FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Alhamdulillah, mantan pendeta "habib" Muhammad Ali Makrus masuk islam lagi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Alhamdulillah, mantan pendeta "habib" Muhammad Ali Makrus masuk islam lagi

Post by keroncong on Wed Nov 30, 2011 5:26 am



selamat menyaksikan sholat yuk sholat yuk sholat yuk
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Alhamdulillah, mantan pendeta "habib" Muhammad Ali Makrus masuk islam lagi

Post by keroncong on Sat Dec 01, 2012 12:36 pm

Sehari setelah diberitakan di situs hidayatullah.com menyakut VCD khotbah nya yang meresahkan kaum Muslim Padang (Sumatera) dan Mentawai, Jumat, (30/5), didampingi seorang kristolog muda asal Surabaya, Masyhud, SM, Ali Makhrus Atamimi, mengunjungi kantor redaksi hidatullah.com.

Kepada redaksi, ia menjelaskan tentang kisah VCD yang dianggap menghina Islam itu. Hanya saja, kali ini ia mengaku bukan sebagai Ali Makhrus yang seperti di VCD di mana ia dulu sebagai seorang pendeta. “Sekarang, saya sudah kembali menjadi seorang Muslim,” ujarnya.

Makhrus tak menyangkal jika khotbah di VCD yang meresahkan itu adalah dirinya. Menurutnya, VCD itu dibuat saat ia masih aktif menjadi seorang misionaris. Namun saat itu dia sendiri tak mengetahui dengan kapan dan pasti khotbahnya direkam.

Yang jelas, menurut pria berkumis ini, VCD itu direkam dan digandakan oleh kalangan tertentu sebagai alat untuk memikat perhatian untuk tujuan idiologis.

“Menurut saya itu adalah ‘lagu lama’. Sebelum saya, banyak yang sudah melakukan dengan cara-cara seperti itu,” tambahnya.

Yang dimaksud Ali dengan ‘lagu lama’ adalah cara-cara kelompok tertentu yang menjadikan alat orang-orang Muslim yang berpindah ke Nashrani.

Ali lantas menyebut para pendahulunya seperti pendeta Yusuf Roni, pria yang namanya terkenal di kalangan gereja di tahun 70-an karena mengaku-ngaku pernah dididik di pesantren dan Wakil Seketaris Jendral Organisasi Islam Sedunia. Yusuf Roni kemudian mendirikan Sekolah Tinggi Teologia (STT) Apostolos di Jakarta.

Tepat tahun 2007, Ali Makhrus menyadari kekeliruannya. Ia kemudian kembali dalam pelukan Islam. Ia bahkan pernah membuat surat pernyataan yang dikirimkan ke beberapa media massa sebagai bentuk sikapnya yang baru.

“Saya mencabut dan meralat semua pernyataan saya yang pernah saya sampaikan dalam khotbah itu. Saya juga tidak meridhoi peredaran VCD itu, sebab bagaimanapun, saya sekarang sudah kembali Muslim, “tambahnya.

Soal Air Zam-zam dan Habaib

Sebagaimana diketahui, VCD berisi khotbah Ali Makhrus itu berisi tentang pernyataannya yang agak memutar-balikkan sejarah Islam. Ia dalam VCD itu berbohong dengan mengaku sebagai keturunan seorang Habaib (cucu Rasulullah SAW). Dalam khotbah yang berdurasi satu jam itu, Makhrus juga mengklaim pernah belajar di Mekah dan mengaku telah diangkat sebagai ketua FPI Jatim pada tanggal 10 Jan 2004 silam dan sangat dekat dengan pimpinan Laskar Jihad Ja'far Umar Thalib. Ia juga mengatakan, mengenai air zam-zam yang aslinya hanyalah air seperti PDAM.

Ketika dikonfirmasi, Makhrus hanya tersenyum dan menampik semuanya. “Ya kan sudah saya bilang itu hanya ‘lagu lama’ untuk menyudutkan Islam. Jadi itu hanya bumbu-bumbu saja, “ katanya.

Namun yang jelas, menurut Ali, data-data kebohongan Islam itu sebenarnya bersumber dari buku berjudul “Islamic Invation” karangan Robert Moorey yang menyesatkan itu.

Menurut Makhrus, banyak kalangan non-Muslim menggunakan sumber itu dan sering memanfaatkannya untuk tujuan tertentu, sebagaimana yang pernah ia lakukan sebelum memeluk Islam.

Keluarga Kristen

Lahir di Bangil, Jawa Timur 29 Maret 1962, Ali Makhrus bernama asli Markus. Sejak kecil Markus (kini Makhrus) dididik dan dibesarkan dalam keluarga Kristen. Ayahnya, M. Yusuf (60) tahun adalah seorang pendeta yang kini masih aktif di GSJA (Gembala Sidang Jemaat Allah), Jalan Pogot Surabaya. Selain itu juga memiliki jemaah di gereja GPPS Sepanjang, Surabaya.

Selain ayah dan ibunya yang seorang aktivis gereja, kakak dan pamannya, semuanya adalah seorang pendeta.

Saat remaja, Makhrus dikirim sang ayah untuk melanjutkan studi di Sekolah Teologi (STH) Gereja Tuhan, Medan dan lulus tahun 1989. Lulus kuliah ia lantas ditugaskan di gereja Bethani dan GSJA Surabaya.

Kegundahan keyakinan membuat pria lima anak ini memeluk Islam di tahun 1989. Sayangnya, dalam kondisi ekonomi yang sulit dan tanggungjawab sebagai ayah, godaan ekonomi membuat ia menerima tawaran gereja untuk kembali sebagai seorang misionaris.

“Terus terang, saat itu saya hanya tertarik karena alasan ekonomi saja, “ujarnya kepada hidayatullah.com.

Suatu ketika, antara tahun 2006 sampai 2007, ia bertemu dengan seorang kristilog muda asal Surabaya, Masyud. SM. Dari diskusi dengan Masyhud inilah akhirnya membuat Makhrus ingin kembali memeluk Islam.

“Saya kemudian melakukan syahadat di Masjid Ampel Surabaya bulan November 2007 di bawah bimbingan KH. Syahal, “ katanya.

Bersama istri dan kelima anaknya, ia kini tinggal di sebuah rumah di daerah Sidoyoso, Surabaya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia membuka usaha jual-beli kendaraan bermotor.

“Saya tahu, umat Islam kecewa dengan langkah-langkah saya yang keliru di masa lalu. Setidaknya, saya mohon diberi kesempatan membuktian diri, bahwa saya ingin serius menjalani Islam,” ujarnya berharap.

Kepada www.hidayatullah.com, kristolog muda Surabaya, Masyhud, SM, membenarkan bila Makhrus kini sedang mempelajari Islam. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Alhamdulillah, mantan pendeta "habib" Muhammad Ali Makrus masuk islam lagi

Post by keroncong on Thu Dec 27, 2012 1:34 am

Jumat 26/10 , Sabili bersama Tim Fakta, mencoba mencari klarifikasi data criminal markus mulai dari lapas lowokwaru malang hingga kekejaksaan pun hasilnya nihil. Bukan nya tidak ada namun untuk data data kasus criminal tahun 90-an kemungkinan besar sulit ditemukan. “kan dulu masih manual mas, belum ada komputer sedangkan kasus criminal itu bisa puluhan dalam seminggu saja, nah ini yang dicari data tahun 90an, ini perlu waktu dan kami tidak berani janji ujar agus, staff administrasi Kejari kota malang saat dikonfirmasi Sabili.

Selepas sholat jumat Sabili dan Tim Fakta melanjutkan investigasi ke beberapa GKJW di kota Malang. Mulai dari GKJW Sengkaling hingga GKJW Janti, dari GKJW Janti inilah ada Ibu Eko yang mengatakan bahwa KKR markus itu diselenggarakan oleh GKJW Kebonagung. Setelah ashar kami menuju GKJW kebonagung di raya cendrawasih 1 Kebonagung, kec pakisaji kab Malang.

Tiba disana kami mengadakan olah TKP, namun tak satupun penghuni gereja muncul. Namun selang beberapa menit sebelum pemutuskan pulang seorang warga yang juga jemaat gereja berhasil ditemui tim FAKTA sehingga olah TKP bisa dilanjutkan. Dari Ibu yang enggan disebut namanya ini di peroleh informasi bahwa seorang yang duduk dibelakang markus saat KKR ( moderator, seperti saat terlihat di VCD. red) adalah Hari Sudjalmo salah seorang penatua (PnT) di GKJW kebonagung. Dan sang ibu pun memberikan alamat sang penatua itu kepada kami, di jalan klayatan gang I/07 Rt 13/rw 01, kel bandungrejosari, kec sukun kota malang.

Segera sesampainya di lokasi, Hari Sudjalmo menyambut Sabili dengan agak sedikit pasang wajah ketakutan, namun dia mengatakan bahwa benar GKJW kebonagunglah penyelenggara namun soal itu dia tidak punya hak bicara. kami majelis sudah sepakat untuk menunjuk Pak Pdt Sih Ageng dan Pak Stefanus yang berhak berbicara mengenai kasus markus ini, jadi silahkan pada beliau ujar Penatua GKJW ini pada Sabili di teras rumahnya yang berhadapan dengan Masjid Al ikhsan.

1jam berikutnya Sabili segera meluncur menuju perumahan Keben II permai blok B19 gadang kota malang. Sesampainya dirumah megah yang berada di belakang Universitas Kanjuruhan ini Sabili tidak bisa menemui pendeta Sih Ageng. Menurut tetangganya beliau sedang ada tugas gereja sore ini jadi kemungkinan bisa ditemui esok hari.

Gagal menemui pendeta sabili kembali menuju RT 13 jalan klayatan I untuk menemui ketua RT untuk klarifikasi. Sambutan hangat selepas sholat maghrib pun diterima oleh Pak RT, kedatanagan Sabili hanyalah untuk memastikan tentang status Hari Sudjalmo dan aktivitasnya. memang benar beliau warga sini, namun sejauh ini kami hanya tahu kalau beliau itu guru, selebihnya atau aktivitas lainya yang berkaitan dengan agamanya sebagai seorang Kristen kami tidak tahu Ujar Pak RT pada Sabili. dan kami sangat berterimasih atas informasi ini, sebelumnya kami tidak tahu apa-apa apalagi vcd ini, karena selama ini lingkungan RT satu ,memang 50 : 50 ada yang Kristen terutama GKJW dan muslim tambah bapak paruh baya ini pada Sabili.

Sabtu 27/10 Sabili bersama tim Fakta melanjutkan investigasi tentang kasus markus. Pertama kami menuju kekawasan Keben Permai, untuk menemui Pdt Sih ageng, namun sayang beliau tidak dirumah, menurut Istrinya, beliau sedang keluar kota. Sabili pun undur diriuntuk menuju rumah bapak stefanus yang juga salah satu penatua GKJW kebonagung. Namun saat dihubungi via telp,beliau sedang ada di gereja, sabili pun langsung menuju GKjw kebonagung. Sesampainya disana akhirnya selain bisa bertemu dengan pak stefanus, sabili juga bisa menemui pak Pdt sih Ageng sang gembala gereja yang mengundang markus ini.

Menurut pak stefanus maupun pak sih Ageng sendiri, GKJW ini memang sedang ketipu oleh marrkus. Sebenarnya gereja ingin belajar tentang harmonisasi dengan Islam namun salah pilih orang, kebetulan ada salah seorang majlis yang akrab dengan markus maka disarankanlah tentang dia.

kami tidak tahu siapa dia, asal usulnya, hanya saja ada warga gereja yang mengatakan bahwa ada warga baru yang masuk Kristen dan memiliki pemahaman tentang islam yang cukup banyak, kebetulan tema saat ini kan harmonisasi hubungan antar umat, jadi dia si markus ini kita pakai, eh nggak tahunya dia nipu kita ujar Pdt Sih Ageng pada sabili.

Setelah itu kami juga juga menganjurkan pada warga gereja untuk segera memusnahkan vcd itu bukan menyebar.dan kami pun segera kontak pada pak Hasyim Muzadi tentang ini, selain itu Kepolisian juga sudah kesini, kami ya bilang kami kecolongan, sebenranya bukan ini maksudnya, sehingga obyek saarana ad;alah markus, bukan gereja, itu harapan kami tambah pendeta yang juga dosen salah satu PTN di Malang ini pada Sabili.

pada mulanya kami percaya pada kesaksian ali makhrus ini, namun setelah melihat vcd dia dan bantahan umat islm yang difitnah serta tulisan anda, rupanya dia ini pembohong demi rupiah ujar Pdt stefanus pada Sabili.

Mengenai statusnya sebagai pendeta saya rasa bukan , ini tidak betul, karena untuk jadi pendeta itu ada persyaratan khsus seperti alumni sekolah theology dan lain lan. Nah kalau menurut anda dia pembohng kami juga mengamini, dan pada intinya kami juga nggak setuju dengan dia tambah Penatua berama lengkap stefanus sih husada ini pada sabili.

Sekitar jam 10an kami segera meniggalakan gereja untuk menuju sinode GKJW Malang di jl S supriadi 18 Malang. Namun dua orang yang dicari yaitu DR Bambang Mth dan Pdt Yuli, tidak hadir di kantor sabii pn segera menuju ruangan pendeta dan meminta telp keduanya. Setelah di hubungi Pdt yuli bersedia mengkonnfirmasi tapi dirumahnya di Jalan kalimosodo X/07 Malang. Pendeta Muda bernama Lengakap Gunawan Yuli ini menjabat Ketua Komisi Hubungan ANtar UMat (KHAUM) Majels Agung GKJW Malang.

Menurut Pdt Yuli, GKJW tidak mengenal, hanya mendengar sebatas pernah mendangar bahwa ali makhrus ini pengkotbah yang hebat,sehingga diundang untuk memotivasi iman kristiani.

Sebenarnya temanya adalah keluarga, namun kami tidak menyangka kalau melebar kemana mana bahkan menjelek jelekan Islam, ini diluar pikiran kami Ujar Pdt yuli Pada Sabili. Menurut Pdt Yuli KKR ini terjadi sekitar tanggal 19 maret 2007 di GKJW tulung rejo, selecta,kota Batu, Malang. Hal ini juga diamini oleh dua tokoh sebelumnya, Pdt Sih Ageng dan Pnt Stefanus.

Setelah peristiwa ini segera pihak sinode GKJW mengundang seluruh gereja antar denominasi/ouikumuinis untuk menyidang si ali makhrus di ruang aula sinode sekitar april 2007. Dari sinilah jelas hasilnya posisi gereja dan makhrus saat itu. nah ketika kami tanya soal kesaksianya dia hanya bilang dia khilaf pak katanya alpa, dan dia juga bilang kalau apa yang saya sampaikanini salah saya siapa mengakui kesalahan ini dihadapa siapapun itu katanya tambah Pendeta Muda ini pada Sabili.

Menurut analisis sinode yang diwakili oleh pendeta gunawan yuli, apa yangdilakukan markus atau ali makhrus ini ada tiga motif

Yang pertama adalah motif ekonomi, karena sebelum ali makrus, sudah ada pendeta atau orang Kristen yang memeberikan kesaksian semacam ini, tidak ketangkap tapi malah kaya, seperti filemon dll. Nah si markus ini meng ?copy. Yang kedua adalah popularitas,menurut markus, orang yang diceramahi model dia ini semakin I militant kristennya, tapi jadi sempit pandangannya terhadap agama lain, nah mdel ini kan cepat popular. Yang ketiga ini adalah persoalan hokum, jadi sebaiknya kita serahlkan saja pada aparatberwajib, nah kami juga sudah sowan ke pak Hasyim muzadi, pak polwil dan lain lain tambah gunawan pada Sabili.

Dengan kasus ini Pendeta berharap aga gereja tidak mengundang markus dan orang sejenisnya karena bisa mebahyakan kerukunan antar umata dan keutuhan NKRI. Sebaiknya gereja tidak mengundang orang yang tidak jelas latar belakangnya tegas Pdt gunawan yuli.

Sekitar jam 2 siang Sabili segera naik ke pujon menuju kekawasan wisata Selecta Kota batu, tepatnya didesa tulung rejo. Didesa ini berdiri cukup megah sebuah gereja yang cukup mewah di tengah tengah petkebunan apel, dan hamper tak terliht dari jalan raya. Gereja ini ialah GKJW Tulungrejo Cabang Pembantu GKJW kota Batu. Maret 2007 gereja ini dan jemaatnya telah menjadi saksi terakir pendusta berseragam pendeta yang bernama ali makrus atau markus. Namun anehnya tidak satupun tahu tentang aktivitas KKr ini berikut vcdnya yang beredar.

Saya tidk tahu, sama sekali,karena saat itu sya sedang diluar kota,dan sejak tahun 82 saya mengurus gereja ini tidak ada apa apa sini kan kondusif, dan barun kali ini aja kejadian saya pribadipun juga abru ahu vcd dan pelakunya juga barusan dari alptopnya Masa ujar Sudarjo, Marbout g GKJW Tulungrejo pada Sabili.

Memang GKJW tulung ejo ini hanyalah lokasi Kejadian perkara pelecehan Markus terhadap islam yang berkedok KKR. Sang panitiadan penyelenggara adalah GKJW Kebonagung, Kab Malang, seperti yang dikatakan oleh Pdt Si ageng, mantan Gembala GKJW Kebonagung.

Kami hanya ketempatan saja mas, dan saat hari H pun saya tak bisa melihat wajahnya Markus itu yang mana sih itu pun saya tidak tahu, ee tapi kita ikutan kebawa.selebihnya mas bisa tanya ada Pndeta Natael di GKJW Batu ujar seorang wanita yang juga Penatua GKJW ini yang tak mau disebut namanya pada sabili.

Harapan pengurus dan keluarga besar GKJW tulungrejoi ialah kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan hendaknya kasus ini menjadi pelajaran bagi setiap gereja.
avatar
keroncong
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 63
Posts : 4535
Kepercayaan : Islam
Location : di rumah saya
Join date : 09.11.11
Reputation : 66

Kembali Ke Atas Go down

Re: Alhamdulillah, mantan pendeta "habib" Muhammad Ali Makrus masuk islam lagi

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik