FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Apakah Muhammad Orang Mulia?

Halaman 4 dari 9 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Fri Jul 19, 2013 9:34 am

First topic message reminder :

Kepada semua debater muslim yth.,

...Agar perdebatan mengenai posisi Muhammad dalam golongan manusia lebih fokus dan lebih solid, maka dengan ini saya jelaskan langkah-langkah, urutan atau prosedur yang sudah dan akan berlangsung. Saya meminta saran atau masukan, sebelum kita masuki perdebatan indikatornya.

Langkah #1. Saya membuat pengelompokan manusia ke dalam tiga golongan atau kelas:
A. Golongan terrendah. Orang-orang berakhlak atau bermoral buruk, jelek atau brengsek. Golongan ini biasa kita juluki “sampah masyarakat.” Ciri-ciri atau indikatornya adalah pernah melakukan salah satu atau lebih dari perbuatan berikut: mencopet, menipu, mencuri, merampok, menjarah, menjambret, menodong, membajak, memalak, memerkosa, menyetubuhi gadis yang belum haid, membunuh dsb.
B. Golongan menengah. Orang-orang biasa atau orang baik, yang tidak bemasalah di masyarakat  dan tidak pernah atau jarang melakukan perbuatan manusia dari golongan A. Saya kira mayoritas manusia termasuk ke dalam golongan B ini.
C. Gologan tertingi. Orang-orang yang berakhlak mulia, yakni orang-orang luar biasa yang lebih mengutamakan kepentingan orang lain atau orang banyak dibanding kepentingan dirinya sendiri. Orang-orang dari golongan B pada umumnya enggan atau tidak mampu melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang mulia ini.
...Oleh karena sejauh ini belum ada yang keberatan, maka saya anggap pengelompokan itu dapat diterima atau disepakati. Namun bila ada yang ingin mengubah atau memerbaikinya, saya persilahkan mengajukan saran atau masukan.

Langkah #2. Berdasarkan apa yang sudah pernah saya baca di internet, maka saya buat hipotesis: Muhammad termasuk golongan A, karena pernah mencuri, merampok, menyetubuhi gadis ingusan 9 tahun, memerkosa dan membunuh. Hipotesis ini saya ajukan untuk diuji melalui perdebatan.

Langkah #3. Saya undang muslim yang bersedia berdebat dengan saya untuk menguji hipotesis itu. Silahkan pilih mulai dari mana. Ada 5 indikator yang perlu diuji, yakni: mencuri, merampok, menyetubuhi anak gadis ingusan 9 tahun, memerkosa atau membunuh.

Langkah #4. Cara menarik kesimpulan. Bila muslim berhasil membantah ke-lima indikator itu, maka golongan atau kelas Muhammad akan meningkat dari kelas A (“sampah masyarakat”) ke kelas B (orang baik).

Langkah #5. Bila muslim dapat memberikan 5 contoh perbuatan mulia dari Muhammad, maka kelas Muhammad akan naik lagi ke golongan C (orang mulia).

...Sekali lagi, bila ada yang ingin memberikan saran atau masukan sebelum memulai perdebatan, akan saya hargai dan terima dengan senang hati.
...Saya berharap hanya muslim yang bernalar dan berlogika tinggi yang masuk. Para pendebat kusir atau penggemar "red herring" harap menjadi penonton saja dahulu.

NB: trit ini adalah kelanjutan dari trit http://www.laskarislam.com/t4065-kepemimpinan-muhammad-dan-dampaknya-bagi-islam-dan-muslim dengan penggantian judul sesuai permintaan ts (.red)
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down


Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by SEGOROWEDI on Sun Jul 28, 2013 8:47 am

@satria bergitar wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
@satria bergitar wrote:catatan :
saya termasuk salah satu orang yg tidak sependapat bahwa aisyah dinikahi rasulullah pada umur 6 tahun...

faktanta..
itulah satu-satunya hadis yang eksplisit menyebut umur, bahkan kesaksian aisah sendiri..
hadis-hadis lain cuman digothak-gathuk dan hasilnyapun beda-beda semua

banyak juga kesaksian hadist bukhari yg menandakan kesalahpahaman umur tsb...piss 

tapi sabar y om...kata bung andi ntar di bab 3 ajah...ketiwi 

jadi hadis-hadis pak bukhari kacau balau ya?
lautin aja semua..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Sun Jul 28, 2013 9:40 am

@Bung musicman,

...Saya rada bingung dalam menggunakan hadits on-line. Kalau tidak salah, hadits Sahih Muslim no. 3318 yang anda kutip adalah dari http://lidwa.com/app/. Tetapi kalau saya gunakan hadith dari link http://www.hadithcollection.com/sahihmuslim/136-Sahih%20Muslim%20Book%2008.%20Marriage/11400-sahih-muslim-book-008-hadith-number-3318.html, hasilnya berbeda.

Sahih Muslim Book 008, Hadith Number 3318.
Sahih Muslim Book 08. Marriage

Chapter: The dower.

Abu Salama b. 'Abd al-Rahman reported: I asked 'Aisha, the wife of Allah's Messenger (May peace be upon him): What is the amount of dower of Allah's Messenger (May peace be upon him)? She said: It was twelve 'uqiyas and one nash. She said: Do you know what is al-nash? I said: No. She said: It is half of uqiya, and it amounts to five hundred dirhams, and that was the dower given by Allah's Messenger (May peace be upon him) to his wives.

...Kalau nomor hadits Sahih Muslim no. 3809-3811, yang saya gunakan, berisi perintah Muhammad membunuhi anjing, digunakan ke lidwa.com akan berbeda bunyinya.
...Saya lihat bahwa yang dalam bahasa Inggris tidak lengkap menyertakan semua nama pewarinya, tetapi hanya menyebutkan pewari yang terakhir. Mungkin untuk menyingkat, karena yang lebih penting adalah isinya.

...Di http://lidwa.com/app/ ada tombol "No", yang bila diklik keluar “Maaf, fitur ini hanya tersedia di versi desktop.” Saya jadi menduga ada lagi hadist yang susunan nomornya berbeda, yang mungkin sama dengan yang bahasa Inggris.
...Lalu, penomoran yang mana yang sesuai dengan hadists aslinya? Dan mana yang harus digunakan?
...Atas penjelasan anda, sebelum saya tanggapi postingan terakhir anda, saya ucapkan terima kasih banyak.

Sincerely yours.
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Sun Jul 28, 2013 10:41 am

@SEGOROWEDI wrote:jadi hadis-hadis pak bukhari kacau balau ya?
lautin aja semua..
...Saya kira bukan kacau balau, bung Segorowedi. Tetapi "lengkap" berisi semua yang diperlukan, seperti top superstore. Apa pun tersedia: Mau yang baik ada, mau yang jelek juga ada. Pokoknya, semua hal yang saling bertentangan ada di dalamnya.
...Kan katanya Islam itu adalah Diin, yang jauh lebih luas dari sekadar agama. Tetapi kalau disamakan dengan ideologi "komunisme" atau "naziisme" tetapi berkedok agama, maka muslim segera berbalik mengatakan agar Islam dipandang dan diperlakukan sama dengan agama lainnya.
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Mon Jul 29, 2013 7:39 am

@Andi Cactusa wrote:
#1: Apa pekerjaan atau mata pencaharian Muhammad dkk untuk menopang hidup mereka selama lebih-kurang 14 bulan? (Dari Oktober 622 hingga Desember 623). Apa pekerjaan atau kegiatan yang tidak memerlukan keahlian dan modal tetapi dirahasiakan, yang bisa menghasilkan dalam waktu singkat atau instan?
...Jawabannya: Mencuri.
@musicman wrote:
bukan..bukan...
Bukan mencuri...Tapi mereka saling Bagi Hasil Kebun..

Muslim Number 3318
Dan telah menceritakan kepadaku Abu At Thahir dan Harmalah keduanya; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik dia berkata, "Ketika kaum muhajirin tiba dari Makkah ke Madinah, mereka datang dengan tidak membawa sesuatupun, sedangkan kaum Anshar mempunyai tanah dan kebun kurma yang luas. Maka orang-orang Anshar membagikan sebagiannya kepada Sahabat Muhajirin dengan syarat mereka memberikan setengah dari hasil penennya setiap tahun. Maka orang-orang Muhajirin pun membayar kepada orang-orang Anshar dengan kerja dan makanan." Ibu Anas bin Malik atau yang biasa dipanggil Ummu Sulaim, dan Ibu Abdullah bin Abu Thalhah - saudara seibu Anas-, Ibu Anas memberikan kebun kurma miliknya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau memberikannya kepada Ummu Aiman, budak Ibu Usamah bin Zaid." Ibnu Syihab berkata, "Lalu Anas bin Malik mengabarkan kepadaku, bahwa ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kembali dari perang Khaibar beliau pulang ke Madinah, lalu kaum muhajirin mengembalikan kebun kurma pemberian kaum anshar kepada mereka." Ibnu Syihab berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga mengembalikan kebun kurmanya kepada ibuku, dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam juga memberikan bagian dari kebun kurmanya kepada Ummu Aiman." Ibnu Syihab berkata, "Yang menjadi permasalahan Ummu Aiman ialah, bahwa Ibu Usamah bin Zaid dulunya seorang pelayan milik Abdullah bin Abdul Muththallib yang berasal dari Habasyah. Ketika Aminah (Ibu Rasul) melahirkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, setelah ditinggal wafat oleh ayahnya, maka Ummu Aimanlah yang merawat beliau hingga beliau shallallahu 'alaihi wasallam dewasa, kemudian ia dimerdekakan dan dinikahi oleh Zaid bin Haritsah. Ummu Aiman meninggal dunia lima tahun setelah meninggalnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam."


Jadi ....Profesi Nabi dan Kaum Muslimin pada saat awal kedatangan ke Madinah adalah Menjalankan ekonomi Bagi Hasil Pak Andi..

...Anda memang luar biasa, bung musicman. Sebelumnya tidak ada muslim yang bisa menjawab -- kecuali bung Isaku yang ngarang bebas tanpa referensi tapi berkoar sudah menjawab -- apa pekerjaan atau mata pencaharian Muhammad dkk di masa awal kehadirannya di Madina.
...Sekarang, mari kita ulas dan analisis hadits yang anda ajukan dengan saksama.
...Para muhajirin datang tanpa membawa apa pun. Lalu orang Anshar membagikan sebagian tanah dan kebun kurmanya kepada para muhajirin dengan sistem bagi hasil.
...Ada kalimat terakhir dari yang merah dan anda besarkan: “Maka orang-orang Muhajirin pun membayar kepada orang-orang Anshar dengan kerja dan makanan." Muhajirin yang tidak punya apa-apa kok bisa membayar kepada orang Anshar dalam bentuk makanan?
...Selain tanaman pohon kurma tidak ada disebutkan jenis tanaman lain, sehingga kita asumsikan saja bahwa tanah yang di serahkan untuk dikelola oleh muhajirin adalah kebun kurma saja.
...Berapa banyak muhajirin yang mendapat pekerjaan sistem bagi hasil itu tidak disebutkan, sehingga bisa saja hanya sebagian.
...Muhajirin yang sebelumnya tidak pernah bertani, kemungkinan besar tidak tertarik untuk mengelola kebun. Muhammad sendiri tidak bersedia, sehingga kebun yang diberikan kepadanya diserahkannya kepada orang lain.
...Yang tidak kebagian tanah/kebun atau tidak mau berkebun, seperti Muhammad, menopang atau membiayai hidupnya dari apa kalau bukan mencuri?
...Ketika mereka tiba di Medina (Juli 622), tergantung pada jenis kurmanya, sudah ada yang mulai masa panen. Sehingga tidak mungkin dijadikan sebagai awal siklus bagi hasil. Yang mungkin terjadi adalah para muhajirin, yang mau bekerja di kebun, mendapat upah untuk memanen kurma.
...Menurut http://www.fao.org/docrep/006/y4360e/y4360e0d.htm, masa panen di belahan bumi Utara adalah akhir bulan Juli hingga pertengahan November. Sedang di belahan Selatan dari bulan Maret-April. Sedang siklus pekerjaan di kebun kurma dapat dilihat di: http://www.dateland.com/Tutorial.html. Pekerjaan di kebun kurma sekarang pasti jauh lebih intensif dibanding dahulu. Kemungkin besar, penyerbukan atau pollinasi misalnya, di jaman Muhammad sepenuhnya diserahkan kepada alam saja. Panen juga dilakukan hanya dengan cara menggoyang pohon atau menjoloki buahnya dengan galah.
...Siklus bagi hasil kemungkin baru akan mulai berlaku seusai panen hingga panen berikutnya.
...Dari mana sumber pendapatan para muhajirin, yang mengelola kebun, untuk membiayai hidupnya dari bulan Desember 622 hingga masa panen bulan Juli-November 623? Kemungkinan besar hidup dari mencuri juga.
...Apa ada sejenis “natural mechanism” atau “hukum alam” yang membuat orang yang siang hari bertani/berkebun tidak mungkin mencuri di malam hari?
... Oleh karena mengelola kebun kurma tidak setiap hari, maka tidak ada yang bisa menjamin bahwa dalam waktu senggang para muhajirin itu menjadi pencuri "part timer", terutama di malam hari.
...Ada hal lain yang menarik dari hadith itu, yakni pengembalian kebun kurma oleh Muhammad sepulang dari perang Khaibar, karena sudah makmur dari sumber pendapatan lain. Mungkin akan saya gunakan lagi untuk indikator lain.
@Andi Cactusa wrote:#2: Orang berprofesi apa yang punya tendensi paling tinggi membunuh anjing, karena menganggap anjing menghalangi atau menggagalkan pekerjaannya? Siapa yang pertama-tama diduga sebagai pelaku bila anjing penjaga rumah mati karena diracun orang?
...Jawabannya: Pencuri atau maling.
@musicman wrote:
Karena Pekerjaan Nabi dan Kaum Muslimin saat awal Hijrah ke Madinah adalah menjalankan ekonomi bagi hasil, maka kesimpulan anda selanjutnya Tertolak.
...Tidak sesederhana dan semudah itu, bung Musicman. Saya yakin anda bukan termasuk orang yang serampangan menarik kesimpulan.
...Selain tidak ada “natural mechanism” atau “hukum alam” yang mencegah atau menghambat orang yang berkebun akan merangkap sebagai pencuri -- Muhammad sendiri tidak ikut berkebun dan tidak jelas apa semua muhajirin ikut berkebun -- argumentasi anda itu belum menjawab pertanyaan, “Apa alasan Muhammad memerintahkan pengikutnya membunuhi anjing?” Jawaban yang paling masuk akal dan masih tetap berlaku adalah karena menghalangi atau mengganggu Muhammad dkk mencuri.
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Mon Jul 29, 2013 8:03 am

...Oh, ya. Ada tambahan janji dari saya untuk memenuhi permintaan bung Isaku.
...Bila muslim berhasil "mengangkat" Muhammad dari Gologan atau Kelas A (manusia berakhlak buruk) ke Golongan B (manusia berakhlak baik) hingga ke C (manusia berakhlak mulia), saya akan selalu menulis nama Muhammad dengan lengkap, "Nabi atau Rasul Muhammad SAW" seperti kebiasaan muslim yang amat hormat kepadanya.
...Tidak seperti sekarang, hanya "Muhammad" saja, yang untuk sementara termasuk manusia berakhlak buruk atau Golongan A.
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by isaku on Mon Jul 29, 2013 9:55 am

andi wrote:...Anda memang luar biasa, bung musicman. Sebelumnya tidak ada muslim yang bisa menjawab -- kecuali bung Isaku yang ngarang bebas tanpa referensi tapi berkoar sudah menjawab -- apa pekerjaan atau mata pencaharian Muhammad dkk di masa awal kehadirannya di Madina.
pak andi sudah g pake basa basi lagi rupanya kalo melempar fitnahan. :D
post #346 trit sebelumnya.
(Lihat Ar-Rahiqukul-Makhtum, Hal.208-209)
http://kisahmuslim.com/kehidupan-di-madinah/
http://wachjoe.wordpress.com/2010/03/23/sejarah-nabi-muhammad-masa-awal-di-madinah/
http://www.4muhammed.com/Raheeq_Al-Makhtum-EN/55-A-Charter-of-Islamic-Alliance
http://down1.islamhouse.com/data/en/ih_books/single/en_The_Sealed_Nectar.pdf
http://spl.qibla.com/Books/

bagaimanapun om MM menunjukkan ilmunya lbh luas, sy g nemu haditsnya, beliau nemu :D

pertanyaan anda sudah clear terjawab, selebihnya hanya retorika tdk penting untuk mempertahankan sedikit harga diri yg tersisa.
ketiwi  maaf pak blak2an.
btw kalo ada omfox, anda sudah terkena logical fallacy

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by musicman on Mon Jul 29, 2013 4:28 pm

@Andi C

...Anda memang luar biasa, bung musicman. Sebelumnya tidak ada muslim yang bisa menjawab -- kecuali bung Isaku yang ngarang bebas tanpa referensi tapi berkoar sudah menjawab -- apa pekerjaan atau mata pencaharian Muhammad dkk di masa awal kehadirannya di Madina.
...Sekarang, mari kita ulas dan analisis hadits yang anda ajukan dengan saksama.
...Para muhajirin datang tanpa membawa apa pun. Lalu orang Anshar membagikan sebagian tanah dan kebun kurmanya kepada para muhajirin dengan sistem bagi hasil.
...Ada kalimat terakhir dari yang merah dan anda besarkan: “Maka orang-orang Muhajirin pun membayar kepada orang-orang Anshar dengan kerja dan makanan." Muhajirin yang tidak punya apa-apa kok bisa membayar kepada orang Anshar dalam bentuk makanan?

Pak Andi, apakah anda terlupa kalau Kaum Muhajirin adalah Kaum dengan Naluri Dagang yg tinggi?



...Selain tanaman pohon kurma tidak ada disebutkan jenis tanaman lain, sehingga kita asumsikan saja bahwa tanah yang di serahkan untuk dikelola oleh muhajirin adalah kebun kurma saja.
...Berapa banyak muhajirin yang mendapat pekerjaan sistem bagi hasil itu tidak disebutkan, sehingga bisa saja hanya sebagian.

Pak, saya tidak tertarik menanggapi tulisan yg jelas2 berisi prasangka….
Saya tanggapi tulisan bapak yg saya anggap memang bisa dipertanggung jawabkan sisi akurasinya saja yah…

Walau memang tidak semua bisa dikatakan 100%, paling tidak ada sisi Rasionalitas untuk tanggapi…



...Muhajirin yang sebelumnya tidak pernah bertani, kemungkinan besar tidak tertarik untuk mengelola kebun. Muhammad sendiri tidak bersedia, sehingga kebun yang diberikan kepadanya diserahkannya kepada orang lain.
...Yang tidak kebagian tanah/kebun atau tidak mau berkebun, seperti Muhammad, menopang atau membiayai hidupnya dari apa kalau bukan mencuri?

...Ketika mereka tiba di Medina (Juli 622), tergantung pada jenis kurmanya, sudah ada yang mulai masa panen. Sehingga tidak mungkin dijadikan sebagai awal siklus bagi hasil. Yang mungkin terjadi adalah para muhajirin, yang mau bekerja di kebun, mendapat upah untuk memanen kurma.
...Menurut http://www.fao.org/docrep/006/y4360e/y4360e0d.htm, masa panen di belahan bumi Utara adalah akhir bulan Juli hingga pertengahan November. Sedang di belahan Selatan dari bulan Maret-April. Sedang siklus pekerjaan di kebun kurma dapat dilihat di: http://www.dateland.com/Tutorial.html. Pekerjaan di kebun kurma sekarang pasti jauh lebih intensif dibanding dahulu. Kemungkin besar, penyerbukan atau pollinasi misalnya, di jaman Muhammad sepenuhnya diserahkan kepada alam saja. Panen juga dilakukan hanya dengan cara menggoyang pohon atau menjoloki buahnya dengan galah.
...Siklus bagi hasil kemungkin baru akan mulai berlaku seusai panen hingga panen berikutnya.
...Dari mana sumber pendapatan para muhajirin, yang mengelola kebun, untuk membiayai hidupnya dari bulan Desember 622 hingga masa panen bulan Juli-November 623? Kemungkinan besar hidup dari mencuri juga.
...Apa ada sejenis “natural mechanism” atau “hukum alam” yang membuat orang yang siang hari bertani/berkebun tidak mungkin mencuri di malam hari?
... Oleh karena mengelola kebun kurma tidak setiap hari, maka tidak ada yang bisa menjamin bahwa dalam waktu senggang para muhajirin itu menjadi pencuri "part timer", terutama di malam hari.

...Ada hal lain yang menarik dari hadith itu, yakni pengembalian kebun kurma oleh Muhammad sepulang dari perang Khaibar, karena sudah makmur dari sumber pendapatan lain. Mungkin akan saya gunakan lagi untuk indikator lain


Janganlah diartikan persaudaraan antara Anshar dan Muhajirin hanya ruang Lingkup Timbal Balik kebun Kurma seperti halnya antara pekerja dan Tuannya….atau...antara Bos dan karyawannya.

Bukan..Pak…bukan sama sekali…jadi sangat Jauh dari bayangan anda…

Saling memberi makan, memberi hadiah dan saling memenuhi kebutuhan adalah hal yg biasa karena jiwa persaudaraan yg disatukan oleh nabi. Bahkan saling berbagi waris pernah menjadi kesepakatan diatara mereka

Bukhari 2128
Telah menceritakan kepada kami Ash-Shaltu bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Idris dari Tholhah bin Musharrif dari Said bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma: Firman Allah yang berbunyi (Dan bagi harta peninggalan kami jadikan para pewaris), dia berkata; artinya: itulah warisan. Dan ayat (Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka) ia berkata: ketika orang-orang muhajirin sampai di Madinah, seorang Muhajir mewarisi orang Anshar yang tidak memiliki hubungan kekeluargaan karena persaudaraan yang dipersaudarakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diantara mereka. Ketika ayat ini turun maka ayat ini menghapus ketentuan tersebut. Dan ayat tidak dipraktekkan lagi kecuali saling tolong menolong (antara Muhajirin - Anshar), pemberian dan nasehat sedangkan warisan telah dihapus dan diberi wasiat.


Kalau berbagi waris saja pernah mereka lakukan, yah anda silahkan fikir saja sendiri pak Andi.. apakah berbagi Makanan dan sandang pangan lainnya menjadi Tidak masuk akal ...atau menjadi masuk akal..??


...Tidak sesederhana dan semudah itu, bung Musicman. Saya yakin anda bukan termasuk orang yang serampangan menarik kesimpulan.
...Selain tidak ada “natural mechanism” atau “hukum alam” yang mencegah atau menghambat orang yang berkebun akan merangkap sebagai pencuri -- Muhammad sendiri tidak ikut berkebun dan tidak jelas apa semua muhajirin ikut berkebun -- argumentasi anda itu belum menjawab pertanyaan, “Apa alasan Muhammad memerintahkan pengikutnya membunuhi anjing?” Jawaban yang paling masuk akal dan masih tetap berlaku adalah karena menghalangi atau mengganggu Muhammad dkk mencuri.

Saya rasa Pak Andi lah yg terlalu memudahkan Kesimpulan, dengan tidak melihat Kultur maupun riwayat dalam kehidupan para sahabat sehingga dengan mudah menyederhanakan menarik kesimpulan.

Bahkan, saya tidak pernah tahu…kalau dalam kebiasaan Arab abad 6 M memang terbiasa memelihara Anjing peliharaan atau penjaga. Jadi saya masih heran, dimana yg anda sebut masuk akal kalau perintah membunuh anjing adalah akibat dari kebiasaan mencuri yg anda tuduhkan kepada Nabi dan sahabat?

Mengambil kesimpulan muslimin sebagai pencuri atas dasar Perintah Nabi membunuh anjing pada suatu kesempatan ..terlalu menyederhanakan masalah pak Andi..


..Oh, ya. Ada tambahan janji dari saya untuk memenuhi permintaan bung Isaku.
...Bila muslim berhasil "mengangkat" Muhammad dari Gologan atau Kelas A (manusia berakhlak buruk) ke Golongan B (manusia berakhlak baik) hingga ke C (manusia berakhlak mulia), saya akan selalu menulis nama Muhammad dengan lengkap, "Nabi atau Rasul Muhammad SAW" seperti kebiasaan muslim yang amat hormat kepadanya.
...Tidak seperti sekarang, hanya "Muhammad" saja, yang untuk sementara termasuk manusia berakhlak buruk atau Golongan A.

Hahaha..

Tidak usah anda tambahkan kata NABI juga tidak masalah sama sekali bagi saya pribadi pak Andi..
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by satria bergitar on Mon Jul 29, 2013 5:23 pm

tambahan sedikit...

melihat bagaimana kerukunan  yg diperlihatkan antara kaum anshar dan muhajirin saja secara umum bisa dcermati bahwa tuduhan "mencuri" sangat tidak logis dan mengada-ada...

besarnya pengorbanan kaum anshar begitu tinggi nilainya sehingga diabadikan dalam Al-Quran surat al-Hasyr/59 ayat 9 :

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa-vang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin);dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)
surat al-Hasyr/59 ayat 9

Berkaitan dengan ayat di atas, terdapat sebuah kisah sangat masyhur yang melatarbelakangi turunnya ayat 9 surat al-Hasyr. Abu Hurairah ra menceritakan: Ada seseorang yang mendatangi Rasulullah saw (dalam keadaan lapar), lalu beliau mengirim utusan ke para istri beliau .Para istri Rasulullah saw menjawab: "Kami tidak memiliki apapun kecuali air". Rasulullah saw bersabda:"Siapakah di antara kalian yang ingin menjamu orang ini?" Salah seorang kaum Anshar berseru: "Saya," lalu orang Anshar ini membawa lelaki tadi ke rumah istrinya, (dan) ia berkata: "Muliakanlah tamu Rasulullah!" istrinya menjawab: "Kami tidak memiliki apapun kecuali jatah makanan untuk anak-anak". Orang Anshar itu berkata: "Siapkanlah makananmu itu! Nyalakanlah lampu, dan tidurkanlah anak-anak kalau mereka minta makan malam!" Kemudian, wanita itu pun menyiapkan makanan, menyalakan lampu, dan menidurkan anak-anaknya. Dia lalu bangkit, seakan hendak memperbaiki lampu dan memadamkannya. Kedua suami istri ini memperlihatkan seakan mereka sedang makan. Setelah itu mereka tidur dalam keadaan lapar. Keesokan harinya, sang suami datang menghadap Rasulullah saw, Beliau bersabda: "Malam ini Allah tertawa atau ta'ajjub dengan perilaku kalian berdua. Lalu Allah Ta'alaa menurunkan ayat Nya, (yang artinya): dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung .Qs. Al-Hasyr/59 ayat 9. (HR Imam Bukhari)

kenapa harus mencuri jika orang yg akan kita curi rela berkorban mendahulukan kepntingan kita??
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by satria bergitar on Mon Jul 29, 2013 5:45 pm

jangan lupa juga mengenai piagam madinah...

Piagam ini mengandungi 32 fasal yang menyentuh segenap aspek kehidupan termasuk akidah, akhlak, kebajikan, undang-undang, kemasyarakatan, ekonomi dan lain-lain. Di dalamnya juga terkandung aspek khusus yang mesti dipatuhi oleh kaum Muslimin seperti tidak mensyirikkan Allah, tolong-menolong sesama mukmin, bertaqwa dan lain-lain.

piagam tersebut berlaku tidak hanya untuk muslim saja tetap juga bagi non muslim...

salah satu isinya adalah sebagai berikut...

Pasal 13
Orang-orang mukmin yang taqwa harus menentang orang yang diantara mereka mencari atau menuntut sesuatu secara zalim , jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka.

bagaimana rasulullah harus mencuri jika salah satu isi piagam madinah yg diprakarsai olehnya mengharuskan setiap orang untuk taat thdp hukum dan tidak berbuat jahat???

avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Mon Jul 29, 2013 10:44 pm

@isaku wrote:
andi wrote:...Anda memang luar biasa, bung musicman. Sebelumnya tidak ada muslim yang bisa menjawab -- kecuali bung Isaku yang ngarang bebas tanpa referensi tapi berkoar sudah menjawab -- apa pekerjaan atau mata pencaharian Muhammad dkk di masa awal kehadirannya di Madina.
pak andi sudah g pake basa basi lagi rupanya kalo melempar fitnahan. :D
...Kalau menuduh orang melakukan fitnah, tunjukkan di mana fitnahnya.
...Maaf di laptop saya tidak muncul nomor postingan dan tidak tahu karena apa. Mungkin karena saya menggunakan proxy. Sebaiknya anda kutip saja lagi ke sini.
@isaku wrote:bagaimanapun om MM menunjukkan ilmunya lbh luas, sy g nemu haditsnya, beliau nemu :D

pertanyaan anda sudah clear terjawab, selebihnya hanya retorika tdk penting untuk mempertahankan sedikit harga diri yg tersisa.
...Apa yang terjawab? Masih banyak lobang-lobang di jawaban bung Musicman itu. Sehingga jawabannya itu belum menutup total kemungkinan Muhammad dkk melakukan pencurian.
@isaku wrote:ketiwi maaf pak blak2an.
...Oh. Terima kasih atas pengakuan anda. Rupanya selama ini anda tidak blak-blakan atau terus-terang. Pantas dialog kita sering tidak nyambung, karena anda tidak terus-terang (bagian awal dari kejujuran). Di sini saja masih anda ulangi: menuduh saya melakukan fitnah dan logical fallacy tetapi tidak memberikan alasannya.
@isaku wrote:btw kalo ada omfox, anda sudah terkena logical fallacy
...Tanyakan saja di sini atau via PM kepada bung Fox, daripada anda mencatut pendapat bung Fox. Lebih baik lagi bila anda tunjukkan di mana saya melakukan logical fallacy agar mulut anda tidak dicap asal mangap atau asbun.
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Tue Jul 30, 2013 4:47 am

@musicman wrote:@Andi C

...Anda memang luar biasa, bung musicman. Sebelumnya tidak ada muslim yang bisa menjawab -- kecuali bung Isaku yang ngarang bebas tanpa referensi tapi berkoar sudah menjawab -- apa pekerjaan atau mata pencaharian Muhammad dkk di masa awal kehadirannya di Madina.
...Sekarang, mari kita ulas dan analisis hadits yang anda ajukan dengan saksama.
...Para muhajirin datang tanpa membawa apa pun. Lalu orang Anshar membagikan sebagian tanah dan kebun kurmanya kepada para muhajirin dengan sistem bagi hasil.
...Ada kalimat terakhir dari yang merah dan anda besarkan: “Maka orang-orang Muhajirin pun membayar kepada orang-orang Anshar dengan kerja dan makanan." Muhajirin yang tidak punya apa-apa kok bisa membayar kepada orang Anshar dalam bentuk makanan?

Pak Andi, apakah anda terlupa kalau Kaum Muhajirin adalah Kaum dengan Naluri Dagang yg tinggi?



...Selain tanaman pohon kurma tidak ada disebutkan jenis tanaman lain, sehingga kita asumsikan saja bahwa tanah yang di serahkan untuk dikelola oleh muhajirin adalah kebun kurma saja.
...Berapa banyak muhajirin yang mendapat pekerjaan sistem bagi hasil itu tidak disebutkan, sehingga bisa saja hanya sebagian.

Pak, saya tidak tertarik menanggapi tulisan yg jelas2 berisi prasangka….
Saya tanggapi tulisan bapak yg saya anggap memang bisa dipertanggung jawabkan sisi akurasinya saja yah…

Walau memang tidak semua bisa dikatakan 100%, paling tidak ada sisi Rasionalitas untuk tanggapi…



...Muhajirin yang sebelumnya tidak pernah bertani, kemungkinan besar tidak tertarik untuk mengelola kebun. Muhammad sendiri tidak bersedia, sehingga kebun yang diberikan kepadanya diserahkannya kepada orang lain.
...Yang tidak kebagian tanah/kebun atau tidak mau berkebun, seperti Muhammad, menopang atau membiayai hidupnya dari apa kalau bukan mencuri?

...Ketika mereka tiba di Medina (Juli 622), tergantung pada jenis kurmanya, sudah ada yang mulai masa panen. Sehingga tidak mungkin dijadikan sebagai awal siklus bagi hasil. Yang mungkin terjadi adalah para muhajirin, yang mau bekerja di kebun, mendapat upah untuk memanen kurma.
...Menurut http://www.fao.org/docrep/006/y4360e/y4360e0d.htm, masa panen di belahan bumi Utara adalah akhir bulan Juli hingga pertengahan November. Sedang di belahan Selatan dari bulan Maret-April. Sedang siklus pekerjaan di kebun kurma dapat dilihat di: http://www.dateland.com/Tutorial.html. Pekerjaan di kebun kurma sekarang pasti jauh lebih intensif dibanding dahulu. Kemungkin besar, penyerbukan atau pollinasi misalnya, di jaman Muhammad sepenuhnya diserahkan kepada alam saja. Panen juga dilakukan hanya dengan cara menggoyang pohon atau menjoloki buahnya dengan galah.
...Siklus bagi hasil kemungkin baru akan mulai berlaku seusai panen hingga panen berikutnya.
...Dari mana sumber pendapatan para muhajirin, yang mengelola kebun, untuk membiayai hidupnya dari bulan Desember 622 hingga masa panen bulan Juli-November 623? Kemungkinan besar hidup dari mencuri juga.
...Apa ada sejenis “natural mechanism” atau “hukum alam” yang membuat orang yang siang hari bertani/berkebun tidak mungkin mencuri di malam hari?
... Oleh karena mengelola kebun kurma tidak setiap hari, maka tidak ada yang bisa menjamin bahwa dalam waktu senggang para muhajirin itu menjadi pencuri "part timer", terutama di malam hari.

...Ada hal lain yang menarik dari hadith itu, yakni pengembalian kebun kurma oleh Muhammad sepulang dari perang Khaibar, karena sudah makmur dari sumber pendapatan lain. Mungkin akan saya gunakan lagi untuk indikator lain


Janganlah diartikan persaudaraan antara Anshar dan Muhajirin hanya ruang Lingkup Timbal Balik kebun Kurma seperti halnya antara pekerja dan Tuannya….atau...antara Bos dan karyawannya.

Bukan..Pak…bukan sama sekali…jadi sangat Jauh dari bayangan anda…

Saling memberi makan, memberi hadiah dan saling memenuhi kebutuhan adalah hal yg biasa karena jiwa persaudaraan yg disatukan oleh nabi. Bahkan saling berbagi waris pernah menjadi kesepakatan diatara mereka

Bukhari 2128
Telah menceritakan kepada kami Ash-Shaltu bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Idris dari Tholhah bin Musharrif dari Said bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma: Firman Allah yang berbunyi (Dan bagi harta peninggalan kami jadikan para pewaris), dia berkata; artinya: itulah warisan. Dan ayat (Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka) ia berkata: ketika orang-orang muhajirin sampai di Madinah, seorang Muhajir mewarisi orang Anshar yang tidak memiliki hubungan kekeluargaan karena persaudaraan yang dipersaudarakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diantara mereka. Ketika ayat ini turun maka ayat ini menghapus ketentuan tersebut. Dan ayat tidak dipraktekkan lagi kecuali saling tolong menolong (antara Muhajirin - Anshar), pemberian dan nasehat sedangkan warisan telah dihapus dan diberi wasiat.


Kalau berbagi waris saja pernah mereka lakukan, yah anda silahkan fikir saja sendiri pak Andi.. apakah berbagi Makanan dan sandang pangan lainnya menjadi Tidak masuk akal ...atau menjadi masuk akal..??


...Tidak sesederhana dan semudah itu, bung Musicman. Saya yakin anda bukan termasuk orang yang serampangan menarik kesimpulan.
...Selain tidak ada “natural mechanism” atau “hukum alam” yang mencegah atau menghambat orang yang berkebun akan merangkap sebagai pencuri -- Muhammad sendiri tidak ikut berkebun dan tidak jelas apa semua muhajirin ikut berkebun -- argumentasi anda itu belum menjawab pertanyaan, “Apa alasan Muhammad memerintahkan pengikutnya membunuhi anjing?” Jawaban yang paling masuk akal dan masih tetap berlaku adalah karena menghalangi atau mengganggu Muhammad dkk mencuri.

Saya rasa Pak Andi lah yg terlalu memudahkan Kesimpulan, dengan tidak melihat Kultur maupun riwayat dalam kehidupan para sahabat sehingga dengan mudah menyederhanakan menarik kesimpulan.

Bahkan, saya tidak pernah tahu…kalau dalam kebiasaan Arab abad 6 M memang terbiasa memelihara Anjing peliharaan atau penjaga. Jadi saya masih heran, dimana yg anda sebut masuk akal kalau perintah membunuh anjing adalah akibat dari kebiasaan mencuri yg anda tuduhkan kepada Nabi dan sahabat?

Mengambil kesimpulan muslimin sebagai pencuri atas dasar Perintah Nabi membunuh anjing pada suatu kesempatan ..terlalu menyederhanakan masalah pak Andi..


..Oh, ya. Ada tambahan janji dari saya untuk memenuhi permintaan bung Isaku.
...Bila muslim berhasil "mengangkat" Muhammad dari Gologan atau Kelas A (manusia berakhlak buruk) ke Golongan B (manusia berakhlak baik) hingga ke C (manusia berakhlak mulia), saya akan selalu menulis nama Muhammad dengan lengkap, "Nabi atau Rasul Muhammad SAW" seperti kebiasaan muslim yang amat hormat kepadanya.
...Tidak seperti sekarang, hanya "Muhammad" saja, yang untuk sementara termasuk manusia berakhlak buruk atau Golongan A.

Hahaha..

Tidak usah anda tambahkan kata NABI juga tidak masalah sama sekali bagi saya pribadi pak Andi..
...Biasanya saya selalu memerhatikan dan menanggapi kata demi kata dan kalimat demi kalimat lawan debat saya. Tetapi kali ini ijinkan saya mengikuti gaya banyak muslim dalam berdebat, yakni menghindari “head to head argumentation”.
...Pada hari Sabtu, 27 Juli 2013, pukul 10:02 malam, anda menyodorkan hadits Muslim 3318, dan anda dengan yakin, mantap dan tandas mengatakan hadits itu sudah membantah tuduhan saya. Pada hari Senin, 29 Juli 2013, pukul 7:39 pagi, saya posting hasil scrutinization saya atas hadits itu. Sore hari itu juga pukul 4:28 sore, atau 42 jam 26 menit (dua hari kurang 5 jam 34 menit) setelah postingan pertama, anda sudah melupakan kesimpulan postingan pertama anda itu. Anda bukannya memertahankan hadits itu, tetapi memberikan berbagai argumen baru.
...Mengapa tidak pada postingan hari Sabtu, 27 Juli 2013, pukul 22:02 itu anda masukkan semua argumen yang anda tambahkan dalam postingan terakhir, sebelum mengatakan cukup satu hadits saja untuk merubuhkan tuduhan saya? Terkesan bahwa anda masih kurang kritis terhadap pemikiran anda sebelum memosting. Satu kontradiksi yang begitu gamblang saja tidak bisa anda lihat: Muhajirin yang datang tidak membawa apa pun tetapi membayar kaum Anshar dalam bentuk makanan. Dari pada anda memberi alasan lain yang tidak relevan, lebih pantas anda katakan si penulis hadits itu idiot atau moron.
...Katakan dulu bahwa anda sudah meninggalkan atau mengabaikan hadits itu, karena ternyata tidak cukup kuat, malah sudah rubuh atau berantakan dalam membantah tuduhan saya. Setelah itu baru saya tanggapi argumen baru anda yang macam-macam itu.
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by satria bergitar on Tue Jul 30, 2013 9:44 am

saya boleh jawab ya bung perihal ini...

@andi cactusa wrote:Satu kontradiksi yang begitu gamblang saja tidak bisa anda lihat: Muhajirin yang datang tidak membawa apa pun tetapi membayar kaum Anshar dalam bentuk makanan. Dari pada anda memberi alasan lain yang tidak relevan, lebih pantas anda katakan si penulis hadits itu idiot atau moron.

"membayar" dalam hadist diatas tsb jgn anda tafsirkan dilakukan seketika pada saat kaum anshar memberi sebagian kebun kurma kemudian langsung membayar...tidak..tidak seperti itu....secara logika juga y memang tidak mungkinlah...apalagi dijelaskan pula bahwa kaum muhajirin tidak membawa apa" ketika pertamakali datang...

tapi dilakukan kemudian pada saat kebun telah digarap dan menuai hasil....definisi "membayar" pun jangan diartikan sebagai jual beli yg kemudian kebun" tsb dimiliki oleh kaum muhajirin...tapi sebagai balas jasa karena telah diperkenankan untuk menggarap kebun tersebut...dibayar dengan perkerjaan dan makanan artinya adalh dengan jerih payah bekerja dan harta yg dihasilkan berupa bahan pokok makanan...

sebab setelah fathulmakkah kebun-kebun tsb pun dikembalikan oleh kaum muhajirin kepada kaum anshar (yg ini sy pernah baca hadistnya tp dicari" blm ktmu)

bukan si penulis hadist yg idiot bung tapi "maaf" pemahaman anda yg belum nyampe ksana...

seharusnya ketika anda menemukan ketidakcocokan dlm hadist tsb...anda pikirkan kemungkinannya dari berbagai sudut pandang jgn asal telan mentah" sesuai hawa nafsu...

kemudian saya ingin mengomentari sedikit argumen anda dgn bung MM mengenai ini...

@andi cactusa wrote:...Berapa banyak muhajirin yang mendapat pekerjaan sistem bagi hasil itu tidak disebutkan, sehingga bisa saja hanya sebagian.
...Muhajirin yang sebelumnya tidak pernah bertani, kemungkinan besar tidak tertarik untuk mengelola kebun. Muhammad sendiri tidak bersedia, sehingga kebun yang diberikan kepadanya diserahkannya kepada orang lain.
...Yang tidak kebagian tanah/kebun atau tidak mau berkebun, seperti Muhammad, menopang atau membiayai hidupnya dari apa kalau bukan mencuri?

bung MM memang sudah menjawab bahwa sebagian dari yg lain kemungkinannya adalah berdagang...tp saya yakin anda belum puas...maka dgn tidak mengurangi rasa hormat thdp bung MM sy ingin menambahkan...

Menurut Dr Akram Dhiya Al-Umuri dalam Shahih Sirah Nabawiyah...memang tidak semua berkebun...ada juga yg berdagang...seperti abdurahman bin auf ra...ada yg beternak seperti abdullah bin mas'ud ra...sisanya bercocock tanam seperti Abubakar, Umar, dan Ali kwh dan adapula yg menganggur karena keterbatasan tenaga dan usia...tapi tidak lantas harus mencuri seperti yang anda tuduhkan...

sebab harta yang dihasilkan oleh kaum muhajirin yg bekerja sebagian dsedekahkan oleh rasullulah dalam sebuah rumah khusus yg disebut baitul maal...untuk kemudian dibagikan kepada orang-orang yg tidak bekerja...

lalu bagaimana dengan tempat tinggal??

sebagian muhajirin mengisi rumah-rumah yg dipinjamkan kaum anshar yg kaya...sebagian ada yg membeli langsung seperti rasulullah kepada dua anak yatim sahal dan suhail..dan sebagian ada yg bermukim disekitar masjid nabawi yg ada atapnya (assuffah) yg kemudian 0rang-orang tsb di sebut ahlussuffah...

tidak ada cerita curi-mencuri...apalagi membunuh anjing ketiwi 
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by musicman on Tue Jul 30, 2013 11:11 am

@Andi  C

...Biasanya saya selalu memerhatikan dan menanggapi kata demi kata dan kalimat demi kalimat lawan debat saya. Tetapi kali ini ijinkan saya mengikuti gaya banyak muslim dalam berdebat, yakni menghindari “head to head argumentation”.
...Pada hari Sabtu, 27 Juli 2013, pukul 10:02 malam, anda menyodorkan hadits Muslim 3318, dan anda dengan yakin, mantap dan tandas mengatakan hadits itu sudah membantah tuduhan saya. Pada hari Senin, 29 Juli 2013, pukul 7:39 pagi, saya posting hasil scrutinization saya atas hadits itu. Sore hari itu juga pukul 4:28 sore, atau 42 jam 26 menit (dua hari kurang 5 jam 34 menit) setelah postingan pertama, anda sudah melupakan kesimpulan postingan pertama anda itu. Anda bukannya memertahankan hadits itu, tetapi memberikan berbagai argumen baru.
...Mengapa tidak pada postingan hari Sabtu, 27 Juli 2013, pukul 22:02 itu anda masukkan semua argumen yang anda tambahkan dalam postingan terakhir, sebelum mengatakan cukup satu hadits saja untuk merubuhkan tuduhan saya? Terkesan bahwa anda masih kurang kritis terhadap pemikiran anda sebelum memosting.

Setahu saya, yg saya lewatkan adalah pertanyaan anda tentang bagaimana penomoran hadits yg terlihat berbeda antara English version dan Lidwa.

Saya tidak tahu penyebabnya, tapi yg bisa kita lihat adalah dari sisi sanad dan perawi sudah masuk katagori Shahih Pak Andi.

Saya sadar kalau saya memang melewatkan pertanyaan Bapak, karena saya melihat lebih banyak hal penting dan berkorelasi dengan topik ini daripada sekedar bertanya bagaimana metode penomoran Hadits antara English version dan Lidwa.

Tidak apa, anggap saja ini ke alpaan saya dalam merespon pertanyaan anda. Kedepannya akan saya lebih perhatikan masukan anda pak Andi..

Terima kasih atas masukannya pak Andi




Satu kontradiksi yang begitu gamblang saja tidak bisa anda lihat:
Muhajirin yang datang tidak membawa apa pun tetapi membayar kaum Anshar dalam bentuk makanan. Dari pada anda memberi alasan lain yang tidak relevan, lebih pantas anda katakan si penulis hadits itu idiot atau moron.

Saya akui kesalahan saya untuk tidak merespon pertanyaan anda tentang metode penomoran hadits, tapi sebaiknya tidak di generalisir dengan menuding saya tidak merespon tanggapan anda yg lain pak...

Semua tanggapan anda yg saya nilai lebih Penting nilai urgensinya tidak satupun yg alpa saya respon.

Jadi drpd lebih lama kita berputar2 saling berdebat hal yg tidak fokus kepada inti masalah thread ini, ada baiknya anda bisa merespon tanggapan terakhir saya tentang bagaimana salah tafsir anda tentang keadaan kaum Muhajirin saat tiba dimekkah, bagaimana mereka bersosialiasi dan menggerakan roda perekonomian untuk kehidupan mereka...



...Katakan dulu bahwa anda sudah meninggalkan atau mengabaikan hadits itu, karena ternyata tidak cukup kuat, malah sudah rubuh atau berantakan dalam membantah tuduhan saya. Setelah itu baru saya tanggapi argumen baru anda yang macam-macam itu.

Hadits pertama sudah saya tambal kebolongannya seperti yg anda lihat, jadi saya rasa bukan rubuh atau salah.


ada kalanya suatu hadits tidak bisa secara utuh bisa kita nilai keakuratannya tanpa juga mengkaji hadits lain yg terfokus pada masalah yg sama.

Jadi Hadits pertama sama sekali tidak bertentangan dengan hadits kedua..tapi saling melengkapi dimana yg satu berkisah tentang Timbal balik perekonomian antara Muhajirin dan Anshar..kemudian hadits satu lagi berkisah bahwa yg terjadi bahwa perekonomian antara mereka bukanlah system kerja Antara Tuan dan Pembantu atau Boss dan karyawan ..tapi persaudaraan yg sangat erat..artinya sangat berkorelasi dan melengkapi untuk menjawab tuduhan anda bahwa diantara mereka yg terjadi adalah sistem kerja layaknya pekerja dan Majikan.


Saya rasa dengan pengakuan saya memang telah terjadi kealpaan diri saya untuk merespon setiap post anda sudah cukup, akan lebih tidak bertele-tele kalau kita kembali fokus kepada inti masalah..

respon terakhir saya masih terbuka untuk tanggapan anda...

saya bantu Copas lagi pak..



@Andi C

...Anda memang luar biasa, bung musicman. Sebelumnya tidak ada muslim yang bisa menjawab -- kecuali bung Isaku yang ngarang bebas tanpa referensi tapi berkoar sudah menjawab -- apa pekerjaan atau mata pencaharian Muhammad dkk di masa awal kehadirannya di Madina.
...Sekarang, mari kita ulas dan analisis hadits yang anda ajukan dengan saksama.
...Para muhajirin datang tanpa membawa apa pun. Lalu orang Anshar membagikan sebagian tanah dan kebun kurmanya kepada para muhajirin dengan sistem bagi hasil.
...Ada kalimat terakhir dari yang merah dan anda besarkan: “Maka orang-orang Muhajirin pun membayar kepada orang-orang Anshar dengan kerja dan makanan." Muhajirin yang tidak punya apa-apa kok bisa membayar kepada orang Anshar dalam bentuk makanan?

Pak Andi, apakah anda terlupa kalau Kaum Muhajirin adalah Kaum dengan Naluri Dagang yg tinggi?



...Selain tanaman pohon kurma tidak ada disebutkan jenis tanaman lain, sehingga kita asumsikan saja bahwa tanah yang di serahkan untuk dikelola oleh muhajirin adalah kebun kurma saja.
...Berapa banyak muhajirin yang mendapat pekerjaan sistem bagi hasil itu tidak disebutkan, sehingga bisa saja hanya sebagian.

Pak, saya tidak tertarik menanggapi tulisan yg jelas2 berisi prasangka….
Saya tanggapi tulisan bapak yg saya anggap memang bisa dipertanggung jawabkan sisi akurasinya saja yah…

Walau memang tidak semua bisa dikatakan 100%, paling tidak ada sisi Rasionalitas untuk tanggapi…



...Muhajirin yang sebelumnya tidak pernah bertani, kemungkinan besar tidak tertarik untuk mengelola kebun. Muhammad sendiri tidak bersedia, sehingga kebun yang diberikan kepadanya diserahkannya kepada orang lain.
...Yang tidak kebagian tanah/kebun atau tidak mau berkebun, seperti Muhammad, menopang atau membiayai hidupnya dari apa kalau bukan mencuri?

...Ketika mereka tiba di Medina (Juli 622), tergantung pada jenis kurmanya, sudah ada yang mulai masa panen. Sehingga tidak mungkin dijadikan sebagai awal siklus bagi hasil. Yang mungkin terjadi adalah para muhajirin, yang mau bekerja di kebun, mendapat upah untuk memanen kurma.
...Menurut http://www.fao.org/docrep/006/y4360e/y4360e0d.htm, masa panen di belahan bumi Utara adalah akhir bulan Juli hingga pertengahan November. Sedang di belahan Selatan dari bulan Maret-April. Sedang siklus pekerjaan di kebun kurma dapat dilihat di: http://www.dateland.com/Tutorial.html. Pekerjaan di kebun kurma sekarang pasti jauh lebih intensif dibanding dahulu. Kemungkin besar, penyerbukan atau pollinasi misalnya, di jaman Muhammad sepenuhnya diserahkan kepada alam saja. Panen juga dilakukan hanya dengan cara menggoyang pohon atau menjoloki buahnya dengan galah.
...Siklus bagi hasil kemungkin baru akan mulai berlaku seusai panen hingga panen berikutnya.
...Dari mana sumber pendapatan para muhajirin, yang mengelola kebun, untuk membiayai hidupnya dari bulan Desember 622 hingga masa panen bulan Juli-November 623? Kemungkinan besar hidup dari mencuri juga.
...Apa ada sejenis “natural mechanism” atau “hukum alam” yang membuat orang yang siang hari bertani/berkebun tidak mungkin mencuri di malam hari?
... Oleh karena mengelola kebun kurma tidak setiap hari, maka tidak ada yang bisa menjamin bahwa dalam waktu senggang para muhajirin itu menjadi pencuri "part timer", terutama di malam hari.

...Ada hal lain yang menarik dari hadith itu, yakni pengembalian kebun kurma oleh Muhammad sepulang dari perang Khaibar, karena sudah makmur dari sumber pendapatan lain. Mungkin akan saya gunakan lagi untuk indikator lain


Janganlah diartikan persaudaraan antara Anshar dan Muhajirin hanya ruang Lingkup Timbal Balik kebun Kurma seperti halnya antara pekerja dan Tuannya….atau...antara Bos dan karyawannya.

Bukan..Pak…bukan sama sekali…jadi sangat Jauh dari bayangan anda…

Saling memberi makan, memberi hadiah dan saling memenuhi kebutuhan adalah hal yg biasa karena jiwa persaudaraan yg disatukan oleh nabi. Bahkan saling berbagi waris pernah menjadi kesepakatan diatara mereka

Bukhari 2128
Telah menceritakan kepada kami Ash-Shaltu bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Idris dari Tholhah bin Musharrif dari Said bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma: Firman Allah yang berbunyi (Dan bagi harta peninggalan kami jadikan para pewaris), dia berkata; artinya: itulah warisan. Dan ayat (Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka) ia berkata: ketika orang-orang muhajirin sampai di Madinah, seorang Muhajir mewarisi orang Anshar yang tidak memiliki hubungan kekeluargaan karena persaudaraan yang dipersaudarakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diantara mereka. Ketika ayat ini turun maka ayat ini menghapus ketentuan tersebut. Dan ayat tidak dipraktekkan lagi kecuali saling tolong menolong (antara Muhajirin - Anshar), pemberian dan nasehat sedangkan warisan telah dihapus dan diberi wasiat.


Kalau berbagi waris saja pernah mereka lakukan, yah anda silahkan fikir saja sendiri pak Andi.. apakah berbagi Makanan dan sandang pangan lainnya menjadi Tidak masuk akal ...atau menjadi masuk akal..??


...Tidak sesederhana dan semudah itu, bung Musicman. Saya yakin anda bukan termasuk orang yang serampangan menarik kesimpulan.
...Selain tidak ada “natural mechanism” atau “hukum alam” yang mencegah atau menghambat orang yang berkebun akan merangkap sebagai pencuri -- Muhammad sendiri tidak ikut berkebun dan tidak jelas apa semua muhajirin ikut berkebun -- argumentasi anda itu belum menjawab pertanyaan, “Apa alasan Muhammad memerintahkan pengikutnya membunuhi anjing?” Jawaban yang paling masuk akal dan masih tetap berlaku adalah karena menghalangi atau mengganggu Muhammad dkk mencuri.

Saya rasa Pak Andi lah yg terlalu memudahkan Kesimpulan, dengan tidak melihat Kultur maupun riwayat dalam kehidupan para sahabat sehingga dengan mudah menyederhanakan menarik kesimpulan.

Bahkan, saya tidak pernah tahu…kalau dalam kebiasaan Arab abad 6 M memang terbiasa memelihara Anjing peliharaan atau penjaga. Jadi saya masih heran, dimana yg anda sebut masuk akal kalau perintah membunuh anjing adalah akibat dari kebiasaan mencuri yg anda tuduhkan kepada Nabi dan sahabat?

Mengambil kesimpulan muslimin sebagai pencuri atas dasar Perintah Nabi membunuh anjing pada suatu kesempatan ..terlalu menyederhanakan masalah pak Andi..


..Oh, ya. Ada tambahan janji dari saya untuk memenuhi permintaan bung Isaku.
...Bila muslim berhasil "mengangkat" Muhammad dari Gologan atau Kelas A (manusia berakhlak buruk) ke Golongan B (manusia berakhlak baik) hingga ke C (manusia berakhlak mulia), saya akan selalu menulis nama Muhammad dengan lengkap, "Nabi atau Rasul Muhammad SAW" seperti kebiasaan muslim yang amat hormat kepadanya.
...Tidak seperti sekarang, hanya "Muhammad" saja, yang untuk sementara termasuk manusia berakhlak buruk atau Golongan A.

Hahaha..

Tidak usah anda tambahkan kata NABI juga tidak masalah sama sekali bagi saya pribadi pak Andi..



Saya persilahkan Pak Andi..
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Tue Jul 30, 2013 11:34 am

@satria bergitar wrote:tambahan sedikit...

melihat bagaimana kerukunan yg diperlihatkan antara kaum anshar dan muhajirin saja secara umum bisa dcermati bahwa tuduhan "mencuri" sangat tidak logis dan mengada-ada...
...Apa dalam waktu yang singkat terus terjadi kerukunan?
@satria bergitar wrote:besarnya pengorbanan kaum anshar begitu tinggi nilainya sehingga diabadikan dalam Al-Quran surat al-Hasyr/59 ayat 9 :

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa-vang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin);dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)
surat al-Hasyr/59 ayat 9
...Apa anda tahu persisnya kapan ayat Quran ini muncul? Tolong berikan referensinya.
@satria bergitar wrote:Berkaitan dengan ayat di atas, terdapat sebuah kisah sangat masyhur yang melatarbelakangi turunnya ayat 9 surat al-Hasyr. Abu Hurairah ra menceritakan: Ada seseorang yang mendatangi Rasulullah saw (dalam keadaan lapar), lalu beliau mengirim utusan ke para istri beliau .Para istri Rasulullah saw menjawab: "Kami tidak memiliki apapun kecuali air". Rasulullah saw bersabda:"Siapakah di antara kalian yang ingin menjamu orang ini?" Salah seorang kaum Anshar berseru: "Saya," lalu orang Anshar ini membawa lelaki tadi ke rumah istrinya, (dan) ia berkata: "Muliakanlah tamu Rasulullah!" istrinya menjawab: "Kami tidak memiliki apapun kecuali jatah makanan untuk anak-anak". Orang Anshar itu berkata: "Siapkanlah makananmu itu! Nyalakanlah lampu, dan tidurkanlah anak-anak kalau mereka minta makan malam!" Kemudian, wanita itu pun menyiapkan makanan, menyalakan lampu, dan menidurkan anak-anaknya. Dia lalu bangkit, seakan hendak memperbaiki lampu dan memadamkannya. Kedua suami istri ini memperlihatkan seakan mereka sedang makan. Setelah itu mereka tidur dalam keadaan lapar. Keesokan harinya, sang suami datang menghadap Rasulullah saw, Beliau bersabda: "Malam ini Allah tertawa atau ta'ajjub dengan perilaku kalian berdua. Lalu Allah Ta'alaa menurunkan ayat Nya, (yang artinya): dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung .Qs. Al-Hasyr/59 ayat 9. (HR Imam Bukhari)
...Tolong buktikan dengan referensi, bahwa cerita itu berlangsung di awal kehadiran Muhammad dkk di Madinah. Apakah hanya dengan contoh satu orang saja, sudah cukup mewakili karakter semua orang Anshar?
@satria bergitar wrote:kenapa harus mencuri jika orang yg akan kita curi rela berkorban mendahulukan kepntingan kita??
...Silahkan buktikan bahwa orang Anshar rela berkorban untuk kaum muhajirin. Kebun kurmanya saja diserahkan dengan sistem bagi hasil 50:50. Apa itu sudah merupakan ciri orang yang rela berkorban?
...Harap diperhatikan bahwa jawaban terhadap pertanyaan pertama tidak otomatis menjawab pertanyaan ke-2, seperti yang dilakukan oleh bung musicman.
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Tue Jul 30, 2013 11:44 am

@satria bergitar wrote:jangan lupa juga mengenai piagam madinah...

Piagam ini mengandungi 32 fasal yang menyentuh segenap aspek kehidupan termasuk akidah, akhlak, kebajikan, undang-undang, kemasyarakatan, ekonomi dan lain-lain. Di dalamnya juga terkandung aspek khusus yang mesti dipatuhi oleh kaum Muslimin seperti tidak mensyirikkan Allah, tolong-menolong sesama mukmin, bertaqwa dan lain-lain.

piagam tersebut berlaku tidak hanya untuk muslim saja tetap juga bagi non muslim...

salah satu isinya adalah sebagai berikut...

Pasal 13
Orang-orang mukmin yang taqwa harus menentang orang yang diantara mereka mencari atau menuntut sesuatu secara zalim , jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka.

bagaimana rasulullah harus mencuri jika salah satu isi piagam madinah yg diprakarsai olehnya mengharuskan setiap orang untuk taat thdp hukum dan tidak berbuat jahat???

...Kapan ada dan mulai berlakunya piagam Madinah itu? Tolong berikan waktu (timing) yang tepat disertai referensinya.
...Jangan anda lupakan muslim hanya boleh beristeri maksimum empat, sedang Muhammad beristeri sembilan orang. Dan semua janda boleh menikah lagi, kecuali isteri-isterinya.
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Tue Jul 30, 2013 3:29 pm

Bung musicman,
...Tolong gunakan font biasa saja, agar tidak menjadi ruwet ketika saya meng-quote dan menulis respons saya. Karena sering tidak jelas kapan anda memakai font Trebuchet MS dan kapan tidak. Sehingga quotation saya bisa berbeda dengan tulisan asli anda yang saya kutip.
@musicman wrote:
Setahu saya, yg saya lewatkan adalah pertanyaan anda tentang bagaimana penomoran hadits yg terlihat berbeda antara English version dan Lidwa.
...Bukan. Respons anda terhadap hasil scrutinization hadits Muslim 3318 itu yang kurang memadai. Nanti hal itu akan saya uraikan lagi.

Satu kontradiksi yang begitu gamblang saja tidak bisa anda lihat:
Muhajirin yang datang tidak membawa apa pun tetapi membayar kaum Anshar dalam bentuk makanan. Dari pada anda memberi alasan lain yang tidak relevan, lebih pantas anda katakan si penulis hadits itu idiot atau moron.
@musicman wrote:
Saya akui kesalahan saya untuk tidak merespon pertanyaan anda tentang metode penomoran hadits, tapi sebaiknya tidak di generalisir dengan menuding saya tidak merespon tanggapan anda yg lain pak...
...Lho. Kok jauh sekali melenceng jawaban anda? Kontradiksi yang saya maksud terdapat dalam hadit Muslim 3318 itu sendiri. Apa hubungannya dengan metode penomoran hadits?

...Katakan dulu bahwa anda sudah meninggalkan atau mengabaikan hadits itu, karena ternyata tidak cukup kuat, malah sudah rubuh atau berantakan dalam membantah tuduhan saya. Setelah itu baru saya tanggapi argumen baru anda yang macam-macam itu.
@musicman wrote:
Hadits pertama sudah saya tambal kebolongannya seperti yg anda lihat, jadi saya rasa bukan rubuh atau salah.
...Untuk apa ditambal kalau tidak semua lubang tusukan bisa ditutupi, sehingga anda terpaksa mencari-cari lagi ban lain? Lebih praktis dan lebih ekonomis dibuang saja atau dijual ke pembeli barang bekas atau ke pasar loak.
... Sebelum memosting pernyataan anda, bahwa dengan satu hadits itu saja sudah bisa merubuhkan kedua sinyalemen saya, seharusnya anda cek dulu bahwa hadits itu tidak bisa atau minimal tidak mudah digembosi. Di situ letak kekurang-kritisan anda.
@musicman wrote:
ada kalanya suatu hadits tidak bisa secara utuh bisa kita nilai keakuratannya tanpa juga mengkaji hadits lain yg terfokus pada masalah yg sama.
...Seharusnya pemikiran seperti itu ada sebelum anda memosting jawaban anda pada hari Sabtu yang lalu! Bukan belakangan setelah ban andalan anda itu saya gembosi.
@musicman wrote:
Jadi Hadits pertama sama sekali tidak bertentangan dengan hadits kedua..tapi saling melengkapi dimana yg satu berkisah tentang Timbal balik perekonomian antara Muhajirin dan Anshar..kemudian hadits satu lagi berkisah bahwa yg terjadi bahwa perekonomian antara mereka bukanlah system kerja Antara Tuan dan Pembantu atau Boss dan karyawan ..tapi persaudaraan yg sangat erat..artinya sangat berkorelasi dan melengkapi untuk menjawab tuduhan anda bahwa diantara mereka yg terjadi adalah sistem kerja layaknya pekerja dan Majikan.
...Emangnya siapa yang mengatakan ban serap atau ban lain yang seukuran bertentangan dengan ban gembos yang sedang dipakai?
...Di mana rupanya saya katakan bahwa hubungan kerja antara kaum Anshar dengan muhajirin berupa hubungan kerja tuan dan pembantu? Justru anda yang berprasangka kepada pemikiran saya! Sepenuhnya saya menggunakan istilah yang ada di hadits itu sendiri, yakni sistem bagi hasil 50:50. Di negeri kita ini pun sistem itu biasa berlaku.
@musicman wrote:Saya rasa dengan pengakuan saya memang telah terjadi kealpaan diri saya untuk merespon setiap post anda sudah cukup, akan lebih tidak bertele-tele kalau kita kembali fokus kepada inti masalah..
...Anda yang bikin bertele-tele karena lari dari fokus. Kesimpulan yang semula sudah anda yakini meruntuhkan tuduhan saya, begitu saya gembosi, anda langsung pontang-panting mencari ban lain ke mana-mana.
@musicman wrote:@Andi C
...Anda memang luar biasa, bung musicman. Sebelumnya tidak ada muslim yang bisa menjawab -- kecuali bung Isaku yang ngarang bebas tanpa referensi tapi berkoar sudah menjawab -- apa pekerjaan atau mata pencaharian Muhammad dkk di masa awal kehadirannya di Madina.
...Sekarang, mari kita ulas dan analisis hadits yang anda ajukan dengan saksama.
...Para muhajirin datang tanpa membawa apa pun. Lalu orang Anshar membagikan sebagian tanah dan kebun kurmanya kepada para muhajirin dengan sistem bagi hasil.
...Ada kalimat terakhir dari yang merah dan anda besarkan: “Maka orang-orang Muhajirin pun membayar kepada orang-orang Anshar dengan kerja dan makanan." Muhajirin yang tidak punya apa-apa kok bisa membayar kepada orang Anshar dalam bentuk makanan?

Pak Andi, apakah anda terlupa kalau Kaum Muhajirin adalah Kaum dengan Naluri Dagang yg tinggi?

...Saya memang lupa. Tetapi apa hubungan atau perlunya itu bagi ulasan hadits Muslim 3318? Apa maksud anda bahwa para muhajirin selain bertani kurma juga berdagang?
...Akan saya gunakan isi hadits Muslim 3318 itu sendiri membantahnya. Para muhajirin datang tidak membawa apa pun, lalu berdagang dengan modal nafas atau dengkul saja?

...Selain tanaman pohon kurma tidak ada disebutkan jenis tanaman lain, sehingga kita asumsikan saja bahwa tanah yang di serahkan untuk dikelola oleh muhajirin adalah kebun kurma saja.
...Berapa banyak muhajirin yang mendapat pekerjaan sistem bagi hasil itu tidak disebutkan, sehingga bisa saja hanya sebagian.
@musicman wrote:
Pak, saya tidak tertarik menanggapi tulisan yg jelas2 berisi prasangka….
Saya tanggapi tulisan bapak yg saya anggap memang bisa dipertanggung jawabkan sisi akurasinya saja yah…

Walau memang tidak semua bisa dikatakan 100%, paling tidak ada sisi Rasionalitas untuk tanggapi…
...Tunjukkan dalam ulasan atau analisis dan pertanyaan saya yang termasuk ke kategori prasangka, tidak bertanggung-jawab dan tidak rasional. Jangan asal menuduh sembarangan tanpa memberikan buktinya!
...Kalau tidak ada dikatakan semua muhajirin menjadi petani kurma pemaroh, apa salah bila diartikan sebagian muhajirin tidak menjadi petani? Muhammad sendiri tidak mau berkebun, apa tidak wajar kalau pengikutnya juga ada yang tidak mau berkebun?

...Muhajirin yang sebelumnya tidak pernah bertani, kemungkinan besar tidak tertarik untuk mengelola kebun. Muhammad sendiri tidak bersedia, sehingga kebun yang diberikan kepadanya diserahkannya kepada orang lain.
...Yang tidak kebagian tanah/kebun atau tidak mau berkebun, seperti Muhammad, menopang atau membiayai hidupnya dari apa kalau bukan mencuri?

...Ketika mereka tiba di Medina (Juli 622), tergantung pada jenis kurmanya, sudah ada yang mulai masa panen. Sehingga tidak mungkin dijadikan sebagai awal siklus bagi hasil. Yang mungkin terjadi adalah para muhajirin, yang mau bekerja di kebun, mendapat upah untuk memanen kurma.
...Menurut http://www.fao.org/docrep/006/y4360e/y4360e0d.htm, masa panen di belahan bumi Utara adalah akhir bulan Juli hingga pertengahan November. Sedang di belahan Selatan dari bulan Maret-April. Sedang siklus pekerjaan di kebun kurma dapat dilihat di: http://www.dateland.com/Tutorial.html. Pekerjaan di kebun kurma sekarang pasti jauh lebih intensif dibanding dahulu. Kemungkin besar, penyerbukan atau pollinasi misalnya, di jaman Muhammad sepenuhnya diserahkan kepada alam saja. Panen juga dilakukan hanya dengan cara menggoyang pohon atau menjoloki buahnya dengan galah.
...Siklus bagi hasil kemungkin baru akan mulai berlaku seusai panen hingga panen berikutnya.
...Dari mana sumber pendapatan para muhajirin, yang mengelola kebun, untuk membiayai hidupnya dari bulan Desember 622 hingga masa panen bulan Juli-November 623? Kemungkinan besar hidup dari mencuri juga.
...Apa ada sejenis “natural mechanism” atau “hukum alam” yang membuat orang yang siang hari bertani/berkebun tidak mungkin mencuri di malam hari?
... Oleh karena mengelola kebun kurma tidak setiap hari, maka tidak ada yang bisa menjamin bahwa dalam waktu senggang para muhajirin itu menjadi pencuri "part timer", terutama di malam hari.

...Ada hal lain yang menarik dari hadith itu, yakni pengembalian kebun kurma oleh Muhammad sepulang dari perang Khaibar, karena sudah makmur dari sumber pendapatan lain. Mungkin akan saya gunakan lagi untuk indikator lain
@musicman wrote:
Janganlah diartikan persaudaraan antara Anshar dan Muhajirin hanya ruang Lingkup Timbal Balik kebun Kurma seperti halnya antara pekerja dan Tuannya….atau...antara Bos dan karyawannya.

Bukan..Pak…bukan sama sekali…jadi sangat Jauh dari bayangan anda…
...Rupanya anda sedang menggunakan ukuran sepatu atau baju anda ke saya. Dari mana anda tahu bahwa saya membayangkan seperti dugaan anda itu? Saya malah hanya menggunakan istilah dari hadits yang anda sodorkan, sistem bagi hasil parohan, tetapi anda menuduh saya menganggap hubungan kerjanya adalah tuan atau boss dengan karyawannya. Itu baru jelas termasuk prasangka.
@musicman wrote:
Saling memberi makan, memberi hadiah dan saling memenuhi kebutuhan adalah hal yg biasa karena jiwa persaudaraan yg disatukan oleh nabi. Bahkan saling berbagi waris pernah menjadi kesepakatan diatara mereka

Bukhari 2128
Telah menceritakan kepada kami Ash-Shaltu bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Idris dari Tholhah bin Musharrif dari Said bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma: Firman Allah yang berbunyi (Dan bagi harta peninggalan kami jadikan para pewaris), dia berkata; artinya: itulah warisan. Dan ayat (Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka) ia berkata: ketika orang-orang muhajirin sampai di Madinah, seorang Muhajir mewarisi orang Anshar yang tidak memiliki hubungan kekeluargaan karena persaudaraan yang dipersaudarakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diantara mereka. Ketika ayat ini turun maka ayat ini menghapus ketentuan tersebut. Dan ayat tidak dipraktekkan lagi kecuali saling tolong menolong (antara Muhajirin - Anshar), pemberian dan nasehat sedangkan warisan telah dihapus dan diberi wasiat.


Kalau berbagi waris saja pernah mereka lakukan, yah anda silahkan fikir saja sendiri pak Andi.. apakah berbagi Makanan dan sandang pangan lainnya menjadi Tidak masuk akal ...atau menjadi masuk akal..??

...Anda mulai menggunakan argumen yang tidak bisa anda pastikan timingnya. Apa orang-orang Anshar itu anak-anak atau cucu-cucunya Muhammad, sehingga ketika dia baru datang sebagai tamu langsung dapat mengatur-atur orang Anshar?
...Tidak sesederhana dan semudah itu, bung Musicman. Saya yakin anda bukan termasuk orang yang serampangan menarik kesimpulan.
...Selain tidak ada “natural mechanism” atau “hukum alam” yang mencegah atau menghambat orang yang berkebun akan merangkap sebagai pencuri -- Muhammad sendiri tidak ikut berkebun dan tidak jelas apa semua muhajirin ikut berkebun -- argumentasi anda itu belum menjawab pertanyaan, “Apa alasan Muhammad memerintahkan pengikutnya membunuhi anjing?” Jawaban yang paling masuk akal dan masih tetap berlaku adalah karena menghalangi atau mengganggu Muhammad dkk mencuri.
@musicman wrote:
Saya rasa Pak Andi lah yg terlalu memudahkan Kesimpulan, dengan tidak melihat Kultur maupun riwayat dalam kehidupan para sahabat sehingga dengan mudah menyederhanakan menarik kesimpulan.
...Anda yang serampangan mengatakan bahwa dengan satu hadits Muslim 3318 saja, sudah cukup untuk merontokkan tuduhan saya. Hadits itu saya scrutinize dan hasilnya saya sodorkan. Reaksi anda justru menambal dan mengajukan referensi lain. Apa itu bukan merupakan bukti bahwa kesimpulan awal anda salah dan memang tidak semudah itu?
...Kenapa tidak anda sebutkan perlu melihat kultur ketika anda menulis postingan anda pada hari Sabtu? Mengapa anda malah menganggap kekurangan saya karena tidak melihat kultur orang Arab di masa itu? Yang saya tahu, citra atau image orang Arab adalah pelit atau medit bahkan cenderung tamak atau greedy, sejak saya masih kanak-kanak. Orang Malaysia yang saya kenal juga berpendapat begitu.
@musicman wrote:
Bahkan, saya tidak pernah tahu…kalau dalam kebiasaan Arab abad 6 M memang terbiasa memelihara Anjing peliharaan atau penjaga. Jadi saya masih heran, dimana yg anda sebut masuk akal kalau perintah membunuh anjing adalah akibat dari kebiasaan mencuri yg anda tuduhkan kepada Nabi dan sahabat?
...Harap lebih cermat dan teliti. Tidak pernah saya gunakan "kebiasaan mencuri."
...Apa penulis hadits Sahih Muslim adalah pemimpi siang bolong, dodol, bego atau sinting, sehingga menulis sampai 21 nomor menyangkut anjing? (no. 3809-3829)
...Berikan atau cari saja alasan yang lebih masuk akal, selain dari mengganggu atau menghalangi Muhammad dkk mencuri. Begitu cara berargumentasi yang benar. Membuktikan ada pekerjaan Muhammad dkk sebagai sumber hidupnya, tidak otomatis menghapus kecurigaan terhadap perintah pembunuhan semua anjing di Madina.
@musicman wrote:
Mengambil kesimpulan muslimin sebagai pencuri atas dasar Perintah Nabi membunuh anjing pada suatu kesempatan ..terlalu menyederhanakan masalah pak Andi..
...Saya anggap saja anda salah mengetik, “Mengambil kesimpulan muslimin sebagai pencuri.” Karena yang saya tulis adalah Muhammad dan para muhajirin yang baru pindah ke Madinah.
..Oh, ya. Ada tambahan janji dari saya untuk memenuhi permintaan bung Isaku.
...Bila muslim berhasil "mengangkat" Muhammad dari Gologan atau Kelas A (manusia berakhlak buruk) ke Golongan B (manusia berakhlak baik) hingga ke C (manusia berakhlak mulia), saya akan selalu menulis nama Muhammad dengan lengkap, "Nabi atau Rasul Muhammad SAW" seperti kebiasaan muslim yang amat hormat kepadanya.
...Tidak seperti sekarang, hanya "Muhammad" saja, yang untuk sementara termasuk manusia berakhlak buruk atau Golongan A.
@musicman wrote:
Hahaha..

Tidak usah anda tambahkan kata NABI juga tidak masalah sama sekali bagi saya pribadi pak Andi..
...Ha ha ha. Apa bukan anda yang tersinggung karena saya menulis Muhammad “mengembat” anak gadis ingusan 9 tahun sebagai sinonim “menyetubuhi”?
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Tue Jul 30, 2013 8:10 pm

@satria bergitar wrote:saya boleh jawab ya bung perihal ini...

@andi cactusa wrote:Satu kontradiksi yang begitu gamblang saja tidak bisa anda lihat: Muhajirin yang datang tidak membawa apa pun tetapi membayar kaum Anshar dalam bentuk makanan. Dari pada anda memberi alasan lain yang tidak relevan, lebih pantas anda katakan si penulis hadits itu idiot atau moron.

"membayar" dalam hadist diatas tsb jgn anda tafsirkan dilakukan seketika pada saat kaum anshar memberi sebagian kebun kurma kemudian langsung membayar...tidak..tidak seperti itu....secara logika juga y memang tidak mungkinlah...apalagi dijelaskan pula bahwa kaum muhajirin tidak membawa apa" ketika pertamakali datang...
...Anda mulai ngarang. Tidak ada kalimat yang mengatakan secara eksplisit mau pun implisit yang bermakna demikian dalam hadits Muslim 3318 itu. Tunjukkan kalimat mana kalau ada!
@satria bergitar wrote:tapi dilakukan kemudian pada saat kebun telah digarap dan menuai hasil....definisi "membayar" pun jangan diartikan sebagai jual beli yg kemudian kebun" tsb dimiliki oleh kaum muhajirin...tapi sebagai balas jasa karena telah diperkenankan untuk menggarap kebun tersebut...dibayar dengan perkerjaan dan makanan artinya adalh dengan jerih payah bekerja dan harta yg dihasilkan berupa bahan pokok makanan...
...Saya yakin bung Satria lebih pintar, lebih cermat dan lebih kritis dari penulis hadits itu. Sehingga tidak akan menulis hadits yang berisi kontradiksi dan menimbulkan pertanyaan.
...Saya juga pasti bisa mengarang seperti itu bila saya di fihak muslim untuk membela aib Muhammad. Emangnya ada saya katakan bahwa kebun itu menjadi milik muhajirin?
@satria bergitar wrote:sebab setelah fathulmakkah kebun-kebun tsb pun dikembalikan oleh kaum muhajirin kepada kaum anshar (yg ini sy pernah baca hadistnya tp dicari" blm ktmu)
...Apa fathulmakkah itu? Mungkin kebun kurma dikembalikan setelah para muhajirin makmur dari hasil perampokan.
@satria bergitar wrote:bukan si penulis hadist yg idiot bung tapi "maaf" pemahaman anda yg belum nyampe ksana...
...Sudah tidak terhitung berapa kali saya baca argumen seperti itu digunakan oleh muslim. Malah oleh para kafirun sudah dijadikan sebagai “trade mark” muslim ketika terdesak dalam perdebatan. Tidak jarang muslim mengatakan harus membaca yang dalam bahasa Arabnya baru bisa memahaminya dengan benar, walau si muslim tersebut pun tidak memahami bahasa Arab.
@satria bergitar wrote:seharusnya ketika anda menemukan ketidakcocokan dlm hadist tsb...anda pikirkan kemungkinannya dari berbagai sudut pandang jgn asal telan mentah" sesuai hawa nafsu...
...Apa yang mengharuskan saya harus berpikir seperti itu? Saya hanya memahami apa yang tertulis. Justru tidak ilmiah kalau saya membaca yang tidak tertulis. Kalau makna tulisannya menjadi lain dari yang dimaksud oleh penulis, maka bukan pembaca atau saya yang salah, tetapi si penulis yang gebleg. Karena penulis hanya beberapa orang, bahkan sering hanya satu orang, sedang jumlah pembaca jauh lebih banyak.
@satria bergitar wrote:kemudian saya ingin mengomentari sedikit argumen anda dgn bung MM mengenai ini...
@andi cactusa wrote:...Berapa banyak muhajirin yang mendapat pekerjaan sistem bagi hasil itu tidak disebutkan, sehingga bisa saja hanya sebagian.
...Muhajirin yang sebelumnya tidak pernah bertani, kemungkinan besar tidak tertarik untuk mengelola kebun. Muhammad sendiri tidak bersedia, sehingga kebun yang diberikan kepadanya diserahkannya kepada orang lain.
...Yang tidak kebagian tanah/kebun atau tidak mau berkebun, seperti Muhammad, menopang atau membiayai hidupnya dari apa kalau bukan mencuri?
bung MM memang sudah menjawab bahwa sebagian dari yg lain kemungkinannya adalah berdagang...tp saya yakin anda belum puas...maka dgn tidak mengurangi rasa hormat thdp bung MM sy ingin menambahkan...

Menurut Dr Akram Dhiya Al-Umuri dalam Shahih Sirah Nabawiyah...memang tidak semua berkebun...ada juga yg berdagang...seperti abdurahman bin auf ra...ada yg beternak seperti abdullah bin mas'ud ra...sisanya bercocock tanam seperti Abubakar, Umar, dan Ali kwh dan adapula yg menganggur karena keterbatasan tenaga dan usia...tapi tidak lantas harus mencuri seperti yang anda tuduhkan...

sebab harta yang dihasilkan oleh kaum muhajirin yg bekerja sebagian dsedekahkan oleh rasullulah dalam sebuah rumah khusus yg disebut baitul maal...untuk kemudian dibagikan kepada orang-orang yg tidak bekerja...

lalu bagaimana dengan tempat tinggal??

sebagian muhajirin mengisi rumah-rumah yg dipinjamkan kaum anshar yg kaya...sebagian ada yg membeli langsung seperti rasulullah kepada dua anak yatim sahal dan suhail..dan sebagian ada yg bermukim disekitar masjid nabawi yg ada atapnya (assuffah) yg kemudian 0rang-orang tsb di sebut ahlussuffah...

tidak ada cerita curi-mencuri...apalagi membunuh anjing ketiwi
...Di sini bukan masalah puas atau tidak. Tetapi lebih penting masalah argumen yang masuk akal atau tidak, dan kalau bisa mencapai kebenaran.
...Siapa Dr Akram Dhiya Al-Umuri itu? Muslim kuno yang menulis apa adanya atau muslim modern yang suka men-sugar coating Islam? Dan kapan tulisannya itu diterbitkan? Apa dia menjelaskan bagaimana caranya orang yang tidak punya apa pun bisa berdagang? Apa dia secara spesifik mengatakan hal yang diutarakannya terjadi pada periode Oktober 622 hingga Desember 623?
...Saya yakin sejak dahulu perbuatan mencuri sudah dinilai memalukan dan dipandang buruk oleh masyarakat. Makanya tidak ada nabi yang menganjurkannya. Oleh karenanya, pencuri tidak akan mengungkapkan apalagi menyebar-luaskan kegiatannya kepada orang lain. Bila kegiatan muhajirin mencuri ketahuan, mereka pasti segera diusir oleh penduduk Madinah.
...Makanya sepanjang yang sudah saya baca, tidak ada catatan sejarah kegiatan Muhammd dkk dari awal tiba di Madinah hingga perampokan karavan yang pertama. Perampokan dicatat karena di masa itu seorang perampok mungkin dianggap sebagai “hero” atau jagoan terpandang.
...Untuk membantah hubungan antara perintah Muhammad membunuhi semua anjing di Madinah dengan kegiatan mencuri, berikan saja alasan lain yang lebih masuk akal atau berdasarkan referensi. Bukan sekadar menulis kalimat,”tidak ada cerita curi-mencuri...apalagi membunuh anjing ketiwi
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by musicman on Wed Jul 31, 2013 2:17 am

@Andi C

...Lho. Kok jauh sekali melenceng jawaban anda? Kontradiksi yang saya maksud terdapat dalam hadit Muslim 3318 itu sendiri. Apa hubungannya dengan metode penomoran hadits?
Yah kan masalahnya memang dengan Nomor yg terlihat sama, tapi isi yg berbeda bukan?
Memang antara Lidwa dan english version berbeda metode penomorannya, saya tidak terlalu faham sekali tapi jelas sanad dan matan ada disitu.


...Untuk apa ditambal kalau tidak semua lubang tusukan bisa ditutupi, sehingga anda terpaksa mencari-cari lagi ban lain? Lebih praktis dan lebih ekonomis dibuang saja atau dijual ke pembeli barang bekas atau ke pasar loak.
... Sebelum memosting pernyataan anda, bahwa dengan satu hadits itu saja sudah bisa merubuhkan kedua sinyalemen saya, seharusnya anda cek dulu bahwa hadits itu tidak bisa atau minimal tidak mudah digembosi. Di situ letak kekurang-kritisan anda.
Tidak semua lawan diskusi saya bisa menangkap dengan level kecepatan yg sama, tentunya kalau dengan sumber yg sederhana dirasa sudah dimengerti, tentu tidak perlu bagi saya untuk mengeluarkan extra tenaga lebih untuk memberi semuanya.
Yah saya anggap anda memang memiliki daya kritis luar biasa yg memang diluar perkiraan saya, sehingga memang ternyata titik lemah sumber saya ternyata tidak saya sadari sebelum ada kritikan dari anda...

Ya sudah....akhirnya paling tidak walaupun brngkl bagi anda telat, sebisa mungkin saya lengkapi demi memuaskan daya kritis anda yg tinggi


...Seharusnya pemikiran seperti itu ada sebelum anda memosting jawaban anda pada hari Sabtu yang lalu! Bukan belakangan setelah ban andalan anda itu saya gembosi.
Yah kalau bagi anda itu adalah level lawan debat terbaik bagi anda, anggap saja itu kekurangan saya pak Andi

...Emangnya siapa yang mengatakan ban serap atau ban lain yang seukuran bertentangan dengan ban gembos yang sedang dipakai?
...Di mana rupanya saya katakan bahwa hubungan kerja antara kaum Anshar dengan muhajirin berupa hubungan kerja tuan dan pembantu? Justru anda yang berprasangka kepada pemikiran saya! Sepenuhnya saya menggunakan istilah yang ada di hadits itu sendiri, yakni sistem bagi hasil 50:50. Di negeri kita ini pun sistem itu biasa berlaku.
Yes, dalam urusan pembagian hasil kebun separuh-separuh tapi saya katakan banyak aspek yg lebih luas untuk melihat persaudaraan diantara Muhajirin dan anshar, tidak sekedar hanya dari sistem pembagian kebun, karena seperti saya katakan persudaraan diantara mereka sudah layaknya seperti saudara kandung bahkan saling mewarisi harta sebelum akhirnya dihapuskan.

...Anda yang bikin bertele-tele karena lari dari fokus. Kesimpulan yang semula sudah anda yakini meruntuhkan tuduhan saya, begitu saya gembosi, anda langsung pontang-panting mencari ban lain ke mana-mana.
Sepertinya hal yg wajar bagi saya selaku lawan debat anda mencari argument atau sumber lain sebagai pelengkap saat sumber pertama saya seperti yg anda sebut sudah anda gembosi. Kalau menurut anda saya pontang panting, yah saya pun tidak merasa anda berlebihan...

Toh kita juga berperan sebagai dua debater layaknya dua kandidat presiden yg sedang memainkan simpati dan dukungan Publik untuk bisa dinilai mana yg lebih layak sebagai pemenang....
Hal yg biasa2 saja saat lawan memainkan hiperbola untuk menjatuhkan lawan debat...

...Saya memang lupa. Tetapi apa hubungan atau perlunya itu bagi ulasan hadits Muslim 3318? Apa maksud anda bahwa para muhajirin selain bertani kurma juga berdagang?
...Akan saya gunakan isi hadits Muslim 3318 itu sendiri membantahnya. Para muhajirin datang tidak membawa apa pun, lalu berdagang dengan modal nafas atau dengkul saja?
Saling memberi adalah hal yg masuk akal diantara muhajirin dan Anshar..
Anda boleh baca lagi hadits yg saya bawa, bahwa saling memberi adalah salah satu ikatan yg ada diantara kedua belah pihak

...Tunjukkan dalam ulasan atau analisis dan pertanyaan saya yang termasuk ke kategori prasangka, tidak bertanggung-jawab dan tidak rasional. Jangan asal menuduh sembarangan tanpa memberikan buktinya!
Itu pak ..yg saya garis bawahi..

...Kalau tidak ada dikatakan semua muhajirin menjadi petani kurma pemaroh, apa salah bila diartikan sebagian muhajirin tidak menjadi petani? Muhammad sendiri tidak mau berkebun, apa tidak wajar kalau pengikutnya juga ada yang tidak mau berkebun?
Nabi sendiri memberikan jatah mengelola kebun kepada yg lain lebih karena beliau mementingkan keperluan sahabatnya untuk bisa menerima separuh dari hasil kebunnya. Kalau disebut Nabi tidak mau berkebun, saya rasa lebih masuk akal kesana..karena Nabi pada riwayat lain bukanlah pemalas yg cm ngopi dan ongkang2 kaki saat para pengikutnya bekerja...
Beliau menjahit pakaiannya sendiri, terdepan saat membangun parit dengan berpeluh bersama para sahabat, dan sering memerah susu sendiri tanpa meminta pertolongan saat banyak tangan bersedia menolong beliau tanpa pamrih..

...Rupanya anda sedang menggunakan ukuran sepatu atau baju anda ke saya. Dari mana anda tahu bahwa saya membayangkan seperti dugaan anda itu? Saya malah hanya menggunakan istilah dari hadits yang anda sodorkan, sistem bagi hasil parohan, tetapi anda menuduh saya menganggap hubungan kerjanya adalah tuan atau boss dengan karyawannya. Itu baru jelas termasuk prasangka
Anda menafsirkan persaudaraan antara Muhajirin dan anshar HANYA dengan ukuran 50:50, tidak lebih dari ukuran itu, karena itu saya perjelas bahwa hubungan diantara mereka lebih dari sekedar itu.
Saya rasa, ukuran yg tidak mengenal persaudaraan erat dalam ekonomi timbal balik lebih cocok dianalogikan sebagai hubungan antara bos dan karyawannya.

...Anda mulai menggunakan argumen yang tidak bisa anda pastikan timingnya. Apa orang-orang Anshar itu anak-anak atau cucu-cucunya Muhammad, sehingga ketika dia baru datang sebagai tamu langsung dapat mengatur-atur orang Anshar?
Lho kan hadits tsb dikatakan “SAAT KAUM MUHAJIRIN TIBA DI MADINAH”..???
Faktanya berbicara kalau mereka saling berbagi waris, kalau anda punya anggapan fihak tamu yg mengatur-atur...saya tidak bisa jawab siapa yg mengatur...karena permintaan anda adalah hal yg tidak ada sumbernya...
tapi pembagian waris itu memang ada..

...Anda yang serampangan mengatakan bahwa dengan satu hadits Muslim 3318 saja, sudah cukup untuk merontokkan tuduhan saya. Hadits itu saya scrutinize dan hasilnya saya sodorkan. Reaksi anda justru menambal dan mengajukan referensi lain. Apa itu bukan merupakan bukti bahwa kesimpulan awal anda salah dan memang tidak semudah itu?
...Kenapa tidak anda sebutkan perlu melihat kultur ketika anda menulis postingan anda pada hari Sabtu? Mengapa anda malah menganggap kekurangan saya karena tidak melihat kultur orang Arab di masa itu? Yang saya tahu, citra atau image orang Arab adalah pelit atau medit bahkan cenderung tamak atau greedy, sejak saya masih kanak-kanak. Orang Malaysia yang saya kenal juga berpendapat begitu.
Anda lupa kalau kita berbicara manusia2 Arab pada abad 6 masehi, dimana mereka adalah orang2 yg berlomba2 terdepan dalam bersedeqah.

Dari Umar Bin Khathab, dia berkata, “Rasulullah menyuruh kami untuk mengeluarkan sedekah. Kebetulan saat itu aku sedang mamiliki harta. Lalu aku katakan, ‘Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar dimana aku tidak pernah mengalahkan Abu Bakar sebelum ini. Aku datang kepada Rasulullah untuk menginfakkan sebagian dari harta milikku.’ Rasulullah bertanya kepadaku, ‘Lalu apa yang kamu sisakan untuk keluargamu?’ Aku katakan kepada Rasulullah bahwa aku meninggalkan (untuk keluargaku) seperti apa yang aku infakkan (masih tersisa setengah harta untuk keluargaku red-) Kemudian Abu Bakar datang kepada Rasulullah dengan menginfakkan seluruh hartanya. Rasulullah menanyakan padanya, ‘Lalu apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?’ Abu Bakar menjawab, ‘Aku menyisakan untuk mereka Allah dan Rasulullah.’ Aku (Umar) berkata setelah itu bahwa aku tidak mungkin untuk mengalahkannya dalam segala hal untuk selamanya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi).


Sebaiknya lupakan image orang2 arab saat ini pak Andi, kita sedang berbicara sahabat2 Nabi, orang2 arab pada abad 6 M

...Harap lebih cermat dan teliti. Tidak pernah saya gunakan "kebiasaan mencuri."
...Apa penulis hadits Sahih Muslim adalah pemimpi siang bolong, dodol, bego atau sinting, sehingga menulis sampai 21 nomor menyangkut anjing? (no. 3809-3829)
...Berikan atau cari saja alasan yang lebih masuk akal, selain dari mengganggu atau menghalangi Muhammad dkk mencuri. Begitu cara berargumentasi yang benar. Membuktikan ada pekerjaan Muhammad dkk sebagai sumber hidupnya, tidak otomatis menghapus kecurigaan terhadap perintah pembunuhan semua anjing di Madina.
Paling tidak, kebiasaan bersedeqah yg luar biasa dikalangan sahabat sangat tidak berelevansi dengan tuduhan Nabi dan sahabat mencuri dengan membunuh anjing. Hadits perintah membunuh anjing saya akui ada, tapi kalau langsung dianggap sebagai penyebab agar memudahkan Nabi dan sahabat mencuri yah saya rasa tidak masuk akal...karena dikalangan Muslim sendiri tidak terbiasa untuk memelihara anjing, juga termasuk kalangan anshar atau masyarakat madinah..


Kalaupun perintah membunuh anjing lebih masuk  akal adalah anjing liar yg tidak ada sangkut pautnya dengan urusan curi mencuri yg anda tuduhkan...
Penyakit anjing barangkali?
Saya tidak tahu secara tepat alasannya....tp bukan untuk memudahkan mencuri

...Saya anggap saja anda salah mengetik, “Mengambil kesimpulan muslimin sebagai pencuri.” Karena yang saya tulis adalah Muhammad dan para muhajirin yang baru pindah ke Madinah.
Baik pak Andi, terima kasih

...Ha ha ha. Apa bukan anda yang tersinggung karena saya menulis Muhammad “mengembat” anak gadis ingusan 9 tahun sebagai sinonim “menyetubuhi”?
Lebih tepatnya Kaget pak, bukan tersinggung..
Karena yg saya perhatikan anda ini debater yg selalu mengedepankan intelektualitas dalam berdiskusi...
Kalau urusan tersinggung, saya sudah mati rasa pak. Kalau anda keliling-keliling forum ini, ada post saya yg jelas2 saya katakan kalau saya hanya ongkang2 kaki dan tetap santai nonton TV sambil minum teh hangat saat member disini kebakaran jenggot mendengar al quran dibakar di Amerika..

Percaya saya pak, Nabi2 bagi saya sudah menjadi Hukum alam akan mengalami sindiran, cacian, makian, siksaan bahkan pembunuhan. Jadi kalau sekedar mempermasalahkan ada atau tidaknya embel2 kata NABI didepan nama Muhammad...

Duh, tidak berbekas pak...
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by satria bergitar on Wed Jul 31, 2013 5:45 am

@Andi Cactusa wrote:
@satria bergitar wrote:tambahan sedikit...

melihat bagaimana kerukunan  yg diperlihatkan antara kaum anshar dan muhajirin saja secara umum bisa dcermati bahwa tuduhan "mencuri" sangat tidak logis dan mengada-ada...
...Apa dalam waktu yang singkat terus terjadi kerukunan?

Kerukunan tsb terjadi jauh sebelum dilakukannya hijrah oleh rasulullah dari Mekah Ke Madinah…dan bukti sumpah setia 12 orang Madinah pertama yang memeluk Islam sesuai bai'at Aqaba…

http://id.wikipedia.org/wiki/Bai%27at_%27Aqabah_Pertama

Hampir semua sirah nabawiyah meriwayatkan bahwa kepindahan Rasul dan para sahabat dari Mekah Ke Madinah dikarenakan adanya undangan/anjuran dari penduduk Madinah yg sebelumnya telah memeluk islam yakni bani khazraj salah satu suku arab berkuasa selain bani Aus di Madinah atau lebih dikenal sebagai Yatsrib sebelum hijrah..para penduduk inilah yg kemudian hari dikenal sebagai golongan Anshar yg artinya “penolong”…

Silahkan anda tunjukan kemari jika ada referensi yg bertentangan dengan riwayat diatas!

@Andi Cactusa wrote:
@satria bergitar wrote:besarnya pengorbanan kaum anshar begitu tinggi nilainya sehingga diabadikan dalam Al-Quran surat al-Hasyr/59 ayat 9 :

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa-vang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin);dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)
surat al-Hasyr/59 ayat 9
...Apa anda tahu persisnya kapan ayat Quran ini muncul? Tolong berikan referensinya.

Surah alhasyr turun pada saat pengusiran thdap suku yahudi bani nadlir … Yahudi Bani Nadlir adalah kaum yang berkhianat kepada Rasulullah saw. Pada saat Rasulullah saw akan mengadakan pembicaraan tentang kaum Muslimin yang dibunuh kaum Yahudi, beliau dikhianati. Mereka menyimpan batu di atas pintu masuk supaya beliau tertimpa batu tersebut (‘Ainul Yaqin hal 71).

Ayat 1-5 menjelaskan tentang peristiwa pengusiran tsb...sementara ayat 9 berkaitan dengan pembuktian komitmen kaum anshar sebagai kaum penolong…

Pengusiran tsb dilakukan 6 bulan setelah perang badar…perang badar sendiri terjadi tahun ke dua hijriah…
http://alquranmulia.wordpress.com/2013/01/15/asbabun-nuzul-surah-al-hasyr/
http://ilmuhayat.blogspot.com/2012/11/tafsir-qs-al-hasyr-ayat-9-qs-ali-imran.html

substansi dari ayat ke 9 tsb adalah penegasan konsistensinya kaum Anshar menjadi penolong kaum Muhajirin selama di Madinah…juga bukti kuatnya tali persaudaraan diantara mereka…

@Andi Cactusa wrote:
@satria bergitar wrote:Berkaitan dengan ayat di atas, terdapat sebuah kisah sangat masyhur yang melatarbelakangi turunnya ayat 9 surat al-Hasyr. Abu Hurairah ra menceritakan: Ada seseorang yang mendatangi Rasulullah saw (dalam keadaan lapar), lalu beliau mengirim utusan ke para istri beliau .Para istri Rasulullah saw menjawab: "Kami tidak memiliki apapun kecuali air". Rasulullah saw bersabda:"Siapakah di antara kalian yang ingin menjamu orang ini?" Salah seorang kaum Anshar berseru: "Saya," lalu orang Anshar ini membawa lelaki tadi ke rumah istrinya, (dan) ia berkata: "Muliakanlah tamu Rasulullah!" istrinya menjawab: "Kami tidak memiliki apapun kecuali jatah makanan untuk anak-anak". Orang Anshar itu berkata: "Siapkanlah makananmu itu! Nyalakanlah lampu, dan tidurkanlah anak-anak kalau mereka minta makan malam!" Kemudian, wanita itu pun menyiapkan makanan, menyalakan lampu, dan menidurkan anak-anaknya. Dia lalu bangkit, seakan hendak memperbaiki lampu dan memadamkannya. Kedua suami istri ini memperlihatkan seakan mereka sedang makan. Setelah itu mereka tidur dalam keadaan lapar. Keesokan harinya, sang suami datang menghadap Rasulullah saw, Beliau bersabda: "Malam ini Allah tertawa atau ta'ajjub dengan perilaku kalian berdua. Lalu Allah Ta'alaa menurunkan ayat Nya, (yang artinya): dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung .Qs. Al-Hasyr/59 ayat 9. (HR Imam Bukhari)
...Tolong buktikan dengan referensi, bahwa cerita itu berlangsung di awal kehadiran Muhammad dkk di Madinah. Apakah hanya dengan contoh satu orang saja, sudah cukup mewakili karakter semua orang Anshar?

memang tidak mewakili keselurhan..sebab setiap kelompok pasti saja ada salah satu orang yg munafik dsb...tp secara umum sudah cukup menggambarkan pengorbanan kaun Asnhar

Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Yazid al-Asham bahwa kaum Anshar berkata: “Ya Rasulullah, bagi dualah tanah ini untuk kami (kaum Anshar) dan kaum Muhajirin.” Nabi saw. bersabda: “Tidak. Penuhi sajalah keperluan mereka dan bagilah buah kurmanya. Tanah ini tetap kepunyaanmu.” Mereka menjawab: “Kami ridha atas keputusan itu.

Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari Muharib bin Ditsar yang bersumber dari Ibnu ‘Umar bahwa salah seorang shahabat Rasulullah saw diberi kepala kambing. Dalam hatinya shahabat itu berkata: “Mungkin orang lain lebih memerlukannya daripada aku.” Seketika itu juga kepala kambing itu dikirimkan kepada kawannya, tapi oleh kawannya dikirimkan lagi kepada yang lainnya (sampai tujuh rumah). Akhirnya kepala kambing itu kembali lagi kepada yang pertama. peristiwa tersebut melukiskan bahwa setiap umat Islam selalu memperhatikan nasib sesamanya.

peristiwa tsb terjadi pada awal kedatangan kaum Muhajirin di madinah...

http://alquranmulia.wordpress.com/2013/01/15/asbabun-nuzul-surah-al-hasyr/

@Andi Cactusa wrote:
@satria bergitar wrote:kenapa harus mencuri jika orang yg akan kita curi rela berkorban mendahulukan kepntingan kita??
...Silahkan buktikan bahwa orang Anshar rela berkorban untuk kaum muhajirin. Kebun kurmanya saja diserahkan dengan sistem bagi hasil 50:50. Apa itu sudah merupakan ciri orang yang rela berkorban?

lihat hadist diatas... mengenai kebun kurma sebenarnya orang anshar tsb ingin membagi sepnuhnya tanah miliknya dengan kaum muhajirin...akan tetapi rasul melarang hal tsb

@Andi Cactusa wrote:...Harap diperhatikan bahwa jawaban terhadap pertanyaan pertama tidak otomatis menjawab pertanyaan ke-2, seperti yang dilakukan oleh bung musicman.
ketiwi

lha klo udah ada yg mau nolong...ngapain nyuri hehehe ketiwi 
rupanya bung andi lebih mempertahankan harga diri ketimbang menerima logika dari akal sehat yg saya sodorkan...

avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by satria bergitar on Wed Jul 31, 2013 6:40 am

@Andi Cactusa wrote:
@satria bergitar wrote:jangan lupa juga mengenai piagam madinah...

Piagam ini mengandungi 32 fasal yang menyentuh segenap aspek kehidupan termasuk akidah, akhlak, kebajikan, undang-undang, kemasyarakatan, ekonomi dan lain-lain. Di dalamnya juga terkandung aspek khusus yang mesti dipatuhi oleh kaum Muslimin seperti tidak mensyirikkan Allah, tolong-menolong sesama mukmin, bertaqwa dan lain-lain.

piagam tersebut berlaku tidak hanya untuk muslim saja tetap juga bagi non muslim...

salah satu isinya adalah sebagai berikut...

Pasal 13
Orang-orang mukmin yang taqwa harus menentang orang yang diantara mereka mencari atau menuntut sesuatu secara zalim , jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka.

bagaimana rasulullah harus mencuri jika salah satu isi piagam madinah yg diprakarsai olehnya mengharuskan setiap orang untuk taat thdp hukum dan tidak berbuat jahat???

...Kapan ada dan mulai berlakunya piagam Madinah itu? Tolong berikan waktu (timing) yang tepat disertai referensinya.
sy belum menemukan referensi yg menerangkan secara tepat waktu dikeluarkannya piagam Madinah tsb...yg jelas Piagam tsb dibuat pada awal kedatangan rasul yaitu tahun pertama hijrah 622 Masehi...

http://ms.wikipedia.org/wiki/Piagam_Madinah

@Andi Cactusa wrote:...Jangan anda lupakan muslim hanya boleh beristeri maksimum empat, sedang Muhammad beristeri sembilan orang. Dan semua janda boleh menikah lagi, kecuali isteri-isterinya.
oh jd ini tolak ukur kenapa anda tidak mempercayai Piagam Madinah...

sementara saya sibuk menyodorkan referensi riwayat dan membahas substansi masalah dengan "elegannya" anda berceloteh tentang hal-hal lain diluar pokok masalah...luarrr biasssa

oh ya... ngomong2 referensi...seingat saya anda belum pernah menyodorkan sekalipun riwayat tentang rasul / kaum muhajirin yg mengisahkan pencurian thdp orang anshar atau suku yg lainnya di Madinah?!

sejauh ini kesimpulan mencuri hanya didasarkan pada mata pencaharian dan hadis membunuh anjing saja yg sifatnya dugaan semata....kesimpulan dini yg lemah bahkan jauh dari pantas disebut hipotesis melihat fakta riwayat yg ada...dan dapat dipatahkan dgn logika sederhana sekalipun....

paling tidak anda sebutkan satu referensi pendukung misalnya ada riwayat tentang kehilangan harta seorang anshar dsb meskipun belum diketahui pencurinya dll ...sejauh ini?? nol! elegan sekali

referensi riwayat mencuri please....
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by satria bergitar on Wed Jul 31, 2013 3:58 pm

@andi cactusa wrote:...Anda mulai ngarang. Tidak ada kalimat yang mengatakan secara eksplisit mau pun implisit yang bermakna demikian dalam hadits Muslim 3318 itu. Tunjukkan kalimat mana kalau ada!

Hahaha saya kasih opini  dari sudut pandang yg berbeda  malah mencak-mencak nuduh orang lain ngarang….

lha tuduhan mencuri gimana apa bukan ngarang juga??sejauh ini belum ada data valid yg berhasil anda tunjukan selain analisa lemah dari dua unsur yg tidak logis untuk diambil hipotesis…

@andi cactusa wrote:...Saya yakin bung Satria lebih pintar, lebih cermat dan lebih kritis dari penulis hadits itu. Sehingga tidak akan menulis hadits yang berisi kontradiksi dan menimbulkan pertanyaan.
Saya ulangi sekali lagi..bukan penulis hadist yg salah tapi kecermatan anda dalam memahami hadist tersebut sesuai logika …
Sudah tahu ada yg rancu.… malah memaksakan pemahaman yg kontradiktif…ya capee

@andi cactusa wrote:...Saya juga pasti bisa mengarang seperti itu bila saya di fihak muslim untuk membela aib Muhammad.

Bukan tentang ngarang mengarang … tapi bagaimana memahami sebuah tulisan dari sudut pandang yang benar sesuai logika …
@andi cactusa wrote:

Emangnya ada saya katakan bahwa kebun itu menjadi milik muhajirin?

Saya Tanya anda definisi apa yg anda tangkap dari kalimat “membayar” anda dibawah ini selain jual – beli??

@andi cactusa wrote:Satu kontradiksi yang begitu gamblang saja tidak bisa anda lihat: Muhajirin yang datang tidak membawa apa pun tetapi membayar kaum Anshar dalam bentuk makanan. Dari pada anda memberi alasan lain yang tidak relevan, lebih pantas anda katakan si penulis hadits itu idiot atau moron.

@andi cactusa wrote:...Apa fathulmakkah itu? Mungkin kebun kurma dikembalikan setelah para muhajirin makmur dari hasil perampokan…

Saya pernah baca tp blm dapat hadistnya…apa tidak ada kemungkinan lain selain merampok???( Disuruh “kosongin “ isi gelas eeh malah dibuang gelasnya…ruarrr biassa…)

@andi cactusa wrote:...Sudah tidak terhitung berapa kali saya baca argumen seperti itu digunakan oleh muslim. Malah oleh para kafirun sudah dijadikan sebagai “trade mark” muslim ketika terdesak dalam perdebatan. Tidak jarang muslim mengatakan harus membaca yang dalam bahasa Arabnya baru bisa memahaminya dengan benar, walau si muslim tersebut pun tidak memahami bahasa Arab.

Kpd yth para pembaca.…posting diatas adalah cara lain untuk melakukan personal attack dengan melakukan generalisasi pola pikir seseorang yg sebenarnya berbeda tapi dianggap sama terhadap suatu kelompok tertentu…post seperti ini sangat ampuh sekali untuk memancing emosi lawan diskusi sehingga teralihkan perhatiannya untuk membalas dg postingan yg sama (personal attack red)  sehingga melenceng jauh dari substansi diskusi …hal ini sudah saya alami ketika berdiskusi dengan “beliau” dan saya memakluminya…

@andi cactusa wrote:...Apa yang mengharuskan saya harus berpikir seperti itu? Saya hanya memahami apa yang tertulis. Justru tidak ilmiah kalau saya membaca yang tidak tertulis. Kalau makna tulisannya menjadi lain dari yang dimaksud oleh penulis, maka bukan pembaca atau saya yang salah, tetapi si penulis yang gebleg. Karena penulis hanya beberapa orang, bahkan sering hanya satu orang, sedang jumlah pembaca jauh lebih banyak.

Tidak semua hadist dapat bercerita dengan gamblang sehingga mudah dipahami sesuai maksud aslinya…apa lagi yg kita telaah adalah terjemahaan dari bahasa lain yg mungkin kalimatnya tidak sesuai /tepat dengan makna yg dikandung bahasa aslinya…

@andi cactusa wrote:...Di sini bukan masalah puas atau tidak. Tetapi lebih penting masalah argumen yang masuk akal atau tidak, dan kalau bisa mencapai kebenaran.

Oh jadi anda  menganggap “mencuri” lebih masuk akal ketimbang  berdagang, bertani, atau beternak  dll dalam memnuhi kebutuhan hidup seseorang….Rupanya saya harus bilang WOW kali ini…

@andi cactusa wrote:...Siapa Dr Akram Dhiya Al-Umuri itu? Muslim kuno yang menulis apa adanya atau muslim modern yang suka men-sugar coating Islam?
Gelar doctor rupanya tidak cukup membuka mata anda sehingga harus bertanya apakah ia muslim kuno atau modern…

gaya debat seperti ini sangat klasik sekali memang...ketika isi refrensi tidak sanggup lagi dlawan dengan argumen yg kuat maka sumber referensilah yg dipermasalahkan…

@andi cactusa wrote:Dan kapan tulisannya itu diterbitkan?
Apa pentingnya kapan buku ini diterbitkan?relevansinya apa dengan topic yg sedang kita bahas?

@andi cactusa wrote:Apa dia menjelaskan bagaimana caranya orang yang tidak punya apa pun bisa berdagang? Apa dia secara spesifik mengatakan hal yang diutarakannya terjadi pada periode Oktober 622 hingga Desember 623?
sudah saya uraikan ringkasannya...
silahkan anda baca bukunya hal 242-260
4shared.com/get/KNZOAkOG/shahih_sirah_nabi.html

@andi cactusa wrote:...Saya yakin sejak dahulu perbuatan mencuri sudah dinilai memalukan dan dipandang buruk oleh masyarakat. Makanya tidak ada nabi yang menganjurkannya. Oleh karenanya, pencuri tidak akan mengungkapkan apalagi menyebar-luaskan kegiatannya kepada orang lain. Bila kegiatan muhajirin mencuri ketahuan, mereka pasti segera diusir oleh penduduk Madinah.

Logical fallacy…
Meminta saja diberi …kenapa repot repot mencuri???

@andi cactusa wrote:...Makanya sepanjang yang sudah saya baca, tidak ada catatan sejarah kegiatan Muhammd dkk dari awal tiba di Madinah hingga perampokan karavan yang pertama. Perampokan dicatat karena di masa itu seorang perampok mungkin dianggap sebagai “hero” atau jagoan terpandang.
Baca dimana??tunjukin sini referensinya
Lha piagam madinah itu bukti adanya kegiatan apa bukan???

@andi cactusa wrote:...Untuk membantah hubungan antara perintah Muhammad membunuhi semua anjing di Madinah dengan kegiatan mencuri, berikan saja alasan lain yang lebih masuk akal atau berdasarkan referensi. Bukan sekadar menulis kalimat,”tidak ada cerita curi-mencuri...apalagi membunuh anjing

Ya sudah anda tunjukan referensi riwayat perintah rasul membunuhi anjing serta timing / waktu yg tepat terjadinya peristiwa tsb??? Sanggup???
avatar
satria bergitar
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 31
Posts : 1399
Location : Karawang
Join date : 08.12.11
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by isaku on Thu Aug 01, 2013 3:29 pm

ketiwi  brader2 gw pinter2.

andi wrote:...Kalau menuduh orang melakukan fitnah, tunjukkan di mana fitnahnya.
makanya konsentrasi pak, dibawahnya langsung dtulis kok buktinya.
andi wrote:...Maaf di laptop saya tidak muncul nomor postingan dan tidak tahu karena apa. Mungkin karena saya menggunakan proxy. Sebaiknya anda kutip saja lagi ke sini.
halaman 14
andi wrote:...Apa yang terjawab? Masih banyak lobang-lobang di jawaban bung Musicman itu. Sehingga jawabannya itu belum menutup total kemungkinan Muhammad dkk melakukan pencurian.
lubang terbesar adalah ketidakjujuran anda untuk menerima kenyataan dan ketidakmampuan anda untuk menerima kebenaran.
andi wrote:...Oh. Terima kasih atas pengakuan anda. Rupanya selama ini anda tidak blak-blakan atau terus-terang. Pantas dialog kita sering tidak nyambung, karena anda tidak terus-terang (bagian awal dari kejujuran). Di sini saja masih anda ulangi: menuduh saya melakukan fitnah dan logical fallacy tetapi tidak memberikan alasannya.
semakin saya blak2an, semakin anda tertelanjangi. :D
andi wrote:...Tanyakan saja di sini atau via PM kepada bung Fox, daripada anda mencatut pendapat bung Fox. Lebih baik lagi bila anda tunjukkan di mana saya melakukan logical fallacy agar mulut anda tidak dicap asal mangap atau asbun.
Bang Satria Bergitar berbaik hati menunjukkan salah satunya di post atas.
Yg asal mangap itu yg nuduh pencuri tapi yg kecurian g ada. :p

isaku
KAPTEN
KAPTEN

Male
Posts : 3520
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 17.09.12
Reputation : 138

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Fri Aug 02, 2013 10:27 am

@musicman wrote:@Andi C

...Lho. Kok jauh sekali melenceng jawaban anda? Kontradiksi yang saya maksud terdapat dalam hadit Muslim 3318 itu sendiri. Apa hubungannya dengan metode penomoran hadits?
Yah kan masalahnya memang dengan Nomor yg terlihat sama, tapi isi yg berbeda bukan?
Memang antara Lidwa dan english version berbeda metode penomorannya, saya tidak terlalu faham sekali tapi jelas sanad dan matan ada disitu.
...Respons, uraian mau pun ulasan yang saya tulis sama sekali tidak berkaitan dengan masalah penomoran hadits, bung Musicman. Saya ulangi, kontradiksi yang saya maksud terdapat dalam hadits Muslim 3318 itu sendiri.
@musicman wrote:
@Andi Cactusa wrote:...Untuk apa ditambal kalau tidak semua lubang tusukan bisa ditutupi, sehingga anda terpaksa mencari-cari lagi ban lain? Lebih praktis dan lebih ekonomis dibuang saja atau dijual ke pembeli barang bekas atau ke pasar loak.
... Sebelum memosting pernyataan anda, bahwa dengan satu hadits itu saja sudah bisa merubuhkan kedua sinyalemen saya, seharusnya anda cek dulu bahwa hadits itu tidak bisa atau minimal tidak mudah digembosi. Di situ letak kekurang-kritisan anda.
Tidak semua lawan diskusi saya bisa menangkap dengan level kecepatan yg sama, tentunya kalau dengan sumber yg sederhana dirasa sudah dimengerti, tentu tidak perlu bagi saya untuk mengeluarkan extra tenaga lebih untuk memberi semuanya.
Yah saya anggap anda memang memiliki daya kritis luar biasa yg memang diluar perkiraan saya, sehingga memang ternyata titik lemah sumber saya ternyata tidak saya sadari sebelum ada kritikan dari anda...

Ya sudah....akhirnya paling tidak walaupun brngkl bagi anda telat, sebisa mungkin saya lengkapi demi memuaskan daya kritis anda yg tinggi
...Saya menghargai usaha anda. Tetapi memuaskan daya kritis saya sama-sekali tidak penting. Justru yang paling penting bagi anda dan muslim adalah membantah tuduhan saya dengan memberikan bukti atau argumen yang masuk akal dan meyakinkan.
@musicman wrote:
@Andi Cactusa wrote:
...Seharusnya pemikiran seperti itu ada sebelum anda memosting jawaban anda pada hari Sabtu yang lalu! Bukan belakangan setelah ban andalan anda itu saya gembosi.
Yah kalau bagi anda itu adalah level lawan debat terbaik bagi anda, anggap saja itu kekurangan saya pak Andi
...Di situ lah kelebihan anda dibanding debater muslim lainnya. Anda selalu bersedia melakukan instrospeksi diri, yang merupakan modal sangat penting untuk merubah diri ke tingkat yang lebih tinggi. Sepanjang mengikuti tulisan anda dalam tiga tahun terakhir ini, saya mendapat kesan bahwa anda bukan orang yang dengan segala cara ingin memenangkan perdebatan. Tetapi anda selalu berusaha seobjektif mungkin.
@musicman wrote:
@Andi Cactusa wrote:
...Emangnya siapa yang mengatakan ban serap atau ban lain yang seukuran bertentangan dengan ban gembos yang sedang dipakai?
...Di mana rupanya saya katakan bahwa hubungan kerja antara kaum Anshar dengan muhajirin berupa hubungan kerja tuan dan pembantu? Justru anda yang berprasangka kepada pemikiran saya! Sepenuhnya saya menggunakan istilah yang ada di hadits itu sendiri, yakni sistem bagi hasil 50:50. Di negeri kita ini pun sistem itu biasa berlaku.
Yes, dalam urusan pembagian hasil kebun separuh-separuh tapi saya katakan banyak aspek yg lebih luas untuk melihat persaudaraan diantara Muhajirin dan anshar, tidak sekedar hanya dari sistem pembagian kebun, karena seperti saya katakan persudaraan diantara mereka sudah layaknya seperti saudara kandung bahkan saling mewarisi harta sebelum akhirnya dihapuskan.
...Silahkan jalan-jalan ke desa-desa penanam padi di negeri kita. Tanyakan kepada para pemaroh apakah ada yang merasa diperlakukan sebagai hamba-sahaya oleh pemilik sawah. Saya yakin tidak akan ada. Justru pemaroh bertindak sebagai CEO penuh dalam mengelola sawah yang diparohinya.
...Saya tidak bemaksud menyangkal hubungan seperti saudara antara muhajirin dengan kaum Anshar. Tetapi ingin saya tekankan, di mana pun di dunia ini, terbentuknya hubungan seperti itu membutuhkan waktu atau tidak instan. Sedang masalah yang kita perdebatkan adalah masa waktu yang relatif singkat, yakni antara bulan Oktober 622 hingga Desember 623. Kiranya mustahil dalam waktu sesingkat itu sudah ada kaum Anshar yang ingin mewariskan hartanya kepada muhajirin, di daerah yang tanah pertaniannya sangat terbatas.
@musicman wrote:
@Andi Cactusa wrote:
...Anda yang bikin bertele-tele karena lari dari fokus. Kesimpulan yang semula sudah anda yakini meruntuhkan tuduhan saya, begitu saya gembosi, anda langsung pontang-panting mencari ban lain ke mana-mana.
Sepertinya hal yg wajar bagi saya selaku lawan debat anda mencari argument atau sumber lain sebagai pelengkap saat sumber pertama saya seperti yg anda sebut sudah anda gembosi. Kalau menurut anda saya pontang panting, yah saya pun tidak merasa anda berlebihan...
...Saya salut atas keterus-terangan dan kejujuran anda. Sikap seperti itu yang langka dari muslim bila berdebat dengan kafirun. Makanya sudah puluhan kali lawan debat saya, setelah kehabisasn akal, mulai melakukan serangan pribadi atau minimal melecehkan.
@musicman wrote:Toh kita juga berperan sebagai dua debater layaknya dua kandidat presiden yg sedang memainkan simpati dan dukungan Publik untuk bisa dinilai mana yg lebih layak sebagai pemenang....
Hal yg biasa2 saja saat lawan memainkan hiperbola untuk menjatuhkan lawan debat...
...Bagi saya tidak punya target memenangkan perdebatan dan tidak melihatnya mirip perdebatan kandidat presiden. Tokh di sini tidak ada hadiah maupun kenaikan pamor, karena kita menggunakan nama samaran. Yang paling utama saya harapkan adalah muslim mau menggunakan otaknya untuk berpikir. Itu sebabnya saya banyak menggunakan kalimat tanya.
@musicman wrote:
@Andi Cactusa wrote:...Saya memang lupa. Tetapi apa hubungan atau perlunya itu bagi ulasan hadits Muslim 3318? Apa maksud anda bahwa para muhajirin selain bertani kurma juga berdagang?
...Akan saya gunakan isi hadits Muslim 3318 itu sendiri membantahnya. Para muhajirin datang tidak membawa apa pun, lalu berdagang dengan modal nafas atau dengkul saja?
Saling memberi adalah hal yg masuk akal diantara muhajirin dan Anshar..
Anda boleh baca lagi hadits yg saya bawa, bahwa saling memberi adalah salah satu ikatan yg ada diantara kedua belah pihak
...Manusia ada lah makhluk sosial yang diwujudkan dalam “give and take.” Tetapi sebelum hal itu terjadi dibutuhkan waktu untuk interaksi antar individu yang terlibat. Tetapi di mana pun, akan selalu ada yang menginginkan lebih, baik karena karakternya yang tamak mau pun karena terpaksa. Oleh karena kaum muhajirin datang tanpa membawa apa pun, maka mereka tidak pada posisi dapat memberi.
@musicman wrote:
@Andi Cactusa wrote:
...Tunjukkan dalam ulasan atau analisis dan pertanyaan saya yang termasuk ke kategori prasangka, tidak bertanggung-jawab dan tidak rasional. Jangan asal menuduh sembarangan tanpa memberikan buktinya!
Itu pak ..yg saya garis bawahi..
...Ya, sudah lah, saya agak kesulitan untuk melihatnya kembali. Yang selalu saya harapkan dari semua debater ialah, apabila mencap lawan debat dengan sesuatu cap, seharusnya segera diikuti alasan atau jastifikasinya.
@musicman wrote:
@Andi Cactusa wrote:
...Kalau tidak ada dikatakan semua muhajirin menjadi petani kurma pemaroh, apa salah bila diartikan sebagian muhajirin tidak menjadi petani? Muhammad sendiri tidak mau berkebun, apa tidak wajar kalau pengikutnya juga ada yang tidak mau berkebun?
Nabi sendiri memberikan jatah mengelola kebun kepada yg lain lebih karena beliau mementingkan keperluan sahabatnya untuk bisa menerima separuh dari hasil kebunnya. Kalau disebut Nabi tidak mau berkebun, saya rasa lebih masuk akal kesana..karena Nabi pada riwayat lain bukanlah pemalas yg cm ngopi dan ongkang2 kaki saat para pengikutnya bekerja...
...Silahkan anda interpretasikan begitu. Saya tetap berpendapat bahwa Muhammad enggan bertani, karena sudah cukup lama berdagang dan setelah menikahi janda kaya Khadijah hidup sebagi tuan besar.
@musicman wrote:Beliau menjahit pakaiannya sendiri, terdepan saat membangun parit dengan berpeluh bersama para sahabat, dan sering memerah susu sendiri tanpa meminta pertolongan saat banyak tangan bersedia menolong beliau tanpa pamrih..
...Contoh yang anda berikan belum berarti apa-apa bila dibandingkan dengan kebiasaan pasukan Sparta. Ketika menghadapi musuh, bila dilihat dari atas, pasukan Sparta membentuk segitiga seperti mata panah atau tombak. Yang berdiri paling depan adalah komandan pasukan itu.
@musicman wrote:
@Andi Cactusa wrote:
...Rupanya anda sedang menggunakan ukuran sepatu atau baju anda ke saya. Dari mana anda tahu bahwa saya membayangkan seperti dugaan anda itu? Saya malah hanya menggunakan istilah dari hadits yang anda sodorkan, sistem bagi hasil parohan, tetapi anda menuduh saya menganggap hubungan kerjanya adalah tuan atau boss dengan karyawannya. Itu baru jelas termasuk prasangka.
Anda menafsirkan persaudaraan antara Muhajirin dan anshar HANYA dengan ukuran 50:50, tidak lebih dari ukuran itu, karena itu saya perjelas bahwa hubungan diantara mereka lebih dari sekedar itu.
...Saya hanya mengutip apa yang tertulis, kok anda katakan menafsirkan? Justru anda sendiri lah yang melakukan penafsiran, bukan saya. Lalu, karena saya tidak ikut membuat tafsiran yang sama dengan harapan anda, anda tuduh saya menduga hubungan mereka seperti tuan dengan karyawannya.
...Tidak ada kata-kata atau kalimat di hadits Muslim 3318 itu yang mencerminkan lebih dari hubungan kerja bagi hasil.
@musicman wrote:
Saya rasa, ukuran yg tidak mengenal persaudaraan erat dalam ekonomi timbal balik lebih cocok dianalogikan sebagai hubungan antara bos dan karyawannya.
...Silahkan saja bependapat begitu. Sepengetahuan saya, memisahkan urusan “business” dengan hubungan persaudaraan atau pribadi, justru akan lebih baik dan lebih langgeng.
@musicman wrote:
@Andi Cactusa wrote:
...Anda mulai menggunakan argumen yang tidak bisa anda pastikan timingnya. Apa orang-orang Anshar itu anak-anak atau cucu-cucunya Muhammad, sehingga ketika dia baru datang sebagai tamu langsung dapat mengatur-atur orang Anshar?
Lho kan hadits tsb dikatakan “SAAT KAUM MUHAJIRIN TIBA DI MADINAH”..???
...Mari kita lihat kembali. Hadits Bukhari 2128 menceritakan penghapusan waris-mewarisi masa lalu, ketika para muhajirin baru tiba. Bukan berarti hadits itu menceritakan kejadian di masa awal kehadiran muhajirin.
...Susunan kalimat-kalimat dalam hadits itu sendiri sangat membingungkan. Kelihatannya lebih cocok menjadi ayat Al Quran daripada jadi hadits. Kalau dapat anda atau muslim lain membantu saya, tolong berikan yang terjemahan ke dalam bahasa Inggris.
@musicman wrote:Faktanya berbicara kalau mereka saling berbagi waris, kalau anda punya anggapan fihak tamu yg mengatur-atur...saya tidak bisa jawab siapa yg mengatur...karena permintaan anda adalah hal yg tidak ada sumbernya...
tapi pembagian waris itu memang ada..
...Satu contoh adalah kalimat berikut: “ketika orang-orang muhajirin sampai di Madinah, seorang Muhajir mewarisi orang Anshar yang tidak memiliki hubungan kekeluargaan karena persaudaraan yang dipersaudarakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diantara mereka.”
...Hanya seorang atau satu orang muhajir mewarisi orang Anshar. Tidak tepat bila dikatakan bahwa antara para muhajir dan anshar sudah terjadi saling mewarisi. Hal lain yang sulit diterima akal adalah di masa awal kehadiran kaum muhajir, yang tidak punya apa-apa, memarisi (atau memberi waris) kepada orang Anshar, kecuali maksudnya hanyalah “pemanis bibir.”
@musicman wrote:
@Andi Cactusa wrote:...Anda yang serampangan mengatakan bahwa dengan satu hadits Muslim 3318 saja, sudah cukup untuk merontokkan tuduhan saya. Hadits itu saya scrutinize dan hasilnya saya sodorkan. Reaksi anda justru menambal dan mengajukan referensi lain. Apa itu bukan merupakan bukti bahwa kesimpulan awal anda salah dan memang tidak semudah itu?
...Kenapa tidak anda sebutkan perlu melihat kultur ketika anda menulis postingan anda pada hari Sabtu? Mengapa anda malah menganggap kekurangan saya karena tidak melihat kultur orang Arab di masa itu? Yang saya tahu, citra atau image orang Arab adalah pelit atau medit bahkan cenderung tamak atau greedy, sejak saya masih kanak-kanak. Orang Malaysia yang saya kenal juga berpendapat begitu.
Anda lupa kalau kita berbicara manusia2 Arab pada abad 6 masehi, dimana mereka adalah orang2 yg berlomba2 terdepan dalam bersedeqah.

Dari Umar Bin Khathab, dia berkata, “Rasulullah menyuruh kami untuk mengeluarkan sedekah. Kebetulan saat itu aku sedang mamiliki harta. Lalu aku katakan, ‘Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar dimana aku tidak pernah mengalahkan Abu Bakar sebelum ini. Aku datang kepada Rasulullah untuk menginfakkan sebagian dari harta milikku.’ Rasulullah bertanya kepadaku, ‘Lalu apa yang kamu sisakan untuk keluargamu?’ Aku katakan kepada Rasulullah bahwa aku meninggalkan (untuk keluargaku) seperti apa yang aku infakkan (masih tersisa setengah harta untuk keluargaku red-) Kemudian Abu Bakar datang kepada Rasulullah dengan menginfakkan seluruh hartanya. Rasulullah menanyakan padanya, ‘Lalu apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?’ Abu Bakar menjawab, ‘Aku menyisakan untuk mereka Allah dan Rasulullah.’ Aku (Umar) berkata setelah itu bahwa aku tidak mungkin untuk mengalahkannya dalam segala hal untuk selamanya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi).


Sebaiknya lupakan image orang2 arab saat ini pak Andi, kita sedang berbicara sahabat2 Nabi, orang2 arab pada abad 6 M
...Saya sering heran atas jalan pikiran muslim. Dengan satu dua contoh saja menarik kesimpulan bahwa hal itu sudah berlaku umum.
...Saya ragukan bahwa orang-orang Arab jaman dahulu, yang hidupnya di padang pasir amat berat, lebih dermawan (generous) dari orang-orang Arab masa kini. Lagi pula menjadi pertanyaan, apa perilaku orang-orang Arab yang kita kenal tidak berasal dari negerinya sana?
@musicman wrote:
@Andi Cactusa wrote:...Harap lebih cermat dan teliti. Tidak pernah saya gunakan "kebiasaan mencuri."
...Apa penulis hadits Sahih Muslim adalah pemimpi siang bolong, dodol, bego atau sinting, sehingga menulis sampai 21 nomor menyangkut anjing? (no. 3809-3829)
...Berikan atau cari saja alasan yang lebih masuk akal, selain dari mengganggu atau menghalangi Muhammad dkk mencuri. Begitu cara berargumentasi yang benar. Membuktikan ada pekerjaan Muhammad dkk sebagai sumber hidupnya, tidak otomatis menghapus kecurigaan terhadap perintah pembunuhan semua anjing di Madina.
Paling tidak, kebiasaan bersedeqah yg luar biasa dikalangan sahabat sangat tidak berelevansi dengan tuduhan Nabi dan sahabat mencuri dengan membunuh anjing. Hadits perintah membunuh anjing saya akui ada, tapi kalau langsung dianggap sebagai penyebab agar memudahkan Nabi dan sahabat mencuri yah saya rasa tidak masuk akal...karena dikalangan Muslim sendiri tidak terbiasa untuk memelihara anjing, juga termasuk kalangan anshar atau masyarakat madinah..
...Dari jaman dahulu kebiasaan penduduk memelihara anjing sudah ada. Karena anjing merupakan salah satu binatang sahabat manusia yang terbaik. Muslim mulai menjauhi anjing setelah ada perintah Muhammad untuk membunuhinya, yang kemudian diubah menjadi larangan memelihara sebagai binatang kesayangan (pet) di rumah, dan hanya boleh untuk berburu, menjaga kebun atau menjaga kumpulan ternak, lengkap dengan dendanya.
...Saya sendiri belum tahu pasti, apakah kaum Anshar di masa awal hijrah itu secara umum termasuk makmur atau miskin. Yang saya tahu, justru sesama mereka terus bermusuhan, sehingga minta tolong pada Muhammad menjadi juru damai. Tolong berikan keterangan mengenai hal itu dengan dukungan referensi.
@musicman wrote:Kalaupun perintah membunuh anjing lebih masuk akal adalah anjing liar yg tidak ada sangkut pautnya dengan urusan curi mencuri yg anda tuduhkan...
...Yang disuruh dibunuh adalah anjing-anjing peliharaan penduduk di Madinah, jelas dan tegas bukan anjing liar.
...Suatu hipotesis tidak bisa disangkal hanya dengan mengatakan “tidak masuk akal.” Tetapi harus memberikan alternatif lain yang lebih masuk akal. Di pengadilan misalnya, pembela tidak cukup hanya mengatakan bahwa tidak masuk akalnya kliennya melakukan pembunuhan. Pembela harus memberikan alasan. Misalnya berupa alibi bahwa tertuduh sedang berada di tempat lain ketika pembunuhan itu terjadi.
...Saya tahu, karena berhubungan dengan nama baik Muhammad, semua muslim akan menolak atau mengatakan tidak masuk akal. Tetapi coba kita lakukan survey tanpa disebutkan dalam rangka apa. Tanyakan kepada orang dewasa, siapa atau orang berprofesi apa yang paling mungkin membunuh anjing? Saya yakin lebih dari 90% akan memilih “pencuri.”
@musicman wrote:Penyakit anjing barangkali?
...Tidak, bung musicman. Karena dalam nomor hadits berikutnya perintahnya diubah menjadi hanya membunuh anjing hitam dengan dua noktah di keningnya. Warna bulu tidak berkorelasi dengan penyakit.
Sahih Muslim Book 010, Hadith Number 3813.
Abu Zubair heard Jabir b. 'Abdullah (Allah be pleased with him) saying: Allah's Messenger (may peace be upon him) ordered us to kill dogs, and we carried out this order so much so that we also kill the dog coming with a woman from the desert. Then Allah's Apostle (may peace be upon him) forbade their killing. He (the Holy Prophet further) said: It is your duty the jet-black (dog) having two spots (on the eyes), for it is a devil.
@musicman wrote:Saya tidak tahu secara tepat alasannya....tp bukan untuk memudahkan mencuri
...Selama anda atau muslim lainnya tidak bisa memberikan alasan yang lebih masuk akal, maka hipotesis itu belum tersangkal atau diruntuhkan.
@musicman wrote:
@Andi Cactusa wrote:...Ha ha ha. Apa bukan anda yang tersinggung karena saya menulis Muhammad “mengembat” anak gadis ingusan 9 tahun sebagai sinonim “menyetubuhi”?
Lebih tepatnya Kaget pak, bukan tersinggung..
Karena yg saya perhatikan anda ini debater yg selalu mengedepankan intelektualitas dalam berdiskusi...
Kalau urusan tersinggung, saya sudah mati rasa pak. Kalau anda keliling-keliling forum ini, ada post saya yg jelas2 saya katakan kalau saya hanya ongkang2 kaki dan tetap santai nonton TV sambil minum teh hangat saat member disini kebakaran jenggot mendengar al quran dibakar di Amerika..

Percaya saya pak, Nabi2 bagi saya sudah menjadi Hukum alam akan mengalami sindiran, cacian, makian, siksaan bahkan pembunuhan. Jadi kalau sekedar mempermasalahkan ada atau tidaknya embel2 kata NABI didepan nama Muhammad...

Duh, tidak berbekas pak...
...Sayang belum semuanya muslim seperti anda. Bila semua seperti anda, maka tidak akan setiap hari ada kekerasan hingga pembunuhan dibarengi teriakan “Allahhuakbar,” di dunia ini. Teroris muslim akan sirna dan semua situs anti-Islam akan segera dibubarkan oleh pemiliknya.
...Sebenarnya saya juga pernah menggunakan istilah lain yang lebih parah, yakni “memacak” sebagai sinonim dari “menyetubuhi” atau “mengembat.” Herannya, tidak ada muslim yang tersinggung atau kaget. Mungkin karena tidak memahami bahwa istilah itu hanya biasa digunakan bagi hewan.
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Sat Aug 03, 2013 9:16 am

@satria bergitar wrote:
@Andi Cactusa wrote:
@satria bergitar wrote:tambahan sedikit...
melihat bagaimana kerukunan yg diperlihatkan antara kaum anshar dan muhajirin saja secara umum bisa dcermati bahwa tuduhan "mencuri" sangat tidak logis dan mengada-ada...
...Apa dalam waktu yang singkat terus terjadi kerukunan? Sedang antar orang Anshar sendiri masih sering terjadi perkelahian, sampai-sampai Muhammad diundang menjadi juru damai.
Kerukunan tsb terjadi jauh sebelum dilakukannya hijrah oleh rasulullah dari Mekah Ke Madinah…dan bukti sumpah setia 12 orang Madinah pertama yang memeluk Islam sesuai bai'at Aqaba…

http://id.wikipedia.org/wiki/Bai%27at_%27Aqabah_Pertama

Hampir semua sirah nabawiyah meriwayatkan bahwa kepindahan Rasul dan para sahabat dari Mekah Ke Madinah dikarenakan adanya undangan/anjuran dari penduduk Madinah yg sebelumnya telah memeluk islam yakni bani khazraj salah satu suku arab berkuasa selain bani Aus di Madinah atau lebih dikenal sebagai Yatsrib sebelum hijrah..para penduduk inilah yg kemudian hari dikenal sebagai golongan Anshar yg artinya “penolong”…

Silahkan anda tunjukan kemari jika ada referensi yg bertentangan dengan riwayat diatas!
...Yang anda maksukan dengan “jauh sebelum hijrah” itu berapa tahun? Anda ini membesar-besarkan pengaruh Muhammad di Madinah sebelum hijrah. Bisa anda sebutkan sudah berapa banyak orang Anshar yang menjadi muslim sebelum hijrah?
...Apa ada bukti bahwa ke-12 orang Madinah itu mewakili semua penduduk Madinah? Lebih masuk akal bahwa ke-12 muslim itu tidak mewakili semua penduduk Madinah yang masih non-muslim.
...Muhammad diundang untuk menjadi juru damai, karena antar sub etnik Anshar sendiri masih terus terjadi perselisihan.
...Kalau Muhammad diundang, apakah otomatis seluruh hidup pengikutnya juga menjadi tanggungan kaum Anshar?
@satria bergitar wrote:
@Andi Cactusa wrote:
@satria bergitar wrote:besarnya pengorbanan kaum anshar begitu tinggi nilainya sehingga diabadikan dalam Al-Quran surat al-Hasyr/59 ayat 9 :

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa-vang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin);dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)
surat al-Hasyr/59 ayat 9
...Apa anda tahu persisnya kapan ayat Quran ini muncul? Tolong berikan referensinya.
Surah alhasyr turun pada saat pengusiran thdap suku yahudi bani nadlir … Yahudi Bani Nadlir adalah kaum yang berkhianat kepada Rasulullah saw. Pada saat Rasulullah saw akan mengadakan pembicaraan tentang kaum Muslimin yang dibunuh kaum Yahudi, beliau dikhianati. Mereka menyimpan batu di atas pintu masuk supaya beliau tertimpa batu tersebut (‘Ainul Yaqin hal 71).

Ayat 1-5 menjelaskan tentang peristiwa pengusiran tsb...sementara ayat 9 berkaitan dengan pembuktian komitmen kaum anshar sebagai kaum penolong…

Pengusiran tsb dilakukan 6 bulan setelah perang badar…perang badar sendiri terjadi tahun ke dua hijriah…
http://alquranmulia.wordpress.com/2013/01/15/asbabun-nuzul-surah-al-hasyr/
http://ilmuhayat.blogspot.com/2012/11/tafsir-qs-al-hasyr-ayat-9-qs-ali-imran.html

substansi dari ayat ke 9 tsb adalah penegasan konsistensinya kaum Anshar menjadi penolong kaum Muhajirin selama di Madinah…juga bukti kuatnya tali persaudaraan diantara mereka…
...Berarti ayat itu di keluarkan setelah Desember 623, tepatnya September 624. Situasi dan keadaan tentunya sudah berubah: Muhammad dkk sudah berhenti mencuri dan pengaruhnya sudah besar .
@satria bergitar wrote:
@Andi Cactusa wrote:
@satria bergitar wrote:Berkaitan dengan ayat di atas, terdapat sebuah kisah sangat masyhur yang melatarbelakangi turunnya ayat 9 surat al-Hasyr. Abu Hurairah ra menceritakan: Ada seseorang yang mendatangi Rasulullah saw (dalam keadaan lapar), lalu beliau mengirim utusan ke para istri beliau .Para istri Rasulullah saw menjawab: "Kami tidak memiliki apapun kecuali air". Rasulullah saw bersabda:"Siapakah di antara kalian yang ingin menjamu orang ini?" Salah seorang kaum Anshar berseru: "Saya," lalu orang Anshar ini membawa lelaki tadi ke rumah istrinya, (dan) ia berkata: "Muliakanlah tamu Rasulullah!" istrinya menjawab: "Kami tidak memiliki apapun kecuali jatah makanan untuk anak-anak". Orang Anshar itu berkata: "Siapkanlah makananmu itu! Nyalakanlah lampu, dan tidurkanlah anak-anak kalau mereka minta makan malam!" Kemudian, wanita itu pun menyiapkan makanan, menyalakan lampu, dan menidurkan anak-anaknya. Dia lalu bangkit, seakan hendak memperbaiki lampu dan memadamkannya. Kedua suami istri ini memperlihatkan seakan mereka sedang makan. Setelah itu mereka tidur dalam keadaan lapar. Keesokan harinya, sang suami datang menghadap Rasulullah saw, Beliau bersabda: "Malam ini Allah tertawa atau ta'ajjub dengan perilaku kalian berdua. Lalu Allah Ta'alaa menurunkan ayat Nya, (yang artinya): dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung .Qs. Al-Hasyr/59 ayat 9. (HR Imam Bukhari)
...Tolong buktikan dengan referensi, bahwa cerita itu berlangsung di awal kehadiran Muhammad dkk di Madinah. Apakah hanya dengan contoh satu orang saja, sudah cukup mewakili karakter semua orang Anshar?

memang tidak mewakili keselurhan..sebab setiap kelompok pasti saja ada salah satu orang yg munafik dsb...tp secara umum sudah cukup menggambarkan pengorbanan kaun Asnhar
...”Tidak mewakili keseluruhan tetapi secara umum cukup menggambarkan keseluruhan.” Apa anda memahami apa yang anda tulis itu?
@satria bergitar wrote:Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Yazid al-Asham bahwa kaum Anshar berkata: “Ya Rasulullah, bagi dualah tanah ini untuk kami (kaum Anshar) dan kaum Muhajirin.” Nabi saw. bersabda: “Tidak. Penuhi sajalah keperluan mereka dan bagilah buah kurmanya. Tanah ini tetap kepunyaanmu.” Mereka menjawab: “Kami ridha atas keputusan itu.

Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari Muharib bin Ditsar yang bersumber dari Ibnu ‘Umar bahwa salah seorang shahabat Rasulullah saw diberi kepala kambing. Dalam hatinya shahabat itu berkata: “Mungkin orang lain lebih memerlukannya daripada aku.” Seketika itu juga kepala kambing itu dikirimkan kepada kawannya, tapi oleh kawannya dikirimkan lagi kepada yang lainnya (sampai tujuh rumah). Akhirnya kepala kambing itu kembali lagi kepada yang pertama. peristiwa tersebut melukiskan bahwa setiap umat Islam selalu memperhatikan nasib sesamanya.

peristiwa tsb terjadi pada awal kedatangan kaum Muhajirin di madinah...

http://alquranmulia.wordpress.com/2013/01/15/asbabun-nuzul-surah-al-hasyr/
...Untuk memoles wajah Islam dan Muhammad, maka kejadian baik yang hanya satu-dua saja akan dianggap mencerminkan keseluruhan.
...Apa anda belum pernah memelajari dan melaksanakan sampling method, yakni cara mengambil sample yang dapat mewakili suatu populasi dalam suatu penelitian atau survey?. Secara ilmiah, tidak akan diterima satu-dua kasus mewakili semua populasi yang ratusan apalagi ribuan.
@satria bergitar wrote:
@Andi Cactusa wrote:
@satria bergitar wrote:kenapa harus mencuri jika orang yg akan kita curi rela berkorban mendahulukan kepntingan kita??
...Silahkan buktikan bahwa orang Anshar rela berkorban untuk kaum muhajirin. Kebun kurmanya saja diserahkan dengan sistem bagi hasil 50:50. Apa itu sudah merupakan ciri orang yang rela berkorban?
lihat hadist diatas... mengenai kebun kurma sebenarnya orang anshar tsb ingin membagi sepnuhnya tanah miliknya dengan kaum muhajirin...akan tetapi rasul melarang hal tsb
...Di mana ada disebutkan bahwa semua orang Anshar ingin menyerahkan kebunnya secara gratis? Jangan lupa bahwa di tahun pertama, belum semua orang Anshar menjadi muslim.
...Kalau begitu berbeda atau bertentangan dengan Sahih Muslim 3318 yang diajukan oleh bung Musicman. Karena dalam hadits itu hanya disebutkan pemberian kerja dengan bagi hasil.
@satria bergitar wrote:
@Andi Cactusa wrote:...Harap diperhatikan bahwa jawaban terhadap pertanyaan pertama tidak otomatis menjawab pertanyaan ke-2, seperti yang dilakukan oleh bung musicman.
ketiwi

lha klo udah ada yg mau nolong...ngapain nyuri hehehe ketiwi
rupanya bung andi lebih mempertahankan harga diri ketimbang menerima logika dari akal sehat yg saya sodorkan...

...Coba tunjukkan referensi yang mengatakan bahwa pada tahun pertama hijrah, sudah ribuan orang Anshar jadi muslim dan hidup makmur atau berkelebihan, sehingga sanggup terus-menerus menghidupi semua muhajirin selama setahun.
...Katakan lah, sudah ada yang menolong, walau kemampuan dan jumlah mereka masih dipertanyakan. Tetapi tetap tidak menjawab pertanyaan, “Mengapa Muhammad menyuruh para pengikutnya membunuhi semua anjing di Madinah?”
...Rupanya teramat sulit masuk akal anda, bahwa di sini digunakan dua pendekatan atau pembuktian untuk menjawab apakah Muhammad dkk pernah hidup dari mencuri. Sehingga keduanya harus dibantah secara terpisah.
...Harga diri apa yang saya pertahankan di LI ini? Wong, Andi Cactusa itu bukan nama asli saya, kok! Namun demikian, saya berdebat dengan sikap seolah-olah menggunakan nama asli.
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Andi Cactusa on Sat Aug 03, 2013 10:00 am

@satria bergitar wrote:
@Andi Cactusa wrote:
@satria bergitar wrote:jangan lupa juga mengenai piagam madinah...

Piagam ini mengandungi 32 fasal yang menyentuh segenap aspek kehidupan termasuk akidah, akhlak, kebajikan, undang-undang, kemasyarakatan, ekonomi dan lain-lain. Di dalamnya juga terkandung aspek khusus yang mesti dipatuhi oleh kaum Muslimin seperti tidak mensyirikkan Allah, tolong-menolong sesama mukmin, bertaqwa dan lain-lain.

piagam tersebut berlaku tidak hanya untuk muslim saja tetap juga bagi non muslim...

salah satu isinya adalah sebagai berikut...

Pasal 13
Orang-orang mukmin yang taqwa harus menentang orang yang diantara mereka mencari atau menuntut sesuatu secara zalim , jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka.

bagaimana rasulullah harus mencuri jika salah satu isi piagam madinah yg diprakarsai olehnya mengharuskan setiap orang untuk taat thdp hukum dan tidak berbuat jahat???

...Kapan ada dan mulai berlakunya piagam Madinah itu? Tolong berikan waktu (timing) yang tepat disertai referensinya.
sy belum menemukan referensi yg menerangkan secara tepat waktu dikeluarkannya piagam Madinah tsb...yg jelas Piagam tsb dibuat pada awal kedatangan rasul yaitu tahun pertama hijrah 622 Masehi...

http://ms.wikipedia.org/wiki/Piagam_Madinah
...Dalam satu pernyataan saja anda sudah membuat kontradiksi. “sy belum menemukan referensi yg menerangkan secara tepat waktu dikeluarkannya piagam Madinah tsb...yg jelas Piagam tsb dibuat pada awal kedatangan rasul yaitu tahun pertama hijrah 622 Masehi... “
...Tujuan utama piagam Madinah adalah untuk mendamaikan perkelahian antara suku Aws (Aus) dengan Khazraj. Ini kutipannya: “The document was drawn up with the explicit concern of bringing to an end the bitter inter tribal fighting between the clans of the Aws (Aus) and Khazraj within Medina.” (Lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Constitution_of_Medina). Lalu apa kaitannya dengan kehidupan awal para muhajirin kere di tahun pertama?
...Ada yang mengatakan sebelum perang Badr ( 17 Maret 624) tetapi ada juga yang menduga setelahnya. Ini saya kutip lagi dari situs di atas: “Hubert Grimme believes the Constitution was drafted in the post-Badr period, while Cetani argues that the document was complete before the Battle of Badr.
@satria bergitar wrote:
@Andi Cactusa wrote:...Jangan anda lupakan muslim hanya boleh beristeri maksimum empat, sedang Muhammad beristeri sembilan orang. Dan semua janda boleh menikah lagi, kecuali isteri-isterinya.
oh jd ini tolak ukur kenapa anda tidak mempercayai Piagam Madinah...

sementara saya sibuk menyodorkan referensi riwayat dan membahas substansi masalah dengan "elegannya" anda berceloteh tentang hal-hal lain diluar pokok masalah...luarrr biasssa
...Sebelumnya anda selalu mengutip tulisan anda disusul dengan tulisan saya. Baru kemudian anda berikan tanggapan anda. Tetapi kali ini saya yakin sengaja tidak anda kutip tulisan anda sebelumnya, agar pembaca tidak memahami ujung-pangkal respons saya itu. Di bawah ini saya kutip kembali tulisan anda yang saya respons:
@satria bergitar wrote: bagaimana rasulullah harus mencuri jika salah satu isi piagam madinah yg diprakarsai olehnya mengharuskan setiap orang untuk taat thdp hukum dan tidak berbuat jahat???
...Di samping piagam Madinah ada setelah lewat “masa kritis” kehidupan para muhajirin sehingga irrelevant, jawaban saya itu merupakan bukti bahwa Muhammad tidak selalu menaati peraturan yang dibuatnya sendiri.
...Juga untuk mencegah muslim dengan yakin nongol di sini dan berkata: “Tidak mungkin Muhammad mencuri, karena Muhammad memerintahkan memotong tangan orang yang mencuri.”
@satria bergitar wrote:oh ya... ngomong2 referensi...seingat saya anda belum pernah menyodorkan sekalipun riwayat tentang rasul / kaum muhajirin yg mengisahkan pencurian thdp orang anshar atau suku yg lainnya di Madinah?!
...Terpaksa saya ulangi jawaban saya kepada bung Musicman. Tidak ada pencuri yang mencatat kegiatan mencurinya, apalagi menyebar-luaskannya kepada orang lain. Selain memalukan, para muhajirin akan segera diusir dari Madinah bila diketahuli oleh penduduk lokal. Jadi, sangat wajar bila tidak ada catatan mengenai hal itu. Anda pun tidak akan bisa memberikan referensi bahwa Muhammad dkk tidak pernah melakukan pencurian di masa awal kehadirannya di Madinah.
@satria bergitar wrote:sejauh ini kesimpulan mencuri hanya didasarkan pada mata pencaharian dan hadis membunuh anjing saja yg sifatnya dugaan semata....kesimpulan dini yg lemah bahkan jauh dari pantas disebut hipotesis melihat fakta riwayat yg ada...dan dapat dipatahkan dgn logika sederhana sekalipun....
....Ini benar-benar mengherankan bagi saya. Masih dalam status hipotesis sudah anda katakan kesimpulan. Apa hal sesederhana itu saja sulit anda fahami? Atau barangkali anda tidak memahami perbedaan hipotesis dengan kesimpulan?
...Selama ini belum pernah saya temukan seorang bergelar S-1 kesulitan memahami, mengoperasikan atau menempatkan hipotesis dalam suatu proses menuju ke kesimpulan. Apalagi mahasiswa S-2 seperti anda. Saya jadi ingin bertanya, “Apa yang anda pelajari selama ini?” Apa sudah demikian merosotnya kah mutu perguruan tinggi kita?, Sehingga orang bergelar S-1 dan katanya sedang menempuh S-2, tidak tahu kalau hipotesis itu sama dengan dugaan yang reasonable karena ada alasannya?
...Kalau hipotesis terbukti, maka hipotesis berubah menjadi kesimpulan. Sedang bila tidak terbukti atau terbantah, maka kesimpulannya bertentangan dengan bunyi hipotesisnya.
...Sejauh ini saya belum menyimpulkan apakah Muhammad dkk pernah mencuri atau tidak di tahun pertama hijrah ke Madinah! Justru itu yang sedang diperdebatkan. Dalam makalah, thesis, disertasi atau diskusi, kesimpulan selalu paling akhir atau menjadi penutup. Masa' itu saja tidak anda fahami?
@satria bergitar wrote:paling tidak anda sebutkan satu referensi pendukung misalnya ada riwayat tentang kehilangan harta seorang anshar dsb meskipun belum diketahui pencurinya dll ...sejauh ini?? nol! elegan sekali
...Apa pada waktu itu sudah ada tempat pengaduan orang yang kehilangan? Saya yakin tidak ada. Wajar bila tidak ada catatan mengenai hal itu. Lagi pula, hadits ditulis sekitar 150-200 tahun kemudian, dan tidak ada pewari yang menceritakan kecurian di masa awal hijrah.
...Alasan mengapa Muhammad memerintahkan pembunuhan anjing saja tidak ada referensinya. Sehingga saya jadikan hipotesis. Dari dahulu hingga sekarang hanya pencuri yang paling sering membunuh anjing, karena menghalangi atau mengganggu keberhasilannya.
@satria bergitar wrote:referensi riwayat mencuri please....
...Sebenarnya, apakah anda baca atau tidak dari awal thread ini? Atau karena anda tidak sanggup memahami jalan pikiran atau approach yang saya gunakan? Sehingga masih bertanya seperti itu!
...Bila sudah ada referensi yang mengatakan bahwa Muhammad dkk pernah mencuri, untuk apa mengajukan hipotesis? Nanti di babak ke-dua dan seterusnya, saya tidak akan menggunakan pendekatan seperti di babak pertama ini.
avatar
Andi Cactusa
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 784
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 08.10.12
Reputation : 30

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apakah Muhammad Orang Mulia?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 4 dari 9 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik