini namanya manusia yang suka ngajak setan
ketawa guling
tiap malem setan jualan, "ayoo siapa yang mau beli ngantuk"..."ayoo siapa yang mau beli malas" dibuatnya manusia agar tidak berdaya untuk ibadah.

Untuk memulai start di Asma Allah dan finish pada Dzat Allah, perjalanan ini sudah bukan lagi keterangan Al- Qur’an tapi sudah masuk kepada isi nya, lebih banyak praktek ibadahnya, mensucikan diri, mensucikan jiwa, shalat malam, shalat fardhu, zikir, menolong orang lain, teman dll, memberi makan fakir miskin, sedekah, zakat, menjaga lisan dll, menjamu tamu, menyantuni janda miskin, mendidik istri dan anak dll, waktunya benar-benar di gunakan untuk ibadah kepada Allah dan Rasulullah, siang bekerja, malam ibadah, butuh waktu yang panjang, perjalanan yang menghabiskan usia, melelahkan, siap dihina, dilecehkan dll, mental harus emas, persiapan yang matang, bekal yang cukup, selama perjalanan tidak sedikit gangguan dan halangan dari iblis, setan, jinn, dewa-dewa, dedemit, siluman, di wilayah ini, mereka pangkatnya sudah bukan kopral lagi, jebakan dan perangkapnya sangat halus , hanya orang-orang yang ikhlas yang mampu mengenal Dzat.
“Ru’yatullahi ta’ala fi dunya bi’ainil qolbi” Melihat hakikat Allah ta’ala di dunia oleh mata BAATHIN.
“Huruf makhroj ada di ujung tenggorokan, untuk masuk ke kedalaman tenggorokan yang gelap gulita, jalan menuju Alam Hati banyak rintangan, godaan, jebakan dan perangkap”
“Wafi amfusikum afala tubsiruun” Aku ada di dalam Jiwamu mengapa kamu tidak melihat? bukanlah mata yang ada di kepala, tapi mata yang ada di baathin, “Layasul shalat illa bin ma’rifat” Tidak sah shalat tanpa mengenal Allah.


AKAL pun ghaib, bagaimana bentuk rupa dan warna nya?? Dimana tempatnya akal?? Jika di dalam kepala di sebelah mana tempatnya? Jika di luar kepala, di mana tempatnya?? Akal itu suci dan bersih, anugrah tertinggi kepada manusia, pemberian atau kiriman, setiap hari ada yang berakal dan hilang akal, fungsi akal adalah sebagai hakim, menimbang setiap permasalahan yang masuk melalui PIKIR, keputusan akhir ada di HATI, jika hatinya nya kotor sulit untuk menetapkan YA atau TIDAK, karena mata baathin terhijab.

“Waman aroffa nafsahu, faqod aroffa robbaha” wajib untuk mengetahui diri, mencari diri, yaitu sejatinya diri…“Al Insannu sirri wa anna sirruhu” Manusia itu rahasiaKu dan Akulah rahasianya
“Man aroffa robbaha, Faqod jahilan nafsah” , siapa saja manusia yang tahu kepada dirinya, pasti akan mengenal Tuhannya, dan siapa yang sudah mengenal Tuhannya, dirinya sudah pasti bodoh

Mudah2an bisa dimengerti oleh pikir dan dapat diterima akal, mohon maaf jika ada kata yang menyinggung atau apapun……
Yaa Sayyidi Ya Rasulullah…
avatar
Satya
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 34
Kepercayaan : Islam
Location : NKRI
Join date : 06.01.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down


Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by sun-moon on Fri Jan 25, 2013 6:50 am

oglikom wrote:
sun-moon wrote:
oglikom wrote:
sun-moon wrote:
oglikom wrote:

Silahkan anda meyakini kalimat yang saya besarkan "muhammadurrasulullah".
Pertanyaan saya, apa yang membuat nama manusia satu ini bisa disandingkan dengan kalimat TAUHID "la illaha illahlah".!?

Padahal ada tertulis ........"Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar".(qs 4.48)
DITAMBAH
QS 112.4
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan DIA.

Belum lagi
Qs 2.165
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan amat berat siksaNya (niscaya mereka menyesal).
Masalah ini sebetulnya tidak perlu diperumit...di simplifikasi aja...dan santai2 aja tafakurnya...

konsep tauhid (syahadat) "La ilaha ila Allohu" diingatkan/disampaikan kembali oleh nabi Muhammad, yg sebelumnya pesan ini telah pula diturunkan/dibawakan/disampaikan oleh para nabi2 pendahulunya/sebelumnya...
jadi sebetulnya sederhana, ikrar pengakuan dan persaksian seorang yang masuk/ikut memeluk ajaran tersebut tentunya berikrar bahwa ia bersaksi tiada Tuhan selain Tuhan yang disembah oleh nabi/rasul tersebut.
jadi 2 kalimah syahadat yg bersanding tadi bukanlah bermaksud 'mempersekutukan'Nya.
formulasi ketauhidannya sama saja sih dengan para nabi & umat pendahulunya yg lain selain islam (--- andai mengetahui).

memang betul, tidak dibenarkan 'mempersekutukan Tuhan' yg memiliki nama diri (Allah), juga benar tidak ada yang setara dgn Dia (Tuhan).
jadi jangan salah faham/mengartikan antara pengakuan dan penghormatan thd nabi/rasul dengan pengakuan dan pengagungan/penyembahan thd Tuhan.
Dari sini saja sudah kelihatan jawaban anda hanya modal asbun.
Ah, Masa sih?
Apakah saya yang asbun...?
Atau kurangnya daya berfikir/analisis/perenungan anda thd bahan2 yg sudah seabrek (berbagai sumber/ref.) anda baca/kaji...?
oglikom wrote:
Yang saya tanyakan adalah, apa yang membuat nama manusia satu ini bisa disandingkan dengan kalimat tauhid yang kalian agungkan?

Tuh kan bulak-balik dekok pertanyaannya disitu-situ terus...hehehe
(ciri bukti lemahnya berpikir atau masih belum faham atau iseng/ngeyel belaka)

Begini aja deh kita pake kisah sejarah/cerita anak2 SD saja...mudah-mudahan bisa lebih mudah dimengerti...
- Disaat Moshe/Moses/Musa berseru kepada umatnya (sesama keturunan Yakub) untuk kembali taat menyembah Tuhan Yang Maha Esa (Tuhan Yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata), itu artinya beliaulah yang memperkenalkan kembali Tuhan sejati kepada umatnya. Dan bagi mereka (umatnya) yang mengikuti, maka mereka mengikrarkan atau menyatakan diri dengan “pengakuan bahwa merekapun ber Tuhan kan juga sebagaimana Tuhannya Musa” serta “pengakuan mereka thd Musa selaku pemimpin/pembimbing mereka dan perantaraanNya/utusanNya”...Musa pun bersanding dengan Nya, khususnya dalam sifatNya (kalam-mutakalimun), dan dikenal dalam dunia islam sebagai seorang yang bergelar: “Kalamullah” (Kalam Allah).
Diluar itu bagi org yang tidak mengikuti Musa (bernama samiri), tentu membangkang/mengingkarinya dengan mengadakan Tuhan tandingan, yaitu patung sapi betina dari emas..., jadi, apakah Musa mulia dan dihormati/diagungkan oleh samiri? Tentu saja tidak.
- Demikian juga dengan Yesus/Isa. Beliau yang berani mengkritisi/koreksi total para imam Yahudi dan kaum bani Israel di Jerusalem dan berseru agar kembali kepada ajaran yang benar yang pernah diajarkan oleh pendahulunya Moshe/Moses/Musa? Bagi para pengikutnya, tentu Yesus/Isa putra Maryam tersebut dimuliakan & diagungkan (terlepas dari ‘pengikut’ yang pasca konsili nicea atau pra-konsili nicea; karena diantara keduanya sangat berbeda dlm hal praktek & implementasinya). Tapi bagi mereka yang bertentangan dengannya, malah merengek2 ke pilatus (gubernur romawi) agar menangkap dan membunuhnya...
- Demikian juga dengan Muhammad bin Abdullah, yang berseru mengajak manusia kembali kepada ajaran para pendahulunya yang benar, sebagaimana ajarannya Yesus/Isa, Moshe/Moses/Musa --- juga hingga Ibrahim (Abraham).
Jadi, apakah Muhammad mulia/dihormati/diagungkan dimata anda? Tentu saja tidak, kan?
:)
Modal asbun lagi....tidak ada hubungannya dengan Musa dan Isa.

Mungkin pertanyaan saya tidak anda pahami, saya sederhanakan supaya anda bisa mencerna dengan baik.

Nama Muhammad di sandingkan dengan nama Alloh berarti Muhammad SETARA dengan ALLOH yang di TAUHID kan.
Karena ada tertulis:
- tidak ada yang setara dengan sang Tauhid.
- tidak boleh menyekutukan sang Tauhid.
- tidak boleh sebagaimana/setara menghormati dan mencintai sang Tauhid.

Tapi kalian Islam menyandingkan kalimat TAUHID (yang dijadikan SATU) dengan nama manusia yang TAUHID (yang dijadikan satu) maka mau di kemanakan itu qs 112.4, qs 4.48, dan qs 2.165???
Hahaha....tentu ada hubungannya dengan Musa & Isa (anda saja mungkin yang belum tahu/”mencapai” pengetahuan itu).
Maaf ya dek, bukannya asbun, tapi referensi saya buanyak (tidak hanya AQ, PL & PB saja) tapi juga beberapa buku lain spt tasawuf dll, jadi saya ringkasin aja biar mudah buat adek (bisa siap saji..gitu).
Justru melihat jawaban2 adek, saya menangkap adek kurang dalam (atau agak dangkal) perihal mempelajari tafsir AQ & pemahaman Islam (tasawuf, yg dimulai oleh TS ini), jadi kalau adek masih bingung atau beda interpretasi/pemahaman dengan saya...yah....mau gimana lagi...sptnya kapabilitas adek memang baru sampe disitu...jadi adek silahkan learning lagi aja...tapi gak perlu dipaksa....juga kalau mau bersikukuh dgn posisi adek tetap spt sekarangpun silahkan saja...berarti kita selesai sampai disini.

Begini, garis besar atau umumnya (sebagai pendahuluan),
Para nabi/rasul (termasuk Musa, Isa, Muhammad) memiliki persamaan sebagai manusia pilihan/percontohan yg mulia/diistimewakan dan sbg yg diteladani oleh umatnya (contoh, bila saya lahirnya sebelum nabi Muhammad lahir, tentu saya harus beriman & berimam kepada Isa, karena dgn kata lain, sy saat itu adalah termasuk umatnya Isa atau Musa). Masing-masing memiliki keunggulan dalam ‘approach’ kemuliaannya kepada salah satu atau beberapa sifat Tuhan. Juga masing-masing (ketiga nabi tsb) meng claim diri bahwa merekalah orang yang paling dekat dengan sifat maupun essensi Tuhan (Elloah/Ellohim/Allah). Namun sifat Tuhan yang melekat pada makhlukNya (termasuk para nabi itu) itu tidaklah setara –- merupakan “perumpamaan yang tidak bisa disetarakan” –- tapi dipastikan lebih baik/tinggi/sempurna dibandingkan manusia2 lainnya (selain nabi/rasul), istilah adek: ‘dipersandingkan’ (ingat: bukan disetarakan ya...).
Contoh;
Nabi Musa --- unggul dgn sifat Tuhan: KalamNya --- Torah --- Kalamullah
Nabi Isa –- unggul dgn sifat Tuhan: HayatNya –- Ruhullah/Ruhul Qudus
(dalam beberapa kitab tasawuf/beberapa thariqat dinyatakan gelar Isa spt itu, dan benang merahnya ada di PB/Yohannes: “....Yesus berkata: tidak akan mencapai Bapa kalau tidak melalui aku...” -– tafsir bagi tasawuf & tauhid, ayat tsb sama dgn penjelasan sy diatas: merupakan perumpamaan yg tidak bisa disetarakan)
Nabi Muhammad -– unggul dgn sifat2 Tuhan yg tercatat dlm AQ, namun beliau lebih merendah lagi untuk panggilan dirinya. “....cukuplah dipanggil: Rasululloh..”. Beliau tidak menginginkan dipanggil/bergelar dengan salahsatu sifat Tuhan.
(sedemikian, dlm islampun, umat nabi Muhammad tidak akan bisa mengenal Tuhan Allah yang valid/confirmed bila Muhammad selaku utusan/rasul/yg mengkonfirmasinya tidak ada, atau dengan kata lain: tidak akan bisa mencapai hakikat Tuhan/Allah jika tidak melalui rasulnya, terutama nabi/rasul yg terakhir...).
Demikian dek...

PS.
sebetulnya pemahaman ini bisa dikaji sederhana melalui refleksi sifat anda sendiri.dgn Sifat Tuhan
contoh;
anda bisa melihat, padahal itu karunia dari Tuhan Yang Maha Melihat
anda berkehendak, itu karunia dari Tuhan Yang Maha Berkehendak
dst...
demikian juga formulasinya para nabi/rasul tsb adalah sama spt itu...
avatar
sun-moon
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 191
Kepercayaan : Islam
Location : West Java
Join date : 15.08.11
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by oglikom on Fri Jan 25, 2013 11:22 am

sun-moon wrote:
Hahaha....tentu ada hubungannya dengan Musa & Isa (anda saja mungkin yang belum tahu/”mencapai” pengetahuan itu).
Maaf ya dek, bukannya asbun, tapi referensi saya buanyak (tidak hanya AQ, PL & PB saja) tapi juga beberapa buku lain spt tasawuf dll, jadi saya ringkasin aja biar mudah buat adek (bisa siap saji..gitu).
Justru melihat jawaban2 adek, saya menangkap adek kurang dalam (atau agak dangkal) perihal mempelajari tafsir AQ & pemahaman Islam (tasawuf, yg dimulai oleh TS ini), jadi kalau adek masih bingung atau beda interpretasi/pemahaman dengan saya...yah....mau gimana lagi...sptnya kapabilitas adek memang baru sampe disitu...jadi adek silahkan learning lagi aja...tapi gak perlu dipaksa....juga kalau mau bersikukuh dgn posisi adek tetap spt sekarangpun silahkan saja...berarti kita selesai sampai disini.
Sampai saat ini tidak ada dalil atau referensi, kalau bukan asbun namanya apa?

Jangan mengira anda sudah dalam untuk memahami soal tasawuf yang berhubungan dengan "Pengetahuan awal Ilmu Ketuhanan".
Kita harus merunut sejarah dari BIANGNYA; "Muhammad".

Begini, garis besar atau umumnya (sebagai pendahuluan),
Para nabi/rasul (termasuk Musa, Isa, Muhammad) memiliki persamaan sebagai manusia pilihan/percontohan yg mulia/diistimewakan dan sbg yg diteladani oleh umatnya (contoh, bila saya lahirnya sebelum nabi Muhammad lahir, tentu saya harus beriman & berimam kepada Isa, karena dgn kata lain, sy saat itu adalah termasuk umatnya Isa atau Musa). Masing-masing memiliki keunggulan dalam ‘approach’ kemuliaannya kepada salah satu atau beberapa sifat Tuhan. Juga masing-masing (ketiga nabi tsb) meng claim diri bahwa merekalah orang yang paling dekat dengan sifat maupun essensi Tuhan (Elloah/Ellohim/Allah). Namun sifat Tuhan yang melekat pada makhlukNya (termasuk para nabi itu) itu tidaklah setara –- merupakan “perumpamaan yang tidak bisa disetarakan” –- tapi dipastikan lebih baik/tinggi/sempurna dibandingkan manusia2 lainnya (selain nabi/rasul), istilah adek: ‘dipersandingkan’ (ingat: bukan disetarakan ya...).
Contoh;
Nabi Musa --- unggul dgn sifat Tuhan: KalamNya --- Torah --- Kalamullah
Nabi Isa –- unggul dgn sifat Tuhan: HayatNya –- Ruhullah/Ruhul Qudus
(dalam beberapa kitab tasawuf/beberapa thariqat dinyatakan gelar Isa spt itu, dan benang merahnya ada di PB/Yohannes: “....Yesus berkata: tidak akan mencapai Bapa kalau tidak melalui aku...” -– tafsir bagi tasawuf & tauhid, ayat tsb sama dgn penjelasan sy diatas: merupakan perumpamaan yg tidak bisa disetarakan)
Nabi Muhammad -– unggul dgn sifat2 Tuhan yg tercatat dlm AQ, namun beliau lebih merendah lagi untuk panggilan dirinya. “....cukuplah dipanggil: Rasululloh..”. Beliau tidak menginginkan dipanggil/bergelar dengan salahsatu sifat Tuhan.
(sedemikian, dlm islampun, umat nabi Muhammad tidak akan bisa mengenal Tuhan Allah yang valid/confirmed bila Muhammad selaku utusan/rasul/yg mengkonfirmasinya tidak ada, atau dengan kata lain: tidak akan bisa mencapai hakikat Tuhan/Allah jika tidak melalui rasulnya, terutama nabi/rasul yg terakhir...).
Demikian dek...

PS.
sebetulnya pemahaman ini bisa dikaji sederhana melalui refleksi sifat anda sendiri.dgn Sifat Tuhan
contoh;
anda bisa melihat, padahal itu karunia dari Tuhan Yang Maha Melihat
anda berkehendak, itu karunia dari Tuhan Yang Maha Berkehendak
dst...
demikian juga formulasinya para nabi/rasul tsb adalah sama spt itu...
Terlalu dini untuk menyimpulkan keistimewaan Musa dan Isa untuk diperbandingkan dengan Muhammad.

Karena Tuhan yang di perkenalkan Musa dan Isa "sifatnya" sangat jauh berbeda dengan apa yang di perkenalkan oleh Muhammad.
Musa dan Isa jelas memperkenalkan Tuhan yang tidak ada kompromi dengan dunia BERHALA sedangkan Muhammad memperkenalkan "Tuhan" yang ada kompromi dengan KEBERHALAAN dan KEMUSYRIKAN/SYIRIK.

Jadi ajaran baru bukan berarti sama....ngaku-ngaku tidak ada susahnya,khok.

Kembali kepada KESETARAAN Muhammad yang disandingkan dengan kalimat Tauhid:

Qs 2.136
Katakanlah (hai orang-orang mu'min):"Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'kub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada Nabi-Nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan SEORANGPUN diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

Kenapa bisa menjadi hanya "muhammadurrasulullah"?

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by oglikom on Fri Jan 25, 2013 11:29 am

Satya wrote:
oglikom wrote:
Satya wrote:
Bismillahirrohmanirrohim...

Kalimah Toyyibah Laaillahailallah Muhammadurrasulullah.
ada Asma Allah, nama Muhammad (pekerjaan) dan RUH ilmu.
Kalau anda menjawab menurut "HAKIKAT"nya untuk Muhammad bagaimana anda menjelaskan hakikatnya asma Alloh?

Atau bisa saya katakan bahwa HAKIKATNYA Alloh SWt itu sama dengan Muhammad....SEDERAJAD.

Bismillahirrohmanirrohim...

Laaillahailallah = Allah = Derajatnya adalah KHALIQ
Muhammadurrasulullah = Muhammad dan Rasulullah = Derajatnya adalah MAKHLUK

Tuhan = Derajatnya adalah KHALIQ
25 Nabi dan Rasul = Derajatnya adalah MAKHLUK

Jika ada salah satu Nabi diantara 25 Nabi dan Rasul dianggap sebagai Tuhan, berarti
derajat KHALIQ sama dengan MAKHLUK atau sebaliknya.

Justru ini yang saya pertanyakan bagaimana bisa DERAJAT MAKHLUK bisa namanya DISANDINGKAN dengan SANG KHALIQ yang ditauhidkan?

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by sun-moon on Sat Jan 26, 2013 5:07 am

oglikom wrote:
sun-moon wrote:
Hahaha....tentu ada hubungannya dengan Musa & Isa (anda saja mungkin yang belum tahu/”mencapai” pengetahuan itu).
Maaf ya dek, bukannya asbun, tapi referensi saya buanyak (tidak hanya AQ, PL & PB saja) tapi juga beberapa buku lain spt tasawuf dll, jadi saya ringkasin aja biar mudah buat adek (bisa siap saji..gitu).
Justru melihat jawaban2 adek, saya menangkap adek kurang dalam (atau agak dangkal) perihal mempelajari tafsir AQ & pemahaman Islam (tasawuf, yg dimulai oleh TS ini), jadi kalau adek masih bingung atau beda interpretasi/pemahaman dengan saya...yah....mau gimana lagi...sptnya kapabilitas adek memang baru sampe disitu...jadi adek silahkan learning lagi aja...tapi gak perlu dipaksa....juga kalau mau bersikukuh dgn posisi adek tetap spt sekarangpun silahkan saja...berarti kita selesai sampai disini.
Sampai saat ini tidak ada dalil atau referensi, kalau bukan asbun namanya apa?

Jangan mengira anda sudah dalam untuk memahami soal tasawuf yang berhubungan dengan "Pengetahuan awal Ilmu Ketuhanan".
Kita harus merunut sejarah dari BIANGNYA; "Muhammad".
Hahaha...alhamdulillah...saya sudah runut tidak hanya dari Muhammad...bahkan lebih jauh ke belakang dari Musa dgn bahasa aslinya (bukan bhs.yunani/septuaginta ya...).
oglikom wrote:

Begini, garis besar atau umumnya (sebagai pendahuluan),
Para nabi/rasul (termasuk Musa, Isa, Muhammad) memiliki persamaan sebagai manusia pilihan/percontohan yg mulia/diistimewakan dan sbg yg diteladani oleh umatnya (contoh, bila saya lahirnya sebelum nabi Muhammad lahir, tentu saya harus beriman & berimam kepada Isa, karena dgn kata lain, sy saat itu adalah termasuk umatnya Isa atau Musa). Masing-masing memiliki keunggulan dalam ‘approach’ kemuliaannya kepada salah satu atau beberapa sifat Tuhan. Juga masing-masing (ketiga nabi tsb) meng claim diri bahwa merekalah orang yang paling dekat dengan sifat maupun essensi Tuhan (Elloah/Ellohim/Allah). Namun sifat Tuhan yang melekat pada makhlukNya (termasuk para nabi itu) itu tidaklah setara –- merupakan “perumpamaan yang tidak bisa disetarakan” –- tapi dipastikan lebih baik/tinggi/sempurna dibandingkan manusia2 lainnya (selain nabi/rasul), istilah adek: ‘dipersandingkan’ (ingat: bukan disetarakan ya...).
Contoh;
Nabi Musa --- unggul dgn sifat Tuhan: KalamNya --- Torah --- Kalamullah
Nabi Isa –- unggul dgn sifat Tuhan: HayatNya –- Ruhullah/Ruhul Qudus
(dalam beberapa kitab tasawuf/beberapa thariqat dinyatakan gelar Isa spt itu, dan benang merahnya ada di PB/Yohannes: “....Yesus berkata: tidak akan mencapai Bapa kalau tidak melalui aku...” -– tafsir bagi tasawuf & tauhid, ayat tsb sama dgn penjelasan sy diatas: merupakan perumpamaan yg tidak bisa disetarakan)
Nabi Muhammad -– unggul dgn sifat2 Tuhan yg tercatat dlm AQ, namun beliau lebih merendah lagi untuk panggilan dirinya. “....cukuplah dipanggil: Rasululloh..”. Beliau tidak menginginkan dipanggil/bergelar dengan salahsatu sifat Tuhan.
(sedemikian, dlm islampun, umat nabi Muhammad tidak akan bisa mengenal Tuhan Allah yang valid/confirmed bila Muhammad selaku utusan/rasul/yg mengkonfirmasinya tidak ada, atau dengan kata lain: tidak akan bisa mencapai hakikat Tuhan/Allah jika tidak melalui rasulnya, terutama nabi/rasul yg terakhir...).
Demikian dek...

PS.
sebetulnya pemahaman ini bisa dikaji sederhana melalui refleksi sifat anda sendiri.dgn Sifat Tuhan
contoh;
anda bisa melihat, padahal itu karunia dari Tuhan Yang Maha Melihat
anda berkehendak, itu karunia dari Tuhan Yang Maha Berkehendak
dst...
demikian juga formulasinya para nabi/rasul tsb adalah sama spt itu...
Terlalu dini untuk menyimpulkan keistimewaan Musa dan Isa untuk diperbandingkan dengan Muhammad.

Karena Tuhan yang di perkenalkan Musa dan Isa "sifatnya" sangat jauh berbeda dengan apa yang di perkenalkan oleh Muhammad.
Musa dan Isa jelas memperkenalkan Tuhan yang tidak ada kompromi dengan dunia BERHALA sedangkan Muhammad memperkenalkan "Tuhan" yang ada kompromi dengan KEBERHALAAN dan KEMUSYRIKAN/SYIRIK.
Hahaha...jika simpulan anda spt itu (typical ali sina cs), its so Naif boss...
oglikom wrote:
Jadi ajaran baru bukan berarti sama....ngaku-ngaku tidak ada susahnya,khok.
maka dari itu, belajarlah semua yg diperbandingkan itu secara komprehensif & berjuang mencari originalitasnya masing-masing, dengan begitu, mudah2an Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk memberikan petunjukNya.
oglikom wrote:
Kembali kepada KESETARAAN Muhammad yang disandingkan dengan kalimat Tauhid:

Qs 2.136
Katakanlah (hai orang-orang mu'min):"Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'kub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada Nabi-Nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan SEORANGPUN diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
ini mudah2an cukup jelas pemahamannya. Tapi jika anda masih belum faham dan merasakan ada kontradiksi, maka saya hanya bisa prihatin saja...
oglikom wrote:
Kenapa bisa menjadi hanya "muhammadurrasulullah"?
Analoginya seperti ini dek,
Saya dilahirkan pada saat ‘bill gates’ telah menerbitkan software windows.8., maka tentu saja referensi saya adalah windows.8. dengan tetap berpijak yg berasal dari bill gates, itupun tidak mengurangi penghormatan dan pengakuan saya thd keberadaan windows2 versi sebelumnya (windows 7, windows 2000 dst). Tapi saya tidak akan ikut ‘tertipu’ dengan windows bajakan versi lama terutama yang dibajak oleh 'paulus tarsus' & ‘kontantin’...
Hahaha....
avatar
sun-moon
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 191
Kepercayaan : Islam
Location : West Java
Join date : 15.08.11
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by sun-moon on Sat Jan 26, 2013 6:04 am

oh iya, maaf, yang ini belum saya jawab;
oglikom wrote:
Sampai saat ini tidak ada dalil atau referensi, kalau bukan asbun namanya apa?

adalah penting untuk tidak salah memahami yg namanya asbun (asal bunyi) dan/atau asdis (asal diskusi).
pertanyaan/penilaian atau kritik anda thd saya, seharusnya bisa anda introspeksi sendiri, maksudnya, apakah anda siap berdiskusi? atau menguasai hal yang akan didiskusikan?
karena menurut saya, yang disebut asbun atau asdis adalah, bukan hanya tidak memuat dalil atau referensi, namun yg lebih parah adalah mau seabrek referensi apapun yang di 'copas' dimari, anda tetap buta atau tidak mudeng....walhasil, mau diskusi dengan org/pihak lainpun tidak akan 'ketemu' dan tidak mendatangkan manfaat secuilpun.
berbeda halnya dengan yg nyambung komunikasi/diskusinya antara 2 pihak atau lebih yg terlibat. tanpa tegas menyebut/meng copas referensipun, pihak yg 'mudeng', tentu akan faham dan mengerti. satu contoh, misalnya saat saya menyinggung kisah 'Musa dan samiri', tentunya jika anda jeli dan tidak ingin disuapin, maka salah satu referensi kisah tersebut bisa ditemui di QS.surah Thaha ayat 85-98.
Jadi begitu boss..., kualitas diskusi anda bukan ditentukan oleh jago copas referensi yang sebetulnya belum sepenuhnya anda mengerti ref.tsb....
avatar
sun-moon
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 191
Kepercayaan : Islam
Location : West Java
Join date : 15.08.11
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by oglikom on Sat Jan 26, 2013 10:48 am

sun-moon wrote:
oglikom wrote:
sun-moon wrote:
Hahaha....tentu ada hubungannya dengan Musa & Isa (anda saja mungkin yang belum tahu/”mencapai” pengetahuan itu).
Maaf ya dek, bukannya asbun, tapi referensi saya buanyak (tidak hanya AQ, PL & PB saja) tapi juga beberapa buku lain spt tasawuf dll, jadi saya ringkasin aja biar mudah buat adek (bisa siap saji..gitu).
Justru melihat jawaban2 adek, saya menangkap adek kurang dalam (atau agak dangkal) perihal mempelajari tafsir AQ & pemahaman Islam (tasawuf, yg dimulai oleh TS ini), jadi kalau adek masih bingung atau beda interpretasi/pemahaman dengan saya...yah....mau gimana lagi...sptnya kapabilitas adek memang baru sampe disitu...jadi adek silahkan learning lagi aja...tapi gak perlu dipaksa....juga kalau mau bersikukuh dgn posisi adek tetap spt sekarangpun silahkan saja...berarti kita selesai sampai disini.
Sampai saat ini tidak ada dalil atau referensi, kalau bukan asbun namanya apa?

Jangan mengira anda sudah dalam untuk memahami soal tasawuf yang berhubungan dengan "Pengetahuan awal Ilmu Ketuhanan".
Kita harus merunut sejarah dari BIANGNYA; "Muhammad".
Hahaha...alhamdulillah...saya sudah runut tidak hanya dari Muhammad...bahkan lebih jauh ke belakang dari Musa dgn bahasa aslinya (bukan bhs.yunani/septuaginta ya...).
oglikom wrote:

Begini, garis besar atau umumnya (sebagai pendahuluan),
Para nabi/rasul (termasuk Musa, Isa, Muhammad) memiliki persamaan sebagai manusia pilihan/percontohan yg mulia/diistimewakan dan sbg yg diteladani oleh umatnya (contoh, bila saya lahirnya sebelum nabi Muhammad lahir, tentu saya harus beriman & berimam kepada Isa, karena dgn kata lain, sy saat itu adalah termasuk umatnya Isa atau Musa). Masing-masing memiliki keunggulan dalam ‘approach’ kemuliaannya kepada salah satu atau beberapa sifat Tuhan. Juga masing-masing (ketiga nabi tsb) meng claim diri bahwa merekalah orang yang paling dekat dengan sifat maupun essensi Tuhan (Elloah/Ellohim/Allah). Namun sifat Tuhan yang melekat pada makhlukNya (termasuk para nabi itu) itu tidaklah setara –- merupakan “perumpamaan yang tidak bisa disetarakan” –- tapi dipastikan lebih baik/tinggi/sempurna dibandingkan manusia2 lainnya (selain nabi/rasul), istilah adek: ‘dipersandingkan’ (ingat: bukan disetarakan ya...).
Contoh;
Nabi Musa --- unggul dgn sifat Tuhan: KalamNya --- Torah --- Kalamullah
Nabi Isa –- unggul dgn sifat Tuhan: HayatNya –- Ruhullah/Ruhul Qudus
(dalam beberapa kitab tasawuf/beberapa thariqat dinyatakan gelar Isa spt itu, dan benang merahnya ada di PB/Yohannes: “....Yesus berkata: tidak akan mencapai Bapa kalau tidak melalui aku...” -– tafsir bagi tasawuf & tauhid, ayat tsb sama dgn penjelasan sy diatas: merupakan perumpamaan yg tidak bisa disetarakan)
Nabi Muhammad -– unggul dgn sifat2 Tuhan yg tercatat dlm AQ, namun beliau lebih merendah lagi untuk panggilan dirinya. “....cukuplah dipanggil: Rasululloh..”. Beliau tidak menginginkan dipanggil/bergelar dengan salahsatu sifat Tuhan.
(sedemikian, dlm islampun, umat nabi Muhammad tidak akan bisa mengenal Tuhan Allah yang valid/confirmed bila Muhammad selaku utusan/rasul/yg mengkonfirmasinya tidak ada, atau dengan kata lain: tidak akan bisa mencapai hakikat Tuhan/Allah jika tidak melalui rasulnya, terutama nabi/rasul yg terakhir...).
Demikian dek...

PS.
sebetulnya pemahaman ini bisa dikaji sederhana melalui refleksi sifat anda sendiri.dgn Sifat Tuhan
contoh;
anda bisa melihat, padahal itu karunia dari Tuhan Yang Maha Melihat
anda berkehendak, itu karunia dari Tuhan Yang Maha Berkehendak
dst...
demikian juga formulasinya para nabi/rasul tsb adalah sama spt itu...
Terlalu dini untuk menyimpulkan keistimewaan Musa dan Isa untuk diperbandingkan dengan Muhammad.

Karena Tuhan yang di perkenalkan Musa dan Isa "sifatnya" sangat jauh berbeda dengan apa yang di perkenalkan oleh Muhammad.
Musa dan Isa jelas memperkenalkan Tuhan yang tidak ada kompromi dengan dunia BERHALA sedangkan Muhammad memperkenalkan "Tuhan" yang ada kompromi dengan KEBERHALAAN dan KEMUSYRIKAN/SYIRIK.
Hahaha...jika simpulan anda spt itu (typical ali sina cs), its so Naif boss...
oglikom wrote:
Jadi ajaran baru bukan berarti sama....ngaku-ngaku tidak ada susahnya,khok.
maka dari itu, belajarlah semua yg diperbandingkan itu secara komprehensif & berjuang mencari originalitasnya masing-masing, dengan begitu, mudah2an Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk memberikan petunjukNya.
Tuhan sudah memberikan petunjuk-Nya yaitu OTAK dengan kemampuan menganalisa.
sun-moon wrote:
oglikom wrote:
Kembali kepada KESETARAAN Muhammad yang disandingkan dengan kalimat Tauhid:

Qs 2.136
Katakanlah (hai orang-orang mu'min):"Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'kub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada Nabi-Nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan SEORANGPUN diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
ini mudah2an cukup jelas pemahamannya. Tapi jika anda masih belum faham dan merasakan ada kontradiksi, maka saya hanya bisa prihatin saja...
oglikom wrote:
Kenapa bisa menjadi hanya "muhammadurrasulullah"?
Analoginya seperti ini dek,
Saya dilahirkan pada saat ‘bill gates’ telah menerbitkan software windows.8., maka tentu saja referensi saya adalah windows.8. dengan tetap berpijak yg berasal dari bill gates, itupun tidak mengurangi penghormatan dan pengakuan saya thd keberadaan windows2 versi sebelumnya (windows 7, windows 2000 dst). Tapi saya tidak akan ikut ‘tertipu’ dengan windows bajakan versi lama terutama yang dibajak oleh 'paulus tarsus' & ‘kontantin’...
Hahaha....
Hanya satu anda tidak bisa membuktikan bahwa Muhammad adalah utusan dari Tuhannya Musa.

Harap di ingat Tuhan Musa tidak akan mengutus seorang "Nabi" penyembah berhala.

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Nonton ajaa

Post by ronggo009 on Sun Feb 24, 2013 3:39 am

2 good

Mo cari info aja...

Kira-kira ciri Rasul yg dimaksud gimana yah...

ronggo009
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 1
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 23.02.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by SEGOROWEDI on Sun Feb 24, 2013 8:33 am



musa tidak pernah bertuhankan zat bernama 'aloh'

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by Satya on Sat Mar 02, 2013 12:00 pm

ronggo009 wrote: 2 good

Mo cari info aja...

Kira-kira ciri Rasul yg dimaksud gimana yah...
ciri Rasul adalah shalat, shalat adalah salah satu cara ngundang Rahmat,
untuk tahu isi shalat, adus dan wudhu nya hrs benar, baru nanti tahu
apa itu utusan, yang di utus, siapa yang menerima utusan, panjang urusannya :)


Terakhir diubah oleh Satya tanggal Sat Mar 02, 2013 12:21 pm, total 2 kali diubah
avatar
Satya
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 34
Kepercayaan : Islam
Location : NKRI
Join date : 06.01.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by Satya on Sat Mar 02, 2013 12:13 pm

SEGOROWEDI wrote:

musa tidak pernah bertuhankan zat bernama 'aloh'

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (At -Thaahaa : 14)

Nur Muhammad = Jauhar Awwal Rasulullah = Cahaya Awwal Rasulullah = Ruh Ilmu Rasulullah, asalnya dari Nur Maha Suci (Dzat Laisa kamishlihi syaiun) Jauhar Awwal. sudah dijelaskan di Hadits dan Al-Qur’an, Ijma Ulama Tasawwuf dan Kalam, bahwa Jauhar Awwal adalah bibitnya tujuh lapis bumi, tujuh lapis langit berikut segala isinya.
Nur Ruh Ilmu Rasulullah itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini, adalah Jauhar Awwal Rasulullah yang terdiri dari empat sinar. Merah, Kuning, Putih dan Hitam. keempat sinar itu yang disebut Nur/Cahaya Rasulullah, Ruh Ilmu Rasulullah-nya adalah Jauhar Awwal,
“Benda” Rasulullah Cahaya Empat itu disebutnya Hakekat Adam, “barang” ghoib yang disebut Ismudzat, bibit Alam Dhohir atau Asma Yang Maha Suci. Begitu juga cahaya yang empat tadi jadi lafad Alif, Lam, Lam, Ha (ALLAH) tidak salah lagi, tadinya juga Asma Allah. dan Mim Awal, Ha, Mim Akhir, Dal (MUHAMMAD) DZAT adalah manisnya, gula adalah SIFAT-nya. Dzat dan Rasulullah adalah pasti, tidak akan ada Rasulullah, jika tidak ada Dzat, begitupun sebaliknya

JAUHAR AWWAL RASULULLAH menjadi hakikat TASJID (Syahadat : Ucap, Tekad, Laku lampah) Suatu bukti bahwa kebenaran Al-Qur’an adalah Shalat dan yang pertama kali diciptakan Allah adalah Nur Shalat. Af’al nya Allah adalah bukti adanya hidup dan kehidupan dunia, bibitnya dari cahaya yang empat rupa, kelima cahaya pasti yaitu Rasulullah (Jauhar Awwal)

CAHAYA MERAH, NARUN menjadi hakikat lafadz ALIF dan MIM AWAL. Merah – unsur api. Zat pembakar yang mempunyai rasa panas, Nafsu Amarah berdomisili pada telinga/pendengaran. Simbol hurufnya adalah ALIF, dalam pelaksanaan Shalat adalah berdiri ketika Takbiratul Ikhram.

CAHAYA KUNING, HAWAUN menjadi hakikat lafadz LAM AWAL dan HA. Kuning – unsur angin. N (nitrogen). Nafsu Sufiah, berdomisili pada mata/penglihatan. Simbolnya pada gerakan shalat adalah gerakan Ruku.

CAHAYA PUTIH, MAUN menjadi hakikat lafadz LAM AKHIR dan MIM AKHIR. Putih – unsur air H (hydrogen). Nafsu Lawammah yang berdomisili pada Ucapan/lisan/mulut. Simbolnya pada gerakan shalat adalah Sujud.

CAHAYA HITAM, TUROBUN menjadi hakikat lafadz HA dan DAL. Hitam – unsur bumi. Zat arang atau carbon (C), tabiatnya “diam”. Nafsu Muthmainah berdomisili pada penciuman/nafas. Simbolnya pada gerakan shalat adalah sikap Attahiyat.

Hakekat Adam :
Mim Awal dari lafadz MUHAMMAD menjadi KEPALA Adam
Ha dari lafadz MUHAMMAD menjadi DADA Adam
Mim Akhir dari lafadz MUHAMMAD menjadi PUSAR Adam
Dal dari lafadz MUHAMMAD menjadi KAKI Adam

Saripati BUMI menjadi Kulit Bulu Adam
Saripati API menjadi Darah Daging Adam
Saripati AIR menjadi Urat Tulang Adam
Saripati ANGIN menjadi Otot Sumsum Adam

Af’alullah adalah geraknya diri, Asma Allah yang nyata di badan Kulit, Daging, Tulang, Sumsum, dari 4 menjadikan “senjatanya” :
Dzat yaitu Ucapan, ucapan yang menjadikan keramaian Alam Dunia, jika tidak ada ucap, tidak akan ada kemauan manusia, tidak akan ada gedung-gedung, mobil dll.
Sifatullah yaitu sifat Penglihatan, yang memberi tahu kepada segala sifat, yang baik dan yang buruk, warna-warni, terang dan gelap, kumpul jadi satu, bergulung di dalam penglihatan.
Asma’ullah adalah Pendengaran, nyatanya adalah semua suara kumpul menjadi satu di telinga, semua pembicaraan, yang di keluarkan oleh lisan, semuanya adalah Asma, masuk kedalam telinga.
Af’alullah adalah Penciuman/nafas, nafas yang keluar masuk melalui hidung, nafas yang meliputi dan menguatkan wujud, nafas kehidupan, adanya hidup karena kontaknya RUH dengan DZAT YANG MAHA HIDUP. Sifat Rasa dari Ucapan, Penglihatan, Pendengaran, Penciuman, semuanya tidak akan hilang tanpa sebab, semua ada tempatnya yang pasti yaitu kepada tempat Ruh waktu di Qodim, di Qudratullohi.

“Pertama-pertama dijadikan Allah Ta`ala itu *cahayaku [Muhammad], dan pada riwayat lain, *Ruhku.”(al-Raniri, 1961: 147);
Aku [Muhammad] dari Allah dan Alam Semesta dariku ;“Jikalau tiada engkau, ya Muhammad, niscaya tiada Kujadikan segala Alam ini” ”(al-Ghazali, 1934: 115).

Berdasarkan Hadis-hadis di atas jelaslah bahwa Nabi Muhammad atau *Nûr Muhammad memegang peranan sentral dijadikannya alam semesta ini, sebelum adanya dalam bentuk seorang Nabi insani. Nûr tersebut Qadim lagi azali. *Nûr Muhammad inilah yang selalu berpindah dari generasi berikutnya dalam bentuk para anbiya: Nabi Adam Alaihissalam, Nabi Nuh Alaihisalam, Nabi Ibrahim Alaihissalam, Nabi Musa Alaihissalam dan lain-lain, kemudian dalam bentuk Nabi penutup, Muhammad Salallahu ‘alaihi wassalam. Dalam kalangan para sufi, Nur tersebut berpindah kepada para awliya dan berakhir pada para wali penutup (khatam awliya) (al-Ghazali, 1934: 115)
*Sifat Nur Ruh Ilmu Rasulullah.

Diutusnya 25 Nabi dan Rasul oleh Tuhan ke muka bumi, bertindak bukan berdasarkan NAFSU tapi berdasarkan Risalah/ Nubuwwah

“Ketika Nabi Nuh selesai dengan kapalnya, ada seseorang yang begitu yakin kepada Tuhan, tetangganya memberi tahu, bahwa akan terjadi banjir yang sangat besar, tapi tetap saja dia tidak percaya, karena dia begitu yakin, bahwa Tuhan akan menolongnya...

Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah [977] tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat, Al-Hajj:8

http://hukumalam.wordpress.com/2012/08/26/status-status-nasehat-3/
avatar
Satya
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 34
Kepercayaan : Islam
Location : NKRI
Join date : 06.01.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by oglikom on Fri Mar 08, 2013 8:03 am

@ Satya
Satya wrote:
SEGOROWEDI wrote:

musa tidak pernah bertuhankan zat bernama 'aloh'

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (At -Thaahaa : 14)

Nur Muhammad = Jauhar Awwal Rasulullah = Cahaya Awwal Rasulullah = Ruh Ilmu Rasulullah, asalnya dari Nur Maha Suci (Dzat Laisa kamishlihi syaiun) Jauhar Awwal. sudah dijelaskan di Hadits dan Al-Qur’an, Ijma Ulama Tasawwuf dan Kalam, bahwa Jauhar Awwal adalah bibitnya tujuh lapis bumi, tujuh lapis langit berikut segala isinya.
Nur Ruh Ilmu Rasulullah itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini, adalah Jauhar Awwal Rasulullah yang terdiri dari empat sinar. Merah, Kuning, Putih dan Hitam. keempat sinar itu yang disebut Nur/Cahaya Rasulullah, Ruh Ilmu Rasulullah-nya adalah Jauhar Awwal,
“Benda” Rasulullah Cahaya Empat itu disebutnya Hakekat Adam, “barang” ghoib yang disebut Ismudzat, bibit Alam Dhohir atau Asma Yang Maha Suci. Begitu juga cahaya yang empat tadi jadi lafad Alif, Lam, Lam, Ha (ALLAH) tidak salah lagi, tadinya juga Asma Allah. dan Mim Awal, Ha, Mim Akhir, Dal (MUHAMMAD) DZAT adalah manisnya, gula adalah SIFAT-nya. Dzat dan Rasulullah adalah pasti, tidak akan ada Rasulullah, jika tidak ada Dzat, begitupun sebaliknya


Tulisan anda ini memperkuat tuduhan kafir bahwa Rasulullah adalah PASTI dan DZAT yang namanya Alloh SWT adalah FIKTIF.

Karena bersamaan dengan meninggalnya rasul, DZAT ini ikut menghilang.

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by Satya on Sat Mar 09, 2013 9:16 am

oglikom wrote:@ Satya
Satya wrote:
SEGOROWEDI wrote:

musa tidak pernah bertuhankan zat bernama 'aloh'

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (At -Thaahaa : 14)

Nur Muhammad = Jauhar Awwal Rasulullah = Cahaya Awwal Rasulullah = Ruh Ilmu Rasulullah, asalnya dari Nur Maha Suci (Dzat Laisa kamishlihi syaiun) Jauhar Awwal. sudah dijelaskan di Hadits dan Al-Qur’an, Ijma Ulama Tasawwuf dan Kalam, bahwa Jauhar Awwal adalah bibitnya tujuh lapis bumi, tujuh lapis langit berikut segala isinya.
Nur Ruh Ilmu Rasulullah itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini, adalah Jauhar Awwal Rasulullah yang terdiri dari empat sinar. Merah, Kuning, Putih dan Hitam. keempat sinar itu yang disebut Nur/Cahaya Rasulullah, Ruh Ilmu Rasulullah-nya adalah Jauhar Awwal,
“Benda” Rasulullah Cahaya Empat itu disebutnya Hakekat Adam, “barang” ghoib yang disebut Ismudzat, bibit Alam Dhohir atau Asma Yang Maha Suci. Begitu juga cahaya yang empat tadi jadi lafad Alif, Lam, Lam, Ha (ALLAH) tidak salah lagi, tadinya juga Asma Allah. dan Mim Awal, Ha, Mim Akhir, Dal (MUHAMMAD) DZAT adalah manisnya, gula adalah SIFAT-nya. Dzat dan Rasulullah adalah pasti, tidak akan ada Rasulullah, jika tidak ada Dzat, begitupun sebaliknya


Tulisan anda ini memperkuat tuduhan kafir bahwa Rasulullah adalah PASTI dan DZAT yang namanya Alloh SWT adalah FIKTIF.

Karena bersamaan dengan meninggalnya rasul, DZAT ini ikut menghilang.

Dzat dan Rasulullah adalah pasti, tidak akan ada Rasulullah,
jika tidak ada Dzat, begitupun sebaliknya


maksudnya adalah DZAT dan SIFAT
SIFAT NUR MAHA SUCI (DZAT)... ADA DI SIFAT NUR Muhammad, jadi SIFAT NUR Muhammad = SIFAT Dzat,
SIFAT DZAT = SIFAT NUR Muhammad.
*NUR Muhammad hakikatnya adalah NUR RUH Ilmu Rasulullah

SIFAT adalah SUATU BUKTI adanya NUR Muhammad, adanya NUR Muhammad (RUH ILMU Rasulullah) adalah
TANDA KENYATAAN adanya DZAT

SIFAT NUR Muhammad ini tidak wafat, SIFAT NUR ILMU Rasulullah, inilah yang hidup kekal abadi (Muhammad hakiki)
MUhammad majaji-nya berada di Madinah.

Bulan dan bintang bercahaya pada malam hari, matahari bersinar di siang hari, manusia, tumbuhan, binatang dll,
gunung, pesawat, rumah, langit, dll semuanya bisa masuk ke dalam mata yg kecil, masuk ke pikir, AKAL berfungsi sebagai hakim, menimbang yang masuk di pikir, melalui SIFATULLAH di diri manusia yaitu penglihatan, fungsi hati yang bersih membenarkan, YA atau TIDAK, BENAR dan SALAH.
Adanya HIDUP dan KEHIDUPAN, karena adanya NUR Muhammad atau ada DZAT YANG MAHA HIDUP yang meliputi seluruh Alam

Jauhar Awwal/Nur Muhammad/cahaya Awwal, adalah tempat kembalinya Iman sejati dan Rasa sejati
yang sempurna, habis tidak ada ampasnya. "Inna Lillahi Wa Inna Ilayhi Raji'un"
Baathin suci, Nyawa suci, Hati suci, Qolbu suci, kembali ke fitrah RUH di Qudratullohi,
tempatnya para Nabi dan Rosul, Sahabat Nabi, Syuhada, Ulama Sejati, Wali, Imam, orang shaleh/Suci,
mereka hidup di sisi Allah.

Jika ada orang bermimpi, bertemu dengan Nabi Muhammad Shalalahu 'alaihi wassalam, Wali ataupun orang Shaleh/Suci, itu namanya bertemu dengan "WUJUD SIFAT NUR ILMU", yang tidak akan bisa di serupai oleh Iblis, Jinn dan Setan, karena cahaya NUR tentunya sangat berbeda dengan cahaya dari API, hanya orang ber-Ilmu yang bisa membedakannya.

Jasad ini bakalan rusak, Dunia juga bakalan rusak di hari Kiamat, yang hidup adalah jiwa, jiwa adalah kembarannya jasad, hilang cangkang, tinggal isi... jiwa ini yang akan di pertaruhkan, milik Iblis atau milik Malaikat...

*kalau anda anggap Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah fiktif, silahkan mati duluan, nanti kasih tahu saya ya :)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda:
"Ya Allah…
Engkaulah YANG MAHA DHAAHIR sehingga tiada sesuatupun
yang LEBIH TINGGI daripada-MU
Engkaulah YANG MAHA BAATHIN
sehingga tiada sesuatupun yang LEBIH DEKAT daripada-MU
Engkaulah YANG MAHA AWWAL sehingga tiada sesuatupun
yang LEBIH DAHULU daripada-Mu
Dan Engkaulah YANG MAHA AAKHIR sehingga
tiada sesuatupun yang LEBIH LAMA daripada-Mu"




avatar
Satya
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 34
Kepercayaan : Islam
Location : NKRI
Join date : 06.01.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by oglikom on Sun Mar 10, 2013 10:44 am

Satya wrote:
oglikom wrote:@ Satya
Satya wrote:
SEGOROWEDI wrote:

musa tidak pernah bertuhankan zat bernama 'aloh'

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (At -Thaahaa : 14)

Nur Muhammad = Jauhar Awwal Rasulullah = Cahaya Awwal Rasulullah = Ruh Ilmu Rasulullah, asalnya dari Nur Maha Suci (Dzat Laisa kamishlihi syaiun) Jauhar Awwal. sudah dijelaskan di Hadits dan Al-Qur’an, Ijma Ulama Tasawwuf dan Kalam, bahwa Jauhar Awwal adalah bibitnya tujuh lapis bumi, tujuh lapis langit berikut segala isinya.
Nur Ruh Ilmu Rasulullah itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini, adalah Jauhar Awwal Rasulullah yang terdiri dari empat sinar. Merah, Kuning, Putih dan Hitam. keempat sinar itu yang disebut Nur/Cahaya Rasulullah, Ruh Ilmu Rasulullah-nya adalah Jauhar Awwal,
“Benda” Rasulullah Cahaya Empat itu disebutnya Hakekat Adam, “barang” ghoib yang disebut Ismudzat, bibit Alam Dhohir atau Asma Yang Maha Suci. Begitu juga cahaya yang empat tadi jadi lafad Alif, Lam, Lam, Ha (ALLAH) tidak salah lagi, tadinya juga Asma Allah. dan Mim Awal, Ha, Mim Akhir, Dal (MUHAMMAD) DZAT adalah manisnya, gula adalah SIFAT-nya. Dzat dan Rasulullah adalah pasti, tidak akan ada Rasulullah, jika tidak ada Dzat, begitupun sebaliknya


Tulisan anda ini memperkuat tuduhan kafir bahwa Rasulullah adalah PASTI dan DZAT yang namanya Alloh SWT adalah FIKTIF.

Karena bersamaan dengan meninggalnya rasul, DZAT ini ikut menghilang.

Dzat dan Rasulullah adalah pasti, tidak akan ada Rasulullah,
jika tidak ada Dzat, begitupun sebaliknya


maksudnya adalah DZAT dan SIFAT
SIFAT NUR MAHA SUCI (DZAT)... ADA DI SIFAT NUR Muhammad, jadi SIFAT NUR Muhammad = SIFAT Dzat,
SIFAT DZAT = SIFAT NUR Muhammad.
*NUR Muhammad hakikatnya adalah NUR RUH Ilmu Rasulullah
SIFAT adalah SUATU BUKTI adanya NUR Muhammad, adanya NUR Muhammad (RUH ILMU Rasulullah) adalah TANDA KENYATAAN adanya DZAT
Saya sederhanakan SIFAT-SIFAT Muhammad mewakili SIFAT-SIFAT DZAT, begitu pula sebaliknya.

MUHAMMAD=DZAT=MUHAMMAD

SIFAT NUR Muhammad ini tidak wafat, SIFAT NUR ILMU Rasulullah, inilah yang hidup kekal abadi (Muhammad hakiki)
MUhammad majaji-nya berada di Madinah.
Bukti nyata seperti yang anda katakan majajinya di Madinah alias telah meninggal seiring dengan waktu akan hilang. Karena Muhammad adalah manusia biasa dan sifatnya akan hilang bila ia meninggal.

Yang tidak akan hilang itu adalah KALIMATULLAH "Perwujudan dari Firman-Firman Allah".

Bulan dan bintang bercahaya pada malam hari, matahari bersinar di siang hari, manusia, tumbuhan, binatang dll,
gunung, pesawat, rumah, langit, dll semuanya bisa masuk ke dalam mata yg kecil, masuk ke pikir, AKAL berfungsi sebagai hakim, menimbang yang masuk di pikir, melalui SIFATULLAH di diri manusia yaitu penglihatan, fungsi hati yang bersih membenarkan, YA atau TIDAK, BENAR dan SALAH.
Adanya HIDUP dan KEHIDUPAN, karena adanya NUR Muhammad atau ada DZAT YANG MAHA HIDUP yang meliputi seluruh Alam.
Salah besar bila mengatakan SIFATULLAH itu adalah NUR Muhammad.

Semua yang anda GAMBARKAN adalah PERWUJUDAN dari FIRMAN-FIRMAN Allah dan akal pikiran hanya salah satu KARUNIA untuk manusia sebagai MAKHLUK yang diciptakan paling MULYA.

Dan HATI akan berfungsi bila sudah mengenal yang namanya KALIMATULLAH, bukan dengan daya upaya ataupun usaha sendiri untuk membersihkannya.

Jauhar Awwal/Nur Muhammad/cahaya Awwal, adalah tempat kembalinya Iman sejati dan Rasa sejati
yang sempurna, habis tidak ada ampasnya. "Inna Lillahi Wa Inna Ilayhi Raji'un"
Baathin suci, Nyawa suci, Hati suci, Qolbu suci, kembali ke fitrah RUH di Qudratullohi,
tempatnya para Nabi dan Rosul, Sahabat Nabi, Syuhada, Ulama Sejati, Wali, Imam, orang shaleh/Suci,
mereka hidup di sisi Allah.

Jika ada orang bermimpi, bertemu dengan Nabi Muhammad Shalalahu 'alaihi wassalam, Wali ataupun orang Shaleh/Suci, itu namanya bertemu dengan "WUJUD SIFAT NUR ILMU", yang tidak akan bisa di serupai oleh Iblis, Jinn dan Setan, karena cahaya NUR tentunya sangat berbeda dengan cahaya dari API, hanya orang ber-Ilmu yang bisa membedakannya.

Jasad ini bakalan rusak, Dunia juga bakalan rusak di hari Kiamat, yang hidup adalah jiwa, jiwa adalah kembarannya jasad, hilang cangkang, tinggal isi... jiwa ini yang akan di pertaruhkan, milik Iblis atau milik Malaikat...
Hahahaha.......jin dan syaitan bahkan bisa menyamar sebagai malaikat, jangan sok dan yakin dengan "MIMPI".
Dan satu yang penting "NUR ILMU" tidak akan menyelamatkan anda sekalian.

Surah Ali Imran.129
Kepunyaan Allah apa yang di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang dikehendaki, Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampu lagi Maha Penyayang.

Lebih bijak bila kita tidak menempatkan "NUR ILMU" ini sebagai "Tuhan" dan"Penyelamat" karena tidak beda dengan para ATHEIS yang menyembah AKAL dan PIKIRAN mereka.

*kalau anda anggap Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah fiktif, silahkan mati duluan, nanti kasih tahu saya ya :)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda:
"Ya Allah…
Engkaulah YANG MAHA DHAAHIR sehingga tiada sesuatupun
yang LEBIH TINGGI daripada-MU
Engkaulah YANG MAHA BAATHIN
sehingga tiada sesuatupun yang LEBIH DEKAT daripada-MU
Engkaulah YANG MAHA AWWAL sehingga tiada sesuatupun
yang LEBIH DAHULU daripada-Mu
Dan Engkaulah YANG MAHA AAKHIR sehingga
tiada sesuatupun yang LEBIH LAMA daripada-Mu"
Hehehe....bukannya ada ungkapan "Matilah dulu jika ingin HIDUP".
Jadi kalau belum mati bagaimana anda tahu HIDUP !!!? Mimpi di ikutin.

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by Satya on Fri Mar 29, 2013 10:48 pm

Bismillahirrohmanirrohim

Sifat Nur Ilmu adalah cahaya halus/Jauhar Latif yang
MENGHIDUPKAN WUJUD MANUSIA, matahari dalam wujud jagad shagir,
hanya bisa di lihat dengan MATA BAATHIN bukan MATA KEPALA,
di dapat melalui jalan Tasawuf.

Sifat Nur Ilmu adalah satu cahaya gilang gemilang, yang mampu
mencukupi semuanya, dengan sifat Nur Ilmu ini manusia bisa hidup, kontak dengan RUH,
adanya nafas adalah adanya hidup, adanya hidup adalah adanya DZAT, SIFAT, ASMA, AF'AL
nafas yang suci, tidak pernah kotor, tidak berbau, Nafsu Muthmainah
yang diberikan Allah bersamaan dengan RUH.
NAFAS SUCI yang disebut RUHULLAH gelarnya Nabi Isa alaihissalam.

Akal adalah Arasy, sifatnya kiriman dan netral,
Hukum Akal adalah WAJIB, MUSTAHIL, JAIZ(WENANG)
Penghalang Akal adalah Syaitan
Penghalang Pikir adalah Jinn
Penghalang Hati adalah Iblis
Penghalang Baathin adalah Azazil

Manusia yang tidak berakal, maka derajatnya akan sama dengan MARTABAT HEWAN,
contohnya binatang monyet, kerjanya di dunia hanya makan, tidur,BAB,
senang-senang, kimpoi,becanda, bertengkar.
buang-buang waktu dan usia, menanti ajal...

monyet tidak tahu, asalnya dari mana...
monyet tidak tahu, untuk apa dia ada di dunia...
monyet tidak tahu, dia pulang akan kemana...
monyet tidak tahu, yang halal dan haram...
monyet tidak tahu, yang manfaat dan mudharat...
monyet tidak tahu, yang haq dan bathil...
monyet tidak tahu, siapa yang menciptakan dia...
monyet tidak tahu, bahwa dirinya adalah seekor monyet...

Kemuliaan manusia terletak pada AKAL-nya

"Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda
(kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.
dan (juga) pada dirimu sendiri.
Maka apakah kamu tiada memperhatikan?"
(Qs. Al-Dzariyat:20-21)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,
dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”
(Qs. Ali Imran:190)

Jika anda orang yang cerdas, pintar dll
Bawalah baju anda, dan tanyakan ke penjahitnya,
ajak dialog berbulan-bulan...
Kenapa kancingnya ada 5?
Kenapa bahannya sutra?
Kenapa jahitannya begini?
Kenapa bordirnya di saku?
Kenapa sakunya ada 2?

yakin itu harus dengan ilmu, keyakinan kepada TUHAN
tanpa diuji oleh ilmu pengetahuan yang anda miliki,
sama saja dengan keimanan yang membabi buta.

"AL ILMU NURUN, LATAH TADINYA"

Apakah yang anda cari? PEMBENARAN atau KEBENARAN?
"Kuman di seberang lautan nampak, kudanil di pelupuk mata tidak kelihatan"

Nabi Musa alaihissalam mengadakan perjalanan hidup yang panjang untuk
mencari dan menemukan TUHAN, hingga akhirnya, ketika DZAT/Nurullah
menampakkan diri, maka gunungpun hancur lebur dan Nabi Musapun pingsan...

Menurut Hukum Akal, sangatlah mustahil, jika wujud TUHAN menyatu
ke dalam wujud manusia.
100-1 = 99 Nama Allah. yang 1-nya adalah :
DZAT WAJIBUL WUJUD, DZAT YANG WAJIB ADANYA

Dan...Di akhir hayatnya, ketika sakaratul maut tiba,
Firaun berkata lirih..."AKU BERIMAN KEPADA TUHANNYA MUSA"
Semoga anda mendapat hidayah...

Kalimatullah
http://faq.muslim-menjawab.com/search/label/Ketuhanan

avatar
Satya
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 34
Kepercayaan : Islam
Location : NKRI
Join date : 06.01.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Awaluddini Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasulullah...

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 2 Previous  1, 2

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik