FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Ajaran Buddha Tidaklah Menolong

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Ajaran Buddha Tidaklah Menolong

Post by Penyaran on Sat Jan 19, 2013 9:22 am

Banyak sahabat, teman bisnis yang berasal dari kalangan Buddhis yang pernah mengatakan kepada saya, "Dalam hidup ini kita cuma perlu berbuat sebanyak mungkin kebaikan, maka semua kehidupan kita akan menjadi baik dan lancar - jika kita mati, maka sorga menjadi tempat hunian kita."

Ada yang mengatakan, " Jika Anda pernah melakukan sesuatu yang salah, maka berbuatlah sebanyak mungkin kebajikan, ibarat satu sendok garam kejahatan TIDAK ada rasa asinnya( tidak ada artinya, no impact) didalam sebuah sungai kebajikan yang telah Anda lakukan". Ada yang mengatakan, " Just be good, setiap orang bisa ke sorga, Just be good, setiap orang bisa menjadi Buddha!". " Ooooh gitu ya, siapakah yang mengatakannya seperti itu padamu?" tanya saya. Maka sahabat baik saya itu akan menjawab dengan polos, guru spritualnya. Apakah manusia cukup baik untuk bisa ke sorga dengan segala kemampuannya dengan berbuat baik?

Saya teringat dalam kisah Ambapali seorang wanita pelacur yang tercatat dalam Therigatha sutta, dimana Sang Buddha Siddharta Gotama menjelaskan kepada muridnya bahwa penyebab Ambapali terlahir sebagai pelacur karena pada zaman Buddha Sikhi, Ambapali pernah menjadi seorang bikkhuni yang telah mencapai kesucian Arahanta/ Arahat, pernah sekali waktu, karena dia terburu-buru datang ke wihara(cetya) untuk mendengarkan wejangan Sang Buddha Sikhi, saat dia sampai pada pintu gerbang Wihara, dia melihat ada yang meludahi didekat pintu masuk wihara, karena kesal dia bercelutuk, " Siapakah pelacur yang telah meludahi tempat ini?" Akibat perkataan tersebut, dia dihukum dineraka dan setelah itu dia harus bertumimbal lahir/ berinkarnasi sebanyak 10.000 ( sepuluh ribu) kali kehidupan sebagai seorang wanita pelacur!!!! Dan terakhir kalinya dia terlahir sebagai pelacur pada zaman Buddha Gotama. Jika kita lihat hukum kamma/ karma yang terjadi pada Ambapali yang karena tidak menjaga mulut dan kesucian hatinya, dia yang hanya mengoceh, belum dalam bentuk tindakan nyata, dia harus mengalami penderitaan demikian hebat!!!! Bagaimana dengan orang-orang yang melakukan berbagai kejahatan, membunuh, melakukan penipuan, berkata tidak jujur, melakukan pencurian, memaki orang, mengejek, menghina dan memandang rendah sesamanya, cakap kotor, berapa kalikah penderitaan yang harus dia pikul dalam lautan samsara(penderitaan) pada setiap kehidupannya seandainya reinkarnasi itu nyata? Orang yang mengatakan, " Jika Anda pernah melakukan sesuatu yang salah, maka berbuatlah sebanyak mungkin kebajikan, ibarat satu sendok garam kejahatan TIDAK ada rasa asinnya( tidak ada artinya, no impact) didalam sebuah sungai kebajikan yang telah Anda lakukan". Ada yang mengatakan, " Just be good, setiap orang bisa ke sorga, Just be good, setiap orang bisa menjadi Buddha!". Perkataan tersebut kelihatannya menenangkan dan menyemangati hati bagi para pendengarnya. Orang yang mengatakan demikian dan mengajarkan hal tersebut sebenarnya tidak mengerti akan ajaran Buddha tentang hukum Kamma/ Karma dan tidak sesuai dengan pemaparan yang telah diajarkan oleh Buddha Gotama sendiri. Hukum Kamma/ Karma tidak mengenal siapapun Anda, apakah Anda baik, seorang bangsawan, raja/ presiden sekalipun dan banyak berbuat kebaikan, sekali Anda berbuat yang tidak baik, maka Anda akan menerima hukumannya. Hukum Kamma/ Karma adalah hukum alamiah, hukum sebab- akibat. Apa yang Anda tanam itu yang Anda tuai! Menurut saya, manusia tidak selamanya terus bisa berbuat baik, ada kalanya dia bisa kilaf/ salah. Sebaik apapun Anda melakukan ajaran Dhamma/ Dharma, Anda tidak terlepas/ terbebas dari kelemahan manusia. Meditasi memang salah satu jalan agar manusia bisa terhindar dari perbuatan yang tidak baik, namun kita tidak selamanya dapat dan tanpa hentinya bermeditasi terus. Dulu saya telah melakukan semua ajaran Buddha tanpa henti-hentinya dengan harapan saya bisa terbebas dari penderitaan hidup, terlepas dari mata rantai samsara, namun hati nurani saya mengatakan itu tidak mungkin bisa Anda lakukan! Kalo gitu siapakah yang bisa menolong saya yang celaka ini? Buddha Gotama bilang, yang bisa menolong saya adalah saya sendiri! Buddha hanya memberi petunjuk, sayalah yang menjalankannya. Haaa???? Saya???!!! Siapakah saya???? Manusia celaka yang pernah berbuat salah ini??? Akhirnya logikaku yang harus berpikir siapakah yang dapat menolong saya??? Buddha tidak, Brahma tidak, Konfusius juga bukan.

http://buddhajosaphat.blogspot.com/2011/04/anyone-can-go-to-heaven-just-be-good.html

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ajaran Buddha Tidaklah Menolong

Post by Emiliana on Sun May 12, 2013 1:32 pm

Lalu bagaimana dengan Devadatta yang berniat membunuh Sang Buddha malah bisa jadi Pratyeka Buddha?

Namanya juga itu Upasaka, umat Buddha perumahtangga. Wajar saja kalau mengalami kesulitan. Meditasi terus menerus tanpa bekerja, pasti terusik anak-istri udah dikasih makan belum. Pasti seperti itu kan?

"Dulu saya telah melakukan semua ajaran Buddha tanpa henti-hentinya dengan harapan saya bisa terbebas dari penderitaan hidup, terlepas dari mata rantai samsara, namun hati nurani saya mengatakan itu tidak mungkin bisa Anda lakukan!" Dari kalimat ini maupun isi blog tampak sekali beliau adalah umat Buddhis awam. Inti dari ajaran Buddha memang untuk pelepasan, tapi di dunia ini barang siapa yang mengamalkan ajaran Buddha akan memperoleh ketenangan, bukannya ia dijanjikan kesenangan.

Sedangkan yang dimaksud Saudara blogger ialah mencari kesenangan, kestabilan, keabadian ruhnya. Ia mengharapkan Nibbhana sebagai suatu tempat penuh kesenangan duniawi. Padahal Nibbhana itu sendiri tidak terjelaskan, ada yang menganggapnya sebagai pengalaman di mana tidak ada lagi niat. Kalau sekedar melakukan Sila, tanpa dibarengi Kebijaksanaan, tanpa memahami Sabbe sankhara anicca, Sabbe sankhara dukkha, Sabbhe dhamma anatta, mustahilah dy bisa mencapai Nibbhana.

Hanya kamu yang dapat menolong dirimu sendiri. Kalau mau pintar, ya diri sendiri yang belajar. Dengan berharap pada Seseorang, tanpa kamu belajar, bisa ga kamu jadi pintar? Pengharapan-pengharapan pada Seseorang, adlh sbg kodrat manusia yang takut pada kekuatan alam. Mereka membutuhkan sesosok Maha yang dapat melindungi mereka kapanpun. Yang jelas kalau si Maha itu ada, kalau diri sendiri berdoa saja tanpa berbuat, dapatkan doa Anda terwujud? Jadi kata "
Hanya kamu yang dapat menolong dirimu sendiri." terbukti toh?
avatar
Emiliana
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 258
Kepercayaan : Budha
Location : apa penting
Join date : 04.05.13
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik