FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

isa bugis dan ajaran sesatnya

View previous topic View next topic Go down

isa bugis dan ajaran sesatnya

Post by bee gees on Wed Jul 03, 2013 10:56 am

Isa Bugis lahir di Kecamatan Kota Bhakti, Fidi, Aceh tahun 1926. Ia mengembangkan suatu ajaran yang ia namakan dengan Ummat Pembaru dan kemudian ummat Islam yang menentang ajaran ini menyebutnya dengan nama Pembaru Isa Bugis.

Ajaran Isa Bugis berpala Yahudi, dia memandang Agama (Islam) dari tolok ukur rasio semata dan menolak semua ajaran Islam yang prinsipil sekalipun jika bertentangan dengan rasionya. Ia menempatkan rasio di atas nash (Al-Qur'an dan Hadits), oleh karena itulah kebanyakan para pengikutnya kaum intelektual abangan, di antaranya para dosen Agama Islam IKIP Rawamangun Jakarta yang telah menerbitkan buku PAAI IKIP Jakarta tahun 1993.

Sebenarnya Isa Bagis pernah diminta pertanggungjawaban oleh Depag Pusat dan PAKEM Kejaksaan Tinggi Jakarta dalam suatu pertemuan di hadapan para ulama, seperti Buya HAMKA (Alm.), Prof. Rasyidi dll. yang diadakan di Masjid Istiqlal tanggal 24 Maret 1969. Hasil rapat memutuskan bahwa Isa Bugis:


Tidak cukup berilmu agama atau kapasitas pemahaman agamanya minim.
Tidak mempunyai methode atau cara berpikir yang benar.
Penguasaan bahasa Arabnya sangat kurang.
Ajarannya sangat menyesatkan.
Pribadinya berambisi besar dan avonturir.

Setelah pertemuan itu, Isa Bugis berkoar-koar di depan para pengikutnya dan mengucapkan:
AI-Qur'an itu bahasa Araby, bukan bahasa Arab (serumpun dengan bahasa Arab) tidak ada kaitannya dengan bahasa Arab, oleh karena itu tidak perlu pintar bahasa Arab dan tata bahasanya.

Tuduhan yung dilemparkan Isa Bugis kepada orang atau golongan Lain:


Isa Bugis mengatakan: Air Zam-Zam di Makkah adalah air bekas bangkai-bangkai orang Arab.
Isa Bugis mengatakan: Nabi Musa membelah laut dengan tongkatnya adalah dongeng Lampu Aladin.
Isa Bugis mengatakan: Nabi lbrahim menyembelih Ismail, diganti dengan kambing (tercantum dalam firman Allah di dalam Al-Qur'an) adalah dongeng.
Isa Bugis mengatakan: Ka'bah adalah kubus berhala yang dikunjungi oleh turis tiap tahun.
Semua tafsir yang ada harus dimusnahkan.
Isa Bugis mengatakan: Ulama-ulama dikatakan kampret terbang malam, merusak buah muda, sebagai kotoran yang dibungkus emas.
Isa Bugis mengatakan: llmu Fiqh, Nahwu-sharaf, llmu Tauhid dan sebagainya adalah Syirik, ulama yang mengajarkan ilmu ini harus disingkirkan ke Pulau Seribu.
Isa Bugis mengatakan: Departemen Agama departemen acak-acakan.
Isa Bugis mengatakan: Kurikulum Universitas lbnu Chaldun dan lAIN adalah kurikulum dukun, jin.
Isa Bugis mengatakan: Ahlu Sunnah wal Jama'ah terpecah belah, di dalam Islam banyak pertentangan.
Isa Bugis mengatakan: Muhammad bin Abd. Wahab dan Tuanku Imam Bonjol adalah Neo Hambalisme model Arabisme yang bermantel Qur'an Sunnah.
Isa Bugis mengatakan: Muslimin yang bermadzhab adalah pendukung Arabisme yang berlagak Ahlu Sunnah.
Isa Bugis mengatakan: Muhammad Abduh adalah cabang Helinisnie.
Isa Bugis mengatakan: Djamaluddin AI-Afghani dan KH. Achad Dachlan adalah Neo Gilgamis yang berbaju Islam.
Isa Bugis mengatakan: Muhammad bin Abu Bakar, Abdullah bin Umar, Zubair, Tolhah adalah dzulumat.
Isa Bugis mengatakan: Utsman bin Afan, Abdurrahman bin Auf, Zahid bin Zabit adalah dzulumat.
Isa Bugis mengatakan: Siti Aisyah Khowarij, Abu Hurairah dan Abu Bakar adalah Annaniyah.
Isa Bugis mengatakan: Muhammadiyah dan Al-Irsyad penganut Pan Islamisme dari Neo Gilgamis, bersifat nurdic, dan tidak menghirauan praktek mistik.
Isa Bugis mengatakan: Mlibaligh-mubaligh Islam yang menyebarkan agama ke luar tanah Arab adalah pemabuk dzulumat yang haus darah dan harta benda.
Isa Bugis mengatakan: Islam yang masuk ke Indonesia adalah Islam Kejawen campuran Shiwa, Wisnu, Budha dengan Islamisme, yaitu Arabisme yang bercampur Majusi.
Isa Bugis mengatakan: Ajaran Nabi Muhammad adalah pembangkit imperialisme Arab.
Isa Bugis mengatakan: Dagang adalah sistem dzulumat. Pencurian teratur yang dilindungi undang-undang kapitalis, dimana Islam berada "Kaljasadil Wahid" yang disembelih oleh tukang-tukang fiqih yang menamakan dirinya Imam Hanafi, Hambali, Maliki dan Syafi'i, kampret @#$%^ yang berkuda Qur'an; inilah sistem Islamisme gado-gado Yahudi Majusi yang menimbulkan usul fiqh, Nahwu-Sharaf dan lain sebagainya. Inilah sunnah yang diciptakan oleh pujangga rombengan yang duduk di atas permadani domba.
Isa Bugis mengatakan: Ajaran Qurban pada waktu 'ldul Adha tidak ada dasar kebenarannya.
Isa Bugis mengatakan: Indonesia adalah di antara sekian banyak korban-korban dari akibat kebiadaban Arabisme.
Isa Bugis mengatakan: Lembaga pembaru adalah Nur, sedangkan orang atau lembaga yang berada di luar Lembaga pembaru adalah dzulumat, kafir sesat.
Mengenai hak milik, lsa Bugis berpendapat bahwa manusia tidak mempunyai hak milik perseorangan, semua harta kekayaan manusia adalah amanat Tuhan yang merupakan hak milik bersama yang bersifat komunal.
Isa Bugis mendialektikakan dan mengilmiahkan kekuasaan Tuhan.
Isa Bugis berpendapat: Dalam perekonomian, susunan pertanian dimana bumi dan segenap isinya, adalah milik Allah dan dijadikan milik bersama, tidak ada hak milik mutlak perorangan atas tanah, tidak ada sewa tanah, tidak ada paruhan, pertigaan dan sebagainya, siapa yang menggarap dialah yang mengetam, feodalisme harus dibasmi sampai ke akar-akarnya karena merusak keseimbangan hidup, buruh dan majikan makan dan berpakain sama, perbedaan jabatan tidak memberikan konsekuensi kepada perbedaan pembagian nilai-nilai moril dan materiil, kemiskinan harus dibasmi karena akan menjerumuskan ke dalam kekafiran.
Isa Bugis mengatakan: Siapa yang menafsirkan dan mengolah AI-Qur'an tidak menurut AI-Qur'an praktis Sunnah Rasulnya, akan dihadapkan kepada api kemarahan rakyat tertindas. (hat, 175)
Isa Bugis membuat tafsir Al-Qur'an yang begitu bebas menurut seleranya sendiri, yang jika dibandingkan dengan tafsir-tafsir lain terdapat banyak perbedaan-perbedaan, Isa Bugis dalam menafsirkan AI-Qur'an kurang memperhatikan lughoh (bahasa Arab), ilmu asbabun nuzuul dan ilmu-ilmu lainnya yang berhubungan dengan AI-Qur'an, sehingga tafsir Isa Bugis bisa menyesatkan orang awam.



Contoh Tafsir Aliran Isa Bugis

Surat Al-Fiil (105): 1;
Aitinya: "Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhan menghancurkan pasukan altileri yang membawa persenjataan berat (meriam/teng baja/panser)."

Isa Bugis mengatakan: Kata Fill yang biasa diartikan dengan gajah oleb para mufassir itu tidak masuk akal, karena tidak mungkin gajah bisa hidup di daerah Arab Saudi yang tandus yang tidak ada dedaunan dan rumput-rumputan untuk makan gajah.

Isa Bugis mengartikan jilbab sebagai pakaian batin yang tidak bisa dilihat oleh mata dan diraba oleh panca indera manusia. Jadi menganggap para wanita pada jaman Rasulullah saw yang segera mengambil kain untuk menutup auratnya setelah adanya firman Allah tentang jilbab itu sebagai dongeng belaka.

Isa Bugis mengatakan: Saat sekarang masih periode Makkah belum periode Madinah. Oleh sebab itu shalat, puasa, zakat belum diwajibkan dan minuman keras belum diharamkan.

Melihat ajaran Isa Bugis yang demikian, maka jangan heran jika banyak seorang anak muda yang tadinya rajin shalat, dan tidak pernah minum-minuman keras menjadi pemabuk dan meninggalkan shalat. Begitu juga wanita yang sudah memakai jilbab kemudian menanggalakan kembali jilbabnya karena percaya dengan kepercayaan Isa Bugis.

Menurut hasil penelitian Proyek Pengawasan Keagamaan dan Aliran-Aliran/Faham-Faham Depag Rl, ada sinyalemen gerakan yang dipimpin oleh Isa Bugis ada hubungannya dengan gerakan komunis Intemasional dalam usaha meng-come back-kan sisa-sisa G 30 S/PKI di lndonesia.

Sumber: Beberapa Hal tentang Agama dan Aliran Kebathinan, R.E. Djumali K., Proyek Pengawasan Keagamaan Aliran-Aliran/Faham-Faham, Depag.




Data kliping tentang sikap LPPI yang menentang keberadaan faham sesat Isa Bugis, dimulai sejak awal tahun 1980-an yang di dalamnya memiliki keterkaiatan erat dengan ajaran atau faham yang termuat dalam Majalah Resmi Bulanan Al-Zaytun:

Buku Pendidikan Afektif Agama Islam (PAAI) IKIP Jakarta Berpola "Desain Yahudi"

Jakarta - Pelita:
Buku Pendidikan Afektif Agama Islam (PAAI) karangan Tim Dosen Pendidikan Agama Islam IKIP Jakarta dinilai berpola pada buku "Desain Yahudi" yang akhir-akhir ini dihebohkan karena dianggap sebagai propaganda Yahudi.

Ketua LPPI (Lembaga Peneirtian dan Pengkajian Islam) AI-Qalam Pasar Rumput Jakarta, HM.Amin Djamaluddin, mengungkapkan hal itu dengan mengharapkan buku PAAI MKDU IKIP Jakarta itu dicabut, karena disamping menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan landasan buku "Desain Yahudi" juga berdasarkan aliran Isa Bugis yang sudah jelas dilarang. Diantaranya buku itu tidak mengakui mu'jizat Nabi Nuh berupa perahu, dan mu'jizat Nabi Musa, tongkat menjadi ular.

Zaghlul Jusuf, editor buku wajib bagi mahasiswa IKIP Jakarta itu, dalam pengantarnya berterus terang bahwa penulis bab V buku ini Drs. Chudlori Umar tampak sangat terkesan dengan ungkapan peristiwa sejarah umat Yahudi yang ditulis oleh Max I Dimont dalam bukunya Jews, God and History, yang menimbulkan rangsangan pada dirinya untuk mengkaji ulang peristiwa sejarah yang diungkapkan para penafsir Al-Qur'an. (hlm. 12)

"Apa yang diungkapkan editor itu terbukti, Drs. Chudlori Umar dalam tulisannya pada halam 63 sampai 127 (isi buku 207 halaman) banyak hal yang bertentangan dengan ayat Al-Qur'an," ulas H. Amin Djamaluddin. Dicontohkan, tulisan yang berbunyi:

"Para Rasul sebelum Muhammad dinilai sama fungsinya dengan kerasulan Muhammad seperti dinyatakan di dalam Al-Baqarah: 285, An-Nisa:162, As-Syuraa:13 dll. Atas dasar itu apa yang pernah dilakukan oleh para rasul sebelum Nabi Muhammad saw berarti berlaku pula bagi umat Nabi Muhammad saw. Dengan demikian maka kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad saw adalah pegangan atau kitab suci bagi umat Islam."

Ungkapan tersebut menurut Amin Djamaluddin, sebagai ketidakpercayaan atas sempurnanya AI-Qur'an, hingga perlu menjadikan kitab-kitab suci sebelumnya sebagai pegangan bagi umat Islam. Lebih tidak masuk akal lagi, menurut Amin, isi halaman 64-65 bahwa seluruh ayat Al-Qur'an yang mengungkapkan sunnah nabi Adam sampai dengan sunnah Nabi Musa itulah Taurat. Seluruh ayat Al-Qur'an yang mengungkapkan sunnah Nabi Adam sampai dengan sunnah Nabi Daud itulah Zabur. Seluruh ayat Al-Qur'an yang mengungkapakan Sunnah Nabi Adam sampai dengan Sunnah nabi lsa itulah Injil, dan seluruh ayat yang mengungkapkan sunnah Nabi Adam sampai dengan Sunnah Nabi Muhammad saw itulah Al-Qur'an. Pemahaman semacam itu berarti menjadikan AI-Qur'an itu dikapling-kapling hingga berkeping-keping," ucap Amin Djamaluddin.

Selanjutnya buku IKIP Jakarta itu pada halaman 72,78,79 dan 65 berisi uraian yang tidak mempercayai mu'jizat Nabi Nuh, Nabi Musa, Nabi Isa. Mu'jizat Nabi Nuh berupa perahu diartikan ibarat perahu yang menyelamatkan manusia. Tongkat Musa yang berubah menjadi ular hanya disebut laksana ular, lautan yang terbelah disebut membelah lautan pasukan Fir'aun, Isa mengobati penyakit belang diibaratkan ajaran yang telah semrawut bagaikan kulit yang telah kena penyakit campak.

Menurut Amin Djamaluddin, pemahaman itu bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Misalnya tentang perahu Nabi Nuh Jelas-jelas ada dalam AI-Qur'an dibeberapa ayat: QS 11: 25-43; QS 37: 75-82; QS 23: 23-30; QS 54: 11-15. Dengan demikian pengarang buku ini, katanya, memanipulasi ayat-ayat AI-Qur'an dengan memberikan kata ibarat dalam kisah-kisah yang terdapat pada Al-Qur'an. Faham yang tidak percaya kepada mu'jizat nabi-nabi semacam itu adalah faham pengikut Isa Bugis.

Padahal faham Isa Bugis sudah dilarang di antaranya melalui SKBK PAKEM (Badan Kordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan) Jawa Barat No:B-8302/Kep/PAKEM/1968, Bandung tanggal 22 0ktober 1968 tetang Larangan Kegiatan Penyebaran dan Penganutan Ajaran Lembaga Pembaru (Isa Bugis), JPID Darul Hadits, Islam Murni, Jemaah Pengajian AI-Hidayah, Jama'ah Qur'an Hadits, Djamaah Amirul Mukminin.

Buku Pendidikan Afektif Agama Islam IKIP Jakarta itu pemah dipersoalkan oleh pembaca dan disarankan agar ditarik dari peredaran sebagaimana buku modul 1-2 yang diterbitkan Universitas Terbuka yang salah satu pengarangnya adalah anggota Tim IKIP itu, dinilai menyesatkan. (Pelita, 21/7/1990).

Buku PAAI IKIP Jakarta itu disusun oleh satu tim beranggota enam orang: Drs Noor Rachmat, Drs. Chudlori Umar, Drs. Djaelani Husnan, Dra. Hamida, Drs Ali Amran, dan Dr HZ Jusuf, SH.

Ketua LPPI menghimbau MUI (Majlis Ulama Indonesia), Departemen Agama, dan Kejaksaan Agung untuk meneliti secara seksama buku tersebut dan secepatnya diberedel. Karena buku yang dinilai menyesatkan tersebut dijadikan buku wajib bagi mahasiswa IKIP. Pelita, Sabtu, 12 Juni 1993/21 Zulhijah 1413 H.




Seminar Tafsir AI-Qur'an di IKIP Jakarta


Pendukung Isa Bugis "Dikeroyok" di Kandangnya

Moch Chudlori Umar dosen IKIP Jakarta yang tidak menolak ketika disebut sebagai pendukung setia aliran Isa Bugis tampak tidak mampu mempertahankan lontaran-lontarannya tentang penafsiran Al-Qur'an. Dosen yang dikenal mengacu kepada buku Desain Yahudi itu tidak punya alasan kuat ketika lontaran-lontarannya dikeroyok oleh dua doktor dan lima penyanggah dalam seminar di IKIP Jakarta, Sabtu (26/3).

Chudlori yang termasuk salah seorang tim penulis buku Pendidikan Afektif Agama Islam untuk IKIP Jakarta ini tampil sebagai pemrasaran pada sesi kedua dalam seminar Islam in focus I yang bertema Al-Qur'an dan tantangan Zaman. Seminar sehari yang diselenggarakan Hima bahasa Arab IKIP Jakarta ini mengundang pembanding Dr Ahsin Muhammad Asyrafuddin alumni Fakultas llmu Al-Qur'an Univereitas Madinah dan Dr Ahmad Satori alumni Adab dari Mesir untuk menghadapi Chudlori. Pada sesi pertama tampil Rifat Syauqi Nawawi sebagai pengganti rektor IAIN Jakarta. Pembandingnya adalah Dr Hidayat Nur Wahid alumni Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Madinah dan Surahman Hidayat MA alumni Fakultas Syariah Al-Azhar Mesir.

Chudlori mengemukakan pemikira-pemikiran yang diulang-ulangnya mengenai ketidakyakinannya tentang mu'jizat. Dia tidak terima kalau 'ashoo itu diartikan tongkat yang kaitannya dengan Nabi Musa, dan tidak yakin tsu'ban dan beberapa kata lainnya yang berkaitan dengan tongkat Musa itu bemakna ular. Sedang kata alqo, Chudlori tidak mau kalau itu maknanya melemparkan, tetapi maunya mengenalkan. Sehingga menurut Chudlori, maksud dan ayat-ayat yang selama ini dimaknakan tongkat Musa berubah jadi ular itu adalah perintah agar Musa mengenalkan Taurat kepada jama'ahnya, karena kata ashoo dalam kamus, menurut Chudlori, bisa berarti jama'ah.

Disanggah

Terhadap lontaran seperti ini, Dr. Ahsin Muhammad yang hafal Al-Qur'an dan satu-satunya doktor ilmu Al-Qur'an di Indonesia (waktu itu pen.) dari Madinah ini bertanya: "Kalau 'ashoo diartikan jama'ah, bukan tongkat, apakah mungkin hanya untuk menghalau kambing saja dengan jama'ah seperti dalam surat Thoha:18?"

Pertanyaan senada juga diajukan oleh Dr. Ahmad Satori: "Bagaimana mengartikan Wadhrib bi'ashookal hajar (dan pukulkan tongkatmu pada batu itu) apakah bisa diartikan: dan pukulkan jama'ahmu pada batu itu?" tanyanya disambut tertawa hadirin yang padat memenuhi ruangan.

Demikian pula kata alqoo yang diartikan Chudlori kemungkinan berarti 'bertemu" disanggah oleh Dr. Ahsin dan Satori. Dengan mengartikan alqoo bertemu, maka Chudlori mengartikan wa an alqi 'ashooka menjadi: perkenalkanlah Taurat ini kepada jamaah anda.

Sanggahan dua doktor itu: kata alqoo itu beda artinya dengan laqiya yang artinya bertemu. Alqoo, di kamus manapun artinya thoroha, melemparkan. Namun kemudian Chudlori tampak ngotot dengan argumen yang kontradiksi, yaitu dalam pembicaraan maupun dalam makalah. Chudlori merujuk pula pada kamus bahkan termasuk kamus bahasa Indonesia Yus Badudu tetapi ketika disanggah bahwa dikamus manapun alqoo ifu artinya thoharo, Chudlori berbalik lidah bahwa kamus-kamus itu kan untuk para pemula. Kamus yang tertinggi itu Al-Qur'an itu sendiri, kata Chudlori.

Para hadirin tampak merasa heran mendengar alasan ilu. Apalagi dikaitkan dengan penafsiran Chudlori bahwa Al-Qur'an itu bukan bahasa Arab dalam arti umum tetapi bahasa Quraisy, yaitu sebagai salah satu ras atau rumpun bahasa Arab, dengan mengibaratkan seperti orang Betawi dan orang Jawa atau Sunda dalam kaitannya dengan bahasa Indonesia. Pengibaratan ini disanggah oleh Dr. Satori, doktor sastra Arab, bahwa perbedaan bahasa Quraisy dengan suku Arab lainnya seperti Bani Tamim dan lain-lain itu hanya beda lahjah (dialek, pengucapan), bukan beda bahasa. Beda sekali bila dibandingkan Betawi dengan Jawa atau Sunda yang masing-masing bahasanya sangat beda.

Tampak Sesukanya

Chudlori tampak sesuka hatinya dalam menafsirkan ayat, diantaranya kata aqshol madiinah (pinggir kota) diartikan kalangan elit masyarakat dalam kasus Musa diberi tahu oleh seorang laki-laki bahwa ia akan dibunuh Fir'aun. Dr. Ahsin bertanya: Sebesar apa kota Mesir disaat itu, dan kenapa tidak mungkin berita itu didengar orang pinggir kota? Dan dalam kaidah, kalau ada dua kata ma'rifah (definitif/sudah tentu), maka kata yang kedua itu maksudnya juga yang pertama. Maka aqshol madinah ya tetap berarti pinggir kota di Mesir itu. Tegas Dr. Ahsin.

Lontaran-lontaran Chudlori Umar tampaknya aneh, karena ia menganggap tidak mungkin bahwa alfiel dalam Al-Qur'an itu berarti gajah, alasan Chudlori hanya karena melihat kini negeri Yaman padang pasir. Pembanding nampak terpaksa mengajukan bukti sejarah bahwa Musailamah Al-Kadzdzab membuat surat tandingan tentang alfiel/gajah. Gajah, apakah kamu tahu, apa itu gajah, gajah yaitu yang mempunyai belalai panjang. Dan dalam sejarah Yaman dahulu dikenal negeri subur. Kenapa hal itu diingkari, ulas pembanding.

Seperti diketahui, Chudlori adalah salah seorang dari tim penulis buku untuk IKIP Jakarta yang selama ini banyak mendapat protes. Pernah diberitakan Pelita, Buku Pendidikan Afektif Agama Islam karangan Tim Dosen Pendidikaan Agama Islam IKIP Jakarta berpola pada buku "Desain Yahudi" yang akhir-akhir ini dihebohkan karena jelas-jelas sebagai propaganda Yahudi. Maka buku itu perlu dicabut oleh pihak yang berwenang agar tidak meracuni calon-calon pendidik bangsa.

Ketua LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) Al Qalam Pasar Rumput Jakarta, HM. Amin DJamaluddin, mengharapkan buku PAAI MKDU IKIP Jakarta itu dicabut, karena disamping menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan landasan buku "Desain Yahudi" juga berdasar aliran Isa Bugis yang sudah jelas dilarang. Di antaranya buku itu tidak mengakui mu'jizat Nabi Nuh berupa perahu, dan mu'jizat Nabi Musa tongkat menjadi ular.

Zaghlul Jusuf, editor buku wajib bagi mahasiswa IKIP Jakarta itu, dalam pengantarnya berterus terang bahwa penulis bab V buku ini Drs. Chudlori Umar tampaknya sangat terkesan dengan ungkapan peristiwa sejarah umat Yahudi yang ditulis oleh Max I Dimont dalam bukunya Jews, God and History, yang menimbulkan rangsangan pada dirinya untuk mengkaji ulang peristiwa sejarah yang diungkapkan para penafsir Al-Qur'an (hlm. 12).

Beberapa mahasiswa IKIP Jakarta seusai seminar merasa tidak khawatir lagi dengan pemikiran Chudlori Umar. Karena dalam seminar Chudlori hampir tidak dapat berkutik dihujat peserta. Bahkan Suprityanto dari Tanjung Priok menyebutnya dia tidak layak mengaku sebagai kaum Nabi Muhammad saw.
Pelita, Selasa, 29 Maret 1994/16 Syawal 1414 H

Sumber: Penyimpangan dan Kesesatan Ma'had Al-Zaytun, M. Amin Jamaluddin

bee gees
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Total Like dan Thanks: 0
Male
Posts: 150
Location: douglas
Join date: 2013-06-27

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum