FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Kota-Kota Bersejarah Islam

View previous topic View next topic Go down

Muslim-Zone Kota-Kota Bersejarah Islam

Post by wildan99Islam on Sat Jul 06, 2013 8:13 am

Kota-kota yang akan dibahas nanti

1. Mekkah Al-Mukaramah (Arab Saudi)
2. Madinah Al-Munawarah (Arab Saudi)
3. Yerusalem (Palestina)
4. Damaskus (Suriah)
5. Aleppo (Suriah)
6. Kufah (Irak)
7. Baghdad (Irak)
8. Basrah (Irak)
9. Kairo (Mesir)
10. Al-Iskandariyah/Alexandria (Mesir)
11. Qairawan (Tunisia)
12. Algier (Aljazair)
13. Timbuktu (Mali)
14. Fez (Maroko)
15. Marakech (Moroko)
16. Tangier (Maroko)
17. Granada (Spanyol)
18. Seville (Spanyol)
19. Toledo (Spanyol)
20. Saragosa (Spanyol)
21. Cordoba (Spanyol)
22. Konya (Turki)
23. Istanbul (Turki)
24. Edirne (Turki)
25. Ishafan (Iran)
26. Zanzibar (Tanzania)
27. Samarkand (Uzbekistan)
28. Bukhara (Uzbekistan)
29. Delhi (India)
30. Agra (India)
31. Malaka (Malaysia)
32. Banda Aceh (Indonesia)

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 14
Posts: 1401
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Muslim-Zone Re: Kota-Kota Bersejarah Islam

Post by abu hanan on Sun Jul 07, 2013 7:03 am

walah..surabaya gak masuk yah?yo wis lah..nonton ajah deh..



untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas

abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Total Like dan Thanks: 152
Male
Age: 80
Posts: 6730
Location: soerabaia
Job/hobbies: Menyebarkan Monotheism dan memberangus berhala
Humor: hari terpanjang adalah hariseninsampaiseninlagi
Join date: 2011-10-06

Back to top Go down

Muslim-Zone Re: Kota-Kota Bersejarah Islam

Post by wildan99Islam on Mon Jul 08, 2013 8:45 am

abu hanan wrote:walah..surabaya gak masuk yah?yo wis lah..nonton ajah deh..
hehehehe, sorry mbah abu, kota Surabaya gak dimasukkin, kota di Indonesia juga hanya Banda Aceh saja piss 
ok, sebelum kita masuk ke kota mekkah dan Madinah, kita berkenalan dulu dengan negara yang bernama Arab Saudi info TKP 

Arab Saudi


Arab Saudi atau Saudi Arabia atau Kerajaan Arab Saudi adalah negara Arab yang terletak di Jazirah Arab. Beriklim gurun dan wilayahnya sebagian besar terdiri atas gurun pasir dengan gurun pasir yang terbesar adalah Rub Al Khali. Orang Arab menyebut kata gurun pasir dengan kata sahara.

Negara Arab Saudi ini berbatasan langsung (searah jarum jam dari arah utara) dengan Yordania, Irak, Kuwait, Teluk Persia, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, dan Laut Merah.

Pada tanggal 23 September 1932, Abdul Aziz bin Abdurrahman Al-Sa'ud memproklamasikan berdirinya Kerajaan Arab Saudi atau Saudi Arabia (Al-Mamlakah Al-'Arabiyah Al-Su'udiyah) dengan menyatukan wilayah Riyadh, Najd (Nejed), Ha-a, Asir, dan Hijaz. Abdul Aziz kemudian menjadi raja pertama pada kerajaan tersebut. Dengan demikian dapat dipahami, nama Saudi berasal dari kata nama keluarga Raja Abdul Aziz Al-Sa'ud.

Arab Saudi terkenal sebagai Negara kelahiran Nabi Muhammad SAW serta tumbuh dan berkembangnya agama Islam, sehingga pada benderanya terdapat dua kalimat syahadat yang berarti "Tidak ada tuhan (yang pantas) untuk disembah melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah".

Ekonomi Arab Saudi

Kekayaan yang sangat besar yang didapat dari minyak, sangat membantu permainan dan pembentukan kekuatan peran dari keluarga Kerajaan Saudi baik di dalam maupun luar negeri. Wilayah ini dahulu merupakan wilayah perdagangan terutama di kawasan Hijaz antara Yaman-Mekkah-Madinah-Damaskus dan Palestina. Pertanian dikenal saat itu dengan perkebunan kurma dan gandum serta peternakan yang menghasilkan daging serta susu dan olahannya. Pada saat sekarang digalakkan sistem pertanian terpadu untuk meningkatkan hasil-hasil pertanian.

Perindustrian umumnya bertumpu pada sektor Minyak bumi dan Petrokimia terutama setelah ditemukannya sumber sumber minyak pada tanggal 3 Maret 1938. Selain itu juga untuk mengatasi kesulitan sumber air selain bertumpu pada sumber air alam (oase) juga didirikan industri desalinasi Air Laut di kota Jubail. Sejalan dengan tumbuhnya perekonomian maka kota-kota menjadi tumbuh dan berkembang. Kota-kota yang terkenal di wilayah ini selain kota suci Mekkah dan Madinah adalah Kota Riyadh sebagai ibukota kerajaan, Dammam, Dhahran, Khafji, Jubail, Tabuk dan Jeddah.

Politik

Arab Saudi menggunakan sistem Kerajaan atau Monarki. Hukum yang digunakan adalah hukum Syariat Islam dengan berdasar pada pengamalan ajaran Islam berdasarkan pemahaman salafussalih dan secara umum bermahdzhab Hambali. pemahaman ini sebagai pemahaman sahabat Nabi terhadap Al Qur'an dan Hadits, sehingga sering menyebutnya sebagai pemahaman Salafi. Memiliki hubungan internasional dengan negara negara lain baik negara negara Arab, negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam, maupun negara-negara lain.

Penduduk Dan Pembagian Wilayah



Keluarga suku Quraisy yang dikenal sebagai bangsawan dan pemimpin bangsa Arab, turunan pendiri dan pemelihara bangunan suci Ka'bah, Nabi Ibrahim dan putranya nabi Ismail, dimana Nabi Muhammad adalah salah satu dari Bani Hasyim Qurays, di wilayah Hijaz, sekarang merupakan salah satu suku penduduk di Saudi Arabia. Penduduk Arab Saudi adalah mayoritas berasal dari kalangan bangsa Arab sekalipun juga terdapat keturunan dari bangsa-bangsa lain serta mayoritas beragama Islam. Di daerah daerah industri dijumpai penduduk dari negara-negara lain sebagai kontraktor dan pekerja asing atau ekspatriat

Peta Arab Saudi dengan pencantuman angka-angka.
Wilayah Arab Saudi terbagi atas 13 provinsi atau manatiq (jamak dari mantiqah) yakni:

1. Bahah
2. Hududusy Syamaliyah
3. Jauf
4. Madinah
5. Qasim
6. Riyadh
7. Syarqiyah (Provinsi Timur)
8. 'Asir
9. Ha'il
10. Jizan
11. Makkah
12. Najran
13. Tabuk

Geografi

Arab Saudi terletak di antara 15°LU - 32°LU dan antara 34°BT - 57°BT. Luas kawasannya adalah 2.240.000 km². Arab Saudi merangkumi empat perlima kawasan di Semenanjung Arab dan merupakan negara terbesar di Asia Timur Tengah. Permukaan terendah di sini ialah di Teluk Persia pada 0 m dan Jabal Sauda' pada 3.133 m. Arab Saudi terkenal sebagai sebuah negara yang datar dan mempunyai banyak kawasan gurun. Gurun yang terkenal ialah di sebelah selatan Arab Saudi yang dijuluki "Daerah Kosong" (dalam bahasa Arab, Rub al Khali), kawasan gurun terluas di dunia. Namun demikian di bagian barat dayanya, terdapat kawasan pegunungan yang berumput dan hijau. Hampir tidak ada sungai atau danau permanen di negeri ini, tetapi terdapat sangat banyak wadi. Beberapa daerah subur dapat ditemukan dalam endapan aluvial di wadi, basin dan oasis.

Data-data negara Arab Saudi

Bendera :




Lambang :



Motto : لا إله إلا الله محمد رسول الله

Lagu Kebangsaan : "Aash Al Maleek"
"Panjang Umur sang Raja"

Ibu Kota : Riyadh

Bahasa Resmi : Arab

Pemerintahan : Monarki Mutlak Islam

Luas Wilayah : 2,240,000 km

Jumlah Penduduk: Perkiraan 2006 = 27.019.731

Mata Uang : Riyal

http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 14
Posts: 1401
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Muslim-Zone Re: Kota-Kota Bersejarah Islam

Post by wildan99Islam on Mon Jul 08, 2013 11:50 am

1. Makkah Al-Mukaramah



Pendahuluan

Mekkah atau Makkah al-Mukarramah (bahasa Arab: مكة المكرمة) atau disingkat dengan Makkah merupakan sebuah kota utama di Arab Saudi.
Kota ini menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah haji,[1] Di kota ini terdapat sebuah bangunan utama yang bernama Masjidil Haram dengan Ka'bah di dalamnya. Bangunan Ka'bah ini dijadikan patokan arah kiblat untuk ibadah salat umat Islam di seluruh dunia. Kota ini merupakan kota suci umat Islam dan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Kota Mekkah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 200 km sebelah timur laut kota Jeddah. Kota ini merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung gunung dengan bangunan Ka'bah sebagai pusatnya 21°25′24″LU 39°49′24″BT. Dengan demikian, pada masa dahulu kota ini rawan banjir bila di musim hujan sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki kota ini dan merenovasi kota ini. Seperti pada umumnya kota kota di wilayah Arab Saudi, kota ini beriklim gurun.

Sistem administrasi pemerintahan Kota Mekkah, dipimpin oleh seorang walikota (disebut Amir) yang ditunjuk oleh Pemerintah Arab Saudi dan dibantu oleh majlis dewan kota yang dipilih oleh masyarakat setempat sebanyak empat belas orang. Kota Mekkah juga merupakan ibukota dari Provinsi Mekkah, dimana sejak tanggal 16 Mei 2007, yang diangkat menjadi Gubernur provinsi tersebut adalah Pangeran Khalid Al Faisal.

Kota Mekkah dikenal sebagai kota dagang, pada masa lalu dikenal dengan jalur perdagangan antara Yaman-Mekkah-Madinah-Damsyiq (Damaskus) dengan penghasilan sekali pemberangkatan kafilah mencapai 600.000 pound. Selain dikenal kota dagang, ekonomi juga bertumpu dengan pertanian dan peternakan serta pelayanan jasa untuk jemaah haji diantaranya usaha perhotelan dan penginapan.



Mekkah dan Semenanjung Arab Pra-Islam



Negeri Arabia merupakan wilayah padang pasir yang terletak di bagian Barat Daya Asia. Arabia merupakan padang pasir terluas dan tergersang di dunia. Luas wilayahnya 120.000 mil persegi yang berpenduduk rata-rata 5 jiwa setiap mil. Meskipun begitu, Arabia merupakan wilayah strategis dalam peta dunia j Ize kuno, karena letaknya berada pada posisi pertemuan tiga benua, yaitu benua Asia, benua Afrika, dan benua Eropa. Pada bagian Utara, Arabia berbatasan dengan lembah gunung Syiria. Sebelah Timur berbatasan dengan dataran tinggi Persia. Sedangkan bagian Barat berbatasan dengan Laut Merah. Karena di kelilingi laut pada tiga sisinya maka wilayah ini dikenal sebagai jazirah Arabia.

Wilayah Arabia terbagi menjadi beberapa propinsi, seperti propinsi Hijaz, propinsi Najd, propinsi Yaman, propinsi Hadramaut dan propinsi Oman. Semua propinsi tersebut menempati posisi yang sangat penting dalam lintasan sejarah Islam. Mekkah, Madinah, dan Thaif merupakan tiga kota besar di propinsi Hijaz, yang merupakan kota-kota penting dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad saw.

Sebelum agama Islam datang, masyarakat Arabia memiliki beberapa agama dan kepercayaan. Misalnya bangsa Arab Qahthan (kaum Saba) yang bermukim di Yaman menganut agama dan kepercayaan Shabaiah, yaitu suatu kepercayaan yang berkembang di kalangan masyarakat Qahthan tentang adanya kekuatan pada bintang-bintang dan matahari. Setelah hancurnya bendungan Ma’arib, masyarakat Qahthan terpencar ke beberapa tempat di bagian Utara Yaman sehingga lama-kelamaan kepercayaan yang mereka anut mengalami perubahan ketika mereka mulai berinteraksi dengan masyarakat dan kebudayaan lain.

Namun bagi mereka yang masih tetap tinggal di Yaman, kepercayaan Shabaiah tersebut masih tetap dianut dan diyakini sebagai agama yang membawa kebenaran dan keselamatan bagi mereka. Akan tetapi, ketika banyak para rahib agama Yahudi Yatsrib (Madinah) yang datang ke Yaman, masyarakat Yaman secara perlahan mulai meninggalkan kepercayaan lama dan menganut agama baru, yaitu agama Yahudi.

Bagi masyarakat Yaman yang pindah ke Arabia Utara, khususnya yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Ghassan, mereka menganut agama Nasrani. Hal itu terjadi karena sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menganut agama Nasrani sehingga mereka mau tidak mau harus menerima dan menjadi pengikut agama mayoritas penduduk di wilayah itu.

Agama Nasrani ternyata tidak hanya dianut oleh penduduk Arabia Utara di propinsi lain, tetapi juga dianut oleh masyarakat yang berada di propinsi Hijaz. Di antara kota penting di Hijaz yang juga terdapat penganut agama Yahudi dan Nasrani adalah Yatsrib (Madinah) dan Mekkah. Salah satu suku yang bermukim di kota Yatsrib dan menjadi penganut agama Nasrani adalah suku Najran. Masyarakat Najran telah menganut agama Nasrani sejak wilayah itu didatangi oleh para kaum missionaris Nasrani (Kristen) pada tahun 343 M atas perintah dari Kaisar Romawi.

Sementara para penganut agama Yahudi di kota Yatsrib adalah Bani Quraydhah, Bani Ghatahfan, Bani Nadlir, dan Bani Qaynuqa. Selain mereka, terdapat juga para penganut yang berasal dari Suku Aus dan Khajraz yang hidupnya berdekatan dengan kelompok masyarakat Yahudi tersebut.

Adapun bangsa Arab yang bermukim di kota Mekkah sebagian besar di antara mereka adalah penyembah berhala, batu-batuan, dan pepohonan. Mereka tidak mempercayai Tuhan Yang Maha Esa. Mereka tidak percaya adanya hari pembalasan, dan keabadian jiwa manusia.

Sebenarnya, masyarakat kota Mekkah sebelum mereka menyembah berhala, batu-batuan, dan pepohonan adalah penganut agama Tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim as. Namun karena adanya keterputusan risalah, akhirnya mereka menyembah selain Allah.

Proses perpindahan kepercayaan ini berawal ketika salah seorang pembesar suku Khuza’ah bernama Amir Ibnu Lubai pergi ke Syam (Syria). Di kota itu ia melihat tata cara peribadatan masyarakatnya yang sangat aneh yang berbeda dengan tata cara peribadatan yang biasa mereka lakukan, yaitu menyembah berhala. Ia mulai tertarik untuk mempelajari dan mempraktikkan tata cara peribadatan tersebut. Untuk keperluan peribadatan tersebut, Amir Ibnu Lubai meminta sebuah berhala dari suku Amaliqah sebagai kenang-kenangan dan akan dijadikan alat perantara dalam peribadatan masyarakat Arab Mekkah guna mendekatkan diri kepada Tuhannya. Berhala itu diberi nama Hubal. Berhala ini kemudian diletakkan di Kabah dan dijadikan sebagai pimpinan berhala-berhala lainnya seperti Latta, Uzza, dan Manat.

Selain berhala-berhala tersebut, mereka juga membuat berhala-berhala lain yang diletakkan di antara bukit Shafa dan Marwa. Tidak kurang dari 360 berhala yang diletakkan di sekeliling Kabah sebagai sesembahan. Dengan demikian, masuklah kepercayaan baru ke dalam tradisi keberagamaan masyarakat Mekkah. Kota Mekkah kemudian menjadi pusat penyembahan berhala.

Apa yang dilakukan masyarakat kota Mekkah ini kemudian ditiru oleh masyarakat Arab lainnya yang datang ke kota Mekkah ketika mereka melaksanakan haji. Para peziarah itu bertanya kepada masyarakat kota Mekkah, khususnya suku Quraisy dan Khuza’ah tentang berhala-berhala tersebut. Untuk apa berhala-berhala tersebut diletakkan di sekeliling Kabah. Penduduk dan pembesar suku Quraisy dan suku Khuza’ah mengatakan bahwa berhala-berhala tersebut akan dijadikan perantara dalam peribadatan mereka yang akan mendekatkan diri kepada Tuhan. Setelah mendapat penjelasan tersebut, akhirnya para peziarah itu mengerti dan meniru apa yang dilakukan oleh masyarakat kota Mekkah. Sejak saat itulah banyak masyarakat Arab yang melakukan penyembahan terhadap berhala dan mereka menciptakan berhala-berhala untuk disembah.

Selain itu, menurut Ibnu Kilabi, salah satu faktor penyebab masyarakat kota Mekkah melakukan penyembahan terhadap berhala adalah karena masyarakat kota Mekkah yang sering ke luar kota untuk berdagang atau keperluan lainnya. Mereka selalu membawa batu-batu kecil yang ada di sekitar Kabah. Kemudian batu-batu itu ditaruh di tempat-tempat persinggahan mereka atau tempat tinggal mereka. Setelah itu mereka melakukan thawaf (berkeliling) layaknya orang melakukan thawaf saat pelaksanaan ibadah haji.

Di samping adanya kepercayaan dan penyembahan berhala yang dilakukan masyarakat Arab kota Mekkah pra Islam, terdapat pula kepercayaan lain yang mereka yakini, seperti:

Menyembah malaikat. Sebagian di antara masyarakat Arab Jahiliyah ada yang menyembah dan menuhankan malaikat, bahkan ada yang beranggapan bahwa malaikat adalah puteri Tuhan.

Menyembah jin, ruh atau hantu. Sebagian ada lagi yang menyembah jin, hantu, dan ruh leluhur mereka. Bahkan ada suatu tempat yang mereka keramatkan yang mereka sebut dengan Darahim. Mereka selalu mengadakan sesajian berupa kurban binatang sebagai bahan sajian agar mereka terhindar dari mara bahaya dan bencana.

Pada saat menjelang kelahiran agama Islam, muncul sekelompok orang yang dari kalangan masyarakat Arab yang berusaha untuk melepaskan diri dari kepercayaan dan penyembahan berhala, dan menyebarkan ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim as. Di antara mereka adalah Waraqah Ibnu Naufal, Umayah Ibnu Shalt, Qus Saidah, Usman Ibnu Khuwairis, Abdullah Ibnu Jahsyi, dan Zainal Ibnu Umar. Mereka inilah yang bisa disebut sebagai kelompok orang yang menentang tradisi kepercayaan dan praktik peribadatan yang banyak dilakukan masyarakat Arab di kota Mekkah. Namun sayang, sebelum agama Islam berhasil disiarkan di kota tersebut dan kota-kota lainnya, mereka telah tiada.

Hal yang bisa kita pelajari dari kenyataan di atas adalah bahwa agama dan kepercayaan diyakini oleh suatu masyarakat dan tidak didasari atas hidayah dan risalah Allah, pasti akan punah. Karena mereka tidak akan mendapaat ridho-Nya. Oleh karena itu, kehendak Allah mengutus seorang hamba-Nya menjadi nabi dan rasul memperbaiki sistem kepercayaan dan tradisi yang buruk tidak ada yang bisa menghalanginya. Di sinilah keyakinan semakin kuat bahwa Allah adalah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Mekkah masa Islam



Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Mekkah diperintah oleh Khulafaur Rasyidin. Pada masa selanjutnya Mekkah berada di bawah administrasi Khulafaur Rasyidin yang berpusat di Madinah, serta para Khalifah yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Bagdad (Dinasti Abbasiyah) dan Turki (Usmaniyah). Kemudian setelah hancurnya sistem kekhalifahan, kota ini disatukan di bawah pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz bin Saud yang kemudian menjadi pelayan bagi kedua kota suci Islam, Mekkah dan Madinah

Masjidil Haram, kadangkala disebut juga dengan Masjid al-Haram ataupun Al-Masjid al-Ḥarām (Arab :المسجد الحرام), merupakan masjid yang terletak di Kota Makkah Al Mukharamah, yang dibangun mengelilingi Ka'bah, yang menjadi arah kiblat umat Islam dalam mengerjakan ibadah salat. Selain itu di masjid inilah salah satu rukun ibadah haji yang wajib dilakukan umat Islam yaitu tawaf, mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.
Sebagai kota suci umat Islam, berdasarkan hukum yang berlaku di Arab Saudi, bagi Non-Muslim tidak diijinkan memasuki kota Mekkah ini
Rambu Petunjuk "Non-Muslim Bypass:" Non-Muslim tidak diizinkan memasuki kota Mekkah

Mekkah masa Khalifah Abu Bakar dan Umar Bin Khattab

Abu Bakar As-Siddiq

Pada masa Abu Bakar, tidak begitu banyak perubahan yang terjadi di Mekkah, karena Abu Bakar sibuk mengurusi orang-orang Murtad. Jasa-jasa yang di lakukan Abu bakar adalah menaklukkan Irak dan Syria yang berada di bawah kekuasaan Bizantium Romawi dan Sassania Persia.

Abu Bakar juga berperan dalam pelestarian teks-teks tertulis Al Qur'an. Dikatakan bahwa setelah kemenangan yang sangat sulit saat melawan Musailamah al-kadzab dalam perang Riddah, banyak para penghafal Al Qur'an yang ikut tewas dalam pertempuran. Umar lantas meminta Abu Bakar untuk mengumpulkan koleksi dari Al Qur'an. oleh sebuah tim yang diketuai oleh sahabat Zaid bin Tsabit, mulailah dikumpulkan lembaran-lembaran Al-quran dari para penghafal Al-Quran dan tulisan-tulisan yang terdapat pada media tulis seperti tulang, kulit dan lain sebagainya,setelah lengkap penulisan ini maka kemudian disimpan oleh Abu Bakar. setelah Abu Bakar meninggal maka disimpan oleh Umar bin Khaththab dan kemudian disimpan oleh Hafsah, anak dari Umar dan juga istri dari Nabi Muhammad SAW. Kemudian pada masa pemerintahan Usman bin Affan koleksi ini menjadi dasar penulisan teks al Qur'an yang dikenal saat ini.

Abu Bakar meninggal pada tanggal 23 Agustus 634 di Madinah karena sakit yang dideritanya pada usia 61 tahun. Abu Bakar dimakamkan di rumah putrinya Aisyah di dekat masjid Nabawi, di samping makam Nabi Muhammad.

Umar Bin Khattab

Kekuasaan Islam pada masa Umar

Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administrasi untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.

Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium). Saat itu ada dua negara adi daya yaitu Persia dan Romawi. Namun keduanya telah ditaklukkan oleh kekhalifahan Islam dibawah pimpinan Umar.

Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.

Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk salat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk salat ditempat lain, agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia salat.

Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sangat sederhana.
Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.

Mekkah masa Dinasti-Dinasti Islam

Setelah Ali Bin Abi Thalib wafat dibunuh, Muawiyyah Bin Abu Sufyan ditunjuk sebagai Khalifah Islam oleh Hasan Bin Ali. Muawiyyah pun bersedia dan mengganti sistem Kekhaifahan Islam dengan sistem Monarki. Dinasti Umayyah, atau Kekhalifahan Umayyah merupakan Kerajaan Islam pertama yang dibangun oleh Muawiyyah Bin Abu Sufyan. Pada masa Dinasti Umayyah, mekkah mengalami kemajuan di bidang pendidikan, pengetahuan, perdagangan, kebudayaan, dll. Masjidil Haram pun makin diperlebar oleh Khalifah-Khalifah Umayyah.

Mekkah selalu dalam keadaan damai pada masa Dinasti Islam. Mekkah mencapai puncaknya pada masa Kekhalifahan Abbasiah, Mamluk, dan Usmaniah. Pada masa 3 Dinasti Islam terbesar tersebut, Mekkah menjadi pusat kota di Datarn Hejaz selain Madinah. Masjidil Haram makin diperindah, dan diperbesar. Mekkah berkembang pesat, mendahului kota-kota Eropa. Kota-kota Islam pada masa Kekhalifahan Islam pun mencapai puncaknya. Seperti Kota Baghdad, Kota Istanbul, Fez di Maroko, Marrakech di Maroko, Cordoba, Seville, Toledo, dll. Kota-kota Islam sangat besar dan perkembangannya jauh mendahului kota-kota Eropa dan China. berbagai pedagang di seluruh penjuru dunia bertrmu di kota-kota Islam. Pada saat itu kota yang menjadi pusat perdagangan adalah, Alexandria, Istanbul, Fez, Baghdad, Samarkand, Bukhara, dll

Mekkah Modern





Mekkah diprediksi pada 10 tahun mendatang, akan mempunyai banyak perubahan. Mekkah Modern memiliki banyak Pro dan Kontra.




"Makkah sekarang sudah seperti Las Vegas, " begitulah pernyataan yang dilontarkan Ali al-Ahmad, direktur Institute for Gulf Affairs-lembaga riset oposisi Saudi - yang berbasis di Washington, melihat perkembangan kota suci Makkah saat ini.

Kota Makkah yang menyandang sebutan kota suci dan menjadi pusat ibadah haji umat Islam di seluruh dunia, ketenangan dan kekhusyukannya makin terkikis, Ka'bah yang terletak di tengah masjid Haram dan menjadi arah shalat Muslim sedunia, semakin tenggelam oleh berdirinya gedung-gedung tinggi.

Menurutnya, perkembangan kota Makkah sekarang adalah sebuah bencana. "Hal ini akan memberikan pengaruh buruk bagi umat Islam. Ketika mereka ke Makkah mereka tidak punya perasaan apapun, tidak ada keunikan lagi. Apa yang anda lihat cuma semen dan kaca, " ujar Ahmad serius.

Ahmad cukup beralasan melontarkan pernyataannya itu, karena kota Makkah saat ini makin penuh dengan bangunan-bangunan tinggi mulai dari hotel, pusat perbelanjaan dan toko-toko besar yang menjual produk Barat. Sebut saja kedai kopi Starbucks, Cartier and Tiffany, H&M dan Topshop.

Pusat perbelanjaan Abraj Al-Bait ( www.abrajalbait.com ), salah satu mall terbesar di Saudi yang baru dibuka menjelang musim haji bulan Desember 2006 kemarin, nampak megah dengan monitor-monitor televisi flat, cahaya lampu-lampu neon, dengan pusat hiburan, resto-resto cepat saji, bahkan toko pakaian dalam.

Pusat perbelanjaan itu, nantinya juga akan dilengkapi dengan kompleks hotel yang menjulang tinggi. Bahkan kompleks bangunan yang rencananya selesai tahun 2009 nanti, akan menjadi gedung tertinggi ketujuh di seluruh dunia, dilengkapi dengan fasilitas rumah sakit dan tempat shalat yang luas.

Seluruh pegunungan di dekat Jabal Omar, kini sudah diratakan. Di lokasi itu juga akan dibangun kompleks hotel dan lebih dari 130 gedung-gedung tinggi baru.

Kota Makkah yang menyandang sebutan kota suci dan menjadi pusat ibadah haji umat Islam di seluruh dunia, ketenangan dan kekhusyukannya makin terkikis, Ka'bah yang terletak di tengah masjid Haram dan menjadi arah shalat Muslim sedunia, semakin tenggelam oleh berdirinya gedung-gedung tinggi.

"Ini adalah akhir dari Makkah, " kata Irfan Ahmad dari London, pendiri Islamic Heritage Foundation, yang secara khusus aktivitasnya mempertahankan peninggalan-peninggalan bersejarah di Makkah, Madinah dan tempat-tempat lainnya di Arab Saudi.

"Sebelumnya, bahkan pada masa Ustmani, tak satu pun gedung-gedung di Makkah yang tingginya melebihi tinggi Masjid Haram. Sekarang, banyak gedung yang lebih tinggi dari Masjid Haram dan tidak menghormati keberadaan masjid itu, " tukas Irfan.

Uang, tentu saja menjadi motivasi utama boomingnya gedung-gedung tinggi di Makkah. Karena setiap tahun, kota itu dibanjiri oleh para jamaah haji. Papan-papan iklan di sepanjang jalan menuju Makkah, seolah menjadi daya tarik bagi para investor yang mencari keuntungan dari usaha penginapan.

Sejumlah organisasi Islam mengatakan, berdirinya gedung-gedung megah di kota Makkah, juga dilatarbelakangi motif agama. Mereka menuding pemerintah Saudi mengizinkan kelompok konservatif untuk menghancurkan tempat-tempat bersejarah dengan alasan khawatir tempat itu justeru disembah-sembah oleh para pengunjung.

Ahmad dari Islamic Heritage Foundation mengaku punya kalatog lebih dari 300 tempat-tempat bersejarah di Arab Saudi, termasuk pemakaman dan masjid-masjid. Ia mengatakan, sebuah rumah tempat Nabi Muhammad dilahirkan dihancurkan untuk membangun tempat kamar mandi.

"Sama sekali tidak menghormati Kabah, tidak menghormati rumah Tuhan atau lingkungan dari tempat-tempat bersejarah itu, " kata Sami Angawi, seorang arsitek Saudi yang ingin mempertahankan peninggalan bersejarah di Makkah.

"Padahal, memotong pohon saja seharusnya tidak boleh dilakukan di kota ini, " sambungnya.

Kemajuan kadang memang harus dibayar mahal. Bahkan pasar malam, di mana para jamaah bisa menjual barang-barang yang dibawanya, kini sudah tidak ada lagi. Begitu juga dengan keluarga-keluarga di Makkah yang biasa menyambut para jamaah haji, sudah tidak terlihat lagi sejak rumah-rumah mereka digusur untuk perluasan Masjid Haram di era tahun 1970-an.

Angawi kini berusaha melakukan pendekatan pada kerajaan Arab Saudi agar memberi perhatian besar atas penghancuran tempat-tempat bersejarah. Ahmad melobi pemerintah-pemerintah negara Asia dan Arab untuk menghentikan penghancuran yang dilakukan pemerintah Saudi. Kedua tokoh ini menyayangkan kurangnya kepedulian umat Islam atas isu-isu ini. Kepentingan bisnis dan uang mengalahkan segala-galanya.

"Makkah tidak pernah berubah seperti sekarang ini. Apa yang anda lihat sekarang baru 10 persennya saja dari apa yang akan ada, yang akan jauh lebih, lebih buruk lagi, " kata Angawi risau.

Dari Kontra nya adalah banyaknya penggusuran situs2 bersejarah Islam oleh Pemerintah Arab Saudi, mereka menilai takutnya situs2 Islam itu akan dijadikan tempat Syirik. Tetapi apakah harus sampai dihancurkan oleh seperti itu? dan digantikan dengan bangunan lain yang sampai menutupi bahkan menghilangkan tempat bersejarah itu?
Kerajaan Arab Saudi selalu berkilah akan hal seperti itu

Wallahu'alam, semoga Allah akan selalu tetap menjaga Kota Mekkah dari berbagai ancaman maupun itu dari dalam ataupun luar

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah (Pendahuluan)
http://hikmah-kata.blogspot.com/2012/08/sejarah-bangsa-arab-pra-islam.html (Mekkah dan Semenanjung Arab Pra-islam)
http://dwiyand2.blogspot.com/2013/01/sejarah-kota-makkah.html (Mekkah masa Islam)
https://id.wikipedia.org/wiki/Abu_bakar (Khalifah Abu Bakar)
http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab (Khalifah Umar)
(Mekkah masa Dinasti - Dinasti Islam, di buat sendiri, berdasarkan buku-buku yang saya pernah baca)
http://www.akhirzaman.info/islam/saudi-dan-wahhabi/1227-potret-arab-saudi-di-masa-datang-menghilangkan-jejak-rasulullah.html (Mekkah modern)

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 14
Posts: 1401
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Muslim-Zone Re: Kota-Kota Bersejarah Islam

Post by amara on Thu Feb 27, 2014 8:25 pm

kota dengan sejarah paling menyedihkan adalah Andalusia

amara
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 6
Female
Posts: 640
Location: Jakarta
Join date: 2014-01-20

Back to top Go down

Muslim-Zone Re: Kota-Kota Bersejarah Islam

Post by roswan on Fri Feb 28, 2014 7:05 pm

betul, di andalusia muslim dipaksa murtad secara keji dengan penuh siksaan, meski di belahan bumi lain pelanggaran HAM kristenisasi juag masih terus berlangsung, seperti penJAJAHAN BELANDA dll itu.

roswan
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Total Like dan Thanks: 5
Male
Posts: 494
Location: jakarta
Join date: 2014-01-19

Back to top Go down

Muslim-Zone Re: Kota-Kota Bersejarah Islam

Post by wildan99Islam on Sat Mar 01, 2014 6:57 pm

I agree with you 2 good

nantikan sejarah kota2 Muslim lainnya ya binar

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 14
Posts: 1401
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

Muslim-Zone Re: Kota-Kota Bersejarah Islam

Post by dee-nee on Sat Mar 01, 2014 7:08 pm

nyimak ...

 mandi  mandi 

btw ... nice thread

2 good2 good

dee-nee
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Total Like dan Thanks: 84
Female
Posts: 2668
Location: Jakarta
Join date: 2012-08-02

Back to top Go down

Muslim-Zone Re: Kota-Kota Bersejarah Islam

Post by wildan99Islam on Sat Mar 01, 2014 7:26 pm

dee-nee wrote:nyimak ...

 mandi  mandi 

btw ... nice thread

2 good 2 good

Makasih Teh Dini malu:

wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Total Like dan Thanks: 56
Male
Age: 14
Posts: 1401
Location: bogor
Job/hobbies: Membaca buku-buku dan main komputer
Join date: 2013-03-20

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum