FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by abu hanan on Sat Mar 30, 2013 3:48 pm

Ada tujuh belas pengadilan Inkuisisi di Spanyol dan masing-masing membakar rata-rata 10 pelaku bid'ah (dalam Katolik) setahun serta menyiksa dan memotong kaki atau tangan ribuan orang lainnya yang hampir tidak bisa pulih dari luka-lukanya. Selama masa Inkuisisi di Spanyol diperkirakan ada sekitar 32.000 orang, yang kesalahannya tidak lebih dari tidak sepaham dengan doktrin Paus, atau yang telah dituduh melakukan kejahatan takhayul, yang disiksa di luar imajinasi kemudian dibakar hidup-hidup.

Sebagai tambahan, jumlah orang yang dibakar atau dihukum untuk menebus dosa, yang biasanya berarti pengasingan, penyitaan seluruh harta benda, hukuman fisik sampai pencucuran darah dan perusakan total segala sesuatu dalam hidup mereka, berjumlah total 339.000. Namun, tidak ada catatan tentang berapa banyak orang yang mati di tahanan bawah tanah karena disiksa; karena dikurung di lubang yang kotor, penuh penyakit, yang penuh tikus, dan kutu; karena tubuh yang hancur atau hati yang hancur. Jumlah mereka diperkirakan jauh lebih banyak.

Lembaga Dewan Inkuisisi mulai diperkenalkan di Spanyol pada tahun 1478. Ketika itu Alonso de Hojeda, seorang pendeta Dominican, berhasil meyakinkan Ratu Isabella bahwa di wilayah kekuasaannya ada sebagian conversos (orang-orang yang pindah agama) dari kalangan Yahudi yang diam-diam tetap memelihara keyakinan dan tradisi Yahudi mereka. Mereka ini belakangan dikenal sebagai crypto-jews atau marranos.

Pada tahun 1479 karena desakan penguasa Gereja Katolik di Spanyol, Ferdinand II dari Aragon, dan Isabella I dari Castile, Paus Sixtus IV membentuk Inkuisisi Spanyol yang independen yang dipimpin oleh dewan tinggi dan pelaksana Inkuisisi Agung.

Dewan inkuisisi kemudian dibentuk secara terbatas di Seville dan Cordova. Dan sebagai hasilnya, enam orang pelaku bid’ah dibakar hidup-hidup di Seville pada awal tahun 1981. Sejak itu, dewan-dewan inkuisisi semakin hidup dan berkembang di wilayah-wilayah Castile, walaupun masih harus menunggu beberapa tahun sebelum diterapkan juga di wilayah Aragon.

Pada 1487, Paus Innocentius VIII menunjuk pendeta Dominikan Spanyol, Tomas de Torquemada, sebagai pelaksana Inkuisisi Agung. Di bawah kekuasaannya, ribuan orang Protestan, Yahudi, Muslim, penyihir yang dicurigai, dan orang-orang lainnya terbunuh dan disiksa.

Nama Torquemada menjadi sinonim dengan kekejaman, kefanatikan, sikap tidak toleran, dan kebencian. Ia adalah orang yang paling ditakuti di Spanyol. Selama pemerintahan terornya dari tahun 1487 sampai tahun 149l, ia secara pribadi memerintahkan lebih dari 2.000 orang untuk dibakar di tiang. Ini berarti 181 orang setahun, sementara pengadilan Spanyol rata-rata hanya membakar 10 orang setahun.

Dengan dukungan penguasa Gereja Roma, pelaksana awal Inkuisisi Spanyol begitu sadis dalam cara penyiksaan dan teror mereka sehingga Paus Sixtus IV merasa ngeri mendengar laporan mereka, tetapi tidak mampu mengurangi kengerian yang telah dilepaskan di Spanyol. Ketika Torquemada dijadikan pe1aksana Inkuisisi Agung, akibatnya lebih parah dan ia melakukan Inkuisisi seolah-olah ia adalah dewa di Spanyol. Apa pun yang bisa ia kelompokkan sebagai pe1anggaran rohani diberi perhatian oleh pe1aksana Inkuisisi. Inkuisisi yang kejam di Spanyol belum mengenal kekejaman yang sebenarnya sampai Torquemada menjadi pemimpinnya.

Pada 1492, Dewan Inkuisisi digunakan untuk mengusir semua orang Yahudi dan Muslim dari Spanyol atau untuk memaksakan kaum Muslim dan Yahudi untuk di-kristen-kan. Dengan desakan Torquemada, Ferdinand dan Isabella mengusir lebih dari 160.000 orang Yahudi yang tidak mau menjadi Katolik.

Kaum Muslimin dipaksa masuk Kristen (Katolik), atau terpaksa hijrah keluar dari Spanyol. Mereka memberontak, tapi pada akhirnya dikalahkan. Banyak dari orang-orang Islam ini akhirnya setuju untuk dibaptis. Hanya saja mereka tetap mempertahankan tradisi Arab-Muslim mereka, dan sebagian lainnya tetap menjalankan ajaran Islam secara sembunyi-sembunyi. Orang-orang ini dikenal sebagai Moriscos. Mereka inilah yang kemudian menjadi sasaran utama Dewan Inkuisisi Spanyol.

Kaum Moriscos terus mendapat tekanan dan siksaan. Mereka kembali memberontak, namun pada akhirnya tetap kalah. Pada tahun 1609 mereka dipaksa keluar secara masif dari Spanyol. Jumlah mereka mencapai 300.000 orang. Sejak saat itu, sejarah Moriscos di Spanyol boleh dikatakan sudah habis. Namun bagaimanapun, Inkuisisi masih terus berjalan hingga abad 19, bahkan abad 20, dengan orang-orang Kristen sendiri sebagai korbannya.

Dari tujuan politis, Dewan Inkuisisi juga melakukan penyelidikan yang kejam di antara penduduk baru dan orang-orang Indian di koloni Spanyol di Amerika.

Meskipun akhirnya ada penurunan dalam kekejamannya, Inkuisisi masih tetap bekerja dalam satu bentuk atau bentuk lainnya sampai awal abad ke-19 pada tahun 1834 di Spanyol, dan 1821 di Portugal - yaitu saat kelompok ini diganti namanya, tetapi tidak dihapuskan. Pada 1908, Dewan Inkuisisi direorganisir di bawah nama Congregation if the Holy Office dan didefinisikan ulang selama Konsili Vatikan II oleh Paus Paulus VI sebagai Congregation of the Doctrine if the Faith. Pada saat ini dikatakan, kelompok ini memiliki tugas yang lebih positif, yaitu memajukan doktrin yang benar daripada sekadar "menyensor" bid'ah.

Ketika pasukan Napoleon menaklukkan Spanyol tahun 1808, seorang komandan pasukannya, Kolonel Lehmanowski, melaporkan bahwa pastor-pastor Dominikan mengurung diri dalam biara mereka di Madrid. Ketika pasukan Lehmanowski memaksa masuk, para inquisitors itu tidak mengakui adanya ruang-ruang penyiksaan dalam biara mereka. Tetapi, setelah digeledah, pasukan Lehmanowski menemukan tempat-tempat penyiksaan di ruang bawah tanah. Tempat-tempat itu penuh dengan tawanan, semuanya dalam keadaan telanjang, dan beberapa diantaranya gila.

Pasukan Prancis yang sudah terbiasa dengan kekejaman dan darah, sampai-sampai merasa muak dengan pemandangan seperti itu. Mereka lalu mengosongkan ruang-ruang penyiksaan itu, dan selanjutnya meledakkan biara tersebut (Peter de Rosa, Vicars of Christ: The Dark Side of the Papacy, hal. 239).

Henry Charles Lea, seorang sejarawan Amerika, menulis kejahatan Dewan Inkuisisi di Spanyol dalam empat volume bukunya: A History of The Inquisition of Spain (New York: AMS Press Inc., 1988). Dalam bukunya ini, Lea membantah bahwa Gereja tidak dapat dipersalahkan dalam kasus Inkuisisi, seperti yang dikatakan oleh seorang tokoh Kristen, Father Gam, yang menyatakan: "The inquisition is an institution for which the Church has no responsibility." Ini adalah salah satu bentuk apologi di kalangan pemimpin Kristen Katolik Roma.

Lea menunjuk bukti sebagai contoh bahwa dalam kasus bentuk hukuman terhadap korban inkuisisi, otoritas gereja mengabaikan pendapat bahwa menghukum kaum "heretics" (kaum yang dicap menyimpang dari doktrin resmi gereja) dengan membakar hidup-hidup adalah bertentangan dengan semangat Kristus yang selama ini didengung-dengungkan sebagai penebar kasih. Tapi, sikap gereja ketika itu justru menyatakan sebaliknya, bahwa membakar hidup-hidup kaum heretics adalah suatu tindakan yang mulia.

Proses interogasi dan eksekusi hukuman pada inkuisisi sangat berbeda dengan proses pada pengadilan modern. Penyiksaan pada Inkusisi memang diizinkan dengan tujuan mendapatkan kebenaran dari si tertuduh.

Kekejaman yang terjadi pada Dewan Inkuisisi Spanyol ini menurut Alwi Alatas jelas berbeda dengan konsep Qishah di dalam Islam. Menurut kandidat Doktor bidang sejarah di Universitas Islam Antarabangsa, Malaysia itu setidaknya dalam tiga hal mendasar. Pertama, Dewan Inkuisisi secara aktif mencari dan menghukum pelaku penyimpangan, bahkan seringkali cenderung ’mencari-cari’ kesalahan. Sementara Qishah yang diterapkan Nabi SAW, beliau tidak mau mencari-cari kesalahan orang, bahkan cenderung enggan untuk langsung menghukum ketika ada yang mengakui kesalahannya (seperti pada kasus pezina yang datang pada Nabi dan melaporkan kesalahan dirinya). Kedua, pada Islam tidak ada proses penyiksaan untuk memaksa tertuduh mengaku. Ketiga, menurut Islam ketika seorang terbukti bersalah dan dihukum di depan umum, maka kebaikannya bukan hanya bagi masyarakat umum, tapi juga bagi si tersalah, karena itu merupakan bentuk taubatnya dan akan menghindarkannya dari hukuman di akhirat.

Inkuisisi Spanyol berlangsung selama empat abad lebih dan menelan banyak korban. Keinginan gereja dan masyarakat Katolik di sana untuk memurnikan darah (limpieza de sangre) masyarakatnya telah menyebabkan wajah peradabannya yang dulunya toleran dan damai menjadi berdarah-darah dan jauh dari kasih.

http://muslimdaily.net/artikel/studiislam/kekejaman-dewan-inkuisisi-gereja-spanyol.html#.UVamOjflfFw


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 84
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 224

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by SEGOROWEDI on Sat Mar 30, 2013 4:59 pm


maka agama (kristen/katholik) jangan dipolitisasi..

tapi kalau islam pasti gak bisa, sebab agama dan politik jadi satu
jadi berdarah-darahnya juga sesuai ajarannya

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by wildan99Islam on Sat Mar 30, 2013 5:04 pm

Renconquista dan Inkuisisi Spanyol

Reconquista (bahasa Spanyol dan Portugus untuk "penaklukan kembali"), adalah istilah yang digunakan untuk proses yang dimana kerajaan Kristen menaklukkan kembali Semenanjung Iberia (sekarang Spanyol dan Portugal) dari umat Islam dan negara-negara Moor Al-Andalus (Bahasa Arab الأندلس — al-andalus). Istilah "penaklukan kembali" digunakan dalam artian daerah-daerah ini dilihat sebagai milik umat Kristen, walaupun kenyataannya pada saat itu orang-orang yang ditaklukkan kebanyakan adalah Muslim dan orang-orang Arab. Di sisi lain sebelum Iberia ditaklukkan kerajaan-kerajaan Islam, semenanjung ini sudah didiami oleh orang-orang yang berbahasa Roman dan mendapat pengaruh Kristen.
Proses reconquista ini berjalan lebih dari 7 abad, dimulai dari Pertempuran Covadonga (722), dimana kerajaan Asturias berhasil menghentikan penaklukan Bani Umayyah, yang saat itu menguasai hampir seluruh Iberia. Pada 1236 kota terakhir Muslim di Spanyol, Granada ditundukkan oleh Ferdinand III dari Kastilia, dan sejak itu Granada berdamai dengan syarat menjadi negara bawahan Kastilia. Pada 2 Januari 1492, Ferdinand II dan Isabella, pasangan yang digelari Los Reyes Católicos, kembali menyerang Granada, dan hasilnya Sultan Granada Muhammad XII (Boabdil) menyerah secara penuh. Kemenangan ini menghasilkan negara Kristen bersatu di seluruh Spanyol, kecuali Navarra yang masih terpisah hingga 1512. Reconquista di Portugal mencapai puncaknya pada 1249, saat raja Afonso III berhasil menundukkan Algarve (Arab الغرب — Al-gharb).

Jika digunakan dalam konteks periode sejarah dalam historiografi tradisional Spanyol dan Portugal, istilah Reconquista biasa digunakan untuk merujuk kepada periode yang jangkauannya dari tahun 718 (atau 722, menurut sumber-sumber lain) hingga tahun 1492, yaitu ketika negara Islam terakhir yang masih ada di Iberia, Keamiran Granada, dikalahkan. Selama periode itu, kerajaan-kerajaan Kristen secara bertahap mengambil alih kekuasaan di Semenanjung Iberia dari kerajaan-kerajaan Muslim. Sampai akhirnya -ketika penaklukan Granada- seluruh semenanjung tersebut dibawah kekuasaan Kristen, sementara praktek keagamaan Kristen Mozarab pribumi yang dianut selama berabad-abad di bawah rezim Muslim ditekan sejak 1080 oleh Raja Alfonso VI dari Kastilia seiring kerajaan-kerajaan Katolik Roma memperluas daerah ke selatan.
Historiografi Spanyol abad keduapuluh menekankan pentingnya kahadiran suatu fenomena yang berkelanjutan dimana kerajaan-kerajaan Iberia melawan dan menaklukkan kembali kerajaan-kerajaan Muslim yang dianggap sebagai musuh bersama. Namun, bertolak belakang dengan klaim tersebut yang menyatakan mulainya dari Pertempuran Covadonga (tahun 718 atau 722), ideologi Reconquista baru dimulai pada abad kesembilan.
Inkuisisi Spanyol adalah institusi pengadilan gereja yang didirikan oleh Monark Katolik Ferdinand II dan Isabella, yang bertujuan untuk memelihara ortodoksi Katolik di Spanyol, dan mengadili perkara-perkara aliran sesat, pasca Reconquista. Pada awalnya, Spanyol setelah Reconquista -penaklukan Iberia oleh kerajaan Kristen dari Muslim Moor- menghasilkan masyarakat beragama yang relatif damai, namun kekerasan anti-Islam dan antisemit selanjutnya terjadi, dan banyak umat Islam dan Yahudi terpaksa pindah agama menjadi Katolik atau melarikan diri.
Inkuisisi Spanyol merupakan institusi yang melayani kerajaan Spanyol, tapi harus mengikuti prosedur yang diperintahkan Tahta Suci. Kebanyakan inkuisitor menerima pendidikan hukum di universitas. Prosedur inkuisisi pengakuan seseorang bahwa ia menganut aliran sesat, dan mengadukan penganut yang lainnya. Pengaduan ini diikuti dengan penahanan, dan tertuduh diberikan dewan pembela, yang merupakan anggota pengadilan itu sendiri, hanya bertugas menasihati tertuduh dan mendesaknya untuk mengakui kebenaran. Seorang Notaris Secreto mencatat perkataan-perkataan tertuduh dengan cermat. Lengkapnya catatan ini amat sempurna dibandingkan dengan sistem pengadilan lain di zamannya. Dalam inkuisisi, penyiksaan juga sering digunakan, agar tertuduh mengakui kesalahannya. Hukuman dimulai dari denda hingga eksekusi mati, dan para terhukum harus mengikuti upacara auto de fe. Inkusisi akhirnya dihapuskan pada 15 Juli 1854.

[sunting]Pemaksaan anti-agama selama Inkuisisi
Pada 1492 Ferdinand dan Isabella mengeluarkan Dekrit Alhambra yang memerintahkan seluruh Yahudi untuk meninggalkan Spanyol. Umat Islam di Spanyol juga mendapat perintah serupa. Banyak di antara mereka yang pindah ke agama Kristen daripada harus meninggalkan Spanyol, dan mereka ini disebut dengan istilah conversos. Para conversos ini dicurigai tidak pindah agama dengan jujur dan tulus.
Ferdinand II kemudian menekan Paus Sikstus IV agar menyetujui pembentukan sebuah Inkuisisi yang dikendalikan oleh Spanyol. Paus menyetujuinya karena Ferdinand mengancam menarik dukungan militernya kepada Sang Paus, padahal saat itu Kepausan sedang terancam oleh Turki Ottoman. Namun kemudian Sikstus IV menuduh Inkuisisi Spanyol terlalu bersemangat, dan menuduh Ferdinand dan Isabella terlalu rakus dan mengeluarkan sebuah bulla untuk menghentikannya, tapi Ferdinand mendesak Sikstus untuk menarik kembali bulla tersebut. Dalam kedua kejadian tersebut Sikstus dan Ferdinand tetap saling akur satu sama lain.[1]
Orang-orang Islam di Spanyol, Mudéjars atau yang sudah pindah ke Katolik, disebut Moriscos, tak luput dari penganiayaan yang dilakukan oleh Inkuisisi Spanyol. Menurut Perjanjian Granada (1491), umat Islam dijanjikan kebebasan beragama, namun perjanjian ini tidak berumur panjang. Pada 1502, umat Muslim diberikan ultimatum untuk masuk Kristen atau meninggalkan Spanyol. Mayoritas mereka pindah agama, namun hanya di luar saja, karena mereka masih berpakaian dan berbicara sebagaimana sebelumnya, beribadah menurut agama Islam secara sembunyi-sembunyi, dan menggunakan tulisan Aljamiado. Hal ini menyebabkan Kardinal Cisneros untuk menerapkan peraturan yang lebih keras dan memaksa, sehingga memicu sebuah pemberontakan. Pemberontakan ini berhasil dipadamkan (1502), dan pihak Spanyol menggunakan pemberontakan ini sebagai alasan untuk membatalkan Perjanjian Granada. Pada 1508, pakaian bernuansa Islam dilarang. Pada 1526 dan 1527, peraturan yang lebih keras lagi dikeluarkan. Pada 1567, Raja Felipe II mengeluarkan baru yang melarang penggunaan nama berbau Islam, pakaian Islam, serta larangan berbahasa Arab. Bahkan orang-orang Islam diberitahu anak-anak mereka nantinya harus diserahkan untuk dididik para pendeta Kristen. Seluruh 300.000 moriscos akhirnya diusir dari Spanyol pada 1609-1614, oleh Raja Felipe III.
kaget
sumber : wikipedia bahasa indonesia
avatar
wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 18
Posts : 1431
Kepercayaan : Islam
Location : bogor
Join date : 20.03.13
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by roswan on Mon Jan 20, 2014 11:06 am

nice info 
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by 'aak Rafi on Fri Feb 28, 2014 1:36 am

nice info 
avatar
'aak Rafi
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 29
Kepercayaan : Islam
Location : bumi
Join date : 22.02.14
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by amara on Fri Feb 28, 2014 10:32 am

nice inpoh, satu lagi kekejaman kristen membuka mata dunia
avatar
amara
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 639
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 20.01.14
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by roswan on Fri Feb 28, 2014 6:39 pm

yap yap, kristen antek iblis segala cara dihalalkan untuk kristenisasi dan pencitraan, sampai menutup-nutupi kasus kekejian dan pelecehan seksual, penyiksaan, pembantaian, penjajahan, segala cara dilakukan.
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by mutiiiara on Tue Mar 18, 2014 9:25 pm

jangan lupa ajaran kristen HEREM itu, ajaran terkeji sedunia.
avatar
mutiiiara
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Female
Posts : 1083
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 10.03.14
Reputation : 11

http://www.IslamtrulyISLAM.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by mutiiiara on Thu Mar 20, 2014 11:58 pm

kafir kristen tak ada satupun yang berani ke sini

wkwkwk
avatar
mutiiiara
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Female
Posts : 1083
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 10.03.14
Reputation : 11

http://www.IslamtrulyISLAM.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by 'NDARIE on Fri Mar 21, 2014 11:02 am

kristenisasi itu selalu melanggar HAM.
Kristen tak kenal toleransi, yang mereka kenal adalah kristenisasi, cuci otak.
avatar
'NDARIE
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Female
Posts : 156
Kepercayaan : Islam
Location : IBUKOTA RI
Join date : 22.02.14
Reputation : -1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by Kedunghalang on Thu Dec 04, 2014 6:05 am

@SEGOROWEDI wrote:
maka agama (kristen/katholik) jangan dipolitisasi..

tapi kalau islam pasti gak bisa, sebab agama dan politik jadi satu
jadi berdarah-darahnya juga sesuai ajarannya

Ajaran Taurat dan Injil sejak awal merupakan ajaran nasional bagi Bani Israil saja, sehingga memungkinkan agama dan politik menjadi satu. Buktinya Daud dan Sulaiman merupakan Raja sekaligus Nabi bagi Bani Israil. Sedangkan ajaran Al Qur'an adalah ajaran internasional bahkan universal, sehingga jika dipolitisasi dan dijadikan konstitusi partai atau negara, maka akan mempersempit ruang lingkupnya yang bertentangan dengan tujuan ajarannya. Hal seperti ini memungkin terjadinya tindakan anarkis - ketika para pemimpin partai atau negara salah atau berbeda dalam menafsirkan ajaran Al Qur'an - walaupun dampaknya tidak sekejam INKUISISI.

Nabi Muhammad Rasulullah saw adalah uswatun hasanah atau suri tauladan pemilik akhlak yang agung sehingga orang-orang Arab yang mengenal beliau saw memberi gelar, Al Amin (orang yang sangat jujur atau pemegang amanah yang sangat baik). Akibatnya, Nabi Muhammad saw dipilih oleh bangsanya untuk memimpin pemerintahan pada waktu, padahal beliau saw sendiri tidak pernah berkampanye untuk itu. Missi Nabi Muhammad Rasulullah saw yang sesungguhnya adalah sebagai Utusan/Rasul Allah kepada sekalian manusia di seluruh penjuru dunia (Al 'Araf), bahkan sebagai rahmatan-lil-aalamin. (Al Anbiya)

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by SEGOROWEDI on Thu Dec 04, 2014 8:55 am


muhammad kenal demokrasi/tidak??

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by Kedunghalang on Thu Dec 04, 2014 11:36 am

@SEGOROWEDI wrote:
muhammad kenal demokrasi/tidak??

Majlis Musyawarah atau Majlis Syura.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by SEGOROWEDI on Thu Dec 04, 2014 12:10 pm


muhammad jadi pemimpin apa via majelis itu?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by Kedunghalang on Fri Dec 05, 2014 10:18 pm

@SEGOROWEDI wrote:
muhammad jadi pemimpin apa via majelis itu?

Di dalam Majlis Syura Jemaat Islam tidak ada KEKEJAMAN seperti dalam INKUISISI.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by Khalifah7 on Sat Dec 06, 2014 12:42 am

Sejak awal, Kristen dibangun dengan darah [yesus] berjalan dengan darah dan berakhir dengan darah pula.

Benar benar agama kebaikan 2 good

Khalifah7
SERSAN DUA
SERSAN DUA

Male
Age : 38
Posts : 72
Kepercayaan : Islam
Location : Madinah
Join date : 30.10.14
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by SEGOROWEDI on Thu Dec 11, 2014 12:37 pm

@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
muhammad jadi pemimpin apa via majelis itu?

Di dalam Majlis Syura Jemaat Islam tidak ada KEKEJAMAN seperti dalam INKUISISI.

ditanya apa, njawab apa

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by SEGOROWEDI on Thu Dec 11, 2014 12:38 pm

@Khalifah7 wrote:Sejak awal, Kristen dibangun dengan darah [yesus] berjalan dengan darah dan berakhir dengan darah pula.

Benar benar agama kebaikan 2 good

dosa untuk ditebus/diampuni..
bukan ditimbang

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by Kedunghalang on Thu Dec 11, 2014 8:40 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
muhammad jadi pemimpin apa via majelis itu?

Di dalam Majlis Syura Jemaat Islam tidak ada KEKEJAMAN seperti dalam INKUISISI.

ditanya apa, njawab apa

Lihat judul dong, jangan OOT melulu. Nabi Muhammad saw itu dijadikan Allah Tuhan Semesta Alam.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by Kedunghalang on Thu Dec 11, 2014 8:44 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@Khalifah7 wrote:Sejak awal, Kristen dibangun dengan darah [yesus] berjalan dengan darah dan berakhir dengan darah pula.

Benar benar agama kebaikan 2 good

dosa untuk ditebus/diampuni..
bukan ditimbang

Doktrin Penebusan Dosa sudan RONTOK, karena Yesus tidak mati disalib.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by SEGOROWEDI on Mon Jan 12, 2015 12:38 am


yang bilang gak mati disalib
bahkan gak disalib
manusia goa abad 7
ke laut aja dah

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Kekejaman Dewan Inkuisisi Gereja Spanyol

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik