FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Mustahil Merealisasi Nibbana dalam Keadaan Sombong dan Berbohong

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Mustahil Merealisasi Nibbana dalam Keadaan Sombong dan Berbohong

Post by Penyaran on Sun May 05, 2013 2:34 pm

Tujuan langsung dari meditasi adalah untuk melatih pikiran dan menggunakannya secara efektif dan efisien dalam kehidupan sehari-hari.[1] Tampaknya apa yang dikatakan Sri Dhammananda tersebut bagus, benar dan mulia. Dalam pandangan Buddhis, meditasi ini bagian dari pokok agama, ada dalam tiga kesatuan yang tidak terpisahkan, yaitu Sila, Samadhi dan Panna. Meditasi adalah samadhi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa “melatih pikiran” bukan sekedar tujuan dari meditasi, melainkan tujuan dari agama itu sendiri. hal ini diperkuat dengan perkataan Sri Dhammananda dalam tulisan selanjutnya,”Tujuan akhir dari meditasi adalah untuk terbebas dari roda samsara-siklus kelahiran dan kematian.[2]” Terbebas dari roda samsara ini merupakan pencapaian Nibbana. Dan kita tahu bahwa seluruh peribadatan dalam Agama Buddha ditujukan untuk merealisasikan Nibbana ini.

Hancurnya kekotoran batin merupakan syarat pencapaian kebebasan. Tapi bagaimana batin seseorang bisa terbebas dari kotoran batin, apabila dia sombong dan berbohong? Umat Buddhis sepakat bahwa sombong dan bohong adalah termasuk kepada Kamma Kussala (perbuatan buruk) yang menodai kesucian, dan tidaklah mungkin seseorang akan dapat mencapai Nibbana selama masih ada Kamma Kussala di dalam dirinya. Dan saat orang itu diseru kepada Islam dengan ayat-ayat Allah dia sombong dan bahkan memperolok-olok Tuhan dan ajaran para NabiNya. Setelah terbukanya kebenaran ayat-ayat Tuhan kepada dia, dia enggan mengakuinya. Dengan demikian dia berdusta pada dirinya sendiri. lalu bagaimana dia akan dapat merealisasi Nibbana dalam keadaan sombong dan berdusta seperti itu?

Artikel Terkait:

tuduhan sesat menyesatkan dalam komunitas buddhis

Keterangan:
1. Sri Dhammananda, Meditasi, Hal. 31
2. Sri Dhammananda, Meditasi, Hal. 31

http://medialogika.org/diskusi-umum/mustahil-merealisasi-nibbana-dalam-keadaan-sombong-dan-berbohong/

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustahil Merealisasi Nibbana dalam Keadaan Sombong dan Berbohong

Post by minu on Fri May 24, 2013 11:17 am

Hallo, topik ini sepi ya.
Saya menanggapi ya,
Ya iyalah Mustahil Merealisasi Nibbana dalam Keadaan Sombong dan Berbohong.

Semoga semua damai dan bahagia

minu
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 5
Kepercayaan : Budha
Location : Jakarta
Join date : 07.05.13
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustahil Merealisasi Nibbana dalam Keadaan Sombong dan Berbohong

Post by Penyaran on Fri May 24, 2013 11:34 am

halo lagi bung minu. piss kemarin Anda penasaran soal Kang Asep yang suka disebut2kan disini. piss Apakah Anda sudah mengunjungi Kang Asep di situs miliknya, www.medialogika.com ? piss

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustahil Merealisasi Nibbana dalam Keadaan Sombong dan Berbohong

Post by Emiliana on Fri May 24, 2013 5:53 pm

Dan saat orang itu diseru kepada Islam dengan ayat-ayat Allah dia sombong dan bahkan memperolok-olok Tuhan dan ajaran para NabiNya

Jadi yg menilai sombong dan berbohong itu orang lain (penganut lain) kan? Pake ayat-ayat Islam pula...apa yg km anggap "sombong" dan "berbohong" di agamamu, belum tentu demikian di agama lain (kecuali "sombong" dan "berbohong" yang hakiki yg masing2 artinya tinggi hati dan mengucapkan dusta)...Dan apa yg kamu anggap "tidak sombong" dan "tidak berbohong" belum tentu murni "tidak" di agama lain...
avatar
Emiliana
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 258
Kepercayaan : Budha
Location : apa penting
Join date : 04.05.13
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustahil Merealisasi Nibbana dalam Keadaan Sombong dan Berbohong

Post by Penyaran on Fri May 24, 2013 6:05 pm


Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustahil Merealisasi Nibbana dalam Keadaan Sombong dan Berbohong

Post by minu on Wed May 29, 2013 10:20 am

test, apakah masuk? piss

minu
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 5
Kepercayaan : Budha
Location : Jakarta
Join date : 07.05.13
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustahil Merealisasi Nibbana dalam Keadaan Sombong dan Berbohong

Post by minu on Wed May 29, 2013 10:34 am

Maaf izinkan saya menulis , dengan pengetahuan buddhis yang sedikit ini.
Sebenarnya di Buddhis tidak diwajibkan harus percaya, termasuk pada Buddha juga, apalagi harus percaya nibbana, tapi di ajaran Buddha diberikan petunjuk jalan untuk mencapai Buddha, Buddha adalah nama gelar, misalnya gelar professor (hanya misalnya) atau jalan mencapai nibbana, pembuktian untuk nibbana yaitu bila telah mencapainya barulah mereka membuktikan sendiri.
Nibbana disebut sebagai tujuan tertinggi, jadi untuk mencapai itu diperlukan latihan2 yang terus menerus, karena paling tidak bila tidak mencapai Nibbana, apabila kita berlatih terus, minimal kita memupuk karma (perbuatan) baik sehingga bila meninggal dunia dapat terlahir dengan kondisi lebih baik, misalnya ke alam surga.
Seperti kita percaya adanya surga, padahal belum kita capai surga itu, tetapi kita yakin surga ada.
Di Buddhis juga tidak harus percaya ada surga, walau tertulis di kitab suci, tetapi dengan melatih diri
sedemikian rupa dengan bersungguh-sungguh dan ketulusan hati yaitu untuk selalu berkata jujur, baik , selalu mengembangkan perbuatan baik, berpikiran baik , meditasi dengan cara benar dll sesuai dengan ajaran Buddha yaitu jalan utama beruas delapan, ada kemungkinan dia memperoleh penglihatan , karena tergantung pula karmanya, atau istilahnya pahalanya apakah sudah matang, penglihatan istilah di Buddhis mata dewa, sehingga dia bisa melihat alam2 lainnya., sebelumnya memang tidak perlu harus percaya, bila telah dibuktikan barulah silahkan percaya , tapi yah monggo kalo mau percaya sebelum ada pembuktian, karena sudah tertulis di kitab suci, sebab itu hak masing-masing orang sesuai keyakinannya. Khusus pencapaian tingkat kesucian, di Buddhis tidak dapat dibuktikan oleh seseorang yang belum setara pencapaiannya, misalnya orang itu telah mencapai Arahat (kesucian tertinggi di agama Buddha), tidak ada seorangpun yang dapat menilai dengan pasti bahwa orang itu telah mencapai arahat, hanya orang yang telah mencapai tingkat arahat atau Buddha barulah dia bisa menilai seseorang yang lain apakah sudah mencapai arahat. Dan seorang arahat tidak akan bilang2, ini saya sudah mencapai arahat lho, kalo masih bilang2 kemungkinan itu arahat palsu. Jadi : Mustahil Merealisasi Nibbana dalam Keadaan Sombong dan Berbohong.

Terima kasih sudah diizinkan berbagi di forum ini.

minu
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 5
Kepercayaan : Budha
Location : Jakarta
Join date : 07.05.13
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mustahil Merealisasi Nibbana dalam Keadaan Sombong dan Berbohong

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik