FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Marxisme dan Islam

Halaman 2 dari 3 Previous  1, 2, 3  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Marxisme dan Islam

Post by Otak Trailer on Fri Jun 14, 2013 10:10 am

First topic message reminder :

Manusia bukanlah makhluk-makhluk yang pasrah tak berdaya di hadapan apa yang kerap disebut “suratan takdir”. Namun ia juga tidak bisa sekehendak hatinya mengubah sejarah. Marx mengatakan:
“Manusia membuat sejarah mereka sendiri, tetapi mereka tidak membuatnya sekehendak hati mereka; mereka tidak membuatnya di bawah situasi-situasi yang dipilih oleh mereka sendiri, tetapi di bawah situasi-situasi yang sudah ada, yang ditentukan dan ditransmisikan dari masa lalu.”

Sejarah yang digambarkan oleh kelas penguasa sampai hari ini selalu adalah sejarah orang-orang besar. Di dalam pikiran mereka, sejarah digerakkan oleh segelintir orang saja: pemikir-pemikir ulung, pemimpin-pemimpin besar, orator-orator karismatik. Sejarah adalah ciptaan dari gagasan-gagasan yang ada di pikiran orang-orang besar ini. Mereka mendapatkan ilham yang begitu hebatnya sehingga menggerakkan sejarah. Napoleon Bonaparte menjadi kaisar Prancis yang menguasai hampir seluruh Eropa karena kejeniusan perangnya. Perang Dunia II terjadi karena sosok Hilter dengan pemikiran-pemikiran fasisnya, yang tertuang di buku Mein Kampf. Revolusi Oktober di Rusia adalah karena Lenin seorang dengan kemampuannya memahami Marxisme. Di dalam sejarahnya kaum penguasa, rakyat jelata tidak memainkan peran sama sekali. Mereka bukan faktor. Mereka hanyalah domba-domba yang mengikuti pemimpin mereka. Dan kalaupun mereka memainkan peran, hanya sebagai sekumpulan orang liar yang melakukan kerusuhan.
Materialisme Historis menjungkirbalikkan sejarah kaum penguasa, bahwa rakyat jelatalah aktor utama di dalam perubahan sejarah. Kalaupun ada figur-figur pemimpin, ia tidak lain adalah pengejawantahan dari kelas-kelas yang ada di dalam masyarakat. Materialisme Historis tidak menyangkal peran individu di dalam sejarah, tetapi meletakkannya dalam konteks kondisi masyarakat yang ada saat itu, dalam hubungannya yang dialektis.

konsepsi utama dari Materialisme Historis, yang ditulis oleh Engels seperti berikut ini:
“Konsepsi materialis tentang sejarah dimulai dari proposisi bahwa produksi kebutuhan-kebutuhan untuk mendukung kehidupan manusia dan, di samping produksi, pertukaran barang-barang yang diproduksi, merupakan dasar dari semua struktur masyarakat; bahwa dalam setiap masyarakat yang telah muncul dalam sejarah, cara kekayaan didistribusi dan cara masyarakat dibagi ke dalam kelas-kelas atau tatanan-tatanan bergantung pada apa yang diproduksi, bagaimana itu diproduksi, dan bagaimana produk-produk itu dipertukarkan. Dari sudut pandang ini, sebab-sebab akhir dari semua perubahan sosial dan revolusi-revolusi politis mesti dicari, tidak dalam benak-benak manusia, tidak dalam wawasan manusia yang lebih baik akan kebenaran dan keadilan abadi, tetapi di dalam perubahan-perubahan dalam cara-cara produksi dan pertukaran. Itu semua mesti dicari, tidak dalam filsafat tetapi di dalam perekonomian satu epos tertentu.” (Engels, Anti Dühring)
Keluar dari hutan dan menuju padang rumput luas, manusia memulai sejarahnya, dari komunisme primitif sampai kapitalisme hari ini.

Marxisme tidak selalu atheis dan Marxisme dapat diterima oleh muslim bahkan mereka juga setuju dengan gagasan perjuangan kelas sosial.Seperti penghapusan budak,kesejahteraan sosial,keadilan yang menyebar segala aspek kelas sosial.
avatar
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down


Re: Marxisme dan Islam

Post by Otak Trailer on Wed Aug 19, 2015 7:06 pm

@Panda1 wrote:Marxisme hanya berkutat di koridor ideologi dan penerapannya. Paham ini memisahkan(kalau tidak mau dikatakan alergi) diri dari spiritualisme.Bagi saya ini kelemahan utamanya.



.. belakangan juga sudah banyak filsuf post-mo yang me-museum-kan marxism.. tersisa hanya 'hantu-hantu'-nya saja.
Tanpa perlu menjadi munafik dan harus diakui bahwa ulama jaman sekarang lebih banyak berkutat pada dogma dan umatnya lebih sering berdebat antara qunut dan tanpa qunut.
Islam secara menyeluruh tidak membedakan antara negara dan personal,begitu pun Marxisme.Dan dalam banyak bidang,Islam menyerahkan urusan pemerintahan kepada kondisi.Itu harus diakui sehingga tak perlu heran mengapa pemerintahan Islam di Iran berbeda tradisi dengan pemerintahan Islam di Saudi.
avatar
Otak Trailer
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 542
Location : kolong tanah
Join date : 11.02.12
Reputation : 4

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by abu hanan on Tue Aug 25, 2015 7:41 pm

ada yang berani mengupas persamaan ide antara marxisme dengan islam?
woii.anybody home?hom pi pa?
info


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by dee-nee on Tue Aug 25, 2015 7:44 pm

@abu hanan wrote:ada yang berani mengupas persamaan ide antara marxisme dengan islam?
woii.anybody home?hom pi pa?
info

ini yang saya suka

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by panda1 on Wed Aug 26, 2015 2:19 pm

@Otak Trailer wrote:
@Panda1 wrote:Marxisme hanya berkutat di koridor ideologi dan penerapannya. Paham ini memisahkan(kalau tidak mau dikatakan alergi) diri dari spiritualisme.Bagi saya ini kelemahan utamanya.



.. belakangan juga sudah banyak filsuf post-mo yang me-museum-kan marxism.. tersisa hanya 'hantu-hantu'-nya saja.
Tanpa perlu menjadi munafik dan harus diakui bahwa ulama jaman sekarang lebih banyak berkutat pada dogma dan umatnya lebih sering berdebat antara qunut dan tanpa qunut.
Islam secara menyeluruh tidak membedakan antara negara dan personal,begitu pun Marxisme.Dan dalam banyak bidang,Islam menyerahkan urusan pemerintahan kepada kondisi.Itu harus diakui sehingga tak perlu heran mengapa pemerintahan Islam di Iran berbeda tradisi dengan pemerintahan Islam di Saudi.


Saya cukup tertarik perbandingan tentang pemerintahan islam Iran dan Saudi. Tapi sayang ini tidak apple-to-apple karena Arab Saudi bersifat kerajaan yang pada dasarnya tidak ada dalam tradisi Islam. Bukan menyerah pada kondisi, tetapi 'dikondisikan'.

Sedangkan Iran, sejak revolusi '70 mengadopsi sistem Wilayatul Faqih, yaitu sistem syura yang terdiri dari ulama-ulama ahli dan menguasai ilmu keislaman sehingga pemimpin tertinggi diatas presiden terpilih dari orang-orang yang memang selain ahli Islam juga ahli ilmu ketatanegaraan, dimana ini pernah dilakukan oleh khalifah Umar bin Khattab untuk menetapkan khalifah penggantinya.

Kembali ke marxisme, saya justru tidak setuju bahwa teori ini tidak membedakan antara negara dan personal. Karena pada dasarnya tidak pernah ada "hasil" dari marxisme yang berhasil secara mutlak. Malahan yang terjadi ialah adanya supremasi absolut pihak penguasa atas pihak yang dikuasai, yaitu rakyat. Yang malah jadi adalah garis batas yang tegas antara pengusasa (negara) dan rakyat.

Kalau kata Abu tentang persamaan ide marxis dan Islam, menurut saya itu hanya kompromi yang dipaksakan. Sebagaimana nilai kebaikan seperti kebaikan kepada kaum miskin adalah salah kesamaan dalam agama Kristen dan Islam, dan juga mayoritas agama di seluruh dunia, tidaklah dapat persamaan itu diagungkan.

Mungkin kalau kita cari-cari persamaannya, kita bisa katakan bahwa baik Islam dan Marxis sama dalam menentang kapitalisme. Tema keadilan sosial dalam Islam senada dengan marxisme yakni ditopang oleh paham tentang persamaan manusia atau egalitarianisme yang menekankan kepada persamaan kesempatan, selain persamaan hak dan kewajiban.

Tetapi karena ikhtiar manusia berbeda-beda, maka timbul pula keragaman atas hasil usahanya. Karena itu Islam tidak setuju dengan paham kesetaraan komunisme dengan akibat kebijakan dihapuskan hak-hak individual di atas hak masyarakat. Demikian pula pemilikan perorangan tetap dihormati, hanya saja ada batasan agar tidak menimbulkan kesenjangan.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by panda1 on Wed Aug 26, 2015 2:31 pm

Lebih jauh lagi, kegagalan lainnya pada Marxisme adalah anggapan bahwa tenaga kerja menjadi dasar nilai barang. Menurut saya ini merupakan dasar yang lemah dan tidak akan bertahan. Karl Marx memandang dunia pada jamannya, dan memutuskan akibat kondisi sosial pada saat itu, padahal nilai barang itu terbukti tidak hanya tergantung pada tenaga kerja. Kelangkaan dan jumlah permintaan malah jadi lebih menentukan nilai barang saat ini.Disamping itu, Marx tidak mempertimbangkan technological advancement yang meningkatkan produktivitas.


Kemudian bahwa Marxismem menganggap akan terjadi polarisasi dan penyengsaraan sampai timbulnya proletariat.
Kita bisa katakan bahwa ; ini tidak terjadi.
Secara dialektika kita harus mengerti bahwa pada akhirnyapun kaum buruh, akan melakukan reaksi. Reaksi ini justru adalah inti dari reaksi dialektika yang timbul secara natural walaupun di alam kapitalis,sehingga hasilnya buruh melawan, seluruh masyarakat juga melawan. Bukan proletariat yang terjadi justru kebalikanya.

Secara politis timbul dan bangkitnya kekuatan demokrastis menggerakan kekuatan sosial politik yang melawan segala macam ketidakadilan.
Malah, pada demokrasi ala barat, perkembangan politik yang berhubungan dengan kebebasan adalah timbulnya serikat-serikat buruh yang bisa menandingi kekuatan kapitalis.

Saya tidak membela demokrasi ala barat, namun inilah yang terjadi. Dan Marxisme harus berpuas diri menjadi bahan dongeng di museum filsafat.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by abu hanan on Thu Aug 27, 2015 4:36 am

kung fu panda wrote:Kalau kata Abu tentang persamaan ide marxis dan Islam, menurut saya itu hanya kompromi yang dipaksakan. Sebagaimana nilai kebaikan seperti kebaikan kepada kaum miskin adalah salah kesamaan dalam agama Kristen dan Islam, dan juga mayoritas agama di seluruh dunia, tidaklah dapat persamaan itu diagungkan.

Mungkin kalau kita cari-cari persamaannya, kita bisa katakan bahwa baik Islam dan Marxis sama dalam menentang kapitalisme. Tema keadilan sosial dalam Islam senada dengan marxisme yakni ditopang oleh paham tentang persamaan manusia atau egalitarianisme yang menekankan kepada persamaan kesempatan, selain persamaan hak dan kewajiban.
sayah tak menolak uraian anda..dan untuk itulah sayah ajak semua pihak mengupas mengapa ada "kompromi yang dipaksakan" ato dengan kata lain "mari kita cari penyebab mengapa ada ulama merah (mendukung komunis)..

keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat aka kepentingan umum adalah satu2nyah penyebab untuk itu..
dan diantara persamaan marxisme dengan islam,tentu ada pula perbedaan dan sebenarnyah perbedaan itulah yang menjadi krusial mengapa sebagian muslim menolak ide marxism..
salah satu perbedaan,selain musyawarah untuk mufakat,adalah marxism hanya memandang masalah berdasarkan kajian ekonomi sosial politik..sedangkan islam adalah falsafah yang darinyah akan lahir pandangan/ide tersendiri tentang ekonomi sosial politik..

kembali ke ide persamaan,maka seyogyanyah persamaan itu dikabarkan pada khalayak agar apapun ide yang menyusup seperti isdv menyusup ke sarekat islam tidak terjadi di masa mendatang..pencegahan seperti itulah yang sayah harapkan,bukan pencegahan nan represif dengan kekuatan militer..
kung fu panda wrote:
kegagalan lainnya pada Marxisme adalah anggapan bahwa tenaga kerja menjadi dasar nilai barang. Menurut saya ini merupakan dasar yang lemah dan tidak akan bertahan. Karl Marx memandang dunia pada jamannya, dan memutuskan akibat kondisi sosial pada saat itu, padahal nilai barang itu terbukti tidak hanya tergantung pada tenaga kerja. Kelangkaan dan jumlah permintaan malah jadi lebih menentukan nilai barang saat ini.Disamping itu, Marx tidak mempertimbangkan technological advancement yang meningkatkan produktivitas.
baiklah..apakah kita akan bicara tentang sejarah marxis ato gimana?sayah lihat harus ada keterbukaan yang kita sajikan pada khalayak karena merekalah pemegang opsi terakhir..apakah menyerahkan mekanisme pada marxis ato bugimana..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by dee-nee on Thu Aug 27, 2015 12:48 pm

saya ikutan .... hihihihihi

piss  piss

bung panda wrote:Saya cukup tertarik perbandingan tentang pemerintahan islam Iran dan Saudi. Tapi sayang ini tidak apple-to-apple karena Arab Saudi bersifat kerajaan yang pada dasarnya tidak ada dalam tradisi Islam. Bukan menyerah pada kondisi, tetapi 'dikondisikan'.

Sedangkan Iran, sejak revolusi '70 mengadopsi sistem Wilayatul Faqih, yaitu sistem syura yang terdiri dari ulama-ulama ahli dan menguasai ilmu keislaman sehingga pemimpin tertinggi diatas presiden terpilih dari orang-orang yang memang selain ahli Islam juga ahli ilmu ketatanegaraan, dimana ini pernah dilakukan oleh khalifah Umar bin Khattab untuk menetapkan khalifah penggantinya.

Kembali ke marxisme, saya justru tidak setuju bahwa teori ini tidak membedakan antara negara dan personal. Karena pada dasarnya tidak pernah ada "hasil" dari marxisme yang berhasil secara mutlak. Malahan yang terjadi ialah adanya supremasi absolut pihak penguasa atas pihak yang dikuasai, yaitu rakyat. Yang malah jadi adalah garis batas yang tegas antara pengusasa (negara) dan rakyat.

merah : maaf bung panda .... berhasil ini gimana ya maksudnya ?? menurut penilaian siapa ?? .... penilaian kita sebagai orang2 yang tinggal di negara non-komunis ... atau penilaian mereka2 yang menjadi warga di negara komunis ?? >>> karena belum tentu penilaian mereka sama dengan penilaian kita

biru : semua saya gabung setelah ini

@abu hanan wrote:
kung fu panda wrote:Kalau kata Abu tentang persamaan ide marxis dan Islam, menurut saya itu hanya kompromi yang dipaksakan. Sebagaimana nilai kebaikan seperti kebaikan kepada kaum miskin adalah salah kesamaan dalam agama Kristen dan Islam, dan juga mayoritas agama di seluruh dunia, tidaklah dapat persamaan itu diagungkan.

Mungkin kalau kita cari-cari persamaannya, kita bisa katakan bahwa baik Islam dan Marxis sama dalam menentang kapitalisme. Tema keadilan sosial dalam Islam senada dengan marxisme yakni ditopang oleh paham tentang persamaan manusia atau egalitarianisme yang menekankan kepada persamaan kesempatan, selain persamaan hak dan kewajiban.
sayah tak menolak uraian anda..dan untuk itulah sayah ajak semua pihak mengupas mengapa ada "kompromi yang dipaksakan" ato dengan kata lain "mari kita cari penyebab mengapa ada ulama merah (mendukung komunis)..

keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat aka kepentingan umum adalah satu2nyah penyebab untuk itu..
dan diantara persamaan marxisme dengan islam, tentu ada pula perbedaan dan sebenarnyah perbedaan itulah yang menjadi krusial mengapa sebagian muslim menolak ide marxism..
salah satu perbedaan,selain musyawarah untuk mufakat,adalah marxism hanya memandang masalah berdasarkan kajian ekonomi sosial politik.sedangkan islam adalah falsafah yang darinyah akan lahir pandangan/ide tersendiri tentang ekonomi sosial politik..

kembali ke ide  persamaan,maka seyogyanyah persamaan itu dikabarkan pada khalayak agar apapun ide yang menyusup seperti isdv menyusup ke sarekat islam tidak terjadi di masa mendatang..pencegahan seperti itulah yang sayah harapkan,bukan pencegahan nan represif dengan kekuatan militer

menurut saya :

Ketika kita bicara perbedaan Islam vs Marxisme ... seharusnya kata islam ini jangan lari menjadi Islam ala Nabi Muhammad ... tapi bandingkan dengan Islam yang hidup pada era Marxisme (komunisme) pada abad 15-16 an >>> karena disinilah sumber penolakan komunisme pada Islam (yaitu Islam yang dibawa oleh ulama)

membandingkan Islam Nabi Muhammad dengan produk ideologi manapun di dunia ini >>> siapa muslim yang sanggup membandingkan ?? >>> aidit, tan malaka, muso pun tidak akan pernah berani menolak Islam yang dijalankan Nabi Muhammad

tapi ... kalau kita bicara tentang Islam yang dibawa oleh para ulama pada era komunisme >>> silahkan kita bandingkan ... siapa yang lebih dekat dengan Islam Nabi Muhammad ?? >>> toh faktanya Aidit-pun bisa bilang bahwa dia lebih Islam dibanding ulama2 dalam SI putih

sekali lagi ... bukan saya bilang si merah lebih Islam dibanding si putih .... tapi saya hanya "menetralkan" alur diskusi supaya tidak berat sebelah

piss  piss

misalnya yang ungu: persamaan ide marxis dan Islam, menurut saya itu hanya kompromi yang dipaksakan

>>> ya betul dipaksakan bila dibandingkan dengan Islam Nabi Muhammad .... tapi tidak dipaksakan bila membandingkan para ulama merah vs putih pada era itu >>> karena toh intinya mereka sama2 membawa nilai islam

dan bila kemudian diasumsikan hanya salah satu antara mereka yang menjalankan islam dengan benar >>> ini yang menurut saya tidak netral

saya ambil contoh yang biru :

1. Arab Saudi bersifat kerajaan
2. Iran menjalankan sistem syura yang terdiri dari ulama-ulama ahli dan menguasai ilmu keislaman sehingga pemimpin tertinggi diatas presiden terpilih

ini kondisi Islam yang sekarang .... sementara kondisi negara komunis yang sekarang adalah

3. Malahan yang terjadi ialah adanya supremasi absolut pihak penguasa atas pihak yang dikuasai, yaitu rakyat

Yang no 3 ini apa bedanya dengan no 1 dan 2 ?? >>>.kata siapa raja arab dan dewan syura tidak bisa berubah menjadi "supremasi absolut pihak penguasa" ???  

katakanlah yang no 2 pernah dilakukan oleh khalifah Umar bin Khattab .... tapi prinsipnya .... sistem yang sama dilakukan oleh Umar bin Khattab tidak bisa menjadi pembenaran bagi ulama2 iran untuk menyamakan kualitas Islam mereka dengan Umar bin Khattab

mohon maaf bung panda : mudah2an anda mengerti maksud saya .... saya tidak bilang bahwa dewan syura Iran tidak berkualitas Islam ... kalimat diatas hanya membandingkan antara point 1, 2, dan 3.

piss  piss

karena untuk jaman sekarang .... adanya "supremasi absolut pihak penguasa" bisa terjadi dalam sistem manapun ... bahkan dalam sistem yang disebut sudah "syariah" sekalipun
menurut saya ... seorang pemimpin tidak bisa hanya dilihat dari sistem apa yang dipakai ... tapi lebih dilihat dari kualitas diri-nya

>>> maka ... yang menjadi tolok ukur adalah rakyatnya ... apakah mereka merasa dikuasai oleh pemimpin mereka atau tidak ??
>>> karena dikuasai atau menjadi penguasa-pun juga tidak akan menjadi masalah bila berada dalam koridor yang benar (tidak zalim) pada rakyat 


kalau faktanya penduduk/rakyat Korut, Cina, Rusia, atau Kuba santai2 aja dengan pemimpin mereka ... otomatis kita (non-komunis) juga tidak bisa mengatakan sudah terjadi "supremasi absolut pihak penguasa atas pihak yang dikuasai, yaitu rakyat"

>>> dan inipun berlaku bagi Arab Saudi maupun Iran >>> karena intinya adalah yang pink

piss  piss

lalu ... bila melihat tulisan mbah abu yang biru bold underline

tentu ada pula perbedaan dan sebenarnyah perbedaan itulah yang menjadi krusial mengapa sebagian muslim menolak ide marxism

nyambung dengan kalimat dibawahnya

salah satu perbedaan, selain musyawarah untuk mufakat,adalah marxism hanya memandang masalah berdasarkan kajian ekonomi sosial politik..sedangkan islam adalah falsafah yang darinyah akan lahir pandangan/ide tersendiri tentang ekonomi sosial politik..

underline : dalam sistem kerajaan di Arab juga tidak ada musyawarah mufakat ... dan apa bedanya antara musyawarah mufakat ala sistem syura di Iran dengan musyawarah mufakat ala partai komunis (sebagai satu2nya partai) ??

dan seperti tulisan italic : marxism hanya memandang masalah berdasarkan kajian ekonomi sosial politik >>> maka mari kita lihat apakah komunisme (khususnya) di Indonesia tetap membawa falsafah Islam terkait ekonomi sosial politik mereka ... begitu juga .... apakah SI putih juga membawa falsafah Islam terkait ekosospol ??

orange : pandangan/ide tersendiri tentang ekonomi sosial politik Islam ini seperti apa ya contohnya ?? >>> mari kita lihat seberapa jauh perbedaan-nya dengan ekonomi sosial politik komunisme ... begitu juga ..... seberapa jauh perbedaan-nya (kalau memang ada) dengan ekosospol SI putih ??

-----------------------------------------------------------------------------------

mbah abu wrote:
kung fu panda wrote:
kegagalan lainnya pada Marxisme adalah anggapan bahwa tenaga kerja menjadi dasar nilai barang. Menurut saya ini merupakan dasar yang lemah dan tidak akan bertahan. Karl Marx memandang dunia pada jamannya, dan memutuskan akibat kondisi sosial pada saat itu, padahal nilai barang itu terbukti tidak hanya tergantung pada tenaga kerja. Kelangkaan dan jumlah permintaan malah jadi lebih menentukan nilai barang saat ini.Disamping itu, Marx tidak mempertimbangkan technological advancement yang meningkatkan produktivitas.
baiklah..apakah kita akan bicara tentang sejarah marxis ato gimana?sayah lihat harus ada keterbukaan yang kita sajikan pada khalayak karena merekalah pemegang opsi terakhir..apakah menyerahkan mekanisme pada marxis ato bugimana

bold : saya sepakat dengan kalimat mbah abu yang underline >>> yaitu kembali ke sejarah marxisme

karena inti dari sistem ekonomi marxisme adalah menolak ide kapitalis ... maka harus dilihat apa dan kenapa Karl Marx bicara yang bold >>> berkaitan dengan sistem ekonomi kapitalisme itu sendiri

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by panda1 on Thu Aug 27, 2015 4:48 pm

@abu hanan wrote:
kung fu panda wrote:Kalau kata Abu tentang persamaan ide marxis dan Islam, menurut saya itu hanya kompromi yang dipaksakan. Sebagaimana nilai kebaikan seperti kebaikan kepada kaum miskin adalah salah kesamaan dalam agama Kristen dan Islam, dan juga mayoritas agama di seluruh dunia, tidaklah dapat persamaan itu diagungkan.

Mungkin kalau kita cari-cari persamaannya, kita bisa katakan bahwa baik Islam dan Marxis sama dalam menentang kapitalisme. Tema keadilan sosial dalam Islam senada dengan marxisme yakni ditopang oleh paham tentang persamaan manusia atau egalitarianisme yang menekankan kepada persamaan kesempatan, selain persamaan hak dan kewajiban.
sayah tak menolak uraian anda..dan untuk itulah sayah ajak semua pihak mengupas mengapa ada "kompromi yang dipaksakan" ato dengan kata lain "mari kita cari penyebab mengapa ada ulama merah (mendukung komunis)..

keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat aka kepentingan umum adalah satu2nyah penyebab untuk itu..
dan diantara persamaan marxisme dengan islam,tentu ada pula perbedaan dan sebenarnyah perbedaan itulah yang menjadi krusial mengapa sebagian muslim menolak ide marxism..
salah satu perbedaan,selain musyawarah untuk mufakat,adalah marxism hanya memandang masalah berdasarkan kajian ekonomi sosial politik..sedangkan islam adalah falsafah yang darinyah akan lahir pandangan/ide tersendiri tentang ekonomi sosial politik..

kembali ke ide  persamaan,maka seyogyanyah persamaan itu dikabarkan pada khalayak agar apapun ide yang menyusup seperti isdv menyusup ke sarekat islam tidak terjadi di masa mendatang..pencegahan seperti itulah yang sayah harapkan,bukan pencegahan nan represif dengan kekuatan militer..
kung fu panda wrote:
kegagalan lainnya pada Marxisme adalah anggapan bahwa tenaga kerja menjadi dasar nilai barang. Menurut saya ini merupakan dasar yang lemah dan tidak akan bertahan. Karl Marx memandang dunia pada jamannya, dan memutuskan akibat kondisi sosial pada saat itu, padahal nilai barang itu terbukti tidak hanya tergantung pada tenaga kerja. Kelangkaan dan jumlah permintaan malah jadi lebih menentukan nilai barang saat ini.Disamping itu, Marx tidak mempertimbangkan technological advancement yang meningkatkan produktivitas.
baiklah..apakah kita akan bicara tentang sejarah marxis ato gimana?sayah lihat harus ada keterbukaan yang kita sajikan pada khalayak karena merekalah pemegang opsi terakhir..apakah menyerahkan mekanisme pada marxis ato bugimana..

Saya tidak sreg, kalau mencari-cari persamaan antara Komunis dan Islam.
Singkat saja; ide dasar komunisme bertentangan dengan Islam.
Istilah anak jaman sekarang : materialism vs creationism

Sarekat islam(SI) disusupi karena ya itu tadi..."mengagungkan" tujuan yang sama yaitu membela rakyat kecil dan menentang kapitalisme, namun dengan cara yang berbeda. Itulah mengapa SI pecah. Karena sebagian ulama'-nya termakan mimpi komunis. Dimabuk placebo karena sibuk mencari-cari "persamaan".



avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by panda1 on Thu Aug 27, 2015 5:04 pm

@dee-nee wrote:
merah : maaf bung panda .... berhasil ini gimana ya maksudnya ?? menurut penilaian siapa ?? .... penilaian kita sebagai orang2 yang tinggal di negara non-komunis ... atau penilaian mereka2 yang menjadi warga di negara komunis ?? >>> karena belum tentu penilaian mereka sama dengan penilaian kita

biru : semua saya gabung setelah ini

Ukurannya adalah cita-cita komunis itu sendiri.

Cita2 komunis adalah keadaan tanpa kelas dan batas.

Dari 5 negara komunis yang tersisa, apakah menurut mereka sendiri berhasil?
apakah menurut masyarakat dunia, mereka berhasil mewujudkan cita2 komunisme?
apakah menurut anda berhasil?
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by dee-nee on Thu Aug 27, 2015 7:38 pm

@panda1 wrote:
@dee-nee wrote:
merah : maaf bung panda .... berhasil ini gimana ya maksudnya ?? menurut penilaian siapa ?? .... penilaian kita sebagai orang2 yang tinggal di negara non-komunis ... atau penilaian mereka2 yang menjadi warga di negara komunis ?? >>> karena belum tentu penilaian mereka sama dengan penilaian kita

biru : semua saya gabung setelah ini

Ukurannya adalah cita-cita komunis itu sendiri.

Cita2 komunis adalah keadaan tanpa kelas dan batas.

Dari 5 negara komunis yang tersisa, apakah menurut mereka sendiri berhasil?
apakah menurut masyarakat dunia, mereka berhasil mewujudkan cita2 komunisme?
apakah menurut anda berhasil?

Hmmmm .... mungkin yang merah bisa diperjelas maksudnya bagaimana ....
keadaan tanpa kelas itu kelas apa yang dimaksud ??
keadaan tanpa batas itu batas apa yang dimaksud ??

biru : maaf bung panda ... tapi menurut saya

berhasil atau tidak berhasil .... semua balik lagi bagaimana pendapat masing2 orang
pertanyaan itu sama saja dengan pertanyaan2 seperti :

apakah sekarang ini ada negara yang berhasil menerapkan syariah .... sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW ??
apakah ada negara yang berhasil menerapkan kapitalisme .... sesuai ide awal kapitalisme itu sendiri ??
apakah Indonesia berhasil menerapkan pancasila .... sesuai yang dicita2kan founding fathers ??

dari semua pertanyaan2 ini .... akan ada sekian banyak jawaban yang beda2 terkait berhasil vs tidak berhasil

Kalau anda menilai kehancuran Soviet thn 90an adalah bukti ketidak berhasilan ideologi sosialisme .... menurut saya tidak tepat
kehancuran Soviet adalah bukti kekalahan mereka dalam perang dingin >>> masuk ke ranah politik global
jadi bukan karena Soviet hancur maka ideologi ini langsung dinilai tidak berhasil

-------------------------------------------------------

kalau masuk ke sistem ekonomi .... nilai2 ekonomi kapitalisme yang muncul dari pemikiran Adam Smith juga tidak jelek sebetulnya ....
begitu juga sistem ekonomi sosialisme ala Karl Marx

ungu : tidak jelek ini berbanding sama dengan tidak bagus juga .... artinya : kedua-nya punya sisi baik dan buruk-nya masing2

jelas ada perbedaan pandangan antara Adam Smith dengan Karl Marx ... hingga Karl Marx berkata "tenaga kerja menjadi dasar nilai barang" (masuk ke uraian anda)

>>> tapi bila kemudian kita bandingkan dengan sistem ekonomi Islam ... saya hanya berpendapat bahwa Karl Marx tidak dalam posisi melawan sistem ekonomi Islam .... tapi pemikirannya lahir dari perlawanan pada kapitalisme (Adam Smith)
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by panda1 on Fri Aug 28, 2015 10:24 am

@dee-nee wrote:
@panda1 wrote:
@dee-nee wrote:
merah : maaf bung panda .... berhasil ini gimana ya maksudnya ?? menurut penilaian siapa ?? .... penilaian kita sebagai orang2 yang tinggal di negara non-komunis ... atau penilaian mereka2 yang menjadi warga di negara komunis ?? >>> karena belum tentu penilaian mereka sama dengan penilaian kita

biru : semua saya gabung setelah ini

Ukurannya adalah cita-cita komunis itu sendiri.

Cita2 komunis adalah keadaan tanpa kelas dan batas.

Dari 5 negara komunis yang tersisa, apakah menurut mereka sendiri berhasil?
apakah menurut masyarakat dunia, mereka berhasil mewujudkan cita2 komunisme?
apakah menurut anda berhasil?

Hmmmm .... mungkin yang merah bisa diperjelas maksudnya bagaimana ....
keadaan tanpa kelas itu kelas apa yang dimaksud ??
keadaan tanpa batas itu batas apa yang dimaksud ??




Kita sedang bicara marxis kan?
saya rasa, kita tidak perlu membahas penjelasan tentang kelas dan batas dalam marxisme, bisa jadi panjang dan menghabiskan waktu.

Anda bisa pelajari sendiri. di Internet banyak bahannya.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by dee-nee on Fri Aug 28, 2015 1:34 pm

@panda1 wrote:
@dee-nee wrote:
@panda1 wrote:
@dee-nee wrote:
merah : maaf bung panda .... berhasil ini gimana ya maksudnya ?? menurut penilaian siapa ?? .... penilaian kita sebagai orang2 yang tinggal di negara non-komunis ... atau penilaian mereka2 yang menjadi warga di negara komunis ?? >>> karena belum tentu penilaian mereka sama dengan penilaian kita

biru : semua saya gabung setelah ini

Ukurannya adalah cita-cita komunis itu sendiri.

Cita2 komunis adalah keadaan tanpa kelas dan batas.

Dari 5 negara komunis yang tersisa, apakah menurut mereka sendiri berhasil?
apakah menurut masyarakat dunia, mereka berhasil mewujudkan cita2 komunisme?
apakah menurut anda berhasil?

Hmmmm .... mungkin yang merah bisa diperjelas maksudnya bagaimana ....
keadaan tanpa kelas itu kelas apa yang dimaksud ??
keadaan tanpa batas itu batas apa yang dimaksud ??

Kita sedang bicara marxis kan?
saya rasa, kita tidak perlu membahas penjelasan tentang kelas dan batas dalam marxisme, bisa jadi panjang dan menghabiskan waktu.

Anda bisa pelajari sendiri. di Internet banyak bahannya.

maksud saya begini bung panda :

ya memang banyak bahan .... tapi bahan mana yang harus saya ambil sebagai acuan anda ??

di kompasiana saya baca ini

Cita-cita Marx adalah masyarakat tanpa kelas yang tidak ada Tuan dan Hamba. Masyarakat yang tidak terobsesi oleh kerja semata, sehingga tidak teralienasi secara psikologis dan materi. Ideologi komunisme jatuh ke dalam angan-angan kembalinya surga dunia setelah Adam dan Hawa terlempar dari "Surga" yang sebenarnya. Dengan "menyingkirkan" Tuhan, mereka meinginginkan surga dunia. Tetapi tidaklah mungkin bisa mendapatkan surga dunia apabila menganggap bahwa surga dunia (baca: ideologi) adalah sebuah realitas nyata manusia

Komunisme pada dasarnya ada di dalam setiap hati manusia, dan bahkan mempunyai tujuan yang sama dengan agama-agama manusia. Bedanya, surga bagi agama adalah paradigma tujuan hidup setelah kematian manusia, sedangkan komunisme ingin membumikan paradigma surga itu ke dalam kehidupan nyata manusia saat ini, bukan di dunia setelah kematian.
.

yang saya coret jelas tidak pernah disebutkan Karl Marx ... Karl Marx tidak pernah bicara apa2 soal surga apalagi ngomongin Adam
yang tidak saya coret >>> lalu apa yang salah dengan underline ?? >>> Islam pun mengajarkan ini

bisa ga saya sebut : Cita2 komunis adalah kesetaraan dan keadilan sosial >>> apakah ini bertentangan dengan Islam ??

maksud saya ..... kalau menurut anda karena "cita2 komunis adalah keadaan tanpa kelas dan batas" maka dapat dipastikan tidak berhasil ...
dan bila ternyata di Arab Saudi terjadi pembentukan kelas antara tuan dan hamba .... antara raja dan rakyat >>> apa artinya kita mengatakan Islam juga tidak berhasil ??

toh faktanya secara individu banyak juga muslim yang menjalankan Islam dengan benar dimana manusia tidak memandang manusia lain dari perbedaan sosial
so .. saya cuma berpikir ... lalu kenapa tidak mungkin bahwa secara individu ... ada juga orang2 komunis yang menjalankan ideologi "masyarakat tanpa kelas dan batas" ini .... menjalankan "kesetaraan dan keadilan sosial"

jadi dimana tidak berhasilnya ??

---------------------------------------

btw tentang yang ini

bung panda wrote:Saya tidak sreg, kalau mencari-cari persamaan antara Komunis dan Islam.
Singkat saja; ide dasar komunisme bertentangan dengan Islam.
Istilah anak jaman sekarang : materialism vs creationism

merah : saya setuju bahwa marxisme jelas tidak sama dengan Islam
tapi tidak semua hal yang berkaitan dengan marxisme disebut bertentangan dengan Islam

saya lebih suka membandingkan antara marxis vs islam seperti membandingkan daun mangga vs hakikat tumbuh2an (dari sudut pandang IP dan Spiritual)

atau sama seperti membahas 1 aspek kehidupan vs kehidupan universal itu sendiri

piss


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Fri Aug 28, 2015 2:13 pm, total 1 kali diubah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by dee-nee on Fri Aug 28, 2015 2:05 pm

Terkait judul TS

@mbah abu

salah satu perbedaan, selain musyawarah untuk mufakat,adalah marxism hanya memandang masalah berdasarkan kajian ekonomi sosial politik..sedangkan islam adalah falsafah yang darinyah akan lahir pandangan/ide tersendiri tentang ekonomi sosial politik.

italic : marxism hanya memandang masalah berdasarkan kajian ekonomi sosial politik

>>> maka mari kita lihat apakah komunisme (khususnya) di Indonesia tetap membawa falsafah Islam terkait ekonomi sosial politik mereka ... begitu juga .... apakah SI putih juga membawa falsafah Islam terkait ekosospol ??

------------------------------

Ungu : tentang ekonomi Marxist

wiki wrote:https://id.wikipedia.org/wiki/Marxisme
Latar Belakang
Marxisme merupakan dasar teori komunisme modern.[2] Teori ini tertuang dalam buku Manisfesto Komunis yang dibuat oleh Marx dan Friedrich Engels.[1] Marxisme merupakan bentuk protes Marx terhadap paham kapitalisme.[1] Ia menganggap bahwa kaum kapital mengumpulkan uang dengan mengorbankan kaum proletar.[3] Kondisi kaum proletar sangat menyedihkan karena dipaksa bekerja berjam-jam dengan upah minimum, sementara hasil pekerjaan mereka hanya dinikmati oleh kaum kapitalis.[4] Banyak kaum proletar yang harus hidup di daerah pinggiran dan kumuh.[4] Marx berpendapat bahwa masalah ini timbul karena adanya "kepemilikan pribadi" dan penguasaan kekayaan yang didominasi orang-orang kaya.[3] Untuk menyejahterakan kaum proletar, Marx berpendapat bahwa paham kapitalisme diganti dengan paham komunisme.[3] Karena bila kondisi ini terus dibiarkan, menurut Marx, kaum proletar akan memberontak dan menuntut keadilan.[3] Inilah dasar dari marxisme

Ilmu ekonomi sebagai dasar
Menurut Karl Marx, hal paling mendasar yang harus dilakukan manusia agar dapat terus hidup adalah mendapatkan sarana untuk tetap bertahan hidup.[5] Apapun yang bisa menghasilkan pangan, sandang, dan papan bagi mereka, serta untuk memenuhi kebutuhan dasar.[5] Tidak ada yang bisa menghindar dari tugas memproduksi hal-hal itu.[5] Namun, ketika cara-cara produksi berkembang dari tahap primitif, segera muncul kebutuhan agar tiap individu dapat melakukan spesialisasi, karena menemukan bahwa mereka akan lebih makmur dengan cara itu.[5] Lalu, orang menjadi bergantung satu dengan yang lain.[5] Produksi sarana hidup kini menjadi aktivitas sosial, bukan lagi aktivitas individu.[5]

Dalam saling ketergantungan ini (masyarakat), setiap orang ditentukan hubungannya dengan sarana produksi.[5] "Apa yang kulakukan seorang diri untuk penghidupanku menentukan sebagian besar hal pokok dalam cara hidupku, dan sekaligus merupakan kontribusiku terhadap masyarakat secara keseluruhan."[5] Hubungan ini juga menentukan siapa saja yang punya kepentingan sama denganku dalam pembagian produk sosial itu dan siapa saja yang bertentangan dengan kepentinganku.[5]

Dengan cara pandang seperti itu, terbentuklah kelas-kelas sosial ekonomi, yang juga mengakibatkan timbulnya konflik di antara kelas-kelas itu.[5]

Namun akhirnya banyak yang mensalahartikan teori Marx.

yang dicita2kan Karl Marx adalah masyarakat yang tidak individual dan tidak berkehidupan sosial hanya untuk kepentingan masing2 ...

karena perilaku individual dan mementingkan kepentingan kelompok dapat membentuk kelas2 sosial ekonomi (pemilik modal vs buruh ... tuan tanah vs petani pekerja) yang justru mengakibatkan pemberontakan dan kekerasan dari kelompok propletar

oleh karena itu ... kelas2 sosial inilah yang harus dibuang dulu dalam kehidupan ekosospol .... harus dibentuk masyarakat yang adil dan setara ... supaya tidak terjadi perlawanan dari kelas sosial bawah atau kelompok proletar (wiki warna merah)

terus terang saya tidak lihat ada yang salah dengan kalimat di wiki ... betul2 saja ide dasarnya
kalau menyebut sama persis dengan Islam jaman Nabi Muhammad >>> jelas tidak

maka .... dilihat dari kalimat bold orange >> dimana beda dan sama-nya dengan Islam ??
silahkan mbah

piss piss


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Fri Aug 28, 2015 2:16 pm, total 1 kali diubah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by panda1 on Fri Aug 28, 2015 2:06 pm

@dee-nee,


Sebenarnya saya agak bingung dengan arah pembicaraan anda. Terlalu bercabang dan banyak asumsi.

Tetapi saya coba menanggapi dengan beberapa point sebagai berikut :

1. Saya tidak pernah mendengar ada penolakan komunisme oleh Islam pada abad 15-16. Kalau kita bicara tentang kondisi SI pada era komunisme di Indonesia (tahun 1914-1920an), SI jelas dipengaruhi isdv sehingga berkembang jadi PKI. Komunisme adalah sesuatu yang pada dasarnya sudah berbeda dengan Islam. Hanya saja komunisme sebagai antitesis kapitalisme yang saat itu sedang trend, menjadi kendaraan yang praktis bagi SI merah untuk berkembang. Tetapi apakah kemudian mereka berhasil membawakan Islam?
2. Faktanya; Aidit tidak pernah bilang bahwa dia lebih Islam dibanding ulama2 SI putih. Saya tak berhak menghakimi keimanan seseorang, namun untuk Aidit, selain mengganti namanya dari Ahmad menjadi Dipa Nusantara, ia juga meyakinkan Nikita Kruschev bahwa kader2 PKI adalah atheist. Ini indikasi2 bahwa beliau bukan seorang yang akan mengatakan bahwa dirinya lebih Islam dari siapapun.
3.Ulama merah vs putih pada era itu; mereka sama2 membawa nilai islam, ya. Namun kemudian salah satunya tergelincir hingga mengagungkan paham komunisme, hingga berujung lahirnya PKI. Komunisme pada dasarnya bukan Islam, bahkan, bertentangan dengan Islam. Bedakan Islam kiri dan Komunisme.
4. Raja arab dan dewan syura tentu saja dapat berubah menjadi penguasa absolut. Tapi jangan sembarangan mengangkat contoh ini; karena point ini saya sampaikan kepada saudara otak trailer bahwa perbandingannya kontradiktif; karena salah satunya bukan sistem Islam. Beda konteks.
5. Siapapun dapat menjadi penguasa absolut, ya benar. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan kebenaran relatif. Ya, nilai kebaikan bisa jadi ada di setiap paham, baik itu Komunis, Kapitalis, Kristen, Islam etc Tapi kita sedang membicarakan mengapa Komunisme adalah paham yang gagal. Bukan mengapa Saddam Hussein tumbuh menjadi diktator atau Soekarno menjadi womanizer karena mereka muslim?. Sikap kompromi anda malah menunjukkan kepasifan dan ke-tidak tegas-an.
6. Faktanya penduduk/rakyat Korut, Cina, Rusia, atau Kuba tidak santai2 aja. Sebagai negara yang meng-klaim penganut komunisme, pemisahan pemimpin negara dan rakyat masih terlihat di negara-negara tersebut. Kelangkaan bahan pangan menjadi alasan mengapa fakta ada 23 ribu warga Korea Utara yang kini tinggal di Korea Selatan memilih meninggalkan tanah kelahiran mereka. Kashgar dan sekitarnya di Xinjiang selatan di China (yang sebagian besar adalah Muslim)telah mengalami perlakuan buruk lantaran tindakan represif penguasa komunis Cina terhadap mereka. Kerusuhan di Xinjiang adalah fakta. Demikian demonstrasi besar di Moskow desember kemarin malah akibat undang-undang penambahan denda bagi mereka yang mengadakan protes tanpa izin dari pemerintah..bertentangan dari 'nafas perlawanan' komunisme.
7. Memang ini berlaku bagi Arab Saudi maupun Iran, maupun Amerika atau Indonesia. Tapi itu bukan akibat jasa komunis semata. Perlawanan kaum tertindas dapat lahir dimana saja secara natural dan arab spring atau revolusi '79 Iran, atau peristiwa '98 tidak lahir dari rahim komunisme.




avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by panda1 on Fri Aug 28, 2015 2:18 pm

@dee-nee wrote:
bisa ga saya sebut : Cita2 komunis adalah kesetaraan dan keadilan sosial >>> apakah ini bertentangan dengan Islam ??

maksud saya ..... kalau menurut anda karena "cita2 komunis adalah keadaan tanpa kelas dan batas" maka dapat dipastikan tidak berhasil ...
dan bila ternyata di Arab Saudi terjadi pembentukan kelas antara tuan dan hamba .... antara raja dan rakyat >>> apa artinya kita mengatakan Islam juga tidak berhasil ??

toh faktanya secara individu banyak juga muslim yang menjalankan Islam dengan benar dimana manusia tidak memandang manusia lain dari perbedaan sosial
so .. saya cuma berpikir ... lalu kenapa tidak mungkin bahwa secara individu ... ada juga orang2 komunis yang menjalankan ideologi "masyarakat tanpa kelas dan batas" ini .... menjalankan "kesetaraan dan keadilan sosial"

jadi dimana tidak berhasilnya ??


Cita2 komunis adalah kesetaraan dan keadilan sosial, ya ini benar.
Semangat komunisme menentang status quo dan kepasifan penguasa, ya ini juga baik.

Tapi karena beberapa nilai itu benar lantas seluruh paham menjadi benar ; ini fallacy.


Komunis membawa nilai kebenaran karena membawa persamaan manusia. Ini senafas dengan Islam. Tetapi kemudian jadi salah karena rupanya persamaan manusia didasarkan pada materialisme, maka ini jelas salah.

Jadi dimana yang berhasil?
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by dee-nee on Fri Aug 28, 2015 4:56 pm

maksud saya :

@panda1 wrote:@dee-nee,

Sebenarnya saya agak bingung dengan arah pembicaraan anda. Terlalu bercabang dan banyak asumsi.

justru karena yang merah inilah yang saya perhatikan dari uraian anda ... oleh karena itu supaya netral (tidak berat sebelah) ... saya bawa sudut pandang mereka para komunis

piss  piss

panda wrote:Tetapi saya coba menanggapi dengan beberapa point sebagai berikut :

1.  Saya tidak pernah mendengar ada penolakan komunisme oleh Islam pada abad 15-16. Kalau kita bicara tentang kondisi SI pada era komunisme di Indonesia (tahun 1914-1920an), SI jelas dipengaruhi isdv sehingga berkembang jadi PKI. Komunisme adalah sesuatu yang pada dasarnya sudah berbeda dengan Islam. Hanya saja komunisme sebagai antitesis kapitalisme yang saat itu sedang trend, menjadi kendaraan yang praktis bagi SI merah untuk berkembang. Tetapi apakah kemudian mereka berhasil membawakan Islam?

kalau anda baca uraian saya di thread Jagal

http://www.laskarislam.com/t9345p25-jagal-the-act-of-killing-full-movie#172068

merah : lalu memang kenapa bila SI merah dipengaruhi oleh isdv ??? toh SI putih sendiri juga dapat perngaruh kuat dari Utsmaniyah

@dee-nee wrote: #26
mbah abu wrote:Social Democratische Arbeideispartij (SDAP) di Belanda mengumumkan dirinya sebagai Partai Komunis Belanda (CPN), para anggota ISDV dari golongan Eropa mengusulkan untuk megnikuti jejak itu. Sehingga pada 23 Mei tahun 1920 ISDV mengubah namanya menjadi Peserikatan Komunis Indonesia Hindia, kemudian pada bulan desember tahun 1920 diubah namanya menjadi Partai Komunis Indonesia.Dalam nama tersebut Semaun menjadi ketua, Darsono sebagai wakil, Bergsma sebagai sekretaris dan Sugono sebagai anggota pengurus.

Komintern didirikan pada tahun 1919 yang pengaruhnya terasa di Indonesia. Komintern banyak sekali terjadi kegagalan  dalam merencanakan program komunisnya di Asia. Sehingga Lenin menyatakan bahwa untuk Asia garis politik komintern harus bekerja sama dengan kaum borjuis nasional (kaum terpelajar yang memimpin pergerakan Nasional) dan menggunakan organisasi rakyat terjajah. Kemudian pada tahun 1920  PKI bergabung dengan Komintern.

Dini : maaf mbah abu .... saya tidak menolak uraian mbah abu ....
maka seperti yang saya baca .... terlihat bahwa PKI sangat dekat hubungannya dengan Rusia dan komunis Belanda

supaya netral aja sih .... hehehehehe .... kalau kita bicara tentang aliansi2 dalam PD 1 (dimana ada aliansi Sekutu - termasuk Rusia dan Belanda vs aliansi Blok Sentral - termasuk Jerman dan Utsmaniyah)

sebagian dari anggota SI pun sangat dekat hubungannya dengan Utsmaniyah yang beraliansi dengan Jerman
sehingga banyak pendapat2 sebagian anggota SI yang mendukung Jerman (Hitler)  
bukan OOT .... hanya untuk membuat semua netral sesuai dengan kondisi waktu itu
yang ini saya simpen dulu untuk kapan2 (**)

terus terang saya tidak melihat perbedaan antara dapat pengaruh dari ISDV atau dapat pengaruh dari Utsmaniyah
>>> karena semua adalah politik ... dan tidak ada hubungannya dengan keimanan Islam para komunis SI itu sendiri

biru : perbedaan komunisme vs Islam ... tergantung dari sudut pandang apa anda melihat komunisme ini ?? ... kalau dari sudut pandang menentang kapitalisme ... apakah bisa disebut beda dengan Islam ??

orange : saya perlu confirm dulu "apa yang anda maksud dengan membawa Islam ??" >>> apakah ada perbedaan antara SI putih vs merah bila dikaitkan dengan Islam jaman Nabi Muhammad ??

panda wrote:2. Faktanya; Aidit tidak pernah bilang bahwa dia lebih Islam dibanding ulama2 SI putih. Saya tak berhak menghakimi keimanan seseorang, namun untuk Aidit,  selain mengganti namanya dari Ahmad menjadi Dipa Nusantara, ia juga meyakinkan Nikita Kruschev bahwa kader2 PKI adalah atheist. Ini indikasi2 bahwa beliau bukan seorang yang akan mengatakan bahwa dirinya lebih Islam dari siapapun
.
biru : saya tidak lihat dimana urgensinya penggantian nama dengan ke-imanan dia
hijau : ini akan panjang kalau dibahas .... tergantung anda saja apakah perlu dibahas atau tidak .... hehehehehehe
merah : di thread yang sama .... "Jagal"  

dee-nee #29 wrote:akhirnya ketika masuk jaman Aidit (thn 1960an) ... saya tidak tahu sampai sejauh mana pertentangan antara si putih dan merah pada masa itu .... tapi bila baca kata Aidit ... silahkan masing2 yang menilai

Aidit wrote:”bahwa Nabi Muhammad Saw. bukan hanya milik golongan tertentu dan PKI tidak anti agama. Pada 28 April 1954 saat sebagai Sekretaris I PKI ia berpidato di depan kader PKI Malang, ia menyatakan: “ Nabi Muhammad Saw. bukanlah milik Masjumi sendiri, iman Islamnya jauh lebih baik daripada Masjumi. Memilih Masjumi sama dengan mendoakan agar seluruh dunia masuk neraka. Masuk Masjumi itu haram dan masuk PKI itu halal!”ujarnya seperti dikutip oleh Remy Madinier dalam Partai Masjumi, Antara Godaan Demokrasi dan Islam Integral.

panda wrote:3.Ulama merah vs putih pada era itu;  mereka sama2 membawa nilai islam, ya. Namun kemudian salah satunya tergelincir hingga mengagungkan paham komunisme, hingga berujung lahirnya PKI. Komunisme pada dasarnya bukan Islam, bahkan, bertentangan dengan Islam. Bedakan Islam kiri dan Komunisme
.
biru : mungkin kalimat2 seperti inilah kenapa akhirnya saya membuat thread "Jagal" itu

underline : meng-agungkan paham komunisme buat saya ga ada bedanya dengan meng-agungkan politik Islam demi kepentingan pribadi
>>> semua tergantung sudut pandang masing2 >>> anda mengatakan mereka meng-agungkan komunisme ... mereka bilang SI putih meng-agungkan politik Islam demi kepentingan politik golongan (dan membentuk kelas sosial)

so ... mana yang tidak tergelincir dari nilai Islam ??

piss  piss

panda wrote:4. Raja arab dan dewan syura tentu saja dapat berubah menjadi  penguasa absolut. Tapi jangan sembarangan mengangkat contoh ini; karena point ini saya sampaikan kepada saudara otak trailer bahwa perbandingannya kontradiktif; karena salah satunya bukan sistem Islam. Beda konteks.

underline : maka ... seperti apa itu yang disebut sistem Islam ?? ... kalimat anda kan seperti ini

bung panda wrote:Sedangkan Iran, sejak revolusi '70 mengadopsi sistem Wilayatul Faqih, yaitu sistem syura yang terdiri dari ulama-ulama ahli dan menguasai ilmu keislaman sehingga pemimpin tertinggi diatas presiden terpilih dari orang-orang yang memang selain ahli Islam juga ahli ilmu ketatanegaraan, dimana ini pernah dilakukan oleh khalifah Umar bin Khattab untuk menetapkan khalifah penggantinya.

merah : kita rubah mind set-nya dulu sebentar .... terkait aidit cs .... bahwa mereka menjalankan Islam

so ... apa bedanya yang merah kalau saya bilang : PKI dan aidit cs mengadopsi sistem satu partai, yaitu sistem parlementer yang terdiri dari para ahli yang menguasai ilmu keislaman sehingga pemimpin tertinggi diatas presiden terpilih dari orang-orang yang memang selain ahli Islam juga ahli ilmu ketatanegaraan

maaf ... saya tidak lihat perbedaan antara dewan syura dengan sistem satu partaii

5. Siapapun dapat menjadi penguasa absolut, ya benar. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan kebenaran relatif.  Ya, nilai kebaikan bisa jadi ada di setiap paham, baik itu Komunis, Kapitalis, Kristen, Islam etc. Tapi kita sedang membicarakan mengapa Komunisme adalah paham yang gagal. Bukan mengapa Saddam Hussein tumbuh menjadi diktator atau Soekarno menjadi womanizer karena mereka muslim?. Sikap kompromi anda malah menunjukkan kepasifan dan ke-tidak tegas-an.

merah underline : maka gagal vs berhasil inilah yang harus dilihat dengan dua sudut pandang .... dimana gagalnya ?? ... dimana berhasilnya ??

biru : saya kompromis pada seorang komunis ... pada dasarnya ... tidak ada bedanya dengan anda yang kompromis pada seorang muslim KTP

pertanyaan saya justru : kenapa anda bisa kompromis pada muslim KTP .... tapi tidak bisa kompromis pada muslim komunis ?? >>> pendapat saya ... semua ini terjadi karena mind-set anda yang merah underline >>> oleh karena itu ... mari kita lihat dimana gagal vs berhasilnya ??

panda wrote:6. Faktanya penduduk/rakyat Korut, Cina, Rusia, atau Kuba tidak santai2 aja. Sebagai negara yang meng-klaim penganut komunisme, pemisahan pemimpin negara dan rakyat masih terlihat di negara-negara tersebut. Kelangkaan bahan pangan menjadi alasan mengapa fakta ada 23 ribu warga Korea Utara yang kini tinggal di Korea Selatan memilih meninggalkan tanah kelahiran mereka. Kashgar dan sekitarnya di Xinjiang selatan di China (yang sebagian besar adalah Muslim)telah mengalami perlakuan buruk lantaran tindakan represif penguasa komunis Cina terhadap mereka. Kerusuhan di Xinjiang adalah fakta. Demikian demonstrasi besar di Moskow desember kemarin malah akibat undang-undang penambahan denda bagi mereka yang mengadakan protes tanpa izin dari pemerintah..bertentangan dari 'nafas perlawanan' komunisme.

coklat : apa hubungannya politik komunisme dengan pemisahan pemimpin negara dan rakyat ?? >>> komunis tidak pernah bilang bahwa "dalam negara komunis pemimpin tidak boleh terpisah dari rakyat" >>> ya jelas ada dong perbedaan antara pemimpin dan rakyat .... yang ga boleh ada itu adalah perbedaan kelas sosial

kelas sosial yang membentuk antara golongan atas vs golongan bawah ... dimana golongan atas menindas golongan bawah

underline :
- merah : kelangkaan bahan pangan yang terjadi di Korut dan menyebabkan imigrasi dst ... itu sama dengan kelangkaan bahan pangan yang terjadi di perbatasan Indonesia dan Malaysia atau Timtim >>> toh faktanya banyak juga yang lebih milih cari makan di negara orang daripada negara sendiri ... padahal Indonesia bukan komunis

- biru : kasus Xinjiang itu adalah kasus disintegrasi ... posisi politik mereka sama dengan Tibet dan Taiwan >>> sama dengan kasus GAM atau OPM, sama dengan kasus Sulu di Malaysia ... sama dengan kasus Moro di filipina .... bahkan sama dengan kasus Skotlandia kepada Britania >>> semua judulnya ingin memisahkan diri dari pemerintah pusat >>> tidak harus terjadi hanya di negara komunis

- hijau : ada yang protes terkait kebijakan moskow karena dianggap berlawanan dengan ide komunisme

apa bedanya dengan yang protes terkait kebijakan Obama tentang pembatasan hak individu kepemilikan senjata ?? yang protes juga bilang kebijakan ini berlawanan dengan ide liberalisme >>> toh nyatanya ada yang mendukung Obama

apa bedanya dengan yang protes terkait kebijakan Jokowi tentang harga BBM yang mengikuti harga pasar ?? yang demo juga bilang kebijakan ini berlawanan dengan ide pancasila >>> toh nyatanya ada yang mendukung Jokowi

poin saya terkait underline : kalau cuma mencari2 kekurangan dari sudut pandang minoritas di wilayah itu ... semua negara punya kekurangan yang sama (tidak hanya di negara komunis)

>>> lalu apakah karena kekurangan ini maka disebut sistem di negara itu tidak berhasil ??
>>> makanya saya bilang "toh nyatanya penduduk/rakyat Korut, Cina, Rusia, atau Kuba santai2 saja"

panda wrote:7. Memang ini berlaku bagi Arab Saudi maupun Iran, maupun Amerika atau Indonesia. Tapi itu bukan akibat jasa komunis semata. Perlawanan kaum tertindas dapat lahir dimana saja secara natural dan arab spring atau revolusi '79 Iran, atau peristiwa '98 tidak lahir dari rahim komunisme.

merah : saya tidak pernah bicara tentang "jasa komunis" atau "lahir dari rahim komunis" dsb ...

sesuai TS ... saya hanya menanyakan ... apa bedanya ?? >>> apa bedanya antara komunis dengan sistem ekosospol dalam Islam

-----------------------------------------------

supaya tidak ada salah paham ... sekali lagi saya bawa pendapat saya  ... kalau ada kalimat saya yang ga enak ... saya minta maaf ... cuma sekedar diskusi ... bukan pro atau anti sesuatu

saya berpendapat ... karena semua peristiwa itu-pun pada dasarnya buatan manusia ... jadi bagaimana kalau kita lihat semua informasi atau kejadian di dunia ini dengan pikiran yang lebih fair .... maksudnya supaya tidak ada lagi "streotype" hitam vs putih

benar atau salah apa yang disebut dalam "stereotype" tersebut ... akan lebih baik kalau kita tau kebenaran-nya tapi bukan dari "stereotype" itu sendiri

piss piss


Terakhir diubah oleh dee-nee tanggal Fri Aug 28, 2015 5:23 pm, total 1 kali diubah
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by dee-nee on Fri Aug 28, 2015 5:09 pm

@panda1 wrote:
@dee-nee wrote:
bisa ga saya sebut : Cita2 komunis adalah kesetaraan dan keadilan sosial >>> apakah ini bertentangan dengan Islam ??

maksud saya ..... kalau menurut anda karena "cita2 komunis adalah keadaan tanpa kelas dan batas" maka dapat dipastikan tidak berhasil ...
dan bila ternyata di Arab Saudi terjadi pembentukan kelas antara tuan dan hamba .... antara raja dan rakyat >>> apa artinya kita mengatakan Islam juga tidak berhasil ??

toh faktanya secara individu banyak juga muslim yang menjalankan Islam dengan benar dimana manusia tidak memandang manusia lain dari perbedaan sosial
so .. saya cuma berpikir ... lalu kenapa tidak mungkin bahwa secara individu ... ada juga orang2 komunis yang menjalankan ideologi "masyarakat tanpa kelas dan batas" ini .... menjalankan "kesetaraan dan keadilan sosial"

jadi dimana tidak berhasilnya ??


Cita2 komunis adalah kesetaraan dan keadilan sosial, ya ini benar.
Semangat komunisme menentang status quo dan kepasifan penguasa, ya ini juga baik.

Tapi karena beberapa nilai itu benar lantas seluruh paham menjadi benar ; ini fallacy.

Komunis membawa nilai kebenaran karena membawa persamaan manusia. Ini senafas dengan Islam. Tetapi kemudian jadi salah karena rupanya persamaan manusia didasarkan pada materialisme, maka ini jelas salah.

Jadi dimana yang berhasil?

biru : Tapi karena beberapa nilai itu salah lantas seluruh paham menjadi salah : inipun fallacy (karena faktanya ada nilai2 yang benar)
maka yang anda sebut "seluruh paham" inilah yang harus dilihat ... yang mana yang salah ... yang mana yang benar

sip ... mari kita bahas yang merah

2 good 2 good

silahkan anda yang mulai ... apa yang dimaksud dengan "persamaan manusia didasarkan pada materialisme"
lalu menurut anda : persamaan manusia didasarkan pada apa ??

kalau anda sebut kata "materialisme" adalah cikal bakal dari atheisme
maka mari disambung lagi ... apa yang dimaksud dengan atheisme pada era itu ...
apa yang ditolak dan menjadi sumber penolakan kelompok atheisme pada era itu

apakah semata2 disebabkan oleh penolakan pada keberadaan Tuhan ?? >>> saya jawab : belum tentu

katakanlah Karl Marx adalah seorang atheist ... tapi dia bukan orang yang TIDAK PERCAYA PADA TUHAN atau menolak keberadaan Tuhan

masuk ke PKI .... buat saya ga logis bila seorang Tan Malaka, Aidit, Semaun, Muso yang jelas2 lahir dan besar dari didikan Islam bahkan menjadi santri .... bisa langsung begitu gampangnya tidak percaya Allah SWT ... atau menolak ajaran Nabi Muhammad .... hanya karena pengaruh isdv

>> menurut saya yang underline ini terlalu naif (kalau tidak mau disebut menggampangkan keimanan seseorang)

http://arsipindonesia.com/hikayat-nusantara/orde-baru/aidit-pki-dan-agama-sebagai-candu/

begitu maksudnya ....

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by panda1 on Mon Aug 31, 2015 3:27 pm

@dee-nee wrote:maksud saya :


justru karena yang merah inilah yang saya perhatikan dari uraian anda ... oleh karena itu supaya netral (tidak berat sebelah) ... saya bawa sudut pandang mereka para komunis

piss  piss


kalau anda baca uraian saya di thread Jagal

http://www.laskarislam.com/t9345p25-jagal-the-act-of-killing-full-movie#172068

merah : lalu memang kenapa bila SI merah dipengaruhi oleh isdv ??? toh SI putih sendiri juga dapat perngaruh kuat dari Utsmaniyah
Dini : maaf mbah abu .... saya tidak menolak uraian mbah abu ....
maka seperti yang saya baca .... terlihat bahwa PKI sangat dekat hubungannya dengan Rusia dan komunis Belanda

supaya netral aja sih .... hehehehehe .... kalau kita bicara tentang aliansi2 dalam PD 1 (dimana ada aliansi Sekutu - termasuk Rusia dan Belanda vs aliansi Blok Sentral - termasuk Jerman dan Utsmaniyah)

sebagian dari anggota SI pun sangat dekat hubungannya dengan Utsmaniyah yang beraliansi dengan Jerman
sehingga banyak pendapat2 sebagian anggota SI yang mendukung Jerman (Hitler)  
bukan OOT .... hanya untuk membuat semua netral sesuai dengan kondisi waktu itu
yang ini saya simpen dulu untuk kapan2 (**)

terus terang saya tidak melihat perbedaan antara dapat pengaruh dari ISDV atau dapat pengaruh dari Utsmaniyah
>>> karena semua adalah politik ... dan tidak ada hubungannya dengan keimanan Islam para komunis SI itu sendiri

biru : perbedaan komunisme vs Islam ... tergantung dari sudut pandang apa anda melihat komunisme ini ?? ... kalau dari sudut pandang menentang kapitalisme ... apakah bisa disebut beda dengan Islam ??

orange : saya perlu confirm dulu "apa yang anda maksud dengan membawa Islam ??" >>> apakah ada perbedaan antara SI putih vs merah bila dikaitkan dengan Islam jaman Nabi Muhammad ??

biru : saya tidak lihat dimana urgensinya penggantian nama dengan ke-imanan dia
hijau : ini akan panjang kalau dibahas .... tergantung anda saja apakah perlu dibahas atau tidak .... hehehehehehe
merah : di thread yang sama .... "Jagal"  
akhirnya ketika masuk jaman Aidit (thn 1960an) ... saya tidak tahu sampai sejauh mana pertentangan antara si putih dan merah pada masa itu .... tapi bila baca kata Aidit ... silahkan masing2 yang menilai

Aidit wrote:”bahwa Nabi Muhammad Saw. bukan hanya milik golongan tertentu dan PKI tidak anti agama. Pada 28 April 1954 saat sebagai Sekretaris I PKI ia berpidato di depan kader PKI Malang, ia menyatakan: “ Nabi Muhammad Saw. bukanlah milik Masjumi sendiri, iman Islamnya jauh lebih baik daripada Masjumi. Memilih Masjumi sama dengan mendoakan agar seluruh dunia masuk neraka. Masuk Masjumi itu haram dan masuk PKI itu halal!”ujarnya seperti dikutip oleh Remy Madinier dalam Partai Masjumi, Antara Godaan Demokrasi dan Islam Integral.


panda wrote:3.Ulama merah vs putih pada era itu;  mereka sama2 membawa nilai islam, ya. Namun kemudian salah satunya tergelincir hingga mengagungkan paham komunisme, hingga berujung lahirnya PKI. Komunisme pada dasarnya bukan Islam, bahkan, bertentangan dengan Islam. Bedakan Islam kiri dan Komunisme
.
biru : mungkin kalimat2 seperti inilah kenapa akhirnya saya membuat thread "Jagal" itu

underline : meng-agungkan paham komunisme buat saya ga ada bedanya dengan meng-agungkan politik Islam demi kepentingan pribadi
>>> semua tergantung sudut pandang masing2 >>> anda mengatakan mereka meng-agungkan komunisme ... mereka bilang SI putih meng-agungkan politik Islam demi kepentingan politik golongan (dan membentuk kelas sosial)

so ... mana yang tidak tergelincir dari nilai Islam ??

piss  piss


underline : maka ... seperti apa itu yang disebut sistem Islam ?? ... kalimat anda kan seperti ini

merah : kita rubah mind set-nya dulu sebentar .... terkait aidit cs .... bahwa mereka menjalankan Islam

so ... apa bedanya yang merah kalau saya bilang : PKI dan aidit cs mengadopsi sistem satu partai, yaitu sistem parlementer yang terdiri dari para ahli yang menguasai ilmu keislaman sehingga pemimpin tertinggi diatas presiden terpilih dari orang-orang yang memang selain ahli Islam juga ahli ilmu ketatanegaraan

maaf ... saya tidak lihat perbedaan antara dewan syura dengan sistem satu partaii

merah underline : maka gagal vs berhasil inilah yang harus dilihat dengan dua sudut pandang .... dimana gagalnya ?? ... dimana berhasilnya ??

biru : saya kompromis pada seorang komunis ... pada dasarnya ... tidak ada bedanya dengan anda yang kompromis pada seorang muslim KTP

pertanyaan saya justru : kenapa anda bisa kompromis pada muslim KTP .... tapi tidak bisa kompromis pada muslim komunis ?? >>> pendapat saya ... semua ini terjadi karena mind-set anda yang merah underline >>> oleh karena itu ... mari kita lihat dimana gagal vs berhasilnya ??

coklat : apa hubungannya politik komunisme dengan pemisahan pemimpin negara dan rakyat ?? >>> komunis tidak pernah bilang bahwa "dalam negara komunis pemimpin tidak boleh terpisah dari rakyat" >>> ya jelas ada dong perbedaan antara pemimpin dan rakyat .... yang ga boleh ada itu adalah perbedaan kelas sosial

kelas sosial yang membentuk antara golongan atas vs golongan bawah ... dimana golongan atas menindas golongan bawah

underline :
- merah : kelangkaan bahan pangan yang terjadi di Korut dan menyebabkan imigrasi dst ... itu sama dengan kelangkaan bahan pangan yang terjadi di perbatasan Indonesia dan Malaysia atau Timtim >>> toh faktanya banyak juga yang lebih milih cari makan di negara orang daripada negara sendiri ... padahal Indonesia bukan komunis

- biru : kasus Xinjiang itu adalah kasus disintegrasi ... posisi politik mereka sama dengan Tibet dan Taiwan >>> sama dengan kasus GAM atau OPM, sama dengan kasus Sulu di Malaysia ... sama dengan kasus Moro di filipina .... bahkan sama dengan kasus Skotlandia kepada Britania >>> semua judulnya ingin memisahkan diri dari pemerintah pusat >>> tidak harus terjadi hanya di negara komunis

- hijau : ada yang protes terkait kebijakan moskow karena dianggap berlawanan dengan ide komunisme

apa bedanya dengan yang protes terkait kebijakan Obama tentang pembatasan hak individu kepemilikan senjata ?? yang protes juga bilang kebijakan ini berlawanan dengan ide liberalisme >>> toh nyatanya ada yang mendukung Obama

apa bedanya dengan yang protes terkait kebijakan Jokowi tentang harga BBM yang mengikuti harga pasar ?? yang demo juga bilang kebijakan ini berlawanan dengan ide pancasila >>> toh nyatanya ada yang mendukung Jokowi

poin saya terkait underline : kalau cuma mencari2 kekurangan dari sudut pandang minoritas di wilayah itu ... semua negara punya kekurangan yang sama (tidak hanya di negara komunis)

>>> lalu apakah karena kekurangan ini maka disebut sistem di negara itu tidak berhasil ??
>>> makanya saya bilang "toh nyatanya penduduk/rakyat Korut, Cina, Rusia, atau Kuba santai2 saja"  

merah : saya tidak pernah bicara tentang "jasa komunis" atau "lahir dari rahim komunis" dsb ...

sesuai TS ... saya hanya menanyakan ... apa bedanya ?? >>> apa bedanya antara komunis dengan sistem ekosospol dalam Islam

supaya tidak ada salah paham ... sekali lagi saya bawa pendapat saya  ... kalau ada kalimat saya yang ga enak ... saya minta maaf ... cuma sekedar diskusi ... bukan pro atau anti sesuatu

saya berpendapat ... karena semua peristiwa itu-pun pada dasarnya buatan manusia ... jadi bagaimana kalau kita lihat semua informasi atau kejadian di dunia ini dengan pikiran yang lebih fair .... maksudnya supaya tidak ada lagi "streotype" hitam vs putih

benar atau salah apa yang disebut dalam "stereotype" tersebut ... akan lebih baik kalau kita tau kebenaran-nya tapi bukan dari "stereotype" itu sendiri

piss piss


biru : Tapi karena beberapa nilai itu salah lantas seluruh paham menjadi salah : inipun fallacy (karena faktanya ada nilai2 yang benar)
maka yang anda sebut "seluruh paham" inilah yang harus dilihat ... yang mana yang salah ... yang mana yang benar

sip ... mari kita bahas yang merah

2 good 2 good

silahkan anda yang mulai ... apa yang dimaksud dengan "persamaan manusia didasarkan pada materialisme"
lalu menurut anda : persamaan manusia didasarkan pada apa ??

kalau anda sebut kata "materialisme" adalah cikal bakal dari atheisme
maka mari disambung lagi ... apa yang dimaksud dengan atheisme pada era itu ...
apa yang ditolak dan menjadi sumber penolakan kelompok atheisme pada era itu

apakah semata2 disebabkan oleh penolakan pada keberadaan Tuhan ?? >>> saya jawab : belum tentu

katakanlah Karl Marx adalah seorang atheist ... tapi dia bukan orang yang TIDAK PERCAYA PADA TUHAN atau menolak keberadaan Tuhan

masuk ke PKI .... buat saya ga logis bila seorang Tan Malaka, Aidit, Semaun, Muso yang jelas2 lahir dan besar dari didikan Islam bahkan menjadi santri .... bisa langsung begitu gampangnya tidak percaya Allah SWT ... atau menolak ajaran Nabi Muhammad .... hanya karena pengaruh isdv

>> menurut saya yang underline ini terlalu naif (kalau tidak mau disebut menggampangkan keimanan seseorang)

http://arsipindonesia.com/hikayat-nusantara/orde-baru/aidit-pki-dan-agama-sebagai-candu/

begitu maksudnya ....

piss piss


Saya belum baca uraian anda di thread Jagal. Mungkin kalau ada kesempatan, saya akan ikut gabung dan berkomentar disana.
Ini akar masalahnya, SI merah terpengaruh oleh isdv yang merupakan manifestasi komunis. Mengenai SI putih yang terpengaruh ustmaniyah, mungkin kurang tepat. Karena pada saat perselisihan internal SI (awal 1920an), turki ustmani juga sedang diambang keruntuhan.

Memang beberapa tokoh SI tidak terlepas dari pengaruh semangat pan-Islamisme. namun kemudian mereka melupakannya dan mengalihkan perhatian mereka kepada cita-cita nasionalisme. Sejak saat itu perjuangan khilafah berangsur-angsur hilang tergantikan oleh perjuangan nasionalisme.

Kembali, pertentangan internal antara ideologi nasionalisme, islam, dan komunis itulah yang memusnahkan kesatuan Islam, melenakan mereka untuk berkompromi dan kemudian mengarahkan SI (dan juga organisasi islam lainnya) dari Pan-Islamisme yang luas kepada nasionalisme yang sempit.

Sudut pandang saya melihat komunisme adalah, bahwa paham ini efektif, sekalilagi, hanya sebagai antitesis kapitalisme diawal era industri. Semangat perlawanan dalam kondisi tertindas, dibutuhkan pada saat itu. Tapi, kemudian hanya sampai disitu. Coba lihat kembali post saya no #15 : Marxisme hanya berkutat di koridor ideologi dan penerapannya dan memisahkan kalau tidak mau dikatakan alergi diri dari spiritualisme. Sehingga ini adalah paham yang usang.

Salah? tidak selalu demikian..tetapi usang.

Mengenai kondisi Sarekat Islam, latar belakang dan akibatnya, saya rasa sudah lebih banyak di bahas di thred Jagal, maka saya tidak akan memperpanjang lagi. Mungkin saya akan mampir ke situ, untuk kasih beberapa komentar.

Arab Saudi tidak menganut sistem Islam, namun sistem kerajaan.

PKI menganut sistem satu partai ala komunis, mohon jangan salah kaprah dan mencari-cari hubungannya dengan sistem Islam.
Pada sistem partai di mana hanya terdapat satu partai politik yang memiliki hak untuk menjalankan pemerintahan, pemerintah melarang pendirian partai politik lain dan membuat aturan-aturan yang memperkuat pelarangan itu. Pada komunisme, pemegang kekuasaan tertinggi adalah rakyat dengan partai tersebut sebagai corongnya. Tidak ada campur tangan Tuhan dalam hal ini. Inilah kesalahan fatal Komunisme, yaitu memisahkan agama dan politik. Pemisahan spritualisme dan kehidupan sosial. Sama saja dengan sekularisme.

Dalam Islam, kepemimpinan itu tidak diserahkan demikian saja kepada rakyat. Sistem pemerintaahan dalam Islam itu unik dan tidak dapat disama-sama-kan dengan sistem apapun. Rasulullah sebagai pimpinan tertinggi umat Islam ditunjuk langsung oleh Allah yang Maha kuasa.
Rasulullah menunjuk pengganti, dan penggantinya menunjuk pengganti, demikian seterusnya para Imam menjadi khalifah kaum muslim (ingat, seluruh muslim, bukan sekedar negara), hingga Imam Mahdi.

Membahas model pemerintahan Islam yang dianut Iran, saya tidak setuju apa bila ini disamakan dengan sistem komunisme. Iran mengadopsi sistem pemerintahan modern ala Trias Politica namun tetap berpegangan pada sistem yang pernah dianut , Legislatif di pegang oleh dewan syura', Eksekutif sebagai pelaksana Undang-Undang dipegang oleh Presiden, dan yudikatif sebagai pengawas pelaksanaan pemerintahan di pegang oleh Assembly of Experts yang dipimpin Rahbar. Perbedaan utamanya dengan segala sistem yang ada, keyakinan bahwa Imam yang akan membawa kejayaan Islam, yakni Al-Mahdi datang, dan saat ini, kaum muslim dipimpin oleh Wilayatul Faqih sampai Imam Mahdi datang.

Keyakinan spriritual ini didasarkan pada Al-Qur'an dan riwayat yang disampaikan oleh Rasulullah dan keturunannya. Jelas sangat berbeda dengan komunisme yang didasarkan pada materialisme, dan menyingkirkan sejauh2nya aspek-aspek prophecy, keyakinan pada kitab suci dan ritual ibadah, dari penerapan sosial dan politik.

Berbicara tentang kegagalan komunisme, saya sudah bahas beberapa kelemahannya di postingan #29 dan #30. Telah saya terangkan pula kenapa pada dasarnya sistem ini tidak akan berhasil, dan akan berakhir hanya sebagai teori.

Sementara, saya telah contohkan beberapa negara yang menganut sistem ini justru mengalami perlawanan dari dalam dan tidak pernah mendapat apresiasi keberhasilan dari luar.

Kalau mau bahas lebih lanjut tentang apa yang terjadi di Korea Utara atau China, dll, saya rasa contoh yang saya ajukan hanya segelintir dari bukti ketidak berhasilan mereka dalam menjalankan cita-cita komunisme. Hanya saja anda membandingkannya dengan kasus di Indonesia atau di Amerika. Tentu saja tidak ada satupun negara yang benar-benar mutlak berhasil menjalankan sistem yang dianutnya. Keberhasilan mutlak itu hanya terjadi di utopia dan Madinah, pada saat pemerintahan Rasulullah. Hanya saja, faktanya pendistrubusian ke sejahteraan negara komunis itu tidak pernah berada dalam level yang memuaskan. Sangat berbeda dengan semangat awalnya yang hendak menyamaratakan  kesejahteraan rakyat. Ironis.

Kita ukur secara empiris saja; NK, Cuba, Vietnam bahkan Russia dan China memiliki gini ratio yang tinggi (more than 0.4) yakni terdapat jurang kesenjangan pendapatan dan kekayaan yang signifikan.

Bahwa pada kenyataannya para negara penganut sistem ini mengalami modifikasi disana-sini untuk mengakomodasi perkembangan jaman.  Sehingga, meskipun Komunisme sudah lama tampak ditembus , telah banyak rezim komunis telah jatuh sejak dua dekade lalu dan ternyata pengganti mereka semua menjadi kapitalis. Rezim komunis yang masih hidup saat ini telah merayap menjadi kapitalis dan meninggalkan komunis hanya sebagai nama.


Saya ingatkan lagi, bahwa saya tidak memandang komunisme adalah hitam hanya karena stereotipe yang dijejali orde baru; bahwa PKI itu equal dengan kejahatan. Bagi saya itu hanya sejarah yang ditulis oleh pemenang.

Saya hanya menyampaikan fakta bahwa Komunisme adalah paham ideologi politik dan struktur sosial ekonomi : yang gagal, sebagaimana juga Kapitalisme, Sekularisme, maupun Nasionalisme.


Karl Marx memang tidak pernah mendeklarasikan dirinya atheis, dan saya tahu bahwa tidak semua orang komunis adalah athei : namun tidak otomatis membuat Komunisme jadi benar.

Bahwa Karl Marx adalah seorang yang tidak menolak keberadaan Tuhan (atheist) atau hanya tidak percaya agama (infidel);  ini tidak ada artinya. Histori bahwa Ateisme pada saat masa hidup marx, merebak karena kritik terhadap Bible, inipun tidak jadi soal.

Banyak jalan menjadi kafir.

Fakta bahwa Marx menawarkan filsafat Materialisme, yakni hanya materi sajalah menurutnya yang nyata, bahwa didalam hidup kemasyarakatan satu-satunya yang nyata adalah masyarakat yang bekerja, dan mengesampingkan spiritualisme. Apapun itu, teori penafikkan spiritualisme adalah kafir.
avatar
panda1
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 181
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 24.11.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by abu hanan on Tue Sep 01, 2015 1:04 am

mbdee..

sistem kerajaan di Arab juga tidak ada musyawarah mufakat ... dan apa bedanya antara musyawarah mufakat ala sistem syura di Iran dengan musyawarah mufakat ala partai komunis (sebagai satu2nya partai) ??
inilah kesulitan yang fatal..karena secara prinsip marxis tidak membahas politik..meskipun dalam perjalanan idenyah,politik dijadikan kendaraan untuk mencapai ide anti kapitalism..iran memberi kesempatan rakyat untuk memilih wakil di parlemen..
iran..
pasal 26 UUD Iran disebutkan, "Partai, kelompok, kubu politik, aliansi pekerja, lembaga keagamaan atau kubu minoritas agama memiliki kebebasan dengan syarat tidak melanggar prinsip-prinsip independensi, kebebasan, persatuan nasional, nilai-nilai Islam serta asas Republik Islam. Tidak ada yang berhak melarang seseorang untuk bergabung dengan partai atau organisasi seperti ini atau memaksa orang lain untuk masuk menjadi anggota partai tertentu."

pasal 27 UUD menyebutkan, "Pembentukan perkumpulan dan aksi demonstrasi tanpa  senjata dinyatakan bebas dengan syarat tidak melanggar prinsip-prinsip Islam."

iran masih membolehkan demonstrasi..dan itu adalah barang langka di republik komunis..

mbdee wrote:dan seperti tulisan italic : marxism hanya memandang masalah berdasarkan kajian ekonomi sosial politik >>> maka mari kita lihat apakah komunisme (khususnya) di Indonesia tetap membawa falsafah Islam terkait ekonomi sosial politik mereka ... begitu juga .... apakah SI putih juga membawa falsafah Islam terkait ekosospol..
komunisme Indonesia menerima 5 sila secara penuh sekalipun berat untuk menerima sila 1..akan tetapi mereka memandang “penerimaan atas sila 1 wajib dilakukan” agar misi utama partai terpenuhi..mari liat manifesto komunis :
manifesto komunis wrote:
Tujuan terdekat dari kaum Komunis adalah sama dengan tujuan semua partai proletar lain-lainnya: pembentukan proletariat menjadi suatu kelas, penggulingan kekuasaan borjuasi, perebutan kekuasaan politik oleh proletariat.
Kaum buruh tidak mempunyai tanah air. Kita tidak dapat mengambil dari mereka apa yang tidak ada pada mereka. Karena proletariat pertama sekali harus merebut kekuasaan politik, harus mengangkat dirinya menjadi kelas yang memimpin dari nasion, harus mewujudkan dirinya sebagai nasion, maka sejauh itu ia bersifat nasional, biarpun tidak dalam arti kata menurut borjuasi.

dengan kata lain,sebuah slogan “kaum buruh bersatulah” adalah ide yang membahayakan kehidupan umum dan akan merusak stabilitas sosial..

sayah tidak berkata : buruh harus tetap jadi warga pinggiran..tetapi ide karl marx akan mengacaukan sistem alamiah bahwa bila ada yang dipimpin maka ada pemimpin..dalam hal ini tentu karl marx belum terpikirkan “besaran gaji kepala perusahaan (konteks komunis)”..apalgi jika komunisme mengajukan syarat "pajak progresif yang berat"..
komunisme wrote:
Kaum Komunis tidak sudi menyembunyikan pandangan-pandangan dan cita-citanya. Mereka menerangkan dengan terang-terangan bahwa cita-citanya dapat dicapai hanya dangan membongkar dengan kekerasan segala syarat sosial yang sedang berlaku. Biarkan kelas-kelas yang berkuasa gemetar menghadapi revolusi Komunis. Kaum proletar tidak akan kehilangan suatu apapun kecuali belenggu mereka. Mereka akan menguasai dunia.

yah..komunis/marxisme menawarkan anarkis dalam promosi album mereka “persamaan kelas” untuk sebuah dominasi..

dalam prinsip komunisme dinyatakan bahwa "semua agama sampai sekarang merupakan ekspresi dari tahapan-tahapan historis dari perkembangan tiap-tiap individu atau kelompok-kelompok orang. Tapi Komunisme adalah tahap perkembangan historis yang membuat semua agama yang ada jadi tak diperlukan, dan akan menyebabkan pelenyapannya."

mengapa agama bisa lenyap?yah karena persamaan kelas bahwa kelas adalah filosofi dan pandangan hidup..



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by abu hanan on Tue Sep 01, 2015 8:54 pm

mbdee..
cucu bertanya pada mbahnya wrote:
apa bedanya ?? >>> apa bedanya antara komunis dengan sistem ekosospol dalam Islam
ekonomi islam..
tidak ada satupun negara yang bisa menjadi contoh sempurna dalam praktek ekonomi berbasis syariah..secara umum,ekonomi islam pun memiliki unsur modal-barang dsb..ada 3 komponen yang diatur yaitu kepemilikan,distribusi dan azas manfaat..
islam tidak menyerahkan sepenuhnyah penguasaan ekonomi pada negara dan juga tidak pula secara mutlak menyerahkan pada mekanisme pasar..ada azas keadilan yang harus ditegakkan..ini jelas berbeda dengan konsep marxis yang menyerahkan sepenuhnyah pada buruh (baca:negara)..status kepemilikan ditiadakan..

sosial islam..
bicara kelas,maka konteks hamba dengan tuan itu bukan kelas yang dijadikan sasaran..hamba memiliki peluang untuk merdeka dan sang tuan juga dapat memanfaatkan hamba secara maksimal dengan TETAP memperhatikan batasan yang dimiliki hamba..dan ketika perbudakan dihapuskan oleh islam,bukankah islam mengijinkan mekanisme atasan-bawahan?karyawan dengan majikan?di dalam hubungan itu seorang majikan tetap wajib memperhatikan keadilan dan akhlak pada buruh/bawahan..artinyah sistem sosial islam tidak mengenal kasta/kelas yang membedakan antara majikan dengan buruh..itu hanya fungsi dalam pekerjaan..kelas sosial seorang buruh justru akan lebih tinggi ketika dia menjadi imam bagi majikan..satu orang dalam bidang tertentu adalah bawahan,tetapi di bidang lain dia adalah atasan..di dalam islam,tidak ada yang sitimewa dalam status sosial..respek akan diberikan masyarakat ketika seseorang menunjukkan akhlak yang bermartabat..

politik islam..
azas uda jelas,musyawarah mufakat dengan mekanisme dan warna yang berbeda di tiap negara/bangsa..apakah komunisme punya musyawarah?yah namun hanya di satu partai penguasa..satu warna..dan apalah arti musyawarah ketika bcara di kelas homogen?
mbdee wrote:
PKI dan aidit cs mengadopsi sistem satu partai, yaitu sistem parlementer yang terdiri dari para ahli yang menguasai ilmu keislaman sehingga pemimpin tertinggi diatas presiden terpilih dari orang-orang yang memang selain ahli Islam juga ahli ilmu ketatanegaraan
betul..dan harus diliat bahwa itu adalah strategi pendek untuk tujuan jangka panjang..ketika partai mewajibkan pendidikan bagi anak harus dipisahkan dari keluarga maka rantai agama akan mudah diputuskan..dan satu generasi akan hilang spirit agamanyah..dan generasi berikutnyah akan berideologi partai..boleh ajah partai menyertakan ulama dalam tiap sekolah dan ide marxis akan selamanyah berbenturan dengan islam..why ada mengapa?karena kata "keadilan" diliat dari sudut yang berbeda..
bagi marxis,keadilan adalah rata..semua homogen dan keadilan bagi islam adalah proporsional..bahwa wanita mempunyai kodrat berbeda dengan lelaki maka keadilan pun menjadi berbeda..kok bisa?lha kalow wanita yang hamil karena berzinah uda tentu akan dihukum mati setelah tuntas masa menyusui/melahirkan dulu..tetapi bagi lelaki?apa juga menunggu?

dalam masa perjuangan mencapai tujuan,komunis akan mengajukan ide revolusioner seperti buruh dipersenjatai..uda jelas itu akan mengundang potensi perang sodara..jika jumlah buruh 25 orang dan tentara 50 orang,bukankah itu uda cukup melakukan kudeta?sedangkan menjadi buruh itu tak sesulit menjadi tentara maka sotomatis jumlah buruh lebih besar dari tentara..bicara jumlah,tentara akan kalah perang..karena seorang jendral bisa ajah berideologi komunis dan mengatur strategi di belakang buruh..

menurut ide engel yang bersumber pada marxis,buruh adalah alat produksi untuk menguasai negara di berbagai bidang kehidupan..
bila korea utara dijadikan contoh bagus tentang aplikasi ide marxisme maka sepenuhnyah itu salah..politik korea adalah dinasti kerajaan yang berlindung dibalik komunisme..mengafa rakyat korea utara santai?karena telah dilumpuhkan luar dalam..tidak ada senjata dan tak pula komunikasi dengan dunia luar..

dan apa yang ditawarkan marxis yaitu kehidupan tanpa negara akan disajikan dalam eksperimen seorang lenin..mari para pembaca..kita tunggu tokoh baru dan sambutlah dengan meriah..
inilah lenin..plok plok plok..
lol


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by dee-nee on Wed Sep 02, 2015 1:17 pm

@panda1 wrote:Saya belum baca uraian anda di thread Jagal. Mungkin kalau ada kesempatan, saya akan ikut gabung dan berkomentar disana.
Ini akar masalahnya, SI merah terpengaruh oleh isdv yang merupakan manifestasi komunis. Mengenai SI putih yang terpengaruh ustmaniyah, mungkin kurang tepat. Karena pada saat perselisihan internal SI (awal 1920an), turki ustmani juga sedang diambang keruntuhan.

Memang beberapa tokoh SI tidak terlepas dari pengaruh semangat pan-Islamisme. namun kemudian mereka melupakannya dan mengalihkan perhatian mereka kepada cita-cita nasionalisme. Sejak saat itu perjuangan khilafah berangsur-angsur hilang tergantikan oleh perjuangan nasionalisme.

begini ....

piss  piss

1. Seperti yang saya tulis ke mbah abu

supaya netral aja sih .... hehehehehe .... kalau kita bicara tentang aliansi2 dalam PD 1 (dimana ada aliansi Sekutu - termasuk Rusia dan Belanda vs aliansi Blok Sentral - termasuk Jerman dan Utsmaniyah)

sebagian dari anggota SI pun sangat dekat hubungannya dengan Utsmaniyah yang beraliansi dengan Jerman
sehingga banyak pendapat2 sebagian anggota SI yang mendukung Jerman (Hitler)  
bukan OOT .... hanya untuk membuat semua netral sesuai dengan kondisi waktu itu
yang ini saya simpen dulu untuk kapan2 (**)

merah : sengaja saya tulis kata "sebagian" karena saya tau memang tidak semua ... tapi betapapun, pengaruh itu tetap ada

2. tentang tulisan anda yang biru : kalau bicara tentang SEBAGIAN ini ... jelas tidak bisa pukul rata ... maka kalimat biru anda menurut saya terlalu bias (atau tidak bisa juga dipastikan seperti itu)

yang saya quote dibawah ini ga usah dibaca semua (kalau males) .... hehehehehe
saya bold saja untuk menanggapi tulisan anda yang biru


https://www.islampos.com/nusantara-dan-khilafah-dalam-realita-sejarah-indonesia-98403/

Pan-Islamisme di Nusantara

Di saat Khilafah Islamiyah berada pada masa sulit, di mana beberapa daerahnya mulai hendak diduduki oleh kaum penjajah, muncullah upaya untuk terus mengokohkan persatuan Islam yang dimotori oleh Sultan Abdul Hamid II. Beliau menyatakan, “Kita wajib menguatkan ikatan kita dengan kaum Muslim di belahan bumi yang lain. Kita wajib saling mendekat dan merapat dalam intensitas yang sangat kuat. Sebab, tidak ada harapan lagi di masa depan kecuali dengan kesatuan ini.” Inilah gagasan yang kelak dikenal sebagai Pan-Islamisme. Upaya penguatan kesatuan Islam pun sampai ke Indonesia (Hindia Belanda).

Upaya pengokohan penyatuan ini terus dilakukan. Hingga tahun 1904 telah ada 7 sampai 8 konsul (‘utusan’ pen.) yang pernah ditempatkan Khilafah Utsmaniyah di Hindia Belanda. Diantara aktivitas para konsul ini adalah membagi-bagikan mushaf al-Quran atas nama sultan, dan pencetakan karya-karya theologi Islam dalam bahasa Melayu yang dicetak di Istambul. Di antara kitab tersebut adalah tafsir al-Quran yang di halaman judulnya menyebut “Sultan Turki Raja semua orang Islam”. Istilah Raja di sini sebenarnya mengacu pada kata al-Malik yang berarti penguasa, dan semua orang Islam mengacu pada istilah Muslimin. Jadi, sebutan tersebut menunjukkan deklarasi dari sang Khalifah bahwa beliau adalah penguasa kaum Muslim sedunia. Hal ini menunjukkan bahwa khilafah Utsmaniyah terus berupaya untuk menyatukan kesultanan Melayu ke dalamnya, termasuk melalui penyebaran al-Quran.

Sebagai respon terhadap gerakan penyatuan Islam oleh Khilafah Utsmaniyah ini, di Hindia Belanda terdapat beberapa organisasi pergerakan Islam di Hindia Belanda yang mendukung gerakan tersebut. Abu Bakar Atjeh menyebutkan di antara organisasi tersebut adalah Jam’iyat Khoir yang didirikan pada 17 Juli 1905 oleh keturunan Arab. Karangan-karangan pergerakan Islam ini di Hindia Belanda dimuat dalam surat-surat kabar dan majalah di Istambul, di antaranya majalah Al-Manar. Khalifah Abdul Hamid II yang tinggal di Istambul pun pernah mengirimkan utusannya ke Indonesia, bernama Ahmed Amin Bey, atas permintaan dari perkumpulan tersebut untuk menyelidiki keadaan kaum Muslim di Indonesia. Akibatnya, pemerintah kolonial Hindia Belanda menetapkan pelarangan bagi orang-orang Arab mendatangi beberapa daerah tertentu.

Organisasi pergerakan Islam lain yang muncul sebagai respon positif terhadap penyatuan ini adalah Sarikat Islam. Peristiwa dikibarkannya bendera Turki Utsmani pada Kongres Nasional Sarikat Islam di Bandung pada tahun 1916, sebagai simbol solidaritas sesama muslim dan penentangan terhadap penjajahan, menunjukkan hal tersebut. Pada masa itu, salah satu usaha yang dilakukan Khilafah Ustmaniyah adalah menyebarkan seruan jihad dengan mengatasnamakan khalifah kepada segenap umat Islam, termasuk Indonesia, yang dikenal sebagai Jawa.

Respon atas Keruntuhan Khilafah

Pada permulaan tahun 1920 Khilafah Usmani menemui babak baru. Setelah Turki dikuasai Musatafa Kemal, Turki diubah menjadi sebuah negara republic yang sekuler dan tidak hanya itu bahkan ia mengumumkan penghapusan kekhilafahan Islam di Turki. Peristiwa tersebut segera mengejutkan dunia Islam dan  membawa respon sejumlah umat Islam  untuk mewujudkan kembali Khilafah Islam yang akan menyatukan mereka dan menerapkan hukum-hukum Islam. Oleh karenanya di berbagai tempat, termasuk di Nusantara, mulai dibicarakan ide pernegakkan khilafah kembali.

hampir semua muslim pasti tau cerita ini .... tapi .... khusus untuk kalimat anda yang biru underline :
kalau baca yang bold sih ... justru thn 1920an itulah karena Turki diambang keruntuhan ... maka Pan-Islamisme bertambah kuat ... dan khususnya di Indonesia terjadi di Sarekat Islam

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

bung panda wrote:Kembali, pertentangan internal antara ideologi nasionalisme, islam, dan komunis itulah yang memusnahkan kesatuan Islam, melenakan mereka untuk berkompromi dan kemudian mengarahkan SI (dan juga organisasi islam lainnya) dari Pan-Islamisme yang luas kepada nasionalisme yang sempit.

tanpa mengurangi rasa hormat saya pada teman2 muslim disini terkait persatuan umat Islam >>> pendapat saya :

bold underline : Pan-Islamisme yang luas ?? >>> apanya yang luas kalau baca uraian tentang Pan-Islamisme diatas (khususnya yang ungu .... dimana muslim seluruh dunia tiba2 harus mengakui seorang Sultan Turki sebagai pemimpin)

ga perlu dibahas terlalu panjang karena jatuhnya OOT ... tapi kalau baca yang merah ... saya hanya ingin mengatakan (mohon maaf sekali lagi) : yang memusnahkan kesatuan Islam justru karena sikap sultan Turki itu sendiri .... karena bagaimana dia bisa menyatakan dirinya seorang pemimpin bila dia tidak mengenal rakyatnya sendiri

fakta membuktikan : "Seorang pemimpin tidak akan pernah berhasil (atau akan jatuh) bila dia menunjuk dirinya sendiri ... tanpa persetujuan umat"

logikanya : rakyat Demak aja belum tentu setuju (walaupun Demak adalah kerajaan Islam) >>> mereka kan taunya raja pertama mereka namanya Raden Patah yang orang jawa .... kenapa si raja jadi berubah orang Turki yang kaki-nya saja tidak pernah menginjak tanah jawa ??

>>> dan akhirnya ... ga usah jauh2 di Indonesia ... di Turki saja akhirnya si Sultan dikudeta oleh militer-nya sendiri

(kalau mau baca sejarah kejatuhan si sultan pun akan panjang >>> dan jatuhnya OOT ... hehehehehe)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

bung panda wrote:Sudut pandang saya melihat komunisme adalah, bahwa paham ini efektif, sekalilagi, hanya sebagai antitesis kapitalisme diawal era industri. Semangat perlawanan dalam kondisi tertindas, dibutuhkan pada saat itu. Tapi, kemudian hanya sampai disitu. Coba lihat kembali post saya no #15 : Marxisme hanya berkutat di koridor ideologi dan penerapannya dan memisahkan kalau tidak mau dikatakan alergi diri dari spiritualisme. Sehingga ini adalah paham yang usang.

Salah? tidak selalu demikian..tetapi usang.

begini bung panda

Kalau anda tanya apakah saya menerima keberadaan PKI (komunisme) di Indonesia >>> dengan tegas saya jawab TIDAK
dan kalau saya ditanya lagi kenapa tidak ?? >>> saya akan jawab :

dee-nee dari thread jagal wrote:ya ... menurut saya sumber ditolak-nya karena :

1. Dianggap berbahaya (karena berbasis pada revolusi) .... walaupun pada jaman itu .... semua pada akhirnya juga berujung pada revolusi (perlawanan) pada kolonialisme ... jadi ya sama2 berbahaya-nya
2. Adanya penolakan ideologi ini kepada para elite - non proletar alias buruh dan petani - ... dan elite ini termasuk para ulama

intinya adalah yang merah >>> komunisme menolak adanya kelompok elite (dan kalau bicara agama maka menjadi ulama atau lembaga agama) >>> ini mau sampai berlumut-pun tidak akan pernah berhasil di Indonesia

artinya (menurut saya) : kalau anda bilang paham komunisme adalah paham usang (atau bisa disebut impossible alias ngada2) ... saya setuju

tapi BUKAN karena yang bold underline ... bukan karena alergi diri dari spiritualisme .... melainkan lebih pada pandangan "bahwa ga mungkin ada masyarakat tanpa kelas sosial"

>>> kelas sosial selalu ada dimanapun, kapanpun ... apakah dalam masyarakat beragama atau tidak beragama
>>> jadi .... menghilangkan kelas sosial inilah yang tidak mungkin alias ngada2

catatan : saya bicara "kelas sosial" secara umum loh ya .... bukan kelas sosial yang akhirnya membentuk kasta sosial

.... saya gantung disini dulu supaya ga kepanjangan .... kapan2 lanjut ... hehehehehe

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

bung panda wrote:Mengenai kondisi Sarekat Islam, latar belakang dan akibatnya, saya rasa sudah lebih banyak di bahas di thred Jagal, maka saya tidak akan memperpanjang lagi. Mungkin saya akan mampir ke situ, untuk kasih beberapa komentar.

Arab Saudi tidak menganut sistem Islam, namun sistem kerajaan.

PKI menganut sistem satu partai ala komunis, mohon jangan salah kaprah dan mencari-cari hubungannya dengan sistem Islam

biru bold : maka pertanyaan saya adalah >>> Apa yang anda maksud dengan sistem Islam ?? >>> yang seperti apa ??
anda bilang Arab Saudi tidak menganut sistem Islam ... lalu yang disebut sistem Islam disini apa ?? yang mana ?? >>> yang seperti Iran kah ??

oke ... nanti akan saya buktikan bahwa sistem di Iran pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan sistem politik komunisme

catatan : saya ga bilang sama persis ... saya bilang "basically ga jauh beda"

dan disini saya bicara sistem >>> artinya berkaitan dengan proses yang dilakukan si manusia2 itu sendiri
karena kalau bicara tentang sistem >>> sistem tidak ada hubungannya dengan spiritualisme

>>> pendapat saya .... mau dibikin seperti apapun sistem itu ... kalau moral si pemimpin sudah tirani ... sudah zalim ... dia tetap akan menjadi seorang tiran >>> walaupun dia mengklaim sudah dengan sistem Islam sekalipun

lalu .... tentang tulisan anda yang biru underline pun (tentang salah kaprah dan mencari2 hubungan) .... di thread Jagal pun saya juga tulis

#18 wrote:sosialis/komunis berasal dari kata commune (komunitas) ... yang artinya .... bahwa seluruh penduduk di wilayah itu adalah/dianggap memiki satu komunitas yang sama >>> jadi konsep-nya adalah "menyeragamkan" semua rakyat dibawah satu penguasa (partai)

sistem kerajaan (monarki) pun pada dasarnya juga "penyeragaman" toh ... bahwa sebuah kerajaan diisi oleh satu komunitas yang "seragam" dibawah satu pemimpin

sistem khalifah pun juga pada dasarnya "penyeragaman" .... dalam sistem ke-khalifan juga tidak mengenal adanya multi-partai (atau multi-perwakilan rakyat) ...

(mohon maaf) tolong jangan langsung diasumsikan dulu saya menyamakan sistem khalifah dengan sosialis

TAPI ... yang dimaksud "penyeragaman" disini tentu saja jauh dari kata "memaksakan/memberangus" >> dan yang ungu ini juga sebetulnya tidak ada dalam teori "Karl Marx"

"penyeragaman" yang baik didapat dari musyawarah mufakat menjadi satu kesepakatan
"penyeragaman" yang jahat didapat dari memaksakan/memberangus untuk satu kepentingan

tergantung masing2 orang melihat "penyeragaman" ini

mungkin point saya adalah :

- Menyama2kan komunisme dengan Islam >>>> jelas tidak benar ..... (dan saya juga tidak pernah menyama2kan)
- Tapi ... menyatakan (atau punya mind-set bahwa) orang2 komunis Indonesia adalah mereka yang tidak beragama atau tidak Islam >>>> ini juga tidak benar >> dan ini yang sedang saya koreksi

@dee-nee wrote:saya lebih suka membandingkan antara marxis vs islam seperti membandingkan daun mangga vs hakikat tumbuh2an (dari sudut pandang IP dan Spiritual)

atau sama seperti membahas 1 aspek kehidupan vs kehidupan universal itu sendiri

artinya ... kalau komunis cuma bawa2 pandangan Karl Marx (terkait komunisme) tanpa menggunakan moral dan ajaran Islam sebagai fondasi >>> ya mereka jauh dari Islam
dan ini berlaku sama ... bila ada yang bawa2 pandangan Sultan Abdul Hamid II (terkait pan-islamisme) tanpa menggunakan moral dan ajaran Islam sebagai fondasi
dan ini juga berlaku sama ... bila ada yang bawa2 pandangan Sukarno (terkait pancasila) tanpa menggunakan moral dan ajaran Islam sebagai fondasi

coklat : saya tidak menyama2kan komunisme dengan Islam .... yang saya lakukan adalah menyamakan sifat dasar manusia >> termasuk muslim dan semua manusia di dunia ini dengan orang2 komunis

kenapa saya samakan ??? ... karena :

dee-nee #24 wrote:
@abu hanan wrote:ketika komunis dinyatakan layak dilarang dan dibenci maka sesungguhnyah perilaku rakyat ketika menghakimi komunis justru lebih kejam daripada pki sendiri..berapa banyak korban yang dibunuh tanpa pengadilan?bila komunis adalah haram karena anti tuhan,apakah kita tau didalam komunis ada juga ide kesejahteraan umum?bahkan kapitalis meskipun tidak anti tuhan malah sering menjadikan materi sebagai tuhan baru..bukankah ini efek yang berdampak samah?

apakah itu komunis, kapitalis, liberal atau bahkan agamis .... semua punya dasar ideologi masing2 yang 50-50 baik benarnya tergantung pandangan manusia

biru : bahkan mereka yang membawa agama pun bisa memperlakukan materi sebagai tuhan .... keluar dari ajaran agama itu sendiri

dan bila faktanya seperti itu ... bukannya malah jadi naif bila menuding salah satu ideologi ini dengan dalil agama ...
apalagi bila dalil itu ternyata tidak terbukti benar

oleh karena itu dalam thread ini-pun saya bilang

dee-nee #32 wrote:Ketika kita bicara perbedaan Islam vs Marxisme ... seharusnya kata islam ini jangan lari menjadi Islam ala Nabi Muhammad ... tapi bandingkan dengan Islam yang hidup pada era Marxisme (komunisme) pada abad 15-16 an >>> karena disinilah sumber penolakan komunisme pada Islam (yaitu Islam yang dibawa oleh ulama)

membandingkan Islam Nabi Muhammad dengan produk ideologi manapun di dunia ini >>> siapa muslim yang sanggup membandingkan ?? >>> aidit, tan malaka, muso pun tidak akan pernah berani menolak Islam yang dijalankan Nabi Muhammad

tapi ... kalau kita bicara tentang Islam yang dibawa oleh para ulama pada era komunisme >>> silahkan kita bandingkan ... siapa yang lebih dekat dengan Islam Nabi Muhammad ?? >>> toh faktanya Aidit-pun bisa bilang bahwa dia lebih Islam dibanding ulama2 dalam SI putih

sekali lagi ... bukan saya bilang si merah lebih Islam dibanding si putih .... tapi saya hanya "menetralkan" alur diskusi supaya tidak berat sebelah

lanjut .....
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by dee-nee on Wed Sep 02, 2015 1:18 pm

@panda1 wrote:
Pada sistem partai di mana hanya terdapat satu partai politik yang memiliki hak untuk menjalankan pemerintahan, pemerintah melarang pendirian partai politik lain dan membuat aturan-aturan yang memperkuat pelarangan itu Pada komunisme, pemegang kekuasaan tertinggi adalah rakyat dengan partai tersebut sebagai corongnya. Tidak ada campur tangan Tuhan dalam hal ini. Inilah kesalahan fatal Komunisme, yaitu memisahkan agama dan politik. Pemisahan spritualisme dan kehidupan sosial. Sama saja dengan sekularisme.

begini ....

piss  piss

untuk yang ungu ... saya gabung dengan mbah abu ... karena masuk ke topik tentang sistem pemerintah komunis (**)

tapi untuk yang merah (khususnya underline) : kalimat anda yang seperti ini sangat bias atau berat sebelah karena anda membawa mind-set anda sendiri

>>> contoh :  Abu Bakar al-Baghdadi pemimpin ISIS pun BISA menyatakan bahwa ada campur tangan Tuhan dalam pembentukan ISIS dan penunjukan dirinya sebagai pemimpin

jadi yang merah underline itu gimana maksudnya ?? >>> apa yang anda maksud sebagai ADA atau TIDAK ADA campur tangan Tuhan disini ??

pemilu di Indonesia pun begitu >>> bahwa pemegang kekuasaan tertinggi adalah rakyat dengan partai sebagai wakilnya >>> apakah menurut anda pemilu di Indonesia tidak ada campur tangan Tuhan juga ??  

kenapa saya mengatakan yang biru : karena pernyataan "Tidak ada campur tangan Tuhan" dalam kalimat merah diatas >>> itu lahir dari mind-set yang bilang bahwa komunis adalah manusia tidak ber-Tuhan

dan kenapa jadi berat sebelah >>> karena TIDAK ADA BUKTI para komunis muslim di Indonesia adalah orang2 YANG TIDAK ISLAM  
mind-set yang bawa2 Tuhan terkait PKI datang dari kalimat orba .... bukan kalimat PKI >>> PKI ga pernah bilang mereka tidak berTuhan >>> PKI ga pernah bilang dalam memilih pemimpin tidak boleh ada campur tangan Tuhan

-------------------------------------------------------------------------------------------

bung panda wrote:Dalam Islam, kepemimpinan itu tidak diserahkan demikian saja kepada rakyat. Sistem pemerintaahan dalam Islam itu unik dan tidak dapat disama-sama-kan dengan sistem apapun. Rasulullah sebagai pimpinan tertinggi umat Islam ditunjuk langsung oleh Allah yang Maha kuasa.
Rasulullah menunjuk pengganti, dan penggantinya menunjuk pengganti, demikian seterusnya para Imam menjadi khalifah kaum muslim (ingat, seluruh muslim, bukan sekedar negara), hingga Imam Mahdi.

merah : ya Rasulullah kan nabi >>> semua nabi jelas ditunjuk langsung oleh Allah
tapi bagaimana kemudian anda menilai ... siapa yang pantas ditunjuk sebagai pemimpin selanjutnya ??

Anda jangan lupa >>> sepeninggal Nabi pun >>> FAKTANYA umat Islam terpecah antara beberapa mazhab
jadi yang biru ini-lah yang saya bolak balik tanya >>> bagaimana sistem Islam ketika memilih pemimpin ?? ... dimana bedanya dengan sistem komunis ??

kalau saya baca semua yang underline ... logikanya ... anda berpendapat bahwa pemimpin Islam tidak diserahkan demikian saja oleh rakyat ... melainkan harus yang ditunjuk langsung oleh Allah terlebih dahulu (seperti bagaimana Rasulullah di tunjuk Allah)  

kalau begini pemahaman anda >>> maka setelah jaman Nabi ..... artinya tidak ada lagi yang disebut pemimpin Islam
>>> karena faktanya tidak ada satu pemimpin pun dalam kekhalifan yang ditunjuk langsung oleh Allah (seperti kasus Nabi Muhammad SAW)

bung panda wrote:Membahas model pemerintahan Islam yang dianut Iran, saya tidak setuju apa bila ini disamakan dengan sistem komunisme. Iran mengadopsi sistem pemerintahan modern ala Trias Politica namun tetap berpegangan pada sistem yang pernah dianut , Legislatif di pegang oleh dewan syura', Eksekutif sebagai pelaksana Undang-Undang dipegang oleh Presiden, dan yudikatif sebagai pengawas pelaksanaan pemerintahan di pegang oleh Assembly of Experts yang dipimpin Rahbar. Perbedaan utamanya dengan segala sistem yang ada, keyakinan bahwa Imam yang akan membawa kejayaan Islam, yakni Al-Mahdi datang, dan saat ini, kaum muslim dipimpin oleh Wilayatul Faqih sampai Imam Mahdi datang.

ya ... ini nanti saya gabung dengan postingan mbah abu (**)

Keyakinan spriritual ini didasarkan pada Al-Qur'an dan riwayat yang disampaikan oleh Rasulullah dan keturunannya. Jelas sangat berbeda dengan komunisme yang didasarkan pada materialisme, dan menyingkirkan sejauh2nya aspek-aspek prophecy, keyakinan pada kitab suci dan ritual ibadah, dari penerapan sosial dan politik.

terus terang saya bingung bagaimana menjawab kalimat anda disini >>> karena mind-set anda sudah membedakan hitam vs putih diantara umat Islam itu sendiri

mungkin saya cuma bisa mengulang

artinya ... kalau komunis cuma bawa2 pandangan Karl Marx (terkait komunisme) tanpa menggunakan moral dan ajaran Islam sebagai fondasi >>> ya mereka jauh dari Islam
dan ini berlaku sama ... bila ada yang bawa2 pandangan Sultan Abdul Hamid II (terkait pan-islamisme) tanpa menggunakan moral dan ajaran Islam sebagai fondasi
dan ini juga berlaku sama ... bila ada yang bawa2 pandangan Sukarno (terkait pancasila) tanpa menggunakan moral dan ajaran Islam sebagai fondasi

bung panda wrote:Berbicara tentang kegagalan komunisme, saya sudah bahas beberapa kelemahannya di postingan #29 dan #30. Telah saya terangkan pula kenapa pada dasarnya sistem ini tidak akan berhasil, dan akan berakhir hanya sebagai teori.

Sementara, saya telah contohkan beberapa negara yang menganut sistem ini justru mengalami perlawanan dari dalam dan tidak pernah mendapat apresiasi keberhasilan dari luar.

Kalau mau bahas lebih lanjut tentang apa yang terjadi di Korea Utara atau China, dll, saya rasa contoh yang saya ajukan hanya segelintir dari bukti ketidak berhasilan mereka dalam menjalankan cita-cita komunisme. Hanya saja anda membandingkannya dengan kasus di Indonesia atau di Amerika. Tentu saja tidak ada satupun negara yang benar-benar mutlak berhasil menjalankan sistem yang dianutnya. Keberhasilan mutlak itu hanya terjadi di utopia dan Madinah, pada saat pemerintahan Rasulullah. Hanya saja, faktanya pendistrubusian ke sejahteraan negara komunis itu tidak pernah berada dalam level yang memuaskan. Sangat berbeda dengan semangat awalnya yang hendak menyamaratakan  kesejahteraan rakyat. Ironis.

disatu pihak anda bisa mengatakan yang biru underline (tidak ada satupun) .... lalu kemudian anda juga menggunakan tapi tapi tapi atau "hanya saja" (yang merah)

pertanyaan saya cuma satu : mana buktinya bahwa mayoritas rakyat di negara komunis tidak lebih sejahtera dibandingkan rakyat di negara lain ??

dan anda salah ... kalau menjawab pertanyaan saya ini dengan logika : bahwa bukti negara komunis tidak sejahtera karena mereka tidak percaya Tuhan  

yang ungu tidak terbukti ... yang hijau pun tidak terbukti >>> sementara anda juga mengatakan yang biru underline

bung panda wrote:Kita ukur secara empiris saja; NK, Cuba, Vietnam bahkan Russia dan China memiliki gini ratio yang tinggi (more than 0.4) yakni terdapat jurang kesenjangan pendapatan dan kekayaan yang signifikan.



ini data gini rasio thn 2014 >>> diambil dari wiki
China = Amerika = Russia
Vietnam = Iran = Turkey
Kuba ga ada datanya = Arab yang juga ga ada datanya

bahkan Malaysia lebih rendah (lebih merah) dibanding semua negara komunis yang anda sebut diatas

bung panda wrote:Bahwa pada kenyataannya para negara penganut sistem ini mengalami modifikasi disana-sini untuk mengakomodasi perkembangan jaman.  Sehingga, meskipun Komunisme sudah lama tampak ditembus , telah banyak rezim komunis telah jatuh sejak dua dekade lalu dan ternyata pengganti mereka semua menjadi kapitalis. Rezim komunis yang masih hidup saat ini telah merayap menjadi kapitalis dan meninggalkan komunis hanya sebagai nama.

merah : kalau bicara soal rezim yang jatuh mah ... apa bedanya dengan Arab Spring ???

>>> so ... apakah menurut anda yang merah underline juga berlaku di Timteng ?? >>> bahwa rezim "pemimpin2 islam" yang masih hidup saat ini telah merayap menjadi kapitalis dan meninggalkan "islam" hanya sebagai nama

yang ungu saya tulis sesuai dengan kalimat anda yang merah
>>> kalau anda menolak untuk disamakan antara negara2 "islam" di timteng dengan negara komunis >>> maka saya akan tanya "dimana bedanya ??"

bung panda wrote:Saya ingatkan lagi, bahwa saya tidak memandang komunisme adalah hitam hanya karena stereotipe yang dijejali orde baru; bahwa PKI itu equal dengan kejahatan. Bagi saya itu hanya sejarah yang ditulis oleh pemenang.

Saya hanya menyampaikan fakta bahwa Komunisme adalah paham ideologi politik dan struktur sosial ekonomi : yang gagal, sebagaimana juga Kapitalisme, Sekularisme, maupun Nasionalisme.

biru : maka ... gagal vs berhasil ini berlaku bagi semua negara toh .... termasuk negara2 di timur tengah >>> dan semua itu tidak ada hubungannya dengan agama

yang merah ini saya tambahkan supaya netral dan clear >>> toh .... gini rasio juga menyatakan semua negara sama2 saja

bung panda wrote:
Karl Marx memang tidak pernah mendeklarasikan dirinya atheis, dan saya tahu bahwa tidak semua orang komunis adalah athei : namun tidak otomatis membuat Komunisme jadi benar.

Bahwa Karl Marx adalah seorang yang tidak menolak keberadaan Tuhan (atheist) atau hanya tidak percaya agama (infidel);  ini tidak ada artinya. Histori bahwa Ateisme pada saat masa hidup marx, merebak karena kritik terhadap Bible, inipun tidak jadi soal.

Banyak jalan menjadi kafir.

Fakta bahwa Marx menawarkan filsafat Materialisme, yakni hanya materi sajalah menurutnya yang nyata, bahwa didalam hidup kemasyarakatan satu-satunya yang nyata adalah masyarakat yang bekerja, dan mengesampingkan spiritualisme. Apapun itu, teori penafikkan spiritualisme adalah kafir.

bold : setuju ... banyak jalan menjadi kafir >>> dan tidak hanya dari komunisme >>> bahkan bisa dari mana2 termasuk dari manusia yang beragama itu sendiri

so .... begitu juga dengan yang merah : apapun yang ada dalam pikiran Karl Marx ... tidak otomatis membuat PKI langsung dinilai manusia tidak beragama (kafir) tanpa dalil dan bukti

------------------------------------------

sekali lagi ... supaya ga ada salah paham ...

dee-nee #35 dari thread jagal wrote:tujuan saya sih ... hanya membela "keimanan" para komunis muslim ini (karena masuk ke ranah Indonesia) yang dikafir2kan sejak jaman orba ...
termauk membela tionghoa yang malah jadi korban kena "cipratan dusta"
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by dee-nee on Wed Sep 02, 2015 1:21 pm

@mbah abu

cape mbah ... hehehehehe besok2 aja saya balas
yang ini review awal saja dulu ... sayang untuk dilewatkan

piss piss

http://news.liputan6.com/read/740380/menarik-demokrasi-ala-china-yang-komunis-dan-iran-konservatif

Menarik! Demokrasi ala China yang Komunis dan Iran `Konservatif`

Untuk kali keenamnya, Bali Democracy Forum diselenggarakan di Pulau Dewata. Ini adalah forum yang inklusif, terbuka, dan konstruktif untuk berbagi pengalaman berdemokrasi. Tidak untuk menghakimi.

Salah satu yang berbagi pengalaman adalah China, negara berjuluk `Tirai Bambu` -- yang selama 30 tahun terakhir telah mereformasi diri dan makin terbuka pada dunia.

"China memiliki pencapaian hebat dalam bidang politik, ekonomi, kultural, dan pembangunan sosial. Menciptakan 'China Miracle' -- keajaiban China yang menjadi perhatian dunia," kata Duta Besar China, Lu Shumin di Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11/2013).

Sejurus dengan reformasi dan keterbukaan, juga kemajuan ekonomi, masyarakat China beralih dari struktur yang seragam menjadi plural. "Pemerintah dan rakyat China mengintegrasikan nilai-nilai universal dan prinsip demokrasi dengan realitas China," tambah Dubes Lu.

China membangun sistem demokrasi sosialisme yang sesuai dengan karakteristik negara. Apalagi, kata Lu, tak ada konsep demokrasi tunggal di dunia.

Sistem demokrasi sosialisme ala China terdiri dari Kongres Rakyat Nasional (NPC), sistem multipartai yang dipimpin Partai Komunis China, sistem otonomi regional bagi etnis minoritas, dan sistem pemerintahan sendiri di level bawah. "Ini adalah sistem politik yang dirasa paling mampu menyatukan keinginan dan kekuatan 1,3 miliar penduduk China," kata Lu.

China bukan lagi yang dulu, dimana rakyatnya banyak yang miskin. Kini, negara yang kuat dan masyarakat yang makmur adalah tujuan. Menurut Wamenlu, praktik membuktikan, hanya jika rakyat makmur, maka mungkin untuk meningkatkan stabilitas sosial, mendorong pembangunan ekonomi, "Dan memastikan kemajuan reformasi institusional dan politik, serta membangun politik yang demokratis,"kata Lu.

China, tambah dia, secara konstan juga mengembangkan sistem hukum yang demokratis dan mengimplementasikan penegakkan hukum. "Demokrasi bukan anarkhisme, tak bisa dipisahkan dari kerangka hukum. Semua partai politik, organisasi, dan warga negara harus mematuhi konstitusi dan hukum."

China juga menolak pemaksaan atas nama demokrasi oleh pihak luar. "Demokrasi di berbagai negara sejalan dengan kondisi negara tersebut, bukan pemaksaan oleh kekuatan eksternal," kata Lu.

Iran Melunak?

Sementara, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Monteza Samardi menegaskan, demokrasi bukan liberalisme.

"Demokrasi adalah cara memerintah di mana pemerintah merepresentasikan seluruh anggota masyarakat yang secara langsung atau tak langsung terlibat dalam isu dan keputusan yang terkait kepentingan mereka," kata dia.

Wamenlu menambahkan, Iran adalah tipe pemerintahan demokratis yang berlandaskan Islam. "Dalam model seperti ini, tak ada kontradiksi antara agama dan demokrasi," kata dia.

Demokrasi di Iran, kata Samardi, salah satunya diwakili dengan pemilu, baru-baru ini misalnya, di mana 73 persen dari 50 juta rakyat Iran terdaftar sebagai pemilih dalam Pilpres. "Pemilu adalah praktik demokrasi, sebuah praktik yang diadopsi rakyat Iran dalam aktivitas sosial dan politik."

Pemerintahan Iran saat ini adalah yang moderat, dalam kebijakan dalam negeri maupun internasional. "Republik Islam Iran mencoba menjauhkan diri dari pendekatan yang memaksa, mendominasi, tak bertanggung jawab, dan radikal terhadap isu-isu global," kata Samardi. "Sejalan dengan apa yang disampaikan Presiden Hassan Rouhani kepada Majelis Umum PBB tahun ini."

Iran bahkan mengajak masyarakat dunia bergabung dalam gerakan World Against Violence dan Extremism -- Dunia Melawan Kekerasan dan Ekstremisme. (Ein)
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by dee-nee on Thu Sep 03, 2015 12:12 pm

saya sudah siap nih mbah ...

mau diteruskan lagi ga ??
takutnya males aja karena tulisan saya kepanjangan

piss piss
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by abu hanan on Sun Sep 06, 2015 6:10 am

hahaha..
mbdee..
bicara tentang komunisme ala china,apakah sejalan lurus (kaku) dengan ide marxis ato ada warna lain?

segini dulu..saling menggantung..spuaya seru wkwkwk..


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Marxisme dan Islam

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 3 Previous  1, 2, 3  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik