FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Halaman 3 dari 13 Previous  1, 2, 3, 4 ... 11, 12, 13  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by sungokong on Sun May 19, 2013 12:48 pm

First topic message reminder :

Al-Quran Al-Karim memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat. Salah satu di antaranya adalah bahwa ia merupakan kitab yang keotentikannya dijamin oleh Allah, dan ia adalah kitab yang selalu dipelihara. Inna nahnu nazzalna al-dzikra wa inna lahu lahafizhun (Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah Pemelihara-pemelihara-Nya) (QS 15:9).

Demikianlah Allah menjamin keotentikan Al-Quran, jaminan yang diberikan atas dasar Kemahakuasaan dan Kemahatahuan-Nya, serta berkat upaya-upaya yang dilakukan oleh makhluk-makhluk-Nya, terutama oleh manusia. Dengan jaminan ayat di atas, setiap Muslim percaya bahwa apa yang dibaca dan didengarnya sebagai Al-Quran tidak berbeda sedikit pun dengan apa yang pernah dibaca oleh Rasulullah saw., dan yang didengar serta dibaca oleh para sahabat Nabi saw.

Tetapi, dapatkah kepercayaan itu didukung oleh bukti-bukti lain? Dan, dapatkah bukti-bukti itu meyakinkan manusia, termasuk mereka yang tidak percaya akan jaminan Allah di atas? Tanpa ragu kita mengiyakan pertanyaan di atas, karena seperti yang ditulis oleh almarhum 'Abdul-Halim Mahmud, mantan Syaikh Al-Azhar: "Para orientalis yang dari saat ke saat berusaha menunjukkan kelemahan Al-Quran, tidak mendapatkan celah untuk meragukan keotentikannya."1 Hal ini disebabkan oleh bukti-bukti kesejarahan yang mengantarkan mereka kepada kesimpulan tersebut.
Bukti-bukti dari Al-Quran Sendiri

Sebelum menguraikan bukti-bukti kesejarahan, ada baiknya saya kutipkan pendapat seorang ulama besar Syi'ah kontemporer, Muhammad Husain Al-Thabathaba'iy, yang menyatakan bahwa sejarah Al-Quran demikian jelas dan terbuka, sejak turunnya sampai masa kini. Ia dibaca oleh kaum Muslim sejak dahulu sampai sekarang, sehingga pada hakikatnya Al-Quran tidak membutuhkan sejarah untuk membuktikan keotentikannya. Kitab Suci tersebut lanjut Thabathaba'iy memperkenalkan dirinya sebagai Firman-firman Allah dan membuktikan hal tersebut dengan menantang siapa pun untuk menyusun seperti keadaannya. Ini sudah cukup menjadi bukti, walaupun tanpa bukti-bukti kesejarahan. Salah satu bukti bahwa Al-Quran yang berada di tangan kita sekarang adalah Al-Quran yang turun kepada Nabi saw. tanpa pergantian atau perubahan --tulis Thabathaba'iy lebih jauh-- adalah berkaitan dengan sifat dan ciri-ciri yang diperkenalkannya menyangkut dirinya, yang tetap dapat ditemui sebagaimana keadaannya dahulu.2

Dr. Mustafa Mahmud, mengutip pendapat Rasyad Khalifah, juga mengemukakan bahwa dalam Al-Quran sendiri terdapat bukti-bukti sekaligus jaminan akan keotentikannya.3

Huruf-huruf hija'iyah yang terdapat pada awal beberapa surah dalam Al-Quran adalah jaminan keutuhan Al-Quran sebagaimana diterima oleh Rasulullah saw. Tidak berlebih dan atau berkurang satu huruf pun dari kata-kata yang digunakan oleh Al-Quran. Kesemuanya habis terbagi 19, sesuai dengan jumlah huruf-huruf B(i)sm Ali(a)h Al-R(a)hm(a)n Al-R(a)him. (Huruf a dan i dalam kurung tidak tertulis dalam aksara bahasa Arab).

Huruf (qaf) yang merupakan awal dari surah ke-50, ditemukan terulang sebanyak 57 kali atau 3 X 19.

Huruf-huruf kaf, ha', ya', 'ayn, shad, dalam surah Maryam, ditemukan sebanyak 798 kali atau 42 X 19.

Huruf (nun) yang memulai surah Al-Qalam, ditemukan sebanyak 133 atau 7 X 19. Kedua, huruf (ya') dan (sin) pada surah Yasin masing-masing ditemukan sebanyak 285 atau 15 X 19. Kedua huruf (tha') dan (ha') pada surah Thaha masing-masing berulang sebanyak 342 kali, sama dengan 19 X 18.

Huruf-huruf (ha') dan (mim) yang terdapat pada keseluruhan surah yang dimulai dengan kedua huruf ini, ha' mim, kesemuanya merupakan perkalian dari 114 X 19, yakni masing-masing berjumlah 2.166.

Bilangan-bilangan ini, yang dapat ditemukan langsung dari celah ayat Al-Quran, oleh Rasyad Khalifah, dijadikan sebagai bukti keotentikan Al-Quran. Karena, seandainya ada ayat yang berkurang atau berlebih atau ditukar kata dan kalimatnya dengan kata atau kalimat yang lain, maka tentu perkalian-perkalian tersebut akan menjadi kacau.

Angka 19 di atas, yang merupakan perkalian dari jumlah-jumlah yang disebut itu, diambil dari pernyataan Al-Quran sendiri, yakni yang termuat dalam surah Al-Muddatstsir ayat 30 yang turun dalam konteks ancaman terhadap seorang yang meragukan kebenaran Al-Quran.

Demikianlah sebagian bukti keotentikan yang terdapat di celah-celah Kitab Suci tersebut.
Bukti-bukti Kesejarahan

Al-Quran Al-Karim turun dalam masa sekitar 22 tahun atau tepatnya, menurut sementara ulama, dua puluh dua tahun, dua bulan dan dua puluh dua hari.

Ada beberapa faktor yang terlebih dahulu harus dikemukakan dalam rangka pembicaraan kita ini, yang merupakan faktor-faktor pendukung bagi pembuktian otentisitas Al-Quran.

(1) Masyarakat Arab, yang hidup pada masa turunnya Al-Quran, adalah masyarakat yang tidak mengenal baca tulis. Karena itu, satu-satunya andalan mereka adalah hafalan. Dalam hal hafalan, orang Arab --bahkan sampai kini-- dikenal sangat kuat.

(2) Masyarakat Arab --khususnya pada masa turunnya Al-Quran-- dikenal sebagai masyarakat sederhana dan bersahaja: Kesederhanaan ini, menjadikan mereka memiliki waktu luang yang cukup, disamping menambah ketajaman pikiran dan hafalan.

(3) Masyarakat Arab sangat gandrung lagi membanggakan kesusastraan; mereka bahkan melakukan perlombaan-perlombaan dalam bidang ini pada waktu-waktu tertentu.

(4) Al-Quran mencapai tingkat tertinggi dari segi keindahan bahasanya dan sangat mengagumkan bukan saja bagi orang-orang mukmin, tetapi juga orang kafir. Berbagai riwayat menyatakan bahwa tokoh-tokoh kaum musyrik seringkali secara sembunyi-sembunyi berupaya mendengarkan ayat-ayat Al-Quran yang dibaca oleh kaum Muslim. Kaum Muslim, disamping mengagumi keindahan bahasa Al-Quran, juga mengagumi kandungannya, serta meyakini bahwa ayat-ayat Al-Quran adalah petunjuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

(5) Al-Quran, demikian pula Rasul saw., menganjurkan kepada kaum Muslim untuk memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Quran dan anjuran tersebut mendapat sambutan yang hangat.

(6) Ayat-ayat Al-Quran turun berdialog dengan mereka, mengomentari keadaan dan peristiwa-peristiwa yang mereka alami, bahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Disamping itu, ayat-ayat Al-Quran turun sedikit demi sedikit. Hal itu lebih mempermudah pencernaan maknanya dan proses penghafalannya.

(7) Dalam Al-Quran, demikian pula hadis-hadis Nabi, ditemukan petunjuk-petunjuk yang mendorong para sahabatnya untuk selalu bersikap teliti dan hati-hati dalam menyampaikan berita --lebih-lebih kalau berita tersebut merupakan Firman-firman Allah atau sabda Rasul-Nya.

Faktor-faktor di atas menjadi penunjang terpelihara dan dihafalkannya ayat-ayat Al-Quran. Itulah sebabnya, banyak riwayat sejarah yang menginformasikan bahwa terdapat ratusan sahabat Nabi saw. yang menghafalkan Al-Quran. Bahkan dalam peperangan Yamamah, yang terjadi beberapa saat setelah wafatnya Rasul saw., telah gugur tidak kurang dari tujuh puluh orang penghafal Al-Quran.4

Walaupun Nabi saw. dan para sahabat menghafal ayat-ayat Al-Quran, namun guna menjamin terpeliharanya wahyu-wahyu Ilahi itu, beliau tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga tulisan. Sejarah menginformasikan bahwa setiap ada ayat yang turun, Nabi saw. lalu memanggil sahabat-sahabat yang dikenal pandai menulis, untuk menuliskan ayat-ayat yang baru saja diterimanya, sambil menyampaikan tempat dan urutan setiap ayat dalam surahnya. Ayat-ayat tersebut mereka tulis dalam pelepah kurma, batu, kulit-kulit atau tulang-tulang binatang. Sebagian sahabat ada juga yang menuliskan ayat-ayat tersebut secara pribadi, namun karena keterbatasan alat tulis dan kemampuan maka tidak banyak yang melakukannya disamping kemungkinan besar tidak mencakup seluruh ayat Al-Quran. Kepingan naskah tulisan yang diperintahkan oleh Rasul itu, baru dihimpun dalam bentuk "kitab" pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar r.a.5
Penulisan Mushhaf

Dalam uraian sebelumnya dikemukakan bahwa ketika terjadi peperangan Yamamah, terdapat puluhan penghafal Al-Quran yang gugur. Hal ini menjadikan 'Umar ibn Al-Khaththab menjadi risau tentang "masa depan Al-Quran". Karena itu, beliau mengusulkan kepada Khalifah Abu Bakar agar mengumpulkan tulisan-tulisan yang pernah ditulis pada masa Rasul. Walaupun pada mulanya Abu Bakar ragu menerima usul tersebut --dengan alasan bahwa pengumpulan semacam itu tidak dilakukan oleh Rasul saw.-- namun pada akhirnya 'Umar r.a. dapat meyakinkannya. Dan keduanya sepakat membentuk suatu tim yang diketuai oleh Zaid ibn Tsabit dalam rangka melaksanakan tugas suci dan besar itu.

Zaid pun pada mulanya merasa sangat berat untuk menerima tugas tersebut, tetapi akhirnya ia dapat diyakinkan --apalagi beliau termasuk salah seorang yang ditugaskan oleh Rasul pada masa hidup beliau untuk menuliskan wahyu Al-Quran. Dengan dibantu oleh beberapa orang sahabat Nabi, Zaid pun memulai tugasnya. Abu Bakar r.a. memerintahkan kepada seluruh kaum Muslim untuk membawa naskah tulisan ayat Al-Quran yang mereka miliki ke Masjid Nabawi untuk kemudian diteliti oleh Zaid dan timnya. Dalam hal ini, Abu Bakar r.a. memberi petunjuk agar tim tersebut tidak menerima satu naskah kecuali yang memenuhi dua syarat:

Pertama, harus sesuai dengan hafalan para sahabat lain.

Kedua, tulisan tersebut benar-benar adalah yang ditulis atas perintah dan di hadapan Nabi saw. Karena, seperti yang dikemukakan di atas, sebagian sahabat ada yang menulis atas inisiatif sendiri.

Untuk membuktikan syarat kedua tersebut, diharuskan adanya dua orang saksi mata.

Sejarah mencatat bahwa Zaid ketika itu menemukan kesulitan karena beliau dan sekian banyak sahabat menghafal ayat Laqad ja'akum Rasul min anfusikum 'aziz 'alayh ma 'anittun harish 'alaykum bi almu'minina Ra'uf al-rahim (QS 9:128). Tetapi, naskah yang ditulis di hadapan Nabi saw. tidak ditemukan. Syukurlah pada akhirnya naskah tersebut ditemukan juga di tangan seorang sahabat yang bernama Abi Khuzaimah Al-Anshari. Demikianlah, terlihat betapa Zaid menggabungkan antara hafalan sekian banyak sahabat dan naskah yang ditulis di hadapan Nabi saw., dalam rangka memelihara keotentikan Al-Quran. Dengan demikian, dapat dibuktikan dari tata kerja dan data-data sejarah bahwa Al-Quran yang kita baca sekarang ini adalah otentik dan tidak berbeda sedikit pun dengan apa yang diterima dan dibaca oleh Rasulullah saw., lima belas abad yang lalu.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, perlu dikemukakan bahwa Rasyad Khalifah, yang menemukan rahasia angka 19 yang dikemukakan di atas, mendapat kesulitan ketika menemukan bahwa masing-masing kata yang menghimpun Bismillahirrahmanirrahim, kesemuanya habis terbagi 19, kecuali Al-Rahim. Kata Ism terulang sebanyak 19 kali, Allah sebanyak 2.698 kali, sama dengan 142 X 19, sedangkan kata Al-Rahman sebanyak 57 kali atau sama dengan 3 X 19, dan Al-Rahim sebanyak 115 kali. Di sini, ia menemukan kejanggalan, yang konon mengantarnya mencurigai adanya satu ayat yang menggunakan kata rahim, yang pada hakikatnya bukan ayat Al-Quran. Ketika itu, pandangannya tertuju kepada surah Al-Tawbah ayat 128, yang pada mulanya tidak ditemukan oleh Zaid. Karena, sebagaimana terbaca di atas, ayat tersebut diakhiri dengan kata rahim.

Sebenarnya, kejanggalan yang ditemukannya akan sirna, seandainya ia menyadari bahwa kata rahim pada ayat Al-Tawbah di atas, bukannya menunjuk kepada sifat Tuhan, tetapi sifat Nabi Muhammad saw. Sehingga ide yang ditemukannya dapat saja benar tanpa meragukan satu ayat dalam Al-Quran, bila dinyatakan bahwa kata rahim dalam Al-Quran yang menunjuk sifat Allah jumlahnya 114 dan merupakan perkalian dari 6 X 19.
Penutup

Demikianlah sekelumit pembicaraan dan bukti-bukti yang dikemukakan para ulama dan pakar, menyangkut keotentikan ayat-ayat Al-Quran. Terlihat bagaimana Allah menjamin terpeliharanya Kitab Suci ini, antara lain berkat upaya kaum beriman.
Catatan kaki

1 'Abdul Halim Mahmud, Al-Tafkir Al-Falsafiy fi Al-Islam, Dar Al-Kitab Al-Lubnaniy, Beirut, t.t., h. 50.

2 Muhammad Husain Al-Thabathabaly, Al-Qur'an fi Al-Islam, Markaz I'lam Al-Dzikra Al-Khamisah li Intizhar Al-Tsawrah Al-Islamiyah, Teheran, h. 175.

3 Mustafa Mahmud, Min Asrar Al-Qur'an, Dar Al-Ma'arif, Mesir, 1981, h. 64-65.

4 'Abdul Azhim Al-Zarqaniy, Manahil Al-'Irfan i 'Ulum Al-Qur'an, Al-Halabiy, Kairo, 1980, jilid 1, h. 250.

5 Ibid., h. 252.
avatar
sungokong
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 154
Kepercayaan : Islam
Location : gunung hwa kwou
Join date : 04.05.13
Reputation : 3

Kembali Ke Atas Go down


Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by ramayana on Sat Jun 29, 2013 3:41 pm

@ ebi. ada banyak pertenganan di quran! inilah yg membuat usman membakar semua quran kecuali 1 yg dia pegang!

dan yg dari 1 itupun kemudian tidak pernah ada yg sama lagi.

ente daripada ngoceh tanpa ilmu.. mending ente search sejarah quran. termasuk hadits yg berkata betapa banyak ayat quran yg ga masuk di quran usman.

ane nanya deh.. apakah quran jaman abubakar dan jaman usman sama??????? silahkan muslim lain jawab kalau punya kejujuran.

avatar
ramayana
Pengembara

Male
Posts : 3478
Location : Jerusalem
Join date : 21.07.12
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Sat Jun 29, 2013 3:44 pm

@ramayana wrote:ane nanya deh.. apakah quran jaman abubakar dan jaman usman sama??????? silahkan muslim lain jawab kalau punya kejujuran.

sama!

Silahkan buktikan kalau beda, dalam hal tulisan angka.
Ada perbedaan/tidak?

____________________________________________________________________________________________
NB:
Saya tanya perbedaan tulisan angka terlebih dahulu karena angka menurut saya adalah bahasa yang universal.
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Sun Jun 30, 2013 8:35 pm

@EbisuSensei wrote:
@ramayana wrote:ane nanya deh.. apakah quran jaman abubakar dan jaman usman sama??????? silahkan muslim lain jawab kalau punya kejujuran.

sama!

tahu sama dari mana? wong aslinya sudah jadi abu..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Sun Jun 30, 2013 8:39 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@EbisuSensei wrote:
@ramayana wrote:ane nanya deh.. apakah quran jaman abubakar dan jaman usman sama??????? silahkan muslim lain jawab kalau punya kejujuran.

sama!

tahu sama dari mana? wong aslinya sudah jadi abu..
Setelah jadi abu pun, tetap sama sampe sekarang.
Jadi tetap sama bahkan dengan yang sudah dijadikan abu.
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Sun Jun 30, 2013 8:41 pm


tahu dari mana kalau sama?
wong aslinya dah jadi abu..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by aliumar on Sun Jun 30, 2013 8:47 pm

Jadi tetap sama bahkan dengan yang sudah dijadikan abu.
tau darimana sama dgn yg sudah jadi abu?

yg ada sekarang adalah yg belum jadi abu.
jadi sama nya hanya dgn yg belum jadi abu.
tapi BELUM TENTU sama dengan yg sudah jadi abu.


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Sun Jun 30, 2013 8:48 pm

@SEGOROWEDI wrote:
tahu dari mana kalau sama?
wong aslinya dah jadi abu..
Karena semenjak jadi abu pun, tidak ada perubahan apapun.
Jadi bisa dipastikan sebelum menjadi abu pun, tetaplah sama!
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Sun Jun 30, 2013 8:50 pm

@aliumar wrote:
Jadi tetap sama bahkan dengan yang sudah dijadikan abu.
tau darimana sama dgn yg sudah jadi abu?

yg ada sekarang adalah yg belum jadi abu.
jadi sama nya hanya dgn yg belum jadi abu.
tapi BELUM TENTU sama dengan yg sudah jadi abu.

Karena semenjak jadi abu pun, tidak ada perubahan apapun.
Jadi bisa dipastikan sebelum menjadi abu pun, tetaplah sama!
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Sun Jun 30, 2013 8:52 pm



kala tidak beda-beda; gak mungkin dijadikan api unggun..
sama, hanya klaim kosong melompong..
karena aslinya sudah dijadikan abu..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Sun Jun 30, 2013 9:00 pm

@SEGOROWEDI wrote:

kala tidak beda-beda; gak mungkin dijadikan api unggun..
sama, hanya klaim kosong melompong..
Itu untuk menyatukan logat.

Biar tidak saling membanggakan logat daerahnya.
Baca wiki lagi tentang sejarah Al Quran.

Nggak ada istilah "membakar yang asli".
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Sun Jun 30, 2013 9:03 pm


kalau hanya soal logat, gak mungkin dibakar..
sekarang aja logat kalian kalau mbaca quran juga beda-beda

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Sun Jun 30, 2013 9:06 pm

@SEGOROWEDI wrote:
kalau hanya soal logat, gak mungkin dibakar..
sekarang aja logat kalian kalau mbaca quran juga beda-beda
Dapat referensi darimana kalau pembakaran tersebut bertujuan untuk memusnahkan yang asli?
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Sun Jun 30, 2013 9:11 pm



yang dibakar kan yang asli..
karena yang punya usman dibikin belakangan

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by aliumar on Sun Jun 30, 2013 9:13 pm

Itu untuk menyatukan logat.

Biar tidak saling membanggakan logat daerahnya.
kenapa mesti pake bakar2an?
tinggal tetapkan saja versi logat yg resmi, yg dijadikan acuan utama yg resmi dan sah. Ga perlu pake bakar2an. Pasti ada sesuatu problem yg mau dihilangkan lalu pake alasan penyeragaman logat lah.

Kalau alasannya utk menghindari pembanggaan atas logatnya masing2, kenapa tidak dilakukan penyeragaman itu di zaman muhammad?
padahal jelas2 waktu di zaman muhammad sudah ada perbedaan bacaan quran (dan ini tercatat dalam hadist shahih).
Puluhan tahun di saat muhammad masih hidup, para muslim sudah hidup dgn hapalan quran dlm logat yg beraneka ragam (krn quran diturunkan dlm aneka logat). Dan ini tidak menimbulkan masalah spt pembanggan logatlah, dll. Keliatan sekali alasan tsb cuma dibuat2 utk menutupi alasan pembakaran mushaf oleh usman, utk coba menghilangkan problem yg ada pada quran mula2.

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Sun Jun 30, 2013 9:21 pm

@aliumar wrote:
Itu untuk menyatukan logat.

Biar tidak saling membanggakan logat daerahnya.
kenapa mesti pake bakar2an?
tinggal tetapkan saja versi logat yg resmi, yg dijadikan acuan utama yg resmi dan sah. Ga perlu pake bakar2an. Pasti ada sesuatu problem yg mau dihilangkan lalu pake alasan penyeragaman logat lah.

Kalau alasannya utk menghindari pembanggaan atas logatnya masing2, kenapa tidak dilakukan penyeragaman itu di zaman muhammad?
padahal jelas2 waktu di zaman muhammad sudah ada perbedaan bacaan quran (dan ini tercatat dalam hadist shahih).

Pada saat itu, sikap saling membanggakan logatnya masing2 sudah mulai terlihat.
Maka dilakukanlah langkah2 penyatuan logat.

Setidak-tidaknya bisa mengurangi tumbuhnya sikap saling membanggakan logat masing2.
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Sun Jun 30, 2013 9:23 pm

@SEGOROWEDI wrote:

yang dibakar kan yang asli..
karena yang punya usman dibikin belakangan
Lha iyaa ..................
Kan saya tanya, apakah maksud Ustman ra untuk memusnahkan yang asli?
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Sun Jun 30, 2013 9:24 pm

kalau hanya beda logat ketika membaca..
teksnya kan gak perlu dibakar, apalagi kalau teksnya sama
dibakar pasti teksnya tidak sama

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Sun Jun 30, 2013 9:26 pm

@EbisuSensei wrote:
@SEGOROWEDI wrote:

yang dibakar kan yang asli..
karena yang punya usman dibikin belakangan
Lha iyaa ..................
Kan saya tanya, apakah maksud Ustman ra untuk memusnahkan yang asli?

buktinya yang asli dibakar

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by aliumar on Sun Jun 30, 2013 9:28 pm

Pada saat itu, sikap saling membanggakan logatnya masing2 sudah mulai terlihat.
Maka dilakukanlah langkah2 penyatuan logat.
iya, tapi kenapa mesti acara bakar2an?
Kalau masalahnya pada "pembanggan logat", ya tinggal tetapkan saja versi logat resmi yg sah yg dijadikan acuan resmi. Sehingga di luar versi logat resmi yg sah tsb tidak ada lagi persaingan logat2 utk menjadi yg paling benar.
Sama spt bhs Indonesia yg ditetapkan sbg bhs nasional, maka tidak perlu lagi kawatir adanya pergolakan bhs daerah. Dan ini juga tidak perlu sampe memberangus bhs daerah.

Pada saat itu, sikap saling membanggakan logatnya masing2 sudah mulai terlihat.
Maka dilakukanlah langkah2 penyatuan logat.
Puluhan tahun di saat muhammad masih hidup, para muslim sudah hidup dgn hapalan quran dlm logat yg beraneka ragam (krn quran diturunkan dlm aneka logat). Dan ini tidak menimbulkan masalah spt pembanggan logatlah, dll. Tapi koq aneh ya tak lama setelah nabi wafat, koq bisa tiba2 muncul gejolak pembanggaan logat tsb? keliatan bgt alasan yg dibuat2nya.

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Sun Jun 30, 2013 9:29 pm

@SEGOROWEDI wrote:
@EbisuSensei wrote:
@SEGOROWEDI wrote:

yang dibakar kan yang asli..
karena yang punya usman dibikin belakangan
Lha iyaa ..................
Kan saya tanya, apakah maksud Ustman ra untuk memusnahkan yang asli?

buktinya yang asli dibakar
Halah malah buntu ........................ ketawa gulingketawa guling

Yang saya tanyakan motifnya pembakaran apa?

Hayoo buntu ................. lollol
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Sun Jun 30, 2013 9:31 pm


karena beda-beda

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Sun Jun 30, 2013 9:37 pm

@aliumar wrote:
Pada saat itu, sikap saling membanggakan logatnya masing2 sudah mulai terlihat.
Maka dilakukanlah langkah2 penyatuan logat.
iya, tapi kenapa mesti acara bakar2an?
Kalau masalahnya pada "pembanggan logat", ya tinggal tetapkan saja versi logat resmi yg sah yg dijadikan acuan resmi. Sehingga di luar versi logat resmi yg sah tsb tidak ada lagi persaingan logat2 utk menjadi yg paling benar.
Sama spt bhs Indonesia yg ditetapkan sbg bhs nasional, maka tidak perlu lagi kawatir adanya pergolakan bhs daerah. Dan ini juga tidak perlu sampe memberangus bhs daerah.

Pada saat itu, sikap saling membanggakan logatnya masing2 sudah mulai terlihat.
Maka dilakukanlah langkah2 penyatuan logat.
Puluhan tahun di saat muhammad masih hidup, para muslim sudah hidup dgn hapalan quran dlm logat yg beraneka ragam (krn quran diturunkan dlm aneka logat). Dan ini tidak menimbulkan masalah spt pembanggan logatlah, dll. Tapi koq aneh ya tak lama setelah nabi wafat, koq bisa tiba2 muncul gejolak pembanggaan logat tsb? keliatan bgt alasan yg dibuat2nya.
Saya bilang untuk menghilangkan, sikap saling membanggakan logat masing2.
Bukannya memusnahkan sama sekali perbedaan logat.
Itupun juga sudah melalui kesepakatan.
Yang penting tujuannya bukan untuk memusnahkan yang asli.

Dan daripada banyak musaf yang tidak dibaca karena adanya penyatuan logat tersebut, dan dikuatirkan tidak terawat, maka di musnahkan sekalian.
Tapi tidak semuanya dimusnahkan.
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by EbisuSensei on Sun Jun 30, 2013 9:42 pm

@SEGOROWEDI wrote:
karena beda-beda
Nggak semuanya dibakar, sebagian masih disimpan.
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by SEGOROWEDI on Sun Jun 30, 2013 9:46 pm


musaf siapa yang disimpan?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by aliumar on Sun Jun 30, 2013 9:54 pm

Bukannya memusnahkan sama sekali perbedaan logat.
Jika memang tidak memusnahkan, coba tunjukan ketujuh qiraat Quran yg diturunkan Allah tsb.
Link nya aja juga boleh.

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: keotentikan Al Qur'an terjamin hingga sekarang

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 3 dari 13 Previous  1, 2, 3, 4 ... 11, 12, 13  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik