FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

MUALAF KECIL !! PRAKTEK H*LAL ISLAMISASI !!

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

MUALAF KECIL !! PRAKTEK H*LAL ISLAMISASI !!

Post by Hilal bin Sahar on Thu May 09, 2013 11:08 pm


PAPUA BARAT: Anak2 Kristen diculik & dijadikan Muslim

Mereka Mencomot Anak2 Kami: Anak2 Papua Barat dibawa ke pesantren2 di Jawa
They're taking our children: West Papua's youth are being removed to Islamic religious schools in Java for "re-education"
by Michael Bachelard
May 4, 2013

SUMBER

Johanes Lokobal menangisi tewasnya puteranya ditangan pesantren

Johanes Lokobal menangisi kematian putera satu2nya, Yope, setelah ia dititipkan disebuah pesantren di Jakarta. Ia petani miskin dari desa Megapura di Papua Barat. Thn 2005, Yope yg berusia 14 thn ketika itu, dijemput kelompok perlente dari Jakarta dgn alasan memberinya pekerjaan di Jakarta. Mereka ternyata geng penyelundup anak2 Papua. Penyidikan 6 bulan oleh NGO, Good Weekend, menegaskan bahwa RIBUAN bocah dari keluarga2 miskin ini dijanjikan pendidikan gratis.

Anak2 yg paling muda berusia 5 thn ini ternyata dibawa ke pesantren2 yang tidak mengajarkan mereka membaca dan menulis, matematika dan sains, tapi mereka malah disuruh 'belajar menghormati Allah,' begitu menurut seorang pemimpin pesantren. Pesantren2 ini memiliki satu tujuan: mengirim kembali anak2 didikan mereka ke Papua-yang mayoritas Kristen-untuk menyebarkan dakwah Islam. Singkatnya, mengIslamkan Papua.

Ketika ke 100 bocah Papua di Daarur Rasul ditanya, mau jadi apa nanti kalau besar kelak, mereka serempak berteriak, '(Kami mau jadi) Ustadz! Ustadz!'

Bocah2 Papua mendengarkan pengajian

Isu agama dan identitas kultural di Papua, khususnya di kawasan pegununan, sangat sensitif. Data sensus dalam 40 tahun belakangan ini menunjukkan bahwa penduduk asli kini sama jumlahnya dengan migran Muslim dari Indonesia Barat. Para pendatang me-marginalisasi kaum asli. Situasi ini membawa kekhawatiran bagi penduduk asli Papua yang tidak mau menjadi minoritas di negerinya sendiri. Desas desus tentang anak2 Kristen yang dibawa ke pesantren semakin memanaskan situasi.

'Begitu mereka kembali dari pesantren di Jawa, kepercayaan mereka berubah, tabiat mereka berubah akibat cuci otak,' kata pemimpin Kristen Papua, Benny Giay.

Tapi pihak pesantren bersikeras bhw mereka hanya 'merekrut siswa yang sudah Muslim.' Namun organisasi radikal, Al Fatih Kafah Nusantara (AFKN), tidak menyembunyikan maksud mereka untuk mengislamkan anak2 Kristen dan memanfaatkan agama bagi tujuan politik. Fadzlan Garamatan, pemimpin AFKN, membawa 2200 anak2 dari Papua sbg bagian dari program Islamisasi. "Begitu orang2 Papua masuk islam, mereka tidak lagi ingin mencapai kemerdekaan (dari Indonesia),'' katanya pada situsnya.

Karena sensitifnya isu ini, sk Indonesia tidak mengabarkannya. Kepala Unit Perkembangan di Papua & Papua Barat, Bambang Darmono, menyepelekan isu ini dan mengatakan bahwa hal ini cuma 'masalah kecil.' Dirjen Urusan Pesantren, Saefudin, malah mengatakan, ia 'belum pernah mendengar ttg isu ini, tuh,' katanya.

Elias Lokobal, paman Yope yang tewas itu, bercerita ttg seorang ustadz Megapura & sekitarnya, bernama Amir Lania. DI thn 2005, ia dan Kepala Polisi dari kota Yahukimo, memulai mendekati keluarga2 miskin untuk merekrut anak2 mereka. Keduanya masing2 mengambil 4 bocah dari keluarga miskin dari 5 desa dan mentranspor mereka ke Jawa untuk menikmati 'pendidikan gratis.' Kowenip, seorang KRisten, mengatakan, ini adalah IDE-NYA untuk 'membantu' anak2 dari keluarga miskin dengan satu orang tua dan bahwa dana datang dari 'pemda dan organisasi Islam' yg ia lupa namanya.

Yope jatuh ketangan mereka. Ibunya meninggal dan ia hidup bersama ibu tirinya. Keluarganya Muslim, tapi Yope Kristen yg rajin ke gereja dgn pamannya. Kata pamannya, Lani maupun Kowenip bahkan tidak menghadap ayahnya, Johanes Lokobal, utk menjelaskan rencana mereka dan meminta ijin. Mereka hanya menawarkan ide pendidikan gratis ini kepada Yope yang tentu sangat girang mendapat tawaran pendidikan gratis dan pekerjaan mapan. Teman2nya juga ada yang pergi ke Jakarta dan ia sangat ingin bergabung dgn mereka.

Andreas Asso, spt Yope, juga diundang ikut dgn kelompok mereka. "Mrk tanya apa saya mau ke Jakarta, gratis, tapi mrk tidak pernah berbicara dengan paman saya. Tapi kalau mrk bilang kita akan dikirim ke pesantren, jelas tidak satupun dari kami mau ikut dgn mrk. Kami lahir sbg Kristen dan sampai mati akan tetap sbg Kristenbn,'' katanya.

Andreas ikut dgn 19 bocah lainnya yang kesemuanya ditranspor lewat pesawat AU-RI, Hercules C-130 di Wamena. Yang paling muda berusia 5 thn. ''Kami tidak berani berbicara dgn tentara2 di pesawat,'' katanya, ''kami takut.''

Setelah perjalanan dua hari, mereka mencapai Jakarta tapi tidak ditawarkan makan atau minum. Anak2 yg masih kecil2 menjadi sakit dan muntah2. Setelah perjalanan 3 jam naik mobil, mereka sampai di pesantren Jamiyyah Al-Wafa Al-Islamiyah di Gunung Salak, Bogor.

Kata Andreas, anak2 dari desa pegunungan di Papua ini ternyata tidak bisa menyesuaikan diri dgn hidup di pesantren ini. "Kami tidak dibawa ke sebuah sekolah dgn bangku2. Kami dibawa ke mesjid besar dan setiap hari mata pelajarannya adalah Islam melulu, baca Quran melulu. Mereka menampar wajah kami, memukuli kami dgn kayu. Mereka bilang, kami orang Papua, adalah bangsa hitam.''

Pendidikan dan makanan memang gratis tapi ajaran agama sangat ketat. Guru2 dari Yaman dengan dana Saudi yang dijelaskan oleh situs internet mereka menggambarkan diri mereka sbg Salafi soleh. Tujuan mereka: "Membangun kader2 pengkotbah dan kaum yang bisa memanggil orang2 lain kepada Islam.'' Andreas bersikeras bahwa beberapa dari bocah2 yg dicomot dari Papua ini memang benar2 Kristen, sesuatu yg dibantah pihak pesantren. Menurut kepala pesantren, Al Rasyid, anak2 Papua ini memang ''liar dan berbeda budaya (dgn orang Jawa).''

Katanya, anak2 Papua ini buang air dimana2, termasuk dikawasan sekolah dan malah mencuri panen petani2 setempat. Ia mengaku telah memukuli mereka dgn rotan di kaki.

Menurut Andreas, tiga bulah lalu, seorang bocah Papua yg sakit2an, Nison Asso, tewas disana. Jenazahnya masih di pesantren tsb krn mrk tidak punya uang utk memulangkan jenazahnya. ''Ia hanya berusia 10 thn, '' kata ANdreas. Al Rasyid tidak mau berkomentar ttg Nison, dan dalam waktu kurang dari 1 tahun, baik pihak pesantren maupun bocah2 Papua tsb, eksperimen mengislamkan mereka memang gagal. ANdreas mengatakan, Nison memohon berkali2 kpd Al Rasyid agar dibawa pulang, tapi ini ditolak.

Bbrp bocah Papua ini dioper kepesantren baru di Tangerang, Jkt. Mereka juga diusir dari sana, krn menurut Ismail Asso, ustadz yg juga datang dari Papua, mereka ''memang dari sononya anak2 bandel.'' Andreas bolos pesantren dan bersama dgn anak lain yg bernama Muslim Lokobal, "yang juga Kristen tapi oleh pesantren tsb diberi nama 'Muslim,' " melarikan diri ke kota besar. Kemungkinan besar anak nama sebenarnya adalah YOPE!

Suatu malam, Yope mabuk. Pada saat kembali ke pesantren, karena tidak suka melihat keadaannya ini, orang2 pesantren memukulinya bertubi2 dan MEMBUNUHNYA. Mereka mencabut salah satu matanya dan mencongkel lobang matanya dengan botol. Cerita ini sulit dikonfirmasi karena pihak pesantren membantah versi cerita ini.

Ayah Yope, Johanes, menegaskan bahwa tiba2 ia mendapat telpon dari mesjid di Jakarta dan mengatakan bahwa Yope tewas. Tapi, katanya, ''mereka tidak menyebutkan alasan ia mati.''

Nasib bocah2 Papua lainnya yg diculik ke Jakarta yg kini sudah berusia 20-an, tidak diketahui Andreas. Tapi terakhir ia mendengar dari mereka, mereka mengamen di Jakarta, jadi tukang ojek atau pemungut uang bis. Seorang ibu dari Wamena, Teronce Sorasi, mengaku bhw di thn 2007, tidak lama setelah suaminya meninggal, ia didatangi kepala polisi dan memintanya agar mengirim puterinya yg baru berusia 5 thn, Yanti, dan puteranya, Yance yg 11 thn, ke Jakarta. Ia tahu kami Kristen dan saya menolak, tapi ia memaksa.

Amir Lani kini tinggal disebuah villa mewah di lembah dekat Megapura. Menurut Elias, setiap kali ia ditanya tentang bocah2 yg ia comot dari Wamena itu, ia 'menghindar.' Aloysius Kowenip juga menghindar ketika ditanya per telpon ttg kematian Yope. Malah Ismail Asso menelpon penulis dengan marah dan mengirim dua ancaman lewat SMS, ''Awas kalau anda berani mengubek2 info ttg Muslim2 Wamena, anda akan dideportasi atau dibunuh orang2 Wamena.''

Hilal bin Sahar
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 131
Location : kota banjir
Join date : 08.02.13
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: MUALAF KECIL !! PRAKTEK H*LAL ISLAMISASI !!

Post by The.Barnabas on Thu May 16, 2013 11:30 am

^
^
^

Sinetron toh, ta kira beneran,,,ya nyata di papua itu,,misionaris,,dateng nyebarin ajaran kasih, tanpa harus berpakaian,,, ketawa guling ...

avatar
The.Barnabas
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 894
Location : Jakarta
Join date : 27.07.12
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: MUALAF KECIL !! PRAKTEK H*LAL ISLAMISASI !!

Post by Hilal bin Sahar on Sat May 25, 2013 10:37 pm

yg bilang sinetron sape?? lo doank piss

Hilal bin Sahar
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 131
Location : kota banjir
Join date : 08.02.13
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: MUALAF KECIL !! PRAKTEK H*LAL ISLAMISASI !!

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik