FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Galileo Galilea Korban Konspirasi Buruk Gereja551

Galileo Galilea Korban Konspirasi Buruk Gereja

View previous topic View next topic Go down

Galileo Galilea Korban Konspirasi Buruk Gereja

Post by The.Barnabas on Wed Mar 20, 2013 10:36 am



Pada tanggal 15 Februari 1564 Galileo lahir Di Pisa, Italia sebagai anak lelaki dari Vincenzo Galilei, ahli musik dan matematika yang miskin. Ayahnya berharap kelak Galileo menjadi seorang dokter karena gajinya begitu besar, berpuluh-puluh kali gaji ahli matematika. Karena itu, pada usia 17 tahun ia masuk Universitas Pisa jurusan Kedokteran.

Namun, akhirnya ia bosan kuliah Kedokteran. Ia mempelajari Matematika dari seorang guru di istana Tuscana bernama Ostillo Ricci. Lalu, pada usia 21 tahun ia berhenti kuliah karena kekurangan biaya. Ia kembali ke Florence dan memulai karirnya sebagai pengarang. Karyanya mengenai neraca hidrostatik (1586) dan pusat gaya berat pada benda (1589) membuatnya menjadi begitu terkenal di seluruh Italia. Akhirnya, ia diangkat menjadi dosen di Universitas Pisa. Lalu, ia menjadi guru besar Matematika di Universitas Padua pada tahun 1592.

Pada tahun 1608 Hans Lippershey, seorang ahli optika Belanda, menemukan teleskop, namun tidak bersedia menerima patennya. Sehingga, kemudian Galileo pun berusaha membuat teleskop sederhana dan ia berhasil menciptakan teleskop dengan kemampuan pembesaran 33 kali.

Dengan teleskopnya ini ia berhasil menemukan cincin Saturnus, empat buah bulan Yupiter, gunung-gunung dan kawah di bulan sehingga ia menjadi begitu terkenal di seluruh dunia hingga sekarang. Ia juga menemukan kenyataan bahwa galaksi sebenarnya adalah gugusan bintang yang jumlahnya berjuta-juta.

Ia pun melakukan percobaan dengan menjatuhkan benda berbagai ukuran dan berat dari menara Pisa di hadapan para mahasiswa dan ilmuwan. Ia melakukannya untuk membuktikan bahwa teori Aristoteles yang mengatakan bahwa benda berat akan jatuh lebih dulu ke bumi daripada benda ringan merupakan teori yang salah. Hasil percobaan itu pun menunjukkan ternyata teori Aristoteles tersebut memang salah.

Selain itu, dengan menggunakan teleskopnya ia juga berhasil membuktikan bahwa teori Aristoteles dan Ptolemeus mengenai benda-benda angkasa tidak benar. Aristoteles beranggapan bahwa permukaan bulan rata dan memancarkan cahaya. Ptolemeus mengatakan bahwa bumi tidak bergerak, matahari dan bintang-bintanglah yang bergerak mengelilingi bumi.

Saat itu para tokoh agama dan dosen-dosen universitas di seluruh Italia mengganggap ajaran Aristoteles dan Ptolemeus adalah ajaran yang paling benar. Karena, mereka salah menafsirkan sepenggal ayat yang tedapat dalam Kitab Suci. Sementara itu, Galileo tetap mempertahankan teorinya dan mendukung teori Nicoulas Copernicus yang mengatakan bahwa matahari adalah pusat tata surya, adapun bumi hanya bagian kecil dari planet-planet yang mengitari matahari. Pandangan yang didukung oleh penelitian ilmiah ini, bertentangan dengan penafsiran Kitab Suci (Kristen) dan membuka satu lembaran baru dalam sejarah manusia Barat yang menimbulkan krisis keimanan dan krisis lainnya.

Galileo mengatakan “matahari adalah pusat tata surya, bukan bumi sebagai pusat tata surya” dan hal tersebut tertuang dalam karyanya “matahari centris” dan hal tersebut bertentangan dengan keyakinan gereja saat itu yang sesuai dengan alkitabnya mengatakan bahwa “Bumi adalah pusat tata surya, matahari mengelilingi bumi” (Yoshua 10:12-13).

Para tokoh agama pun mengkafirkan Galileo, karena menentang ayat dalam kitab suci yang berbunyi “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah” (Petrus 1:20-21).

Berdasarkan ayat diatas, dengan tuduhan kafir, otoritas tertinggi kemudian merasa terganggu dan berkewajiban memanggilnya. Sejarah mencatat, Rabu, 22 Juni 1632, vonis terhadap Galileo dijatuhkan dan ia dikenai hukuman rumah karena dianggap telah mengganggu keimanan umat. Lebih tragis ia di cap pemberontak dan dianggap melecehkan kitab suci dengan membuat tafsir sendiri.

Galileo sendiri dihukum penjara seumur hidup. Ia dijebloskan di penjara bawah tanah Tahta Suci Vatikan. Pada 8 Januari 1642, beberapa minggu sebelum ulang tahunnya ke-78, Galileo meninggal dunia. Galileo, menurut pengakuan sejarahwan, memproklamirkan temuannya berdasarkan eksperimentasi yang melelahkan secara saintis, pencarian yang tak kenal henti dan tentu saja melewati berbagai pengamatan seputar fenomena alam secara akurat. Ia menemukan, bahwa bumi tidak ‘tinggal’ diam melainkan terus bergerak berotasi pada porosnya dan berevolusi di sekeliling matahari.

Galileo dituding hanya mementingkan rasio belaka, tanpa mengindahkan teks-teks kitab suci tentang teori peredaran bumi dan matahari. Matahari sebagai pusat peredaran bumi. Bukan sebaliknya. Namun para agamawan melihat dengan sisi lain; gereja yang tidak ingin mengakui bahwa akal adalah nikmat terbesar pada diri manusia. Galileo dijebloskan ke kezaliman mahkamah akibat ulah konspirasi buruk gereja

Dengan sadis akhirnya Galileo diseret ke pengadilan dengan tuduhan kafir dan tidak percaya Tuhan. Setelah disiksa mental dan fisiknya, Galileo dipaksa untuk mengucapkan: “dengan hati yang tulus dan keimanan yang benar, saya melaknati, saya membenci dan saya maklumatkan diri untuk berhenti dari pemikiran atheistik serta pemikiran kafir yang berkaitan dengan diri saya. Dengan ini saya hentikan sikap yang bertentangan dengan segala dosa atau pemikiran tertentu lainnya yang bertentangan dengan gereja yang kudus. Saya bersumpah, setelah hari ini saya tidak akan menyebutkan apapun yang mungkin akan menimbulkan segala keraguan terhadap saya. Dan saya, apabila mengetahui keingkaran dalam bentuk apapun, atau individu tertentu bahwa dirinya mengingkari ketentuan gereja, maka akan saya sampaikan pada pengadilan ini. Saya memohon kepada Tuhan agar memberikan pertolongan, dan saya berharap Alkitab yang disentuh di bawah tangan saya sekarang dapat menolong saya. Saya sampaikan sumpah ini di hadapan pengadilan agar turut membantu pemenuhan komitmen saya sekarang”.

Hakim pengadilan lantas berkata bahwa bumi tetap diam, pusat alam semesta, dan matahari berputar di sekitarnya. “Ini yang dikatakan Alkitab yang suci”, seloroh hakim. Gelileo menjawab: “bumi bukan pusat galaksi. Dia berotasi dan berevolusi, sementara kitab suci tidak bisa kami pahami secara letterlijk. Karena itu, sebaiknya kita menafsirkan kembali tiap kosakata seperti yang ditunjukkan oleh arti tersirat yang ada dalam kalimat itu”.

Galileo tentu benar, sementara gereja… keliru besar!
Sebelum dicampakkan di pengadilan, pada masa itu Galileo mengabadikan pikirannya dalam buku yang tersebar di berbagai belahan dunia. Dia tidak merasa gentar atau takut disia-siakan begitu saja. Si jenius itu ketika diseret ke pengadilan sudah berusia senja dan tak mampu memikul resiko penyiksaan bertubi-tubi, maka ia pun sodorkan pengakuan kesalahan teorinya, yang sebenarnya terbukti memang benar.

Tindakan inkuisisi gereja terhadap alam pemikiran Galileo memaksa penemuannya mati pada usianya yang ke-86 di tahun 1642 itu. Orang-orang yang mengenal kapabilitas dan kepiawaiannya dalam mempertahankan argumentasinya itu sertamerta akan berkata bahwa dia sebenarnya “intelektual terbesar sepanjang abad”.

Benar saja, 200 tahun setelah kematian Galileo (tepatnya pada tahun 1835) gereja Italia menyodorkan keputusan penting yang berisi: “menghapus semua karya Galileo dari daftar buku terlarang, membebaskannya dari segala fitnah yang dituduhkan, menghormati semua inovasi yang merupakan kekayaan berlimpah yang disumbangkan kepada intelektualitas umat manusia, dan menghormati semangat serta kontribusinya untuk kemajuan sains, serta memohon maaf terhadap apa yang terlanjur dikatakan bahwa dirinya atheis dan menentang nilai-nilai keagamaan”.

Tahun 1972, 330 tahun setelah kematian Galileo, Paus Yohanes Paulus II mengoreksi keputusan kepausan terdahulu dan membenarkan Galileo. Demikianlah, manusia meminta maaf akan kekeliruan dan kebodohannya sendiri terhadap hak kebebasan berfikir Galileo. Perlahan namun pasti, Galileo kini memperoleh yang diimpikan banyak orang: prioritas, nilai, dan juga penghormatan yang sesungguhnya. Sayangnya, semua didapatkan setelah ia mati!.


The.Barnabas
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 28
Male
Posts: 808
Location: Jakarta
Job/hobbies: Membaca
Humor: Jangan Makan Sembarangan
Join date: 2012-07-27

Back to top Go down

Re: Galileo Galilea Korban Konspirasi Buruk Gereja

Post by SEGOROWEDI on Wed Mar 20, 2013 10:40 am



manusia bisa salah, tetapi alkitab tidak pernah salah

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 29210
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum