FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Haiyaaa, Chinese mo diKristenin pake gathuk2an hurup & budaya China ama cerita Alkitab waaa

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Haiyaaa, Chinese mo diKristenin pake gathuk2an hurup & budaya China ama cerita Alkitab waaa

Post by Penyaran on Tue Mar 12, 2013 8:17 pm

God in Ancient China part 1

Ni hao. Now I will tel you the truth, how I get the revelation of the word “Fu” which is discussed in the last post. Thought this is the real “Fu” :D

It’s all from these.


Yep, that’s it. Tenang, di atas itu bukan jebakan betmen, tapi video rekaman khotbah dari Pastor Kong Hee (right), Gembala City Harvest Church Singapore, dibantu seorang translator English-Chinese sekaligus ahli sastra China kuno, which is Mbak Fu Lulu (left). Direkam beberapa saat sebelum dan sesudah Imlek tahun Kerbau (tahun 2009) dalam sebuah ibadah di gereja itu. Okay, now we will have the blast.



Gue mulai dari video part one. Video ini lebih membahas latar belakang, sejarah bangsa Tionghoa dan kaitannya dengan kisah Alkitab mula-mula. Dimulai dari kisah Penciptaan, Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, pembunuhan Habel oleh Kain. peristiwa banjir bandang dan Bahtera Nuh, menara Babel dan terseraknya anak cucu Nuh (termasuk orang Chinese) ke seluruh dunia, sampai tradisi korban domba di atas mezbah bahkan nubuat akan kedatangan “Anak Domba yang terutama” pun secara ajaib direkam oleh aksara China. Ya, aksara China merupakan gabungan dari beberapa simbol gambar yang mirip dengan aslinya dan digabungkan membentuk satu arti baru dan apabila diruntutkan, maka huruf tersebut menceritakan kisah-kisah di atas.

Mulai dari Tuhannya orang Chinese mula2 yang awalnya kita kira “politheis” atau “animisme”, dan ternyata berdasarkan manuskrip kuno mereka menyembah satu Tuhan (monotheis) saja yang bernama “Shang Di /Shang Tian” dengan karakter yang sama persis dengan Tuhan (YHWH) dalam Perjanjian Lama. Selanjutnya, dari kisah penciptaan, beberapa kata dalam bahasa China ternyata menceritakan kisah penciptaan, seperti “Create-Zao” , “Blessing-Fu” , “Garden-Yuan” , lalu penciptaan adam dan hawa dan jatuhnya mereka dalam dosa, “to Forbid-jin” , “Tempter-mo” , “Devil-Gui”, “Greed-Lan”, “Worry-kun” , “Sin-zui” “Naked-luo”, “to Hide-duo” dan “Guilt-kui”. Semua simbol-simbol dalam hurufnya menceritakan kisah2 itu. Watch the video to get amazed.

Okay, this will be so exciting. Lanjut ke kisah kriminalitas pertama, kisah Kain dan Habel. So, can you compare the “Brother” and “Murder” in Chinese?



Realized it. Keduanya punya bentuk yang mirip kan? Namun di kata “Murder” ada tanda “X” yang mengganti kepala “Brother”. You know what’s that?



Ta-da. Gen 4:15, But the LORD said to him, “Not so; if anyone kills Cain , he will suffer vengeance seven times over.” Then the LORD put a mark on Cain so that no one who found him would kill him. That’s it! The “X” is the mark of Cain. Wow, it’s recorded in Chinese letter, you see that?

Haha, don’t be amazingly shocked first. Sekarang kita ke Banjir Besar dan Bahtera Nuh, Gen 7:7 And Noah and his sons and his wife and his sons’ wives entered the ark to escape the waters of the flood. What’s the Chinese for “ark” or “big boat”?




Well, ada “boat”, “eight”, dan “mouth”. Wait, why eight? Gimana bisa ada angka 8 dalam kata perahu? Dan penyebabnya adalah... ada 8 orang dalam perahu itu: Nuh (1), istrinya, tiga anaknya-Sem, Ham, Yafet (3) dan tiga istri anaknya (3). Jadi 1 + 1 + 3 + 3 = 8 orang dalam bahtera. Awesome, huh?

Selanjutnya di kisah Menara Babel, dijelaskan arti kata “Tower-Ta” , “Confusion-Luan” , “Scatter-Fen San” yang terdiri dari “Fen-Divide” dan “San-Dispel” , “Migrate-qian”. Watch it, it’so great.

Sekarang, kita mulai masuk ke bagian yang terpenting, tradisi penyembahan Shang Di oleh orang China waktu dulu, dan ternyata mereka sama seperti orang Israel-melakukan “Blood Sacrifice”, menyembelih sapi atau domba untuk dipersembahkan kepada Shang Di. Take a look at the word “Sacrifice” in Chinese.



Okay. Gimana bisa ada sapi sama domba dalam kata “pengorbanan”? Sama persis dengan tradisi orang Israel dalam mengorbankan sapi/domba di atas mezbah. Juga dalam huruf “Gao Yang” dijelaskan “domba” ditaruh di atas “api”. Selanjutnya, darah, “Blood-xie” hewan itu diambil dan ditaruh di sebuah baki (khusus yang ini lebih baik lihat videonya ya!)

Dan akhirnya kita tahu kalau “Jesus Christ” is the “Ultimate Lamb of God”, which gives us the “Righteousness-Yi”. Look at this:



Yes, Lamb over me. Jesus over me, so my sins are washed away. Tapi huruf ini juga menubuatkan peristiwa agung di Golgota:



Ingat ketika lambung Tuhan Yesus ditombak oleh perwira Romawi di Golgota? Ternyata kejadian ini telah dinubuatkan dalam kata “kebenaran”. Dan coba kita padankan ini – tidak ada dalam video, dari gue sendiri – kata “me-saya” dipadankan dengan “hand-tangan” dan “pierce-menikam, menombak”. Itu berarti “Saya, dengan segala dosa saya, telah menikam sang Anak Domba dengan tangan saya sendiri, dan sang Domba rela menanggung atas semua dosa saya, sehingga saya memperoleh Kebenaran.” Luar biasa!



Kata “Righteousness-Yi” sendiri ada dua versi, satu yang di atas, dan satu versi sederhana. Bahkan versi sederhana ini pun sangat fantastis:



The Blood on the cross. Got it? Halleluya! Bahkan Orang China kuno pun telah menubuatkan dan mengharapkan kedatangan Domba Allah yang akan mati di kayu salib, ditikam di lambungnya, dan darahnya menjadi korban penebusan dosa kita.

John 3:16, “For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life.” The Chinese word for “Eternal-yong” in ancient and todays writing:



Yang sebelah kiri mengatakan, “When the Lamb comes, He will wash you like water all your sins away.” Dan yang kanan mengatakan, “When the blood comes, He will wash you like water, and all your sins will be washed as white as snow.”

Now, Roman 10:9 says, That if you confess with your mouth, “Jesus is Lord,” and believe in your heart that God raised him from the dead, you will be saved. Faith in Chinese is:



“When a man uses his mouth to confess, and the confession will bring to faith, that will lead to grace, that will lead to salvation.”

So what are you waiting for? Let’s have a faith in Him! :D

http://fransosphere.blogspot.com/2012/01/god-in-ancient-china-part-1.html

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Haiyaaa, Chinese mo diKristenin pake gathuk2an hurup & budaya China ama cerita Alkitab waaa

Post by Penyaran on Tue Mar 12, 2013 8:30 pm

God in Ancient China part 2

Ni hao. Now we will discuss the second part of God in Ancient China, which continue the last post.

Haven’t watch the video? Click to get it! (use IDM to get it faster from Youtube)


So, where were we? Okay. Jadi video kedua lebih membahas tentang sejarah pengenalan bangsa China atas Tuhan yang sama dengan Tuhan dalam Alkitab. Untuk mempermudah, gue akan membagi ulasan Pastor Kong Hee ini dalam beberapa point. Enjoy and be blessed :D

1. Knowing the Singular Supreme God


Video ini diawali dengan sebuah pertanyaan besar, “Apa , atau siapa yang disembah oleh bangsa China kuno sebelum kedatangan agama2 besar di sana, seperti Taoisme, Konghucu, dan Buddha?” Taoisme lahir 6 abad sebelum Masehi, Konghucu dan Buddha 5 abad sebelum Masehi. Berdasarkan sejarah bangsa China yang ada, peradaban China dimulai 2500 tahun sebelum Masehi.Sekarang kita di tahun 2012, lantas apa atau siapa yang disembah oleh bangsa China 4500 tahun yang lalu? Ternyata berdasarkan data historikal yang ada di museum-museum dan manuskrip kuno dinasti-dinasti terdahulu, bangsa China menyembah satu Tuhan saja, yang dipanggil sebagai “Shang Di”. Nama Shang Di disebut sebanyak 170 kali dalam kesusastraan China, sehingga karakternya dapat terlihat dengan jelas. Karakter ini seperti Maha Kuasa, tidak punya bandingan (satu), Maha Kuat, Maha Ada, bahkan sebagai “God of Love”, yang juga dimiliki oleh Allah Perjanjian Lama. “Shang Di” juga diimani menguasai semuanya elemen, angin, air, api, bahkan panen (harvest), persis seperti karakter Allah dalam Perjanjian Lama. Ya, Shang Di sangat mirip dan mengarah kepada El-Elion, Allah Israel.

2. Building for Worshipping The Shang Di



Selanjutnya pembahasan beralih ke satu kuil besar di Beijing yang dibangun pada tahun 1420 yang bernama Kuil Surga (Temple of Heaven), jauh lebih besar dari The Forbidden City, bahkan diakui sebagai kuil terbesar untuk pemujaan Tuhan yang tunggal (monotheisme). Akhir2 ini kuil ini dianggap sebagai kuil Taoisme, namun jika dilihat lebih jauh, pembangunan Temple of Heaven ini ditujukan pada Shang Di ribuan tahun yang lalu, dibuktikan dengan sama sekali tidak adanya patung ataupun gambar dewa-dewi di dalamnya. Begitu juga dengan patung ataupun gambar dari Shang Di sendiri. Sesuai dengan Hukum Taurat (Sepuluh Perintah Allah) pada Perintah Pertama dan Kedua untuk tidak membuat patung ataupun gambar dari Allah Elohim dalam bentuk apapun.

3. The Sacrifice



Di dalam Temple of Heaven sendiri terdapat Altar of Heaven, yakni sebagai tempat mempersembahkan korban bakaran bagi Shang Di oleh ke-18 dinasti yang pernah di China. Altar ini terus berpindah, tergantung di mana ibukota kerajaan saat suatu dinasti memerintah. Bangsa China merupakan keturunan dari Sem, satu dari tiga anak Nuh. Juga Abraham adalah keturunan Sem, sehingga tradisi keturunan Abraham dengan bangsa China pun sangat mirip, yaitu tradisi penyembahan yang dilakukan Nuh setelah ia sekeluarga keluar dari bahtera: mendirikan altar, menyembelih hewan dan burung yang tak bercacat, dan mempersembahkannya sebagai korban bakaran bagi Tuhan. Bangsa China bermigrasi ke tanah China setelah bahasa mereka dikacaukan saat peristiwa menara Babel, lalu bangsa China pergi ke timur dan menetap di tempat yang kita kenal sebagai China sekarang. Mereka masih meneruskan ritual korban bakaran yang dilakukan oleh leluhur mereka, Nuh. Juga Kaisar pertama China, Huang Di, diketahui juga mempersembahkan korban bakaran bagi Shang Di di atas gunung Tai Shan.

Tradisi penyembahan ini juga berlanjut sampai ke dinasti selanjutnya, dalam sebuah upacara bernama “Border Sacrifice” yang juga diakui oleh Konghucu sebagai upacara utama. Langkah-langkah upacaranya sangat mirip dengan cara umat perjanjian lama mempersembahkan korban bakaran. Yang pertama, hewan yang akan dipersembahkan haruslah sulung, tanpa cacat, dan harus bersih. Persis seperti yang diberikan Habel, peristiwa yang mereka kenang. Yang kedua, tiga hari sebelum upacara, Kaisar melakukan penyucian diri dengan ‘mencari’ Shang Di. Yang ketiga, sehari sebelum upacara, Kaisar mencuci tangannya dalam sebuah baki sambil menghadap satu gulungan suci yang bertuliskan “Huang Tian Shang Di” yang merupakan gelar tertinggi Tuhan bagi bangsa China. Lalu Kaisar sujud menyembah Shang Di. Yang keempat, saat hari upacara tiba, Kaisar bangun pagi2, dia mencuci muka dan tangan dalam sebuah baki emas seperti para imam dalam perjanjian lama. Setelah itu korban dibakar dan mereka menyanyikan pujian, seperti Ibadah Kristen sekarang. Isi dari lagunya menceritakan kisah2 yang mirip kisah2 di kitab Kejadian dan mereka menyanyikan minimal 12 lagu. Lagu2 ini dapat ditemui dari manuskrip2 kuno China (lengkapnya bisa dilihat di video). Satu yang menarik, dalam satu lagu pujian mereka dikatakan, “Kau telah berjanji, O Di, untuk mendengar kami, karena Kau Bapa kami..” Ya, hanya Tuhan dalam Alkitab yang mengizinkan dirinya dipanggil sebagai Ayah/Bapa oleh mereka yang percaya kepadaNya.

Selanjutnya, lihat video ya.. bagian ini puanjang buanget buat diceritain. Haha.

4. True Lamb is Coming

Akhirnya Korban Sejati datang ke dunia untuk menebus dosa dunia. Dan kita tahu kalau titik-titik penting dalam kehidupan Tuhan Yesus berkaitan dengan alam semesta, seperti bintang besar saat kelahirannya dan kegelapan saat kematiannya. Jika hal ini terjadi secara global, seharusnya kejadian ini tercatat dalam manuskrip di belahan dunia lain, termasuk di China dengan kemampuan astronomi yang mengagumkan. Dan ternyata benar. Bintang besar yang diikuti oleh orang Majus dari timur itu dicatat sebagai “Sebuah Komet yang tampak lebih dari 70 hari dari rasi bintang Altair, pada dinasti Han tahun kedua Jian Ping bulan kedua” jika ditarik dalam sejarah mendekati waktu kelahiran Tuhan Yesus (4-3 SM). Dicatat juga bahwa bintang ini sebagai pertanda dimulainya tahun yang baru, bulan yang baru, dan hari yang baru. 70 hari, wajar kalau orang majus bisa mengikuti bintang itu, haha. Dalam manuskrip lain juga dijelaskan bahwa bintang Altair sendiri merupakan pilar surga, dan berarti korban yang sempurna. Ini berarti Surga telah mengirimkan satu Korban yang sempurna untuk dunia. Benar2 telah dinubuatkan, sekalipun bangsa China pada waktu itu tidak menyadarinya.

Selanjutnya kegelapan saat Tuhan Yesus disalibkan. Ada kegelapan selama 3 jam (jam 12-3 sore) dan semuanya terekam dalam sejarah astronomi China. Dijelaskan bahwa terjadi gerhana matahari pada hari yang kira2 mendekati waktu penyaliban (kira tahun 31), dan Kaisar menghentikan semua kegiatan militer dan bisnis selama 5 hari sambil menyerukan, “Karakterku yang buruk menyebabkan bencana ini, bahwa matahari dan bulan bersatu.” Dalam dokumen yang sama juga terdapat manuskrip, “Yin dan yang bertukar, dan matahari dan bulan saling menutupi (gerhana). Dosa semua orang sekarang berada di atas satu orang. Pengampunan sekarang diserukan kepada semua yang ada di bawah surga.” Okay, yang ini sangat mirip sehingga membuat sebagian kalian mungkin tak percaya. Semua ini diambil dari buku “History of Latter Han Dynasty, Volume 1, Chronicles of Emperor Guang Wu, 7th year”. Dan semuanya benar, kalau dosa seluruh manusia ditanggungkan pada satu Orang, Yesus Kristus. So amazing!

Masih dalam seri dokumen yang sama, kira2 hari ketiga setelah kejadian itu tercatat bahwa ada pelangi bundar yang melingkari matahari. Hari yang kita tahu merupakan hari kebangkitan Tuhan Yesus dari maut. Yang ini memang tidak ada dalam alkitab, tapi seperti pelangi dalam kisah Nuh, pelangi di sini juga berarti “pendamaian”.

Wow. Bahkan semua peristiwa utama dalam kehidupan Tuhan Yesus pun direkam secara sempurna dalam manuskrip China. How Great Is Our God!

5. I bring “The Good News”!



Dan bagian akhir video ini menceritakan orang yang pertama kali menyadari semua keajaiban ini, dialah Pater Matteo Ricci, rahib Jesuit asal Italia (Jesuit merupakan ordo paling militan dalam Katolik), seorang hamba Tuhan yang super cerdas yang dulunya merupakan pengacara sekaligus ilmuwan yang terpanggil untuk menginjili. Ia pergi ke China, mempelajari budayanya bahkan lulus menyetarai ilmuwan terbaik China waktu itu. Dia mengajarkan budaya barat pada merekasambil mempelajari semua kebudayaan China. Ia pun terkejut karena ‘sesembahan’ China kuno yang ada dalam manuskrip sama persis dengan apa yang ada di dalam Alkitab, sehingga Pater Matteo Ricci pun mengambil kesimpulan, “Tuhan orang China sama dengan Tuhan dalam Alkitab, hanya berbeda dalam nama.”

Pater Matteo Ricci pun memperkenalkan budaya China ke dunia luar, menerjemahkan buku2 barat ke China dan sebaliknya, sekaligus menginjili sambil mengenakan pakaian rahib Konghucu atau Taoisme. Wow. Dan kemudian ada protes dari gereja Katolik dan lain sebagainya yang menyebabkan konflik sehingga penginjilan menjadi ‘mati’ di daratan China hingga saat ini.

Well, terlepas dari semua itu, inilah yang terjadi, kalau dari sekian banyak bukti ini dapat ditarik kesimpulan kalau ternyata Tuhannya orang China kuno itu sama dengan Tuhan dalam Alkitab. Mungkin gue tertarik buat bahas ini karena seperti orang Batak, orang China punya kecintaan yang ‘khusus’ pada leluhur mereka sehingga merasa bersalah jika harus meninggalkan kepercayaan leluhurnya. Tapi inilah faktanya (dan bukan opini lagi) kalau ternyata leluhur dari leluhur dari leluhur dari leluhur mereka justru menyembah Elohim, Allah dalam Alkitab, bahkan inkarnasiNya dalam Tuhan Yesus pun dinubuatkan bahkan dicatat dalam sejarah.

I’m just saying and explaining, karena memang percaya itu nggak sesimpel membaca tulisan di blog ini, tapi butuh bimbingan Roh Kudus untuk membuat kita percaya. But, buat kita yang udah percaya, ini jadi suatu penguat iman lagi kalau memang Tuhan Maha Besar, bahkan Dia pakai “bangsa yang terbesar”, bangsa China, untuk mewartakan kehendaknya. One more, selamat menyambut Imlek, Gong Xi Fat Cai, semoga “fu” dariNya selalu dicurahkan buat kita. Shaloom! :D

Thanks to Pastor Kong Hee (@konghee) for every preach of God’s words and revelations that you told us. May God bless you, your family, and your service always..

http://fransosphere.blogspot.com/2012/01/god-in-ancient-china-part-2.html

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Haiyaaa, Chinese mo diKristenin pake gathuk2an hurup & budaya China ama cerita Alkitab waaa

Post by Penyaran on Sun May 05, 2013 2:49 pm

The Original ‘Unknown’ God of China
An Ancient Pictogram Script Points to the Bible
by Ethel NelsonJune 1, 1998

Mystery concerns the 450-year-old Temple of Heaven complex in Beijing, China. Why did the emperors sacrifice a bull on the great white marble Altar of Heaven at an annual ceremony, the year’s most important and colourful celebration, the so-called ‘Border Sacrifice’? This rite ended in 1911 when the last emperor was deposed. However, the sacrifice did not begin a mere 450 years ago. The ceremony goes back 4,000 years. One of the earliest accounts of the Border Sacrifice is found in the Shu Jing (Book of History), compiled by Confucius, where it is recorded of Emperor Shun (who ruled from about 2256 BC to 2205 BC when the first recorded dynasty began) that ‘he sacrificed to ShangDi.’ 1
Who is ShangDi? This name literally means ‘the Heavenly Ruler.’ By reviewing recitations used at the Border Sacrifice, recorded in the Statutes of the Ming Dynasty (AD 1368), one may begin to understand the ancient Chinese reverence for ShangDi. Participating in this rite, the emperor first meditated at the Temple of Heaven (the Imperial Vault), while costumed singers, accompanied by musicians, intoned:
‘To Thee, O mysteriously-working Maker, I look up in thought. . . . With the great ceremonies I reverently honor Thee. Thy servant, I am but a reed or willow; my heart is but that of an ant; yet have I received Thy favouring decree, appointing me to the government of the empire. I deeply cherish a sense of my ignorance and blindness, and am afraid, lest I prove unworthy of Thy great favours. Therefore will I observe all the rules and statutes, striving, insignificant as I am, to discharge my loyal duty. Far distant here, I look up to Thy heavenly palace. Come in Thy precious chariot to the altar. Thy servant, I bow my head to the earth reverently, expecting Thine abundant grace. . . . O that Thou wouldest vouchsafe to accept our offerings, and regard us, while thus we worship Thee, whose goodness is inexhaustible!’2
Thus we find the emperor worshipping ShangDi. Can we possible trace the original intention of this magnificent ceremony of antiquity? As the emperor took part in this annual service dedicated to ShangDi, the following words were recited, clearly showing that he considered ShangDi the Creator of the world:
‘Of old in the beginning, there was the great chaos, without form and dark. The five elements [planets] had not begun to revolve, nor the sun and moon to shine. You, O Spiritual Sovereign, first divided the grosser parts from the purer. You made heaven. You made earth. You made man. All things with their reproducing power got their being’ 3
For the Christian, the above recitation sounds strangely familiar. How closely it reads to the opening chapter of the biblical Genesis! Note the similarity with excerpts from the more detailed story as recorded in the Hebrew writings:
‘In the beginning God created the heaven and the earth. The earth was without form, and void; and darkness was on the face of the deep. . . .
‘And God said, “Let the waters under the heaven be gathered together unto one place, and let the dry land appear”; and it was so. And God called the dry land Earth, and the gathering together of the waters called He Seas. . . .
‘And God made two great lights: the greater light to rule the day, and the lesser light to rule the night: He made the stars also. . . .
‘So God created man in His own image; . . .’ (Genesis 1:1-2, 9-10, 16, 27-28)

ShangDi, the Creator-God of the Chinese, surely appears to be one and the same as the Creator-God of the Hebrews. In fact, one of the Hebrew names for God is El Shaddai, which is phonetically similar to ShangDi. Even more similar is the Early Zhou pronunciation of ShangDi which is ‘djanh-tigh’ [Zhan-dai].4 Another name for their God which the ancient Chinese used interchangeable with ShangDi was Heaven (Tian). Zheng Xuan, a scholar of the early Han dynasty said, “ShangDi is another name for Heaven (Tian)”.5 The great philosopher Motze (408-382 BC) also thought of Heaven (Tian) as the Creator-God:
‘I know Heaven loves men dearly not without reason. Heaven ordered the sun, the moon, and the stars to enlighten and guide them. Heaven ordained the four seasons, Spring, Autumn, Winter, and Summer, to regulate them. Heaven sent down snow, frost, rain, and dew to grow the five grains and flax and silk so that the people could use and enjoy them. Heaven established the hills and river, ravines and valleys, and arranged many things to minister to man’s good or bring him evil.’ 6
How did ShangDi create all things? Here is one further recitation from the ancient Border Sacrifice rite:
‘When Te [ShangDi], the Lord, had so decreed, He called into existence [originated] heaven, earth, and man. Between heaven and earth He separately placed in order men and things, all overspread by the heavens.’ 7
Note that ShangDi ‘called into existence,’ or commanded heaven and earth to appear.
Compare this with the way the Hebrew text describes the method of creation by El Shaddai, who, we suspect, is identical with ShangDi, and the similarity in name and role would suggest:
‘. . . by the word of the LORD were the heavens made; and all the host of them by the breath of His mouth. . . . For He spake, and it was done; He commanded, and it stood fast’ (Psalm 33:6, 9).
We have not yet explained the reason for the emperors’ bull sacrifice to ShangDi. Let us compare this Chinese sacrifice with the instruction given by God to the Hebrews:
‘Take thee a young calf for a sin offering, and a ram for a burnt offering, without blemish, and offer them before the LORD’ (Leviticus 9:2)—a practice which began in earliest times (Genesis 4:3,4; 8:20).
The origin of the Border Sacrifice would appear to be explained in the book, God’s Promise to the Chinese.8 The authors, Nelson, Broadberry, and Chock have analyzed the most ancient forms of the pictographic Chinese writing and found the foundational truths of Christianity. In these ideograms, which date from before the time of Moses—we have the entire story of creation, the temptation, and fall of man into sin, and God’s remedy for sin in the animal sacrifices, which pointed to the coming Savior, Jesus Christ.All the elements of the Genesis narrative are found recorded, and still in use, in the Chinese character-writing.
The associated box shows some startling realities about the written Chinese language, indicating that we are all related—and not so long ago. All people in the world, not just the Chinese, are descended from the inhabitants of Babel, the first civilization after the Flood. God first gave His promise of a coming saviour, the ‘Seed of the Woman,’ in Genesis (3:15). The foreshadowed sacrifice of the coming Lamb of God, Creator and Saviour, is as old as mankind.
Should a Chinese person tell you that Christianity is a ‘foreigner’s religion,’ you can explain that the Chinese in antiquity worshipped the same God as Christians do today. Like the Hebrews often did, the ancestors of today’s Chinese wandered off after false gods; the memory of who their original God was dimmed with time.9 The ancient Chinese script gives powerful evidence for the historical truth of Genesis.

References

NOTE: For more technical details, see The Lamb of God hidden in the ancient Chinese characters (PDF) from Creation Ex Nihilo Technical Journal 13(1).

See also: Chinese Characters and Genesis for large printable versions of Chinese Characters that show that the ancient Chinese knew the gospel message found in the book of Genesis.

1. James Legge, The Chinese Classics (Vol. III), pp. 33–34, The Shoo King: Canon of Shun, Taipei, Southern Materials Centre Inc., 1983 Return to text.
2. James Legge, The Notions of the Chinese Concerning God and Spirits, Hong Kong, Hong Kong Register Office, pp. 24–25, 1852. Return to text.
3. Ref. 2 p. 28. The classical concept of five elements was different to the modern concept, which comes from Buddhism. In the classical concept, the five elements were wood, fire, earth, metal and water. These were seen as underlying many phenomena, both physical and conceptual / spiritual, and many things were classified according to their supposed underlying ‘element’. The five planets were one outworking of the five elements in classical Chinese thinking. Return to text.
4. Schuessler, Axel, A Dictionary of Early Zhou Chinese, University of Hawaii Press. Honolulu, pp. 123, 528, 1987. Return to text.
5. Lung Ch’uan Kwei T’ai Lang, Shih Chi Hui Chu K’ao Cheng, Taipei, Han Ching Wen Hua Enterprise Co. Ltd., p. 497, 1983 Return to text.
6. The Works of Motze, Taipei, Confucius Publishing Co., p. 290. Return to text.
7. Ref. 2, p. 29. Return to text.
8. Read Books Publisher, Dunlap, UN, USA, 1997. Return to text.
9. This was of course the near-universal experience of all tribes and nations. Return to text.

Ethel Nelson, M.D., F.A.S.C.P., is a retired pathologist living in Tennessee who was a medical missionary in Thailand for 20 years. Return to text.

http://www.answersingenesis.org/articles/cm/v20/n3/china

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Haiyaaa, Chinese mo diKristenin pake gathuk2an hurup & budaya China ama cerita Alkitab waaa

Post by Penyaran on Sun May 05, 2013 8:53 pm

Religion and Culture: Shangdi and Ancestor Worship

During The Shang Dynasty the people worshiped the high god Shangdi, lesser gods like the god of sun and the god of moon. The Shang also worshiped the ancestors. The people built alters to the gods and offered prayer to Shangdi. The kings were the supreme priests and were direct descendants of Shangdi. This relationship legitimized the kings right to rule. The people honored the gods with food and wine. This was done in the hope of preventing disasters like a poor harvest from happening. The people also worshiped their ancestors and believed that the spirits of the dead were involved in the lives of the living family members. This is especially the case with the king’s ancestors. The king gets help making his decisions and actions by receiving advice from his ancestors through divination of the oracle bones. Since these beliefs are so strong the Shang are very serious about burials and what should go with the deceased to the grave. The royal family members in particular have large burial ceremonies where other people are sacrificed and buried with the deceased to act as servants in the afterlife.

In contract to the Shang belief in ancestor worship and many gods, Christianity is the belief in one god that exists in the trinity of the Father, Son(Jesus Christ) and the Holy Spirit. Every person is equally related to god because Jesus died for humankind’s sins. Christians do not have to do or not do something to have that relationship. Christianity would not work for the Shang people feared the gods and the ancestors. The Shang feared disasters would happen if proper respect was not shown to the gods. For the Shang believing that offering something to the gods to help prevent disaster gave the people some control over what happened in the world.



http://chrisshangdynasty.blogspot.com/2013/02/religion-culture-shangdi-ancestor.html

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Haiyaaa, Chinese mo diKristenin pake gathuk2an hurup & budaya China ama cerita Alkitab waaa

Post by Penyaran on Mon May 06, 2013 11:39 am

dan lagi-lagi... HOAX ! 2 good

SHANGDI: SEBUAH PEMBAHASAN DARI SEGI LINGUISTIK
August 31, 2006 · by admin · in Q-A (Tanya-Jawab), Rinto Jiang

Tanya : Shangdi artinya Tuhan, leluhur orang Tiongkok telah menyembah Shangdi sejak ribuan tahun lalu. Benarkah kesimpulan bahwa orang Tiongkok kuno sebenarnya telah mengenal monotheisme lebih dulu daripada agama-agama lainnya?

Budaya-Tionghoa.Net | Pertama-tama, saya harus menghimbau untuk para penyimak tulisan saya ini untuk melepaskan dulu fanatisme agama masing-masing. Karena pembahasan saya ini hanya murni dari segi linguistik, tanpa bermaksud menyebabkan perseteruan lebih lanjut. Malah, lewat tulisan ini saya harap dapat menipiskan friksi pendapat di antara yang percaya bahwa Shangdi-nya Tiongkok kuno ada hubungannya dengan Trinitas Kristen dan yang menihilkan keyakinan tadi.

Shangdi artinya memang adalah Tuhan, namun hanya terbatas pada umat Kristen.

Penyebaran agama-agama penting di dunia ke Tiongkok menyebabkan kata-kata untuk Tuhan dan istilah-istilah religius lainnya harus dicari padanannya dalam kosa kata bahasa Mandarin. Masing-masing agama kemudian memutuskan satu kata dalam Mandarin yang dianggap tepat untuk mewakili Tuhan, di antaranya: Islam: Zhenzhu (真主), Katolik: Tianzhu (天主) , Kristen: Shangdi (上帝) – misionaris Eropa ,Kristen: Shen (神) atau Zhu (主) – misionaris Amerika

Zhenzhu dan Tianzhu tidak bermasalah, karena pada waktu itu tidak merupakan kata yang terlalu banyak digunakan, namun lain kalau Shangdi atau Shen, karena kebetulan Shangdi juga adalah kata untuk merujuk kepada beberapa arti di dalam bahasa mandarin di zaman baheula.

Untuk melihat secara jelas perbedaannya, saya jabarkan dalam 2 point:

Shangdi di zaman kuno

Shangdi di zaman kuno merupakan kata untuk merujuk kepada langit. Bila pernah membaca artikel kepercayaan tradisional Tionghoa yang pernah saya kirimkan, maka seharusnya kita tahu bahwa langit itu bukan melambangkan Tuhan, bukan suatu roh atau kesatuan. Konsep langit (Tian) dalam kepercayaan tradisional Tionghoa sebenarnya adalah melingkupi seluruh alam langit. Di zaman kuno, leluhur orang Tiongkok cuma mengenal 2 alam, alam langit dan alam manusia (bumi). Roh manusia-manusia yang meninggal dipercaya akan menuju ke alam langit. Jadi, penghormatan kepada langit sama sekali bukan penghormatan kepada Tuhan yang seperti dikonsepkan dalam agama lainnya.

Shangdi di zaman kuno juga dapat berarti kaisar terdahulu. Konfusianisme mementingkan penghormatan pada leluhur, kaisar yang dianggap menjalankan mandat dari alam langit untuk memerintah dunia sekaligus juga harus menghormati kaisar-kaisar terdahulu sebagai leluhur. Mungkin banyak yang tidak tahu kalau setiap kaisar selama 2000 tahun terakhir ini masing-masing mempunyai nama bio (kelenteng), yang merupakan nama unik sebagai perlambang penghormatan setelah mereka meninggal.

Shangdi di dalam Taoisme

Taoisme juga mengadopsi istilah Shangdi untuk merujuk kepada Yu Huang Da Di (Giok Hong Tay Te), yang kadang disebut Yu Huang Shangdi. Yu Huang Shangdi adalah Kaisar Langit dalam Taoisme, dewa tertinggi di alam langit.
Xuan Tian Shangdi juga dikenal sebagai Shangdi dalam Taoisme. Ini adalah dewa perang Taoisme.

Shangdi sebagai Tuhan

Shangdi sebagai Tuhan sebenarnya hanya digunakan secara ekslusif oleh pada misionaris sewaktu penyebaran agama Kristen di Tiongkok. Setelah meneliti kembali, baru saya ketahui kalau istilah Shangdi untuk Tuhan ini baru ada pada masa Ming (abad 14~17), Lumrah saja, toh yang mengerti tahu kapan reformasi Martin Luther berlangsung (abad 16).

Dari sini, jelas bahwa Shangdi sebagai Tuhan itu lain daripada definisi Shangdi di zaman kuno. Namun tetap saja masih banyak yang mencampur-adukkan antara keduanya. Fenomena ini dapat saya analogikan dengan cerita kecil di bawah:
“Seseorang membaca cerita Samkok, dan menemukan bahwa di dalam beberapa peperangan, para prajurit menggunakan qiang (槍). Dia terkesiap dan mengira bahwa ia menemukan sesuatu yang sangat penting, yang mungkin dilewatkan para sejarahwan dunia. Lalu ia mengambil kesimpulan bahwa orang Tiongkok telah menggunakan senapan sejak 1800 tahun yang lalu. Yah, buktinya cerita Samkok saja ada mencatatnya dan terang-terangan kalau qiang itu artinya senapan di zaman sekarang ini.”
Ia tidak salah mengenai qiang sebagai senapan di zaman sekarang ini, namun ia keliru mengenai qiang di zaman Samkok, yang sebenarnya menunjuk kepada tombak. Kosa kata qiang sebagai senapan baru muncul setelah senapan ditemukan ribuan tahun kemudian. Jadi, qiang di zaman sekarang merujuk kepada 2 benda, namun di zaman dulu hanya 1 benda.

Cerita yang sama juga dapat diterapkan di permasalahan Shangdi dan Tuhan (Trinitas) yang menjadi diskusi sebelumnya. Mudah-mudahan ulasan sederhana lewat segi pandang sejarah linguistik ini dapat menjadikan para penyimak dapat lebih jelas membedakan antara Shangdi, Shangdi dan Shangdi. Jangan sampai mencampuradukkan antara Shangdi, Shangdi dan Shangdi.

Rinto Jiang

http://blog.budaya-tionghoa.net/tionghoa/shangdi-sebuah-pembahasan-dari-segi-linguistik/

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Haiyaaa, Chinese mo diKristenin pake gathuk2an hurup & budaya China ama cerita Alkitab waaa

Post by Penyaran on Mon May 06, 2013 11:49 am

Istilah Shangdi diidentikkan dengan Tuhan (monotheisme) baru belakangan, setelah agama Kristen masuk ke China. Sebelumnya orang Nestorian menyebut Tuhan dengan sebutan Tian dan orang Katolik menyebut Tuhan dengan sebutan Tianzhu.

Sebelumnya shangdi berarti kaisar terdahulu. Jadi kalau dalam buku2 kuno ada istilah shangdi itu mengacu ke leluhur kaisar. Karena kepercayaan yang ada adalah penghormatan terhadap leluhur bukan terhadap suatu mahluk adikodrati (Tuhan Monotheistik).

SHANG dalam shangdi berarti sebelumnya. Sama seperti shang dalam SHANGWU, SHANGCE (buku jilid pertama), SHANGGEYUE (bulan lalu), dll.

pengertian Shangdi pada zaman Dinasti Xia (abad 23~18 SM) tersebut adalah bukan Shangdi yang seperti anda pikirkan digunakan untuk menerangkan kata "Tuhan" sekarang ini. Kata Shangdi pada zaman sebelum Kristen masuk ke Tiongkok pada zaman Dinasti Tang tahun 635 M adalah cuma diartikan sebagai "Kaisar yang terdahulu".

Karena pengaruh Kristen, maka penggunaan kata Shangdi kemudian juga diartikan sebagai padanan kata "Tuhan" di dalam kosa kata bahasa Tionghoa. Ahli bahasa Mandarin tentunya tahu bahwa Shang bukan cuma berarti atas, namun juga berarti yang terdahulu, yang lebih awal, misalnya pada kata Shang-wu yang berarti sebelum tengah hari (wu) menunjuk kepada pagi hari dan Xia-wu yang berarti sesudah tengah hari (wu) menunjuk kepada sore hari. Shang dan Xia di sini bukan menunjukkan makna "atas" dan "bawah" namun menunjukkan "sebelum" dan "sesudah".

Mudah2an jelas. Literatur mengenai Shangdi sebagai kaisar terdahulu itu ada di dalam buku Yi-jing (I-Ching). Jauh sebelum agama samawi masuk ke Tiongkok.

Nama James Legge disini disebut - Untuk yg mau tahu memang dia sinoloog dari GBrittain dari abad ke 19. Dia memang menterjemahkan Iching dan beberapa buku2

KungTze untuk western society. Kalau dia disebut ahli yah memang ahli tetapi untuk negeri asalnya dimana mereka masih buta mengenai china - dan segala sesuatu yg unknown adalah exotic. Apakah dia betul2 pintar dan dapat mengalahkan ahli2 jaman sekarang - I doubt it. tulisan2nya kalau dlm ilmu pengetahuan hanya dipakai sebagai quote dan tidak sebagai dasar ilmu [harap dpt dimengerti perbedaannya ini]

Lagi kalau saya diberikan comment tidak study sesuatu sebelum menulis, saya kira dlm group ini mereka semua mengerti dan tahu bahwa saya tidak pernah melakukan sesuatu yg irresposible itu. Tulisan semacam itu adalah pemalsuan facta2 dan achirnya malu kalau ada yg lebih tahu dan membalikkan quotation saya. Disini banyak pembaca yg masih mencari tujuan hidup, dan tidak honourable membohong.

Saya kira kommentar KingHian masuk akal dan memang agama kristen yg berlainan dgn agama RK baru kira2 >100 thn diChina. Agama Catholic juga masuk ke China sewaktu jaman Ghengis Khan setelah KublaiKhan menalukkan Europa Timur. {untuk public knowledge bacalah MarcoPolo]

Agama RK waktu itu juga sangat hati2 dan tidak berani merubah agama China. Mereka [orang jezuit] terkenal oleh karena mereka membawa alat2 untuk mempelajari ilmu bintang2 - astronomy [bukan ilmu meramal loh] Ini untuk jaman dulu diSMA adalah ilmu falak. Mereka bekerja di emperor palace. untuk mereka yg ingin tahu - gereja RK waktu itu sudah memberikan kekuasaan kepada pendeta2 itu untuk menterjemahkan Injil kedalam bahasa Chinese dan pula sudah mendapat izin dari pope untuk melancarkan ceremony missa dalam bahasa chinese - tetapi rupanya the Lord tidak memperbolehkan sebab semua surat2 kekuasaan pope hilang - kapal rusak dan tenggelam. Jadi no Chinese bible or chinese mass

Mungkin ada yg dapat memberikan penerangan disini - tetapi kalau tidak salah banyak tulisan2 jaman sebelum Chin Sze Huang - dimusnakan dan banyak tulisan2 jaman sebelum emperor ini sulit diterjemahkan sebab tulisan2 belum teratur dan setiap negara memakai huruf tersendiri. Saya kira pun banyak ceramik jaman Xia dan jaman sebelumnya [yg baru saja diketemukan] itu belum dapat diterjemahkan kedalam bahasa sekarang karena jumlah huruf2nya belum cukup. Kalau sudah ada terjemahanannya ritual cara emperor sembayang kepada the heavenly God - wah ini betul2 hebat dan perlu disebut dlm buku2 ilmu sejarah yg baru. Apakah diantara kalian ada yg tahu ini tulisan2nya ditulis dimana dan kenapa sampai sekarang china belum memakainya dalam buku2 sejarah? - Ataukah saya ini menulis info saya out of the blue?

Semoga2 anak2 muda dapat belajar dari diskussi kita ini. Banyak non chinese mengeluarkan pendapat mereka sebagai sinoloog. Memang ini betul dan mereka pun dapat gelar PhD [ beberapa teman atau anak teman saya juga sinoloog dgn PhD] Tetapi ini kan sama dengan orang asal Indonesia atau Taiwan yg bilang dia ahli sejarah Europa barat - sedangkan bahasa Europa dlm abad 19 mereka tidak bisa baca. { kalau ingin tahu saya bisa baca bah. dari abad ke 16 dari German sampai England tetapi saya tidak bilang saya ahli bahasa]

Karena itu kalau mau cari sinoloog cari diChina. Ilmu archeology etc diChina sekarang sangat maju - pengetahuan ditangan orang nonchinese sekarang adalah rel. nothing - kecuali kalau tidak disebut artifacts2 yg dicolong. Kalau sekarang banyak nabi2 palsu yg memberikan pelajaran for the sake of their religion and their followers - memang Injil juga sudah meramalkan

http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/6791

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Haiyaaa, Chinese mo diKristenin pake gathuk2an hurup & budaya China ama cerita Alkitab waaa

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik