FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Benarkah Quran tidak berubah??

Halaman 18 dari 19 Previous  1 ... 10 ... 17, 18, 19  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Benarkah Quran tidak berubah??

Post by ramayana on Tue Jul 02, 2013 11:10 pm

First topic message reminder :

Sebenarnya ane males ngurusi ini. Tapi krn banyak muslim yang bilang kitab Quran pasti terjamin keaslian dan keotentikannya.. ya udahlah ane kasih bahan. Ini juga buat kalian tau sejarah kitab ente ente sekalian..

bukan hanya masalah pembakaran quran versi selain mushaf usman.. tetapi juga krn adanya pembakaran mushaf hafsah yg di jadikan referensi mushaf usman.

ini beberapa link yg perlu di baca.

After that, ‘Uthman returned Hafsa’s copy to her, and she kept it until the days of the rule of Marwan b. al-Hakam.[35] After her death, Marwan asked ‘Abd Allah b. ‘Umar (Hafsa’s brother) to send him the copy.[36] ‘Abd Allah b. ‘Umar sent it to Marwan, who burned it, “fearing something might be different from what ‘Uthman copied.”

http://www.thequran.com/ArticleComments/Details/163

versi mantan muslim (edit) masih sopan ya nulisnya.. “fearing something might be different from what ‘Uthman copied.” di kasih tanda petik!! hehehehehe..

yang lain..

Ibn Hajar says:

"Abu `Ubayd [a tashif for Abu `Ubayda al-Qasim ibn Sallam as proven below] and Ibn Abi Dawud [in Kitab al-Masahif] added: with a chain from Shu`ayb, from Ibn Shihab who said: Salim ibn `Abd Allah ibn `Umar told me:

"'Marwan used to send courier to Hafsa - meaning, when he was governor of al-Madina on behalf of Mu`awiya - asking her for the folios from which the Qur'an had been copied [kutiba minha] but she would refuse to give them to him.' Salim continued: 'When Hafsa died and we returned from her burial, Marwan sent an imperative request to `Abd Allah ibn `Umar for those folios to be sent to him, whereupon `Abd Allah ibn `Umar sent them to him. Then Marwan gave an order so they were ripped up (fashuqqiqat). He said: 'I only did this because I feared that after the passing of time, some doubter might foster doubt with regard to those folios.'

"The wording in Abu `Ubayda's narration has: 'so they were torn up' (famuzziqat). Abu `Ubayd [sic] said: 'It is unheard of that Marwan tore up the folios except in this narration.' I say: Ibn Abi Dawud narrated it with a chain from Yunus ibn Yazid, from Ibn Shihab, in a similar wording which has:

"'When Marwan was governor of Madina he sent courier to Hafsa asking her for the folios but she refused him access to them.' He [Ibn Shihab al-Zuhri] said: 'Salim ibn `Abd Allah [ibn `Umar] narrated to me saying: "When Hafsa died..."' and he narrated it [as above] and said in it: 'So he had them ripped up and burnt' (fashaqqaqaha wa harraqaha).

"And this addition also came up in the narration of `Umara ibn Ghuzayya, also an abridged one, but he, also made it part of the narration of Zayd ibn Thabit who said in it: 'So he had it washed out thoroughly (faghassalaha ghaslan)'.... And all this can be reconciled by saying that this was done with all the folios - renting, them washing out, then burning - and it is possible that the word [harraqaha] be read 'kharraqaha' (he had them rent) so that he has them first torn up then washed out, and Allah knows best."

These Suhuf were of course the Mushaf of Abu Bakr (RA) kept by `Umar, then kept by his daughter Hafsa the Mother of the Believers, wAllahu a`lam.

http://www.livingislam.org/fiqhi/fiqha_e27.html

kalau versi web "sebelah" malah lebih "ganas".

This copy of the Quran, was the only copy made after Muhammad's own copy. It is from that copy that Uthman, the third Khalifa, made other copies to distribute to different regions of the Islamic Empire. Uthman returned Hafsa's copy of the Quran to her. Her copy however was later burned by Marwan b. Hakam (d.65/684). Burning of Hafsa's copy was the last chapter in covering up the addition of two false verses in sura 9 as later discovered.

http://www.ummah.com/forum/showthread.php?66079-Is-the-quran-preserved

jadi.. yang dijadikan referensi di bakar krn "takut" berbeda ama yang hasil salinan.. terus bisakah kalian bilang kitab kalian benar?

silahkan di pikir.

NB!! ini kita belum bicara tentang perbandingan jaman Mohamad hidup dan jaman abu bakar lho ya...


Terakhir diubah oleh ramayana tanggal Wed Jul 03, 2013 10:15 am, total 1 kali diubah
avatar
ramayana
Pengembara

Male
Posts : 3478
Location : Jerusalem
Join date : 21.07.12
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down


Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by roswan on Thu Feb 20, 2014 5:07 am

itu yang sering disebut sebagai surah Dhuha itu sebenarnya adalah doa ketika usai sholat Dhuha.

Firman Allah kepada Nabi yang tidak masuk sebagai bagian dari Al Quran memang disebutnya sebagai hadis, hadis Qudsi, karena umat islam tahu itu dari para perawi hadis, dan tidak dibukukan ke dalam mushaf Quran.
contohnya ya surah Ubay itu, termasuk golongan hadis Qudsi, hadis berupa surah yang diriwayatkan oleh Ubay dan tidak masuk menjadi bagian dari Al quran.

Nabi bahkan sempat melarang pembukuan hadis, termasuk hadis Qudsi maupun hadis biasa lainnya, karena beliau khawatir hadis itu dikira sebagai bagian dari Al quran.
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Thu Feb 20, 2014 5:07 am

@roswan wrote:bisa saja, doa Qunut yang panjaaaang sekali itu mereka sebut surah Qunut
mana bawa kemari satu contoh saja!!

sempat googling dgn kata kunci "surah qunut". Eh....ternyata aneh bin ajaib, hasil yg keluar, yg dibold dari hasil pencariannya yakni...."DOA QUNUT" !!!!.....BUKAN : "SURAH QUNUT"


Terakhir diubah oleh aliumar tanggal Thu Feb 20, 2014 5:40 am, total 1 kali diubah

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by roswan on Thu Feb 20, 2014 5:10 am

doa yang panjaaaang kalimatnya dan dibaca usasi Sholat memang sering disebut surah oleh orang arab, dalam bahasa arab oleh para sahabat yang hidupnya di jaman itu.

sudah dikasih contoh, surah Ubay itu adalah hadis Qudsi yang panjang kalimatnya,
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Thu Feb 20, 2014 5:21 am

itu yang sering disebut sebagai surah Dhuha itu sebenarnya adalah doa ketika usai sholat Dhuha.
itu karena Ad-Dhuha itu termasuk dalam alquran. Nah Surah ad-dhuha yg adalah termasuk dlm quran tsb yg bisa dibaca saat atau setelah shalat dhuha.

FYI: dari hasil google yg ada: "surah ad-dhuha" bukan "surah dhuha".


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by roswan on Thu Feb 20, 2014 5:26 am

yang sering menebut doa yang dibaca usai sholat sebagai surah itu sahabat ttt ketika itu, ssebelum quran dibukukan.

Doa Dhuha itu bukan ayat Quran yang dibaca didalam sholat, seperti ad dhuha dll itu, tapi doa khusus yang dibaca usia sholat Dhuha, yang susunan kalimatnya dibuat sendiri oleh para sahabat, sama sekali bukan firman Allah, tapi kerap kali disesbut sebagai surah karena kalimatnya yang panjang.

http://www.doamuslim.com/doa-setelah-sholat-dhuha/


Terakhir diubah oleh roswan tanggal Thu Feb 20, 2014 5:38 am, total 1 kali diubah
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Thu Feb 20, 2014 5:31 am

doa yang panjaaaang kalimatnya dan dibaca usasi Sholat memang sering disebut surah oleh orang arab, dalam bahasa arab oleh para sahabat yang hidupnya di jaman itu.

sudah dikasih contoh, surah Ubay itu adalah hadis Qudsi yang panjang kalimatnya

Hadits ke-7 dalam Shahih Bukhari (صحيح البخارى), di bawah Kitab Bad’il Wahyi yg merupakan salah satu hadist terpanjaaaang pun tidak pernah sampai dikatakan: Hadist Surah Bukhari no 7, padahal isi nya berbaris-baris kalimat, jauh lebih panjang dari surah Al Kautsar di quran. TANYA KENAPA?

Hahaha....belum bisa jawab tantangan saya, roswan? saya cuma minta contoh bukti literatur Islam yg menuliskan/menggunakan/memakai istilah "SURAH" untuk hadist yg panjaaaaaaaaaaang sekali.

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by roswan on Thu Feb 20, 2014 5:35 am

yang meneybut surah itu kan para sahabat tertentu, dan itu terjadi SEBELUM ada musfah Quran, karena mereka belum membedakan surah Quran dengan surah yang bukan menjadi bagian Quran yang LALU dikatagorikan sebagai hadis Qudsi itu.

penyusunan hadis itupun terjadi setelah penyusunan Quran selesai. Kita lah yang lalu menyebut surah dan wahyu Allah yang tak masuk ke dalam Quran itu, meski sama-sama diucapkan dan disampaikan oleh nabi, sebagai hadis Qudsi.
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Thu Feb 20, 2014 5:38 am

Doa Dhuha itu bukan ayat Quran yang dibaca didalam sholat, seperti ad dhuha dll itu, tapi doa khusus yang dibaca usia sholat Dhuha
bawa kemari bukti yg menggunakan istilah "surah Dhuha" (yg bukan ayat quran)...

Ingat ya "surah dhuha" BUKAN: surah Ad-dhuha.
Krn Ad-dhuha (ada "ad"nya) termasuk ayat quran.

Dari hasil googling, dgn kata kunci "surah dhuha" (tanpa "ad") eh...ternyata hasil yg ditebalkan sbg hasil pencarian : "surah Ad-Dhuhah" (ada "ad" nya). KENAPA YA ??? hahaha....


Terakhir diubah oleh aliumar tanggal Thu Feb 20, 2014 5:42 am, total 1 kali diubah

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by roswan on Thu Feb 20, 2014 5:41 am

baca lagi ini:

@roswan wrote:yang meneybut surah itu kan para sahabat tertentu, dan itu terjadi SEBELUM ada musfah Quran, karena mereka belum membedakan surah Quran dengan surah yang bukan menjadi bagian Quran yang LALU dikatagorikan sebagai hadis Qudsi itu.

penyusunan hadis itupun terjadi setelah penyusunan Quran selesai. Kita lah yang lalu menyebut surah dan wahyu Allah yang tak masuk ke dalam Quran itu, meski sama-sama diucapkan dan disampaikan oleh nabi, sebagai hadis Qudsi.

sudah jelas, cari dalam bahasa arabnya.

Do’a Salat dhuha

surah Dhuha dalam Bahasa Indonesia

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU'ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA'IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA 'IBAADAKASH SHALIHIN.

Terjemahan Doa Sholat Dhuha

"Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh".
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Thu Feb 20, 2014 5:48 am

Ga ketemu, dan ga bisa jawab tantangan serta pertanyaan saya, roswan? hahaha.....

langsung pakai argumen penyusunan quran. Kemarin2 argumen kamu kan: Surah itu dipakai utk yang kalimatnya panjang berbaris2.
Jika benar demikian, TOLONG JAWAB dong, kenapa hadist bukhari no 7 yg isinya jauh lebih panjang dari surah At Kautsar, tidak disebutkan sbg: Hadist SURAH Bukhari No 7? hahahaha........


Terakhir diubah oleh aliumar tanggal Thu Feb 20, 2014 5:54 am, total 1 kali diubah

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by roswan on Thu Feb 20, 2014 5:54 am

siapa bilang tidak disebut surah, itu kan kamu manusia yang hidupnya setelah Quran ada dalam bentuk musfah.

ada sahabat ttt yang menyebutnya sebagai surah.

kok kamu meributkannya, terserah mereka menyebutnya sebagai apa. tidak selalu surah dan ayat itu adalah bagian Quran, seperti ayat KUHP dll itu bukan bagian dari Quran pula.

dan gak usah pilon, jelas-jelas surah ubay itu bukan bagian Quran, dan nabi lah penentu wahyu Allah mana yang masuk Quran dan yang tidak.

ada banyaaak sekali wahyu Allah yang tidak masuk ke dalam Quran itu, nah yang seperti itu disebutnya hadis Qudsi, oleh manusia yang hidupnya setelah terjadi pembukuan mushaf Quran.
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Thu Feb 20, 2014 6:02 am

dan gak usah pilon, jelas-jelas surah ubay itu bukan bagian Quran
ga masuk quran tapi koq dimasukan ke mushaf DAN disebut "SURAH" (sebutan yg dlm dunia Islam, hanya milik quran)?

dan nabi lah penentu wahyu Allah mana yang masuk Quran dan yang tidak.
masalahnya nabi mu ga pernah memberikan semacam daftar list surah2 mana saja yg termasuk dlm quran. Makanya zaid sampai bikin kriteria2 dan meminta kesaksian2 org2 serta bukti manuskrip dlm pengumpulan quran.


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by roswan on Thu Feb 20, 2014 7:07 am

mushaf itu artinya BUKU, jadi surah ubay itu bukan mushaf Quran, tapi semacam musfah Fatimah juga, yang sering dikira sebagai qurannya syiah, padahal mushaf itu bukan mushaf Quran, cuma mushaf catatan harian Fatimah, catatan harian Ubay, dll.

Dan siapa bilang nabi tidak menyatakan wahyu Allah apa saja yang masuk bagian Quran dan yang tidak sehingga masuk ke dalam hadis Qudsi, susunan urutan ayat Quran pun nabi yang menentukan, sesuai wahyu Allah kepada nabi lewat malaikat Jibril.

@Mutiaraa wrote:urutan atau susunan Quran itu atas perintah nabi , sesuai firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada nabi.

Dan jangan lupa, Allah sendiri yang mengawal proses pembukuan Quran itu, sesuai janji Allah bahwa akan selalu menjamin keASLIan firman Allah itu hingga kiamat, jadi mushaf Quran itu sudah sesuai dengan KEHENDAK Allah.

Orang-orang Kristen sering bertanya kepada umat Islam dalam berbagai kesempatan, baik orang per orang, dalam diskusi terbuka, di Internet maupun dalam buku-buku yang menghujat Islam.
Mereka bertanya mengapa al-Qur’an susunannya tidak beraturan, atau dalam bentuk pertanyaan lain yang lebih halus :

Kami ingin mengetahui, berdasarkan apakah al-Qur’an disusun? karena kalau kami amati, surat pertama dalam al-Qur’an adalah surat al-fatihah yang termasuk surat pendek, kemudian disusul surat al-Baqarah yang cukup panjang, tetapi surat terakhir justru surat yang masuk dalam katagori surat yang sangat pendek. Jadi menurut pendapat kami al-Qur’an tidaklah disusun berdasarkan panjang pendeknya surat, dan menurut pengamatan kami, al-Qur’an tidak pula disusun berdasarkan urutan turunnya surat, karena surat al-Fatihah bukanlah surat yang pertama kali turun tetapi ditempatkan pada urutan pertama, dan surat yang pertama kali turun justru ditempatkan pada akhir-akhir al-Qur’an. Mohon dijelaskan atas dasar apakah penyusunan al-Qur’an itu ?

Pertanyaan seperti itu memang sangat wajar dilontarkan oleh orang-orang Kristen, karena memang kitab mereka disusun berurutan sama persis dengan kitab sejarah yang disusun berdasarkan urutan waktu.

Kalau kita tengok kitab orang Kristen, pasal pertama adalah tentang silsilah Yesus, kemudian disusul tentang kelahiran Yesus, kemudian pembaptisan Yesus, dakwah Yesus, pengejaran Yesus dan akhirnya tentang terangkatnya Yesus ke langit, hampir sama dengan kitab otobiographi orang-orang terkenal yang disusun sejak lahirnya hingga masa tuanya (matinya).

Tetapi tidak sama dengan al-Qur’an, karena al-Qur’an bukanlah kitab sejarah, al-Qur’an adalah kitab petunjuk hidup, al-Qur’an adalah kitab yang berisi hukum-hukum, pelajaran-pelajaran dan lain sebagainya.

Marilah kita kaji rahasia dibalik susunan ayat-ayat al-Qur’an yang menurut orang-orang Orientalis dan Kristen tidak beraturan.

SUSUNANNYA DARI ALLAH SWT
Bahwa susunan ayat-ayat dan surat-surat dalam al-Qur’an seperti yang sekarang ini ada adalah susunan yang dibuat oleh nabi Muhammad saw yang mendapat mandat dan pengawasan dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Bukan atas kesepakatan para sahabat atau umat Islam.

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. QS.75:17

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. QS. 75:18

Bila Malaikat jibril membacakan wahyu dari Allah SWT maka nabi Muhammad diperintah mendengarkannya dan bila Malaikat Jibril telah selesai membacakannya maka nabi Muhammad saw diperintah untuk mengikuti bacaan sesuai yang dibacakan malaikat Jibril .

Malaikat Jibril setiap tahun pada bulan Ramadhan datang menemui nabi untuk menjaga bacaan dan susunan al-Qur’an :
Fatimah berkata :?Nabi Muhammad memberitahukan kepadaku secara rahasia, Malaikat Jibril hadir membacakan al-Qur’an padaku dan saya membacakannya sekali setahun, hanya tahun ini ia membacakan seluruh isi kandungan al-Qur’an selama dua kali. Saya tidak berpikir lain kecuali, rasanya, masa kematian sudah semakin dekat.? HR. Bukhari bab Fada’il al-Qur’an

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa nabi Muhammad saw berjumpa dengan malaikat Jibril setiap malam selama bulan Ramadhan hingga akhir bulan, masing-masing membaca al-Qur’an silih berganti. HR. Bukhari bab shaum

Hadith - hadith diatas dan beberapa hadith yang lainnya memberikan gambaran bahwa sistem bacaan antara nabi Muhammad saw dengan malaikat Jibril adalah menggunakan sistem Mu'arada yaitu malaikat Jibril membaca satu kali dan nabi Muhammad saw mendengarkannya begitu pula sebaliknya.

Dengan sistem tersebut yang secara periodik dilakukan setiap bulan Ramadhan, memberikan jaminan bahwa susunan al-Qur’an yang sampai kepada umat Islam di seluruh dunia hingga saat ini adalah susunan yang sesuai dengan susunan yang Allah SWT kehendaki.


SUSUNANNYA UNIK, ITULAH KETERATURANNYA.
Kata orang-orang Orientalis dan orang-orang Kristen, al-Qur’an susunannya tidak beraturan, tidak berdasarkan urutan waktu turunnya, tidak berdasarkan panjang pendeknya surat, tidak berdasarkan tempat turunnya dan tidak pula berdasarkan pokok bahasan. Semua anggapan itu benar adanya, memang tidak atas dasar itu semua, susunan al-Qur’an atas dasar apa yang tahu hanya yang membuat al-Qur'an yaitu Allah SWT.

Namun, susunan yang dikatakan tidak beraturan tersebut, bagi yang mengkaji al-Qur’an justru akan menjumpai kemudahan-kemudahan menjadikan al-Qur’an sebagai tuntunan hidup, coba saja simak dengan hati yang jujur, ustadz-ustadz yang berdakwa jarang sekali yang membawa al-Qur’an, mereka dengan mudahnya menunjukkan ayat-ayat yang sesuai dengan pokok bahasan. Bila ada orang yang bertanya tentang sebuah masalah, seorang ustadz dengan mudahnya menunjukkan dalilnya dari al-Qur’an, inilah rahasia susunan al-Qur’an yang dibilang oleh orang-orang mereka tidak beraturan.

Satu lagi mukjizat dari al-Qur’an yang dibilang tidak beraturan tersebut, berjuta-juta manusia dengan mudahnya menghafal al-Qur-‘an, baik tua, muda, laki-laki, perempuan, anak-anak, orang Arab ataupun orang Indonesia, bahkan orang China sekalipun yang mempunyai struktur bahasa sangat berbeda dengan bahasa Arab, bukankah ini mukjizat al-Qur’an yang menurut penilaian manusia tidak beraturan, bukankah yang tidak beraturan akan sulit dihafal ?, tetapi al-Qur’an mudah sekali dihafal, itu artinya al-Qur’an sangat beraturan susunannya, hanya manusialah yang tidak mempunyai ilmu mengetahui keteraturan al-Qur’an.

Tetapi pertanyaan bisa kita kembalikan kepada orang-orang Orientalis dan orang-orang Kristen, mengapa tidak seorangpun dari mereka yang hafal kitab mereka yang mereka aku-aku disusun secara beraturan ?

Tentu setiap orang bila tanya mana yang lebih mudah dihafalkan, apakah kalimat yang disusun secara beraturan atau kalimat yang disusun acak tidak beraturan, tentu setiap orang akan menjawab tentu akan mudah meng-hafal kalimat yang disusun beraturan, kalau memang jawabannya demikian berarti al-Qur’an telah disusun dengan beraturan, terbukti al-Qur’an telah dihafal oleh jutaan manusia dari dulu hingga sekarang, dari Arab sampai ke China. Tetapi kita tidak mendapati seorangpun yang hafal Bible dari dulu hingga sekarang dari Israel hingga Indonesia.

Satu lagi bukti, bahwa keunikan al-Qur’an adalah sebuah mukjizat, apakah ada orang yang berhasil memalsukan al-Qur’an, padahal kalau al-Qur?an susunannya dibilang tidak beraturan, tentunya orang akan lebih mudah menyisipkan satu kata ke dalam al-Qur’an, tetapi ternyata semua tidak ada yang berhasil, baik orang-orang Orientalis maupun orang-orang Indonesia seperti yang pernah terjadi di Padang dan di Jogja.


BUMI SEBAGAI ANALOGI
Bila kita cermati bumi yang kita tempati ini, di mana-mana ada gunung, laut, daratan, hutan, danau, emas, batu-bara, mangga, apel, jeruk, durian dan lain sebagainya.

Kalau hukum keteraturan seperti yang diinginkan oleh orang-orang Orientalis dan orang-orang Kristen, maka susunan gunung, daratan, lautan, danau, buah-buahan, hewan yang ada di bumi dapat dikatakan semrawut tidak terkelompokkan.

Padahal susunan bumi yang seperti itulah yang menjadikan kehidupan di bumi ini harmonis dan seimbang baik secara geografis maupun secara ekosistem.

Bisa anda bayangkan andaikata bumi ini diciptakan dengan susunan menurut otaknya orang-orang Orientalis di mana gunung-gunung ditempatkan di satu tempat, lautan mengumpul di tempat yang lainnya, daratan ditempat yang lain lagi, maka bumi ini akan berhenti berputar karena kehilangan keseimbangannya. Bukankah ketidakteraturan susunan gunung-gunung, lautan, daratan, lembah itulah yang justru menjadikan bumi berputar?.

Bukankah adanya buah-buahan, hewan, ikan dan lain sebagainya diseluruh belahan bumi ini menjadikan kehidupan dunia ini seimbang dan harmonis, bisa anda bayangkan andaikan di Indonesia ini tumbuh buah durian saja, di Thailan tumbuh beras saja, di Australia tumbuh gandum saja, di Amerika yang ada batu bara saja tidak ada hewan, buah-buahan dan air, maka tidak ada lagi keseimbangan dalam kehidupan di bumi ini.

Seperti yang pernah terjadi pada kaumnya nabi Musa as, di mana mereka tidak bisa tahan dengan satu makanan saja :

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata:"Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabbmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merah-nya"??. QS. 2:61

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengi-saran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. QS. 2:164

Begitulah Allah SWT menciptakan bumi yang harmonis yang tumbuh buah-buahan dan menyebarkan bermacam-macam hewan di seluruh belahan bumi ini sehingga tercipta keharmonisan dan keseimbangan.

Seperti itu juga al-Qur’an disusun, ada kisah nabi Adam pada surat Ali Imran, Al-Mai-dah, al-A’raaf dan seterusnya, begitu juga tentang ayat-ayat aklaq, akidah, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya menyebar di beberapa surat. Hanya Allah SWT yang mengetahui secara persi letak keteraturan dan keharmonisan al-Qur’an.

Pada halaman empat terdapat dua contoh penempatan ayat yang sepintas nampak tidak teratur tetapi setelah dikaji justru penempatan tersebut sangat mengagumkan.


CONTOH-CONTOH RAHASIA PENEMPATAN AYAT-AYAT AL-QUR?AN
Mari kita ambil satu contoh ayat dan penempatannya :

Kitab (al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, QS.2:2

Allah SWT menegaskan pada awal-awal al-Qur'an dengan menyebut bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya, padahal Allah SWT bisa saja menyebutkan al-Qur'an sebagai kitab yang Agung, Mulya dan lain sebagainya pada awal-awal al-Qur'an.

Hal ini sebagai jaminan dari Allah dan jaminan harus diletakkan pertama kali agar orang-orang yang ingin mempelajari kandungan al-Qur?an lebih jauh mempunyai keyakinan bahwa al-Qur?an adalah kitab yang isinya tidak ada keragu-raguan sedikitpun, jaminan ini diperlukan karena al-Qur?an adalah kitab petunjuk yang tentunya tidak boleh ada keraguan sedikitpun dalam petunjuk tersebut.

Mari kita ambil lagi susunan ayat yang oleh orang-orang Orientalis dan orang-orang Kristen dibilang tidak beraturan :
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sem-pat kamu menyembelihnya, dan (diharam-kan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (di-haramkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah ke-fasikan.

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu.

Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. 5:3


Wahyu-wahyu tersebut tersusun dalam satu ayat, namun wahyu-wahyu tersebut tidak turun dalam waktu yang bersamaan, paragraf ketiga adalah wahyu yang turun terakhir, sementara paragrap pertama, kedua dan ke empat turun jauh sebelumnya.

Menurut orang-orang Orintalis dan orang-orang Kristen susunan tersebut amburadul, lihat saja dari paragraf pertama yang bicara soal halal haram langsung loncat ke masalah tidak boleh takut kepada orang-orang kafir pada paragraf kedua, lalu disusul tentang kesempurnaan agama dan nikmat lalu loncat ke masalah makanan.

Sepintas sepertinya benar tuduhan mereka tentang ketidak-teraturan susunan al-Qur’an, tetapi justru susunan tersebut sangat teratur dan harmonis, lihat keteraturan ayat tersebut berikut ini :

Bahwa nabi Muhammad saw diutus untuk memperbaiki aklaq manusia di mana mereka saat itu salah satunya adalah terbiasa memakan bangkai, mence-kik hewan untuk dimakan supaya nikmat karena ada darahnya, mengundi nasib, seperti paragrap pertama.

Terhadap misi Rasulullah tersebut orang-orang kafir berusaha menghalang-halangi, lalu Allah memberikan kemenangan atas Rasulullah sehingga orang-orang kafir berputus asa untuk menghalangi misi Rasulullah tersebut, seperti paragraf kedua.

Atas kemenangan tersebut Allah SWT menurunkan wahyu -wahyu yang terakhir kali turun- bahwa telah sempurna agama dan nikmat yang Allah berikan seperti yang termuat dalam paragraf ketiga,

Kemudian dalam paragraf ke empat di terangkan bila karena syariat Allah SWT (hukum halal-Haram) orang menjadi kelaparan dan memakan yang haram karena terpaksa maka Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.


Bukankah susunan seperti itu adalah susunan seperti gunung-gunung, daratan, lautan, hutan yang menyebar di seluruh permukaan bumi, yang terkesan tidak teratur tetapi sejatinya harmonis dan seimbang.

Bukankah susunan ayat tersebut terkesan tidak teratur tetapi sejatinya sangat sempurna dan mengagumkan susunannya sebagai petunjuk hidup ?, seperti itu juga ayat-ayat lainnya di susun pada tempat dan urutan yang sangat tepat.

https://id-id.facebook.com/permalink.php?story_fbid=387588384638587&id=154387811291980
avatar
roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 493
Kepercayaan : Islam
Location : jakarta
Join date : 19.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by SEGOROWEDI on Fri Feb 21, 2014 3:24 pm

coba deh direkonstruksi..
wahyu pertama apa
wahyu kedua apa
dst.
lalu mengurutkannya gimana


SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by amara on Sat Feb 22, 2014 2:44 am

@roswan wrote:mushaf itu artinya BUKU, jadi surah ubay itu bukan mushaf Quran, tapi semacam musfah Fatimah juga, yang sering dikira sebagai qurannya syiah, padahal mushaf itu bukan mushaf Quran, cuma mushaf catatan harian Fatimah, catatan harian Ubay, dll.

Dan siapa bilang nabi tidak menyatakan wahyu Allah apa saja yang masuk bagian Quran dan yang tidak sehingga masuk ke dalam hadis Qudsi, susunan urutan ayat Quran pun nabi yang menentukan, sesuai wahyu Allah kepada nabi lewat malaikat Jibril.

@Mutiaraa wrote:urutan atau susunan Quran itu atas perintah nabi , sesuai firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada nabi.

Dan jangan lupa, Allah sendiri yang mengawal proses pembukuan Quran itu, sesuai janji Allah bahwa akan selalu menjamin keASLIan firman Allah itu hingga kiamat, jadi mushaf Quran itu sudah sesuai dengan KEHENDAK Allah.

Orang-orang Kristen sering bertanya kepada umat Islam dalam berbagai kesempatan, baik orang per orang, dalam diskusi terbuka, di Internet maupun dalam buku-buku yang menghujat Islam.
Mereka bertanya mengapa al-Qur’an susunannya tidak beraturan, atau dalam bentuk pertanyaan lain yang lebih halus :

Kami ingin mengetahui, berdasarkan apakah al-Qur’an disusun? karena kalau kami amati, surat pertama dalam al-Qur’an adalah surat al-fatihah yang termasuk surat pendek, kemudian disusul surat al-Baqarah yang cukup panjang, tetapi surat terakhir justru surat yang masuk dalam katagori surat yang sangat pendek. Jadi menurut pendapat kami al-Qur’an tidaklah disusun berdasarkan panjang pendeknya surat, dan menurut pengamatan kami, al-Qur’an tidak pula disusun berdasarkan urutan turunnya surat, karena surat al-Fatihah bukanlah surat yang pertama kali turun tetapi ditempatkan pada urutan pertama, dan surat yang pertama kali turun justru ditempatkan pada akhir-akhir al-Qur’an. Mohon dijelaskan atas dasar apakah penyusunan al-Qur’an itu ?

Pertanyaan seperti itu memang sangat wajar dilontarkan oleh orang-orang Kristen, karena memang kitab mereka disusun berurutan sama persis dengan kitab sejarah yang disusun berdasarkan urutan waktu.

Kalau kita tengok kitab orang Kristen, pasal pertama adalah tentang silsilah Yesus, kemudian disusul tentang kelahiran Yesus, kemudian pembaptisan Yesus, dakwah Yesus, pengejaran Yesus dan akhirnya tentang terangkatnya Yesus ke langit, hampir sama dengan kitab otobiographi orang-orang terkenal yang disusun sejak lahirnya hingga masa tuanya (matinya).

Tetapi tidak sama dengan al-Qur’an, karena al-Qur’an bukanlah kitab sejarah, al-Qur’an adalah kitab petunjuk hidup, al-Qur’an adalah kitab yang berisi hukum-hukum, pelajaran-pelajaran dan lain sebagainya.

Marilah kita kaji rahasia dibalik susunan ayat-ayat al-Qur’an yang menurut orang-orang Orientalis dan Kristen tidak beraturan.

SUSUNANNYA DARI ALLAH SWT
Bahwa susunan ayat-ayat dan surat-surat dalam al-Qur’an seperti yang sekarang ini ada adalah susunan yang dibuat oleh nabi Muhammad saw yang mendapat mandat dan pengawasan dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Bukan atas kesepakatan para sahabat atau umat Islam.

Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. QS.75:17

Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. QS. 75:18

Bila Malaikat jibril membacakan wahyu dari Allah SWT maka nabi Muhammad diperintah mendengarkannya dan bila Malaikat Jibril telah selesai membacakannya maka nabi Muhammad saw diperintah untuk mengikuti bacaan sesuai yang dibacakan malaikat Jibril .

Malaikat Jibril setiap tahun pada bulan Ramadhan datang menemui nabi untuk menjaga bacaan dan susunan al-Qur’an :
Fatimah berkata :?Nabi Muhammad memberitahukan kepadaku secara rahasia, Malaikat Jibril hadir membacakan al-Qur’an padaku dan saya membacakannya sekali setahun, hanya tahun ini ia membacakan seluruh isi kandungan al-Qur’an selama dua kali. Saya tidak berpikir lain kecuali, rasanya, masa kematian sudah semakin dekat.? HR. Bukhari bab Fada’il al-Qur’an

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa nabi Muhammad saw berjumpa dengan malaikat Jibril setiap malam selama bulan Ramadhan hingga akhir bulan, masing-masing membaca al-Qur’an silih berganti. HR. Bukhari bab shaum

Hadith - hadith diatas dan beberapa hadith yang lainnya memberikan gambaran bahwa sistem bacaan antara nabi Muhammad saw dengan malaikat Jibril adalah menggunakan sistem Mu'arada yaitu malaikat Jibril membaca satu kali dan nabi Muhammad saw mendengarkannya begitu pula sebaliknya.

Dengan sistem tersebut yang secara periodik dilakukan setiap bulan Ramadhan, memberikan jaminan bahwa susunan al-Qur’an yang sampai kepada umat Islam di seluruh dunia hingga saat ini adalah susunan yang sesuai dengan susunan yang Allah SWT kehendaki.


SUSUNANNYA UNIK, ITULAH KETERATURANNYA.
Kata orang-orang Orientalis dan orang-orang Kristen, al-Qur’an susunannya tidak beraturan, tidak berdasarkan urutan waktu turunnya, tidak berdasarkan panjang pendeknya surat, tidak berdasarkan tempat turunnya dan tidak pula berdasarkan pokok bahasan. Semua anggapan itu benar adanya, memang tidak atas dasar itu semua, susunan al-Qur’an atas dasar apa yang tahu hanya yang membuat al-Qur'an yaitu Allah SWT.

Namun, susunan yang dikatakan tidak beraturan tersebut, bagi yang mengkaji al-Qur’an justru akan menjumpai kemudahan-kemudahan menjadikan al-Qur’an sebagai tuntunan hidup, coba saja simak dengan hati yang jujur, ustadz-ustadz yang berdakwa jarang sekali yang membawa al-Qur’an, mereka dengan mudahnya menunjukkan ayat-ayat yang sesuai dengan pokok bahasan. Bila ada orang yang bertanya tentang sebuah masalah, seorang ustadz dengan mudahnya menunjukkan dalilnya dari al-Qur’an, inilah rahasia susunan al-Qur’an yang dibilang oleh orang-orang mereka tidak beraturan.

Satu lagi mukjizat dari al-Qur’an yang dibilang tidak beraturan tersebut, berjuta-juta manusia dengan mudahnya menghafal al-Qur-‘an, baik tua, muda, laki-laki, perempuan, anak-anak, orang Arab ataupun orang Indonesia, bahkan orang China sekalipun yang mempunyai struktur bahasa sangat berbeda dengan bahasa Arab, bukankah ini mukjizat al-Qur’an yang menurut penilaian manusia tidak beraturan, bukankah yang tidak beraturan akan sulit dihafal ?, tetapi al-Qur’an mudah sekali dihafal, itu artinya al-Qur’an sangat beraturan susunannya, hanya manusialah yang tidak mempunyai ilmu mengetahui keteraturan al-Qur’an.

Tetapi pertanyaan bisa kita kembalikan kepada orang-orang Orientalis dan orang-orang Kristen, mengapa tidak seorangpun dari mereka yang hafal kitab mereka yang mereka aku-aku disusun secara beraturan ?

Tentu setiap orang bila tanya mana yang lebih mudah dihafalkan, apakah kalimat yang disusun secara beraturan atau kalimat yang disusun acak tidak beraturan, tentu setiap orang akan menjawab tentu akan mudah meng-hafal kalimat yang disusun beraturan, kalau memang jawabannya demikian berarti al-Qur’an telah disusun dengan beraturan, terbukti al-Qur’an telah dihafal oleh jutaan manusia dari dulu hingga sekarang, dari Arab sampai ke China. Tetapi kita tidak mendapati seorangpun yang hafal Bible dari dulu hingga sekarang dari Israel hingga Indonesia.

Satu lagi bukti, bahwa keunikan al-Qur’an adalah sebuah mukjizat, apakah ada orang yang berhasil memalsukan al-Qur’an, padahal kalau al-Qur?an susunannya dibilang tidak beraturan, tentunya orang akan lebih mudah menyisipkan satu kata ke dalam al-Qur’an, tetapi ternyata semua tidak ada yang berhasil, baik orang-orang Orientalis maupun orang-orang Indonesia seperti yang pernah terjadi di Padang dan di Jogja.


BUMI SEBAGAI ANALOGI
Bila kita cermati bumi yang kita tempati ini, di mana-mana ada gunung, laut, daratan, hutan, danau, emas, batu-bara, mangga, apel, jeruk, durian dan lain sebagainya.

Kalau hukum keteraturan seperti yang diinginkan oleh orang-orang Orientalis dan orang-orang Kristen, maka susunan gunung, daratan, lautan, danau, buah-buahan, hewan yang ada di bumi dapat dikatakan semrawut tidak terkelompokkan.

Padahal susunan bumi yang seperti itulah yang menjadikan kehidupan di bumi ini harmonis dan seimbang baik secara geografis maupun secara ekosistem.

Bisa anda bayangkan andaikata bumi ini diciptakan dengan susunan menurut otaknya orang-orang Orientalis di mana gunung-gunung ditempatkan di satu tempat, lautan mengumpul di tempat yang lainnya, daratan ditempat yang lain lagi, maka bumi ini akan berhenti berputar karena kehilangan keseimbangannya. Bukankah ketidakteraturan susunan gunung-gunung, lautan, daratan, lembah itulah yang justru menjadikan bumi berputar?.

Bukankah adanya buah-buahan, hewan, ikan dan lain sebagainya diseluruh belahan bumi ini menjadikan kehidupan dunia ini seimbang dan harmonis, bisa anda bayangkan andaikan di Indonesia ini tumbuh buah durian saja, di Thailan tumbuh beras saja, di Australia tumbuh gandum saja, di Amerika yang ada batu bara saja tidak ada hewan, buah-buahan dan air, maka tidak ada lagi keseimbangan dalam kehidupan di bumi ini.

Seperti yang pernah terjadi pada kaumnya nabi Musa as, di mana mereka tidak bisa tahan dengan satu makanan saja :

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata:"Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabbmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merah-nya"??. QS. 2:61

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengi-saran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. QS. 2:164

Begitulah Allah SWT menciptakan bumi yang harmonis yang tumbuh buah-buahan dan menyebarkan bermacam-macam hewan di seluruh belahan bumi ini sehingga tercipta keharmonisan dan keseimbangan.

Seperti itu juga al-Qur’an disusun, ada kisah nabi Adam pada surat Ali Imran, Al-Mai-dah, al-A’raaf dan seterusnya, begitu juga tentang ayat-ayat aklaq, akidah, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya menyebar di beberapa surat. Hanya Allah SWT yang mengetahui secara persi letak keteraturan dan keharmonisan al-Qur’an.

Pada halaman empat terdapat dua contoh penempatan ayat yang sepintas nampak tidak teratur tetapi setelah dikaji justru penempatan tersebut sangat mengagumkan.


CONTOH-CONTOH RAHASIA PENEMPATAN AYAT-AYAT AL-QUR?AN
Mari kita ambil satu contoh ayat dan penempatannya :

Kitab (al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, QS.2:2

Allah SWT menegaskan pada awal-awal al-Qur'an dengan menyebut bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya, padahal Allah SWT bisa saja menyebutkan al-Qur'an sebagai kitab yang Agung, Mulya dan lain sebagainya pada awal-awal al-Qur'an.

Hal ini sebagai jaminan dari Allah dan jaminan harus diletakkan pertama kali agar orang-orang yang ingin mempelajari kandungan al-Qur?an lebih jauh mempunyai keyakinan bahwa al-Qur?an adalah kitab yang isinya tidak ada keragu-raguan sedikitpun, jaminan ini diperlukan karena al-Qur?an adalah kitab petunjuk yang tentunya tidak boleh ada keraguan sedikitpun dalam petunjuk tersebut.

Mari kita ambil lagi susunan ayat yang oleh orang-orang Orientalis dan orang-orang Kristen dibilang tidak beraturan :
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sem-pat kamu menyembelihnya, dan (diharam-kan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (di-haramkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah ke-fasikan.

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu.

Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa,sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. 5:3


Wahyu-wahyu tersebut tersusun dalam satu ayat, namun wahyu-wahyu tersebut tidak turun dalam waktu yang bersamaan, paragraf ketiga adalah wahyu yang turun terakhir, sementara paragrap pertama, kedua dan ke empat turun jauh sebelumnya.

Menurut orang-orang Orintalis dan orang-orang Kristen susunan tersebut amburadul, lihat saja dari paragraf pertama yang bicara soal halal haram langsung loncat ke masalah tidak boleh takut kepada orang-orang kafir pada paragraf kedua, lalu disusul tentang kesempurnaan agama dan nikmat lalu loncat ke masalah makanan.

Sepintas sepertinya benar tuduhan mereka tentang ketidak-teraturan susunan al-Qur’an, tetapi justru susunan tersebut sangat teratur dan harmonis, lihat keteraturan ayat tersebut berikut ini :

Bahwa nabi Muhammad saw diutus untuk memperbaiki aklaq manusia di mana mereka saat itu salah satunya adalah terbiasa memakan bangkai, mence-kik hewan untuk dimakan supaya nikmat karena ada darahnya, mengundi nasib, seperti paragrap pertama.

Terhadap misi Rasulullah tersebut orang-orang kafir berusaha menghalang-halangi, lalu Allah memberikan kemenangan atas Rasulullah sehingga orang-orang kafir berputus asa untuk menghalangi misi Rasulullah tersebut, seperti paragraf kedua.

Atas kemenangan tersebut Allah SWT menurunkan wahyu -wahyu yang terakhir kali turun- bahwa telah sempurna agama dan nikmat yang Allah berikan seperti yang termuat dalam paragraf ketiga,

Kemudian dalam paragraf ke empat di terangkan bila karena syariat Allah SWT (hukum halal-Haram) orang menjadi kelaparan dan memakan yang haram karena terpaksa maka Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.


Bukankah susunan seperti itu adalah susunan seperti gunung-gunung, daratan, lautan, hutan yang menyebar di seluruh permukaan bumi, yang terkesan tidak teratur tetapi sejatinya harmonis dan seimbang.

Bukankah susunan ayat tersebut terkesan tidak teratur tetapi sejatinya sangat sempurna dan mengagumkan susunannya sebagai petunjuk hidup ?, seperti itu juga ayat-ayat lainnya di susun pada tempat dan urutan yang sangat tepat.

https://id-id.facebook.com/permalink.php?story_fbid=387588384638587&id=154387811291980

nice inpoh
avatar
amara
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 639
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 20.01.14
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by SEGOROWEDI on Mon Feb 24, 2014 3:03 pm

@amara wrote:[
Bila Malaikat jibril membacakan wahyu dari Allah SWT maka nabi Muhammad diperintah mendengarkannya dan bila Malaikat Jibril telah selesai membacakannya maka nabi Muhammad saw diperintah untuk mengikuti bacaan sesuai yang dibacakan malaikat Jibril .

itu teori darimana?
lha muhammad didikte ayat kan cuman sekali di goa hira (al alaq 1-5)?
itupun tanpa saksi sama-sekali..
selebihnya muhammad langsung casciscus..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by crescent-star on Mon Feb 24, 2014 4:49 pm

menerima wahyu harus ada saksi itu bagaimana ceritanya ya ???
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by aliumar on Mon Feb 24, 2014 10:06 pm

menerima wahyu harus ada saksi itu bagaimana ceritanya ya ???
aturan Islam yg mengharuskan menghukum rajam pezinah juga mesti ada saksinya, TANYA KENAPA?bagaimana ceritanya?

org salah menghukum pezinah krn ga ada/kurang saksi, paling2 resikonya yg dirugikan cuma nyawa si terhukum doang. Itu pun hukuman nya cuma kehilangan nyawa di dunia dari si terhukum.

Nah coba bandingkan kalau salah mengakui seseorang sbg nabi krn ga ada saksi. Bisa beratus2 juta2 org tersesat, dan kerugian nya sifatnya kekal, yakni dihukum kekal di neraka.

Nah pertanyaannya sekarang, kenapa utk hal yg lebih ringan dan sementara resikonya, Islam sampai mengharuskan saksi utk menghindari resiko yg ringan tsb, tapi utk kasus yg resikonya jauh lebih besar dan kekal, malah berani main mempercayainya tanpa saksi?

Ga logis bgt kan Islam, hahaha.....

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by crescent-star on Tue Feb 25, 2014 12:05 am

Loh masalah pidana kok dibawa-bawa ?
Apa menerima wahyu itu termasuk pidana jadi hrs ada saksi ?
Apa nabi2 dahulu juga ditanyai siapa saksinya dalam menerima wahyu ? Coba ingin tau saya.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by The seventh on Tue Feb 25, 2014 12:33 am

@crescent-star wrote:Loh masalah pidana kok dibawa-bawa ?
Apa menerima wahyu itu termasuk pidana jadi hrs ada saksi ?
Apa nabi2 dahulu juga ditanyai siapa saksinya dalam menerima wahyu ? Coba ingin tau saya.

@ bung CS...
Kalau menurut saya, selama ini kan semua org muslim meng"klaim" bhw Al quran adalah kitab suci yg paling logis/masuk akal ( manusia )... Itulah mengapa dlm hal turunnya wahyu kpd Muhammad, maka timbul pertanyaan siapa saksinya yg bisa membenarkan bhw wahyu itu benar2 berasal dr Allah..bkn hanya sekedar ucapan Muhammad saja..
Masakan dr sekian bnyk wahyu dlm Alquran pd saat di terima oleh Muhammad tdk ada yg menyaksikan satu org pun... Paling tidak kan satu dua ada saksi gitu loh bung..
Jadi paling tidak bisa diberikan jawaban yg logis jg atas pertanyaan seputaran saksi ini...

Sementara kl menurut saya: tdk semua hal dlm Kitab suci itu hrs merupakan sesuatu yg logis atau masuk akal (terlebih akalnya manusia ini yg sangat2 terbatas ini)
Oleh krn itu utk memahami suatu Firman TUHAN yg melebihi batas akal manusia, diperlukan IMAN.. Karena IMAN adalah dasar dr segala sesuatu yg kita harapkan dan bukti dr segala sesuatu yg tidak kita lihat..
avatar
The seventh
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 297
Kepercayaan : Advent
Location : Tegal
Join date : 07.01.14
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by amara on Tue Feb 25, 2014 2:10 am

kalau mau disebut logis, maka harus sesuai dengan IPTEK secara mayoritas dan teruji waktu, seperti penjelasan tentang matahari yang tidak diam, tapi berorbit mengelilingi pusat galaksi, dll itu

itulah SAKSInya, yakni IPTEK dan ALAM SEMESTA.

matahari mengamini ayat Quran, bahwa dirinya memang tidak diam, tapi berorbit mengelilingi Pusat Galaksi, dll.

ayat-ayat Quran terbukti BENAR secara ILMIAH.
avatar
amara
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Female
Posts : 639
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 20.01.14
Reputation : 6

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by crescent-star on Tue Feb 25, 2014 8:50 am

@The seventh wrote:@ bung CS...
Kalau menurut saya, selama ini kan semua org muslim meng"klaim" bhw Al quran adalah kitab suci yg paling logis/masuk akal ( manusia )... Itulah mengapa dlm hal turunnya wahyu kpd Muhammad, maka timbul pertanyaan siapa saksinya yg bisa membenarkan bhw wahyu itu benar2 berasal dr Allah..bkn hanya sekedar ucapan Muhammad saja..
Masakan dr sekian bnyk wahyu dlm Alquran pd saat di terima oleh Muhammad tdk ada yg menyaksikan satu org pun... Paling tidak kan satu dua ada saksi gitu loh bung..
Jadi paling tidak bisa diberikan jawaban yg logis jg atas pertanyaan seputaran saksi ini...

Sementara kl menurut saya: tdk semua hal dlm Kitab suci itu hrs merupakan sesuatu yg logis atau masuk akal (terlebih akalnya manusia ini yg sangat2 terbatas ini)
Oleh krn itu utk memahami suatu Firman TUHAN yg melebihi batas akal manusia, diperlukan IMAN.. Karena IMAN adalah dasar dr segala sesuatu yg kita harapkan dan bukti dr segala sesuatu yg tidak kita lihat..
bung ..berangkat dari kata WAHYU itu sendiri, maka INI URUSAN GHAIB. kalau bung tanya sama makhluk ghaib lagi sih wajar. misal bertanya pada malaikat atau jin yang bisa menyaksikan proses kejadian metafisika. kalau bertanya pada manusia sesuatu yg ghaib ya darimana ceritanya ??
jadi sebuah tuntutan LUCU dan KEKANAK-KANAKAN kalau proses penerimaan Wahyu butuh saksi seorang manusia. di dunia kenabian saya kira tidak dikenal adanya saksi bagi penerimaan wahyu oleh nabi tsb.
YANG ADALAH BUKTI KEBENARAN DARI SANG PENERIMA WAHYU. misal MUKJIZAT yang ditunjukkan, Misal kehebatan Isi Wahyunya, atau faktor humanis lainnya misal KEJUJURAN.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by SEGOROWEDI on Tue Feb 25, 2014 10:54 am


kalau hanya ngaku-aku terima wahyu, gimana?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by The seventh on Tue Feb 25, 2014 11:39 am

@crescent-star wrote:
@The seventh wrote:@ bung CS...
Kalau menurut saya, selama ini kan semua org muslim meng"klaim" bhw Al quran adalah kitab suci yg paling logis/masuk akal ( manusia )... Itulah mengapa dlm hal turunnya wahyu kpd Muhammad, maka timbul pertanyaan siapa saksinya yg bisa membenarkan bhw wahyu itu benar2 berasal dr Allah..bkn hanya sekedar ucapan Muhammad saja..
Masakan dr sekian bnyk wahyu dlm Alquran pd saat di terima oleh Muhammad tdk ada yg menyaksikan satu org pun... Paling tidak kan satu dua ada saksi gitu loh bung..
Jadi paling tidak bisa diberikan jawaban yg logis jg atas pertanyaan seputaran saksi ini...

Sementara kl menurut saya: tdk semua hal dlm Kitab suci itu hrs merupakan sesuatu yg logis atau masuk akal (terlebih akalnya manusia ini yg sangat2 terbatas ini)
Oleh krn itu utk memahami suatu Firman TUHAN yg melebihi batas akal manusia, diperlukan IMAN.. Karena IMAN adalah dasar dr segala sesuatu yg kita harapkan dan bukti dr segala sesuatu yg tidak kita lihat..
bung ..berangkat dari kata WAHYU itu sendiri, maka INI URUSAN GHAIB. kalau bung tanya sama makhluk ghaib lagi sih wajar. misal bertanya pada malaikat atau jin yang bisa menyaksikan proses kejadian metafisika. kalau bertanya pada manusia sesuatu yg ghaib ya darimana ceritanya ??
jadi sebuah tuntutan LUCU dan KEKANAK-KANAKAN kalau proses penerimaan Wahyu butuh saksi seorang manusia. di dunia kenabian saya kira tidak dikenal adanya saksi bagi penerimaan wahyu oleh nabi tsb.
YANG ADALAH BUKTI KEBENARAN DARI SANG PENERIMA WAHYU. misal MUKJIZAT yang ditunjukkan, Misal kehebatan Isi Wahyunya, atau faktor humanis lainnya misal KEJUJURAN.

Itulah makanya saya bilang tidak semua hal dlm suatu agama adalah logis atau masuk akal manusia krn dlm agama itu kita berhubungan dgn yg namanya Maha Kuasa.. Bgmana kita sbg manusia yg penuh dgn keterbatasan (akal budi) bisa memahami Yang Maha Kuasa hanya dgn mengandalkan akal budi manusia semata?? Di sinilah sebenarnya IMAN itu berperan..
Spt contohnya anda sangat meyakini bhw Alquran merupakan benar-benar wahyu ALLAH pasti ada peranan IMAN di dlm diri anda shg anda bisa sangat meyakini hal tsb...
Selain IMAN, kita jg perlu menguji apakah itu benar wahyu dr ALLAH atau bukan...
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Maka ujilah!
avatar
The seventh
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 297
Kepercayaan : Advent
Location : Tegal
Join date : 07.01.14
Reputation : 13

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by crescent-star on Tue Feb 25, 2014 12:00 pm

@The seventh wrote:Itulah makanya saya bilang tidak semua hal dlm suatu agama adalah logis atau masuk akal manusia krn dlm agama itu kita berhubungan dgn yg namanya Maha Kuasa.. Bgmana kita sbg manusia yg penuh dgn keterbatasan (akal budi) bisa memahami Yang Maha Kuasa hanya dgn mengandalkan akal budi manusia semata?? Di sinilah sebenarnya IMAN itu berperan..
Spt contohnya anda sangat meyakini bhw Alquran merupakan benar-benar wahyu ALLAH pasti ada peranan IMAN di dlm diri anda shg anda bisa sangat meyakini hal tsb...
Selain IMAN, kita jg perlu menguji apakah itu benar wahyu dr ALLAH atau bukan...
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Maka ujilah!
ya pastilah begitu. memang menurut bung dahulu ketika Muhammad sendirian mengabarkan wahyu pada orang2 lantas orang2 sekitarnya dgn mudah begitu saja mempercayai Nabi Muhammad ?? ga loh, silakan baca sejarah, bahkan istri Nabi sendiri melakukan TES/UJIAN. BAHKAN NABINYA SENDIRI BUTUH WAKTU SATU TAHUN UNTUK MEYAKININYA. ketika pertama kali rasulullah saw didatangi Jibril membawa Wahyu maka Muhammad merasa dirinya telah menjadi CENAYANG/DUKUN/PUNYA INDRA KE 6 dan lain sebagainya. beliau merasa ketakutan hingga mengigil kuat. ga ada cerita langsung PEDE, "HEI NIH GUE UDEH JADI NABI BARUSAN DAPAT WAHYU". Tidak begitu.

dan LOGIKA pasti berperan di sana. dan Iman pun pasti dibangun oleh logic.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: Benarkah Quran tidak berubah??

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 18 dari 19 Previous  1 ... 10 ... 17, 18, 19  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik