FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Halaman 1 dari 3 1, 2, 3  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by isaku on Thu Jun 13, 2013 4:09 pm

sekali2 topiknya yg membangun...piss



Indonesiaku mau dibawa kemana?

Satu hal yang paling tidak ok setelah reformasi adalah tidak adanya master plan mau dibawa kemana negri ini. semua orang sibuk untuk mengurusi dapur masing2 dan tidak ada yg berpikir masa depan.

Negara ini mungkin akan bangkrut akibat cost politik yg sangat mahal. setiap saat ada pesta demokrasi yg buang2 uang, setiap caleg dpr, dprd menghabiskan jutaan, milyaran. Calon pres, gub, bupati membayar iklan udah g pake ngitung.

Dahulu, jaman orba, keuangan itu terpusat, daerah hanya mengajukan, kalau disetujui maka proyek berjalan, makelarpun cuma ada di pusat, kecil kemungkinan main suap2an proyek di daerah, kalaupun ada, skalanya kecil dibandingkan di pusat, kecuali proyek calon pns. Sekarang, dimana2 orang bisa menjadi raja, tidak heran ada polisi pangkat rendah jadi raja minyak di irian, karena dana disebar ke daerah untuk diurus masing2, maka jadilah makelar ada dimana saja, dan kemungkinan adanya korupsi justru diperluas.

Konsep tender yg menjadi keharusan dalam pengajuan dana pemerintahan dari tingkat bawah sampai atas semestinya dibuat agar cost/biaya serendah mungkin. Tapi itulah aturan yg setengah jadi atau uang sudah berganti menjadi tuhan, tender bisa diatur, ibarat arisan, yg ini ente yg menang, berikutnya gw, dan tdk perlu khawatir, kalah tender pun kecipratan uang. Pokoknyamah semua kebagian. Makanya lowongan kerja jadi makelar sangat menggiurkan.


BBM Sumber energi yang mahal.

Satu hal paling penting dan justru paling diabaikan adalah energi. Dahulu memang Indonesia adalah pengexport minyak karena kebutuhan dalam negri jauh lebih rendah dari kemampuan produksi pertamina yg mencapai 1juta barel/bulan (kalo g salah ini mah :))

Seiring waktu, jadilah kebutuhan naik sampai 1,4juta barel, yg justru produksinya turun hanya 820ribu barel saja, cilakanya lagi yg bisa diolah pertamina hanya 650ribu saja. jadilah import minyak mentah 350ribu + minyak jadi (premium) 400ribu yg makan anggaran apbn 30%.

Terlepas dari propaganda peak oil yg membatasi produksi minyak untuk mengatur harga minyak dunia, kebodohan tingkat tinggi yg dilakukan pemerintah dan pertamina adalah tidak mampu mandiri mengelola produksinya dan tetap tergantung perusahaan asing. Pengabaian terhadap niat baik Norwegia 20tahun lalu yg bermaksud transfer ilmu karena mereka berhasil mandiri mengelola bbm, membuat pertamina jalan ditempat kalo tdk disebut mundur.

BBM kita yg murah meriah tentu saja sangat menggiurkan bagi penjahat2 untuk selundup ke tetangga. Dan info adanya penyelundupan tdk pernah berhenti, selalu ada saja, termasuk selundupan bbm subsidi ke industri dalam negri.

Dengan segala carut marutnya, bbm bisa disebut energi yg mahal. karena harganya yg jadi murah di negri ini ditambah mudahnya membeli kendaraan jadilah percepatan kenaikan volume kendaraan tumbuh pesat jauh melebihi peningkatan panjang jalan. Macetlah dimana2 yg membuat bbm yg mahal dibuang cuma2 untuk ngasapi kota2. Belum lagi PLN yg pake BBM, terlalu. Kalo PLN tenaganya pake air atau gas alam, atau batubara kan ketauan murah, lha ini pake bbm.

Cerita bbm yg terpaksa import ini tentu saja ibarat besar pasak daripada tiang karena beli mahal dan dijual murah, itulah yg menyebabkan apbn tekor. Pertanyaannya sampai kapan mau dagang rugi??? menunggu kebangkrutan?

Tulisan ini bukanlah untuk mendukung bbm naik harga, tapi bagaimana kita mendudukkan persoalan pada tempatnya.

Sebetulnya Indonesia tidak hanya punya bbm, ada gas, geotermal yg belum terexplorasi maksimal dll. Cilakanya gas yg murah justru diekspor ke singapur dan malaysia. Harusnya mah yg mahal yg dijual, yg murah dipake, ketauan dah devisa naik. Lihat, Iran yg kaya minyak pindah ke nuklir yg murah, dan minyaknya dijual. Atau Thailand dan Malaysia yg ternyata sudah punya 400 SPBG bandingkan Indonesia yang hanya 9 saja khusus untuk busway dan taxi di jakarta.

Yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah secepatnya transfer energi dari bbm ke yg lain. Apa susahnya memaksa produsen mobil menyiapkan opsi bbg pada mesinnya. Jadi rindu Pak JK yg sukses memaksa dapur kita pindah dari minyaktanah ke gas.

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by satria bergitar on Thu Jun 13, 2013 4:38 pm

mengenai konversi bbm ke bbg niat pemerintah sih kynya udh ada bro isaku...hanya perencanaan dan pelaksannanya yg masih belum matang...

http://www.esdm.go.id/berita/migas/40-migas/6297-menteri-esdm-mari-pindah-ke-energi-yang-lebih-baik.html
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by isaku on Thu Jun 13, 2013 5:22 pm

@satria bergitar wrote:mengenai konversi bbm ke bbg niat pemerintah sih kynya udh ada bro isaku...hanya perencanaan dan pelaksannanya yg masih belum matang...

http://www.esdm.go.id/berita/migas/40-migas/6297-menteri-esdm-mari-pindah-ke-energi-yang-lebih-baik.html
ok sipp.

thanx infonya.

bingung, bosan, dan rada kesal melihat akrobat politik, seharusnya uang digunakan untuk sesuatu yg produktif, lha ini dipake buat saling sikut. Ongkos persiapan terlalu mahal, itu baru persiapan aja, ntar buat ongkos membangunnya malah dipotong2 buat gantiin duit pribadi yg keluar untuk persipan tadi.

Bayangkan penghematannya (waktu, energi, dana) kalo pemimpin terpercaya dan bisa ditunjuk langsung, seperti RasuluLLAH menunjuk panglima perangnya atau g usah jauh2, Soekarno menunjuk Ali Sadikin jadi gubernur jakarta.

Ntar begitu udah pada menjabat, sikut2an lagi biar dapat proyek, lumayan jadi perantara kan kecipratan jg. Hadeeh.

Sangat mudah bagi asing menguasai indonesia ini karena orang2nya saling sikut buat dapur sendiri, bukannya bahu membahu membangun.

Jadi..mulailah dari diri sendiri :))

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by satria bergitar on Sat Jun 15, 2013 8:28 am

@ISAKU wrote:Bayangkan penghematannya (waktu, energi, dana) kalo pemimpin terpercaya dan bisa ditunjuk langsung, seperti RasuluLLAH menunjuk panglima perangnya atau g usah jauh2, Soekarno menunjuk Ali Sadikin jadi gubernur jakarta.

setiap pola sistem pemerintahan memang selalu ada kelemahan dan kelebihannya...sy faham dengan maksud anda mengenai penghematan..tapi maaf,, pemikiran pragmatif seperti itu sy pikir kurang tepat untuk saat ini... dimana pola pikir masyarakat telah tumbuh jauh lebih dewasa dan menuntut keterbukaan...

bukan berarti sy tidak setuju dgn pola kepemimpinan Rasullulah y...krn jika kita berandai-andai Rasullulah hadir dijaman sekarangpun saya yakin beliau akan memilih cara kepemmpinan yg berbeda...sebab apa yg dilakukan rasullulah jaman dahulu adalah adaptasi dari keadaan lingkungan yg terjadi...dan apa yg beliau lakukan sudah tepat dan sempurna..

2 good
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Petisi: Blok Mahakam untuk Rakyat, Bukan Asing!

Post by cornello on Sun Jun 16, 2013 11:46 am

Kepada Yth.
Presiden Republik Indonesia
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Petisi: Blok Mahakam untuk Rakyat
Blok Mahakam merupakan salah satu ladang gas terbesar di Indonesia dengan rata-rata produksi sekitar 2.200 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Cadangan blok ini sekitar 27 triliun cubic feet (tcf). Sejak 1970 hingga 2011, sekitar 50% (13,5 tcf) cadangan telah dieksploitasi, dengan pendapatan kotor sekitar US$ 100 miliar. Cadangan yang tersisa saat ini sekitar 12,5 tcf, dengan harga gas yang terus naik, blok Mahakam berpotensi pendapatan kotor US$ 187 miliar (12,5 x 1012 x 1000 Btu x $15/106 Btu) atau sekitar Rp 1700 triliun!
Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Mahakam ditandatangani oleh pemerintah dengan Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation (Jepang) pada 31 Maret 1967, beberapa minggu setelah Soeharto dilantik menjadi Presiden RI ke-2. Kontrak berlaku selama 30 tahun hingga 31 Maret 1997. Namun beberapa bulan sebelum Soeharto lengser, kontrak Mahakam telah diperpanjang selama 20 tahun, sehingga kontrak akan berakhir pada 31 Maret 2017.

Karena besarnya cadangan tersisa, pihak asing telah kembali mengajukan perpanjangan kontrak. Disamping permintaan oleh manajemen Total, PM Prancis Francois Fillon pun telah meminta perpanjangan kontrak Mahakam saat berkunjung ke Jakarta Juli 2011. Disamping itu Menteri Perdagangan Luar Negeri Prancis Nicole Bricq kembali meminta perpanjangan kontrak saat kunjungan Jero Wacik di Paris, 23 Juli 2012. Hal yang sama disampaikan oleh CEO Inpex Toshiaki Kitamura saat bertemu Wakil Presiden Boediono dan Presiden SBY pada 14 September 2012.
Padahal sesuai UU Migas No.22/2001, jika kontrak migas berakhir, pengelolaan seharusnya diserahkan kepada BUMN. Apalagi hal ini sesuai amanat konstitusi dan kepentingan strategis nasional. Pertamina pun telah menyatakan keinginan dan kesanggupan mengelola blok Mahakam berkali-kali sejak 2008 hingga sekarang. Namun, Kepala BP Migas R.Priyono (7/2012), Wamen ESDM Profesor Rudi Rubiandini (13/9/2012) dan Menteri ESDM (11/10/2012) tampaknya memilih untuk mendukung Total tetap menjadi operator Blok Mahakam. Hal ini dapat dianggap bentuk penghianatan terhadap amanat Pasal 33 UUD 1945 karena cenderung memperkokoh penjajahan asing terhadap bumi pertiwi Indonesia
Tuntutan
Agar kemandirian dan ketahanan energi nasional dapat dicapai, dan sesuai dengan amanat UUD 1945 yang harus tetap dipertahankan, IRESS bersama-sama Rakyat Indonesia menuntut agar Pemerintah:


    1. Memutuskan status kontrak blok Mahakam melalui penerbitan Peraturan Pemerintah atau Keputusan Menteri secara terbuka paling lambat 31 Desember 2012;
    2. Menunjuk dan mendukung penuh Pertamina sebagai operator blok Mahakam sejak April 2017;
    3. Menolak berbagai upaya dan tekanan pihak asing, termasuk tawaran kerjasama ekonomi, beasiswa dan komitmen investasi migas guna memperoleh perpanjangan kontrak;
    4. Manjamin pemilikan 10% saham blok Mahakam oleh BUMD (Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Kartanegara) yang pelaksanaannya dikordinasikan dan dijamin oleh Pusat bersama Pertamina, tanpa partisipasi atau kerjasama dengan swasta;
    5. Meminta kepada Total dan Inpex untuk memberikan sejumlah saham blok Mahakam kepada Pertamina sejak Januari 2013 hingga 2017, dengan kompensasi (bagi Total dan Inpex) pemilikan saham blok Mahakam dalam jumlah yang sebanding, sejak 2017 hingga 2037;
    6. Membebaskan keputusan kontrak Blok Mahakam dari perburuan rente dan upaya meraih dukungan politik dan logistik, guna memenangkan Pemilu/Pilpres 2014;
    7. Mengikis habis pejabat-pejabat pemerintah yang telah menjadi kaki-tangan asing dengan berbagai cara antara lain yang dengan sengaja atau tidak sengaja atau secara langsung atau tidak langsung telah memanipulasi informasi, melakukan kebohongan publik, melecehkan kemampuan SDM dan perusahaan negara dan merendahkan martabat bangsa;
    8. Mendorong KPK untuk terlibat aktif mengawasi proses penyelesaian status kontrak blok Mahakam secara menyeluruh, termasuk kontrak-kontrak sumber daya alam lainnya.


Setiap upaya yang dilakukan untuk membatasi dan menghilangkan hak Pertamina merupakan penghianatan terhadap konstitusi, melecehkan hak rakyat dan mengabaikan tuntutan reformasi berupa pemerintahan yang bebas KKN. Segenap komponen bangsa dan seluruh rakyat Indonesia diminta untuk mendukung dan bergabung dalam gerakan ini guna tercapainya seluruh tuntutan dalam petisi.
Jakarta 10 Oktober 2012
Indonesian Resources Studies, IRESS bersama:
Chandra Tirta Wijaya (DPR RI), Marwan Batubara (IRESS), Prof. Sri-Edi Swasono (Guru Besar UI),Prof.Dr.Romli Atmasasmita SH LLM (Unpad & IRESS), Kwik Kian Gie (Ex Kepala Bappenas), Dr Kurtubi(CPES), Hatta Taliwang (Ex DPR RI), Suripto SH (Ex DPR RI), Dr. Hendri Saparini (Econit), Prof. Dr Mochtar Pabottingi (LIPI), Prof. Dr Mukhtasor (DEN), Prof. Dr Raldi Artono Koestoer (Guru Besar UI), Dr Pri Agung Rakhmanto (ReforMiner), Agus Pambagio (PPLF), Dr Revrisond Baswir (AEPI), Dr Fadil Hasan(Indef), Dr Adiaksa Dault (Ex Menpora), Dr Erwin Ramedan (IRESS), Effendi Khoiri (DPR RI), Lily Wahid(DPR RI), Dr Fuad Bawazir (Mantan Menkeu,Ex DPR), Teguh Juwarno (DPR RI), Akbar Faizal (DPR RI),Viva Yoga Mauladi (DPR RI), Aida Zulaika Nasution Ismeth (DPD RI), SE,Nurmawati Bantilan (DPD),Chandra Motik (ILUNI UI), Adhie Massardi (GIB), Dr M. Said Didu (Ka Alumni IPB), Hariman Siregar(Indemo), Ir.Faisal Yusra SH MM (KSPMI), Mashadi (Ex DPR RI), Akhmad Khaqim (SP Migas), Dr Syaiful Bahri (Lawyer Muhammadiyah), Prof Dr.M.Asdar (ADEI-Unhas), Prof. Dr.Akhmad Erani Yustika (INDEF-Unibraw), Dr Iman Sugema (InterCafe), Dr. Mardani Ali Sera M.Eng (DPR RI), Siti Maimunah (Jatam),Salamuddin Daeng (IGJ), Dani Setiawan (KAU), Riza Damanik (AEPI), Fabby Tumewa (IESR), Bambang Susilo (DPD RI), Ir MJ Muliahati (SP Pertamina Celebes), Wilman Ramdhani (Eralaw), Effendy Sirajuddin(Aspermigas), Sabrun Jamil (INGTA), Misbakhun (Ex DPR RI), Edy Mulyadi (Rumah Perubahan), Abdullah Shodik (SP Pertamina), Anjar Dimara Sakti (BEM Seluruh Indonesia), Sugeng Wiyono (DPP KAMMI),Fadhly Alimin Hasyim (PN-GMII), Dr Ir Bambang Supono MSc (Energy Nusantara), Akhmad Muzakir (Oli & Gas), Rasidin Ginting (Oil & Gas), Abdul Barri (Oil & Gas), Ibnu Tadji (APRSSI), Ir Idris Hadi Sikumbang(Iluni FTUI), Ir Edward MT (Iluni FTUI), Dr Jose Rizal Jurnalis (MER-C), Ir Harlizon MBA (Karyawan Swasta),Eko Setiadi (SP Oil & Gas), Ir Bakhtiar Firdaus (PPSDMS), Ir. Sabar Sundarelawan (Iluni FTUI), Drs.Lalu Sudarmadi (MPIA), Rusdianto (Segitiga Inst.), Samuel Koto (Ex DPR RI), KH. Muhammad Mamun (Daar El Falaah Mandalawangi), Arif Hidayat (SBSI 1992), DR. Lukman Malanuang (SBSI 1992), Ir. Rudi Andries MBA (SBSI 1992), M.Hasir Sonda (SBSI 1992), Yosafati Waruwu (SBSI 1992), Ariady Achmad (Kosgosro),Uncu Natsir (Kosgoro), Andi Sabaruddin (LSKP), Manimbang Kahariady (Forwarkun), Mokin Santana(Forwarkun), Hariyanto Taslam (ex DPR RI), Max Wilar (Inst. Proklamasi), Iqbal Sanggo (Inst. Proklamasi),Chaerul Jibrel (Inst. Proklamasi), Fauzan Anyasfika (Inst. Proklamasi), Defiyan Cori (Inst. Proklamasi), Arief Rachman (Inst. Proklamasi), Achyar Al Rasyid (BEM STT), DR. Eggi Sudjana .SH.M.Si (Aktifis), Iwan Dwi Laksono (Ketum Jaman), Dr.Ir.H.M.Nizar Dahlan.M.Si. (ex DPR RI), Panhar Makawi (FKPSB), Guntur Siregar (FKPSB), Farid Tolomundu (FKPSB), Asriyanti Purwantini (FKPSB), Dr. Zul (FKPSB), John Irvan(FKPSB), Jaya Purnama (FKPSB), Sumiarto Boncel (FKPSB), B.Wiwoho (FKPSB), Budi Margono (FKPSB),Mamun Murod Al Barbasi (FKPSB), Anwar Esfa (FKPSB), Kusnaeni (FKPSB), Surya Heryanto (FKPSB),Bob Soelaiman Effendi (FKPSB), Cahyo Gani (FKPSB), Saputro (FKPSB), Rakhmad S Topaweli (FKPSB),Achmad Thoriq (FKPSB), Dema Arkandia (FKPSB), Suroto (FKPSB), Udin Jahudin (FKPSB), Agief Alkadri(FKPSB), Jojok S Putra (FKPSB), Firmana Tri Andika (FKPSB), M.Alex Paath (FKPSB), Arnold Y. da Gomez(FKPSB), Hurri Rauf (FKPSB), Hikmat Subiadinata (FKPSB), Nimran Abdurahman, SH,MH (FKPSB), Jun Guntara (FKPSB), Sirra Prayuna (FKPSB), Amru Albar (FKPSB), Denis Firmansyah (Purwokerto), Josint(Karyawan Swasta), Ahmad K (Purwokerto), Janu Wijayanto (FNMP), Agus Purwantoro (Visi Indonesia),Nurdin Ranggabarani, SH. MH (Visi Indonesia), Rusdiansyah SH.MH ( Visi Indonesia), Andi Mapperumah(LSM), Yan Siradjuddin (Aktifis), Salim Musa (LSM), Anhar Nasution (LSM FAKTA, ex-DPR RI), Anne Febriana (PTKP PB HMI), Fuadul Aufa (PTKP PB HMI), Ir. A.H. Hardilani, SS, S.Hum, MT (KOMTI),M.Yowry (Bina Bahari Indonesia), Hilman Salim (Bina Bahari Indonesia), Benny Rhamdani (GP.Ansor-DPRD Sulut), Haerawati Alimuddin (APTEKINDO), Dra Dhanie Saraswati Msc (LMND), Usnidawati (LMND),Agus Priyanto (LMND), Hardi (LSM BKR NTB), Syaiful Islam (LSM BKR NTB), Catur Agus Saptono, SH MH(FPM NTB jakarta), Dedi Kevin (FPM NTB jakarta), Awaludin Deo (FPM NTB jakarta), Tri Wahyudi (NTB),Ir. Khairudin M. Ali, M.AP (NTB), Ir. Ardiyoso (LCKI DKI JAYA 94), Andi Darwis (LCKI DKI JAYA 94),Mujamien S. Ip (LCKI DKI JAYA 94), Ade Adriansyah Utama (LCKI DKI JAYA 94), Sruni Handayani (LCKI DKI JAYA 94), Andris Yunus Assik (NSEAS)), Nadjamuddin Ramly (PPWI), Iwan Piliang (PPWI), Hendrikus A Dimpudus, MA. (Lembaga Kristen Providensia), Amir Husin Daulay (InDEMO), Leo Rompas (KAMMI – LSM Bina Mandiri), Salahudin Yuswa, S.Psi (KAMMI – LSM Bina Mandiri), Raihan Anwar, SE, MSi. (DPR RI), Maiyasyak Johan (DPR RI), Haris Baginda, SE ( Presiden Gerakan Sulawesi Baru), Umar Supu(Aptekindo), DR. Hardjito (Locus Salemba Institute), Ricky Valentino (Locus Salemba Institute), KH. Maman Imanulhaq (ANBTI), ADNAN BALFAS (Aktivis 80), Poetra Adi Soerjo (Yayasan Serat Manado), Reiner Ointoe (Yayasan Serat Manado), Kartika Djoemadi (KADIN), Sarman (MSBI ), Firman (Iluni FTUI), Montery Darwin (Iluni FTUI), Gusneldi Kasim (Iluni FTUI), Prof Atmonobudi Soebagio, PhD (Trisakti), Tahan Lumban Tobing, MSc (Trisakti), Rainer Daulay (Iluni FTUI), Ir.A.Yuliandi Bachtiar, M.Sc. (Perhimpunan 98),Agus Salahuddin (Perhimpunan 98), Ekky Agustyoso (Iluni Jakarta), Kgs Ismail Hamzah bin Mahbor (Iluni FTUI), Winahyusidi (Iluni FTUI), Heryono (Perhimpunan 98), Teten Derichar (iluni FTUI), Lukmanul Hakim(Pekerja Migas), Yuniar Rusli (Pekeja Migas), Narwoko (Pekerja Migas), Ari Wibowo (Pekerja Migas), Adi Wicaksono (Pekerja Migas), Samsoni (Pekerja Migas), Prof Dr Bintang Pamungkas (Iluni FTUI), Fabian Imanasa Azof, ST MSc (Iluni FTUI), HM. Jusuf Rizal (LIRA), Christopel Paino (MFG), Hasby Zamri (CNTV),Dado Gondrong (CNTV), Syuaib R SE (CNTV), A. Wahab Zakaria (DPR RI), Eva K Sundari (DPR RI),Rahman Toha budiarto,ST (KNPI), Akmal B.Y (KNPI), Akbar Zulfakar (DPR RI), Bobby Ciputra(Politicpreneur Indonesia), Dodi AlfaYet. (Seniman), Ir Rahmad Hidayat Msi (Seniman), Erwin Siregar(Seniman), Slamet Rahardjo (Seniman), Michael F. Umbas (DPRD DKI 1999-2004), Drs. Alfons Loemau MMBus, Msi (DPRD DKI 1999-2004), Dr. Bambang Widodo (DPRD DKI 1999-2004), Mardjuan Bakri(Angota DPRD DKI 1999-2004), Arif Budimanta (DPR RI, Dosen Pasca UI), Abijoso Djarot (anggota Komnas HAM), M. Ridha Saleh (anggota Komnas HAM), Faisal Salim (Founding Fathers House), John FE Suoth (Founding Fathers House), Maarten Wilson (Founding Fathers House), M.Rasyid Ridho (DPR RI),Budiman Sudjatmiko (DPR RI), Waskita (BEM FT KM Undip), Rohim Ghazali (BEM FT KM Undip), M Fatih Askarillah (ketua BEM FT KM Undip), R. Thohir Ashari (Ketua Infokom, PP GPI), Zieko Saadillah Odang(LSM Snak Markus), Agung Giantoro (LSM Snak Markus), Johan Bahdi (LSM Snak Markus), Tito Kurniaawan (LSM Snak Markus), Iin Sholihin (LSM Snak Markus), Nurcholis Ibat (LSM Snak Markus), Edy Budiyarso (LSM Snak Markus), I Gede Sandra (LSM Snak Markus), Firman Tenry (LSM Snak Markus),Nia Sjarifudin (LSM Snak Markus), Yurisman Star SE,MSi (LSM Snak Markus), Dinata Putrawan, ST (Iluni FTUI), Ari Radikal (Iluni FTUI), Indra Gunawan (Iluni FTUI), M.Burhan AB (Iluni FTUI), Agus Priyanto(Sekjend EN LMND), Bung Kasino (Iluni FTUI), Ada Suci Makbullah (Iluni FTUI), Dedih Satria Priatna (Iluni FTUI), Fahmi Maulana Kamil (Mahasiswa ITB), Danu Yudis Tiro (Iluni FTUI), Sirmadji (PDI Perjuangan (saat ini menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim; Wakil Ketua DPRD Prop Jatim)), risni (pns), sri handayani (Stiami), Berry Nahdian Forqan (Partai Hijau Indonesia), budi r minulyo (journalist), Ahmad Nawawi, S.Si, MT (DPP GEMA Mathla’ul Anwar), Holid Azhari (itb), ali (DPP KNPI), Kuncoro Sejati, ST, MBA(Insignia Indonesia / ITB), Agus Rendi Wijaya (IRESS), jane tungkagi (wartawan), Ramddan (mahasiswa),Joko Agus Susilo (Karyawan), R, Hadi Karya (Ketua FSP), Febri Rusnal (FSPPB), Fakhrul Islam (SP Celebes /FSPPB), Abdul Halim (FSPPB), Nasruddin (DPD Kaltim), Erwin Sudarman (TA MPR RI), Noviandri(Sekjen FASPPB Pertamina), Pieffe J, Wauran (FSPPB), Peri Ananda (Ketua Umum SP Persada Jateng-DIY), Achiyanur. F (Gerakan Pemuda Nusantara), Alfian Usman (FSPPB), Johan Budi (PMII), Rialdo Rezeky (Tambang News), Mashadi (VOA-Islam), Yusnarso (SA DPD DKI Jakarta), Irfan (BEM Unsoed),Ahmad Ridwan. D (KADIN), Saparuddin (Majalah Parlemen), Agus Muldya (Iluni FTUI), Fadhly (PN GMII),Bambang Supono (energy Nusantara), Surachmansyah (SPP UPMS III), Adriwal (FSPPB), Didiek Imawan(FSPPB), ABsuki (SI), Bona Maruli Tua (BMT), Kusairi (Indocita Foundation), Budi R.M (Indo Petro), Ricky Tamba (Jaringan ’98 Lampung/ Petani), Newton (Jaringan ’98 Lampung/ Jurnalis), Zulham A Nasutin (SP Persada Semarang), Meizar Kurnia (Ekspolarasi dan Produksi), Herry Hernawan (Akuntan), Herry Hernawan (Akuntan), Hery Setiawan (Indonesia NOC), rani oktaviani (pekanbaru), Agus Muldya (Iluni FTUI), Prof. Dr Iberamyah (Desen FISIP UI), Achmad Djauhari (Akuntan), Soegeng Sarjadi (Soegeng Sarjadi Syndicate), Achmad Djauhari (Akuntan), Ir Idris Lutfi MSc (DPR RI), Ricky Tamba (Jaringan 98),Febri Rusnal (Akuntan), Febri Rusnal (Akuntan), Hanny JS (GMNI), Fahmi Irfan (Alumni FTUI), Suparno Satira (Alumni FTUI), Mochamad Fauzan (PT Pertamina), Mochamad Fauzan (Akuntan), M.Rreddy H (PT Pertamina (persero)), Niko Simamora (Rakyat Jelata), Sonny Afiandy Atmanagara (PT Pertamina (Persero)), Sonny Afiandy Atmanagara (PT Pertamina (Persero)), Sonny Afiandy Atmanagara (PT Pertamina (Persero)), Sonny Afiandy Atmanagara (PT Pertamina (Persero)), herlambang (kammi),Ir.Wahyudi (Karyawan), Ir.Wahyudi (Karyawan), Aditya Firmansyah (Instrument Engineer), Muhammad Ridho Dewanto (Institut Teknologi Bandung / mahasiswa), Eri Sarmantua Sitinjak (ITB/GEOLOGIST),Gandhi Octaro Vyatranto (ILUNI FTUI), Arsyah,HS.SS (dosen free lance), Montery Darwin, Ir. (Alumni FTUI), Fatimah Az Zahra (Mahasiswa Institut Teknologi Bandung), Farid Rawung (PT Pertamina/Engineer),Noviani (UMN/Keuangan), Abdul Jabbar (UI), Kiki Angliadi (SLTA), Alexander Alamsyah (pegawai swasta),Faisal R (IA ITB), dicky firmansyah (karyawan pertamina), Rachmat Farid Mutiardi (BEM FT KM UNDIP/Geologist), Benny Martadinata (Oil & Gas), agung y ardi (pekerja pertamina), Hery Murahmanta(Pegawai BUMN), Hery Murahmanta (Pegawai BUMN), Hery Murahmanta (Pegawai BUMN), Hery Murahmanta (Pegawai BUMN), Ramadhani Pratama Guna (Magister Studi Pembangunan ITB), Aldi Nursepta (ITB), novrian jaya (ITB/Mahasiswa), Ahmad Fathy (Mahasiswa S1 ITB), muhammad iqbal(konsultan), Dian Sapta Priambogo (Politeknik Negeri Jakarta / Mahasiswa), Rendi Oktavian (Alumni ITB),Shabrina Farha Nisa (mahasiswi ITB), Sistha Pribadi (ITB/ Mahasiswa), Rachmat Sannia Putra(Elektroteknik ITB), Fakhry Auzan (Institut Teknologi Bandung), Muwahid (ITB), Angga Kusnan Qodafi(ITB), Muhammad SYa’ban Harahap (STMIK Amikom), hapiz fahrezi (mahasiswa), Levina Lailani Suprapto(Institut Teknologi Bandung/Teknik Lingkungan), Hasnah Sakinah (Mahasiswa S1 ITB), sigit panilih(Karyawan Pertamina), Albertus Arya Wirawan (Universitas Parahyangan/Studi Pembangunan), Megariza(alumni ITB), Mohammad Zulkifli Falaqi (Alumni ITB), rizqurrahman (itb), Faldo Maldini (BEM UI/Mahasiswa), ahmad fathoni (LSM Gampil), Nanda Harianto (Mahasiswa), Trisna Mulyati (ITB), Yudhi Irawan (Pekerja PT Pertamina (Persero)), Rio Aurachman (Mahasiswa ITB), Suhendri (ITB), Adam Hastara Aji (ITB), Dite Prayogo (swasta), Isan Najmi (Alumni ITB), Mukti Widodo (ITB), millaty mustaqima (ITB),Respati Oktaviani (Mahasiswa), Agus Sari Ramdani (Pekerja), Syukur Putranto N (Pekerja BUMN), Eko Setiadi (Profesional Migas), Septy Karismaningrum (Perbankan), Hardiyan Herlambang (Mahasiswa STEM Akamigas), Aprima Dheo Denisiano (Mahasiswa), FERRY PALALLO (ANGGOTA SP. PERTAMINA), Dody Setiawan (Pegawai BUMN), Aliman (Coating / Insulation Inspector.), joko purnomo (Teknik), Mahriza Nugroho Irvianto (BUMN), dixie (Karyawan BUMN), muhalem akbar (masyrakat), Dhia Aradea (Pegawai Negeri), Santi Kusumaharti, SH, M.Si. (Alumni Kepemimpinan UI), scenda (oil & gas), Eka Permana(BUMN), Virgo Budiono (Pertamina), Wulan Setiaputri (BUMN), Ihsan maulana (ITB / Researcher), Ardhila Chadarisman (Engineer), fajri pradana (Universitas Indonesia), sunardi partoadmojo (karyawan), Adi Hersuni (Profesional), Slamet Mulyono (Alumni ITS (Pengusaha)), okta via (Pegawai), Nahdliyah,SH(Alumni FH Universitas Mataram), Arwani (Karyawan BUMN), Hendra Yu Tonsa (Institut Teknologi Bandung), budi setyadi (karyawan), Juwarin (Pekerja Pertamina), Arbua Barastigio Mindia (Pegawai BUMN), Sapto (Pegawai BUMN), SITI MARIANI (SWASTA), Irfan (Pegawai BUMN), alwiberg (pekerja bumn), Muchammad Riyadi (Pekerja Pertamina), Acik Munasik (InDEMO), Pramono Prajitno (Pensiunan Pertamina), zakaria (BUMN), Nana Lolita (Karyawati), Salim (ITB), Ade Sri Rahayu (Alumni FTUI), Ir.Nur Setyobudi MBA (KRAKATAU STEEL), nadia gina mila (pelajar), Singgih (Forum Masyarakat Peduli), IRINE YULIANA (Pertamina), Alfadho Khasroh (IT Analyst PT Medco Energi E&P Indonesia), Amir Hamzah(Swasta / IT), Nur Hermawan (PT Pertamina (Persero)), Ahmad Jaelani (Pertamina), Wisnu P. Aji (ex Ketua SASMI Purwokerto), Arifin (BUMN), Nina (Mahasiswi), harris yunanto (PT. Pertamina), ARDIAN WINATA(Karyawan Swasta), Andre Wiyogo Surya (Vico Indonesia), Agustina (Pengusaha), arie handika (bumn),Firdaus Ilyas (ICW), Ir Sunarnyoto Soenarwi (Murphy Sarawak-Sabah Oil Co.,Ltd / Petrophysicist), kusno wisnu w (Karyawan Swasta), sandy P mahura (DPP KNPI), Agus Nizami (Blogger), Agung Giarto S(Karyawan Swasta), Efri Gunawan (Karyawan swasta), renny hadeli (pt.pertamina (persero)), renny hadeli(pt.pertamina (persero)), renny hadeli (pt.pertamina (persero)), renny hadeli (pt.pertamina (persero)),Tommy (Independent geologist), Handoko Satria Putra (Rakyat jelata), erik yosafat (Pekerja media),steven kalengkongan (PT. PERTAMINA ( Persero ) Dit. M&T T.BBM Masohi), Asep Kurniawan(Pertamina), Bayu Prasetyo (PERTAMINA), nurhidayanto (Pertamina), Gada Mughitsa (KAMMI TangSel/ Sarjana), ROY STEFANUS FANGGIDAE (PT. Pertamina (Persero)), Achmad Bintoro (media), Yuzran Bustamar (Pertamina), Yuzran Bustamar (Pertamina), Agus Rudiantoro (Pertamina), Ibnu Milan Prajoga(Alumni FTUI), Agus Rudiantoro (Indonesia), Muhammad Nurholis (project Manager di INDO KINAN),AGUNG PRABOWO (PT PERTAMINA), Muhammad Thoha (Batan), Tammasyir (Pertamina/S1), Herdi F Purnama (Pertamina), Rendra Jayantara Putra (Pertamina), Edy Sri Purwanto (Karyawan Swasta), Iya Rusdiana (Pertamina), Iya Rusdiana (Pertamina), Iya Rusdiana (Pertamina), Iya Rusdiana (Pertamina), Iya Rusdiana (Pertamina), Budi Hariantho (PT Pertamina (Persero)), Iya Rusdiana (Pertamina), Iya Rusdiana(Pertamina), Mohammad Ali Akbar Felayati (Karyawan), Helmi Arifin (S1 TF ITS / S2 MMT ITS), Syariffah Qisthina (Pertamina / FE Unpad), Helmi (Alumni ITS), reka punnata (activis Hmi), perdi yansah (karyawan Swasta / Geologist), Firman Dwi Prasetya (ITS Teknik Kimia), herdiben aden ramadhani (pdsi), Andi Sophan Cipta Panguale (PT. PERTAMINA (Persero) TBBM Banggai / PQC. MARINE), Ahmad Rismawan Firdaus (Pegawai BUMN), Suhita Kusuma Rini (Pertamina), Ubai (Pertamina), Ridin adhio (PT. PERTAMINA TBBM Banggai), Simon Siregar (Process engineering), Yusivadheti Norman (PT. Pertamina (Persero)), INDRA CAHYADI KURNIAWAN (BUMN), A. K. Hadis (Alumnus FTUI), Singgih (Forum Masyarakat Peduli), Haris Anza (Karyawan), RIAN BUDI PRAMANA (PEGAWAI BUMN), Rabbani Satriawan(PT Pertamina (Persero)), rmdika (PT Pertamina), Widhi Tri Adhi Hidayat (Pertamina), cut liska sari octavia(Pertamina), Pramanto Hanggoro Hadi Prakoso (PT Pertamina (persero)), Radian Adi Nugraha (Karyawan Swasta), Mario Savoia (Oil & Gas), Joko Triyono (BUMN), Pramanto Hanggoro Hadi Prakoso (PT Pertamina (persero)), DOMINGGUS TAIHUTTU (PT. PERTAMINA (PERSERO)), TAUFIQ (MIGAS), Johan Khaeri (Pertamina RU II), Fernando Simanjuntak (Karyawan Swasta), Syaiful Arief Budiman Alchazin (ILUNI FTUI), Rully Marzuli (Pertamina), aan (PT. Rekayasa Industri/Engineering), Ridwan Manurung (Instrument Engineer), Muhammad Ivan Kardina (QA/QC Inspector), Syahid Deradjat (PT. Pertamina (Persero)),dirgantara putra (Wood Group Brunei), Marhendro Prasetyo (PT Pertamina), Riki Sapari (Karyawan Swasta), nimas hapsari (ptmn), rahmatullah amin (bumn), Dodyk (Swasta), Dodyk (Swasta), Erik Ridzal(CEO Jatis Mobile), sarwanto (Karyawan Pertamina), Agus Suprianto (Pertamina), Sirra Prayuna (DPP Pemuda Demokrat 1947), dr. Herdono Poernomo, SpAn KAKV (Pusat Jantung Nasional Harapan Kita),Bayu Obros (PERTAMINA), Ismael Halim (Pertamina), AM Fatwa (DPD RI), Abu Sumaiti (DPD RI), Bagus(Engineer), Rakhmad Nugroho (University of Queensland), Ade Rachmad (UI), Ade Rachmad (UI),Manggala Wirasena (Pelajar), Adhyastha Prasraya (Pelajar), Fitria Y. Perdini (ILUNI FEUI), Richard(Pegawai), Melissa (UI), iwan purwantono (jurnalis), Risan datasaputra (Pertamina), Abdul hamid (BUMN),Freddy Ibeen Roy Silalahi (PT. Pertamina (Persero)), Tito Anugrah Perdana (IT Telkom), Ir. R. Hadi Karya TH, M. Eng. (Federasi Serikat Pkerja BUMN Strategis), Wira Pratama (Migas), muhammad royamin(Pertamina), Siti nurjanah Djaelani (PT. Pertamina (Persero)), Juniores (Drilling Service), Laksito Hedi(ITB), ridwan dharmawan (Institut Teknologi Bandung/Mahasiswa), Iffah (Pertamina), Siti nurjanah Djaelani(PT.Pertamina (Persero)), Hanif Azhar (ITS), Yanuar Wijayanto (Mahasiswa S2 Studi Pembangunan ITB),Mohammad Mandela (Fisika ITB), Muhammad Rizqi Wicaksono (Institut Teknologi Bandung), Wahyu Dwi Utami (Universitas Brawijaya Ilmu Pemerintahan 2010/Partnership for Governance Reform), Aditya Laksmi(Alumnus FTUI), Yudi Prasetiyo (Pekerja PT.Pertamina(Persero)), Dhimas Vega Setiawan (Mahasiswa Ilmu Komunikasi), Bambang Eko Surya (Mahasiswa – Politeknik Negeri Bandung), m.fahrul raji (universitas lambung mangkurat), parlindungan (geologist), Ivan Fauzan (Alumni Institut Teknologi Bandung), Hartyas Raditya (Mahasiswa), Yola Nufika (Mahasiswa Universitas Andalas), Yola Nufika (Mahasiswa Universitas Andalas), Warsono El Kiyat (Universitas Jenderal Soedirman), hera merdeka (sps studi pembangunan itb),Suriadi (Buruh), Muzakkir Budiman (oil & Gas), muchamad kholid mawardi (Universitas brawijaya), Dwi Yoyont (wiraswasta), Arie Gumilar (SPP.PWK – FSPPB), moh. anis subaidi (mahasiswa), Dimas Ibnu Ramadhan (Alumni ITB), Sangga Marsada Jaya (ADCO-Teknik Geologi UNPAD), Aski (Pertamina), Duljani(PKSPD), Ochy Suryatama (Alumni Teknik Material ITB), hadi subroto (wiraswasta), Widodo Budi Santoso(Pertamina), Drajat Prabowo (PT.Pertamina (persero)), Muhammad Asrul Nasution (Wirausahawan),purwanto (karyawan), Muhammad Asrul Nasution (Alumni Politeknik Pos Indonesia (Poltekpos) Bandung / Wirausahawan), Indro (Alumni FTUI), Subhi Tabriji (Gasco), Juang Akbar Magenda (Politeknik Negeri Bandung), Syafa’at Nur, S.IP, M.AP (Pemerhati Pemerintahan, Layanan Publik dan Penggemar Kopi),Yondha Arferiandi (ITB), Basuki Santoso (Pegawai), MOH ALI HAKKA (PT. PERTAMINA), Jan Ichrem Pasambo (PT Pertamina (Persero)), deni sabriyati (universitas negeri padang), Kaliman (TBBM Luwuk),febriandi (BUMN), Pandi Pakolo (Pertamina), Aryo Prasetyo B (PT Pertamina), Tutus Fidiatmoko (CNOOC SES Ltd. / Operation Geologist), Ratna Kusnitasari (Karyawan BUMN), Anna Yefriana Mangago (PT. PERTAMINA (PERSERO)), asnawati (Alumni Unmul), Eja Pratomo (Oil and Gas), Ramos Himawan (PT PERTAMINA (Persero)), Herwinto Kusumanegara (Pekerja BUMN), perdana juniarsyah (Pertamina), dedy sutawan (Serikat Pekerja Pertamina), wipri (Mahasiswa), Anang (pertamina), Meril Asmadi Muluk (PT. Pertamina (Persero)), M Masrifudin (Rakyat Kecil), Aji Prabowo (Pertamina), Shinta (Depkeu), Karissa Mayangsunda (ITB), Fahrina Ulfah Eka Putri (engineering), Muhammad anis (migas), M. Ikhlas Khasana (PT Pertamina (Persero)), Putrie Ayu I. S (PT. Pertamina (Persero)), adi (pertamina), Made Adi Putra (Pekerja Pertamina), Putri Rizqiandini (PT Pertamina Persero), Yardinal (Pekerja Pertamina), Muh Irfan (karyawan),yoga (pertamina), Asriandy (Karyawan BUMN), ELZA ZAMZUARDI (PT PERTAMINA), Suci (Swasta), Adwin(Pertamina S&D Region 2), Whisnu Adi Prana (Pertamina TBBM Sanggaran), Nur Atma Widya Pertiwi (PT Pertamina (Persero)), Aldilla Noor Rakhiemah (Pegawai BUMN), mohamad junaidi (pekerja BUMN),Mohamad Khoirul Anam (Mahasiswa), Andrianti Pramudia Dewi (Pegawai BUMN), Riani Budi Astuti(Pegawai BUMN), Ajik Putra K (PT Pertamina (Persero)), Anggoro Wibowo (Pekerja Pertamina), Ibnu Junifan (Pertamina RU III), Budhi (BUMN), Yopi M (Pegawai BUMN), aminah (karyawan pertamina/fsppb),adwin Dzulfiqar (KASKUSER), Amanan (Oils Gas Company), sugeng setianto (BUMN), Bunyamin(Pertamina TBBM Panjang), Mohamad untung s (wiraswasta), supriyono an (PT.PERTAMINA (PERSERO)), Rudijono (Pekerja Pertamina RU IV Cilacap), muhammad lutfi (swasta), fernando faisal(Pertamina TBBM Panjang), Dwi (Pertamina), Meidiana Mulya Ningsih (Karyawati Mining Company), herry(Pegawai), Akh. Halidi (PT.Pertamina (Persero)), Dimas Kurniawan Aditya (AREMANIA), frida (guru),Anugerah Putri N. (Pegawai BUMN), HIROHIM (Karyawan BUMN), Sadli (PT. Pertamina (Persero)), Agung Nugraha (Rakyat Indonesia), Moch M Kadafi (Karyawan Swasta), Giri Prasojo (Buruh), Nanung Karnasi Wibowo (Karyawan BUMN), Wirjawan (ITB), Dandi Novario (AREMANIA), panji adhie musthofa (konsultan World Bank), Dandi Novario (AREMANIA), iwan adi saputra (karyawan BUMN), Tonny Hartono Anwar (PT PERTAMINA RU IV Cilacap), ekowati dyah lestari (Pertamina/ Finance), Erika Astrid Rosyanti (PT Pertamina (Persero)), Miftakhul Riza Risqi Fauzi (Teknik Perkapalan ITS), Haries Kurniawan (PT Pertamina (Persero)), Dian Agus Verianto (Pertamina Geothermal Energy), Widia Hatta (BUMN), Anita ROhmawati(PT. Pertamina (Persero)), dewi raihanasyah (Guru/alumni ITB), Purwanto (PT. Pertamina), Hanafi M(Pertamina), Hariyansyah (Pertamina Manggis), ilham suryade putra (PT. Pertamina (Persero)), Rizki Harnantya (PT Pertamina (Perser0)), Abid Nanta Legowo (Rakyat jelata), Yerrie Feizal (Pertamina),RAKHMAT HADI SANTOSO (PERTAMINA SURABAYA), Alya Aqila Ayudia (Mahasiswi), Like Stevany Nurfalah (Wiraswastawati), Adri Aditya (Pertamina), Anindya Sutarto (Mahasiswi), Ahmad Nursodik (Beli Indonesia / www.beliindonesia.com), adwiaputra arma (Pertamina), Kasiadi (Pertamina), Mochamad Suherman (PT Pertamina (Persero)), Agi Ginanjar (Pertamina), Teguh Wibowo (PT. Pertamina (Persero)),aswandi as’an (Beli Indonesia/ www.beliindonesia.com), hengky (S1), febri prasetiyanto (Rakyat Indonesia), Rustam Aji (Karyawan Swasta), Muhammad Ihsan (Pekerja Pertamina), Igisty D. Muliin (Pekerja BUMN), Hidayat (Internal Audit Pertamina), Arfa Rijal (Beli Indonesia), I Gde Agus Sentanu P (Karyawan BUMN), Mohamad Hafiz Alkaff (PEP/Alumni ITB), Hendra Prabowo (Pertamina), tutik azhariyah (S1), Taruli Sagala (Pertamina), Agung Pandi Nugroho (Mahasiswa Magister Geodesi ITB), Priscilla Navratilova (-),Sjahesti Anastasia (PT Pertamina (Persero)), sahkundiyar (PT Pertamina), Hendry (PT. Pertamina EP Sangatta Field), Ramlan (Pemuda Kaltara), Ima Arifalma (Personal), Agus Zainulloh (Pertamina), Sepriadi Lebang (Karyawan Swasta), Endang Seminar W (Pertamina), Agus Suryantoro (Alumni TS-UGM), Dadi Ahmad Mawardi (Process Engineer), Aan Maiza (eks.PNS), hermansyah (Teknisi Komputer), Aditya Pradana (Pertamina EP Sangatta Field), Aan Maiza (eks.PNS), Andika Perdana (Karyawam BUMN),AGUNG NUGROHO (Pertamina-EP), Agus Riyanto (Swasta), Haryo Bawono (Praktisi Energy), rio gunawan(mahasiswa), Risang Dipta Permana (Perminyakan), Indah Kuntum Khairina (Pertamina), Sweet Luvianto(www.beliindonesia.com), Stefani Anggrina (Pertamina Jambi Merang), Fhadly Kusdiawan (PT. Pertamina (Persero)), Farid Usman (Pertamina), DATA PREHARSA (Pertamina EP), Gilar Budi Raharja (UNIMIG Indonesia – Korea (Serikat Pekerja Migran Indonesia di Korea)), edi rianto (tani), Amran Aminuddin(Pekerja Migad), bayu ersant (beliindonesia), siswaanto (Pekerja Perminyakan), Febri Razaqur Rahim(Alumni UI), Citra Paramita (Pertamina), ardiansah (PT.Pertamina), ESTU (karyawati), Arif Sulistiyono(Patra Niaga), Andi Maipa (Beli Indonesia), Rahmatika Bertha Rinda (Karyawan Swasta), Anita Oktarina(Mahasiswa), suyatno supardi (PT Pertamina Gas), Rony (IT support), Wawan S Juliana (Alumni ITB),N.Mahmud Subarkah (Mahasiswa dan Pengusaha), Stevan Eko Putra Parulian (Pertamina), Asri Jayawardhani (KOPJA PATRA 4), Imran Okilman (Pertamina), Safitri (PT Pertamina Persero | Mahasiswa S2 HI UI), david (Dewan Adat Dayak), imelda (Pegawai), Bintang Pradanta (Simpatisan), Herdyanto Soeryowardhana (Telkomsel), Dian Putra satria (BUMN), Muhammad Nur Kholis Nasution (Akademi Telkom Purwokerto), RAMADHAN (BANGUNAN), Prima Ariestama (Pertamina), Yulian Ari Pyandani (PT Pertamina (Persero)), kereng pahi (Gerakan pemuda asli kalimantan – GEPAK), Imam Setiyawan (IPK),Primasatria Zhes Putra, S.T (PT. Pertamina (Persero)), aris sinta (Pekerja Migas), yuslich (programmer),malikha widyasari (BUMN), Abdul Qohar (swasta), Taufan Dwi Prayogo (Anabatic Technologies), yulia pratiwi dwi lestari (Mahasiswa UNDIP), widyawati wulan p (telkom university), Mulyadi Marisa (Pegawai BUMN), alfianto hercahya (pertamina), Walid Akbar (PT Pertamina (Persero)), Taufiq Abdurrohman Al-Fath (Akademisi), eko suhartanto (PEKERJA PERTAMINA), Surya D (Bajak Laut), Zulkarnain Rosadi(Pertamina), shubkhi basyar (universitas surabaya / mahasiswa), Ida Lumintu (University of Texas at Arlington (mahasiswa)), Retno (Karyawati), Andha (Beli Indonesia), Faisal Zulkarnain (Pegawai), Yudha Rastanura (Accounting), FITRIA RIZKI (PEGAWAI SWASTA), Gus Anita (Pertamina), ewid (pegawai bumn),Ninik R (Pertamina), Parinduri (Karyawan), Dani (Pegawai), toni (rakyat indonesia), Idah Faridah(Pertamina), Fauzan (Personal), Nuim Hidayat (IPB), Ilman Gama (Hanura), Dwi P (wiraswasta), Aji Teguh Prihatno (Alumnik Teknik UI), enif (pegawai swasta), Nani Kartika (PT Infomedia Nusantara).




http://islampos.com/petisi-blok-mahakam-untuk-rakyat-bukan-asing-21448/

cornello
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 227
Kepercayaan : Islam
Location : Manado
Join date : 18.05.12
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by cornello on Mon Jun 17, 2013 12:08 pm

http://id.berita.yahoo.com/fitra-ironis-blsm-rp-9-3-triliun-bayar-091603696.html

MERDEKA.COM. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai pemerintah lebih menjaga citra di mata dunia Internasional dibanding memperhatikan nasib warganya. Hal ini diungkapkan setelah melihat data penyaluran dana kompensasi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp 9,3 triliun.

Menurut Direktur Investigasi dan Advokasi Fitra Uchok Sky Khadafi, dana BLSM jauh di bawah dana yang dibayarkan Indonesia pada lembaga moneter internasional (IMF) sebagai penyertaan modal sekitar Rp 38,1 triliun. Dana sebesar itu digunakan pemerintah untuk kenaikan kuota suara keanggotaan Indonesia di lembaga tersebut.

"Pemerintah lebih peduli dan memberikan 'karpet merah' kepada IMF daripada orang-orang miskin," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com di Jakarta, Minggu (16/6).

Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan kepada Gubernur BI Nomor S-303/MK.01/2012 tertanggal 12 april 2013, akan tetap membayar kenaikan kuota ke 14 ini. Saat Ini, pemerintah c.q. Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) sedang melakukan revisi PP No.1 tahun 1967, guna menjadi dasar hukum bagi bank sentral untuk melakukan pembayaran atas kenaikan kuota tersebut.

Pelaksanaan Revisi PP No.1 Tahun 1967 telah mendapat persetujuan presiden, sesuai dengan surat menteri sekretaris negara Nomor B-958/M.Sesneg/D-4/PU.02/07/2012 tanggal 23 Juli 2012.

"Pembayaran kouta ke 14 sebesar Rp 38,1 triliun akan dilakukan oleh BI dengan menggunakan cadangan devisa dan tidak akan membebani APBN," tuturnya.

Pembayaran kepada IMF ini menurutnya adalah anggaran siluman karena belum mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Jika hal ini tetap dilaksanakan, berarti pemerintah dinilai sengaja menginjak-injak hak budget DPR tanpa mau meminta persetujuan anggota dewan atas pembayaran kenaikan kuota ke 14 ini.

"Pemerintah juga telah membajak cadangan devisa negara untuk kepentingan IMF," ucapnya.

Berdasarkan data Koalisi Anti Utang (KAU), dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), menyebutkan penyertaan modal pemerintah tidak hanya kepada IMF tapi juga kepada lembaga keuangan internasional yang lain, misalnya ADB, Bank Dunia. Penyertaan Modal Pemerintah Indonesia dalam rangka keanggotaan pada beberapa organisasi atau lembaga keuangan internasional atau regional baik yang telah disetor maupun yang masih dalam bentuk promissory notes.

Jumlah penyertaan modal pemerintah pada tahun 2010 mencapai Rp 34,65 triliun (LKPP 2010), meningkat sebesar Rp 840 miliar dalam satu tahun menjadi Rp 35,49 triliun (LKPP 2011), kemudian meningkat lagi sebesar Rp 1,21 triliun menjadi Rp 36,70 triliun (Juni 2012, LKPP semester I 2012). Dari total Rp 36,70 triliun pada tahun 2012, porsi penyertaan modal pemerintah kepada IMF merupakan yang terbesar sejumlah Rp 25,8 triliun.

Penyertaan modal pemerintah Indonesia kepada IMF sesungguhnya merupakan konsekuensi dari keanggotaan Indonesia di lembaga tersebut.
Sumber: Merdeka.com


piss Pindah aja MOd,kalo salah kamar

cornello
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 227
Kepercayaan : Islam
Location : Manado
Join date : 18.05.12
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by cornello on Thu Jun 20, 2013 12:50 pm

http://islampos.com/blsm-penghormatan-ataukah-penghinaan-terhadap-rakyat-63937/

DENGAN bangga pemerintah mengumumkan akan berikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp 50.000, per KK per bulan kepada keluarga miskin atau rata – rata Rp5.000 per hari per KK.

Biaya makan paling murah seekor anjing peliharaan di Indonesia rata – rata Rp 10.000/ ekor/ hari. Kalau anjing Herder penjaga keamanan maka biaya makannya bisa mencapai Rp40.000/ekor/hari.

Jika kita bandingkan, maka biaya makan termurah satu ekor anjing perhari ternyata setara dengan biaya BLSM dua keluarga pe rhari. Dengan hitungan rata – rata setiap KK terdiri dari 4 jiwa maka biaya makan termurah seekor anjing ternyata setara dengan biaya BLSM delapan (8) orang Indonesia. Tapi jika dibandingkan dengan anjing Herder maka biaya makan anjing Herder setara dengan biaya BLSM bagi 32 orang di Indonesia.

Entah bagaimana cara pandang pemerintah terhadap rakyatnya sehingga biaya makan seekor anjing setara dengan dana BLSM bagi 8 hingga 32 orang.

Apakah mungkin anjing lebih berharga dari manusia, atau mungkin pemerintah berharap agar negara ini diwarisi oleh anak cucu para anjing sehingga makan para anjing itu jauh lebih bergizi jika dibandingkan makan yang didapat anak – anak para petani dan buruh miskin dari alokasi dana BLSM?

Perlawanan Kamareodin yang bergelar Sutan Ratu Agung Sempurnadjadja mantan Djaksa Landraad di Kalianda pada tahun 1927 zaman Hindia Belanda bermula dari kemarahannya melihat kenyataan bahwa penghasilan rakyat Indonesia hanya sebenggol sehari sementara makan anjing peliharaan Belanda 3 talen sehari!

Apakah fakta BLSM dan biaya makan anjing serta perbandingan sejarah masa Hindia Belanda dengan kenyataan hari ini menjadi sebuah pertanda zaman atas maraknya ketidakadilan yang akan melahirkan perlawanan rakyat sama seperti perlawanan rakyat terhadap kumpeni? Apakah BLSM itu sebuah penghormatan atau penghinaan terhadap Rakyat? []

cornello
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 227
Kepercayaan : Islam
Location : Manado
Join date : 18.05.12
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by cornello on Thu Jun 20, 2013 12:52 pm

Mengajari rakyat untuk menjadi pengemis merupakan misi yang tidak disadari oleh penguasa.Berniat sedekah so berilah kampak dan jaring ikan,jangan kasi makan.Ntar malas bekerja bacot

cornello
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 227
Kepercayaan : Islam
Location : Manado
Join date : 18.05.12
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

Kenaikan Harga BBM Kebijakan Rezim Neoliberal Antek Asing

Post by cornello on Thu Jun 20, 2013 12:54 pm

http://islampos.com/kenaikan-harga-bbm-kebijakan-rezim-neoliberal-antek-asing-63089/

MENURUT hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN), sebanyak 86,1% responden menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM, 12,4% setuju dan 1,5% responden menyatakan tidak tahu. Tapi Pemerintah melalui Menko Ekuin, menyatakan kenaikan harga BBM bersubsidi akan dilakukan paling lambat 17 Juni 2013. Kenaikan itu sesuai dengan selesainya rapat paripurna soal Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP 2013).

Keputusan terkait kenaikan BBM ini seakan mengulang sandiwara politik sidang paripurna DPR tentang kenaikan BBM pada tahun 2012 lalu, hanya judulnya yang berbeda. Kalau tahun 2012 judulnya: BBM naik atau Tidak, sandiwara politik kali ini judulnya: Kompensasi kenaikan BBM untuk rakyat miskin disetujui atau tidak .

Subsidi Bebani APBN ?

Subsidi baik BBM dan lainnya sering dikatakan jadi beban APBN karena menyedot alokasi APBN. Padahal istilah subsidi BBM itu masih dipertanyakan. Benarkah Pemerintah selama ini memberikan subsidi atau sebaliknya justru rakyat yang memberikan subsidi untuk Pemerintah dan kepentingan para kapitalis? Besaran subdidi BBM di APBN 2013 hanya Rp Rp193,8 triliun atau sekitar 12% dari total APBN. Faktanya, yang membebani APBN adalah utang dan pemborosan APBN. Tahun 2013 pembayaran bunga utang sebesar Rp. 113,2 triliun dan pokoknya Rp. 58, 4 triliun dan Surat Utang Negara yang jatuh tempo tahun 2013 sebesar Rp. 71 triliun sehingga totalnya Rp 241 triliun atau 21 % dari belanja APBN, padahal sebagian besar utang itu hanya dinikmati oleh segelintir orang.

Subsidi Tak Adil ?

Kasus pemilik Toyota Alphard yang menggunakan premium mungkin dianggap mengusik rasa keadilan. Namun, perlu diingat mereka juga memiliki kontribusi dalam membayar pajak, di mana dalam sistem ekonomi kapitalis pendapatan negara terbesar adalah pajak. Dalam APBN-P 2012 total penerimaan negara dari pajak sebesar Rp 1.101 T atau sekitar 82% dari total penerimaan APBN. Yang terbesar dari pajak tersebut adalah PPh (pajak penghasilan) non-migas sebesar Rp 445,7 T dan PPN sebesar Rp. 355,2 T.

Iklan pemilik mobil mewah terus disiarkan berulang-ulang untuk menunjukkan bahwa subsidi salah sasaran. Ironisnya Pemerintah tak pernah mengeluhkan subsidi untuk para kapitalis atau perusahaan asing, mulai subsidi pajak atau yang disebut dengan Tax Holiday, Subsidi BLBI yang besarnya Rp 144 triliun, Dana Rekapitulasi Perbankan hampir Rp 500 triliun, penyelamatan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Kasus paling akhir adalah Bantuan Dana dari APBN-P Tahun 2012 sebesar 1,3 T untuk korban Lumpur Lapindo yang seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan tetapi diambil alih/disubsidi oleh Pemerintah. Padahal Pemilik Grup Lapindo adalah salah satu dari 40 orang terkaya di Indonesia. Namun, dia justru diberi bantuan atau subsidi dari APBN untuk kasus Lapindo sejak tahun 2007 sampai saat ini mencapai Rp 7,2 T. Ironisnya, grup perusahaan tersebut sempat menunggak atau menggelapkan pajak.

Itu semua yang menikmati adalah orang kaya, sementara yang membayar adalah rakyat melalui APBN yang bersumber dari pajak, inikah yang disebut adil?

Sementara di sisi lain, banyak potensi penerimaan negara hilang karena kebijakan Pemerintah yang lebih pro asing daripada rakyat sendiri. Misal, menurut anggota BPH Migas, A. Qoyum Tjandranegara, potensi kerugian negara tahun 2006-2009 mencapai 410,4 T karena harga jual gas yang dijual ke Cina sangat murah, yang itu sama artinya mensubsidi rakyat Cina. Belum lagi ditambah kerugian tak langsung akibat PLN tidak bisa mendapat gas karena dijual ke luar negeri. PLN harus memakai BBM yang harganya mahal sehingga PLN harus melakukan pemborosan biaya sekitar Rp 37 triliun dalam jangka waktu 2 tahun.



BLSM dan Utang Negara

Menurut Pemerintah, hasil penghematan subsidi BBM akan dialihkan untuk rakyat miskin salah satunya BLSM. Tapi menurut Ichsanudin Noorsy, itu sebenarnya bohong. Terlebih lagi jumlah penghematan yang diperoleh pemerintah dengan menaikkan BBM sebenarnya tidak banyak, hanya sekitar Rp. 17,5 T (lihat http://www.lensaindonesia.com/2013/05/29/).

Menurut Ichsanudin Noorsy, sebenarnya program BLSM itu dibiayai dari utang. Buktinya, tertera di laman situs Asian Development Bank (ADB) yang menyatakan bahwa BLSM bersumber dari utang ADB dengan nama singkatan proyek DPSP (Development Policy Support Program). Selain itu, juga dibiayai Bank Dunia (World Bank) dengan sumber utang dengan nama proyek DPLP tahap 3. Karena itulah tahun ini utang pemerintah terus membengkak. Menurut data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu, posisi utang Pemerintah pusat (utang LN dan surat berharga) pada April 2013 telah mencapai Rp2.023,72 triliun, naik sekitar Rp433.06 triliun dari posisi akhir 2009 sebesar Rp1.590,66 triliun. Anehnya walaupun Harga BBM akan naik, pemerintah tetap berencana menambah utang baru Rp 390 triliun.

Begitulah, salah satu penyebab APBN Indonesia tidak sehat sebenarnya adalah utang. Hampir 25% per tahun belanja negara untuk bayar bunga utang dan pokoknya. Indonesia sudah masuk debt trap (jeratan utang). Misalnya, dalam APBN-P sudah ditetapkan defisit sekitar Rp 190,1 triliun atau 2,23% dengan rencana akan ditutupi dari utang dalam negeri sebesar Rp 194,5 triliun dan utang luar negeri sebesar minus Rp 4,4 triliun (artinya total utang LN berkurang Rp 4,4 triliun). Ternyata jumlah itu habis dan tidak cukup untuk membayar cicilan utang. Pada tahun 2012 besarnya cicilan utang mencapai Rp 261,1 triliun (cician pokok Rp 139 triliun dan cicilan bunga Rp 122,13 triliun). Jadi seluruh utang yang ditarik di tahun 2012 sebenarnya bukan untuk membiayai pembangunan tetapi untuk membayar cicilan utang. Itu pun belum cukup dan harus mengurangi alokasi APBN yang seharusnya bisa untuk membiayai pembangunan

Kenaikan BBM : Kebijakan Rezim Neoliberal Antek Asing

Rencana kenaikan harga BBM, atau secara lebih luas penghapusan subsidi, tidak lain adalah amanat liberalisasi dalamMemorandum of Economic and Financial Policies (LoI IMF, Januari 2000). Juga perintah Bank Dunia dengan menjadikannya syarat pemberian utang seperti tercantum di dalam dokumen Indonesia Country Assistance Strategy (World Bank, 2001). Itulah sebenarnya alasan mendasar semua program pengurangan subsidi, termasuk pengurangan subsidi energi (BBM dan listrik). Juga tertuang dalam dokumen program USAID, TITLE AND NUMBER: Energy Sector Governance Strengthened, 497-013 yang menyebutkan: “Tujuan strategis ini akan menguatkan pengaturan sektor energi untuk membantu membuat sektor energi lebih efisien dan transparan, dengan jalan meminimalkan peran pemerintah sebagai regulator, mengurangi subsidi, mempromosikan keterlibatan sektor swasta…”

Karena itu, pengurangan subsidi bahkan sampai penghapusan subsidi bagi pemerintah dianggap sebuah amanat bahkan kewajiban yang harus dipenuhi, meski harus memberatkan rakyat. Untuk itu di dalam Blue Print Pengembangan Energi Nasional 2006-2025 Kementerian ESDM dinyatakan: Program utama (1) Rasionalisasi harga BBM (dengan alternatif) melakukan penyesuaian harga BBM dengan harga internasional. Artinya, pencabutan subsidi BBM.

Meski berbagai alasan dikemukakan Pemerintah, namun yang pasti, kenaikan harga BBM yang terus didesakkan sejak lama hingga sekarang ini jelas akan sangat menguntungkan swasta khususnya asing. Sejak awal sudah dikemukakan oleh menteri ESDM kala itu Purnomo Yusgiantoro, bahwa kenaikan harga BBM memang untuk membuka kesempatan bagi pemain asing untuk berpartisipasi dalam bisnis eceran migas (lihat, Kompas,14 Mei 2003). Selama ini beberapa SPBU non Pertamina sepi pembeli dan mereka mengalami kerugian besar, bahkan sebagian sudah tutup. Inilah alasan sebenarnya Pemerintah menaikkan harga BBM yaitu untuk mengikuti keinginan para kapitalis sebagaimana yang terungkap dalam dokumen World Bank: “ Utang-utang untuk reformasi kebijakan memang merekomendasikan sejumlah langkah seperti privatisasi dan pengurangan subsidi yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi belanja publik…Banyak subsidi, khususnya pada BBM, cenderung regresif dan merugikan orang miskin ketika subsidi tersebut jatuh ke tangan orang kaya.

Kenaikan BBM saat ini, sebenarnya hanya membuktikan bahwa Rezim saat ini adalah rezim Neoliberal dan antek asing karena kenaikan Harga BBM adalah amanat asing yang dilegalkan melalui UU Migas yang disahkan oleh DPR, di setujui oleh Mahkamah Konstitusi dan dilaksanakan oleh Pemerintah. Perbedaan pendapat mereka selama ini hanya sandiwara politik untuk menipu dan membohongi rakyat.



Campakkan Rezim dan Sistem Neoliberal, Tegakkan Syariah dan Khilafah.

Wahai kaum muslimin, belum cukupkah kezaliman sistem kapitalis yang diterapkan oleh rezim neoliberal terhadap kita ? Masih perlukah Sistem dan Rezim Neoliberal ini kita biarkan terus menimpa kita? Tentu saja tidak. Karena itu mari satukan upaya baik tenaga, pikiran maupun harta untuk mengakhiri sistem dan rezim neoliberal ini. Sebagai gantinya kita segera terapkan syariah Islam secara total termasuk pengelolaan migas dan SDA lainnya. Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah. Saat itulah SDA dan migas akan jadi berkah yang menyejahterakan seluruh rakyat dan umat manusia. Ingatlah Janji dan peringatan Allah SWT:

﴿ وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴾

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(TQS al-A`raf [7]: 96)



Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.[]

(Al Islam)

cornello
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 227
Kepercayaan : Islam
Location : Manado
Join date : 18.05.12
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by satria bergitar on Thu Jun 20, 2013 3:04 pm

@cornello

tolong dicermati kembali..apa benar 50rb/ bln??

secara prinsip sy juga sebenarnya tidak menyetujui pola kebijakan pemberian bantuan seperti BLSM ini, tpi perlu diperhatikan juga maksud dari bantuan tunai ini juga dilakukan untuk mengurangi kekagetan masyarakat miskin terhadap kenaikan harga kebutuhan yg secara tiba2 terjadi yg diakibatkan dari naiknya harga BBM...mkanya program inipun hanya dilakukan sampai lima bulan saja sampai mereka mampu beradaptasi dengan keadaan

saya setuju bahwa pada prinsipnya kita harus membuang jauh mental konsumtif dan peminta-minta...pemerintah juga seharusnya memberi lapangan pekerjaan seluas-luasnya sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pribadinya dengan mandiri...tapi itukan jangka panjang...sebagai contoh saya analogikan ada seorang miskin datang kepada kita dengan rasa haus dan lapar masa mau kita kasih cangkul??tentunya kita kasih makan dulu kan baru selanjutnya kita rehabilitasi dia dengan rencana kerja jangka panjang...

klo ane sih positif thinking dlu aja kang masbro..piss

avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by musicman on Thu Jun 20, 2013 5:17 pm

@Cornello


DENGAN bangga pemerintah mengumumkan akan berikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp 50.000, per KK per bulan kepada keluarga miskin atau rata – rata Rp5.000 per hari per KK.

Biaya makan paling murah seekor anjing peliharaan di Indonesia rata – rata Rp 10.000/ ekor/ hari. Kalau anjing Herder penjaga keamanan maka biaya makannya bisa mencapai Rp40.000/ekor/hari.

Jika kita bandingkan, maka biaya makan termurah satu ekor anjing perhari ternyata setara dengan biaya BLSM dua keluarga pe rhari. Dengan hitungan rata – rata setiap KK terdiri dari 4 jiwa maka biaya makan termurah seekor anjing ternyata setara dengan biaya BLSM delapan (8) orang Indonesia. Tapi jika dibandingkan dengan anjing Herder maka biaya makan anjing Herder setara dengan biaya BLSM bagi 32 orang di Indonesia.

Entah bagaimana cara pandang pemerintah terhadap rakyatnya sehingga biaya makan seekor anjing setara dengan dana BLSM bagi 8 hingga 32 orang.

Apakah mungkin anjing lebih berharga dari manusia, atau mungkin pemerintah berharap agar negara ini diwarisi oleh anak cucu para anjing sehingga makan para anjing itu jauh lebih bergizi jika dibandingkan makan yang didapat anak – anak para petani dan buruh miskin dari alokasi dana BLSM?

Kata "dengan bangga" saya kira berlebihan, sama sekali saya tidak melihat kesitu.

Menyamakan Hadiah, sedeqah, atau embel2 apapun dengan biaya makan anjing saya kira juga tidak pada tempatnya, karena kalau mau bicara besar kecil pemberian tentu tidak akan pernah ditemukan solusi yg tepat mengenai nominal karena toh dana yg akan diberikan kepada masyarakat juga terbatas. Hanya tinggal mau nominal sedikit tapi merata, atau nominal agak besar tapi tidak merata. Mau yg mana?

Karena tidak pernah ada HUkum atau ajaran manapun yg mengharuskan nominal pemberian baik itu personal maupun institusi manapun yang mengharuskan diatas harga rata2 makanan anjing peliharaan,

Jadi saya rasa mengkondisikan pemberian BLT dengan makanan anjing adalah suatu kritikan yg tidak cerdas.




Perlawanan Kamareodin yang bergelar Sutan Ratu Agung Sempurnadjadja mantan Djaksa Landraad di Kalianda pada tahun 1927 zaman Hindia Belanda bermula dari kemarahannya melihat kenyataan bahwa penghasilan rakyat Indonesia hanya sebenggol sehari sementara makan anjing peliharaan Belanda 3 talen sehari!

KOndisinya tentu berbeda.
Kalau rakyat pada saat itu memiliki penghasilan sebenggol per hari bukan karena pemberian atau sedeqah dan sejenisnya, tapi karena itulah nominal dari hasil jerih payahnya berbanding dengan apa yg bisa kompeni Hasilkan.

Sekali lagi..kalau ditarik kesamaan kondisinya dengan BLT, lah kok sama sekali ngga nyambung benar2 ini...



Mengajari rakyat untuk menjadi pengemis merupakan misi yang tidak disadari oleh penguasa.Berniat sedekah so berilah kampak dan jaring ikan,jangan kasi makan.Ntar malas

Sedeqah dalam jangka pendek, lalu kail dan pancing sebagai jangka panjangnya ..kenapa tidak?

Kan sudah anda jawab sendiri, proyek jangka panjangnya itu seperti apa:

....Meski berbagai alasan dikemukakan Pemerintah, namun yang pasti, kenaikan harga BBM yang terus didesakkan sejak lama hingga sekarang ini jelas akan sangat menguntungkan swasta khususnya asing..

Mau Swasta dan Asing untung sejahtera dengan "konsekuensi" lapangan kerja akan terus bertambah atau,
Swasta dan Asing gulung tikar atau stagnan dengan "konsekuensi" lapangan kerja akan terus merosot?





Campakkan Rezim dan Sistem Neoliberal, Tegakkan Syariah dan Khilafah.

Wahai kaum muslimin, belum cukupkah kezaliman sistem kapitalis yang diterapkan oleh rezim neoliberal terhadap kita ? Masih perlukah Sistem dan Rezim Neoliberal ini kita biarkan terus menimpa kita? Tentu saja tidak. Karena itu mari satukan upaya baik tenaga, pikiran maupun harta untuk mengakhiri sistem dan rezim neoliberal ini. Sebagai gantinya kita segera terapkan syariah Islam secara total termasuk pengelolaan migas dan SDA lainnya. Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah. Saat itulah SDA dan migas akan jadi berkah yang menyejahterakan seluruh rakyat dan umat manusia. Ingatlah Janji dan peringatan Allah SWT:

﴿ وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴾

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(TQS al-A`raf [7]: 96)



Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.[]

(Al Islam)

Terlalu umum (maaf) kalau jawaban anda seperti itu (syariah adalah solusi) tanpa bisa menjelaskan secara step by step dan secara komperhensif untuk menanggulangi keadaan yg sudah terlanjur seperti ini.

beginilah sederhananya..saya tidak mau bergaya dengan bahasan pengamat dulu...

MAs...Orde baru itu secara khusus menonjolkan subsidi BBM, bahkan bukan hanya itu tapi hampir di semua sektor yg memang pada akhirnya cukup ampuh meredam segala gejolak sosial.

Tapi yg terjadi, kondisi seperti itu akhirnya tidak tahan saat dunia dilanda Krisis Keuangan Akut.

Nah, pertanyaan saya:
Solusi apa yg anda bisa beri sebagai pihak yg tidak menginginkan SUbsidi BBM ditarik (ala ORBA) dengan fakta indah bahwa semua harga stagnan tapi Rapuh saat dunia dilanda krisis finansial?

NB: Indonesia saat ini termasuk Macan kuat yg tidak goyah dan kokoh diposisi pertumbuhan ekonomi 6% (kalau tidak salah) saat KEMARIN krisis, padahal negara lain Babak Belur.



Thread saya merger
By:mod
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by abu hanan on Thu Jun 20, 2013 5:54 pm

@cornello wrote:Campakkan Rezim dan Sistem Neoliberal, Tegakkan Syariah dan Khilafah.
iyah mas..mbok yah sesekali dijabarin apa yang akan dilakukan,bukan sekedar slogan..tetapi rencana seperti 100 hari di masa khilafah cornello ketiwi
jangan salah paham,sayah gak menolak khilafah tetapi sayah bosen dengan slogan..tegakkan syariah dan hidupkan khilafah itu uda sayah pahami dan uda sayah rintis dari pribadi sayah dan keluwargah..
juang


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by satria bergitar on Fri Jun 21, 2013 8:07 am

ane selalu kagum sama cara om gondrong mengurai suatu masalah 2 good

pemerintah memang banyak kekurangannya tp bukan berarti kita harus menutup mata dengan segala keberhasilan yg tercapai...

mari kita sama-sama kritisi pemerintah sejauh itu hal yg membangun dan bermanfaat bagi kita bersama...piss
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by The.Barnabas on Fri Jun 21, 2013 9:10 am

BLSM ( Bantuan Langsung Sebelum Meninggal)

Taktik yang digunakan si beye iming-iming in rakyat biar berkesan seperti sinterklas,

menerut pribadi ane,

kebijakan ini di ambil lebih besar kepada sandra politik yang lagi berlangsung antara si beye sama arb,,,

why?

karena hasil subsidi yang nantinya di comot beye dkk, masuk juga dalam pergantian korban lumpur lapindo...

Golkar Pasang Badan Soal BBM Asal Lapindo Beres?

dan kosukuensi arb, penguasa parlement tidak akan mengungkit-ungkit masalah century..

kalo liat sepanduk, pemerintah,,selain untuk BLSm juga akan membangun desa tertinggal, rumah sakit..

coba kita tanya setelah bbm naik,ke beye
1.desa mana yang dibangun? pasti ga ada datanya
2.rumah sakit mana yang dibangun? jawabanya sama

kembali kblsm, proyek besar masuk kantong pribadi,,kalo alasan mau mentepatkan subsidi bbm, kenapa mobil pribadi ga dilarang buat beli premiun?

jadi bukan masalah yang mau diselesaikan si beye dkk, tapi menimbulkan masalah baru biar masalah lama ketiban masalah baru..

avatar
The.Barnabas
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 894
Location : Jakarta
Join date : 27.07.12
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by SEGOROWEDI on Fri Jun 21, 2013 9:17 am



energi fosil memang mahal dan semakin langka
masalahnya bukan di harga bbm-nya, tetapi di kegagalan kita
meingkatkan daya-beli masyarakat, ditambah faktor korupsi yang luar-biasa gila

Syariah dan Khilafah?
ustat-ustat terbaik negeri ini aja ngorup impor daging sapi secara berjamaah

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by The.Barnabas on Fri Jun 21, 2013 9:50 am

^
^

belom terbukti om, kental dengan permainan KPK,,,tapi kalo terbukti ane dukung buat dihukum pancung..

tapi kalo ga terbukti ya harus dihukum pancung si johan budi sama bambang aw ketua kpk mantan pengacara mafia century..

dan masalah energi, padahal Indonesia lebih awal mencetuskan konversi ke bbg ketimbang malaysia,,

tapi sekarang pom bbg malaysia dah ribuan Indonesia cuma puluhan,,hahahaha karna Pemerintah yang dari dulu sampai sekarang berkuasa ga pernah ada niat buat memajukan negri ini cuma ada gimana caranya anak,keluarga,saudara mereka ikut nikmatin uang panas..kekuasaan bapaknya



avatar
The.Barnabas
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 894
Location : Jakarta
Join date : 27.07.12
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by SEGOROWEDI on Fri Jun 21, 2013 9:58 am


ok, kita tunggu..
kalau ustat-ustat terbaikmu itu ternyata terbukti
silakan kamu pancung!

padahal 99.9% penguasanya islam

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by musicman on Fri Jun 21, 2013 1:34 pm


@Barnabas


BLSM ( Bantuan Langsung Sebelum Meninggal)

Taktik yang digunakan si beye iming-iming in rakyat biar berkesan seperti sinterklas,
menerut pribadi ane,

kebijakan ini di ambil lebih besar kepada sandra politik yang lagi berlangsung antara si beye sama arb,,,
why?

karena hasil subsidi yang nantinya di comot beye dkk, masuk juga dalam pergantian korban lumpur lapindo...

Golkar Pasang Badan Soal BBM Asal Lapindo Beres?
dan kosukuensi arb, penguasa parlement tidak akan mengungkit-ungkit masalah century..

dan kosukuensi arb, penguasa parlement tidak akan mengungkit-ungkit masalah century..

Oh ya iya..
Dalam kasus subsidi ini, memang yg menjadi titik keberatan itu sebetulnya bukan disubsidinya tapi mengenai besaran subsidi itu ditentukan dan bagaimana proses pengadaan BBM bersubsidi itu dilakukan.

Artinya apa?
Penarikan Subsidi BBM tidak bisa dikatakan absolute salah, karena titik Masalahnya bukan pada penarikan subsidinya ternyata.

Percis seperti apa yg anda tulis



kalo liat sepanduk, pemerintah,,selain untuk BLSm juga akan membangun desa tertinggal, rumah sakit..

coba kita tanya setelah bbm naik,ke beye
1.desa mana yang dibangun? pasti ga ada datanya
2.rumah sakit mana yang dibangun? jawabanya sama
Sebetulnya lebih daripada sekedar dua masalah itu..
coba lihat penjelasan saya dibawah nanti




kembali kblsm, proyek besar masuk kantong pribadi,,kalo alasan mau mentepatkan subsidi bbm, kenapa mobil pribadi ga dilarang buat beli premiun?

Maaf, saya ngga faham ini apa maksudnya?



jadi bukan masalah yang mau diselesaikan si beye dkk, tapi menimbulkan masalah baru biar masalah lama ketiban masalah baru..




Coba perhatikan itu ..
Panel Kiri itu adalah Kurva permintaan dan penawaran BBM konvensional.

Saat Subsidi BBM Tinggi, Kura Permintaan BBM akan semakin bergeser ke kanan. Akibatnya Kuantitas BBM Equilibrium meningkat dr Q1 menjadi Q2.

Artinya -> BBM yang Maha Boros..(yah kita2 ini sekarang)

Kenapa Boros?
Karena KOnsumen membayar harga yg SANGAT RENDAH setelah Subsidi ini. Meskipun Consumer Surplus meningkat, Pemerintah kini menanggung bebab subsidi Sebesar Segiempat ABCD.

Bedan Subsidi ini lebih besar daripada Peningkatan Consumer surplus sehingga Mengakibatkan terjadinya deadweight loss sebesar segitiga EFD.

Mau Tau effeknya?

http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/120994

Utang Baru Catat Rekor Tertinggi

JAKARTA- Pemerintah pada tahun ini diperkirakan akan menarik utang baru sebesar 341,7 triliun rupiah atau yang tertinggi dalam sejarah selama Republik Indonesia. Tingginya penarikan utang itu, karena pemerintah mendesain fiskal yang tidak efisien dan gagal memaksimalkan penerimaan, sehingga defisit membengkak.

"Pemerintah secara riil akan menerbitkan hutang baru sebesar 341,7 triliun rupiah," kata anggota Komisi XI DPR RI, Arif Budimanta di Jakarta, Selasa (4/6).

Utang tersebut, jelas Arif, sebesar 100,4 triliun rupiah diantaranya digunakan untuk refinancing (pembiayaan kembali) atas Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo dan buyback. Sisanya, 241,3 triliun rupiah akan digunakan untuk membiayai APBN.

"Kalau defisit dilihat dari sisi penerbitan SBN bruto ini maka sesungguhnya defisit kita tahun 2013 telah mencapai 3,6 persen," kata politisi dari Partai PDI-Perjuangan itu.

Besarnya penarikan utang baru itu papar Arif, tidak diikuti perbaikan kualitas kesejahteraan dari rakyat karena desain APBN yang kurang merakyat, infrastruktur buruk, sehingga harga-harga makin melambung tinggi.

"Bahkan, 20 persen dari APBN sudah dibiayai oleh utang, sangat disayangkan dalam keadaan seperti ini malah pemerintah menurunkan target penerimaan negara yang datang dari pajak atau non pajak sebesar 41,3 triliun rupiah dalam APBN-P 2013. Belanja meningkat, penerimaan menurun, utang bertambah," kata Arif.

Beban Bunga
Sebelumnya, Arif juga meminta Direktorat Pengelolaan Utang Negara Kementerian Keuangan menjelaskan mengenai struktur, komposisi, dan jumlah utang negara saat ini.

"Dirjen Pengelolaan Utang Negara diminta untuk menyampaikan secara transparan jenis-jenis surat berharga negara yang sudah dan akan diterbitkan baik dalam rupiah ataupun valas," kata Arif.

Selain itu, Dirjen Pengelolaan Utang Negara juga diminta menyampaikan besar biaya dan bunga yang harus dibayarkan oleh uang rakyat (APBN) untuk setiap jenis surat berharga yang diterbitkan, baik bentuk valas atau rupiah.

"Harus disampaikan kepemilikan dari setiap jenis setiap surat berharga seperti investor asing, siapa saja. Kalau dalam negeri, siapa," kata Arif.

Tak hanya itu, mekanisme dan proses penentuan imbal hasil khusus surat berharga negara valas juga harus dijelaskan. Misalnya, untuk kepemilikan bagi Indonesia 60 persen, asing 40 persen. Kalau surat berharga di Jepang, dimiliki oleh masyarakat Jepang.

"Setiap proses penerbitan surat berharga negara harus dilandasi dengan konstitusi, tidak tunduk dengan kekuatan kapital (kekuatan asing)," kata Arif.Ant/bud/E-10



Kalau pemerintah hanya bisa membayar Bunga HUtang dari pajak anda tanpa ada sisa untuk pembangunan negara ini..Anda mau Hutang Negara ini semakin menggelepar 100 th kedepan?..


Indonesia 100 Th kedepan Bernasib seperti negara Miskin di Afrika cukup menyeramkan saya fikir, kalau Rakyat, Mahasiswa, apalagi pejabat tidak cerdas memahami kenaikan BBM ini
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by SEGOROWEDI on Fri Jun 21, 2013 1:42 pm


anehnya..
malah bikin proyek mobil murah
apa ya gak bakalan semakin boros bbm karena semakin banyaknya mobil dan macet

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by musicman on Fri Jun 21, 2013 1:48 pm

@Segorowedi

Nah, tepat..
apalagi kalau BBM masih bersubsidi ..
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by The.Barnabas on Fri Jun 21, 2013 2:16 pm

@ Om Musicman

apakah dengan menaikan harga BBM, 100 tahun kedepan Indonesia tidak menjadi negara miskin seperti di afrika?

Karna masalahpokoknya ga diselesain pemerintah , bbm naik sampe 50 ribu/liter pun ga menutup kemungkinan 100 th kedepan indonesia terpuruk,,

apasih masalah pokonya?


1. Pertamina tidak segera didorong memproduksi curt oil menjadi
minyak jadi,
2. kapasitas kilang minyak tidak dinaikkan kapasitasnya menjadi
1.000.000 barrel/hari,
3. curt oil dijual bebas ke luar Indonesia dengan harga murah,
4. Indonesia masih harus membeli BBM dari Negara pengelola
minyak mentah yang sebenarnya bahan baku dari bumi
Indonesia sendiri.

ane yakin analisa yang dipaparkan Om musicman bukan itu tujuan kebijakan pemerintah...yah secara pemerintah ini ga ada yang bener...

ane yakin Indonesia ini bisa bertahan, tanpa harus menaikan bbm dengan mengurusi masalah pokoknya..

berapa banyak uang negara di korup, dari jaman suharto sampe sekarang,, BLBI terbesar pun negara ini ga bangkrut2 hehe


avatar
The.Barnabas
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 894
Location : Jakarta
Join date : 27.07.12
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by isaku on Fri Jun 21, 2013 2:52 pm

thread merger udah panjang aja.....

@satria bergitar wrote:setiap pola sistem pemerintahan memang selalu ada kelemahan dan kelebihannya...sy faham dengan maksud anda mengenai penghematan..tapi maaf,, pemikiran pragmatif seperti itu sy pikir kurang tepat untuk saat ini... dimana pola pikir masyarakat telah tumbuh jauh lebih dewasa dan menuntut keterbukaan...

bukan berarti sy tidak setuju dgn pola kepemimpinan Rasullulah y...krn jika kita berandai-andai Rasullulah hadir dijaman sekarangpun saya yakin beliau akan memilih cara kepemmpinan yg berbeda...sebab apa yg dilakukan rasullulah jaman dahulu adalah adaptasi dari keadaan lingkungan yg terjadi...dan apa yg beliau lakukan sudah tepat dan sempurna..
ok.. bisa diterima.. tapi sistem saat ini lebih terlihat orang2 berebut jabatan ketimbang rakyat memilih pemimpin.

om wedi wrote:energi fosil memang mahal dan semakin langka
masalahnya bukan di harga bbm-nya, tetapi di kegagalan kita
meingkatkan daya-beli masyarakat, ditambah faktor korupsi yang luar-biasa gila
belum tau ya om.. bbm bukan dari fosil.

the barnabas wrote:apakah dengan menaikan harga BBM, 100 tahun kedepan Indonesia tidak menjadi negara miskin seperti di afrika?

Karna masalahpokoknya ga diselesain pemerintah , bbm naik sampe 50 ribu/liter pun ga menutup kemungkinan 100 th kedepan indonesia terpuruk,,
ya betul jg tapi daripada bangkrut lebih cepat.

-tekor 400ribu barel/hari harus diganti dgn sumber energi yg lain
-gas jgn dieksport lg, maksimalkan u/ dalam negri.
-PLN haram pake bbm






isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by musicman on Fri Jun 21, 2013 3:46 pm

@Barnabas

@ Om Musicman

apakah dengan menaikan harga BBM, 100 tahun kedepan Indonesia tidak menjadi negara miskin seperti di afrika?

Bung, saya tidak pro pemerintah..saya hanya ngga suka kalau mau nangkap tikus dengan cara konyol membakar rumah

Memang ...Saya tidak bilang pasti tidak akan menjadi miskin kalau Subsidi BBM ditarik, tapi saya hanya mau menganalisa segala halnya berdasarkan Data yg ada.

Sourcenya yg harus kita Fahami:
Kalau mengikuti Pengalaman atau data yg ada MALAH menujukkan Indonesia terancam akan menjadi MInus kedepannya, kenapa saya harus percaya bahwa dengan cara yg sama justru akan menjadi maju?

Pola fikirnya kan salah kalau masih saja percaya dengan pola yg sama

apalagi saya bukan Keledai...




apasih masalah pokonya?

1. Pertamina tidak segera didorong memproduksi curt oil menjadi
minyak jadi,
2. kapasitas kilang minyak tidak dinaikkan kapasitasnya menjadi
1.000.000 barrel/hari,
3. curt oil dijual bebas ke luar Indonesia dengan harga murah,
4. Indonesia masih harus membeli BBM dari Negara pengelola
minyak mentah yang sebenarnya bahan baku dari bumi
Indonesia sendiri.

ane yakin analisa yang dipaparkan Om musicman bukan itu tujuan kebijakan pemerintah...yah secara pemerintah ini ga ada yang bener...


Wah, sama sekali ngga mendasar semua point 1-4.
Kalau Harga BBM stagnant berbiaya Rendah krn Subsidi dengan Tingkat konsumsi tinggi, maka:


1. Pertamina Makin Kesulitan berproduksi curt Oil, Boro-boro menjadi Minyak Jadi. Hutang yg sudah menembus rekor sudah cukup bukti pemerintah sudah mulai kewalahan membayar, bahkan untuk sekedar Bunganya.

2. kapasitas kilang minyak dinaikkan kapasitasnya menjadi
1.000.000 barrel/hari ..
itu caranya gimana memang?

3. Curt oil dijual bebas ke luar Indonesia dengan harga murah mungkin apa ngga kalau harga BBM dalam negeri tidak dibawah harga BBM dari negara tujuan penyelundup ?
.........hayoo

4. Indonesia masih harus membeli BBM dari Negara pengelola
minyak mentah yang sebenarnya bahan baku dari bumi
Indonesia sendiri itu kan karena permintaan BBM yg Gila2an .....
akibat disubsidi pemerintah lalu jadi super Murah, krn itu Pertamina Kewalahan sampe harus Import..



Betul gak?


ane yakin Indonesia ini bisa bertahan, tanpa harus menaikan bbm dengan mengurusi masalah pokoknya..

Kita ini kan mau lebih baik, bukan cuma bertahan.
Coba Yah ..standart bertahannya ...itu apa?

Kalau bertahan cuman sekedar "hidup" dengan makan nasi Aking misalnya, yah saya pun Yakin 100%, sama dengan anda.

Visi dan Misi negara itu apa?
..itu Poitnya.






Karna masalahpokoknya ga diselesain pemerintah , bbm naik sampe 50 ribu/liter pun ga menutup kemungkinan 100 th kedepan indonesia terpuruk,,

berapa banyak uang negara di korup, dari jaman suharto sampe sekarang,, BLBI terbesar pun negara ini ga bangkrut2 hehe

Bung..

Krismon th '98 Itu kan memberikan dampak Luar biasa Minus terhadap Negara ini, padahal saat itu kondisi KOnflik secara Historis dari pemerintahan ORBA sangat minim gesekan untuk saling sikut Politik baik level atas maupun bawah (akar rumput). Anda bisa bayangkan apabila terjadi hal itu terjadi lagi saat ini dimana kondisi gesekan untuk saling sikut Politik baik level atas maupun bawah (akar rumput) sudah demikian TERBUKA?

Ternyata benar juga penuturan pengamat Sosiologi, Psikolog...kalau sifat Bangsa ini sering banget jadi Pelupa kebelakang kalau sudah melihat permasalahan didepan mata. Maunya Instant, kalau perlu Saya ulang saja ulasan saya didepan yg belum sempat dijawab oleh bung Cornello:


Musicman Wrote:
MAs...Orde baru itu secara khusus menonjolkan subsidi BBM, bahkan bukan hanya itu tapi hampir di semua sektor yg memang pada akhirnya cukup ampuh meredam segala gejolak sosial.

Tapi yg terjadi, kondisi seperti itu akhirnya tidak tahan saat dunia dilanda Krisis Keuangan Akut.

Nah, pertanyaan saya:
Solusi apa yg anda bisa beri sebagai pihak yg tidak menginginkan SUbsidi BBM ditarik (ala ORBA) dengan fakta indah bahwa semua harga stagnan tapi Rapuh saat dunia dilanda krisis finansial?

NB: Indonesia saat ini termasuk Macan kuat yg tidak goyah dan kokoh diposisi pertumbuhan ekonomi 6% (kalau tidak salah) saat KEMARIN krisis, padahal negara lain Babak Belur.


Bung, apa yg ada dibenak anda tentang Krisis moneter 98 yg "sudah" membuat bangsa ini mundur 20-30 th kebelakang dalam segala halnya, sehingga anda yakin yg namanya subsidi terus menerus tidak akan berakibat fatal nantinya?
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by EbisuSensei on Fri Jun 21, 2013 4:11 pm

nandain .................. up
avatar
EbisuSensei
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2734
Kepercayaan : Islam
Location : Indonesia
Join date : 27.12.11
Reputation : 24

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by isaku on Fri Jun 21, 2013 4:30 pm

@EbisuSensei wrote:nandain .................. up
Om MM lg on fire, saya sih udah anti klimaks :)) sudah dilampiaskan kemaren2 di pkspiyungan.

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Mari bicara Energi / BLSM, Penghormatan Ataukah Penghinaan Terhadap Rakyat?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 3 1, 2, 3  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik