FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

sejarah turunnya Qur'an

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

sejarah turunnya Qur'an

Post by sungokong on Sun May 05, 2013 1:42 am

Bismillah, Washshaltu Wassalamu 'ala Rasulillah, Waba'du.
Kalau kita bedah dan kaji ayat-ayat Allah kitab-Nya yang mulia, kita akan dapati beberapa keterangan tentang peristiwa turunnya Al-Quran sebagai berikut:

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil. ( al-Baqarah: 185 ).
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur'an) pada malam lailatul qadar. (al-Qadr: 1)
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur'an ) pada malam yang diberkahi. (ad-Dhukan: 3).

Ketiga ayat di atas tidak bertentangan, karena malam yang diberkahi adalah malam lailatul qadar dalam bulan ramadhan. Tetapi lahir (zahir) ayat-ayat itu bertentangan dengan kehidupan nyata Rasulullah SAW, di mana Qur'an turun kepadanya selama dua puluh tiga tahun. Dalam hal ini para ulama mempunyai dua madzab pokok:

Madzab pertama, yaitu pendapat Ibn Abbas dan sejumlah ulama serta yang dijadikan pegangan oleh umumnya para ulama.
Yang dimaksud dengan turunnya Qur'an dalam ketiga ayat di atas adalah turunnya Qur'an sekaligus di Baitul 'Izzah di langit dunia agar para malaikat menghormati kebesarannya. Kemudian sesudah itu Qur'an diturunkan kepada rasul kita Muhammad saw. secara bertahap selama dua puluh tiga tahun, sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian sejak dia diutus sampai wafatnya. Ia tinggal di Mekkah sejak diutus selama tiga belas tahun dan sesudah hijrah tinggal di Madinah selama sepuluh tahun. Ia tinggal di Mekkah selama tiga belas tahun dan selama itu wahyu turun kepadanya, ia wafat dalam usia enam puluh tiga tahun.

Pendapat ini didasarkan pada berita-berita yang sahih dari Ibn Abbas dalam beberapa riwayat. Antara lain:
a. Ibn Abbas berkata, "Qur'an sekaligus diturunkan ke langit dunia pada malam lailatul qadar, kemudian setelah itu ia diturunkan selama dua puluh tahun." Lalu ia membacakan:
Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (al-Furqan: 33).
Dan Al Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (al-Isra': 106).
b. Ibn Abbas r.a berkata, "Qur'an itu dipisahkan dari az-Zikr, lalu diletakkan di Baitul Izzah di langit dunia. Maka jibril mulai menurunkannya pada Nabi saw."
c. Ibn Abbas r.a mengatakan, "Allah menurunkan Qur'an sekaligus ke langit dunia, turunnya secara beransur-ansur. Lalu Dia menurunkannya kepada Rasulnya bagian demi bagian."
d. Ibn Abas r.a berkata, "Qur'an diturunkan pada malam lailatul qadar, pada bulan Ramadhan ke langit dunia sekaligus; lalu ia diturunkan secara erangsur-angsur."
Madzab kedua, yaitu yang diriwayatkan oleh as-Sya'bi. Bahwa yang dimaksud dengan turunnya Quran dalam ketiga ayat di atas adalah permulaan turunnya Qur'an pada Rasulullah SAW permulaan turunnya Quran itu di mulai pada malam lailatul qadar di bulan Ramadhan, yang merupakan malam yang di berkahi. Kemudian turunnya berlanjut sesudah itu secara bertahap sesuai dengan kejadian dan peristiwa-peristiwa selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Dengan demikian Qur'an hanya satu macam cara turun, yaitu turun secara bertahap kepada Rasulullah SAW, sebab yang demikian inilah yang dinyatakan dalam Qur'an:
"Dan Al Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian." (al-Isra': 106 )

Orang musyrik yang diberi tahu bahwa kitab-kitab samawi terdahulu turun sekaligus, menginginkan agar Qur'an diturunkan sekaligus:
Berkatalah orang-orang yang kafir, "Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?" Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil. Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya. (al-Furqan: 32-33 )

Dan keistimewaan bulan Ramadhan dan malam lailatul qadar yang merupakan malam yang diberkahi itu tidak akan kelihatan oleh manusia kecuali apa bila yang dimaksudkan dari ketiga ayat diatas adalah turunnya Qur'an kepada Rasulullah SAW yang demikian ini sesuai dengan apa yang terdapat dalam firman Allah mengenai perang badar, "jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami di hari Furqaan , yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (al-Anfal: 41 ).

Perang badar terjadi pada bulan Ramadan. Dan yang demikian ini diperkuat pula oleh hadis yang dijadikan pegangan para penyelidik hadis permulaan wahyu. Aisyah berkata, "Wahyu yang mula-mula diturunkan kepada Rasulullah SAW ialah mimpi yang benar di waktu tidur. Setiap kali bermimpi ia melihat ada yang datang bagaikan cahaya yang terang dipagi hari. Kemudian ia lebih suka menyendiri. Ia pergi ke gua hira untuk bertahanus beberapa malam, dan untuk itu ia membawa bekal. Kemudian ia kembali kerumah Khadijah, dan Khadijahpun membekali seperti itu biasanya. Sehingga datanglah 'kebenaran' kepadanya sewaktu ia berada di gua Hira'. Malaikat datang kepadanya dan berkata, "Bacalah." Rasulullah SAW berkata, "Aku tidak pandai membaca." Lalu malaikat merangkulnya sampai kepayahan. Kemudian ia melepaskan aku, lalu katanya, "Bacalah." Aku menjawab, "Aku tidak pandai membaca." lalu ia merangkulku lagi sampai aku kepayahan. Lalu ia lepaskan aku. Lalu katanya, "Bacalah." Aku menjawab aku tidak pandai membaca. Lalu ia merangkulku untuk ketiga kalinya, sampai aku kepayahan, lalu ia lepaskan aku lalu katanya, "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan sampai dengan apa yang belum diketahuianya."
Para ulama menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pada mulanya diberi tahu dengan mimpi di bulan kelahirannya, yaitu bulan Rabi'ul Awal. Pemberitahuan dengan mimpi itu lamanya enam bulan. Kemudian ia diberi wahyu dengan keadaan sadar (tidak dalam keadaan tidur) pada bulan Ramadan dengan Iqra'. Dengan demikian maka nas-nas yang terdahulu itu menunjukkan pada satu pengertian.

Madzab ketiga, bahwa Qur'an diturunkan ke langit dunia selama dua puluh tiga tahun pada malam lalilatul qadar yang pada setiap malamnya selama malam-malam lailatul qadar itu ada yang ditentukan Allah untuk diturunkan pada setiap tahunnya. Dan jumlah wahyu yang diturunkan ke langit dunia pada malam lailatul qadar, untuk masa satu tahun penuh itu kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW sepanjang tahun. Madzab ini adalah hasil ijtihad sebagian mufasir. Pendapat ini tidak mempunyai dalil.
Adapun madzab kedua yang diriwayatkan dari as-Sya'bi , dengan dali-dalil yang sahih dan dapat diterima, tidaklah bertentang dengan madzab yang pertama yang diriwayatkan dari Ibn Abbas.

Dengan demikian maka pendapat yang kuat ialah bahwa Al-Quran Al-Karim itu dua kali diturunkan:
Pertama: diturunkan secara sekaligus pada malam lailatul qadar ke baitul Izzah di langit dunia.
Kedua: Diturunkan kelangit dunia ke bumi secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun.
Al-Qurtubi telah menukil dari Muqatil bin Hayyan riwayat tentang kesepakatan (ijma') bahwa turunnya Qur'an sekaligus dari lauhul mahfuz ke baitul izzah di langit dunia. Ibn Abbas memandang tidak ada pertentangan antara ke tiga ayat diatas yang berkenaan dengan turunnya Qur'an dengan kejadian nyata dalam kehidupan Rasulullah SAW bahwa Qur'an itu turun selam dua puluh tiga tahun yang bukan bulan Ramadan. Dari Ibn Abbas disebutkan bahwa ia ditanya olah 'Atiyah bin al-Aswad, katanya, "Dalam hatiku terjadi keraguan tentang firman Allah, bulan Ramadan itulah bulan yang di dalamnya diturunkan Qur'an, dan firman Allah SWT, "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam lailatul Qadar," padahal Qur'an itu ada yang diturunkan pada bulan Syawal, Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, Saffar dan Rabi'ul awwal." Ibnu Abbas menjawab, "Qur'an diturunkan berangsur-angsur, sedikit-demi sedikit dan terpisah-pisah serta perlahan-lahan di sepanjang bulan dan hari."

Para ulama mengisyaratkan bahwa hikmah dari hal itu ialah menyatakan kebesaran Qur'an dan kemuliaan orang kepadanya Qur'an diturunkan. As-Suyuti mengatkan, "Dikatakan bahwa rahasia diturunkan Qur'an sekaligus ke langit dunia ialah untuk memuliakannya dan memuliakan orang yang kepada Qur'an diturunkan. Yaitu dengan memberitahukan kepada penghuni tujuh langit bahwa Qur'an adalah kitab terakhir yang diturunkan kepada Rasul terakhir dan umat yang paling mulia. Kitab itu kini telah di ambang pintu dan akan segera diturunkan kepada mereka. Seandainya tidak ada hikmah Ilahi yang menghenndaki disampaikannya Qur'an kepada meraka secara bertahap sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi, tentulah ia diturunkan ke bumi sekaligus seperti halnya kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya."
Dan firman Allah:
"Dan sesungguhnya Al Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin , ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas." (as Syuara': 192-195).

Dan firman-Nya:
Katakanlah, "Ruhul Qudus menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (an-Nahl: 102).
Dan firman-Nya:
Kitab ini diturunkan Allah Yang Mahaperkasa dan Maha Bijaksana. (al-Jasiyah: 2)
Dan firman-Nya:
Dan jika kamu dalam keraguan tentang Al Qur`an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami , buatlah satu surat yang semisal Al Qur`an itu. (al-Baqarah: 23 )
Dan firman-Nya:
Katakanlah, "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman." (al-Baqarah: 97)

Ayat-ayat di atas menyatakan bahwa Al-Quran Al-Karim adalah kalam Allah dengan lafalnya dengan bahasa Arab, dan bahwa Jibril telah menurunkannya ke dalam hati Rasulullah SAW dan bahwa turunnya itu bukanlah turunnya yang pertama kali ke langit dunia. Tetapi yang dimaksudkan ialah turunnya Qur'an secara bertahap. Ungkapan (untuk arti menurunkan) dalam ayat-ayat diatas menggunakan kata tanzil bukan inzal. Ini menunjukkan bahwa turunnya itu secara bertahap dan berangsur-angsur. Ulama bahasa membedakan kata tanzil dan inzal. Tanzil berarti turun secara berangsur-angsur, sedang inzal hanya menunjukkan turun atau menurunkan dalam arti umum.

Qur'an turun secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun, tiga belas tahun di Mekkah menurut pendapat yang kuat, dan sepuluh tahun di Madinah. Penjelasan tentang turunnya secara berangsur itu terdapat dalam firman Allah: "Dan Al-Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian." (al-Isra: 106)
Adapun kitab-kitab samawi yang lain, seperti Taurat, Injil, dan Zabur, turunnya sekaligus. Tidak turun secara berangsur. Hal ini ditunjukkan oleh firman-Nya, Berkatalah orang-orang yang kafir, "Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?" Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil. (al-Furqan: 32).
avatar
sungokong
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 154
Kepercayaan : Islam
Location : gunung hwa kwou
Join date : 04.05.13
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik