FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Halaman 5 dari 7 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by frontline defender on Sat Feb 09, 2013 9:46 pm

First topic message reminder :

berdasarkan ayat ini manusia hanya dimintai pertanggung-jawaban berdasarkan apa yang dia ketahui dan yakini :

QS. 17:36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

lantas dengan begitu, apa yang dimaksud "Islam" pada ayat2 berikut ini :

QS. 3:19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

QS. 3:83. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

QS. 3:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.


jawabannya bisa kita lihat dengan jelas pada ayat berikut ini :

QS. 17:15. Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

jadi yang dimaksud "Islam" disitu adalah Islam yang benar, jadi Islam yang diketahui dan diyakini kebenarannya, Islam yang diyakini sebagai suatu agama Allah (apa yang disyariatkan Tuhan kepada manusia), masalahnya tidak setiap orang mendapatkan akses terhadap Islam seperti Islam yang pada waktu itu disampaikan oleh RasulNya, karena itulah Allah hanya menuntut manusia beragama berdasarkan apa yang diketahui & diyakininya :

QS. 2:62. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

QS. 2:286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

QS. 6:152. Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.

QS. 7:42. dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

QS. 65:7. Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

QS. 5:48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

QS. 5:69. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

QS. 17:84. Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.


2 good

NB : biru + merah = ungu


Terakhir diubah oleh frontline defender tanggal Sat Dec 24, 2016 12:28 pm, total 9 kali diubah (Reason for editing : melengkapi dalil)
avatar
frontline defender
MAYOR
MAYOR

Posts : 6448
Kepercayaan : Islam
Join date : 17.11.11
Reputation : 137

Kembali Ke Atas Go down


Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by dee-nee on Thu May 22, 2014 7:24 pm

@Jagona wrote:
= benar nee ....... manusia diberi pilihan ......... namun ALLAH telah menetapkan apa yang akan dipilih manusia itu, dan ALLAH menyediakan kausalita untuk mengarahkan manusia tersebut kepada ketetapan ALLAH

= Itulah dominasi ALLAH terhadap ciptaan-NYA ......... jadi segala sesuatu telah ditetapkan ALLAH sebelum sesuatu itu terjadi (al; ayat 57/22) ............. nee sendiri sudah menyatakan seperti itu (lihat yang digedein)

kalau anda bicara seperti yang bold .. artinya manusia seperti bidak catur yang pasif tunggu digerak2an Allah >>> saya tidak sependapat

underline : Allah menetapkan semua hal ... termasuk apa yang akan dipilih dan tidak akan dipilih oleh manusia ... manusia memilih A atau tidak memilih A ... semua tetap disebut ketetapan Allah ... kausalita apapun yang dipilih manusia tetap disebut ketetapan Allah

kalau di analogikan bidak catur : manusia lah yang memilih mau bergerak kemana ... lalu dari setiap pilihan itu akan ada konsekwensi dan aturannya.

Dalam hal ini ... Allah sudah menetapkan sistem dalam permainan catur tersebut ... didalamnya ada aturan dan konsekwensi dimana manusia tidak bisa lepas/lari (mbalelo) dari situ.

Papan catur itu seperti mainan otomatis yang sudah dilengkapi aturan dan konsekwensi untuk masing2 langkah bidak (manusia) ... sudah berjalan dengan sebab akibat nya masing2 .... jadi bukan Allah yang menggerak2an setiap bidak menuju arah tertentu ...

kalau dianalogikan panggung sandiwara : dalam panggung tersebut .... manusia yang membuat cerita mereka sendiri ... manusia yang menentukan peran mereka sendiri ... dalam hal ini manusia terikat hukum/aturan/konsekwensi/sebab akibat yang sudah ditetapkan Sutradara ... tapi tetap bukan Sutradara yang memberikan peran atau membuat/mengatur cerita untuk setiap aktor  

@Jagona wrote:ayat 14/4, memberi penjelasan bahwa ALLAH selalu mengirimkan Rasulnya pada setiap kaum sesuai dengan lidah kaum itu ........... Adapun thomas tidak pernah bersentuhan dengan Islam menunjukan bahwa kausalita yang disediakan untuknya berjauhan dengan Islam, dan itu adalah ketetapan ALLAH ketika thomas sudah akil balig.
Rosul itu ada dimana-mana (disetiap kaum ada rosulnya) untuk menyampaikan risalah ALLAH .... trus yang disebut kafir, adalah yang menentang ketetapan ALLAH. ..... silakan nee terapkan pada keadaan sekarang .......... dari itu dinyatakan thomas adalah kafir
thomas diberi keleluasaan untuk memilih, sayangnya yang dipilih adalah kausalita yang berjauhan dengan Islam.

bold : apakah thomas tersentuh atau tidak tersentuh Islam >>> semua adalah ketetapan Allah
merah : saya kok ga liat ya dalam 14/4 bahwa Allah bilang rosul ada dimana2

ayat 14/4 : Tidak KAMI utus seorang Rasul kecuali dengan lidah kaumnya agar dia terangkan (hukum ALLAH) bagi mereka. Lalu ALLAH menyesatkan siapa yang DIA kehendaki dan menunjuki siapa yang DIA kehendaki, dan DIA Mulia bijaksana

kan disini artinya : Allah tidak mengutus rasul kecuali dengan lidah kaumnya .... atau Allah mengirim rasul (hanya/selalu) dengan bahasa mereka sendiri >>> tapi bukan artinya rosul lalu ada dimana2 .... kalaupun mau bawa ayat ini

16/36 : Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

itu adalah jawaban Allah dah pertanyaan pada kafir di 16/35

Dan berkatalah orang-orang musyrik: "Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apapun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak pula kami mengharamkan sesuatupun tanpa (izin)-Nya". Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

Jadi kasarnya >>> di 16/35 para musyrik itu bilang atau mempertanyakan "apakah benar Allah telah menyuruh kami atau bapak2 kami untuk tidak menyembah sesuatu apapun ??? ga ada tuh ... kalau benar ada pasti kami nurut"

maka dijawab Allah selanjutnya di 16/36 : Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu"

uraiannya ada disini : http://www.qtafsir.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2979&Itemid=71#1

atau

(16/36 versi Inggris) And We certainly sent into every nation a messenger, ....

sent = bentuk lampau ....

Maksud saya : menurut saya tetap blum ada statement dalam Quran yang secara jelas menyatakan bahwa Allah mengirim rosul kemanapun diseluruh dunia ini setiap jaman ...

yang underline karena saya juga tidak benar2 yakin ... artinya saya katakan belum karena saya pribadi belum melihat statement itu ... kalau bisa dibuktikan ... maka saya akan katakan sudah ada ...

silahkan check disini

http://alquranalhadi.com/index.php/kajian/tema/336/allah-mengutus-rasul-rasul

 piss 

@Jagona wrote:
Jadi ... yang ingin saya katakan disini
1. Bila ... kita tidak pernah bisa tau mana2 yang kafir dan tidak diantara mereka yang bersyahadat  ... maka pendapat saya .... kita pun tidak tahu kepada siapa harus kita katakan kafir (sesama muslim)

2. Bila ... kita tidak pernah tau mana2 non-muslim yang sudah mendapat pengetahuan atau belum ... maka pendapat saya ... kita pun tidak tahu mana2 dari mereka yang bisa dikatakan kafir (kepada non-muslim)

Saya hanya berpendapat ... semua penilaian terkait masing2 manusia (di muka bumi ini) adalah murni hak Allah dan diri manusia itu sendiri ... apakah dia adalah seorang pendosa (kafir) atau bukan ... disini kaitannya adalah hubungan manusia dan Allah .... manusia lain tidak bisa memberi kepastian apa2 ....

walaupun ... mayoritas muslim bukan kafir ... tetap ada kemungkinan terdapat minoritas yang kafir
walaupun ... mayoritas non-muslim adalah kafir .... tetap ada kemungkinan terdapat minoritas yang tidak kafir

dan yang tau hitung2an ini hanya Allah dan diri manusia itu sendiri

1. benar nee
2. memang kurang tepat secara keseluruhan, istri n.nuh juga belum tentu sudah mengetahui tentang ajaran ALLAH, meskipun ia sebagai istri seorang nabi ............ ini kan kembali pada ketetapan ALLAH dan kausalita yang disediakan ALLAH. Demikian juga bagi thomas.
mengenai BA ..... ]Ujian bagi muslim, sejauh mana keimanan merekan terhadap ALLAH dalam mengadapi BA. [color=#ff3300Sedangkan bagi non-muslim adalah sebagai peringatan agar mereka segera kemballi kepada ALLAH[/color]............. dan ujian dan peringatan ini adalah untuk yang selamat, sedang yang tidak selamat ............ itulah yang termasuk takdir ALLAH.

bold : lah trus apa tugas nabi kalau istrinya saja tidak tau tentang ajaran Allah ?? >>> jelas klg Nuh tau ttg ajaran Allah tapi mereka memilih ingkar ... sehingga kafirlah mereka (mereka memilih ingkar atau tidak ingkar ... selalu ada kausalita Allah disitu) .....
kasus istri Nuh beda dengan kasus thomas yang ga tau apa2 ...

biru : hmmmmm ... saya masih ga sependapat bila kasusnya non-muslim itu pada kenyataan tidak pernah dengar tentang Islam ...

selamat atau tidak selamat ... semua adalah takdir Allah .... takdir A = selamat .... takdir B = tidak selamat

@Jagona wrote:nee ..... kita sebenarnya tidak diperkenankan menyatakan kafir kepada siapapun, karena kita tidak tahu kafir/muslimnya seseorang, dan memang hanya ALLAH yang mengetahui-NYA

sebetulnya ... buat saya pribadi ... bukan urusan diperkenankan atau tidak ...

yang ada di kepala saya cuma "Bila Allah saja tidak memberi jaminan keselamatan bahkan pada mereka yang sudah menyatakan Islam ... kecuali benar2 taat dan taqwa .... maka kita pun (walaupun bersyahadat) tetap punya peluang untuk masuk golongan kafir"

dan saya membayangkan ... ketika saya mengatakan thomas = kafir (walaupun akhirnya benar thomas bisa disebut demikian).
Apa pentingnya kalimat itu bila ternyata saya nanti masuk golongan yang kafir juga    

 piss  piss 

@Jagona wrote:okey nee ....................... salam

yah begitulah kira2
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Jagona on Fri May 23, 2014 10:24 am

@dee-nee wrote:
@Jagona wrote:
= benar nee ....... manusia diberi pilihan ......... namun ALLAH telah menetapkan apa yang akan dipilih manusia itu, dan ALLAH menyediakan kausalita untuk mengarahkan manusia tersebut kepada ketetapan ALLAH

= Itulah dominasi ALLAH terhadap ciptaan-NYA ......... jadi segala sesuatu telah ditetapkan ALLAH sebelum sesuatu itu terjadi (al; ayat 57/22) ............. nee sendiri sudah menyatakan seperti itu (lihat yang digedein)

kalau anda bicara seperti yang bold .. artinya manusia seperti bidak catur yang pasif tunggu digerak2an Allah >>> saya tidak sependapat

underline : Allah menetapkan semua hal ... termasuk apa yang akan dipilih dan tidak akan dipilih oleh manusia ... manusia memilih A atau tidak memilih A ... semua tetap disebut ketetapan Allah ... kausalita apapun yang dipilih manusia tetap disebut ketetapan Allah

kalau di analogikan bidak catur : manusia lah yang memilih mau bergerak kemana ... lalu dari setiap pilihan itu akan ada konsekwensi dan aturannya.

Dalam hal ini ... Allah sudah menetapkan sistem dalam permainan catur tersebut ... didalamnya ada aturan dan konsekwensi dimana manusia tidak bisa lepas/lari (mbalelo) dari situ.

Papan catur itu seperti mainan otomatis yang sudah dilengkapi aturan dan konsekwensi untuk masing2 langkah bidak (manusia) ... sudah berjalan dengan sebab akibat nya masing2 .... jadi bukan Allah yang menggerak2an setiap bidak menuju arah tertentu ...

kalau dianalogikan panggung sandiwara : dalam panggung tersebut .... manusia yang membuat cerita mereka sendiri ... manusia yang menentukan peran mereka sendiri ... dalam hal ini manusia terikat hukum/aturan/konsekwensi/sebab akibat yang sudah ditetapkan Sutradara ... tapi tetap bukan Sutradara yang memberikan peran atau membuat/mengatur cerita untuk setiap aktor  
- benar .......... bidak catur tidak akan pernah bergerak bila tidak digerakkan pemain catur itu sendiri. Demikian juga manusia ......... manusia tidak akan pernah mampu bergerak bila tidak digerakkan oleh ALLAH.
- nee keliru dalam analogi catur .......... seperti di atas, bidak catur tidak akan mampu memilih jalan yang harus ditempuh bila tidak digerakkan oleh "pemain" catur .... jadi manusia tidak akan pernah mampu memilih sendiri kecuali mengikuti kausalita yang telah ditetapkan, itupun sudah ditentukan sebelumnya
- trus analogi panggung sandiwara ........... yang membuat cerita adalah "sutradara", poemain hanya mengikuti apa yang telah ditetapkan sutradara tadi, persis seperti yang dibold di atas ..... benarkah bukan "sutradara" yang memberikan peran dan mengatur cerita untuk setiap aktor ? .... tolong diresapi lagi.

@Jagona wrote:ayat 14/4, memberi penjelasan bahwa ALLAH selalu mengirimkan Rasulnya pada setiap kaum sesuai dengan lidah kaum itu ........... Adapun thomas tidak pernah bersentuhan dengan Islam menunjukan bahwa kausalita yang disediakan untuknya berjauhan dengan Islam, dan itu adalah ketetapan ALLAH ketika thomas sudah akil balig.
Rosul itu ada dimana-mana (disetiap kaum ada rosulnya) untuk menyampaikan risalah ALLAH .... trus yang disebut kafir, adalah yang menentang ketetapan ALLAH. ..... silakan nee terapkan pada keadaan sekarang .......... dari itu dinyatakan thomas adalah kafir
thomas diberi keleluasaan untuk memilih, sayangnya yang dipilih adalah kausalita yang berjauhan dengan Islam.

bold : apakah thomas tersentuh atau tidak tersentuh Islam >>> semua adalah ketetapan Allah
merah : saya kok ga liat ya dalam 14/4 bahwa Allah bilang rosul ada dimana2

ayat 14/4 : Tidak KAMI utus seorang Rasul kecuali dengan lidah kaumnya agar dia terangkan (hukum ALLAH) bagi mereka. Lalu ALLAH menyesatkan siapa yang DIA kehendaki dan menunjuki siapa yang DIA kehendaki, dan DIA Mulia bijaksana

kan disini artinya : Allah tidak mengutus rasul kecuali dengan lidah kaumnya .... atau Allah mengirim rasul (hanya/selalu) dengan bahasa mereka sendiri >>> tapi bukan artinya rosul lalu ada dimana2 .... kalaupun mau bawa ayat ini

16/36 : Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

itu adalah jawaban Allah dah pertanyaan pada kafir di 16/35

Dan berkatalah orang-orang musyrik: "Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apapun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak pula kami mengharamkan sesuatupun tanpa (izin)-Nya". Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

Jadi kasarnya >>> di 16/35 para musyrik itu bilang atau mempertanyakan "apakah benar Allah telah menyuruh kami atau bapak2 kami untuk tidak menyembah sesuatu apapun ??? ga ada tuh ... kalau benar ada pasti kami nurut"

maka dijawab Allah selanjutnya di 16/36 : Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu"

uraiannya ada disini : http://www.qtafsir.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2979&Itemid=71#1

atau

(16/36 versi Inggris) And We certainly sent into every nation a messenger, ....

sent = bentuk lampau ....

Maksud saya : menurut saya tetap blum ada statement dalam Quran yang secara jelas menyatakan bahwa Allah mengirim rosul kemanapun diseluruh dunia ini setiap jaman ...

yang underline karena saya juga tidak benar2 yakin ... artinya saya katakan belum karena saya pribadi belum melihat statement itu ... kalau bisa dibuktikan ... maka saya akan katakan sudah ada ...

silahkan check disini

http://alquranalhadi.com/index.php/kajian/tema/336/allah-mengutus-rasul-rasul

 piss 
- benar nee ........... kan dah dijelaskan dalam kurung " setiap umat ada rosulnya" ..... kan lidah orang jawa barat beda dengan lidah orang jakarta, beda pula dengan lidahnya orang moskow. ............... okey, kalo tidak bisa dikatakan "ada di mana-mana"
- kandungan ayat 14/4 sejalan dengan ayat yang nee tampilkan, lebih-lebih dengan ayat 51/56
- memang secara tegas-tegas dalam alquraan, tidak ada statement seperti itu ...... tapi nee bisa cermati ayat 33/40 di sana dikatakan bahwa muhammad adalah seorang rasul dan penutup nabi ........ jadi sampai sekarang "rosul" (yang menyampaikan risalah ALLAH) itu masih tetap ada

@Jagona wrote:
Jadi ... yang ingin saya katakan disini
1. Bila ... kita tidak pernah bisa tau mana2 yang kafir dan tidak diantara mereka yang bersyahadat  ... maka pendapat saya .... kita pun tidak tahu kepada siapa harus kita katakan kafir (sesama muslim)

2. Bila ... kita tidak pernah tau mana2 non-muslim yang sudah mendapat pengetahuan atau belum ... maka pendapat saya ... kita pun tidak tahu mana2 dari mereka yang bisa dikatakan kafir (kepada non-muslim)

Saya hanya berpendapat ... semua penilaian terkait masing2 manusia (di muka bumi ini) adalah murni hak Allah dan diri manusia itu sendiri ... apakah dia adalah seorang pendosa (kafir) atau bukan ... disini kaitannya adalah hubungan manusia dan Allah .... manusia lain tidak bisa memberi kepastian apa2 ....

walaupun ... mayoritas muslim bukan kafir ... tetap ada kemungkinan terdapat minoritas yang kafir
walaupun ... mayoritas non-muslim adalah kafir .... tetap ada kemungkinan terdapat minoritas yang tidak kafir

dan yang tau hitung2an ini hanya Allah dan diri manusia itu sendiri

1. benar nee
2. memang kurang tepat secara keseluruhan, istri n.nuh juga belum tentu sudah mengetahui tentang ajaran ALLAH, meskipun ia sebagai istri seorang nabi ............ ini kan kembali pada ketetapan ALLAH dan kausalita yang disediakan ALLAH. Demikian juga bagi thomas.
mengenai BA ..... ]Ujian bagi muslim, sejauh mana keimanan merekan terhadap ALLAH dalam mengadapi BA. [color=#ff3300Sedangkan bagi non-muslim adalah sebagai peringatan agar mereka segera kemballi kepada ALLAH[/color]............. dan ujian dan peringatan ini adalah untuk yang selamat, sedang yang tidak selamat ............ itulah yang termasuk takdir ALLAH.

bold : lah trus apa tugas nabi kalau istrinya saja tidak tau tentang ajaran Allah ?? >>> jelas klg Nuh tau ttg ajaran Allah tapi mereka memilih ingkar ... sehingga kafirlah mereka (mereka memilih ingkar atau tidak ingkar ... selalu ada kausalita Allah disitu) .....
kasus istri Nuh beda dengan kasus thomas yang ga tau apa2 ...

biru : hmmmmm ... saya masih ga sependapat bila kasusnya non-muslim itu pada kenyataan tidak pernah dengar tentang Islam ...

selamat atau tidak selamat ... semua adalah takdir Allah .... takdir A = selamat .... takdir B = tidak selamat

@Jagona wrote:nee ..... kita sebenarnya tidak diperkenankan menyatakan kafir kepada siapapun, karena kita tidak tahu kafir/muslimnya seseorang, dan memang hanya ALLAH yang mengetahui-NYA

sebetulnya ... buat saya pribadi ... bukan urusan diperkenankan atau tidak ...

yang ada di kepala saya cuma "Bila Allah saja tidak memberi jaminan keselamatan bahkan pada mereka yang sudah menyatakan Islam ... kecuali benar2 taat dan taqwa .... maka kita pun (walaupun bersyahadat) tetap punya peluang untuk masuk golongan kafir"

dan saya membayangkan ... ketika saya mengatakan thomas = kafir (walaupun akhirnya benar thomas bisa disebut demikian).
Apa pentingnya kalimat itu bila ternyata saya nanti masuk golongan yang kafir juga    

 piss  piss 

inilah pelajaran ........... seorang nuh (nabi) juga tidak mampu mengislamkan anakl dan istrinya meskipun dekat dengan n.nuh ...... ternyata kausalita yang disediakan ALLAH bagi klg nuh jauh dari islam ....... apalagi seorang thomas yang kata nee tidak pernah mengenal islam padahal ada rosul di sekitarnya ........... tapi karena kausalita yang disediakan ALLAH jauh dari islam ......... jadilah thomas sebagai seorang kafir.
- trus yang namanya takdir itu "menurutku" adalah ketetapan ALLAH yang telah terjadi

-memang benar ALLAH tidak memberikan jaminan, tapi ALLAH "menjanjikan" keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk-NYA.
- pada akhirnya, kita tetap sebagai "bidak catur" atau "aktor sandiwara" yang harus menjalankan perannya sesuai dengan petunjuk pemain/sutradara

hi hi hi ............ itu yang dapat aku kemukakan .................... okey nee
@Jagona wrote:okey nee ....................... salam

yah begitulah kira2

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Kedunghalang on Fri May 23, 2014 10:44 am


-memang benar ALLAH tidak memberikan jaminan, tapi ALLAH "menjanjikan" keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk-NYA.

Allah tidak pernah ingkar janji itu artinya Allah memberikan jaminan. Sebagai contoh, Allah telah berjanji kepada umat Islam yang beriman dan beramal shaleh bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka Khalifah/Khilafat di bumi (An-Nur 24:55/56).

1. Apakah saat ini sudah ada Khalifah/Khilafat dalam umat Islam yang beriman dan beramal shaleh?

2. Apakah belum ada umat Islam yang beriman dan beramal shaleh?

3. Apakah Allah hanya memberikan janji saja dan tidak memberikan jaminan? Padahal Allah menegaskan sendiri di dalam Al Qur'an bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka (umat Islam yang beriman dan beramal shaleh) Khalifah/Khilafat di bumi (An-Nur 24:55/56).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by dee-nee on Fri May 23, 2014 1:43 pm

@Jagona wrote:
- benar .......... bidak catur tidak akan pernah bergerak bila tidak digerakkan pemain catur itu sendiri. Demikian juga manusia ......... manusia tidak akan pernah mampu bergerak bila tidak digerakkan oleh ALLAH.
- nee keliru dalam analogi catur .......... seperti di atas, bidak catur tidak akan mampu memilih jalan yang harus ditempuh bila tidak digerakkan oleh "pemain" catur .... jadi manusia tidak akan pernah mampu memilih sendiri kecuali mengikuti kausalita yang telah ditetapkan, itupun sudah ditentukan sebelumnya
- trus analogi panggung sandiwara ........... yang membuat cerita adalah "sutradara", poemain hanya mengikuti apa yang telah ditetapkan sutradara tadi, persis seperti yang dibold di atas ..... benarkah bukan "sutradara" yang memberikan peran dan mengatur cerita untuk setiap aktor ? .... tolong diresapi lagi.

maksud saya ...
1.  kita tidak bisa menyamakan catur ala manusia dengan catur buatan Allah
jadi kalau hidup ini mau dianalogikan dengan permainan catur atau panggung sandiwara (merah)

@dee-nee wrote:Papan catur itu seperti mainan otomatis yang sudah dilengkapi aturan dan konsekwensi untuk masing2 langkah bidak (manusia) ... sudah berjalan dengan sebab akibat nya masing2 .... jadi bukan Allah yang menggerak2an setiap bidak menuju arah tertentu ...

@dee-nee wrote:dalam panggung tersebut .... manusia yang membuat cerita mereka sendiri ... manusia yang menentukan peran mereka sendiri ... dalam hal ini manusia terikat hukum/aturan/konsekwensi/sebab akibat yang sudah ditetapkan Sutradara ... tapi tetap bukan Sutradara yang memberikan peran atau membuat/mengatur cerita untuk setiap aktor  

Allah sudah menetapkan hukum2nya ... setiap hukum ada kausalita didalamnya .... bila manusia memilih A maka otomatis akan terjadi B .... bila sudah B dan memilih C maka konsekwensi nya menjadi D .... begitu seterusnya

setiap keputusan yang manusia pilih selalu berakibat pada hasil ... ada sebab akibat .... dan apapun hasilnya >>> semua adalah ketetapan Allah itu sendiri ...

Jadi dalam hal ini ... ketika lahir di dunia ... artinya manusia sudah masuk dalam sistem dan hukum2 tersebut dan manusia sudah langsung terikat dengan hukum tersebut (ga bisa lari dari situ) .... artinya Allah sudah tidak menggerak2an manusia lagi ... atau ... apa yang dipilih manusia adalah dasar dari diri sendiri .... atau .... manusia adalah mahluk yang aktif bukan pasif

Jadi kalau analogi nya adalah catur otomatis .... apakah kita mau jadi kuda atau ratu ... mau jadi mentri atau benteng ... pilihan mana yang kita ambil sudah ada aturannya (kalau mau jadi kuda cuma bisa jalan L ... kalau mau jadi benteng cuma bisa jalan lurus) ...
dalam hal ini .... setiap bidak catur adalah manusia ... dan manusia diberi kebebasan untuk memilih mau jadi apa dan mau melakukan apa, dalam konteks tetap terikat pada aturan yang sudah ditetapkan Allah (underline)

Jadi kalau analoginya adalah panggung sandiwara .... panggung sandiwaranya Allah .... Sang Sutradara sudah tidak lagi menggerak2kan aktor untuk melakukan A, B, C ... tapi Sutradara justru menyediakan sistem/aturan/kausalita panggung yang sangat sempurna ... yang membuat para aktor ga bisa suka2 bikin aturan mereka sendiri .... tapi ... peran apa yang ingin dipilih aktor tetap terserah si aktor
Artinya : apapun yang ingin diperankan si aktor (mau jadi orang jahat atau baik) ... semua sudah masuk dalam sistem panggung itu sendiri .. dan semua sistem itu adalah ketetapan Sutradara ... sudah jadi kausalita Sang Sutradara  

Maka ... adalah tugas manusia untuk memilih jalan (peran) yang benar ... untuk itulah Allah memberi akal dan hati sekaligus menurunkan agama (Islam) ...
agama itu kan pada dasarnya adalah aturan (din) ... way of life ... jadi dengan bekal inilah (akal, budi, dan agama) Allah memberi kebebasan manusia untuk milih ... yang pada akhirnya akan dinilai melalui reward and punishment

Intinya : secara sistem ... Allah tidak menggerakkan manusia ..... tapi ... karena sistem itu sendiri adalah milik/buatan Allah ... maka memang semua gerakan dan pilihan manusia bisa disebut sebagai ketetapan Allah .... (dan ini yang dimaksud dalam 2 link yang sebelumnya saya kasih)
apapun pilihan manusia ... semua adalah ketetapan Allah ... tapi dalam hal ini Allah tidak menggerakkan manusia (artinya : kedudukan manusia tetap adalah mahluk yang aktif dan harus bertanggung jawab atas perilakunya)

@Jagona wrote:
- benar nee ........... kan dah dijelaskan dalam kurung " setiap umat ada rosulnya" ..... kan lidah orang jawa barat beda dengan lidah orang jakarta, beda pula dengan lidahnya orang moskow. ............... okey, kalo tidak bisa dikatakan "ada di mana-mana"
- kandungan ayat 14/4 sejalan dengan ayat yang nee tampilkan, lebih-lebih dengan ayat 51/56
- memang secara tegas-tegas dalam alquraan, tidak ada statement seperti itu ...... tapi nee bisa cermati ayat 33/40 di sana dikatakan bahwa muhammad adalah seorang rasul dan penutup nabi ........ jadi sampai sekarang "rosul" (yang menyampaikan risalah ALLAH) itu masih tetap ada

maksud saya ...

point 1 dan 2 : jadi memang tidak ada statement rosul sudah pasti ada dimana2 ... ya kan ??? .... jadi
point 3 : memang rosul itu tetap ada sampai sekarang .... yang jadi masalah kan ... kita tidak tau mana yang pantas disebut rosul ...
artinya kita juga ga tau apakah si rosul (yang menyampaikan risalah ALLAH) ini sudah sampai ke seluruh pelosok dunia atau belum ...
kita pun tidak tau apakah manusia2 yang menyebarkan ajaran Nabi Muhammad ini pantas disebut rosul atau tidak ...

kan Allah tidak mengatakan apa2 terkait "rosul ada dimana2"
Jadi ...
bila Allah tidak memberi jaminan bahwa rosul sudah pasti ada dimana2
artinya ...
Allah juga tidak memberi jaminan semua manusia sudah pasti mengerti/mengenal Islam

>>> artinya walaupun sangat kecil sekali kemungkinannya (anggap saja begitu) ... tetap masih ada kemungkinan (sekecil apapun) bahwa ada manusia yang tidak kenal Islam >>> dan ini saya beri contoh thomas ...

dan terkait kedudukan thomas ... dalam hal ini saya membawa statement TS yang menyatakan bahwa manusia dilihat dari pengetahuan mereka ...
artinya blum tentu juga si thomas ini bisa disebut kafir (walaupun iman dia sebagai non-muslim)

Maksud saya .... seberapa pun perbandingannya antara muslim (yang bersyahadat) vs non muslim .... diselaraskan dengan non-kafir vs kafir ... tetap kedua oknum (muslim dan non muslim) tidak bisa dipastikan "sudah pasti" anu dan anu

Jadi ... yang ingin saya katakan disini
1. Bila ... kita tidak pernah bisa tau mana2 yang kafir dan tidak diantara mereka yang bersyahadat  ... maka pendapat saya .... kita pun tidak tahu kepada siapa harus kita katakan kafir (sesama muslim)

2. Bila ... kita tidak pernah tau mana2 non-muslim yang sudah mendapat pengetahuan atau belum ... maka pendapat saya ... kita pun tidak tahu mana2 dari mereka yang bisa dikatakan kafir (kepada non-muslim)

Saya hanya berpendapat ... semua penilaian terkait masing2 manusia (di muka bumi ini) adalah murni hak Allah dan diri manusia itu sendiri ... apakah dia adalah seorang pendosa (kafir) atau bukan ... disini kaitannya adalah hubungan manusia dan Allah .... manusia lain tidak bisa memberi kepastian apa2 ....

walaupun ... mayoritas muslim bukan kafir ... tetap ada kemungkinan terdapat minoritas yang kafir
walaupun ... mayoritas non-muslim adalah kafir .... tetap ada kemungkinan terdapat minoritas yang tidak kafir

dan yang tau hitung2an ini hanya Allah dan diri manusia itu sendiri

@Jagona wrote:inilah pelajaran ........... seorang nuh (nabi) juga tidak mampu mengislamkan anakl dan istrinya meskipun dekat dengan n.nuh ...... ternyata kausalita yang disediakan ALLAH bagi klg nuh jauh dari islam ....... apalagi seorang thomas yang kata nee tidak pernah mengenal islam padahal ada rosul di sekitarnya ........... tapi karena kausalita yang disediakan ALLAH jauh dari islam ......... jadilah thomas sebagai seorang kafir.

underline: tau darimana bahwa ada rosul di sekitar thomas ??
padahal Allah saja tidak pernah bilang bahwa rosul ada dimana2

 piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Jagona on Sat May 24, 2014 1:06 pm

@Kedunghalang wrote:

-memang benar ALLAH tidak memberikan jaminan, tapi ALLAH "menjanjikan" keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk-NYA.

Allah tidak pernah ingkar janji itu artinya Allah memberikan jaminan. Sebagai contoh, Allah telah berjanji kepada umat Islam yang beriman dan beramal shaleh bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka Khalifah/Khilafat di bumi (An-Nur 24:55/56).

1. Apakah saat ini sudah ada Khalifah/Khilafat dalam umat Islam yang beriman dan beramal shaleh?

2. Apakah belum ada umat Islam yang beriman dan beramal shaleh?

3. Apakah Allah hanya memberikan janji saja dan tidak memberikan jaminan? Padahal Allah menegaskan sendiri di dalam Al Qur'an bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka (umat Islam yang beriman dan beramal shaleh) Khalifah/Khilafat di bumi (An-Nur 24:55/56).

udaahhh laahhh ............. gak usah promo lagi ........... aku tahu kemana arah postingan anda ..................... okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Kedunghalang on Sat May 24, 2014 1:14 pm

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:

-memang benar ALLAH tidak memberikan jaminan, tapi ALLAH "menjanjikan" keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk-NYA.

Allah tidak pernah ingkar janji itu artinya Allah memberikan jaminan. Sebagai contoh, Allah telah berjanji kepada umat Islam yang beriman dan beramal shaleh bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka Khalifah/Khilafat di bumi (An-Nur 24:55/56).

1. Apakah saat ini sudah ada Khalifah/Khilafat dalam umat Islam yang beriman dan beramal shaleh?

2. Apakah belum ada umat Islam yang beriman dan beramal shaleh?

3. Apakah Allah hanya memberikan janji saja dan tidak memberikan jaminan? Padahal Allah menegaskan sendiri di dalam Al Qur'an bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka (umat Islam yang beriman dan beramal shaleh) Khalifah/Khilafat di bumi (An-Nur 24:55/56).

udaahhh laahhh ............. gak usah promo lagi ........... aku tahu kemana arah postingan anda ..................... okey

Lihatlah, An-Nur 24:55/56 itu adalah firman Allah yang sangat bermanfaat, tetapi anda menolaknya. Itu artinya anda menolak ayat suci Al Qur'an, paling sedikit An-Nur 24:55/56 yang memberi jaminan kedatangan Khilafat kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by SEGOROWEDI on Sat May 24, 2014 1:46 pm

[24:55] Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

seperti biasa..
cuman ada janji-janji mulu..
mana MGA-nya?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Jagona on Sat May 24, 2014 1:58 pm

@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:

-memang benar ALLAH tidak memberikan jaminan, tapi ALLAH "menjanjikan" keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk-NYA.

Allah tidak pernah ingkar janji itu artinya Allah memberikan jaminan. Sebagai contoh, Allah telah berjanji kepada umat Islam yang beriman dan beramal shaleh bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka Khalifah/Khilafat di bumi (An-Nur 24:55/56).

1. Apakah saat ini sudah ada Khalifah/Khilafat dalam umat Islam yang beriman dan beramal shaleh?

2. Apakah belum ada umat Islam yang beriman dan beramal shaleh?

3. Apakah Allah hanya memberikan janji saja dan tidak memberikan jaminan? Padahal Allah menegaskan sendiri di dalam Al Qur'an bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka (umat Islam yang beriman dan beramal shaleh) Khalifah/Khilafat di bumi (An-Nur 24:55/56).

udaahhh laahhh ............. gak usah promo lagi ........... aku tahu kemana arah postingan anda ..................... okey

Lihatlah, An-Nur 24:55/56 itu adalah firman Allah yang sangat bermanfaat, tetapi anda menolaknya. Itu artinya anda menolak ayat suci Al Qur'an, paling sedikit An-Nur 24:55/56 yang memberi jaminan kedatangan Khilafat kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh.

aku tahu ............ tetapi tidak ditujukan untuk MGA ............ okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Jagona on Sat May 24, 2014 2:02 pm

@dee-nee wrote:
@Jagona wrote:
- benar .......... bidak catur tidak akan pernah bergerak bila tidak digerakkan pemain catur itu sendiri. Demikian juga manusia ......... manusia tidak akan pernah mampu bergerak bila tidak digerakkan oleh ALLAH.
- nee keliru dalam analogi catur .......... seperti di atas, bidak catur tidak akan mampu memilih jalan yang harus ditempuh bila tidak digerakkan oleh "pemain" catur .... jadi manusia tidak akan pernah mampu memilih sendiri kecuali mengikuti kausalita yang telah ditetapkan, itupun sudah ditentukan sebelumnya
- trus analogi panggung sandiwara ........... yang membuat cerita adalah "sutradara", poemain hanya mengikuti apa yang telah ditetapkan sutradara tadi, persis seperti yang dibold di atas ..... benarkah bukan "sutradara" yang memberikan peran dan mengatur cerita untuk setiap aktor ? .... tolong diresapi lagi.

maksud saya ...
1.  kita tidak bisa menyamakan catur ala manusia dengan catur buatan Allah
jadi kalau hidup ini mau dianalogikan dengan permainan catur atau panggung sandiwara (merah)
secara utuh, memang tidak bisa disamakan ............. namun prinsip, bisa dianalogikan ..... nee harus ingat, bisakah manusia memilih sesuatu tanpa ikut campurnya kekuasaan ALLAH ? ... inilah yang sebenarnya inti dari pembahasan di atas, yaitu keikutsertaan ALLAH dalam segala tindak tanduk dan prilaku manusia yang disimpulkan dalam "kausalita"/sebab-akibat, sebagaimana yang nee jelaskan di bawah.


@dee-nee wrote:Papan catur itu seperti mainan otomatis yang sudah dilengkapi aturan dan konsekwensi untuk masing2 langkah bidak (manusia) ... sudah berjalan dengan sebab akibat nya masing2 .... jadi bukan Allah yang menggerak2an setiap bidak menuju arah tertentu ...

@dee-nee wrote:dalam panggung tersebut .... manusia yang membuat cerita mereka sendiri ... manusia yang menentukan peran mereka sendiri ... dalam hal ini manusia terikat hukum/aturan/konsekwensi/sebab akibat yang sudah ditetapkan Sutradara ... tapi tetap bukan Sutradara yang memberikan peran atau membuat/mengatur cerita untuk setiap aktor  

Allah sudah menetapkan hukum2nya ... setiap hukum ada kausalita didalamnya .... bila manusia memilih A maka otomatis akan terjadi B .... bila sudah B dan memilih C maka konsekwensi nya menjadi D .... begitu seterusnya

setiap keputusan yang manusia pilih selalu berakibat pada hasil ... ada sebab akibat .... dan apapun hasilnya >>> semua adalah ketetapan Allah itu sendiri ...

Jadi dalam hal ini ... ketika lahir di dunia ... artinya manusia sudah masuk dalam sistem dan hukum2 tersebut dan manusia sudah langsung terikat dengan hukum tersebut (ga bisa lari dari situ) .... artinya Allah sudah tidak menggerak2an manusia lagi ... atau ... apa yang dipilih manusia adalah dasar dari diri sendiri .... atau .... manusia adalah mahluk yang aktif bukan pasif

Jadi kalau analogi nya adalah catur otomatis .... apakah kita mau jadi kuda atau ratu ... mau jadi mentri atau benteng ... pilihan mana yang kita ambil sudah ada aturannya (kalau mau jadi kuda cuma bisa jalan L ... kalau mau jadi benteng cuma bisa jalan lurus) ...
dalam hal ini .... setiap bidak catur adalah manusia ... dan manusia diberi kebebasan untuk memilih mau jadi apa dan mau melakukan apa, dalam konteks tetap terikat pada aturan yang sudah ditetapkan Allah (underline)

Jadi kalau analoginya adalah panggung sandiwara .... panggung sandiwaranya Allah .... Sang Sutradara sudah tidak lagi menggerak2kan aktor untuk melakukan A, B, C ... tapi Sutradara justru menyediakan sistem/aturan/kausalita panggung yang sangat sempurna ... yang membuat para aktor ga bisa suka2 bikin aturan mereka sendiri .... tapi ... peran apa yang ingin dipilih aktor tetap terserah si aktor
Artinya : apapun yang ingin diperankan si aktor (mau jadi orang jahat atau baik) ... semua sudah masuk dalam sistem panggung itu sendiri .. dan semua sistem itu adalah ketetapan Sutradara ... sudah jadi kausalita Sang Sutradara  

Maka ... adalah tugas manusia untuk memilih jalan (peran) yang benar ... untuk itulah Allah memberi akal dan hati sekaligus menurunkan agama (Islam) ...
agama itu kan pada dasarnya adalah aturan (din) ... way of life ... jadi dengan bekal inilah (akal, budi, dan agama) Allah memberi kebebasan manusia untuk milih ... yang pada akhirnya akan dinilai melalui reward and punishment

Intinya : secara sistem ... Allah tidak menggerakkan manusia ..... tapi ... karena sistem itu sendiri adalah milik/buatan Allah ... maka memang semua gerakan dan pilihan manusia bisa disebut sebagai ketetapan Allah .... (dan ini yang dimaksud dalam 2 link yang sebelumnya saya kasih)
apapun pilihan manusia ... semua adalah ketetapan Allah ... tapi dalam hal ini Allah tidak menggerakkan manusia (artinya : kedudukan manusia tetap adalah mahluk yang aktif dan harus bertanggung jawab atas perilakunya)
betul nee .......... cuma sedikit aja yang masih belum nyekrup ...... seperti yang aku bold di atas ........... justru ALLAH-lah yang menggerakkan manusia untuk mengikuti scenario yang telah disediakan ............ itu saja nee, yang harus nee resapi kembali.

@Jagona wrote:
- benar nee ........... kan dah dijelaskan dalam kurung " setiap umat ada rosulnya" ..... kan lidah orang jawa barat beda dengan lidah orang jakarta, beda pula dengan lidahnya orang moskow. ............... okey, kalo tidak bisa dikatakan "ada di mana-mana"
- kandungan ayat 14/4 sejalan dengan ayat yang nee tampilkan, lebih-lebih dengan ayat 51/56
- memang secara tegas-tegas dalam alquraan, tidak ada statement seperti itu ...... tapi nee bisa cermati ayat 33/40 di sana dikatakan bahwa muhammad adalah seorang rasul dan penutup nabi ........ jadi sampai sekarang "rosul" (yang menyampaikan risalah ALLAH) itu masih tetap ada

maksud saya ...

point 1 dan 2 : jadi memang tidak ada statement rosul sudah pasti ada dimana2 ... ya kan ??? .... jadi
point 3 : memang rosul itu tetap ada sampai sekarang .... yang jadi masalah kan ... kita tidak tau mana yang pantas disebut rosul ...
artinya kita juga ga tau apakah si rosul (yang menyampaikan risalah ALLAH) ini sudah sampai ke seluruh pelosok dunia atau belum ...
kita pun tidak tau apakah manusia2 yang menyebarkan ajaran Nabi Muhammad ini pantas disebut rosul atau tidak ...

kan Allah tidak mengatakan apa2 terkait "rosul ada dimana2"
Jadi ...
bila Allah tidak memberi jaminan bahwa rosul sudah pasti ada dimana2
artinya ...
Allah juga tidak memberi jaminan semua manusia sudah pasti mengerti/mengenal Islam

>>> artinya walaupun sangat kecil sekali kemungkinannya (anggap saja begitu) ... tetap masih ada kemungkinan (sekecil apapun) bahwa ada manusia yang tidak kenal Islam >>> dan ini saya beri contoh thomas ...

dan terkait kedudukan thomas ... dalam hal ini saya membawa statement TS yang menyatakan bahwa manusia dilihat dari pengetahuan mereka ...
artinya blum tentu juga si thomas ini bisa disebut kafir (walaupun iman dia sebagai non-muslim)

Maksud saya .... seberapa pun perbandingannya antara muslim (yang bersyahadat) vs non muslim .... diselaraskan dengan non-kafir vs kafir ... tetap kedua oknum (muslim dan non muslim) tidak bisa dipastikan "sudah pasti" anu dan anu
memang secara tegas, tidak ada statement ALLAH bahwa rosul ada di mana-mana, namun dengan statement bahwa ALLAH menurunkan rosul dengan lidah kaumnya, itu sudah cukup untuk dijadikan dasar bahwa rosul ada dimana-mana.
ma'af nee, kita tidak dalam kapasitas untuk menilai apakah seseorang pantas disebut rosul atau tidak ............... hanya sebagai kriteria, bahwa seseorang yang menyampaikan risalah ALLAH "boleh" disebut rosul
- justru ALLAH menjamin bahwa rosul ada di mana-mana ..... nee, pelajari ayat 3/101, 10/47, 14/4, 17/15, dan 28/59.
- nee, harus memahami dulu apa arti kafir ............ untuk hitung-hitung, resapi pula ayat 14/4
- sekali lagi, kita tidak berada dalam kapasitas menentukan kafir tidaknya seseorang, kita hanya terbatas pada "menduga".

Jadi ... yang ingin saya katakan disini
1. Bila ... kita tidak pernah bisa tau mana2 yang kafir dan tidak diantara mereka yang bersyahadat  ... maka pendapat saya .... kita pun tidak tahu kepada siapa harus kita katakan kafir (sesama muslim)

2. Bila ... kita tidak pernah tau mana2 non-muslim yang sudah mendapat pengetahuan atau belum ... maka pendapat saya ... kita pun tidak tahu mana2 dari mereka yang bisa dikatakan kafir (kepada non-muslim)

Saya hanya berpendapat ... semua penilaian terkait masing2 manusia (di muka bumi ini) adalah murni hak Allah dan diri manusia itu sendiri ... apakah dia adalah seorang pendosa (kafir) atau bukan ... disini kaitannya adalah hubungan manusia dan Allah .... manusia lain tidak bisa memberi kepastian apa2 ....

walaupun ... mayoritas muslim bukan kafir ... tetap ada kemungkinan terdapat minoritas yang kafir
walaupun ... mayoritas non-muslim adalah kafir .... tetap ada kemungkinan terdapat minoritas yang tidak kafir

dan yang tau hitung2an ini hanya Allah dan diri manusia itu sendiri

@Jagona wrote:inilah pelajaran ........... seorang nuh (nabi) juga tidak mampu mengislamkan anakl dan istrinya meskipun dekat dengan n.nuh ...... ternyata kausalita yang disediakan ALLAH bagi klg nuh jauh dari islam ....... apalagi seorang thomas yang kata nee tidak pernah mengenal islam padahal ada rosul di sekitarnya ........... tapi karena kausalita yang disediakan ALLAH jauh dari islam ......... jadilah thomas sebagai seorang kafir.

underline: tau darimana bahwa ada rosul di sekitar thomas ??
padahal Allah saja tidak pernah bilang bahwa rosul ada dimana2

 piss piss
- arti dari "sekitar" thomas tidak hanya keluarga thomas, akan tetapi lingkungannya (kampung, desa, kota dst) ........ lihat aja ayat-ayat yang aklu tunjukan di atas ............... okey nee

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by SEGOROWEDI on Sat May 24, 2014 2:06 pm

@Jagona wrote:aku tahu ............ tetapi tidak ditujukan untuk MGA ............ okey

kamu menyekutukan/menduakan alloh dengan muhammad
oleh ahmadiah dwi-tunggal (alloh-muhammad) disekutukan/ditigakan dengan MGA
wkwk..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Kedunghalang on Sat May 24, 2014 2:56 pm

@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Jagona wrote:
@Kedunghalang wrote:

-memang benar ALLAH tidak memberikan jaminan, tapi ALLAH "menjanjikan" keselamatan bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk-NYA.

Allah tidak pernah ingkar janji itu artinya Allah memberikan jaminan. Sebagai contoh, Allah telah berjanji kepada umat Islam yang beriman dan beramal shaleh bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka Khalifah/Khilafat di bumi (An-Nur 24:55/56).

1. Apakah saat ini sudah ada Khalifah/Khilafat dalam umat Islam yang beriman dan beramal shaleh?

2. Apakah belum ada umat Islam yang beriman dan beramal shaleh?

3. Apakah Allah hanya memberikan janji saja dan tidak memberikan jaminan? Padahal Allah menegaskan sendiri di dalam Al Qur'an bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka (umat Islam yang beriman dan beramal shaleh) Khalifah/Khilafat di bumi (An-Nur 24:55/56).

udaahhh laahhh ............. gak usah promo lagi ........... aku tahu kemana arah postingan anda ..................... okey

Lihatlah, An-Nur 24:55/56 itu adalah firman Allah yang sangat bermanfaat, tetapi anda menolaknya. Itu artinya anda menolak ayat suci Al Qur'an, paling sedikit An-Nur 24:55/56 yang memberi jaminan kedatangan Khilafat kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh.

aku tahu ............ tetapi tidak ditujukan untuk MGA ............ okey

Janji Allah dalam ayat itu berlaku untuk orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh. Artinya, jika orang-orang Islam belum memiliki Khalifah/Khilafat, maka Allah belum mengakui bahwa mereka termasuk orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh. Bagaimana dengan anda, apakah sudah memiliki Khalifah/Khilafat?  Hanya Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui.


Terakhir diubah oleh Kedunghalang tanggal Sat May 24, 2014 7:10 pm, total 1 kali diubah

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Kedunghalang on Sat May 24, 2014 3:03 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@Jagona wrote:aku tahu ............ tetapi tidak ditujukan untuk MGA ............ okey

kamu menyekutukan/menduakan alloh dengan muhammad
oleh ahmadiah dwi-tunggal (alloh-muhammad) disekutukan/ditigakan dengan MGA
wkwk..

GREAT MISUNDERSTANDING

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by dee-nee on Sat May 24, 2014 6:06 pm

@Jagona wrote:secara utuh, memang tidak bisa disamakan ............. namun prinsip, bisa dianalogikan ..... nee harus ingat, bisakah manusia memilih sesuatu tanpa ikut campurnya kekuasaan ALLAH ? ... inilah yang sebenarnya inti dari pembahasan di atas, yaitu keikutsertaan ALLAH dalam segala tindak tanduk dan prilaku manusia yang disimpulkan dalam "kausalita"/sebab-akibat, sebagaimana yang nee jelaskan di bawah.  

yang bold : bahkan ketika manusia tidak memilih pun disebut juga kekuasaan Allah .... semua keputusan manusia memang disebut keputusan/kehendak/kuasa Allah ... tapi apa yang dipilih manusia adalah keputusan manusia sendiri

merah : Allah jelas ikut serta dalam semua hal yang terjadi dimuka bumi ini .... tapi ikut serta disini bukan artinya Allah yang menggerakkan manusia (seolah2 manusia adalah mahluk pasif)

@Jagona wrote:
betul nee .......... cuma sedikit aja yang masih belum nyekrup ...... seperti yang aku bold di atas ........... justru ALLAH-lah yang menggerakkan manusia untuk mengikuti scenario yang telah disediakan ............ itu saja nee, yang harus nee resapi kembali.

merah: dalam panggung sandiwara ini .... Allah menyediakan banyak skenario .... manusia yang pilih sendiri mau skenario model apa ... dan apapun skenario nya ... semua adalah skenario Allah ... semua kehendak Allah

Klau mau bilang Allah yang menggerakkan ... ya semua skenario memang Allah yang menggerakkan >>> Allah menggerakkan manusia untuk mengikuti scenario yang telah disediakan dari banyaknya skenario yang dipilih oleh manusia itu sendiri

@Jagona wrote:
memang secara tegas, tidak ada statement ALLAH bahwa rosul ada di mana-mana, namun dengan statement bahwa ALLAH menurunkan rosul dengan lidah kaumnya, itu sudah cukup untuk dijadikan dasar bahwa rosul ada dimana-mana.
ma'af nee, kita tidak dalam kapasitas untuk menilai apakah seseorang pantas disebut rosul atau tidak
............... hanya sebagai kriteria, bahwa seseorang yang menyampaikan risalah ALLAH "boleh" disebut rosul
- justru ALLAH menjamin bahwa rosul ada di mana-mana ..... nee, pelajari ayat 3/101, 10/47, 14/4, 17/15, dan 28/59.
- nee, harus memahami dulu apa arti kafir ............ untuk hitung-hitung, resapi pula ayat 14/4
- sekali lagi, kita tidak berada dalam kapasitas menentukan kafir tidaknya seseorang, kita hanya terbatas pada "menduga"

ya ya ... saya yang terlewat 10/47 : Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya.

maaf maaf ... jadi saya batalkan kalimat saya sebelumnya dan sependapat dengan yang bold biru

tapi yang 14/4 : saya tetap berpendapat seperti diatas >>> manusia memilih sendiri sekian banyak skenario ... kafir/tidak nya manusia tergantung dari manusia nya ...

 piss piss 

@jagona wrote:- arti dari "sekitar" thomas tidak hanya keluarga thomas, akan tetapi lingkungannya (kampung, desa, kota dst) ........ lihat aja ayat-ayat yang aklu tunjukan di atas ............... okey nee

hehehehehe ....
ya tapi tetap dengan kesepakatan yang biru toh ...

pun dalam 10/47 dikatakan "..... diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya"
dan di 17/15 tertulis "..... dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul."

masih konteks praduga bahwa belum tentu thomas pernah mendengar Islam dengan benar
tapi ya saya sepakat ... rosul ada dimana2

 piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Jagona on Tue May 27, 2014 9:59 am

@SEGOROWEDI wrote:
@Jagona wrote:aku tahu ............ tetapi tidak ditujukan untuk MGA ............ okey

kamu menyekutukan/menduakan alloh dengan muhammad
oleh ahmadiah dwi-tunggal (alloh-muhammad) disekutukan/ditigakan dengan MGA
wkwk..

hi hi hi ............... gak ada ceritanya tuh, muslim "menuhankan" muhammad ....... nyemplung

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Jagona on Tue May 27, 2014 10:52 am

@dee-nee wrote:
@Jagona wrote:secara utuh, memang tidak bisa disamakan ............. namun prinsip, bisa dianalogikan ..... nee harus ingat, bisakah manusia memilih sesuatu tanpa ikut campurnya kekuasaan ALLAH ? ... inilah yang sebenarnya inti dari pembahasan di atas, yaitu keikutsertaan ALLAH dalam segala tindak tanduk dan prilaku manusia yang disimpulkan dalam "kausalita"/sebab-akibat, sebagaimana yang nee jelaskan di bawah.  

yang bold : bahkan ketika manusia tidak memilih pun disebut juga kekuasaan Allah .... semua keputusan manusia memang disebut keputusan/kehendak/kuasa Allah ... tapi apa yang dipilih manusia adalah keputusan manusia sendiri

merah : Allah jelas ikut serta dalam semua hal yang terjadi dimuka bumi ini .... tapi ikut serta disini bukan artinya Allah yang menggerakkan manusia (seolah2 manusia adalah mahluk pasif)
- mungkihkah mnusiidak memilih ? ........... pada kenyataannya, manusia tidak memilih A karena dia memilih B, manusia, ..... dia tidak memilih jadi orang jahat karen dia memilih jadi orang baik.
- kalo bukan ALLAH yang menggerakkan, lantas siapa ?, kalo manusia mampu mengerakkan dirinya, tentunya tidak akan mau mengikuti kausalita yang disediakan untuknya.


@Jagona wrote:
betul nee .......... cuma sedikit aja yang masih belum nyekrup ...... seperti yang aku bold di atas ........... justru ALLAH-lah yang menggerakkan manusia untuk mengikuti scenario yang telah disediakan ............ itu saja nee, yang harus nee resapi kembali.

merah: dalam panggung sandiwara ini .... Allah menyediakan banyak skenario .... manusia yang pilih sendiri mau skenario model apa ... dan apapun skenario nya ... semua adalah skenario Allah ... semua kehendak Allah

Klau mau bilang Allah yang menggerakkan ... ya semua skenario memang Allah yang menggerakkan >>> Allah menggerakkan manusia untuk mengikuti scenario yang telah disediakan dari banyaknya skenario yang dipilih oleh manusia itu sendiri
benar ..... ALLAH menentukan scenario bagi setiap manusia, dan manusia tinggal menjalankan scenario itu sesuai dengan peran yang ditentukan ALLAH pula bagi dirinya.

@Jagona wrote:
memang secara tegas, tidak ada statement ALLAH bahwa rosul ada di mana-mana, namun dengan statement bahwa ALLAH menurunkan rosul dengan lidah kaumnya, itu sudah cukup untuk dijadikan dasar bahwa rosul ada dimana-mana.
ma'af nee, kita tidak dalam kapasitas untuk menilai apakah seseorang pantas disebut rosul atau tidak
............... hanya sebagai kriteria, bahwa seseorang yang menyampaikan risalah ALLAH "boleh" disebut rosul
- justru ALLAH menjamin bahwa rosul ada di mana-mana ..... nee, pelajari ayat 3/101, 10/47, 14/4, 17/15, dan 28/59.
- nee, harus memahami dulu apa arti kafir ............ untuk hitung-hitung, resapi pula ayat 14/4
- sekali lagi, kita tidak berada dalam kapasitas menentukan kafir tidaknya seseorang, kita hanya terbatas pada "menduga"

ya ya ... saya yang terlewat 10/47 : Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya.

maaf maaf ... jadi saya batalkan kalimat saya sebelumnya dan sependapat dengan yang bold biru

tapi yang 14/4 : saya tetap berpendapat seperti diatas >>> manusia memilih sendiri sekian banyak skenario ... kafir/tidak nya manusia tergantung dari manusia nya ...

 piss piss 
nee ........... bisakah, aktor yang telah ditentukan prannya memilih scenario untuk aktor yang lain

@jagona wrote:- arti dari "sekitar" thomas tidak hanya keluarga thomas, akan tetapi lingkungannya (kampung, desa, kota dst) ........ lihat aja ayat-ayat yang aklu tunjukan di atas ............... okey nee

hehehehehe ....
ya tapi tetap dengan kesepakatan yang biru toh ...

pun dalam 10/47 dikatakan "..... diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya"
dan di 17/15 tertulis "..... dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul."

masih konteks praduga bahwa belum tentu thomas pernah mendengar Islam dengan benar
tapi ya saya sepakat ... rosul ada dimana2

 piss piss

- yuupp ......... benar
- aku kira 10/47 cukup jelas ...... masing-masing menerima resiko yang sesuai dengan apa yang dilakukannya.
- demikian juga untuk 17/15 juga cukup jelas.
- okey nee[/quote]

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by dee-nee on Tue May 27, 2014 1:15 pm

@Jagona wrote:
@dee-nee wrote:
@Jagona wrote:secara utuh, memang tidak bisa disamakan ............. namun prinsip, bisa dianalogikan ..... nee harus ingat, bisakah manusia memilih sesuatu tanpa ikut campurnya kekuasaan ALLAH ? ... inilah yang sebenarnya inti dari pembahasan di atas, yaitu keikutsertaan ALLAH dalam segala tindak tanduk dan prilaku manusia yang disimpulkan dalam "kausalita"/sebab-akibat, sebagaimana yang nee jelaskan di bawah.  

yang bold : bahkan ketika manusia tidak memilih pun disebut juga kekuasaan Allah .... semua keputusan manusia memang disebut keputusan/kehendak/kuasa Allah ... tapi apa yang dipilih manusia adalah keputusan manusia sendiri

merah : Allah jelas ikut serta dalam semua hal yang terjadi dimuka bumi ini .... tapi ikut serta disini bukan artinya Allah yang menggerakkan manusia (seolah2 manusia adalah mahluk pasif)

- mungkihkah mnusiidak memilih ? ........... pada kenyataannya, manusia tidak memilih A karena dia memilih B, manusia, ..... dia tidak memilih jadi orang jahat karen dia memilih jadi orang baik.
- kalo bukan ALLAH yang menggerakkan, lantas siapa ?, kalo manusia mampu mengerakkan dirinya, tentunya tidak akan mau mengikuti kausalita yang disediakan untuknya.

maksud saya ...

Kan anda bilang "bisakah manusia memilih sesuatu tanpa ikut campurnya kekuasaan ALLAH" >>> "sesuatu" disini ... menurut saya merujuk pada 1 object toh ... katakanlah A ....

maka saya katakan ... bahkan ketika manusia tidak memilih A pun disebut kekuasaan Allah .... artinya manusia memilih A, B, C atau apapun ... semua disebut keputusan Allah .... tapi apa yang dipilih manusia adalah keputusan manusia sendiri (manusia adalah aktif)

- disebut menggerakkan bukan seolah2 manusia adalah mahluk yang pasif yang tidak bisa merubah jalan hidupnya ... kausalita yang disediakan Allah kan banyak ... artinya sekian banyak kausalita tersebut semua adalah pilihan manusia ... jadi bukan artinya manusia sudah ditentukan pada kausalita tertentu dan tidak bisa memilih kausalita lain ...

Allah berkuasa ... Allah berkehendak ... Allah menggerakkan dsb >>> semua benar
tapi disebut menggerakkan/berkehendak/berkuasa bukan seolah2 manusia adalah mahluk yang pasif yang tidak bisa merubah jalan hidupnya ... manusia tetap diberi pilihan .... manusia tetap bisa merubah hasil dari kausalita sebelumnya

Artinya: ketika manusia menjadi kafir .... bukan artinya manusia pasrah seolah2 dia tak berdaya dengan jalan hidup yang demikian ... jadi sesuai dengan 14/4

jagona #79 wrote:ayat 14/4 ; Dan tidaklah KAMI utus seroang Rasul kecuali dengan bahasa kaumnya sendiri agar dia terangkan pada mereka, maka ALLAH menyesatkan mereka yang DIA kehendaki, Dan DIA Mulia dan Bijaksana. .......... dengan ayat inipun sama, tidak ada peluang untuk melepaskan diri dari kesalahan yang dia buat dengan mengikutim kausalita yang telah disediakan ALLAH

bold : pendapat saya  .... untuk masa depannya manusia jelas tetap ada peluang untuk melepaskan diri dari kesalahan  

manusia tidak pernah menjalani seluruh hidupnya dengan ketetapkan "sudah ditetapkan sebagai kafir"
menjadi kafir atau tidak kafir adalah pilihan manusia sepanjang hidupnya ... dan manusia masih bisa selalu merubah jalan hidupnya

@Jagona wrote:benar ..... ALLAH menentukan scenario bagi setiap manusia, dan manusia tinggal menjalankan scenario itu sesuai dengan peran yang ditentukan ALLAH pula bagi dirinya.

Allah tidak menentukan skenario atau peran tertentu pada manusia tertentu ... tapi Allah menyediakan banyak skenario untuk dipilih oleh semua manusia

jadi skenario itu masuk dalam hidup seorang manusia adalah karena manusia tsbt yang menentukan/memilih sendiri ...

bukan seolah2 bila A lahir lalu Allah bilang ... "Oke A ... ini 1 skenario kamu ... 1 peran kamu .... 1 kausalita kamu ... 1 jalan hidup kamu .... ikutin aja dan kamu ga bisa merubah"

tapi menurut saya ... ketika A lahir .. Allah bilang "Oke A ... ini ada sekian banyak skenario/peran/jalan hidup/kausalita .... semua skenario/peran/jalan hidup/kausalita ini adalah ketetapan Saya ... hukum Saya dan kamu ga bisa merubah ... silahkan pilih sendiri dan hidupmu bergantung pada kausalita dari pilihan kamu tersebut"

Kalau mau dikatakan Allah yang menentukan ... apapun skenario yang dipilih manusia (dari sekian banyak skenario yang disediakan) memang jatuhnya semua adalah ketentuan Allah .... tapi point nya adalah yang underline

@Jagona wrote:nee ........... bisakah, aktor yang telah ditentukan prannya memilih scenario untuk aktor yang lain

peran yang disediakan Allah kepada para aktor (manusia) ada banyak .... aktor bebas memilih perannya sendiri apapun peran yang dipilih si aktor semua disebut ketentuan Allah ....

setiap aktor menjalankan banyaknya skenario yang disediakan Allah .... aktor bebas menjalankan skenario nya sendiri apapun skenario yang dijalankan si aktor semua disebut ketentuan Allah ....

semua skenario dan peran itu disediakan untuk semua aktor ...

bold : menurut saya ... yang disebut Allah menentukan peran manusia adalah ... bukan artinya Allah yang menunjuk peran/skenario kita ... tapi kita yang menentukan/memilih peran/skenario kita sendiri .... tapi memang apapun ketentuan/pilihan manusia ... semua sudah masuk dalam hukum/ketetapan/ketentuan/kausalita Allah

jadi bukan memilih skenario untuk aktor yang lain .... tapi si aktor ini memang berhak untuk menjalankan skenario yg sama dengan aktor lain

@jagona wrote:
- yuupp ......... benar
- aku kira 10/47 cukup jelas ...... masing-masing menerima resiko yang sesuai dengan apa yang dilakukannya.
- demikian juga untuk 17/15 juga cukup jelas.
- okey nee

sip ... yang ini beres

 piss  piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Kedunghalang on Tue May 27, 2014 11:05 pm

@frontline defender wrote:
@Kedunghalang wrote:Siapa orangnya,
yang tahu persisnya, ya hanya ybs & Allah sendiri!

@Kedunghalang wrote:dan Allah Yang Maha Mengetahui menyebutnya apa?
bagi yang menerimanya Allah/Al-Quran menyebutnya orang yang beriman, sedangkan bagi yang menolaknya Allah/Al-Quran menyebutnya orang yang kafir!

 piss 

Menurut Al Qur'an dan Hadits, dia itu adalah Khalifah (An-Nur 24:55/6) atau Khalifah Allah, Imam Al Mahdi (Sunan Ibnu Majah).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Jagona on Wed May 28, 2014 2:14 pm

@dee-nee wrote:
@Jagona wrote:
@dee-nee wrote:
@Jagona wrote:secara utuh, memang tidak bisa disamakan ............. namun prinsip, bisa dianalogikan ..... nee harus ingat, bisakah manusia memilih sesuatu tanpa ikut campurnya kekuasaan ALLAH ? ... inilah yang sebenarnya inti dari pembahasan di atas, yaitu keikutsertaan ALLAH dalam segala tindak tanduk dan prilaku manusia yang disimpulkan dalam "kausalita"/sebab-akibat, sebagaimana yang nee jelaskan di bawah.  

yang bold : bahkan ketika manusia tidak memilih pun disebut juga kekuasaan Allah .... semua keputusan manusia memang disebut keputusan/kehendak/kuasa Allah ... tapi apa yang dipilih manusia adalah keputusan manusia sendiri

merah : Allah jelas ikut serta dalam semua hal yang terjadi dimuka bumi ini .... tapi ikut serta disini bukan artinya Allah yang menggerakkan manusia (seolah2 manusia adalah mahluk pasif)

- mungkihkah mnusiidak memilih ? ........... pada kenyataannya, manusia tidak memilih A karena dia memilih B, manusia, ..... dia tidak memilih jadi orang jahat karen dia memilih jadi orang baik.
- kalo bukan ALLAH yang menggerakkan, lantas siapa ?, kalo manusia mampu mengerakkan dirinya, tentunya tidak akan mau mengikuti kausalita yang disediakan untuknya.

maksud saya ...

Kan anda bilang "bisakah manusia memilih sesuatu tanpa ikut campurnya kekuasaan ALLAH" >>> "sesuatu" disini ... menurut saya merujuk pada 1 object toh ... katakanlah A ....

maka saya katakan ... bahkan ketika manusia tidak memilih A pun disebut kekuasaan Allah .... artinya manusia memilih A, B, C atau apapun ... semua disebut keputusan Allah .... tapi apa yang dipilih manusia adalah keputusan manusia sendiri (manusia adalah aktif)

- disebut menggerakkan bukan seolah2 manusia adalah mahluk yang pasif yang tidak bisa merubah jalan hidupnya ... kausalita yang disediakan Allah kan banyak ... artinya sekian banyak kausalita tersebut semua adalah pilihan manusia ... jadi bukan artinya manusia sudah ditentukan pada kausalita tertentu dan tidak bisa memilih kausalita lain ...

Allah berkuasa ... Allah berkehendak ... Allah menggerakkan dsb >>> semua benar
tapi disebut menggerakkan/berkehendak/berkuasa bukan seolah2 manusia adalah mahluk yang pasif yang tidak bisa merubah jalan hidupnya ... manusia tetap diberi pilihan .... manusia tetap bisa merubah hasil dari kausalita sebelumnya

Artinya: ketika manusia menjadi kafir .... bukan artinya manusia pasrah seolah2 dia tak berdaya dengan jalan hidup yang demikian ... jadi sesuai dengan 14/4

- nee, benar .. nee bisa memasukkan apa saja ke dalam "sesuatu" itu
- manusia memilih A, B, atau C adalah ketetapan ALLAH ....... kalo sudah dikatakan ketetapan ALLAH, apakah manusia bisa menghindar dari ketetapan itu ...... jadi apapun pilihan manusia adalah sudah ditetaokan ALLAH sebeumnya.
- demikian juga dengan "menggerakkan" sesmuanya adalah kehendak ALLAH ..... memang menurut pandangan manusia, dialah yang menentukan langkah, dialah yang berusaha siang malam untruk kesuksesannya, dst dst ....... tetapi hakekatnya semua adalah kehendak ALLAH, karena ALLAH-lah yang nmenggerakkan, ALLAH-lah yang memberi rizki, ALLAH-lah yang menunjukkan jalan hiduypnya, ALLAH-lah yang menyediakan kausalita untuknya, dst dst. sehingga pada hakekatnya manusia bisa disebut "pasif".
- ketika manusia menjadi kafir ...... dia bukan pasrah menjadi kafir, tetapi dia nikmati kekafirannya dengan mengikuti kausalitanya.

jagona #79 wrote:ayat 14/4 ; Dan tidaklah KAMI utus seroang Rasul kecuali dengan bahasa kaumnya sendiri agar dia terangkan pada mereka, maka ALLAH menyesatkan mereka yang DIA kehendaki, Dan DIA Mulia dan Bijaksana. .......... dengan ayat inipun sama, tidak ada peluang untuk melepaskan diri dari kesalahan yang dia buat dengan mengikutim kausalita yang telah disediakan ALLAH

bold : pendapat saya  .... untuk masa depannya manusia jelas tetap ada peluang untuk melepaskan diri dari kesalahan  

manusia tidak pernah menjalani seluruh hidupnya dengan ketetapkan "sudah ditetapkan sebagai kafir"
menjadi kafir atau tidak kafir adalah pilihan manusia sepanjang hidupnya ... dan manusia masih bisa selalu merubah jalan hidupnya
- melepaskan diri dari kesalahan ...... ya itu bisa, tetapi melepaskan diri dari ketetapan ALLAH itu yang tidak bisa.
- kalo ALLAH telah menetapkan bahwa seorang A adalah kafir ....... meskipun pada awalnya ia adalah anak seorang kyai dan sebagai seorang muslim ........ tapi karena kausalta yang disediakan ALLAH untuknya mengarah pada kekafiran ...... pada akhirnya jadilah ia sebagai seorang kafir............ jadi kafir atau tidak kafir adalah ketetapan ALLAH

@Jagona wrote:benar ..... ALLAH menentukan scenario bagi setiap manusia, dan manusia tinggal menjalankan scenario itu sesuai dengan peran yang ditentukan ALLAH pula bagi dirinya.

Allah tidak menentukan skenario atau peran tertentu pada manusia tertentu ... tapi Allah menyediakan banyak skenario untuk dipilih oleh semua manusia

jadi skenario itu masuk dalam hidup seorang manusia adalah karena manusia tsbt yang menentukan/memilih sendiri ...

bukan seolah2 bila A lahir lalu Allah bilang ... "Oke A ... ini 1 skenario kamu ... 1 peran kamu .... 1 kausalita kamu ... 1 jalan hidup kamu .... ikutin aja dan kamu ga bisa merubah"

tapi menurut saya ... ketika A lahir .. Allah bilang "Oke A ... ini ada sekian banyak skenario/peran/jalan hidup/kausalita .... semua skenario/peran/jalan hidup/kausalita ini adalah ketetapan Saya ... hukum Saya dan kamu ga bisa merubah ... silahkan pilih sendiri dan hidupmu bergantung pada kausalita dari pilihan kamu tersebut"

Kalau mau dikatakan Allah yang menentukan ... apapun skenario yang dipilih manusia (dari sekian banyak skenario yang disediakan) memang jatuhnya semua adalah ketentuan Allah .... tapi point nya adalah yang underline
- nee, ALLAH menyediakan peran dan kausalitanya bagi setiap orang ........ tentunya banyak peran yang sama bagi sejumlah manusia ........ buktinya, peran seorang miskin ...... ada dimana-mana, dengan kausalita yang berlainan.


@Jagona wrote:nee ........... bisakah, aktor yang telah ditentukan prannya memilih scenario untuk aktor yang lain

peran yang disediakan Allah kepada para aktor (manusia) ada banyak .... aktor bebas memilih perannya sendiri apapun peran yang dipilih si aktor semua disebut ketentuan Allah ....

setiap aktor menjalankan banyaknya skenario yang disediakan Allah .... aktor bebas menjalankan skenario nya sendiri apapun skenario yang dijalankan si aktor semua disebut ketentuan Allah ....

semua skenario dan peran itu disediakan untuk semua aktor ...

bold : menurut saya ... yang disebut Allah menentukan peran manusia adalah ... bukan artinya Allah yang menunjuk peran/skenario kita ... tapi kita yang menentukan/memilih peran/skenario kita sendiri .... tapi memang apapun ketentuan/pilihan manusia ... semua sudah masuk dalam hukum/ketetapan/ketentuan/kausalita ALLAH

jadi bukan memilih skenario untuk aktor yang lain .... tapi si aktor ini memang berhak untuk menjalankan skenario yg sama dengan aktor lain

-- nee, kembali harus meresapi .......... peran yang diberikan sutradara kepada seorang aktor apakah bisa dijalankan oleh orang lain ?
-- yaa, memang aktor bisa memilih peran ........... tapi yang menentukannya kan tetap sutradara ........ dan aktor harus menjalankan peran itu.
-- selanjutnya, ....... dah nee jawab sendiri (lihat yang di bold dan digedein)

@jagona wrote:
- yuupp ......... benar
- aku kira 10/47 cukup jelas ...... masing-masing menerima resiko yang sesuai dengan apa yang dilakukannya.
- demikian juga untuk 17/15 juga cukup jelas.
- okey nee

sip ... yang ini beres

okey nee. ............... salam

 piss  piss[/quote]

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by dee-nee on Wed May 28, 2014 4:59 pm

@Jagona wrote:
- nee, benar .. nee bisa memasukkan apa saja ke dalam "sesuatu" itu
- manusia memilih A, B, atau C adalah ketetapan ALLAH ....... kalo sudah dikatakan ketetapan ALLAH, apakah manusia bisa menghindar dari ketetapan itu ...... jadi apapun pilihan manusia adalah sudah ditetaokan ALLAH sebeumnya.
- demikian juga dengan "menggerakkan" sesmuanya adalah kehendak ALLAH ..... memang menurut pandangan manusia, dialah yang menentukan langkah, dialah yang berusaha siang malam untruk kesuksesannya, dst dst ....... tetapi hakekatnya semua adalah kehendak ALLAH, karena ALLAH-lah yang nmenggerakkan, ALLAH-lah yang memberi rizki, ALLAH-lah yang menunjukkan jalan hiduypnya, ALLAH-lah yang menyediakan kausalita untuknya, dst dst. sehingga pada hakekatnya manusia bisa disebut "pasif".
- ketika manusia menjadi kafir ...... dia bukan pasrah menjadi kafir, tetapi dia nikmati kekafirannya dengan mengikuti kausalitanya.

- merah : manusia tidak bisa menghindar untuk sesuatu yang sudah terjadi ...

misalnya saya memilih ngebut ... bila sudah terjadi kecelakaan ya jelas saya tidak bisa menghindari apa yang sudah terjadi ... tapi saya bisa memilih untuk tidak ngebut lagi .... sebagai manusia saya bisa memilih ketetapan Allah berikutnya ... apakah saya akan ngebut lagi yang berakibat kecelekaan lagi ... atau tidak ngebut dan akhirnya tidak kecelakaan ...

ngebut tidak ngebut .... kecelakaan tidak kecelakaan ... semua adalah ketetapan Allah ... dan bila sudah terjadi kita tidak bisa menghindar ... tapi kita bisa menghindar untuk masa depan ....

underline : yang disebut Allah sudah memberi ketetapan sebelumnya adalah ... Allah sudah tau manusia akan memilih apa .... bila Allah berkata "Kamu kecelakaan" ... bukan artinya Allah menggerakkan diri saya supaya kecelakaan ... tapi Allah sudah tau bahwa saya akan ngebut dan akan mengalami kecelakaan .... semua yang akan terjadi dalam diri manusia sudah diketahui Allah ... tapi bukan artinya manusia diam saja dan menunggu kecelakaan itu datang sendiri (maksudnya : kecelakaan itu terjadi tetap karena pilihan manusia itu sendiri)

- underline : jadi hakekat kan ... ya kalau bicara hakekat memang semua alam semesta ini pasif ... tapi bukan dalam arti seolah2 manusia tidak bisa merubah masa depannya ... manusia tetap punya pilihan untuk memilih ketetapan/hukum Allah apa yang manusia nilai baik

- menikmati kekafiran artinya itu pilihan manusia toh ... dalam keadaan sadar dan aktif ...

jagona #79 wrote:
- melepaskan diri dari kesalahan ...... ya itu bisa, tetapi melepaskan diri dari ketetapan ALLAH itu yang tidak bisa.
- kalo ALLAH telah menetapkan bahwa seorang A adalah kafir ....... meskipun pada awalnya ia adalah anak seorang kyai dan sebagai seorang muslim ........ tapi karena kausalta yang disediakan ALLAH untuknya mengarah pada kekafiran ...... pada akhirnya jadilah ia sebagai seorang kafir............ jadi kafir atau tidak kafir adalah ketetapan ALLAH

- hmmmm ... gimana ya jelasinnya ....

gini loh maksud saya .... apapun yang dipilih manusia disebut ketetapan Allah >>>  ini kan point nya

ketika manusia ingin melepaskan diri dari kesalahan >>> ini ketetapan Allah
ketika manusia tidak ingin melepaskan diri dari kesalahan >>> ini ketetapan Allah

kebebasan memilih untuk lepas/tidak lepas ini datang dari manusia ... dalam pilihan itu selalu ada ketetapan Allah

- bold : iya ... tapi ketetapan itu adalah hasil dari pilihan manusia itu sendiri

misalnya si Adi anak kyiai .... dia diberi pilihan mau kafir atau tidak ....
ketika dia memilih ingkar ... jadilah dia kafir (disebut ketetapan Allah)
ketika dia memilih tidak ingkar ... jadilah dia tidak kafir (disebut ketetapan Allah)

sudah ditentukannya si Adi ini sebagai kafir oleh Allah ... bukan artinya Adi bernasib menjadi kafir .... tapi semua itu adalah pilihan Adi sendiri ... dan Allah sudah tau apa yang akan Adi pilih ... (dondong apa salak ... gendong apa pundak .... kkekekekekek)

 piss  piss 

seperti link yang ditulis mbah abu .... ketika temannya kehilangan motor
>>> bukan nasib si temen untuk kehilangan motor ... bukan artinya dia tidak bisa menghindar dari curanmor itu ... temen mbah abu sebetulnya tetap bisa lepas dari curanmor itu ... tapi karena pilihannya sendiri (yaitu ga hati2) maka dia tidak bisa menghindari pencurian itu (tidak bisa menghidar dari kausalitanya) ....
Jadi ............... SEANDAINYA teman mbah abu memilih untuk berhati2 maka kausalita yang terjadi tidak akan demikian
>>> Artinya disini .......... manusia tetap bisa memilih kausalitanya sendiri

pasrah pada kehendak Allah disini bukan artinya "Ya sudah lah saya diem aja disini ... what ever will be will be .... suka2 Allah mau bikin hidup saya kaya gimana" >>> ga gitu

tapi .... pasrah itu maksudnya "Ya Allah ... saya memilih untuk jadi presiden ... saya berusaha ... saya berikhtiar ... niat saya baik .... bila seandainya saya tidak menang ... itu karena saya melakukan A, B, C (sebab) ... yang berakibat saya tidak terpilih (akibat) ... dan saya pasrah pada sebab akibat yang nanti terjadi" >>> sebab akibat ini lah kausalita itu sendiri ... kausalita ini lah kehendak Allah

jadi kehendak Allah terjadi karena pilihan (sebab) kita sendiri

@Jagona wrote:
- nee, ALLAH menyediakan peran dan kausalitanya bagi setiap orang ........ tentunya banyak peran yang sama bagi sejumlah manusia ........ buktinya, peran seorang miskin ...... ada dimana-mana, dengan kausalita yang berlainan.

kalau orang itu mau jadi kaya ... dia bisa jadi kaya .... dia bisa ganti peran

dia selalu miskin bukan karena peran yang diberikan hanya satu .... tapi karena dia yang milih untuk memerankan 1 peranan saja
jadi ... apakah manusia itu tetap mau bermain di 1 peranan saja atau ganti peran (dari miskin menjadi kaya) ... semua tergantung manusia nya ...

bila awalnya dia berperan jadi orang miskin lalu kemudian jadi orang kaya >>> semua disebut ketetapan Allah
milih untuk bermain 1 peranan saja >>> ketetapan Allah
milih untuk berganti peranan >>> ketetapan Allah

tapi pilihan itu tetap ada di diri manusia itu sendiri ... dan dia memilih apapun .... disitu dia pasti bertemu dengan ketetapan Allah

@Jagona wrote:
-- nee, kembali harus meresapi .......... peran yang diberikan sutradara kepada seorang aktor apakah bisa dijalankan oleh orang lain ?
-- yaa, memang aktor bisa memilih peran ........... tapi yang menentukannya kan tetap sutradara ........ dan aktor harus menjalankan peran itu.
-- selanjutnya, ....... dah nee jawab sendiri (lihat yang di bold dan digedein)

- anda bertanya begini karena dalam benak anda ... tidak mungkin seorang manusia boleh berganti peran ... jadi logikanya memang bukan bisa dijalankan orang lain ... tapi manusia itu sendiri bisa berganti peran

- yang menentukan peranan adalah si aktor itu sendiri ... apakah dia mau jadi orang miskin terus ... atau merubah diri jadi orang kaya .. tergantung manusianya .... dalam pilihan itu selalu ada ketetapan/ketentuan (hukum sebab/akibat) Allah

- lah itu udah dijawab yang merah diatas ini

 piss  piss

btw .... OOT ga sih ?
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Jagona on Thu May 29, 2014 10:24 am

@dee-nee wrote:
@Jagona wrote:
- nee, benar .. nee bisa memasukkan apa saja ke dalam "sesuatu" itu
- manusia memilih A, B, atau C adalah ketetapan ALLAH ....... kalo sudah dikatakan ketetapan ALLAH, apakah manusia bisa menghindar dari ketetapan itu ...... jadi apapun pilihan manusia adalah sudah ditetaokan ALLAH sebeumnya.
- demikian juga dengan "menggerakkan" sesmuanya adalah kehendak ALLAH ..... memang menurut pandangan manusia, dialah yang menentukan langkah, dialah yang berusaha siang malam untruk kesuksesannya, dst dst ....... tetapi hakekatnya semua adalah kehendak ALLAH, karena ALLAH-lah yang nmenggerakkan, ALLAH-lah yang memberi rizki, ALLAH-lah yang menunjukkan jalan hiduypnya, ALLAH-lah yang menyediakan kausalita untuknya, dst dst. sehingga pada hakekatnya manusia bisa disebut "pasif".
- ketika manusia menjadi kafir ...... dia bukan pasrah menjadi kafir, tetapi dia nikmati kekafirannya dengan mengikuti kausalitanya.

- merah : manusia tidak bisa menghindar untuk sesuatu yang sudah terjadi ...

misalnya saya memilih ngebut ... bila sudah terjadi kecelakaan ya jelas saya tidak bisa menghindari apa yang sudah terjadi ... tapi saya bisa memilih untuk tidak ngebut lagi .... sebagai manusia saya bisa memilih ketetapan Allah berikutnya ... apakah saya akan ngebut lagi yang berakibat kecelekaan lagi ... atau tidak ngebut dan akhirnya tidak kecelakaan ...

ngebut tidak ngebut .... kecelakaan tidak kecelakaan ... semua adalah ketetapan Allah ... dan bila sudah terjadi kita tidak bisa menghindar ... tapi kita bisa menghindar untuk masa depan ....

underline : yang disebut Allah sudah memberi ketetapan sebelumnya adalah ... Allah sudah tau manusia akan memilih apa .... bila Allah berkata "Kamu kecelakaan" ... bukan artinya Allah menggerakkan diri saya supaya kecelakaan ... tapi Allah sudah tau bahwa saya akan ngebut dan akan mengalami kecelakaan .... semua yang akan terjadi dalam diri manusia sudah diketahui Allah ... tapi bukan artinya manusia diam saja dan menunggu kecelakaan itu datang sendiri (maksudnya : kecelakaan itu terjadi tetap karena pilihan manusia itu sendiri)

- underline : jadi hakekat kan ... ya kalau bicara hakekat memang semua alam semesta ini pasif ... tapi bukan dalam arti seolah2 manusia tidak bisa merubah masa depannya ... manusia tetap punya pilihan untuk memilih ketetapan/hukum Allah apa yang manusia nilai baik

- menikmati kekafiran artinya itu pilihan manusia toh ... dalam keadaan sadar dan aktif ...
- nee paham engga kalimat "tidak bisa menghindar dari ketetapan ALLAH" ........ ambil yang nee contohkan ......... bila ALLAH telah menetapkan nee mengalami kecelakaan, nee kan gak bisa menghindar, kenapa ? ...... karena pada saat itu nee naik motornya ngebut ....... itulah kausalitanya untuk menuju ke ketetapan ALLAH tadi .......... adapun setelahnya nee tidak ngebut lagi itu karena nee sudah diberi peringatan/pelajaran/teguran dengan kecelakaan (ketetapan) tadi, .......... jadi bukan karena menghindar dari ketetapan ALLAH ....... okey
- ALLAH menetapkan segala sesuatunya yang ada di alam semesta ini ......... dan tentunya ALLAH mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta ini .......... nee, setiap keteapan ALLAH tentunya disertai dengan kausalita yang disediakan untuk menuju ke ketetapan tadi.
seperti contoh di atas ........ ALLAH menetapkan A mengalami kecelakaan motor fatal .... (contoh kausalitanya) ketika A naik motor dengan tenang, kemudian ada yang mengajak balapan, dan A mengikuti ajakan itu dengan memacu motornya dengan kecepatan tinggi, sehingga ketika ada lubang di jalan A tidak bisa menghindar dan terjadilah kecelakaan yeang menyebabkan A meninggal dunia ........... contoh lain ; ALLAH menetapkan B menang balapan motor ...... (contoh kausalitanya) ...... ketika B naik motor dengan tenang, kemudian ada yang mengajak balapan, dan B mengikuti ajakan itu dengan memacu motornya dengan kecepatan tinggi dan B berada paling depan, ketika ada lubang di jalan B dengan sigap menghindari lubang itu dan B berhasil memenangkan balapan itu. ...................... okey
- menikmati kekafiran bukan pilihan manusia, melainkan mengikuti kausalita yang disediakan untuknya.

jagona #79 wrote:
- melepaskan diri dari kesalahan ...... ya itu bisa, tetapi melepaskan diri dari ketetapan ALLAH itu yang tidak bisa.
- kalo ALLAH telah menetapkan bahwa seorang A adalah kafir ....... meskipun pada awalnya ia adalah anak seorang kyai dan sebagai seorang muslim ........ tapi karena kausalta yang disediakan ALLAH untuknya mengarah pada kekafiran ...... pada akhirnya jadilah ia sebagai seorang kafir............ jadi kafir atau tidak kafir adalah ketetapan ALLAH

- hmmmm ... gimana ya jelasinnya ....

gini loh maksud saya .... apapun yang dipilih manusia disebut ketetapan Allah >>>  ini kan point nya

ketika manusia ingin melepaskan diri dari kesalahan >>> ini ketetapan Allah
ketika manusia tidak ingin melepaskan diri dari kesalahan >>> ini ketetapan Allah

kebebasan memilih untuk lepas/tidak lepas ini datang dari manusia ... dalam pilihan itu selalu ada ketetapan Allah

- bold : iya ... tapi ketetapan itu adalah hasil dari pilihan manusia itu sendiri

misalnya si Adi anak kyiai .... dia diberi pilihan mau kafir atau tidak ....
ketika dia memilih ingkar ... jadilah dia kafir (disebut ketetapan Allah)
ketika dia memilih tidak ingkar ... jadilah dia tidak kafir (disebut ketetapan Allah)

sudah ditentukannya si Adi ini sebagai kafir oleh Allah ... bukan artinya Adi bernasib menjadi kafir .... tapi semua itu adalah pilihan Adi sendiri ... dan Allah sudah tau apa yang akan Adi pilih ... (dondong apa salak ... gendong apa pundak .... kkekekekekek)

 piss  piss 

seperti link yang ditulis mbah abu .... ketika temannya kehilangan motor
>>> bukan nasib si temen untuk kehilangan motor ... bukan artinya dia tidak bisa menghindar dari curanmor itu ... temen mbah abu sebetulnya tetap bisa lepas dari curanmor itu ... tapi karena pilihannya sendiri (yaitu ga hati2) maka dia tidak bisa menghindari pencurian itu (tidak bisa menghidar dari kausalitanya) ....
Jadi ............... SEANDAINYA teman mbah abu memilih untuk berhati2 maka kausalita yang terjadi tidak akan demikian
>>> Artinya disini .......... manusia tetap bisa memilih kausalitanya sendiri

pasrah pada kehendak Allah disini bukan artinya "Ya sudah lah saya diem aja disini ... what ever will be will be .... suka2 Allah mau bikin hidup saya kaya gimana" >>> ga gitu

tapi .... pasrah itu maksudnya "Ya Allah ... saya memilih untuk jadi presiden ... saya berusaha ... saya berikhtiar ... niat saya baik .... bila seandainya saya tidak menang ... itu karena saya melakukan A, B, C (sebab) ... yang berakibat saya tidak terpilih (akibat) ... dan saya pasrah pada sebab akibat yang nanti terjadi" >>> sebab akibat ini lah kausalita itu sendiri ... kausalita ini lah kehendak Allah

jadi kehendak Allah terjadi karena pilihan (sebab) kita sendiri
- benar, apapun yang dipilih manusia, sudah ditetapkan ALLAh sebelumnya
- hi hi hi ...... terbalik nee, ketetapan ALLAH bukan pilihan manusia, tetapi pilihan manusia adalah ketetapan ALLAH
- aku kira untuk contoh si Adi, nee bisa resapi yang dibold di atas
- tentang kasus dai wa abu .... temen wa abu tidak hati2 bukan pilihannya, tetapi kausalita yang disediakan ALLAH untuk menuju hilangnya motor ..... dan dia tidak bisa menbghindar dari ketidakhati-hatiannya
- pasrah kepada ALLAH ........ ya itulah kita mengikuti kausalita yang telah ALLAH sediakan untuk kita masing-masing ...... ya gimana lagi yah ...... kita sedang memainkan sandiwara dunia dengan milyaran peran dan kausalitanya bagi kita masing-masing.
- kalo nee memilih peran presiden, tapi ketetapan ALLAH nee jadi bupati ...... berupaya sebesar/sekeras apapun tidak akan ketulusan jadi presiden ..... karena kausalita yang disediakan ALLAH hanya sampai jadi bupati.
- hi hi hi ...... terbalik lagi nee, pilihan kita adalah kehendak ALLAH
[quote]
okey nee, kita ambil contoh ...... si Mad adalah anak seorang miskin,...... ALLAH menetapkan bahwa si Mad menjadi kaya ...... contoh kausalitanya ...... si Mad, meskipun anak seorang miskin, dia adalah anak yang rajin dan terampil .......... satu saat dia diminta untuk menjadi pembantu oleh B (ternyata B adalah orang kaya yang tidak mempunyai anak) ..... akhirnya si Mad dijadikan pewaris oleh B ....... tentunya si Mad jadi orang kaya ........ Ma'af nee tentunya kausalita itu tidak sesederhana ini, hanya aku ambil awal dan akhirnya aja.


@Jagona wrote:
- nee, ALLAH menyediakan peran dan kausalitanya bagi setiap orang ........ tentunya banyak peran yang sama bagi sejumlah manusia ........ buktinya, peran seorang miskin ...... ada dimana-mana, dengan kausalita yang berlainan.

kalau orang itu mau jadi kaya ... dia bisa jadi kaya .... dia bisa ganti peran

dia selalu miskin bukan karena peran yang diberikan hanya satu .... tapi karena dia yang milih untuk memerankan 1 peranan saja
jadi ... apakah manusia itu tetap mau bermain di 1 peranan saja atau ganti peran (dari miskin menjadi kaya) ... semua tergantung manusia nya ...

bila awalnya dia berperan jadi orang miskin lalu kemudian jadi orang kaya >>> semua disebut ketetapan Allah
milih untuk bermain 1 peranan saja >>> ketetapan Allah
milih untuk berganti peranan >>> ketetapan Allah

tapi pilihan itu tetap ada di diri manusia itu sendiri ... dan dia memilih apapun .... disitu dia pasti bertemu dengan ketetapan Allah
- karena peran itu ditetapkan ALLAH ......... maka berganti peranpun mengikuti ketetapan ALLAH ........... selanjutnya tinggal dicermati aja.................. okey


@Jagona wrote:
-- nee, kembali harus meresapi .......... peran yang diberikan sutradara kepada seorang aktor apakah bisa dijalankan oleh orang lain ?
-- yaa, memang aktor bisa memilih peran ........... tapi yang menentukannya kan tetap sutradara ........ dan aktor harus menjalankan peran itu.
-- selanjutnya, ....... dah nee jawab sendiri (lihat yang di bold dan digedein)

- anda bertanya begini karena dalam benak anda ... tidak mungkin seorang manusia boleh berganti peran ... jadi logikanya memang bukan bisa dijalankan orang lain ... tapi manusia itu sendiri bisa berganti peran

- yang menentukan peranan adalah si aktor itu sendiri ... apakah dia mau jadi orang miskin terus ... atau merubah diri jadi orang kaya .. tergantung manusianya .... dalam pilihan itu selalu ada ketetapan/ketentuan (hukum sebab/akibat) Allah

- lah itu udah dijawab yang merah diatas ini

 piss  piss

btw .... OOT ga sih ?
- kenapa tidak mungkin kalau memang itu merupakan ketetapan ALLAH seperti si Mad di atas
- kembali aku sampaikan bahwa yang menentukan peran itu bukan si aktor, tetapi sutradara ...... apakah dia harus jadi gatutkaca, atau astrajingga adalah sutradara/dalang yang menentukan dan tentunya dia menyediakan scenario untuk peran-peran itu ....... okey nee

intr. ....... memang tidak mudah nee untuk memahami masalah ini, meskipun demikian aku saluut juga, nee bisa memahami sampai di sini .............. okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by dee-nee on Fri May 30, 2014 4:15 am

@Jagona wrote:
- nee paham engga kalimat "tidak bisa menghindar dari ketetapan ALLAH" ........ ambil yang nee contohkan ......... bila ALLAH telah menetapkan nee mengalami kecelakaan, nee kan gak bisa menghindar, kenapa ? ...... karena pada saat itu nee naik motornya ngebut  ....... itulah kausalitanya untuk menuju ke ketetapan ALLAH tadi .......... adapun setelahnya nee tidak ngebut lagi itu karena nee sudah diberi peringatan/pelajaran/teguran dengan kecelakaan (ketetapan) tadi, .......... jadi bukan karena menghindar dari ketetapan ALLAH ....... okey

bold : Justru pada saat saya naik motor ini ... saya diberi pilihan ... mau ngebut atau tidak ...

simplenya :
KALAU saya pilih ngebut .... akibatnya kecelakaan
KALAU saya pilih tidak ngebut .... akibatnya tidak kecelakaan

(ini yang paling simple saja contohnya)

underline : lah iya ... jadi untuk masa depan kita dapat peringatan/pelajaran/teguran yang bisa mempengaruhi keputusan kita kan ... sehingga kita bisa menghindar dari ketetapan yang belum terjadi (karena masih dimasa depan)

Misalnya
A. Karena ngebut ... akibatnya kecelakaan
B. Karena tidak ngebut ... akibatnya tidak kecelakaan

Artinya disini (yang biru) ... KARENA kita belajar dari kejadian SEKARANG ... kita bisa memberi keputusan untuk memilih (yaitu memilih untuk ga ngebut) ... dan pilihan ini berpengaruh pada apa yang terjadi NANTINYA (yaitu tidak kecelakaan) >>> gitu kan simplenya ....

maka bila dibalik .... KALAU kita ga belajar pada kejadian SEKARANG ... kita memilih yang sebaliknya (yaitu memilih untuk ngebut) ... dan pilihan ini berpengaruh pada apa yang terjadi NANTINYA (yaitu kecelakaan)

artinya kan disini ... pilihan kita SEKARANG mempengaruhi ketetapan yang akan terjadi pada diri kita NANTINYA ....

Jadi kalau bicara pada ketetapan yang terjadi SEKARANG ... ketetapan itu memang sudah tidak bisa berubah karena sudah terjadi ... tapi sama dengan ketetapan yang terjadi NANTINYA .... ketetapan yang terjadi SEKARANG juga dipengaruhi oleh pilihan kita SEBELUMNYA

ngerti ga ya maksud saya

 pusing  pusing 

catatan : tapi tentu proses sebab akibat dalam hidup tidak sesimple itu (bila A maka B ... bila tidak A maka tidak B) >>> tentu ga sesimple ini
karena tetap ada faktor2 lain yang mempengaruhi (C, D, E, F dsb)

misalnya :
lanjut berikutnya ....

@Jagona wrote:
- ALLAH menetapkan segala sesuatunya yang ada di alam semesta ini ......... dan tentunya ALLAH mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta ini .......... nee, setiap keteapan ALLAH tentunya disertai dengan kausalita yang disediakan untuk menuju ke ketetapan tadi.
seperti contoh di atas ........ ALLAH menetapkan A mengalami kecelakaan motor fatal .... (contoh kausalitanya) ketika A naik motor dengan tenang, kemudian ada yang mengajak balapan, dan A mengikuti ajakan itu dengan memacu motornya dengan kecepatan tinggi, sehingga ketika ada lubang di jalan A tidak bisa menghindar dan terjadilah kecelakaan yeang menyebabkan A meninggal dunia ........... contoh lain ; ALLAH menetapkan B menang balapan motor ...... (contoh kausalitanya) ...... ketika B naik motor dengan tenang, kemudian ada yang mengajak balapan, dan B mengikuti ajakan itu dengan memacu motornya dengan kecepatan tinggi dan B berada paling depan, ketika ada lubang di jalan B dengan sigap menghindari lubang itu dan B berhasil memenangkan balapan itu. ...................... okey

disini kan maksud anda .... anda ingin mengatakan bahwa walaupun A dan B mengalami kejadian yang sama .... tapi karena faktor jalan berlubang yang diterima A dan B beda ... maka hasilnya juga beda >>> intinya kalau Allah menetapkannya sudah beda ... maka hasilnya juga beda >>> gitu kan ya

seperti saya sebut diatas ... tetap ada faktor lain yang bisa mempengaruhi terjadinya suatu ketetapan (tidak hanya dari pilihan si manusia) ... contohnya disini adalah jalan yang berlubang dan perbedaan antara A dan B (A ga bisa menghindar ... B bisa menghindar)

Kita kan sepakat bahwa apapun yang dipilih manusia adalah ketetapan Allah .... jadi yang underline diatas ini kan pada dasarnya juga ada beberapa ketetapan toh ...

merah : ALLAH menetapkan A mengalami kecelakaan motor fatal >>> sebetulnya kan ada juga ketetapan A tidak mengalami kecelakaan motor fatal
biru : ALLAH menetapkan B menang balapan motor >>> sebetulnya ada juga ketetapan B kalah balapan motor ...


tapi kenapa terjadi yang underline .... yang underline terjadi karena adanya sebab akibat atau proses (kausalita) yang merah atau yang biru >> dan dalam proses atau sebab akibat ini ... baik A dan B punya peranan untuk menentukan pilihan mereka (ditambah dengan adanya faktor lain) ...

misalnya kenapa kok A tidak bisa menghindari jalan berlubang sementara B bisa ?? >> apakah disini artinya pada saat itu Allah simsalabim "A kamu ga bisa ... B kamu bisa" ??? >>> kalau menurut saya ga gitu ...

A ga bisa menghindar sementara B bisa menghindar adalah bagian dari kausalita itu sendiri ... dan karena kausalita itu maka terjadi ketetapan tersebut
>>> dalam hal ini .... disebut "Allah sudah menetapkan sebelumnya" karena Allah sudah tau apa yang akan terjadi pada A dan B
>>> bukan artinya pada saat itu Allah ingin A kecelakaan dan B selamat ...  

point nya ... apapun sebetulnya bisa terjadi pada A dan B .... karena masing2 A dan B pada dasarnya berhadapan pada dua ketetapan yang sama (underline bold ungu) ... dan masing2 juga dipengaruhi oleh faktor2 yang sama .... bila hasilnya berbeda maka tergantung dari kausalitanya (tergantung dari A dan B itu sendiri ... tergantung juga oleh faktor2 lainnya yang tidak sama)

ngerti ga ya maksud saya

 piss 

@Jagona wrote:- menikmati kekafiran bukan pilihan manusia, melainkan mengikuti kausalita yang disediakan untuknya.

apalagi kalau soal kekafiran .... dalam hal ini manusia jelas mempunyai kebebasan untuk memilih banyaknya kausalita yang tersedia

@Jagona wrote:- benar, apapun yang dipilih manusia, sudah ditetapkan ALLAh sebelumnya

No no ... saya sebut : apapun yang dipilih manusia disebut ketetapan Allah
yang dimaksud "sudah ditetapkan Allah sebelumnya" ... adalah ... Allah sudah tau ketetapan apa yang akan didapat manusia dari pilihan manusia itu sendiri ...

si A memilih berbuat dosa ... ketetapannya adalah A kafir >>> disebut kausalita Allah
si A memilih tidak berbuat dosa ... ketetapannya adalah A tidak kafir >>> disebut kausalita Allah

kafir tidak kafirnya A disebut ketetapan Allah .... tapi kafir tidak kafirnya A tergantung dari apa yang dipilih A ... dan disini Allah sudah tau sebelumnya apa yang akan dipilih A (bahkan sebelum Allah meniupkan ruh-Nya pada janin A)

 piss 

@Jagona wrote:- hi hi hi ...... terbalik nee, ketetapan ALLAH bukan pilihan manusia, tetapi pilihan manusia adalah ketetapan ALLAH

kok saya yang bingung disini ... kapan saya bilang ketetapan Allah adalah pilihan manusia ??
saya bilang ketetapan Allah yang terjadi pada manusia ditentukan oleh pilihan manusia itu sendiri (dan juga faktor2 lain) ....

kan ketetapan Allah ada banyak terkait pada sebab akibatnya masing2 ....

@Jagona wrote:- aku kira untuk contoh si Adi, nee bisa resapi yang dibold di atas

bold diatas itu maksudnya ... statement saya "bukan artinya Adi bernasib menjadi kafir" ya ??

Lah iya ... kafir tidak kafirnya Adi bukan karena dia bernasib kafir ... bukan garisan tangan seseorang untuk menjadi kafir >> masa menjadi kafir disebut nasib ??
kafir atau tidaknya seseorang kan ditentukan oleh pilihan dia sendiri

@Jagona wrote:- tentang kasus dai wa abu .... temen wa abu tidak hati2 bukan pilihannya, tetapi kausalita yang disediakan ALLAH untuk menuju hilangnya motor ..... dan dia tidak bisa menbghindar dari ketidakhati-hatiannya

Sebetulnya temen mbah abu punya pilihan untuk berhati2 ... kan ada ceritanya di link itu ... bahwa dia sudah diperingatkan untuk hati2 ... tapi karena dia memilih tidak hati2 (padahal ada pilihan lain yaitu hati2) ... maka kausalita yang dia terima adalah kehilangan motor ...

artinya : SEANDAINYA temen mbah abu memilih hati2 ... maka kausalita yang dia terima adalah tidak kehilangan motor

ini simplenya ... tentu ada faktor lain ... misalnya : lanjut ke bawah

@Jagona wrote:- pasrah kepada ALLAH ........ ya itulah kita mengikuti kausalita yang telah ALLAH sediakan untuk kita masing-masing ...... ya gimana lagi yah ...... kita sedang memainkan sandiwara dunia dengan milyaran peran dan kausalitanya bagi kita masing-masing.

kalo lanjutin cerita temen mbah abu diatas ....
pada dasarnya semua yang terjadi kan berkaitan dengan kausalita itu sendiri ... yang paling2 simple terkait temen mbah abu :

Kalau dia hati2 ... tidak kena curanmor
Kalau tidak hati2 ... kena curanmor

ini simple ... tapi jelas hidup ga sesimple itu .... tetap ada faktor lain yang bisa jadi penyebab terjadinya curanmor itu (walaupun temen mbah abu sudah memilih hati2)

misalnya : karena malingnya terlalu jago ... temen mbah abu meleng 5 menit ... ga ada cctv dsb >>> intinya banyak lah yang menjadi penyebab curanmor (bukan hanya karena temen mbah abu yang ga hati2)

tapi maksud saya disini ... terjadi curanmor itu ... atau terjadinya ketetapan itu pada dasarnya selalu melalui proses ... ketetapan itu tidak terjadi simsalabim ... semua pasti ada sebab akibatnya ... ada alasannya ada dasarnya ...

Manusia diberi akal, pengetahuan, nurani, agama, dsb untuk mempelajari alasan dan dasarnya ini .... semakin manusia menguasai yang merah … semakin manusia tau apa yang harus dia pilih untuk terjadinya ketetapan NANTINYA

Tapi … karena manusia bukan mahluk yang sempurna … ibaratnya kemampuan manusia ini hanya setetes air dibanding luasnya samudra …
maka jelas tidak akan pernah manusia mengetahui faktor2 lain dari sebab akibat itu …. tidak mungkin manusia tau semua alasan dan dasar terjadinya sebab akibat ini … maka disitulah manusia akhirnya pasrah

Tapi pasrah disini bukan artinya manusia adalah mahluk yang tidak berdaya untuk menentukan ketetapan mana yang ingin dia dapatkan … karena toh pada dasarnya manusia diberi bekal yang merah …

Jadi … misalnya lanjut kebawah …

@Jagona wrote:- kalo nee memilih peran presiden, tapi ketetapan ALLAH nee jadi bupati ...... berupaya sebesar/sekeras apapun tidak akan ketulusan jadi presiden ..... karena kausalita yang disediakan ALLAH  hanya sampai jadi bupati.

Saya jadi presiden atau tidak jadi presiden … saya jadi bupati atau tidak jadi bupati … semua ini adalah hasil dari kausalita itu sendiri kan … dan kausalita itu melalui proses … pasti ada dasar dan alasan kenapa hasilnya seperti itu

Hasil, kausalita, sebab akibat, proses, alasan, hukum alam, atau apapun sebutannya … semua ini disebut ketetapan Allah

Misalnya : Jokowi tidak bisa jadi presiden karena orang berpikir dia ga amanah … sekeras apapun Jokowi berusaha …. kalau sudah tidak dipercaya … tetap tidak terpilih … akhirnya Jokowi ga bisa jadi presiden … dan karena ga bisa jadi presiden …. akhirnya Jokowi jadi gubernur

Kalau semua ini dibalik … artinya kalau orang percaya Jokowi amanah (walaupun Jokowi ga berusaha) … maka Jokowi jadi presiden … dan akhirnya Jokowi tidak jadi gubernur >>> ketetapannya jadi beda toh tergantung bagaimana proses nya

Dan proses tersebut terjadi karena ada proses yang lain …
maksudnya : percaya tidak percayanya orang pada Jokowi bukan artinya … simsalabim semua orang dibuat tidak percaya pada hari pencoblosan … hanya supaya Jokowi mengikuti ketetapan Allah tidak jadi presiden …

artinya : tetap ada dasar dan alasan kenapa orang tidak percaya … balik2nya tergantung dari pilihan yang diputuskan Jokowi (atau tergantung faktor2 lain) … misalnya: orang tidak percaya karena Jokowi dianggap melanggar sumpah jabatan sebagai gubernur … atau karena orang2 termakan oleh black campaign, dsb ….

point saya : terjadinya sesuatu (yang disebut juga ketetapan Allah) pada dasarnya tergantung bagaimana proses itu berjalan ... dan dalam proses itu pasti melibatkan keputusan2 yang diambil dari pilihan manusia (bila ketetapan itu berkaitan dengan si manusia)

@Jagona wrote:okey nee, kita ambil contoh ...... si Mad adalah anak seorang miskin,...... ALLAH menetapkan bahwa si Mad menjadi kaya ...... contoh kausalitanya ...... si Mad, meskipun anak seorang miskin, dia adalah anak yang rajin dan terampil .......... satu saat dia diminta untuk menjadi pembantu oleh B (ternyata B adalah orang kaya yang tidak mempunyai anak) ..... akhirnya si Mad dijadikan pewaris oleh B ....... tentunya si Mad jadi orang kaya ........ Ma'af nee tentunya kausalita itu  tidak sesederhana ini, hanya aku ambil awal dan akhirnya aja.

Iya … saya ga masalah dengan semua yang bung jagona jelaskan … pada dasarnya obrolan kita ini sudah sama … tapi sudut pandang nya aja yang beda

Yang bold : disini kan bung jagona berpendapat bahwa semua diawali dulu dari satu ketetapan Allah … baru lanjut ke segala proses nya … katakanlah disebut ketetapan “si Mad menjadi kaya” … lalu prosesnya mengikuti supaya sampai pada “si Mad menjadi kaya”

Bedanya dengan pendapat saya …
Ketetapan Allah tidak hanya satu berkaitan dengan hidup si Mad … ada ketetapan2 selain “si Mad menjadi kaya”  misalnya “si Mad tetap miskin”, “si Mad tetap miskin dan tetap jadi pembantu”, “si Mad tambah miskin”, “si Mad disiksa sebagai pembantu”, “si Mad dapat lotre dan jadi kaya”, dsb …

Jadi … tergantung bagaimana prosesnya dulu maka bertemulah si Mad ini dengan ketetapan “si Mad menjadi kaya” … karena ... bila prosesnya berbeda sedikit saja … maka si Mad akan bertemu dengan ketetapan yang lain lagi.

Nah dalam proses ini ada banyak faktor …. pendapat saya, sebagian besar tetap dipengaruhi oleh faktor pilihan apa yang diambil si Mad … karena ketetapan itu menyangkut hidupnya

@Jagona wrote:- karena peran itu ditetapkan ALLAH ......... maka berganti peranpun mengikuti ketetapan ALLAH ........... selanjutnya tinggal dicermati aja.................. okey

Lah iya … jadi disini kan bedanya … bung jagona berpendapat bahwa peran dan skenario untuk masing2 manusia hanya 1

Pendapat saya … Allah memberikan banyak peran dan skenario pada 1 manusia … disitulah kenapa pada akhirnya manusia harus memilih menggunakan pengetahuan, akal, budi, agama, dsb itu tadi ...

@Jagona wrote:- kenapa tidak mungkin kalau memang itu merupakan ketetapan ALLAH seperti si Mad di atas

- Lah kan awalnya bung jagona yang tanya "peran yang diberikan sutradara kepada seorang aktor apakah bisa dijalankan oleh orang lain ?"

Yang disebut peran itu apa sih ?? ada peran orang kaya vs peran orang miskin … begitu bukan maksudnya ??  

>>> ya ya ….. saya kira disini bung jagona berpikir tidak bisa / tidak mungkin peran si A (yang miskin) dijalankan oleh si B (yang kaya) ...
padahal maksud saya seorang manusia boleh berganti peran ... jadi logikanya memang bukan bisa dijalankan orang lain ... tapi manusia itu sendiri bisa berganti peran dari peran jadi orang miskin berubah jadi peran orang kaya …

intinya ... ada salah paham ternyata …

 piss  piss 

@Jagona wrote:- - kembali aku sampaikan bahwa yang menentukan peran itu bukan si aktor, tetapi sutradara ...... apakah dia harus jadi gatutkaca, atau astrajingga adalah sutradara/dalang yang menentukan dan tentunya dia menyediakan scenario untuk peran-peran itu ....... okey nee

intr. ....... memang tidak mudah nee untuk memahami masalah ini, meskipun demikian aku saluut juga, nee bisa memahami sampai di sini .............. okey

yang bold : benar Sutradara menentukan peran … tapi peran yang ditentukan ini ada banyak … Sutradara memberi pilihan si A mau peran jadi apa …. lalu ada skenario yang banyak juga … dengan peran yang dipilih ini … si A memilih lagi skenario apa yang mau dia jalankan …

Sebagai Sang Maha Sutradara … Allah sudah tau apa yang akan dipilih A (baik peran dan skenario-nya) … apapun yang dipilih A disebut ketentuan si Sutradara

Jadi balik ke TS (supaya ga OOT) .... menjadi kafir atau tidak bagi seseorang ... semua adalah peranan dan skenario yang disediakan Allah ... manusia yang milih maunya gimana ...

gitu lah kira2 ... hehehehehehe

for the intro : diskusi aja ... sekedar sharing pendapat masing2 ... saya juga masih belajar ... hehehehehe
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Jagona on Fri May 30, 2014 10:17 am

@dee-nee wrote:
@Jagona wrote:
- nee paham engga kalimat "tidak bisa menghindar dari ketetapan ALLAH" ........ ambil yang nee contohkan ......... bila ALLAH telah menetapkan nee mengalami kecelakaan, nee kan gak bisa menghindar, kenapa ? ...... karena pada saat itu nee naik motornya ngebut  ....... itulah kausalitanya untuk menuju ke ketetapan ALLAH tadi .......... adapun setelahnya nee tidak ngebut lagi itu karena nee sudah diberi peringatan/pelajaran/teguran dengan kecelakaan (ketetapan) tadi, .......... jadi bukan karena menghindar dari ketetapan ALLAH ....... okey

bold : Justru pada saat saya naik motor ini ... saya diberi pilihan ... mau ngebut atau tidak ...

simplenya :
KALAU saya pilih ngebut .... akibatnya kecelakaan
KALAU saya pilih tidak ngebut .... akibatnya tidak kecelakaan

(ini yang paling simple saja contohnya)

underline : lah iya ... jadi untuk masa depan kita dapat peringatan/pelajaran/teguran yang bisa mempengaruhi keputusan kita kan ... sehingga kita bisa menghindar dari ketetapan yang belum terjadi (karena masih dimasa depan)

Misalnya
A. Karena ngebut ... akibatnya kecelakaan
B. Karena tidak ngebut ... akibatnya tidak kecelakaan

Artinya disini (yang biru) ... KARENA kita belajar dari kejadian SEKARANG ... kita bisa memberi keputusan untuk memilih (yaitu memilih untuk ga ngebut) ... dan pilihan ini berpengaruh pada apa yang terjadi NANTINYA (yaitu tidak kecelakaan) >>> gitu kan simplenya ....

maka bila dibalik .... KALAU kita ga belajar pada kejadian SEKARANG ... kita memilih yang sebaliknya (yaitu memilih untuk ngebut) ... dan pilihan ini berpengaruh pada apa yang terjadi NANTINYA (yaitu kecelakaan)

artinya kan disini ... pilihan kita SEKARANG mempengaruhi ketetapan yang akan terjadi pada diri kita NANTINYA ....

Jadi kalau bicara pada ketetapan yang terjadi SEKARANG ... ketetapan itu memang sudah tidak bisa berubah karena sudah terjadi ... tapi sama dengan ketetapan yang terjadi NANTINYA .... ketetapan yang terjadi SEKARANG juga dipengaruhi oleh pilihan kita SEBELUMNYA

ngerti ga ya maksud saya

 pusing  pusing 

catatan : tapi tentu proses sebab akibat dalam hidup tidak sesimple itu (bila A maka B ... bila tidak A maka tidak B) >>> tentu ga sesimple ini
karena tetap ada faktor2 lain yang mempengaruhi (C, D, E, F dsb)

misalnya :
lanjut berikutnya ....
- tapi kalo ketetapan ALLAH "kecelakaan" ............ meskipun pilih tidak ngebut, tetap akan terjadi kecelakaan ........ jadi kecelakaan terjadi bukan karena pilihan kita, tetapi karena ketetapan ALLAH
- lantas nee belajar atau tidak belajar dari kecelakaan ........ itu juga ketetapan ALLAH .. bukan pilihan nee ............ coba nee lihat ayat 57/22 ........ jadi pilihan nee sekarang tidak akan mempengaruhi ketetapan ALLAH yang akan datang .... perlu kita ingat bahwa kita tidak pernah tahu ketapaan ALLAH yang akan terjadi pada diri kita.
- nee ...... ALLAH menetapkan "sesuatu" bagi seseorang adalah sebelum sesuatu itu terjadi ...... jadi mana mungkin pilihan seseorang mempengaruhi ketetapan ALLAH
- proses sebab dan akibat, dalam hal ini termasuk "kausalita" yang disediakan ALLAH


@Jagona wrote:
- ALLAH menetapkan segala sesuatunya yang ada di alam semesta ini ......... dan tentunya ALLAH mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta ini .......... nee, setiap keteapan ALLAH tentunya disertai dengan kausalita yang disediakan untuk menuju ke ketetapan tadi.
seperti contoh di atas ........ ALLAH menetapkan A mengalami kecelakaan motor fatal .... (contoh kausalitanya) ketika A naik motor dengan tenang, kemudian ada yang mengajak balapan, dan A mengikuti ajakan itu dengan memacu motornya dengan kecepatan tinggi, sehingga ketika ada lubang di jalan A tidak bisa menghindar dan terjadilah kecelakaan yeang menyebabkan A meninggal dunia ........... contoh lain ; ALLAH menetapkan B menang balapan motor ...... (contoh kausalitanya) ...... ketika B naik motor dengan tenang, kemudian ada yang mengajak balapan, dan B mengikuti ajakan itu dengan memacu motornya dengan kecepatan tinggi dan B berada paling depan, ketika ada lubang di jalan B dengan sigap menghindari lubang itu dan B berhasil memenangkan balapan itu. ...................... okey

disini kan maksud anda .... anda ingin mengatakan bahwa walaupun A dan B mengalami kejadian yang sama .... tapi karena faktor jalan berlubang yang diterima A dan B beda ... maka hasilnya juga beda >>> intinya kalau Allah menetapkannya sudah beda ... maka hasilnya juga beda >>> gitu kan ya

seperti saya sebut diatas ... tetap ada faktor lain yang bisa mempengaruhi terjadinya suatu ketetapan (tidak hanya dari pilihan si manusia) ... contohnya disini adalah jalan yang berlubang dan perbedaan antara A dan B (A ga bisa menghindar ... B bisa menghindar)

Kita kan sepakat bahwa apapun yang dipilih manusia adalah ketetapan Allah .... jadi yang underline diatas ini kan pada dasarnya juga ada beberapa ketetapan toh ...

merah : ALLAH menetapkan A mengalami kecelakaan motor fatal >>> sebetulnya kan ada juga ketetapan A tidak mengalami kecelakaan motor fatal
biru : ALLAH menetapkan B menang balapan motor >>> sebetulnya ada juga ketetapan B kalah balapan motor ...


tapi kenapa terjadi yang underline .... yang underline terjadi karena adanya sebab akibat atau proses (kausalita) yang merah atau yang biru >> dan dalam proses atau sebab akibat ini ... baik A dan B punya peranan untuk menentukan pilihan mereka (ditambah dengan adanya faktor lain) ...

misalnya kenapa kok A tidak bisa menghindari jalan berlubang sementara B bisa ?? >> apakah disini artinya pada saat itu Allah simsalabim "A kamu ga bisa ... B kamu bisa" ??? >>> kalau menurut saya ga gitu ...

A ga bisa menghindar sementara B bisa menghindar adalah bagian dari kausalita itu sendiri ... dan karena kausalita itu maka terjadi ketetapan tersebut
>>> dalam hal ini .... disebut "Allah sudah menetapkan sebelumnya" karena Allah sudah tau apa yang akan terjadi pada A dan B
>>> bukan artinya pada saat itu Allah ingin A kecelakaan dan B selamat ...  

point nya ... apapun sebetulnya bisa terjadi pada A dan B .... karena masing2 A dan B pada dasarnya berhadapan pada dua ketetapan yang sama (underline bold ungu) ... dan masing2 juga dipengaruhi oleh faktor2 yang sama .... bila hasilnya berbeda maka tergantung dari kausalitanya (tergantung dari A dan B itu sendiri ... tergantung juga oleh faktor2 lainnya yang tidak sama)

ngerti ga ya maksud saya

 piss 
- hi hi hi ...... keliru menduga ........ bukan karena faktor jalan berlubang yang beda ... akan tetapi karena "ketetapan ALLAH yang berbeda untuk A dan B
- gak ada faktor apapun yang bisa mempengaruhi ketetapan ALLAH .......... adapun jalan berlubang kemudian bisa/tidak bisa menghindar hanya sebagian kecil kausalita yang disediakan ALLAH untuk menuju kepada ketetapan ALLAH
- iya sepakat ....... dan memang benar ada banyak ketetapan sebelumnya
- tidak seperti itu ........ kalo ditetapkan A mengalami kecelakaan, tidak akan ada ketetapan untuk A tidak mengalami kecelakaan ....... seumpama (ma'af) kita tahu tentunya, ketetapan yang mengiringi itu berupa : A naik motor ngebut, A tidak bisa menghindari lubang ... dst ....... demikian juga untuk B.
- kausalita yang disediakan ALLAH ....... tentunya juga berupa ketetapan2-NYA ..... kenapa A tidak bisa menghindari lubang ..... karena telah ditetapkan (misalnya) tidak konsentrasi, sedangkan B bisa menghindari lubang, karena telah ditetapkan dia konsentrasi ....... aku berharap nee, tidak suudzon thd ALLAH.
- yaa ...... itulah pendapat yang bagus ......... saluuut, artinya nee sudah paham.
- eehhh ..... belok lagi .......... A dan B masing-masing mempunyai ketetapan yang berbeda, meskipun episodenya sama yaitu "ngebut"


@Jagona wrote:- menikmati kekafiran bukan pilihan manusia, melainkan mengikuti kausalita yang disediakan untuknya.

apalagi kalau soal kekafiran .... dalam hal ini manusia jelas mempunyai kebebasan untuk memilih banyaknya kausalita yang tersedia
kelihatannya memang banyak pilihan ...... hanya perlu diingat bahwa kausalita yang disediakan ALLAh adalah untuk menuju/mengarah pada ketetapan-NYA

@Jagona wrote:- benar, apapun yang dipilih manusia, sudah ditetapkan ALLAh sebelumnya

No no ... saya sebut : apapun yang dipilih manusia disebut ketetapan Allah
yang dimaksud "sudah ditetapkan Allah sebelumnya" ... adalah ... Allah sudah tau ketetapan apa yang akan didapat manusia dari pilihan manusia itu sendiri ...

si A memilih berbuat dosa ... ketetapannya adalah A kafir >>> disebut kausalita Allah
si A memilih tidak berbuat dosa ... ketetapannya adalah A tidak kafir >>> disebut kausalita Allah

kafir tidak kafirnya A disebut ketetapan Allah .... tapi kafir tidak kafirnya A tergantung dari apa yang dipilih A ... dan disini Allah sudah tau sebelumnya apa yang akan dipilih A (bahkan sebelum Allah meniupkan ruh-Nya pada janin A)

 piss 
- benar ...... apapun pilihan manusia, masing2 sudah ditetapkan ALLAh sebelumnya .... ALLAH menetapkan sesuatu karena kehendak-NYA bukan karena "tahu" si A akan memilih kafir/tidak kafir ...... (kembali) justru kausalita yang disediakan ALLAH yang akan mengarahkan si A untuk kafir/tidak kafir .... si A secara sadar akan mengikuti kausalita itu


@Jagona wrote:- hi hi hi ...... terbalik nee, ketetapan ALLAH bukan pilihan manusia, tetapi pilihan manusia adalah ketetapan ALLAH

kok saya yang bingung disini ... kapan saya bilang ketetapan Allah adalah pilihan manusia ??
saya bilang ketetapan Allah yang terjadi pada manusia ditentukan oleh pilihan manusia itu sendiri (dan juga faktor2 lain) ....

kan ketetapan Allah ada banyak terkait pada sebab akibatnya masing2 ....

- hi hi hi ......... gak usah bingung .... kalimat yang aku bold itulah, (menurutku) yang mengarah pada "ketetapan ALLAH adalah pilihan manusia"
- ketetapan ALLAH bukan terkait dengan sebab akibat ....... tetapi sebab dan akibat itulah yang akan mengarahkan manusia pada ketetapan ALLAH

@Jagona wrote:- aku kira untuk contoh si Adi, nee bisa resapi yang dibold di atas

bold diatas itu maksudnya ... statement saya "bukan artinya Adi bernasib menjadi kafir" ya ??

Lah iya ... kafir tidak kafirnya Adi bukan karena dia bernasib kafir ... bukan garisan tangan seseorang untuk menjadi kafir >> masa menjadi kafir disebut nasib ??
kafir atau tidaknya seseorang kan ditentukan oleh pilihan dia sendiri
kafir/tidaknya seseorang karena ketetapan ALLAH

@Jagona wrote:- tentang kasus dari wa abu .... temen wa abu tidak hati2 bukan pilihannya, tetapi kausalita yang disediakan ALLAH untuk menuju hilangnya motor ..... dan dia tidak bisa menbghindar dari ketidakhati-hatiannya

Sebetulnya temen mbah abu punya pilihan untuk berhati2 ... kan ada ceritanya di link itu ... bahwa dia sudah diperingatkan untuk hati2 ... tapi karena dia memilih tidak hati2 (padahal ada pilihan lain yaitu hati2) ... maka kausalita yang dia terima adalah kehilangan motor ...

artinya : SEANDAINYA temen mbah abu memilih hati2 ... maka kausalita yang dia terima adalah tidak kehilangan motor

ini simplenya ... tentu ada faktor lain ... misalnya : lanjut ke bawah

- nee ...... ada ungkapan yang bagus ........ manusia wajib berusaha, tetapi ketentuan tetap berada di tangan ALLAH.
- bukan begitu nee ....... kausalitanya (diantaranya) tidak hati2 ...... ketetapannya kehilangan motor

@Jagona wrote:- pasrah kepada ALLAH ........ ya itulah kita mengikuti kausalita yang telah ALLAH sediakan untuk kita masing-masing ...... ya gimana lagi yah ...... kita sedang memainkan sandiwara dunia dengan milyaran peran dan kausalitanya bagi kita masing-masing.

kalo lanjutin cerita temen mbah abu diatas ....
pada dasarnya semua yang terjadi kan berkaitan dengan kausalita itu sendiri ... yang paling2 simple terkait temen mbah abu :

Kalau dia hati2 ... tidak kena curanmor
Kalau tidak hati2 ... kena curanmor
http://www.laskarislam.com/post?p=139423&mode=quote
ini simple ... tapi jelas hidup ga sesimple itu .... tetap ada faktor lain yang bisa jadi penyebab terjadinya curanmor itu (walaupun temen mbah abu sudah memilih hati2)

misalnya : karena malingnya terlalu jago ... temen mbah abu meleng 5 menit ... ga ada cctv dsb >>> intinya banyak lah yang menjadi penyebab curanmor (bukan hanya karena temen mbah abu yang ga hati2)

tapi maksud saya disini ... terjadi curanmor itu ... atau terjadinya ketetapan itu pada dasarnya selalu melalui proses ... ketetapan itu tidak terjadi simsalabim ... semua pasti ada sebab akibatnya ... ada alasannya ada dasarnya ...

Manusia diberi akal, pengetahuan, nurani, agama, dsb untuk mempelajari alasan dan dasarnya ini .... semakin manusia menguasai yang merah … semakin manusia tau apa yang harus dia pilih untuk terjadinya ketetapan NANTINYA

Tapi … karena manusia bukan mahluk yang sempurna … ibaratnya kemampuan manusia ini hanya setetes air dibanding luasnya samudra …
maka jelas tidak akan pernah manusia mengetahui faktor2 lain dari sebab akibat itu …. tidak mungkin manusia tau semua alasan dan dasar terjadinya sebab akibat ini … maka disitulah manusia akhirnya pasrah

Tapi pasrah disini bukan artinya manusia adalah mahluk yang tidak berdaya untuk menentukan ketetapan mana yang ingin dia dapatkan … karena toh pada dasarnya manusia diberi bekal yang merah …

Jadi … misalnya lanjut kebawah …

@Jagona wrote:- kalo nee memilih peran presiden, tapi ketetapan ALLAH nee jadi bupati ...... berupaya sebesar/sekeras apapun tidak akan ketulusan jadi presiden ..... karena kausalita yang disediakan ALLAH  hanya sampai jadi bupati.

Saya jadi presiden atau tidak jadi presiden … saya jadi bupati atau tidak jadi bupati … semua ini adalah hasil dari kausalita itu sendiri kan … dan kausalita itu melalui proses … pasti ada dasar dan alasan kenapa hasilnya seperti itu

Hasil, kausalita, sebab akibat, proses, alasan, hukum alam, atau apapun sebutannya … semua ini disebut ketetapan Allah

Misalnya : Jokowi tidak bisa jadi presiden karena orang berpikir dia ga amanah … sekeras apapun Jokowi berusaha …. kalau sudah tidak dipercaya … tetap tidak terpilih … akhirnya Jokowi ga bisa jadi presiden … dan karena ga bisa jadi presiden …. akhirnya Jokowi jadi gubernur

Kalau semua ini dibalik … artinya kalau orang percaya Jokowi amanah (walaupun Jokowi ga berusaha) … maka Jokowi jadi presiden … dan akhirnya Jokowi tidak jadi gubernur >>> ketetapannya jadi beda toh tergantung bagaimana proses nya

Dan proses tersebut terjadi karena ada proses yang lain …
maksudnya : percaya tidak percayanya orang pada Jokowi bukan artinya … simsalabim semua orang dibuat tidak percaya pada hari pencoblosan … hanya supaya Jokowi mengikuti ketetapan Allah tidak jadi presiden …

artinya : tetap ada dasar dan alasan kenapa orang tidak percaya … balik2nya tergantung dari pilihan yang diputuskan Jokowi (atau tergantung faktor2 lain) … misalnya: orang tidak percaya karena Jokowi dianggap melanggar sumpah jabatan sebagai gubernur … atau karena orang2 termakan oleh black campaign, dsb ….

point saya : terjadinya sesuatu (yang disebut juga ketetapan Allah) pada dasarnya tergantung bagaimana proses itu berjalan ... dan dalam proses itu pasti melibatkan keputusan2 yang diambil dari pilihan manusia (bila ketetapan itu berkaitan dengan si manusia)

@Jagona wrote:okey nee, kita ambil contoh ...... si Mad adalah anak seorang miskin,...... ALLAH menetapkan bahwa si Mad menjadi kaya ...... contoh kausalitanya ...... si Mad, meskipun anak seorang miskin, dia adalah anak yang rajin dan terampil .......... satu saat dia diminta untuk menjadi pembantu oleh B (ternyata B adalah orang kaya yang tidak mempunyai anak) ..... akhirnya si Mad dijadikan pewaris oleh B ....... tentunya si Mad jadi orang kaya ........ Ma'af nee tentunya kausalita itu  tidak sesederhana ini, hanya aku ambil awal dan akhirnya aja.

Iya … saya ga masalah dengan semua yang bung jagona jelaskan … pada dasarnya obrolan kita ini sudah sama … tapi sudut pandang nya aja yang beda

Yang bold : disini kan bung jagona berpendapat bahwa semua diawali dulu dari satu ketetapan Allah … baru lanjut ke segala proses nya … katakanlah disebut ketetapan “si Mad menjadi kaya” … lalu prosesnya mengikuti supaya sampai pada “si Mad menjadi kaya”

Bedanya dengan pendapat saya …
Ketetapan Allah tidak hanya satu berkaitan dengan hidup si Mad … ada ketetapan2 selain “si Mad menjadi kaya”  misalnya “si Mad tetap miskin”, “si Mad tetap miskin dan tetap jadi pembantu”, “si Mad tambah miskin”, “si Mad disiksa sebagai pembantu”, “si Mad dapat lotre dan jadi kaya”, dsb …

Jadi … tergantung bagaimana prosesnya dulu maka bertemulah si Mad ini dengan ketetapan “si Mad menjadi kaya” … karena ... bila prosesnya berbeda sedikit saja … maka si Mad akan bertemu dengan ketetapan yang lain lagi.

Nah dalam proses ini ada banyak faktor …. pendapat saya, sebagian besar tetap dipengaruhi oleh faktor pilihan apa yang diambil si Mad … karena ketetapan itu menyangkut hidupnya

@Jagona wrote:- karena peran itu ditetapkan ALLAH ......... maka berganti peranpun mengikuti ketetapan ALLAH ........... selanjutnya tinggal dicermati aja.................. okey

Lah iya … jadi disini kan bedanya … bung jagona berpendapat bahwa peran dan skenario untuk masing2 manusia hanya 1

Pendapat saya … Allah memberikan banyak peran dan skenario pada 1 manusia … disitulah kenapa pada akhirnya manusia harus memilih menggunakan pengetahuan, akal, budi, agama, dsb itu tadi ...

@Jagona wrote:- kenapa tidak mungkin kalau memang itu merupakan ketetapan ALLAH seperti si Mad di atas

- Lah kan awalnya bung jagona yang tanya "peran yang diberikan sutradara kepada seorang aktor apakah bisa dijalankan oleh orang lain ?"

Yang disebut peran itu apa sih ?? ada peran orang kaya vs peran orang miskin … begitu bukan maksudnya ??  

>>> ya ya ….. saya kira disini bung jagona berpikir tidak bisa / tidak mungkin peran si A (yang miskin) dijalankan oleh si B (yang kaya) ...
padahal maksud saya seorang manusia boleh berganti peran ... jadi logikanya memang bukan bisa dijalankan orang lain ... tapi manusia itu sendiri bisa berganti peran dari peran jadi orang miskin berubah jadi peran orang kaya …

intinya ... ada salah paham ternyata …

 piss  piss 
postingan yang sepenjang itu ....... intinya dapat dipersingkat bahwa ketetapan ALLAH ada sebelum ketetapan itu terlaksana ........ jelas tidak ada yang mempengaruhi, karena siapa yang mampu mempengaruhi ALLAH .......... kemudian untuk mengarah pada ketetapan itu, ALLAH menyediakan kausalita (tentunya terdiri dari banyak ketetapan juga) untuk mengarahkan manusia menuju kepada ketetapan-NYA tadi. Aku berharap nee dapat memahaminya ................ okey

@Jagona wrote:- - kembali aku sampaikan bahwa yang menentukan peran itu bukan si aktor, tetapi sutradara ...... apakah dia harus jadi gatutkaca, atau astrajingga adalah sutradara/dalang yang menentukan dan tentunya dia menyediakan scenario untuk peran-peran itu ....... okey nee

intr. ....... memang tidak mudah nee untuk memahami masalah ini, meskipun demikian aku saluut juga, nee bisa memahami sampai di sini .............. okey

yang bold : benar Sutradara menentukan peran … tapi peran yang ditentukan ini ada banyak … Sutradara memberi pilihan si A mau peran jadi apa …. lalu ada skenario yang banyak juga … dengan peran yang dipilih ini … si A memilih lagi skenario apa yang mau dia jalankan …

Sebagai Sang Maha Sutradara … Allah sudah tau apa yang akan dipilih A (baik peran dan skenario-nya) … apapun yang dipilih A disebut ketentuan si Sutradara

Jadi balik ke TS (supaya ga OOT) .... menjadi kafir atau tidak bagi seseorang ... semua adalah peranan dan skenario yang disediakan Allah ... manusia yang milih maunya gimana ...

gitu lah kira2 ... hehehehehehe

for the intro : diskusi aja ... sekedar sharing pendapat masing2 ... saya juga masih belajar ... hehehehehe

- kalo sudah dibilang yang menetukan peran adalah sutradara, kenapa sutradara masih menawarkan peran ? bukankah sutradara mempunyai hak prerogatif ? .... demikian juga untuk ketetapan ALLAH ....... kalo masih dipengaruhi oleh pilihan manusia, berarti ALLAH tidak mempunyai "kekuasaan", tidak Maha menetukan
- jadi menjadi kafi/tidak kafir adalah ketetapan ALLAH, adapun peranan dan scenario yang ditetapkan ALLAH adalah kausalitanya untuk menjadi kafir/tidak kafir

okey nee ................. salam

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by dee-nee on Sun Jun 01, 2014 9:03 pm

@Jagona wrote:
- tapi kalo ketetapan ALLAH "kecelakaan" ............ meskipun pilih tidak ngebut, tetap akan terjadi kecelakaan ........ jadi kecelakaan terjadi bukan karena pilihan kita, tetapi karena ketetapan ALLAH

anda mengatakan ketetapan Allah adalah "kecelakaan" berdasarkan apa yang anda lihat pada saat peristiwa itu >>> padahal sebelum peristiwa itu terjadi sebetulnya ada banyak ketetapan Allah yang pada akhirnya berhenti pada satu ketetapan >>> dan satu ketetapan ini adalah hasil dari kausalita itu sendiri >>> sementara bagian dari kausalita ini salah satunya tergantung pada pilihan manusia (ditambah faktor2 lainnya)

merah : Anda blum mudeng maksud saya .....
ada banyak ketetapan Allah sebelum peristiwa itu terjadi >>> sementara pilihan manusia bisa mempengaruhi terjadinya/terpilihnya satu ketetapan Allah pada saat peristiwa itu terjadi (dipengaruhi oleh faktor lain)

Karena apapun yang dipilih manusia DISEBUT ketetapan Allah ...

@Jagona wrote:
- lantas nee belajar atau tidak belajar dari kecelakaan ........ itu juga ketetapan ALLAH .. bukan pilihan nee ............ coba nee lihat ayat 57/22 ........ jadi pilihan nee sekarang tidak akan mempengaruhi ketetapan ALLAH yang akan datang .... perlu kita ingat bahwa kita tidak pernah tahu ketapaan ALLAH yang akan terjadi pada diri kita.
- nee ...... ALLAH menetapkan "sesuatu"  bagi seseorang adalah  sebelum sesuatu itu terjadi ...... jadi mana mungkin pilihan seseorang mempengaruhi ketetapan ALLAH
- proses sebab dan akibat, dalam hal ini termasuk "kausalita" yang disediakan ALLAH

Biru : Lah sebelumnya bung jagona udah oke ... katanya apapun yang dipilih manusia disebut ketetapan Allah ... kok sekarang bilangnya belajar tidak belajar disebut bukan pilihan manusia (saya) ??

Merah : Kita tidak tau apa yang terjadi pada diri kita karena manusia tidak mungkin menguasai semua faktor2 yang terdapat dalam hukum kausalita tersebut ... tapi pada dasarnya .... semua pilihan manusia disebut ketetapan Allah (khusus yang underline anda sudah oke kan) ....

Dengan adanya hukum sebab akibat dan kausalita yang dibuat dengan sempurna ... manusia tinggal mengikuti hukum itu (yang ini anda juga sudah oke) ...

Jadi sebelum peristiwa itu terjadi ... terdapat banyak hukum kausalita (sebab akibat) yang berkaitan dengan pilihan manusia (dan juga faktor2 lain)

Bila pada akhirnya manusia mendapatkan 1 ketetapan pada saat peristiwa itu terjadi ... hal itu adalah hasil dari bagaimana manusia mengikuti kausalita hukum tersebut. Apapun hasilnya disebut ketetapan Allah ...  

logis kan uraian saya ... anda sudah oke bahwa manusia diberi pilihan ... anda sudah oke bahwa pilihan tersebut terikat pada hukum Allah .... anda sudah oke bahwa apapun pilihan manusia disebut ketetapan Allah ... anda sudah oke bahwa manusia hanya bisa hidup mengikuti hukum kausalita yang dibuat Allah ....

Artinya kan ... apapun kausalita yang dipilih manusia semua tetap disebut ketetapan Allah ....
Lalu apa menurut anda dalam hidup ini manusia hanya hidup dalam satu kausalita ?? kalau kausalita nya cuma satu ... untuk apa disebut manusia bebas memilih ???

ungu : kalau uraian ini disambung dengan 57/22 : Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Disini artinya Allah sudah tau sebelumnya ... apa yang akan terjadi pada saat peristiwa itu terjadi >>> dan apapun yang terjadi pada saat itu SEMUA disebut ketetapan Allah ... dan ketetapan itulah yang ditulis dalam Lauhul Mahfuzh

@Jagona wrote:
- hi hi hi ...... keliru menduga ........ bukan karena faktor jalan berlubang yang beda ... akan tetapi karena "ketetapan ALLAH yang berbeda untuk A dan B

Lah iya ... jalan berlubang atau tidak berlubang ... A dan B punya skill bedapun.... semua adalah ketetapan Allah ... semua adalah bagian kausalita yang dihadapi A dan B .... hasilnya berakhir pada SATU ketetapan Allah pada saat peristiwa itu terjadi ...

Anda menulis diatas karena anda fokus pada satu ketetapan yaitu saat peristiwa itu terjadi .... padahal sebelum peristiwa itu terjadi ... ada banyak ketetapan Allah.

@Jagona wrote:- gak ada faktor apapun yang bisa mempengaruhi ketetapan ALLAH .......... adapun jalan berlubang kemudian bisa/tidak bisa  menghindar hanya sebagian kecil kausalita yang disediakan ALLAH untuk menuju kepada ketetapan ALLAH

Bung Jagona .... maksud saya adalah : SEMUA FAKTOR yang ada di alam semesta ini melintasi dimensi ruang dan waktu disebut KETETAPAN ALLAH ....
jadi memang gak ada faktor apapun yang bisa mempengaruhi ketetapan ALLAH >>> wong semua faktor memang asalnya dari Allah kok

Tapi .. coba anda "click"-in sedikit mind set nya bahwa yang disebut KETETAPAN ALLAH ini tidak hanya satu sebelum peristiwa itu terjadi

@Jagona wrote:- iya sepakat ....... dan memang benar ada banyak ketetapan sebelumnya

Lah makanya ... jadi sesuai dengan kausalita yang SEMUANYA DISEDIAKAN oleh Allah ini .... terikat pada hukum Allah dimana semua mahluk tidak akan pernah bisa lepas dari situ .... pada setiap peristiwanya manusia berjalan mengarah pada satu hasil >>> hasil ini adalah SATU KETETAPAN dari banyaknya kausalita/ketetapan sebelumnya  >>>> banyaknya kausalita/ketetapan sebelumnya ini SEMUA adalah ketetapan Allah

terkait underline yang saya tulis : ketika manusia berjalan dan mengarah pada satu hasil ini .... SATU HASIL, yang kita lihat sebagai SATU KETETAPAN Allah pada saat peristiwa itu terjadi ...

disini sebelum peristiwa itu terjadi manusia diberi pilihan untuk mencapai hasil yang dia mau .... tapi ... karena adanya faktor2 lain dalam kausalita itu sendiri (YANG JUGA MILIK ALLAH) .... maka bisa saja hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan manusia

berhasil atau tidak berhasil apa yang diharapkan manusia (karena adanya faktor2 lain ini) .... SEMUA adalah ketetapan Allah ...

tapi dalam hal ini  ..... jelas proses ketika manusia berjalan dan mengarah menuju SATU hasil tersebut dipengaruhi oleh pilihan manusia juga ...
kenapa kok dipengaruhi oleh pilihan manusia juga ??? karena ketika manusia berjalan ... manusia diberi banyak pilihan untuk memutuskan satu hal yang tujuannya untuk mengarah pada SATU hasil tersebut.

Tapi ..... bila kenyataannya tidak seperti yang diharapkan manusia .... hal itu terjadi karena dalam kausalita2 ini ada banyak faktor lain yang tidak mungkin dikuasai seluruhnya oleh manusia  

@Jagona wrote:- tidak seperti itu ........ kalo ditetapkan A mengalami kecelakaan, tidak akan ada ketetapan untuk A tidak mengalami kecelakaan ....... seumpama (ma'af) kita tahu tentunya, ketetapan yang mengiringi itu berupa : A naik motor ngebut, A tidak bisa menghindari lubang ... dst ....... demikian juga untuk B.

yang bold : jadi gini maksud saya .... kasusnya ada A dan B seperti anda jelaskan ya .... keduanya naik motor ngebut, keduanya bertemu lubang, dan keduanya bertemu pada satu ketetapan ...

pernah ga terpikir dalam benak anda ... bahwa sebelum peristiwa itu terjadi .... dengan kondisi yang underline ... A dan B mengalami banyak kausalita yang hampir sama, misalnya

1. Bila fulan memilih naik motor ngebut ... lalu bertemu dengan lubang ... fulan tidak bisa mengendalikan motor .... fulan mendapat kecelakaan fatal

2. Bila fulan memilih naik motor ngebut ... lalu bertemu dengan lubang ... fulan bisa mengendalikan motor .... fulan tidak mendapat kecelakaan

3. Bila fulan memilih naik motor tidak ngebut ... lalu bertemu dengan lubang ... fulan tidak bisa mengendalikan motor .... fulan mendapat kecelakaan ringan

4. Bila fulan memilih naik motor tidak ngebut ... lalu bertemu dengan lubang ... fulan bisa mengendalikan motor .... fulan selamat

diatas ini simple nya banget (dan anggap kausalita yang dibuat Allah cuma 4 ini saja) ....

tapi point saya .... SEMUA INI (dari 1-4) adalah KEHENDAK ALLAH ... adalah hukum Allah ... adalah Ketetapan Allah

- yang merah adalah pilihan masing2 manusia ... pada kasusnya bung jagona ... baik A dan B memilih no 1 dan 2 (merah nya saja)
- lalu ada faktor lain yang tetap terikat dalam kausalita tersebut yaitu jalan berlubang >>> jalan berlubang ini pun adalah hasil dari kausalita lain lagi
- lalu ada faktor diri A dan B sendiri yaitu yang biru ..... yang juga merupakan bagian dari hasil kausalita yang lain lagi
- akhirnya hasilnya adalah yang underline .... yang underline ini lah yang kita (manusia) lihat sebagai sebagai SATU Ketetapan Allah pada saat peristiwa itu terjadi ....

ya fulan jelas ga bisa lepas dari yang underline no 1 dan 2 bila dia sudah memilih yang merah no 1 dan 2 ... mungkin bisa lepas dari underline no 1 bila faktor yang biru adalah no 2 .... ngerti ya maksud saya ???

Jadi maksud saya ... SEANDAINYA fulan memilih merah no 3 dan 4 .... kausalita juga akan berbeda .... underline yang dia dapat juga beda ...

kalau kemudian anda bilang ... bisa saja fulan memilih merah no 1 dan berakhir underline no 4
>>> ya memang bisa saja ... tapi itu artinya ... ada lagi kausalita lain (sebab akibat lain) ... dan tidak hanya 4 itu saja ... ada yang ke 5, 6, 7, dst
>>> tapi prinsipnya fulan berjalan sesuai dengan kausalitanya ... dan salah satu perjalanannya itu dipengaruhi oleh pilihannya sendiri (contohnya yang merah) dan faktor2 lain dari kausalita itu juga (contohnya yang biru)

Jadi menurut saya ... runutannya bukan ketika fulan memutuskan yang merah no 1 ... lalu karena sudah ditetapkan underline no 4 ... maka kemudian fulan digerak2an seperti manusia pasif supaya menuju underline no 4 >>> ga gitu ....

Fulan hanya mengikuti kausalita berikutnya dari apa yang dia pilih di awal (yang merah) ... lalu diikuti banyak faktor di nomor yang sama dan berakhir pada underline di nomor yang sama juga

Dalam hal ini Allah sudah ga ngapa2in lagi terkait fulan ngebut di jalan .... apa yang terjadi dengan fulan sudah ada kausalitanya (yang sudah disediakan Allah) ... tergantung yang merah fulan start dimana .... lalu fulan mengikuti kausalita biru di nomor yang sama ... berakhir pada underline di nomor yang sama ...

Dan disini Allah sudah tau bahwa itulah kausalita yang diambil fulan ... dari merah, biru, dan banyak lagi ... berakhir pada 1 underline (satu ketetapan) pada saat peristiwa itu terjadi  

@Jagona wrote:- kausalita yang disediakan ALLAH ....... tentunya juga berupa ketetapan2-NYA ..... kenapa A tidak bisa menghindari lubang ..... karena telah ditetapkan (misalnya) tidak konsentrasi, sedangkan B bisa menghindari lubang, karena telah ditetapkan dia konsentrasi ....... aku berharap nee, tidak suudzon thd ALLAH.

yang bold : ga lah ... saya yakin Allah tau maksud dan niat saya baik
mungkin bung jagona yang tidak suudzon dulu thdp saya ....
kalau masih belum paham kan bisa ditanya tanpa harus berburuk sangka

 piss  piss 

@Jagona wrote:- yaa ...... itulah pendapat yang bagus ......... saluuut, artinya nee sudah paham.
- eehhh ..... belok lagi .......... A dan B masing-masing mempunyai ketetapan yang berbeda, meskipun episodenya sama yaitu "ngebut"

uraian saya sebelumnya ada yang perlu di-klarifikasi ??

@Jagona wrote:
kelihatannya memang banyak pilihan ...... hanya perlu diingat bahwa kausalita yang disediakan ALLAh adalah untuk menuju/mengarah pada ketetapan-NYA

coba masukkan dulu pembahasan kekafiran ini pada uraian saya diatas tentang A dan B (kausalita 1-4)

@Jagona wrote:
- benar ...... apapun pilihan manusia, masing2 sudah ditetapkan ALLAh sebelumnya .... ALLAH menetapkan sesuatu karena kehendak-NYA bukan karena "tahu" si A akan memilih kafir/tidak kafir ...... (kembali) justru kausalita yang disediakan ALLAH yang akan mengarahkan si A untuk kafir/tidak kafir .... si A secara sadar akan mengikuti kausalita itu

kalau yang merah (bold) ini "kehendak-Nya" .... anda merujuk pada 14/4  

Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

and Allah sends astray [thereby] whom He wills and guides whom He wills. And He is the Exalted in Might, the Wise.

yang dimaksud underline artinya : Allah tahu ...

Bold : jadi ... sesuai dengan uraian saya diatas tentang A dan B (kausalita 1-4) ... pendapat saya: fulan tetap punya andil dalam memilih apa yang akan terjadi dengan dirinya nanti (walaupun harus berkenaan dengan banyak faktor lainnya) ....

Tapi .... apalagi bila soal keimanan yang ujung2nya adalah surga dan neraka (reward and punishment) .. saya tetap berpendapat pilihan fulan justru sangat mempengaruhi apa yang akan dia dapat nantinya (surga atau neraka)

@Jagona wrote:
- hi hi hi ......... gak usah bingung .... kalimat yang aku bold itulah, (menurutku) yang mengarah pada "ketetapan ALLAH adalah  pilihan manusia"
- ketetapan ALLAH bukan terkait dengan sebab akibat ....... tetapi sebab dan akibat itulah yang akan mengarahkan manusia pada ketetapan ALLAH

kafir/tidaknya seseorang karena ketetapan ALLAH

- nee ...... ada ungkapan yang bagus ........ manusia wajib berusaha, tetapi ketentuan tetap berada di tangan ALLAH.
- bukan begitu nee ....... kausalitanya (diantaranya) tidak hati2 ...... ketetapannya kehilangan motor


nunggu confirm bung jagona dulu deh terkait A dan B diatas yang ada (1-4)

 piss 

@Jagona wrote:postingan yang sepenjang itu ....... intinya dapat dipersingkat bahwa ketetapan ALLAH ada sebelum ketetapan itu terlaksana ........ jelas tidak ada yang mempengaruhi, karena siapa yang mampu mempengaruhi ALLAH .......... kemudian untuk mengarah pada ketetapan itu, ALLAH menyediakan kausalita (tentunya terdiri dari banyak ketetapan juga) untuk mengarahkan manusia menuju kepada ketetapan-NYA tadi. Aku berharap nee dapat memahaminya ................ okey

Bung Jagona ... kalau anda bicara yang bold ... maka jadinya .... seolah2 ketetapan Allah hanya satu ... dan masih ada unsur lain di alam semesta ini yang tidak dikuasai Allah
ya jelas tidak ada yang bisa mempengaruhi Allah (underline) ... wong semua sudah milik Allah kok
Kita mau bolak balik ... jungkir balik ... loncat2 kaya orang gila ... bahkan manusia mengatakan dia bisa suka2 dan semau dia >>> SEMUA INI tetap disebut Ketetapan Allah

merah : lalu untuk apa ada agama yang tujuannya supaya manusia bisa ditimbang baik dan buruknya, berakhir pada reward dan punisment kalau akhirnya manusia harus mengikuti satu kausalita saja ?? (belum lagi bicara akal, nurani, pengetahuan, dsb)

@Jagona wrote:
- kalo sudah dibilang yang menetukan peran adalah sutradara, kenapa sutradara masih menawarkan peran ? bukankah sutradara mempunyai hak prerogatif ? .... demikian juga untuk ketetapan ALLAH ....... kalo masih dipengaruhi oleh pilihan manusia, berarti ALLAH tidak mempunyai "kekuasaan", tidak Maha menetukan
- jadi menjadi kafi/tidak kafir adalah ketetapan ALLAH, adapun peranan dan scenario yang ditetapkan ALLAH adalah kausalitanya untuk menjadi kafir/tidak kafir

okey nee ................. salam

- kalau sutradaranya itu manusia ... jelas dia yang menentukan peran untuk masing2 aktor ... karena sutradara manusia butuh cerita itu jadi ... dan ceritanya cuma SATU .... makanya sutradara itu butuh memilih aktor supaya ceritanya yang SATU ini jadi ....
Justru karena sutradara manusia tidak punya kuasa apa2 terhadap si aktor dan skenario ... maka dia yang menentukan peran masing2 aktor

TAPI ... bila SANG SUTRADARA adalah SI hak prerogatif itu sendiri ... bila SANG SUTRADARA adalah PEMILIK DAN PENENTU semua hukum dan aturan atas segala peran dan skenario ... bila SANG SUTRADARA adalah PEMILIK semua sandiwara yang ada di dunia ini (dimana sudah tidak ada sandiwara lain yang bukan milik-Nya) .... apa perlunya SANG SUTRADARA ngurusin fulan A kamu jadi ini ... fulan B kamu jadi itu ... wong semua sandiwara, peran dan skenario sudah jadi MILIK Nya ... mau jadi apapun dunia ini tetap sudah menjadi kuasa-Nya ....

lagipula apa pentingnya sih manusia itu bagi Allah ... sampai Allah harus menentukan peran masing2 manusia ?

- pendapat saya : mau siapapun kafir atau tidak kafir tidak ada pengaruhnya buat Allah .... memang anda pikir akan ada pengaruhnya bagi Allah bila jumlah manusia di surga lebih banyak dibanding neraka ?? ... lah yang butuh siapa ??? yang butuh surga kan manusia ... Jadi untuk apa Allah mengarah2kan manusia untuk ke surga atau neraka ??

 piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Jagona on Tue Jun 03, 2014 12:09 pm

@dee-nee wrote:
@Jagona wrote:
- tapi kalo ketetapan ALLAH "kecelakaan" ............ meskipun pilih tidak ngebut, tetap akan terjadi kecelakaan ........ jadi kecelakaan terjadi bukan karena pilihan kita, tetapi karena ketetapan ALLAH

anda mengatakan ketetapan Allah adalah "kecelakaan" berdasarkan apa yang anda lihat pada saat peristiwa itu >>> padahal sebelum peristiwa itu terjadi sebetulnya ada banyak ketetapan Allah yang pada akhirnya berhenti pada satu ketetapan >>> dan satu ketetapan ini adalah hasil dari kausalita itu sendiri >>> sementara bagian dari kausalita ini salah satunya tergantung pada pilihan manusia (ditambah faktor2 lainnya)

merah : Anda blum mudeng maksud saya .....
ada banyak ketetapan Allah sebelum peristiwa itu terjadi >>> sementara pilihan manusia bisa mempengaruhi terjadinya/terpilihnya satu ketetapan Allah pada saat peristiwa itu terjadi (dipengaruhi oleh faktor lain)

Karena apapun yang dipilih manusia DISEBUT ketetapan Allah ...

-- nee, yang aku tulis sebagai contoh pada postingan yang lalu, bahwa ketetapan untuk A adalah (mislnya) "kecelakaan" ....... aku pernah pula menulis bahwa banyak ketetapan ALLAH untuk A (sebelum kecelakaan) yang mengarah pada ketetapan tadi ........... jadi apa yang dipilih (kausalitanya) oleh A selalu mengarah pada kecelakaan.
-- seperti disebutkan di atas, ....benar banyak ketetapan ALLAH untuk A sebelum terjadinya kecelakaan, namun sayangnya ketetapan2 itu selalu mengarah pada kecelakaan yang akan dialami A ...... jadi pilihan A tidak akan pernah mempengaruhi ketetapan ALLAH yaitu "kecelakaan"
-- benar setiap pilihan manusia adalah "ketetapan ALLAH" sebelum manusia itu memilihnya


@Jagona wrote:
- lantas nee belajar atau tidak belajar dari kecelakaan ........ itu juga ketetapan ALLAH .. bukan pilihan nee ............ coba nee lihat ayat 57/22 ........ jadi pilihan nee sekarang tidak akan mempengaruhi ketetapan ALLAH yang akan datang .... perlu kita ingat bahwa kita tidak pernah tahu ketapaan ALLAH yang akan terjadi pada diri kita.
- nee ...... ALLAH menetapkan "sesuatu"  bagi seseorang adalah  sebelum sesuatu itu terjadi ...... jadi mana mungkin pilihan seseorang mempengaruhi ketetapan ALLAH
- proses sebab dan akibat, dalam hal ini termasuk "kausalita" yang disediakan ALLAH

Biru : Lah sebelumnya bung jagona udah oke ... katanya apapun yang dipilih manusia disebut ketetapan Allah ... kok sekarang bilangnya belajar tidak belajar disebut bukan pilihan manusia (saya) ??

Merah : Kita tidak tau apa yang terjadi pada diri kita karena manusia tidak mungkin menguasai semua faktor2 yang terdapat dalam hukum kausalita tersebut ... tapi pada dasarnya .... semua pilihan manusia disebut ketetapan Allah (khusus yang underline anda sudah oke kan) ....

Dengan adanya hukum sebab akibat dan kausalita yang dibuat dengan sempurna ... manusia tinggal mengikuti hukum itu (yang ini anda juga sudah oke) ...

Jadi sebelum peristiwa itu terjadi ... terdapat banyak hukum kausalita (sebab akibat) yang berkaitan dengan pilihan manusia (dan juga faktor2 lain)

Bila pada akhirnya manusia mendapatkan 1 ketetapan pada saat peristiwa itu terjadi ... hal itu adalah hasil dari bagaimana manusia mengikuti kausalita hukum tersebut. Apapun hasilnya disebut ketetapan Allah ...  

logis kan uraian saya ... anda sudah oke bahwa manusia diberi pilihan ... anda sudah oke bahwa pilihan tersebut terikat pada hukum Allah .... anda sudah oke bahwa apapun pilihan manusia disebut ketetapan Allah ... anda sudah oke bahwa manusia hanya bisa hidup mengikuti hukum kausalita yang dibuat Allah ....

Artinya kan ... apapun kausalita yang dipilih manusia semua tetap disebut ketetapan Allah ....
Lalu apa menurut anda dalam hidup ini manusia hanya hidup dalam satu kausalita ?? kalau kausalita nya cuma satu ... untuk apa disebut manusia bebas memilih ???

ungu : kalau uraian ini disambung dengan 57/22 : Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Disini artinya Allah sudah tau sebelumnya ... apa yang akan terjadi pada saat peristiwa itu terjadi >>> dan apapun yang terjadi pada saat itu SEMUA disebut ketetapan Allah ... dan ketetapan itulah yang ditulis dalam Lauhul Mahfuzh
- aku kira penjelasannya sama dengan poit pertama di atas
- benar memang manusia tidak akan pernah tahu apa yang telah ditetapkan untuk dirinya, demikian juga ketetapan2 sebagai kausalita yang mengiringi ketetapan tadi..... jadi belajar/tidak belajar setelah "melihat/mengalami" kecelakaan adalah juga ketetapan
- benar, manusia dengan sadar akan mengikuti kausalita itu
- benar, banyak ketetapan ALLAH sebelum terjadi kecelakaan, dan ketetapan2 itu mengarahkan manusia untuk menuju kepada ketetapan sebelumnya.
- benar, karena kausalita itu mengarah pada terjadinya kecelakaan ...... jadi bukan pilihan A atau B , tetapi mengikuti kausalita yang disediakan bagi masing2.
- boleh, disebut logis,meskipun masih ada yang tertukar ........ yaa, benar .... manusia hidup hanya dengan mengikuti kausalita yang [b]disediakan untuknya

- di sini nee keliru juga ........... bukan ALLAH sudah tahu, tetapi ALLAH-lah yang menetapkan
nee, harus bisa membedakan antara "sudah tahu" dengan "menetapkan"


@Jagona wrote:
- hi hi hi ...... keliru menduga ........ bukan karena faktor jalan berlubang yang beda ... akan tetapi karena "ketetapan ALLAH yang berbeda untuk A dan B

Lah iya ... jalan berlubang atau tidak berlubang ... A dan B punya skill bedapun.... semua adalah ketetapan Allah ... semua adalah bagian kausalita yang dihadapi A dan B .... hasilnya berakhir pada SATU ketetapan Allah pada saat peristiwa itu terjadi ...

Anda menulis diatas karena anda fokus pada satu ketetapan yaitu saat peristiwa itu terjadi .... padahal sebelum peristiwa itu terjadi ... ada banyak ketetapan Allah.
-- benar nee sudah memahami.
-- benar, dan ketetapan2 sebelum peristiwa itu sebagai kausalita yang mengarah pada peristiwa tersebut.


@Jagona wrote:- gak ada faktor apapun yang bisa mempengaruhi ketetapan ALLAH .......... adapun jalan berlubang kemudian bisa/tidak bisa  menghindar hanya sebagian kecil kausalita yang disediakan ALLAH untuk menuju kepada ketetapan ALLAH

Bung Jagona .... maksud saya adalah : SEMUA FAKTOR yang ada di alam semesta ini melintasi dimensi ruang dan waktu disebut KETETAPAN ALLAH ....
jadi memang gak ada faktor apapun yang bisa mempengaruhi ketetapan ALLAH >>> wong semua faktor memang asalnya dari Allah kok

Tapi .. coba anda "click"-in sedikit mind set nya bahwa yang disebut KETETAPAN ALLAH ini tidak hanya satu sebelum peristiwa itu terjadi
-- memang benar apapun yang terjadi di dunia ini adalah ketetapan ALLAH
-- memang, sebelum peristiwa terjadi, banyak ketetapan ALLAH sebagai "kausalita" yang mengarahkan manusia kepada peristiwa itu


@Jagona wrote:- iya sepakat ....... dan memang benar ada banyak ketetapan sebelumnya

Lah makanya ... jadi sesuai dengan kausalita yang SEMUANYA DISEDIAKAN oleh Allah ini .... terikat pada hukum Allah dimana semua mahluk tidak akan pernah bisa lepas dari situ .... pada setiap peristiwanya manusia berjalan mengarah pada satu hasil >>> hasil ini adalah SATU KETETAPAN dari banyaknya kausalita/ketetapan sebelumnya  >>>> banyaknya kausalita/ketetapan sebelumnya ini SEMUA adalah ketetapan Allah

terkait underline yang saya tulis : ketika manusia berjalan dan mengarah pada satu hasil ini .... SATU HASIL, yang kita lihat sebagai SATU KETETAPAN Allah pada saat peristiwa itu terjadi ...

disini sebelum peristiwa itu terjadi manusia diberi pilihan untuk mencapai hasil yang dia mau .... tapi ... karena adanya faktor2 lain dalam kausalita itu sendiri (YANG JUGA MILIK ALLAH) .... maka bisa saja hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan manusia

berhasil atau tidak berhasil apa yang diharapkan manusia (karena adanya faktor2 lain ini) .... SEMUA adalah ketetapan Allah ...

tapi dalam hal ini  ..... jelas proses ketika manusia berjalan dan mengarah menuju SATU hasil tersebut dipengaruhi oleh pilihan manusia juga ...
kenapa kok dipengaruhi oleh pilihan manusia juga ??? karena ketika manusia berjalan ... manusia diberi banyak pilihan untuk memutuskan satu hal yang tujuannya untuk mengarah pada SATU hasil tersebut.

Tapi ..... bila kenyataannya tidak seperti yang diharapkan manusia .... hal itu terjadi karena dalam kausalita2 ini ada banyak faktor lain yang tidak mungkin dikuasai seluruhnya oleh manusia  
-- benar
-- benar
-- "sepertinya"/"kelihatannya" manusia diberi pilihan, padahal sesungguhnya dia mengikuti kausalita yang disediakan ALLAH ..... dan hasilnya juga sudah ditetapkan ALLAH sebelumnya.
-- seperti di atas, kausalitalah yang mereka ikuti
-- kausalita itu disediakan untuk masing-masing

@Jagona wrote:- tidak seperti itu ........ kalo ditetapkan A mengalami kecelakaan, tidak akan ada ketetapan untuk A tidak mengalami kecelakaan ....... seumpama (ma'af) kita tahu tentunya, ketetapan yang mengiringi itu berupa : A naik motor ngebut, A tidak bisa menghindari lubang ... dst ....... demikian juga untuk B.

yang bold : jadi gini maksud saya .... kasusnya ada A dan B seperti anda jelaskan ya .... keduanya naik motor ngebut, keduanya bertemu lubang, dan keduanya bertemu pada satu ketetapan ...

pernah ga terpikir dalam benak anda ... bahwa sebelum peristiwa itu terjadi .... dengan kondisi yang underline ... A dan B mengalami banyak kausalita yang hampir sama, misalnya

1. Bila fulan memilih naik motor ngebut ... lalu bertemu dengan lubang ... fulan tidak bisa mengendalikan motor .... fulan mendapat kecelakaan fatal

2. Bila fulan memilih naik motor ngebut ... lalu bertemu dengan lubang ... fulan bisa mengendalikan motor .... fulan tidak mendapat kecelakaan

3. Bila fulan memilih naik motor tidak ngebut ... lalu bertemu dengan lubang ... fulan tidak bisa mengendalikan motor .... fulan mendapat kecelakaan ringan

4. Bila fulan memilih naik motor tidak ngebut ... lalu bertemu dengan lubang ... fulan bisa mengendalikan motor .... fulan selamat

diatas ini simple nya banget (dan anggap kausalita yang dibuat Allah cuma 4 ini saja) ....

tapi point saya .... SEMUA INI (dari 1-4) adalah KEHENDAK ALLAH ... adalah hukum Allah ... adalah Ketetapan Allah

- yang merah adalah pilihan masing2 manusia ... pada kasusnya bung jagona ... baik A dan B memilih no 1 dan 2 (merah nya saja)
- lalu ada faktor lain yang tetap terikat dalam kausalita tersebut yaitu jalan berlubang >>> jalan berlubang ini pun adalah hasil dari kausalita lain lagi
- lalu ada faktor diri A dan B sendiri yaitu yang biru ..... yang juga merupakan bagian dari hasil kausalita yang lain lagi
- akhirnya hasilnya adalah yang underline .... yang underline ini lah yang kita (manusia) lihat sebagai sebagai SATU Ketetapan Allah pada saat peristiwa itu terjadi ....

ya fulan jelas ga bisa lepas dari yang underline no 1 dan 2 bila dia sudah memilih yang merah no 1 dan 2 ... mungkin bisa lepas dari underline no 1 bila faktor yang biru adalah no 2 .... ngerti ya maksud saya ???

Jadi maksud saya ... SEANDAINYA fulan memilih merah no 3 dan 4 .... kausalita juga akan berbeda .... underline yang dia dapat juga beda ...

kalau kemudian anda bilang ... bisa saja fulan memilih merah no 1 dan berakhir underline no 4
>>> ya memang bisa saja ... tapi itu artinya ... ada lagi kausalita lain (sebab akibat lain) ... dan tidak hanya 4 itu saja ... ada yang ke 5, 6, 7, dst
>>> tapi prinsipnya fulan berjalan sesuai dengan kausalitanya ... dan salah satu perjalanannya itu dipengaruhi oleh pilihannya sendiri (contohnya yang merah) dan faktor2 lain dari kausalita itu juga (contohnya yang biru)

Jadi menurut saya ... runutannya bukan ketika fulan memutuskan yang merah no 1 ... lalu karena sudah ditetapkan underline no 4 ... maka kemudian fulan digerak2an seperti manusia pasif supaya menuju underline no 4 >>> ga gitu ....

Fulan hanya mengikuti kausalita berikutnya dari apa yang dia pilih di awal (yang merah) ... lalu diikuti banyak faktor di nomor yang sama dan berakhir pada underline di nomor yang sama juga

Dalam hal ini Allah sudah ga ngapa2in lagi terkait fulan ngebut di jalan .... apa yang terjadi dengan fulan sudah ada kausalitanya (yang sudah disediakan Allah) ... tergantung yang merah fulan start dimana .... lalu fulan mengikuti kausalita biru di nomor yang sama ... berakhir pada underline di nomor yang sama ...

Dan disini Allah sudah tau bahwa itulah kausalita yang diambil fulan ... dari merah, biru, dan banyak lagi ... berakhir pada 1 underline (satu ketetapan) pada saat peristiwa itu terjadi  
-- kan dah dikatakan bahwa ketetapan untuk A berbeda dengan ketetapan untuk B .... tentu saja sebelum terjadi "peristiwa" tersedia ketetapan2 sebagai kausalita yang disediakan untuk A dan untuk B yang berlainan pula kausalitanya
-- pahami point di atas, tentang "ketetapan" dan "kausalita
-- hi hi hi ........ kalo A ketetapannya "celaka", maka kausalita yang disediakan ALLAH akan mengarahkan A untuk celaka, misalnya pada jalan berlubang, A tidak bisa menghindari karena lengah ....... kalo B ketetapannya "tidak celaka", maka kausalita yang disediakan ALLAh akan mengarah pada "tidak celakanya" B, misalnya misalnya B bisa menghindari lubang karena konsentrasi ......... sangat sederhana untuk memahaminya
-- lagi2 kembali aku ingatkan agar nee, harus bisa membedakan antara "sudah tahu" dan "menetapkan"


@Jagona wrote:- kausalita yang disediakan ALLAH ....... tentunya juga berupa ketetapan2-NYA ..... kenapa A tidak bisa menghindari lubang ..... karena telah ditetapkan (misalnya) tidak konsentrasi, sedangkan B bisa menghindari lubang, karena telah ditetapkan dia konsentrasi ....... aku berharap nee, tidak suudzon thd ALLAH.

yang bold : ga lah ... saya yakin Allah tau maksud dan niat saya baik
mungkin bung jagona yang tidak suudzon dulu thdp saya ....
kalau masih belum paham kan bisa ditanya tanpa harus berburuk sangka

 piss  piss 
-- yaahh syukurlah ........ pasti, dan aku gak pernah suudzon sama nee


@Jagona wrote:- yaa ...... itulah pendapat yang bagus ......... saluuut, artinya nee sudah paham.
- eehhh ..... belok lagi .......... A dan B masing-masing mempunyai ketetapan yang berbeda, meskipun episodenya sama yaitu "ngebut"

uraian saya sebelumnya ada yang perlu di-klarifikasi ??
-- yaahh gak sempet tuh


@Jagona wrote:
kelihatannya memang banyak pilihan ...... hanya perlu diingat bahwa kausalita yang disediakan ALLAh adalah untuk menuju/mengarah pada ketetapan-NYA

coba masukkan dulu pembahasan kekafiran ini pada uraian saya diatas tentang A dan B (kausalita 1-4)
- nee, tinggal memahami tentang ketetapan dan kausalita

@Jagona wrote:
- benar ...... apapun pilihan manusia, masing2 sudah ditetapkan ALLAh sebelumnya .... ALLAH menetapkan sesuatu karena kehendak-NYA bukan karena "tahu" si A akan memilih kafir/tidak kafir ...... (kembali) justru kausalita yang disediakan ALLAH yang akan mengarahkan si A untuk kafir/tidak kafir .... si A secara sadar akan mengikuti kausalita itu

kalau yang merah (bold) ini "kehendak-Nya" .... anda merujuk pada 14/4  

Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

and Allah sends astray [thereby] whom He wills and guides whom He wills. And He is the Exalted in Might, the Wise.

yang dimaksud underline artinya : Allah tahu ...

Bold : jadi ... sesuai dengan uraian saya diatas tentang A dan B (kausalita 1-4) ... pendapat saya: fulan tetap punya andil dalam memilih apa yang akan terjadi dengan dirinya nanti (walaupun harus berkenaan dengan banyak faktor lainnya) ....

Tapi .... apalagi bila soal keimanan yang ujung2nya adalah surga dan neraka (reward and punishment) .. saya tetap berpendapat pilihan fulan justru sangat mempengaruhi apa yang akan dia dapat nantinya (surga atau neraka)

- intinya mereka bukan memilih, tetapi "mengikuti" kausalita yang disediakan

@Jagona wrote:
- hi hi hi ......... gak usah bingung .... kalimat yang aku bold itulah, (menurutku) yang mengarah pada "ketetapan ALLAH adalah  pilihan manusia"
- ketetapan ALLAH bukan terkait dengan sebab akibat ....... tetapi sebab dan akibat itulah yang akan mengarahkan manusia pada ketetapan ALLAH


kafir/tidaknya seseorang karena ketetapan ALLAH

- nee ...... ada ungkapan yang bagus ........ manusia wajib berusaha, tetapi ketentuan tetap berada di tangan ALLAH.
- bukan begitu nee ....... kausalitanya (diantaranya) tidak hati2 ...... ketetapannya kehilangan motor


nunggu confirm bung jagona dulu deh terkait A dan B diatas yang ada (1-4)
- nee, tinggal memahami aja


 
@Jagona wrote:postingan yang sepenjang itu ....... intinya dapat dipersingkat bahwa ketetapan ALLAH ada sebelum ketetapan itu terlaksana ........ jelas tidak ada yang mempengaruhi, karena siapa yang mampu mempengaruhi ALLAH .......... kemudian untuk mengarah pada ketetapan itu, ALLAH menyediakan kausalita (tentunya terdiri dari banyak ketetapan juga) untuk mengarahkan manusia menuju kepada ketetapan-NYA tadi. Aku berharap nee dapat memahaminya ................ okey

Bung Jagona ... kalau anda bicara yang bold ... maka jadinya .... seolah2 ketetapan Allah hanya satu ... dan masih ada unsur lain di alam semesta ini yang tidak dikuasai Allah
ya jelas tidak ada yang bisa mempengaruhi Allah (underline) ... wong semua sudah milik Allah kok
Kita mau bolak balik ... jungkir balik ... loncat2 kaya orang gila ... bahkan manusia mengatakan dia bisa suka2 dan semau dia >>> SEMUA INI tetap disebut Ketetapan Allah

merah : lalu untuk apa ada agama yang tujuannya supaya manusia bisa ditimbang baik dan buruknya, berakhir pada reward dan punisment kalau akhirnya manusia harus mengikuti satu kausalita saja ?? (belum lagi bicara akal, nurani, pengetahuan, dsb)
-- tidak juga. nee .......
-- benar
-- nee, bisa pelajari ayat 51/56 .... adanya agama itu agar manusia beribadah hanya kepada ALLAH .......... itulah kemahakuasaan ALLAH ...... kita manusia hanya mampu mengikuti kausalita yang disediakan ALLAH bagi kita

@Jagona wrote:
- kalo sudah dibilang yang menetukan peran adalah sutradara, kenapa sutradara masih menawarkan peran ? bukankah sutradara mempunyai hak prerogatif ? .... demikian juga untuk ketetapan ALLAH ....... kalo masih dipengaruhi oleh pilihan manusia, berarti ALLAH tidak mempunyai "kekuasaan", tidak Maha menetukan
- jadi menjadi kafi/tidak kafir adalah ketetapan ALLAH, adapun peranan dan scenario yang ditetapkan ALLAH adalah kausalitanya untuk menjadi kafir/tidak kafir

okey nee ................. salam

- kalau sutradaranya itu manusia ... jelas dia yang menentukan peran untuk masing2 aktor ... karena sutradara manusia butuh cerita itu jadi ... dan ceritanya cuma SATU .... makanya sutradara itu butuh memilih aktor supaya ceritanya yang SATU ini jadi ....
Justru karena sutradara manusia tidak punya kuasa apa2 terhadap si aktor dan skenario ... maka dia yang menentukan peran masing2 aktor

TAPI ... bila SANG SUTRADARA adalah SI hak prerogatif itu sendiri ... bila SANG SUTRADARA adalah PEMILIK DAN PENENTU semua hukum dan aturan atas segala peran dan skenario ... bila SANG SUTRADARA adalah PEMILIK semua sandiwara yang ada di dunia ini (dimana sudah tidak ada sandiwara lain yang bukan milik-Nya) .... apa perlunya SANG SUTRADARA ngurusin fulan A kamu jadi ini ... fulan B kamu jadi itu ... wong semua sandiwara, peran dan skenario sudah jadi MILIK Nya ... mau jadi apapun dunia ini tetap sudah menjadi kuasa-Nya ....

lagipula apa pentingnya sih manusia itu bagi Allah ... sampai Allah harus menentukan peran masing2 manusia ?

- pendapat saya : mau siapapun kafir atau tidak kafir tidak ada pengaruhnya buat Allah .... memang anda pikir akan ada pengaruhnya bagi Allah bila jumlah manusia di surga lebih banyak dibanding neraka ?? ... lah yang butuh siapa ??? yang butuh surga kan manusia ... Jadi untuk apa Allah mengarah2kan manusia untuk ke surga atau neraka ??

 piss
-- nee, karena ALLAH menyayangi ciptaan-NYA ...... ALLAH memberikan petunjuk dalam bentuk kitab-kitab suci yang diturunkan pada para nabi untuk disampaikan kepada manusia ramai agar dia menyembah hanya kepada ALLAH
-- justru karena kita membutuhkan ALLAH, maka kita mengikuti petunjuk-NYA, urusan surga dan neraka bukan kita yang menentukan ......... hi hi hi ..... benar, yang butuh ke surga adalah manusia, maka kewajiban manusia untuk mengenal dan beribadah hanya kepada ALLAH

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by dee-nee on Wed Jun 04, 2014 8:51 am

@bung jagona

sepanjang diskusi ini .... kayanya sudah bisa dilihat perbedaan diantara kita (halah ...)

bung jagona berpendapat : ketetapan datang dulu sebelum kausalita >>> artinya Allah memberi ketetapan dulu sebelumnya ... lalu manusia harus mengikuti ketetapan itu beserta kausalitanya ... dan ketika memilih pun akhirnya manusia dibuat (digerakkan) untuk memilih yang pada akhirnya menuju pada ketetapan yang sudah diberikan oleh Allah itu tadi >>> gitu kan ya

saya berpendapat : kausalita datang sebelum hasil (sebab datang sebelum akibat) >>> dalam hal ini saya berpendapat bahwa yang disebut Allah berkehendak sebelumnya adalah karena Allah sudah tau apa yang akan menjadi akibat dari kausalita itu .... dan apapun hasilnya disebut ketetapan Allah

ada miss tentang pemahaman 14/4

Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

and Allah sends astray [thereby] whom He wills and guides whom He wills. And He is the Exalted in Might, the Wise.

yang bold :

bung jagona berpendapat : Allah memberi ketetapan sebelum terjadinya suatu peristiwa
saya berpendapat : Allah sudah tau ketetapan apa yang akan terjadi pada saat peristiwa itu terjadi

gitu ya bung jagona

silahkan confirm dulu ....
kalau oke bisa lanjut ke post saya setelah ini ...
kalau blum oke .... ini dulu aja di clear kan (supaya ga ada salah paham)

 piss 

avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Boleh Non-Islam maupun Islam dari Golongan yang Belum Tentu Benar, Sepanjang Tidak Membohongi Diri Sendiri

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 5 dari 7 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik