FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat559

Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Page 3 of 15 Previous  1, 2, 3, 4 ... 9 ... 15  Next

View previous topic View next topic Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Sat Jun 15, 2013 6:40 pm

Melanie Georgiades, Artis Rap Prancis Yang Masuk Islam

Ketenaran dan uang yang melimpah malah membuat penyanyi rap terkenal asal Prancis, Melanie Georgiades atau yang akrab dipanggil Diam, tidak bahagia.
Dia tidak merasa tenteram. Depresi menggerogotinya.
Untuk beberapa waktu, perempuan kelahiran Siprus, 25 Juli 1980 itu menolak bertemu dengan banyak orang, memilih untuk mengisolasi dirinya. Setiap malam dia akan menangis di dalam kamarnya dan sering berhalusinasi, bahkan melakukan upaya bunuh diri.
Sebenarnya Diam sejak kecil telah memiliki kecenderungan untuk mengakhiri dirinya sendiri. Pascaperceraian kedua orangtunya saat ia berusia 15 tahun, Diam pun mencoba apa pun untuk melenyapkan diri dari dunia.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Tuhan malah membiarkannya hidup hingga usianya 32 tahun saat ini dan memperoleh kesuksesan dalam kariernya sebagai penyanyi.
Karier Diam di dunia musik dimulai bersama grup musik amatiran pada 1994. Berkat suaranya yang khas dan memiliki kekuatan karakter, lagu rap Diam banyak diminati para penikmat musik rap di dalam dan luar Prancis.
Pada 2003, Diam mendapatkan penghargaan pertamanya, setelah album “Brut de Femme” yang menjadi debutnya berhasil mendapatkan penghargaan emas atas prestasi penjualan album.

Pada 2005, Diam memulai debutnya sebagai penulis lagu dengan karyanya yang berjudul “Ma Philosophie”. Lagu “Ma Philosophie” ini dipopulerkan oleh bintang pop idola Prancis, Amel Bent.
Pada tahun yang sama, ia juga diketahui pernah berkolaborasi dengan penyanyi berdarah Indonesia, Anggun C Sasmi, untuk lagunya “Juste etre Une Femme (Just to be a Woman)”, yang sering dimunculkan dalam versi Prancis.
Kesuksesan terus diraihnya hingga pada 2006 ia memenangkan penghargaan untuk “Best French Act” dalam ajang “MTV Europe Music Awards”. Albumnya “Dans Ma Bulle” sukses besar hingga terjual satu juta kopi. Sejak itu, Diam tidak mampu menolak kepopuleran yang mengikutinya.
Namun, tidak pula bisa merasa bahagia akan hal itu. Ketenaran hanya membuatnya jatuh semakin dalam dan mengganggunya. Meskipun jutaan orang mengelu-elukan namanya, dia merasa kosong dan kesepian.
Depresinya semakin menggila. Diam pun melakukan berbagai cara untuk mengusir gangguan mental yang dihadapinya itu.
Dia bahkan mendaftarkan dirinya sendiri ke rumah sakit jiwa dan membuat janji konsultasi dengan sejumlah psikolog hampir setiap saat.
“Namun, saya tidak menemukan solusi untuk penyelesaian masalah yang selama ini dihadapi,” ujarnya pada majalah Paris Match.
Namun, Tuhan yang penyayang menuntun Diam untuk menemukan ketenteraman dalam Islam. Suatu kali, seorang teman datang mengunjunginya di rumah sakit. Setelah beberapa lama, sang teman pamit untuk mengerjakan shalat.
Diam kemudian bertanya, mengapa dia harus melakukan shalat. Sang teman menjawab dengan tenang. Bahwa dia seorang Muslim dan hal itu adalah kewajiban baginya. Selain itu, dalam shalat pula dia merasakan ketenteraman. “Saya bilang, saya juga ingin mencoba shalat,” tutur Diam.
Ketertarikannya akan shalat membuat Diam mencari tahu lebih jauh tentang Islam. Diam sedikit demi sedikit mulai mengenal Islam. Teman-teman artisnya yang juga imigran membantunya untuk memahami Islam lebih baik.
Diam memang berteman dekat dengan sejumlah artis perempuan keturunan Maroko, seperti Amel Bent, dan artis gaek Jamal Dabouz. Mereka telah banyak mendukung karier keartisannya selama ini.
Tak sampai di situ saja, Diam mulai melahap buku-buku agama dan membaca Alquran. Dia bahkan memutuskan untuk berhenti sementara dalam bermusik dan pindah ke Mauritius untuk belajar membaca Alquran.
Dalam Alquranlah dia paham bahwa Islam bukan seperti yang dituduhkan orang-orang selama ini. “Dalam Islam tidak diperbolehkan membunuh orang yang tidak bersalah, seperti yang kita lihat sekarang ini. Kita tidak bisa melakukan generalisasi kepada keseluruhan agama hanya karena aksi individual orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Setelah memahami Islam beberapa waktu, akhirnya Diam memutuskan untuk memeluk Islam pada 2009. “Ketika bersujud untuk pertama kalinya dan menyentuhkan dahi saya ke lantai, saya sadar dan yakin bahwa sebagai manusia kita hanya harus tunduk kepada Allah bukan kepada manusia lainnya,” katanya.
Sejak saat itu, Diam mengaku, hidupnya terasa lebih tenang dan tenteram. “Saya juga tahu tujuan sebenarnya kita diciptakan Allah,’’ katanya. Kini dia hidup bahagia sebagai seorang Muslimah, seorang istri bagi laki-laki Muslim yang dinikahinya, bernama Aziz, dan seorang ibu untuk anaknya.
Tetap Bermusik
Sejak memeluk Islam. Diam tidak pernah meninggalkan rumah tanpa menutupi rambutnya. Jilbab kini menjadi aksesori kepala yang wajib baginya.
Diam menolak bersalaman dan berciuman dengan selain muhrimnya. Untuk beberapa waktu, Diam menolak sejumlah wawancara tentang alasannya memeluk Islam.
Meskipun media di Prancis sibuk mencari tahu tentang fakta keislamannya, bahkan mengikutinya saat beribadah. Namun, Diam memilih bungkam.
Sejumlah majalah Perancis melaporkan aktivitas Diam yang tengah mengikuti shalat Jumat di Masjid Gennevilliers yang selama ini terkenal menyebarkan Islam secara toleran sehingga dapat diterima oleh masyarakat setempat.
Sebelumnya, majalah berita mingguan pernah memuat foto Diam yang mengenakan jilbab dan keluar dari sebuah masjid di wilayah Ibu Kota Paris.
Foto tersebut diambil secara sembunyi-sembunyi oleh fotografer majalah tersebut pada 8 September 2009 lalu, ketika Diam baru keluar dari Masjid Gunfille dengan ditemani suaminya. Dalam foto itu, Diam berpenampilan sebagai seorang Muslimah tulen dengan mengenakan baju kurung dan jilbab panjang berwarna hitam.
Baru beberapa waktu ini, Diam menerima tawaran wawancara dengan stasiun televisi Perancis, TF1. Dalam wawancara itu, Diam menceritakan bagaimana Islam telah menyelamatkan hidupnya.
Kisah artis yang memutuskan untuk menjadi Muslim memang kerap menjadi isu seksi bagi media Perancis. Mengingat, negara tersebut terkenal kerap mendiskreditkan Muslim. Sorotan yang sama oleh media massa Prancis juga menimpa pemain sepak bola Frank Ribery yang memilih Islam sebagai agama barunya dan menikah dengan perempuan keturunan Maroko.
http://www.kisahmuallaf.com/melanie-georgiades-akibat-depresi-beberapa-kali-coba-bunuh-diri/

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Sat Jun 15, 2013 6:43 pm

Dr. Roger Hadden, Masuk Islam Karena Trinitas



Roger Hadden adalah seorang dokter gigi berasal dari Dungannon, Irlandia Utara. Ia membuka praktek dokter giginya di Inggris. Namun, ia telah lama tinggal di Skotlandia.
Hadden dibesarkan dari keluarga Kristen, dan ia adalah telah memutuskan menjadi Kristen sejak lahir. Meskipun dibesarkan dengan ajaran Alkitab, namun ia tidak terlalu mengikuti prinsip-prinsip yang diajarkan.
Hadden layaknya pemuda Inggris kebanyakan, sangat suka bersenang-senang tanpa mengenal batas. Ketika remaja ia mengaku tidak menjalankan agama apa pun, termasuk Kristen. “Saya selalu percaya bahwa Tuhan itu ada,” ujarnya.
Ia meyakini alam semesta ada penciptanya dan manusia tidak bisa menciptakan dirinya sendiri. Ketika terus berusaha berpikir tentang Tuhan dari waktu ke waktu, Hadden selalu terganjal dalam keyakinannya.
Ketika melanjutkan studi ke jenjang universitas, ia bertemu banyak Muslim. Pada saat itu ia dan teman-teman Muslimnya terus bergulat dalam diskusi yang membahas tentang keyakinan. Hadden sangat menikmati diskusi-diskusi tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, Hadden ingin bersikeras memperdalam keagamaannya dan keyakinan Kristennya.
Ketika memasuki tahun terakhir kuliahnya di universitas, Roger Hadden membuat rencana untuk mereformasi keyakinannya dan menjadi seperti orang tuanya dulu; Kristen taat. Dan ia memutuskan untuk memulai memahami bacaan Alkitab.
Ia memulainya dengan memantapkan konsep Trinitas, yang selalu mengganggu pikirannya. Karena pada waktu itu pemahaman agama Kristennya masih awam, kadang ia cukup bingung untuk berdoa. “Apakah doa saya akan ditujukan kepada Tuhan Bapa atau Yesus,” ujarnya.
Hadden kemudian berbicara dengan beberapa pemuka agama Kristen, untuk mendapatkan penjelasan akan konsep Tritunggal. Namun, tak satu pun dari mereka yang dapat meyakinkan dirinya.
Ia kemudian memutuskan untuk terus membaca dan memahami Alkitab, dengan mencari kebenaran di dalamnya.
“Masalah Trinitas membingungkan saya. Karena mengapa semua Nabi dalam Perjanjian Lama berdoa kepada Tuhan dan melakukan tindakan benar berharap pengampunan Tuhan? Dan tidak ada yang berdoa kepada Yesus?” gusarnya.
Bahkan tidak disebutkan kata ‘Trinitas’ dalam Perjanjian Lama, dan sebagian pemuka Kristen bahkan berpendapat tidak ada dalam Perjanjian Baru. Hadden tahu, Tuhan tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang, jadi pasti ada yang salah dengan ini.
Hadden kemudian berbicara dengan teman-temannya di Universitas. Beberapa mereka beragama Sikh, Katolik, ateis, dan beberapa juga ada yang Muslim. Keingintahuan telah merubah hidup Hadden sepenuhnya, dan ia menemukan jawaban dari sahabat Muslimnya.
Dalam Islam diperintahkan menyembah satu Tuhan, yang tidak memiliki mitra atau partner dengan-Nya. “Saya sangat tertarik dengan konsep ini,” kata Hadden. Namun, Hadden terus membaca Alkitab dan membandingkan sumber-sumber Kristen dengan Alquran dan buku-buku Islam.
Ia menemukan bahwa Muslim percaya Tuhan mengirim pesan kepada umat manusia melalui para nabi yang berbeda sejak Adam, manusia pertama. Dan semua nabi itu hanya percaya pada satu Tuhan, Allah SWT. Dan Muslim juga percaya bahwa akan ada hari perhitungan di akhir dunia nanti, ketika semua orang akan dibangkitkan dan dihakimi.
“Saya menyadari bahwa inilah yang saya percaya. Dan apa saya pikir, seperti inilah Alkitab berkata pada saya,” kata dia. Hadden kemudian mendiskusikan hal-hal tersebut dengan kedua orang tuanya, namun mereka tidak terlalu terkesan.
Beberapa bulan memperoleh karunia dan hidayah Allah, Hadden memantapkan hati untuk menjadi seorang Muslim. Ia pun memutuskan memeluk Islam.
Ia meyakini keputusannya ini adalah langkah yang tepat. “Alhamdulillah, terima kasih Allah,” ujarnya.
Hadden kini mencoba menjadi Muslim sejati dan berusaha membantu orang lain. Hari-harinya diisi dengan ibadah, shalat lima waktu dan tadarus (membaca) Alquran. Teman-teman Hadden di universitas sempat terkejut dengan perubahannya, terutama sejawatnya di kedokteran gigi.
Orang tua Hadden pun marah besar, mereka percaya sang anak sudah dicuci otaknya. Ia ingat ketika pertama kali memberi tahu orang tuanya bahwa ia memilih menjadi seorang Muslim, mereka tidak terlalu terkesan.
Kedua orang tuanya mengatakan langkah Hadden itu adalah “tindakan yang dibenci agama”. Namun, itu tidak menyurutkan langkah sang dokter gigi untuk menjadi pengikut Rasulullah. Beberapa bulan kemudian ia memutuskan bersyahadat.
Walaupun sejak masuk universitas Hadden selalu berjauhan dengan orang tuanya, tetapi ia terus mencoba untuk mengunjungi mereka. Kini, ia merasa hubungan dengan orang tuanya telah membaik. Sebab, berlaku baik kepada mereka (orang tua) adalah perintah Allah dalam Alquran.
“Saat ini saya bekerja sebagai dokter gigi di Inggris. Dan telah menikah dengan seorang wanita Muslimah setahun yang lalu. Dan berkat karunia Allah, kami dianugerahi seorang anak bernama Ismael,” tuturnya.
http://www.kisahmuallaf.com/dr-roger-hadden-memeluk-islam-karena-trinitas/

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Sun Jun 16, 2013 5:21 pm

Daniel Streich, Dahulu Pembenci Islam, Sekarang Dia Beragama Islam

Daniel Streich, anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) menjadi sosok terkenal. Bukan saja awalnya dia sangat menentang keras pembangunan masjid di negaranya, melainkan dirinya secara mengejutkan berpindah haluan menjadi seorang Muslim.
Situs islamicbulettin.com melaporkan Streich penganut kristen taat. Dia dibesarkan dengan ajaran Kristiani dan semasa kecil pernah bercita-cita menjadi pastur. Namun ketika remaja niatnya berubah. Ia mulai gemar berpolitik dan tanpa ragu terjun langsung menjadi anggota partai ternama di Swiss.
SVP bukan partai sembarangan. Di dalamnya terdiri dari cendekia, ilmuwan, pelajar, dan pegiat bukan dari kalangan Muslim. Partai ini menjadi penentang nomor wahid penyebaran Islam di Swiss. Dan Streich adalah sosok yang paling vokal menyerukan penutupan masjid di seantero Negeri Cokelat ini.
Streich mempropagandakan anti-Islam ke seluruh negaranya. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Swiss. Ia merasa mimbar dan kubah masjid tidak cocok dengan budaya negara itu. Ia juga menuding Islam sebagai agama teroris, pembuat onar, dan kekerasan.
Dalam usahanya menyingkirkan Islam dari Swiss, lelaki ini malah mempelajari Al-Qur’an dan Islam. Ia berharap dengan memahami ajaran Nabi MuhammadShallallahu ‘Alaihi Wasallam itu, dia mampu meruntuhkan iman kaum Muslimin. Yang terjadi, ia malah terpesona dengan ajaran rahmatan lil ‘alaminini.
Semakin jauh Streich belajar Islam, semakin tenggelam dia dalam keindahan ad-Din samawi itu. “Banyak perbedaan saya dapatkan ketika mempelajari Islam. Ajaran Islam memberikan saya jawaban logis atas pertanyaan hidup penting, dan tidak saya temukan di agama saya,” katanya.
Presiden Organisasi Konferensi Islam (OKI) Abdul Majid Aldai mengatakan, orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan besar mengetahui Islam dan hubungan antara Islam dengan terorisme, sama halnya dengan Streich.
Dulu, Streich sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Al-Qur’an dan melakukan shalat lima waktu setiap hari.
Dia keluar dari SVP dan mengumumkan status Muslimnya. Streich bilang, dia telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam yang tidak dapat ia temukan dalam ajaran/keyakinan sebelumnya.
http://www.kisahmuallaf.com/daniel-streich-dahulu-pembenci-masjid-kini-ia-pencinta-al-quran/

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Sun Jun 16, 2013 5:27 pm

Andre Carson : Al-Qur'an itu Indah

Nama Andre D Carson mungkin tidak setenar Keith Ellison, anggota Muslim pertama dalam Kongres Amerika Serikat (AS).

Namun demikian, kiprah Andre Carson dalam dunia politik negeri Paman Sam itu sudah tidak diragukan lagi. Seperti halnya Ellison, Carson tercatat sebagai salah satu anggota senat (DPR) AS. Hebatnya lagi, ia adalah seorang Muslim.
November 2010 menjadi awal periode kedua bagi Carson menduduki kursi anggota legislatif AS menyusul kemenangan yang diraihnya dalam pemilu sela yang digelar 2 November tahun 2009 lalu.
Dalam pemilu sela tersebut, Carson yang merupakan wakil dari negara bagian Indiana, unggul 58,9 persen suara atas penantangnya, Marvin Scott yang hanya memperoleh 37,8 persen.
Perjuangan Carson untuk bisa meraup 58,9 persen suara tersebut tidaklah mudah. Selama masa kampanye, Carson kerap diserang dari sisi keislamannya oleh sang rival. Scott kerap menjadikan kemusliman Carson sebagai target serangannya.
Dalam situs pribadinya, Scott menulis pernyataan anti-Islam yang menyatakan bahwa elemen radikal Islam sedang mendanai dan membangun masjid-masjid di seluruh Amerika.
Bahkan, Scott yang mengklaim dirinya sebagai orang yang menghormati kebebasan beragama berujar, “Saya membela hak Carson untuk menjadi seorang Muslim… tapi mereka (Muslim), tidak berhak mengganti hukum AS dengan hukum Islam, hukum para ekstremis.”
Namun, pernyataan keras Scott itu tak ditanggapi serius oleh Carson. Menurut dia, pernyataan itu merupakan bentuk kekesalan Scott karena tak mampu memenangkan pemilu sehingga melakukan black campaign terhadap dirinya.

Menjadi Muslim

Ketertarikan Carson terhadap Islam sudah berlangsung sejak usia remaja. Tapi, ia mulai membaca buku-buku mengenai Islam dan masuk Islam sekitar 14 tahun lalu.

Satu hal yang paling memengaruhinya adalah karya-karya penyair sufi Rumi dan buku autobiografi tokoh Muslim Afro-Amerika, Malcolm X.
Ketertarikannya terhadap Islam diakuinya karena nilai-nilai kedamaian dan kasih sayang yang diajarkan dalam Al-Quran.
“Bagi saya, daya pikat Islam adalah pada aspeknya yang universal. Semua agama mengajarkan universal. Tapi dalam Islam, saya melihatnya secara teratur di masjid-masjid di mana orang dari berbagai ras ikut shalat bersama,”ujarnya.
Carson kerap terlihat menunaikan shalat di Masjid Nur-Allah, sebuah masjid Suni yang banyak dikunjungi orang Amerika keturunan Afrika.
Sebagai politikus Muslim di negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim, Carson kerap menghadapi berbagai kritikan yang menghubungkannya dengan pemimpin Nation of Islam, Louis Farrakhan.
Sekalipun menyangkal bahwa kelompok Islam itu ada hubungannya dengannya, namun ia mendukung beberapa aktivitas yang dilakukan kelompok itu, seperti memerangi penggunaan narkotika.
Kendati sikapnya ini ditentang, Carson tetap memiliki banyak pendukung. Sejak memutuskan untuk terjun ke kancah politik, ayah dari seorang putri bernama Salimah ini tidak menganggap agama yang dianutnya bakal menghambat kariernya. Sekalipun saat ini umat Islam masih berjuang keras untuk meningkatkan citra mereka di Amerika.
Politisi yang beristrikan Mariama Shaheed, seorang pendidik di Pike Township School ini menegaskan, sekalipun ia menghormati Islam, agama yang dianutnya tidak akan pernah memengaruhi keputusan yang diambilnya. Karena ia beranggapan keputusan tersebut harus diambil berdasarkan kebutuhan para pemilihnya.
“Bagi saya, agama memberi informasi untuk saya. Anda perlu menghormati orang-orang tanpa melihat ras, agama, atau jenis kelamin,” tandasnya.
Muslim Kedua di Senat AS
Sejak 2008, Carson telah menduduki kursi anggota DPR AS. Politikus dari Partai Demokrat ini kali pertama terpilih sebagai anggota Kongres AS pada Maret 2008 lalu.

Kala itu, ia ikut serta dalam pemilu khusus yang digelar pada 11 Maret 2008.
Niatnya untuk ikut serta saat itu hanyalah karena terdorong oleh keinginan untuk meneruskan mendiang neneknya, Julia Carson, yang mewakili distrik ketujuh negara bagian Indiana.
Sang nenek meninggal dunia akibat kanker paru-paru di tahun 2007 dan Carson memutuskan untuk mengisi posisinya yang akan berakhir pada Maret 2008.
Terpilihnya Carson dalam pemilu khusus tersebut menjadikannya sebagai politikus Muslim kedua di jajaran Kongres AS. Lahir di Indianapolis, Indiana, pada 16 Oktober 1974, Carson bukan berasal dari keluarga Muslim.
Pria keturunan Afro-Amerika ini dibaptis dan dibesarkan sebagai seorang pemeluk Kristen oleh neneknya yang menginginkannya menjadi seorang pendeta saat ia dewasa kelak. Hal ini pula yang mendorong sang nenek untuk memasukkan Carson ke sekolah Katolik.
Di usia yang masih kanak-kanak, Carson sudah ikut dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh neneknya.
Lingkungan tempat tinggalnya yang terbilang keras secara tidak langsung telah mengasah kepekaannya terhadap masalah-masalah seputar pendidikan, keamanan publik, dan kesempatan ekonomi.
Carson mengenyam pendidikan dasar dan menengah di Sekolah Umum Indianapolis. Setelah tamat, ia melanjutkan ke Sekolah Tinggi Teknik Arsenal.
Ia memperoleh gelar sarjana di bidang manajemen peradilan pidana dari Universitas Concordia Wisconsin dan master dalam bidang manajemen bisnis dari Universitas Indiana Wesleyan.
Selepas lulus dari Universitas Indiana Wesleyan, Carson memulai karier profesionalnya sebagai penegak hukum di Kepolisian Negara Bagian Indiana.
Ia bertugas di sana sebagai seorang penyelidik selama 9 tahun lamanya. Ia kemudian bergabung dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri Indiana. Di kantor barunya ini, ia ditempatkan di bagian intelijen dan bertugas mengawasi unit antiterorisme.
Setelah tidak lagi bertugas di Departemen Keamanan Dalam Negeri Indiana, Carson sempat bekarier dalam bidang marketing. Ia tercatat pernah menjadi tenaga pemasaran di sebuah biro jasa arsitek dan insinyur di Indianapolis.
Namun, profesi tersebut ia jalani hanya sebentar karena kemudian ia memilih untuk berkecimpung di dunia politik. Partai Demokrat menjadi kendaraan politik yang dipilihnya selain juga karena faktor sang nenek adalah salah seorang kader di partai ini.
Sebelum terpilih menjadi anggota DPR, Carson tercatat sebagai salah satu anggota komite Partai Demokrat di Indianapolis.
Pada tahun 2007, ia menang dalam kaukus khusus Partai Demokrat di wilayah Marion, negara bagian Alabama. Berkat kemenangan tersebut, ia ditunjuk menjadi penasihat wilayah kota untuk distrik ke-15 wilayah Marion.
http://www.kisahmuallaf.com/andre-carson-al-quran-itu-indah/

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Tue Jun 18, 2013 3:14 pm

Karima Burns, Masuk Islam Karena Kaligrafi Alhambra



“Saya duduk di dalam Masjid Alhambra, Spanyol sambil menatap tulisan yang terukira indah di dinding-dindingnya. Tulisan yang paling indah yang pernah saya lihat. Saya lalu bertanya pada orang-orang di sekitar ‘bahasa apa itu?’ mereka menjawab bahwa itu bahasa Arab,” kenang Karima Burns ketika pertama kali ia mengenal tulisan dalam bahasa Arab.
Tulisan Arab yang pertama kali dilihat Burns ternyata sangat berkesan di hatinya. Hingga keesokan harinya, ketika pemandu tur menanyakan soal pilihan bahasa buku panduan wisata yang ia inginkan, dengan mantap Burns menjawab ia menginginkan buku panduan wisata yang ditulis dalam bahasa Arab.
“Bahasa Arab? Apa Anda bisa berbahasa Arab,” tanya si pemandu ingin tahu
“Tidak. Bisakah Anda juga memberikan saya buku versi bahasa Inggrisnya?” kata Burns.
Di akhir perjalanan wisatanya, Burns membawa “oleh-oleh” satu tas penuh buku panduan wisata tempat-tempat yang dikunjunginya di Spanyol. semuanya berbahasa Arab. Saking banyaknya, Burns sampai memberikan pakaiannya pada orang lain agar buku-buku itu bisa masuk semua ke dalam tasnya. Baginya, buku-buku panduan wisata berbahasa Arab itu ibarat emas yang lebih berharga dibandingkan baju-bajunya. Ia membuka buku-buku itu setiap malam dan mengagumi tulisan-tulisan Arab di halaman demi halaman.
“Saya berkhayal bisa menulis tulisan yang indah itu dan saya mulai berpikir pasti ada sesuatu yang berharga dari sebuah budaya yang memiliki bahasa yang sangat artistik. Saya bertekad untuk mempelajari bahas ini begitu saya mulai kuliah pada musim gugur,” tutur Burns.
Dua bulan menjelang kuliahnya dimulai, Buns meninggalkan keluarganya di Iowa dan berangkat ke Eropa, sendirian. Usianya ketika itu baru 16 tahun. “Saya ingin melihat dunia dulu sebelum masuk kuliah di Universitas Northewestern. Itulah yang saya katakan pada teman-teman dan keluarga. Padahal sebenarnya saya sedang mencari jawaban. Saya sudah meninggalkan gereja beberapa bulan sebelumnya, dan tak tahu kemana harus berpaling. Saya tak tahu alternatif apa yang akan saya pilih,” ungkap Burns.
Ia berharap bisa menemukan ide apa yang akan ia lakukan setelah “keluar” dari gereja. Di gereja, kata Burns, umat Kristiani tidak diizinkan berdoa langsung pada Tuhan. Mereka hanya bisa berdoa pada Yesus dan berharap Yesus akan meneruskan doa itu pada Tuhan. Burns merasa ada yang salah dengan ajaran seperti itu dan diam-diam ia selalu berdoa langsung pada Tuhan. Burns percaya bahwa hanya ada satu entitas dengan siapa ia harus berdoa. Tapi di dalam hatinya, Burns merasa bersalah karena tidak menaati apa yang telah diajarkan agamanya. Situasi itu membuatnya bingung dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.
Burns bertanya-tanya mengapa umat Kristiani diwajibkan ke gereja hanya pada hari Minggu. Ia bingung melihat tingkah orang-orang yang berbeda 180 derajat ketika ada di gereja dan ketika berada di luar gereja. Apakah bersikap baik hanya pada hari Minggu saja, saat mereka semua harus ke geraja? Burns tak menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Ia membaca tentang 10 larangan Tuhan, seperti tidak boleh membunuh, tidak boleh berbohong, tidak boleh mencuri dan hal-hal buruk lainnya yang sudah jelas. Di luar itu, Burns tak menemukan tuntutan bagaimana ia harus bertindak ketika berada di luar gereja.
“Yang saya tahu, mungkin tidak pantas mengenakan rok mini ke gereja atau kami ke gereja pada hari Minggu supaya bisa melihat cowok-cowok keren di gereja,” ungkap Burns.
Suatu hari, ia berkunjung ke rumah seorang gurunya dan di sana ia melihat jejeran alkitab di rak buku. Menurut gurunya, alkitab itu berbeda-beda versi. Ia melihat gurunya tidak terlalu peduli melihat alkitab denga banyak versi berbeda. Tapi Burns merasa tak nyaman mengetahui hal itu. Ia menemukan bagian yang sangat berbeda antara versi yang satu dengan yang lainnya, bahkan ada bab-bab yang tidak ia temukan seperti di dalam alkitab yang sering dibacanya. Burns makin bingung.
Di Eropa ia tidak menemukan jawaban atas kebingungannya. Burns pun pulang dengan perasaan kecewa. Tapi keinginannya untuk mempelajari bahasa Arab tetap membara. Saat menatap tuisan di dinding Masjid Alhambra, Burns tidak menyadari bahwa tulisan itulah jawaban atas semua keresahan jiwanya. Burns baru menyadarinya dua tahun kemudian.

Belajar Bahasa Arab

Di hari pertama ke kampus, Burns langsung mendaftarkan diri ke kelas bahasa Arab. Hanya ada empat orang, termasuk dirinya yang mendaftar ke kelas yang paling tidak populer di kampus itu. Semangat dan minat Burns yang tinggi pada bahasa Arab membuat guru bahasa Arabnya terheran-heran. Ia mengerjakan PR dengan menggunakan pena untuk kaligrafi. Ia juga mengunjungi komunitas Arab di Chicago hanya untuk mencari tahu kebenaran soal bahasa Arab dalam tulisan botol Coca Cola. Setengah memelas, Burns memohon agar guru bahasa Arabnya meminjamkan buku-buku dalam tulisan Arab agar ia bisa melihat dan mengagumi bentuk tulisan Arab itu.
Di tahun kedua kuliahnya, Burns memutuskan untuk mengambil jurusan studi Timur Tengah. Ia lalu mengambil beberapa mata kuliah yang berhubungan dengan studi tersebut. Salah satunya mata kuliah tentang Al-Quran.
“Suatu malam saya membuka Al-Quran untuk mengerjakan PR kuliah dan saya tidak bisa berhenti membacanya. Seolah-olah saya menemukan sebuah novel menarik yang membuat saya terus membacanya. Membaca Al-Quran, hati saya berteriak ‘Wow, ini hebat sekali. Inilah yang selalu saya yakini.’ Al-Quran memberikan jawaban atas semua pertanyaan saya soal bagaimana kita harus berperilaku setiap hari dan dalam Al-Quran juga dengan jelas ditegaskan bahwa Tuhan itu satu,” papar Burns.
Ia mengaku terkagum-kagum ada sebuah “buku” yang menuliskan semua yang ia yakini dan apa yang selama ini ia cari, dan apa yang tertulis di dalamnya, semuanya masuk akal. Keesokan harinya ia di kelas Al-Quran ia menanyakan tentang pengarang “buku” itu, karena di “buku” itu tertulis satu nama orang.
Profesor di kelasnya memberitahunya bahwa nama yang tertulis di dalam “buku” itu bukan nama pengarangnya tapi nama penerjemahnya. Burns juga mendapat penjelasan bahwa Qur’an berisi firman-firman Allah dan sejak diturunkan tidak penrah mengalami perubahan, terus dibaca dan kemudian dikumpulkan dalam bentuk “buku”.
“Saya betul-betul terpesona dan makin bergairah untuk mempelajari bahasa Arab, bahkan lebih dari itu, saya jadi ingin mempelajari Islam dan berniat jalan-jalan ke Timur Tengah,” tukas Burns.
Di tahun terakhir kuliahnya, ia berangkat ke Mesir melanjutkan studi Timur Tengahnya. Kota Kairo menjadi tempat “Islami” favoritnya karena berada di masjid-masjid di kota itu membuatnya merasa tenang dan tentram. “Saya bisa merasakan, berada di dalam masjid, seseorang bisa merasakan keindahan, kekuatan dan kehadiran Allah Swt. Dan saya begitu menikmati tulisan-tulisan kaligrafi yang elegan di dinding-dinding masjid,” ujar Burns.
Suatu hari, seorang teman Burns bertanya mengapa ia tidak masuk Islam saja jika ia sangat mengagumi Islam. Dengan enteng Burns menjawab, “Tapi saya sudah menjadi muslim”, sebuah jawaban yang ia sendiri kaget mendengarnya. Saat itu Burns beranggapan bahwa menjadi muslim adalah persoalan logika dan persoalan sederhana. Burns mengakui Islam adalah agama yang bisa diterima akalnya, memberinya inspirasi dan ia mengakui kebenaran ajaran Islam. Ia berpikir, jika sudah mengakuinya, kenapa ia juga harus pindah agama? Sahabat Burns tadi lalu menjelaskan bahwa ada yang wajib dilakukan Burns jika ia secara resmi ingin menjadi seorang muslim.
Burns akhirnya mengikuti saran sahabatnya itu. Ia lalu datang ke sebuah masjid dan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan dua orang saksi. Ia pun resmi menjadi seorang muslim dan diberikan sebuah sertifikat sebagai tanda bahwa ia sudah menjadi seorang muslim.
“Tapi saya menyimpan sertifikat itu bersama tumpukan surat-surat pribadinya. Buat saya, tidak perlu menggantung sertifikat itu agar orang tahu saya seorang muslim. Saya sudah dan akan selalu menjadi seorang muslim. Begitu saya membuka Al-Quran, saya merasa menemukan keluarga saya yang sudah lama hilang. Saya lebih senang memajang gambar masjid Alhambra di dinding kamar saya, daripada sertifikat keislaman saya,” tandas Karima Burns.

www.kisahmuallaf.com/burns-kaligrafi-masjid-alhambra-mengantarnya-menjadi-seorang-muslimah/#comment-2032


Last edited by wildan99Islam on Wed Jun 19, 2013 11:01 am; edited 1 time in total

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Tue Jun 18, 2013 4:57 pm

Myriam, Belajar Al-Qur'an Untuk Serang Pendapat Temannya



Bagi Myriam Francois Cerrah, Al-quran adalah puncak perenungan filosofisnya. Al-quran pula yang kemudian mengantarkannya pada Islam. Mahasiswa pascasarjana Oxford University bidang Politik Timur Tengah ini memeluk Islam pada tahun 2003 saat berusia 21.

Padahal, sarjana filsafat lulusan Universitas Cambridge ini mulai membuka Alquran dengan “marah”. Ia berdiskusi soal Tuhan dengan teman kuliahnya. Sang teman, menggunakan dalil ketuhanan sesuai apa yang disebutkan dalam konsep Islam. “Saya mempelajarinya sebagai bagian dari upaya untuk membuktikan pendapat teman saya yang seorang Muslim itu salah,” ujarnya.

Kemudian ia mulai membaca dengan pikiran yang lebih terbuka. Pembukaan Al Fatihah, dengan alamat untuk seluruh umat manusia, mencengangkannya. “Dalam Islam, seluruh tindakan manusia, dia sendiri yang akan menanggung konsekuensinya. Itulah pentingnya dia mengambil jalan lurus, jalan Tuhan,” katanya.

Dalam dunia yang diatur oleh relativisme, katanya, maka hanya ada dua panduan: moral objektif dan landasan moralitas. “Sebagai seseorang yang selalu memiliki minat dalam filsafat, Alquran terasa seperti puncak dari semua renungan filosofis saya. Hal ini dikombinasikan Kant, Hume, Sartre dan Aristoteles. Entah bagaimana berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan filosofis mendalam yang diajukan selama berabad-abad tentang eksistensi manusia dan menjawab satu yang paling mendasar, “mengapa kita di sini?” katanya.

Tentang Nabi Muhammad, Cerrah mengenalinya sebagai seorang pria yang ditugaskan dengan misi penting, seperti para pendahulunya, Musa, Isa, dan Ibrahim.

Makin lama ia belajar Alquran, makin besar keinginannya untuk menganut agama Islam. Tujuan semula, mendebat argumentasi temannya, berubah menjadi pengakuan, “Kamu benar tentang agamamu!”

Tak mau buang waktu, ia segera bersyahadat. “Beberapa teman dekat saya melakukan yang terbaik untuk mendukung saya dan memahami keputusan saya. Saya tetap sangat dekat dengan beberapa teman masa kecil saya dan melalui mereka saya mengakui universalitas pesan Ilahi, bahwa nilai-nilai Tuhan bersinar melalui perbuatan baik manusia, Muslim maupun bukan,” katanya.

Ia menyatakan, konversi keimanannya bukan sebagai ‘reaksi’ terhadap, atau oposisi terhadap budaya Barat. “Sebaliknya, itu merupakan validasi dari apa yang selalu saya pikirkan,” ujarnya, seraya mengkritik beberapa masjid di Inggris yang menutup pintu dialog tentang ketuhanan dan terlalu dogmatis. “Catat: aturan dan protokol mereka banyak yang membingungkan dan malah bikin stres.”

Aku tidak segera mengidentifikasi dengan komunitas Muslim. Saya menemukan banyak hal aneh dan banyak sikap membingungkan. Perhatian yang diberikan kepada luar atas ke dalam terus masalah saya sangat.

Menurutnya, adalah tugas Muslim untuk membuat Islam tampil tidak sebagai agama yang asing. Dan kini, ia menjadi bagian untuk tutut mengemban tugas itu. “Menjadi Muslim, tidak berarti kita kehilangan semua jejak diri kita sendiri. Islam adalah validasi yang baik dalam diri kita dan sarana untuk memperbaiki yang buruk,” katanya.

http://www.kisahmuallaf.com/myriam-belajar-al-quran-untuk-serang-pendapat-temannya/


wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Tue Jun 18, 2013 6:36 pm








wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by voorman on Tue Jun 18, 2013 11:59 pm

wow keren.....

voorman
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Total Like dan Thanks: 8
Male
Posts: 156
Location: voorwagens
Join date: 2013-05-23

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Wed Jun 19, 2013 10:35 am

voorman wrote:wow keren.....

Terima Kasih malu

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Wed Jun 19, 2013 10:45 am

Nicole Queen, Berkat youtube Aku Masuk Islam



Teman-temanku menunjukkan tayangan kuliah di Youtube. Aku pun lalu melihat dan mencari tahu segala hal tentang Islam,” ungkap Nicole Queen mengawali kisahnyanya.

Ia melanjutkan, ”Dari situ, aku justru ketagihan untuk terus menonton. Aku terus di depan komputer menontonnya hingga jam lima pagi,” tutur Nicole Queen, mualaf asal Dallas, Amerika Serikat.

Nicole Queen tak pernah menyangka, berkat tayangan sederhana di Youtube itu akan membawanya pada pintu hidayah, memeluk agama Islam.

Sudah hampir enam tahun Nicole menjalani hidup sebagai sosok baru, seorang Muslimah. Sebelumnya, ia adalah seorang anak baptis dan tumbuh besar dalam agama Kristen baptis.

Ia pun seorang yang taat dalam memeluk agamanya itu. “Agama pembaptis itu baik, saya pergi ke gereja dan saya selalu mengikuti tuntunan agama,” ujarnya.

Meski taat beragama, Nicole mengakui kehidupannya tak jauh berbeda dengan muda-mudi Amerika kebanyakan. Ia biasa menenggak minuman beralkohol, ke diskotik, dan hal-hal lain yang biasa dilakukan anak muda Amerika.

Terlebih, profesinya menuntut dia untuk sering pergi ke tempat-tempat hiburan malam. Ia adalah fotografer di sebuah klub malam.

Hingga suatu hari, banyak pertanyaan menghantuinya. Ia yang rutin beribadah mulai mempertanyakan hakikat ibadah. Ia mulai mempertanyakan tujuan hidup dan kehidupan mendatang. Apakah surga itu benar-benar ada? Apakah neraka memang benar adanya?

Jika benar, lalu apa yang akan terjadi? Apa yang akan dikatakan kepada Tuhan saat bertemu dengan-Nya? Pertanyaan-pertanyaan itu terus saja mengharu biru benak Nicole.

Berawal dari pertanyaan-pertanyaan itu, ia merasa harus ada yang berubah dalam hidupnya. Ia merasa membutuhkan sesuatu untuk perubahan itu.

Hanya saja, ia tak tahu apa yang ia butuhkan. Ia pun mencurahkan kegelisahan hatinya pada teman-temannya. Dari sinilah, Nicole mulai membuka video-video dalam Youtube.

Mulailah ia menonton tayangan tentang kisah para mualaf Amerika dalam menemukan hidayah Islam. Nicole merasa, apa yang mereka rasakan dan alami amat mirip dengan kehidupannya.

”Jadi, aku merasa seperti berhubungan dengan mereka. Mereka menghadapi tantangan dan menemukan jawaban atas apa yang mereka cari. Dan, itulah yang aku inginkan. Aku ingin jawaban.”

Berkeinginan mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya, Nicole pun terus menonton tayangan Youtube. Ia bahkan tak merasakan kantuk karena begitu antusias.

Tak terasa, ia menontonnya semalam suntuk hingga pukul lima pagi. “Aku menjadi kecanduan. Tapi, hal itu karena aku ingin jawaban. Aku tidak ingin seseorang memberi tahu apa yang seharusnya aku yakini. Aku hanya ingin tahu mengapa,” tuturnya.

Berkat tayangan Youtube tersebut, Nicole mulai tertarik pada Islam. Awalnya, ia berusaha mencari sendiri segala hal tentang Islam. Namun kemudian, ia memutuskan pergi ke masjid untuk mendapatkan apa yang ia cari.

Beberapa buku dan literatur Islam pun ia dapatkan dari sana. Ia tekun mempelajarinya hingga sampailah ia pada keputusan mahapenting, yakni bersyahadat. Tak banyak keraguan melandanya. Ia pun mantap untuk memeluk Islam. Ia bersyahadat di masjid tersebut.

Setelah memeluk Islam, Nicole benar-benar mengubah kehidupannya menjadi lebih baik. Ia tinggalkan segala kegiatannya dengan teman-teman. Ia pun meninggalkan pekerjaannya sebagai fotografer di klub malam. Gaya busananya pun ia ganti menjadi busana Muslimah.

“Ketika aku mengucap syahadat, aku tak pernah melihat lagi ke belakang. Aku mengubah segala hal dalam hidupku, baik teman, pakaian, pekerjaan, semuanya,” ujarnya.

”Aku segera berubah dan itu tidak sulit karena aku tahu itu semua adalah hal benar untuk dilakukan. Aku bersyukur kepada Allah karena berislam,” kisah Nicole dengan wajah berseri.

Segala perubahan itu diketahui sang ibu. Awalnya, Nicole dianggap tak serius dengan pilihannya berislam. Namun, ketika melihat putrinya berhijab dan meninggalkan segala hal haram, sang ibu mulai sadar bahwa Nicole serius.

Namun, hal itu tak mengundang masalah. Sebab, sang ibu melihat perubahan positif pada putrinya sehingga ia tak melarangnya.

“Dia melihat hidupku berubah, aku berpakaian berbeda, meninggalkan hal haram, dan dia menyadari bahwa aku lebih dekat pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, itu membuatnya bahagia.”

Setelah menjadi Muslimah, Nicole kemudian membuat blog pribadi yang mengisahkan perjalanannya menuju Islam. Di blog itu, ia juga mengisahkan perubahan hidupnya setelah bersyahadat.

Tak sedikit teman-temannya yang membaca blog itu. Tak sedikit dari mereka yang mengaku terpesona dengan jalan Islam yang dipilih Nicole.

“Ketika aku menulis tentang kehidupan baruku, mereka merasa, ‘Wow, dia terus bergerak mengubah hidupnya, tapi kami masih melakukan hal yang sama.’ Jadi, teman-temanku pun mengerti, mereka menghormati keputusan yang aku buat.”

Nicole begitu apik mengisahkan perjalanan hidayahnya di blog itu, termasuk perubahan hidupnya yang menjadi amat baik setelah berislam.

”Banyak gadis yang biasa melakukan kebiasan buruk sepertiku dulu, kemudian mereka membaca blogku dan mereka berkomentar bahwa mereka menangis saat membacanya. Mereka bilang, tulisanku menyentuh hati mereka dan membuat mereka berpikir untuk melakukan perubahan juga,” tutur Nicole bahagia.

Selain aktivitas menyenangkan menulis blog, diakui Nicole, ada hal tak mengenakkan yang ia rasakan setelah menjadi mualaf. Ia yang begitu bahagia setelah berislam, menghadapi kenyataan bahwa jilbab yang ia kenakan menghambatnya mendapat pekerjaan.

Hanya karena berjilbab, ia banyak menumbuk kegagalan dalam wawancara pekerjaan. Namun, pantang baginya untuk bersedih dan putus asa. Ia tetap optimistis pada kemampuannya.

Selain masalah pekerjaan, ia pun sering kali ditegur orang saat jalan-jalan di keramaian. Dengan wajah khas Amerika, Nicole yang berjilbab membuat banyak orang terkejut.

”Mereka heran karena aku seorang Amerika. Jika mereka bertanya, aku pun akan memberi tahu alasanku menjadi Muslim. Dan, itu membuat mereka bergumam ‘wow!’.” Nicole pun menutup kisahnya yang dapat disaksikan di Youtube.

http://www.kisahmuallaf.com/nicole-queen-berkat-youtube-aku-bersujud/

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Wed Jun 19, 2013 10:54 am

Raya Shokatfard, Belasan Tahun Murtad, Lalu Kemabali Lagi Ke Islam



"Journey of a woman who left Islam in search of God and a true religion. After 15 years of search and joining major religions of the world she came running back to Islam. A must see professional documentary."

Dia pernah menjadi Muslim. Tapi, impian duniawi membawanya pada kesibukan dan kealpaan hingga melupakan Allah. Raya Shokatfard, wanita asal Iran itu melanglang ke negeri Paman Sam untuk memenuhi ”impian Amerika”-nya yang menggebu.

Namun, setelah kesuksesan diraih, hatinya terasa kosong. Ia pun kembali mencari eksistensi Tuhan. Tak langsung kembali kepada Islam, ia lebih dulu mempelajari agama Buddha, Hindu, lalu Kristen. Tapi, hasil kajiannya terhadap tiga agama itu justru mengantarnya kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia pun mendapatkan kembali hidayah keislaman yang pernah ia tinggalkan. Air mata menderas di pipi Raya saat mengisahkan perjalanan panjangnya itu.

Kisah pilu Raya bermula saat ia hijrah dari Iran ke Amerika pada 1968. Saat itu usianya masih sangat belia, 19 tahun. Tak hanya meninggalkan negaranya, Raya pun menanggalkan gaya hidupnya sebagai orang Iran, termasuk keislamannya. “Aku meninggalkan Iran, pindah ke AS. Aku tinggalkan pula Islam dan identitas sebagai Muslim,” kisahnya, seperti dikutip dari kanal milik Raya di Youtube.

Saat tinggal di AS, ia pun hidup seperti remaja AS pada umumnya: bersenang-senang dan diliputi kilau duniawi. Raya kemudian memulai ”impian Amerika”-nya dengan merintis bisnis di Manhattan, Kalifornia Selatan. Butuh beberapa tahun bagi Raya untuk mencapai impiannya menjadi kaya dan sukses. Wanita yang meraih gelar sarjana dari Southern Oregon University (SOU) itu berhasil menggapai mimpinya di usia yang terbilang amat muda. Berawal dari bisnis toko pakaian, ia meraih puncak kesuksesan saat beralih ke bisnis real estate. Ia menjadi maestro real estate di kawasan Pantai Manhattan. “Alhamdulillah, saya sangat sukses di bisnis real estate. Saya sangat beruntung,” ujarnya bersyukur.

Menjadi pebisnis sukses, mudah bagi Raya membeli segala kemewahan dunia. Ia punya mobil Rolls Royce dan tinggal di rumah megah di tepi pantai. Kebunnya amat luas dengan aneka ternak hidup di dalamnya. Jalan-jalan keliling dunia pun amat gampang dilakoninya. Namun, setelah gemerlap dunia ia dapatkan, Raya justru merasakan kekosongan jiwa. Alih-alih bahagia, ia merasa hatinya begitu hampa. “Saya mulai merasakan sesuatu yang hilang, terasa sangat kosong,” ujar Raya dengan mata sayu.

Kekosongan hati terus melandanya. Wanita bergelar master bidang jurnalisme dan komunikasi publik ini pun kemudian mencari tahu penyebab kekosongan hatinya. Ia mengikuti beragam workshop dan kuliah, tapi tak menjawab permasalahannya. Entah mengapa, kemudian tumbuh keinginannya untuk mencari eksistensi Tuhan. Maka itu, dimulailah perjalanannya mencari Tuhan.

Perjalanan itu ia awali dari agama Hindu. Ia amat tertarik dengan kedamaian dalam ajaran agama tersebut. Dia pun menjadi penganut Hindu. Merasa kurang puas, ia lalu mencari Tuhan di agama lain. Kali ini, pilihannya jatuh ke agama Buddha. Ia pun menjadi umat Buddha. Tak lama, ia keluar dari agama ini karena kembali gagal menemukan eksistensi Tuhan.

Raya lalu bergabung dengan gerakan New Age, sebuah gerakan yang mengajarkan kebebasan diri tanpa Tuhan. Gerakan yang pamornya amat mencorong di Amerika kala itu membawa Raya pada kehidupan yang bebas dan mandiri tanpa Tuhan. “Anda adalah master dalam kehidupan Anda, Anda memiliki takdir sendiri, Anda adalah Tuhan dalam kehidupan Anda, dan banyak elemen lain yang saya pelajari di sana. Tapi, kemudian saya berpikir, saya tak mampu menjadi master dalam perjalanan hidup saya. Saya tidak dapat membayangkan ke mana hidup saya akan pergi. Saya pun tak nyaman di sana,” demikian Raya berkisah.

Menjadi Kristiani
Dari New Age, Raya kemudian menjadi penganut Kristiani. Ia bertahan cukup lama sebagai seorang Kristen, yakni tujuh setengah tahun. Ia begitu tertarik dan terpesona dengan kebersamaan dan persaudaraan umat Kristiani yang kuat. Lalu, jadilah Raya penganut Kristen yang taat ke gereja, mempelajari Alkitab, bahkan mengajarkannya. Ia juga belajar teologi Kristen di sebuah universitas. Tapi, lagi-lagi Raya merasa gelisah. Ia merasa belum menemukan Tuhan yang diinginkannya.

Nah, di titik inilah ia mulai tertarik kembali pada Islam. Sebelum memantapkan diri kembali ke pangkuan Islam, ia sempat pamit pada pastur yang selama ini membimbingnya dalam agama Kristen. Raya sangat gembira karena sang pastur amat terbuka dan membebaskannya memilih agama yang diyakini.

Selama 15 tahun, Raya jatuh bangun mencari eksistensi Tuhan. Beragam agama sudah ia anut. Namun, siapa sangka, ia justru kembali pada agama yang dianutnya saat masih tinggal di Iran, Islam.

Raya amat pilu saat mengenang perjalanannya hingga kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Linangan air mata membasahi pipinya karena menyesal pernah melupakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia merasa bodoh pernah melepaskan hidayah yang begitu nikmat, hidayah Islam. Namun, Allah Subhanahu Wa Ta’ala begitu mencintai hamba-Nya sehingga Raya diberi kesempatan kedua untuk kembali mendapatkan hidayah itu.

Sungguh indah kisah kembalinya Raya ke pangkuan Islam. Ia hanya membaca Surah Al-Fatihah saat pertama kali membuka Al-Quran setelah kemurtadannya selama belasan tahun. Hanya dengan tujuh ayat dalam surah pembuka Kitabullah, Raya sudah menyadari kesalahannya dan menyadari bahwa Allahlah satu-satunya Tuhan, tiada yang berhak disembah selain Allah.

Baru saja membaca Basmalah, Raya sudah merinding. Ayat pertama al-Fatihah membuatnya menyadari bahwa Allahlah Tuhan segala sesuatu, Tuhan semesta alam. Sedangkan, manusia hanyalah bagian kecil dari alam semesta itu. Membaca ayat kedua, air matanya tak kuasa lagi terbendung. “Saya melupakan-Nya, tapi Dia tak pernah melupakan saya.” Ia sungguh merasa malu pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Setiap ayat dalam Al-Fatihah benar-benar meresap ke jiwa Raya. Saat tiba di ayat yang berbunyi, “Hanya kepada-Nya kami menyembah dan hanya kepada-Nya kami memohon pertolongan,” hati Raya serasa tercambuk. Ia tak habis pikir mengapa bisa melupakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan justru mencari pertolongan kepada selain-Nya. “Saat membaca ayat ini, saya merasa sebuah batu besar dari langit jatuh dan memukul saya,” ujar Raya dengan air mata yang tak henti mengalir.

Ayat berikutnya hingga terakhir, benar-benar membuat Raya menemukan jalan kembali pada Islam. Jalan lurus yang disebut dalam al-Fatihah sangat diinginkan Raya. Ia pun merasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menunjukkan “Sirath al-Mustaqim” tersebut kepadanya. “Terakhir, saya meminta padanya jalan yang lururs dan Dia membimbing saya pada jalan lurus tersebut,” pungkas Raya bersyukur.

Maka, kembalilah Raya pada agamanya, agama yang lurus yang diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yakni Islam. Saat ini, Raya berusia 62 tahun. Meski tak muda lagi, ia sangat aktif dalam menyebarkan ajaran Islam. Berbekal pendidikannya, ia pernah menjadi asisten editor di SOU untuk situs islam yang berbasis di Los Angeles.

Ia pun menjadi koresponden asing, penulis, editor dan produser film dokumenter untuk web onislam.net. Ia juga pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi dan konsultan untuk situs Reading Islam. Melalui jurnalistik, Raya aktif menyuarakan perdamaian dan hak asasi perempuan.

http://www.kisahmuallaf.com/belasan-tahun-murtad-al-fatihah-menuntunnya-kembali-ke-pelukan-islam/

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Wed Jun 19, 2013 3:29 pm

Abdul Raheem Green, Karena Saya Tak Percaya Tuhan Bisa Mati

Anthony Vatswaf Galvin Green mengubah namanya menjadi Abdur Raheem Green setelah memeluk Islam. Sejak kecil, lelaki kelahiran Dar As-Salam, Tanzania ini, sering mempertanyakan konsep ajaran Katolik yang menurutnya banyak yang tak masuk akal, hingga ia menemukan cahaya Islam.

Ibu Green yang asli Polandia dan penganut Katolik Roma yang taat, membesarkan Green dan anak-anaknya yang lain dengan didikan ala Katolik. Green bahkan sempat disekolahkan di sebuah keuskupan Katolik Roma di Yorkshire di utara Inggris.

Hal pertama yang mengusik pikirannya tentang ajaran Katolik adalah ketika ia mendengar ibunya berdoa dan menyebut “Bunda Maria, ibu dari Tuhan Yesus”. Green merasa aneh dengan doa itu, bagaimana bisa Tuhan punya ibu? Karena Yesus yang ia kenal selama dalam konsep ajaran Katolik adalah Tuhan, bukan nabi seperti dalam ajaran Islam.

“Saya duduk dan memikirkan tentang ibu dari tuhan itu. Jika Bunda Maria adalah ibu dari tuhan (Yesus), ia pastilah lebih juga tuhan yang lebih baik dari tuhan itu sendiri. Itulah pertanyaan pertama yang muncul di kepala saya,” tutur Green mengenang pengalaman masa kecilnya.

Saat masuk sekolah di keuskupan, Green mulai lebih banyak memikirkan banyak hal, mempelajarinya dan melakukan riset terhadap ajaran Katolik yang dianutnya. Salah satunya tentang “kewajiban” pengakuan dosa yang ditetapkan oleh para pendeta di keuskupannya. Green masih ingat, seluruh siswa diwajibkan paling tidak sekali setahun untuk melakukan pengakuan dosa.

“Para pendeta selalu mengatakan, ‘kalian harus mengakui semua dosa kalian, jika tidak mengakui semua dosa, pengakuan di akhir nanti tak ada gunanya dan tak satu pun dosa kalian yang akan diampuni’,” ujar Green menirukan ucapan para pendeta di sekolahnya dulu.

Buat Green, doktrin pengakuan dosa adalah doktrin aneh dan tidak lebih dari konspirasi besar untuk mengendalikan orang lain. “Mengapa? Mengapa saya harus mengakui dosa-dosa saya pada para pendeta itu? Tidak bisakah saya meminta pada Tuhan saja untuk mengampuni saya? Apalagi menurut Alkitab Yesus berkata, berdoalah pada Bapak (Tuhan Yesus) untuk meminta ampunan atas dosa-dosa kita. Jika demikian, mengapa saya harus datang pada seorang pendeta untuk meminta pengampunan dosa?” papar Green.

Green merasa ada persoalan besar dalam doktrin Katolik, doktrin inkarnasi dimana tuhan bisa menjelma menjadi manusia.

Mencari Jawaban

Ketika usia 11 tahun, ayah Green mendapat pekerjaan sebagai Manajer Umum di Bank Barclays di Kairo. Sejak itu, sampai 10 tahun kemudian, Mesir menjadi tempat Green menghabiskan liburan sekolah, karena Green tetap bersekolah di Inggris.

Green selalu menikmati liburannya di Mesir, dan ketika ia kembali ke Inggris, banyak pertanyaan yang menghantui pikirannya. Doktrin ehidupan Barat yang ia kenal selama ini, selalu mengukur kebahagiaan hidup dengan kecukupan dan terpenuhi kebutuhan materi. Membandingkannya dengan kehidupan masyarakat Muslim di Mesir, Green jadi bertanya-tanya, mengapa ia harus tinggal di sini (Inggris)? Apa tujuan hidupnya? Untuk alasan apa manusia ada? Apa arti semua ini? apa artinya cinta? hidup itu untuk apa?

Green merenungi semua pertanyaan dalam benaknya. Bukan, hidupnya bukan hanya untuk sekolah, lulus ujian dengan nilai bagus, lalu kuliah, dapat gelar sarjana, kemudian dapat pekerjaan yang bisa memberikannya banyak uang. Lalu menikah, punya anak, mengirim mereka ke sekolah terbaik, dan seterusnya …

“Tidak, saya tidak percaya hidup hanya untuk melakukan itu semua,” tukas Green.

Green termotivasi untuk mencari jawaban sesungguhnya. Ia pun mulai mencari tahu tentang ajaran agama lain, yang ia pikir bisa memberikan pandangan dan pemahaman padanya tentang apa hidup itu dan apa tujuan hidup sebenarnya.

Sebuah peristiwa penting pun terjadi. Selama 10 tahun bolak-balik berlibur di Mesir, Green hanya mengenal satu orang yang mau ngobrol dengannya secara terbuka tentang Islam. Suatu hari Green terlibat perbincangan dengan orang itu, dan ia seperti merasa tinju seorang Mike Tyson mendarat di mukanya.

Dalam perbicangan selama 40 menit, orang itu akhirnya bertanya pada Green, “Kamu percaya Yesus itu Tuhan?” Green menjawab, “Ya.” Lalu orang itu bertanya lagi, “Dan kamu percaya Yesus mati di salib?”. Green menjawab, “Ya.”

“Jadi kamu percaya Tuhan itu mati,” tanya orang itu lagi.

Pertanyaan itu seakan menampar muka Green, dan ia tiba-tiba menyadari bahwa fakta itu sangat bodoh dan tidak masuk akal, bagaimana Tuhan bisa mati, mana mungkin manusia bisa membunuh Tuhan. Mendadak Green tersadar bahwa selama ini ajaran Katolik telah mengindoktrinasinya dengan doktrin-doktrin yang membuat hidupnya tak nyaman.

Dalam usia muda, antara 19-20 tahun, Green menjalani kehidupannya sebagai hippis. “Saya berkata pada diri sendiri, lupakan soal agama, soal spiritualitas, lupakan semuanya. Mungkin hidup itu tidak ada maknanya, tak ada yang lebih penting dalam hidup kecuali menjadi orang kaya,” ujar Green.

Persoalannya kala itu, Green tidak punya uang banyak. Ia lalu berpikir untuk mendapatkan uang banyak. Ia berpikir tentang negara-negara yang dianggapnya kaya dan mudah untuk mendapatkan uang, mulai dari Inggris, Amerika yang menjadi negeri impian, Jepang si negara kaya dari hasil kemajuan teknologinya, sampai Arab Saudi yang juga salah satu negara kaya.

Di titik Arab Saudi, Green mulai berpikir tentang apa agama yang dianut orang Arab, apa kita suci mereka? Green langsung mengingat Al-Quran dan ia pun pergi ke sebuah toko buku untuk membeli Al-Quran yang dilengkap dengan terjemahannya.

“Saya adalah seorang yang bisa membaca dengan cepat. Saya masih ingat dengan jelas, saat itu saya naik kereta, duduk dekat jendela dan membaca terjemahan Al-Quran. Saya memandang ke luar jendela sejenak, lalu membaca lagi. Saya bisa mengatakan inilah momen ketika saya menyadari dan memercayai bahwa Quran berasal dari Allah Swt,” tutur Green.

Tak sekedar membaca, Green ingin mencoba apa yang diajarkan dalam Al-Quran. Pulang ke rumah, Green mencoba menunaikan salat meski ia tak tahu caranya. Ia cuma ingat pernah melihat juru masak keluarganya di Mesir menunaikan salat, dan Green mencoba meniru gerakan salat yang pernah dilihatnya itu.

Menjadi Seorang Muslim

Di hari selanjutnya, Green pergi ke sebuah toko buku yang merupakan bagian dari sebuah bangunan masjid. Ia melihat buku-buku tentang Nabi Muhammad dan buku tentang salat. Ketika melihat buku-buku itu Green berdecak kagum, “Wow, fantastis !”

Seorang lelaki lalu menyapanya, “Maaf, apakah Anda muslim?”

Green lalu menjawab, “Dengar, saya percaya hanya ada satu Tuhan dialah Allah Swt dan saya percaya Muhammad adalah utusan-Nya,”

“Kamu seorang Muslim !” pekik orang tadi

“Terima kasih,” jawab Green.

Orang itu lalu berkata lagi, “Ini hampir masuk waktu salat, Kamu mau salat bersama-sama?”

Hari itu hari Jumat, karenanya masjid penuh dengan jamaah yang akan salat Jumat. Green ikut salat meski masih bingung dan gerakannya banyak yang salah. Tapi hari itu menjadi hari bersejarah bagi Green, hanya dalam waktu lima menit, ia mendapatkan banyak saudara baru, yang bersedia mengajarinya tentang Islam. Ya, hari itu juga, Green secara resmi mengucapkan dua kalimat syahadat yang menandai kemuslimannya.

http://www.kisahmuallaf.com/abdur-raheem-green-karena-saya-tak-percaya-tuhan-bisa-mati/


wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Thu Jun 20, 2013 6:30 pm

Populasi Muslim Kanada Meningkat Pesat



Ottawa. Pertumbuhan populasi muslim di Kanada meningkat, mencapai 2,8 persen dari 32,8 juta penduduk warga setempat, kata Jack Jedweb, Direktur Eksekutif Association for Canadian Studies.
Menurut Jedweb berdasarkan laporan National Household Survey, bahwa populasi muslim Kanada melebihi kalangan atheis.
Selama beberapa dekade terakhir umat Islam di Kanada terus meningkat lebih dari 62 persen, laporan Onislam.net seperti dipantau Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency), Rabu (8/5).
Sensus 2001 jumlah muslim di Kanada mencapai 579.645 orang. Padahal pertama kali Islam datang di Kanada jumlahnya baru 1.871 orang. Pada sensus tahun 1981 penduduk muslim Kanada baru mencapai di bawah seratus ribu orang.
Masjid pertama di Kanada dibangun tahun 1938 di Edmonoton, ketika itu hanya ada sekitar 700 muslim di wilayah tersebut. Seperti dilansir soundvision.com, masjid tersebut diresmikan oleh Abdullah Yusuf Ali ketika.
Rupanya, sejak peristiwa WTC 11 September 2001 di Amerika Serikat, banyak umat Islam di sana melarikan diri ke Kanada.
Hal itu juga berlaku bagi siswa internasional yang datang ke Kanada dalam jumlah jauh lebih besar.
Tahun-tahun setelah perang Dunia II memang terlihat peningkatan yang cepat terhadap jumlah penduduk muslim di Kanada.

http://www.muslimcommunity.co/populasi-muslim-kanada-meningkat-pesat/

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Thu Jun 20, 2013 6:40 pm

Populasi Muslim di Inggris Meningkat Tajam



London. Sensus penduduk bulan Desember 2011, menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di Inggris dan Wales. Jumlah warga muslim melonjak 75%, meliputi hampir 600.000 muslim di Inggris dan Wales.
Sementara itu, sensus itu juga menunjukkan bahwa hampir satu dari 10 di bawah umur 25 tahun di Inggris sekarang menjadi muslim.
Sementara hampir setengah dari muslim Inggris di bawah usia 25, berjumlah hampir seperempat dari orang Kristen berusia 65 lebih.
Rata-rata usia seorang Muslim Inggris hanya 25, hampir setengah dari orang Kristen Inggris.
Berdasarkan angka tersebut, Dr Fraser Watts, seorang theolog Cambridge, mengatakan bahwa hal itu orang yang benar-benar mengaku Kristen bisa menjadi minoritas dalam dekade berikutnya.
“Hal ini masih cukup mengejutkan dan itu kecenderungan yang mengkhawatirkan dan menegaskan pengamatan bahwa banyak mayoritas jemaat gereja berusia 60 tahun ke atas,” katanya.
Sementara itu, kebalikan dari Islam terjadi penurunan tajam dalam afiliasi Kristen di antara penduduk kelahiran Inggris, dan akan terjadi minoritas dalam dekade berikutnya.
“Ini adalah perubahan yang sangat besar, sulit untuk melihat apakah ada perubahan lainnya dalam sensus bisa saja jauh lebih besar,” kata David Coleman, Profesor demografi di Universitas Oxford yang dilansir onislam.
Dia juga mengatakan, “Tapi saya ingin tahu seberapa jauh hal itu mencerminkan perubahan menyeluruh dalam masyarakat di mana itu lebih dapat diterima lebih normal untuk mengatakan bahwa Anda tidak religius atau tidak Kristen.”
Hasil sensus 2011, menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Inggris dan Wales yang menganut agama Kristen turun menjadi 4,1 juta atau 10%.
Tetapi analisis baru dari Kantor Statistik Nasional menunjukkan bahwa angka ini meningkat sebesar 1,2 juta orang Kristen lahir di luar negeri, termasuk Katolik Polandia dan Evangelis dari negara-negara seperti Nigeria.
Mereka mengungkapkan bahwa sebenarnya ada 5,3 juta lebih sedikit kelahiran orang Inggris menyatakan diri sebagai umat Kristen, turun 15% hanya dalam satu dekade.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa orang-orang muda yang cenderung menolak agama sama sekali, dengan 6,4 juta lebih banyak menggambarkan diri mereka dengan tidak memiliki keyakinan dari 10 tahun sebelumnya.
Minoritas
“Angka-angka ini menyoroti keragaman Kristen di negeri ini hari ini, sesuatu yang telah meningkat selama beberapa dekade dan menunjukkan relevansi Kristen kepada orang-orang dari semua latar belakang,” kata juru bicara Gereja Inggris.
Angka-angka tersebut menegaskan bahwa mereka merupakan bangsa yang setia meski terjadi penurunan angka namun ini menjadi tantangan, tegasnya.
Keith Porteous Wood, direktur eksekutif dari Masyarakat Sekuler Nasional, mengatakan penurunan jangka panjang Kekristenan sekarang tak bisa dihentikan.
“Dalam 20 tahun yang akan datang, muslim akan lebih aktif daripada jemaat gereja,” kata Wood.
Dia menegaskan, sekarang waktunya telah tiba bahwa kekristenan institusional tidak lagi dibenarkan, jumlahnya sudah turun di bawah massa kritis yang tidak ada lagi alasan pembenaran untuk Gereja didirikan, misalnya, atau raja melalui upacara keagamaan di penobatan.
Inggris adalah rumah bagi minoritas muslim yang cukup besar, hampir 2,7 juta. Sensus 2011 menunjukkan bahwa proporsi muslim di Inggris meningkat dari 3% menjadi 4,8% menjadi yakin pada Islam dan yang paling cepat berkembang di negara ini.

http://www.muslimcommunity.co/populasi-muslim-di-inggris-meningkat-tajam/

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by SEGOROWEDI on Thu Jun 20, 2013 10:05 pm


tumbuh bukan karena faktor mualaf
tapi migrasi lalu beranak-pinak bak kelinci

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 29283
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Fri Jun 21, 2013 7:28 am

SEGOROWEDI wrote:
tumbuh bukan karena faktor mualaf
tapi migrasi lalu beranak-pinak bak kelinci

kasihan mas wedi, tidak mau menerima kenyataan yang ada binar nangis

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by EbisuSensei on Fri Jun 21, 2013 7:37 am

wildan99Islam wrote:
SEGOROWEDI wrote:
tumbuh bukan karena faktor mualaf
tapi migrasi lalu beranak-pinak bak kelinci

kasihan mas wedi, tidak mau menerima kenyataan yang ada binarnangis
Itu artinya, dia emang suka berdelusi ria ...................... ketiwi

EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 24
Male
Posts: 2735
Location: Indonesia
Join date: 2011-12-27

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Fri Jun 21, 2013 7:49 am

EbisuSensei wrote:
wildan99Islam wrote:
SEGOROWEDI wrote:
tumbuh bukan karena faktor mualaf
tapi migrasi lalu beranak-pinak bak kelinci

kasihan mas wedi, tidak mau menerima kenyataan yang ada binar nangis

Itu artinya, dia emang suka berdelusi ria ...................... ketiwi

ngakak ngakak ketiwi

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by SEGOROWEDI on Fri Jun 21, 2013 9:11 am


ada saja orang-orang yang mualaf
tapi kalau kita bicara pertumbuhan, maka bukan faktor mualaf
tapi migrasi muslim-muslim dari negara-negara syariat yang miskin-miskin
ke negara-negara kafir yang makmur-makmur, lalu disana mereka berkembang-biak kek kelinci

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 29283
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Fri Jun 21, 2013 2:43 pm

Kota Tijuana Meksiko, Rumah Nyaman Bagi Para Muallaf



REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah kota di Meksiko, tepatnya di Pantai Tijuana, menjadi tempat subur bagi berkembangya para mualaf.
Populasi Muslim terus mengalami peningkatan jumlah. Mereka pun mengaku bahagia tinggal di kota tersebut.

Profesor Studi Islam di Universitas San Diego, Dr Khaleel Mohammed, mengatakan, banyak penduduk Meksiko yang melihat Islam menawarkan hal berbeda dari agama lain. Muslimin di sana sangat toleransi pada nilai tradisional setempat. Sehingga, banyak warga yang tertarik kemudian mempelajari Islam.

Untuk fasilitas beribadah, para mualaf juga diterima baik di Masjid Al Islam yang baru saja berdiri di kota tersebut. Pusat Islam pun kemudian dibangun di sana sebagai tempat para Muslimin menempa ilmu agama dan membina para mualaf.

Salah seorang mualaf asal California, Amir Carr, mengaku bahagia menjadi mualaf. Istrinya merupakan warga Meksiko sehingga Carr pun kemudian memilih tinggal di negeri Latin tersebut. Keduanya kemudian tinggal di Tijuana dan mengenal Islam. “Islam benar-benar mengubah hidup saya,” ujar Carr.

Muallaf lain, Samuel Cortes, juga merasakan hal sama. Ia merupakan seorang imigran. Saat berkunjung ke Tijuana, justru ia kemudian mendapatkan hidayah. Ia pun enggan kembali ke rumahnya di AS dan masih berkeinginan tinggal di kawasan pantai Meksiko tersebut. Hanya saja, ia harus kembali karena keluarganya berada di AS.

Berdasarkan survei tahun lalu oleh WhyIslam, masyarakat Latin memang mengambil 19 persen dari jumlah konversi Islam di Amerika. Para mualaf Latin tersebut didominasi wanita. Sejak 2000, mualaf latin wanita bahkan terus mengalami peningkatan hingga delapan persen

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/06/20/momv11-tijuana-meksiko-rumah-nyaman-bagi-para-mualaf

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by SEGOROWEDI on Fri Jun 21, 2013 3:48 pm



Kota Tijuana Meksiko, Rumah Nyaman Bagi Para Muallaf
rumah nyaman bagi murtadin di negara syariat
ada/tidak?

kalau tidak ada, mestinya MALU
bukan malah bangga

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 29283
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Fri Jun 21, 2013 4:33 pm

SEGOROWEDI wrote:

Kota Tijuana Meksiko, Rumah Nyaman Bagi Para Muallaf
rumah nyaman bagi murtadin di negara syariat
ada/tidak?

kalau tidak ada, mestinya MALU
bukan malah bangga

dih... gak jelas deh basi basi bingung

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by SEGOROWEDI on Fri Jun 21, 2013 4:35 pm


malu ya?
gak bisa bersikap setoleran kafirun..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 29283
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by wildan99Islam on Fri Jun 21, 2013 4:55 pm

Idolakan Yesus Sejak Kecil, Brandon Toropov Temukan Kebenaran dalam Islam



Nama Brandon Toropov dikenal dunia Islam. Ialah penulis novel Jihadi yang mengisahkan dan menggambarkan terorisme bukanlah bagian dari Islam.

Bukan hanya karena novelnya yang laris manis d ipasaran itu yang membuat namanya melambung, kefaqihannya dalam beragama juga menjadi sorotan publik karena ia seorang mualaf.

Brandon bersyahadat sekitar 10 tahun lalu. Tapi kecintaannya pada Islam mungkin melampaui muslimin yang sejak lahir telah mentauhidkan Allah. Perjalanannya hingga mendapat hidayah pun tak singkat. Ia menghadapi pencarian dengan semangat yang luar biasa hebat mengenai keesaan Allah.

Meski di tahun 2003 ia baru meninggalkan agama lamanya menuju Islam, namun ia merasakan telah lama menemukan kebenaran yang ia yakini bahkan sebelum lahir ke dunia.

Pria kelahiran Amerika itu telah memulai perjalanannya menuju hidayah sejak muda. Selama 30 tahun, ia mencari hakikat kebenaran Yesus atau Nabi Isa. Sejak kecil, Brandon yang lahir di tengah keluarga nashrani telah mengidolakan sosok Yesus.

Saat itu, pertanyaan belum banyak muncul dibenaknya. Ia sangat mengidolakan Yesus sejak kecil. "Saya masih menyimpan bilble King James yang saya beli saat masih remaja. Ada catatan tulisan tangan saya di halaman depan, tertulis 26 Juni 1974, tanggal saya memulai menjadikan Yesus sebagai juru selamat pribadi saya," ujarnya mengisahkan pengalamannya, dikutip dari laman The Religion of Islam.

Kecintaannya pada Yesus inilah yang kemudian menghantarkannya dalam pencarian kebenaran sejati. Menjelang dewasa, Barandon mulai memikirkan banyak pertanyaan mengenai sosok idolanya tersebut.

Banyak hal yang tak dikabarkan jelas bahkan sebagain bertentangan mengenai Yesus. Namun sebagai penganut nasrani yang taat, ia buang jauh-jauh segala pertanyaan itu yang menurutnya adalah sebuah keraguan keimanan.

Namun semakin belajar, pertanyaan itu justru semakin bergulir. Brandon pun kemudian meninggalkan Kristen dan beralih ke Katholik. Saat itu ia telah menjadi mahasiswa, dan ia pun masih mengidolakan sosok Yesus.

Di kampus, ia bertemu seorang gadis Katholik yang kemudin menjadi pacarnya. Brandon juga banyak bergaul dengan seorang pemimpin gereja kampus. Keduanya membantu Brandon menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya mengenai sosok Yesus. Namun Brandon tak pernah merasa puas.

Hingga kemudian, Brandon menikah dengan pacarnya tersebut. Sang pemimpin gereja kampus itu pula yang menikahkan mereka. Dari pernikahan tersebut lahir tiga orang anak.

Sejenak, Brandon merasakan bahagia dengan kehidupan barunya dan mulai melupakan segala keresahan jiwa. Hingga kemudian di tahun 1990-an, Brandon dan istri merasakan kekecewaan yang sangat karena terjadi insiden dengan gereja. Akibatnya, keduanya beralih kembali ke Protestan. Brandon tak pernah beralih ke agama lain kecuali hanya nasrani, karena sangat mengagumi sosok Yesus.

Saat kembali ke Protestan, ia kembali membenahi apa yang ia sebut sebagai keimanan. Brandon bahkan menjadi pengajar kelas sekolah Minggu untuk anak-anak di gereja. Ia juga mengajarkan Injil untuk kalangan dewasa.

Namun hari demi hari, Brandon kembali memikirkan pertanyaan-pertanyaan tentang sosok idolanya, Yesus, yang tak pernah terjawab sejak ia muda hingga menjadi seorang bapak.

Menemukan Islam

Brandon dirundung keraguan keimanan akan Yesus hingga kemudian terjadi peristiwa bom 11 September di New York AS. Pascaperistiwa terorisme tersbut, Brandon mendapati fakta menarik. Ia membaca sebuah surat kabar Inggris pada tahun 2002 yang memberitakan jumlah mualaf yang mengalami lonjakan tajam.

Orang-prang berduyun-duyun memeluk agama Islam. "Ada bukti menarik dari lonjakan konversi ke Islam sejak 11 September, bukan hanya di Inggris, tetapi di seluruh Eropa dan Amerika. Salah satu pusat studi Islam Belanda mendata bahwa terjadi peningkatan sepuluh kali lipat," tuturnya.

Brandon kemudian menjadi tertarik mempelajari Islam. Awalnya, ia hanya mengikuti kabar-kabar mualaf sejak insiden 9/11. Namun tak banyak yang menggerakkan hati Brandon, kecuali untuk membaca kitab suci umat Islam.

Ia pun membeli Alquran dan mempelajarinya. Menakjubkan, segala pertanyaan yang mengganggu hidup Brandon sejak muda itu terjawab seluruhnya. Ia mendapati jawaban atas sosok Yesus yang sangat ia idolakan.

Ia pun kemudian membandingkan kandungan kitab sucinya dengan Alquran. Dari situ, banyak hal yang didapatkan Brandon yang semuanya mengantarkannya pada kebenaran.

"Ayat Quran mengkonfirmasi penggambaran tentang Yesus sebagai nabi manusia. Ia mendapat mandat Ilahi yang kemudian diteruskan oleh Muhammad. Quran menunjukkan gambaran Yesus secara historis. Hingga saya kemudian menyadari, Yesus sebenarnya mengajak orang-orang kepada Islam," tuturnya.

Ia pun memeluk Islam, tepatnya pada pada tanggal 20 Maret 2003.

Aktif Menyuarakan Antiterorisme

Setelah menjadi Muslim, Brandon pun giat mempelajari agama Islam. Dengan semangat, ia berkeinginan menjadi muslim sempurna, muslim yang kaffah. Ia pun terus mempelajari Islam, hingga pengetahuanya akan Islam amat luar biasa.

Jika membaca tulisan-tulisan Brandon, maka pembaca tak akan menyangka ia merupakan seorang mualaf. Ia amat faqih beragama sebagaimana muslimin yang lahir dan dibesarkan dalam pendidikan Islam.

Ia pun kemudian aktif menyuarakan antiterorisme. Brandon yang memang merupakan penulis itu kemudian membuat sebuah novel bertajuk "Jihadi". Novel tersebut mengisahkan perjalanan seorang mantan teroris.

Dengan alur cerita yang apik dan bahasa yang menarik, jadilah novel Jihadi tersebut pantas dibaca sebagai rujukan mengenai aksi terorisme. Novel tersebut pun sebenarnya merupakan sebuah memoar dari transkripsi yang ditulis teroris Ali Lidell. Sehingga sedikit banyak kisah nyata lah yang diulas di dalam novel tersebut.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/13/06/17/moj0hv-idolakan-yesus-sejak-kecil-brandon-toropov-temukan-kebenaran-dalam-islam

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 15
Posts: 1406
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Re: Bertambahnya Muallaf Di Dunia Barat

Post by SEGOROWEDI on Sat Jun 22, 2013 12:21 am

wildan99Islam wrote:Idolakan Yesus Sejak Kecil, Brandon Toropov Temukan Kebenaran dalam Islam



kebenaran seperti apa yang ia temukan di islam?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Total Like dan Thanks: 107
Posts: 29283
Join date: 2011-11-12

Back to top Go down

Page 3 of 15 Previous  1, 2, 3, 4 ... 9 ... 15  Next

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum