FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

al mahdi sang pemimpin

Halaman 5 dari 14 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 9 ... 14  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

al mahdi sang pemimpin

Post by darussalam on Thu Dec 08, 2011 11:04 pm

First topic message reminder :

Dari Ali ra., ia berkata : Rosulullah saw bersabda :
“Al Mahdi itu dari golongan kami, Ahli Bait. Allah memperbaikinya dalam satu malam.”

Mengenai hadits ini, Ibnu Katsir dalam kitabnya An-Nihayah fil Fitan wal Malahim, berkata : “Allah menerima taubatnya dan memberinya taufik, memberinya ilham dan bimbingan setelah sebelumnya tidak demikian.”

Ciri-ciri


Tempat Muncul

Imam Mahdi dalam Taurat
Berita tentang kedatangan Imam Mahdi telah disebutkan dalam Taurat, yaitu dalam kitab Ulangan pasal 33 ayat 1-3 :
“Inilah berkat yang diberikan Musa, Hamba Allah itu, kepada orang Israel sebelum ia wafat. Berkatalah ia : “Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir ; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus ; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala. Sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus ..”

Dari teks Taurat di atas menjelaskan tentang wasiat terakhir nabi Musa as sebelum beliau meninggal dunia. “Tuhan datang dari Sinai” maksudnya Allah mengutus rasul-Nya yaitu Nabi Musa as. Kemudian setelah itu Allah mengutus nabi Isa as di Seir yaitu di Nazaret di sebelah utara Yerusalem yang disebut dengan “terbit kepada mereka dari Seir”, setelah itu Allah mengutus Nabi Muhammad saw yang disebut dengan “Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran”. Dengan diutusnya Nabi Muhammad maka agama Allah akan bersinar/memancar keseluruh alam/dunia. Pegunungan Paran adalah pegunungan di Mekkah di Jazirah Arab. Orang yahudi mengartikan “Pegunungan Paran” adalah “tahi lalat”, hal ini dilakukan agar mereka tidak terjebak pada pengakuan kepada Nabi Muhammad. Hal ini merupakan kesombongan orang Yahudi untuk menutup-nutupi berita tentang kenabian Nabi Muhammad yang muncul di pegunungan Paran, Mekkah.
Bila orang Yahudi menafsirkan Pegunungan Paran dengan pegunungan di Mekkah, maka mereka harus mengakui kenabian Nabi Muhammad, hal ini adalah suatu hal yang tidak mereka inginkan.
Bukti bahwa Pegunungan Paran adalah pegunungan di Mekkah, dapat diketahui dari Taurat sendiri, yaitu pada kitab Kejadian pasal 21 dengan judul “Abraham mengusir Hagar dan Ismael”, yaitu ketika Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismael di Mekah yang tandus sehingga mereka berdua kehausan sampai Ismail menangis :
“ Allah mendengar suara anak itu,. Lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, katanya kepadanya : “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Jangan takut, sebab Allah tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur ; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum . Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. Maka ia tinggallah di padang gurun Paran , dan ibunya mengambil seorang istri baginya dari tanah Mesir.”

Dari teks tersebut, orang Yahudi tidak bisa membantah kenyataan bahwa Pegunungan Paran adalah kota Mekkah, tempat diutusnya Nabi Muhammad saw juga tempat menetapnya Hajar dan Ismai, yang di situ Allah munculkan sumur (Air Zam Zam).
Setelah mengutus Nabi Muhammad saw, maka Allah akan mengutus Imam Mahdi. Tentang kedatangan Imam Mahdi dikatakan : “….datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya, tampak kepada mereka api yang menyala”. Imam mahdi akan muncul dari puluhan orang kudus, yaitu puluhan ribu orang yang sedang melaksanakan ibadah Haji, di musim Haji. Dibaiat di sebelah kanan Ka’bah yaitu rukun yamani (kanan = Yamin, Yamani - bhs arab), tepatnya di antara rukun yamani dan maqom Ibrahim. Hal tersebut sesuai dengan hadits - telah bersabda Rosulullah saw : “Akan dibaiat seorang laki-laki antara maqam Ibrahim dengan sudut ka’bah.”
Ibnu Katsir dalam An-Nihaayah Fil Fitan wal Malaahim, dalam bab yang berjudul “Al Mahdi adalah salah seorang Khulafaur Rasyidin” menuliskan : Dari Ummu Salamah, istri Nabi dari Nabi beliau bersabda : “Akan terjadi perselisihan saat wafatnya seorang khalifah, maka keluarlah seorang laki-laki penduduk Madinah melarikan diri ke Mekah. Kemudian ia didatangi oleh penduduk Mekkah dan dikeluarkan dari tempat tinggalnya setelah itu mereka membaiatnya di suatu tempat di antara Rukun Ka’bah dan Maqam Ibrahim, sedang ia membenci hai itu…..”

Al Mahdi adalah termasuk dari 12 khalifah yang dinubuatkan Rasulullah, yang mana setiap khalifah tersebut berasal dari keturunan Quraisy. Ibnu Katsir dalam kitabnya An-Nihaayah fil Fitan wal Malaahim menuliskan hadist dari Jabir bin samurah , dari Rasulullah : “Bahwasanya agama ini akan senantiasa tegak hingga kalian dipimpin oleh 12 khalifah yang mana umat taat kepada mereka”. Dan dalam riwayat lain mengatakan, “Mereka seluruhnya berasal dari Quraisy”. Mengenai hal ini, Taurat kitab Genesis (Kejadian) 17 : 20 juga menyebutkan tentang 12 khalifah /pemimpin tresebut “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar”.
Allah menjanjikan Khalifah dari Quraisy yang akan menaklukkan Yerusalem. Berkaitan dengan Quraisy ini maka Taurat kitab Yesaya dengan Judul “Tuhan Memakai Koresy sebagai Alat-Nya” mengatakan “…Akulah yang berkata tentang Koresy (Quraisy) : Dia gembalaku-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem : Baiklah ia dibangun! Dan tentang Bait Suci : Baiklah diletakkan dasarnya!” - Dalam kitab itu dilanjutkan ....Beginilah firman Tuhan : “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresy yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung , hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi . Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi”.
Dalam teks Taurat di atas terdapat nubuah tentang kemenangan demi kemenangan yang dicapai oleh Al Mahdi yang termasuk keturunan suku Quraisy. Pembangunan kembali Yerusalem dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khotob (termasuk Khulafaur rasyidin keturunan bani Quraisy) setelah Umar merebutnya dari tangan Romawi pada abad-abda pertama Hijrah. Hal ini akan terjadi juga pada jaman Al Mahdi, Yerusalem akan ditundukkan oleh Al Mahdi, yang juga termasuk khalifah Quraisy. Kemudian al Mahdi akan membangun kembali Yerusalem menjadi ibu kota kekhalifahan, membangun kembali Masjidil Aqsha yang dulu merupakan tempat Rasulullah saw menjalani Isra’ Mi’raj.
Dalam Taurat kitab Yesaya 41 : 1 – 5 digambarkan tentang seorang pembebas dari timur yang sifat-sifatnya seperti Al Mahdi dan kaum Muslimin, dengan diberi judul “Tuhan Membangkitkan Seorang Pembebas” : “Dengarkanlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaknya bangsa-bangsa mendapat kekuatan baru! Biarlah mereka datang mendekat, kemudian berbicara; baiklah kita tampil bersama-sama untuk berpekara! Siapakah yang menggerakkan dia dari timur , menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti jerami yang tertiup. Ia mengejar mereka dan dengan selamat ia melalui jalan yang belum pernah diinjak kakinya. Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semua itu? Dia yang dari dahulu memanggil keturunan-keturunan, Aku, Tuhan, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap dia juga. Pulau-pulau telah melihatnya dan menjadi takut, ujung-ujung bumipun menjadi gemetar; mereka datang dan makin mendekat”.


Tanda-tanda kemunculan Al Mahdi
Terdapat beberapa tanda yang berkaitan dengan kemunculan Al Mahdi. Tanda-tanda tersebut dapat digolongka menjadi 3 bagian, yaitu : Tanda-tanda sebelum kemunculan; tanda-tanda ketika kemunculan; dan tanda-tanda setelah kemunculan Al Mahdi.

Tanda-tanda Sebelum kemunculan Al Mahdi
Terdapat beberapa tanda sebelum munculnya Al Mahdi pemimpin kaum muslimin, yaitu Irak dan Syam diboikot oleh Rum, Kehancuran Iraq, Wafatnya seorang Khalifah yang susul dengan perselisihan antara putra-putra khalifah, dunia berada dalam kezholiman.

Irak dan Syam diboikot oleh Rum
Salah satu tanda telah dekatnya kedatangan Imam Mahdi adalah Irak dan Syam diboikot oleh Romawi (Amerika Serikat dan Eropa). Setelah pemboikotan Irak dan Syam, maka Imam Mahdi akan muncul . Dari Jabir, telah bersabda Rasulullah saw : “Hampir saja tidak boleh dibawah ke negeri Irak secupak makanan atau sebuah dirham”, kami (sahabat) bertanya : “Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab : “Orang-orang ‘ajam (non Arab) yang melarang hal tersebut”. Kemudian beliau saw berkata : “Hampir saja tidak boleh dibawa secupak makanan atau sebuah dinar kepada penduduk Syam ”, kami bertanya : “Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab :”Orang-orang Rum. ” kemudian ia (Jabir) diam sejenak dan berkata : Telah bersabda rasulullah saw : “Pada akhir umatku akan ada seorang khalifah yang melimpahkan harta selimpah-limpahnya dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya.”

Saat ini tengah terjadi pemboikotan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (Romawi) dan sekutu-sekutunya terhadap negara Irak, sehingga bahan makanan, obat-obatab dan uang sulit masuk ke Irak. Banyak bayi kelaparan. Sebelumnya, Amerika telah menghancurkan daratan Irak dengan senjata-senjata beratnya.
Setelah Irak, maka boikot akan dilakukan terhadap Syam (Syiria, Palestina, Yordan, Libanon); dan saat ini di negara Palestina terjadi kesulitan makanan dan obat-obatan, hal ini dilakukan oleh Israel yang didukung oleh Amerika Serikat. Jika melihat kondisi politik Timur Tengah saat ini (tahun 2002) ada kemungkinan pemboikotan terhadap Palestina akan diperketat dan hal ini akan di alami juga oleh negara Libanon, Syiria, dan Yordan. Hal ini menandakan waktu munculnya Imam Mahdi sudah di ambang pintu!


Kehancuran Iraq
Saat ini, tahun 2002 mulai ada usaha lagi untuk menghancurkan Iraq oleh Amerika Serikat. Amerika mencoba intrik-intrik untuk membangkitkan perlawanan Iraq, agar Amerika mempunyai alasan untuk menghancurkannya. Hal ini merupakan sekenario yang dirancang Amerika dan Israel. Agar dengan intrik-intrik tersebut, Iraq terpancing untuk menyerang Israel. Dengan begitu ada alasan bagi Amerika untuk mendatangkan bantuan militer kepada Israel, untuk sebuah kepentingan besar di masa depan, merealisasikan Impian bagi Erezt Israel (Israel Raya), yang akan mencaplok Libanon, Sinai, Syiria dan Yordan.

Wafatnya seorang Khalifah yang susul dengan perselisihan antara putra-putra khalifah
Beberapa saat sebelum Allah memunculkan Al Mahdi, terdapat tanda-tanda yang mengisyaratkan kemunculan Al Mahdi sudah dekat, yaitu adanya kematian seorang khalifah yang disusul dengan timbulnya perselisihan di Jazirah Arab. Ketika Jazirah dilandan perselisihan maka saat itulah Al Mahdi dimunculkan oleh Allah swt. Dari Ummu Salamah, istri Nabi, dari Nabi beliau bersabda : “Akan terjadi perselisihan saat wafatnya seseorang khalifah, maka keluarlah seorang laki-laki penduduk Madinah melarikan diri ke Mekah. Kemudian ia didatangi oleh penduduk Mekkah dan dikeluarkan dari tempat tinggalnya setelah itu mereka membaiatnya di suatu tempat di antara rukun Ka’bah dan maqam Ibrahim, sedang ia membenci hal itu”. Setelah itu dikirimlah pasukan dari Syam (untuk menyerangnya) namun pasukan itu dibinasakan oleh Allah di antara Mekkah dan Madinah serta di Maqam. Kemudian dikirim lagi pasukan dari Syam dan dibinasakan oleh Allah di antara Mekkah dan Madinah . Ketika manusia melihat hal itu maka ia didatangi oleh pemuka-pemuka negeri Syam dan Iraq untuk membai’atnya. Tak lama kemudian muncullah seorang laki-laki dari kaum Quraisy yang didukung oleh paman-pamannya yang gigih. Akhirnya laki-laki itu mengalahkan khalifah tersebut, itulah pasukan yang tangguh dan sungguh merugilah bagi mereka yang tidak sempat turut serta dengannya. Laki-laki itu membagi-bagikan harta benda serta mengamalkan sunnah nabinya dan meneguhkan Islam di muka bumi. Hal itu berlangsung beberapa lama hingga akhirnya ia meninggal dan dishalati oleh kaum muslimin.”

Tanda-tanda Ketika Munculnya Al Mahdi
Banyaknya perselisian dan kegoncangan / gempa bumi. Imam Mahdi muncul pada saat penduduk bumi sedang dilanda perselisihan, banyak peperangan dan kegoncangan, penuh dengan penganiayaan dan kezholiman. Seperti yang dikatakan oleh Rasulullah : “Aku sampaikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya al Mahdi yang akan diutus (ke tengah-tengah manusia) ketika manusia sedang dilanda perselisihan dan kegoncangan-kegoncangan, dia akan memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan penganiayaan dan kezhaliman. Seluruh penduduk langit dan bumi menyukainya , dan dia akan membagi-bagikan kekayaan secara tepat (merata)…….”

Bintang berekor. Munculnya bintang berekor atau yang biasa di sebut dengan komet merupakan tanda munculnya Al Mahdi. Sebagaimana dikabarkan dalam manuskrip-manuskrip kuno, “Seorang pemuda dari ka’bah Tuhan menguasai Al Arz dan Al Mujaddil dalam perang dunia yang mengerikan, dengan seluruh musuh yang bergabung. Telah dekat keluarnya bersama bintang yang mempunyai api dan lidah api. Dan tandanya adalah kehancuran Iraq yang menggenaskan dalam perang dunia yang mengerikan, dan pemuda Tuhan itu sudah hampir keluar. Bencana di seluruh penjuru dunia Arab….” .Bintang yang mempunyai api dan lidah api’ adalah komet besar yang gerakannya bisa disaksikan oleh penduduk bumi dengan mata biasa. Masa kemunculan komet tersebut bersamaan dengan masa kemunculan Al Mahdi. Bisa bersamaan waktunya, bisa juga berselang beberapa hari atau bulan.
Dalam Taurat kita Ulangan 33:1-3 (seperti yang telah disebut di atas) : “.. dan (Al Mahdi) datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus (Jamaah haji); di sebelah kanan-Nya( di rukun yamani; Yaman = Yamin = kanan) tampak kepada mereka api yang menyala. Sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus ..” Dalam teks tersebut terdapat kalimat ‘tampak kepada mereka api yang menyala’, hal ini bisa diartikan menjadi dua pengertian yaitu api yang muncul akibat perselisihan atau peperangan di Jazirah yang berakibat ladang atau kilang minyak hancur sehingga mengeluarkan gas yang berapi. Bisa juga api yang tampak di langit berupa bintang berekor.
Dalam sumber-sumber manuskrip kuno yang lain disebutkan : “Sesudah (munculnya) bintang dengan ekor besar, penduduk Yaman memberikan baiat kepada seorang pemuda dari Bait Al-Haram. Lalu pemuda itu menjadikan Yaman sebagai surga yang penuh kenikmatan”. Dalam manuskrip yang lain disebutkan juga : “….Orang-orang Yahudi dikalahkan oleh Pemimpin kaum Muslimin, yakni Al Mahdi, yang memiliki kekuasaan besar, dan pasukannya bergerak dari Makkah untuk melakukan penghancuran. Seluruh kekuasaannya diperoleh sesudah adanya ekor yang bercahaya. Kalimat yang tegas. Kekuasaannya meluas dari satu hari atas dataran yang jauh dan bagian barat Israel. Ia menguasai dunia dalam beberapa bulan dan tahun, dan menjadi khadam bagi semua orang yang menyaksikan kehidupannya”.

Tanda-tanda Setelah Munculnya Al Mahdi
Penenggelaman Pasukan. Setelah dibai’atnya Al Mahdi maka terdapat pihak-pihak yang pro dan kontra, ada yang mendukung dan ada yang tak suka. Golongan yang tak suka terhadap Al Mahdi maka mereka akan menyusun kekuatan untuk menghancurkannya. Satu pasukan dari Syam datang ke Jazirah untuk memerangi Al Mahdi dan pengikutnya. Tetapi ketika pasukan itu sampai di gurun pasir diantara Madinah dan Mekkah maka pasukan itu dibinasakan dalam riwayat lain pasukan itu ditenggelamkan ke bumi. Peristiwa ini membuat mata dunia terbuka, sehingga berbondong orang berbaiat kepada Al Mahdi. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, Rasulullah saw. bersabda : “Seorang laki-laki akan datang ke Baitullah (Ka’bah), maka diutuslah suatu utusan untuk mengejarnya. Dan ketika mereka telah sampai di suatu padang pasir, maka mereka terbenam ditelan bumi.”

Datangnya dukungan dari timur
Al Mahdi akan mendapat pendukung dari kaum Muslimin wilayah timur. Mereka datang Jazirah dengan membawa tanda berupa bendera hitam. Rasululllah saw. bersabda : “Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kamu dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda : “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al Mahdi.” Dalam suatu hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Abdullah, ia berkata, tatkala kami berada di sisi Rasulullah pada saat itu mata beliau mencucurkan air mata, dan berubah rona wajahnya, Abdullah berkata, maka aku berujar, kami melihat sesuatu di wajahmu, yang tidak kami inginkan, lalu beliau bersabda, “Bahwasanya Allah memilih buat keluarga akhirat daripada dunia, dan keluargaku setelah kepergianku akan mendapatkan bencana, penyingkiran dan pengusiran, hingga datang suatu kaum dari arah timur, mereka membawa bendera berwarna hitam, lalu mereka meminta roti namun tidak diberikan, lalu mereka memeranginya, dan mereka mengalihkannya, maka diberikanlah apa yang mereka minta tetapi mereka tidak menerimanya, hingga mereka serahkan kepada seorang dari keluargaku, lalu ia memenuhi dengan keadilan sebagaimana meluasnya kekejian, barangsiapa diantara kalian yang mendapatkannya maka datangilah walaupun dengan cara merangkak di atas salju”.
avatar
darussalam
Co-Administrator
Co-Administrator

Male
Posts : 411
Kepercayaan : Islam
Location : Brunei Darussalam
Join date : 25.11.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down


Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sat Mar 08, 2014 5:22 pm

@Ibnu Sabil wrote:@Pak kedung
atas perintah Allah Ta'ala, HMG Ahmad as mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi
Mana perintah Allah yang dimaksud? Ada dalilnya?

Imam Mahdi itu dibaiat bukannya ngaku2 atow mendakwakan diri...
Jika begitu gak beda dengan saya dong kek tukang asong....... :)

Sebelum saya jawab, apakah anda mengetahui bahwa di dalam Al Qur'an ada perintah Allah yang sekaligus merupakan mandat-Nya kepada Nabi Muhammad saw untuk menerima bai'at? Silahkan tampilkan, jika anda mengetahui!

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Sat Mar 08, 2014 5:31 pm

@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote:@Pak kedung
atas perintah Allah Ta'ala, HMG Ahmad as mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi
Mana perintah Allah yang dimaksud? Ada dalilnya?

Imam Mahdi itu dibaiat bukannya ngaku2 atow mendakwakan diri...
Jika begitu gak beda dengan saya dong kek tukang asong....... :)

Sebelum saya jawab, apakah anda mengetahui bahwa di dalam Al Qur'an ada perintah Allah yang sekaligus merupakan mandat-Nya kepada Nabi Muhammad saw untuk menerima bai'at? Silahkan tampilkan, jika anda mengetahui!

Lha pak kedung ini bagaimana, ditanya malah balik nanya.....

Belajar bertanggung jawab atas pernyataan pak kedung sendiri dong!
 ehmm 
Pada tahun 1890, atas perintah Allah Ta'ala, HMG Ahmad as mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, dan pada tahun 1894....bla...bla...blaa
Mana dalilnya jika memang MGA di perintah oleh Allah?  
mana 

avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sat Mar 08, 2014 10:17 pm

@Ibnu Sabil wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote:@Pak kedung
atas perintah Allah Ta'ala, HMG Ahmad as mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi
Mana perintah Allah yang dimaksud? Ada dalilnya?

Imam Mahdi itu dibaiat bukannya ngaku2 atow mendakwakan diri...
Jika begitu gak beda dengan saya dong kek tukang asong....... :)

Sebelum saya jawab, apakah anda mengetahui bahwa di dalam Al Qur'an ada perintah Allah yang sekaligus merupakan mandat-Nya kepada Nabi Muhammad saw untuk menerima bai'at? Silahkan tampilkan, jika anda mengetahui!

Lha pak kedung ini bagaimana, ditanya malah balik nanya.....

Belajar bertanggung jawab atas pernyataan pak kedung sendiri dong!
 ehmm 
Pada tahun 1890, atas perintah Allah Ta'ala, HMG Ahmad as mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, dan pada tahun 1894....bla...bla...blaa
Mana dalilnya jika memang MGA di perintah oleh Allah?  
mana 

Al Mukarom Ibnu Sabil, saya bertanya bukan berarti tidak tahu, tapi hanya menguji anda, apakah sudah tahu atau belum. Baiklah, jika memang anda belum tahu, saya jelaskan sebagai berikut:
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu dan beramal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu Khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan Khalifah orang-orang yang sebelum mereka ; dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka ; dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka. (An-Nur 24:55/56)

Ayat ini mengisyaratkan bahwa selama umat Islam masih beriman dan beramal shaleh, maka Allah telah berjanji bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka Khalifah di bumi, atau umat Islam akan senantiasa dipimpin oleh seorang Khalifah. Sejarah membuktikan bahwa pada zaman Rasulullah saw dan para sahabat, umat Islam masih bersatu dalam persaudaraan Islam, beriman dan beramal shaleh, oleh karena itu Allah memenuhi janji-Nya dengan senantiasa menjadikan Khalifah, yakni Khulafa-il-Mahdiyyin-ar-Rasyidin ra, yang memimpin dan membimbing umat Islam. Namun, setelah Khalifah Ali bin Abu Thalib ra disyahidkan, maka Khilafat (ke-Khalifah-an) dicabut, dan umat Islam mulai bercerai-berai dan tidak lagi dipimpin oleh Khalifah yang dijadikan Allah.  Di dalam ayat di atas, ternyata ada nubuatan yang tersembunyi di balik kalimat istikhlaf yakni لَيَسْتَخْلٍفَنَّهُمْ (artinya: Dia pasti akan menjadikan mereka Khalifah) yang setiap hurufnya memiliki nilai, dan kalau dijumlah menjadi 1305 dengan perincian sebagai berikut:
30 = ل      
10 = ي    
60 = س    
400 = ت
600 = خ  
30 = ل      
80 = ف  
50 = ن  
5 = ه  
40 = م
_____________+
1.305H = Abad ke 14H yang bertepatan dengan tahun 1.884M
(Lihat Kamus Arab Al Munjid, hal. 1, Beirut - Lebanon)

Tepat pada tahun 1305 Hijrah, HMG Ahmad as menerima wahyu Allah sebanyak 13 kali: "Aku telah berkehendak untuk menegakkan khalifah-Ku pada zaman ini, maka Aku ciptakan Adam. (Tadzkirah, Al Syirkatul Islamiyah, tahun 1969, hal. 665).

Menurut sabda Nabi Muhammad saw, Khalifah yang dijanjikan dalam An-Nur 24:55/56 itu adalah Imam Al Mahdi yang kepadanya umat Islam diperintahkan Rasulullah saw untuk bai'at: "Barangsiapa melihatnya, maka bai'atlah kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (HR Ibnu Majah).

Menurut sabda Nabi Muhammad saw, Al Mahdi itu seorang Rasul Allah: “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus (Rasul) Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Musnad Ahmad bin Hambal 10898).

Adakah di dalam Al Qur'an yang mendukung hadits bahwa Imam Al Mahdi yang diutus (Rasul) Allah ke tengah umat Nabi Muhammad saw dan akan datang setelah Nabi Muhammad saw?

Ternyata kedatangan Rasul Allah setelah Nabi Muhammad saw terdapat dalam Al Jumu'ah 62:2/3-3/4:
Dia-lah Yang telah membangkitkan, di tengah-tengah bangsa umiyyin (yang buta-huruf), seorang rasul dari antara mereka, yang membacakan kepada mereka Tanda-tanda-Nya, dan mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah, walaupun sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata; (62:2/3) Dan, Dia juga akan membangkitkannya di tengah-tengah bangsa aakhorin seorang rasul dari antara mereka, yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (62:3/4)

Surah Al Jumu'ah 62:2/3 jelas ditujukan kepada Nabi Muhammad saw, seorang rasul yang telah dibangkitkan Allah dari antara bangsa umiyyin Arab.

Sedangkan Al Jumu'ah 62:3/4 ditujukan ditujukan kepada Imam Mahdi, seorang rasul yang kemudian dibangkitkan Allah dari antara bangsa aakhorin keturunan Persia (HR Sahih Bukhari), yang juga keturunan Nabi Muhammad saw, dari Siti Fatimah ra (HR Abu Daud).

Abu Hurairah ra menerangkan, kami sedang duduk-dukuk dekat Nabi saw, ketika Surah Al Jumu'ah diturunkan kepada Nabi saw. Para sahabat bertanya, 'Siapakah yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum di dalam ayat itu'. Nabi saw tidak menjawab hingga para sahabat bertanya sampai tiga kali. Di antara kami terdapat seorang yang bernama Salman dari Persia. Kemudian Nabi saw meletakkan tangan beliau saw di atas pundak Salman sambil bersabda, 'Jika iman telah terbang ke bintang Tsurayya, seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari antara orang ini (Salman) akan dapat mengambilnya kembali.' (HR Sahih Bukhari).

Dari Sa'id bin Musayyab yang berkata, 'Kami berada dengan Ummi Salamah lalu menceritakan kepada kami tentang Al Mahdi', kemudian ia berkata, 'Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Al Mahdi itu dari keturunanku, dari anak-anak Fatimah' (HR Abu Daud).

Surah Al Jumu'ah 62:3/4, sesuai tafsirnya yang terdapat dalam ketiga hadits sahih di atas, terbukti bahwa Imam Al Mahdi itu adalah seorang rasul setelah Nabi Muhammad saw yang Dia (Allah) bangkitkan dari antara bangsa aakhorin keturunan Persia dan keturunan Nabi Muhammad saw dari anak-anak Siti Fatimah ra.

HMG Ahmad as adalah satu-satunya orang yang mendakwakan diri, pada awal abad ke-14 H atau 1890 M, diutus Allah sebagai Imam Al Mahdi, yang diikuti dengan tanda alam, yakni gerhana bulan dan gerhana matahari di bulan Ramadhan (HR Addarul Quthni). Nenek moyang HMG Ahmad as berasal dari Persia (dari pihak bapak) yang hijrah dan tinggal di Qadian, Hindustan dan menikah dengan seorang wanita (keturunan Siti Fatimah ra). Atas perintah Allah, HMG Ahmad as telah mendakwakan diri sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi dan Masih Mau'ud yang dapat mengambil kembali iman yang telah hilang/terbang ke bintang Tsurayya itu (HR Sahih Bukhari).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by ngayarana on Sun Mar 09, 2014 12:58 am

@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@SEGOROWEDI wrote:
bisa/tidaknya dilihat..
tergantung dalam wujud apa Tuhan datang..
INTINYA: YANG DATANG ITU TUHAN
kecuali mga-mu berani menyatakan dirinya tuhan...

HMG Ahmad as pernah menyatakan bahwa di dalam kasysyaf (Penglihatan Gaib) dari Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, beliau as melihat diri beliau as menjadi Tuhan. Tetapi, itu hanya di dalam kasysyaf saja, yang maknanya dalam kehidupan sehari-hari beliau as adalah Khalifatullah (Wakil Allah) di bumi, Al Mahdi (An-Nur 24:55/56 & HR Ibnu Majah).
 kaget  kaget  kaget  kaget 
Bener Bener Pengikut Dajjal anda ini pak......Istighfar pak.......!

Saya Pernah membaca dalam salah satu buku yang membahas tentang Ahmadiah, MGA pernah berucap dalam bukunya "Ayinah kamalat Islam", bunyinya begini.....

"Saya mimpi bahwa saya adalah tuhan, dan meyakini bahwa saya benar benar allah, dan terkhatarlah dalam hati saya ketika itu akan memperbaiki dunia ini dengan suatu peraturan baru, akan saya atur dengan undang undang baru, artinya saya jadikan langit dan bumi dengan situasi baru"
(Ayinah Kamalat Islam Hal. 564-565)

Awalnya Saya khawatir bila saya Posting akan menimbulkan fitnah, tapi ternyata memang diamini oleh pengikutnya.......Astaghfirullah........ nyerah nyerah

HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as: "Aku melihat diriku dalam mimpi sebagai Allah" (Ainah Kamalati Islam, hal. 564 & Kitabul Bariyah, hal.79).

Ini adalah pemandangan yang dilihat dalam mimpi. Menganggap mimpi sebagai suatu yang lahiriyah adalah kezhaliman. Contohnya: Nabi Yusuf as melihat, dalam mimpi, sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepada beliau as (Yusuf 13:4/5). Jika dianggap secara lahiriyah, maka tidak mungkin sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepada Nabi Yusuf as. Tetapi, jika ditakwilkan, maka kita akan mengetahui maknanya. Nabi Yusuf as menjelaskan tawil mimpi beliau as dalam Surah Yusuf 13:100/101.

Begitupula HMG Ahmad as menjelaska takwil mimpi beliau as sebagai berikut:
"Saya tidak mengartikan peristiwa ini sebagaimana yang diartikan dalam kitab-kitab para pengikut Wihdatul Wujud (yakni aku sendiri adalah Tuhan), dan saya tidak mengartikan hal itu seperti pendapat para Hululiyin (Tuhan menitis dalam diriku), bahkan peristiwa ini sesuai dengan Hadits Nabi saw, yaitu dalam Hadits Bukhari, tentang penjelasan martabat hamba-hamba Allah yang shaleh yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan ibadah nafal. Maksud hadits qudsi itu adalah seorang hamba-Ku yang berusaha mendekat kepada-Ku dengan mengamalkan ibadah nafal, maka Aku akan mencintainya, apabila aku telah mencintainya maka Aku akan menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar, Aku akan menjadi matanya yang dengannya ia melihat, Aku akan menjadi tangannya yang dengannya ia memegang, Aku akan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan (HR Bukhari, Kitab-ur-Riqaq, Bab Tawadhih, Jilid IV, hal. 80, cetakan Mathbu' Ilahiyah Mesir).

Allamah Sayyid Abdul Ghani An-Nablusi menulis dalam kitabnya yang terbaik dalam hal membuka ta'bir mimpi, Ta'tirul-Anam fi Ta'biril Manam, hal. 9, cetakan Mesir: "Seorang yang melihat dalam mimpi bahwa ia seolah-olah menjadi Tuhan, maka artinya, yakni 'Allah SWT akan segera menyampaikannya ke tujuan petunjuk."

Anda terlalu BERNAFSU menyebut Dajjal kepada orang yang telah diutus Allah sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as, sebagaimana telah dinubuatkan dalam Al Qur'an dan Hadits. Dan, Al Qur'an pun mengisyaratkan bahwa nabi/rasul yang benar itu senantiasa dicemoohkan atau diperolok-olokkan oleh para penentangnya (Yaa siin 36:30/31 dan Az-Zukhruf 43:7/8). Sebagai tanda  bukti kebenaran pendakwaan Rasul-rasul-Nya, di dalam Al Qur'an, Allah mengisyaratkan: "Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya mereka itu termasuk orang-orang yang sangat hina. Allah telah menetapkan Aku dan rasul-rasul-Ku pasti akan menang.' Sesungguhnya Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa." (Al Mujaadalah 58:20/21-21/22).

Nah, sekarang Pertolongan Allah dan Kemenangan telah Allah anugerahkan kepada HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dengan BUKTI NYATA bahwa ratusan juta orang-orang yang berfitrah baik, dengan bebagai macam latar belakang suku bangsa, agama, pendidikan dan atribut lainnya dari berbagai pelosok dunia, di lima benua dan 204 negara berbondong-bondong masuk agama Allah (Islam) (An-Nashr 110:1/2-2/3), melalui Jemaat Muslimin Ahmadiyah, setelah mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya (An-Nisa 4:64/65 dan HR Ibnu Majah), yakni bai'at dan taat kepada Khalifah Allah, Al Mahdi (Imam Jemaat Muslimin Ahmadiyah).
Emang anda ini jago banget NGELES...., (kata Pak Sabil "Ngelesmologi"...wkwkwk....... )basi basi basi basi 
Ini pengakuan Anda http://www.laskarislam.com/t6579p175-penjelasan-logis-isra-mi-raj#129991 post 185 saya kutip pernyataan anda.
@Kedunghalang wrote:Namun, ada juga para ulama yang menerjemahkan RU'YA itu sama dengan MIMPI. Itu pun tidak salah, karena mimpi para nabi itu adalah mimpi benar yang berbeda dengan mimpi orang biasa. Contohnya, mimpi Nabi Yusuf as tentang sebelas bintang, matahari dan bulan yang bersujud kepada beliau as.  Juga mimpi Nabi Ibrahim as yang di dalamnya Allah memerintahkan beliau as untuk menyembelih putera beliau as, Ismail as. Mimpi-mimpi tersebut perlu ditakwilkan, apa maknanya atau hikmahnya?
Dari pengertian mimpi yang anda kemukakan diatas dan tentang mimpi MGA yang anda imani, Bagi saya cukup dapat membuktikan bahwa anda pengikut Dajjal.
So....., Gak Usahlah Ngeles ngeles lagi, Sadari aja..... yes  yes 

@Kedunghalang wrote:
Sekarang, giliran saya bertanya kepada anda, apakah anda ingin menjadi Penentang Allah Dan Rasul-Nya atau ingin menjadi bagian dari Jemaat Muslimin yang senantiasa dianugerahi Kemenangan dan Pertolongan Allah?
Bagi saya tidak pernah akan menentang keputusan Allah SWT dan RosulNya (Muhammad SAW), tapi kalau anda menganggap MGA adalah rosul maka dengan Lantang akan saya katakan Anda dan golongan anda adalah Pengikut Dajjal.
Dan sekali lagi saya tegaskan ini dalil saya :

"Tak akan tegak hari kiamat sampai ada beberapa kabilah diantara ummatku akan bergabung dengan orang-orang musyrikin; sampai ada beberapa kabilah diantara ummatku akan menyembah berhala. Sesungguhnya akan ada di antara ummatku 30 tukang dusta, semuanya mengaku bahwa "ia adalah nabi". Akulah penutup para nabi, tak ada lagi nabi setelahku”. [HR. Abu Dawud (4253), At-Tirmidziy (2219), Ahmad (22448), Ibnu Hibban (7238), Al-Hakim (8390), Ath-Thobroniy dalam AlAusath (8397), dan Musnad Asy-Syamiyyin (2690),Abu Nu’aim (2/289), dan Asy-Syaibaniy dalam Al-Ahad wa Al-Matsaniy (456). Hadits ini dishohihkan Al-Albaniy dalamTakhrij Al-Misykah (5406)]

“Sesungguhnya tidaklah Allah mengutus nabi-nabi kecuali untuk memperingatkan umatnya akan kedatangan dajjal, AKU-LAH NABI TERAKHIR dan KALIAN UMAT TERAKHIR, Dajjal akan keluar diantara kalian, tidak bisa tidak. Sesungguhnya ia akan mulai berkata "Aku Nabi", PADAHAL TIDAK ADA NABI SESUDAHKU.” (HR. Ibnu Majah).

dan saya mengimani Hadist tersebut, dan saya berusaha selalu berdoa disetiap ahir Rokaat Shalat, memohon perlindungan dari Fitnah "Almasih Dajjal"


Terakhir diubah oleh ngayarana tanggal Sun Mar 09, 2014 1:28 am, total 1 kali diubah
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by ngayarana on Sun Mar 09, 2014 1:15 am

@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote:@Pak kedung
atas perintah Allah Ta'ala, HMG Ahmad as mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi
Mana perintah Allah yang dimaksud? Ada dalilnya?

Imam Mahdi itu dibaiat bukannya ngaku2 atow mendakwakan diri...
Jika begitu gak beda dengan saya dong kek tukang asong....... :)

Sebelum saya jawab, apakah anda mengetahui bahwa di dalam Al Qur'an ada perintah Allah yang sekaligus merupakan mandat-Nya kepada Nabi Muhammad saw untuk menerima bai'at? Silahkan tampilkan, jika anda mengetahui!

Lha pak kedung ini bagaimana, ditanya malah balik nanya.....

Belajar bertanggung jawab atas pernyataan pak kedung sendiri dong!
 ehmm 
Pada tahun 1890, atas perintah Allah Ta'ala, HMG Ahmad as mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, dan pada tahun 1894....bla...bla...blaa
Mana dalilnya jika memang MGA di perintah oleh Allah?  
mana 

Al Mukarom Ibnu Sabil, saya bertanya bukan berarti tidak tahu, tapi hanya menguji anda, apakah sudah tahu atau belum. Baiklah, jika memang anda belum tahu, saya jelaskan sebagai berikut:
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu dan beramal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu Khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan Khalifah orang-orang yang sebelum mereka ; dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka ; dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka. (An-Nur 24:55/56)

Ayat ini mengisyaratkan bahwa selama umat Islam masih beriman dan beramal shaleh, maka Allah telah berjanji bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka Khalifah di bumi, atau umat Islam akan senantiasa dipimpin oleh seorang Khalifah. Sejarah membuktikan bahwa pada zaman Rasulullah saw dan para sahabat, umat Islam masih bersatu dalam persaudaraan Islam, beriman dan beramal shaleh, oleh karena itu Allah memenuhi janji-Nya dengan senantiasa menjadikan Khalifah, yakni Khulafa-il-Mahdiyyin-ar-Rasyidin ra, yang memimpin dan membimbing umat Islam. Namun, setelah Khalifah Ali bin Abu Thalib ra disyahidkan, maka Khilafat (ke-Khalifah-an) dicabut, dan umat Islam mulai bercerai-berai dan tidak lagi dipimpin oleh Khalifah yang dijadikan Allah.  Di dalam ayat di atas, ternyata ada nubuatan yang tersembunyi di balik kalimat istikhlaf yakni لَيَسْتَخْلٍفَنَّهُمْ (artinya: Dia pasti akan menjadikan mereka Khalifah) yang setiap hurufnya memiliki nilai, dan kalau dijumlah menjadi 1305 dengan perincian sebagai berikut:
30 = ل      
10 = ي    
60 = س    
400 = ت
600 = خ  
30 = ل      
80 = ف  
50 = ن  
5 = ه  
40 = م
_____________+
1.305H = Abad ke 14H yang bertepatan dengan tahun 1.884M
(Lihat Kamus Arab Al Munjid, hal. 1, Beirut - Lebanon)

Tepat pada tahun 1305 Hijrah, HMG Ahmad as menerima wahyu Allah sebanyak 13 kali: "Aku telah berkehendak untuk menegakkan khalifah-Ku pada zaman ini, maka Aku ciptakan Adam. (Tadzkirah, Al Syirkatul Islamiyah, tahun 1969, hal. 665).

Menurut sabda Nabi Muhammad saw, Khalifah yang dijanjikan dalam An-Nur 24:55/56 itu adalah Imam Al Mahdi yang kepadanya umat Islam diperintahkan Rasulullah saw untuk bai'at: "Barangsiapa melihatnya, maka bai'atlah kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (HR Ibnu Majah).

Menurut sabda Nabi Muhammad saw, Al Mahdi itu seorang Rasul Allah: “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus (Rasul) Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Musnad Ahmad bin Hambal 10898).

Adakah di dalam Al Qur'an yang mendukung hadits bahwa Imam Al Mahdi yang diutus (Rasul) Allah ke tengah umat Nabi Muhammad saw dan akan datang setelah Nabi Muhammad saw?

Ternyata kedatangan Rasul Allah setelah Nabi Muhammad saw terdapat dalam Al Jumu'ah 62:2/3-3/4:
Dia-lah Yang telah membangkitkan, di tengah-tengah bangsa umiyyin (yang buta-huruf), seorang rasul dari antara mereka, yang membacakan kepada mereka Tanda-tanda-Nya, dan mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah, walaupun sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata; (62:2/3) Dan, Dia juga akan membangkitkannya di tengah-tengah bangsa aakhorin seorang rasul dari antara mereka, yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (62:3/4)

Surah Al Jumu'ah 62:2/3 jelas ditujukan kepada Nabi Muhammad saw, seorang rasul yang telah dibangkitkan Allah dari antara bangsa umiyyin Arab.

Sedangkan Al Jumu'ah 62:3/4 ditujukan ditujukan kepada Imam Mahdi, seorang rasul yang kemudian dibangkitkan Allah dari antara bangsa aakhorin keturunan Persia (HR Sahih Bukhari), yang juga keturunan Nabi Muhammad saw, dari Siti Fatimah ra (HR Abu Daud).

Abu Hurairah ra menerangkan, kami sedang duduk-dukuk dekat Nabi saw, ketika Surah Al Jumu'ah diturunkan kepada Nabi saw. Para sahabat bertanya, 'Siapakah yang dimaksud dengan wa aakhoriina minhum di dalam ayat itu'. Nabi saw tidak menjawab hingga para sahabat bertanya sampai tiga kali. Di antara kami terdapat seorang yang bernama Salman dari Persia. Kemudian Nabi saw meletakkan tangan beliau saw di atas pundak Salman sambil bersabda, 'Jika iman telah terbang ke bintang Tsurayya, seorang lelaki atau beberapa orang lelaki dari antara orang ini (Salman) akan dapat mengambilnya kembali.' (HR Sahih Bukhari).

Dari Sa'id bin Musayyab yang berkata, 'Kami berada dengan Ummi Salamah lalu menceritakan kepada kami tentang Al Mahdi', kemudian ia berkata, 'Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Al Mahdi itu dari keturunanku, dari anak-anak Fatimah' (HR Abu Daud).

Surah Al Jumu'ah 62:3/4, sesuai tafsirnya yang terdapat dalam ketiga hadits sahih di atas, terbukti bahwa Imam Al Mahdi itu adalah seorang rasul setelah Nabi Muhammad saw yang Dia (Allah) bangkitkan dari antara bangsa aakhorin keturunan Persia dan keturunan Nabi Muhammad saw dari anak-anak Siti Fatimah ra.

HMG Ahmad as adalah satu-satunya orang yang mendakwakan diri, pada awal abad ke-14 H atau 1890 M, diutus Allah sebagai Imam Al Mahdi, yang diikuti dengan tanda alam, yakni gerhana bulan dan gerhana matahari di bulan Ramadhan (HR Addarul Quthni). Nenek moyang HMG Ahmad as berasal dari Persia (dari pihak bapak) yang hijrah dan tinggal di Qadian, Hindustan dan menikah dengan seorang wanita (keturunan Siti Fatimah ra). Atas perintah Allah, HMG Ahmad as telah mendakwakan diri sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi dan Masih Mau'ud yang dapat mengambil kembali iman yang telah hilang/terbang ke bintang Tsurayya itu (HR Sahih Bukhari).
Lagi lagi anda Bawa hadist hadist Nabi tentang Almahdi ini di hubungkan dengan MGA.....
sudah lah bos, kayaknya saya sudah menjabarkan panjang lebar deh dengan anda di theat sebelah "Ahmadiyah Qodian" saya sudah skak Mat tuh.... ketiwi ketiwi 
dan perasaan QS. Aljumuah ayat 2-3 sudah kita bahas juga, hasilnya gimana tuh....... ehmm ehmm 
Sebaiknya gak usahlah bawa ayat Suci Alquran untuk mendukung Junjungan anda itu, sudah pasti tidak mungkin ada, anda aja masih mimpi dan memutar balik serta mempelintir terjemahan dan tafsir ayat ayat tersebut.

Maha benar Allah tentang Firmanya dalam Q.S. Al-Hijr : 9 sebagai berikut :

"Sesungguhnya kami telah menurunkan peringatan (Al-Qur’an) dan sesungguhnya kamilah yang memeliharanya."

Wallahu A'lam

Oh ya, kalo boleh tau...., siapa ya yang sebenarnya memerintah MGA mendakwa sebagai Nabi dan Rosul, sampai sampai ngaku Tuhan pula tuh...... pusing  pusing
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Sun Mar 09, 2014 8:27 am

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu dan beramal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu Khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan Khalifah orang-orang yang sebelum mereka ; dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka ; dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka. (An-Nur 24:55/56)
Waladalah....anda ini naik kereta jurusan banten malah beli tiket bogor jadinya gak nyambung dong pak.... ehmm 
Tidak sedikitpun terindikasi ada perintah Allah disana....apalagi buat MGA...wong cuma ngaku2 saja dibilang atas perintah Allah...

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus (Rasul) Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.”
Maaf saya coret yang ditanda kurung karena ini tidak berlaku buat saya.....karena penutup nabi & rosul hanya Muhammad SAW. Jika ada seseorang setelah rasul saw ngaku2 sebagai nabi atowpun rasul ya jelas palsu dan si pendusta tukang dodol.......garut sih enak kalow india gak bisa bayangin rasanya bagaimana.....pahit2, sepet tambah ketir... lol
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 09, 2014 2:00 pm

@Ibnu Sabil wrote:
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu dan beramal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu Khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan Khalifah orang-orang yang sebelum mereka ; dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka ; dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka. (An-Nur 24:55/56)
Waladalah....anda ini naik kereta jurusan banten malah beli tiket bogor jadinya gak nyambung dong pak.... ehmm 
Tidak sedikitpun terindikasi ada perintah Allah disana....apalagi buat MGA...wong cuma ngaku2 saja dibilang atas perintah Allah...

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus (Rasul) Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.”
Maaf saya coret yang ditanda kurung karena ini tidak berlaku buat saya.....karena penutup nabi & rosul hanya Muhammad SAW. Jika ada seseorang setelah rasul saw ngaku2 sebagai nabi atowpun rasul ya jelas palsu dan si pendusta tukang dodol.......garut sih enak kalow india gak bisa bayangin rasanya bagaimana.....pahit2, sepet tambah ketir... lol

Ooooooh rupanya anda belum mengerti yah?

Nabi Muhammad saw bersabda Al Mahdi itu adalah Khalifatullah atau Khalifah Allah (HR Ibnu Majah).
Menurut Al Qur'an Khalifah itu dijadikan Allah (An-Nur 24:55/56), bukan dipilih manusia, dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.

Menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi diutus Allah (kalimat pasif) (HR Musnad Ahmad bin Hambal) atau Allah mengutus Al Mahdi (kalimat aktif) atau Al Mahdi adalah Utusan Allah. Utusan Allah dalam bahasa Arab adalah Rasul Allah. Jadi, Al Mahdi itu adalah Khalifah Allah dan Rasul Allah setelah Nabi Muhammad Rasulullah saw (Al Jumu'ah 62:3/4).

Begitu bukan?


Terakhir diubah oleh Kedunghalang tanggal Sun Mar 09, 2014 7:23 pm, total 1 kali diubah

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 09, 2014 7:06 pm

@ngayarana wrote:
Bagi saya tidak pernah akan menentang keputusan Allah SWT dan RosulNya (Muhammad SAW), tapi kalau anda menganggap MGA adalah rosul maka dengan Lantang akan saya katakan Anda dan golongan anda adalah Pengikut Dajjal.
Dan sekali lagi saya tegaskan ini dalil saya :

"Tak akan tegak hari kiamat sampai ada beberapa kabilah diantara ummatku akan bergabung dengan orang-orang musyrikin; sampai ada beberapa kabilah diantara ummatku akan menyembah berhala. Sesungguhnya akan ada di antara ummatku 30 tukang dusta, semuanya mengaku bahwa "ia adalah nabi". Akulah penutup para nabi, tak ada lagi nabi setelahku”. [HR. Abu Dawud (4253), At-Tirmidziy (2219), Ahmad (22448), Ibnu Hibban (7238), Al-Hakim (8390), Ath-Thobroniy dalam AlAusath (8397), dan Musnad Asy-Syamiyyin (2690),Abu Nu’aim (2/289), dan Asy-Syaibaniy dalam Al-Ahad wa Al-Matsaniy (456). Hadits ini dishohihkan Al-Albaniy dalamTakhrij Al-Misykah (5406)]

“Sesungguhnya tidaklah Allah mengutus nabi-nabi kecuali untuk memperingatkan umatnya akan kedatangan dajjal, AKU-LAH NABI TERAKHIR dan KALIAN UMAT TERAKHIR, Dajjal akan keluar diantara kalian, tidak bisa tidak. Sesungguhnya ia akan mulai berkata "Aku Nabi", PADAHAL TIDAK ADA NABI SESUDAHKU.” (HR. Ibnu Majah).

dan saya mengimani Hadist tersebut, dan saya berusaha selalu berdoa disetiap ahir Rokaat Shalat, memohon perlindungan dari Fitnah "Almasih Dajjal"

Yang sering dijadikan alasan oleh umat/ulama Islam untuk menolak utusan/nabi setelah Nabi Muhammad saw karena adanya hadits tentang 30 orang pendusta yang mengaku nabi, sbb.:
اَنَّهُ سَيَكُوْنُ فِى اُمَّتِيْ كَذَّابُوْنَ ثَلاَ ثُوْنَ كُلُّهُمْ يّزْعَمُ اَنَّهُ نَبِيُّ اللهِ وَاَنَاخَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَنَبِيَّ بَعْدِىْ
“Akan ada nanti dalam umatku 30 orang pendusta, yang masing-masing mendakwakan dirinya jadi nabi dan aku khaatamannabiyyin (penutup nabi-nabi), laa nabiyya ba’di (tidak ada nabi setelah aku). (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Dalam hadits ini ada pembatas 30 orang pendusta. Maka, dengan membatasi jumlah pendusta sampai 30 orang pembohong/dajjal yang akan mendakwakan dirinya seorang nabi setelah Nabi Muhammad saw sudah menunjukkan bahwa akan ada nabi yang benar setelah itu. Kalau setiap orang yang akan mendakwakan dirinya nabi adalah pendusta, tentu Nabi Muhammad saw akan mengatakan, ‘Setiap orang yang mendakwakan diri nabi setelah aku, maka semuanya bohong.’

Hadits ini sanadnya dinyatakan dhaif (lemah) oleh Al-Hafidzh Ibnu Hajar. Beliau menulis dalam kitab beliau Fat-hul Bari bahwa hadits ini sanadnya dhaif (Hujajul Kiiramah hal. 233). Hadits ini tersebut dalam HR Muslim. Namun demikian, dalam syarah Muslim, Ikmalul Akmal, Jilid VI, hal. 258, tertulis:
هَاذَاالْحَدِيْثُ ظَهَرَصِدْقُهُ فَإِنَّهُ لَوْعُدَّمَنْ تَنَبَّاءَمِنْ زَمَنِهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِلَى اْلاَنَ لَبَلَغَ هَذَالْعَدَدَوَيَعْرِفُ ذَالِكَ مَنْ يُطَالِعُ التَّارِيْخَ
“Kebenaran hadits ini sudah nyata, sebab jika dihitung jumlahnya, orang-orang yang pernah mendakwakan dirinya sebagai nabi semenjak Nabi Muhammad saw hingga sekarang pasti sudah mencapai jumlah tersebut; dan ini diketahui oleh orang-orang yang suka mempelajari sejarah Islam.”

Penulis buku tersebut wafat pada tahun 828H. Jadi dalam kurun waktu 400 tahun sudah ada 30 orang pembohong/dajjal muncul ke dunia yang mendakwakan dirinya nabi. Mereka itu adalah:
NAMA 30 ORANG YANG PERNAH MENGAKU NABI MENURUT SEJARAH UMAT ISLAM
No.   NAMA PENDAKWA/PENDUSTA SUMBER
1. Musailamah Al-Kadzdzaab         Shahih Bukhari
2. Aswad Al Ansi                         Shahih Bukhari
3. Ibnu Shoyad                         Shahih Muslim
4. Thulaihah Khuwailid                 Futuhaatil Islamiyati
5. Bahbud                                 Futuhaatil Islamiyati
6. Laqid bin Malik ’Azdi                 Futuhaatil Islamiyati
7. Ustadz Syeis                         Khujajul Kiraamah
8. Muqhtar                                 Khujajul Kiraamah
9. Laa                                         Khujajul Kiraamah
10. Muhammad bin Faraaj                 Khujajul Kiraamah
11. Abdullah bin Maimun                 Khujajul Kiraamah
12. Ghozali Syahir                         Khujajul Kiraamah
13. Faris bin Yahya                         Khujajul Kiraamah
14. Ishak Ikhris                                 Khujajul Kiraamah
15. Ahmad Muslim Mutannabi         Ibnu Khaqoon
16. Al Basandi                                 Kitab Taarikh Khulafaa
17. Nawakh Naadi                         Kitab Taarikh Khulafaa
18. Abu Manshuur                         Kitabul Fikri fil Firooq
19. Thooriq                                 Kitab Ibnu Khaldun
20. Shooleh bin Thoorif                 Kitab Ibnu Khaldun
21. Banan bin Sam’aan                 Manhaaj-us-Sunnah
22. Kabi                                         Kitaab Iftiroosah
23. Mighirah bin Sa’iid                 Kasyful Ghimmah
24. Shooleh bin Muhammad         Miznul I’tidaaf
25. Ibrohim bin Khoolaf bin Masyhur Miznul I’tidaaf
26. Abdullah bin Khafsh Al Waakil Miznul I’tidaaf
27. Yahya bin Zakaria                 Miznul I’tidaaf
28. Yahya bin Anbasah Al Quroisy Miznul I’tidaaf
29. Khasan bin Ibrohim                 Kitaab Istnaa Mathlab
30. Malik bin Nuwairoh Banu Tamiim Kitaab Khoolid bin Walid

Allah Ta’ala mengutus HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi, Masih Mau’ud) as pada permulaan abad ke 14H, lama sekali setelah ke 30 pendusta yang mengaku nabi itu terjadi/berlalu.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 09, 2014 7:33 pm

@ngayarana wrote:
Oh ya, kalo boleh tau...., siapa ya yang sebenarnya memerintah MGA mendakwa sebagai Nabi dan Rosul, sampai sampai ngaku Tuhan pula tuh...... pusing  pusing

Allah SWT telah mengutus HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as, kemudian beliau as bersabda: "Aku melihat diriku dalam mimpi sebagai Allah" (Ainah Kamalati Islam, hal. 564 & Kitabul Bariyah, hal.79).

Ini adalah pemandangan yang dilihat dalam mimpi. Menganggap mimpi sebagai suatu yang lahiriyah adalah kezhaliman. Contohnya: Nabi Yusuf as melihat, dalam mimpi, sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepada beliau as (Yusuf 13:4/5). Jika dianggap secara lahiriyah, maka tidak mungkin sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepada Nabi Yusuf as. Tetapi, jika ditakwilkan, maka kita akan mengetahui maknanya. Nabi Yusuf as menjelaskan tawil mimpi beliau as dalam Surah Yusuf 13:100/101.

Begitupula HMG Ahmad as menjelaskan takwil mimpi beliau as sebagai berikut:
"Saya tidak mengartikan peristiwa ini sebagaimana yang diartikan dalam kitab-kitab para pengikut Wihdatul Wujud (yakni aku sendiri adalah Tuhan), dan saya tidak mengartikan hal itu seperti pendapat para Hululiyin (Tuhan menitis dalam diriku), bahkan peristiwa ini sesuai dengan Hadits Nabi saw, yaitu dalam Hadits Bukhari, tentang penjelasan martabat hamba-hamba Allah yang shaleh yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan ibadah nafal. Maksud hadits qudsi itu adalah seorang hamba-Ku yang berusaha mendekat kepada-Ku dengan mengamalkan ibadah nafal, maka Aku akan mencintainya, apabila aku telah mencintainya maka Aku akan menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar, Aku akan menjadi matanya yang dengannya ia melihat, Aku akan menjadi tangannya yang dengannya ia memegang, Aku akan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan (HR Bukhari, Kitab-ur-Riqaq, Bab Tawadhih, Jilid IV, hal. 80, cetakan Mathbu' Ilahiyah Mesir).

Allamah Sayyid Abdul Ghani An-Nablusi menulis dalam kitabnya yang terbaik dalam hal membuka ta'bir mimpi, Ta'tirul-Anam fi Ta'biril Manam, hal. 9, cetakan Mesir: "Seorang yang melihat dalam mimpi bahwa ia seolah-olah menjadi Tuhan, maka artinya, yakni 'Allah SWT akan segera menyampaikannya ke tujuan petunjuk."

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 09, 2014 7:47 pm

@ngayarana wrote:
Lagi lagi anda Bawa hadist hadist Nabi tentang Almahdi ini di hubungkan dengan MGA.....
sudah lah bos, kayaknya saya sudah menjabarkan panjang lebar deh dengan anda di theat sebelah "Ahmadiyah Qodian" saya sudah skak Mat tuh.... ketiwi ketiwi 

Anda sudah SKAK MAT artinya anda sudah menyerah, karena tidak punya lagi dalil-dalil Al Qur'an & Hadits yang dapat membantah kebenaran HMG Ahmad as sebagai Imam Al Mahdi, Khalifatullah & Masih Mau'ud as.

@ngayarana wrote:
dan perasaan QS. Aljumuah ayat 2-3 sudah kita bahas juga, hasilnya gimana tuh....... ehmm ehmm 
Sebaiknya gak usahlah bawa ayat Suci Alquran untuk mendukung Junjungan anda itu, sudah pasti tidak mungkin ada, anda aja masih mimpi dan memutar balik serta  mempelintir terjemahan dan tafsir ayat ayat tersebut.

Sebaiknya jangan menggunakan perasaan, tetapi gunakanlah akal, karena Allah di dalam Al Qur'an sering menanyakan: afalaa ta'qiluuun? Faktanya anda KEDODORAN, coba buka lagi threadnya.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Sun Mar 09, 2014 7:55 pm

@Pak kedung
Ooooooh rupanya anda belum mengerti yah?
Mengerti...bahkan hapal dengan cara pak kedung....wkwkwkwk

Nabi Muhammad saw bersabda Al Mahdi itu adalah Khalifatullah atau Khalifah Allah (HR Ibnu Majah).
Saya tidak menyangkal Al Mahdi adalah Khalifah Allah (tidak diragukan lagi). Al Mahdi lah yang akan menjadi pemimpin dimana pada masanya manusia akan berbondong menjadi pengikut beliow.
Dan itu belum terjadi pada masa sekarang....beliow akan muncul dari daerah yang bernama Khurasan bukan Qodian(udah kek sarung saja)...  ehmm 
Menurut Al Qur'an Khalifah itu dijadikan Allah (An-Nur 24:55/56), bukan dipilih manusia, dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.
Dijadikan Allah bicara hakekat...jangan lupa anda harus melihat syariat.
Khulafaur Rasyidin dipilih oleh pemuka2 islam pasca wafatnya Rosul SAW. Jadi bahasa anda mentah disini...!
Menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi diutus Allah (kalimat pasif) (HR Musnad Ahmad bin Hambal) atau Allah mengutus Al Mahdi (kalimat aktif) atau Al Mahdi adalah Utusan Allah. Utusan Allah dalam bahasa Arab adalah Rasul Allah. Jadi, Al Mahdi itu adalah Khalifah Allah dan Rasul Allah setelah Nabi Muhammad Rasulullah saw (Al Jumu'ah 62:3/4).
Pernyataan anda diatas adalah Khalifah(pemimpin)....dan jika anda pintar bisa bedakan khalifah dengan utusan?
Jadi silakan pak kedung cari tahu makna kedua kata diatas dulu....agar tidak stuck kalow khalifah dengan rosul ada perbedaan yang signifikan.
Begitu bukan?
Bukan begitu...cuma begonoh...  lol
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 09, 2014 8:39 pm

@Ibnu Sabil wrote: @Pak kedung
Ooooooh rupanya anda belum mengerti yah?
Mengerti...bahkan hapal dengan cara pak kedung....wkwkwkwk

Udah tua, masih pake bahasa wkwkwkwk? Iiiiiiiiiiiih malu-maluin.

Nabi Muhammad saw bersabda Al Mahdi itu adalah Khalifatullah atau Khalifah Allah (HR Ibnu Majah).

Saya tidak menyangkal Al Mahdi adalah Khalifah Allah (tidak diragukan lagi). Al Mahdi lah yang akan menjadi pemimpin dimana pada masanya manusia akan berbondong menjadi pengikut beliow.
Dan itu belum terjadi pada masa sekarang....beliow akan muncul dari daerah yang bernama Khurasan bukan Qodian (udah kek sarung saja)...  ehmm [/quote]

Al Qur'an (An-Nur 24:55/56) dan Hadits (An-Najmuts-Tsaqib) menubuatkan bahwa Khalifatullah, Al Mahdi akan datang pada permulaan abad ke-14H, tepatnya tahun 1305H. Kalau bukan HMG Ahmad as dari Qadian, Hindustan yang nenek moyangnya berasal dari Khurasan, Iran, keturunan bangsa Persia, siapa lagi? Apalagi yang pendakwaannya didukung oleh tanda alam, yakni gerhana bulan dan gerhana matahari dalam bulan Ramadhan (Addarul Quthni) yang sudah terjadi pada permulaan abad ke-14H

@Ibnu Sabil wrote:
Menurut Al Qur'an Khalifah itu dijadikan Allah (An-Nur 24:55/56), bukan dipilih manusia, dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.

Dijadikan Allah bicara hakekat...jangan lupa anda harus melihat syariat.
Khulafaur Rasyidin dipilih oleh pemuka2 islam pasca wafatnya Rosul SAW. Jadi bahasa anda mentah disini...!

Tidak juga, karena sebelumnya Nabi Muhammad saw setelah menerima wahyu Allah, menubuatkan bahwa Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Usman bin Affan ra dan Ali bin Abu Thalib ra akan menjadi Khalifah Islam.

@Ibnu Sabil wrote:
Menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi diutus Allah (kalimat pasif) (HR Musnad Ahmad bin Hambal) atau Allah mengutus Al Mahdi (kalimat aktif) atau Al Mahdi adalah Utusan Allah. Utusan Allah dalam bahasa Arab adalah Rasul Allah. Jadi, Al Mahdi itu adalah Khalifah Allah dan Rasul Allah setelah Nabi Muhammad Rasulullah saw (Al Jumu'ah 62:3/4).

Pernyataan anda diatas adalah Khalifah (pemimpin)....dan jika anda pintar bisa bedakan khalifah dengan utusan?
Jadi silakan pak kedung cari tahu makna kedua kata diatas dulu....agar tidak stuck kalow khalifah dengan rosul ada perbedaan yang signifikan.

Menurut Al Qur'an, Allah telah menjadikan Adam as sebagai Khalifah di bumi (Al Baqarah 2:30/31), dan Dia juga telah menjadikan Daud as sebagai Khalifah di bumi (Shad 38:26/27). Allah telah berjanji kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh bahwa Dia pasti akan menjadikan Khalifah di bumi (An-Nur 24:55/56). Menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi itu adalah Khalifatullah atau Khalifah Allah (HR Ibnu Majah) dan Utusan/Rasul Allah dari kalangan umat Islam (HR Musnad Ahmad bin Hambal). Al Qur'an mengisyaratkan bahwa Rasul Allah akan dibangkitkan dari kalangan umat Islam atau umat Nabi Muhammad saw (Al 'Araf 7:35/36), yang berasal dari bangsa aakhorin / keturunan bangsa Persia (Al Jumu'ah 62:3/4 & HR Sahih Bukhari).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Sun Mar 09, 2014 8:45 pm

@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote: @Pak kedung
Ooooooh rupanya anda belum mengerti yah?
Mengerti...bahkan hapal dengan cara pak kedung....wkwkwkwk

Udah tua, masih pake bahasa wkwkwkwk? Iiiiiiiiiiiih malu-maluin.

Nabi Muhammad saw bersabda Al Mahdi itu adalah Khalifatullah atau Khalifah Allah (HR Ibnu Majah).

Saya tidak menyangkal Al Mahdi adalah Khalifah Allah (tidak diragukan lagi). Al Mahdi lah yang akan menjadi pemimpin dimana pada masanya manusia akan berbondong menjadi pengikut beliow.
Dan itu belum terjadi pada masa sekarang....beliow akan muncul dari daerah yang bernama Khurasan bukan Qodian (udah kek sarung saja)...  ehmm 

Al Qur'an (An-Nur 24:55/56) dan Hadits (An-Najmuts-Tsaqib) menubuatkan bahwa Khalifatullah, Al Mahdi akan datang pada permulaan abad ke-14H, tepatnya tahun 1305H. Kalau bukan HMG Ahmad as dari Qadian, Hindustan yang nenek moyangnya berasal dari Khurasan, Iran, keturunan bangsa Persia, siapa lagi? Apalagi yang pendakwaannya didukung oleh tanda alam, yakni gerhana bulan dan gerhana matahari dalam bulan Ramadhan (Addarul Quthni) yang sudah terjadi pada permulaan abad ke-14H

@Ibnu Sabil wrote:
Menurut Al Qur'an Khalifah itu dijadikan Allah (An-Nur 24:55/56), bukan dipilih manusia, dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.

Dijadikan Allah bicara hakekat...jangan lupa anda harus melihat syariat.
Khulafaur Rasyidin dipilih oleh pemuka2 islam pasca wafatnya Rosul SAW. Jadi bahasa anda mentah disini...!

Tidak juga, karena sebelumnya Nabi Muhammad saw setelah menerima wahyu Allah, menubuatkan bahwa Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Usman bin Affan ra dan Ali bin Abu Thalib ra akan menjadi Khalifah Islam.

@Ibnu Sabil wrote:
Menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi diutus Allah (kalimat pasif) (HR Musnad Ahmad bin Hambal) atau Allah mengutus Al Mahdi (kalimat aktif) atau Al Mahdi adalah Utusan Allah. Utusan Allah dalam bahasa Arab adalah Rasul Allah. Jadi, Al Mahdi itu adalah Khalifah Allah dan Rasul Allah setelah Nabi Muhammad Rasulullah saw (Al Jumu'ah 62:3/4).

Pernyataan anda diatas adalah Khalifah (pemimpin)....dan jika anda pintar bisa bedakan khalifah dengan utusan?
Jadi silakan pak kedung cari tahu makna kedua kata diatas dulu....agar tidak stuck kalow khalifah dengan rosul ada perbedaan yang signifikan.

Menurut Al Qur'an, Allah telah menjadikan Adam as sebagai Khalifah di bumi (Al Baqarah 2:30/31), dan Dia juga telah menjadikan Daud as sebagai Khalifah di bumi (Shad 38:26/27). Allah telah berjanji kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh bahwa Dia pasti akan menjadikan Khalifah di bumi (An-Nur 24:55/56). Menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi itu adalah Khalifatullah atau Khalifah Allah (HR Ibnu Majah) dan Utusan/Rasul Allah dari kalangan umat Islam (HR Musnad Ahmad bin Hambal). Al Qur'an mengisyaratkan bahwa Rasul Allah akan dibangkitkan dari kalangan umat Islam atau umat Nabi Muhammad saw (Al 'Araf 7:35/36), yang berasal dari bangsa aakhorin / keturunan bangsa Persia (Al Jumu'ah 62:3/4 & HR Sahih Bukhari).
Bolak-balik kek KA Jakarta-Bogor  nyerah nyerah 
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 09, 2014 9:09 pm

@Ibnu Sabil wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote: @Pak kedung
Ooooooh rupanya anda belum mengerti yah?
Mengerti...bahkan hapal dengan cara pak kedung....wkwkwkwk

Udah tua, masih pake bahasa wkwkwkwk? Iiiiiiiiiiiih malu-maluin.

Nabi Muhammad saw bersabda Al Mahdi itu adalah Khalifatullah atau Khalifah Allah (HR Ibnu Majah).

Saya tidak menyangkal Al Mahdi adalah Khalifah Allah (tidak diragukan lagi). Al Mahdi lah yang akan menjadi pemimpin dimana pada masanya manusia akan berbondong menjadi pengikut beliow.
Dan itu belum terjadi pada masa sekarang....beliow akan muncul dari daerah yang bernama Khurasan bukan Qodian (udah kek sarung saja)...  ehmm 

Al Qur'an (An-Nur 24:55/56) dan Hadits (An-Najmuts-Tsaqib) menubuatkan bahwa Khalifatullah, Al Mahdi akan datang pada permulaan abad ke-14H, tepatnya tahun 1305H. Kalau bukan HMG Ahmad as dari Qadian, Hindustan yang nenek moyangnya berasal dari Khurasan, Iran, keturunan bangsa Persia, siapa lagi? Apalagi yang pendakwaannya didukung oleh tanda alam, yakni gerhana bulan dan gerhana matahari dalam bulan Ramadhan (Addarul Quthni) yang sudah terjadi pada permulaan abad ke-14H

@Ibnu Sabil wrote:
Menurut Al Qur'an Khalifah itu dijadikan Allah (An-Nur 24:55/56), bukan dipilih manusia, dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.

Dijadikan Allah bicara hakekat...jangan lupa anda harus melihat syariat.
Khulafaur Rasyidin dipilih oleh pemuka2 islam pasca wafatnya Rosul SAW. Jadi bahasa anda mentah disini...!

Tidak juga, karena sebelumnya Nabi Muhammad saw setelah menerima wahyu Allah, menubuatkan bahwa Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Usman bin Affan ra dan Ali bin Abu Thalib ra akan menjadi Khalifah Islam.

@Ibnu Sabil wrote:
Menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi diutus Allah (kalimat pasif) (HR Musnad Ahmad bin Hambal) atau Allah mengutus Al Mahdi (kalimat aktif) atau Al Mahdi adalah Utusan Allah. Utusan Allah dalam bahasa Arab adalah Rasul Allah. Jadi, Al Mahdi itu adalah Khalifah Allah dan Rasul Allah setelah Nabi Muhammad Rasulullah saw (Al Jumu'ah 62:3/4).

Pernyataan anda diatas adalah Khalifah (pemimpin)....dan jika anda pintar bisa bedakan khalifah dengan utusan?
Jadi silakan pak kedung cari tahu makna kedua kata diatas dulu....agar tidak stuck kalow khalifah dengan rosul ada perbedaan yang signifikan.

Menurut Al Qur'an, Allah telah menjadikan Adam as sebagai Khalifah di bumi (Al Baqarah 2:30/31), dan Dia juga telah menjadikan Daud as sebagai Khalifah di bumi (Shad 38:26/27). Allah telah berjanji kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh bahwa Dia pasti akan menjadikan Khalifah di bumi (An-Nur 24:55/56). Menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi itu adalah Khalifatullah atau Khalifah Allah (HR Ibnu Majah) dan Utusan/Rasul Allah dari kalangan umat Islam (HR Musnad Ahmad bin Hambal). Al Qur'an mengisyaratkan bahwa Rasul Allah akan dibangkitkan dari kalangan umat Islam atau umat Nabi Muhammad saw (Al 'Araf 7:35/36), yang berasal dari bangsa aakhorin / keturunan bangsa Persia (Al Jumu'ah 62:3/4 & HR Sahih Bukhari).
Bolak-balik kek KA Jakarta-Bogor  nyerah nyerah 

SKAK MAT!!! artinya anda menyerah kedodoran, karena tidak punya lagi dalil-dalil Al Qur'an dan Hadits yang dapat membantah kebenaran HMG Ahmad sebagai Khalifatullah, Imam Al Mahdi & Masih Mau'ud as.

Inilah kebenaran dari Tuhan anda, barangsiapa berkehendak, maka berimanlah, dan barangsiapa berkehendak, maka ingkarlah (Al Kahfi 18:29/30). Tidak ada paksaan dalam agama, karena jalan kebenaran itu nyata benar bedanya dari jalan kesesatan (Al Baqarah 2:256/257).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Sun Mar 09, 2014 9:52 pm

@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote: @Pak kedung
Ooooooh rupanya anda belum mengerti yah?
Mengerti...bahkan hapal dengan cara pak kedung....wkwkwkwk

Udah tua, masih pake bahasa wkwkwkwk? Iiiiiiiiiiiih malu-maluin.

Nabi Muhammad saw bersabda Al Mahdi itu adalah Khalifatullah atau Khalifah Allah (HR Ibnu Majah).

Saya tidak menyangkal Al Mahdi adalah Khalifah Allah (tidak diragukan lagi). Al Mahdi lah yang akan menjadi pemimpin dimana pada masanya manusia akan berbondong menjadi pengikut beliow.
Dan itu belum terjadi pada masa sekarang....beliow akan muncul dari daerah yang bernama Khurasan bukan Qodian (udah kek sarung saja)...  ehmm 

Al Qur'an (An-Nur 24:55/56) dan Hadits (An-Najmuts-Tsaqib) menubuatkan bahwa Khalifatullah, Al Mahdi akan datang pada permulaan abad ke-14H, tepatnya tahun 1305H. Kalau bukan HMG Ahmad as dari Qadian, Hindustan yang nenek moyangnya berasal dari Khurasan, Iran, keturunan bangsa Persia, siapa lagi? Apalagi yang pendakwaannya didukung oleh tanda alam, yakni gerhana bulan dan gerhana matahari dalam bulan Ramadhan (Addarul Quthni) yang sudah terjadi pada permulaan abad ke-14H

@Ibnu Sabil wrote:
Menurut Al Qur'an Khalifah itu dijadikan Allah (An-Nur 24:55/56), bukan dipilih manusia, dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.

Dijadikan Allah bicara hakekat...jangan lupa anda harus melihat syariat.
Khulafaur Rasyidin dipilih oleh pemuka2 islam pasca wafatnya Rosul SAW. Jadi bahasa anda mentah disini...!

Tidak juga, karena sebelumnya Nabi Muhammad saw setelah menerima wahyu Allah, menubuatkan bahwa Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Usman bin Affan ra dan Ali bin Abu Thalib ra akan menjadi Khalifah Islam.
Ini jelas....khalifah islam(pemimpin)....apakah khalifah dimaksud adalah utusan/utusan? Ini menurut istilah pak kedung sendiri lho...

Pernyataan anda diatas adalah Khalifah (pemimpin)....dan jika anda pintar bisa bedakan khalifah dengan utusan?
Jadi silakan pak kedung cari tahu makna kedua kata diatas dulu....agar tidak stuck kalow khalifah dengan rosul ada perbedaan yang signifikan.
Yang ini saja gak dibabar!
Bisa lebih spesifik please!
Menurut Al Qur'an, Allah telah menjadikan Adam as sebagai Khalifah di bumi (Al Baqarah 2:30/31), dan Dia juga telah menjadikan Daud as sebagai Khalifah di bumi (Shad 38:26/27)
Ini jelas karena pra Muhammad SAW.......setelah Muhammad khalifah hanya ditujukan kepada pemimpin umat...malah lari2 ke Monggo Ganti Ajah, bagaimana bisa begituh?
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 09, 2014 10:41 pm

@Ibnu Sabil wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote: @Pak kedung
Ooooooh rupanya anda belum mengerti yah?
Mengerti...bahkan hapal dengan cara pak kedung....wkwkwkwk

Udah tua, masih pake bahasa wkwkwkwk? Iiiiiiiiiiiih malu-maluin.

Nabi Muhammad saw bersabda Al Mahdi itu adalah Khalifatullah atau Khalifah Allah (HR Ibnu Majah).

Saya tidak menyangkal Al Mahdi adalah Khalifah Allah (tidak diragukan lagi). Al Mahdi lah yang akan menjadi pemimpin dimana pada masanya manusia akan berbondong menjadi pengikut beliow.
Dan itu belum terjadi pada masa sekarang....beliow akan muncul dari daerah yang bernama Khurasan bukan Qodian (udah kek sarung saja)...  ehmm 

Al Qur'an (An-Nur 24:55/56) dan Hadits (An-Najmuts-Tsaqib) menubuatkan bahwa Khalifatullah, Al Mahdi akan datang pada permulaan abad ke-14H, tepatnya tahun 1305H. Kalau bukan HMG Ahmad as dari Qadian, Hindustan yang nenek moyangnya berasal dari Khurasan, Iran, keturunan bangsa Persia, siapa lagi? Apalagi yang pendakwaannya didukung oleh tanda alam, yakni gerhana bulan dan gerhana matahari dalam bulan Ramadhan (Addarul Quthni) yang sudah terjadi pada permulaan abad ke-14H

@Ibnu Sabil wrote:
Menurut Al Qur'an Khalifah itu dijadikan Allah (An-Nur 24:55/56), bukan dipilih manusia, dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.

Dijadikan Allah bicara hakekat...jangan lupa anda harus melihat syariat.
Khulafaur Rasyidin dipilih oleh pemuka2 islam pasca wafatnya Rosul SAW. Jadi bahasa anda mentah disini...!

Tidak juga, karena sebelumnya Nabi Muhammad saw setelah menerima wahyu Allah, menubuatkan bahwa Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra, Usman bin Affan ra dan Ali bin Abu Thalib ra akan menjadi Khalifah Islam.
Ini jelas....khalifah islam(pemimpin)....apakah khalifah dimaksud adalah utusan/utusan? Ini menurut istilah pak kedung sendiri lho...

Pernyataan anda diatas adalah Khalifah (pemimpin)....dan jika anda pintar bisa bedakan khalifah dengan utusan?
Jadi silakan pak kedung cari tahu makna kedua kata diatas dulu....agar tidak stuck kalow khalifah dengan rosul ada perbedaan yang signifikan.
Yang ini saja gak dibabar!
Bisa lebih spesifik please!
Menurut Al Qur'an, Allah telah menjadikan Adam as sebagai Khalifah di bumi (Al Baqarah 2:30/31), dan Dia juga telah menjadikan Daud as sebagai Khalifah di bumi (Shad 38:26/27)
Ini jelas karena pra Muhammad SAW.......setelah Muhammad khalifah hanya ditujukan kepada pemimpin umat...malah lari2 ke Monggo Ganti Ajah, bagaimana bisa begituh?

Secara leksikal/kamus, kata Khalifah bisa berarti Pemimpin, Penguasa, Pengganti, Penerus dan Wakil. Tetapi, di dalam Al Qur'an dan Hadits, kata Khalifah mengandung dua makna. Makna pertama merujuk kepada Nabi/Rasul Allah, atau Khalifatullah atau Khalifah Allah yang arti harfiahnya adalah Wakil Allah di bumi (Al Baqarah 2:30/31, Shad 38:26/27 & HR Ibnu Majah). Makna yang kedua merujuk kepada Khilafat Rasyidah atau Khilafat Ala Minhajjin Nubuwwah yang menggantikan Rasul/Nabi. Khusus Imam Mahdi as, selain merujuk kepada Nabi/Rasul Allah (HR Musnad Ahmad bin Hambal), Khalifatullah (HR Ibnu Majah) juga sebagai Pengganti / Penerus Nabi Muhammad Rasulullah saw (Al Jumu'ah 62:3/4 & An-Nisa 4:69/70).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by ngayarana on Sun Mar 09, 2014 11:13 pm

@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
Bagi saya tidak pernah akan menentang keputusan Allah SWT dan RosulNya (Muhammad SAW), tapi kalau anda menganggap MGA adalah rosul maka dengan Lantang akan saya katakan Anda dan golongan anda adalah Pengikut Dajjal.
Dan sekali lagi saya tegaskan ini dalil saya :

"Tak akan tegak hari kiamat sampai ada beberapa kabilah diantara ummatku akan bergabung dengan orang-orang musyrikin; sampai ada beberapa kabilah diantara ummatku akan menyembah berhala. Sesungguhnya akan ada di antara ummatku 30 tukang dusta, semuanya mengaku bahwa "ia adalah nabi". Akulah penutup para nabi, tak ada lagi nabi setelahku”. [HR. Abu Dawud (4253), At-Tirmidziy (2219), Ahmad (22448), Ibnu Hibban (7238), Al-Hakim (8390), Ath-Thobroniy dalam AlAusath (8397), dan Musnad Asy-Syamiyyin (2690),Abu Nu’aim (2/289), dan Asy-Syaibaniy dalam Al-Ahad wa Al-Matsaniy (456). Hadits ini dishohihkan Al-Albaniy dalamTakhrij Al-Misykah (5406)]

“Sesungguhnya tidaklah Allah mengutus nabi-nabi kecuali untuk memperingatkan umatnya akan kedatangan dajjal, AKU-LAH NABI TERAKHIR dan KALIAN UMAT TERAKHIR, Dajjal akan keluar diantara kalian, tidak bisa tidak. Sesungguhnya ia akan mulai berkata "Aku Nabi", PADAHAL TIDAK ADA NABI SESUDAHKU.” (HR. Ibnu Majah).

dan saya mengimani Hadist tersebut, dan saya berusaha selalu berdoa disetiap ahir Rokaat Shalat, memohon perlindungan dari Fitnah "Almasih Dajjal"

Yang sering dijadikan alasan oleh umat/ulama Islam untuk menolak utusan/nabi setelah Nabi Muhammad saw karena adanya hadits tentang 30 orang pendusta yang mengaku nabi, sbb.:
اَنَّهُ سَيَكُوْنُ فِى اُمَّتِيْ كَذَّابُوْنَ ثَلاَ ثُوْنَ كُلُّهُمْ يّزْعَمُ اَنَّهُ نَبِيُّ اللهِ
“Akan ada nanti dalam umatku 30 orang pendusta, yang masing-masing mendakwakan dirinya jadi nabi dan aku khaatamannabiyyin (penutup nabi-nabi), laa nabiyya ba’di (tidak ada nabi setelah aku). (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Dalam hadits ini ada pembatas 30 orang pendusta. Maka, dengan membatasi jumlah pendusta sampai 30 orang pembohong/dajjal yang akan mendakwakan dirinya seorang nabi setelah Nabi Muhammad saw sudah menunjukkan bahwa akan ada nabi yang benar setelah itu. Kalau setiap orang yang akan mendakwakan dirinya nabi adalah pendusta, tentu Nabi Muhammad saw akan mengatakan, ‘Setiap orang yang mendakwakan diri nabi setelah aku, maka semuanya bohong.’

Hadits ini sanadnya dinyatakan dhaif (lemah) oleh Al-Hafidzh Ibnu Hajar. Beliau menulis dalam kitab beliau Fat-hul Bari bahwa hadits ini sanadnya dhaif (Hujajul Kiiramah hal. 233). Hadits ini tersebut dalam HR Muslim. Namun demikian, dalam syarah Muslim, Ikmalul Akmal, Jilid VI, hal. 258, tertulis:
هَاذَاالْحَدِيْثُ ظَهَرَصِدْقُهُ فَإِنَّهُ لَوْعُدَّمَنْ تَنَبَّاءَمِنْ زَمَنِهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِلَى اْلاَنَ لَبَلَغَ هَذَالْعَدَدَوَيَعْرِفُ ذَالِكَ مَنْ يُطَالِعُ التَّارِيْخَ
“Kebenaran hadits ini sudah nyata, sebab jika dihitung jumlahnya, orang-orang yang pernah mendakwakan dirinya sebagai nabi semenjak Nabi Muhammad saw hingga sekarang pasti sudah mencapai jumlah tersebut; dan ini diketahui oleh orang-orang yang suka mempelajari sejarah Islam.”

Penulis buku tersebut wafat pada tahun 828H. Jadi dalam kurun waktu 400 tahun sudah ada 30 orang pembohong/dajjal muncul ke dunia yang mendakwakan dirinya nabi. Mereka itu adalah:
NAMA 30 ORANG YANG PERNAH MENGAKU NABI MENURUT SEJARAH UMAT ISLAM
No.   NAMA PENDAKWA/PENDUSTA SUMBER
1. Musailamah Al-Kadzdzaab         Shahih Bukhari
2. Aswad Al Ansi                         Shahih Bukhari
3. Ibnu Shoyad                         Shahih Muslim
4. Thulaihah Khuwailid                 Futuhaatil Islamiyati
5. Bahbud                                 Futuhaatil Islamiyati
6. Laqid bin Malik ’Azdi                 Futuhaatil Islamiyati
7. Ustadz Syeis                         Khujajul Kiraamah
8. Muqhtar                                 Khujajul Kiraamah
9. Laa                                         Khujajul Kiraamah
10. Muhammad bin Faraaj                 Khujajul Kiraamah
11. Abdullah bin Maimun                 Khujajul Kiraamah
12. Ghozali Syahir                         Khujajul Kiraamah
13. Faris bin Yahya                         Khujajul Kiraamah
14. Ishak Ikhris                                 Khujajul Kiraamah
15. Ahmad Muslim Mutannabi         Ibnu Khaqoon
16. Al Basandi                                 Kitab Taarikh Khulafaa
17. Nawakh Naadi                         Kitab Taarikh Khulafaa
18. Abu Manshuur                         Kitabul Fikri fil Firooq
19. Thooriq                                 Kitab Ibnu Khaldun
20. Shooleh bin Thoorif                 Kitab Ibnu Khaldun
21. Banan bin Sam’aan                 Manhaaj-us-Sunnah
22. Kabi                                         Kitaab Iftiroosah
23. Mighirah bin Sa’iid                 Kasyful Ghimmah
24. Shooleh bin Muhammad         Miznul I’tidaaf
25. Ibrohim bin Khoolaf bin Masyhur Miznul I’tidaaf
26. Abdullah bin Khafsh Al Waakil Miznul I’tidaaf
27. Yahya bin Zakaria                 Miznul I’tidaaf
28. Yahya bin Anbasah Al Quroisy Miznul I’tidaaf
29. Khasan bin Ibrohim                 Kitaab Istnaa Mathlab
30. Malik bin Nuwairoh Banu Tamiim Kitaab Khoolid bin Walid

Allah Ta’ala mengutus HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi, Masih Mau’ud) as pada permulaan abad ke 14H, lama sekali setelah ke 30 pendusta yang mengaku nabi itu terjadi/berlalu.
Ini lah yang perlu anda perbaiki pemahaman anda tentang hadist tersebut, memang hadist tersebut mengatakan 30 orang pendusta/Dajjal, namun bukan jumlah yang perlu di perhatikan karena jumlah tersebut jauh lebih banyak yang sebelumnya anda kemukakan, dan mungkin lebih dari ratusan.

Sebagai contoh bahwa sebelum MGA pun pemimpin kaum Bahaiyah Mirza Ali muhammad (meninggal Thn 1853) telah mendakwakan diri sebagai Nabi dan Rosul dengan pemahaman yang sama dengan kelompok anda, dan bila kita tilik dari segi dalil dalil yang mereka kemukakan sangat persis dengan keyakinan kelompok anda, seperti mengartikan kata "Khaatamin Nabiyyin" yang mereka artikan perhiasan para nabi, dan juga ayat ayat yang lainnya seperti yang sudah sering anda kemukakan di forum ini.

Dan juga anda melupakan di tanah air kita tentang Ahmad Mussaddeq yang belum lama sekitar tahun 2006 yang lalu mengaku dirinya sebagai nabi, dan juga Lia Aminuddin dan masih banyak nabi nabi palsu lainnya baik sebelum jaman MGA ataupun sesudahnya.

anda juga mempermasalahkan kesahihan hadist yang saya utarakan di atas, padahal dengan terang bagaimana para ulama mensahihkan hadist tersebut, di satu sisi anda mempersoalkan kesahihannya, tapi di sisi lai anda majdikan landasan tentang 30 orang pendusta tersebut diluar Sebelum MGA, jadi dimana posisi anda sekarang.......?

Namun sebagai muslim yang mengimani Tertutupnya Kenabian setelah Rosulullah SAW, jangankan 30, 100, 1000, bahkan sejuta Nabi barupun sudah sepatutnya kami Tolak, karena dengan jelas dikatakan.                وَاَنَاخَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَنَبِيَّ بَعْدِىْ, Rosulullah SAW adalah penutup para Nabi, dan tidak akan ada Nabi setelah Nya (Rosulullah SAW).


Terakhir diubah oleh ngayarana tanggal Sun Mar 09, 2014 11:42 pm, total 2 kali diubah
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by abu hanan on Sun Mar 09, 2014 11:30 pm

@ngay
tidak akan ada Nabi setelaNya.
setelan yah?bukan setelahnya?
wkwkwk.."makin gokil ajah" mode on..
 lol 


untuk orang yang memaafkan walaupun ia mampu membalas
maka kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang luas
avatar
abu hanan
GLOBAL MODERATOR
GLOBAL MODERATOR

Male
Age : 83
Posts : 7999
Kepercayaan : Islam
Location : soerabaia
Join date : 06.10.11
Reputation : 219

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by ngayarana on Sun Mar 09, 2014 11:35 pm

@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
Oh ya, kalo boleh tau...., siapa ya yang sebenarnya memerintah MGA mendakwa sebagai Nabi dan Rosul, sampai sampai ngaku Tuhan pula tuh...... pusing  pusing

Allah SWT telah mengutus HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as, kemudian beliau as bersabda: "Aku melihat diriku dalam mimpi sebagai Allah" (Ainah Kamalati Islam, hal. 564 & Kitabul Bariyah, hal.79).

Ini adalah pemandangan yang dilihat dalam mimpi. Menganggap mimpi sebagai suatu yang lahiriyah adalah kezhaliman. Contohnya: Nabi Yusuf as melihat, dalam mimpi, sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepada beliau as (Yusuf 13:4/5). Jika dianggap secara lahiriyah, maka tidak mungkin sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepada Nabi Yusuf as. Tetapi, jika ditakwilkan, maka kita akan mengetahui maknanya. Nabi Yusuf as menjelaskan tawil mimpi beliau as dalam Surah Yusuf 13:100/101.

Begitupula HMG Ahmad as menjelaskan takwil mimpi beliau as sebagai berikut:
"Saya tidak mengartikan peristiwa ini sebagaimana yang diartikan dalam kitab-kitab para pengikut Wihdatul Wujud (yakni aku sendiri adalah Tuhan), dan saya tidak mengartikan hal itu seperti pendapat para Hululiyin (Tuhan menitis dalam diriku), bahkan peristiwa ini sesuai dengan Hadits Nabi saw, yaitu dalam Hadits Bukhari, tentang penjelasan martabat hamba-hamba Allah yang shaleh yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan ibadah nafal. Maksud hadits qudsi itu adalah seorang hamba-Ku yang berusaha mendekat kepada-Ku dengan mengamalkan ibadah nafal, maka Aku akan mencintainya, apabila aku telah mencintainya maka Aku akan menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar, Aku akan menjadi matanya yang dengannya ia melihat, Aku akan menjadi tangannya yang dengannya ia memegang, Aku akan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan (HR Bukhari, Kitab-ur-Riqaq, Bab Tawadhih, Jilid IV, hal. 80, cetakan Mathbu' Ilahiyah Mesir).

Allamah Sayyid Abdul Ghani An-Nablusi menulis dalam kitabnya yang terbaik dalam hal membuka ta'bir mimpi, Ta'tirul-Anam fi Ta'biril Manam, hal. 9, cetakan Mesir: "Seorang yang melihat dalam mimpi bahwa ia seolah-olah menjadi Tuhan, maka artinya, yakni 'Allah SWT akan segera menyampaikannya ke tujuan petunjuk."
inilah dari serangkaian Syubhat yang di lontarkan oleh Junjungan anda dengan meyakini telah bermimi menjadi tuhan, dengan begitu secara tidak langsung MGA berani mengatakan bahwa dia sudah mampu melihat Wujud tuhan, dan bebrarti dia juga telah bertentangan dengan AlQur'an dalam surat Al An'am ayat 103 sebagai berikut:

"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui"

Bahkan Siti Aisyah memperingatkan dengan riwayatnya dalam Hadist Muslim sebagai berikut:

"Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ibrahim dari Dawud dari asy-Sya'bi dari Masruq dia berkata, "Ketika aku duduk bersandar di samping Aisyah, maka dia berkata, 'Wahai Abu Aisyah (Masruq)! Ada tiga perkara, barangsiapa yang memperbincangkan salah satu darinya, berarti dia telah melakukan pembohongan yang amat besar terhadap Allah.' Aku bertanya, 'Apakah tiga perkara itu? ' Aisyah menjawab, 'Pertama, barangsiapa mengklaim bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam melihat Tuhannya maka sungguh dia telah membesarkan kebohongannya terhadap Allah"(HR.MUSLIM - 259)

Bukankah sudah cukup untuk membuktikan mengenai Junjungan Anda tersebut........?
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by ngayarana on Sun Mar 09, 2014 11:38 pm

@abu hanan wrote:@ngay
tidak akan ada Nabi setelaNya.
setelan yah?bukan setelahnya?
wkwkwk.."makin gokil ajah" mode on..
 lol 
Lah Iya yah, salah ketik jadinya Nih.... ketiwi ketiwi , gara gara Tukang Genndong itu sih..wkwkwk
Udah saya edit tuh, tankiyu Wa.... 2 good 
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 09, 2014 11:42 pm

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
Bagi saya tidak pernah akan menentang keputusan Allah SWT dan RosulNya (Muhammad SAW), tapi kalau anda menganggap MGA adalah rosul maka dengan Lantang akan saya katakan Anda dan golongan anda adalah Pengikut Dajjal.
Dan sekali lagi saya tegaskan ini dalil saya :

"Tak akan tegak hari kiamat sampai ada beberapa kabilah diantara ummatku akan bergabung dengan orang-orang musyrikin; sampai ada beberapa kabilah diantara ummatku akan menyembah berhala. Sesungguhnya akan ada di antara ummatku 30 tukang dusta, semuanya mengaku bahwa "ia adalah nabi". Akulah penutup para nabi, tak ada lagi nabi setelahku”. [HR. Abu Dawud (4253), At-Tirmidziy (2219), Ahmad (22448), Ibnu Hibban (7238), Al-Hakim (8390), Ath-Thobroniy dalam AlAusath (8397), dan Musnad Asy-Syamiyyin (2690),Abu Nu’aim (2/289), dan Asy-Syaibaniy dalam Al-Ahad wa Al-Matsaniy (456). Hadits ini dishohihkan Al-Albaniy dalamTakhrij Al-Misykah (5406)]

“Sesungguhnya tidaklah Allah mengutus nabi-nabi kecuali untuk memperingatkan umatnya akan kedatangan dajjal, AKU-LAH NABI TERAKHIR dan KALIAN UMAT TERAKHIR, Dajjal akan keluar diantara kalian, tidak bisa tidak. Sesungguhnya ia akan mulai berkata "Aku Nabi", PADAHAL TIDAK ADA NABI SESUDAHKU.” (HR. Ibnu Majah).

dan saya mengimani Hadist tersebut, dan saya berusaha selalu berdoa disetiap ahir Rokaat Shalat, memohon perlindungan dari Fitnah "Almasih Dajjal"

Yang sering dijadikan alasan oleh umat/ulama Islam untuk menolak utusan/nabi setelah Nabi Muhammad saw karena adanya hadits tentang 30 orang pendusta yang mengaku nabi, sbb.:
اَنَّهُ سَيَكُوْنُ فِى اُمَّتِيْ كَذَّابُوْنَ ثَلاَ ثُوْنَ كُلُّهُمْ يّزْعَمُ اَنَّهُ نَبِيُّ اللهِ
“Akan ada nanti dalam umatku 30 orang pendusta, yang masing-masing mendakwakan dirinya jadi nabi dan aku khaatamannabiyyin (penutup nabi-nabi), laa nabiyya ba’di (tidak ada nabi setelah aku). (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

Dalam hadits ini ada pembatas 30 orang pendusta. Maka, dengan membatasi jumlah pendusta sampai 30 orang pembohong/dajjal yang akan mendakwakan dirinya seorang nabi setelah Nabi Muhammad saw sudah menunjukkan bahwa akan ada nabi yang benar setelah itu. Kalau setiap orang yang akan mendakwakan dirinya nabi adalah pendusta, tentu Nabi Muhammad saw akan mengatakan, ‘Setiap orang yang mendakwakan diri nabi setelah aku, maka semuanya bohong.’

Hadits ini sanadnya dinyatakan dhaif (lemah) oleh Al-Hafidzh Ibnu Hajar. Beliau menulis dalam kitab beliau Fat-hul Bari bahwa hadits ini sanadnya dhaif (Hujajul Kiiramah hal. 233). Hadits ini tersebut dalam HR Muslim. Namun demikian, dalam syarah Muslim, Ikmalul Akmal, Jilid VI, hal. 258, tertulis:
هَاذَاالْحَدِيْثُ ظَهَرَصِدْقُهُ فَإِنَّهُ لَوْعُدَّمَنْ تَنَبَّاءَمِنْ زَمَنِهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِلَى اْلاَنَ لَبَلَغَ هَذَالْعَدَدَوَيَعْرِفُ ذَالِكَ مَنْ يُطَالِعُ التَّارِيْخَ
“Kebenaran hadits ini sudah nyata, sebab jika dihitung jumlahnya, orang-orang yang pernah mendakwakan dirinya sebagai nabi semenjak Nabi Muhammad saw hingga sekarang pasti sudah mencapai jumlah tersebut; dan ini diketahui oleh orang-orang yang suka mempelajari sejarah Islam.”

Penulis buku tersebut wafat pada tahun 828H. Jadi dalam kurun waktu 400 tahun sudah ada 30 orang pembohong/dajjal muncul ke dunia yang mendakwakan dirinya nabi. Mereka itu adalah:
NAMA 30 ORANG YANG PERNAH MENGAKU NABI MENURUT SEJARAH UMAT ISLAM
No.   NAMA PENDAKWA/PENDUSTA SUMBER
1. Musailamah Al-Kadzdzaab         Shahih Bukhari
2. Aswad Al Ansi                         Shahih Bukhari
3. Ibnu Shoyad                         Shahih Muslim
4. Thulaihah Khuwailid                 Futuhaatil Islamiyati
5. Bahbud                                 Futuhaatil Islamiyati
6. Laqid bin Malik ’Azdi                 Futuhaatil Islamiyati
7. Ustadz Syeis                         Khujajul Kiraamah
8. Muqhtar                                 Khujajul Kiraamah
9. Laa                                         Khujajul Kiraamah
10. Muhammad bin Faraaj                 Khujajul Kiraamah
11. Abdullah bin Maimun                 Khujajul Kiraamah
12. Ghozali Syahir                         Khujajul Kiraamah
13. Faris bin Yahya                         Khujajul Kiraamah
14. Ishak Ikhris                                 Khujajul Kiraamah
15. Ahmad Muslim Mutannabi         Ibnu Khaqoon
16. Al Basandi                                 Kitab Taarikh Khulafaa
17. Nawakh Naadi                         Kitab Taarikh Khulafaa
18. Abu Manshuur                         Kitabul Fikri fil Firooq
19. Thooriq                                 Kitab Ibnu Khaldun
20. Shooleh bin Thoorif                 Kitab Ibnu Khaldun
21. Banan bin Sam’aan                 Manhaaj-us-Sunnah
22. Kabi                                         Kitaab Iftiroosah
23. Mighirah bin Sa’iid                 Kasyful Ghimmah
24. Shooleh bin Muhammad         Miznul I’tidaaf
25. Ibrohim bin Khoolaf bin Masyhur Miznul I’tidaaf
26. Abdullah bin Khafsh Al Waakil Miznul I’tidaaf
27. Yahya bin Zakaria                 Miznul I’tidaaf
28. Yahya bin Anbasah Al Quroisy Miznul I’tidaaf
29. Khasan bin Ibrohim                 Kitaab Istnaa Mathlab
30. Malik bin Nuwairoh Banu Tamiim Kitaab Khoolid bin Walid

Allah Ta’ala mengutus HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi, Masih Mau’ud) as pada permulaan abad ke 14H, lama sekali setelah ke 30 pendusta yang mengaku nabi itu terjadi/berlalu.
Ini lah yang perlu anda perbaiki pemahaman anda tentang hadist tersebut, memang hadist tersebut mengatakan 30 orang pendusta/Dajjal, namun bukan jumlah yang perlu di perhatikan karena jumlah tersebut jauh lebih banyak yang sebelumnya anda kemukakan, dan mungkin lebih dari ratusan.

Sebagai contoh bahwa sebelum MGA pun pemimpin kaum Bahaiyah Mirza Ali muhammad (meninggal Thn 1853) telah mendakwakan diri sebagai Nabi dan Rosul dengan pemahaman yang sama dengan kelompok anda, dan bila kita tilik dari segi dalil dalil yang mereka kemukakan sangat persis dengan keyakinan kelompok anda, seperti mengartikan kata "Khaatamin Nabiyyin" yang mereka artikan perhiasan para nabi, dan juga ayat ayat yang lainnya seperti yang sudah sering anda kemukakan di forum ini.

Dan juga anda melupakan di tanah air kita tentang Ahmad Mussaddeq yang belum lama sekitar tahun 2006 yang lalu mengaku dirinya sebagai nabi, dan juga Lia Aminuddin dan masih banyak nabi nabi palsu lainnya baik sebelum jaman MGA ataupun sesudahnya.

anda juga mempermasalahkan kesahihan hadist yang saya utarakan di atas, padahal dengan terang bagaimana para ulama mensahihkan hadist tersebut, di satu sisi anda mempersoalkan kesahihannya, tapi di sisi lai anda majdikan landasan tentang 30 orang pendusta tersebut diluar Sebelum MGA, jadi dimana posisi anda sekarang.......?

Namun sebagai muslim yang mengimani Tertutupnya Kenabian setelah Rosulullah SAW, jangan 30, 100, 1000, bahkan sejuta Nabi barupun sudah sepatutnya kami Tolak, karena dengan jelas dikatakan.                وَاَنَاخَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَنَبِيَّ بَعْدِىْ, Rosulullah SAW adalah penutup para Nabi, dan tidak akan ada Nabi setelaNya.

Anda keliru dalam memahami kata-kata Khaataman-Nabiyyin dalam Al Ahzab 33:40/41, karena Ali bin Abu Thalib ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya aku diutus sebagai PEMBUKA dan PENUTUP NABI-NABI" (Kanzul 'Ummal). Maksudnya, Nabi Muhammad saw adalah pembuka nabi-nabi yang tidak membawa syari'at baru, dan penutup nabi-nabi yang membawa syari'at baru.

Berkaitan dengan hadits 30 pendusta, sudah jelas zaman itu sudah berlalu, dan mungkin saja kemunculan pendusta-pendusta yang mengaku nabi/rasul juga akan terus berdatangan. Tetapi, Al Qur'an menegaskan bahwa jika seorang pendakwa yang mengaku nabi/rasul itu benar-benar datang dari Allah, maka ayat-ayat berikut adalah penegasannya: "Allah telah menetapkan, 'Aku dan rasul-rasul-Ku pasti akan menang.' Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa." (Al Mujaadalah 58:21/22).

Kemenangan apa yang telah ditetapkan Allah dalam Al Mujaadalah 58:21/22? Kita temukan di dalam ayat suci Al Qur'an berikut ini: "Apabila datang Pertolongan Allah dan Kemenangan; Dan engkau melihat manusia akan masuk dalam agama Allah berbondong-bondong." (An-Nashr 110:1/2-2/3).

Ternyata sebagai salah-seorang dari Rasul-rasul-Nya yang benar dari Allah, BUKTI NYATA menunjukkan bahwa Pertolongan Allah dan Kemenangan senantiasa Dia anugerahkan kepada HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dan tidak kepada para pendakwa Imam Mahdi lainnya. Jika anda tidak percaya, silahkan anda browsing di: http://www.alislam.org/

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by ngayarana on Mon Mar 10, 2014 12:05 am

@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
Lagi lagi anda Bawa hadist hadist Nabi tentang Almahdi ini di hubungkan dengan MGA.....
sudah lah bos, kayaknya saya sudah menjabarkan panjang lebar deh dengan anda di theat sebelah "Ahmadiyah Qodian" saya sudah skak Mat tuh.... ketiwi ketiwi 

Anda sudah SKAK MAT artinya anda sudah menyerah, karena tidak punya lagi dalil-dalil Al Qur'an & Hadits yang dapat membantah kebenaran HMG Ahmad as sebagai Imam Al Mahdi, Khalifatullah & Masih Mau'ud as.

@ngayarana wrote:
dan perasaan QS. Aljumuah ayat 2-3 sudah kita bahas juga, hasilnya gimana tuh....... ehmm ehmm 
Sebaiknya gak usahlah bawa ayat Suci Alquran untuk mendukung Junjungan anda itu, sudah pasti tidak mungkin ada, anda aja masih mimpi dan memutar balik serta  mempelintir terjemahan dan tafsir ayat ayat tersebut.

Sebaiknya jangan menggunakan perasaan, tetapi gunakanlah akal, karena Allah di dalam Al Qur'an sering menanyakan: afalaa ta'qiluuun?  Faktanya anda KEDODORAN, coba buka lagi threadnya.
Justru saya katakan Skak Mat karena anda sudah tidak mampu lagi mengelak ketika saya katakan kalau kata "يَبْعَثَ" dalam hadist nabi tersebut dengan Kata" بَعَثَ" dalam QS.  Al Baqoroh : 247 yang artinya membangkitkan Seseorang tampa gelar seorang Nabi atau Rosul, malah anda jawab seperti ini :
Pak Kedunghalang wrote:Walaupun seorang raja Bani Israil yang memiliki sifat Thalut itu manusia, tetapi kata kerja ba'atsa (membangkitkan / mengutus / mengirimkan) itu ditujukan kepada obyeknya yang bukan manusia, atau hanya sifatnya saja, yakni Thalut. Dengan demikian, maka Al Hajj 22:75/76 tidak berlaku untuk Thalut. bala bala bla dan seterusnya.......
http://www.laskarislam.com/t92p275-ahmadiyah-qadian Post 286

Apa Maksudnya, apa hhubungannya...?
Makanya sebelumnya saya tanyakan Bukankah "Thalut" itu Manusia? bukan Jin, dan Juga bukan Malaikat.?

Dan mengenai Al jumuah 3-2 apakah belum jelas kekeliruan anda, tentang pemahaman Fiil Madhi dan Fi'il Muta'adhi sehingga anda mengalihkan pembahasan menggunakan ayat lain, walaupun tetap saja hasilnya anda keliru.
Buat apa saya teruskan kalo anda akan terus berputar putar dalam membahasnya.
Disana saya hanya ingin menunjukkan kekeliruan Anda dalam menggunakan Ilmu Alat secara Nahwu shorof, selebihnya saya serahkan keanda.
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Mon Mar 10, 2014 12:08 am

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
Oh ya, kalo boleh tau...., siapa ya yang sebenarnya memerintah MGA mendakwa sebagai Nabi dan Rosul, sampai sampai ngaku Tuhan pula tuh...... pusing  pusing

Allah SWT telah mengutus HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as, kemudian beliau as bersabda: "Aku melihat diriku dalam mimpi sebagai Allah" (Ainah Kamalati Islam, hal. 564 & Kitabul Bariyah, hal.79).

Ini adalah pemandangan yang dilihat dalam mimpi. Menganggap mimpi sebagai suatu yang lahiriyah adalah kezhaliman. Contohnya: Nabi Yusuf as melihat, dalam mimpi, sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepada beliau as (Yusuf 13:4/5). Jika dianggap secara lahiriyah, maka tidak mungkin sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepada Nabi Yusuf as. Tetapi, jika ditakwilkan, maka kita akan mengetahui maknanya. Nabi Yusuf as menjelaskan tawil mimpi beliau as dalam Surah Yusuf 13:100/101.

Begitupula HMG Ahmad as menjelaskan takwil mimpi beliau as sebagai berikut:
"Saya tidak mengartikan peristiwa ini sebagaimana yang diartikan dalam kitab-kitab para pengikut Wihdatul Wujud (yakni aku sendiri adalah Tuhan), dan saya tidak mengartikan hal itu seperti pendapat para Hululiyin (Tuhan menitis dalam diriku), bahkan peristiwa ini sesuai dengan Hadits Nabi saw, yaitu dalam Hadits Bukhari, tentang penjelasan martabat hamba-hamba Allah yang shaleh yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan ibadah nafal. Maksud hadits qudsi itu adalah seorang hamba-Ku yang berusaha mendekat kepada-Ku dengan mengamalkan ibadah nafal, maka Aku akan mencintainya, apabila aku telah mencintainya maka Aku akan menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar, Aku akan menjadi matanya yang dengannya ia melihat, Aku akan menjadi tangannya yang dengannya ia memegang, Aku akan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan (HR Bukhari, Kitab-ur-Riqaq, Bab Tawadhih, Jilid IV, hal. 80, cetakan Mathbu' Ilahiyah Mesir).

Allamah Sayyid Abdul Ghani An-Nablusi menulis dalam kitabnya yang terbaik dalam hal membuka ta'bir mimpi, Ta'tirul-Anam fi Ta'biril Manam, hal. 9, cetakan Mesir: "Seorang yang melihat dalam mimpi bahwa ia seolah-olah menjadi Tuhan, maka artinya, yakni 'Allah SWT akan segera menyampaikannya ke tujuan petunjuk."
inilah dari serangkaian Syubhat yang di lontarkan oleh Junjungan anda dengan meyakini telah bermimi menjadi tuhan, dengan begitu secara tidak langsung MGA berani mengatakan bahwa dia sudah mampu melihat Wujud tuhan, dan bebrarti dia juga telah bertentangan dengan AlQur'an dalam surat Al An'am ayat 103 sebagai berikut:

"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui"

Bahkan Siti Aisyah memperingatkan dengan riwayatnya dalam Hadist Muslim sebagai berikut:

"Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ibrahim dari Dawud dari asy-Sya'bi dari Masruq dia berkata, "Ketika aku duduk bersandar di samping Aisyah, maka dia berkata, 'Wahai Abu Aisyah (Masruq)! Ada tiga perkara, barangsiapa yang memperbincangkan salah satu darinya, berarti dia telah melakukan pembohongan yang amat besar terhadap Allah.' Aku bertanya, 'Apakah tiga perkara itu? ' Aisyah menjawab, 'Pertama, barangsiapa mengklaim bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam melihat Tuhannya maka sungguh dia telah membesarkan kebohongannya terhadap Allah"(HR.MUSLIM - 259)

Bukankah sudah cukup untuk membuktikan mengenai Junjungan Anda tersebut........?

TET TOOOOOT,  SANGAT TIDAK CUKUP.

Anda keliru dalam memahami mimpi. Allah Al Mutakallim menjelaskan bahwa mimpi itu adalah salah-satu dari tiga cara (di belakang tabir) Allah menyampaikan pesannya kepada manusia yang dikehendaki-Nya (Asy-Syura 42:51/52). Dengan demikian, kita sebagai manusia tidak bisa merekayasa mimpi, contohnya, ketika anda mau tidur, kemudian anda berkehendak di dalam tidur anda bermimpi bertemu Nabi Muhammad saw.  Apakah kehendak anda itu akan terkabul? Tentu tidak, jika Allah Al Mutakallim tidak menghendakinya, karena mimpi itu pada hakekatnya datang dari Allah, Al Mutakallim.

Tentang Surah Al An'am 6:103/104 dan HR Muslim 259, saya sudah membahasnya dengan CS dalam Israa' Mi'raj yang pada intinya Allah tidak bisa dilihat dengan kasat mata, melainkan dengan hanya mata hati (fuaad). Rasulullah saw melihat Allah dengan mata hati ketika Mi'raj, kemudian mendekati Allah dan Allah pun mendekati beliau saw sehingga manunggal bagaikan dua tali busur dan lebih dekat lagi. Inilah maqam syahadat yang hanya Dia anugerahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Mustafa Rasulullah saw.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by ngayarana on Mon Mar 10, 2014 12:24 am

@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
Oh ya, kalo boleh tau...., siapa ya yang sebenarnya memerintah MGA mendakwa sebagai Nabi dan Rosul, sampai sampai ngaku Tuhan pula tuh...... pusing  pusing

Allah SWT telah mengutus HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as, kemudian beliau as bersabda: "Aku melihat diriku dalam mimpi sebagai Allah" (Ainah Kamalati Islam, hal. 564 & Kitabul Bariyah, hal.79).

Ini adalah pemandangan yang dilihat dalam mimpi. Menganggap mimpi sebagai suatu yang lahiriyah adalah kezhaliman. Contohnya: Nabi Yusuf as melihat, dalam mimpi, sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepada beliau as (Yusuf 13:4/5). Jika dianggap secara lahiriyah, maka tidak mungkin sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepada Nabi Yusuf as. Tetapi, jika ditakwilkan, maka kita akan mengetahui maknanya. Nabi Yusuf as menjelaskan tawil mimpi beliau as dalam Surah Yusuf 13:100/101.

Begitupula HMG Ahmad as menjelaskan takwil mimpi beliau as sebagai berikut:
"Saya tidak mengartikan peristiwa ini sebagaimana yang diartikan dalam kitab-kitab para pengikut Wihdatul Wujud (yakni aku sendiri adalah Tuhan), dan saya tidak mengartikan hal itu seperti pendapat para Hululiyin (Tuhan menitis dalam diriku), bahkan peristiwa ini sesuai dengan Hadits Nabi saw, yaitu dalam Hadits Bukhari, tentang penjelasan martabat hamba-hamba Allah yang shaleh yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan ibadah nafal. Maksud hadits qudsi itu adalah seorang hamba-Ku yang berusaha mendekat kepada-Ku dengan mengamalkan ibadah nafal, maka Aku akan mencintainya, apabila aku telah mencintainya maka Aku akan menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar, Aku akan menjadi matanya yang dengannya ia melihat, Aku akan menjadi tangannya yang dengannya ia memegang, Aku akan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan (HR Bukhari, Kitab-ur-Riqaq, Bab Tawadhih, Jilid IV, hal. 80, cetakan Mathbu' Ilahiyah Mesir).

Allamah Sayyid Abdul Ghani An-Nablusi menulis dalam kitabnya yang terbaik dalam hal membuka ta'bir mimpi, Ta'tirul-Anam fi Ta'biril Manam, hal. 9, cetakan Mesir: "Seorang yang melihat dalam mimpi bahwa ia seolah-olah menjadi Tuhan, maka artinya, yakni 'Allah SWT akan segera menyampaikannya ke tujuan petunjuk."
inilah dari serangkaian Syubhat yang di lontarkan oleh Junjungan anda dengan meyakini telah bermimi menjadi tuhan, dengan begitu secara tidak langsung MGA berani mengatakan bahwa dia sudah mampu melihat Wujud tuhan, dan bebrarti dia juga telah bertentangan dengan AlQur'an dalam surat Al An'am ayat 103 sebagai berikut:

"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui"

Bahkan Siti Aisyah memperingatkan dengan riwayatnya dalam Hadist Muslim sebagai berikut:

"Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ibrahim dari Dawud dari asy-Sya'bi dari Masruq dia berkata, "Ketika aku duduk bersandar di samping Aisyah, maka dia berkata, 'Wahai Abu Aisyah (Masruq)! Ada tiga perkara, barangsiapa yang memperbincangkan salah satu darinya, berarti dia telah melakukan pembohongan yang amat besar terhadap Allah.' Aku bertanya, 'Apakah tiga perkara itu? ' Aisyah menjawab, 'Pertama, barangsiapa mengklaim bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam melihat Tuhannya maka sungguh dia telah membesarkan kebohongannya terhadap Allah"(HR.MUSLIM - 259)

Bukankah sudah cukup untuk membuktikan mengenai Junjungan Anda tersebut........?

TET TOOOOOT,  SANGAT TIDAK CUKUP.

Anda keliru dalam memahami mimpi. Allah Al Mutakallim menjelaskan bahwa mimpi itu adalah salah-satu dari tiga cara (di belakang tabir) Allah menyampaikan pesannya kepada manusia yang dikehendaki-Nya (Asy-Syura 42:51/52). Dengan demikian, kita sebagai manusia tidak bisa merekayasa mimpi, contohnya, ketika anda mau tidur, kemudian anda berkehendak di dalam tidur anda bermimpi bertemu Nabi Muhammad saw.  Apakah kehendak anda itu akan terkabul? Tentu tidak, jika Allah Al Mutakallim tidak menghendakinya, karena mimpi itu pada hakekatnya datang dari Allah, Al Mutakallim.

Tentang Surah Al An'am 6:103/104 dan HR Muslim 259, saya sudah membahasnya dengan CS dalam Israa' Mi'raj yang pada intinya Allah tidak bisa dilihat dengan kasat mata, melainkan dengan hanya mata hati (fuaad). Rasulullah saw melihat Allah dengan mata hati ketika Mi'raj, kemudian mendekati Allah dan Allah pun mendekati beliau saw sehingga manunggal bagaikan dua tali busur dan lebih dekat lagi. Inilah maqam syahadat yang hanya Dia anugerahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Mustafa Rasulullah saw.
Pakedung......
Coba perhatikan lagi ayatnya :
"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui"

Yang saya tebelin......
Apa maksudnya segala Penglihatan itu?
Fikirkan, renungkan............................!
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Mon Mar 10, 2014 12:32 am

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
Lagi lagi anda Bawa hadist hadist Nabi tentang Almahdi ini di hubungkan dengan MGA.....
sudah lah bos, kayaknya saya sudah menjabarkan panjang lebar deh dengan anda di theat sebelah "Ahmadiyah Qodian" saya sudah skak Mat tuh.... ketiwi ketiwi 

Anda sudah SKAK MAT artinya anda sudah menyerah, karena tidak punya lagi dalil-dalil Al Qur'an & Hadits yang dapat membantah kebenaran HMG Ahmad as sebagai Imam Al Mahdi, Khalifatullah & Masih Mau'ud as.

@ngayarana wrote:
dan perasaan QS. Aljumuah ayat 2-3 sudah kita bahas juga, hasilnya gimana tuh....... ehmm ehmm 
Sebaiknya gak usahlah bawa ayat Suci Alquran untuk mendukung Junjungan anda itu, sudah pasti tidak mungkin ada, anda aja masih mimpi dan memutar balik serta  mempelintir terjemahan dan tafsir ayat ayat tersebut.

Sebaiknya jangan menggunakan perasaan, tetapi gunakanlah akal, karena Allah di dalam Al Qur'an sering menanyakan: afalaa ta'qiluuun?  Faktanya anda KEDODORAN, coba buka lagi threadnya.
Justru saya katakan Skak Mat karena anda sudah tidak mampu lagi mengelak ketika saya katakan kalau kata "يَبْعَثَ" dalam hadist nabi tersebut dengan Kata" بَعَثَ" dalam QS.  Al Baqoroh : 247 yang artinya membangkitkan Seseorang tampa gelar seorang Nabi atau Rosul, malah anda jawab seperti ini :
Pak Kedunghalang wrote:Walaupun seorang raja Bani Israil yang memiliki sifat Thalut itu manusia, tetapi kata kerja ba'atsa (membangkitkan / mengutus / mengirimkan) itu ditujukan kepada obyeknya yang bukan manusia, atau hanya sifatnya saja, yakni Thalut. Dengan demikian, maka Al Hajj 22:75/76 tidak berlaku untuk Thalut. bala bala bla dan seterusnya.......
http://www.laskarislam.com/t92p275-ahmadiyah-qadian Post 286

Apa Maksudnya, apa hhubungannya...?
Makanya sebelumnya saya tanyakan Bukankah "Thalut" itu Manusia? bukan Jin, dan Juga bukan Malaikat.?

Dan mengenai Al jumuah 3-2 apakah belum jelas kekeliruan anda, tentang pemahaman Fiil Madhi dan Fi'il Muta'adhi sehingga anda mengalihkan pembahasan menggunakan ayat lain, walaupun tetap saja hasilnya anda keliru.
Buat apa saya teruskan kalo anda akan terus berputar putar dalam membahasnya.
Disana saya hanya ingin menunjukkan kekeliruan Anda dalam menggunakan Ilmu Alat secara Nahwu shorof, selebihnya saya serahkan keanda.

Makanya, sebaiknya buka dan baca lagi thread itu, nanti anda akan melihat sendiri betapa anda kedodoran dalam menjawab dalil-dalil Al Qur'an dan Hadits tentang kebenaran HMG Ahmad as sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as yang diutus Allah sebagai Nabi dari kalangan umat Nabi Muhammad saw.

Sudah saya jelaskan bahwa Thalut itu merujuk kepada sifat raja Bani Israil, bukan kepada manusia yang diutus Allah, sehingga Al Hajj 22:75/76 tidak berlaku untuk Thalut. Seandainya Thalut itu utusan Allah, dia harus membuktikannya dengan menampilkan firman Allah yang mengutusnya sebagai Utusan Allah, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw dalam Al 'Araf 7:158/159. HMG Ahmad as telah menampilkan wahyu Allah yang diterimanya sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as.

Begitupula dengan kata ba'atsa yang berbentuk fi'il madhi yang muta'adhi dalam Al Jumu'ah 62:3/4, karena saya sudah membandingkannya dengan penggunaan fi'il madhi dalam Al Ahzab 33:27/28 tentang mewariskan harta kepada orang-orang yang beriman. Nampak sekali, anda kedodoran dalam menjawab dalil-dalil yang saya kemukakan.  Tetapi, jika anda tidak setuju dengan ba'atsa yang berbentuk fi'il madhi yang muta'adhi dalam Al Jumu'ah 62:3/4, tetapi bukankah di dalam ayatnya tidak ada kata ba'atsa, melainkan hanya karena wau athaf saja. Namun di dalam hadits tentang kedatangan Imam Mahdi yang diutus Allah (HR Musnad Ahmad bin Hambal), yang digunakan adalah yab'atsu yang berbentuk fi'il mudhari. Maka, dengan penjelasan ini pun anda tambah kedodoran.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 5 dari 14 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 9 ... 14  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik