FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

iraq dan syam diboikot rum

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

iraq dan syam diboikot rum

Post by darussalam on Thu Dec 08, 2011 10:49 pm

Rasulullah saw bersabda, “Hampir saja tidak boleh dibawah ke negeri Irak secupak makanan atau sebuah dirham”, kami (sahabat) bertanya : “Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab : “Orang-orang ‘ajam (non Arab) yang melarang hal tersebut”. Kemudian beliau saw berkata : “Hampir saja tidak boleh dibawa secupak makanan atau sebuah dinar kepada penduduk Syam ”, kami bertanya : “Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab :”Orang-orang Rum. ” kemudian ia (Jabir) diam sejenak dan berkata : Telah bersabda Rasulullah saw : “Pada akhir umatku akan ada seorang khalifah yang melimpahkan harta selimpah-limpahnya dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya.”


Kehancuran Iraq merupakan awal dari Perang Dunia III kemudian merembet ke Syam. Memicu ketegangan antara negara-negara Arab dengan Israel. Sehingga terjadi perang Libanon. Dan Perang Libanon merupakan pintu bagi Armegeddon.
Realitas politik yang terjadi sekarang ini menunjukkan arus ke arah itu, yaitu bergulirnya upaya-upaya Amerika dan Inggris (Rum) bagi penghancuran dinding yang kokoh Iraq, As Saddam. Amerika terus melakukan kampanye mencari dukungan bagi penghancuran Iraq. Delegasi Iraq sendiri dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi di Afrika Selatan pada awal bulan September 2002, telah meminta dukungan negara-negara Islam agar bersatu melawan upaya Amerika tersebut.
Mofif apa yang menyebabkan Amerika (Rum) hendak menghancurkan Iraq? Terdapat dua alasan yang melatarbelakangi motif tersebut, yaitu : Realitas Politik dan Realitas Ekonomi. Suatu realitas yang saling mempengarui dalam kepentingan ‘hidup matinya’ negara.
Realitas Politik dalam arti bahwa Penghancuran Iraq sudah lama menjadi agenda Amerika. Suatu realitas yang lahir dari ‘dendam kesumat’ yang terpendam lama. Di mulai dari pemerintahan George Bush, kemudian dilanjutkan oleh Bill Clinton dan akan dilanjutkan lagi oleh cucu dari George Bush yaitu George ‘Walker’ Bush. Realitas ini juga dipicu oleh realitas ekonomi Amerika yang terus menuju kepada kehancuran. Dengan adanya peperangan terhadap Iraq, diharapkan produksi persenjataan Amerika tidak mengalami Stagnasi. Dengan kelancaran produksi senjata maka angka pengangguran dapat dikurangi, yang berarti tingkat perekonomian akan naik.
Realitas Ekonomi. Keterpurukan ekonomi di Amerika menyebabkan banyak tenaga kerja yang di-PHK di perusahaan-perusahaan Amerika, terutama perusahaan yang berhubungan dengan produksi perlengkapan militer berteknologi tingggi, seperti perusahaan senjata, pesawat tempur, kapal perang dan satelit. Hal ini disebabkan oleh tidak lakunya ‘barang-barang berteknologi tinggi tersebut. Ketidaklakuan barang tersebut disebabkan dunia dalam keadaan damai. Maka Amerika dengan didukung Israel i terus berupaya agar dunia dalam keadaan perang. Bagi Amerika, perang berarti perdagangan, ada perang berarti ada uang.
Keterpurukan perekonomian Amerika yang sengaja ditutup-tutupi akhirnya tercium juga. Hal tersebut dapat diketahui dari ketidakhadiran delegasi Amerika Serikat pada KTT Bumi di Afrika Selatan pada bulan September 2002. Ketidakhadiran ini dilakukan Amerika dengan alasan bahwa pelaksanaan Agenda 21 hanya akan menghambat perkembangan perusahaan-perusahan di Amerika Serikat.
Realitas ekonomi yang lain adalah kepentingan Amerika terhadap tanah Iraq, yaitu realitas oil and gold. Melalui Satelit bersensor tinggi, Amerika berhasil memotret kandungan minyak (oil) yang begitu besar di bumi Iraq, juga kandungan Emas (gold) yang besar seperti gunung di sungai Eufrate.
Kandungan emas sebesar gunung yang tersimpan di Iraq, yaitu di sungai Eufrate, dapat kita ketahui dari hadits Nabi, dari Abu Hurairah ra bahwa Rasululllah saw bersabda, “Tidak akan datang hari kiamat, sebelum sungai Furat (Euphrat) menyingkapkan gunung emas (jabal min dzahab), dimana orang-orang saling membunuh untuk memperebutkannya. Sehingga dari 100 orang akan terbunuh sebanyak 99 orang, dan setiap orang diantara mereka mengatakan ‘mudah-mudahan akulah yang beruntung’.” Emas sebesar gunung inilah yang sekarang berhasil dipotret oleh satelit Amerika. Sehingga Amerika ingin menguasainya.
Amerika ingin menguasai hal tersebut, Amerika ingin datang sebelum yang lain datang manguasai. Berbagai cara dibuat untuk menguasai Iraq. Berbagai alasan dilontarkan bagi maksud tersebut. Isu-isu diciptakan untuk meretas jalan bagi penghancuran Iraq. Rasulullah, Nabi Muhammad saw telah menubuatkan dalam haditsnya, Rasulullah saw bersabda, “Akan muncul barang-barang tambang dan akan datang pula ke sana sejahat-jahat makhluk Allah .” Kandungan minyak dan emas yang begitu melimpah inilah yang mengundang datangnya ‘sejahat-jahat makhluk Allah’ (Syirooru Kholqilloh), siapa lagi kalau bukan sisa-sisa kolonialis modern Amerika yang didukung oleh Inggris dan Israel. Dialah yang paling tepat disebut ‘Sejahat-jahat Makhluk’.
Realitas Agama. Bahwa penyerangan Amerika terhadap negara-negara Islam seperti Afganistan, dan Iraq tak lepas dari ambisi agama. Mereka tidak akan pernah rela sebelum umat Islam mengikuti agama mereka. Kaum Muslimin akan berkerjasama dengan Rum atau Roma (Amerika & Eropa) dalam memerangi musuh yang diciptkan ole Rum, sebagaimana Rasulullah saw sabdakan : “Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh dari belakang mereka. Maka kalian akan selamat dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit ‘At Tall dzu Murj’. Maka berdirilah seorang laki-laki dari kaum Rum, lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata : ‘Salib telah menang!’. Maka datanglah kepadanya seorang lelaki dari kaum Muslimin, lalu ia membunuh laki-laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berkhianat dan terjadilah perang, dimana mereka akan bersatu menghadapi kalian dibawah 80 bendera, dan dibawah tiap-tiap bendera terdapat 12.000 tentara.”
Ketika kaum Muslimin berhasil memenangkan peperangan ini, maka tampak hakekat musuh dibelakang mereka, bahwa ternyata musuh tersebut adalah hasil bentukan atau ciptaan mereka / Rum sendiri. Maka terbongkarlah kedok selama ini. Akhirnya, Rum (dalam hal ini Amerika) berusaha membawa konflik ini kepada permasalahan agama. Mereka berpendapat bahwa dengan memindah konflik tersebut ke mainstream agama, maka negara-negara Kristen yang selama ini tak mendukung Rum, diharapkan ikut membantu Rum dalam pertempuran melawan ‘teroris’ Islam. Dan sekarang, sebuah scenario global telah mengarah ke situ!
Apa Keuntungan bagi Israel? Penyerang terhadap Iraq merupakan salah satu program Zionis Israel bagi terlaksananya impian ‘Erest Israel’ (Israel Raya). ‘Israel Raya’ hanya dapat diwujudkan bila negara-negara Islam di Timur Tengah mengalamai chaos, mengalama instabilitas. Keuntungan yang didapatkan dari dampak perang tersebut, yaitu diharapkan Iraq akan membalas serangan Amerika dan Inggris dengan cara menyerang Israel. Inilah yang diharapkan Israel, dengan peristiwa ini maka ada alasan bagi Israel untuk mengajukan proposal bantuan senjata dan dana kepada Konggres Amerika. Melihat realita tersebut maka Konggres dengan suara bulat, tanpa perdebatan panjang, akan menyetujui pengiriman paket besar ‘dana dan senjata’ kepada Israel.
Dana dan Senjata tersebut bukannya untuk mempertahankan diri terhadap serangan balasan Iraq, tetapi diperuntukkan bagi rencana Israel yang lain, yaitu mencaplok Libanon yang dianggap paling lemah di Timur Tengah.
Untuk maksud-maksud tersebut maka Iraq diboikot. Dan pemboikotan ini sedang dan terus berlangsung saat buku ini ditulis (Agustus, 2002). Selepas itu sangat mungkin Iraq akan dikuasai, dihancurkan oleh Amerika. Kemudian diganti dengan rezim baru, rezim boneka yang bisa didekte oleh Amerika demi kepentingan politik dan ekonomi (minyak dan emas). Dimana simbol kehancuran Iraq akan ditandai dengan tergulingnya Presiden Saddam Husein (Saddam = penghancur). Tergulingnya Saddam inilah yang menjadi tonggak kehancuran Iraq.
Ketika Iraq diserang oleh Amerika dan Inggris, maka negara-negara Arab memprotesnya . Negara-negara Arab di Syam (Yordan, Syria, Palestina) akan memprotes, bahkan akan membantu Iraq. Dengan mensuplai senjata dengan diam-diam. Hal inilah kemudian yang memungkinkan Amerika untuk memboikot Syam sebagimana tersebut dalah Hadits, Rasulullah saw bersabda, “Hampir saja tidak boleh dibawah ke negeri Irak secupak makanan atau sebuah dirham”, kami (sahabat) bertanya : “Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab : “Orang-orang ‘ajam (non Arab) yang melarang hal tersebut”. Kemudian beliau saw berkata : “Hampir saja tidak boleh dibawa secupak makanan atau sebuah dinar kepada penduduk Syam ”, kami bertanya : “Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab :”Orang-orang Rum. ” kemudian ia (Jabir) diam sejenak dan berkata : Telah bersabda Rasulullah saw : “Pada akhir umatku akan ada seorang khalifah yang melimpahkan harta selimpah-limpahnya dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya.”
Terjadinya pemboikotan terhadap Iraq dan Syam serta kehancuran Iraq merupakan tanda bagi munculnya ‘Al Mahdi’ yaitu ‘manusia yang mendapat petunjuk’ yang selama ini selalu ditunggu-tunggu kaum muslimin. Agaknya Allah berkehendak untuk mengobati derita kaum muslimin selama ini, yaitu dengan memunculkan hambanya, Al Mahdi yang mendapat petunjuk. Sebagaimana dikabarkan dalam manuskrip-manuskrip kuno, “Seorang pemuda dari Ka’bah Tuhan menguasai Al Arz dan Al Mujaddil dalam perang dunia yang mengerikan, dengan seluruh musuh yang bergabung. Telah dekat keluarnya bersama bintang yang mempunyai api dan lidah api. Dan tandanya adalah kehancuran Iraq yang menggenaskan dalam perang dunia yang mengerikan, dan pemuda Tuhan itu sudah hampir keluar. Bencana di seluruh penjuru dunia Arab….”
Dalam sebuah riwayat yang tidak berani disampaikan semasa hidupnya, Abu Hurairah ra –ketika hampir tiba saat kematiannya – berkata kepada orang-orang disekitarnya : “ Riwayat itu berkaitan dengan berita yang kuketahui tentang keadaan dalam perang akhir zaman.” Mereka berkata, “Sampaikanlah kepada kami. Tidak apa-apa dan semoga Allah memberimu balasan dengan kebaikan. Maka abu Hurairah ra pun berkata, “…….Di Iraq muncul seorang laki-laki yang bertindak sewenang-wenang…..Di salah satu matanya terdapat sedikit tanda kemalasan. Namanya Ash Shaddam, yakni penghancur bagi orang-orang yang bersekutu untuk menentangnya di Kuwait kecil yang dimasukinya. Ia adalah Madhun. Tidak ada kebaikan bagi as-Sufyani kecuali dengan Islam. Ia baik dan buruk, dan kecelakaan bagi pengkhianat Al Mahdi yang terpercaya. Dalam rangkaian Hijriah ‘Seribu Empat Ratus (tahun) , dan hitungan Dua dan Tiga’ ….Al Mahdi Al Amin keluar dan memerangi seluruh dunia yang menghimpun orang-orang sesat dan dimurkai Tuhan, dan orang-orang yang terseret dalam kemunafikan di Bumi Isra’ dan Mi’raj, di tepi Bukit Majidun. Dalam perang itu keluar seorang ratu dunia, pelaku makar, dan pelacur. Namanya Amirika. Ia memimpin dunia dalam kesesatan dan kekafiran. Sementara itu, yahudi dunia saat itu berada di tempat yang paling tinggi. ……Di tanah Isra’ dan Mi’raj terjadi perang dunia yang disitu Al Mahdi memberi peringatan kepada orang-orang kafir bila mereka tidak mau keluar. Maka, orang-orang kafir dunia berkumpul untuk memerangi Al Mahdi dalam pasukan sangat besar yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dalam kelompok kekuatan Yahudi Al Khazar dan Bani Israel masih terdapat pasukan lain yang tidak diketahui jumlahnya. Al Mahdi melihat bahwa siksa Allah sangat mengerikan, dan bahwa janji Allah benar-benar telah datang dan tidak diakhirkan lagi. Kemudian Allah melempari mereka dangan lemparan yang sangat dahsyat. Bumi, lautan, dan langit terbakar untuk mereka, dan langit menurunkan hujan yang sangat buruk. Seluruh penduduk bumi mengutuk semua orang kafir dunia, dan Allah mengizinkan lenyapnya seluruh orang kafir di Perang Dajjal, dan perangnya terjadi di negeri Syam dan kejahatan….”

Kehancuran Iraq merupakan awal dari perang dunia, yaitu Perang Dunia III, yang akan menyeret seluruh bangsa-bangsa di dunia. Amerika dan Inggris serta Israellah yang memulai. Pada bulan September 2002, Amerika telah mengkampanyekan idenya bagi penyerangan ke Iraq. Israel menyambut positif dan mendukung aksi penyerangan tersebut. Kemudian pada awal bulan September 2002, Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, telah menyerukan kepada rakyat agar bersiap bagi peperangan melawan Iraq. Selandia Baru yang berada di ujung timur dan selatan dunia pun turut andil dalam program tersebut. Sebuah kesepakatan rahasia telah ditandatangi antara Amerika dan Inggris, tentang masa depan Iraq pasca perang, tentang pembagian hasil ‘minyak dan emas’ yang terkandung di Iraq. Sebuah rencana perang memang membutuhkan perhitungan untung rugi.
Sebuah rencana manusia hanyalah tinggal rencana, tak semulus yang diharapkan. Iraq mungkin hancur, tetapi jiwa yang tersimpan dalam dada rakyatnya tetap menggelora. Mereka akan terus berjuang melawan ‘Sejahat-jahat Makhluk’, yaitu Amerika dan Kroninya. Sampai akhirnya Al Mahdi berhasil membebaskan kembali Iraq.
Amerika dan Inggris (Rum) serta Israel telah mengali kuburnya sendiri, ekspansinya ke Iraq telah menyeret dunia dalam Perang Dunia III, sehingga dunia terpolar menjadi dua kutub saja, yaitu Kafir (Rum yang dimotori Amerika, Eropa, Israel serta sekutu-sekutunya dalam satu kutub) dan kutub Islam yang mereka anggap sebagai ‘teroris’. Pertempuran ini mencapai puncaknya ketika semua kutub itu berkumpul di Pegunungan Syam, di Pegunungan Samaria, di Magiddo yang terkenal dengan ARMAGEDDON. Dengan hasil akhir berupa kemenangan di pihak kaum muslimin, dengan pertolongan dari Allah secara langsung berupa “Kemudian Allah melempari mereka dangan lemparan yang sangat dahsyat” sebagaimana yang disebutkan oleh Abu Hurairah ra di atas.
Bacalah Al Qur’an , “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata. Yang meliputi semua manusia. Inilah adzab yang pedih . (Mereka berdoa : ‘Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami adzab itu, sesunguhnya kami akan beriman’. Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan. Kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata, ‘Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila’. Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar). (ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras, sesungguhnya Kami pemberi balasan.” (Al Qur’an Ad Dukhan : 10-16)
avatar
darussalam
Co-Administrator
Co-Administrator

Male
Posts : 411
Kepercayaan : Islam
Location : Brunei Darussalam
Join date : 25.11.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik