FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

al mahdi sang pemimpin

Halaman 2 dari 14 Previous  1, 2, 3 ... 8 ... 14  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

al mahdi sang pemimpin

Post by darussalam on Thu Dec 08, 2011 11:04 pm

First topic message reminder :

Dari Ali ra., ia berkata : Rosulullah saw bersabda :
“Al Mahdi itu dari golongan kami, Ahli Bait. Allah memperbaikinya dalam satu malam.”

Mengenai hadits ini, Ibnu Katsir dalam kitabnya An-Nihayah fil Fitan wal Malahim, berkata : “Allah menerima taubatnya dan memberinya taufik, memberinya ilham dan bimbingan setelah sebelumnya tidak demikian.”

Ciri-ciri


Tempat Muncul

Imam Mahdi dalam Taurat
Berita tentang kedatangan Imam Mahdi telah disebutkan dalam Taurat, yaitu dalam kitab Ulangan pasal 33 ayat 1-3 :
“Inilah berkat yang diberikan Musa, Hamba Allah itu, kepada orang Israel sebelum ia wafat. Berkatalah ia : “Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir ; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus ; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala. Sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus ..”

Dari teks Taurat di atas menjelaskan tentang wasiat terakhir nabi Musa as sebelum beliau meninggal dunia. “Tuhan datang dari Sinai” maksudnya Allah mengutus rasul-Nya yaitu Nabi Musa as. Kemudian setelah itu Allah mengutus nabi Isa as di Seir yaitu di Nazaret di sebelah utara Yerusalem yang disebut dengan “terbit kepada mereka dari Seir”, setelah itu Allah mengutus Nabi Muhammad saw yang disebut dengan “Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran”. Dengan diutusnya Nabi Muhammad maka agama Allah akan bersinar/memancar keseluruh alam/dunia. Pegunungan Paran adalah pegunungan di Mekkah di Jazirah Arab. Orang yahudi mengartikan “Pegunungan Paran” adalah “tahi lalat”, hal ini dilakukan agar mereka tidak terjebak pada pengakuan kepada Nabi Muhammad. Hal ini merupakan kesombongan orang Yahudi untuk menutup-nutupi berita tentang kenabian Nabi Muhammad yang muncul di pegunungan Paran, Mekkah.
Bila orang Yahudi menafsirkan Pegunungan Paran dengan pegunungan di Mekkah, maka mereka harus mengakui kenabian Nabi Muhammad, hal ini adalah suatu hal yang tidak mereka inginkan.
Bukti bahwa Pegunungan Paran adalah pegunungan di Mekkah, dapat diketahui dari Taurat sendiri, yaitu pada kitab Kejadian pasal 21 dengan judul “Abraham mengusir Hagar dan Ismael”, yaitu ketika Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismael di Mekah yang tandus sehingga mereka berdua kehausan sampai Ismail menangis :
“ Allah mendengar suara anak itu,. Lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, katanya kepadanya : “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Jangan takut, sebab Allah tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur ; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum . Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. Maka ia tinggallah di padang gurun Paran , dan ibunya mengambil seorang istri baginya dari tanah Mesir.”

Dari teks tersebut, orang Yahudi tidak bisa membantah kenyataan bahwa Pegunungan Paran adalah kota Mekkah, tempat diutusnya Nabi Muhammad saw juga tempat menetapnya Hajar dan Ismai, yang di situ Allah munculkan sumur (Air Zam Zam).
Setelah mengutus Nabi Muhammad saw, maka Allah akan mengutus Imam Mahdi. Tentang kedatangan Imam Mahdi dikatakan : “….datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya, tampak kepada mereka api yang menyala”. Imam mahdi akan muncul dari puluhan orang kudus, yaitu puluhan ribu orang yang sedang melaksanakan ibadah Haji, di musim Haji. Dibaiat di sebelah kanan Ka’bah yaitu rukun yamani (kanan = Yamin, Yamani - bhs arab), tepatnya di antara rukun yamani dan maqom Ibrahim. Hal tersebut sesuai dengan hadits - telah bersabda Rosulullah saw : “Akan dibaiat seorang laki-laki antara maqam Ibrahim dengan sudut ka’bah.”
Ibnu Katsir dalam An-Nihaayah Fil Fitan wal Malaahim, dalam bab yang berjudul “Al Mahdi adalah salah seorang Khulafaur Rasyidin” menuliskan : Dari Ummu Salamah, istri Nabi dari Nabi beliau bersabda : “Akan terjadi perselisihan saat wafatnya seorang khalifah, maka keluarlah seorang laki-laki penduduk Madinah melarikan diri ke Mekah. Kemudian ia didatangi oleh penduduk Mekkah dan dikeluarkan dari tempat tinggalnya setelah itu mereka membaiatnya di suatu tempat di antara Rukun Ka’bah dan Maqam Ibrahim, sedang ia membenci hai itu…..”

Al Mahdi adalah termasuk dari 12 khalifah yang dinubuatkan Rasulullah, yang mana setiap khalifah tersebut berasal dari keturunan Quraisy. Ibnu Katsir dalam kitabnya An-Nihaayah fil Fitan wal Malaahim menuliskan hadist dari Jabir bin samurah , dari Rasulullah : “Bahwasanya agama ini akan senantiasa tegak hingga kalian dipimpin oleh 12 khalifah yang mana umat taat kepada mereka”. Dan dalam riwayat lain mengatakan, “Mereka seluruhnya berasal dari Quraisy”. Mengenai hal ini, Taurat kitab Genesis (Kejadian) 17 : 20 juga menyebutkan tentang 12 khalifah /pemimpin tresebut “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar”.
Allah menjanjikan Khalifah dari Quraisy yang akan menaklukkan Yerusalem. Berkaitan dengan Quraisy ini maka Taurat kitab Yesaya dengan Judul “Tuhan Memakai Koresy sebagai Alat-Nya” mengatakan “…Akulah yang berkata tentang Koresy (Quraisy) : Dia gembalaku-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem : Baiklah ia dibangun! Dan tentang Bait Suci : Baiklah diletakkan dasarnya!” - Dalam kitab itu dilanjutkan ....Beginilah firman Tuhan : “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresy yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung , hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi . Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi”.
Dalam teks Taurat di atas terdapat nubuah tentang kemenangan demi kemenangan yang dicapai oleh Al Mahdi yang termasuk keturunan suku Quraisy. Pembangunan kembali Yerusalem dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khotob (termasuk Khulafaur rasyidin keturunan bani Quraisy) setelah Umar merebutnya dari tangan Romawi pada abad-abda pertama Hijrah. Hal ini akan terjadi juga pada jaman Al Mahdi, Yerusalem akan ditundukkan oleh Al Mahdi, yang juga termasuk khalifah Quraisy. Kemudian al Mahdi akan membangun kembali Yerusalem menjadi ibu kota kekhalifahan, membangun kembali Masjidil Aqsha yang dulu merupakan tempat Rasulullah saw menjalani Isra’ Mi’raj.
Dalam Taurat kitab Yesaya 41 : 1 – 5 digambarkan tentang seorang pembebas dari timur yang sifat-sifatnya seperti Al Mahdi dan kaum Muslimin, dengan diberi judul “Tuhan Membangkitkan Seorang Pembebas” : “Dengarkanlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaknya bangsa-bangsa mendapat kekuatan baru! Biarlah mereka datang mendekat, kemudian berbicara; baiklah kita tampil bersama-sama untuk berpekara! Siapakah yang menggerakkan dia dari timur , menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti jerami yang tertiup. Ia mengejar mereka dan dengan selamat ia melalui jalan yang belum pernah diinjak kakinya. Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semua itu? Dia yang dari dahulu memanggil keturunan-keturunan, Aku, Tuhan, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap dia juga. Pulau-pulau telah melihatnya dan menjadi takut, ujung-ujung bumipun menjadi gemetar; mereka datang dan makin mendekat”.


Tanda-tanda kemunculan Al Mahdi
Terdapat beberapa tanda yang berkaitan dengan kemunculan Al Mahdi. Tanda-tanda tersebut dapat digolongka menjadi 3 bagian, yaitu : Tanda-tanda sebelum kemunculan; tanda-tanda ketika kemunculan; dan tanda-tanda setelah kemunculan Al Mahdi.

Tanda-tanda Sebelum kemunculan Al Mahdi
Terdapat beberapa tanda sebelum munculnya Al Mahdi pemimpin kaum muslimin, yaitu Irak dan Syam diboikot oleh Rum, Kehancuran Iraq, Wafatnya seorang Khalifah yang susul dengan perselisihan antara putra-putra khalifah, dunia berada dalam kezholiman.

Irak dan Syam diboikot oleh Rum
Salah satu tanda telah dekatnya kedatangan Imam Mahdi adalah Irak dan Syam diboikot oleh Romawi (Amerika Serikat dan Eropa). Setelah pemboikotan Irak dan Syam, maka Imam Mahdi akan muncul . Dari Jabir, telah bersabda Rasulullah saw : “Hampir saja tidak boleh dibawah ke negeri Irak secupak makanan atau sebuah dirham”, kami (sahabat) bertanya : “Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab : “Orang-orang ‘ajam (non Arab) yang melarang hal tersebut”. Kemudian beliau saw berkata : “Hampir saja tidak boleh dibawa secupak makanan atau sebuah dinar kepada penduduk Syam ”, kami bertanya : “Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab :”Orang-orang Rum. ” kemudian ia (Jabir) diam sejenak dan berkata : Telah bersabda rasulullah saw : “Pada akhir umatku akan ada seorang khalifah yang melimpahkan harta selimpah-limpahnya dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya.”

Saat ini tengah terjadi pemboikotan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (Romawi) dan sekutu-sekutunya terhadap negara Irak, sehingga bahan makanan, obat-obatab dan uang sulit masuk ke Irak. Banyak bayi kelaparan. Sebelumnya, Amerika telah menghancurkan daratan Irak dengan senjata-senjata beratnya.
Setelah Irak, maka boikot akan dilakukan terhadap Syam (Syiria, Palestina, Yordan, Libanon); dan saat ini di negara Palestina terjadi kesulitan makanan dan obat-obatan, hal ini dilakukan oleh Israel yang didukung oleh Amerika Serikat. Jika melihat kondisi politik Timur Tengah saat ini (tahun 2002) ada kemungkinan pemboikotan terhadap Palestina akan diperketat dan hal ini akan di alami juga oleh negara Libanon, Syiria, dan Yordan. Hal ini menandakan waktu munculnya Imam Mahdi sudah di ambang pintu!


Kehancuran Iraq
Saat ini, tahun 2002 mulai ada usaha lagi untuk menghancurkan Iraq oleh Amerika Serikat. Amerika mencoba intrik-intrik untuk membangkitkan perlawanan Iraq, agar Amerika mempunyai alasan untuk menghancurkannya. Hal ini merupakan sekenario yang dirancang Amerika dan Israel. Agar dengan intrik-intrik tersebut, Iraq terpancing untuk menyerang Israel. Dengan begitu ada alasan bagi Amerika untuk mendatangkan bantuan militer kepada Israel, untuk sebuah kepentingan besar di masa depan, merealisasikan Impian bagi Erezt Israel (Israel Raya), yang akan mencaplok Libanon, Sinai, Syiria dan Yordan.

Wafatnya seorang Khalifah yang susul dengan perselisihan antara putra-putra khalifah
Beberapa saat sebelum Allah memunculkan Al Mahdi, terdapat tanda-tanda yang mengisyaratkan kemunculan Al Mahdi sudah dekat, yaitu adanya kematian seorang khalifah yang disusul dengan timbulnya perselisihan di Jazirah Arab. Ketika Jazirah dilandan perselisihan maka saat itulah Al Mahdi dimunculkan oleh Allah swt. Dari Ummu Salamah, istri Nabi, dari Nabi beliau bersabda : “Akan terjadi perselisihan saat wafatnya seseorang khalifah, maka keluarlah seorang laki-laki penduduk Madinah melarikan diri ke Mekah. Kemudian ia didatangi oleh penduduk Mekkah dan dikeluarkan dari tempat tinggalnya setelah itu mereka membaiatnya di suatu tempat di antara rukun Ka’bah dan maqam Ibrahim, sedang ia membenci hal itu”. Setelah itu dikirimlah pasukan dari Syam (untuk menyerangnya) namun pasukan itu dibinasakan oleh Allah di antara Mekkah dan Madinah serta di Maqam. Kemudian dikirim lagi pasukan dari Syam dan dibinasakan oleh Allah di antara Mekkah dan Madinah . Ketika manusia melihat hal itu maka ia didatangi oleh pemuka-pemuka negeri Syam dan Iraq untuk membai’atnya. Tak lama kemudian muncullah seorang laki-laki dari kaum Quraisy yang didukung oleh paman-pamannya yang gigih. Akhirnya laki-laki itu mengalahkan khalifah tersebut, itulah pasukan yang tangguh dan sungguh merugilah bagi mereka yang tidak sempat turut serta dengannya. Laki-laki itu membagi-bagikan harta benda serta mengamalkan sunnah nabinya dan meneguhkan Islam di muka bumi. Hal itu berlangsung beberapa lama hingga akhirnya ia meninggal dan dishalati oleh kaum muslimin.”

Tanda-tanda Ketika Munculnya Al Mahdi
Banyaknya perselisian dan kegoncangan / gempa bumi. Imam Mahdi muncul pada saat penduduk bumi sedang dilanda perselisihan, banyak peperangan dan kegoncangan, penuh dengan penganiayaan dan kezholiman. Seperti yang dikatakan oleh Rasulullah : “Aku sampaikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya al Mahdi yang akan diutus (ke tengah-tengah manusia) ketika manusia sedang dilanda perselisihan dan kegoncangan-kegoncangan, dia akan memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan penganiayaan dan kezhaliman. Seluruh penduduk langit dan bumi menyukainya , dan dia akan membagi-bagikan kekayaan secara tepat (merata)…….”

Bintang berekor. Munculnya bintang berekor atau yang biasa di sebut dengan komet merupakan tanda munculnya Al Mahdi. Sebagaimana dikabarkan dalam manuskrip-manuskrip kuno, “Seorang pemuda dari ka’bah Tuhan menguasai Al Arz dan Al Mujaddil dalam perang dunia yang mengerikan, dengan seluruh musuh yang bergabung. Telah dekat keluarnya bersama bintang yang mempunyai api dan lidah api. Dan tandanya adalah kehancuran Iraq yang menggenaskan dalam perang dunia yang mengerikan, dan pemuda Tuhan itu sudah hampir keluar. Bencana di seluruh penjuru dunia Arab….” .Bintang yang mempunyai api dan lidah api’ adalah komet besar yang gerakannya bisa disaksikan oleh penduduk bumi dengan mata biasa. Masa kemunculan komet tersebut bersamaan dengan masa kemunculan Al Mahdi. Bisa bersamaan waktunya, bisa juga berselang beberapa hari atau bulan.
Dalam Taurat kita Ulangan 33:1-3 (seperti yang telah disebut di atas) : “.. dan (Al Mahdi) datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus (Jamaah haji); di sebelah kanan-Nya( di rukun yamani; Yaman = Yamin = kanan) tampak kepada mereka api yang menyala. Sungguh Ia mengasihi umat-Nya; semua orang-Nya yang kudus ..” Dalam teks tersebut terdapat kalimat ‘tampak kepada mereka api yang menyala’, hal ini bisa diartikan menjadi dua pengertian yaitu api yang muncul akibat perselisihan atau peperangan di Jazirah yang berakibat ladang atau kilang minyak hancur sehingga mengeluarkan gas yang berapi. Bisa juga api yang tampak di langit berupa bintang berekor.
Dalam sumber-sumber manuskrip kuno yang lain disebutkan : “Sesudah (munculnya) bintang dengan ekor besar, penduduk Yaman memberikan baiat kepada seorang pemuda dari Bait Al-Haram. Lalu pemuda itu menjadikan Yaman sebagai surga yang penuh kenikmatan”. Dalam manuskrip yang lain disebutkan juga : “….Orang-orang Yahudi dikalahkan oleh Pemimpin kaum Muslimin, yakni Al Mahdi, yang memiliki kekuasaan besar, dan pasukannya bergerak dari Makkah untuk melakukan penghancuran. Seluruh kekuasaannya diperoleh sesudah adanya ekor yang bercahaya. Kalimat yang tegas. Kekuasaannya meluas dari satu hari atas dataran yang jauh dan bagian barat Israel. Ia menguasai dunia dalam beberapa bulan dan tahun, dan menjadi khadam bagi semua orang yang menyaksikan kehidupannya”.

Tanda-tanda Setelah Munculnya Al Mahdi
Penenggelaman Pasukan. Setelah dibai’atnya Al Mahdi maka terdapat pihak-pihak yang pro dan kontra, ada yang mendukung dan ada yang tak suka. Golongan yang tak suka terhadap Al Mahdi maka mereka akan menyusun kekuatan untuk menghancurkannya. Satu pasukan dari Syam datang ke Jazirah untuk memerangi Al Mahdi dan pengikutnya. Tetapi ketika pasukan itu sampai di gurun pasir diantara Madinah dan Mekkah maka pasukan itu dibinasakan dalam riwayat lain pasukan itu ditenggelamkan ke bumi. Peristiwa ini membuat mata dunia terbuka, sehingga berbondong orang berbaiat kepada Al Mahdi. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, Rasulullah saw. bersabda : “Seorang laki-laki akan datang ke Baitullah (Ka’bah), maka diutuslah suatu utusan untuk mengejarnya. Dan ketika mereka telah sampai di suatu padang pasir, maka mereka terbenam ditelan bumi.”

Datangnya dukungan dari timur
Al Mahdi akan mendapat pendukung dari kaum Muslimin wilayah timur. Mereka datang Jazirah dengan membawa tanda berupa bendera hitam. Rasululllah saw. bersabda : “Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kamu dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda : “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al Mahdi.” Dalam suatu hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Abdullah, ia berkata, tatkala kami berada di sisi Rasulullah pada saat itu mata beliau mencucurkan air mata, dan berubah rona wajahnya, Abdullah berkata, maka aku berujar, kami melihat sesuatu di wajahmu, yang tidak kami inginkan, lalu beliau bersabda, “Bahwasanya Allah memilih buat keluarga akhirat daripada dunia, dan keluargaku setelah kepergianku akan mendapatkan bencana, penyingkiran dan pengusiran, hingga datang suatu kaum dari arah timur, mereka membawa bendera berwarna hitam, lalu mereka meminta roti namun tidak diberikan, lalu mereka memeranginya, dan mereka mengalihkannya, maka diberikanlah apa yang mereka minta tetapi mereka tidak menerimanya, hingga mereka serahkan kepada seorang dari keluargaku, lalu ia memenuhi dengan keadilan sebagaimana meluasnya kekejian, barangsiapa diantara kalian yang mendapatkannya maka datangilah walaupun dengan cara merangkak di atas salju”.
avatar
darussalam
Co-Administrator
Co-Administrator

Male
Posts : 411
Kepercayaan : Islam
Location : Brunei Darussalam
Join date : 25.11.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down


Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sat Mar 01, 2014 5:54 pm

@putramentari wrote:
mana dalilnya bahwa ada nabi yang tidak membawa syariat basi 

Dalam An-Nisa 4:69/70, Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana telah berjanji kepada orang-orang yang taat kepada Allah dan Nabi Muhammad saw, bahwa Dia pasti akan menganugerahkan Nikmat-Nya atas mereka, yakni kenabian yang tidak membawa syariat, keshiddiqan, kesyahidan dan keshalehan. Ayat inilah dalilnya, karena kenabian yang tidak membawa syariat itu datang dari orang-orang Islam yang taat kepada Nabi Muhammad saw.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by crescent-star on Sat Mar 01, 2014 11:28 pm

suatu saat nanti ada kelompok manusia yang membaca alQuran tapi ke kerongkongan pun tak sampai. apalagi ke hati. kelompok ini akan menjadi salah satu member koalisi yg diketuai DAJJAL.
yang seenak udelnya memelintir Quran demi pundi-pundi duniawi dan nafsu syaitoniah.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sat Mar 01, 2014 11:53 pm

@crescent-star wrote:suatu saat nanti ada kelompok manusia yang membaca alQuran tapi ke kerongkongan pun tak sampai. apalagi ke hati. kelompok ini akan menjadi salah satu member koalisi yg diketuai DAJJAL.
yang seenak udelnya memelintir Quran demi pundi-pundi duniawi dan nafsu syaitoniah.

Yang jelas kelompok manusia seperti itu bukan Jemaat Muslimin Ahmadiyah, karena Jemaat Muslimin Ahmadiyah didirikan oleh HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as atas perintah dan bimbingan wahyu Allah yang senantiasa dipimpin oleh seorang Khalifah (Khilafat Ala Minhajjin Nubuwwah Aakhorin) yang berpegang teguh kepada Tali Allah (Ali Imran 3:103), Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Khulafa-il-Mahdiyyin-ar-Rasyidin (HR Abu Daud).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by crescent-star on Sun Mar 02, 2014 12:09 am

penyakit itu ada di tubuh kelompok mu. hati-hatilah melangkah, jangan sampai jadi pengikut dajjal.
avatar
crescent-star
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 403
Kepercayaan : Islam
Location : jabar
Join date : 29.01.14
Reputation : 5

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by putramentari on Sun Mar 02, 2014 12:48 am

@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
mana dalilnya bahwa ada nabi yang tidak membawa syariat basi 

Dalam An-Nisa 4:69/70, Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana telah berjanji kepada orang-orang yang taat kepada Allah dan Nabi Muhammad saw, bahwa Dia pasti akan menganugerahkan Nikmat-Nya atas mereka, yakni kenabian yang tidak membawa syariat, keshiddiqan, kesyahidan dan keshalehan. Ayat inilah dalilnya, karena kenabian yang tidak membawa syariat itu datang dari orang-orang Islam yang taat kepada Nabi Muhammad saw.

QS 4:69. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

MANA YANG MENYATAKAN NABI YANG TIDAK MEMBAWA SYARIAT BARU mana

pengertiannya, bukanlah dimaksud bahwa yang taat pada Allah dan RasulNya akan diberi nikmat menjadi nabi-nabi, siddiqin, syuhada, dan shalihin, melainkan bagi mereka yang taat akan diberi nikmat sebagaimana nikmat yang diterima oleh para nabi, siddiqin, syuhada’ dan shalihin. Jika ada dari orang-orang itu muttaqin, shabirin, syakirin, mu’minin, maka Allah akan memberi nikmat sebagaimana yang diterima oleh Nabi-nabi siddiqin syuhada’ dan shalihin. Bukankah yang diharap mereka itu ialah keridhaan Allah di dunia dan di akhirat? Jadi jelas bukan nikmat menjadi nabi-nabi. Memang benar sudah banyak ummat Muhammad s.a.w. yang siddiqin, syuhada dan shalihin, tapi tidak pernah ada yang nabiyin, bahkan tidak pernah ada yang nabi, sekalipun

MASIH NGEYEL KAMU NAK basi basi basi 
avatar
putramentari
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 36
Posts : 4870
Kepercayaan : Islam
Location : Pekanbaru
Join date : 04.03.12
Reputation : 116

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by ngayarana on Sun Mar 02, 2014 12:00 pm

@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@ngayarana wrote:
@abu hanan wrote:mana tahan.. panas  hadew  nyerah 


mbok yah promosinyah itu ditunda dulu..eh bahas haditsnyah kek atow atsarnyah kek..
kok malah "tak gendong kemana2.."
 nyerah 
 ketawa guling ketawa guling 
Bisa Aja Uwa ini, Kaya MBah Surip Dong.....
"Tak gendong, kemana mana"
"Banguuuuuun, Tidur lagi...."
kekekekeke.......... ketawa guling ketawa guling 

Sworry Nyampah, abis mana Tahaaaaaan!!!

Al Qur'an memberitahukan kepada kita bahwa dari dulu para nabi/rasul yang benar dibangkitkan Allah itu senantiasa di perolok-olokkan (Yaasin 36:30/31 & Az-Zukhruf 43:7/8).
Eiiits, tunggu dulu......
tidak ada satu Nabipun yang dengan LANCANG saya PEROLOK OLOK, karena saya tau keagungan dan kebesaran Mereka (para nabi AS)
tetapi, bila ada seseorang yang datang setelah Rosulullah SAW mengaku sebagai Nabi apalagi sebagai Rosul, maka saya katakan dia adalah "DAJJAL".
dan ini sesuai dengan Sabda Rosulullah SAW :

"Tak akan tegak hari kiamat sampai ada beberapa kabilah diantara ummatku akan bergabung dengan orang-orang musyrikin; sampai ada beberapa kabilah diantara ummatku akan menyembah berhala. Sesungguhnya akan ada di antara ummatku 30 tukang dusta, semuanya mengaku bahwa ia adalah nabi. Akulah penutup para nabi, tak ada lagi nabi setelahku”. [HR. Abu Dawud (4253), At-Tirmidziy (2219), Ahmad (22448), Ibnu Hibban (7238), Al-Hakim (8390), Ath-Thobroniy dalam AlAusath (8397), dan Musnad Asy-Syamiyyin (2690),Abu Nu’aim (2/289), dan Asy-Syaibaniy dalam Al-Ahad wa Al-Matsaniy (456). Hadits ini dishohihkan Al-Albaniy dalamTakhrij Al-Misykah (5406)]

“Sesungguhnya tidaklah Allah mengutus nabi-nabi kecuali untuk memperingatkan umatnya akan kedatangan dajjal, AKU-LAH NABI TERAKHIR dan KALIAN UMAT TERAKHIR, Dajjal akan keluar diantara kalian, tidak bisa tidak. Sesungguhnya ia akan mulai berkata "Aku Nabi", PADAHAL TIDAK ADA NABI SESUDAHKU.” (HR. Ibnu Majah).

dan saya mengimani Hadist tersebut, dan saya berusaha selalu berdoa disetiap ahir Rokaat Shalat, memohon perlindungan dari Fitnah "Almasih Dajjal"

Wallahu A'lam

Jarak antara Nabi Muhammad Rasulullah saw dan HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as adalah +/- 13 Abad Hijrah, dan selama itu pula sudah lebih dari 30 orang dari antara umat Islam yang tukang dusta dan mengaku Nabi itu terjadi. HMG Ahmad as mendakwakan diri sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud yang diutus Allah sebagai Nabi Ummati setelah 30 orang pendusta yang mengaku nabi itu berlalu.  Rasulullah saw tidak menubuatkan bahwa orang ke 31 dan seterusnya dari antara umat Islam yang mengaku Nabi itu juga sebagai pendusta atau Dajjal, karena Al Qur'an dan Hadits menubuatkan bahwa Khalifatullah, Al Mahdi akan diutus Allah pada permulaan abad ke-14H (An-Nur 24:55/56, HR Ibnu Majah & Musnad Ahmad bin Hambal). Dengan demikian, maka hadits-hadits yang anda tampilkan itu tidak berlaku bagi HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as .
Ya....., Emang hadist nabi kaya jualan di pasar Poncol Minta di tawar..... awas 
Emang anda tau siapa yang 30 itu...
Sudah lah....., sadarlah cepatlah tobat.....

Pak Kedunghalang wrote:
Sebagaimana diisyaratkan dalam Al Qur'an bahwa nabi-nabi yang benar diutus Allah itu senantiasa diperolok-olokkan (Yaa Sin 36:30/31 & Az-Zukhruf 43:7/8), begitu juga HMG Ahmad as dan para pengikutnya yang tergabung dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah telah mengalami berbagai macam penganiayaan yang diawali dengan perolok-olokkan tersebut.  Tetapi, Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana senantiasa memberikan Pertolongan dan Kemenangan kepada HMG Ahmad as dan para pengikutnya, sebagaimana janji-Nya di dalam Al Qur'an: "Allah telah menetapkan 'Aku dan rasul-rasul-Ku pasti akan menang.' Sesungguhnya Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa." (Al Mujadalah 58:21/22). "Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan; Dan engkau meihat manusia akan masuk dalam agama Allah berbondong-bondong," (An-Nashr 110:1/2-2/3).
No koment...!, kami hanya ingin menunjukkan kesesatan kalian, dan berharap kembali ke jalan yang benar.

Pak Kedunghalang wrote:
Hingga saat ini sudah ratusan juta orang dari seluruh pelosok dunia, di lima benua, dan di 204 negara, dari berbagai suku bangsa dan latar belakang agama, berbondong-bondong masuk dalam agama Allah (Islam) melalui Jemaat Muslimin Ahmadiyah setelah bai'at kepada Allah di tangan HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as dan/atau Khalifatul Masih atba.
Bangun BOSSS, info sadarlah dari khayalan kalian, coba buktikan data kongkritnya jangan hanya menghayal.

Pak kedunghalang wrote:INILAH BUKTI NYATA YANG MENDUKUNG KEBENARAN HMG AHMAD AS sebagai Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud as yang diutus Allah dan telah Dia anugerahi Nikmat-Nya, yakni kenabian yang tidak membawa syariat, berkat ketaatannya yang sempurna kepada Nabi Muhammad Rasulullah saw (An-Nisa 4:69/70).
Udah Balik ke Treat sebelah, pembahasa ini sudah Basi...., Diulang Maning-diulang maning  basi
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by ngayarana on Sun Mar 02, 2014 12:03 pm

@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
mana dalilnya bahwa ada nabi yang tidak membawa syariat basi 

Dalam An-Nisa 4:69/70, Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana telah berjanji kepada orang-orang yang taat kepada Allah dan Nabi Muhammad saw, bahwa Dia pasti akan menganugerahkan Nikmat-Nya atas mereka, yakni kenabian yang tidak membawa syariat, keshiddiqan, kesyahidan dan keshalehan. Ayat inilah dalilnya, karena kenabian yang tidak membawa syariat itu datang dari orang-orang Islam yang taat kepada Nabi Muhammad saw.

QS 4:69. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

MANA YANG MENYATAKAN NABI YANG TIDAK MEMBAWA SYARIAT BARU mana

pengertiannya, bukanlah dimaksud bahwa yang taat pada Allah dan RasulNya akan diberi nikmat menjadi nabi-nabi, siddiqin, syuhada, dan shalihin, melainkan bagi mereka yang taat akan diberi nikmat sebagaimana nikmat yang diterima oleh para nabi, siddiqin, syuhada’ dan shalihin. Jika ada dari orang-orang itu muttaqin, shabirin, syakirin, mu’minin, maka Allah akan memberi nikmat sebagaimana yang diterima oleh Nabi-nabi siddiqin syuhada’ dan shalihin. Bukankah yang diharap mereka itu ialah keridhaan Allah di dunia dan di akhirat? Jadi jelas bukan nikmat menjadi nabi-nabi. Memang benar sudah banyak ummat Muhammad s.a.w. yang siddiqin, syuhada dan shalihin, tapi tidak pernah ada yang nabiyin, bahkan tidak pernah ada yang nabi, sekalipun

MASIH NGEYEL KAMU NAK basi basi basi 

Emang Bener kata orang Tua..., Orang Pintar Kalah sama Orang NGEYEL..... piss 
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 02, 2014 1:03 pm

@crescent-star wrote:penyakit itu ada di tubuh kelompok mu. hati-hatilah melangkah, jangan sampai jadi pengikut dajjal.

Pada zaman Nabi Muhammad saw dan Khulafa-ur-Rasyidin ra, umat Islam masih bersatu dan bersaudara, karena dipimpin oleh seorang Khalifah. Pada zaman ini, umat Islam sudah bercerai-berai menjadi puluhan sekte, tetapi hanya satu yang dipimpin oleh seorang Khalifah, yakni Jemaat Muslimin Ahmadiyah.

Apakah dajjal seorang Khalifah? Tentu tidak, karena banyak umat Islam yang menginginkan seorang Khalifah. Contohnya: Rabithal Alam Al Islami, Hizbut Tahrir dan banyak lagi, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil sepakat dalam melaksanakan pemilihan seorang Khalifah. Apa sebabnya? Karena hanya Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana yang menjadikan Khalifah di bumi yang Dia janjikan kepada orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh (An-Nur 24:55/56).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Sun Mar 02, 2014 1:10 pm

@ngayarana wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
tetapi, bila ada seseorang yang datang setelah Rosulullah SAW mengaku sebagai Nabi apalagi sebagai Rosul, maka saya katakan dia adalah "DAJJAL".
Sepertinya kalimat diatas harus dicermati dan dikaji secara lebih seksama.....karena ada 2 kemungkinan...............
1. Sebagai muslim bersikap waspada adalah suatu keharusan..
2. Sebagai muslim (maaf dengan tanda kutip).....kira2 bagaimana ya...?  ehmm 

Pak sabil.....
Saya pilih No 1
dan untuk No 2 bisa dijabarkan........?, Biar Tidak ada Dusta diantara Kita (Dewi Yul Mod On) piss 
Wkwkwkwk....tentu saya juga setuju dengan poin 1 (akur)....Nah masalah yang nomor dua saya katakan ada tanda kutip " artinya jika ada seseorang mengaku muslim dengan pedoman qur'an dan hadits (ngakunya sih), tapi masih memaksakan jika setelah rosul SAW masih ada rosul lain dengan syariat atow tanpa syariat (buat saya sama saja artinya sudah menabrak qur'an dan hadits).....apakah itu tidak termasuk dalam tanda kutip yang saya maksud?

avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 02, 2014 1:23 pm

@Ibnu Sabil wrote:
@ngayarana wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
tetapi, bila ada seseorang yang datang setelah Rosulullah SAW mengaku sebagai Nabi apalagi sebagai Rosul, maka saya katakan dia adalah "DAJJAL".
Sepertinya kalimat diatas harus dicermati dan dikaji secara lebih seksama.....karena ada 2 kemungkinan...............
1. Sebagai muslim bersikap waspada adalah suatu keharusan..
2. Sebagai muslim (maaf dengan tanda kutip).....kira2 bagaimana ya...?  ehmm 

Pak sabil.....
Saya pilih No 1
dan untuk No 2 bisa dijabarkan........?, Biar Tidak ada Dusta diantara Kita (Dewi Yul Mod On) piss 
Wkwkwkwk....tentu saya juga setuju dengan poin 1 (akur)....Nah masalah yang nomor dua saya katakan ada tanda kutip " artinya jika ada seseorang  mengaku muslim dengan pedoman qur'an dan hadits (ngakunya sih), tapi masih memaksakan jika setelah rosul SAW masih ada rosul lain dengan syariat atow tanpa syariat (buat saya sama saja artinya sudah menabrak qur'an dan hadits).....apakah itu tidak termasuk dalam tanda kutip yang saya maksud?


Tapi, menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi diutus Allah (HR Musnad Ahmad bin Hambal). Jadi, Al Mahdi diutus/dibangkitkan Allah maksudnya Al Mahdi Utusan Allah atau Al Mahdi Rasul Allah.

Dan, menurut Al Qur'an, nabi-nabi diutus Allah. Jadi, nabi-nabi diutus Allah maksudnya nabi-nabi Utusan Allah atau nabi-nabi adalah Rasul Allah (Az-Zukhruf 43:6/7).


Terakhir diubah oleh Kedunghalang tanggal Sun Mar 02, 2014 1:38 pm, total 3 kali diubah

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 02, 2014 1:29 pm

@ngayarana wrote:
@putramentari wrote:
@Kedunghalang wrote:
@putramentari wrote:
mana dalilnya bahwa ada nabi yang tidak membawa syariat basi 

Dalam An-Nisa 4:69/70, Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana telah berjanji kepada orang-orang yang taat kepada Allah dan Nabi Muhammad saw, bahwa Dia pasti akan menganugerahkan Nikmat-Nya atas mereka, yakni kenabian yang tidak membawa syariat, keshiddiqan, kesyahidan dan keshalehan. Ayat inilah dalilnya, karena kenabian yang tidak membawa syariat itu datang dari orang-orang Islam yang taat kepada Nabi Muhammad saw.

QS 4:69. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

MANA YANG MENYATAKAN NABI YANG TIDAK MEMBAWA SYARIAT BARU mana

pengertiannya, bukanlah dimaksud bahwa yang taat pada Allah dan RasulNya akan diberi nikmat menjadi nabi-nabi, siddiqin, syuhada, dan shalihin, melainkan bagi mereka yang taat akan diberi nikmat sebagaimana nikmat yang diterima oleh para nabi, siddiqin, syuhada’ dan shalihin. Jika ada dari orang-orang itu muttaqin, shabirin, syakirin, mu’minin, maka Allah akan memberi nikmat sebagaimana yang diterima oleh Nabi-nabi siddiqin syuhada’ dan shalihin. Bukankah yang diharap mereka itu ialah keridhaan Allah di dunia dan di akhirat? Jadi jelas bukan nikmat menjadi nabi-nabi. Memang benar sudah banyak ummat Muhammad s.a.w. yang siddiqin, syuhada dan shalihin, tapi tidak pernah ada yang nabiyin, bahkan tidak pernah ada yang nabi, sekalipun

MASIH NGEYEL KAMU NAK basi basi basi 

Emang Bener kata orang Tua..., Orang Pintar Kalah sama Orang NGEYEL..... piss 

Jadi, orang-orang yang mentaati Allah dan Nabi Muhammad saw hanya bisa bersama orang-orang shaleh saja, tidak bisa menjadi orang shaleh? ANEH bin AJAIB.

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by ngayarana on Sun Mar 02, 2014 2:19 pm

@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
@ngayarana wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
tetapi, bila ada seseorang yang datang setelah Rosulullah SAW mengaku sebagai Nabi apalagi sebagai Rosul, maka saya katakan dia adalah "DAJJAL".
Sepertinya kalimat diatas harus dicermati dan dikaji secara lebih seksama.....karena ada 2 kemungkinan...............
1. Sebagai muslim bersikap waspada adalah suatu keharusan..
2. Sebagai muslim (maaf dengan tanda kutip).....kira2 bagaimana ya...?  ehmm 

Pak sabil.....
Saya pilih No 1
dan untuk No 2 bisa dijabarkan........?, Biar Tidak ada Dusta diantara Kita (Dewi Yul Mod On) piss 
Wkwkwkwk....tentu saya juga setuju dengan poin 1 (akur)....Nah masalah yang nomor dua saya katakan ada tanda kutip " artinya jika ada seseorang  mengaku muslim dengan pedoman qur'an dan hadits (ngakunya sih), tapi masih memaksakan jika setelah rosul SAW masih ada rosul lain dengan syariat atow tanpa syariat (buat saya sama saja artinya sudah menabrak qur'an dan hadits).....apakah itu tidak termasuk dalam tanda kutip yang saya maksud?


Tapi, menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi diutus Allah (HR Musnad Ahmad bin Hambal). Jadi, Al Mahdi diutus/dibangkitkan Allah maksudnya Al Mahdi Utusan Allah atau Al Mahdi Rasul Allah.

Dan, menurut Al Qur'an, nabi-nabi diutus Allah. Jadi, nabi-nabi diutus Allah maksudnya nabi-nabi Utusan Allah atau nabi-nabi adalah Rasul Allah (Az-Zukhruf 43:6/7).
@Pak kedung
Teks hadistnya pleasss....., biar gak di sangka asal nyebut

Az Zukhruf : 6 di bahas di trheat sebelah aja biar gak tambah OOT
avatar
ngayarana
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1147
Kepercayaan : Islam
Location : Jakarta
Join date : 30.01.14
Reputation : 27

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 02, 2014 2:41 pm

@ngayarana wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
@ngayarana wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
Sepertinya kalimat diatas harus dicermati dan dikaji secara lebih seksama.....karena ada 2 kemungkinan...............
1. Sebagai muslim bersikap waspada adalah suatu keharusan..
2. Sebagai muslim (maaf dengan tanda kutip).....kira2 bagaimana ya...?  ehmm 

Pak sabil.....
Saya pilih No 1
dan untuk No 2 bisa dijabarkan........?, Biar Tidak ada Dusta diantara Kita (Dewi Yul Mod On) piss 
Wkwkwkwk....tentu saya juga setuju dengan poin 1 (akur)....Nah masalah yang nomor dua saya katakan ada tanda kutip " artinya jika ada seseorang  mengaku muslim dengan pedoman qur'an dan hadits (ngakunya sih), tapi masih memaksakan jika setelah rosul SAW masih ada rosul lain dengan syariat atow tanpa syariat (buat saya sama saja artinya sudah menabrak qur'an dan hadits).....apakah itu tidak termasuk dalam tanda kutip yang saya maksud?


Tapi, menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi diutus Allah (HR Musnad Ahmad bin Hambal). Jadi, Al Mahdi diutus/dibangkitkan Allah maksudnya Al Mahdi Utusan Allah atau Al Mahdi Rasul Allah.

Dan, menurut Al Qur'an, nabi-nabi diutus Allah. Jadi, nabi-nabi diutus Allah maksudnya nabi-nabi Utusan Allah atau nabi-nabi adalah Rasul Allah (Az-Zukhruf 43:6/7).
@Pak kedung
Teks hadistnya pleasss....., biar gak di sangka asal nyebut

Az Zukhruf : 6 di bahas di trheat sebelah aja biar gak tambah OOT

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)

Telah bersabda Rasulullah: "Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan, dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku . Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun. (HR Thabrani)

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Sun Mar 02, 2014 5:37 pm

@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
@ngayarana wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
tetapi, bila ada seseorang yang datang setelah Rosulullah SAW mengaku sebagai Nabi apalagi sebagai Rosul, maka saya katakan dia adalah "DAJJAL".
Sepertinya kalimat diatas harus dicermati dan dikaji secara lebih seksama.....karena ada 2 kemungkinan...............
1. Sebagai muslim bersikap waspada adalah suatu keharusan..
2. Sebagai muslim (maaf dengan tanda kutip).....kira2 bagaimana ya...?  ehmm 

Pak sabil.....
Saya pilih No 1
dan untuk No 2 bisa dijabarkan........?, Biar Tidak ada Dusta diantara Kita (Dewi Yul Mod On) piss 
Wkwkwkwk....tentu saya juga setuju dengan poin 1 (akur)....Nah masalah yang nomor dua saya katakan ada tanda kutip " artinya jika ada seseorang  mengaku muslim dengan pedoman qur'an dan hadits (ngakunya sih), tapi masih memaksakan jika setelah rosul SAW masih ada rosul lain dengan syariat atow tanpa syariat (buat saya sama saja artinya sudah menabrak qur'an dan hadits).....apakah itu tidak termasuk dalam tanda kutip yang saya maksud?


Tapi, menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi diutus Allah (HR Musnad Ahmad bin Hambal). Jadi, Al Mahdi diutus/dibangkitkan Allah maksudnya Al Mahdi Utusan Allah atau Al Mahdi Rasul Allah.

Dan, menurut Al Qur'an, nabi-nabi diutus Allah. Jadi, nabi-nabi diutus Allah maksudnya nabi-nabi Utusan Allah atau nabi-nabi adalah Rasul Allah (Az-Zukhruf 43:6/7).
Saya tidak membantah pernyataan nabi & rosul adalah utusan.
Tapi bagaimana anda bisa mengklaim jika al mahdi dikategorikan nabi & rosul?
Memposisikannya itu yang ngaco wal ngawurnya gak ketulungan......
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 02, 2014 5:56 pm

@Ibnu Sabil wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
@ngayarana wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
Sepertinya kalimat diatas harus dicermati dan dikaji secara lebih seksama.....karena ada 2 kemungkinan...............
1. Sebagai muslim bersikap waspada adalah suatu keharusan..
2. Sebagai muslim (maaf dengan tanda kutip).....kira2 bagaimana ya...?  ehmm 

Pak sabil.....
Saya pilih No 1
dan untuk No 2 bisa dijabarkan........?, Biar Tidak ada Dusta diantara Kita (Dewi Yul Mod On) piss 
Wkwkwkwk....tentu saya juga setuju dengan poin 1 (akur)....Nah masalah yang nomor dua saya katakan ada tanda kutip " artinya jika ada seseorang  mengaku muslim dengan pedoman qur'an dan hadits (ngakunya sih), tapi masih memaksakan jika setelah rosul SAW masih ada rosul lain dengan syariat atow tanpa syariat (buat saya sama saja artinya sudah menabrak qur'an dan hadits).....apakah itu tidak termasuk dalam tanda kutip yang saya maksud?


Tapi, menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi diutus Allah (HR Musnad Ahmad bin Hambal). Jadi, Al Mahdi diutus/dibangkitkan Allah maksudnya Al Mahdi Utusan Allah atau Al Mahdi Rasul Allah.

Dan, menurut Al Qur'an, nabi-nabi diutus Allah. Jadi, nabi-nabi diutus Allah maksudnya nabi-nabi Utusan Allah atau nabi-nabi adalah Rasul Allah (Az-Zukhruf 43:6/7).

Saya tidak membantah pernyataan nabi & rosul adalah utusan.
Tapi bagaimana anda bisa mengklaim jika al mahdi dikategorikan nabi & rosul?
Memposisikannya itu yang ngaco wal ngawurnya gak ketulungan......

Mungkin yang ngaco wal ngawur gak ketulungan itu adalah pemahaman anda terhadap sabda Nabi Muhammad saw berikut ini:

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)

Telah bersabda Rasulullah: "Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan, dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku . Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun. (HR Thabrani)

Kemudian, tolong cerna lagi dengan akal pernyataan saya berikut ini:
Menurut Nabi Muhammad saw, Al Mahdi diutus Allah (HR Musnad Ahmad bin Hambal & Thabrani). Jadi, Al Mahdi diutus/dibangkitkan Allah maksudnya Al Mahdi Utusan Allah atau Al Mahdi Rasul Allah.

Dan, menurut Al Qur'an, nabi-nabi diutus Allah. Jadi, nabi-nabi diutus Allah maksudnya nabi-nabi Utusan Allah atau nabi-nabi adalah Rasul Allah (Az-Zukhruf 43:6/7).

Dengan demikian, maka Imam Al Mahdi dapat dikategorikan sebagai Nabi dan Rasul, hanya saja Kenabian/Kerasulan Imam Mahdi itu adalah yang tidak membawa syariat baru, melainkan yang mengenakan Jubah/Syariat Kenabian/Kerasulan Muhammad Rasulullah saw (An-Nisa 4:69/70)

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Sun Mar 02, 2014 6:00 pm

artikel wrote:Al Qur'an mendukung tentang kedatangan al mahdi
Ayat pertama

وَ لَقَدْ كَتَبْنا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الأَْرْضَ يَرِثُها عِبادِيَ الصَّالِحُونَ ( ‏انبيا 105)

Allah SWT berfirman:
“Dan sesungguhnya kami telah menuliskan di Zabur setelah Dzikr, bahwa dunia akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku  yang saleh.”(Anbiya’; 105)

Imam Muhammad Al-Baqir a.s. bersabda:” hamba-hamba Allah yang akan menjadi pewaris bumi yang tersebut dalam ayat- adalah para sahabat Al-Mahdi a.s. yang akan bangkit  di akhir zaman.”

Syekh Thabrisi setelah menukil riwayat ini mengatakan, terdapat sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Syi’ah dan Ahli Sunah yang menjelaskan dan menguatkan riwayat dari Imam Al-Baqir a.s. di atas. Hadis tersebut mengatakan, “Jika usia dunia sudah tidak tersisa lagi kecuali tinggal sehari, maka Allah SWT akan memanjangkan hari tersebut sehingga seorang yang saleh dari Ahlul-baitku bangkit, dia akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana dunia telah dipenuhi oleh kezaliman dan kelaliman.” Imam Abu bakar, Ahmad bin Husain Al-Baihaqi dalam buku al-Ba’tsu wa Nutsur telah membawakan riwayat yang banyak tentang hal ini.[Tafsir Majma’ul bayan, jild 7, hal 66-67]

Dalam kitab Tafsir Ali bin Ibrahim berkaitan dengan ayat yang berbunyi “Kami telah menulis di Zabur setelah Dzikr…” dijelaskan bahwa semua kitab-kitab yang berasal dari langit disebut dengan Dzikr. Sedang maksud dari dunia akan diwarisi oleh para hamba-hamba yang saleh adalah Al-Qaim a.s. dan para pengikutnya.[Tafsir Nur Tsaqalain, jild 3, hal 464]

Ayat kedua

وَ نُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَْرْضِ وَ نَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَ نَجْعَلَهُمُ الْوارِثِينَ.

Kami menginginkan untuk menganugerahkan kepada mereka yang tertindas di bumi, dan akan Kami jadikan mereka para pemimpin dan pewaris dunia.(Qashash; 5)

Sesuai dengan beberapa ungkapan Imam Ali a.s. di dalam Nahjul balagah serta sabda para Imam yang lain, ayat ini berkaitan dengan Mahdawiyah. Dan sesungguhnya kaum tertindas yang dimaksud adalah para pengikut kafilah kebenaran yang terzalimi yang akhirnya kendali dunia akan jatuh ke tangan mereka. Fenomena ini puncaknya akan terwujud di akhir zaman.[Majma’ul bayan, juz 7, halaman 239]

Syekh Shaduq dalam kitab Amalinya menukil sabda Imam Ali a.s. yang berbunyi:”ayat ini berkaitan dengan kita”.[Tafsir Nuruts Tsaqalain, juz 4, halaman 107-111]

Ayat Ketiga

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَ يُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكافِرِينَ يُجاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَ لا يَخافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ...

Hai orang- orang yang beriman, barang siapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, bersikap keras terhadap orang- orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela...(Al-Maidah; 54)

Dalam tafsir Ali bin Ibrahim disebutkan:”ayat ini turun berkaitan dengan Al-Qaim dan para pengikutnya, merekalah yang berjuang di jalan Allah SWT dan sama sekali tidak takut terhadap apapun”.[Tafsir Nur Tsaqalain, juz 1, halaman 641]

Ayat Keempat

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَْرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَ لَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضى‏ لَهُمْ وَ لَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَ مَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ الْفاسِقُونَ.  

Allah SWT menjanjikan orang-orang yang beriman dari kalian dan yang beramal saleh, bahwa mereka (pasti) akan dijadikan sebagai khalifah di atas muka bumi, sebagaimana Ia juga telah menjadikan para pemimpin sebelum mereka dan –Ia menjanjikan untuk menyebar dan menguatkan agama yang mereka ridhai, dan menggantikan rasa takut mereka menjadi keamanan.(Nur; 56)
Syekh Thabarsi mengatakan:”dari para Imam Ahlul bait a.s. diriwayatkan bahwa ayat ini berkaitan dengan Mahdi keluarga Muhammad saaw. Syekh Abu Nadhr ‘Iyasyi meriwayatkan dari imam Ali Zainal Abidin a.s. bahwa beliau membaca ayat di atas. Setelah itu beliau berkata,”Demi Allah SWT mereka yang dimaksud adalah para pengikut kita, dan itu akan terealisasi berkat seseorang dari kita. Dia adalah Mahdi umat ini. Dialah orang yang disebut-sebut oleh Rasul saaw, jika usia dunia sudah tidak tersisa lagi kecuali sehari lagi, Allah SWT akan memanjangkan hari tersebut sampai seseorang dari keluarga ku muncul dan memimpin dunia. Namanya seperti namaku (Muhammad), riwayat semacam ini juga dapat ditemukan melalui jalur yang lain seperti dari imam Muhammad Baqir a.s. dan imam Ja’far Shadiq a.s.”.

Aminul Islam Syekh Thabarsi mengakhiri ucapan dan penjelasannya tentang ayat ini dengan penjelasan berikut ini            ” mengingat agama Islam belum tersebarnya ke seluruh penjuru dunia, maka pastilah janji ini akan terwujud dalam masa yang akan datang, di mana hal tersebut-globalitas agama- tidak dapat dielakan dan dipungkiri lagi. Dan kita ketahui bahwa janji Allah tidak akan pernah hanya janji semata.”[Majma’ul bayan, juz 7, halaman 152; Tafsir Al-Burhan, juz 3, halaman 147]

Ayat Kelima

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدى‏ وَ دِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَ لَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Dialah Zat yang yang telah mengutus rasul-Nya dengan hidayah dan agama yang benar untuk sehingga Ia menangkan agama tersebut terhadap agama-agama yang lain, kendati para musyrik tidak menginginkannya.(At-Taubah; 33)

Dalam kitab tafsir Kasyful Asyrar karya Rasyiduddin Mibudi disebutkan: Rasul dalam ayat tersebut adalah baginda Nabi Muhammad saaw, sedang hidayah yang dimaksud dari ayat tersebut adalah kitab suci al-Quran dan agama yang benar itu adalah agama Islam. Allah SWT akan memenangkan agama (Islam) ini atas agama-agama yang lain, artinya tiada agama atau pedoman di atas dunia, kecuali ajaran Islam telah mengalahkannya. Dan hal ini sampai sekarang belum terwujud. Kiamat tidak akan datang kecuali hal ini terwujud. Abu Said al-Khudri menukil, bahwa Rasul saaw pada suatu kesempatan menyebutkan bala dan ujian yang akan datang kepada umat Islam, ujian itu begitu beratnya, sehingga beliau mengatakan bahwa setiap dari manusia tidak dapat menemukan tempat berlindung darinya. Ketika hal ini telah terjadi, Allah SWT akan memunculkan seseorang dari keluargaku yang nantinya dunia akan dipenuhi oleh keadilan. Seluruh penduduk langit dan bumi rela dan bangga dengannya. Di masanya, hujan tidak akan bergelantungan di atas langit kecuali akan turun menyirami bumi, dan tiada tumbuh-tumbuhan yang ada di dasar bumi kecuali bersemi dan tumbuh. Begitu indah dan makmurnya kehidupan di masa itu sehinga setiap orang berandai-andai jika sesepuh dan sanak keluarganya yang telah meninggal dunia kembali lagi...[Kasyful asar, juz, 4, halaman 119-120]



Ayat Keenam

وَ مَنْ قُتِلَ مَظْلُوماً فَقَدْ جَعَلْنا لِوَلِيِّهِ سُلْطاناً فَلا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ إِنَّهُ كانَ مَنْصُوراً

Barangsiapa terbunuh secara mazdlum, maka kita akan jadikan ahli warisnya sebagai pemimpin, oleh karena itu hendaknya tidaklah berlebihan dalam membunuh, sesungguhnya dia akan tertolong. (Isra’; 33)  

Huaizi dalam kitab tafsir Nur Tsaqalain mengatakan: Imam Baqir a.s. berkata, " Maksud dari orang yang terbunuh secara mazdlum tersebut adalah Husain a.s., dan kamilah ahli waris dan wali dari beliau, saat Qaim a.s. datang dia akan menuntut darah Husain a.s. dan sesungguhnya dia akan ditolong. Dan dunia tidak akan berakhir selagi darah tersebut tidak ditebus dan diambil oleh seorang dari keluarga Muhammad saaw, seorang sosok yang akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana dunia telah disesaki oleh kezaliman dan ketidak adilan.”[Nur tsaqalian, juz 3, halaman 163]

Ayat Ketujuh
بَقِيَّة اللَّهِ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ...

Simpanan Tuhan itu lebih baik bagi kalian, jika kalian beriman... (Hud; ayat 86)

Dalam tafsir Nur Tsaqalain, dengan menukil dari Al-Kafi, disebutkan,” Seseorang bertanya kepada Imam Ja’far Shadiq a.s. tentang Al-Qaim a.s., apakah bisa menggunakan ungkapan Amirul mukminin saat mengucapkan salam kepada beliau? Imam menjawab, "Tidak, karena gelar ini diberikan Allah untuk Imam Ali a.s  saja. ... dia bertanya (lagi), aku tebusan bagimu, lalu apa yang harus aku sampaikan saat mengucapkan salam padanya ? Imam Shadiq a.s. menjawab, Semua harus mengatakan: السلام عليک يا بقية الله   “Salam atasmu wahai simpanan Allah”. Kemudian beliau membaca ayat di atas.[Nur tsaqalian, juz 2, halaman 390]

Syekh Abu Manshur Thabrisi dalam kitab Al-Ihtijaj, menukil sebuah riwayat dari Amirul Mukiminin Ali a.s.:”Baqiyatullah adalah Mahdi, di mana dia akan datang setelah masa ini. Dia akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagimana dunia telah dipenuhi oleh kezaliman.”[Nur tsaqalian, juz 2, halaman 390]

Syekh Shaduq r.a. dalam kitab Ikmaluddin, meriwayatkan sebuah riwayat yang cukup panjang dari Imam Muhammad Al-Baqir a.s. Isi sebagian riwayat yang menyinggung permasalahan Imam Mahdi a.s.itu demikian,” Saat Qaim muncul, dia akan bersandar kepada Ka’bah, kemudian 313 orang bergabung dengannya. Maka ungkapan pertama yang beliau ucapkan adalah ayat di atas, dan mengatakan akulah Baqiyatullah, hujjah dan khalifah Allah di antara kalian. Saat itu setiap muslim menyalaminya dengan ungkapan, Salam atasmu wahai Baqiyatullah di bumi-Nya.”
[Nur tsaqalian, juz 2, halaman 390-392]
Bagaimana dengan ini pak kedung....?
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Sun Mar 02, 2014 6:07 pm

Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku .
Saya kutip dari tulisan anda, ada 2 pertanyaan untuk anda dan mohon jawab dengan jelas dan tegas.
1. Namanya seperti namaku (apakah namanya muhammad)?
   Apabila nama selain itu atow persamaan saja saya anggap batal...
2. Apakah nama bapaknya Abdullah....? Jika nama yang dibawa nama  
   lain atow persamaan ya batal juga.....
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 02, 2014 7:25 pm

@Ibnu Sabil wrote:
Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku .
Saya kutip dari tulisan anda, ada 2 pertanyaan untuk anda dan mohon jawab dengan jelas dan tegas.
1. Namanya seperti namaku (apakah namanya muhammad)?
   Apabila nama selain itu atow persamaan saja saya anggap batal...
2. Apakah nama bapaknya Abdullah....? Jika nama yang dibawa nama  
   lain atow persamaan ya batal juga.....

Kata "seperti" artinya "ada persamaan, tetapi tidak sama".

Nama Imam Mahdi as adalah AHMAD, seperti nama Nabi Muhammad saw, yang memiliki nama sifat AHMAD.

Nama bapaknya Imam Mahdi as adalah MURTADHA (Hamba yang diridhai Allah), seperti nama bapaknya Nabi Muhammad saw, yakni ABDULLAH (Hamba Allah).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 02, 2014 8:56 pm

@Ibnu Sabil wrote:
artikel wrote:Al Qur'an mendukung tentang kedatangan al mahdi
Ayat pertama

وَ لَقَدْ كَتَبْنا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الأَْرْضَ يَرِثُها عِبادِيَ الصَّالِحُونَ ( ‏انبيا 105)

Allah SWT berfirman:
“Dan sesungguhnya kami telah menuliskan di Zabur setelah Dzikr, bahwa dunia akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku  yang saleh.”(Anbiya’; 105)

Imam Muhammad Al-Baqir a.s. bersabda:” hamba-hamba Allah yang akan menjadi pewaris bumi yang tersebut dalam ayat- adalah para sahabat Al-Mahdi a.s. yang akan bangkit  di akhir zaman.”

Syekh Thabrisi setelah menukil riwayat ini mengatakan, terdapat sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Syi’ah dan Ahli Sunah yang menjelaskan dan menguatkan riwayat dari Imam Al-Baqir a.s. di atas. Hadis tersebut mengatakan, “Jika usia dunia sudah tidak tersisa lagi kecuali tinggal sehari, maka Allah SWT akan memanjangkan hari tersebut sehingga seorang yang saleh dari Ahlul-baitku bangkit, dia akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana dunia telah dipenuhi oleh kezaliman dan kelaliman.” Imam Abu bakar, Ahmad bin Husain Al-Baihaqi dalam buku al-Ba’tsu wa Nutsur telah membawakan riwayat yang banyak tentang hal ini.[Tafsir Majma’ul bayan, jild 7, hal 66-67]

Dalam kitab Tafsir Ali bin Ibrahim berkaitan dengan ayat yang berbunyi “Kami telah menulis di Zabur setelah Dzikr…” dijelaskan bahwa semua kitab-kitab yang berasal dari langit disebut dengan Dzikr. Sedang maksud dari dunia akan diwarisi oleh para hamba-hamba yang saleh adalah Al-Qaim a.s. dan para pengikutnya.[Tafsir Nur Tsaqalain, jild 3, hal 464]

Ayat kedua

وَ نُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَْرْضِ وَ نَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَ نَجْعَلَهُمُ الْوارِثِينَ.

Kami menginginkan untuk menganugerahkan kepada mereka yang tertindas di bumi, dan akan Kami jadikan mereka para pemimpin dan pewaris dunia.(Qashash; 5)

Sesuai dengan beberapa ungkapan Imam Ali a.s. di dalam Nahjul balagah serta sabda para Imam yang lain, ayat ini berkaitan dengan Mahdawiyah. Dan sesungguhnya kaum tertindas yang dimaksud adalah para pengikut kafilah kebenaran yang terzalimi yang akhirnya kendali dunia akan jatuh ke tangan mereka. Fenomena ini puncaknya akan terwujud di akhir zaman.[Majma’ul bayan, juz 7, halaman 239]

Syekh Shaduq dalam kitab Amalinya menukil sabda Imam Ali a.s. yang berbunyi:”ayat ini berkaitan dengan kita”.[Tafsir Nuruts Tsaqalain, juz 4, halaman 107-111]

Ayat Ketiga

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَ يُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكافِرِينَ يُجاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَ لا يَخافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ...

Hai orang- orang yang beriman, barang siapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, bersikap keras terhadap orang- orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela...(Al-Maidah; 54)

Dalam tafsir Ali bin Ibrahim disebutkan:”ayat ini turun berkaitan dengan Al-Qaim dan para pengikutnya, merekalah yang berjuang di jalan Allah SWT dan sama sekali tidak takut terhadap apapun”.[Tafsir Nur Tsaqalain, juz 1, halaman 641]

Ayat Keempat

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَْرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَ لَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضى‏ لَهُمْ وَ لَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَ مَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ الْفاسِقُونَ.  

Allah SWT menjanjikan orang-orang yang beriman dari kalian dan yang beramal saleh, bahwa mereka (pasti) akan dijadikan sebagai khalifah di atas muka bumi, sebagaimana Ia juga telah menjadikan para pemimpin sebelum mereka dan –Ia menjanjikan untuk menyebar dan menguatkan agama yang mereka ridhai, dan menggantikan rasa takut mereka menjadi keamanan.(Nur; 56)
Syekh Thabarsi mengatakan:”dari para Imam Ahlul bait a.s. diriwayatkan bahwa ayat ini berkaitan dengan Mahdi keluarga Muhammad saaw. Syekh Abu Nadhr ‘Iyasyi meriwayatkan dari imam Ali Zainal Abidin a.s. bahwa beliau membaca ayat di atas. Setelah itu beliau berkata,”Demi Allah SWT mereka yang dimaksud adalah para pengikut kita, dan itu akan terealisasi berkat seseorang dari kita. Dia adalah Mahdi umat ini. Dialah orang yang disebut-sebut oleh Rasul saaw, jika usia dunia sudah tidak tersisa lagi kecuali sehari lagi, Allah SWT akan memanjangkan hari tersebut sampai seseorang dari keluarga ku muncul dan memimpin dunia. Namanya seperti namaku (Muhammad), riwayat semacam ini juga dapat ditemukan melalui jalur yang lain seperti dari imam Muhammad Baqir a.s. dan imam Ja’far Shadiq a.s.”.

Aminul Islam Syekh Thabarsi mengakhiri ucapan dan penjelasannya tentang ayat ini dengan penjelasan berikut ini            ” mengingat agama Islam belum tersebarnya ke seluruh penjuru dunia, maka pastilah janji ini akan terwujud dalam masa yang akan datang, di mana hal tersebut-globalitas agama- tidak dapat dielakan dan dipungkiri lagi. Dan kita ketahui bahwa janji Allah tidak akan pernah hanya janji semata.”[Majma’ul bayan, juz 7, halaman 152; Tafsir Al-Burhan, juz 3, halaman 147]

Ayat Kelima

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدى‏ وَ دِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَ لَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Dialah Zat yang yang telah mengutus rasul-Nya dengan hidayah dan agama yang benar untuk sehingga Ia menangkan agama tersebut terhadap agama-agama yang lain, kendati para musyrik tidak menginginkannya.(At-Taubah; 33)

Dalam kitab tafsir Kasyful Asyrar karya Rasyiduddin Mibudi disebutkan: Rasul dalam ayat tersebut adalah baginda Nabi Muhammad saaw, sedang hidayah yang dimaksud dari ayat tersebut adalah kitab suci al-Quran dan agama yang benar itu adalah agama Islam. Allah SWT akan memenangkan agama (Islam) ini atas agama-agama yang lain, artinya tiada agama atau pedoman di atas dunia, kecuali ajaran Islam telah mengalahkannya. Dan hal ini sampai sekarang belum terwujud. Kiamat tidak akan datang kecuali hal ini terwujud. Abu Said al-Khudri menukil, bahwa Rasul saaw pada suatu kesempatan menyebutkan bala dan ujian yang akan datang kepada umat Islam, ujian itu begitu beratnya, sehingga beliau mengatakan bahwa setiap dari manusia tidak dapat menemukan tempat berlindung darinya. Ketika hal ini telah terjadi, Allah SWT akan memunculkan seseorang dari keluargaku yang nantinya dunia akan dipenuhi oleh keadilan. Seluruh penduduk langit dan bumi rela dan bangga dengannya. Di masanya, hujan tidak akan bergelantungan di atas langit kecuali akan turun menyirami bumi, dan tiada tumbuh-tumbuhan yang ada di dasar bumi kecuali bersemi dan tumbuh. Begitu indah dan makmurnya kehidupan di masa itu sehinga setiap orang berandai-andai jika sesepuh dan sanak keluarganya yang telah meninggal dunia kembali lagi...[Kasyful asar, juz, 4, halaman 119-120]



Ayat Keenam

وَ مَنْ قُتِلَ مَظْلُوماً فَقَدْ جَعَلْنا لِوَلِيِّهِ سُلْطاناً فَلا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ إِنَّهُ كانَ مَنْصُوراً

Barangsiapa terbunuh secara mazdlum, maka kita akan jadikan ahli warisnya sebagai pemimpin, oleh karena itu hendaknya tidaklah berlebihan dalam membunuh, sesungguhnya dia akan tertolong. (Isra’; 33)  

Huaizi dalam kitab tafsir Nur Tsaqalain mengatakan: Imam Baqir a.s. berkata, " Maksud dari orang yang terbunuh secara mazdlum tersebut adalah Husain a.s., dan kamilah ahli waris dan wali dari beliau, saat Qaim a.s. datang dia akan menuntut darah Husain a.s. dan sesungguhnya dia akan ditolong. Dan dunia tidak akan berakhir selagi darah tersebut tidak ditebus dan diambil oleh seorang dari keluarga Muhammad saaw, seorang sosok yang akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana dunia telah disesaki oleh kezaliman dan ketidak adilan.”[Nur tsaqalian, juz 3, halaman 163]

Ayat Ketujuh
بَقِيَّة اللَّهِ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ...

Simpanan Tuhan itu lebih baik bagi kalian, jika kalian beriman... (Hud; ayat 86)

Dalam tafsir Nur Tsaqalain, dengan menukil dari Al-Kafi, disebutkan,” Seseorang bertanya kepada Imam Ja’far Shadiq a.s. tentang Al-Qaim a.s., apakah bisa menggunakan ungkapan Amirul mukminin saat mengucapkan salam kepada beliau? Imam menjawab, "Tidak, karena gelar ini diberikan Allah untuk Imam Ali a.s  saja. ... dia bertanya (lagi), aku tebusan bagimu, lalu apa yang harus aku sampaikan saat mengucapkan salam padanya ? Imam Shadiq a.s. menjawab, Semua harus mengatakan: السلام عليک يا بقية الله   “Salam atasmu wahai simpanan Allah”. Kemudian beliau membaca ayat di atas.[Nur tsaqalian, juz 2, halaman 390]

Syekh Abu Manshur Thabrisi dalam kitab Al-Ihtijaj, menukil sebuah riwayat dari Amirul Mukiminin Ali a.s.:”Baqiyatullah adalah Mahdi, di mana dia akan datang setelah masa ini. Dia akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagimana dunia telah dipenuhi oleh kezaliman.”[Nur tsaqalian, juz 2, halaman 390]

Syekh Shaduq r.a. dalam kitab Ikmaluddin, meriwayatkan sebuah riwayat yang cukup panjang dari Imam Muhammad Al-Baqir a.s. Isi sebagian riwayat yang menyinggung permasalahan Imam Mahdi a.s.itu demikian,” Saat Qaim muncul, dia akan bersandar kepada Ka’bah, kemudian 313 orang bergabung dengannya. Maka ungkapan pertama yang beliau ucapkan adalah ayat di atas, dan mengatakan akulah Baqiyatullah, hujjah dan khalifah Allah di antara kalian. Saat itu setiap muslim menyalaminya dengan ungkapan, Salam atasmu wahai Baqiyatullah di bumi-Nya.”
[Nur tsaqalian, juz 2, halaman 390-392]

Bagaimana dengan ini pak kedung....?

Ooooooh rupanya anda seorang muslim syi'ah yah?

Baiklah, komentar saya tentang tujuh ayat suci Al Qur'an yang anda tampilkan, hanya satu yang sering kita gunakan sebagai dalil tentang kedatangan seorang Khalifatullah, Al Mahdi, yakni:
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu (umat Islam) dan berbuat amal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah orang-orang yang sebelum mereka ; dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka ; dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka. (An-Nur 24:56)

Sebab ayat ini berlaku sebagai pendahuluan untuk mengantarkan masalah khilafat, maka ayat dalam ayat-ayat 52-55 berulang-ulang diberi tekanan mengenai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya saw. Tekanan ini merupakan isyarat mengenai tingkat dan kedudukan seorang khalifah dalam Islam. Ayat ini berisikan janji, bahwa orang-orang Islam akan dianugerahi pimpinan ruhani maupun duniawi.

Janji itu diberikan kepada seluruh umat Islam, tetapi lembaga khilafat akan mendapat bentuk nyata dalam wujud perorangan-perorangan tertentu, yang akan menjadi penerus Rasulullah saw serta wakil seluruh umat Islam. Janji mengenai ditegakkannya khilafat adalah jelas dan tidak dapat menimbulkan salah paham. Sebab kini Rasulullah saw satu-satunya hadi (petunjuk jalan) umat manusia untuk selama-lamanya, khilafat beliau saw akan terus berwujud dalam salah satu bentuk di dunia ini sampai Hari Kiamat, karena semua khilafat yang lain telah tiada lagi. Inilah di antara yang lainnya banyak keunggulan, merupa-kan kelebihan Rasulullah saw yang menonjol di atas semua nabi dan rasul Tuhan lainnya. Zaman kita ini telah menyaksikan khalifah ruhani beliau yang terbesar dalam wujud Pendiri Jemaat Ahmadiyah.

Sedangkan ayat-ayat suci Al Qur'an lainnya mungkin saja ada kaitannya dengan kedatangan Imam Mahdi as, menurut penafsiran para ulama muslimin syi'ah, namun tidak secara langsung.



Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Sun Mar 02, 2014 9:26 pm

@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku .
Saya kutip dari tulisan anda, ada 2 pertanyaan untuk anda dan mohon jawab dengan jelas dan tegas.
1. Namanya seperti namaku (apakah namanya muhammad)?
   Apabila nama selain itu atow persamaan saja saya anggap batal...
2. Apakah nama bapaknya Abdullah....? Jika nama yang dibawa nama  
   lain atow persamaan ya batal juga.....

Kata "seperti" artinya "ada persamaan, tetapi tidak sama".

Nama Imam Mahdi as adalah AHMAD, seperti nama Nabi Muhammad saw, yang memiliki nama sifat AHMAD.

Nama bapaknya Imam Mahdi as adalah MURTADHA (Hamba yang diridhai Allah), seperti nama bapaknya Nabi Muhammad saw, yakni ABDULLAH (Hamba Allah).
Itulah yang menjadi dasar melencengnya penafsiran anda.....muhammad ya muhammad. Mosok nama muhammad disamakan dengan ahmad. Dia yang terpuji apakah sama dengan terpuji?
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Sun Mar 02, 2014 9:39 pm

@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
artikel wrote:Al Qur'an mendukung tentang kedatangan al mahdi
Ayat pertama

وَ لَقَدْ كَتَبْنا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الأَْرْضَ يَرِثُها عِبادِيَ الصَّالِحُونَ ( ‏انبيا 105)

Allah SWT berfirman:
“Dan sesungguhnya kami telah menuliskan di Zabur setelah Dzikr, bahwa dunia akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku  yang saleh.”(Anbiya’; 105)

Imam Muhammad Al-Baqir a.s. bersabda:” hamba-hamba Allah yang akan menjadi pewaris bumi yang tersebut dalam ayat- adalah para sahabat Al-Mahdi a.s. yang akan bangkit  di akhir zaman.”

Syekh Thabrisi setelah menukil riwayat ini mengatakan, terdapat sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Syi’ah dan Ahli Sunah yang menjelaskan dan menguatkan riwayat dari Imam Al-Baqir a.s. di atas. Hadis tersebut mengatakan, “Jika usia dunia sudah tidak tersisa lagi kecuali tinggal sehari, maka Allah SWT akan memanjangkan hari tersebut sehingga seorang yang saleh dari Ahlul-baitku bangkit, dia akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana dunia telah dipenuhi oleh kezaliman dan kelaliman.” Imam Abu bakar, Ahmad bin Husain Al-Baihaqi dalam buku al-Ba’tsu wa Nutsur telah membawakan riwayat yang banyak tentang hal ini.[Tafsir Majma’ul bayan, jild 7, hal 66-67]

Dalam kitab Tafsir Ali bin Ibrahim berkaitan dengan ayat yang berbunyi “Kami telah menulis di Zabur setelah Dzikr…” dijelaskan bahwa semua kitab-kitab yang berasal dari langit disebut dengan Dzikr. Sedang maksud dari dunia akan diwarisi oleh para hamba-hamba yang saleh adalah Al-Qaim a.s. dan para pengikutnya.[Tafsir Nur Tsaqalain, jild 3, hal 464]

Ayat kedua

وَ نُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَْرْضِ وَ نَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَ نَجْعَلَهُمُ الْوارِثِينَ.

Kami menginginkan untuk menganugerahkan kepada mereka yang tertindas di bumi, dan akan Kami jadikan mereka para pemimpin dan pewaris dunia.(Qashash; 5)

Sesuai dengan beberapa ungkapan Imam Ali a.s. di dalam Nahjul balagah serta sabda para Imam yang lain, ayat ini berkaitan dengan Mahdawiyah. Dan sesungguhnya kaum tertindas yang dimaksud adalah para pengikut kafilah kebenaran yang terzalimi yang akhirnya kendali dunia akan jatuh ke tangan mereka. Fenomena ini puncaknya akan terwujud di akhir zaman.[Majma’ul bayan, juz 7, halaman 239]

Syekh Shaduq dalam kitab Amalinya menukil sabda Imam Ali a.s. yang berbunyi:”ayat ini berkaitan dengan kita”.[Tafsir Nuruts Tsaqalain, juz 4, halaman 107-111]

Ayat Ketiga

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَ يُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكافِرِينَ يُجاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَ لا يَخافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ...

Hai orang- orang yang beriman, barang siapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, bersikap keras terhadap orang- orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela...(Al-Maidah; 54)

Dalam tafsir Ali bin Ibrahim disebutkan:”ayat ini turun berkaitan dengan Al-Qaim dan para pengikutnya, merekalah yang berjuang di jalan Allah SWT dan sama sekali tidak takut terhadap apapun”.[Tafsir Nur Tsaqalain, juz 1, halaman 641]

Ayat Keempat

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَْرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَ لَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضى‏ لَهُمْ وَ لَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَ مَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ الْفاسِقُونَ.  

Allah SWT menjanjikan orang-orang yang beriman dari kalian dan yang beramal saleh, bahwa mereka (pasti) akan dijadikan sebagai khalifah di atas muka bumi, sebagaimana Ia juga telah menjadikan para pemimpin sebelum mereka dan –Ia menjanjikan untuk menyebar dan menguatkan agama yang mereka ridhai, dan menggantikan rasa takut mereka menjadi keamanan.(Nur; 56)
Syekh Thabarsi mengatakan:”dari para Imam Ahlul bait a.s. diriwayatkan bahwa ayat ini berkaitan dengan Mahdi keluarga Muhammad saaw. Syekh Abu Nadhr ‘Iyasyi meriwayatkan dari imam Ali Zainal Abidin a.s. bahwa beliau membaca ayat di atas. Setelah itu beliau berkata,”Demi Allah SWT mereka yang dimaksud adalah para pengikut kita, dan itu akan terealisasi berkat seseorang dari kita. Dia adalah Mahdi umat ini. Dialah orang yang disebut-sebut oleh Rasul saaw, jika usia dunia sudah tidak tersisa lagi kecuali sehari lagi, Allah SWT akan memanjangkan hari tersebut sampai seseorang dari keluarga ku muncul dan memimpin dunia. Namanya seperti namaku (Muhammad), riwayat semacam ini juga dapat ditemukan melalui jalur yang lain seperti dari imam Muhammad Baqir a.s. dan imam Ja’far Shadiq a.s.”.

Aminul Islam Syekh Thabarsi mengakhiri ucapan dan penjelasannya tentang ayat ini dengan penjelasan berikut ini            ” mengingat agama Islam belum tersebarnya ke seluruh penjuru dunia, maka pastilah janji ini akan terwujud dalam masa yang akan datang, di mana hal tersebut-globalitas agama- tidak dapat dielakan dan dipungkiri lagi. Dan kita ketahui bahwa janji Allah tidak akan pernah hanya janji semata.”[Majma’ul bayan, juz 7, halaman 152; Tafsir Al-Burhan, juz 3, halaman 147]

Ayat Kelima

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدى‏ وَ دِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَ لَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Dialah Zat yang yang telah mengutus rasul-Nya dengan hidayah dan agama yang benar untuk sehingga Ia menangkan agama tersebut terhadap agama-agama yang lain, kendati para musyrik tidak menginginkannya.(At-Taubah; 33)

Dalam kitab tafsir Kasyful Asyrar karya Rasyiduddin Mibudi disebutkan: Rasul dalam ayat tersebut adalah baginda Nabi Muhammad saaw, sedang hidayah yang dimaksud dari ayat tersebut adalah kitab suci al-Quran dan agama yang benar itu adalah agama Islam. Allah SWT akan memenangkan agama (Islam) ini atas agama-agama yang lain, artinya tiada agama atau pedoman di atas dunia, kecuali ajaran Islam telah mengalahkannya. Dan hal ini sampai sekarang belum terwujud. Kiamat tidak akan datang kecuali hal ini terwujud. Abu Said al-Khudri menukil, bahwa Rasul saaw pada suatu kesempatan menyebutkan bala dan ujian yang akan datang kepada umat Islam, ujian itu begitu beratnya, sehingga beliau mengatakan bahwa setiap dari manusia tidak dapat menemukan tempat berlindung darinya. Ketika hal ini telah terjadi, Allah SWT akan memunculkan seseorang dari keluargaku yang nantinya dunia akan dipenuhi oleh keadilan. Seluruh penduduk langit dan bumi rela dan bangga dengannya. Di masanya, hujan tidak akan bergelantungan di atas langit kecuali akan turun menyirami bumi, dan tiada tumbuh-tumbuhan yang ada di dasar bumi kecuali bersemi dan tumbuh. Begitu indah dan makmurnya kehidupan di masa itu sehinga setiap orang berandai-andai jika sesepuh dan sanak keluarganya yang telah meninggal dunia kembali lagi...[Kasyful asar, juz, 4, halaman 119-120]



Ayat Keenam

وَ مَنْ قُتِلَ مَظْلُوماً فَقَدْ جَعَلْنا لِوَلِيِّهِ سُلْطاناً فَلا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ إِنَّهُ كانَ مَنْصُوراً

Barangsiapa terbunuh secara mazdlum, maka kita akan jadikan ahli warisnya sebagai pemimpin, oleh karena itu hendaknya tidaklah berlebihan dalam membunuh, sesungguhnya dia akan tertolong. (Isra’; 33)  

Huaizi dalam kitab tafsir Nur Tsaqalain mengatakan: Imam Baqir a.s. berkata, " Maksud dari orang yang terbunuh secara mazdlum tersebut adalah Husain a.s., dan kamilah ahli waris dan wali dari beliau, saat Qaim a.s. datang dia akan menuntut darah Husain a.s. dan sesungguhnya dia akan ditolong. Dan dunia tidak akan berakhir selagi darah tersebut tidak ditebus dan diambil oleh seorang dari keluarga Muhammad saaw, seorang sosok yang akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana dunia telah disesaki oleh kezaliman dan ketidak adilan.”[Nur tsaqalian, juz 3, halaman 163]

Ayat Ketujuh
بَقِيَّة اللَّهِ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ...

Simpanan Tuhan itu lebih baik bagi kalian, jika kalian beriman... (Hud; ayat 86)

Dalam tafsir Nur Tsaqalain, dengan menukil dari Al-Kafi, disebutkan,” Seseorang bertanya kepada Imam Ja’far Shadiq a.s. tentang Al-Qaim a.s., apakah bisa menggunakan ungkapan Amirul mukminin saat mengucapkan salam kepada beliau? Imam menjawab, "Tidak, karena gelar ini diberikan Allah untuk Imam Ali a.s  saja. ... dia bertanya (lagi), aku tebusan bagimu, lalu apa yang harus aku sampaikan saat mengucapkan salam padanya ? Imam Shadiq a.s. menjawab, Semua harus mengatakan: السلام عليک يا بقية الله   “Salam atasmu wahai simpanan Allah”. Kemudian beliau membaca ayat di atas.[Nur tsaqalian, juz 2, halaman 390]

Syekh Abu Manshur Thabrisi dalam kitab Al-Ihtijaj, menukil sebuah riwayat dari Amirul Mukiminin Ali a.s.:”Baqiyatullah adalah Mahdi, di mana dia akan datang setelah masa ini. Dia akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagimana dunia telah dipenuhi oleh kezaliman.”[Nur tsaqalian, juz 2, halaman 390]

Syekh Shaduq r.a. dalam kitab Ikmaluddin, meriwayatkan sebuah riwayat yang cukup panjang dari Imam Muhammad Al-Baqir a.s. Isi sebagian riwayat yang menyinggung permasalahan Imam Mahdi a.s.itu demikian,” Saat Qaim muncul, dia akan bersandar kepada Ka’bah, kemudian 313 orang bergabung dengannya. Maka ungkapan pertama yang beliau ucapkan adalah ayat di atas, dan mengatakan akulah Baqiyatullah, hujjah dan khalifah Allah di antara kalian. Saat itu setiap muslim menyalaminya dengan ungkapan, Salam atasmu wahai Baqiyatullah di bumi-Nya.”
[Nur tsaqalian, juz 2, halaman 390-392]

Bagaimana dengan ini pak kedung....?

Ooooooh rupanya anda seorang muslim syi'ah yah?

Baiklah, komentar saya tentang tujuh ayat suci Al Qur'an yang anda tampilkan, hanya satu yang sering kita gunakan sebagai dalil tentang kedatangan seorang Khalifatullah, Al Mahdi, yakni:
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu (umat Islam) dan berbuat amal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah orang-orang yang sebelum mereka ; dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka ; dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka. (An-Nur 24:56)

Sebab ayat ini berlaku sebagai pendahuluan untuk mengantarkan masalah khilafat,  maka ayat dalam ayat-ayat 52-55 berulang-ulang diberi tekanan mengenai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya saw. Tekanan ini merupakan isyarat mengenai tingkat dan kedudukan seorang khalifah dalam Islam. Ayat ini berisikan janji, bahwa orang-orang Islam akan dianugerahi pimpinan ruhani maupun duniawi.

Janji itu diberikan kepada seluruh umat Islam, tetapi lembaga khilafat akan mendapat bentuk nyata dalam wujud perorangan-perorangan tertentu, yang akan menjadi penerus Rasulullah saw serta wakil seluruh umat Islam. Janji mengenai ditegakkannya khilafat adalah jelas dan tidak dapat menimbulkan salah paham. Sebab kini Rasulullah saw satu-satunya hadi (petunjuk jalan) umat manusia untuk selama-lamanya, khilafat beliau saw akan terus berwujud dalam salah satu bentuk di dunia ini sampai Hari Kiamat, karena semua khilafat yang lain telah tiada lagi. Inilah di antara yang lainnya banyak keunggulan, merupa-kan kelebihan Rasulullah saw yang menonjol di atas semua nabi dan rasul Tuhan lainnya. Zaman kita ini telah menyaksikan khalifah ruhani beliau yang terbesar dalam wujud Pendiri Jemaat Ahmadiyah.

Sedangkan ayat-ayat suci Al Qur'an lainnya mungkin saja ada kaitannya dengan kedatangan Imam Mahdi as, menurut penafsiran para ulama muslimin syi'ah, namun tidak secara langsung.


Lha....main vonis memang enak ya pak kedung......apakah anda sudah baca baik dengan seksama?   
 ehmm 
Dari beberapa kata qur'an diatas relevan dan bisa dijadikan sebagai dalil jika al mahdi masih ditunggu kemunculannya.......tidak seperti anda yang main claim dan gendong jajain jamu kesana kemari dengan mengusung pangeran bolywood.....  basi
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Sun Mar 02, 2014 10:57 pm

@Ibnu Sabil wrote:
@Kedunghalang wrote:
@Ibnu Sabil wrote:
artikel wrote:Al Qur'an mendukung tentang kedatangan al mahdi
Ayat pertama

وَ لَقَدْ كَتَبْنا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الأَْرْضَ يَرِثُها عِبادِيَ الصَّالِحُونَ ( ‏انبيا 105)

Allah SWT berfirman:
“Dan sesungguhnya kami telah menuliskan di Zabur setelah Dzikr, bahwa dunia akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku  yang saleh.”(Anbiya’; 105)

Imam Muhammad Al-Baqir a.s. bersabda:” hamba-hamba Allah yang akan menjadi pewaris bumi yang tersebut dalam ayat- adalah para sahabat Al-Mahdi a.s. yang akan bangkit  di akhir zaman.”

Syekh Thabrisi setelah menukil riwayat ini mengatakan, terdapat sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Syi’ah dan Ahli Sunah yang menjelaskan dan menguatkan riwayat dari Imam Al-Baqir a.s. di atas. Hadis tersebut mengatakan, “Jika usia dunia sudah tidak tersisa lagi kecuali tinggal sehari, maka Allah SWT akan memanjangkan hari tersebut sehingga seorang yang saleh dari Ahlul-baitku bangkit, dia akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana dunia telah dipenuhi oleh kezaliman dan kelaliman.” Imam Abu bakar, Ahmad bin Husain Al-Baihaqi dalam buku al-Ba’tsu wa Nutsur telah membawakan riwayat yang banyak tentang hal ini.[Tafsir Majma’ul bayan, jild 7, hal 66-67]

Dalam kitab Tafsir Ali bin Ibrahim berkaitan dengan ayat yang berbunyi “Kami telah menulis di Zabur setelah Dzikr…” dijelaskan bahwa semua kitab-kitab yang berasal dari langit disebut dengan Dzikr. Sedang maksud dari dunia akan diwarisi oleh para hamba-hamba yang saleh adalah Al-Qaim a.s. dan para pengikutnya.[Tafsir Nur Tsaqalain, jild 3, hal 464]

Ayat kedua

وَ نُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَْرْضِ وَ نَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَ نَجْعَلَهُمُ الْوارِثِينَ.

Kami menginginkan untuk menganugerahkan kepada mereka yang tertindas di bumi, dan akan Kami jadikan mereka para pemimpin dan pewaris dunia.(Qashash; 5)

Sesuai dengan beberapa ungkapan Imam Ali a.s. di dalam Nahjul balagah serta sabda para Imam yang lain, ayat ini berkaitan dengan Mahdawiyah. Dan sesungguhnya kaum tertindas yang dimaksud adalah para pengikut kafilah kebenaran yang terzalimi yang akhirnya kendali dunia akan jatuh ke tangan mereka. Fenomena ini puncaknya akan terwujud di akhir zaman.[Majma’ul bayan, juz 7, halaman 239]

Syekh Shaduq dalam kitab Amalinya menukil sabda Imam Ali a.s. yang berbunyi:”ayat ini berkaitan dengan kita”.[Tafsir Nuruts Tsaqalain, juz 4, halaman 107-111]

Ayat Ketiga

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَ يُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكافِرِينَ يُجاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَ لا يَخافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ...

Hai orang- orang yang beriman, barang siapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, bersikap keras terhadap orang- orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela...(Al-Maidah; 54)

Dalam tafsir Ali bin Ibrahim disebutkan:”ayat ini turun berkaitan dengan Al-Qaim dan para pengikutnya, merekalah yang berjuang di jalan Allah SWT dan sama sekali tidak takut terhadap apapun”.[Tafsir Nur Tsaqalain, juz 1, halaman 641]

Ayat Keempat

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصَّالِحاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَْرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَ لَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضى‏ لَهُمْ وَ لَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَ مَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ الْفاسِقُونَ.  

Allah SWT menjanjikan orang-orang yang beriman dari kalian dan yang beramal saleh, bahwa mereka (pasti) akan dijadikan sebagai khalifah di atas muka bumi, sebagaimana Ia juga telah menjadikan para pemimpin sebelum mereka dan –Ia menjanjikan untuk menyebar dan menguatkan agama yang mereka ridhai, dan menggantikan rasa takut mereka menjadi keamanan.(Nur; 56)
Syekh Thabarsi mengatakan:”dari para Imam Ahlul bait a.s. diriwayatkan bahwa ayat ini berkaitan dengan Mahdi keluarga Muhammad saaw. Syekh Abu Nadhr ‘Iyasyi meriwayatkan dari imam Ali Zainal Abidin a.s. bahwa beliau membaca ayat di atas. Setelah itu beliau berkata,”Demi Allah SWT mereka yang dimaksud adalah para pengikut kita, dan itu akan terealisasi berkat seseorang dari kita. Dia adalah Mahdi umat ini. Dialah orang yang disebut-sebut oleh Rasul saaw, jika usia dunia sudah tidak tersisa lagi kecuali sehari lagi, Allah SWT akan memanjangkan hari tersebut sampai seseorang dari keluarga ku muncul dan memimpin dunia. Namanya seperti namaku (Muhammad), riwayat semacam ini juga dapat ditemukan melalui jalur yang lain seperti dari imam Muhammad Baqir a.s. dan imam Ja’far Shadiq a.s.”.

Aminul Islam Syekh Thabarsi mengakhiri ucapan dan penjelasannya tentang ayat ini dengan penjelasan berikut ini            ” mengingat agama Islam belum tersebarnya ke seluruh penjuru dunia, maka pastilah janji ini akan terwujud dalam masa yang akan datang, di mana hal tersebut-globalitas agama- tidak dapat dielakan dan dipungkiri lagi. Dan kita ketahui bahwa janji Allah tidak akan pernah hanya janji semata.”[Majma’ul bayan, juz 7, halaman 152; Tafsir Al-Burhan, juz 3, halaman 147]

Ayat Kelima

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدى‏ وَ دِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَ لَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Dialah Zat yang yang telah mengutus rasul-Nya dengan hidayah dan agama yang benar untuk sehingga Ia menangkan agama tersebut terhadap agama-agama yang lain, kendati para musyrik tidak menginginkannya.(At-Taubah; 33)

Dalam kitab tafsir Kasyful Asyrar karya Rasyiduddin Mibudi disebutkan: Rasul dalam ayat tersebut adalah baginda Nabi Muhammad saaw, sedang hidayah yang dimaksud dari ayat tersebut adalah kitab suci al-Quran dan agama yang benar itu adalah agama Islam. Allah SWT akan memenangkan agama (Islam) ini atas agama-agama yang lain, artinya tiada agama atau pedoman di atas dunia, kecuali ajaran Islam telah mengalahkannya. Dan hal ini sampai sekarang belum terwujud. Kiamat tidak akan datang kecuali hal ini terwujud. Abu Said al-Khudri menukil, bahwa Rasul saaw pada suatu kesempatan menyebutkan bala dan ujian yang akan datang kepada umat Islam, ujian itu begitu beratnya, sehingga beliau mengatakan bahwa setiap dari manusia tidak dapat menemukan tempat berlindung darinya. Ketika hal ini telah terjadi, Allah SWT akan memunculkan seseorang dari keluargaku yang nantinya dunia akan dipenuhi oleh keadilan. Seluruh penduduk langit dan bumi rela dan bangga dengannya. Di masanya, hujan tidak akan bergelantungan di atas langit kecuali akan turun menyirami bumi, dan tiada tumbuh-tumbuhan yang ada di dasar bumi kecuali bersemi dan tumbuh. Begitu indah dan makmurnya kehidupan di masa itu sehinga setiap orang berandai-andai jika sesepuh dan sanak keluarganya yang telah meninggal dunia kembali lagi...[Kasyful asar, juz, 4, halaman 119-120]



Ayat Keenam

وَ مَنْ قُتِلَ مَظْلُوماً فَقَدْ جَعَلْنا لِوَلِيِّهِ سُلْطاناً فَلا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ إِنَّهُ كانَ مَنْصُوراً

Barangsiapa terbunuh secara mazdlum, maka kita akan jadikan ahli warisnya sebagai pemimpin, oleh karena itu hendaknya tidaklah berlebihan dalam membunuh, sesungguhnya dia akan tertolong. (Isra’; 33)  

Huaizi dalam kitab tafsir Nur Tsaqalain mengatakan: Imam Baqir a.s. berkata, " Maksud dari orang yang terbunuh secara mazdlum tersebut adalah Husain a.s., dan kamilah ahli waris dan wali dari beliau, saat Qaim a.s. datang dia akan menuntut darah Husain a.s. dan sesungguhnya dia akan ditolong. Dan dunia tidak akan berakhir selagi darah tersebut tidak ditebus dan diambil oleh seorang dari keluarga Muhammad saaw, seorang sosok yang akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana dunia telah disesaki oleh kezaliman dan ketidak adilan.”[Nur tsaqalian, juz 3, halaman 163]

Ayat Ketujuh
بَقِيَّة اللَّهِ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ...

Simpanan Tuhan itu lebih baik bagi kalian, jika kalian beriman... (Hud; ayat 86)

Dalam tafsir Nur Tsaqalain, dengan menukil dari Al-Kafi, disebutkan,” Seseorang bertanya kepada Imam Ja’far Shadiq a.s. tentang Al-Qaim a.s., apakah bisa menggunakan ungkapan Amirul mukminin saat mengucapkan salam kepada beliau? Imam menjawab, "Tidak, karena gelar ini diberikan Allah untuk Imam Ali a.s  saja. ... dia bertanya (lagi), aku tebusan bagimu, lalu apa yang harus aku sampaikan saat mengucapkan salam padanya ? Imam Shadiq a.s. menjawab, Semua harus mengatakan: السلام عليک يا بقية الله   “Salam atasmu wahai simpanan Allah”. Kemudian beliau membaca ayat di atas.[Nur tsaqalian, juz 2, halaman 390]

Syekh Abu Manshur Thabrisi dalam kitab Al-Ihtijaj, menukil sebuah riwayat dari Amirul Mukiminin Ali a.s.:”Baqiyatullah adalah Mahdi, di mana dia akan datang setelah masa ini. Dia akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagimana dunia telah dipenuhi oleh kezaliman.”[Nur tsaqalian, juz 2, halaman 390]

Syekh Shaduq r.a. dalam kitab Ikmaluddin, meriwayatkan sebuah riwayat yang cukup panjang dari Imam Muhammad Al-Baqir a.s. Isi sebagian riwayat yang menyinggung permasalahan Imam Mahdi a.s.itu demikian,” Saat Qaim muncul, dia akan bersandar kepada Ka’bah, kemudian 313 orang bergabung dengannya. Maka ungkapan pertama yang beliau ucapkan adalah ayat di atas, dan mengatakan akulah Baqiyatullah, hujjah dan khalifah Allah di antara kalian. Saat itu setiap muslim menyalaminya dengan ungkapan, Salam atasmu wahai Baqiyatullah di bumi-Nya.”
[Nur tsaqalian, juz 2, halaman 390-392]

Bagaimana dengan ini pak kedung....?

Ooooooh rupanya anda seorang muslim syi'ah yah?

Baiklah, komentar saya tentang tujuh ayat suci Al Qur'an yang anda tampilkan, hanya satu yang sering kita gunakan sebagai dalil tentang kedatangan seorang Khalifatullah, Al Mahdi, yakni:
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu (umat Islam) dan berbuat amal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah orang-orang yang sebelum mereka ; dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka ; dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka. (An-Nur 24:56)

Sebab ayat ini berlaku sebagai pendahuluan untuk mengantarkan masalah khilafat,  maka ayat dalam ayat-ayat 52-55 berulang-ulang diberi tekanan mengenai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya saw. Tekanan ini merupakan isyarat mengenai tingkat dan kedudukan seorang khalifah dalam Islam. Ayat ini berisikan janji, bahwa orang-orang Islam akan dianugerahi pimpinan ruhani maupun duniawi.

Janji itu diberikan kepada seluruh umat Islam, tetapi lembaga khilafat akan mendapat bentuk nyata dalam wujud perorangan-perorangan tertentu, yang akan menjadi penerus Rasulullah saw serta wakil seluruh umat Islam. Janji mengenai ditegakkannya khilafat adalah jelas dan tidak dapat menimbulkan salah paham. Sebab kini Rasulullah saw satu-satunya hadi (petunjuk jalan) umat manusia untuk selama-lamanya, khilafat beliau saw akan terus berwujud dalam salah satu bentuk di dunia ini sampai Hari Kiamat, karena semua khilafat yang lain telah tiada lagi. Inilah di antara yang lainnya banyak keunggulan, merupa-kan kelebihan Rasulullah saw yang menonjol di atas semua nabi dan rasul Tuhan lainnya. Zaman kita ini telah menyaksikan khalifah ruhani beliau yang terbesar dalam wujud Pendiri Jemaat Ahmadiyah.

Sedangkan ayat-ayat suci Al Qur'an lainnya mungkin saja ada kaitannya dengan kedatangan Imam Mahdi as, menurut penafsiran para ulama muslimin syi'ah, namun tidak secara langsung.


Lha....main vonis memang enak ya pak kedung......apakah anda sudah baca baik dengan seksama?   
 ehmm 
Dari beberapa kata qur'an diatas relevan dan bisa dijadikan sebagai dalil jika al mahdi masih ditunggu kemunculannya.......tidak seperti anda yang main claim dan gendong jajain jamu kesana kemari dengan mengusung pangeran bolywood.....  basi

Maksud anda, main vonis tentang syi'ah? Saya kan hanya bertanya, Ooooooh rupanya anda seorang muslim syi'ah yah? Jika anda bukan syi'ah, anda boleh menjawabnya dengan bantahan. Tetapi, yang jelas nama-nama ulama yang ada di dalam artikel yang anda tampilkan itu, setahu saya dari kalangan syi'ah. Begitu bukan? Nah, sekarang bandingkan dengan para ulama muslimin yang telah memvonis Jemaat Ahmadiyah sebagai diluar Islam, Sesat dan Menyesatkan. Baru segitu saja anda sudah komplain.

Jika anda memahami nilai-nilai dari setiap huruf dalam kalimat LAYASTAKHLIFANNAHUM, maka di dalamnya terdapat nubuatan tentang waktu kedatangan Khalifatullah, Imam Al Mahdi. Jika dijumlahkan nilai angka huruf-hurufnya, maka akan terdapat total jumlah angka yang bertepatan dengan tahun kedatangan Imam Al Mahdi, Khalifatullah, yakni 1305 H (atau 1884M).

Jika anda percaya kepada nubuatan Allah 'Aalimul Ghaib dalam Al Qur'an (An-Nur 24:56), maka sesungguhnya Khalifatullah, Imam Al Mahdi yang diutus Allah itu sudah datang pada permulaan abad ke 14 Hijrah, atau tepatnya tahun 1305 Hijrah yang bertepatan dengan tahun 1884 Masehi.

Satu-satunya orang yang mendakwakan diri diutus Allah sebagai Khalifatullah, Imam Al Mahdi tepat pada tahun 1305 Hijrah / 1884 Masehi hanyalah HMG Ahmad as dari Qadian, Hindustan, Pendiri Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Nabi Muhammad saw bersabda: "Barangsiapa melihatnya, maka bai'atlah kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (HR Ibnu Majah).

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Mon Mar 03, 2014 8:17 am

Maksud anda, main vonis tentang syi'ah? Saya kan hanya bertanya, Ooooooh rupanya anda seorang muslim syi'ah yah? Jika anda bukan syi'ah, anda boleh menjawabnya dengan bantahan. Tetapi, yang jelas nama-nama ulama yang ada di dalam artikel yang anda tampilkan itu, setahu saya dari kalangan syi'ah. Begitu bukan? Nah, sekarang bandingkan dengan para ulama muslimin yang telah memvonis Jemaat Ahmadiyah sebagai diluar Islam, Sesat dan Menyesatkan. Baru segitu saja anda sudah komplain.

Ok...what ever lah terserah pak kedung mau posisikan saya dimana? Buat saya gak ada masalah yang penting keimanan dan akidah saya sampai dengan saat ini masih menunggu kedatangan al mahdi...
Fatwa ulama seantero jagat yang memfatwa sesat ahmadiyah tentunya bukan tanpa alasan dan tidak mengada-ngada(itu sudah dikaji pak....saya pun punya pemikiran sama......  ehmm 


Jika anda memahami nilai-nilai dari setiap huruf dalam kalimat LAYASTAKHLIFANNAHUM, maka di dalamnya terdapat nubuatan tentang waktu kedatangan Khalifatullah, Imam Al Mahdi. Jika dijumlahkan nilai angka huruf-hurufnya, maka akan terdapat total jumlah angka yang bertepatan dengan tahun kedatangan Imam Al Mahdi, Khalifatullah, yakni 1305 H (atau 1884M).
Apakah idola anda ini sudah sesuai dengan hadits ini  “Akan dibaiat seorang laki-laki antara makam Ibrahim dengan sudut Ka'bah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud)


Jika anda percaya kepada nubuatan Allah 'Aalimul Ghaib dalam Al Qur'an (An-Nur 24:56), maka sesungguhnya Khalifatullah, Imam Al Mahdi yang diutus Allah itu sudah datang pada permulaan abad ke 14 Hijrah, atau tepatnya tahun 1305 Hijrah yang bertepatan dengan tahun 1884 Masehi.
Maaf untuk yang ini hanya cucokmology nya pengikut ahmadiyah......tidak ada hadits merujuk kesana, rosulullah saw hanya memberikan ciri2 dan tanda kemunculannya saja.......cuma  wong gemblung dan pengikutnya saja yang sok tahu dan berani memastikan tahunnya.....  piss 

Satu-satunya orang yang mendakwakan diri diutus Allah sebagai Khalifatullah, Imam Al Mahdi tepat pada tahun 1305 Hijrah / 1884 Masehi hanyalah HMG Ahmad as dari Qadian, Hindustan, Pendiri Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Nabi Muhammad saw bersabda: "Barangsiapa melihatnya, maka bai'atlah kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (HR Ibnu Majah).

Hehehehehe.....lagi2 pengakuan yang tanpa dasar....wong ( cluenya kaum dari daerah timur dan membawa panji2 hitam.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan:

بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَقْبَلَ فِتْيَةٌ مِنْ بَنِي هَاشِمٍ فَلَمَّا رَآهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْرَوْرَقَتْ عَيْنَاهُ وَتَغَيَّرَ لَوْنُهُ. قَالَ: فَقُلْتُ: مَا نَزَالُ نَرَى فِي وَجْهِكَ شَيْئًا نَكْرَهُهُ. فَقَالَ: إِنَّا أَهْلُ بَيْتٍ اخْتَارَ اللهُ لَنَا اْلآخِرَةَ عَلَى الدُّنْيَا، وَإِنَّ أَهْلَ بَيْتِي سَيَلْقَوْنَ بَعْدِي بَلاَءً وَتَشْرِيْدًا وَتَطْرِيْدًا حَتَّى يَأْتِيَ قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَعَهُمْ رَايَاتٌ سُوْدٌ فَيَسْأَلُوْنَ الْخَيْرَ فَلاَ يُعْطَوْنَهُ فَيُقَاتِلُوْنَ فَيُنْصَرُوْنَ فَيُعْطَوْنَ مَا سَأَلُوا فَلاَ يَقْبَلُوْنَهُ حَتَّى يَدْفَعُوْهَا إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا كَمَا مَلَئُوْهَا جَوْرًا، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَأْتِهِمْ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ

“Tatkala kami berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang sekelompok pemuda dari Bani Hasyim. Ketika Nabi melihat mereka, kedua mata beliau berlinang air mata dan berubahlah roman mukanya. Maka aku katakan: ‘Kami masih tetap melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai.’ Lalu beliau menjawab: ‘Kami ahlul bait. Allah telah pilihkan akhirat untuk kami daripada dunia. Dan sesungguhnya sepeninggalku, keluargaku akan menemui bencana-bencana dan pengusiran. Hingga datang sebuah kaum dari arah timur, bersama mereka ada bendera berwarna hitam1. Mereka meminta kebaikan namun mereka tidak diberi, lalu mereka memerangi dan mendapat pertolongan sehingga mereka diberi apa yang mereka minta, tetapi mereka tidak menerimanya. Hingga mereka menyerahkan kepemimpinan kepada seseorang dari keluargaku. Lalu ia memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana orang-orang memenuhinya dengan kezhaliman. Barangsiapa di antara kalian mendapatinya maka datangilah mereka, walaupun dengan merangkak di atas es’.” (HR. Ibnu Majah no. 4082, sanadnya hasan lighairihi menurut Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Adh-Dha’ifah, 1/197, pada pembahasan hadits no. 85)
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Kedunghalang on Mon Mar 03, 2014 11:02 am

@Ibnu Sabil wrote:
@Kedunghalang wrote:
Maksud anda, main vonis tentang syi'ah? Saya kan hanya bertanya, Ooooooh rupanya anda seorang muslim syi'ah yah? Jika anda bukan syi'ah, anda boleh menjawabnya dengan bantahan. Tetapi, yang jelas nama-nama ulama yang ada di dalam artikel yang anda tampilkan itu, setahu saya dari kalangan syi'ah. Begitu bukan? Nah, sekarang bandingkan dengan para ulama muslimin yang telah memvonis Jemaat Ahmadiyah sebagai diluar Islam, Sesat dan Menyesatkan. Baru segitu saja anda sudah komplain.


Ok...what ever lah terserah pak kedung mau posisikan saya dimana? Buat saya gak ada masalah yang penting keimanan dan akidah saya sampai dengan saat ini masih menunggu kedatangan al mahdi...
Fatwa ulama seantero jagat yang memfatwa sesat ahmadiyah tentunya bukan tanpa alasan dan tidak mengada-ngada(itu sudah dikaji pak....saya pun punya pemikiran sama......  ehmm 


Anda mau syi'ah atau bukan syi'ah, itu bukan wewenang saya, tetapi hak anda sendiri untuk menentukan. Begitu pula dengan akidah anda yang sampai saat ini masih menunggu kedatangan al mahdi. Sedangkan menurut Al Qur'an dan Hadits, sesungguhnya Imam Al Mahdi, Khalifatullah & Masih Mau'ud as sudah datang tepat waktunya, yakni pada tahun 1305 Hijrah / 1884 Masehi. Meski para ulama seantero jagat memfatwa Ahmadiyah sesat dengan alasan apa pun, mereka itu adalah manusia juga, yang tidak lebih mengetahui daripada Allah, siapa yang sesat dari jalan-Nya:
"Sesungguhnya Tuhan engkau, Dia-lah Yang Lebih Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya." (Al Qalam 68:7/8).

@Ibnu Sabil wrote:
@Kedunghalang wrote:Jika anda memahami nilai-nilai dari setiap huruf dalam kalimat LAYASTAKHLIFANNAHUM, maka di dalamnya terdapat nubuatan tentang waktu kedatangan Khalifatullah, Imam Al Mahdi. Jika dijumlahkan nilai angka huruf-hurufnya, maka akan terdapat total jumlah angka yang bertepatan dengan tahun kedatangan Imam Al Mahdi, Khalifatullah, yakni 1305 H (atau 1884M).

Apakah idola anda ini sudah sesuai dengan hadits ini  “Akan dibaiat seorang laki-laki antara makam Ibrahim dengan sudut Ka'bah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud)

Pengganti HMG Ahmad (Khalifatullah, Imam Mahdi & Masih Mau'ud) as adalah Hadhrat Al Hajj Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (Khalifatul Masih II) ra. Ketika beliau ra melaksanakan ibadah haji ke Mekkah, banyak umat Islam yang bai'at kepada Allah ditangan beliau ra. Kemungkinan besar, peristiwa itu adalah penggenapan nubuatan dalam HR Ahmad & Abu Dawud tersebut.

@Ibnu Sabil wrote:
@Kedunghalang wrote:Jika anda percaya kepada nubuatan Allah 'Aalimul Ghaib dalam Al Qur'an (An-Nur 24:56), maka sesungguhnya Khalifatullah, Imam Al Mahdi yang diutus Allah itu sudah datang pada permulaan abad ke 14 Hijrah, atau tepatnya tahun 1305 Hijrah yang bertepatan dengan tahun 1884 Masehi.

Maaf untuk yang ini hanya cucokmology nya pengikut ahmadiyah......tidak ada hadits merujuk kesana, rosulullah saw hanya memberikan ciri2 dan tanda kemunculannya saja.......cuma  wong gemblung dan pengikutnya saja yang sok tahu dan berani memastikan tahunnya.....  piss

Al Qur'an itu adalah firman Allah, bukan cocokmology, kalimat LAYASTAKHLIFANNAHUM terdapat dalam An-Nur 24:55/56 yang diperkuat dengan hadits riwayat Hudzaifah bin Yaman ra dalam An-Najmuts-Tsaqib, jilid 2, hal. 209, dan riwayat Abu Qatadah dalam Syarah Misykat, hal.471. Jadi, Al Qur'an dan Hadits mendukung kedatangan Imam Al Mahdi, Khalifatullah pada permulaan abad ke-14H, tepatnya tahun 1305 H/1884M.

@Ibnu Sabil wrote:
@Kedunghalang wrote:Satu-satunya orang yang mendakwakan diri diutus Allah sebagai Khalifatullah, Imam Al Mahdi tepat pada tahun 1305 Hijrah / 1884 Masehi hanyalah HMG Ahmad as dari Qadian, Hindustan, Pendiri Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Nabi Muhammad saw bersabda: "Barangsiapa melihatnya, maka bai'atlah kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah Khalifatullah, Al Mahdi." (HR Ibnu Majah).

Hehehehehe.....lagi2 pengakuan yang tanpa dasar....wong (cluenya kaum dari daerah timur dan membawa panji2 hitam.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan:

بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَقْبَلَ فِتْيَةٌ مِنْ بَنِي هَاشِمٍ فَلَمَّا رَآهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْرَوْرَقَتْ عَيْنَاهُ وَتَغَيَّرَ لَوْنُهُ. قَالَ: فَقُلْتُ: مَا نَزَالُ نَرَى فِي وَجْهِكَ شَيْئًا نَكْرَهُهُ. فَقَالَ: إِنَّا أَهْلُ بَيْتٍ اخْتَارَ اللهُ لَنَا اْلآخِرَةَ عَلَى الدُّنْيَا، وَإِنَّ أَهْلَ بَيْتِي سَيَلْقَوْنَ بَعْدِي بَلاَءً وَتَشْرِيْدًا وَتَطْرِيْدًا حَتَّى يَأْتِيَ قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَعَهُمْ رَايَاتٌ سُوْدٌ فَيَسْأَلُوْنَ الْخَيْرَ فَلاَ يُعْطَوْنَهُ فَيُقَاتِلُوْنَ فَيُنْصَرُوْنَ فَيُعْطَوْنَ مَا سَأَلُوا فَلاَ يَقْبَلُوْنَهُ حَتَّى يَدْفَعُوْهَا إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا كَمَا مَلَئُوْهَا جَوْرًا، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَأْتِهِمْ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ

“Tatkala kami berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang sekelompok pemuda dari Bani Hasyim. Ketika Nabi melihat mereka, kedua mata beliau berlinang air mata dan berubahlah roman mukanya. Maka aku katakan: ‘Kami masih tetap melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai.’ Lalu beliau menjawab: ‘Kami ahlul bait. Allah telah pilihkan akhirat untuk kami daripada dunia. Dan sesungguhnya sepeninggalku, keluargaku akan menemui bencana-bencana dan pengusiran. Hingga datang sebuah kaum dari arah timur, bersama mereka ada bendera berwarna hitam1. Mereka meminta kebaikan namun mereka tidak diberi, lalu mereka memerangi dan mendapat pertolongan sehingga mereka diberi apa yang mereka minta, tetapi mereka tidak menerimanya. Hingga mereka menyerahkan kepemimpinan kepada seseorang dari keluargaku. Lalu ia memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana orang-orang memenuhinya dengan kezhaliman. Barangsiapa di antara kalian mendapatinya maka datangilah mereka, walaupun dengan merangkak di atas es’.” (HR. Ibnu Majah no. 4082, sanadnya hasan lighairihi menurut Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Adh-Dha’ifah, 1/197, pada pembahasan hadits no. 85)

Bukankah Qadian, Hindustan itu juga daerah timur? Bendera Jemaat Muslimin Ahmadiyah juga berwarna hitam dengan logo Matahari, Bulan, Bintang dan ditengah-tengahnya ada Menara Al Masih: http://www.youtube.com/watch?v=c7zE6jPYPVI

Kedunghalang
LETNAN KOLONEL
LETNAN KOLONEL

Male
Posts : 9081
Kepercayaan : Islam
Location : Bogor
Join date : 12.03.12
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Ibnu Sabil on Mon Mar 03, 2014 8:21 pm

@pak kedung
Maaf ya saya skip.....untuk beberapa poin...mana tahan.......
Itu-itu terus akhirnya stack di MGA eh malah ke MGA 2....hadeuh...   nyerah 
Saya langsung saja point ini....
Bukankah Qadian, Hindustan itu juga daerah timur? Bendera Jemaat Muslimin Ahmadiyah juga berwarna hitam dengan logo Matahari, Bulan, Bintang dan ditengah-tengahnya ada Menara Al Masih:
Yang dimaksudkan panji hitam....betul warnanya hitam.
Tapi apabila ada logo matahari, bulan dan bintang dan menara....kira2 masuk kategori mana?
Bukan berburuk sangka apakah ini logo2 pagan?... bisa tolong diperjelas?  yes 
avatar
Ibnu Sabil
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Age : 77
Posts : 1803
Kepercayaan : Islam
Location : JAYA - RAYA
Join date : 28.07.13
Reputation : 36

Kembali Ke Atas Go down

Re: al mahdi sang pemimpin

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 14 Previous  1, 2, 3 ... 8 ... 14  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik