FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Halaman 2 dari 7 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by muslim_netral on Tue Mar 05, 2013 12:59 am

First topic message reminder :

Aninda Chairunnisa II :

Sesungguhnya penolakan kaum muslimin terhadap dogma penyaliban Isa al-Masih (Yesus) guna menebus dosa manusia adalah bersumber dari keimanan mereka yang dalam kepada kabar yang diberitakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kitab suci al-Qur’an yang mulia. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menolak mitos ini dengan penolakan yang tegas dan keras.

Allah berfirman:

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

“dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.” (Al-Nisaa’: 157)

Akan tetapi berbeda dengan umat Nasrani yang menjadikan akidah penyaliban Yesus sebagai inti dari iman Kristiani dan sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Karena itu salib menjadi lambang dan symbol bagi agama mereka!! (Lihat Lukas 23: 46; Mathius 27: 50; Yohanes 19: 28; Roma 5: 8-9; Timotius 2? 5-6).

Yang sangat mengherankan adalah perbedaan umat Nasrani tentang bentuk penyaliban ini, yang mengindikasikan kepada kacaunya doktrin palsu ini!

Sesungguhnya setiap yang ada kaitannya dengan kisah penyaliban ini menjadi ajang perselisihan di antara Injil-Injil mereka dan sejarahwan mereka. Mereka berselisih tentang waktu perjamuan malam terakhir yang menjadi salah satu mukaddimah dari penyaliban. Mereka berselisih tentang murid pengkhianat yang menunjukkan Yesus dan mereka berselisih tentang semuanya.

Mereka berselisih, apakah penyaliban itu terjadi minimal sehari sebelum perjamuan makan terakhir seperti penuturan Lukas, atau di tengah-tengahnya setelah Isa al-Masih memberinya suapan seperti penuturan Yohanes!

Mereka berselisih jam berapa Yesus disalib, Apakah jam sembilan seperti laporan Markus (15: 25) ataukah di atas jam 12 seperti laporan Yohanes (19: 14)?

Mereka berselisih, Apakah Yesus disalib dengan suka rela seperti laporan Efesus (5: 2) ataukah karena terpaksa seperti laporan Markus (14: 33-34) dan Yohanes ( 12: 27)?

Mereka berselisih, Apakah Yesus yang membawa salibnya sebagaimana riwayat Yohanes –menurut kebiasaan orang yang akan disalib menurut ucapan Nitonham- ataukah Sam’an al-Qairawani sebagaimana yang diceritakan oleh ketiga pengarang Injil yang lain?

Mereka berselisih, tulisan apakah yang ada di atas tiang salib? Apakah tertulis “Raja orang Yahudi” (Markus 15: 26), ataukah “Inilah Raja orang Yahudi” (Lukas 23: 38), ataukah “Inilah Yesus Raja orang Yahudi (Mathius 27: 37), ataukah “Yesus, orang Nasaret, Raja orang Yahudi” (Yohanes 19: 19)

Mereka berselisih tentang sikap kedua pencuri yang juga disalib di samping kanan dan kiri Yesus. Apakah keduanya yang mencaci Yesus, bahwa Tuhannya telah menyerahkannya kepada musuh-musuhnya (Mathius 27: 44 dan Markus 15: 32), ataukah hanya satu orang saja dan yang lainnya menghardik temannya yang mencela ini (Lukas 23: 39)?

Mereka berselisih, berapakah orang yang bersaksi dusta pada waktu penghakiman Yesus? Apakah dua orang (Mathius 26: 60) ataukah beberapa orang (Markus 14: 57), ataukah tidak diketahui seperti Lukas dan Yohanes yang diam seribu bahasa.

Mereka berselisih apakah Yesus mengecap anggur bercampur empedu (Mathius 27: 33-34) ataukah menolaknya (Markus 15: 23)

Mereka berselisih, apakah teriakan Yesus sewaktu disalib? Apakah Eli, Eli Lima Sabakhtani (Mathius 27: 46-52; Markus 15: 34-38), ataukah Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku (Lukas 23: 45-46).

Mereka berselisih, apakah Yesus mengatakan “Saya haus” ketika disalib (Yohanes 19: 28-29) ataukah tidak (Mathius 27: 48 dan Markus 15: 36)?

Mereka berselisih apa yang terjadi setelah penyaliban, apakah Hijab Haekal terbelah dari atas ke bawah (Markus), ataukah di samping itu bumi berguncang, bebatuan terpecah belah, mayat-mayat orang suci banyak yang bangkit dari kuburnya lalu masuk ke kota suci dan terlihat oleh banyak orang (Mathius), ataukah matahari menjadi gelap dan Hijab Haekal terbelah dari tengahnya. Dan tatkala pemimpin mereka melihat hal itu langsung memuji Allah sambil mengatakan: “Orang ini benar-benar orang baik” (Lukas)?! . Ataukah seperti Yohanes yang bungkam seribu bahasa, tidak tahu sama sekali tentang peristiwa ini? Mereka berselisih, siapakah yang menurunkan tubuh Yesus dari tiang salib, apakah Yusuf Arimatea sendiri (Mathius 27: 59-60, Markus 15: 45-46, dan Lukas 23: 53). Ataukah Yusuf Arimatea dan Nicademus (Yohanes 19: 38-42)?!

Banyaknya kontradiksi dalam kisah penyaliban Yesus ini terjadi karena para murid Yesus tidak ada yang menyaksikan penyaliban (Markus 14: 50). Hal ini membuktikan bahwa mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan tidak yakin bahwa yang dibunuh itu adalah Yesus (Isa ‘Alaihi Sallam)

Maha Benar Allah dalam firman-Nya dalam al-Qur’an Surat al-Nisaa’: 157:

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

“dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, `Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) `Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah `Isa.”

Dan Maha Benar Allah dalam firman-Nya tentang al-Qur’an yang suci:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْءَانَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (al-Nisaa’: 82)

Sungguh usaha yang berat dan mustahil untuk menutupi aib kitab-kitab Injil yang telah dirubah-rubah; yang telah mereka akui sendiri bahwa tidak seperti ini Injil diturunkan kepada Nabi Isa. Bahkan para saksi yang terpercaya lari tunggang langgang tidak ada yang menghadiri peristiwa penyaliban ini.

Maka usaha untuk meyakinkan kebenaran penyaliban tidak ubahnya usaha seorang desa yang lugu yang ingin meyakinkan para ulama (pakar) bahwa bom atom itu dibuat dari tepung jagung!!

Mari kita lanjutkan perbincangan kita tentang misteri penyaliban Yesus. Kitab-Kitab Injil menceritakan bahwa Yesus memberikan Tanabbu’at (ramalan-ramalan) tentang keselamatannya dari usaha pembunuhan:

Suatu saat orang-orang Farisi dan imam imam kepala Kahin (dukun) mengutus penjaga Bait Allah untuk menangkapnya. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Tinggal sedikit waktu saja Aku akan bersama kalian dan sesudah itu Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku. Kamu akan mencari Aku, tetapi kamu tidak akan bertemu dengan-Ku sebab kamu tidak dapat ke tempat Aku berada” (Yohanes: 32-34).

Dalam kesempatan lain Yesus berkata: “Aku akan pergi, dan kamu akan mencari aku, dan kamu akan mati dalam dosa-dosa kamu. Ke mana aku pergi kamu tidak akan dapat datang ke sana”.

Maka orang-orang Yahudi berkata: “Barangkali Dia akan bunuh diri, karena dia berkata: “Ke mana aku pergi kamu tidak akan dapat ke sana”.

Dia berkata kepada mereka: “Kamu dari bawah sedangkan aku dari atas. Kamu dari alam ini sedangkan aku tidaklah dari alam ini…… Manakala kamu mengangkat anak manusia maka kamu mengetahui bahwa akulah dia. Aku tidak melakukan apapun dari diriku sendiri. Aku tidak mengucapkan kecuali apa yang telah diajarkan Bapak kepadaku. Dan Bapak yang telah mengutus aku, ia menyertai aku. Ia tidak membiarkan aku sendiri, sebab aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya (Yohanes 8: 21-29).

Kemudian akhirnya Yesus berkata kepada mereka: “Kamu tidak akan melihat aku kecuali pada hari kamu berbisik. Maha suci orang yang datang dengan nama Bapak. Dan telah keluar Yasu’ (Yesus) dari Haekal…… (Mathius 32: 39; 24: 1; Lukas 13: 35).

Nash-nash Injil ini menggambarkan bahwa Yesus benar-benar percaya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menyerahkannya kepada musuh-musuh-Nya dan tidak akan membiarkannya sendirian.

“Akan datang suatu saat, bahkan telah datang sekarang, di mana kamu akan berpecah belah. Masing-masing ada dalam jalannya dan kamu meninggalkan aku sendiri. Akan tetapi aku tidak sendirian karena Bapak bersamaku…… Kamu akan mengalami kesulitan di dunia ini. Maka beranilah; aku telah mengalahkan dunia ini!! (Yohanes 16: 32-33).

Oleh karena itu setiap orang yang berat, bahkan seluruh orang yang menghadiri sandiwara penyaliban ini!! Semuanya melecehkan al-Masih. Dan ini mustahil untuk Nabi Isa ‘Alahi Sallam, sebagaimana yang dilaporkan oleh penulis Injil ini:

“Orang-orang yang lewat menggeleng-gelengkan kepala mereka dan mencacinya. Mereka berkata: “Jika kamu putra Allah, maka bebaskanlah dirimu, turunlah dari tiang salib.” Para imam-imam kepala dan para pengajar syariah serta para sesepuh melecehkannya, mereka mengatakan: “Dia menyelamatkan orang lain dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri?! Dia raja Israel, maka hendaklah dia turun sekarang dari tiang salib agar kita beriman kepada-Nya; Dia tawakkal kepada Allah dan berkata: “Aku putra Allah, maka seharusnya Allah menyelamatkannya jika Dia benar-benar ridha kepadanya”. Dan dua pencuri yang disalib bersamanya itu juga mencemoohnya dengan mengatakan seperti ucapan ini”.

Di sini Injil-Injil itu menggambarkan bahwa kepercayaan Yesus mulai goyah –ini tentu mustahil bagi Nabi Isa ‘Alaihi Sallam.

“Ia datang bersama Yasu’ ke sebuah tempat yang bernama Jatsimani. Dia berkata kepada mereka: “Duduklah kalian di sini hingga aku pergi dan shalat di sana. Kemudian dia membawa serta Petrus dan dua putra Zubdi. Dia mulai merasa sedih dan gelisah, maka dia berkata kepada mereka: “Jiwaku sedih sampai mati. Tinggallah di sini dan bergadanglah bersamaku. Dia menjauh sedikit dari mereka dan bersungkur sujud dan shalat, maka dia berdo’a: “Jika memungkinkan wahai Bapak, maka lewatkanlah gelas ini dari diriku, akan tetapi bukan seperti yang aku inginkan melainkan seperti yang Engkau inginkan. Kemudian dia mendatangi murid-muridnya, ternyata ia mendapat mereka sedang tidur…… dia menjauh lagi dan shalat lalu berkata: “Wahai Bapak, jika tidak mungkin Engkau melewatkan gelas ini dariku, kecuali aku harus meminumnya maka hendaklah itu kehendak-Mu. Kemudian ia mendatangi mereka lagi ternyata mereka tetap tidur…… Dia kembali shalat lalu mengulang-ulang ucapan tadi kemudian mendatangi murid-muridnya lagi dan berkata kepada mereka: “Apakah masih tidur dan beristirahat?! Telah datang saatnya putra manusia diserahkan kepada tangan-tangan orang yang berdosa” (Mathius 26: 36-40).

Lukas melaporkan peristiwa ini dengan mengatakan: “Dia berada dalam kesempitan, maka dia memaksa dirinya dalam shalat. Keringatnya seperti tetesan-tetesan darah yang berjatuhan di atas tanah. Dia bangkit dari shalat dan mendatangi murid-muridnya ternyata dia mendapati mereka tidur, karena sedih maka dia berkata kepada mereka: “Kenapa kalian tidur?! Bangunlah dan shalatlah supaya kamu tidak terjatuh dalam cobaan ini (Lukas 22: 44).

Oleh karena pelecehan terhadp klaim al-Masih ini –menurut mereka- dan karena keyakinan al-Masih bahwa Allah selalu bersama-Nya dan tidak akan menghinakannya, maka sangat logis jika penulis Injil yang membuat-buat kedustaan tentang peristiwa ini menutup pertunjukan ini dengan adegan yang menggambarkan kepedihan al-Masih dan kekecewaannya kepada Allah, Maha Suci Allah dari kedustaan mereka ini- penulis yang mengarang-ngarang itu mengatakan: “Pada waktu Zhuhur, seluruh permukaan bumi tertutup gelap hingga jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yasu’ (Yesus) dengan suara nyaring: “Eli, Eli, Lama Sabakhtani?”. Artinya: Allahku, Allahku, Mengapa Engkau meninggalkan aku? (Mathius 27: 46 / Markus 15: 34).

Bila kita telah mengetahui mutu kisah penyaliban ini dalam timbangan kritis maka gugurlah keyakinan apa saja yang dibangun di atasnya seperti akidah pengorbanan dan penebusan dosa.

Hanya Allah yang membimbing dan menuntun kepada jalan hidayah-Nya yang lurus. Tidak ada Rabb kecuali Dia dan tidak ada Ilah yang hak selain Dia.
avatar
muslim_netral
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 232
Kepercayaan : Islam
Location : Bandung
Join date : 14.02.13
Reputation : 52

Kembali Ke Atas Go down


Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Kedunghalang on Mon Jul 14, 2014 5:12 am

@aliumar wrote:
Yesus digantung di tiang salib, tetapi tidak sampai mati
jika tidak mati, lantas kenapa dimasukan ke dalam kubur?

Dimasukkannya badan Yesus ke dalam kubur bukan merupakan bukti kuat kematian Yesus di tiang salib, karena kuburan orang-orang Yahudi (Rozabal) itu berupa gua yang jika orang hidup memasukinya, dia masih bisa bernapas dengan normal. Beberapa alasan-lain, mengapa Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as tidak mati di tiang salib, sebagai berikut:

1. Karena Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as itu seorang Rasul Allah, tidak mungkin mati pada kayu salib, karena:
a. menurut Bible, "orang yang tergantung itu terkutuklah bagi Tuhan Allah" (Ulangan 12:23), dan
b. menurut Al Qur'an: "Allah telah menetapkan 'Aku dan Rasul-rasulku pasti akan menang.' Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa." (Al Mujadalah 58:22). Jadi, tidak mungkin seorang Nabi/Utusan Allah dibiarkan mati terkutuk, bahkan Allah telah menetapkan bahwa Nabi/Utusan Allah itu pasti akan menang.

2. Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as telah berdoa kepada Tuhan dalam kesakitan yang amat sangat, "biarkanlah kiranya cawan (ujian kematian di atas salib) ini lepas dariku" (Markus 14:36; Matius 26:29; Lukas 22:42); dan doa beliau as telah terkabul (Iberani 5:7).

3. Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, sebelumnya, telah mengabarkan bahwa seperti Nabi Yunus as yang telah masuk ke dalam perut ikan dan telah keluar lagi hidup-hidup (Matius 12:40), beliau as pun akan tinggal dalam perut bumi selama tiga hari, dan akan keluar lagi hidup-hidup.

4. Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as telah menubuatkan pula bahwa beliau as akan pergi mencari 10 dari 12 suku Bani Israil yang hilang / sesat (Yohanes 10:16). Bahkan orang-orang Yahudi di masa beliau as pun percaya bahwa suku-suku bangsa Israil yang hilang itu telah terpencar ke berbagai negeri (Yohanes 7:34-35).

5. Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as telah terpancang pada tiang salib hanya selama kira-kira tiga jam (Yohanes 19:14) dan sebagai orang yang memiliki kesehatan jasmani yang normal, beliau as tidak mungkin wafat dalam waktu yang sependek itu.

6. Segera setelah Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as diturunkan dari tiang salib, pinggang beliau as ditusuk, kemudian darah serta air keluar darinya. Hal demikian merupakan tanda yang pasti bahwa beliau as pada waktu itu masih hidup (Yohanes 19:34).

7. Orang-orang Yahudi merasa tidak yakin tentang kematian Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, sebab mereka telah meminta kepada Pilatus untuk menempatkan penjaga di kuburannya: "supaya jangan murid-muridnya datang mencuri dia, serta mengatakan kepada kaum, bahwa ia sudah bangkit dari antara orang mati" (Matius 27:64).

8. Dalam kitab Injil manapun, tidak ada satupun pernyataan tertulis dari seorang sakti yang menegaskan bahwa Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as telah wafat ketika beliau as diturunkan dari tiang salib atau ketika beliau as berada dalam kuburan khas orang-orang Yahudi. Lagi pula, tak seorang pun dari antara murid-murid beliau as hadir di tempat kejadian, semuanya melarikan diri tatkala beliau as dibawa ke tempat penyaliban. Rupanya, kejadian sesungguhnya adalah, karena impian istri Pilatus yang mengingatkannya "Jangan berbuat barang apa pun ke atas orang yang benar itu" (Matius 27:19), maka Pilatus, penguasa yang mewakili pemerintahan Romawi pada waktu itu, percaya bahwa Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as tidak bersalah. Kemudian, Pilatus bersekongkol dengan Yusuf Arimatea - seorang tokoh dari Ikatan Persaudaraan Essenes, tempat Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as pernah menjadi anggotanya, sebelum beliau as diutus Allah sebagai Nabi - untuk menolong jiwa beliau as. Sidang pemeriksaan perkara Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as berlangsung pada hari Jum'at, karena Pilatus dengan sengaja mengulur-ulur waktu, dengan maksud bahwa esok harinya jatuh pada hari Sabat, saat orang-orang terhukum salib tidak boleh dibiarkan tetap di atas tiang salib sesudah matahari terbenam. Ketika pada akhirnya Pilatus merasa terpaksa menghukum Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as karena desakan para pendeta Yahudi, ia memberikan keputusannya hanya tiga jam sebelum terbenamnya matahari, dengan demikian keadaan pada waktu itu meyakinkan dirinya bahwa tidak ada orang yang normal kesehatannya tinggal di atas tiang salib dalam waktu sesingkat itu dapat mati. Selain itu, Pilatus telah sudi mengusahakan agar Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as diberi anggur atau cuka dicampur dengan rempah-rempah mur (myrrh) untuk mengurangi rasa sakit beliau as. Setelah tiga jam tergantung, beliau as diturunkan dari tiang salib dalam keadaan pingsan karena pengaruh mur (myrrh) yang diminumkan kepada beliau as, Pilatus dengan senang hati mengabulkan permintaan Yusuf Arimatea, dan menyerahkan badan beliau as kepadanya. Lain halnya dengan kedua penjahat yang disalibkan bersamaan dengan Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, tulang-tulang beliau as tidak dipatahkan, dan Yusuf Arimatea telah meletakkan badan beliau as di suatu rongga (dalam kuburan khas orang-orang Yahudi) yang ruangnya luas, digali di bagian samping bukit padas. Ketika itu tidak ada ilmu pemeriksaan mayat (medical autopsy), tidak ada percobaan stethoscopis, tidak diadakan pemeriksaan dari segi hukum dengan pertolongan kesaksian dari mereka yang terakhir bersama beliau as (Lihat buku "Mystical life of Yesus" oleh H. Spencer Lewis).

9. Marham Isa (salep Isa) yang terkenal itu dibuat dan dipakai untuk mengobati luka-luka Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, dan beliau as diurus serta dirawat oleh Yusuf Arimatea dan Nicodemus yang juga seorang yang sangat terpelajar dan anggota yang amat terhormat dari Ikatan Persaudaraan Essenes
.

10. Setelah luka-luka beliau cukup sembuh, Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as meninggalkan kuburan khas orang-orang Yahudi itu dan menemui beberapa murid beliau as dan bersantap bersama mereka, lalu menempuh perjalanan jauh dari Yerusalem ke Galilea dengan berjalan kaki (Lukas 24:50).

Dua pendapat yang berbeda tersebar di tengah-tengah orang-orang Yahudi mengenai dugaan kematian Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as. Beberapa di antara mereka berpendapat bahwa beliau as pertama-tama dibunuh, kemudian badan beliau as digantung pada tiang salib, sedang yang lainnya berpendapat bahwa beliau as dibunuh dengan cara dipakukan pada tiang salib. Pendapat pertama tercermin dalam Kisah Rasul-rasul 5:30, kita baca, "Yang sudah kamu ini bunuh dan menggantungkan dia pada kayu itu." Al Qur'an membantah kedua pendapat itu dengan manyatakan, "mereka tidak membunuhnya, dan tidak pula mematikannya di atas salib." Pertama, Al Qur'an menolak pembunuhan Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as dalam bentuk apapun, dan selanjutnya menyangkal cara pembunuhan yang khas dengan menggantungkan beliau as pada tiang salib. Tetapi, Al Qur'an tidak menolak bahwa Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as digantung pada tiang salib; Al Qur'an hanya menyangkal kewafatannya di atas tiang salib.


Terakhir diubah oleh Kedunghalang tanggal Mon Jul 14, 2014 9:40 pm, total 1 kali diubah

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by aliumar on Mon Jul 14, 2014 9:06 am

Dimasukkannya badan Yesus ke dalam kubur bukan merupakan bukti kuat kematian Yesus di tiang salib, karena kuburan orang-orang Yahudi (Rozabal) itu berupa gua yang jika orang hidup memasukinya, dia masih bisa bernapas dengan normal.
Ga menjawab pertanyaannya:
Kenapa org yg masih bernapas, malah dimasukan ke dalam kubur?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by aliumar on Mon Jul 14, 2014 9:17 am

9. Marham Isa (salep Isa) yang terkenal itu dibuat dan dipakai untuk mengobati luka-luka Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, dan beliau as diurus serta dirawat oleh Yusuf Arimatea dan Nicodemus yang juga seorang yang sangat terpelajar dan anggota yang amat terhormat dari Ikatan Persaudaraan Essenes
Diurus dan dirawat tapi koq malah ditaruh di dalam kubur?

Diurus dan dirawat tuh di rumah, biar ada org yg mengurus dan merawat.

Diurus dan dirawat tapi ditaruh di dalam kubur ----> emangnya mau diurus dan dirawat sama mayat?hahaha.....udh paraaaaah bgt ngaconya.

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Kedunghalang on Mon Jul 14, 2014 10:15 am

@aliumar wrote:
Dimasukkannya badan Yesus ke dalam kubur bukan merupakan bukti kuat kematian Yesus di tiang salib, karena kuburan orang-orang Yahudi (Rozabal) itu berupa gua yang jika orang hidup memasukinya, dia masih bisa bernapas dengan normal.
Ga menjawab pertanyaannya:
Kenapa org yg masih bernapas, malah dimasukan ke dalam kubur?

Orang-orang Kristen tidak memahami yah bahwa pada saat itu orang-orang kafir Yahudi masih menghendaki agar Yesus itu mati terkutuk di tiang salib, dan karena:
7. Orang-orang kafir Yahudi merasa tidak yakin tentang kematian Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, maka mereka meminta kepada Pilatus untuk menempatkan penjaga di kuburannya: "supaya jangan murid-muridnya datang mencuri dia, serta mengatakan kepada kaum, bahwa ia sudah bangkit dari antara orang mati" (Matius 27:64).

Karena alasan-alasan lain selain yang disebutkan di atas tidak dikomentari oleh orang-orang Kristen, maka orang-orang Kristen dapat dianggap setuju bahwa memang Yesus tidak mati di salib.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Kedunghalang on Mon Jul 14, 2014 10:21 am

@aliumar wrote:
9. Marham Isa (salep Isa) yang terkenal itu dibuat dan dipakai untuk mengobati luka-luka Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, dan beliau as diurus serta dirawat oleh Yusuf Arimatea dan Nicodemus yang juga seorang yang sangat terpelajar dan anggota yang amat terhormat dari Ikatan Persaudaraan Essenes

Diurus dan dirawat tapi koq malah ditaruh di dalam kubur?

Diurus dan dirawat tuh di rumah, biar ada org yg mengurus dan merawat.

Diurus dan dirawat tapi ditaruh di dalam kubur ----> emangnya mau diurus dan dirawat sama mayat?hahaha.....udh paraaaaah bgt ngaconya.

Satu-satunya tempat yang aman dari kejaran orang-orang kafir Yahudi yang memusuhi Yesus adalah dengan menempatkan Yesus yang tubuhnya penuh luka bekas penyaliban adalah di Rozabal, kuburan khusus orang-orang Yahudi, yakni berupa goa yang jika orang-orang hidup memasukinya akan tetap bisa bernapas dengan normal.


Karena alasan-alasan lain, selain yang disebutkan di atas, tidak dikomentari oleh orang-orang Kristen, maka orang-orang Kristen dapat dianggap setuju bahwa memang Yesus tidak mati di salib.


Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by SEGOROWEDI on Mon Jul 14, 2014 4:41 pm

@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
Disalib = Digantung di tiang salib sampai mati
Yesus tidak mati disalib = Yesus digantung di tiang salib, tetapi tidak sampai mati, sehingga Doktrin Penebusan Dosa GUGUR.

kalau disalib saja tidak
ya gak perlu cuap-cuap tidak mati disalib

Yesus tidak mati disalib = Yesus digantung di tiang salib, tetapi tidak sampai mati, sehingga jelas dipahami oleh orang-orang Kristen bahwa Doktrin Penebusan Dosa GUGUR.

nabrak ini dong:
Disalib = Digantung di tiang salib sampai mati

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by SEGOROWEDI on Mon Jul 14, 2014 4:50 pm

@Kedunghalang wrote:
@aliumar wrote:
Dimasukkannya badan Yesus ke dalam kubur bukan merupakan bukti kuat kematian Yesus di tiang salib, karena kuburan orang-orang Yahudi (Rozabal) itu berupa gua yang jika orang hidup memasukinya, dia masih bisa bernapas dengan normal.
Ga menjawab pertanyaannya:
Kenapa org yg masih bernapas, malah dimasukan ke dalam kubur?

Orang-orang Kristen tidak memahami yah bahwa pada saat itu orang-orang kafir Yahudi masih menghendaki agar Yesus itu mati terkutuk di tiang salib, dan karena:
7. Orang-orang kafir Yahudi merasa tidak yakin tentang kematian Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, maka mereka meminta kepada Pilatus untuk menempatkan penjaga di kuburannya: "supaya jangan murid-muridnya datang mencuri dia, serta mengatakan kepada kaum, bahwa ia sudah bangkit dari antara orang mati" (Matius 27:64).

Karena alasan-alasan lain selain yang disebutkan di atas tidak dikomentari oleh orang-orang Kristen, maka orang-orang Kristen dapat dianggap setuju bahwa memang Yesus tidak mati di salib.

dijaga..
karena Yesus pernah berkata akan bangkit sesudah 3 hari
lihat yang kemudian terjadi di Matius 28:1-10

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Kedunghalang on Mon Jul 14, 2014 5:02 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
Disalib = Digantung di tiang salib sampai mati
Yesus tidak mati disalib = Yesus digantung di tiang salib, tetapi tidak sampai mati, sehingga Doktrin Penebusan Dosa GUGUR.

kalau disalib saja tidak
ya gak perlu cuap-cuap tidak mati disalib

Yesus tidak mati disalib = Yesus digantung di tiang salib, tetapi tidak sampai mati, sehingga jelas dipahami oleh orang-orang Kristen bahwa Doktrin Penebusan Dosa GUGUR.

nabrak ini dong:
Disalib = Digantung di tiang salib sampai mati

Apanya yang nabrak, wong Yesus tidak mati disalib.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Kedunghalang on Mon Jul 14, 2014 5:08 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
@aliumar wrote:
Dimasukkannya badan Yesus ke dalam kubur bukan merupakan bukti kuat kematian Yesus di tiang salib, karena kuburan orang-orang Yahudi (Rozabal) itu berupa gua yang jika orang hidup memasukinya, dia masih bisa bernapas dengan normal.
Ga menjawab pertanyaannya:
Kenapa org yg masih bernapas, malah dimasukan ke dalam kubur?

Orang-orang Kristen tidak memahami yah bahwa pada saat itu orang-orang kafir Yahudi masih menghendaki agar Yesus itu mati terkutuk di tiang salib, dan karena:
7. Orang-orang kafir Yahudi merasa tidak yakin tentang kematian Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, maka mereka meminta kepada Pilatus untuk menempatkan penjaga di kuburannya: "supaya jangan murid-muridnya datang mencuri dia, serta mengatakan kepada kaum, bahwa ia sudah bangkit dari antara orang mati" (Matius 27:64).

Karena alasan-alasan lain selain yang disebutkan di atas tidak dikomentari oleh orang-orang Kristen, maka orang-orang Kristen dapat dianggap setuju bahwa memang Yesus tidak mati di salib.

dijaga..
karena Yesus pernah berkata akan bangkit sesudah 3 hari
lihat yang kemudian terjadi di Matius 28:1-10

10. Setelah luka-luka beliau cukup sembuh, Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as meninggalkan kuburan khas orang-orang Yahudi itu dan menemui beberapa murid beliau as dan bersantap bersama mereka, lalu menempuh perjalanan jauh dari Yerusalem ke Galilea dengan berjalan kaki (Lukas 24:50).


Terakhir diubah oleh Kedunghalang tanggal Mon Jul 14, 2014 8:58 pm, total 1 kali diubah

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by aliumar on Mon Jul 14, 2014 6:54 pm

beliau as diurus serta dirawat oleh Yusuf Arimatea dan Nicodemus
Satu-satunya tempat yang aman dari kejaran orang-orang kafir Yahudi yang memusuhi Yesus adalah dengan menempatkan Yesus yang tubuhnya penuh luka bekas penyaliban adalah di Rozabal, kuburan khusus orang-orang Yahudi, yakni berupa goa yang jika orang-orang hidup memasukinya akan tetap bisa bernapas dengan normal.
Tubuh sedang sekarat, penuh luka2 bekas penyaliban, tapi lalu ditaruh dan ditinggal sendirian di dalam kubur -----> inikah yg namanya diurus dan dirawat?
hahaha.......

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Kedunghalang on Mon Jul 14, 2014 9:09 pm

@aliumar wrote:
beliau as diurus serta dirawat oleh Yusuf Arimatea dan Nicodemus
Satu-satunya tempat yang aman dari kejaran orang-orang kafir Yahudi yang memusuhi Yesus adalah dengan menempatkan Yesus yang tubuhnya penuh luka bekas penyaliban adalah di Rozabal, kuburan khusus orang-orang Yahudi, yakni berupa goa yang jika orang-orang hidup memasukinya akan tetap bisa bernapas dengan normal.
Tubuh sedang sekarat, penuh luka2 bekas penyaliban, tapi lalu ditaruh dan ditinggal sendirian di dalam kubur -----> inikah yg namanya diurus dan dirawat?
hahaha.......

Orang Katolik tidak memahami betapa gentingnya situasi pada waktu itu, dimana orang-orang kafir Yahudi masih curiga / belum yakin bahwa Yesus sudah atau belum mati. Yusuf Arimatea dan Nicodemus secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi mengobati luka-luka Yesus bekas penyaliban, hal ini dilakukan untuk menghilangkan kecurigaan dari orang-orang kafir Yahudi yang masih menghendaki Yesus mati, kemudian Yusuf Arimatea dan Nicodemus terpaksa harus meninggalkan Yesus sendirian.

10. Setelah luka-luka beliau as agak/cukup sembuh, Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as meninggalkan kuburan khas orang-orang Yahudi (Rozabal) itu dan menemui beberapa murid beliau as dan bersantap bersama mereka, lalu menempuh perjalanan jauh dari Yerusalem ke Galilea dengan berjalan kaki. (Lukas 24:50).

Untuk apa Yesus ke Galilea dan ke negeri-negeri di Timur? Lain tidak hanya untuk menyelesaikan tugasnya, yakni mencari dan berdakwah kepada sepuluh suku lain dari umat Israel, sebagaimana pengakuan Yesus sendiri: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang/sesat dari umat Israel." (Matius 15:24).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by aliumar on Mon Jul 14, 2014 10:20 pm

Orang Katolik tidak memahami betapa gentingnya situasi pada waktu itu, dimana orang-orang kafir Yahudi masih curiga / belum yakin bahwa Yesus sudah atau belum mati. Yusuf Arimatea dan Nicodemus secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi mengobati luka-luka Yesus bekas penyaliban,
lha gimana bisa diam2/sembunyi2, kan kuburnya udah dijaga pasukan.

Orang Katolik tidak memahami betapa gentingnya situasi pada waktu itu, dimana orang-orang kafir Yahudi masih curiga / belum yakin bahwa Yesus sudah atau belum mati.
kalaupun mereka belum yakin, lantas apa susahnya tinggal langsung datang saja melihat tubuhNya di kuburan buat memastikan masih hidup atau sudah mati?
Kan mereka tau kemana tubuh Yesus dibawa Yusuf Arimatea setelah diturunkan dari salib.

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Kedunghalang on Tue Jul 15, 2014 12:19 am

@aliumar wrote:
Orang Katolik tidak memahami betapa gentingnya situasi pada waktu itu, dimana orang-orang kafir Yahudi masih curiga / belum yakin bahwa Yesus sudah atau belum mati. Yusuf Arimatea dan Nicodemus secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi mengobati luka-luka Yesus bekas penyaliban,

lha gimana bisa diam2/sembunyi2, kan kuburnya udah dijaga pasukan.

Orang Katolik tidak memahami betapa gentingnya situasi pada waktu itu, dimana orang-orang kafir Yahudi masih curiga / belum yakin bahwa Yesus sudah atau belum mati.

kalaupun mereka belum yakin, lantas apa susahnya tinggal langsung datang saja melihat tubuhNya di kuburan buat memastikan masih hidup atau sudah mati?
Kan mereka tau kemana tubuh Yesus dibawa Yusuf Arimatea setelah diturunkan dari salib.

SUDAH BACA TULISAN SAYA BERIKUT INI?
8. Dalam kitab Injil manapun, tidak ada satupun pernyataan tertulis dari seorang sakti yang menegaskan bahwa Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as telah wafat ketika beliau as diturunkan dari tiang salib atau ketika beliau as berada dalam kuburan khas orang-orang Yahudi. Lagi pula, tak seorang pun dari antara murid-murid beliau as hadir di tempat kejadian, semuanya melarikan diri tatkala beliau as dibawa ke tempat penyaliban. Rupanya, kejadian sesungguhnya adalah, karena impian istri Pilatus yang mengingatkannya "Jangan berbuat barang apa pun ke atas orang yang benar itu" (Matius 27:19), maka Pilatus, penguasa yang mewakili pemerintahan Romawi pada waktu itu, percaya bahwa Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as tidak bersalah. Kemudian, Pilatus bersekongkol dengan Yusuf Arimatea - seorang tokoh dari Ikatan Persaudaraan Essenes, tempat Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as pernah menjadi anggotanya, sebelum beliau as diutus Allah sebagai Nabi - untuk menolong jiwa beliau as. Sidang pemeriksaan perkara Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as berlangsung pada hari Jum'at, karena Pilatus dengan sengaja mengulur-ulur waktu, dengan maksud bahwa esok harinya jatuh pada hari Sabat, saat orang-orang terhukum salib tidak boleh dibiarkan tetap di atas tiang salib sesudah matahari terbenam. Ketika pada akhirnya Pilatus merasa terpaksa menghukum Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as karena desakan para pendeta Yahudi, ia memberikan keputusannya hanya tiga jam sebelum terbenamnya matahari, dengan demikian keadaan pada waktu itu meyakinkan dirinya bahwa tidak ada orang yang normal kesehatannya tinggal di atas tiang salib dalam waktu sesingkat itu dapat mati. Selain itu, Pilatus telah sudi mengusahakan agar Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as diberi anggur atau cuka dicampur dengan rempah-rempah mur (myrrh) untuk mengurangi rasa sakit beliau as. Setelah tiga jam tergantung, beliau as diturunkan dari tiang salib dalam keadaan pingsan karena pengaruh mur (myrrh) yang diminumkan kepada beliau as, Pilatus dengan senang hati mengabulkan permintaan Yusuf Arimatea, dan menyerahkan badan beliau as kepadanya. Lain halnya dengan kedua penjahat yang disalibkan bersamaan dengan Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, tulang-tulang beliau as tidak dipatahkan, dan Yusuf Arimatea telah meletakkan badan beliau as di suatu rongga (dalam kuburan khas orang-orang Yahudi) yang ruangnya luas, digali di bagian samping bukit padas. Ketika itu tidak ada ilmu pemeriksaan mayat (medical autopsy), tidak ada percobaan stethoscopis, tidak diadakan pemeriksaan dari segi hukum dengan pertolongan kesaksian dari mereka yang terakhir bersama beliau as (Lihat buku "Mystical life of Yesus" oleh H. Spencer Lewis).


Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by SEGOROWEDI on Tue Jul 15, 2014 9:39 am

@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
Disalib = Digantung di tiang salib sampai mati
Yesus tidak mati disalib = Yesus digantung di tiang salib, tetapi tidak sampai mati, sehingga Doktrin Penebusan Dosa GUGUR.

kalau disalib saja tidak
ya gak perlu cuap-cuap tidak mati disalib

Yesus tidak mati disalib = Yesus digantung di tiang salib, tetapi tidak sampai mati, sehingga jelas dipahami oleh orang-orang Kristen bahwa Doktrin Penebusan Dosa GUGUR.

nabrak ini dong:
Disalib = Digantung di tiang salib sampai mati

Apanya yang nabrak, wong Yesus tidak mati disalib.

TABRAKAN

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by SEGOROWEDI on Tue Jul 15, 2014 9:48 am

@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
@aliumar wrote:
Dimasukkannya badan Yesus ke dalam kubur bukan merupakan bukti kuat kematian Yesus di tiang salib, karena kuburan orang-orang Yahudi (Rozabal) itu berupa gua yang jika orang hidup memasukinya, dia masih bisa bernapas dengan normal.
Ga menjawab pertanyaannya:
Kenapa org yg masih bernapas, malah dimasukan ke dalam kubur?

Orang-orang Kristen tidak memahami yah bahwa pada saat itu orang-orang kafir Yahudi masih menghendaki agar Yesus itu mati terkutuk di tiang salib, dan karena:
7. Orang-orang kafir Yahudi merasa tidak yakin tentang kematian Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, maka mereka meminta kepada Pilatus untuk menempatkan penjaga di kuburannya: "supaya jangan murid-muridnya datang mencuri dia, serta mengatakan kepada kaum, bahwa ia sudah bangkit dari antara orang mati" (Matius 27:64).

Karena alasan-alasan lain selain yang disebutkan di atas tidak dikomentari oleh orang-orang Kristen, maka orang-orang Kristen dapat dianggap setuju bahwa memang Yesus tidak mati di salib.

dijaga..
karena Yesus pernah berkata akan bangkit sesudah 3 hari
lihat yang kemudian terjadi di Matius 28:1-10

10. Setelah luka-luka beliau cukup sembuh, Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as meninggalkan kuburan khas orang-orang Yahudi itu dan menemui beberapa murid beliau as dan bersantap bersama mereka, lalu menempuh perjalanan jauh dari Yerusalem ke Galilea dengan berjalan kaki (Lukas 24:50).

gimana kok tiba-tiba luka cukup sembuh?
diturunkan dari salib lalu dikubur dan kuburnya ditutup batu dan dijaga ketat oleh pasukan
siapa yang ngobati? kapan ngobatinya??
modal asal mangap

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Kedunghalang on Wed Jul 16, 2014 12:44 am

@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
@aliumar wrote:
Ga menjawab pertanyaannya:
Kenapa org yg masih bernapas, malah dimasukan ke dalam kubur?

Orang-orang Kristen tidak memahami yah bahwa pada saat itu orang-orang kafir Yahudi masih menghendaki agar Yesus itu mati terkutuk di tiang salib, dan karena:
7. Orang-orang kafir Yahudi merasa tidak yakin tentang kematian Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, maka mereka meminta kepada Pilatus untuk menempatkan penjaga di kuburannya: "supaya jangan murid-muridnya datang mencuri dia, serta mengatakan kepada kaum, bahwa ia sudah bangkit dari antara orang mati" (Matius 27:64).

Karena alasan-alasan lain selain yang disebutkan di atas tidak dikomentari oleh orang-orang Kristen, maka orang-orang Kristen dapat dianggap setuju bahwa memang Yesus tidak mati di salib.

dijaga..
karena Yesus pernah berkata akan bangkit sesudah 3 hari
lihat yang kemudian terjadi di Matius 28:1-10

10. Setelah luka-luka beliau cukup sembuh, Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as meninggalkan kuburan khas orang-orang Yahudi itu dan menemui beberapa murid beliau as dan bersantap bersama mereka, lalu menempuh perjalanan jauh dari Yerusalem ke Galilea dengan berjalan kaki (Lukas 24:50).

gimana kok tiba-tiba luka cukup sembuh?
diturunkan dari salib lalu dikubur dan kuburnya ditutup batu dan dijaga ketat oleh pasukan
siapa yang ngobati? kapan ngobatinya??
modal asal mangap

9. Marham Isa (salep Isa) yang terkenal itu dibuat dan dipakai untuk mengobati luka-luka Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, dan beliau as diurus serta dirawat oleh Yusuf Arimatea dan Nicodemus yang juga seorang yang sangat terpelajar dan anggota yang amat terhormat dari Ikatan Persaudaraan Essenes.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Paradise OK on Fri Jul 18, 2014 4:29 pm

Kisah penyaliban Yesus ada bukti tetulis di Injil, bahkan catatan sejarah sekuler di luar injilpun mencatat kisah itu. ada fakta di luar Alkitab dijadikan bukti/pembanding

dongeng muhammad saw tentang penyaliban Isa di alquran tidak ada catatan manapun dijadikan pembanding

Paradise OK
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2422
Kepercayaan : Protestan
Location : child thousand island
Join date : 26.02.14
Reputation : 7

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Kedunghalang on Sun Jul 20, 2014 2:37 pm

@Paradise OK wrote:Kisah penyaliban Yesus ada bukti tetulis di Injil, bahkan catatan sejarah sekuler di luar injilpun mencatat kisah itu. ada fakta di luar Alkitab dijadikan bukti/pembanding

dongeng muhammad saw tentang penyaliban Isa di alquran tidak ada catatan manapun dijadikan pembanding

Al Qur'an bukan novel, melainkan Kitab Suci, yang berisi firman Allah Tuhan Yang Menciptakan dan Memelihara sekalian alam dan segala isinya, dan yang penuh dengan hikmah. Al Qur'an membenarkan bahwa Nabi Isa as itu dipaku ditiang salib, tetapi Al Qur'an menolak jika Nabi Isa as mati disalib, karena Allah Tuhan Yang Maha Kuasa telah menyelamatkan seorang utusan-Nya kepada Bani Israil, yakni Nabi Isa as dari kematian di atas salib.  Al Qur'an juga mengisyaratkan bahwa Nabi Isa as wafat secara wajar (Ali Imran 3:144/145), dan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa menyelamatkan dan melindungi Nabi Isa as dan ibunya (Maryam) di daerah pegunungan yang tinggi, sebagaimana firman-Nya: Dan Kami jadikan Ibnu Maryam dan Ibunya suatu Tanda, dan Kami melindungi keduanya di suatu tempat yang tinggi, layak dihuni dan sumber mata air yang mengalir.(Al Mu'minun 23:50/51)
Penjelasan di atas bukan dongeng dari Nabi Muhammad saw, melainkan berdasarkan firman Allah yang Dia wahyukan kepada Nabi Muhammad saw (Ulangan 18:18).
Oleh sebab kematian Yesus, seperti pula kelahirannya, telah menjadi masalah yang banyak dipertentangkan, dan beberapa kekacauan pendapat dan keraguan masih tetap ada mengenai bagaimana dan di mana beliau as melampaukan hari-hari terakhir dalam kehidupan beliau as yang padat karya itu, dan oleh karena persoalan cara menemui ajal beliau as pun merupakan persoalan yang sangat penting bagi agama Kristen, maka pada tempatnya diberikan catatan yang agak lengkap mengenai persoalan yang penting tapi rumit ini. Al Qur'an dan Bible, dikuatkan oleh kenyataan-kenyataan sejarah yang telah siakui sahnya, memberi dukungan kuat kepada pandangan bahwa Yesus (Nabi Isa as) tidak wafat di atas salib. Dalil-dalil dan keterangan-keterangan berikut menunjang dan mendukung pernyataan itu.
Dalam bukunya “The Unknown Life of Yesus”, Nicholas Notovitch, seorang pengembara bangsa Rus, yang pernah melawat ke Timur Jauh pada kira-kira tahun 1877 menceriterakan, bahwa Isa as pernah datang ke Kashmir dan Afganistan. Sir Francir Younghusband, yang pada waktu Nicholas Notovitch mengunjungi Kashmir, adalah seorang penduduk berkebangsaan Inggris di istana Maharaja Kashmir, bertemu dengan dia di dekat Zojila Pass. Penyelidikan terbaru mengenai perjalanan-perjalanan Isa as di Timur, memberikan dukungan kuat kepada buku Notovitch. Professor Nicholus Roeroch dalam bukunya “Heart of Asia” mengatakan, “Di Srinagar kami mula-mula menemukan hikayat yang aneh sekitar kunjungan Yesus ke tempat itu. Kemudian kami melihat betapa tersebar-luas-nya di India, di Laddakh, dan Di Asia Tengah, hikayat mengenai kunjungan Yesus ke berbagai-bagai daerah itu. Di seluruh Asia Tengah, di Kashmir, di Laddakh, dan di Tibet, dan bahkan lebih ke utara lagi, masih terdapat kepercayaan yang kuat bahwa Yesus atau Isa berkeliling di daerah itu (“Glimpses of World History” oleh Yawaharlal Nehru).
Beberapa sarjana telah berlindung di belakang beberapa bagian yang samar pada buku Notovitch, untuk menyebutkan bahwa Yesus datang ke Timur sebelum dan bukan sesudah beliau mendapat tugas sebagai nabi/rasul Allah. Tetapi seorang anak yang berumur hanya 13 tahun atau 14 tahun seperti usia Yesus ketika datang ke India, tidak mungkin mempunyai gagasan melaksanakan suatu perjalanan panjang dan sulit ke tempat yang begitu jauh, dan dengan demikian menantang bahaya maut di tengah perjalanan. Hal apa yang mendorong Yesus pada usia yang semudah itu, datang ke India? Dan seandainya beliau sungguh datang ke India pada masa itu, kepentingan apakah yang mendorong orang-orang India dan Kashmir untuk memelihara catatan mengenai kegiatan-kegiatan dan pengembaraan-pengembaraan seorang anak yang berusia 13 atau 14 tahun? Kenyataan berdasarkan pada catatan-catatan sejarah ialah; bahwa sesudah beliau as di tolak oleh orang-orang kafir Yahudi, dan jiwa beliau as dalam keadaan bahaya di Palestina. Nabi Isa as meninggalkan negeri itu guna – memenuhi nubuat dalam Bible - yakni mencari “Sepuluh suku Bani Israil yang hilang” dan menempuh perjalanan jauh dan berbahaya ke India dan Kashmir dan menjalani suatu kehidupan yang penuh peristiwa-peristiwa, sampai mencapai usia yang amat tua yaitu 120 tahun (Kanz al-Ummal, jilid 6).
Saat itulah catatan-catatan mengenai kegiatan-kegiatan Nabi Isa as mulai disimpan. “Sepuluh suku Bani Israil yang hilang” itu, sesudah mereka dicerai-beraikan oleh bangsa-bangsa Assiria dan Babilonia, dan telah menetap di Irak dan Iran; dan kemudian ketika orang-orang Iran di bawah Darius dan Sirus meluaskan daerah jajahannya lebih jauh lagi ke timur, ialah ke Afghanistan dan India, maka suku-suku itu berhijrah bersama-sama dengan mereka ke negeri-negeri tersebut.
Orang-orang Kashmir dan Afghan adalah keturunan “Sepuluh Suku Nabi Israil yang Hilang”. Kenyataan ini nampak jelas dari riwayat, sejarah, dan catatan tertulis mengenai dua kaum tersebut. Nama kota-kota dan kabilah-kabilah mereka, bentuk badan mereka, dan sebagainya, semuanya menyerupai orang-orang Yahudi. Barang-barang pusaka mereka dan prasasti-prasasti kuno mereka menyokong pandangan itu. Ceritera-ceritera rakyatnya penuh dengan kisah-kisah yang berbau Yahudi. Nama Kashmir sendiri sebenarnya Kasyir yang berarti “seperti Siria” (atau nampaknya nama Kasyir itu diambil dari Kasyi atau Kusy, seorang cucu Nabi Nuh as) Semua kenyataan-kenyataan memberi kepastian kepada pandangan bahwa Afghan dan Kashmir sebagaian besar adalah keturunan “Sepuluh Suku Bani Israil yang Hilang” itu.
Bukti-bukti tersebut cukup menjadi saksi untuk menunjukkan kenyataan, bahwa Nabi Isa as sungguh-sungguh datang ke Kashmir dan orang-orang Kashmir adalah keturunan “Sepuluh Suku Bani Israil yang Hilang” itu. Tetapi bukti terbesar dan paling terang mengenai kedatangan beliau as ke Kashmir dan telah tinggal dan wafat di sana, ialah adanya kuburan beliau as di desa Khanyar, Srinagar, tinggal dan wafat di sana, ialah adanya kuburan yang disebut Rauzabal itu, dikenal dengan berbagai sebutan, ialah, kuburan Yus Asaf, kuburan Nabi Sahib (Baginda Nabi), kuburan Syahzadah Nabi (Nabi Pangeran), dan bahkan kuburan Isa Sahib (Baginda Isa). Menurut penuturan sejarah yang telah terbukti sahnya. Yus Asaf datang ke Kashmir lebih dari 1900 tahun lampau dan mengajar dengan memakai tamsil-tamsil dan mempergunakan banyak tamsil-tamsil yang tercantum dalam Injil. Tambahan pula, Yus Asaf itu suatu nama dalam Bible, yang berarti “Yasu“ yang artinya “pengumpul”, yang merupakan salah satu nama sifat Yesus as, sebab tugas beliau as ialah mengumpulkan suku-suku Bani Israil yang telah hilang kepangkuan Majikannya, sebagaimana beliau sendiri katakan, “Ada lagi padaKu domba lain, yang bukan masuk kandang domba ini; maka sekalian itu juga wajib aku bawa, dan domba-domba itu kelak mendengar akan seruanku, lalu akan menjadi sekawan, dan gembala seorang sahaja” (Injil Yahya 10:16).
Kutipan-kutipan yang bernilai sejarah seperti berikut, memberi juga sedikit pernjelasan mengenai masalah ini;
“Makam itu pula umumnya dikenal sebagai makam seorang nabi. Beliau as seorang pangeran yang datang ke Kashmir dari sebuah negeri asing dan giat dalam mengajar orang-orang Kashmir. Namanya Yus Asaf (Tarikh A’zhami hlm. 82-85) ………”

“Yus Asaf mengembara di beberapa negeri, hingga beliau tiba di sebuah negeri yang disebut Kashmir. Beliau menjelajahi seluruh negeri tersebut, dan tinggal di sana hingga beliau wafat” (Ikmal ad-Din, hlm. 258 – 359) ……………..

“Hikayat Kashmir itu --- demikian diberitahukan kepada saya – menyebutkan seorang nabi yang tinggal di sana dan memberikan pelajaran seperti dilakukan oleh Yesus dengan tamsil-tamsil dan kisah-kisah pendek, yang sampai saat ini dituturkan orang di Kashmir” (John Noel’s Article in Asia, Oct. 1930) ……………..

“Oleh sebab itu kepergian Nabi Isa as ke India dan wafat di Srinagar, tidak bertentangan dengan kebenaran, baik dari segi akal atau sejarah” (Tafsir al-Manar, jilid 6).
Tetapi kupasan yang lebih baik dan lebih lengkap mengenai masalah ini lihat buku “Masih Hindustan Mein” dikarang oleh HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau’ud) as. Lihat pula buku terkenal bernama “Nazarene Gospel Restored,” yang pengarangnya berpendapat, bahwa Yesus masih hidup selama dua puluh tahun sesudah kebangkitannya kembali.
Tidak mungkin ada lukisan lebih bagus, mengenai tempat di mana sesudah beliau as terhindar dari kematian terkutik di atas salib, Nabi isa as dan ibunda beliau as tinggal dengan aman-sentosa dan pulang ke rahmatullah, daripada yang diberikan oleh Al Qur'an, dalam kata-kata, “tanah yang tinggi dengan lembah-lembah hijau dan sumber-sumber air yang mengalir” yang merupakan lukisan yang sangat tepat mengenai Lembah Kashmir yang indah itu. Nicholas Notovitch menamakan Kashmir “Lembah Kebahagian Abadi”.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Pancen Bejo on Sun Jul 20, 2014 3:30 pm

Kitab Perjanjian Lama nubuat nabi YESAYA.
.
Yesaya
53:1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
.
53:2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
.
53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
.
53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
.
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
.
53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
.
53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
.
53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
.
53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
.
53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
.
53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
.
53:12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
avatar
Pancen Bejo
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Female
Posts : 65
Kepercayaan : Protestan
Location : Semarang
Join date : 03.07.14
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Pancen Bejo on Sun Jul 20, 2014 3:31 pm

Kitab Perjanjian Lama Nubuat nabi YESAYA.
.
Yesaya
53:1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
.
53:2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
.
53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
.
53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
.
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
.
53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
.
53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
.
53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
.
53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
.
53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
.
53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
.
53:12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
avatar
Pancen Bejo
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Female
Posts : 65
Kepercayaan : Protestan
Location : Semarang
Join date : 03.07.14
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Paradise OK on Sun Jul 20, 2014 4:33 pm

@Kedunghalang wrote:
@Paradise OK wrote:Kisah penyaliban Yesus ada bukti tetulis di Injil, bahkan catatan sejarah sekuler di luar injilpun mencatat kisah itu. ada fakta di luar Alkitab dijadikan bukti/pembanding

dongeng muhammad saw tentang penyaliban Isa di alquran tidak ada catatan manapun dijadikan pembanding

Al Qur'an bukan novel, melainkan Kitab Suci, yang berisi firman Allah Tuhan Yang Menciptakan dan Memelihara sekalian alam dan segala isinya, dan yang penuh dengan hikmah. Al Qur'an membenarkan bahwa Nabi Isa as itu dipaku ditiang salib, tetapi Al Qur'an menolak jika Nabi Isa as mati disalib, karena Allah Tuhan Yang Maha Kuasa telah menyelamatkan seorang utusan-Nya kepada Bani Israil, yakni Nabi Isa as dari kematian di atas salib.  Al Qur'an juga mengisyaratkan bahwa Nabi Isa as wafat secara wajar (Ali Imran 3:144/145), dan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa menyelamatkan dan melindungi Nabi Isa as dan ibunya (Maryam) di daerah pegunungan yang tinggi, sebagaimana firman-Nya: Dan Kami jadikan Ibnu Maryam dan Ibunya suatu Tanda, dan Kami melindungi keduanya di suatu tempat yang tinggi, layak dihuni dan sumber mata air yang mengalir.(Al Mu'minun 23:50/51)
Penjelasan di atas bukan dongeng dari Nabi Muhammad saw, melainkan berdasarkan firman Allah yang Dia wahyukan kepada Nabi Muhammad saw (Ulangan 18:18).
Oleh sebab kematian Yesus, seperti pula kelahirannya, telah menjadi masalah yang banyak dipertentangkan, dan beberapa kekacauan pendapat dan keraguan masih tetap ada mengenai bagaimana dan di mana beliau as melampaukan hari-hari terakhir dalam kehidupan beliau as yang padat karya itu, dan oleh karena persoalan cara menemui ajal beliau as pun merupakan persoalan yang sangat penting bagi agama Kristen, maka pada tempatnya diberikan catatan yang agak lengkap mengenai persoalan yang penting tapi rumit ini. Al Qur'an dan Bible, dikuatkan oleh kenyataan-kenyataan sejarah yang telah siakui sahnya, memberi dukungan kuat kepada pandangan bahwa Yesus (Nabi Isa as) tidak wafat di atas salib. Dalil-dalil dan keterangan-keterangan berikut menunjang dan mendukung pernyataan itu.
Dalam bukunya “The Unknown Life of Yesus”, Nicholas Notovitch, seorang pengembara bangsa Rus, yang pernah melawat ke Timur Jauh pada kira-kira tahun 1877 menceriterakan, bahwa Isa as pernah datang ke Kashmir dan Afganistan. Sir Francir Younghusband, yang pada waktu Nicholas Notovitch mengunjungi Kashmir, adalah seorang penduduk berkebangsaan Inggris di istana Maharaja Kashmir, bertemu dengan dia di dekat Zojila Pass. Penyelidikan terbaru mengenai perjalanan-perjalanan Isa as di Timur, memberikan dukungan kuat kepada buku Notovitch. Professor Nicholus Roeroch dalam bukunya “Heart of Asia” mengatakan, “Di Srinagar kami mula-mula menemukan hikayat yang aneh sekitar kunjungan Yesus ke tempat itu. Kemudian kami melihat betapa tersebar-luas-nya di India, di Laddakh, dan Di Asia Tengah, hikayat mengenai kunjungan Yesus ke berbagai-bagai daerah itu. Di seluruh Asia Tengah, di Kashmir, di Laddakh, dan di Tibet, dan bahkan lebih ke utara lagi, masih terdapat kepercayaan yang kuat bahwa Yesus atau Isa berkeliling di daerah itu (“Glimpses of World History” oleh Yawaharlal Nehru).
Beberapa sarjana telah berlindung di belakang beberapa bagian yang samar pada buku Notovitch, untuk menyebutkan bahwa Yesus datang ke Timur sebelum dan bukan sesudah beliau mendapat tugas sebagai nabi/rasul Allah. Tetapi seorang anak yang berumur hanya 13 tahun atau 14 tahun seperti usia Yesus ketika datang ke India, tidak mungkin mempunyai gagasan melaksanakan suatu perjalanan panjang dan sulit ke tempat yang begitu jauh, dan dengan demikian menantang bahaya maut di tengah perjalanan. Hal apa yang mendorong Yesus pada usia yang semudah itu, datang ke India? Dan seandainya beliau sungguh datang ke India pada masa itu, kepentingan apakah yang mendorong orang-orang India dan Kashmir untuk memelihara catatan mengenai kegiatan-kegiatan dan pengembaraan-pengembaraan seorang anak yang berusia 13 atau 14 tahun? Kenyataan berdasarkan pada catatan-catatan sejarah ialah; bahwa sesudah beliau as di tolak oleh orang-orang kafir Yahudi, dan jiwa beliau as dalam keadaan bahaya di Palestina. Nabi Isa as meninggalkan negeri itu guna – memenuhi nubuat dalam Bible - yakni mencari “Sepuluh suku Bani Israil yang hilang” dan menempuh perjalanan jauh dan berbahaya ke India dan Kashmir dan menjalani suatu kehidupan yang penuh peristiwa-peristiwa, sampai mencapai usia yang amat tua yaitu 120 tahun (Kanz al-Ummal, jilid 6).
Saat itulah catatan-catatan mengenai kegiatan-kegiatan Nabi Isa as mulai disimpan. “Sepuluh suku Bani Israil yang hilang” itu, sesudah mereka dicerai-beraikan oleh bangsa-bangsa Assiria dan Babilonia, dan telah menetap di Irak dan Iran; dan kemudian ketika orang-orang Iran di bawah Darius dan Sirus meluaskan daerah jajahannya lebih jauh lagi ke timur, ialah ke Afghanistan dan India, maka suku-suku itu berhijrah bersama-sama dengan mereka ke negeri-negeri tersebut.
Orang-orang Kashmir dan Afghan adalah keturunan “Sepuluh Suku Nabi Israil yang Hilang”. Kenyataan ini nampak jelas dari riwayat, sejarah, dan catatan tertulis mengenai dua kaum tersebut. Nama kota-kota dan kabilah-kabilah mereka, bentuk badan mereka, dan sebagainya, semuanya menyerupai orang-orang Yahudi. Barang-barang pusaka mereka dan prasasti-prasasti kuno mereka menyokong pandangan itu. Ceritera-ceritera rakyatnya penuh dengan kisah-kisah yang berbau Yahudi. Nama Kashmir sendiri sebenarnya Kasyir yang berarti “seperti Siria” (atau nampaknya nama Kasyir itu diambil dari Kasyi atau Kusy, seorang cucu Nabi Nuh as) Semua kenyataan-kenyataan memberi kepastian kepada pandangan bahwa Afghan dan Kashmir sebagaian besar adalah keturunan “Sepuluh Suku Bani Israil yang Hilang” itu.
Bukti-bukti tersebut cukup menjadi saksi untuk menunjukkan kenyataan, bahwa Nabi Isa as sungguh-sungguh datang ke Kashmir dan orang-orang Kashmir adalah keturunan “Sepuluh Suku Bani Israil yang Hilang” itu. Tetapi bukti terbesar dan paling terang mengenai kedatangan beliau as ke Kashmir dan telah tinggal dan wafat di sana, ialah adanya kuburan beliau as di desa Khanyar, Srinagar, tinggal dan wafat di sana, ialah adanya kuburan yang disebut Rauzabal itu, dikenal dengan berbagai sebutan, ialah, kuburan Yus Asaf, kuburan Nabi Sahib (Baginda Nabi), kuburan Syahzadah Nabi (Nabi Pangeran), dan bahkan kuburan Isa Sahib (Baginda Isa). Menurut penuturan sejarah yang telah terbukti sahnya. Yus Asaf datang ke Kashmir lebih dari 1900 tahun lampau dan mengajar dengan memakai tamsil-tamsil dan mempergunakan banyak tamsil-tamsil yang tercantum dalam Injil. Tambahan pula, Yus Asaf itu suatu nama dalam Bible, yang berarti “Yasu“ yang artinya “pengumpul”, yang merupakan salah satu nama sifat Yesus as, sebab tugas beliau as ialah mengumpulkan suku-suku Bani Israil yang telah hilang kepangkuan Majikannya, sebagaimana beliau sendiri katakan, “Ada lagi padaKu domba lain, yang bukan masuk kandang domba ini; maka sekalian itu juga wajib aku bawa, dan domba-domba itu kelak mendengar akan seruanku, lalu akan menjadi sekawan, dan gembala seorang sahaja” (Injil Yahya 10:16).
Kutipan-kutipan yang bernilai sejarah seperti berikut, memberi juga sedikit pernjelasan mengenai masalah ini;
“Makam itu pula umumnya dikenal sebagai makam seorang nabi. Beliau as seorang pangeran yang datang ke Kashmir dari sebuah negeri asing dan giat dalam mengajar orang-orang Kashmir. Namanya Yus Asaf (Tarikh A’zhami hlm. 82-85) ………”

“Yus Asaf mengembara di beberapa negeri, hingga beliau tiba di sebuah negeri yang disebut Kashmir. Beliau menjelajahi seluruh negeri tersebut, dan tinggal di sana hingga beliau wafat” (Ikmal ad-Din, hlm. 258 – 359) ……………..

“Hikayat Kashmir itu --- demikian diberitahukan kepada saya –menyebutkan seorang nabi yang tinggal di sana dan memberikan pelajaran seperti dilakukan oleh Yesus dengan tamsil-tamsil dan kisah-kisah pendek, yang sampai saat ini dituturkan orang di Kashmir” (John Noel’s Article in Asia, Oct. 1930) ……………..

“Oleh sebab itu kepergian Nabi Isa as ke India dan wafat di Srinagar, tidak bertentangan dengan kebenaran, baik dari segi akal atau sejarah” (Tafsir al-Manar, jilid 6).
Tetapi kupasan yang lebih baik dan lebih lengkap mengenai masalah ini lihat buku “Masih Hindustan Mein” dikarang oleh HMG Ahmad (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau’ud) as. Lihat pula buku terkenal bernama “Nazarene Gospel Restored,” yang pengarangnya berpendapat, bahwa Yesus masih hidup selama dua puluh tahun sesudah kebangkitannya kembali.
Tidak mungkin ada lukisan lebih bagus, mengenai tempat di mana sesudah beliau as terhindar dari kematian terkutik di atas salib, Nabi isa as dan ibunda beliau as tinggal dengan aman-sentosa dan pulang ke rahmatullah, daripada yang diberikan oleh Al Qur'an, dalam kata-kata, “tanah yang tinggi dengan lembah-lembah hijau dan sumber-sumber air yang mengalir” yang merupakan lukisan yang sangat tepat mengenai Lembah Kashmir yang indah itu. Nicholas Notovitch menamakan Kashmir “Lembah Kebahagian Abadi”.

hari gini msh ada orang sedang bermimpi dengan informasi hoax krn bersumber kajian Ahmadiah yang TIDAK PAHAM dengan Kisah Yesus
- mana catatan sejarah tertua di Khasmir yg mendongeng kisah isa ?
- mana bukti kuburan isa diperkuat dengan penemuan arkeologi di Srinagar ?
dan
mana tamsil-tamsil dan kisah-kisah pendek nabi SILUMAN di Khasmir seperti yang diajarkan Yesus, yang sampai saat ini dituturkan orang di Kashmir ?


Paradise OK
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2422
Kepercayaan : Protestan
Location : child thousand island
Join date : 26.02.14
Reputation : 7

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Kedunghalang on Mon Jul 21, 2014 4:21 am

@Paradise OK wrote:
hari gini msh ada orang sedang bermimpi dengan informasi hoax krn bersumber kajian Ahmadiah yang TIDAK PAHAM dengan Kisah Yesus
- mana catatan sejarah tertua di Khasmir yg mendongeng kisah isa ?
- mana bukti kuburan isa diperkuat dengan penemuan arkeologi di Srinagar ?
dan
mana tamsil-tamsil dan kisah-kisah pendek nabi SILUMAN di Khasmir seperti yang diajarkan Yesus, yang sampai saat ini dituturkan orang di Kashmir ?

Sesungguhnya, bagi kami firman Allah dalam Al Qur'an sudah cukup sebagai bukti bahwa Nabi Isa as SUDAH WAFAT DENGAN WAJAR (Ali Imran 3:144/145) DALAM USIA 120 TAHUN (Kanzul Ummal), setelah diselamatkan Allah dari peristiwa penyaliban dan dilindungi-Nya di suatu tempat, yakni pegunungan, yang tinggi (Al Mu'minun 23:50/51), setelah berhasil menemui dan mengajarkan Injil kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel, hingga wafatnya dan jasadnya dikuburkan di Kashmir. Sedangkan bukti tetulis di dalam Injil, bahkan catatan sejarah sekuler yang merupakan fakta di luar Kitab Injil yang dapat dijadikan bukti/pembanding, sebagaimana telah saya uraikan atas permintaan anda, hanyalah bukti pendukung kebenaran firman Allah dalam Al Qur'an.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by SEGOROWEDI on Mon Jul 21, 2014 7:14 am

@Kedunghalang wrote:
9. Marham Isa (salep Isa) yang terkenal itu dibuat dan dipakai untuk mengobati luka-luka Nabi Isa Al Masih (Yesus Kristus) as, dan beliau as diurus serta dirawat oleh Yusuf Arimatea dan Nicodemus yang juga seorang yang sangat terpelajar dan anggota yang amat terhormat dari Ikatan Persaudaraan Essenes.

yang dilakukan YA itu merempahi mayat..
setelah itu dikubur, kubur ditutup batu, lalu kubur dijaga ketat aparat
siapa dan kapan yang datang mengobati??? jangan asal mangap!
baca apa yang kemudian terjadi, jangan asal mangap!!

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by SEGOROWEDI on Mon Jul 21, 2014 7:20 am

@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
Disalib = Digantung di tiang salib sampai mati
Yesus tidak mati disalib = Yesus digantung di tiang salib, tetapi tidak sampai mati, sehingga Doktrin Penebusan Dosa GUGUR.

kalau disalib saja tidak
ya gak perlu cuap-cuap tidak mati disalib

Yesus tidak mati disalib = Yesus digantung di tiang salib, tetapi tidak sampai mati, sehingga jelas dipahami oleh orang-orang Kristen bahwa Doktrin Penebusan Dosa GUGUR.

nabrak ini dong:
Disalib = Digantung di tiang salib sampai mati

Apanya yang nabrak, wong Yesus tidak mati disalib.

bukan disalib dong namanya kalau tidak sampai mati..
baca definisimu sendiri!

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by SEGOROWEDI on Mon Jul 21, 2014 7:25 am

@Kedunghalang wrote:
Sesungguhnya, bagi kami firman Allah dalam Al Qur'an sudah cukup sebagai bukti bahwa Nabi Isa as SUDAH WAFAT DENGAN WAJAR (Ali Imran 3:144/145) DALAM USIA 120 TAHUN (Kanzul Ummal), setelah diselamatkan Allah dari peristiwa penyaliban dan dilindungi-Nya di suatu tempat, yakni pegunungan, yang tinggi (Al Mu'minun 23:50/51), setelah berhasil menemui dan mengajarkan Injil kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel, hingga wafatnya dan jasadnya dikuburkan di Kashmir.  Sedangkan bukti tetulis di dalam Injil, bahkan catatan sejarah sekuler yang merupakan fakta di luar Kitab Injil yang dapat dijadikan bukti/pembanding, sebagaimana telah saya uraikan atas permintaan anda, hanyalah bukti pendukung kebenaran firman Allah dalam Al Qur'an.

mana mafat wajarnnya?
mana ayat bilang mati umur 120 tahun?
mana kashmirnya??

bicara Yesus dasarnya Alkitab/Injil
bicara isa dasarnya alquran

gak bisa asal ada orang mangap dijadikan dasar iman
asal ada mitos dijadikan dasar iman

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Ketidakpastian Penyaliban Yesus

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 7 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik