FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

studi barat dalam mengkaji hadits

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

studi barat dalam mengkaji hadits

Post by paman tat on Mon Jul 15, 2013 4:28 am

1. Studi Para Orientalis



Para orientalis barat itu meski ada satu dua yang niatnya baik dan jujur, namun umumnya adalah orang-orang yang punya niat tidak baik terhadap ajaran Islam. Kalau pun niatnya baik, tapi karena mereka tidak mengenal ajaran Islam dengan benar sesuai dengan manhaj Rasulullah SAW, maka baik metode maupun kesimpulan akhirnya selalu melenceng jauh dari objektifitas.

Dan yang lebih parah lagi, umumnya para orientalis itu tidak menguasai bahasa arab, tapi sering terdengar mereka melakukan kritik atas kitab-kitab bahasa arab. Ini jelas dari awal tidak logis dan sama sekali jauh dari kesan ilmiyah. Kalau pun ada satu dua yang mengerti bahasa arab itu, maka kemampuannya sangat menyedihkan. Sehingga pada dasarnya mereka tidak pernah mengerti dan tahu apa yang sedang mereka baca. Tapi dengan gigih selalu melontarkan kritik disana sini.

Dan yang palng parah, mereka pun tidak pernah bisa mandiri dalam pendapatnya. Bukti-bukti ilmiyah bercerita kepada kita bahwa para orientalis itu memiliki struktur dan level senioritas. Umumnya yang menjadi senior itu adalah yang paling memusuhi Islam, semacam Goldziher, H.A.R Gib, Greetz dan sejenisnya. Bila ada di barisan yuniornya yang menulis tentang Islam tapi agak condong untuk membela Islam, maka para seniornya akan memusuhi dan mencaci makinya serta akan mengatakan bahwa tulisan itu terlalu terbawa perasaan dan sentimentil.

Apalagi orientalis yang sampai masuk Islam semacam Maurice Buccile, maka pastilah akan dipojokkan oleh para seniornya. Karena itu jangan dikira kalau orientalis itu pasti objektif dan ilmiyah. Kebanyakan dari mereka justru sekedar bikin sensasi dan aktualisasi diri. Sehingga buat kita para orang Islam ini, sudahlah . . . jangan terlalu banyak berharap dengan apa yang mereka lakukan. Kalaupun mereka benar dan masuk Islam semua pun, Islam tidak akan menjadi lebih tinggi Izzahnya, karena yang meninggikan izzah Islam itu hanya Allah semata.


2. Kedudukan Shahabat



Kalau studi yang dikatakan itu sedang mencari dan membuktikan kebenaran hadits dari tingkat shahabat seperti Abu Hurairah kepada Rasulullah SAW, maka ini jelas-jelas perangkap besar yang siap mencaplok umat Islam yang tidak mengerti ilmu hadits.

Kelihatan jelas dan pasti bahwa studi itu memang untuk merusak pemahaman dan aqidah Islam. Mengapa ?

Karena dalam pandangan aqidah Islam ahlussunnah wal jamaah, para shahabat itu semuanya adalah `udul (adil). Mereka adalah orang-orang yang diridhai oleh Allah SWT dalam Al-Quran. Dalam Al-Quran telah disebutkan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang diredhai.


Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.(QS. At-Taubah : 100).



Kalau masih mempertanyakan kebenaran shahabat radhiyallahu anhum dalam meriwayatkan hadits, maka ini adalah usaha pembusukan aqidah Islam. Karena kedudukan para shahabat itu sangat vital dalam ajaran Islam. Mereka adalah jembatan antara umat Islam ini dengan Rasulullah SAW. Sehingga dengan menyerang posisi dan kedudukan para shahabat, orientalis itu ingin menebang pohon Islam dari akarnya.

Hal itulah yang pernah dilakukan oleh Ignaz Goldziher, seorang orientalis yahudi dari Hongaria. Dia menuduh bahwa metodologi kritik hadits yang ada selama ini lemah, karena hanya menggunakan kritik sanad dan tidak menggunakan kritik matan. Padahal sebenarnya kritik matan pun sudah dikenal dan digunakan dalam metodolgi para ulama Islam. Hanya saja yang dimaksud Goldziher itu tidak lain adalah bahwa matan sebuah hadits itu harus sesuai dengan `kemauannya` dia sendiri. Untuk itu dia mengatakan bahwa matan harus sesuai dengan politik, sains. Sosio kultural dan seterusnya.

Yang jadi contoh sasaran kritiknya apa lagi kalau bukan hadits shahih tentang Al-Aqsha yang berbunyi :

Tidak diperintahkan bepergian kecuali untuk mendatangi tiga masjid : Masjid Al-Aqsha, Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi". .

Goldziher yang yahudi itu menuduh bahwa hadits itu palsu. Dan dia mengarang cerita bahwa Abdul Malik bin Marwan (khalifah dari Dinasti Umayyah di Damaskus) merasa khawatir apabila Abdullah bin Zubair (yang memproklamirkan dirinya sebagai khalifah di Mekkah) mengambil kesempatan dengan menyuruh orang-orang Syam yang sedang melakukan ibadah haji di Mekkah untuk berbaiat kepadanya. Karena itu menurut Goldziher, Abdul Malik bin Marwan memerintahkan Az-Zuhri untuk mengarang hadits yang intinya untuk pergi haji tidak harus ke Mekkah tapi cukup ke Al-aqsha saja. Sungguh durjana Goldziher itu sampai tega-teganya mengarang cerita dan melontarkan tuduhan hina kepada tokoh-tokoh Islam. Padahal hadits itu shahih dan lolos seleksi Al-Bukhari yang terkenal ketat dalam mensortir hadits. Dan umat Islam seluruh dunia sepakat akan keshahihannya.

Tuduhan itu tentu saja dijawab oleh para ulama Islam, diantaranya adalah Dr. Musthafa Al-A`zhami, seorang pakar hadits dan guru besar di Univ. Riyadh Saudi Arabia. Beliau meruntuhkan tuduhan Goldziher dan berhasil membuktikan

3 Ilmu sanad dan riwayat hadits adalah ilmu yang sangat ilmiyah.



Barat belum pernah memiliki kemampuan untuk meneleiti suatu riwayat secara ilmiyah. Mereka tidak memiliki ilmuwan semacam Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa`i, Ibnu Majah, At-Tirmizy dan lainnya yang berkelana keliling dunia mengejar riwayat sebuah hadits. Bahkan hingga hari ini pun mereka tidak pernah bisa membayangkannya, apalagi melakukannya.

Jangankan bicara tentang kejadian belasan abad yang lampau, sekedar memastikan siapa yang membunuh JFK, presiden US itu pun sampai sekarang tidak jelas. Ada banyak riwayat dalam kasus pembunuhan mantan orang nomor satu di AS itu. Dan semuanya bila dibandingkan dengan satu hadits dalam ilmu hadits, semuanya termasuk dhaif jiddan bahan mursal dan maudhu`. Karena semua periwayatnya tidak ada yang memenuhi kriteria `Adil dan Dhabit.

`Adil dan Dhabit ? Ya, `Adil dan Dhabit adalah istilah yang tidak pernah dikenal dalam sejarah peradaban barat. Padahal standar `Adil dan dhabit itulah yang turut menentukan derajat sebuah hadits.

Lalu bagaimana sebuah peradabana yang belum bisa mengeja istilah `Adil dan Dhabit itu ingin mengajari METODOLOGI periwayatan hadits ?? Apakah tidak terlalu PERCAYA DIRI ???

Bukankah para ilmuwan barat telah berani berbohong selama sekian abad kepada umat manusia tentang teori evolusi yang nyata-nyata tidak ilmiyah ? Bukankah semua lukisan tentang manusia purba itu ternyata hanya rekaan para seniman ? Lebih jauh lagi, bukankah lukisan Yesus itu jelas-jelas rekaan manusia. Apalagi dengan assesoris tambahan berupa kandang domba dan bunda Maria.

Lalu bagaimana mungkin peradaban yang `kaya` dengan kebohongan itu ingin mengajari metodologi ilmiyah, khususnya sejarah dan khususnya lagi tentang perkataan, perbuatan dan taqrir sosok seorang nabi terakhir ?

Kalau metologi ilmiyah dari bidang ilmu eksakta, barangkali kita masih mengakuinya. Karena memang kasat mata dan bisa diindera. Benar tidaknya pun langsung bisa dibuktikan. Tapi untuk urusan `kejujuran`, hanya mereka yang terbukti jujur saja yang berhak untuk berkata jujur.

Kritik Hadits Versi Orientalis


Kalau ada diantara orientalis yang pernah berusaha menciptakan metode kritik hadits, maka sudah bisa dipastikan arahnya, yaitu untuk menjegal metodologi yang selama ini ada. Dengan demikian akan terjadi perubahan besar dalam hukum-hukum Islam akibat dari berubahnya hadits shahih menjadi maudhu` atau yang maudhu` malah akan jadi shahih.

Dan akibat yang akan ditimbulkan sudah bisa anda bayangkan juga. Nantinya syariah Islam akan berubah 180% derajat. Sesuatu yang haram bisa jadi halal dan yang halal bisa jadi haram. Bahkan zina, khamar, judi, mut`ah, mencuri dan segala kemungkaran menjadi halal. Dan sebaliknya, jilbab, qishash, hudud dan menegakkan hukum Islam menjadi terlarang. Karena haditsnya telah berubah status. Dan perubahannya itu ditentukan oleh para orientalis.
avatar
paman tat
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 369
Kepercayaan : Islam
Location : hongkong
Join date : 05.07.13
Reputation : 15

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by Hamba Kecil on Mon Jul 15, 2013 5:55 am

Nice info
avatar
Hamba Kecil
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 185
Kepercayaan : Islam
Location : Palembang
Join date : 09.01.13
Reputation : 12

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by SEGOROWEDI on Mon Jul 15, 2013 9:26 am



hadis itu kan hanya kisah katanya, katanya, katanya, katanya, dan katanya..
pesan berantai dari satu orang ke satu orang berikutnya..
jaminannya apa bahwa kisah itu tidak bohong?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by paman tat on Mon Jul 15, 2013 11:27 am

SEGOROWEDI wrote:

hadis itu kan hanya kisah katanya, katanya, katanya, katanya, dan katanya..
pesan berantai dari satu orang ke satu orang berikutnya..
jaminannya apa bahwa kisah itu tidak bohong?

jaminannya itu disumpah dan mendapat siksa neraka jika berbohong atas nama nabi.
lagi pula ulama hadits punya sistematika untuk melihat yang menyampaikan haits tersebut pernah berbohong atau tidak, jika salah seorang saja pernah berbohong maka hadist tersebut tidak akan dianggap shahih
avatar
paman tat
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 369
Kepercayaan : Islam
Location : hongkong
Join date : 05.07.13
Reputation : 15

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by SEGOROWEDI on Mon Jul 15, 2013 12:03 pm



sumpah dan ancaman gak bisa menjamin kebohongan..
belum pernah bohong juga bukan jaminan tidak akan bohong..
apalagi yang pernah bohong..

ayo: apa jaminannya?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by Hamba Kecil on Mon Jul 15, 2013 7:54 pm

Derajat injil setara dengan derajat kitab hadits karena bermula dari perkataan nabi kemudian dikumpulkan oleh Bukhari, Turmudzi, Muslim, dll. Injil jg gitu, katanya,katanya,katanya
avatar
Hamba Kecil
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 185
Kepercayaan : Islam
Location : Palembang
Join date : 09.01.13
Reputation : 12

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by SEGOROWEDI on Mon Jul 15, 2013 10:05 pm


apa jaminannya bahwa itu omongan muhammad?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by Hamba Kecil on Tue Jul 16, 2013 2:51 am

Sahabat nabi adalah golongan terpercaya. Ada tertera di dalam Al Quran "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar." (QS. At-Taubah:100)
“Sungguh Allah telah ridha kepada orang-orang yang beriman (para sahabat Nabi) ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon (Bai’atu Ridwan). Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada mereka dan membalas mereka dengan kemenangan yang dekat.” (QS. Al Fath: 18)
avatar
Hamba Kecil
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 185
Kepercayaan : Islam
Location : Palembang
Join date : 09.01.13
Reputation : 12

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by SEGOROWEDI on Tue Jul 16, 2013 5:52 am



hanya statemen..
tidak ada jaminan bahwa mereka tidak mengarang-ngarang cerita soal muhammad

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by Hamba Kecil on Tue Jul 16, 2013 10:13 pm

@Atas
Statement? Ane jg bisa loh blg klo isi injil tuh statement semua. Tp ini bkn debat sms Wed, debat ini bisa diliat siapa aja. Ente gak malu? Ente minta jaminan ane ksh, ud dikasih ente blg statement. Itu jaminan dari Allah, dan gak sembarang orang diterima Muhammad sebagai sahabat dalam syiar Islam
avatar
Hamba Kecil
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 185
Kepercayaan : Islam
Location : Palembang
Join date : 09.01.13
Reputation : 12

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by SEGOROWEDI on Tue Jul 16, 2013 10:22 pm


jaminan kan gak cukup bilang: saya jamin!
tetapi bisa diuji-silang..
- kisahnya terjadi disaksikan banyak orang
- kisah yang sama disaksikan dan dikisahkan oleh banyak orang tanpa ada pertentangan
- tidak hanya katanya satu orang ke satu orang berikutnya kek pesan berantai

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by Hamba Kecil on Tue Jul 16, 2013 10:28 pm

Terserah ente Wed. Ane nyerah ngomong ama ente. Ente sadar gak knapa netter-netter muslim yg senior disini gak lg meladeni ente? Mereka males ma ente, muter2 doang. Dikasih A minta B, dksh B minta C, dksh C mnta D, dksh D mnta yg A lg, trs B, C, D. muter2
avatar
Hamba Kecil
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 185
Kepercayaan : Islam
Location : Palembang
Join date : 09.01.13
Reputation : 12

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by SEGOROWEDI on Tue Jul 16, 2013 10:36 pm



menguji validitas hadis mestinya seperti itu..
kalau hanya katanya 1 orang ke 1 orang berikutnya dan seterusnya..
sama-sekali gak valid, bagaimana kalau orang tersebut bohong?
alias hanya ngarang cerita..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43908
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: studi barat dalam mengkaji hadits

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik