FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Halaman 11 dari 13 Previous  1, 2, 3 ... 10, 11, 12, 13  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by sungokong on Sun May 19, 2013 12:48 pm

First topic message reminder :

Al-Quran Al-Karim memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat. Salah satu di antaranya adalah bahwa ia merupakan kitab yang keotentikannya dijamin oleh Allah, dan ia adalah kitab yang selalu dipelihara. Inna nahnu nazzalna al-dzikra wa inna lahu lahafizhun (Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah Pemelihara-pemelihara-Nya) (QS 15:9).

Demikianlah Allah menjamin keotentikan Al-Quran, jaminan yang diberikan atas dasar Kemahakuasaan dan Kemahatahuan-Nya, serta berkat upaya-upaya yang dilakukan oleh makhluk-makhluk-Nya, terutama oleh manusia. Dengan jaminan ayat di atas, setiap Muslim percaya bahwa apa yang dibaca dan didengarnya sebagai Al-Quran tidak berbeda sedikit pun dengan apa yang pernah dibaca oleh Rasulullah saw., dan yang didengar serta dibaca oleh para sahabat Nabi saw.

Tetapi, dapatkah kepercayaan itu didukung oleh bukti-bukti lain? Dan, dapatkah bukti-bukti itu meyakinkan manusia, termasuk mereka yang tidak percaya akan jaminan Allah di atas? Tanpa ragu kita mengiyakan pertanyaan di atas, karena seperti yang ditulis oleh almarhum 'Abdul-Halim Mahmud, mantan Syaikh Al-Azhar: "Para orientalis yang dari saat ke saat berusaha menunjukkan kelemahan Al-Quran, tidak mendapatkan celah untuk meragukan keotentikannya."1 Hal ini disebabkan oleh bukti-bukti kesejarahan yang mengantarkan mereka kepada kesimpulan tersebut.
Bukti-bukti dari Al-Quran Sendiri

Sebelum menguraikan bukti-bukti kesejarahan, ada baiknya saya kutipkan pendapat seorang ulama besar Syi'ah kontemporer, Muhammad Husain Al-Thabathaba'iy, yang menyatakan bahwa sejarah Al-Quran demikian jelas dan terbuka, sejak turunnya sampai masa kini. Ia dibaca oleh kaum Muslim sejak dahulu sampai sekarang, sehingga pada hakikatnya Al-Quran tidak membutuhkan sejarah untuk membuktikan keotentikannya. Kitab Suci tersebut lanjut Thabathaba'iy memperkenalkan dirinya sebagai Firman-firman Allah dan membuktikan hal tersebut dengan menantang siapa pun untuk menyusun seperti keadaannya. Ini sudah cukup menjadi bukti, walaupun tanpa bukti-bukti kesejarahan. Salah satu bukti bahwa Al-Quran yang berada di tangan kita sekarang adalah Al-Quran yang turun kepada Nabi saw. tanpa pergantian atau perubahan --tulis Thabathaba'iy lebih jauh-- adalah berkaitan dengan sifat dan ciri-ciri yang diperkenalkannya menyangkut dirinya, yang tetap dapat ditemui sebagaimana keadaannya dahulu.2

Dr. Mustafa Mahmud, mengutip pendapat Rasyad Khalifah, juga mengemukakan bahwa dalam Al-Quran sendiri terdapat bukti-bukti sekaligus jaminan akan keotentikannya.3

Huruf-huruf hija'iyah yang terdapat pada awal beberapa surah dalam Al-Quran adalah jaminan keutuhan Al-Quran sebagaimana diterima oleh Rasulullah saw. Tidak berlebih dan atau berkurang satu huruf pun dari kata-kata yang digunakan oleh Al-Quran. Kesemuanya habis terbagi 19, sesuai dengan jumlah huruf-huruf B(i)sm Ali(a)h Al-R(a)hm(a)n Al-R(a)him. (Huruf a dan i dalam kurung tidak tertulis dalam aksara bahasa Arab).

Huruf (qaf) yang merupakan awal dari surah ke-50, ditemukan terulang sebanyak 57 kali atau 3 X 19.

Huruf-huruf kaf, ha', ya', 'ayn, shad, dalam surah Maryam, ditemukan sebanyak 798 kali atau 42 X 19.

Huruf (nun) yang memulai surah Al-Qalam, ditemukan sebanyak 133 atau 7 X 19. Kedua, huruf (ya') dan (sin) pada surah Yasin masing-masing ditemukan sebanyak 285 atau 15 X 19. Kedua huruf (tha') dan (ha') pada surah Thaha masing-masing berulang sebanyak 342 kali, sama dengan 19 X 18.

Huruf-huruf (ha') dan (mim) yang terdapat pada keseluruhan surah yang dimulai dengan kedua huruf ini, ha' mim, kesemuanya merupakan perkalian dari 114 X 19, yakni masing-masing berjumlah 2.166.

Bilangan-bilangan ini, yang dapat ditemukan langsung dari celah ayat Al-Quran, oleh Rasyad Khalifah, dijadikan sebagai bukti keotentikan Al-Quran. Karena, seandainya ada ayat yang berkurang atau berlebih atau ditukar kata dan kalimatnya dengan kata atau kalimat yang lain, maka tentu perkalian-perkalian tersebut akan menjadi kacau.

Angka 19 di atas, yang merupakan perkalian dari jumlah-jumlah yang disebut itu, diambil dari pernyataan Al-Quran sendiri, yakni yang termuat dalam surah Al-Muddatstsir ayat 30 yang turun dalam konteks ancaman terhadap seorang yang meragukan kebenaran Al-Quran.

Demikianlah sebagian bukti keotentikan yang terdapat di celah-celah Kitab Suci tersebut.
Bukti-bukti Kesejarahan

Al-Quran Al-Karim turun dalam masa sekitar 22 tahun atau tepatnya, menurut sementara ulama, dua puluh dua tahun, dua bulan dan dua puluh dua hari.

Ada beberapa faktor yang terlebih dahulu harus dikemukakan dalam rangka pembicaraan kita ini, yang merupakan faktor-faktor pendukung bagi pembuktian otentisitas Al-Quran.

(1) Masyarakat Arab, yang hidup pada masa turunnya Al-Quran, adalah masyarakat yang tidak mengenal baca tulis. Karena itu, satu-satunya andalan mereka adalah hafalan. Dalam hal hafalan, orang Arab --bahkan sampai kini-- dikenal sangat kuat.

(2) Masyarakat Arab --khususnya pada masa turunnya Al-Quran-- dikenal sebagai masyarakat sederhana dan bersahaja: Kesederhanaan ini, menjadikan mereka memiliki waktu luang yang cukup, disamping menambah ketajaman pikiran dan hafalan.

(3) Masyarakat Arab sangat gandrung lagi membanggakan kesusastraan; mereka bahkan melakukan perlombaan-perlombaan dalam bidang ini pada waktu-waktu tertentu.

(4) Al-Quran mencapai tingkat tertinggi dari segi keindahan bahasanya dan sangat mengagumkan bukan saja bagi orang-orang mukmin, tetapi juga orang kafir. Berbagai riwayat menyatakan bahwa tokoh-tokoh kaum musyrik seringkali secara sembunyi-sembunyi berupaya mendengarkan ayat-ayat Al-Quran yang dibaca oleh kaum Muslim. Kaum Muslim, disamping mengagumi keindahan bahasa Al-Quran, juga mengagumi kandungannya, serta meyakini bahwa ayat-ayat Al-Quran adalah petunjuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

(5) Al-Quran, demikian pula Rasul saw., menganjurkan kepada kaum Muslim untuk memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Quran dan anjuran tersebut mendapat sambutan yang hangat.

(6) Ayat-ayat Al-Quran turun berdialog dengan mereka, mengomentari keadaan dan peristiwa-peristiwa yang mereka alami, bahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Disamping itu, ayat-ayat Al-Quran turun sedikit demi sedikit. Hal itu lebih mempermudah pencernaan maknanya dan proses penghafalannya.

(7) Dalam Al-Quran, demikian pula hadis-hadis Nabi, ditemukan petunjuk-petunjuk yang mendorong para sahabatnya untuk selalu bersikap teliti dan hati-hati dalam menyampaikan berita --lebih-lebih kalau berita tersebut merupakan Firman-firman Allah atau sabda Rasul-Nya.

Faktor-faktor di atas menjadi penunjang terpelihara dan dihafalkannya ayat-ayat Al-Quran. Itulah sebabnya, banyak riwayat sejarah yang menginformasikan bahwa terdapat ratusan sahabat Nabi saw. yang menghafalkan Al-Quran. Bahkan dalam peperangan Yamamah, yang terjadi beberapa saat setelah wafatnya Rasul saw., telah gugur tidak kurang dari tujuh puluh orang penghafal Al-Quran.4

Walaupun Nabi saw. dan para sahabat menghafal ayat-ayat Al-Quran, namun guna menjamin terpeliharanya wahyu-wahyu Ilahi itu, beliau tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga tulisan. Sejarah menginformasikan bahwa setiap ada ayat yang turun, Nabi saw. lalu memanggil sahabat-sahabat yang dikenal pandai menulis, untuk menuliskan ayat-ayat yang baru saja diterimanya, sambil menyampaikan tempat dan urutan setiap ayat dalam surahnya. Ayat-ayat tersebut mereka tulis dalam pelepah kurma, batu, kulit-kulit atau tulang-tulang binatang. Sebagian sahabat ada juga yang menuliskan ayat-ayat tersebut secara pribadi, namun karena keterbatasan alat tulis dan kemampuan maka tidak banyak yang melakukannya disamping kemungkinan besar tidak mencakup seluruh ayat Al-Quran. Kepingan naskah tulisan yang diperintahkan oleh Rasul itu, baru dihimpun dalam bentuk "kitab" pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar r.a.5
Penulisan Mushhaf

Dalam uraian sebelumnya dikemukakan bahwa ketika terjadi peperangan Yamamah, terdapat puluhan penghafal Al-Quran yang gugur. Hal ini menjadikan 'Umar ibn Al-Khaththab menjadi risau tentang "masa depan Al-Quran". Karena itu, beliau mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar agar mengumpulkan tulisan-tulisan yang pernah ditulis pada masa Rasul. Walaupun pada mulanya Abu Bakar ragu menerima usul tersebut --dengan alasan bahwa pengumpulan semacam itu tidak dilakukan oleh Rasul saw.-- namun pada akhirnya 'Umar r.a. dapat meyakinkannya. Dan keduanya sepakat membentuk suatu tim yang diketuai oleh Zaid ibn Tsabit dalam rangka melaksanakan tugas suci dan besar itu.

Zaid pun pada mulanya merasa sangat berat untuk menerima tugas tersebut, tetapi akhirnya ia dapat diyakinkan --apalagi beliau termasuk salah seorang yang ditugaskan oleh Rasul pada masa hidup beliau untuk menuliskan wahyu Al-Quran. Dengan dibantu oleh beberapa orang sahabat Nabi, Zaid pun memulai tugasnya. Abu Bakar r.a. memerintahkan kepada seluruh kaum Muslim untuk membawa naskah tulisan ayat Al-Quran yang mereka miliki ke Masjid Nabawi untuk kemudian diteliti oleh Zaid dan timnya. Dalam hal ini, Abu Bakar r.a. memberi petunjuk agar tim tersebut tidak menerima satu naskah kecuali yang memenuhi dua syarat:

Pertama, harus sesuai dengan hafalan para sahabat lain.

Kedua, tulisan tersebut benar-benar adalah yang ditulis atas perintah dan di hadapan Nabi saw. Karena, seperti yang dikemukakan di atas, sebagian sahabat ada yang menulis atas inisiatif sendiri.

Untuk membuktikan syarat kedua tersebut, diharuskan adanya dua orang saksi mata.

Sejarah mencatat bahwa Zaid ketika itu menemukan kesulitan karena beliau dan sekian banyak sahabat menghafal ayat Laqad ja'akum Rasul min anfusikum 'aziz 'alayh ma 'anittun harish 'alaykum bi almu'minina Ra'uf al-rahim (QS 9:128). Tetapi, naskah yang ditulis di hadapan Nabi saw. tidak ditemukan. Syukurlah pada akhirnya naskah tersebut ditemukan juga di tangan seorang sahabat yang bernama Abi Khuzaimah Al-Anshari. Demikianlah, terlihat betapa Zaid menggabungkan antara hafalan sekian banyak sahabat dan naskah yang ditulis di hadapan Nabi saw., dalam rangka memelihara keotentikan Al-Quran. Dengan demikian, dapat dibuktikan dari tata kerja dan data-data sejarah bahwa Al-Quran yang kita baca sekarang ini adalah otentik dan tidak berbeda sedikit pun dengan apa yang diterima dan dibaca oleh Rasulullah saw., lima belas abad yang lalu.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, perlu dikemukakan bahwa Rasyad Khalifah, yang menemukan rahasia angka 19 yang dikemukakan di atas, mendapat kesulitan ketika menemukan bahwa masing-masing kata yang menghimpun Bismillahirrahmanirrahim, kesemuanya habis terbagi 19, kecuali Al-Rahim. Kata Ism terulang sebanyak 19 kali, Allah sebanyak 2.698 kali, sama dengan 142 X 19, sedangkan kata Al-Rahman sebanyak 57 kali atau sama dengan 3 X 19, dan Al-Rahim sebanyak 115 kali. Di sini, ia menemukan kejanggalan, yang konon mengantarnya mencurigai adanya satu ayat yang menggunakan kata rahim, yang pada hakikatnya bukan ayat Al-Quran. Ketika itu, pandangannya tertuju kepada surah Al-Tawbah ayat 128, yang pada mulanya tidak ditemukan oleh Zaid. Karena, sebagaimana terbaca di atas, ayat tersebut diakhiri dengan kata rahim.

Sebenarnya, kejanggalan yang ditemukannya akan sirna, seandainya ia menyadari bahwa kata rahim pada ayat Al-Tawbah di atas, bukannya menunjuk kepada sifat Tuhan, tetapi sifat Nabi Muhammad saw. Sehingga ide yang ditemukannya dapat saja benar tanpa meragukan satu ayat dalam Al-Quran, bila dinyatakan bahwa kata rahim dalam Al-Quran yang menunjuk sifat Allah jumlahnya 114 dan merupakan perkalian dari 6 X 19.
Penutup

Demikianlah sekelumit pembicaraan dan bukti-bukti yang dikemukakan para ulama dan pakar, menyangkut keotentikan ayat-ayat Al-Quran. Terlihat bagaimana Allah menjamin terpeliharanya Kitab Suci ini, antara lain berkat upaya kaum beriman.
Catatan kaki

1 'Abdul Halim Mahmud, Al-Tafkir Al-Falsafiy fi Al-Islam, Dar Al-Kitab Al-Lubnaniy, Beirut, t.t., h. 50.

2 Muhammad Husain Al-Thabathabaly, Al-Qur'an fi Al-Islam, Markaz I'lam Al-Dzikra Al-Khamisah li Intizhar Al-Tsawrah Al-Islamiyah, Teheran, h. 175.

3 Mustafa Mahmud, Min Asrar Al-Qur'an, Dar Al-Ma'arif, Mesir, 1981, h. 64-65.

4 'Abdul Azhim Al-Zarqaniy, Manahil Al-'Irfan i 'Ulum Al-Qur'an, Al-Halabiy, Kairo, 1980, jilid 1, h. 250.

5 Ibid., h. 252.
avatar
sungokong
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 154
Kepercayaan : Islam
Location : gunung hwa kwou
Join date : 04.05.13
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down


Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Tue Jul 09, 2013 8:43 am


bukti pembakaran sudah diberikan..
bukti rusak kamu gak punya

siapa yang berhalusinasi??

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Tue Jul 09, 2013 8:52 am

@SEGOROWEDI wrote:
bukti pembakaran sudah diberikan..
bukti rusak kamu gak punya

siapa yang berhalusinasi??
Siapa yang menuduh bahwa Quran yang sekarang, berbeda dengan Musaf Hafs?

kamu/saya?
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Tue Jul 09, 2013 8:56 am



mana bukti disalin karena rusak??
kan gak ada..
hanya halusinasimu..
berbeda karena bukan musaf hafsa melainkan musaf usman..
padahal musaf hafsanya kemudian dibakar

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Tue Jul 09, 2013 9:01 am

@SEGOROWEDI wrote:

mana bukti disalin karena rusak??
kan gak ada..
hanya halusinasimu..
berbeda karena bukan musaf hafsa melainkan musaf usman..
padahal musaf hafsanya kemudian dibakar
Baca kalimat pertanyaan saya nggak wed?

Kok malah nglantur duluan?
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Tue Jul 09, 2013 9:16 am



kamu kan berteori usman menyalin musaf hafsa
padahal cuman 2 ayat aja katamu sekedar kroscek
padahal musaf/quran yang otentik itu kan miliknya hafsa
yang sudah dibakar

kok bisa bilang musaf ikinan usman otentik?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Tue Jul 09, 2013 9:24 am

@SEGOROWEDI wrote:

kamu kan berteori usman menyalin musaf hafsa
padahal cuman 2 ayat aja katamu sekedar kroscek
padahal musaf/quran yang otentik itu kan miliknya hafsa
yang sudah dibakar

kok bisa bilang musaf ikinan usman otentik?
Untuk Musaf Hafs, bentuk hurufnya berbeda dengan Musaf Ustmani.
Sedangkan Musaf Ustmani, berbeda hurufnya dengan Quran yang sekarang, dimana sudah menggunakan harokat.

Perbedaan dialek, tidak terkode secara jelas pada Musaf Hafs.

Ini yang saya maksud dengan adanya kemungkinan bahwa Musaf Hafs dapat dibaca dengan dialek lain selain dialek Quraisy.

paham?
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by aliumar on Tue Jul 09, 2013 11:02 pm

Sehingga, kalau ayat tersebut tidak ada dalam ingatan atau tidak ada dalam catatan, maka ayat tersebut tidak dituliskan.
Tapi kenyataannya, semua ayat yang diingat, ada catatannya dan tidak tertinggal satupun.

sekalipun catatan sama 100% dgn hapalan, ini pun tidak bisa menjamin itu sbg yg sungguh2 benar. Apa sebab?
Krn dari hapalan jika ada salahnya, maka dari hapalan yg ada salah nya tsb lalu dicatat, maka catatan tsb mengandung kesalahan juga yg sama. Lalu catatan yg salah tsb dibandingkan dgn hapalan yg salah tsb, maka tentu catatan yg mengandung salah tsb akan bisa menjadi sama dengan hapalan yg salah tsb. Hal ini akan menyebabkan tertutupinya kesalahan, dan dianggap sbg sesuatu yg benar (krn yg ada dihapalan=yg tercatat, main dianggap sbg sesuatu yg benar).
Semua hal ini dikarenakan tidak adanya acuan tunggal yg mutlak utk memeriksa/menilai baik hapalan maupun catatan

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by aliumar on Tue Jul 09, 2013 11:16 pm

contoh:
Si A mengatakan ke saya: "Tolong diingat ya nomor telpon si B: 165472".
Lusa nya di ingatan saya, saya mengingat nomor telpon si B: 165742, dan berdasarkan ingatan saya tsb saya mencatat ingatan saya tsb di sebuah catatan sbb: Nomor telp si B sbg 165742.

Pertanyaannya: Apakah krn yg ada dalam ingatan=yg ada dalam catatan, maka itu menjamin isi nya benar?

Apa yg bisa kita dapat dari contoh tsb?
Yakni bahwa sekalipun yg ada di hapalan sama dengan yg tercatat, hal itu tidak menjamin isi nya sbg sesuatu yg benar.

Harus ada acuan yg ditentukan sbg yg mutlak benar.
Nah adakah acuan yg ditentukan sbg yg mutlak benar saat proses pembentukan Mushaf Quran di masa Usman tsb? Nampaknya Tidak ada. Sehingga tidak ada jaminan mushaf quran yg terbentuk isi nya benar mutlak.


Terakhir diubah oleh aliumar tanggal Wed Jul 10, 2013 7:52 am, total 1 kali diubah

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Wed Jul 10, 2013 7:47 am

@aliumar wrote:
Sehingga, kalau ayat tersebut tidak ada dalam ingatan atau tidak ada dalam catatan, maka ayat tersebut tidak dituliskan.
Tapi kenyataannya, semua ayat yang diingat, ada catatannya dan tidak tertinggal satupun.

sekalipun catatan sama 100% dgn hapalan, ini pun tidak bisa menjamin itu sbg yg sungguh2 benar. Apa sebab?
Krn dari hapalan jika ada salahnya, maka dari hapalan yg ada salah nya tsb lalu dicatat, maka catatan tsb mengandung kesalahan juga yg sama. Lalu catatan yg salah tsb dibandingkan dgn hapalan yg salah tsb, maka tentu catatan yg mengandung salah tsb akan bisa menjadi sama dengan hapalan yg salah tsb. Hal ini akan menyebabkan tertutupinya kesalahan, dan dianggap sbg sesuatu yg benar (krn yg ada dihapalan=yg tercatat, main dianggap sbg sesuatu yg benar).
Semua hal ini dikarenakan tidak adanya acuan tunggal yg mutlak utk memeriksa/menilai baik hapalan maupun catatan
Betul!
Maka dari itu, jika memang terjadi kesalahan, maka metode2 pemeriksaan apapun akan tidak berarti.
Karena nilai-nilai keseimbangan itu tidak akan pernah bisa ditemukan.

Baca ulang post #1 di tret ini, supaya lebih jelas.
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by aliumar on Wed Jul 10, 2013 11:18 am

Karena nilai-nilai keseimbangan itu tidak akan pernah bisa ditemukan.
hahaha...muslim selalu lebih suka guthak gathuk manusia, krn ingin menyangkali fakta kacau nya sejarah pembentukan Quran...
Sana searching di google, sudah banyak yg membongkar ke-tidakberesan guthak gathuk muslim ala Rashad Khalifa yg dibangga2kan muslim (yg juga di post di halaman 1 topik ini).

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Wed Jul 10, 2013 11:31 am

@EbisuSensei wrote:
@SEGOROWEDI wrote:

kamu kan berteori usman menyalin musaf hafsa
padahal cuman 2 ayat aja katamu sekedar kroscek
padahal musaf/quran yang otentik itu kan miliknya hafsa
yang sudah dibakar

kok bisa bilang musaf ikinan usman otentik?
Untuk Musaf Hafs, bentuk hurufnya berbeda dengan Musaf Ustmani.
Sedangkan Musaf Ustmani, berbeda hurufnya dengan Quran yang sekarang, dimana sudah menggunakan harokat.

Perbedaan dialek, tidak terkode secara jelas pada Musaf Hafs.

Ini yang saya maksud dengan adanya kemungkinan bahwa Musaf Hafs dapat dibaca dengan dialek lain selain dialek Quraisy.

paham?

ya tinggal musaf hafsanya yang dikode..
gak perlu bikin baru yang semakin tidak otentik

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Wed Jul 10, 2013 11:37 am

@aliumar wrote:
Karena nilai-nilai keseimbangan itu tidak akan pernah bisa ditemukan.
hahaha...muslim selalu lebih suka guthak gathuk manusia, krn ingin menyangkali fakta kacau nya sejarah pembentukan Quran...
Sana searching di google, sudah banyak yg membongkar ke-tidakberesan guthak gathuk muslim ala Rashad Khalifa yg dibangga2kan muslim (yg juga di post di halaman 1 topik ini).
Tinggal hitung sendiri saja, mana ang nggak nggak cocok.
Mulai dari tret Parity Check dari saya.

Dan lupa saya sampaikan bahwa saat penyalinan, maka ada banyak saksi dan bukti pendukung yang berupa catatan.

Kecuali tiba2 saja muncul surat, dimana yang mencatat siapa tidak jelas, penulisnya tidak jelas, saksi2 tidak ada, dan dari mimpi siapa juga tidak jelas.
Kalau begini memang kacau.
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Wed Jul 10, 2013 11:39 am

@SEGOROWEDI wrote:
@EbisuSensei wrote:
@SEGOROWEDI wrote:

kamu kan berteori usman menyalin musaf hafsa
padahal cuman 2 ayat aja katamu sekedar kroscek
padahal musaf/quran yang otentik itu kan miliknya hafsa
yang sudah dibakar

kok bisa bilang musaf ikinan usman otentik?
Untuk Musaf Hafs, bentuk hurufnya berbeda dengan Musaf Ustmani.
Sedangkan Musaf Ustmani, berbeda hurufnya dengan Quran yang sekarang, dimana sudah menggunakan harokat.

Perbedaan dialek, tidak terkode secara jelas pada Musaf Hafs.

Ini yang saya maksud dengan adanya kemungkinan bahwa Musaf Hafs dapat dibaca dengan dialek lain selain dialek Quraisy.

paham?

ya tinggal musaf hafsanya yang dikode..
gak perlu bikin baru yang semakin tidak otentik
Lha memang dari awal musaf siapa yang dikodekan?
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Wed Jul 10, 2013 11:44 am


musaf bikinan usman..
hasil pengumpulan bahan oleh zaid dkk

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by hamba tuhan on Wed Jul 10, 2013 11:45 am

@hamba tuhan wrote:Alquran adalah lafzun munazzal..... lafaz yang diturunkan, lafaz adalah ucapan bukan tulisan. tulisan dikatakan alquran karena apabila yang dibaca sama dengan yang tertulis.... lafaz munazal itu sendiri pada awalnya dilauh mahfuz satu hurufnya saja sebesar bukit aqf(lihat ihya ulumuddin ghazaly bab tilawah). Nah.... ini semua baik pada lauh mahfuz, yang dibaca dan ditulis adalah mahluk karena tidak berdiri ada zat Allah, namun bid’ah dhalalah mengatakan semua ini makhluk karena nabi dan sahabat tidak pernah mengatakan semua ini makhluk...... makanya alquran terjamin keotentikannya sepanjang masa.....wong dilauh mahfuz sono ga bs diotak atik, kalo gak sesuai dgn yg dilauh mahfuz bakal ketahuan kepalsuannya.... heheeeeee

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui. (Al-An’am: 115)
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Al-Hijr: 9)
Dan sesungguhnya Al Qur'an itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah. (Az Zukhruf: 4)
Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh. (Al Buruuj: 21-22)
Alqur'an kita harus ikut qiraatnya, karena Alqur'an bacaannya harus muttashil sanadnya kepada Nabi Muhammad saw..... kalo tdk sesuai dgn induk kitab dalam lauh mahfuzh, dgn kehendak Allah SWT berdasarkan Al-An’am ayat 115 dan Al-Hijr ayat 9 yg tdk sesuai tsb tidak terpakaikan dgn berbagai alasannya....
avatar
hamba tuhan
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1666
Kepercayaan : Islam
Location : Aceh - Pekanbaru
Join date : 07.10.11
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Wed Jul 10, 2013 11:48 am

@SEGOROWEDI wrote:
musaf bikinan usman..
hasil pengumpulan bahan oleh zaid dkk
Sumber referensi utamanya dari sapa?
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Wed Jul 10, 2013 11:50 am

@EbisuSensei wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
musaf bikinan usman..
hasil pengumpulan bahan oleh zaid dkk
Sumber referensi utamanya dari sapa?

mestinya zaid sendiri..
karena katanya ia sekretaris muhammad dan hafal
ternyata ia cari-cari bahan kian kemari

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by abu hanan on Wed Jul 10, 2013 12:12 pm

@aliumar wrote:Semua hal ini dikarenakan tidak adanya acuan tunggal yg mutlak utk memeriksa/menilai baik hapalan maupun catatan
mutawatir..
ketika nabi menyampaikan satu ayat dan dihafalkan oleh 40 orang secara langsung,dan ditulis 3 orang..

40 orang mengajarkan kepada 40 orang (generasi 1) lalu generasi 1 mengajarkan ke 400 (generasi 2,1 murid generasi 1 ke 10 orang gen 2)..
ketika hasil hafalan berdasarkan tulisan dibandingkan dengan hafalan lisan dari generasi 2,langkah apa yang akan ditempuh bila berbeda?butuh saksi mata kan?dan jika saksi mata sepakat bahwa lisanlah yang bener atow tulisanlah yang bener..yang bener itulah yang dipegang..















untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Wed Jul 10, 2013 12:16 pm


teori seperti itu tidak implementatif..
karena turunnya ayat sepotong-sepotong dan tidak sura by sura
jadi selalu ada sisip menyisipkan ayat, kecuali template masing-masing sura sudah ada dulu
padahal kan tidak

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by aliumar on Wed Jul 10, 2013 12:30 pm

butuh saksi mata kan?dan jika saksi mata sepakat bahwa lisanlah yang bener atow tulisanlah yang bener
berdasarkan acuan apa si saksi mata tsb menilai mana yg benar dan mana yg salah?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Wed Jul 10, 2013 12:46 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@EbisuSensei wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
musaf bikinan usman..
hasil pengumpulan bahan oleh zaid dkk
Sumber referensi utamanya dari sapa?

mestinya zaid sendiri..
karena katanya ia sekretaris muhammad dan hafal
ternyata ia cari-cari bahan kian kemari
Memang kenapa kalau ngambil referensi dari Musaf Hafs?

Memangnya beda?
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Wed Jul 10, 2013 12:53 pm

@aliumar wrote:
butuh saksi mata kan?dan jika saksi mata sepakat bahwa lisanlah yang bener atow tulisanlah yang bener
berdasarkan acuan apa si saksi mata tsb menilai mana yg benar dan mana yg salah?
Berdasarkan hapalan dan catatan.
Memangnya apa lagi?

contoh:
Misalkan semua orang hapal sampai 129 ayat, namun semua catatan hanya sampai 127 ayat, maka dua ayat yang tidak ada dalam catatan tidak dituliskan ke dalam Musaf Ustmani.
Pada kenyataannya, saat itu hapalan sesuai dengan catatan, maka tidak ada ayat yang tertinggal.
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by abu hanan on Wed Jul 10, 2013 1:00 pm

@aliumar wrote:
butuh saksi mata kan?dan jika saksi mata sepakat bahwa lisanlah yang bener atow tulisanlah yang bener
berdasarkan acuan apa si saksi mata tsb menilai mana yg benar dan mana yg salah?
lho saksi mata kan GAK SENDIRIAN waktu diajari?


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by aliumar on Wed Jul 10, 2013 1:03 pm

saksi mata kan GAK SENDIRIAN waktu diajari?
banyak2an tidak bisa menjamin itu sbg sesuatu yg benar.

saksi mata kan GAK SENDIRIAN waktu diajari?
yg saya tanya: pake acuan APA?
saya tidak tanya perihal "siapa".
Semoga anda tau maksud bedanya pertanyaan "apa" dgn "siapa".

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by aliumar on Wed Jul 10, 2013 1:08 pm

Misalkan semua orang hapal sampai 129 ayat, namun semua catatan hanya sampai 127 ayat, maka dua ayat yang tidak ada dalam catatan tidak dituliskan ke dalam Musaf Ustmani.
berdasarkan apa anda berani memastikan kalau 2 ayat yg ada di hapalan pasti salah sehingga diputuskan utk tidak dimasukan?
dan berdasarkan apa pula kamu berani menjamin catatan yg tidak memasukan 2 ayat tsb sbg catatan yg benar?

Pada kenyataannya, saat itu hapalan sesuai dengan catatan,
adanya kenyataan saat itu bahwa hapalan sesuai dgn catatan, tidak menjamin itu sbg benar mutlak. Baca lagi alasan dan contoh yg pernah saya berikan.

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 11 dari 13 Previous  1, 2, 3 ... 10, 11, 12, 13  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik