FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Nabi Isa tidak mati disalib

Halaman 1 dari 17 1, 2, 3 ... 9 ... 17  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Fri Aug 16, 2013 9:01 pm

QS. 4 An Nisaa' ayat 157

terjemahan ayat ini dalam Bhs Inggris adalah sbb: http://quran.al-islam.com/Targama/DispT ... =ind&t=eng

[157] That they said (in boast), "We killed Al-Masih 'Isa the son of Maryam, the Messenger of Allah"; but they killed him not, nor crucified him, but so it was made to appear to them, and those who differ therein are full of doubts, with no (certain) knowledge, but only conjecture to follow, for of a surety they killed him not.

sedangkan dlm Bhs Indonesia & melayu diterjemahkan sbb:
[157] dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Jelas kan dimana letak perbedaannya.

Ada 2 kemungkinan ttg nabi Isa ini, yakni:

A. yg mengartikan ayat itu secara harafiah
nabi Isa tidak disalib, krn digantikan oleh orang yg mirip, yg disamarkan adalah orangnya (sbgmn terjemahan dlm Bhs Indonesia itu)

B. yg mengartikan ayat ini secara simbolik
nabi Isa disalib, namun kematiannya disamarkan, menjadi seolah-olah sudah mati, namun hanya pingsan dan masih hidup. yg disamarkan adalah peristiwanya. (sbgmn terhemahan dlm Bahasa Inggris)

Untuk surah yg lain, sy coba tampilkan terjemahan Bhs Melayu-nya.
http://quran.al-islam.com/Targama/dispT ... =5&nAya=33

qs. 5. Al Maa idah
[33] Bahwasanya balasan orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya serta melakukan bencana kerosakan di muka bumi ialah dengan dibalas bunuh (kalau mereka membunuh sahaja dengan tidak merampas) atau dipalang (kalau mereka membunuh dan merampas), atau dipotong tangan dan kaki mereka berselang (kalau mereka merampas sahaja), atau dibuang negeri (kalau mereka hanya mengganggu ketenteraman umum). Hukuman yang demikian itu adalah suatu kehinaan di dunia bagi mereka dan di akhirat kelak mereka beroleh azab seksa yang amat besar.

apakah ini sudah memadai untuk mengartikan bahwa orang yg disalib(dipalang) pada masa penyaliban adalah orang yg mirip nabi Isa itu? Namun ayat itu menerangkan oarang yg mati disalib, memang suatu hukuman dan hinaan, namun jika yg disalib tidak mati meski ia disalib, tentunya hal ini bukan hinaan dan hukuman, justru menunjukkan sebaliknya, adalah suatu pengangkatan derajat, krn meski berusaha dihina/disalib namun tidak mati.
Jadi kalau nabi Isa disalib lalu mati baru kemudian bangkit kembali ini baru penghinaan dan hukuman, sedangkan jika meski disalib tapi tidak meninggal, maka tentunya ini bukan penghinaan justru menunjukkan kebalikannya, pembuktian ketidakbersalahannya, pengangkatan derajatnya.
Ini terkait pula dgn ayat lain yg menyatakan bahwa setiap rasul Allah diberi istri dan keturunan.

Jadi pilihannya adalah:

1) nabi Isa tidak disalib, dan masih hidup sampai sekarang
2) nabi Isa tidak disalib, dan sudah mati sekarang
3) nabi Isa disalib tapi tidak mati, dan masih hidup sampai sekarang
4) nabi Isa disalib tapi tidak mati, tapi sekarang sudah mati karena usia

mana pilihan Anda?


Terakhir diubah oleh Mutiara tanggal Sat Aug 17, 2013 3:15 am, total 1 kali diubah
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Fri Aug 16, 2013 9:05 pm

oh ya ini ada ayat tambahan yang juga terkait:

QS. 13. Ar Ra'd
Hidup berkeluarga tidak berlawanan dengan kerasulan
38. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)[777].
[777]. Tujuan ayat ini ialah pertama-tama untuk membantah ejekan-ejekan terhadap Nabi Muhammad s.a.w. dari pihak musuh-musuh beliau, karena hal itu merendahkan martabat kenabian. Keduanya untuk membantah pendapat mereka bahwa seorang rasul itu dapat melakukan mukjizat yang diberikan Allah kepada rasul-Nya bilamana diperlukan, bukan untuk dijadikan permainan. Bagi tiap-tiap rasul itu ada Kitabnya yang sesuai dengan keadaan masanya.

Jadi tentunya nabi Isa sebelum meninggal telah juga sempat beristri dan memiliki keturunan.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Fri Aug 16, 2013 9:10 pm

Faktanya bahwa Yesus / Isa tidak mati terbunuh atau mati tersebab disalib semakin terbukti, dalam Qur’an di katakan :

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi diserupakan bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS Ani-Nisa’ 4:157).

Sebagian umat islam ada yang memahami ayat tersebut diatas dengan memaknainya dengan pengertian bahwa ada seseorang yang diserupakan wajahnya dengan Nabi Isa as sehingga Tentara Romawi tidak menangkap Isa as melainkan Yudas Iskariot.

Akar masalah perbedaan tersebut adalah karena ayat Quran menyebut dengan kata : ”syubbiha lahum” oleh sebagian diartikan diserupakan wajahnya namun oleh sebagian yang lain diartikan diserupakan kejadian penyalibannya seakan – akan mati tersalib tetapi sesungguhnya tidak mati tersalib.

Berikut fakta – fakta pertolongan Allah saat Yesus disalibkan sehingga ia selamat dari kematian

1. Dalam persidangan yang extra cepat Pilatus menyimpulkan bahwa dia tidak bersalah.

2. Istri Pilatus bermimpi bahwa dia tidak bersalah dan berbahaya.

3. Orang yang ‘sama-sama disalib’ masih hidup.

4. Kakinya tidak patah; sementara dua orang lainnya patah.

5. Proses penyaliban yang sangat cepat, lebih cepat dari proses penyaliban pada umumnya karena Yahudi ingin cepat – cepat menurunkannya dari kayu salib, mengingat waktu itu akan masuk hari Sabtu dimana hari tersebut adalah hari yang mulia bagi umat Yahudi

6. Izin yang cepat dan mudah yang diberikan oleh Pilatus untuk mengambil tubuh Yesus.

7. Dikabulkan oleh Allah swt atas permintaan doa keselamatan yang dipanjatkan oleh Yesus / Isa as.

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” (Injil – Lukas 22: 44).

“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Injil – Yakobus 5: 16).

“Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepadanya untuk memberi kekuatan kepadanya”. (Injil -Lukas 22: 43).

9. Yesus berjanji akan membuktikan suatu mukjizat seperti mukjizat Yunus

“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga anak manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Injil – Matius 12: 40).

Yunus di dalam perut ikan hidup, jika Yesus mati setelah disalib berarti Yesus tidak seperti Yunus, siapa yang dusta disini ?

Terang sekali dalam janji mukjizatnya Yesus berkata bahwa ia hidup seperti Yunus, ketika disalib Tentara Romawi mengira ia telah mati padahal yang sebenarnya terjadi adalah ia hanya pingsan saja.

“…Melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya” (Injil Yohanes 19: 33).
Allah swt dengan caraNya telah menipu tentara Romawi yang telah menyangka Yesus telah mati padahal sesungguhnya ia hanya pingsan saja.

Tentara Romawi tersebut tidak membuktikan penglihatannya dengan menyentuh urat nadi atau mengecheck denyut jantung Yesus. Mereka langsung saja tanpa memeriksanya terlebih dahulu mengatakan bahwa Yesus telah mati.

“Kamu akan melihat dan melihat, namun tidak merasa “- Matius 13: 14).

Inilah pertolongan Allah swt untuk menyelamatkan nabi Isa (menurut mereka Yesus itu).
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Fri Aug 16, 2013 9:12 pm

Misi Rahasia Menyelamatkan Isa AS (atau yg biasa kresten kira sebagai Jesus)

Pilatus secara rahasia menolong Isa dengan menetapkan hari hukuman salib pada Jum'at siang (jam 12 siang) (Matius 27 : 46), dan pada jam 3 sore (jam 15) Isa diturunkan dari Tiang Salib dengan kondisi tampak "Mati". Seperti yang telah lazim bahwa hukuman salib adalah hukuman mati secara perlahan (umumnya 3 hari) dan belum pernah ada yg mengalami kematian dalam hitungan jam. Lalu mengapa Isa diturunkan padahal baru 3 jam (nampak tergesa-gesa)?


Jawabannya karena dalam Taurat ada tertulis hukum :

"Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk o(eh Allah, janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milik pusakamu" (Ulangan 21:23).


Jadi dikarenakan menurut hitungan hari Yahudi bahwa Hari Raya Sabath telah mulai sejak hari Jum'at petang (jam 18), maka tidak boleh ada najis (mayat orang terkutuk) yang menodai kesucian hari Sabath. Oleh karena itu haruslah tidak boleh ada orang yang terpantek di kayu salib. Maka dari itu Orang Yahudi sendiri yang meminta Isa a.s. diturunkan secepatnya dari kayu salib.


Pada saat Isa dihukum salib ada juga dua penjahat yang dihukum berserta beliau, namun tidak seperti Isa, mereka masih nampak segar atau hidup, sehingga bagi mereka diperlakukan cara cepat untuk menghabisi nyawa mereka dan mereka di hukum salib (shalb) dengan mematahkan tulang-tulang kaki mereka (yang menyangga tubuh mereka). Sedangkan bagi Isa a.s. karena pada saat akan diturunkan kondisi beliau nampak terlihat mati maka beliau tidak dihukum salib (shalb - pematahan tulang-tulang). Hal ini nampaknya merupakan perwujudan dari ramalan suci (nubuatan) :

"la melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah". (Mazmur 34 : 21).

Sedangkan bagi perajurit Romawi alasan mereka tidak mematahkan tulang belulang Isa a.s. adalah karena Jasad Isa a.s. nampak seperti yang sudah mati :

"Melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya" (Yohanes 19 : 33).


Perlu diperhatikan bahwa dasar yang menyatakan bahwa Isa mati itu adalah hanya atas Melihat, tidak mendekati, apalagi menyentuh, sehingga bisa dipastikan lebih jauh apakah masih berdenyut nadinya alias mati sungguhan atau tidak? Karena hanya sekedar melihat itu tidak pasti dan inilah pangkal keragu-raguan Orang Yahudi kelak bahwa mereka sendiri tidak yakin bahwa dalam waktu tiga jam tersebut dan tanpa hukum shalib mereka telah memutuskan ajal Isa (membunuh Isa). Hal ini berhubungan dengan ucapan Isa sebelum dihukum,

"Kamu akan melihat dan melihat, namun tidak merasa" (Matius 13:14).


Ketika Yohanes berkata bahwa tentara itu melihat, bahwa maksudnya mereka menduga bahwa Isa telah wafat. Jadi inilah cara Allah untuk menolong Isa. Dengan menserupakan beliau nampak seperti yang telah wafat dan hanya membiarkan tentara Romawi hanya melihat dan menduga-duga.

Allah menyelamatkan Isa a.s. dalam kondisi pingsannya dengan menampakan kepada Tentara Romawi dan Orang Yahudi bahwa mereka melihat Isa seperti dalam kondisi mati. Karena itulah tentara Romawi tidak mematahkan tulang sumsum Isa a.s.. Setelah tubuh Isa telah diturunkan dari tiang maka untuk memastikan Isa telah wafat maka seorang Tentara Romawi menggoreskan lembing nya ke sisi rusuk tubuh Isa a.s. dan setelah melihat tidak adanya respon gerakan dari tubuh Isa maka ia yakin bahwa Isa telah wafat. Namun....sebenarnya tidak demikian.


"Hanyalah seorang lasykar menikam rusuk Yesus dengan tombaknya, maka sekejap itu juga mengalir keluar darah dengan air" (Yahya 19 : 34).

Adalah rahmat Allah SWT yang telah membuat tubuh manusia (Isa a.s.) pingsan karena menahan rasa sakit dan letih. Seseorang yang berada dalam kondisi pingsan mengakibatkan peredaran darahnya menjadi lamban dan tidak lancar. Dengan adanya pelukaan akibat goresan ujung lembing membuat peredaran darah lancar kembali dan memancarlah darah keluar, perlu diperhatikan bahwa hal ini (darah mengalir) hanya dapat terjadi pada tubuh yang mana jantungnya masih berdenyut (masih hidup). Dan perlu diperhatikan kata "Sekejap Itu Juga" menandakan bahwa darah memancar dengan cepat yang mana hal itu menunjukan bahwa sebenarnya Yesus/Isa masih hidup manakala diturunkan dan hanya pingsan (yang disangka telah mati oleh Yahudi dan Orang Romawi). Dr. W.B. Primrose, seorang ahli anastesi RS. Royal Glasgow dalam tulisan beliau dalam harian "Thinker Digest" mengatakan,

"Bahwa air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban".


Perlu dicari tahu bahwa selain karena rasa sakit apakah gerangan yang membuat Isa jatuh pingsan dalam waktu yang singkat itu?


Adalah rahmat Allah SWT menjadikan Isa pingsan karena menahan sakit, perih, dan lelah dari hukuman tiang salib, namun disaat yang sama dua orang penjahat yang turut dihukum masih nampak siuman, lalu sebab apakah Isa dalam waktu kurang dari tiga jam sudah jatuh tak sadarkan diri?

Jawaban yang logis bisa kita telusuri, pada Yohanes 19: 29-30 tertulis :

"Di situ ada suatu benda penuh anggur asam (tertulis Vinegar-bukan wine). Maka mereka mencucukan bunga karang yang telah dicelupkan dalam anggur asam pada sebatang hyssop (tanaman semak yang harum untuk obat) lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam berkatalah ia :"sudah selesai", lalu ia menundukan kepalanya dan menyerahkan nyawanya".

Adakah Vinegar ini telah berpengaruh kepada Yesus?


Vinegar memiliki efek stimulasi yang sementara sebagaimana obat amonia yang dicium dan bahkan dipakai untuk menstimulasi budak-budak pengayuh perahu kapal. Memberikan anggur yang dibumbui dengan Myrrh atau kemenyan kepada orang yang akan dihukum mati sebagai usaha untuk menghilangkan rasa sakit (efek narkotik) adalah sesuai dengan kebiasaan Yahudi, seperti yang tertulis :

"Dia yang dieksekusi diberi sedikit kemenyan dicampur anggur dalam piala sehingga dia kehilangan kesadaran" (Sahn 43 - Kitab Talmud).


Pada saat menjelang penyaliban Serdadu Roma bukan saja membolehkan pemberian minuman narkotik ini bahkan salah satu dari mereka terbukti membantu meminumkannya pada Yesus (Matius 27:48, Markus 15:36, Lukas 23:36, Johanes 19:29).
Vinegar yg disebutkan dalam Injil dalam bahasa Latin disebut Acetum/Acidus/Acere/Acida. Dalam budaya Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal Minuman persembahan suci (Haoma Drink). Haoma Drink dibuat dari Juice tanaman Asclepias Acida. Efek minuman ini adalah membuat seseorang menjadi koma (mati suri). Varietas asclepias acida ini di Eropa disebut dengan "Swallowwort". Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan Orang�orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/ penyembuhan sangat mengenal ramuan minuman ini. Salah satu efek dari ramuan Swallowwort (Asclepias Acida) ini adalah Extreme sweating and a dry mouth, dan ini sesuai dengan apa yang di alami oleh Isa,

"Yesus mengatakan: "Saya haus" (Yohanes 19:28).


Jadi para murid rahasia Yesus (Isa) dari golongan Essenes bekerja sama dengan Pilatus telah memberikan Haoma Drink ini kepada Isa a.s. sebelum beliau di paku di tiang salib dan ini merupakan rencana rahasia untuk menolong Isa. Dan akibat dari ramuan inilah beliau menjadi koma (mati suri) di tiang salib.


Setelah kita mengetahui apa sebab Yesus (Isa) mengalami pingsan yang demikian cepat dalam kurun waktu tiga jam di tiang salib, kini saya ingin mengajak anda kembali pada saat tubuh Isa masih berada di tiang salib.


Meski Injil menerangkan dengan berbeda-beda namun adalah suatu kepastian bahwa pada saat menjelang jam 15 (3 sore) terjadi gemuruh, guntur, gempa, serta langit pun menjadi gelap. Hal ini adalah suatu mukjizat yang mana Allah menampakan gejala alam ini untuk membuat ciut dan takut hati kaum Yahudi yang saat itu berpesta pora disekitar (dekat) lokasi tiang-tiang salib, yang serta merta hati mereka menjadi takut akan kutuk Tuhan atas perbuatan mereka dan lari berhamburan menyelamatkan diri.


Peristiwa ini adalah rencana Tuhan yang karenanya para murid "rahasia" Isa (yang bukan 12 orang itu mereka semua melarikan diri karena takut) dapat mendekati tiang salib, menurunkan jasad beliau, dan mengurus beliau a.s. Adalah Nikodemus dan Yusuf Arimatea (murid Isa dari golongan Essenes) yang telah meminta jasad Yesus kepada Pilatus. Nikodemus, Yusuf Arimatea, Maria Magdalena, dan murid-murid rahasia lainnya dari Essenes lah yang menolong dan mengurus jasad Isa a.s. setelah diturunkan dari tiang salib (Markus 15:47). Perlu diingat bahwa kondisi dan situasi saat itu sangat genting, karena jika orang Yahudi mengetahui bahwa Isa masih hidup maka mereka akan mencoba untuk membunuh untuk yang kedua kali, karena usaha mereka yang pertama ini telah gagal total!
Sebagian orang percaya bahwa telah terjadi pensamaran wajah antara Yesus (Isa) dan murid beliau yang berkhianat yaitu Yudas Iscariot. Hal ini sangat menarik sekali untuk diteliti bahwa apakah benar Allah telah merubah sedemikian rupa wajah Yudas menjadi wajah Isa?

Kita bisa melakukan penyelidikan dari beberapa sudut. Pertama dari keterangan Injil, ke dua dari Al Qur'an, dan ketiga dari sunatullah.


Memang benar bahwa Yudas telah berkhianat kepada Yesus dengan imbalan 30 keping perak untuk memberitahukan dimana Yesus berada, namun perlu diingat bahwa sejak ditangkapnya Yesus maka Yesus selalu berada dalam (ditengah-tengah) kawalan tentara Romawi dan orang-orang Yahudi sejak penangkapan, pengadilan, hingga eksekusi. Sehingga jika ada switch face maka tentu akan ada kegemparan dimana ditemukan dua Yesus. Lagi pula tidak ada keterangan dalam injil atau riwayat dari kalangan Israil bahwa Yesus yang tertangkap itu berteriak-teriak

"Aku Yudas !!!...Yudas !!! ka!ian ke!iru menangkap !".

Bahkan mengenai Yudas pasca penyaliban diriwayatkan bahwa ia sangat menyesal akan perbuatannya dan mati gantung diri...(Matius 27:5). Mengenai riwayat yang konon berasal dari Injil Barnabas, maka hal ini pun diragukan karena Barnabas sendiri termasuk yang melarikan diri jauh-jauh dari diri Yesus saat peristiwa penangkapan itu terjadi.


Dari sudut sunatullah, setiap Nabi mendapatkan ujian masing-masing yang khas dari Allah. Nabi Ibrahim dibakar, Nabi Yusuf di buang ke sumur, Nabi Yunus dibuang kelautan dan dimakan ikan, bahkan Nabi besar kita pun sedemikian terkepung mara bahaya manakala terpojok di dalam sebuah gua sempit sedangkan kaki orang-orang yang ingin membunuhnya nampak di luar gua. Namun semuanya diselamatkan oleh Allah, kesabaran para Nabi dalam menghadapi ujian selalu mendatangkan pertolongan dari Allah, namun tidak pernah Allah menolong dengan cara menggantikan ujian tersebut kepada diri orang lain sehingga bukan sang nabi yang menghadapi ujian namun justru orang lainlah yang mendapatkan ujian tersebut. Rasulullah saw adalah nabi yang paling banyak mendapatkan mara bahaya namun tidak pernah kita mendengar riawayat bahwa Allah telah menolong beliau saw dengan merubah wajah seseorang serupa dengan wajah beliau saw. Pertolongan Allah bekerja dengan cara yang latief (halus) melalui ujian, kesabaran, dan keteguhan dari sang Nabi dan para murid (sahabat)nya.


Dari sudut bahasa perkataan syubbiha lahum bukan berarti Nabi Isa disamarkan (diganti) dengan orang lain, hal ini tidak tepat karena sebelum lafad syubbiha tidak disebut nama seseorang yang telah diserupakan dengan nabi Isa, padahal disini ada lafad syubbiha yang majhuwl dan dalamnya ada damir mufrad yang mustatir. Dan menurut hukum nahu damir itu harus terdahulu sebutannya dengan lafad atau makna atau hukum. Dan apabila nabiul fa'il kata syubbiha disebutkan maka itu akan berarti bahwa Nabi Isa lah yg diserupakan wajahnya menjadi rupa orang lain, bukan orang lain yang diserupakan menjadi wajah nabi Isa. Ringkasnya bukanlah rupa beliau yang disamarkan dengan orang lain, melainkan keadaan (kondisi) beliaulah yang diserupakan/samarkan seolah-olah telah mati.


Ringkasnya riwayat bahwa yang disalib adalah Yudas adalah tidak bersesuaian baik terhadap injil, Al Qur'an, Sunatullah, tata bahasa, maupaun sejarah. Dan jika riwayat ini diterapkan maka akan banyak kegelapan akan sejarah Nabi Isa a.s. Oleh karena itulah orang-orang yang memegang faham ini tidak dapat menemukan jawaban atau hal yang terang benderang mengenai riwayat "perjuangari" suci Nabi Isa a.s. dan argumentasi mereka senantiasa berakhir pada ucapan "wallohu 'alam".


Selanjutnya bagaimanakah proses penyelamatan rahasia Nabi Isa a.s. oleh para murid beliau?
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Fri Aug 16, 2013 9:13 pm

Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Isa yang telah dibungkus dalam kain kafan menuju ruang kubur (gua) dan meletakan beliau di sana serta menutup pintu kubur dengan batu.


Yusuf dan Nikodemus adalah kaum Essenes yang terpelajar khususnya dibidang ilmu pengobatan. Merekalah yang merawat dan mengolesi tubuh Yesus dengan salep obat untuk menyembuhkan luka-luka akibat hukuman. Mereka membawa banyak sekali ( 100 Pounds ) rempah-rempah obat myrr dan gaharu untuk diurapi (dilulurkan) ke tubuh Yesus yang terluka (Yohanes 19:39). Perlulah diperhatikan, apalah gunanya obat rempah ini untuk seorang yang sudah wafat? Bagi seorang Yahudi yang wafat adalah tidak boleh hukumnya disentuh-sentuh apalagi dilulur, menurut adat Yahudi haruslah jenazah dikuburkan apa adanya. Namun para murid rahasia Yesus benar-benar mengetahui bahwa beliau masih hidup bahkan mereka sendiri yang menurunkan tubuh Yesus dari tiang salib, jadi hal ini memang menunjukan telah dipersiapkannya suatu rencana rahasia oleh para sahabat (murid) rahasia Yesus untuk menyelamatkan Yesus.


Oinment of Jesus alias marham Isa (salep Isa) sangat mahsyur sekali, mengenai salep obat ini banyak sekali pustaka pengobatan kuno baik yang berbahasa Ibrani, Persia, Yunani, dan Arab yg memuat perihal salep yang memiliki daya sembuh atas luka ini, dan diakui bahwa riwayat salep ini adalah pada awalnya untuk mengobati luka-luka Yesus/Isa a.s. Mengenai Marham Isa ini terdapat di Kitab Kuno Qanun karya Bapak Kedokteran Abu Sina (Aviciena) dan banyak lagi (bisa dilihat langsung di www.tombofjesus.com/Ointment.htm).


Demikianlah Jasad Yesus yang telah dilulur oleh obat rempah ditidurkan di dalam ruang kubur (gua) dan berada dalam perawatan dari murid-murid rahasia beliau.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Fri Aug 16, 2013 9:19 pm

ini beberapa pendapat yang berkembang:

ada yang menulis seperti ini:

Beberapa Fatwa Ulama Besar
Berkenaan topik penyaliban Isa a.s., memang berkembang beberapa pemahaman.

1. Kristiani beranggapan bahwa Yesus wajib wafat ditiang salib, hidup kembali, dan naik ke langit (karena inilah inti dari ajaran penebusan dosa).

2. Yahudi juga berkeinginan untuk membunuh Yesus (Isa a.s.) karena dia adalah hamba yg terkutuk.

3. Muslim (sebagian besar) beranggapan bahwa Isa a.s. dihindarkan dari hukuman salib dan orang lainlah yg dikorbankan, dan kemudian Isa a.s. naik kelangit dengan jasmaniyah nya (untuk hal naik ke langit sepemahaman dengan keyakinan umat kristiani).
Semoga saya diberi karunia oleh Allah SWT untuk bisa membuat rangkaian tulisan yg panjang ini dengan berdasarkan dalil-dalil yg dapat dipertanggung jawabkan, amin.

Kali kesempatan pertama ini, sebagai rasa hormat saya kepada Institusi Al Azhar, maka ijinkan saya untuk mengutip tulisan/pendapat Syeikh Mahmoud Shaltout (Rektor Universitas Al Azhar Cairo, Mesir). Pendapat beliau ini adalah berkenaan apakah Isa a.s. sudah wafat atau masih hidup (naik ke langit). Karena panjangnya tulisan beliau maka saya hanya akan mengutip beberapa pokok tulisan beliau.

Beliau mengutip ayat 115 - 117 dari surah Al Maidah, dan dalam ayat ini ada kata "tawaffaytani" yg maknanya adalah mewafatkan. Dan beliau dalam mengartikan kata tawaffaytani ini juga merujuk kepada ayat 32:11, 4:97, 8:50. Kemudian Syeikh Syaltot menulis : "Oleh sebab itu adalah masuk akal, bahwa perkataan tawaffaytani yg disebut dalam di atas sehubungan dengan Nabi Isa a.s. (Yesus) dalam surah Al Maidah (115 & 116) akan bermakna kematian alami secara wajar yg orang-orang memahami dan yang orang-orang berbahasa Arab mengerti dari teks dan konteks hubungan kedua-duanya.

Maka jika kita ambil ayat ini menurut makna yg aseli dan sesuai haruslah disimpulkan bahwa Nabi Isa (Yesus) wafat dan tak ada dalil yg menguatkan anggapan bahwa beliau masih hidup dan kematian tidak terjadi pada beliau. Juga tidak beralasan untuk mengatakan bahwa perkataan mati, wafat, dalam ayat itu bermakna bahwa beliau akan wafat sesudah turun dari langit - menurut pendapat yg tersebar bahwa beliau hidup di langit dan akan turun menjelang akhir dunia. Ini disebabkan ayat itu berbicara dalam istilah yg jelas mengenai hubungan beliau dengan kaum beliau sendiri, bukan kepada kaum lain yg akan ada menjelang hari kiamat dan bukan dengan mereka yg difahami sebagai umat Muhammad saw serta bukan kaum Nabi Isa (di masa datang)." (Al Majallah, Kairo Mesir)

Demikian pula dalam Tafsir Al Azhar Prof Hamka menulis : "Adapun Ulama Indonesia yg menganut faham seperti demikian dan menyatakan pula faham itu dengan karangan ialah guru dan ayah hamba Dr. Syaikh Abdulkarim Amrullah di dalam bukunya al Qaulush Shahih, pada tahun 1924. Beliau menyatakan faham beliau bahwa Nabi Isa meninggal dunia menurut ajalnya dan diangkat derajat beliau di sisi Allah, jadi bukan tubuhnya yg dibawa ke langit".


"Sayid Rasyid Ridha, sesudah menguraikan pendapat2 ahli tafsir tentang ayat yg ditanyakan ini, mengambil kesimpulan;"Jumlah kata tidaklah ada nash yg shahih (tegas) di dalam Al Qur'an bahwa Nabi Isa telah diangkat dengan tubuh dan nyawa ke l;angit dan hidup di sana..."

Demikianlah saya membuka serial ini dengan mempersembahkan fatwa dari ulama-ulama besar Al Azhar yg mana mereka mengatakan bahwa Nabi Isa a.s. (Yesus) telah wafat dengan wajar.

2. Penangkapan dan Pengadilan

Isa a.s. (yesus) yg sudah mengetahui akan rencana penangkapan akan diri beliau, menjelang penangkapan beliau bersama murid beliau pergi ke bukit Getsmani. Di sana beliau berdoa dengan penuh ratap sangat pilu memohon keselamatan dari hukuman salib (kematian terkutuk). "Dan mulailah ia merasa sedih dan gentar. Lalu katanya kepada mereka,"Hatiku sangat sedih seperti mau mati rasanya..." Maka ia maju sedikit, lalu sujud, dan berdo'a, katanya, "Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan (kematian) ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yg kuhendaki, melainkan seperti yg Engkau kehendaki". (Injil Matius 26: 37-39). "Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdo'a; peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yg bertetesan ke tanah". (Injil Lukas 22 : 44).

Nabi Isa a.s. menangis bukan karena takut melainkan menyesali apa yg diperbuat oleh kaum Yahudi karena semata-mata kebencian dan purba sangka kepada beliau dan hendak membuktikan bahwa beliau adalah seorang pendusta dengan kematian terkutuk di tiang salib. kaum Yahudi yg dimotori oleh para Ulama Yahudi mengadukan Isa a.s. kepada Pilatus (Gubernur) agar ia menangkap dan mengadili Isa. Namun sebenarnya Pilatus enggan untuk menangkap Isa a.s. dan berkata : "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun padanya" (Injil Yohanes 18 : 38). Kecewa karena Pilatus membela Isa a,s, maka para Musuh Isa a.s. mengancam akan mengadukan sikap Pilatus kepada Kaisar. Mereka berkata : "Jika engkau membebaskan dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar....." (Injil Yohanes 19:12) Pilatus sebenarnya merasa dan mengetahui bahwa Isa a.s. bukanlah seorang biasa, terlebih-lebih istri Pilatus memperoleh mimpi bahwa Isa a.s. adalah orang yg benar sehingga ia berkata kepada suaminya : "Jangan engkau mencampuri perkara orang yg benar itu, sebab karena dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam". (Matius 27 : 19). Akhirnya dengan berat hati Pilatus tidak bisa menghindar dari desakan nafsu kaum Yahudi untuk membunuh Isa a.s. : "Ia harus disalibkan!" Pilatus mengambil air dan membasuh tangannya. Di hadapan orang banyak dan berkata, "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri". (Injil Matius 27 : 23-24).

3. Hakikat Hukum Salib (shalb)

Hukuman salib adalah hukuman yg terkenal dan lazim digunakan oleh bangsa-bangsa tertentu zaman dahulu. Orang Romawi sebenarnya tidak pernah menggunakan hukuman salib untuk bangsa mereka sendiri melainkan menerapkannya pada bangsa-bangsa jajahan mereka untuk menghukum orang-orang yg dianggap memberontak kepada Kaisar.

Salib atau shalb berasal dari kata ash-shaliib yg berarti sumsum atau lemak. Dalam bahasa Arab dikatakan ash-haabush-shulubi, yakni orang-orang yg mengumpulkan al-'idhaama (tulang) dan mengeluarkan sumsumnya serta mencampurkannya. Di dalam Al Qur'an dikatakan, "yakhruju min bainish shulbi wat taraaib" (keluar dari antara tulang belakang yg paling bawah dan tulang-tulang dada - QS 86:7). Dalam ayat yg lain dikatakan, "Wa ammal aakharu fasyushlabu fatakuluth-thairu min rasihii" (Dan adapun mengenai yg lain, ia akan disalibkan, burung-burung akan memakan sebagian dari kepalanya - QS 12:41). Jika kita meneliti asal dan makna kata yg terbentuk dari hutuf sh-l-b (shalb) maka artinya adalah tulang atau sumsum.

Prosesi hukuman shalb (salib) itu adalah prosesi hukuman mati yg perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari hingga ajalnya tiba. Terhukum akan dipaku ke dua tangannya di tiang salib, dikarenakan berat tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas karena terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat kematian. Oleh karena itu untuk menambah penderitaan (memperlama proses kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan di kakinya dipakukan kepada papan tsb (sehingga dengan kaki ini terhukum dapat berdiri menyangga tubuh). Terhukum akan dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari mangsa hewan liar. Pamungkas dari proses kematian ini adalah dipatahkannya tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) yg akan mempercepat kematian. Inilah hukuman salib (pematahan tulang dan sumsum di pancang / tiang kayu). Jadi seseorang yg hanya mengalami pemakuan di tiang kayu namun tidak mengalami pematahan tulang dan sumsum maka tidak bisa dikatakan telah di hukum salib.

4. Misi Rahasia Menyelamatkan Isa a.s. (Yesus)
Pilatus secara rahasia menolong Isa dengan menetapkan hari hukuman salib pada Jum'at siang (jam 12 siang) (Matius 27 : 46), dan pada jam 3 sore (jam 15) Isa diturunkan dari Tiang Salib dengan kondisi tampak "Mati". Seperti yg telah lazim bahwa hukuman salib adalah hukuman mati secara perlahan (umumnya 3 hari) dan belum pernah ada yg mengalami kematian dlm hitungan jam. Lalu mengapa Isa diturunkan padahal baru 3 jam (nampak tergesa-gesa)?

Jawabannya karena dalam Taurat ada tertulis hukum :"Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yg digantung terkutuk oleh Allah, janganlah engkau menajiskan tanah yg diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milik pusakamu" (Ulangan 21:23).

Jadi dikarenakan menurut hitungan hari Yahudi bahwa Hari Raya Sabath telah mulai sejak hari Jum'at petang (jam 18), maka tidak boleh ada najis (mayat orang terkutuk) yg menodai kesucian hari Sabath. Oleh karena itu haruslah tidak boleh ada orang yg terpantek di kayu salib. Maka dari itu Orang Yahudi sendiri yg meminta Isa a.s. diturunkan secepatnya dari kayu salib.

Pada saat Isa dihukum salib ada juga dua penjahat yg dihukum berserta beliau, namun tidak seperti Isa, mereka masih nampak segar atau hidup, sehingga bagi mereka diperlakukan cara cepat untuk menghabisi nyawa mereka dan mereka di hukum salib (shalb) dengan mematahkan tulang-tulang kaki mereka (yg menyangga tubuh mereka). Sedangkan bagi Isa a.s. karena pada saat akan diturunkan kondisi beliau nampak terlihat mati maka beliau tidak dihukum salib (shalb - pematahan tulang-tulang). Hal ini nampaknya merupakan perwujudan dari ramalan suci (nubuatan) : "Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yg patah". (Mazmur 34 : 21). Sedangkan bagi perajurit Romawi alasan mereka tidak mematahkan tulang belulang Isa a.s. adalah karena Jasad Isa a.s. nampak seperti yg sudah mati : "Melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya" (Yohanes 19 : 33).

Perlu diperhatikan bahwa dasar yg menyatakan bahwa Isa mati itu adalah hanya atas Melihat, tidak mendekati, apalagi menyentuh, sehingga bisa dipastikan lebih jauh apakah masih berdenyut nadinya alias mati sungguhan atau tidak? Karena hanya sekedar melihat itu tidak pasti dan inilah pangkal keragu-raguan Orang Yahudi kelak bahwa mereka sendiri tidak yakin bahwa dalam waktu tiga jam tersebut dan tanpa hukum shalb mereka telah memutuskan ajal Isa (membunuh Isa). Hal ini berhubungan dengan ucapan Isa sebelum dihukum, "Kamu akan melihat dan melihat, namun tidak merasa" (Matius 13:14).

Ketika Yohanes berkata bahwa tentara itu melihat, bahwa maksudnya mereka menduga bahwa Isa telah wafat. Jadi inilah cara Allah untuk menolong Isa. Dengan menserupakan beliau nampak seperti yg telah wafat dan hanya membiarkan tentara Romawi hanya melihat dan menduga-duga.

Allah menyelamatkan Isa a.s. dalam kondisi pingsannya dengan menampakan kepada Tentara Romawi dan Orang Yahudi bahwa mereka melihat Isa seperti dalam kondisi mati. Karena itulah tentara Romawi tidak mematahkan tulang sumsum Isa a.s.. Setelah tubuh Isa telah diturunkan dari tiang maka untuk memastikan Isa telah wafat maka seorang Tentara Romawi menggoreskan lembing nya ke sisi rusuk tubuh Isa a.s. dan setelah melihat tidak adanya respon gerakan dari tubuh Isa maka ia yakin bahwa Isa telah wafat. Namun....sebenarnya tidak demikian.

"Hanyalah seorang lasykar menikam rusuk Yesus dengan tombaknya, maka sekejap itu juga mengalir keluar darah dengan air" (Yahya 19 : 34). Adalah rahmat Allah SWT yg telah membuat tubuh manusia (Isa a.s.) pingsan karena menahan rasa sakit dan letih. Seseorang yg berada dalam kondisi pingsan mengakibatkan peredaran darahnya menjadi lamban dan tidak lancar. Dengan adanya pelukaan akibat goresan ujung lembing membuat peredaran darah lancar kembali dan memancarlah darah keluar, perlu diperhatikan bahwa hal ini (darah mengalir) hanya dapat terjadi pada tubuh yg mana jantungnya masih berdenyut (masih hidup). Dan perlu diperhatikan kata "Sekejap Itu Juga" menandakan bahwa darah memancar dengan cepat yg mana hal itu menunjukan bahwa sebenarnya Yesus/Isa masih hidup manakala diturunkan dan hanya pingsan (yg disangka telah mati oleh Yahudi dan Orang Romawi). Dr. W.B. Primrose, seorang ahli anastesi RS. Royal Glasgow dalam tulisan beliau dalam harian "Thinker Digest" mengatakan, "Bahwa air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yg berlebihan dari proses penyaliban".

Perlu dicari tahu bahwa selain karena rasa sakit apakah gerangan yg membuat Isa jatuh pingsan dlm waktu yg singkat itu?

Adalah rahmat Allah SWT beliau menjadikan Isa pingsan karena menahan sakit, perih, dan lelah dari hukuman tiang salib, namun disaat yg sama dua orang penjahat yg turut dihukum masih nampak siuman, lalu sebab apakah Isa dalam waktu kurang dari tiga jam sudah jatuh tak sadarkan diri?

Jawaban yg logis bisa kita telusuri, pada Yohanes 19: 29-30 tertulis :"Di situ ada suatu benda penuh anggur asam (tertulis Vinegar-bukan wine). Maka mereka mencucukan bunga karang yg telah dicelupkan dalam anggur asam pada sebatang hyssop (tanaman semak yg harum untuk obat) lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam berkatalah ia :"sudah selesai", lalu ia menundukan kepalanya dan menyerahkan nyawanya". Adakah Vinegar ini telah berpengaruh kepada Yesus?

Vinegar memiliki efek stimulasi yg sementara sebagaimana obat amonia yg dicium dan bahkan dipakai untuk menstimulasi budak-budak pengayuh perahu kapal. Memberikan anggur yg dibumbui dengan Myrrh atau kemenyan kepada orang yg akan dihukum mati sebagai usaha untuk menghilangkan rasa sakit (efek narkotik) adalah sesuai dengan kebiasaan Yahudi, seperti yg tertulis : "Dia yg dieksekusi diberi sedikit kemenyan dicampur anggur dalam piala sehingga dia kehilangan kesadaran" (Sahn 43 - Kitab Talmud).

Pada saat menjelang penyaliban Serdadu Roma bukan saja membolehkan pemberian minuman narkotik ini bahkan salah satu dari mereka terbukti membantu meminumkannya pada Yesus (Matius 27:48, Markus 15:36, Lukas 23:36, Johanes 19:29). Vinegar yg disebutkan dlm Injil dalam bahasa Latin disebut Acetum/Acidus/Acere/Acida. Dalam budaya Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal Minuman persembahan suci (Haoma Drink). Haoma Drink dibuat dari Juice tanaman Asclepias Acida. Efek minuman ini adalah membuat seseorang menjadi koma (mati suri). Varietas asclepias acida ini di Eropa disebut dengan "Swallowwort". Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan Orang-orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan sangat mengenal ramuan minuman ini. Salah satu efek dari ramuan Swallowwort (Asclepias Acida) ini adalah Extreme sweating and a dry mouth, dan ini sesuai dengan apa yg di alami oleh Isa, "Yesus mengatakan: "Saya haus" (Yohanes 19:28).

Jadi para murid rahasia Yesus (Isa) dari golongan Essenes bekerja sama dengan Pilatus telah memberikan Haoma Drink ini kepada Isa a.s. sebelum beliau di paku di tiang salib dan ini merupakan rencana rahasia untuk menolong Isa. Dan akibat dari ramuan inilah beliau menjadi koma (mati suri) di tiang salib.

Setelah kita mengetahui apa sebab Yesus (Isa) mengalami pingsan yg demikian cepat dalam kurun waktu tiga jam di tiang salib, kini saya ingin mengajak anda kembali pada saat tubuh Isa masih berada di tiang salib.

dst.nya
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by musicman on Fri Aug 16, 2013 9:41 pm

Mbak Mut, sekedar Iklan obrol2 muslim LI Jadul Mengenai Pingsan dan Tidaknya Yesus Saat disalib. Harapan saya sedikit menambahkan informasi bagi pembaca, mengingat diskusi tsb sudah hampir tenggelam..jadi ada baiknya saya coba angkat kepermukaan, mumpung ada thread yg connect:

http://www.laskarislam.com/t2806-apakah-nabi-isa-pingsan-saat-prosesi

sementara, saya ijin duduk manis dulu disini
avatar
musicman
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2226
Kepercayaan : Islam
Join date : 07.10.11
Reputation : 123

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Abdul_Ghani on Fri Aug 16, 2013 9:45 pm

Ijin nyimak sambil nunggu yang laen ngasih komentarnya semangat 

Abdul_Ghani
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 10
Kepercayaan : Islam
Location : Martapura
Join date : 16.08.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by SEGOROWEDI on Fri Aug 16, 2013 10:11 pm


ujungnya sudah jelas..
QURAN BUNTU

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Sat Aug 17, 2013 2:54 am

thanks musicman atas link-nya...

avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Sat Aug 17, 2013 2:56 am

]إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ


"(Ingatlah) tatkala Allah berfirman: Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepadaKu, dan membersihkan engkau dari pada orang¬-orang kafir, dan akan menjadikan orang¬orang yang mengikuti engkau lebih tinggi dari orang-orang kafir itu sampai hari kiamat. Maka kepada Akulah tempat kembali, maka akan Aku putuskan nanti di antara kamu dari hal yang telah kamu perselisihkan padanya itu."(Ali Imran : 55)

Ada dua kelompok penafsiran yang berbeda terhadap ayat diatas, terutama disebabkan dalam mengartikan dua kata yaitu "mutawaffika" dan "rafi'uka ilayya". Kelompok Pertama, mengartikan kata "mutawaffika" sebagai menyempurnakanmu" atau "menggenggamu." Sedangkan kata "rafiuka ilayya" diartikan sebagai mengangkatmu kepadaKu (mengangkat Isa Al Masih ke langit).


Kelompok Kedua mengartikan kata "Mutawaffika" dengan "mewafatkan" dan "rafi'uka ilayva" dengan mengangkat (derajat Isa Al Masih).
Pendapat yang terakhir ini (yang kedua) diantaranya dikemukakan oleh beberapa ulama sebagai berikut:

1. Prof. Dr. KH. Hasbullah Bakry, SH. dalam bukunya "Isa dalam Al Qur'an Muhamrrrad dalam Bibel," (Jakarta, 1987) cet. Ke-8, hal. 19, 52 dan 53 menjelaskan:

"Tuhan mematikan (Isa) sebagai kematian biasa (bukan dibunuh) dan Tuhan mengangkat derajat orang-orang yang mengikutinya lebih tinggi dari orang-orang yang menentangnya."
"Tradisi Kristen menurut Injil serta pendapat sebagian umat Islam menyatakan bahwa Nabi Isa setelah Khotbah perpisahannya di bukit Zaitun lalu berangkat terbang ke langit lalu duduk disamping Tuhan dan nanti akan turun lagi meng-islamkan umat Nasrani adalah sangat bertentangan dengan tradisi agama-agama Tuhan sendiri sejak Nabi Adam. Umat Islam menerima tradisi itu dari tradisi umat Kristen atau pendapat itu dibawa oleh orang-orang Nasrani yang amat banyak masuk Islam setelah Mesir dan Syria dibebaskan umat Islam dari jajahan Romawi.

2. Prof. Dr. HAMKA, dalam tafsir Al Azhar (Jakarta, 1988) Juz ItI, hal. 181, menjelaskan:
"Arti yang tepat dari ayat ini ialah bahwa maksud orang-orang kafir itu hendak menjadikan Isa Al Masih mati dihukum bunuh, sebagai yang dikenal yaitu dipalangkan dengan kayu, tidaklah akan berhasil. Tetapi Nabi Isa Al Masih akan wafat dengan sewajarnya dan sesudah beliau wafat, beliau akan diangkat Tuhan ke tempat yang mulia di sisiNya dan bersihkan diri beliau dari pada gangguan orang yang kafir-kafir itu."

"Maka dari itu arti pemahaman Dia (Isa) akan diangkat ke sisi Tuhan, ialah sebagai Nabi Idris yang diangkat derajatnya ke tempat yang tinggi, sebagaimana tersebut di dalam surat Maryam (surat 19 ayat 56-57). Begitu juga orang yang mati syahid di dalam surat Ali Imran ayat 169, dikatakan bahwa dia tetap hidup."

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. (Maryam : 56-57)


3. Al Alusi, dalam Tafsirnya yang terkenal Ruhul Ma'ani (Darul Kutub Al Ilmiyah, Beirut, 1994), jilid III, ha1.179 memberikan pendapat tentang Mutawaffika, yang artinya telah mematikan engkau, yaitu menyempurnakan ajal engkau (mustaufi ajalaka) dan mematikan engkau menurut jalan biasa, tidak sampai dapat dikuasai oleh musuh yang hendak membunuh engkau.
Beliau menjelaskan lagi bahwa arti warafi'uka ilayya (dan mengangkat engkau kepadaKu), telah mengangkat derajat beliau, memuliakan beliau, mendudukkan beliau ditempat yang tinggi, yaitu ruh beliau sesudah mati. Bukan mengangkat badannya. Lalu Al Alusi mengemukakan beberapa kata rafa'a yang berarti "mengangkat" dari beberapa ayat Al Qur'an yang tiada lain artinya adalah mengangkat kemuliaan ruhani sesudah meninggal.

4. Syaikh Muhammad Abduh, dalam Tafsir Al Manar jilid II, hal 316, menjelaskan:
"Ulama dalam menafsirkan ayat ini menempuh dua jalan. Yang pertama bahwa dia diangkat Allah dengan tubuhnya dalam keadaan hidup. Dan nanti dia akan turun kembali di akhir zaman dan menghukum diantara manusia dengan syariat kita. Penafsiran yang kedua ialah memahamkan ayat menurut asli yang tertulis, mengambil arti tawaffa dengan maknanya yang nyata, yaitu mati seperti biasa, dan rafa'a (angkat), ialah ruhnya diangkat sesudah beliau mati..."
Kata beliau pula:
"Golongan ini, terhadap golongan pertama yang menyatakan Nabi Isa telah naik ke langit dan akan turun kembali, mereka mengeluarkan kesimpulan hadits-hadits itu ialah hadits-hadits ahad yang bersangkut paut dengan kepercayaan yang tidaklah dapat diambil kalau tidak qoth'i (tegas). Padahal perkara ini tidak ada sama sekali hadits yang mutawatir."


5. Sayid Rasyid Ridha dalam Majalah Al Manar, juz 10 hal 28, seperti dikutip Hamka dalam Tafsir Al Azhar (Pustaka Panjimas, 1988) Juz III, hal. 183, pernah menjawab pertanyaan dari Tunisia.

"Bagaimana keadaan Nabi Isa sekarang? Dimana tubuh dan nyawanya? Bagaimana pendapat Anda tentang ayat inni mutawaffika wa rafi'uka? Kalau memang dia sekarang masih hidup, sebagaimana di dunia, dari mana dia mendapat makanan yang amat diperlukan bagi tubuh jasmani itu? Sebagaimana yang telah menjadi sunnatullah atas makhluknya?"
Atas pertanyaan itu, Sayid Rasyid Ridha menguraikan jawabannya:
"Tidak ada nash yang sharih (tegas) di dalam Al-Qur'an bahwa Nabi Isa telah diangkat dengan tubuh dan nyawa ke langit dan hidup disana seperti di dunia ini, sehingga perlu menurut sunnatullah tentang makan dan minum, sehingga menimhulkan pertanyaan tentang makanan beliau sehari-hari. Dan tidak pula ada nash yang sharih menyatakan beliau akan turun dari langit. Itu hanyalah aqidah dari kebanyakan orang Nasrani, sedang mereka itu telah berusaha sejak lahirnya Islam menyebarkan kepercayaan ini di dalam kalangan muslimin.


6. Ahmad Mustofa Al Maraghi, dalam Tafsir Al Maroghi (Syarikah Maktabah Wa Mathba'ah Mustafa Albabi Alhalabi, 1946), jilid I, juz ke-3 ha1.165 menjelaskan:

"Tidak ada dalam Al-Qur'an suatu nash yang sharih dan putus tentang Isa a.s diangkat ke langit dengan tubuh dan nyawanya. Adapun sabda Tuhan mengatakan bahwa: Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau daripada orang-orang kafir itu, jelaslah bahwa Allah mewafatkannya dan mengangkatnya, zahiriah (nyata) dengan diangkatnya sesudah wafat itu, yaitu diangkat derajatnya di sisi Allah. Sebagaimana Idris a.s dikatakan Tuhan: "Dan kami angkatkan dia ke tempat yang tinggi."
"Hadits-hadits yang menyatakan bahwa Nabi Isa masih hidup (jasmani dan ruhani) dan akan turun dari langit, tidaklah sampai kepada derajat hadits¬hadits yang mutawatir. Oleh karena itu maka tidaklah wajib seorang mulim beri'tikad bahwa Isa Al Masih sekarang hidup dengan tubuh dan nyawanya, dan orang yang menjalani aqidah ini tidaklah kafir dari syariat Islam."

7. Syaikh Mahmoud Shaltout, Syaikh Jami' Al Azhar (meninggal tahun 1963) seperti yang disiarkan mingguan Ar Risalah, yang terbit di Mesir, No 452 jilid 10 hal 515, seperti dikutip Hamka (Tafsir Al Azhar, 1988) cet. Ke-3 hal 317, memberikan pendapat tentang hadits-hadits yang menyatakan bahwa Nabi Isa akan turun:
"Riwayat-riwayat itu adalah kacau balau, berlain-lain saja lafadnya dan maknanya yang tidak dapat dipertemukan. Kekacau balauan ini dijelaskan benar-benar oleh ulama hadits. Dan diatas dari itu semua, yang membawa riwayat ini ialah Wahab bin Munabbih dan Kaab Al Ahkbar, keduanya itu ialah ahlul kitab yang kemudian memeluk Islam."
"Adapula hadits yang dirawikan Abu Hurairah tentang Nabi Isa akan turun, apabila hadits itu shahih, namun dia adala.h hadits ahad. Dan ulama telah ijma' bahwa hadits ahad tidak berfaedah untuk dijadikan dasar aqidah dan tidak sah dipegang dalam urusan yang ghaib."

8. Syaikh Abdul Karim Amrullah, Ulama besar Indonesia dalam bukunya Al Qoulus Shahih, 1924.
"Nabi Isa meninggal dunia menurut ajalnya dan diangkat derajat beliau di sisi Allah, jadi bukan tubuhnya diangkat ke langit."

9. Dr. Quraish Shihab, dalam harian Republika, hal 10 tanggal 18 Nopember 1994:
"Bahwa Isa a.s kini masih hidup di langit, bukanlah satu kewajiban untuk mempercayainya, serta beberapa hadits yang berkaitan dengan kenaikan Isa Al Masih dan akan turunnya kelak menjelang kiamat. Hadits-hadits tersebut walaupun banyak kesemuanya bermuara pada dua orang saja, yang keduanya bekas penganut agama Kristen, yaitu Ka'ab Al Akhbar dan Wahab bin Munabbih. Tidak sedikit ulama yang menilai bahwa informasi mereka pada hakekatnya bersandar dari sisa kepercayaan kedua perawi hadits¬hadits itu."

http://answering-ff.org/board/penyaliban-atau-sandiwara-penyaliban-t3518-930.html
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Sat Aug 17, 2013 3:02 am

Ini ada pendapat lagi, tulisan Arti Syubihalahum (Penyamaran Isa) Oleh : Armansyah

Hukuman salib adalah hukuman yang terkenal dan lazim digunakan oleh bangsa-bangsa tertentu zaman dahulu. Orang Romawi sebenarnya tidak pernah menggunakan hukuman salib untuk bangsa mereka sendiri melainkan menerapkannya pada bangsa-?bangsa jajahan mereka untuk menghukum orang-orang yang dianggap memberontak kepada Kaisar.

Dalam Qur'an surah al-Maaidah ayat 33 dijelaskan bahwa hukuman salib juga merupakan bentuk hukuman kepada orang-orang yang membuat huru-hara dan mengobarkan perang kepada Allah dan Rasul-Nya :

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan diakhirat mereka beroleh siksaan yang besar. -Qs. al-Ma'idah 5:33

Salib atau shalb berasal dari kata ash-shaliib yang berarti sumsum atau lemak. Dalam bahasa Arab dikatakan ash-haabush-shulubi, yakni orang-orang yang mengumpulkan al?'idhaama (tulang) dan mengeluarkan sumsumnya serta mencampurkannya. Di dalam Al Qur'an dikatakan,

"yakhruju min bainish shulbi wat taraaib"
(keluar dari antara tulang belakang yang paling bawah dan tulang-tulang dada - QS 86:7).

Dalam ayat yang lain dikatakan,

"Wa ammal aakharu fasyushlabu fatakuluth-thairu min rasihii"
(Dan adapun mengenai yang lain, ia akan disalibkan, burung-burung akan memakan sebagian dari kepalanya - QS 12:41).

Jika kita meneliti asal dan makna kata yang terbentuk dari huruf sh-l-b (shalb) maka artinya adalah tulang atau sumsum.
Prosesi hukuman shalb (salib) itu adalah prosesi hukuman mati yang perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari hingga ajalnya tiba. Terhukum akan dipaku ke dua tangannya di tiang salib, dikarenakan berat tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas karena terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat kematian. Oleh karena itu untuk menambah penderitaan (memperlama proses kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan di kakinya dipakukan kepada papan tersebut (sehingga dengan kaki ini terhukum dapat berdiri menyangga tubuh).

Terhukum akan dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari mangsa hewan liar. Pamungkas dari proses kematian ini adalah dipatahkannya tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) yang akan mempercepat kematian. Inilah hukuman salib (pematahan tulang dan sumsum di pancang / tiang kayu dan berakhir pada kematian). Jadi seseorang yang hanya mengalami pemakuan di tiang kayu namun tidak mengalami pematahan tulang dan sumsum dan mati maka tidak bisa dikatakan telah di hukum salib tetapi dia disebut menyerupai penyaliban saja.

Inilah yang terjadi pada diri Nabi Isa al-Masih sebagaimana termaktub dalam al-Qur'an :

Dan perkataan mereka:"Bahwa kami telah membunuh Isa al-Masih putera Maryam, utusan Allah", padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi disamarkan untuk mereka. Orang-orang yang berselisihan tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada pengetahuan mereka kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka yakin telah membunuhnya. -Qs. an-Nisa' 4:157

Sebelum kita melanjutkan pembahasan lebih jauh, saya akan ingatkan kepada anda semua bahwa ayat tersebut akan menjadi lain bunyinya apabila anda merujuk pada al-Qur'an terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia, sebab dalam terjemahan mereka ayat diatas akan berbunyi :

Dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, TETAPI (YANG MEREKA BUNUH IALAH) ORANG YANG DISERUPAKAN DENGAN 'ISA BAGI MEREKA.?

Dalam hal ini pihak penterjemah Departemen Agama Republik Indonesia telah melakukan interpolasi ayat, bahwa penterjemahan sudah dicampurkan dengan pemahaman, padahal ini membuat arti ayat tersebut berbeda.

Padahal arti kata Syubiha lahum adalah samar, penyamaran atau disamarkan atau diserupakan kepada mereka (maksud mereka disini merujuk pada orang-orang yang melakukan penyaliban itu yaitu tentara Romawi dan para Rabi Yahudi).

Bagaimana bisa sampai Departemen Agama RI menterjemahkan istilah penyamaran menjadi orang yang diserupakan dengan 'isa ? Kemungkinan paling besar tidak lain disebabkan para (team) penterjemah al-Qur'an Departemen Agama RI berpatokan kepada hadis-hadis yang menyatakan akan turunnya Isa al-Masih menjelang kiamat nanti sehingga untuk mendukung hadis-hadis ini maka dibuatlah penterjemahan seperti yang ada sekarang ini.

Sebenarnya adalah lumrah saja bila para penterjemah itu berkeyakinan Nabi Isa tidak disalib dan masih hidup dilangit antah berantah sampai sekarang dan kelak akan turun lagi kebumi ini. Namun secara obyektif pemandangan ini tidak bisa dijadikan terjemahan dari kata Syubiha lahum karena dia hanya berbentuk penafsiran dan bukan arti kata, disini jelas Departemen Agama telah salah karena berani menambahi arti ayat.

Masalah ini sebenarnya sudah sempat kita bahas pada artikel Isa al-Masih bagian ke-2 tetapi ada baiknya bila sedikit kita ulangi lagi untuk sekedar mereview ingatan kita bersama.

Kalimat Ini mutawaffika wa rafi'uka tidak bisa dirubah menjadi Inni rofi'uka dan wamutawaffika... apalagi merubah Inni mutawaffika menjadi Inni munimuka .... (Aku mewafatkan engkau) ditafsirkan dengan Aku menidurkan Engkau.

Kata hubung waw (dan) dalam ayat ini tidak bisa tidak harus dipahami apa adanya dimana dia menunjukkan adanya tartib atau urutan dalam waktu, bahwa pertama Isa telah diangkat, kemudian baru ia akan dimatikan.

Adanya penafsiran yang membuat kalimat ini bertukar tempat dimana "waw" tidak menunjukkan urutan (tartib) dalam ayat ini, dan bahwa rafi'uka (Aku meninggikan engkau) adalah lebih dulu dan mutawafifika ( Aku akan matikan engkau) adalah kemudian, terpaksa akan menyebabkan firman-firman Allah perlu dirubah -sebagaimana halnya orang-orang Yahudi yang merubah-rubah perkataan-perkataan dari tempatnya dan ini jelas sangat tercela didalam Islam.

Ungkapan muttawaffika harus diartikan bahwa Aku akan lindungi engkau dari mati terbunuh oleh kaum itu dan akan menganugerahi engkau umur panjang yang sudah ditetapkan bagi engkau, dan akan membuat engkau mati secara biasa (wajar).

Kata rafi'uka ilayya (mengangkat engkau kepadaKu) bisa ditarik persamaan dalam beberapa ayat al-Qur'an lainnya, seperti : "Rumah-rumah yang diperintahkan Allah supaya mereka diangkat (turfa'a)" dalam surah 24:36 atau "Dan amal salih yang akan dia angkat(yarfa'ahu) dalam surah 35:10. Atau juga "Sekiranya Kami mau, kami tentu akan mengangkatnya (larafa'nahu) dengan itu, tetapi ia cenderung ketanah" sebagaimana dijumpai dalam surah 7:176 serta "Allah akan mengangkat (yarfa'i) orang-orang yang beriman dari kamu." pada surah 58:11.

Selain itu, bisa juga ditarik persamaan arti ayat ini dengan beberapa sabda Nabi seperti : "Dengan Al-Qur'an ini Allah akan mengangkat (yarfa'u) beberapa orang merendahkan yang lainnya" - Riwayat Ibnu Majah. Juga ada dikemukakan bahwa kata kerja itu juga digunakan orang Muslim dalam shalat hariannya Allahumarfa'ni (Ya Allah, angkatlah aku).

Dengan demikian, penggunaan kata rafa'a tidak selalu harus dalam arti harafiayah melainkan bisa juga dalam arti kiasan yaitu dengan memberikan kedudukan, kehormatan dan martabat yang tinggi disisi Allah.

Apalagi dalam kasus Isa al-Masih ini juga bisa dijumpai ayat lainnya yang secara tegas mengisyaratkan akan sudah wafatnya Isa al-Masih sekarang ini (artinya dia sudah wafat sebelum Muhammad lahir dan diutus menjadi Nabi).

" Dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku berada di antara mereka, tetapi sesudah Engkau wafatkan aku (tawaffaitani) Engkaulah yang menjadi penjaga atas mereka, dan Engkau menjadi saksi tentang segala sesuatu " (5: 117).

Maksud ayat ini Isa al-Masih berlepas tangan terhadap umatnya yang apabila setelah kematiannya mereka berbalik murtad dan kafir dari apa yang sebelumnya sudah ia ajarkan kepada mereka.

Kata Mutawaffi berasal dari kata tawaffa.
Didalam bahasa Arab kalimat tawafallahu Adaman adalah berarti... Tuhan telah mengambil nyawa Adam...... maksudnya Tuhan telah mematikan si Adam.

Akhirnya, ayat yang bercerita mengenai penyaliban dan pengangkatan dimaknai sebagai berikut :

"Tidaklah mereka (...berhasil) membunuhnya dan tidaklah pula mereka menyalibnya (... dalam arti sebenarnya), melainkan disamarkan (...kejadian pembunuhan dan penyaliban itu) kepada mereka, dan mereka yang berselisih tentang itu berada dalam keadaan ragu tentang itu; mereka tidak punya pengetahuan tentang itu dan hanya mengikuti suatu dugaan, dan (dugaan) itu tidak diobah mereka menjadi kepastian" - Qs An-Nisaa 4: 157.

Bagaimana kesangsian kaum Yahudi tentang matinya Nabi Isa diatas salib dapat dilihat dalam Injil. Rasa heran Pilatus tentang berita Yesus sudah mati, sangat pendeknya masa Yesus diatas salib untuk menyebabkannya mati, dan tidak dipatahkannya kaki Yesus seperti yang dilakukan terhadap dua pencuri yang sama-sama disalib dengan Yesus, adalah beberapa hal yang menimbulkan kesangsian pada kaum Yahudi tentang meninggalnya Yesus diatas salib.

Kata Ma salabuhu (juga tidak meyalibnya) memiliki akar kata salaba yang berartikan membakar suatu barang hingga hangus atau mematikan seseorang dengan cara yang sudah dipastikan kematiannya. Sehingga bila disebutkan bahwa kaum Yahudi tidak berhasil menyalib Isa al-Masih maka disini yang dimaksudkan bahwa Isa tidak benar-benar mati dan tersalib sebagaimana dugaan mereka.

Kata Syubbiha lahum (penyamaran) adalah suatu peristiwa dimana kejadian ini kelihatan serupa dengan seorang yang disalib bagi mereka jadi tegasnya disini peristiwa penyaliban yang diserupakan ... bukan orang lain yang diserupakan bagi mereka apalagi sampai mengadakan substitusi antara Isa dengan Yudas Iskariot.

Dalam riwayat-riwayat Injil bisa kita temukan bahwa Pilatus secara rahasia menolong Isa dengan menetapkan hari hukuman salib pada Jum'at siang (jam 12 siang) (Matius 27 : 46), dan pada jam 3 sore (jam 15) Isa diturunkan dari Tiang Salib dengan kondisi tampak "Mati". Seperti yang telah lazim bahwa hukuman salib adalah hukuman mati secara perlahan (umumnya 3 hari) dan belum pernah ada yg mengalami kematian dalam hitungan jam. Lalu mengapa Isa diturunkan padahal baru 3 jam (nampak tergesa-gesa)?

Jawabannya karena dalam Taurat ada tertulis hukum :

"Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah, janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milik pusakamu" (Ulangan 21:23).


Jadi dikarenakan menurut hitungan hari Yahudi bahwa Hari Raya Sabath telah mulai sejak hari Jum'at petang (jam 18), maka tidak boleh ada najis (mayat orang terkutuk) yang menodai kesucian hari Sabath. Oleh karena itu haruslah tidak boleh ada orang yang terpantek di kayu salib. Maka dari itu Orang Yahudi sendiri yang meminta Isa a.s. diturunkan secepatnya dari kayu salib.

Pada saat Isa dihukum salib ada juga dua penjahat yang dihukum berserta beliau, namun tidak seperti Isa, mereka masih nampak segar atau hidup, sehingga bagi mereka diperlakukan cara cepat untuk menghabisi nyawa mereka dan mereka di hukum salib (shalb) dengan mematahkan tulang-tulang kaki mereka (yang menyangga tubuh mereka). Sedangkan bagi Isa a.s. karena pada saat akan diturunkan kondisi beliau nampak terlihat mati maka beliau tidak dihukum salib (shalb - pematahan tulang-tulang). Hal ini nampaknya merupakan perwujudan dari ramalan suci (nubuatan) :

"la melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah". (Mazmur 34 : 21).

Sedangkan bagi perajurit Romawi alasan mereka tidak mematahkan tulang belulang Isa a.s. adalah karena Jasad Isa a.s. nampak seperti yang sudah mati :

"Melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya" (Yohanes 19 : 33).

Perlu diperhatikan bahwa dasar yang menyatakan bahwa Isa mati itu adalah hanya atas dasar Melihat bukan atau tidak mendekati, apalagi menyentuh, sehingga bisa dipastikan lebih jauh apakah masih berdenyut nadinya alias mati sungguhan atau tidak?

Karena hanya sekedar melihat itu tidak pasti dan inilah pangkal keragu-raguan Orang Yahudi kelak bahwa mereka sendiri tidak yakin bahwa dalam waktu tiga jam tersebut dan tanpa hukum shalib mereka telah memutuskan ajal Isa (membunuh Isa). Hal ini berhubungan dengan ucapan Isa sebelum dihukum,

"Kamu akan melihat dan melihat, namun tidak merasa" (Matius 13:14).

Ketika Yohanes berkata bahwa tentara itu melihat, bahwa maksudnya mereka menduga bahwa Isa telah wafat. Jadi inilah cara Allah untuk menolong Isa. Dengan menserupakan beliau nampak seperti yang telah wafat dan hanya membiarkan tentara Romawi hanya melihat dan menduga-duga.

Allah menyelamatkan Isa a.s. dalam kondisi pingsannya dengan menampakan kepada Tentara Romawi dan Orang Yahudi bahwa mereka melihat Isa seperti dalam kondisi mati. Karena itulah tentara Romawi tidak mematahkan tulang sumsum Isa a.s.. Setelah tubuh Isa telah diturunkan dari tiang maka untuk memastikan Isa telah wafat maka seorang Tentara Romawi menggoreskan lembing nya ke sisi rusuk tubuh Isa a.s. dan setelah melihat tidak adanya respon gerakan dari tubuh Isa maka ia yakin bahwa Isa telah wafat. Namun....sebenarnya tidak demikian.

"Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air." (Yohanes 19:34)

Adalah rahmat Allah SWT yang telah membuat tubuh manusia (Isa a.s.) pingsan karena menahan rasa sakit dan letih. Seseorang yang berada dalam kondisi pingsan mengakibatkan peredaran darahnya menjadi lamban dan tidak lancar.

Dengan adanya pelukaan akibat goresan ujung lembing membuat peredaran darah lancar kembali dan memancarlah darah keluar, perlu diperhatikan bahwa hal ini (darah mengalir) hanya dapat terjadi pada tubuh yang mana jantungnya masih berdenyut (masih hidup). Dan perlu diperhatikan kata "segera mengalir" menandakan bahwa darah memancar dengan cepat yang mana hal itu menunjukan bahwa sebenarnya Yesus/Isa masih hidup manakala diturunkan dan hanya pingsan (yang disangka telah mati oleh Yahudi dan Orang Romawi). Dr. W.B. Primrose, seorang ahli anastesi RS. Royal Glasgow dalam tulisan beliau dalam harian "Thinker Digest" (bisa disearch di google) mengatakan :

"Bahwa air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban".

Perlu dicari tahu bahwa selain karena rasa sakit apakah gerangan yang membuat Isa jatuh pingsan dalam waktu yang singkat itu?

Adalah rahmat Allah SWT menjadikan Isa pingsan karena menahan sakit, perih, dan lelah dari hukuman tiang salib, namun disaat yang sama dua orang penjahat yang turut dihukum masih nampak siuman, lalu sebab apakah Isa dalam waktu kurang dari tiga jam sudah jatuh tak sadarkan diri?

Jawaban yang logis bisa kita telusuri, pada Yohanes 19: 29-30 tertulis :

"Di situ ada suatu benda penuh anggur asam (tertulis Vinegar-bukan wine). Maka mereka mencucukan bunga karang yang telah dicelupkan dalam anggur asam pada sebatang hyssop (tanaman semak yang harum untuk obat) lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam berkatalah ia :"sudah selesai", lalu ia menundukan kepalanya dan menyerahkan nyawanya".

Adakah Vinegar ini telah berpengaruh kepada Yesus?

Vinegar memiliki efek stimulasi yang sementara sebagaimana obat amonia yang dicium dan bahkan dipakai untuk menstimulasi budak-budak pengayuh perahu kapal. Memberikan anggur yang dibumbui dengan Myrrh atau kemenyan kepada orang yang akan dihukum mati sebagai usaha untuk menghilangkan rasa sakit (efek narkotik) adalah sesuai dengan kebiasaan Yahudi, seperti yang tertulis :

"Dia yang dieksekusi diberi sedikit kemenyan dicampur anggur dalam piala sehingga dia kehilangan kesadaran" (Sahn 43 - Kitab Talmud).

Pada saat menjelang penyaliban Serdadu Roma bukan saja membolehkan pemberian minuman narkotik ini bahkan salah satu dari mereka terbukti membantu meminumkannya pada Yesus (Matius 27:48, Markus 15:36, Lukas 23:36, Johanes 19:29).

Vinegar yg disebutkan dalam Injil dalam bahasa Latin disebut Acetum/Acidus/Acere/Acida. Dalam budaya Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal Minuman persembahan suci (Haoma Drink).

Haoma Drink dibuat dari Juice tanaman Asclepias Acida. Efek minuman ini adalah membuat seseorang menjadi koma (mati suri). Varietas asclepias acida ini di Eropa disebut dengan "Swallowwort". Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan Orang?orang dari Golongan Yahudi Essene sangat mahir dalam bidang pengobatan/ penyembuhan sangat mengenal ramuan minuman ini. Salah satu efek dari ramuan Swallowwort (Asclepias Acida) ini adalah Extreme sweating and a dry mouth, dan ini sesuai dengan apa yang di alami oleh Isa,

"Yesus mengatakan: "Saya haus" (Yohanes 19:28).

Jadi para murid rahasia Yesus (Isa) dari golongan Essenes bekerja sama dengan Pilatus telah memberikan Haoma Drink ini kepada Isa a.s. sebelum beliau di paku di tiang salib dan ini merupakan rencana rahasia untuk menolong Isa. Dan akibat dari ramuan inilah beliau menjadi koma (mati suri) di tiang salib.

Setelah kita mengetahui apa sebab Yesus (Isa) mengalami pingsan yang demikian cepat dalam kurun waktu tiga jam di tiang salib, kini saya ingin mengajak anda kembali pada saat tubuh Isa masih berada di tiang salib.

Meski Injil menerangkan dengan berbeda-beda namun adalah suatu kepastian bahwa pada saat menjelang jam 15 (3 sore) terjadi gemuruh, guntur, gempa, serta langit pun menjadi gelap. Hal ini adalah suatu mukjizat yang mana Allah menampakan gejala alam ini untuk membuat ciut dan takut hati kaum Yahudi yang saat itu berpesta pora disekitar (dekat) lokasi tiang-tiang salib, yang serta merta hati mereka menjadi takut akan kutuk Tuhan atas perbuatan mereka dan lari berhamburan menyelamatkan diri.

Peristiwa ini adalah rencana Tuhan yang karenanya para murid "rahasia" Isa (yang bukan 12 orang itu mereka semua melarikan diri karena takut) dapat mendekati tiang salib, menurunkan jasad beliau, dan mengurus beliau a.s. Adalah Nikodemus dan Yusuf Arimatea (murid Isa dari golongan Essenes) yang telah meminta jasad Yesus kepada Pilatus. Nikodemus, Yusuf Arimatea, Maria Magdalena, dan murid-murid rahasia lainnya dari Essenes lah yang menolong dan mengurus jasad Isa a.s. setelah diturunkan dari tiang salib (Markus 15:47). Perlu diingat bahwa kondisi dan situasi saat itu sangat genting, karena jika orang Yahudi mengetahui bahwa Isa masih hidup maka mereka akan mencoba untuk membunuh untuk yang kedua kali.

Isa sendiri pertama kali sejak peristiwa penyaliban itu terjadi menampakkan dirinya kepada Maria Magdalena dengan menyamar sebagai tukang kebun (Yohanes 20:12 s/d 17), kemunculan Isa kedua setelah ini yaitu saat beliau menjumpai Simon Petrus, Thomas (Didymus), Nathan dan yang lainnya di Tasik Tiberias (Yohanes 21:1 s/d 4) begitupun Isa dikabarkan juga sempat menjumpai 2 orang sahabatnya yang sedang berjalan menuju kampung Emaus (Lukas 24:13 s/d 17) dan akhirnya muncul secara terbuka dihadapan ibunya serta murid-muridnya yang saat itu sedang berkabung atas kematiannya (Yohanes 20:19). Ketika mereka meragukan dirinya dan menyangkanya sebagai hantu atau arwah gentayangan, Isa al-Masih meyakinkan mereka dengan memperlihatkan tangan dan kakinya yang masih ada bekas-bekas luka-luka penyaliban dan memakan roti sebagai pertanda dirinya memang masih hidup (Lukas 24:37-43).

Sampai disini, penafsiran dari al-Qur'an mengenai penyamaran atas penyaliban dan pengangkatan derajat Isa al-Masih disisi Allah bisa kita terima secara logis dan wajar.

Sebagian orang percaya bahwa telah terjadi pensamaran wajah antara Yesus (Isa) dan murid beliau yang berkhianat yaitu Yudas Iscariot. Hal ini sangat menarik sekali untuk diteliti bahwa apakah benar Allah telah merubah sedemikian rupa wajah Yudas menjadi wajah Isa?

Kita bisa melakukan penyelidikan dari beberapa sudut.

Pertama dari keterangan Injil, ke dua dari Al Qur'an, dan ketiga dari sunatullah.

Memang benar bahwa Yudas telah berkhianat kepada Yesus dengan imbalan 30 keping perak untuk memberitahukan dimana Yesus berada, namun perlu diingat bahwa sejak ditangkapnya Yesus maka Yesus selalu berada dalam (ditengah-tengah) kawalan tentara Romawi dan orang-orang Yahudi sejak penangkapan, pengadilan, hingga eksekusi. Sehingga jika ada switch face maka tentu akan ada kegemparan dimana ditemukan dua Yesus. Lagi pula tidak ada keterangan dalam injil atau riwayat dari kalangan Israil bahwa Yesus yang tertangkap itu berteriak-teriak

"Aku Yudas !!!...Yudas !!! ka!ian ke!iru menangkap !".

Bahkan mengenai Yudas pasca penyaliban diriwayatkan bahwa ia sangat menyesal akan perbuatannya dan mati gantung diri...(Matius 27:5). Mengenai riwayat yang konon berasal dari Injil Barnabas, maka hal ini pun diragukan karena Barnabas sendiri termasuk yang melarikan diri jauh-jauh dari diri Yesus saat peristiwa penangkapan itu terjadi.

Dari sudut sunatullah, setiap Nabi mendapatkan ujian masing-masing yang khas dari Allah. Nabi Ibrahim dibakar, Nabi Yusuf di buang ke sumur, Nabi Yunus dibuang kelautan dan dimakan ikan, bahkan Nabi besar kita pun sedemikian terkepung mara bahaya manakala terpojok di dalam sebuah gua sempit sedangkan kaki orang-orang yang ingin membunuhnya nampak di luar gua.

Namun semuanya diselamatkan oleh Allah, kesabaran para Nabi dalam menghadapi ujian selalu mendatangkan pertolongan dari Allah, namun tidak pernah Allah menolong dengan cara menggantikan ujian tersebut kepada diri orang lain sehingga bukan sang nabi yang menghadapi ujian namun justru orang lainlah yang mendapatkan ujian tersebut.

Rasulullah saw adalah nabi yang paling banyak mendapatkan mara bahaya namun tidak pernah kita mendengar riawayat bahwa Allah telah menolong beliau saw dengan merubah wajah seseorang serupa dengan wajah beliau saw. Pertolongan Allah bekerja dengan cara yang latief (halus) melalui ujian, kesabaran, dan keteguhan dari sang Nabi dan para murid (sahabat)nya.

Dari sudut bahasa perkataan syubbiha lahum bukan berarti Nabi Isa disamarkan (diganti) dengan orang lain, hal ini tidak tepat karena sebelum lafad syubbiha tidak disebut nama seseorang yang telah diserupakan dengan nabi Isa, padahal disini ada lafad syubbiha yang majhuwl dan dalamnya ada damir mufrad yang mustatir. Dan menurut hukum nahu damir itu harus terdahulu sebutannya dengan lafad atau makna atau hukum.

Dan apabila nabiul fa'il kata syubbiha disebutkan maka itu akan berarti bahwa Nabi Isa lah yg diserupakan wajahnya menjadi rupa orang lain, bukan orang lain yang diserupakan menjadi wajah nabi Isa. Ringkasnya bukanlah rupa beliau yang disamarkan dengan orang lain, melainkan keadaan (kondisi) beliaulah yang diserupakan/samarkan seolah-olah telah mati.

Ringkasnya riwayat bahwa yang disalib adalah Yudas adalah tidak bersesuaian baik terhadap injil, Al Qur'an, Sunatullah, tata bahasa, maupaun sejarah. Dan jika riwayat ini diterapkan maka akan banyak kegelapan akan sejarah Nabi Isa a.s. Oleh karena itulah orang-orang yang memegang faham ini tidak dapat menemukan jawaban atau hal yang terang benderang mengenai riwayat "perjuangari" suci Nabi Isa a.s. dan argumentasi mereka senantiasa berakhir pada ucapan "wallohu 'alam".

Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Isa yang telah dibungkus dalam kain kafan menuju ruang kubur (gua) dan meletakan beliau di sana serta menutup pintu kubur dengan batu.

Yusuf dan Nikodemus adalah kaum Essenes yang terpelajar khususnya dibidang ilmu pengobatan. Merekalah yang merawat dan mengolesi tubuh Yesus dengan salep obat untuk menyembuhkan luka-luka akibat hukuman. Mereka membawa banyak sekali ( 100 Pounds ) rempah-rempah obat myrr dan gaharu untuk diurapi (dilulurkan) ke tubuh Yesus yang terluka (Yohanes 19:39).

Perlulah diperhatikan, apalah gunanya obat rempah ini untuk seorang yang sudah wafat? Bagi seorang Yahudi yang wafat adalah tidak boleh hukumnya disentuh-sentuh apalagi dilulur, menurut adat Yahudi haruslah jenazah dikuburkan apa adanya. Namun para murid rahasia Yesus benar-benar mengetahui bahwa beliau masih hidup bahkan mereka sendiri yang menurunkan tubuh Yesus dari tiang salib, jadi hal ini memang menunjukan telah dipersiapkannya suatu rencana rahasia oleh para sahabat (murid) rahasia Yesus untuk menyelamatkan Yesus.

Oinment of Jesus alias marham Isa (salep Isa) sangat mahsyur sekali, mengenai salep obat ini banyak sekali pustaka pengobatan kuno baik yang berbahasa Ibrani, Persia, Yunani, dan Arab yg memuat perihal salep yang memiliki daya sembuh atas luka ini, dan diakui bahwa riwayat salep ini adalah pada awalnya untuk mengobati luka-luka Yesus/Isa a.s. Mengenai Marham Isa ini terdapat di Kitab Kuno Qanun karya Bapak Kedokteran Abu Sina (Aviciena) dan banyak lagi (bisa dilihat langsung di http://www.tombofjesus.com/Ointment.htm)

Sebagai tambahan catatan saja, hadis-hadis mengenai turunnya Isa al-Masih diakhir jaman meskipun banyak sekali jumlahnya tetapi sebagaimana ditulis oleh Quraish Shihah dalam Harian Republika 18 Nopember 1994 halaman 10 bahwa semua hadis-hadis itu berawal dari Ka'ab al-Akhbar dan Wahab bin Munabbih, keduanya mantan pemeluk Kristen yang lalu masuk kedalam Islam, sehingga masih menurut Quraish Shihab, tidak sedikit ulama yang menilai informasi hadis yang disampaikan oleh keduanya lebih banyak bersandar pada sisa-sisa kepercayaan mereka di Kristen mengenai doktrin turunnya Yesus menjelang kiamat.

Pendapat Quraish Shihab ini pada hakekatnya hanya memperkuat apa yang juga pernah disampaikan oleh Buya Hamka, Hasbullah Bakry, Ahmad Mustofa al-Maraghi, al-Alusi, Mahmoud Shaltout, Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha.

Dijaman kita sekarang ini penafsiran tersebut pun dikemukakan juga oleh Kristolog sekelas Ahmad Deedat, Solihun Munir dan Irena Handono.

Dus, al-Qur'an pun dengan tegas menyebut Isa al-Masih sebagai Rasul bagi Bangsa Israel (Qs. 3 i Imran 48) dan sedikitpun dari status kerasulan Isa al-Masih itu, jika memang beliau kelak akan diturunkan kembali sesuai tafsir dan hadis yang banyak beredar, artinya beliau memang ditakdirkan juga untuk menjadi seorang Rasul di antara kaum Muslimin, tentunya al-Qur'an akan menambah kata-kata yang ada kaitannya dengan itu. Namun tidak, penjelasan al-Qur'an semata-mata mengatakan bahwa Isa hanya seorang Rasul bagi bangsa Israel.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Sat Aug 17, 2013 3:20 am

dan ternyata yg dimaksud perkataan yesus ttg: biarlah aku disalib sbg penebusan dosa itu, ternyata bukan dosa seluruh umat manusia, hanya dosa ke 12 muridnya saja yg ditebusnya, spy stl yahudi menyalib yesus maka ke 12 murid yesus itu bisa selamat, tidak dikejar-kejar lagi oleh tentara Romawi.

Setelah Yesus diturunkan dari kayu salib, sederetan peristiwa menjadi
petunjuk, bahwa beliau menerima perawatan dan meninggalkan makam dalam
keadaan hidup. Kita telah mencatat mengenai kesimpatian Pilatus terhadap Yesus,
dan Yesus diberikan bukan kepada musuhnya tetapi kepada sahabatnya. Menurut
Yahya 19:38 mengatakan:
"Kemudian dari pada itu Yusuf, orang Arimatea (seorang murid Yesus juga,
tetapi bersembunyi, oleh sebab takutnya akan orang Yahudi), minta izin
kepada Pilatus akan menurunkan badan Yesus; maka Pilatus pun
mengizinkan. Lalu pergilah ia dan membawa tubuh Yesus.
"Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu
malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak
gaharu, kira-kira limapuluh kati beratnya".
Bertentangan dengan adat-istiadat bangsa Yahudi, Yesus tidak dibaringkan
dan dikubur di tanah, tetapi dibaringkan di sebuah makam yang luas yang pintu
masuknya ditutup sebuah batu besar, dan di dalam ruangannya, udara cukup yang
memungkinkan bisa bernafas leluasa. Agar bisa meninggalkan makam itu, Yesus
menggeser pintu-batu yang menutup makam itu ke samping. Ini menunjukkan bahwa
beliau meninggalkan tempat itu dengan badan wadagnya dan bukan ruhnya saja,
karena ruh itu tidak perlu menggeser atau memindahkan benda wadag. Begitu pula,
fakta yang telah kita bicarakan, bahwa beliau berjalan terus ke Galilea mendahului
para muridnya berupa perjalanan seorang manusia. Di bawah ini adalah pernyataan
yang dikemukakan oleh Injil Markus 15:46-47, 16:1-7:
"Maka Yusuf Arimatea pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan
jasad Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia
membaringkan dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu.
Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.
"Maria Magdalena dan Maria ibu Yesus melihat di mana Yesus dibaringkan.
"Setelah lewat hari Sabath, Maria Magdalena dan Maria ibu Yesus serta
Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki
Yesus.
26
"Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit,
pergilah mereka ke kubur.
"Mereka berkata seorang kepada yang lain: Siapa yang akan menggulingkan
batu itu bagi kita dari pintu kubur?
"Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang
sangat besar itu sudah terguling.
"Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang
memakai jubah putih duduk disebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut,
tetapi orang muda itu berkata kepada mereka:
"Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia
telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan
dia.
"Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-muridnya dan kepada
Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat dia,
seperti yang sudah dikatakannya kepada kamu".
Keterangan yang menyatakan bahwa tiga perempuan masuk ke dalam
makam, ini menunjukkan, betapa luas makam itu.
Kembali kepada kisah dari Yahya yang telah dikutip di muka, ini harus
dicatat, bahwa hal itu berisi suatu pernyataan yaitu: Nicodemus bisa jadi seorang
yang merawat luka-luka Yesus, dan dia merawat luka-luka tersebut dengan salep
khusus. Sejumlah pengobatan bangsa Timur menunjukkan pada jenis salep ini yang
disebut "Marham-i-Isa" ("Salep Yesus") atau "Marham-i-Rasul" (Salep Nabi"). Yang
paling termasyhur dari semua ini adalah "Qanun" Shaikh-ul-Rais Bu Ali Sina (yang
di Barat pada umumnya dikenal sebagai "Canon of Avicenna"). Di antara karyakarya
lainnya adalah "Quarabadin-i-Rumi, yang telah disusun sekitar waktu Yesus
masih ada, dan belakangan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
Kesimpulan, ini penting sekali untuk dicatat, bahwa sebagaimana Mircea
Eliade di dalam bukunya "Le Mythe du retour eternel" (Paris, 1951) mengemukakan,
dua jenis mantera rakyat yang berlaku di Inggris pada abad enambelas dan digunakan
ketika pohon sage1 dan pohon verbena2 hampir dipanen, karena jenis tumbuhtumbuhan
ini memiliki keistimewaan tersendiri yang pertamakali tumbuh di Calvary
(daerah sekitar Yerusalem, penj.) dan pernah menolong menyembuhkan luka-luka
Yesus. Jadi inilah jenis tumbuh-tumbuhan yang dimaksudkan dan dapat
menyembuhkan dengan efektif orang-orang pada zaman abad tersebut. Manteramatera
itu mungkin dimaksudkan untuk melepaskan kekuatan-kekuatan daya sembuh
tumbuh-tumbuhan itu dengan memberikan pengakuan yang sebenarnya kepada nenek
moyang mereka.
1 Sage adalah sejenis tumbuhan rerumputan yang berdaun hijau keabu-abuan dan suram
warnanya, digunakan untuk mengharumkan makanan. (Oxford Advanced Learner's
Dictionary of Current English).
2 Verbena adalah sejenis tumbuhan rerumputan yang terdapat di banyak taman-taman,
mempunyai beraneka warna bunga. (Kamus, idem, -penerjemah).

"Jikalau Yesus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami, dan
sia-sialah juga iman kamu".
"Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang
Dia kami katakan bahwa Ia telah membangkitkan Kristus –padahal Ia tidak
membangkitkannya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak
dibangkitkan" (I Korintus 15:14-15).

salam lebay untuk para kafir kristen.. :D
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by SEGOROWEDI on Sat Aug 17, 2013 8:24 am



yang disalib isa/bukan isa seh?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by haphap on Sat Aug 17, 2013 8:43 am

harus nya kalian para muslim benahin dulu pemahaman quran kalian atas penyaliban ISA biar sama persepsinya, pake paham jeki chen ato stunment!!!

bagaiman bisa 1 sumber 2 pemahaman yg berbeda,,,dan 22 nya menurut kalian para muslim bener semua...

haphap
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 46
Kepercayaan : Protestan
Location : meja warnet
Join date : 21.07.13
Reputation : -1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by haphap on Sat Aug 17, 2013 8:50 am

Klo untuk YESUS, bagi saya pribadi adalah BENAR dia telah mati di kayu salib (tp bangkit lagi pd hari yg ketiga)!!!

http://www.pemudakristen.com/artikel/apakah_yesus_mati.php

Apakah Yesus Benar-benar Mati?
Pengantar

Gagasan bahwa Yesus tidak pernah benar-benar mati muncul pada tulisan di abad ketujuh. Di situ dikatakan bahwa Yesus melarikan diri ke India. Bahkan sampai saat ini terdapat sebuah makam keramat yang dianggap makam Yesus di Srinagar, Kashmir.

Pada permulaan abad ke-19, Karl Bahrdt, Karl Venturini, dan yang lain-lainnya mencoba menjelaskan Kebangkitan dengan mengemukakan gagasan bahwa Yesus hanya pingsan karena kepayahan di atas kayu salib, atau Ia telah diberi obat yang membuatnya kelihatan mati, dan bahwa selanjutnya Ia dihidupkan kembali oleh udara kubur yang sejuk dan lembab. Mereka menjelaskan bahwa Yesus telah diberi suatu cairan di suatu bunga karang ketika tergantung di atas salib (Markus 15:36) dan bahwa Pilatus kelihatan terkejut akan betapa cepatnya Yesus mati (Markus 15:44).
Konsekuensinya, kata mereka, pemunculan Yesus kembali bukanlah suatu kebangkitan mukjizat, tetapi sekedar suatu kesadaran kembali yang kebetulan, dan kubur-Nya kosong karena Ia masih terus hidup.

Apa yang sebenarnya terjadi saat Penyaliban? Apa penyebab kematian Yesus? Adakah cara yang mungkin bagi-Nya untuk bertahan hidup dari siksaan ini? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang dapat dibantu diselesaikan dengan bukti medis.


Wawancara dengan Alexander Metherell, M.D., PH.D.

Metherell adalah seseorang dengan gelar medis dari University of Miami di Florida dan gelar doktor dalam bidang teknik dari University of Bristol di Inggris. Ia memperoleh sertifikat dalam diagnosis dari The American Board of Radiology dan menjadi konsultan bagi The National Heart, Lung, and Blood Institute of the National Institutes of Health of Bethesda, Maryland.

Metherell adalah mantan ilmuwan riset yang mengajar di The University of California, dan editor lima buku ilmiah dan telah membuat tulisan-tulisan yang diterbitkan mulai dari Aerospace Medicine sampai Scientific American. Analisis cerdasnya atas konstraksi muskular telah diterbitkan dalam The Physiologist dan Biophysics Journal. Ia berpenampilan sesuai dengan perannya sebagai seorang otoritas medis terkemuka.


Penyiksaan Sebelum Penyaliban

Dapatkah Anda melukiskan suatu gambaran tentang apa yang terjadi pada Yesus?

Itu dimulai setelah Perjamuan Terakhir. Yesus pergi dengan murid-murid-Nya  ke Taman Getsemani. Di sana Ia berdoa semalam-malaman. Nah, selama proses itu Ia mengantisipasi datangnya peristiwa-peristiwa pada hari berikutnya. Karena Ia mengetahui beratnya penderitaan yang akan Ia pikul, sungguh wajar jika Ia mengalami tekanan psikologis yang sangat besar.

Dalam Lukas 22:44 menceritakan bahwa Ia mulai meneteskan keringat darah pada keadaan ini. Bukankah ini hanyalah imajinasi yang terlalu fiktif?

Tidak sama sekali. Ini adalah suatu kondisi medis yang dikenal dengan hematidrosis. Ini terjadi karena tekanan psikologis yang sangat tinggi. Kegelisahan yang hebat menyebabkan terlepasnya zat-zat kimia yang memecahkan kapiler-kapiler dalam kelenjar-kelenjar keringat. Akibatnya terjadi pendarahan dalam kelenjar-kelenjar ini, dan keringat yang keluar disertai dengan darah. Hal ini menyebabkan kulit menjadi amat sangat rapuh ketika Yesus dicambuk oleh serdadu Roma keesokan harinya, kulit-Nya menjadi amat sangat sensitif.

Pencambukan Roma dikenal sangat brutal, biasanya terdiri dari 39 cambukan, tetapi seringkali lebih banyak daripada itu, tergantung pada suasana hati Si Serdadu yang melaksanakan pukulan. Si Serdadu akan menggunakan cemeti dari kepangan tali kulit dengan bola-bola logam yang dijalin ke dalamnya. Ketika cemeti itu menghantam daging, bola-bola ini akan menyebabkan memar atau lebam yang dalam, yang akan pecah terbuka akibat pukulan selanjutnya. Dan cemeti itu juga memiliki potongan-potongan duri tajam, yang akan mengiris daging dengan hebat.

Punggung yang dipukul itu akan menjadi tercabik-cabik, sehingga sebagian dari tulang belakang kadangkala terlihat akibat irisan yang dalam, sangat dalam. Pencemetian itu akan ditimpakan ke segala arah: dari bahu turun ke punggung, pantat, dan bagian belakang kaki. Itu akan sangat mengerikan.

Selagi pencambukan berlanjut, luka koyakan akan tercabik sampai ke otot-otot kerangka di bawahnya dan menghasilkan goresan-goresan daging berdarah yang gemetar. Seorang sejarawan abad ketiga bernama Eusebius menggambarkan pencambukan dengan mengatakan, "Pembuluh-pembuluh si penderita terbuka telanjang, dan otot-otot, urat-urat, dan isi perut si korban terlihat".

Banyak orang akan mati dari pemukulan semacam ini, bahkan sebelum mereka disalibkan. Setidaknya, Si Korban akan mengalami kesakitan hebat dan keguncangan karena efek-efek kehilangan sejumlah besar darah (hipovolemik).

Ini mengakibatkan 4 hal:
1. Jantung berdetak cepat untuk mencoba memompa darah yang tidak ada di sana.
2. Tekanan darah turun, menyebabkan pingsan.
3. Ginjal berhenti menghasilkan urin untuk mempertahankan volume darah yang masih tinggal.
4. Orang itu menjadi sangat haus sewaktu tubuhnya sangat membutuhkan cairan untuk menggantikan volume darah yang hilang.

Apakah Anda melihat bukti ini dari catatan-catatan Injil?

Ya, sangat pasti. Yesus berada dalam keguncangan karena kehilangan sejumlah besar darah ketika Ia berjalan terhuyung-huyung ke lokasi hukuman mati di Kalvari, memikul batang kayu salib yang horizontal. Akhirnya Yesus tak sadarkan diri, dan serdadu Roma memerintahkan Simon untuk memikul salib-Nya. Selanjutnya kita membaca bahwa Yesus berkata, 'Aku haus', pada saat ketika sedikit cuka diberikan kepada-Nya.

Karena efek-efek mengerikan dari pemukulan ini, sudah pasti Yesus berada dalam kondisi kritis, bahkan sebelum paku-paku ditancapkan menembus kedua tangan dan kaki-Nya.


Penderitaan Salib

Apa yang terjadi ketika Ia tiba di lokasi Penyaliban?

Ia akan dibaringkan, kedua tangan-Nya akan dipakukan dalam posisi terentang ke batang kayu horizontal. Orang-orang Roma biasanya menggunakan paku besar yang panjangnya 5 sampai 7 inci dan meruncing ke suatu ujung yang tajam. Paku ini ditancapkan menembus pergelangan tangan.  Ini adalah posisi kokoh yang akan mengunci posisi tangan.

Dan penting untuk dipahami bahwa paku itu akan menembus ke tempat di mana urat syaraf tengah berada. Ini adalah urat syaraf terbesar yang menuju ke tangan, dan itu akan diremukkan oleh paku yang diketokkan ke dalamnya.

Kesakitan apa yang akan ditimbulkannya?

Apakah Anda pernah merasakan rasa sakit ketika Anda membenturkan siku Anda dan memukul tulang ujung siku Anda? Itu sebenarnya urat syaraf lain, disebut urat syaraf ulna. Akan sangat menyakitkan bila tanpa sengaja Anda memukulnya. Yah, bayangkan mengambil sebuah tang dan memeras dan meremukkan urat syaraf itu. Efek itu akan mirip dengan apa yang Yesus alami. Kesakitannya sama sekali tak tertahankan, secara harafiah itu di luar kata-kata untuk menjelaskannya.

Pada keadaan seperti ini Yesus dinaikkan, selagi balok salib dipasangkan ke tiang vertikal, dan kemudian paku-paku ditancapkan menembus kedua kaki Yesus. Sekali lagi, urat syaraf di kedua kaki-Nya akan remuk, dan di sana akan terasa jenis kesakitan yang sama.


Penyebab Kematian

Penyaliban pada intinya adalah kematian perlahan yang diakibatkan oleh asfiksiasi (sesak nafas karena kekurangan oksigen dalam darah). Alasannya adalah bahwa tekanan-tekanan pada otot-otot dan diafragma membuat dada berada pada posisi menarik nafas, agar dapat menghembuskan nafas, orang itu harus mendorong kedua kakinya agar tekanan pada otot-otot dapat dihilangkan untuk sesaat. Ketika melakukan itu, paku akan merobek kaki, lalu akhirnya mengunci posisi terhadap tulang-tulang tumit kaki.

Setelah dapat menarik nafas, orang itu kemudian akan dapat relaks dan menarik nafas lagi. ekali lagi ia harus mendorong tubuhnya naik untuk menghembuskan nafas, menggesekkan punggungnya yang berdarah ke kayu salib yang kasar. Ini akan berlangsung terus dan terus sampai kepayahan, dan orang itu tidak akan mampu mengangkat diri dan bernafas lagi.

Ketika nafas orang itu semakin perlahan, ia mengalami apa yang disebut asidosis pernafasan, karbondioksida dalam darah larut sebagai asam karbonik, menyebabkan keasaman darah meningkat. Ini akhirnya mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur. Dengan jantung-Nya yang berdetak tak menentu, Yesus berada dalam saat-saat kematian-Nya, yakni ketika Ia berkata, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku". Kemudian Ia mati akibat berhentinya detak jantung.

Bahkan sebelum Ia mati, keguncangan karena kehilangan sejumlah besar darah akan menyebabkan jantung berdebar kencang terus-menerus, yang akan menyebabkan: kegagalan jantung serta terkumpulnya cairan dalam membran-membran di sekitar jantung dan juga sekitar paru-paru.

Mengapa hai ini penting?

Karena ketika serdadu Roma datang, dan hampir yakin bahwa Yesus telah mati, mereka menegaskannya dengan menusukkan sebuah tombak ke pinggang kanan-Nya.  Tombak itu menembus paru-paru kanan dan ke jantung, jadi ketika tombak itu ditarik keluar, sejumlah cairan dalam membran-membran sekitar jantung dan juga sekitar paru-paru keluar. Ini akan terlihat sebagai cairan jernih, seperti air, diikuti dengan banyak darah, seperti yang dijelaskan saksi mata Yohanes dalam Injilnya (Yohanes 19:34).


Tulang-tulang-Nya Tidak Dipatahkan

Injil-injil berkata bahwa para serdadu mematahkan kaki kedua penjahat yang disalibkan Yesus.  Mengapa mereka melakukan itu?

Mereka ingin mempercepat kematian, dan dengan datangnya hari Sabat dan Paskah, para pemimpin Yahudi tentunya ingin segera mengakhiri ini sebelum matahari tenggelam. Serdadu-serdadu Roma akan menggunakan gagang baja dari tombak Roma untuk menghancurkan tulang-tulang kaki bagian bawah Si Korban. Ini akan mencegahnya dari mengangkat diri dengan kakinya, sehingga dapat bernafas, dan kematian akibat sesak nafas kekurangan oksigen dalam darah akan terjadi dalam beberapa menit.

Perjanjian Baru menjelaskan kepada kita bahwa kaki-kaki Yesus tidak dipatahkah karena para serdadu telah menyatakan bahwa Ia telah mati, dan mereka hanya menggunakan tombak untuk memastikannya. Ini menggenapi Perjanjian Lama tentang Mesias, yaitu bahwa tulang-tulang-Nya tidak akan dipatahkan (Mazmur 34:21).

Para serdadu Roma adalah orang yang tidak ahli dalam hal pengobatan/medis, apakah pernyataan mereka tentang kematian Yesus dapat dipercaya?

Para serdadu Roma memang tidak pergi ke sekolah medis/pengobatan. Tetapi ingat, mereka adalah ahli dalam membunuh orang karena itu adalah tugas mereka, dan mereka melakukannya dengan baik. Mereka tahu tanpa keraguan sedikitpun kapan seseorang mati, dan itu tidak sulit untuk mengetahuinya.

Disamping itu, jika seorang tahanan berhasil melarikan diri, serdadu-serdadu yang bertanggung jawab itu sendiri akan dibunuh, jadi mereka memiliki dorongan besar untuk memastikan bahwa setiap korban telah mati ketika ia diturunkan dari salib.

Argumen Terakhir

Adakah cara apapun yang memungkinkan Yesus bisa bertahan hidup dari penderitaan salib ini?

Sama sekali tidak ada. Ingatlah bahwa Ia sudah berada dalam keguncangan akibat kehilangan banyak darah, bahkan sebelum penyaliban dimulai. Ia tidak mungkin mempura-purakan kematian-Nya, karena Anda tidak mungkin mempura-purakan ketidakmampuan bernafas untuk waktu yang lama. Disamping itu, tombak yang dihunjamkan ke jantungnya akan menetapkan kematian-Nya. Dan serdadu-serdadu Roma tidak akan mengambil resiko kematian sendiri dengan membiarkan-Nya pergi dalam keadaan hidup.

Jadi bila seseorang mengajukan gagasan kepada Anda bahwa Yesus sekedar pingsan di atas kayu salib, akan saya beritahu bahwa itu tidak mungkin. Itu adalah khayalan tanpa dasar.


Pertanyaan Bagi Hati

Yesus dengan sengaja melangkah ke dalam tangan-tangan lawan-Nya. Ia tidak menolak penangkapan. Ia tidak mempertahankan diri-Nya saat persidangan. Jelas bahwa Ia bersedia mengajukan diri-Nya untuk mengalami penyaliban, suatu bentuk penyiksaaan yang memalukan dan memilukan. Apa yang mungkin memotivasi seseorang untuk bersedia menanggung penghukuman semacam ini?

Yesus tahu apa yang akan terjadi, dan Ia bersedia melewati semuanya itu, karena itu merupakan satu-satunya cara Ia dapat menebus kita, dengan menjadi pengganti kita dan menanggung hukuman maut yang layak kita terima karena pemberontakan kita terhadap Tuhan. Itu merupakan misi-Nya yang sepenuhnya ketika Ia datang ke bumi.

Jadi bila Anda bertanya apa yang memotivasi Dia, jawabannya dapat diringkas dalam satu kata, yaitu KASIH.


Kesimpulan

Yesus tidak mungkin bertahan hidup dari siksaan salib, suatu bentuk kekejian yang begitu keji, sehingga orang-orang Roma membebaskan warga negara mereka sendiri dari itu, kecuali untuk kasus-kasus pengkhianatan besar.

Kesimpulan-kesimpulan Metherell konsisten dengan penemuan dokter-dokter lain yang dengan teliti mempelajari hal ini. Di antara mereka adalah Dr. William D. Edwards, yang artikelnya pada tahun 1986, dalam The Journal of the America Medical Association menyimpulkan, "Jelas, bobot bukti historis dan medis menunjukkan Yesus telah mati sebelum pinggangnya dilukai.... Sesuai dengan itu, penafsiran-penafsiran yang didasarkan pada asumsi bahwa Yesus tidak mati di atas salib bertentangan dengan pengetahuan medis modern".

Untuk direnungkan

Di hadapan Allah, Saudara adalah orang yang berdosa yang harus menghadap pengadilan Allah dan harus menerima hukuman kekal karena dosa-dosa yang Saudara lakukan. Saudara tidak bisa menyelamatkan diri Saudara sendiri.

Yesus telah menanggung hukuman dosa yang seharusnya Saudara terima. Ia telah menerima hukuman yang seharusnya Saudara tanggung. Jika Saudara menerima penggantian hukuman ini, Saudara bisa selamat dari hukuman Tuhan.

Maukah Saudara menerima penggantian hukuman ini?

Maukah Saudara menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan?


Sumber :
Lee Strobel, Pembuktian Atas Kebenaran Kristus, Penerbit Gospel Press, PO BOX 238, Batam Center, 29432. F: 021-74709281

haphap
KOPRAL
KOPRAL

Male
Posts : 46
Kepercayaan : Protestan
Location : meja warnet
Join date : 21.07.13
Reputation : -1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Abdul_Ghani on Sat Aug 17, 2013 9:27 am

@haphap wrote:Klo untuk YESUS, bagi saya pribadi adalah BENAR dia telah mati di kayu salib (tp bangkit lagi pd hari yg ketiga)!!!

http://www.pemudakristen.com/artikel/apakah_yesus_mati.php

Apakah Yesus Benar-benar Mati?
Pengantar

Gagasan bahwa Yesus tidak pernah benar-benar mati muncul pada tulisan di abad ketujuh. Di situ dikatakan bahwa Yesus melarikan diri ke India. Bahkan sampai saat ini terdapat sebuah makam keramat yang dianggap makam Yesus di Srinagar, Kashmir.

Pada permulaan abad ke-19, Karl Bahrdt, Karl Venturini, dan yang lain-lainnya mencoba menjelaskan Kebangkitan dengan mengemukakan gagasan bahwa Yesus hanya pingsan karena kepayahan di atas kayu salib, atau Ia telah diberi obat yang membuatnya kelihatan mati, dan bahwa selanjutnya Ia dihidupkan kembali oleh udara kubur yang sejuk dan lembab. Mereka menjelaskan bahwa Yesus telah diberi suatu cairan di suatu bunga karang ketika tergantung di atas salib (Markus 15:36) dan bahwa Pilatus kelihatan terkejut akan betapa cepatnya Yesus mati (Markus 15:44).
Konsekuensinya, kata mereka, pemunculan Yesus kembali bukanlah suatu kebangkitan mukjizat, tetapi sekedar suatu kesadaran kembali yang kebetulan, dan kubur-Nya kosong karena Ia masih terus hidup.

Apa yang sebenarnya terjadi saat Penyaliban? Apa penyebab kematian Yesus? Adakah cara yang mungkin bagi-Nya untuk bertahan hidup dari siksaan ini? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang dapat dibantu diselesaikan dengan bukti medis.


Wawancara dengan Alexander Metherell, M.D., PH.D.

Metherell adalah seseorang dengan gelar medis dari University of Miami di Florida dan gelar doktor dalam bidang teknik dari University of Bristol di Inggris. Ia memperoleh sertifikat dalam diagnosis dari The American Board of Radiology dan menjadi konsultan bagi The National Heart, Lung, and Blood Institute of the National Institutes of Health of Bethesda, Maryland.

Metherell adalah mantan ilmuwan riset yang mengajar di The University of California, dan editor lima buku ilmiah dan telah membuat tulisan-tulisan yang diterbitkan mulai dari Aerospace Medicine sampai Scientific American. Analisis cerdasnya atas konstraksi muskular telah diterbitkan dalam The Physiologist dan Biophysics Journal. Ia berpenampilan sesuai dengan perannya sebagai seorang otoritas medis terkemuka.


Penyiksaan Sebelum Penyaliban

Dapatkah Anda melukiskan suatu gambaran tentang apa yang terjadi pada Yesus?

Itu dimulai setelah Perjamuan Terakhir. Yesus pergi dengan murid-murid-Nya  ke Taman Getsemani. Di sana Ia berdoa semalam-malaman. Nah, selama proses itu Ia mengantisipasi datangnya peristiwa-peristiwa pada hari berikutnya. Karena Ia mengetahui beratnya penderitaan yang akan Ia pikul, sungguh wajar jika Ia mengalami tekanan psikologis yang sangat besar.

Dalam Lukas 22:44 menceritakan bahwa Ia mulai meneteskan keringat darah pada keadaan ini. Bukankah ini hanyalah imajinasi yang terlalu fiktif?

Tidak sama sekali. Ini adalah suatu kondisi medis yang dikenal dengan hematidrosis. Ini terjadi karena tekanan psikologis yang sangat tinggi. Kegelisahan yang hebat menyebabkan terlepasnya zat-zat kimia yang memecahkan kapiler-kapiler dalam kelenjar-kelenjar keringat. Akibatnya terjadi pendarahan dalam kelenjar-kelenjar ini, dan keringat yang keluar disertai dengan darah. Hal ini menyebabkan kulit menjadi amat sangat rapuh ketika Yesus dicambuk oleh serdadu Roma keesokan harinya, kulit-Nya menjadi amat sangat sensitif.

Pencambukan Roma dikenal sangat brutal, biasanya terdiri dari 39 cambukan, tetapi seringkali lebih banyak daripada itu, tergantung pada suasana hati Si Serdadu yang melaksanakan pukulan. Si Serdadu akan menggunakan cemeti dari kepangan tali kulit dengan bola-bola logam yang dijalin ke dalamnya. Ketika cemeti itu menghantam daging, bola-bola ini akan menyebabkan memar atau lebam yang dalam, yang akan pecah terbuka akibat pukulan selanjutnya. Dan cemeti itu juga memiliki potongan-potongan duri tajam, yang akan mengiris daging dengan hebat.

Punggung yang dipukul itu akan menjadi tercabik-cabik, sehingga sebagian dari tulang belakang kadangkala terlihat akibat irisan yang dalam, sangat dalam. Pencemetian itu akan ditimpakan ke segala arah: dari bahu turun ke punggung, pantat, dan bagian belakang kaki. Itu akan sangat mengerikan.

Selagi pencambukan berlanjut, luka koyakan akan tercabik sampai ke otot-otot kerangka di bawahnya dan menghasilkan goresan-goresan daging berdarah yang gemetar. Seorang sejarawan abad ketiga bernama Eusebius menggambarkan pencambukan dengan mengatakan, "Pembuluh-pembuluh si penderita terbuka telanjang, dan otot-otot, urat-urat, dan isi perut si korban terlihat".

Banyak orang akan mati dari pemukulan semacam ini, bahkan sebelum mereka disalibkan. Setidaknya, Si Korban akan mengalami kesakitan hebat dan keguncangan karena efek-efek kehilangan sejumlah besar darah (hipovolemik).

Ini mengakibatkan 4 hal:
1. Jantung berdetak cepat untuk mencoba memompa darah yang tidak ada di sana.
2. Tekanan darah turun, menyebabkan pingsan.
3. Ginjal berhenti menghasilkan urin untuk mempertahankan volume darah yang masih tinggal.
4. Orang itu menjadi sangat haus sewaktu tubuhnya sangat membutuhkan cairan untuk menggantikan volume darah yang hilang.

Apakah Anda melihat bukti ini dari catatan-catatan Injil?

Ya, sangat pasti. Yesus berada dalam keguncangan karena kehilangan sejumlah besar darah ketika Ia berjalan terhuyung-huyung ke lokasi hukuman mati di Kalvari, memikul batang kayu salib yang horizontal. Akhirnya Yesus tak sadarkan diri, dan serdadu Roma memerintahkan Simon untuk memikul salib-Nya. Selanjutnya kita membaca bahwa Yesus berkata, 'Aku haus', pada saat ketika sedikit cuka diberikan kepada-Nya.

Karena efek-efek mengerikan dari pemukulan ini, sudah pasti Yesus berada dalam kondisi kritis, bahkan sebelum paku-paku ditancapkan menembus kedua tangan dan kaki-Nya.


Penderitaan Salib

Apa yang terjadi ketika Ia tiba di lokasi Penyaliban?

Ia akan dibaringkan, kedua tangan-Nya akan dipakukan dalam posisi terentang ke batang kayu horizontal. Orang-orang Roma biasanya menggunakan paku besar yang panjangnya 5 sampai 7 inci dan meruncing ke suatu ujung yang tajam. Paku ini ditancapkan menembus pergelangan tangan.  Ini adalah posisi kokoh yang akan mengunci posisi tangan.

Dan penting untuk dipahami bahwa paku itu akan menembus ke tempat di mana urat syaraf tengah berada. Ini adalah urat syaraf terbesar yang menuju ke tangan, dan itu akan diremukkan oleh paku yang diketokkan ke dalamnya.

Kesakitan apa yang akan ditimbulkannya?

Apakah Anda pernah merasakan rasa sakit ketika Anda membenturkan siku Anda dan memukul tulang ujung siku Anda? Itu sebenarnya urat syaraf lain, disebut urat syaraf ulna. Akan sangat menyakitkan bila tanpa sengaja Anda memukulnya. Yah, bayangkan mengambil sebuah tang dan memeras dan meremukkan urat syaraf itu. Efek itu akan mirip dengan apa yang Yesus alami. Kesakitannya sama sekali tak tertahankan, secara harafiah itu di luar kata-kata untuk menjelaskannya.

Pada keadaan seperti ini Yesus dinaikkan, selagi balok salib dipasangkan ke tiang vertikal, dan kemudian paku-paku ditancapkan menembus kedua kaki Yesus. Sekali lagi, urat syaraf di kedua kaki-Nya akan remuk, dan di sana akan terasa jenis kesakitan yang sama.


Penyebab Kematian

Penyaliban pada intinya adalah kematian perlahan yang diakibatkan oleh asfiksiasi (sesak nafas karena kekurangan oksigen dalam darah). Alasannya adalah bahwa tekanan-tekanan pada otot-otot dan diafragma membuat dada berada pada posisi menarik nafas, agar dapat menghembuskan nafas, orang itu harus mendorong kedua kakinya agar tekanan pada otot-otot dapat dihilangkan untuk sesaat. Ketika melakukan itu, paku akan merobek kaki, lalu akhirnya mengunci posisi terhadap tulang-tulang tumit kaki.

Setelah dapat menarik nafas, orang itu kemudian akan dapat relaks dan menarik nafas lagi. ekali lagi ia harus mendorong tubuhnya naik untuk menghembuskan nafas, menggesekkan punggungnya yang berdarah ke kayu salib yang kasar. Ini akan berlangsung terus dan terus sampai kepayahan, dan orang itu tidak akan mampu mengangkat diri dan bernafas lagi.

Ketika nafas orang itu semakin perlahan, ia mengalami apa yang disebut asidosis pernafasan, karbondioksida dalam darah larut sebagai asam karbonik, menyebabkan keasaman darah meningkat. Ini akhirnya mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur. Dengan jantung-Nya yang berdetak tak menentu, Yesus berada dalam saat-saat kematian-Nya, yakni ketika Ia berkata, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku". Kemudian Ia mati akibat berhentinya detak jantung.

Bahkan sebelum Ia mati, keguncangan karena kehilangan sejumlah besar darah akan menyebabkan jantung berdebar kencang terus-menerus, yang akan menyebabkan: kegagalan jantung serta terkumpulnya cairan dalam membran-membran di sekitar jantung dan juga sekitar paru-paru.

Mengapa hai ini penting?

Karena ketika serdadu Roma datang, dan hampir yakin bahwa Yesus telah mati, mereka menegaskannya dengan menusukkan sebuah tombak ke pinggang kanan-Nya.  Tombak itu menembus paru-paru kanan dan ke jantung, jadi ketika tombak itu ditarik keluar, sejumlah cairan dalam membran-membran sekitar jantung dan juga sekitar paru-paru keluar. Ini akan terlihat sebagai cairan jernih, seperti air, diikuti dengan banyak darah, seperti yang dijelaskan saksi mata Yohanes dalam Injilnya (Yohanes 19:34).


Tulang-tulang-Nya Tidak Dipatahkan

Injil-injil berkata bahwa para serdadu mematahkan kaki kedua penjahat yang disalibkan Yesus.  Mengapa mereka melakukan itu?

Mereka ingin mempercepat kematian, dan dengan datangnya hari Sabat dan Paskah, para pemimpin Yahudi tentunya ingin segera mengakhiri ini sebelum matahari tenggelam. Serdadu-serdadu Roma akan menggunakan gagang baja dari tombak Roma untuk menghancurkan tulang-tulang kaki bagian bawah Si Korban. Ini akan mencegahnya dari mengangkat diri dengan kakinya, sehingga dapat bernafas, dan kematian akibat sesak nafas kekurangan oksigen dalam darah akan terjadi dalam beberapa menit.

Perjanjian Baru menjelaskan kepada kita bahwa kaki-kaki Yesus tidak dipatahkah karena para serdadu telah menyatakan bahwa Ia telah mati, dan mereka hanya menggunakan tombak untuk memastikannya. Ini menggenapi Perjanjian Lama tentang Mesias, yaitu bahwa tulang-tulang-Nya tidak akan dipatahkan (Mazmur 34:21).

Para serdadu Roma adalah orang yang tidak ahli dalam hal pengobatan/medis, apakah pernyataan mereka tentang kematian Yesus dapat dipercaya?

Para serdadu Roma memang tidak pergi ke sekolah medis/pengobatan. Tetapi ingat, mereka adalah ahli dalam membunuh orang karena itu adalah tugas mereka, dan mereka melakukannya dengan baik. Mereka tahu tanpa keraguan sedikitpun kapan seseorang mati, dan itu tidak sulit untuk mengetahuinya.

Disamping itu, jika seorang tahanan berhasil melarikan diri, serdadu-serdadu yang bertanggung jawab itu sendiri akan dibunuh, jadi mereka memiliki dorongan besar untuk memastikan bahwa setiap korban telah mati ketika ia diturunkan dari salib.

Argumen Terakhir

Adakah cara apapun yang memungkinkan Yesus bisa bertahan hidup dari penderitaan salib ini?

Sama sekali tidak ada. Ingatlah bahwa Ia sudah berada dalam keguncangan akibat kehilangan banyak darah, bahkan sebelum penyaliban dimulai. Ia tidak mungkin mempura-purakan kematian-Nya, karena Anda tidak mungkin mempura-purakan ketidakmampuan bernafas untuk waktu yang lama. Disamping itu, tombak yang dihunjamkan ke jantungnya akan menetapkan kematian-Nya. Dan serdadu-serdadu Roma tidak akan mengambil resiko kematian sendiri dengan membiarkan-Nya pergi dalam keadaan hidup.

Jadi bila seseorang mengajukan gagasan kepada Anda bahwa Yesus sekedar pingsan di atas kayu salib, akan saya beritahu bahwa itu tidak mungkin. Itu adalah khayalan tanpa dasar.


Pertanyaan Bagi Hati

Yesus dengan sengaja melangkah ke dalam tangan-tangan lawan-Nya. Ia tidak menolak penangkapan. Ia tidak mempertahankan diri-Nya saat persidangan. Jelas bahwa Ia bersedia mengajukan diri-Nya untuk mengalami penyaliban, suatu bentuk penyiksaaan yang memalukan dan memilukan. Apa yang mungkin memotivasi seseorang untuk bersedia menanggung penghukuman semacam ini?

Yesus tahu apa yang akan terjadi, dan Ia bersedia melewati semuanya itu, karena itu merupakan satu-satunya cara Ia dapat menebus kita, dengan menjadi pengganti kita dan menanggung hukuman maut yang layak kita terima karena pemberontakan kita terhadap Tuhan. Itu merupakan misi-Nya yang sepenuhnya ketika Ia datang ke bumi.

Jadi bila Anda bertanya apa yang memotivasi Dia, jawabannya dapat diringkas dalam satu kata, yaitu KASIH.


Kesimpulan

Yesus tidak mungkin bertahan hidup dari siksaan salib, suatu bentuk kekejian yang begitu keji, sehingga orang-orang Roma membebaskan warga negara mereka sendiri dari itu, kecuali untuk kasus-kasus pengkhianatan besar.

Kesimpulan-kesimpulan Metherell konsisten dengan penemuan dokter-dokter lain yang dengan teliti mempelajari hal ini. Di antara mereka adalah Dr. William D. Edwards, yang artikelnya pada tahun 1986, dalam The Journal of the America Medical Association menyimpulkan, "Jelas, bobot bukti historis dan medis menunjukkan Yesus telah mati sebelum pinggangnya dilukai.... Sesuai dengan itu, penafsiran-penafsiran yang didasarkan pada asumsi bahwa Yesus tidak mati di atas salib bertentangan dengan pengetahuan medis modern".

Untuk direnungkan

Di hadapan Allah, Saudara adalah orang yang berdosa yang harus menghadap pengadilan Allah dan harus menerima hukuman kekal karena dosa-dosa yang Saudara lakukan. Saudara tidak bisa menyelamatkan diri Saudara sendiri.

Yesus telah menanggung hukuman dosa yang seharusnya Saudara terima. Ia telah menerima hukuman yang seharusnya Saudara tanggung. Jika Saudara menerima penggantian hukuman ini, Saudara bisa selamat dari hukuman Tuhan.

Maukah Saudara menerima penggantian hukuman ini?

Maukah Saudara menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan?


Sumber :
Lee Strobel, Pembuktian Atas Kebenaran Kristus, Penerbit Gospel Press, PO BOX 238, Batam Center, 29432. F: 021-74709281
Panjang amir panas 

Apakah ada saksi dari para murid - murid Yesus yang melihat ia disalib?

Monggo disaruput ambulance 

Abdul_Ghani
PRAJURIT
PRAJURIT

Male
Posts : 10
Kepercayaan : Islam
Location : Martapura
Join date : 16.08.13
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by yakobus on Sat Aug 17, 2013 9:58 am

@Haphap
teruskan bro.Pencerahan bagus untuk orang yang sesat disesatkan dan posting tepat di forum pembela Islam.

yakobus
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 118
Kepercayaan : Katolik
Location : Samaria
Join date : 07.06.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Jagona on Sat Aug 17, 2013 10:06 am

@haphap wrote:harus nya kalian para muslim benahin dulu pemahaman quran kalian atas penyaliban ISA biar sama persepsinya, pake paham jeki chen ato stunment!!!

bagaiman bisa 1 sumber 2 pemahaman yg berbeda,,,dan 22 nya menurut kalian para muslim bener semua...
hi, KOPRAL ...................... quran itu bukan dongeng, tetapi berisi petunjuk dari Tuhan ..... tidak gampang untuk memahami petunjuk itu ....... makanya tidak aneh ada perbedaan dari hasil pemahaman itu ....... lain halnya dengan kitab anda, anak paud juga bisa memahaminya karena merupakan cerita pendek yang dibikin ayat. ............... trus menurut referensi yang aku punya, yang disalib bukan Isa as, tetapi muriod terdekatnya yang berkhianat yaitu judas escareot ........... sedangkan Isa as, dipindahkan ALLAH ke planet lain di bawah orbit Bumi untuk menjadi nenek moyang bani israil di planet tersebut ........ makanya anda tidak pernah menemukan lagi kisah isa setelah peristiwa pemindahan itu.

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by yakobus on Sat Aug 17, 2013 10:14 am

oh my god,atas ntuh ngemeng apa cih?

yakobus
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 118
Kepercayaan : Katolik
Location : Samaria
Join date : 07.06.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Sat Aug 17, 2013 10:17 am

wk wk itu kalau dalam kondisi biasa, berhubung pelaksanaannya jelang sabath maka dilakukan secara tergesa-gesa sehingga cuma pingsan sudah dikira mati. itupun secara medis dimungkinkan.

Faktanya bahwa Yesus / Isa tidak mati terbunuh atau mati tersebab disalib semakin terbukti, dalam Qur’an di katakan :

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi diserupakan bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS Ani-Nisa’ 4:157).

Sebagian umat islam ada yang memahami ayat tersebut diatas dengan memaknainya dengan pengertian bahwa ada seseorang yang diserupakan wajahnya dengan Nabi Isa as sehingga Tentara Romawi tidak menangkap Isa as melainkan Yudas Iskariot.

Akar masalah perbedaan tersebut adalah karena ayat Quran menyebut dengan kata : ”syubbiha lahum” oleh sebagian diartikan diserupakan wajahnya namun oleh sebagian yang lain diartikan diserupakan kejadian penyalibannya seakan – akan mati tersalib tetapi sesungguhnya tidak mati tersalib.

Dalam artikel sebelumnya dalam blog ini yang berjudul : Nabi Isa as tidak diangkat ke Langit dan turun ke Bumi, ada keterkaitan pemahaman (benang merah) jika kita memahaminya dengan pengertian yang kedua yakni Nabi Isa as tidak mati disalib apalagi di bunuh, berikut penjelasannya :

Berikut fakta – fakta pertolongan Allah saat Yesus disalibkan sehingga ia selamat dari kematian

1. Dalam persidangan yang extra cepat Pilatus menyimpulkan bahwa dia tidak bersalah.

2. Istri Pilatus bermimpi bahwa dia tidak bersalah dan berbahaya.

3. Orang yang ‘sama-sama disalib’ masih hidup.

4. Kakinya tidak patah; sementara dua orang lainnya patah.

5. Proses penyaliban yang sangat cepat, lebih cepat dari proses penyaliban pada umumnya karena Yahudi ingin cepat – cepat menurunkannya dari kayu salib, mengingat waktu itu akan masuk hari Sabtu dimana hari tersebut adalah hari yang mulia bagi umat Yahudi

6. Izin yang cepat dan mudah yang diberikan oleh Pilatus untuk mengambil tubuh Yesus.

7. Dikabulkan oleh Allah swt atas permintaan doa keselamatan yang dipanjatkan oleh Yesus / Isa as.

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” (Injil – Lukas 22: 44).

“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Injil – Yakobus 5: 16).

“Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepadanya untuk memberi kekuatan kepadanya”. (Injil -Lukas 22: 43).

9. Yesus berjanji akan membuktikan suatu mukjizat seperti mukjizat Yunus

“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga anak manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Injil – Matius 12: 40).

Yunus di dalam perut ikan hidup, jika Yesus mati setelah disalib berarti Yesus tidak seperti Yunus, siapa yang dusta disini ?

Terang sekali dalam janji mukjizatnya Yesus berkata bahwa ia hidup seperti Yunus, ketika disalib Tentara Romawi mengira ia telah mati padahal yang sebenarnya terjadi adalah ia hanya pingsan saja.

“…Melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya” (Injil Yohanes 19: 33).
Allah swt dengan caraNya telah menipu tentara Romawi yang telah menyangka Yesus telah mati padahal sesungguhnya ia hanya pingsan saja.

Tentara Romawi tersebut tidak membuktikan penglihatannya dengan menyentuh urat nadi atau mengecheck denyut jantung Yesus. Mereka langsung saja tanpa memeriksanya terlebih dahulu mengatakan bahwa Yesus telah mati.

“Kamu akan melihat dan melihat, namun tidak merasa “- Matius 13: 14).

Inilah pertolongan Allah swt untuk menyelamatkan Yesus.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Jagona on Sat Aug 17, 2013 10:23 am

@yakobus wrote:oh my god,atas ntuh ngemeng apa cih?
hi hi hi ...... kopral, ike ngiming dari rifirinsi yang ike punya ............ okeyplung

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by yakobus on Sat Aug 17, 2013 10:23 am

Woi ada kristolog coro.Yakobus pernah nulis Injil?hahahahahaha
Cocokmology ala muslim.

yakobus
SERSAN SATU
SERSAN SATU

Male
Posts : 118
Kepercayaan : Katolik
Location : Samaria
Join date : 07.06.12
Reputation : 1

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Sat Aug 17, 2013 10:27 am

Faktanya bahwa Yesus / Isa tidak mati terbunuh atau mati tersebab disalib semakin terbukti, dalam Qur’an di katakan :

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi diserupakan bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS Ani-Nisa’ 4:157).

Sebagian umat islam ada yang memahami ayat tersebut diatas dengan memaknainya dengan pengertian bahwa ada seseorang yang diserupakan wajahnya dengan Nabi Isa as sehingga Tentara Romawi tidak menangkap Isa as melainkan Yudas Iskariot.

Akar masalah perbedaan tersebut adalah karena ayat Quran menyebut dengan kata : ”syubbiha lahum” oleh sebagian diartikan diserupakan wajahnya namun oleh sebagian yang lain diartikan diserupakan kejadian penyalibannya seakan – akan mati tersalib tetapi sesungguhnya tidak mati tersalib.

Dalam artikel sebelumnya dalam blog ini yang berjudul : Nabi Isa as tidak diangkat ke Langit dan turun ke Bumi, ada keterkaitan pemahaman (benang merah) jika kita memahaminya dengan pengertian yang kedua yakni Nabi Isa as tidak mati disalib apalagi di bunuh, berikut penjelasannya :

Berikut fakta – fakta pertolongan Allah saat Yesus disalibkan sehingga ia selamat dari kematian

1. Dalam persidangan yang extra cepat Pilatus menyimpulkan bahwa dia tidak bersalah.

2. Istri Pilatus bermimpi bahwa dia tidak bersalah dan berbahaya.

3. Orang yang ‘sama-sama disalib’ masih hidup.

4. Kakinya tidak patah; sementara dua orang lainnya patah.

5. Proses penyaliban yang sangat cepat, lebih cepat dari proses penyaliban pada umumnya karena Yahudi ingin cepat – cepat menurunkannya dari kayu salib, mengingat waktu itu akan masuk hari Sabtu dimana hari tersebut adalah hari yang mulia bagi umat Yahudi

6. Izin yang cepat dan mudah yang diberikan oleh Pilatus untuk mengambil tubuh Yesus.

7. Dikabulkan oleh Allah swt atas permintaan doa keselamatan yang dipanjatkan oleh Yesus / Isa as.

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” (Injil – Lukas 22: 44).

“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Injil – Yakobus 5: 16).

“Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepadanya untuk memberi kekuatan kepadanya”. (Injil -Lukas 22: 43).

9. Yesus berjanji akan membuktikan suatu mukjizat seperti mukjizat Yunus

“Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga anak manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Injil – Matius 12: 40).

Yunus di dalam perut ikan hidup, jika Yesus mati setelah disalib berarti Yesus tidak seperti Yunus, siapa yang dusta disini ?

Terang sekali dalam janji mukjizatnya Yesus berkata bahwa ia hidup seperti Yunus, ketika disalib Tentara Romawi mengira ia telah mati padahal yang sebenarnya terjadi adalah ia hanya pingsan saja.

“…Melihat bahwa ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakinya” (Injil Yohanes 19: 33).
Allah swt dengan caraNya telah menipu tentara Romawi yang telah menyangka Yesus telah mati padahal sesungguhnya ia hanya pingsan saja.

Tentara Romawi tersebut tidak membuktikan penglihatannya dengan menyentuh urat nadi atau mengecheck denyut jantung Yesus. Mereka langsung saja tanpa memeriksanya terlebih dahulu mengatakan bahwa Yesus telah mati.

“Kamu akan melihat dan melihat, namun tidak merasa “- Matius 13: 14).

Inilah pertolongan Allah swt untuk menyelamatkan Yesus.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Mutiara on Sat Aug 17, 2013 10:29 am

Kematian pada kayu salib baru bisa terjadi oleh dua hal :

Pertama, oleh infeksi. Dipakunya tangan dan kaki pada kayu salib membuka peluang masuknya kuman kedalam tubuh. Tanpa si perlindungan antibiotika, kuman tersebut akan berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh. Proses kematian karena infeksi seperti ini, biasanya berlangsung 2-3 hari

Kedua, Kematian disalib terjadi karena kelaparan dan dahaga. Dengan tidak masuknya bahan makanan yang diperlukan untuk kehidupan normal, maka hal tersebut akan mengganggu metabolisme dalam tubuh. Karena tidak adanya suplai makanan, tubuh memobilisasi bahan simpanan yang ada dalam tubuh. Bila simpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen yang ada habis, maka protein yang ada di otot digunakan sebagai pembentukan energi yaitu pembentukan ATP. ATP merupakan energi "siap pakai". Bila protein yang ada di otot berkurang sedemikian rupa, maka fungsi sel akan terganggu dan diakhiri dengan kematian. Proses ini biasanya berlangsung 6-7 hari.

Dengan tinjauan medis seperti itu terbukti bahwa waktu 1 hari (saat itu hari Jum'at) belum cukup untuk membuat Isa Al-Masih meninggal di kayu salib. Disisi lain, karena mengira Yesus sudah mati itulah seorang dari prajurit menikam lambungnya dengan tombak dan segera mengalir keluar darah dan air (Yoh 19:34)
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi Isa tidak mati disalib

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 17 1, 2, 3 ... 9 ... 17  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik