FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Benarkah Quran tidak berubah??

Halaman 17 dari 19 Previous  1 ... 10 ... 16, 17, 18, 19  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Benarkah Quran tidak berubah??

Post by ramayana on Tue Jul 02, 2013 11:10 pm

First topic message reminder :

Sebenarnya ane males ngurusi ini. Tapi krn banyak muslim yang bilang kitab Quran pasti terjamin keaslian dan keotentikannya.. ya udahlah ane kasih bahan. Ini juga buat kalian tau sejarah kitab ente ente sekalian..

bukan hanya masalah pembakaran quran versi selain mushaf usman.. tetapi juga krn adanya pembakaran mushaf hafsah yg di jadikan referensi mushaf usman.

ini beberapa link yg perlu di baca.

After that, ‘Uthman returned Hafsa’s copy to her, and she kept it until the days of the rule of Marwan b. al-Hakam.[35] After her death, Marwan asked ‘Abd Allah b. ‘Umar (Hafsa’s brother) to send him the copy.[36] ‘Abd Allah b. ‘Umar sent it to Marwan, who burned it, “fearing something might be different from what ‘Uthman copied.”

http://www.thequran.com/ArticleComments/Details/163

versi mantan muslim (edit) masih sopan ya nulisnya.. “fearing something might be different from what ‘Uthman copied.” di kasih tanda petik!! hehehehehe..

yang lain..

Ibn Hajar says:

"Abu `Ubayd [a tashif for Abu `Ubayda al-Qasim ibn Sallam as proven below] and Ibn Abi Dawud [in Kitab al-Masahif] added: with a chain from Shu`ayb, from Ibn Shihab who said: Salim ibn `Abd Allah ibn `Umar told me:

"'Marwan used to send courier to Hafsa - meaning, when he was governor of al-Madina on behalf of Mu`awiya - asking her for the folios from which the Qur'an had been copied [kutiba minha] but she would refuse to give them to him.' Salim continued: 'When Hafsa died and we returned from her burial, Marwan sent an imperative request to `Abd Allah ibn `Umar for those folios to be sent to him, whereupon `Abd Allah ibn `Umar sent them to him. Then Marwan gave an order so they were ripped up (fashuqqiqat). He said: 'I only did this because I feared that after the passing of time, some doubter might foster doubt with regard to those folios.'

"The wording in Abu `Ubayda's narration has: 'so they were torn up' (famuzziqat). Abu `Ubayd [sic] said: 'It is unheard of that Marwan tore up the folios except in this narration.' I say: Ibn Abi Dawud narrated it with a chain from Yunus ibn Yazid, from Ibn Shihab, in a similar wording which has:

"'When Marwan was governor of Madina he sent courier to Hafsa asking her for the folios but she refused him access to them.' He [Ibn Shihab al-Zuhri] said: 'Salim ibn `Abd Allah [ibn `Umar] narrated to me saying: "When Hafsa died..."' and he narrated it [as above] and said in it: 'So he had them ripped up and burnt' (fashaqqaqaha wa harraqaha).

"And this addition also came up in the narration of `Umara ibn Ghuzayya, also an abridged one, but he, also made it part of the narration of Zayd ibn Thabit who said in it: 'So he had it washed out thoroughly (faghassalaha ghaslan)'.... And all this can be reconciled by saying that this was done with all the folios - renting, them washing out, then burning - and it is possible that the word [harraqaha] be read 'kharraqaha' (he had them rent) so that he has them first torn up then washed out, and Allah knows best."

These Suhuf were of course the Mushaf of Abu Bakr (RA) kept by `Umar, then kept by his daughter Hafsa the Mother of the Believers, wAllahu a`lam.

http://www.livingislam.org/fiqhi/fiqha_e27.html

kalau versi web "sebelah" malah lebih "ganas".

This copy of the Quran, was the only copy made after Muhammad's own copy. It is from that copy that Uthman, the third Khalifa, made other copies to distribute to different regions of the Islamic Empire. Uthman returned Hafsa's copy of the Quran to her. Her copy however was later burned by Marwan b. Hakam (d.65/684). Burning of Hafsa's copy was the last chapter in covering up the addition of two false verses in sura 9 as later discovered.

http://www.ummah.com/forum/showthread.php?66079-Is-the-quran-preserved

jadi.. yang dijadikan referensi di bakar krn "takut" berbeda ama yang hasil salinan.. terus bisakah kalian bilang kitab kalian benar?

silahkan di pikir.

NB!! ini kita belum bicara tentang perbandingan jaman Mohamad hidup dan jaman abu bakar lho ya...


Terakhir diubah oleh ramayana tanggal Wed Jul 03, 2013 10:15 am, total 1 kali diubah
avatar
ramayana
Pengembara

Male
Posts : 3478
Location : Jerusalem
Join date : 21.07.12
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down


Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by crescent-star on Mon Feb 17, 2014 11:45 pm

@ umar,
,
Ya tidak donk bung aliumar. Jika tulisan itu disandingkan dgn hafalan zaid pun saja, maka statusnya tidak ahad. Ianya Sudah memenuhi 2 saksi, saksi penghafal dan saksi penulis.

Sedangkan kasus 2 surah. Tidak ada seorang pun dari penghafal dan juga penulis lain selain ubay yg menjadikan surah tsb adalah bagian dari al quran. Shg derajatnya ahad dlm konteks kebenaran apakah surah tsb bagian quran atau bukan. Sedangkan kesaksian itu adalah wahyu Allah bukan kesaksian ahad.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Tue Feb 18, 2014 12:53 am

cs wrote:Jika tulisan itu disandingkan dgn hafalan zaid pun saja, maka statusnya tidak ahad. Ianya Sudah memenuhi 2 saksi, saksi penghafal dan saksi penulis.
2 surah tsb juga statusnya tidak ahad.
Ada Ubay dgn mushafnya, dan juga ada kesaksian Anas bin Malik, serta Ibnu Mas'ud yg bersaksi menerima langsung dari muhammad (jadi langsung dari muhammad sendiri lho, bukan dari hasil mendengar dari si fulan, si Budi, dll).

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Tue Feb 18, 2014 1:00 am

@crescent star wrote:sedangkan Umar, Ibnu Abbas dll nya hanya simpatik pada ubay. Mereka tdk pada posisi sbg saksi. Misal ibnu abbas walau memasukkan 2 surah tsb dlm mushafnya tapi tdk mengakuinya dalam indeks surah mushaf beliau.
Dapat keterangan darimana yg menyatakan Ibnu Abbas, Umar, dan sahabat2 yg lain yg memasukan 2 surah tsb krn simpatik pada Ubay, dan tidak mendengar langsung dari muhammad?

Yg saya merahin itu dapat keterangan darimana?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by isaku on Tue Feb 18, 2014 8:33 am

nitip dulu ya.... bahan bacaan :)

http://ealah.blogspot.com/2008/04/upaya-sahabat-dalam-pengumpulan-mushaf.html[/mention] wrote:Kajian Islam ("Situs Anti Islam" Watch Edition)

Disadur dari tulisannya bung Faiz di forum FFI:

Menjawab Beberapa Tuduhan Diseputar Kompilasi Quran

1. Quran yang tercecer Menurut Abu Musa Al Asy'ari

Suwaid ibn Sa`eed ia berkata bahwa `Ali ibn Mus'hir berkata kepada kami: Dawood dari Abu Harb ibn abu al-aswad bahwa ayahnya berkata bahwa Abu Musa' Al-ash`ari berkata: Kami biasa membawakan satu surat, yang panjang dan kerasnya seperti surat Al Baraah, Saya telah lupa kecuali ayat yang saya ingat :

“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang berisi harta ia pasti berharap ketiganya dan tidak ada yang dapat memenuhi kerongkongan anak Adam kecuali liang lahat (HR. Muslim)

Hadits inilah yang kemudian menjadi argumentasi musuh-musuh Islam yang membuktikan Al Quran yang ada sekarang tidak sama dengan Al Quran dizaman Rasulullah Saw. Hadits ini membuktikan bahwa Al-Quran yang ada sekarang tidak lengkap karena ada ayat yang tidak diakomodir didalamnya. Setelah mengemukakan Hadits ini kemudian mereka mencoba menguatkan argumentasi mereka dengan hadits lain

Anas bin Malik berkata : “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang berisi harta ia pasti berharap ketiganya dan tidak ada yang dapat memenuhi kerongkongan anak Adam kecuali liang lahat, dan kepada Allah kembali ia bertaubat (HR. Muslim)


Jawaban dari tuduhan ini adalah bahwa hadits yang pertama telah dikategorikan sebagai hadits dhoif dikarenakan sanadnya yang amat lemah, diantara kelemahannya adalah Suwaid ibn Sa`eed ,`Ali ibn Mus'hir, Dawood, tiga orang yang menjadi mata rantai hadits ini dianggap sangat lemah.

Kesaksian mengenai Suwaid Ibnu Sa'id:

Bukhari mengatakan Dia hilang penglihatan dan kemudian biasa meriwayat sesuatu yang bukan dia dengar sendiri, dan kejujurannya dipertanyakan. Nasai mengatakan dia tidak dapat dipercaya . (Al-Zahabi , Tazkirah al-Huffaaz)

Bukhari mengatakan Suwaid amat tidak bisa dipercaya dan perkataannya aneh dan munkar, Ibnu mu'in berkata Suwaid adalah seorang pembohong, imam Ahmad berkata, perkataan Suwaid tidak dapat diterima. (ibid)

Kesaksian Mengenai Ali bin Mushir:

Uqaili berkata Ali bin Munshir tidak dapat dipercaya (Uqaili, Dhuafaa al-`uqaili)

Ibnu Hajar berkata Ali bin Munshir bisa dipercaya namun ia meriwayatkan hadits yang ganjil setelah ia kehilangan penglihatannya. (Ibn Hajar ,Tehzi'b al-tehzi'b)

Kasaksian mengenai Dawud :

Imam Ahmad mengatakan cerita Dawud amat membingungkan, dan saling kontradiktif satu dengan yang lainnya, Ibnu Hibban menambahkan cenderung mengalami kesalahan ketika bercerita berdasarkan ingatannya. (Ibid)

Dari penjelasan mengenai kredibilitas tiga mata rantai sanad saja hadits ini mempunyai kelemahan yang amat besar belum lagi dari matan yang menyebutkan Abu Musa lupa beberapa ayat lainnya, hal ini amat membingungkan bagaimana mungkin hanya ia saja yang bersaksi bahwa riwayat mengenai anak adam ini adalah bagian dari surat didalam Al Quran?

Betul memang ada riwayat dari Anas bin Malik yang mengatakan bahwa Rasul pernah menyampaikan kalimat tersebut akan tetapi ia tidak pernah menyebutkan bahwa itu merupakan bagian dari Al Quran.

Anas bin Malik berkata : “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang berisi harta ia pasti berharap ketiganya dan tidak ada yang dapat memenuhi kerongkongan anak Adam kecuali liang lahat, dan kepada Allah kembali ia bertaubat (HR. Muslim)

2. Surat Al khal dan Al Hadf

Mereka kemudian menambahkan bahwa Mushaf Abu Musa Al Asy'ari dan beberapa sahabat lainnya memiliki surat yang kemudian tidak tertulis didalam Mushaf Utsmani.

Ubay bin Ka'ab memasukan dua surat tambahan yaitu, al Hafdh dan Al Khal yang tidak tertulis didalam mushaf Utsmani, surat ini juga tertulis pada teks Ibnu Abbas dan Abu Musa.

Mengenai kesaksian mengenai dua surat yang tercecer di Mushaf Abu Musa, Ibnu Abbas, dan Ubay bin Ka'ab tidak pernah mereka sebut sebagai bagian dari Al Quran, dan tidak ada riwayat yang menyebutkan mereka menganggap itu bagian dari Al Qur'an. Mengenai keberadaan Surat tersebut didalam Mushaf mereka bukan menandakan bahwa hal itu merupakan bagian dari wahyu Allah, berikut terjemahan dari kedua surat tersebut:

Surat Al Khal

Allah kami meminta pertolonganmu dan meminta pengampunanmu, dan kami memujimu dan kami bukan termasuk orang yang kafir terhadapmu. Kami berpisah dan meninggalkan orang yang melakukan dosa terhadapmu

Surat Al-Hadf

Ya Allah Kami memujimu dan kepadamu kami berdoa dan berserah diri, dan kepadamu kami berlari dan bersegera untuk mengabdi. Kami berharap kepada pengampunanmu dan takut kepada hukumanmu. Hukumanmu akan segera sampai kepada orang-orang kafir.

Ini adalah terjemahan dari kedua surat yang berada didalam Mushaf sahabat tersebut, yang menarik adalah kedua surat tersebut sama bunyinya dengan bunyi dua doa qunut yang biasa dibaca oleh kaum muslimin yang ada didunia, bahkan rasul sendiri pernah menganjurkan membacanya diakhir sholat witir (Ahmad von Denffer, "Ulum al Qur'an") , persoalannya apakah segala sesuatu yang tertulis bisa dikatakan bagian dari Al-Qur'an, bukankah Rasul pernah berkata janganlah kalian menulis kecuali Al Quran?

"Janganlah kalian menulis apa apa dariku, barangsiapa yang menulis dariku selain al-Quran maka hendaklah ia menghapusnya, dan berbicaralah tentang diriku dan itu diperbolehkan, dan barangsiapa dengan sengaja berbohong atas diriku maka bersiap siaplah untuk tinggal diatas neraka" (HR Muslim)

Betul pesan ini memang disampaikan oleh Rasulullah Saw, akan tetapi bukan berarti hal ini kemudian tersampaikan kepada semua sahabat. Ada saja sahabat yang tidak mengetahui Hadits tersebut dan melakukan kekeliruan, bahkan hal ini mempertegas tindakan Zaid bin Tsabit yang tidak mau menerima catatan yang tidak tertulis langsung dihadapan Rasulullah yang didampingi dua orang saksi. Dia berpikir tidak ada satupun jaminan yang bisa diberikan bahwa sahabat tidak salah dalam prosedural penulisan maupun hapalan suatu ayat tertentu.

Yang menarik adalah Ubay bin Ka'ab yang dikatakan mempunyai Mushaf yang lain dari Mushaf yang ada sekarang justru adalah orang yang ikut menyusun keberadaan Mushaf Utsmani

Ata berkata : Ketika Utsman memutuskan untuk menyalin Al Quran kedalam naskah tertulis , ia mengirim mereka kepada Ubay bin Ka'ab. Ubay mendiktekan kepada Zaid yang kemudian menuliskannya, dan bersama mereka Sa'id bin Al 'Ash, yang meneliti teks (berdasarkan Gramar Arab Quraisy). Teks ini berdasarkan bacaan Ubay dan Zayd (HR. Abu Dawud)

Utsman memerintahkan Ubay bin Ka'ab untuk mendiktekan, Zayd bin Tsabit untuk menulis, Sa'id bin Al Ash dan Abdurahman bin Al Harith untuk meneliti teks kedalam aturan bahasa Arab (HR. Abu Dawud)

Hadits ini adalah tamparan yang amat keras bagi orang-orang yang menuduh bahwa Ubay bin Ka'ab memiliki Mushaf yang berbeda dari Mushaf Utsmani, bagaimana mungkin ia bisa melewatkan kedua surat ini kedalam Mushaf Ustmani sedang ia sendiri yang membacakannya didepan Zaid?


3. Permasalahan Ibnu Mas'ud

Salah satu argumen yang didengungkan kaum orientalis-misionaris adalah bahwa Abdullah bin Mas'ud menolak untuk membakar mushaf yang dimiliki olehnya dengan mengatakan :

Bagaimana mungkin kalian menyuruhku membaca qiraat Zayd. Ketika Zayd masih kecil bermain dengan kawan sebayanya saya telah menghafal lebih dari tujuh puluh surah langsung dari lisan Rasulullah (Ibn Abi Da'ud, Kitab a-Masahif)

Yang menarik dari riwayat ini adalah kita sama sekali tidak melihat satupun riwayat Utsman untuk memaksa Abdullah bin Mas'ud untuk menyerahkan Mushafnya, ini sekaligus memperlihatkan kebijaksanaan Utsman yang kemudian mematahkan tuduhan bahwa Utsman bersikap Aristrokat seperti yang dikatakan Robert Morey, padahal Abu Dawud juga meriwayatkan Abdullah bin Mas'ud mengumumkan kepada pengikutnya (orang-orang yang memegang mushaf Ibnu Masud) untuk tidak menyerahkan Mushaf mereka. Bahkan yang terjadi adalah semua orang mengikuti perintah Utsman untuk membakar Salinan Mushaf miliknya.
Musab ibnu Sa'ad ibnu Waqqas berkata: "Aku melihat orang-orang berkumpul dalam jumlah yang besar ketika Utsman melakukan pembakaran Quran, dan mereka terlihat senang dengan tindakannya, dan tidak ada satupun yang berbicara menentangnya (HR. Abu Dawud)

Perkataan "Terlihat senang dengan tindakannya " menunjukkan tidak adanya pemaksaan atau ancaman atas tindakan yang menentang perintah tersebut, tidak ada satupun riwayat yang menyatakan adanya seseorang yang dihukum atas tindakan penentangan terhadap perintah Utsman.

Bahkan berulang kali Utsman menegaskan bahwa dia tidak menolak bacaan bacaan Quran yang berlangsung secara oral. Yang dia ingin satukan adalah bacaan dalam bentuk tertulis untuk menghindari perpecahan dan penyimpangan makna.

“Adapun Alquran, saya tidak akan menghalangi kalian, hanya saja saya khawatir bila terjadi perpecahan di antara kalian (sebab perbedaan bacaan Alquran) dan silakan kalian membaca (Alquran) dengan harf yang menurut kalian mudah”. ( Muhammad ‘Abd Allâh Dirâz, Madkhal ilâ al-Qur`ân al-Karîm. (Kuwait: Dâr al-Qalam, 1993), cet. II, hlm. 42)

Kemudahan yang diberikan Utsman inilah yang kemudian menyebabkan kita dapat menemukan bacaan-bacaan yang bersumber dari Rasulullah Saw walaupun hanya berpegang pada riwayat ahad.

Apakah penolakan Ibnu Mas’ud merupakan penolakan dikarenakan Mushaf yang dimilikinya berbeda secara substansial dengan Mushaf utsmani. Untuk memperkuat adanya perbedaan itu orientalis-misionaris mengajukan bukti adanya penolakan Ibnu Masud dalam tiga surat yaitu Al fatihah dan al-mu `aw-widhatayn (Annas dan Al Falaq).

Fakta bahwa Ibnu Mas'ud tidak menerima ketiga surat itu sebenarnya telah ditolak oleh beberapa ulama Islam diantaranya Imam Ibnu Hazm Ulama besar dari Andalusia, ia mendustakan orang yang menisbatkan perkataan penolakan tiga surat tersebut kepada Ibnu Mas’ûd. Karena terbukti dalam qiraat Imam ‘Ashim (salah satu dari tujuh otoritas dalam transmisi qiraat yang mu’tabar) yang berasal dari Ibnu Mas’ûd terdapat bacaan al-Mu’awwidzatain dan al-Fâtihah. (Muhammad ‘Abd Allâh Dirâz, Madkhal ilâ al-Qur`ân al-Karîm. (Kuwait: Dâr al-Qalam, 1993), cet. II)

Argumen yang menguatkan pendapat Ibnu Hazm diantaranya adalah fakta bahwa tidak ada satupun riwayat yang mengklaim Ibnu Masud tidak memasukkan surat 15: 87 kedalam Mushafnya yang berbunyi:

"Dan sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang" (QS. 15:87)

Jika memang benar Ibnu Masud menolak Al Fatihah tentu penolakan dia akan mengalami kontradiksi dengan apa yang telah dia muat sebelumnya.Sebab siapapun setuju bahwa maksud ayat tersebut adalah surat Al-Fatihah. Jikalau memang Ibnu Masud menolak maka dimana dia taruh tujuh ayat yang berulang-ulang tersebut.?

Tentu saja bukti yang terkuat adalah dari murid-murid Ibnu Mas’ud sendiri, secara logika jika ada sepuluh orang murid yang belajar pada guru yang sama maka hasilnya akan sama, jika ada satu orang yang berbeda dengan kesembilan orang lainnya tentu saja satu orang ini mungkin mengalami noise dalam penerimaan informasi, sebab jika dia sendiri yang berbeda maka dapat dipastikan dia tidak menangkap pelajaran dengan benar. Logika ini yang kemudian membantah dengan sendirinya pendapat orientalis seperti Jefri yang pertama kali menyerang Mushaf Utsmani dengan membandingkannya dengan Mushaf Ibnu Mas’ud dengan alasan yang kita sudah sebutkan diatas. Ibnu Mas’ud mempunyai beberapa orang murid diantaranya `Alqamah, al-Aswad, Masruq, asSulami, Abu Wa'il, ash-Shaibani, al-Hamadani, dan Zirr, semuanya meriwayatkan AI-Qur'an yang mereka terima dari padanya berjumlah sebanyak 114 surah. Hanya salah satu murid Zirr, `Asim, satu-satunya yang memberi pernyataan konyol kendati ia mengajarkan seluruh isi kandungan Kitab Suci atas wewenang Ibn Mas'ud. (As-Suyuli, al-Itqan, 1: 221)


Terakhir sekali ternyata Jeffery orientalis pertama yang menyudutkan peristiwa ini di buku Materials tidak mengungkap sikap menyeluruh dari `Abdullah ibn Mas`ud. Padahal dari kedua buku yang diedit oleh Jeffery sendiri, disebutkan bahwa Ibn Mas`ud menimbang kembali pendapatnya yang awal dan akhirnya kembali lagi kepada pendapat `Uthman dan para Sahabat lainnya. Ibn Mas`ud menyesali dan malu dengan apa yang telah dikatakannya.(Kitab al-Mabani, yang diedit oleh Jeffery pada tahun 1954 menyebutkan Ibn Mas'ud menyesali sikapnya dan menyetujui Mushaf `Uthmani. Lihat Arthur Jeffery, Kitab al-Mabani, hlm. 95. Bandingkan juga dengan Kitab al-Masahif, 1: 193-195)


4. Ayat-ayat Rajam

"Dan bagi laki-laki tua yang berzinah dan wanita tua yang berzinah, rajam mereka atas kesenangan yang telah mereka perbuat", Umar bin Khattab berkata "orang-orang akan mengatakan bahwa Umar telah menambahkan sesuatu kepada kitab Allah, jika aku menulis ayat rajam" (True Guidance, p. 61- citing Al-Suyuti’s al-Itqan fii ulum al-Quran on nasikh wa mansukh; Darwaza’s al-Quran Al-Majid)

Kita harus menyatakan bahwa ayat rajam merupakan pendapat Umar pribadi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya sesuai kaidah ilmiah yang telah disepakati seperti adanya teks yang mendukung adanya ayat tersebut dan teks tersebut harus ditulis dihadapan Rasulullah disaksikan oleh dua orang. (fathul bahri,Ibnu Hajar)

Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, bahwa Abu Bakar berkata pada Umar dan Zaid: `Duduklah kamu berdua dipintu masjid. Bila ada yang datang kepadamu membawa dua orang saksi atas sesuatu dari kitab Allah, maka tulislah (HR. Abu Dawud)

Itulah yang menyebabkan kesaksian Umar tertolak sebab begitu Umar ditanyakan argumennya ayat tersebut memang ada dia tidak bisa membuktikannya (Muhammad ibn Muhammad Abû Syahbah, al-Madkhal li Dirâsat al-Qur`ân al-Karîm, (Kairo: Maktabah al-Sunnah, 1992), Cet. I, hlm. 273)

Memang ada riwayat juga yang menyatakan Aisyah telah menyimpan teks tersebut dan hilang setelah Rasulullah saw meninggal dunia, akan tetapi hal ini juga menjadi pertanyaan sebab kenapa cuma Aisyah yang menyimpan teks tersebut dan mengapa tidak semua orang tahu akan adanya ayat tersebut. Redaksi Umar yang menyatakan bahwa "orang-orang akan mengatakan bahwa Umar telah menambahkan sesuatu pada kitab Allah" membuktikan bahwa ayat ini hanya diketahui oleh Umar, Aisyah dan juga ditambah riwayat Ibnu Abbas. Akan tetapi mengapa hanya tiga orang yang mengetahui ayat ini adalah sangat ganjil sebab rasulullah sendiri ditugaskan untuk menyebarkan seluruh ayat Quran kepada semua manusia sehingga seharusnya ayat ini diketahui banyak orang.

Adalah kebiasaan Rasulullah Saw untuk meminta penulis wahyu untuk membaca kembali ayat tersebut setelah menuliskannya, menurut Zaid bin Tsabit, jika ada kesalahan dari penulisan dia membetulkannya, setelah selesai barulah Rasulullah Saw membolehkan menyebarkan ayat tersebut.
(Majmauz Zawaid, vol.I, p. 60)

Rasulullah menulisnya dan baru menyebarkannya kepada masyarakat, riwayat ini membuktikan bahwa suatu ayat seharusnya mutawatir (banyak diketahui orang) disamping ada teks yang dapat dipertanggungjawabkan. Kecurigaan bahwa ayat yang dimaksud adalah hadits qudsi, hadits yang memang diturunkan oleh Allah adalah sebuah keniscayaan sebab hadits sudah biasa diriwayatkan dalam keadaan ahad.

Mungkin ada juga yang berdalih bukankah Zaid sendiri mencari Huzaimah Al anshary dan hanya dia satu-satunya yang mempunyai akhir surat attaubah.?

"Sampai saya temukan akhir dari surat At taubah pada Abu Khuzaimah Al Anshary yang tidak terdapat pada surat yang lainnya" (HR. Bukhari)

Pengecualian akhir surah al-Taubah dari kaidah tersebut, disebabkan catatannya hanya ditemukan pada Abî Khuzaimah al-Anshârî dan berdasarkan kemutawatiran hafalannya, sehingga Rasulullah mengatakan kesaksiannya setara dua orang saksi bahwa ayat tersebut ditulis di hadapan Rasulullah. (Shubhî al-Shâlih, Mabâhits fî ‘Ulûm al-Qur`ân, (Beirut: Dâr al-‘Ilmi li al-Malâyîn, 1990), Cet. XVIII, hlm. 76)

“Adapun perkataan Zayd: “Saya tidak menemukannya kecuali pada Abî Khuzaimah”, bukan berarti penetapan Alquran dengan khabar âhâd karena Zayd dan sahabat lain menghafal ayat tersebut dan pencariannya kepada sahabat bertujuan untuk menampakkannya bukan sebagai pengetahuan baru.” (Badr al-Dîn al-Zarkasyî, al-Burhân fi ‘Ulûm al-Qur`ân, (Kairo: Dâr Ihyâ` al-Kutub al-‘Arabiyyah, 1957), Vol. I, hlm. 296)

Jadi Zayd sendiri mengetahui ayat tersebut dan berusaha membuktikannya dengan mencari data yang digunakan untuk memperkuat argumennya, hingga catatan yang benar-benar ditulis dihadapan rasulullah ditemukan. Karena Zayd sendiri memang sudah mempunyai catatan ayat tersebut akan tetapi dia tidak punya catatan yang ditulis langsung dihadapan Rasulullah, mengenai kesaksian Abu Khuzaimah yang setara dengan dua orang saksi telah ditegaskan oleh Rasulullah sebelumnya, yang sekaligus membuktikan bahwa proses kompilasi Quran ini telah diprediksi sebelumnya oleh Rasulullah Saw.


Dari Anas berkata bahwa ketika Nabi meninggal, tidak ada yang telah mengumpulkan Quran kecuali empat para orang: Abu Al-Darda`, Mu'adz bin Jabal, Zayd bin Thabit dan Abu Zayd. (HR. Bukhari)

Sahih Bukhari Volume 6, Book 60, Number 307:
Narrated Zaid bin Thabit:
When we collected the fragramentary manuscripts of the Qur'an into copies, I missed one of the Verses of Surat al-Ahzab which I used to hear Allah's Apostle reading. Finally I did not find it with anybody except Khuzaima Al-Ansari, whose witness was considered by Allah's Apostle equal to the witness of two men. (And that Verse was:) 'Among the believers are men who have been true to their covenant with Allah.'



Terakhir dan bukti yang paling kuat adalah mengenai teks yang Umar yang meragukan dan aneh serta tidak sesuai dengan gaya bahasa Quran:

"Dan bagi laki-laki tua yang berzinah dan wanita tua yang berzinah, rajam mereka atas kesenangan yang telah mereka perbuat"

Lafadz al-Syaikhu wa al-Syaikhatu sangat meragukan karena berarti adalah laki-laki yang sangat tua dan wanita yang sangat tua atau berusia lanjut hal ini seperti yang ada pada ayat Quran yang lainnya,

Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua (Syaikh) yang telah lanjut umurnya".(QS. 28:23 )

Istrinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua (Syaikhatu) , dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh. (QS. 11:72 )

Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes, air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua (Syaikh), di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya). (QS. 40:67 )

Dari ayat-ayat tersebut diatas tampak kata Syaikh dan Syaikhatu dipergunakan untuk menunjukkan kata laki-laki tua dan wanita tua. Artinya apa? artinya jelas bahwa jika ayat ini dimasukkan berarti hukum rajam bagi pezina hanya diberlakukan bagi laki-laki dan wanita yang sudah berusia tua, oleh karenanya tentu saja teks ini mengundang kritikan keras dari Zaid bin Tsabit yang menyatakan : “Bukankah dua pasang muda yang telah menikah juga dirajam?” (Muhammad ibn Muhammad Abû Syahbah, al-Madkhal li Dirâsat al-Qur`ân al-Karîm, (Kairo: Maktabah al-Sunnah, 1992), Cet. I, hlm. 273)

Tambahan dari saya, Umar sendiri telah mengakui bahwa Quran telah menyebutkan adanya ayat-ayat rajam. Jadi jika Umar meyakini bahwa ada ayat-ayat rajam yang tidak disebutkan tentulah ini bertentangan dengan pernyataan Umar sendiri:
Sahih Bukhari Volume 9, Book 92, Number 424t :
When we reached Medina, 'Umar (in a Friday Khutba-sermon) said, "No doubt, Allah sent Muhammad with the Truth and revealed to him the Book (Quran), and among what was revealed, was the Verse of Ar-Rajm (stoning adulterers to death).'" (See Hadith No. 817,Vol. 8)

Sahih Bukhari volume 8, Book 82, Number 816:

Narrated Ibn 'Abbas:

'Umar said, "I am afraid that after a long time has passed, people may say, "We do not find the Verses of the Rajam (stoning to death) in the Holy Book," and consequently they may go astray by leaving an obligation that Allah has revealed. Lo! I confirm that the penalty of Rajam be inflicted on him who commits illegal sexual intercourse, if he is already married and the crime is proved by witnesses or pregnancy or confession." Sufyan added, "I have memorized this narration in this way." 'Umar added, "Surely Allah's Apostle carried out the penalty of Rajam, and so did we after him."

Hadis diatas juga hanya menjelaskan kekhawatiran Umar bahwa suatu saat orang-orang akan mengatakan bahwa ayat-ayat rajam tidak diturunkan (diwahyukan) dalam Quran tapi hanya melalui hadis. Ini saja pengertian dari hadis diatas. Kenyataannya hukum rajam telah disebutkan dalam hadis.


Related Article:

What about missing verse on stoning? (rajam)


5. Satu contoh adalah laporan dari Suyuthi dalam Al-Itqan sbb :

Aisyah menyatakan Surah al-Ahzab 33 : 56 pada masa Nabi adalah LEBIH PANJANG yaitu dibaca "Wa'ala al-Ladhina Yusaluna al-Sufuf al-Uwal" selepas "Innalla ha wa Mala'ikatahu Yusalluna 'Ala al-Nabi..." Aisyah berkata,"Yaitu sebelum USMAN MENGUBAH mushaf-mushaf."

Aisha dilaporkan menyatakan bahwa saat nabi SAW hidup, sura 33 (al-Ahzab) adalah 3 kali lebih panjang daripada yang ada dalam mushaf Usman.

Sumber :
• Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 434
• Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180
• Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 1 p 226

Kutipan dari Suyuthi :
Aisyah berkata, "Surah al-Ahzab dibaca pada zaman Rasulullah SAW SEBANYAK 200 AYAT, tetapi pada masa Usman menulis mushaf surah tersebut TINGGAL 173 AYAT SAJA."


Sanggahan pertama yaitu kitab Suyuti bukanlah buku sumber, sehingga sebenarnya buku ini tidak bisa dijadikan dasar argumentasi. Kenapa demikian adalah karena didalam buku ini tidak ada sanad, dan sesuatu yang tidak mempunyai sanad tidak dapat dijadikan dasar argumentasi.

Kedua, sebagai bukti bahwa buku Suyuti ini mengandung kekeliruan adalah ketika menceritakan tentang berbagai macam perbedaan bacaan (lebih kurang 40 bacaan) dari berbagai macam sumber pada kitab "Al-Ittiqaan fi `uloom al-Qur'an" pada kitab sesudahnya imam suyuti yaitu "Tafsir al-Hawaalik" beliau justru mengakui bahwa tidak ada satupun riwayat tersebut yang dapat diterima !!!.

Ketiga, kalaupun riwayat itu diterima hal itu tidak bisa dibenarkan secara ilmiah karena sesuatu yang hanya berdasarkan pendapat satu orang tidak dapat dijadikan bukti, karena didalam Islam selain Qur'an juga ada yang dikenal sebagai hadits qudsi yang secara redaksional hampir mirip dengan Al Qur'an.

Keempat mengenai Aisyah sumber yang sahih seperti yang saya kutip diatas menunjukkan bahwa apa yang ditulis oleh Aisyah sangat berbeda dengan apa yang dilakukan Zaid dan sahabat yang lain karena Zaid menulis dihadapan nabi Muhammad, sedangkan Aisyah menulis setelah mendengar dari nabi, sesuatu yang tidak mustahil bahwa persepsi Aisyah itu adalah pendapat pribadi pada ayat itu dan bukan pada keberadaan/entitas ayat itu sendiri.

Akhirnya nampak jelas bagi kita segala argumentasi kaum pagan tentang Al Quran menjadi terhempas dan semakin redup dibawah terang nya cahaya Quran dan nampaklah bahwa Quran merupakan wahyu Allah yang terjaga sampai akhir zaman nanti.

Maha benar Allah dengan segala Firmannya (QS. 12:78 )

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. 15:9)

Artikel terkait:

Rebuttal to two verses tampering issue

The History of The Qur'anic Text (8 pages)

Koreksi terhadap Orientalis tentang Penyusunan Al-Quran (Part II)

Sebuah pernyataan dan kesaksian bahwa Al-Quran tidak mengalami perubahan

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by crescent-star on Tue Feb 18, 2014 8:37 am

@aliumar wrote:
cs wrote:Jika tulisan itu disandingkan dgn hafalan zaid pun saja, maka statusnya tidak ahad. Ianya Sudah memenuhi 2 saksi, saksi penghafal dan saksi penulis.
2 surah tsb juga statusnya tidak ahad.
Ada Ubay dgn mushafnya, dan juga ada kesaksian Anas bin Malik, serta Ibnu Mas'ud yg bersaksi menerima langsung dari muhammad (jadi langsung dari muhammad sendiri lho, bukan dari hasil mendengar dari si fulan, si Budi, dll).
kan sudah saya katakan di atas, berstatus ahad dalam konteks 2 surah ini bagian dari surah-surah al quran.
sedangkan dalam konteks 2 surah itu adalah wahyu Allah, statusnya mutawatir.

sebenarnya pun tidak pernah ada hadits yg meriwayatkan pernyataan ubay yg tegas bahwa ke 2 surah tsb bagian dari al Quran. sebab Ubay termasuk tim penguji MUSHAF USMANI.

HR. Abu Dawud
Ata berkata : Ketika Utsman memutuskan untuk menyalin Al Quran kedalam naskah tertulis , ia mengirim mereka kepada Ubay bin Ka’ab. Ubay mendiktekan kepada Zaid yang kemudian menuliskannya, dan bersama mereka Sa’id bin Al ‘Ash, yang meneliti teks (berdasarkan Gramar Arab Quraisy). Teks ini berdasarkan bacaan Ubay dan Zayd

HR. Abu Dawud
Utsman memerintahkan Ubay bin Ka’ab untuk mendiktekan, Zayd bin Tsabit untuk menulis, Sa’id bin Al Ash dan Abdurahman bin Al Harith untuk meneliti teks kedalam aturan bahasa Arab
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Tue Feb 18, 2014 10:17 am

@crescent star wrote:kan sudah saya katakan di atas, berstatus ahad dalam konteks 2 surah ini bagian dari surah-surah al quran.
sedangkan dalam konteks 2 surah itu adalah wahyu Allah, statusnya mutawatir.
kalo begitu akhir surat at Taubah juga bisa saya bilang berstatus ahad dalam konteks akhir At Taubah tsb bagian dari surah2 alquran, sedangkan dlm konteks akhir at Taubah adalah wahyu Allah, statusnya mutawatir.

Dan masalah akan semakin terlihat mengingat Muhammad tak pernah bersabda memberitahu muslim daftar list ucapannya yg mana yg termasuk surah quran dan yg mana yg cuma wahyu Tuhan saja.

@crescent star wrote:kan sudah saya katakan di atas, berstatus ahad dalam konteks 2 surah ini bagian dari surah-surah al quran.
sedangkan dalam konteks 2 surah itu adalah wahyu Allah, statusnya mutawatir.
Wahyu Tuhan tapi bukan Alquran.
Lantas tergolong dlm apa 2 surah tsb? hadist?
Tak pernah sebuah hadist dikatakan sbg "SURAH".

HR. Abu Dawud
Ata berkata : Ketika Utsman memutuskan untuk menyalin Al Quran kedalam naskah tertulis , ia mengirim mereka kepada Ubay bin Ka’ab. Ubay mendiktekan kepada Zaid yang kemudian menuliskannya, dan bersama mereka Sa’id bin Al ‘Ash, yang meneliti teks (berdasarkan Gramar Arab Quraisy). Teks ini berdasarkan bacaan Ubay dan Zayd

HR. Abu Dawud
Utsman memerintahkan Ubay bin Ka’ab untuk mendiktekan, Zayd bin Tsabit untuk menulis, Sa’id bin Al Ash dan Abdurahman bin Al Harith untuk meneliti teks kedalam aturan bahasa Arab
hadist di atas hadist AHAD dan dhoif (alias tidak shahih)---> ceritanya ketularan virus "denial" muslim. hahaha....

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by crescent-star on Tue Feb 18, 2014 10:52 am

@aliumar wrote:kalo begitu akhir surat at Taubah juga bisa saya bilang berstatus ahad dalam konteks akhir At Taubah tsb bagian dari surah2 alquran, sedangkan dlm konteks akhir at Taubah adalah wahyu Allah, statusnya mutawatir.
bagaimana bisa ahad lah wong populer di kalangan penghafal kok bahwa itu bagian akhir dari surah alquran.

Dan masalah akan semakin terlihat mengingat Muhammad tak pernah bersabda memberitahu muslim daftar list ucapannya yg mana yg termasuk surah quran dan yg mana yg cuma wahyu Tuhan saja.
pernah bersabda demikian, namun tidak dirinci sabda beliau tsb ..

AHMAD 468
Telah menceritakan kepada kami Isma'il Bin Ibrahim Telah menceritakan kepada kami 'Auf Bin Abu Jamilah Telah menceritakan kepadaku Yazid Al Farisi Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abbas dia berkata; aku bertanya kepada Utsman; "Apa yang mendorong kalian menyandarkan surat Al Anfal yang merupakan surat Al Matsani (surat yang terdiri dari puluhan ayat) kepada surat Bara'ah (surat At Taubah) yang termasuk surat Al Mi`in (surat yang terdiri dari ratusan ayat), kemudian kalian membaca keduanya dan tidak menulis pemisah diantara keduanya dengan Bismillahirrahmanirrahim, lalu kalian meletakkannya termasuk ke dalam As Sab'u Ath Thiwal (tujuh surat yang panjang), apa alasan yang mendorong kalian melakukan demikian?" Utsman menjawab; "Pada suatu waktu turunlah surat yang memiliki banyak ayat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan kebiasaan beliau apabila diturunkan wahyu kepadanya beliau memanggil sebagian sahabat juru tulisnya, lalu beliau bersabda: "Letakkan ayat ini dalam surat yang di dalamnya disebutkan begini dan begini." Dan apabila turun beberapa ayat kepadanya beliau bersabda: "Letakkanlah ayat ayat ini dalam surat yang di dalamnya disebutkan begini dan begini." Apabila turun satu ayat kepadanya, maka beliau bersabda: "Letakkanlah ayat ini dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini." Surat Al Anfal merupakan salah satu surat yang pertama kali diturunkan di Madinah, sedangkan surat Bara'ah merupakan salah satu surat Al Qur'an yang terakhir kali diturunkan, " Utsman berkata; "Cerita yang terdapat di akhir surat Al Anfal mirip dengan dengan cerita yang ada di awal surat Bara'ah, kami mengira bahwa dia (surat Al Anfal) adalah bagian darinya (surat Bara'ah). Hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat dan beliau belum menjelaskan kepada kami bahwa dia (surat Al Anfal) adalah bagian darinya (surat Bara'ah), oleh karena itu, aku menyertakan antara keduanya dan tidak menulis; "Bismillahirrahmanirrahim" sebagai pemisah antara keduanya dan aku meletakkannya termasuk ke dalam As Sab'u Ath Thiwal."

demikian dalam tirmidzi dgn sanad berbeda

TIRMIDZI 3011
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id, Muhammad bin Ja'far, Ibnu Abi Adi dan Sahal bin Yusuf mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami Auf bin Abu Jamilah telah menceritakan kepada kami Yazid Al Farisi telah menceritakan kepada kami Ibnu Abbas berkata: Aku pernah bertanya kepada Utsman bin Affan: Apa yang menyebabkan engkau cenderung (menggolongkan) Al Anfaal kedalam al Matsani (surat yang berjumlah lebih dari seratus), memasukkan Al Baraa`ah ke dalam al Mi`in (yang kurang dari seratus), engkau meletakan keduanya berdekatan tanpa ditulis basmalah sebagai pemisah, serta memasukannya kedalam As Sab'uth Thiwaal (tujuh surat terpanjang) apa sebetulnya yang melatar belakanginya? Utsman menjawab: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam terkadang dalam satu waktu diturunkan kepadanya surat yang memiliki banyak ayat, karena itu jika turun sesuatu padanya beliau memanggil sebagian juru tulisnya lalu bersabda: "Tulis semua ayat ini pada surat yang terdapat di dalamnya begini dan begitu, " sedang jika turun padanya satu ayat beliau katakan: "Tulis ayat ini di surat yang disebut di dalamnya begini dan begitu, " sedangkan Al Anfaal adalah salah satu surat yang pertama kali diturunkan di Madinah sedangkan Al Baraa`ah adalah sebagian surat Al Qur`an yang terakhir tetapi isinya mirip dengan isinya (surat Al Anfaal) sehingga saya menganggapnya sebagai bagian darinya. Setelah itu Rasulullah wafat tetapi beliau tidak menjelaskan kepada kami bahwa ia bagian darinya, karena itulah aku letakkan keduanya secara berdekatan dan tidak menulis basmalah sebagai pemisah serta menggolongkannya ke dalam As Sab'uth Thiwaal. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih, kami hanya mengetahuinya dari hadits Auf dari Yazid Al Farisi dari Ibnu Abbas. Yazid Al Farisi termasuk kalangan tabi'in dan ia meriwayatkan selain hadits ini dari Ibnu Abbas. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah Yazid bin Hurmuz sedangkan Yazid Ar Raqasi adalah Yazid bin Aban Ar Raqasi, dari kalangan tabi'in dan tidak bertemu Ibnu Abbas, ia hanya meriwayatkan dari Anas bin Malik dan keduanya termasuk penduduk Bashrah. Yazid Al Farisi lebih dahulu dari Yazid Ar Raqasi.


avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Tue Feb 18, 2014 11:03 am

@cs
bagaimana bisa ahad lah wong populer di kalangan penghafal kok bahwa itu bagian akhir dari surah alquran.
populer dihafal sbg wahyu Tuhan, tapi bukan sbg surah quran.

pernah bersabda demikian, namun tidak dirinci sabda beliau tsb ..

AHMAD 468
Telah menceritakan kepada kami Isma'il Bin Ibrahim Telah menceritakan kepada kami 'Auf Bin Abu Jamilah Telah menceritakan kepadaku Yazid Al Farisi Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abbas dia berkata; aku bertanya kepada Utsman; "Apa yang mendorong kalian menyandarkan surat Al Anfal yang merupakan surat Al Matsani (surat yang terdiri dari puluhan ayat) kepada surat Bara'ah (surat At Taubah) yang termasuk surat Al Mi`in (surat yang terdiri dari ratusan ayat), kemudian kalian membaca keduanya dan tidak menulis pemisah diantara keduanya dengan Bismillahirrahmanirrahim, lalu kalian meletakkannya termasuk ke dalam As Sab'u Ath Thiwal (tujuh surat yang panjang), apa alasan yang mendorong kalian melakukan demikian?" Utsman menjawab; "Pada suatu waktu turunlah surat yang memiliki banyak ayat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan kebiasaan beliau apabila diturunkan wahyu kepadanya beliau memanggil sebagian sahabat juru tulisnya, lalu beliau bersabda: "Letakkan ayat ini dalam surat yang di dalamnya disebutkan begini dan begini." Dan apabila turun beberapa ayat kepadanya beliau bersabda: "Letakkanlah ayat ayat ini dalam surat yang di dalamnya disebutkan begini dan begini." Apabila turun satu ayat kepadanya, maka beliau bersabda: "Letakkanlah ayat ini dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini." Surat Al Anfal merupakan salah satu surat yang pertama kali diturunkan di Madinah, sedangkan surat Bara'ah merupakan salah satu surat Al Qur'an yang terakhir kali diturunkan, " Utsman berkata; "Cerita yang terdapat di akhir surat Al Anfal mirip dengan dengan cerita yang ada di awal surat Bara'ah, kami mengira bahwa dia (surat Al Anfal) adalah bagian darinya (surat Bara'ah). Hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat dan beliau belum menjelaskan kepada kami bahwa dia (surat Al Anfal) adalah bagian darinya (surat Bara'ah), oleh karena itu, aku menyertakan antara keduanya dan tidak menulis; "Bismillahirrahmanirrahim" sebagai pemisah antara keduanya dan aku meletakkannya termasuk ke dalam As Sab'u Ath Thiwal."

demikian dalam tirmidzi dgn sanad berbeda

TIRMIDZI 3011
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id, Muhammad bin Ja'far, Ibnu Abi Adi dan Sahal bin Yusuf mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami Auf bin Abu Jamilah telah menceritakan kepada kami Yazid Al Farisi telah menceritakan kepada kami Ibnu Abbas berkata: Aku pernah bertanya kepada Utsman bin Affan: Apa yang menyebabkan engkau cenderung (menggolongkan) Al Anfaal kedalam al Matsani (surat yang berjumlah lebih dari seratus), memasukkan Al Baraa`ah ke dalam al Mi`in (yang kurang dari seratus), engkau meletakan keduanya berdekatan tanpa ditulis basmalah sebagai pemisah, serta memasukannya kedalam As Sab'uth Thiwaal (tujuh surat terpanjang) apa sebetulnya yang melatar belakanginya? Utsman menjawab: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam terkadang dalam satu waktu diturunkan kepadanya surat yang memiliki banyak ayat, karena itu jika turun sesuatu padanya beliau memanggil sebagian juru tulisnya lalu bersabda: "Tulis semua ayat ini pada surat yang terdapat di dalamnya begini dan begitu, " sedang jika turun padanya satu ayat beliau katakan: "Tulis ayat ini di surat yang disebut di dalamnya begini dan begitu, " sedangkan Al Anfaal adalah salah satu surat yang pertama kali diturunkan di Madinah sedangkan Al Baraa`ah adalah sebagian surat Al Qur`an yang terakhir tetapi isinya mirip dengan isinya (surat Al Anfaal) sehingga saya menganggapnya sebagai bagian darinya. Setelah itu Rasulullah wafat tetapi beliau tidak menjelaskan kepada kami bahwa ia bagian darinya, karena itulah aku letakkan keduanya secara berdekatan dan tidak menulis basmalah sebagai pemisah serta menggolongkannya ke dalam As Sab'uth Thiwaal. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih, kami hanya mengetahuinya dari hadits Auf dari Yazid Al Farisi dari Ibnu Abbas. Yazid Al Farisi termasuk kalangan tabi'in dan ia meriwayatkan selain hadits ini dari Ibnu Abbas. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah Yazid bin Hurmuz sedangkan Yazid Ar Raqasi adalah Yazid bin Aban Ar Raqasi, dari kalangan tabi'in dan tidak bertemu Ibnu Abbas, ia hanya meriwayatkan dari Anas bin Malik dan keduanya termasuk penduduk Bashrah. Yazid Al Farisi lebih dahulu dari Yazid Ar Raqasi.
Mana daftar list surah quran nya yg pernah diberitahu oleh muhammad?
Hadist di atas kan cuma berisi posisi ayat dlm quran, tapi ga ada tuh semacam "daftar list" surah2 mana aja (ucapan2 muhammad yg mana saja) yg termasuk quran dan yg mana yg bukan?

btw koq belum dijawab cs pertanyaan saya yg ini:

Wahyu Allah tapi bukan tergolong Alquran.
Lantas tergolong dlm apa 2 surah tsb? hadist?

Tak pernah sebuah hadist dikatakan sbg "SURAH".


Terakhir diubah oleh aliumar tanggal Fri May 08, 2015 9:00 am, total 1 kali diubah

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by crescent-star on Tue Feb 18, 2014 11:14 am

2 quran itu yang jelas tidak tergolong wahyu Allah yg disebut al Quran. dgn kata lain Al Quran adalah wahyu2 selektif dari sekian wahyu yang Allah turunkan pada Nabi saw.
banyak kok dalam hadits kisah nasib wahyu2 Allah yang tidak masuk nominasi sbg wahyu Quran.
mau disebut apa wahyu tsb ?? .... yaaa silakan dibuat namanya.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Tue Feb 18, 2014 11:35 am

cs wrote:2 quran itu yang jelas tidak tergolong wahyu Allah yg disebut al Quran. dgn kata lain Al Quran adalah wahyu2 selektif dari sekian wahyu yang Allah turunkan pada Nabi saw.
jika 2 surah tsb adalah wahyu Allah, tapi tidak tergolong ke dlm alquran, lantas tergolong ke dalam apa?
Hadist?

banyak kok dalam hadits kisah nasib wahyu2 Allah yang tidak masuk nominasi sbg wahyu Quran.
mau disebut apa wahyu tsb ?? .... yaaa silakan dibuat namanya.
hahaha....makanya jangan suka ngarang dan bikin penggolongan baru yg ga jelas, dech...---->tipikal muslim yg udah kepepet...hahaha......

besok2 saya ngarang juga ah bikin term baru: surah quran tapi tidak shahih, wahyu Tuhan tapi tidak shahih, surah quran tapi bukan dari Tuhan, dll, hahaha.....

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by crescent-star on Tue Feb 18, 2014 11:52 am

jangan banyak tertawa yg bukan pada tempatnya .... menurut sy justru ini yg patut dicurigai sbg cara mensamarkan rasa malu atau gagap karena KEPEPET.

tidak ada istilahnya kok harus maksa ada istilahnya. bukankah sudah jelas dalam haditsnya bahwa itu wahyu Allah tetapi bukan al Quran.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by roswan on Tue Feb 18, 2014 12:10 pm

benar, bahkan ada wahyu Allah yang Allah sampaikan langsung kepada nabi Muhammad, tanpa perantara malaikat jibril, tapi bukan ayat Al Quran, yakni Hadis Qudsi, hadis yang berupa ucapan nabi Muhammad tentang penjelasan dari Allah mengenai suatu hal-hal tertentu yang menjadi pertanyaan umat maupun pertanyaan nabi sendiri kepada Allah.

@amara wrote:Selain mushaf standard Ustman, bukan Quran yang diridhoi Allah,bukn quran yang asli. Orang banyak yng punya ego merasa paling benar,padahal kulitas hafalannya sangat rendah,sehingga tidak masuk standar,menyendiri,tapasih ngotot merasa pling benar. Padahal dengan uji keaslian berupa bukti kebenaran isi dan makna ayat,presisi kata-katanya maka hanya mushaf Quran yang sekarang beredar itulah yang erpelihara keasliannya sesuai kehendak Allah, hasil sstandarisasi orang yng jujur dan amanah,yakni ustman.

Hanya Allah yang bisa membuat seperti ini:



Al Quran adalah satu-satunya kitab suci yang istimewa, yang begini jelas bukan buatan manusia,mwski ia seorang nabi sekalipun, apalagi seorang Ustman.

betul :D

 2 good 
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Tue Feb 18, 2014 12:20 pm

benar, bahkan ada wahyu Allah yang Allah sampaikan langsung kepada nabi Muhammad, tanpa perantara malaikat jibril, tapi bukan ayat Al Quran, yakni Hadis Qudsi, hadis yang berupa ucapan nabi Muhammad tentang penjelasan dari Allah mengenai suatu hal-hal tertentu yang menjadi pertanyaan umat maupun pertanyaan nabi sendiri kepada Allah.
saya sudah menduga akan dijawab spt ini. Makanya kmrn saya sudah pancing:

Wahyu Allah tapi bukan tergolong Alquran.
Lantas tergolong dlm apa 2 surah tsb? hadist?
Nah masalahnya:
Tak pernah sebuah hadist dikatakan sbg "SURAH".

Kedua surah tsb menurut crescent star tergolong wahyu Tuhan, tapi bukan quran. Kemungkinan nya cuma satu yakni Hadist dlm hal ini kemungkinan yg lebih mendekati yakni hadist qudsi.
Nah tapi crescent star tak mau meng-Iya-kan, krn sudah saya tunjukan masalahnya, yaitu bahwa yg namanya hadist (hadist qudsi), TAK PERNAH dikatakan dgn sebutan "SURAH"!!!

Nah jadi tergolong apakah wahyu Tuhan yg bukan quran yg bukan juga hadist (hadist qudsi) tersebut???

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by roswan on Tue Feb 18, 2014 12:28 pm

itu termasuk hadis Qudsi, yakni wahyu Allah yang disampaikan diucapkan oleh nabi kepada para sahabat seluruh umat, tapi tidak tergolong masuk sebagai ayat Quran, itulah yang disebut sebagai hadis Qudsi itu.

HAdis Qudsi itu bisa panjang seperti surah itu atau pendek hanya berupa satu kalimat.

dan perlu diingat Bukhari dll itu hanya pengumpul hadis, mereka itu bukan PENGHAFAL QURAN.
jadi kredibilitasnya sebagai penghafal Quran tidak sahih.

hadis-hadis tentang orang-orang yang menyetakan ada ayat begini begitu yang berbeda atau belum masuk Qurna itu berasal dari BUKAN PENGHAFAL QURAN yang kredible hafalannya, dan tidak mutawatir, alias menyendiri, sehingga tidak sah hafalannya, diragukan ingatannya.
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Wed Feb 19, 2014 8:17 am

@roswan wrote:itu termasuk hadis Qudsi
berlagak pilon, padahal udah ditebalin dan dimerahin tulisannya...
kan sudah dibilang :

yg namanya hadist (hadist qudsi), TAK PERNAH dikatakan dgn sebutan "SURAH"!!!

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Wed Feb 19, 2014 8:28 am

Dan yg memasukan kedua surah tsb dlm mushaf qurannya adalah Ubay.
Dan Ubay adalah ahli quran. Terbukti dgn sampai Muhammad sendiri telah memerintahkan kita merujuk perihal alquran salah satunya kpd Ubay.

Bukhari, Muslim, Nasa’i, Turmudzi dll telah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, “Ambillah/belajarlah Al Qur’an dari empat orang; Abdullah bin Mas’ud, Sâlim, Mu’adz dan Ubay bin Ka’ab.” (HR. Bukhari&Muslim)[5]

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by crescent-star on Wed Feb 19, 2014 9:29 am

@aliumar wrote:Dan yg memasukan kedua surah tsb dlm mushaf qurannya adalah Ubay.
Dan Ubay adalah ahli quran. Terbukti dgn sampai Muhammad sendiri telah memerintahkan kita merujuk perihal alquran salah satunya kpd Ubay.

Bukhari, Muslim, Nasa’i, Turmudzi dll telah meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, “Ambillah/belajarlah Al Qur’an dari empat orang; Abdullah bin Mas’ud, Sâlim, Mu’adz dan Ubay bin Ka’ab.” (HR. Bukhari&Muslim)[5]
tapi kan ubay tidak memaksakan ke 2 surah tsb ke dalam mushaf usman, padahal beliau ikut mendiktekan. ini bukti bahwa ke 2 surah itu bukan bagian dari al Quran.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by roswan on Wed Feb 19, 2014 10:03 am

@aliumar wrote:
@roswan wrote:itu termasuk hadis Qudsi
berlagak pilon, padahal udah ditebalin dan dimerahin tulisannya...
kan sudah dibilang :

yg namanya hadist (hadist qudsi), TAK PERNAH dikatakan dgn sebutan "SURAH"!!!

disebut surah karena kalimatnya yang panjang, berbaris-baris, lebih dari 1 baris kalimat.

kalau cuma satu baris kalimat disebut ayat.

Hadis Qudsi itu ada yang panjang sepanjang surah, ada yang pendek sependek ayat.
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Wed Feb 19, 2014 5:00 pm

@roswan wrote:disebut surah karena kalimatnya yang panjang, berbaris-baris, lebih dari 1 baris kalimat.

kalau cuma satu baris kalimat disebut ayat.

Hadis Qudsi itu ada yang panjang sepanjang surah, ada yang pendek sependek ayat.
Mau sepanjang apapun sebuah hadist, jika ia adalah hadist maka tetap saja TAK AKAN PERNAH dikatakan dgn sebutan "SURAH".

Coba bawa satu contoh sebuah hadist yg amat sangat panjaaaaaang sekali yg sampai dikatakan: "Hadist SURAH Riwayat .... Nomor....."

Dgn kata lain sebutan "Surah" hanya digunakan jika ia adalah bagian dari Quran.
Sebutan "Surah" hanya digunakan untuk Quran. Di luar quran ga boleh ada yg memakai istilah "Surah". Jadi istilah "SURAH" dlm Islam, eksklusif hanya milik Quran SAJA.

Al Khulu’ dan Al Hifd, disebut dgn sebutan "SURAH".
Mengingat istilah "SURAH" dlm Islam eksklusif HANYA milik Quran saja (HANYA digunakan jika ia adalah termasuk dalam Quran), so berarti jelas sekali Al Khulu’ dan Al Hifd merupakan bagian dari alquran (yakni bagian quran yg panjaaaaaaaang sampai berbaris2 kalimat---intinya keduanya adalah bagian dari quran dan BUKAN hadist).

@crescent star wrote:tapi kan ubay tidak memaksakan ke 2 surah tsb ke dalam mushaf usman, padahal beliau ikut mendiktekan. ini bukti bahwa ke 2 surah itu bukan bagian dari al Quran.

(1) Muhammad suruh belajar quran salah satu nya dari Ubay.
(2) Ubay memasukan kedua surah tsb sbg bagian dari quran.
(3) Muslim tidak memasukan kedua surah tsb sbg bagian dari quran.

Dari (1), (2), (3) dpt dgn mudah disimpulkan :  Muslim ga taat sama perintah muhammad (nabi nya sendiri).

Mau ngebangkang perintah muhammad saw, slim? hahaha.....

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by isaku on Wed Feb 19, 2014 6:53 pm

@aliumar wrote:(1) Muhammad suruh belajar quran salah satu nya dari Ubay.
- belajar itu kan banyak macamnya, tafsirnyakah, qiraatnyakah, dan adanya salah satu berarti ada salah2 yg lainnya :)

@aliumar wrote:(2) Ubay memasukan kedua surah tsb sbg bagian dari quran.
Ubay memasukkan dalam mushafnya benar, tapi tidak ada pernyataan langsung bahwa itu termasuk AQ. Tidak ada keterangan bahwa di Mushaf Ubay tdk terdapat catatan lain2 karena ketika panitia mendatangi Ubay, Beliau ternyata mendiktekan hafalannya untuk dicatat, bukan meminjamkan saja mushafnya. :)

(3) Muslim tidak memasukan kedua surah tsb sbg bagian dari quran.
- karena tidak ditemukan bukti tertulis ketika ntu ayat/surat turun
- panitia pengumpul sepakat itu bukan AQ.

Mau ngebangkang perintah muhammad saw, slim? hahaha.....
g usah buru2 bikin kesimpulan, emang mau kemana :)

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by crescent-star on Thu Feb 20, 2014 1:16 am

ali umar wrote:(2) Ubay memasukan kedua surah tsb sbg bagian dari quran.
ah kata siapa ? tidak ada pernyataan Ubay bahwa ke 2 surah itu bagian dari al Quran. yang ada hanyalah orang2 menemukan dalam mushaf ubay ke 2 surah tsb dicatat dibagian akhir mushafnya. dan itu biasa digunakan sbg do'a qunut.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by roswan on Thu Feb 20, 2014 4:25 am

hahaaa haaa siapa bilang surah hanya untuk quran, ayat pun tak hanya di Quran, ada di KUHP, KUHD dll.

sesuatu disebut surah itu karena kalimat-kalimatnya yang panjang berbaris-baris melebihi 1 baris.
disebut ayat karena adalah bagian dari suatu surah, kalimatnya lebih pendek.

Hadis QUDSI itu adalah FIRMAN Allah kepada nabi Muhammad, yang tidak menjadi bagian dari Al Quran, yang diriwayatkan oleh sebagian sahabat, para periwayat hadis.

Sedangkan Al Quran adalah firman Allah kepada nabi Muhammad, yang dihafalkan dan diriwayatkan oleh pada penghafal Quran, dan diperintahkan oleh nabi yang diupdate dan didiktekan oleh malaikat Jibril untuk menjadi bagian dari Al Quran.

avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Thu Feb 20, 2014 4:36 am

@crescent-star wrote:
ali umar wrote:(2) Ubay memasukan kedua surah tsb sbg bagian dari quran.
ah kata siapa ? tidak ada pernyataan Ubay bahwa ke 2 surah itu bagian dari al Quran. yang ada hanyalah orang2 menemukan dalam mushaf ubay ke 2 surah tsb dicatat dibagian akhir mushafnya. dan itu biasa digunakan sbg do'a qunut.
setelah kemarin ngarang term : "wahyu Tuhan tapi bukan quran" yg ga jelas termasuk apa (hadist bukan, doa juga bukan), lalu sekarang bikin term baru lagi: "masuk mushaf tapi tidak dianggap quran".

Kalau begitu surah Al Baqarah yg dimasukan ke dalam mushaf Usman, bisa juga saya ngarang kayak kamu mengatakan: Al Baqarah masuk mushaf Usman tapi tidak dianggap quran oleh Usman.

Kedua:
Adakah dalam Islam, istilah "SURAH" digunakan / dilekatkan sbg nama pada sesuatu yang bukan Alquran?
Apakah pernah kalimat hadist yg panjaaaang, atau kalimat doa yg panjaaaaang, menggunakan istilah "SURAH" karena panjaaaaangnya kalimat dalam hadist, atau bacaan doa tsb?


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by roswan on Thu Feb 20, 2014 4:40 am

bisa saja, doa Qunut yang panjaaaang sekali itu mereka sebut surah Qunut, padahal buakn menjadi bagian dari Al Quran.

doa-doa biasa seperti doa saat sholat dhuha itu, dan doa-doa lain susunan kalimat para sahabat, yang tidak diajarkan oleh nabi secara langsung, tapi dibolehkan untuk dibaca para sahabat oleh nabi, itu pun sering disebut sebagai surah, padahal jelas-jelas bukan bagian dari Al Quran.
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Thu Feb 20, 2014 5:02 am

@roswan:
sesuatu disebut surah itu karena kalimat-kalimatnya yang panjang berbaris-baris melebihi 1 baris.
masalahnya dlm islam, istilah "surah" hanya milik alquran.
Silahkan jawab tantangan saya: Tolong bawa satu contoh sebuah hadist yg amat sangat panjaaaaaang sekali yg sampai dikatakan: "Hadist SURAH Riwayat .... Nomor....."

Hadits ke-7 dalam Shahih Bukhari (صحيح البخارى), di bawah Kitab Bad’il Wahyi yg merupakan salah satu hadist terpanjaaaang pun tidak pernah sampai dikatakan: Hadist Surah Bukhari no 7, padahal isi nya berbaris-baris kalimat, jauh lebih panjang dari surah Al Kautsar di quran. TANYA KENAPA?






aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 17 dari 19 Previous  1 ... 10 ... 16, 17, 18, 19  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik