FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

ideologi komunisme

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

ideologi komunisme

Post by voorman on Sun Jun 23, 2013 5:29 am

Komunisme adalah sebuah aliran berpikir berlandaskan kepada ateisme, yang menjadikan materi sebagai asas segala-galanya. Komunisme menafsirkan sejarah berdasarkan pertarungan kelas dan faktor ekonomi. Aliran ini lahir di Jerman di bawah asuhan Marx dan Engels, kemudian menjelma dalam bentuk revolusi Bolsheviks di Rusia pada tahun 1917 M dengan planing dari Yahudi.

Komunisme berkembang karena penganutnya melakukan ekspansi dengan tangan besi dan kekerasan. Umat Islam banyak terluka oleh idiologi ini, dan banyak bangsa-bangsa yang hilang dari peredaran sejarah lantaran ulah aliran ini. Ini adalah aliran yang tidak mengakui adanya Tuhan, dan ini aliran yang sangat berbahaya jika sampai menguasai suatu negara, apalagi negara yang berpenduduk muslim. Kaum muslim yang mempercayai Tuhan akan terancam dengan aliran anti-Tuhan ini.

Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya

Karl Marx adalah seorang yang telah meletakkan dasar-dasar pemikiran Komunisme secara teoretis. Ia seorang Yahudi berkebangsaan Jerman (1818 -- 1883 M). Ternyata, dia adalah cucu seorang tokoh Yahudi yang terkenal dengan Mordechai Marx. Karl Marx adalah seorang yang egoistis, tidak mempunyai prinsip yang jelas, pendendam, dan materialistis.

Karya-karyanya antara lain:
- Manifesto Komunis, muncul tahun 1848 M.
- Das Capital, muncul tahun 1767 M.

Dalam membuat teorinya, Karl Marx dibantu oleh Friedrich Engels (1820 -- 1895 M), kawan akrabnya sendiri yang telah membantu pula dalam menyebarkan mazhabnya. Dia pula yang telah membiayai hidup Marx dan keluarganya sampai akhir hayatnya.

Karya-karya Engels antara lain:
- Asal-usul keluarga.
- Orang-Orang Khusus dan Negara.
- Dualisme dalam Alam.
- Sosialisme Khurafat dan Sosialisme Ilmiah.

Lenin, nama sebenarnya ialah Vladimir Ilich Ulyanov, memimpin revolusi berdarah, Bolsheviks di Rusia tahun 1917 M. Ia seorang yang ditakuti karena berhati kejam, diktator dalam memaksakan pendapatnya, dan dendam terhadap umat manusia. Ia lahir pada tahun 1870 M, dan wafat tahun 1924 M. Ada beberapa study yang mengatakan bahwa asal-usul Lenin adalah orang Yahudi, pernah membawa nama Yahudi, kemudian digantinya dengan nama Rusia yang dikenal sampai sekarang. Ia hampir mirip dengan Trotsky. Leninlah yang telah menjabarkan Komunisme dalam praktik nyata. Ia memiliki banyak buku, pidato, dan brosur. Tetapi, yang terpenting adalah kumpulan karangannya yang disebut Bunga Rampai Karangan Besar.

Joseph Stalin (1879 -- 1954 M) adalah sekretaris partai Komunis dan pemimpin tertinggi setelah Lenin. Dia terkenal bengis, kejam, sadis, diktator dan keras kepala. Dalam menyingkirkan lawan-lawannya, dilakukan dengan cara pembantaian, pembunuhan, dan pembuangan. Dari perilaku dan sikapnya membuktikan bahwa dia siap untuk mengorbankan seluruh rakyatnya demi kepentingan dirinya. Pernah satu kali ia diperingatkan oleh istrinya sendiri, namun istrinya itu dibunuhnya.

Trotsky, lahir tahun 1879 M dan dibunuh tahun 1940 M. Pembunuhan itu diotaki Stalin. Dia adalah seorang Yahudi yang menempati kedudukan penting dalam partai, dan telah menjabat urusan luar negeri setelah revolusi, kemudian urusan perang. Ia kemudian dipecat dari partai karena dituduh melakukan hal-hal yang melawan kepentingan partai: agar Stalin mendapatkan suasana yang pas untuk mengatur pembunuhannya.

Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya

Paham komunisme mengingkari wujud Allah dan segala yang gaib. Dikatakannya bahwa materei adalah asas segala-galanya. Mereka memiliki slogan, yaitu percaya kepada "tiga": Marx, Lenin, Stalin; dan mengingkari "tiga": Allah, agama, hak milik pribadi.

Ditafsirkannya sejarah umat manusia dengan pertarungan antara kaum borjuis dengan kaum proletar. Pertarungan itu menurut mereka berakhir dengan kediktatoran kaum proletar.

Diperanginya agama dan dianggapnya sebagai candu masyarakat dan babunya kapitalis, imperialis, dan exploitasi. Dikecualikannya agama Yahudi adalah bangsa tertindas yang butuh kepada agamanya untuk mengembalikan hak-haknya yang direbut pihak lain.

Diperingannya hak milik pribadi, dan diproklamirkannya komunisme dalam mengatur dan dihapuskannya hukum waris.

Amal perbuatan menurut mereka tak ada harganya sama sekali di depan kepentingan materi dan usaha-usaha produktivitas.

Segala perubahan yang terjadi di dunia ini menurut mereka adalah sebagai akibat yang pasti, karena berubahnya sarana produksi. Pemikiran, peradaban, dan kultur adalah hasil dari lajunya perkembangan ekonomi.

Dikatakannya bahwa moral itu relatif. Moral adalah sebuah akibat dari alat-alat produksi.

Diperintahnya rakyat dengan tangan besi dan kekerasan. Tak ada kesempatan bagi mereka untuk mengaktifkan daya pikirnya, sebab menurut mereka "tujuan menghalalkan cara".

Diyakininya bahwasanya tidak ada akhirat, siksa, dan tidak ada pula balasan, kecuali di dunia ini.

Dipercayainya keazalian materi. Faktor-faktor ekonimi adalah unsur penggerak pertama bagi pribadi dan kelompok.

Diakuinya kediktatoran kelas yang sedang berkuasa, dan diimpikannya pemerintahan komunis internasional.

Komunisme percaya kepada pertarungan dan kekerasan, dan berupa untuk memancing rasa dendam dan benci di kalangan para pekerja (buruh) dan yang lainnya.

Negara adalah partai, dan partai adalah negara. Pemimpin politik pusat yang pertama dalam revolusi Bolsheviks terdiri dari empat orang: semuanya orang Yahudi, kecuali satu. Ini menunjukkan sejauh mana keterikatan antara komunisme dengan agama Yahudi.

Dianggapnya bahwa Alquran disusun pada masa pemerintahan Utsman r.a., kemudian beberapa kali mengalami perubahan sampai abad kedelapan. Dicapnya bahwa Alquran adalah senjata untuk menebarkan candu bagi masyarakat.

Marxisme mengingkari ikatan-ikatan keluarga, dan dianggapnya bahwa itu mengandung dukungan terhadap masyarakat borjuis yang kemudian harus digantikan oleh kekacauan seksual.

Komunisme tidak melarang perbuatan apa pun betapa pun kejamnya demi tercapainya tujuan mereka. Lenin berkata, "Hancurnya tiga perempat dunia tidak menjadi persoalan, sebab yang penting ialah agar sisanya yang seperempat lagi menjadi komunis." Rumus ini diterapkannya di Rusia pada masa revolusi. Sesudah itu, diterapkan pula di Cina, dan di negara-negara lain, hingga berjuta-juta manusia dibantai. Intervensinya ke Afghanistan juga dilakukan setelah melakukan intervensi ke negara-negara Islam lainnya, seperti Bukhara dan Samarkand. Jelas, semuanya terangkum dalam rumusan yang ganas tersebut di atas.

Dihancurkannya masjid-masjid dan disulapnya menjadi tempat-tempat hiburan dan pusat-pusat partai. Dilarangnya orang-orang Islam untuk menonjolkan slogan-slogan agamanya. Menyimpan Alquran dianggapnya sebagai perbuatan kriminal berat dan hukumnya dipenjara 6 tahun.

Expansi yang telah mereka lakukan telah banyak menelan korban umat Islam. Mereka telah menduduki negara-negara Islam, membinasakan rakyatnya, merampok harta bendanya, dan menginjak-injak kehormatan agama dan kesucian umat Islam.

Mereka tidak segan-segan melakukan penipuan, pengkhianatan, dan pembunuhan untuk melenyapkan lawan-lawannya meskipun dari anggota partainya sendiri, bahkan terhadap orang tua dan keluarganya sendiri yang menentang alirannya.

Akar Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya

Komunisme tidak menyembunyikan langkah-langkah dan aktivitasnya yang dilakukan bersama orang-orang Yahudi dalam mencapai tujuan mereka. Seminggu setelah direvolusi, sejak itu pula dikeluarkan sebuah keputusan yang mempunyai dua sisi kepentingan demi untuk memenuhi hak Yahudi.

Memerangi bangsa Yahudi dianggapnya sama dengan memerangi bangsa kelas tinggi dan dihukum oleh undang-undang.

Mengakui hak-hak Yahudi untuk mendirikan negaranya di Palestina.

Marx mengatakan bahwa dirinya telah berhubungan dengan seorang filosof Zionist, peletak dasar-dasar teori zionisme, yaitu Moshe Hiss, gurunya Herzl, seorang pemimpin zionisme terkenal.

Kakek Marx adalah tokoh terkemuka Yahudi, yang terkenal di kalangan agama Yahudi dengan Mordechai Marx.

Di samping terpengaruh dengan pemikiran Yahudi, marxisme juga terpengaruh dengan sejumlah pemikiran dan teori-teori ateisme, antara lain:
-ajaran rasionalis dari Hegel,
-ajaran perasaan dari Auguste Comte,
-ajaran Feuerbach tentang filsafat alam kemanusiaan,
-ajaran Bakunin, penemu aliran orang kacau yang rancu.

Tempat Tersiar dan Kawasan Pengaruhnya

Dewasa ini komunisme memerintah di negara-negara seperti: Uni Soviet (sekarang sudah pecah), Cina
Cekoslovakia, Hongaria, Bulgaria, Polandia, Jerman Timur, Rumania, Yugoslavia, Albania, dan Kuba.

Adalah maklum bahwa komunisme masuk ke negara-negara tersebut dengan tangan besi, kekuatan, dan penjajahan. Oleh sebab itu, negara-negara tersebut sebagian besar menjadi gelisah setelah mengenal komunis yang sebenarnya karena komunis bukanlah sorga seperti yang digambarkan sebelumnya. Maka, kemudian mulailah pemberontakan-pemberontakan dan revolusi di mana-mana, seperti yang terjadi di Polandia, Hongaria, dan Cekoslovakia. Seperti telah kita ketahui bahwa memang tak pernah dua buah negara komunis yang selalu damai.

Di dunia Islam mereka telah mengambil manfaat dari kebodohan sebagian penguasanya, dan ambisinya untuk mendukung kursi mereka walaupun harus mengorbankan agama.

Negara-negara komunis membagikan berjuta-juta buku kecil dan brosur secara gratis ke seluruh dunia Islam, mengumandangkan mazhabnya.

Komunisme telah membentuk partainya di negara-negara Arab dan negara-negara Islam. Dapat ditemui di Mesir, Irak, Siria, Palestina, Yordania, Tunis, dan negara-negara lainnya.

Mereka sangat percaya kepada nasionalisme-nasionalisme, dan berupaya untuk mewujudkan impiannya dengan pemerintahan internasional yang mereka dambakan.

Sumber: Diadaptasi dari Gerakan Keagamaan dan Pemikiran; Akar Idiologis dan Penyebarannya, WAMY
avatar
voorman
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 155
Kepercayaan : Islam
Location : voorwagens
Join date : 23.05.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: ideologi komunisme

Post by Emiliana on Mon Jun 24, 2013 5:24 pm

Ciri2 buku yg baik ialah menghindari kata2 sifat sebanyak mungkin, karena dgn kata2 sifat itu terkesan spt opini. Kalau ada org bodoh yg baca, maka jadilah ia doktrinisasi pd org yg kurang berpendidikan.

Berikut contoh opini2 di artikel atas (kutipan dr buku?):
Karl Marx adalah seorang yang egoistis, tidak mempunyai prinsip yang jelas, pendendam, dan materialistis.

Ia seorang yang ditakuti karena berhati kejam, diktator dalam memaksakan pendapatnya, dan dendam terhadap umat manusia.

Joseph Stalin (1879 -- 1954 M) adalah sekretaris partai Komunis dan pemimpin tertinggi setelah Lenin. Dia terkenal bengis, kejam, sadis, diktator dan keras kepala.

Komunisme percaya kepada pertarungan dan kekerasan, dan berupa untuk memancing rasa dendam dan benci di kalangan para pekerja (buruh) dan yang lainnya.

Alih2 mengatakan Karl Marx org yg egois, tunjukkanlah mana perbuatannya yg egois...prinsip mananya yg tdk jelas, dan "materialistism" di Marxisme sdkt beda dgn kosa kata keseharian spt: cewe itu matre...Makanya belajar Marxisme jgn sepotong2...Sungguh kasihan kalau org yg ngaku tahu Marxisme gara2 tulisan mutu spt itu.

Dunia impian Marxisme sy kira spt lagu John Lennon, "Imagine there's no countries
It isn't hard to do, Nothing to kill or die for, And no religion too, Imagine all the people
Living life in peace..." Indah ga? Kalau realisasinya hrs pakai kekerasan, berarti kt ud bicara hal lain di luar ideologi itu sndri, yaitu politik. Revolusi ud kodratnya identik dgn kekerasan, bahkan di Indonesia yg ga menganut komunisme pd 1998.

Bagaimana dgn Anarkisme? Knp ga disebutin "adik"nya Komunisme ini? Sejarahnya dgn bendera yg mirip2, dan bahkan tidak disukai sendiri oleh Marx?

Yorubun, baca boleh saja...asal cari lagi sumber2 lain spy kita ga terjebak logika deduksi...SALAM


avatar
Emiliana
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 258
Kepercayaan : Budha
Location : apa penting
Join date : 04.05.13
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: ideologi komunisme

Post by dee-nee on Mon Jun 24, 2013 7:23 pm

Saya lupa2 ingat waktu kuliah belajar IDF ...
Yang saya ingat tentang Karl Marx adalah karena adanya dominasi gereja dalam politik dan kekuasaan yang justru tidak berpihak pada rakyat ... akhirnya dia beranggapan bahwa agama hanya alat yang dipakai untuk masuk dalam kekuasaan ... jadilah statement "agama adalah candu" >> ini yang paling saya ingat

Basically ... ajaran sosialis si Marx ini awalnya karena ia melihat tidak ada kesejahteraan kepada rakyat ... yang kaya makin kaya ... yang miskin makin miskin (kapitalis, borjuisme, materialisme, imperalisme, eksploitasi, dsb)>>> yang begini2 juga kan yang jadi penyebab revolusi prancis dsb ...

Akhirnya jadi paham sosialis ... artinya sosial ... tidak ada yang namanya individu ... semuanya mira (milik rame2) ... dan paham ini didukung oleh kaum buruh karena sosialis membela kepentingan buruh ... pokoknya semua hal yang berkaitan dengan "ini punya loe ini punya gue" hilang ... prinsipnya "semua punya sama2"

Dan karena sosialis awalnya muncul dari sebuah pemberontakan pada pihak yang berkuasa ... maka kelompok ini juga sering menggunakan cara kekerasan ... (maksudnya ... mereka percaya kekerasan adalah jalan untuk menjatuhkan tirani)

Jadilah Komunisme ...  

Seiring berjalannya waktu ... jadilah blok2an ... Sosialis vs Kapitalis ... itu dia jadinya Russia vs AS

gitu2 lah ...

tentang hubungannya dengan yahudi atau zionis ... saya malah ga tau kalau sosialis ada hubungannya dengan yahudi ...
ya nice info juga ... jadi nambah ilmu

thanks
2 good
avatar
dee-nee
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Female
Posts : 8647
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 02.08.12
Reputation : 182

Kembali Ke Atas Go down

Re: ideologi komunisme

Post by SEGOROWEDI on Mon Jun 24, 2013 7:46 pm


idiologi yang tak membahayakan siapapun
karena tidak memaksakan penolaknya dengan perang

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: ideologi komunisme

Post by Emiliana on Tue Jun 25, 2013 4:20 pm

Pada dasarnya Marxisme itu Komunisme, Komunisme itu Sosialisme...ketika kt menghujat Marxisme, maka jgn ga konsisten dgn memuja Sosialisme...sering org berpendidikan mengatakan: saya seorang Marxis...mksdnya tak lain tak bukan adalah komunis, hanya saja tahulah di Indo org2 bgt alergi dgn kata "komunis"...pdhal G30S jg ga jelas ampe skrg siapa dalangnya.

@dee-nee bener kira2 spt itu perkembangannya, sy jg bingung dihubung2kan dgn Zionist, mentang2 kebetulan yg nemuin ideologinya dan pengikutnya rata2 org Yahudi.

Heran deh, Amrik yg dicap "yahudi" n "kapitalis" dihujat habis2an, nih ada Yahudi lain yg membelot dr kapitalisme, juga dihujat...

Klo baca tulisan Marx muda ttg hakikat pekerjaan, waduh...indah bgt filosofinya...Dijamin terpkukau deh! Maklum hsl perasan otak selama berbulan2 hidup di perpustakaan dgn baca buku Kapitalisme. Namun kata org, tulisan Marx tua sebenarnya hsl karya Engels. Lenin jg sekadar memberi interpretasi agar terciptanya masyarakat tanpa kelas dambaan Marx, jd emang bener jg kata Bung Wedi, gak ada ideologi yg maksa org utk berbuat, sejatinya dia kan sebatas idea yg dianggap paling ideal...


Terakhir diubah oleh Emiliana tanggal Wed Jun 26, 2013 3:19 pm, total 1 kali diubah
avatar
Emiliana
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 258
Kepercayaan : Budha
Location : apa penting
Join date : 04.05.13
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: ideologi komunisme

Post by Penyaran on Wed Jun 26, 2013 2:13 am

di trit ini: http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,23093.0.html

kejahatan inkuisisi pada jaman dulu aja oleh kaum Buddhis juga menyatakannya sebagai kesalahan dari umat Kristen 2 good

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,23093.msg415657.html?PHPSESSID=5inqsntieu7pum8srtqsh3f0t2#msg415657

Mokau Kaucu wrote:Untuk yang di bold hitam , mungkin saja Mr J**** tidak pernah membaptis secara paksa, tetapi sejarah berkata lain.
Akuilah sejarah kelam masa lampau kekr****nan, silahkan anda baca link berikut : http://www.truthbeknown.com/victims.htm#.UHaxPbQmTdl

Janganlah mengingkari sejarah; jika ada , katakan ada, dan katakan pula penyesalan serta janji untuk  tidak lagi melakukan hal serupa baik dengan cara kekejaman maupun iming iming pekerjaan dan jabatan.

Kata bapak pendeta "pengakuan adalah awal dari pemulihan"

http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,23093.msg415677.html#msg415677

Mokau Kaucu wrote:Wah, kelihatannya masih malu malu, apakah semuanya benar tergolong oknum Krizten?
Saya copy yg bagian Amerika saja deh.. :)

Native Peoples

Beginning with Columbus (a former slave trader and would-be Holy Crusader) the conquest of the New World began, as usual understood as a means to propagate Christianity.
Within hours of landfall on the first inhabited island he encountered in the Caribbean, Columbus seized and carried off six native people who, he said, "ought to be good servants ... [and] would easily be made Christians, because it seemed to me that they belonged to no religion." [SH200]
While Columbus described the Indians as "idolators" and "slaves, as many as [the Crown] shall order," his pal Michele de Cuneo, Italian nobleman, referred to the natives as "beasts" because "they eat when they are hungry," and made love "openly whenever they feel like it." [SH204-205]
On every island he set foot on, Columbus planted a cross, "making the declarations that are required" - the requerimiento - to claim the ownership for his Catholic patrons in Spain. And "nobody objected." If the Indians refused or delayed their acceptance (or understanding), the requerimiento continued:
I certify to you that, with the help of God, we shall powerfully enter in your country and shall make war against you ... and shall subject you to the yoke and obedience of the Church ... and shall do you all mischief that we can, as to vassals who do not obey and refuse to receive their lord and resist and contradict him." [SH66]

Likewise in the words of John Winthrop, first governor of Massachusetts Bay Colony: "justifieinge the undertakeres of the intended Plantation in New England ... to carry the Gospell into those parts of the world, ... and to raise a Bulworke against the kingdome of the Ante-Christ." [SH235]
In average two thirds of the native population were killed by colonist-imported smallpox before violence began. This was a great sign of "the marvelous goodness and providence of God" to the Christians of course, e.g. the Governor of the Massachusetts Bay Colony wrote in 1634, as "for the natives, they are near all dead of the smallpox, so as the Lord hath cleared our title to what we possess." [SH109,238]
On Hispaniola alone, on Columbus visits, the native population (Arawak), a rather harmless and happy people living on an island of abundant natural resources, a literal paradise, soon mourned 50,000 dead. [SH204]
The surviving Indians fell victim to rape, murder, enslavement and spanish raids.
As one of the culprits wrote: "So many Indians died that they could not be counted, all through the land the Indians lay dead everywhere. The stench was very great and pestiferous." [SH69]
The indian chief Hatuey fled with his people but was captured and burned alive. As "they were tying him to the stake a Franciscan friar urged him to take  to his heart so that his soul might go to heaven, rather than descend into hell. Hatuey replied that if heaven was where the Christians went, he would rather go to hell." [SH70]
What happened to his people was described by an eyewitness:
"The Spaniards found pleasure in inventing all kinds of odd cruelties ... They built a long gibbet, long enough for the toes to touch the ground to prevent strangling, and hanged thirteen [natives] at a time in honor of Christ Our Saviour and the twelve Apostles... then, straw was wrapped around their torn bodies and they were burned alive." [SH72]
Or, on another occasion:
"The Spaniards cut off the arm of one, the leg or hip of another, and from some their heads at one stroke, like butchers cutting up beef and mutton for market. Six hundred, including the cacique, were thus slain like brute beasts...Vasco [de Balboa] ordered forty of them to be torn to pieces by dogs." [SH83]
The "island's population of about eight million people at the time of Columbus's arrival in 1492 already had declined by a third to a half before the year 1496 was out." Eventually all the island's natives were exterminated, so the Spaniards were "forced" to import slaves from other caribbean islands, who soon suffered the same fate. Thus "the Caribbean's millions of native people [were] thereby effectively liquidated in barely a quarter of a century". [SH72-73] "In less than the normal lifetime of a single human being, an entire culture of millions of people, thousands of years resident in their homeland, had been exterminated." [SH75]
"And then the Spanish turned their attention to the mainland of Mexico and Central America. The slaughter had barely begun. The exquisite city of Tenochtitln [Mexico city] was next." [SH75]
Cortez, Pizarro, De Soto and hundreds of other spanish conquistadors likewise sacked southern and mesoamerican civilizations in the name of Christ (De Soto also sacked Florida).
"When the 16th century ended, some 200,000 Spaniards had moved to the Americas. By that time probably more than 60,000,000 natives were dead." [SH95]
Of course no different were the founders of what today is the US of Amerikkka.

Although none of the settlers would have survived winter without native help, they soon set out to expel and exterminate the Indians. Warfare among (north American) Indians was rather harmless, in comparison to European standards, and was meant to avenge insults rather than conquer land. In the words of some of the pilgrim fathers: "Their Warres are farre less bloudy...", so that there usually was "no great slawter of nether side". Indeed, "they might fight seven yeares and not kill seven men." What is more, the Indians usually spared women and children. [SH111]
In the spring of 1612 some English colonists found life among the (generally friendly and generous) natives attractive enough to leave Jamestown - "being idell ... did runne away unto the Indyans," - to live among them (that probably solved a sex problem).
"Governor Thomas Dale had them hunted down and executed: 'Some he apointed (sic) to be hanged Some burned Some to be broken upon wheles, others to be staked and some shott to deathe'." [SH105] Of course these elegant measures were restricted for fellow englishmen: "This was the treatment for those who wished to act like Indians. For those who had no choice in the matter, because they were the native people of Virginia" methods were different: "when an Indian was accused by an Englishman of stealing a cup and failing to return it, the English response was to attack the natives in force, burning the entire community" down. [SH105]
On the territory that is now Massachusetts the founding fathers of the colonies were committing genocide, in what has become known as the "Peqout War". The killers were New England Puritan Christians, refugees from persecution in their own home country England.
When however, a dead colonist was found, apparently killed by Narragansett Indians, the Puritan colonists wanted revenge. Despite the Indian chief's pledge they attacked.
Somehow they seem to have lost the idea of what they were after, because when they were greeted by Pequot Indians (long-time foes of the Narragansetts) the troops nevertheless made war on the Pequots and burned their villages.
The puritan commander-in-charge John Mason after one massacre wrote: "And indeed such a dreadful Terror did the Almighty let fall upon their Spirits, that they would fly from us and run into the very Flames, where many of them perished ... God was above them, who laughed his Enemies and the Enemies of his People to Scorn, making them as a fiery Oven ... Thus did the Lord judge among the Heathen, filling the Place with dead Bodies": men, women, children. [SH113-114]
So "the Lord was pleased to smite our Enemies in the hinder Parts, and to give us their land for an inheritance". [SH111].
Because of his readers' assumed knowledge of Deuteronomy, there was no need for Mason to quote the words that immediately follow:
"Thou shalt save alive nothing that breatheth. But thou shalt utterly destroy them..." (Deut 20)
Mason's comrade Underhill recalled how "great and doleful was the bloody sight to the view of the young soldiers" yet reassured his readers that "sometimes the Scripture declareth women and children must perish with their parents". [SH114]
Other Indians were killed in successful plots of poisoning. The colonists even had dogs especially trained to kill Indians and to devour children from their mothers breasts, in the colonists' own words: "blood Hounds to draw after them, and Mastives to seaze them." (This was inspired by spanish methods of the time)
In this way they continued until the extermination of the Pequots was near. [SH107-119]
The surviving handful of Indians "were parceled out to live in servitude. John Endicott and his pastor wrote to the governor asking for 'a share' of the captives, specifically 'a young woman or girle and a boy if you thinke good'." [SH115]
Other tribes were to follow the same path.
Comment the Christian exterminators: "God's Will, which will at last give us cause to say: How Great is His Goodness! and How Great is his Beauty!"
"Thus doth the Lord  make them to bow before him, and to lick the Dust!" [TA]
Like today, lying was OK to Christians then. "Peace treaties were signed with every intention to violate them: when the Indians 'grow secure uppon (sic) the treatie', advised the Council of State in Virginia, 'we shall have the better Advantage both to surprise them, & cutt downe theire Corne'." [SH106]
In 1624 sixty heavily armed Englishmen cut down 800 defenseless Indian men, women and children. [SH107]
In a single massacre in "King Philip's War" of 1675 and 1676 some "600 Indians were destroyed. A delighted Cotton Mather, revered pastor of the Second Church in Boston, later referred to the slaughter as a 'barbeque'." [SH115]
To summarize: Before the arrival of the English, the western Abenaki people in New Hampshire and Vermont had numbered 12,000. Less than half a century later about 250 remained alive - a destruction rate of 98%. The Pocumtuck people had numbered more than 18,000, fifty years later they were down to 920 - 95% destroyed. The Quiripi-Unquachog people had numbered about 30,000, fifty years later they were down to 1500 - 95% destroyed. The Massachusetts people had numbered at least 44,000, fifty years later barely 6000 were alive - 81% destroyed. [SH118] These are only a few examples of the multitude of tribes living before Christian colonists set their foot on the New World. All this was before the smallpox epidemics of 1677 and 1678 had occurred. And the carnage was not over then.
All the above was only the beginning of the European colonization, it was before the frontier age actually had begun.
A total of maybe more than 150 million Indians (of both Americas) were destroyed in the period of 1500 to 1900, as an average two thirds by smallpox and other epidemics, that leaves some 50 million killed directly by violence, bad treatment and slavery.
In many countries, such as Brazil, and Guatemala, this continues even today.


Kalau para pelaku yang diceritakan diatas adalah oknum; kok banyak amat oknumnya?
Kalau semua mereka adalah oknum, yg salah orangnya atau ajaran yang menyebabkan demikian?

Hmmm, ........

Penyaran
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2559
Join date : 03.01.12
Reputation : 115

Kembali Ke Atas Go down

Re: ideologi komunisme

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik