FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Muslim-Zone Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sun Aug 18, 2013 4:11 pm

Berikut pendapat Bucaelle seorang ahli yang benar-benar qualified.
Maurice Bucaille adalah seorang doktor berkebangsaan Perancis yang mendalami bahasa Arab agar benar-benar mampu memahami teks asli Al-Quran. Sejak diterbitkannya Bibel, Quran dan Sains Modern, pada tahun 1976 (best-seller di seluruh dunia Muslim), Doktor Bucaille memperoleh reputasi mengesankan sebagai pengulas Kitab-kitab Suci.

http://media.isnet.org/islam/Bucaille/BQS/QSejarah1.html

BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille

Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta


Terakhir diubah oleh Mutiara tanggal Thu Aug 22, 2013 8:06 am, total 3 kali diubah
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sun Aug 18, 2013 4:14 pm

Keaslian yang tak dapat disangsikan lagi telah memberi
kepada Qur-an suatu kedudukan istimewa di antara kitab-kitab
Suci, kedudukan itu khusus bagi Qur-an, dan tidak dibarengi
oleh Perjanjian lama dan Perjanjian Baru. Dalam dua bagian
pertama daripada buku ini kita telah menjelaskan
perubahan-perubahan yang terjadi dalam Perjanjian Lama dan
empat Injil, sebelum Bibel dapat kita baca dalam keadaannya
sekarang. Qur-an tidak begitu halnya, oleh karena Qur-an
telah ditetapkan pada zaman Nabi Muhammad, dan kita akan
lihat bagaimana caranya Qur-an itu ditetapkan

Perbedaan-perbedaan yang memisahkan wahyu terakhir daripada
kedua wahyu sebelumnya, pada pokoknya tidak terletak dalam
"waktu turunnya" seperti yang sering ditekankan oleh
beberapa pengarang yang tidak memperhatikan hal-hal yang
terjadi sebelum kitab suci Yahudi Kristen dibukukan, dan
hal-hal yang terjadi sebelum pembukuan Qur-an, mereka juga
tidak memperhatikan bagaimana Qur-an itu diwahyukan kepada
Nabi Muhammad.

Orang mengatakan bahwa teks yang ada pada abad VII Masehi
mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk dapat sampai
kepada kita tanpa perubahan daripada teks yang jauh lebih
tua daripada Qur-an dengan perbedaan 15 abad. Kata-kata
tersebut adalah tepat, akan tetapi tidak memberi keterangan
yang cukup. Tetapi di samping itu, keterangan tersebut
diberikan untuk memberi alasan kepada perubahan-perubahan
teks kitab suci Yahudi Kristen yang terjadi selama
berabad-abad, dan bukan untuk menekankan bahwa teks Qur-an
itu karena lebih baru daripada teks kitab suci Yahudi
Kristen, lebih sedikit mengandung kemungkinan untuk dirubah
oleh manusia.

Bagi Perjanjian Lama, yang menjadi sebab kekeliruan dan
kontradiksi yang terdapat di dalamnya adalah: banyaknya
pengarang sesuatu riwayat, dan seringnya teks-teks tersebut
ditinjau kembali dalam periode-periode sebelum lahirnya Nabi
Isa; mengenai empat Injil yang tidak ada orang dapat
mengatakan bahwa kitab-kitab itu mengandung kata-kata Yesus
secara setia dan jujur atau mengandung riwayat tentang
perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan realitas yang
sungguh-sungguh terjadi, kita sudah melihat bahwa
redaksi-redaksi yang bertubi-tubi menyebabkan bahwa
teks-teks tersebut kehilangan autentisitas. Selain daripada
itu para penulis Injil tidak merupakan saksi mata terhadap
kehidupan Yesus.

Selain daripada itu kita harus membedakan antara Qur-an,
Wahyu tertulis, daripada Hadits jami' kumpulan riwayat,
tentang perbuatan dan kata-kata Nabi Muhammad. Beberapa
sahabat Nabi telah mulai mengumpulkannya segera setelah Nabi
Muhammad wafat.5 Dalam hal ini, dapat saja terjadi
kesalahan-kesalahan yang bersifat kemanusiaan karena para
penghimpun Hadits adalah manusia-manusia biasa; akan tetapi
kumpulan-kumpulan mereka itu kemudian disoroti dengan tajam
oleh kritik yang sangat serius, sehingga dalam prakteknya,
orang lebih percaya kepada dokumen yang dikumpulkan orang,
lama setelah Nabi Muhammad wafat.

Sebagaimana halnya dengan teks-teks Injil, Hadits mempunyai
autentisitas yang berlainan, dari satu pengumpul kepada
pengumpul yang lain. Sebagaimana hal Injil, tak ada sesuatu
Injil yang ditulis pada waktu Yesus masih hidup (karena
semuanya ditulis lama sesudah Nabi Isa meninggal) maka
kumpulan Hadits juga dibukukan setelah (Nabi Muhammad
meninggal).

Bagi Qur-an, keadaannya berlainan. Teks Qur-an atau Wahyu
itu dihafalkan oleh Nabi dan para sahabatnya, langsung
setelah wahyu diterima, dan ditulis oleh beberapa
sahabat-sahabatnya yang ditentukannya. Jadi, dari permulaan,
Qur-an mempunyai dua unsur autentisitas tersebut, yang tidak
dimiliki Injil. Hal ini berlangsung sampai wafatnya Nabi
Muhammad. Penghafalan Qur-an pada zaman manusia sedikit
sekali yang dapat menulis, memberikan kelebihan jaminan yang
sangat besar pada waktu pembukuan Qur-an secara definitif,
dan disertai beberapa regu untuk mengawasi pembukuan
tersebut.

Wahyu Qur-an telah disampaikan kepada Nabi Muhammad oleh
malaikat Jibril, sedikit demi sedikit selama lebih dari 20
tahun. Wahyu yang pertama adalah yang sekarang merupakan
ayat-ayat pertama daripada surat nomor 96. Kemudian Wahyu
itu berhenti selama 3 tahun, dan mulai lagi berdatangan
selama 20 tahun sampai wafatnya Nabi Muhammad pada tahun 632
M.; dapat dikatakan bahwa turunnya Wahyu berlangsung 10
tahun sebelum Hijrah (622) dan 10 tahun lagi sesudah Hijrah.

Wahyu yang pertama diterima Nabi Muhammad adalah sebagai
berikut (Surat 96 ayat 1-5):6

"Bacalah dengan {menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah,
dan Tuhanmulah yang paling pemurah. Yang mengajar (manusia)
dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa
yang tidak diketahuinya."

Professor Hamidullah mengatakan dalam Pengantar yang dimuat
dalam terjemahan Qur-an bahwa isi dari wahyu pertama adalah
"penghargaan terhadap kalam sebagai alat untuk pengetahuan
manusia" dan dengan begitu maka menjadi jelas bagi kita
"perhatian Nabi Muhammad untuk menjaga kelangsungan Qur-an
dengan tulisan."

Beberapa teks menunjukkan secara formal bahwa lama sebelum
Nabi Muhammad meninggalkan Mekah untuk hijrah ke Madinah,
ayat-ayat Quran yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad
sudah dituliskan. Kita nanti akan mengetahui bahwa Qur-an
membuktikan hal tersebut.

Kita mengetahui bahwa Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya
biasa menghafal teks-teks yang telah diwahyukan. Adalah
tidak masuk akal jika Qur-an menyebutkan hal-hal yang tidak
sesuai dengan realitas, karena hal-hal itu mudah dikontrol
disekeliling Muhammad yakni oleh sahabat-sahabat yang
mencatat Wahyu tersebut.

Empat Surat Makiyah (diturunkan sebelum Hijrah) memberi
gambaran tentang redaksi Qur-an sebelum Nabi Muhammad
meninggalkan Mekah pada tahun 622 M.

Surat 80 ayat 11-1 6:

"Sekali-kali jangan (demikian), sesungguhnya ajaran-ajaran
Tuhan itu adalah peringatan, maka barang siapa yang
menghendaki, tentulah ia memperhatikan. Di dalam kõtab-kitab
yang dimuliakan, yang ditinggikan, lagi disucikan. Di tangan
para penulis, yang mulia lagi berbakti."

Yusuf Ali, dalam Terjemah Qur-an yang ditulisnya pada tahun
1936 mengatakan bahwa pada waktu Surat tersebut diwahyukan
sudah ada 42 atau 45 Surat yang beredar di antara kaum
muslimin di Mekah (Jumlah Surat-surat dalam Qur-an adalah
114 Surat).

"Bahkan yang didustakan mereka itu ialah al Qur-an yang
mulia yang tersimpan dalam Lauhul Mahfudz."

"Sesungguhnya Al Qur-an ini adalah bacaan yang sangat mulia
(yang terdapat) pada kitab yang terpelihara (Lauhul
Makfudz). Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang
disucikan. Diturunkan dari Tuhan semesta alam."

"Dan mereka berkata (lagi). Dongengan-dongengan orang-orang
dahulu dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah
dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang."

Ayat tersebut menyinggung dakwaan para lawan Nabi Muhammad yang menuduh bahwa Muhammad adalah Nabi palsu, mereka menggambarkan bahwa ada orang yang mendiktekan sejarah kuno kepada Nabi Muhammad dan Muhammad menyuruh
sahabat-sahabatnya untuk menulisnya.

Ayat tersebut menyebutkan: "Pencatatan dengan tulisan" yang didakwakan kepada Muhammad oleh lawan-lawannya.

avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sun Aug 18, 2013 4:15 pm

Suatu Surat yang diturunkan sesudah Hijrah, menyebutkan
tentang lembaran-lembaran yang di dalamnya tertulis
perintah-perintah suci.

Surat 98 ayat 2 dan 3:

"Seorang Rasul dari Allah (yaitu Nabi Mahammad) yang
membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur-an). Di
dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus."

Dengan begitu maka Qur-an sendiri memberitahukan bahwa
penulisan Quran telah dilakukan semenjak Nabi Muhammad masih
hidup. Kita mengetahui bahwa Nabi Muhammad mempunyai juru
tulis-juru tulis banyak, di antaranya yang termashur adalah
Zaid bin Tsabit.

Dalam pengantar dalam Terjemahan Qur-annya (197) Prof.
Hamidullah melukiskan kondisi waktu teks Qur-an ditulis
sampai Nabi Muhammad wafat.

Sumber-sumber sepakat untuk mengatakan bahwa tiap kali suatu
fragmen daripada Qur-an diwahyukan, Nabi memanggil seorang
daripada para sahabat-sahabatnya yang terpelajar dan
mendiktekan kepadanya, serta menunjukkan secara pasti tempat
fragmen baru tersebut dalam keseluruhan Qur-an.
Riwayat-riwayat menjelaskan bahwa setelah mendiktekan ayat
tersebut, Muhammad minta kepada juru tulisnya untuk membaca
apa yang sudah ditulisnya, yaitu untuk mengadakan pembetulan
jika terjadi kesalahan. Suatu riwayat yang masyhur
mengatakan bahwa tiap tahun pada bulan Ramadlan, Nabi
Muhammad membaca ayat-ayat Qur-an yang sudah diterimanya di
hadapan Jibril. Pada bulan Ramadlan yang terakhir sebelum
Nabi Muhammad meninggal, malaikat Jibril mendengarkannya
membaca (mengulangi hafalan) Qur-an dua kali. Kita
mengetahui bahwa semenjak zaman Nabi Muhammad, kaum
muslimin membiasakan diri untuk berjaga pada bulan Ramadlan
dan melakukan ibadat-ibadat tambahan dengan membaca seluruh
Qur-an. Beberapa sumber menambahkan bahwa pada pembacaan
Qur-an yang terakhir di hadapan Jibril, juru tulis Nabi
Muhammad yang bernama Zaid hadir. Sumber-sumber lain
mengatakan bahwa di samping Zaid juga ada beberapa orang
lain yang hadir.

Untuk pencatatan pertama, orang memakai bermacam-macarn
bahan seperti kulit, kayu, tulang unta, batu empuk untuk
ditatah dan lain-lainnya.

Tetapi pada waktu yang sama Muhammad menganjurkan supaya
kaum muslimin menghafalkan Qur-an, yaitu bagian-bagian yang
dibaca dalam sembahyang. Dengan begitu maka muncullah
sekelompok orang yang dinamakan hafidzun (penghafal Qur-an)
yang hafal seluruh Qur-an dan mengajarkannya kepada
orang-orang lain. Metoda ganda untuk memelihara teks Qur-an
yakni dengan mencatat dan menghafal ternyata sangat
berharga.

Tidak lama setelah Nabi Muhammad wafat (tahun 632 M.),
penggantinya (sebagai Kepala Negara), yaitu Abu Bakar,
Khalifah yang pertama, minta kepada juru tulis Nabi, Zaid
bin Tsabit untuk menulis sebuah Naskah; hal ini ia
laksanakan.

Atas initiatif Umar (yang kemudian menjadi Khalifah kedua),
Zaid memeriksa dokumentasi yang ia dapat mengumpulkannya di
Madinah; kesaksian daripada penghafal Qur-an, copy Qur-an
yang dibikin atas bermacam-macam bahan dan yang dimiliki
oleh pribadi-pribadi, semua itu untuk menghindari kesalahan
transkripsi (penyalinan tulisan) sedapat mungkin. Dengan
cara ini, berhasillah tertulis suatu naskah Qur-an yang
sangat dapat dipercayai.

Sumber-sumber mengatakan bahwa kemudian Umar bin Khathab
yang menggantikan Abu Bakar pada tahun 634 M, menyuruh bikin
satu naskah (mushaf) yang ia simpan, dan ia pesankan bahwa
setelah ia mati, naskah tersebut diberikan kepada anaknya
perempuan, Hafsah janda Nabi Muhammad

Khalifah ketiga, Uthman bin Affan yang menjabat dari tahun
644 sampai 655, membentuk suatu panitya yang terdiri
daripada para ahli dan memerintahkan untuk melakukan
pembukuan besar yang kemudian membawa nama Khalifah
tersebut. Panitya tersebut memeriksa dokumen yang dibuat
oleh Abubakar dan yang dibuat oleh Umar dan kemudian
disimpan oleh Hafsah, panitya berkonsultasi dengan
orang-orang yang hafal Qur-an. Kritik tentang autentisitas
teks dilakukan secara ketat sekali. Persetujuan saksi-saksi
diperlukan untuk menetapkan suatu ayat kecil yang mungkin
mempunyai arti lebih dari satu; kita mengetahui bahwa
beberapa ayat Qur-an dapat menerangkan ayat-ayat yang lain
dalam soal ibadat. Hal ini adalah wajar jika kita mengingat
bahwa kerasulan Muhammad adalah sepanjang dua puluh tahun.7

Dengan cara tersebut di atas, diperolehlah suatu teks di
mana urutan Surat-surat mencerminkan urutan yang dilakukan
oleh Nabi Muhammad ketika membaca Qur-a:n di bulan Ramadlan
di muka malaikat Jibril seperti yang telah diterangkan di
atas.

Kita dapat bertanya-tanya tentang motif yang mendorong 3
Khalifah pertama, khususnya Uthman untuk mengadakan koleksi
dan pembukuan teks. Motif tersebut adalah sederhana;
tersiarnya Islam adalah sangat cepat pada beberapa dasawarsa
yang pertama setelah wafatnya Nabi Muhammad. Tersiarnya
Islam tersebut terjadi di daerah-daerah yang penduduknya
tidak berbahasa Arab. Oleh karena itu perlu adanya
tindakan-tindakan pengamanan untuk memelihara tersiarnya
teks Qur-an dalam kemurnian aslinya. Pembukuan Uthman adalah
untuk memenuhi hasrat ini.

Uthman mengirimkan naskah-naskah teks pembukuannya ke
pusat-pusat Emperium Islam, dan oleh karena itu maka menurut
Professor Hamidullah , pada waktu ini terdapat naskah Qur-an
(mushaf) Uthman di Tasykent8 dan Istambul. Jika kita sadar
akan kesalahan penyalinan tulisan yang mungkin terjadi,
manuskrip yang paling kuno yang kita miliki dan yang
ditemukan di negara-negara Islam adalah identik. Begitu juga
naskah-naskah yang ada di Eropa. (Di Bibliotheque National
di Paris terdapat fragmen-fragmen yang menurut para ahli,
berasal dan abad VIII dan IX Masehi, artinya berasal dari
abad II dan III Hijrah). Teks-teks kuno yang sudah ditemukan
semuanya sama, dengan catatan ada perbedaan-perbedaan yang
sangat kecil yang tidak merubah arti teks, jika konteks
ayat-ayat memungkinkan cara membaca yang lebih dari satu
karena tulisan kuno lebih sederhana daripada tulisan
sekarang.

Surat-surat Qur-an yang berjumlah 114, diklasifikasi menurut
panjang pendeknya, dengan beberapa kekecualian. Oleh karena
itu urutan waktu (kronologi) wahyu tidak dipersoalkan;
tetapi orang dapat mengerti hal tersebut dalam kebanyakan
persoalan. Banyak riwayat-riwayat yang disebutkan dalam
beberapa tempat dalam teks, dan hal ini memberi kesan
seakan-akan ada ulangan. Sering sekali suatu paragraf
menambahkan perincian kepada suatu riwayat yang dimuat di
lain tempat secara kurang terperinci. Dan semua yang mungkin
ada hubungannya dengan Sains modern, seperti kebanyakan
hal-hal yang dibicarakan oleh Qur-an, dibagi-bagi dalam
Qur-an dengan tidak ada suatu tanda adanya klasifikasi.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sun Aug 18, 2013 4:27 pm

Berikut ini adalah pendapat-pendapat dari Ilmuan dunia yang Gelar mereka Prof. Dr dsb. Dan mereka merupakan imuan yang diakui dunia dibidangnya, dan keluaraan universitas ternama didunia, dan mereka juga peneliti dan penemu yang membenarkan Alqur’an.

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ
(Qs Al-Ankabut 29:49)
“Sebenarnya, Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat-Kami yang nyata, di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat-Kami, kecuali orang-orang yang ZALIM.”

Inilah pendapat” para tokoh Intelektual tersebut.

1. Harry Gaylord Dorman dalam buku “Towards Understanding lslam”, New York, 1948, p.3, berkata: “Kitab Qur’an ini adalah benar-benar sabda Tuhan yang didiktekan oleh Jibril, sempurna setiap hurufnya, dan merupakan suatu mukjizat yang tetap aktual hingga kini, untuk membuktikan kebenarannya dan kebenaran Muhammad.”

2. Prof. H. A. R. Gibb dalam buku “Mohammadanism”, London, 1953, p. 33, berkata sebagai berikut: “Nah, jika memang Qur’an itu hasil karyanya sendiri, maka orang lain dapat menandinginya. Cobalah mereka mengarang sebuah ungkapan seperti itu. Kalau sampai mereka tidak sanggup dan boleh dikatakan mereka pasti tidak mampu, maka sewajarnyalah mereka menerima Qur’an sebagai bukti yang kuat tentang mukjizat.”
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sun Aug 18, 2013 4:29 pm


avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sun Aug 18, 2013 4:37 pm

3. Sir William Muir dalam buku “The Life of Mohamet”, London, 1907; p. VII berkata sebagai berikut: “Qur’an adalah karya dasar Agama Islam. Kekuasaannya mutlak dalam segala hal, etika dan ilmu pengetahuan…”

4. DR. John William Draper dalam buku “A History of the intelectual Development in Europe”, London, 1875, jilid 1 , p. 343-344, berkata: “Qur’an mengandung sugesti-sugesti dan proses moral yang cemerlang yang sangat berlimpah-limpah; susunannya demikian fragmenter, sehingga kita tidak dapat membuka satu lembaran tanpa menemukan ungkapan-ungkapan yang harus diterima olehsekalian orang. Susunan fragmenter ini, mengemukakan teks-teks, moto dan peraturan- peraturan yang sempurna sendirinya, sesuai bagi setiap orang untuk setiap peristiwa dalam hidup.”

5. DR. J. Shiddily dalam buku “The Lord Jesus in the Qur’an”, p. 111 , berkata: “Qur’an adalah Bible kaum Muslimin dan lebih dimuliakan dari kitab suci yang manapun, lebih dari kitab Perjanjian Lama dan kitab perjanjian Baru.”

6. Laura Vaccia Vaglieri dalam buku “Apologie de I’Islamism, p. 57 berkata: “Dalam keseluruhannya kita dapati dalam kitab ini, suatu koleksi tentang kebijaksanaan yang dapat diperoleh oleh orang-orang yang PALING CERDAS,
filosof-filosof yang terbesar dan ahli-ahli politik yang paling cakap… Tetapi ada bukti lain tentang sifat Ilahi dalam Qur’an, adalah suatu kenyataan bahwa Qur’an itu tetap utuh melintasi masa-masa sejak turunnya wahyu itu hingga pada masa kini…Kitab ini dibaca berulang-ulang oleh orang yang beriman dengan tiada jemu-jemunya. Keistimewaannya pula, Qur’an senantiasa dipelajari/dibaca oleh anak-anak sejak sekolah tingkat dasar hingga tingkat Profesor. “

“Sebaliknya malah karena diulang- ulang ia makin dicintai sehari demi sehari. Qur’an membangkitkan timbulnya perasaan penghormatan dan respek yang mendalam, pada diri orang yang membaca dan mendengarkannya…. Oleh karena itu bukan dengan jalan paksaan atau dengan senjata, tidak pula dengan tekanan mubaligh-mubaligh yang menyebabkan penyiaran Isiam besar dan cepat, tetapi oleh kenyataan bahwa kitab ini, yang diperkenalkan kaum Muslimin kepada orang-orang yang ditaklukkan dengan kebebasan untuk menerima atau menolaknya adalah kitab Tuhan. Kata yang benar, mukjizat terbesar yang dapat diperlihatkan Muhammad kepada orang yang ragu dan kepada orang yang tetap berkeras kepala.”

7. Prof. A. J. Amberry, dalam buku “De Kracht van den Islam”, hlm. 38, berkata: “Qur’an ditulis dengan gaya tak menentu dan tidak teratur, yang menunjukkan bahwa penulisnya di atas segala hukum-hukum pengarang manusia.”

8. G. Margoliouth dalam buku “Introduction to the Quran” (kata pendahuluan untuk buku J. M. H. Rodwell), London, 1918, berkata: “Diakui bahwa Qur’an itu mempunyai kedudukan yang penting diantara kitab-kitab Agama di dunia. Walau kitab ini merupakan yang terakhir dari kitab-kitab yang termasuk dalam kesusasteraan ini, ia tidak kalah dari yang mana pun dalam effeknya yang mengagumkan, yang telah ditimbulkannya terhadap sejumlah besar manusia yang telah menciptakan suatu phase kemajuan manusia dan satu tipe karakter yang segar.”

9. George Sale dalam buku “Joseph Charles Mardrus-Premilinary Discourse”, berkata: “Di seluruh dunia diakui bahwa Qur’an tertulis dalam bahasa Arab dengan gaya yang paling tinggi, paling murni….diakui sebagai standard bahasa Arab… dan tak dapat ditiru oleh pena manusia… Oleh karena itu diakui sebagai mukjizat yang besar, lebih besar daripada membangkitkan orang mati, dan itu saja sudah cukup untuk meyakinkan dunia bahwa kitab itu berasal dari Tuhan.”
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sun Aug 18, 2013 6:22 pm

Napoleon Bonaparte.
a. Dari “Stanislas Cuyard-Ency des Sciences Religioses”, Paris, 1880, jilid IX, p. 501 berkata sebagai berikut: ” Selama abad-abad pertengahan, sejarah Islam peradaban sepenuhnya.

BERKAT KEULETAN KAUM MUSLIMINLAH MAKA ILMU PENGETAHUAN dan falsafah Yunani TERTOLONG dari KEBINASAAN, dan kemudian datang membangunkan dunia Barat serta membangkitkan gerakan intelektual sampai pada pembaruan Bacon. Dalam abad ke-7 dunia lama itu sedang dalam sakaratulmaut.Muhammad memberi kepada mereka sebuah Qur’an yang rnerupakan titik tolak ke arah dunia baru.”

b. Dari buku “Bonaparte et I’Islam oleh Cherlifs, Paris, p. 105, berkata sebagai berikut: “I hope the time is not far off when I shall be able to unite all the wise and educated men of all the countries and establish a uniform regime based on the prinsiples of the Qur’an wich alone can lead men to happiness.

Artinya:
Saya meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan semua manusia yang BERAKAL dan BERPENDIDIKAN TINGGI untuk memajukan satu kesatuan kekuasaan yang berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam, karena hanyalah Qur’an itu satu-satunya kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada kebahagiaan.*
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sun Aug 18, 2013 9:08 pm

Prof. Yoshihide Kozai Guru Besar Universitas Tokyo dan Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo, Jepang, Sulit membayangkan bahwa tipe pengetahuan ini telah ada pada 1400 tahun yang lalu. Mungkin ada beberapa hal yang mereka memiliki ide sederhana tetapi untuk menggambarkan hal ini secara detail sangat susah. Sehingga, hal ini tidak didefinisikan ilmu pengetahuan manusia secara sederhana.

Beberapa di antara mereka mengatakan bahwa pengetahuan bisa berasal dari luar alam semesta ini. “ Saya sangat terkesan dengan menemukan fakta-fakta kebenaran astronomi dalam Quran, dan bagi kami para astronom modern telah mempelajari potongan-potongan yang sangat kecil dari alam semesta, Kami telah memusatkan upaya kami untuk memahami bagian terkeci itu. Karena dengan menggunakan teleskop, kita dapat melihat bagian yang paling kecil dari langit tanpa berpikir tentang alam semesta. Dan alqur’an menjawab semua pertanyaan dan apa yang dikatakan alqur’an tentang astronomomi benar tidak ada kesalahan sedikitpun, dan alqur’an ini merupakan jalan dan patner buat saya untuk investigasi alam semesta. ”
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sun Aug 18, 2013 9:31 pm

Prof.Dr. Joe Leigh Simpson Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Prof. Molecular dan Genetika Manusia, Baylor College Medicine, Houston, Amerika Serikat and Professor of Molecular and Human Genetics at the Baylor College of Medicine, Houston, Texas, USA. Formerly, he was Professor of Ob-Gyn and the Chairman of the Department of Ob-Gyn at the University of Tennessee, Memphis, Tennessee, USA. He was also the President of the American Fertility Society. He has received many awards, including the Association of Professors of Obstetrics and Gynecology Public Recognition Award in 1992.

Professor Simpson studied the following two sayings of the Prophet Muhammad: these Hadiths (sayings of Muhammad) could not have been obtained on the basis of the scientific knowledge that was available at the time of the ‘writer’… It follows that not only is there no conflict between genetics and religion (Islam) but in fact religion (Islam) may guide science by adding revelation to some of the traditional scientific approaches… There exist statements in the Qur’an shown centuries later to be valid which support knowledge in the Qur’an having been derived from God 8. Prof. Dr. Alfred Kroner Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences, Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz, Jerman.

Dia mengatakan: “Thinking where Muhammad came from…Dan saya pikir sungguh tidak mungkin bahwa muhammad bisa mengetahui banyak hal tentang asal mula alam semesta, karena para ilmuwan hanya menemukan ini beberapa tahun terakhir dengan metode teknologi yang sangat canggih, untuk mengungkap fakta ilmiyah, Jika Anda menggabungkan semua ini dan Anda menggabungkan semua laporan yang dibuat dalam Al Qur’an dalam hal yang berhubungan dengan bumi dan pembentukan bumi dan ilmu pengetahuan pada umumnya, pada dasarnya anda bisa mengatakan bahwa pernyataan yang dibuat ada banyak cara benar, sekarang dapat dikonfirmasikan dengan metode ilmiah, dan dengan cara, kita bisa mengatakan bahwa Qur’an adalah buku teks ilmu pengetahuan sederhana untuk orang sederhana.

Dan pernyataan alqur’an pada waktu alqur’an dituruan tidak dapat dibuktikan, tetapi metode ilmiah modern sekarang ini dapat membuktikan apa yang dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Mon Aug 19, 2013 5:44 am

Alllahuakbar..

Prof. Palmer: Ahli Geologi ternama Amerika Serikat. “llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam Al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Mon Aug 19, 2013 11:41 am

Prof: Dr Maurice Bucaille: Ia adalah penulis best-seller,”The Bible, The Qur’an and Science” (1976). His classical studies of the scriptural languages, including Arabic, in association with his knowledge of hieroglyphics, have allowed him to hold a multidisciplinary inquiry, in which his personal contribution as a medical doctor has produced conclusive arguments. His work, “Mummies of the Pharaohs – Modern Medical Investigations” (St. Martins Press, 1990), won a History Prize from the Académie Française and another prize from the French National Academy of Medicine. His other works include: “What is the Origin of Man” (Seghers, 1988), “Moses and Pharaoh, the Hebrews in Egypt”, (NTT Mediascope Inc, 1994); and “Réflexions sur le Coran” (Mohamed Talbi & Maurice Bucaille, Seghers, 1989 After a study which lasted ten years, Dr. Maurice Bucaille addressed the French Academy of Medicine in 1976 concerning the existence in the Qur’an of certain statements concerning physiology and reproduction.

His reason for doing that was that : our knowledge of these disciplines is such, that it is impossible to explain how a text produced at the time of the Qur’an could have contained ideas that have only been discovered in modern times.” “The above observation makes the hypothesis advanced by those who see Muhammad as the author of the Qur’an untenable.

How could a man, from being illiterate, become the most important author, in terms of literary merits, in the whole of Arabic literature? How could he then pronounce truths of a scientific nature that no other human-being could possibly have developed at that time, and all this without once making the slightest error in his pronouncement on the subject?”
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Tue Aug 20, 2013 2:41 am

DR. J. Shiddily dalam buku “The Lord Jesus in the Qur’an”, p. 111 , berkata: “Qur’an adalah Bible kaum Muslimin dan lebih dimuliakan dari kitab suci yang manapun, lebih dari kitab Perjanjian Lama dan kitab perjanjian Baru.”
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Tue Aug 20, 2013 10:26 pm

Bagi manusia yang berpikir pasti tahu kehebatan Quran dan mengakui keaslian Quran sebagai firman tuhan, buakn buatan manusia, bukan buatan seorang nabi sekalipun.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Thu Aug 22, 2013 9:00 pm

mula-mula kagum, lalu dapat hidayah dan lantas menjadi mualaf
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Fri Aug 23, 2013 12:31 am

Keith Moore yang merupakan profesor dan ketua departemen anatomi di Universitas Toronto, Kanada. Dia ahli yang terkenal dalam bidang perkembangan janin dan embrio. Bukunya yang berjudul The Developing Human selama bertahun-tahun menjadi buku teks standar dalam banyak perguruan tinggi di seluruh dunia. Buku-bukunya diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Dia mempelajari ayat-ayat Al-Qur'an dan hadist Nabi Muhammad tentang perkembangan embrio manusia, dan menurutnya:

"Sampai abad ke-19 tidak ada yang tahu tahapan perkembangan manusia . Sebuah sistem tahap perkembangan embrio manusia baru dikembangkan di sekitar akhir abad ke-19 berdasarkan simbol alfabet. Dan selama abad ke-20, simbol angka digunakan untuk menggambarkan 23 tahap perkembangan embrio. Sistem penomoran tahap ini tidak mudah dipahami, dan sistem yang lebih baik seharusnya didasarkan pada perubahan morfologi. Dalam beberapa tahun terakhir, studi Al-Qur'an mengungkapkan dasar lain untuk klasifikasi tahap embrio yang berkembang, yang didasarkan pada perubahan bentuk yang mudah dipahami. Tahap ini menggunakan istilah yang digunakan Tuhan dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad oleh malaikat Jibril serta dicatat dalam Al-Qur'an. Jelas bagi saya bahwa pasti ayat-ayat ini sampai kepada Muhammad dari Tuhan, karena hampir semua pengetahuan ini belum pernah ditemukan sampai beberapa abad kemudian. Semua ini membuktikan bahwa Muhammad pasti Rasul Tuhan."
(Keith Moore, The Developing Human)

Dia adalah salah satu ahli terbaik yang memeriksa ayat-ayat Al-Qur'an dan hadist. Dan dia mengatakan bahwa mustahil informasi itu diketahui oleh orang-orang yang hidup pada masa 1.400 tahun yang lalu, dan dia juga menunjukkan bahwa embriologi modern harus mengikuti sistem tahapan yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Dengan kata lain, Al-Qur'an telah menggambarkan perkembangan embrio manusia dengan begitu jelas sehingga harus menjadi standar buku teks ilmiah.

Jadi ini pernyataan yang sangat luar biasa. Keith Moore sendiri pada akhirnya menjadi seorang muslim.

Selanjutnya kita ingin membahas tentang siklus air. Proses siklus air terjadi ketika matahari memanaskan laut sehingga airnya menguap dan terbentuklah awan. Kemudian angin membawa awan tersebut sampai pada akhirnya turunlah hujan. Mungkin kita sudah tahu bagaimana proses siklus air dan pembentukan cadangan air di bawah tanah. Tapi orang-orang zaman dahulu, misalnya pada zaman Yunani kuno, mereka tidak bisa menjelaskannya meskipun mereka ahli dalam bidang filsafat dan ilmu pengetahuan. Mereka berteori bahwa mata air bawah tanah adalah kumpulan air yang datang dari laut dan terkumpul di gua-gua. Dan kemudian air yang datang dari laut dan terkumpul di gua-gua itu meresap ke dalam tempat cadangan bawah tanah melalui jurang di dalam laut.

Bahkan baru pada abad ke-18 orang-orang mengetahui siklus air. Namun pada masa 1.400 tahun yang lalu, Al-Qur'an telah menjelaskannya pada surat Az-Zumar di ayat 21:

" Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal."
(Q.S. Az-Zumar:21)

Ada satu fakta menarik yang disebutkan dalam surat An-Nuur Al-Qur'an ayat 40. Dan ayat itu membahas tentang orang-orang kafir. Al-Qur'an menggambarkan keadaan orang kafir sebagai berikut:

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (Q.S. An-Nuur:40)

Di sini Allah berfirman bahwa orang-orang kafir yang tidak beriman kepada-Nya, adalah orang yang berada dalam kegelapan. Hidup mereka begitu membingungkan sampai-sampai mereka hampir tidak bisa melihat.

Tampaknya ayat ini terkesan sangat puitis dan kuat. Namun jika kita menelitinya dengan cermat, ada fakta ilmiah di dalam ayat ini.

Pertama-tama, Al-Qur'an menjelaskan tentang lautan yang dalam dan ombak di atas ombak. Tentu kita tahu tentang ombak yang ada di permukaan laut. Tapi apa artinya “ombak di atas ombak"? Apakah ada ombak lain di dalam laut? Nah, kita akan mencari tahu.

Di kedalaman laut sebenarnya ada ombak juga dan hal ini baru ditemukan para ilmuwan zaman modern. Ini disebut dengan gelombang internal. Gelombang internal disebabkan karena air di kedalaman memiliki tekanan yang lebih tinggi daripada air di atasnya. Jadi tepat seperti penjelasan Al-Qur'an yaitu "ombak di atas ombak."

Al-Qur'an juga menjelaskan tentang orang-orang yang kehilangan cahaya sehingga mereka tidak dapat melihat. Sinar cahaya terdiri dari tujuh warna: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Ketika cahaya menembus kedalaman air, maka ini dikenal dengan istilah "refraksi." Misalnya, di kedalaman 10-15 meter, air menyerap warna merah, dan saat anda menyelam lebih dalam lagi, setiap spektrum warna diserap oleh air, sehingga pada kedalaman sekitar 1.000 meter maka keadaan sudah gelap total.

Ingat apa yang Al-Qur'an firmankan: "apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya." Kegelapan ini berada di bawah gelombang internal dalam laut. Bahkan ada ikan tertentu di kedalaman tersebut yang dapat menghasilkan cahaya sendiri sehingga ikan-ikan itu bisa melihat. Ini benar-benar menakjubkan karena baru pada masa modern sekarang, orang-orang bisa menjelajahi kedalaman laut di bawah 1.000 meter. Hanya dengan mesin modern yang sangat canggih, kapal selam, dan pakaian menyelam, maka seseorang dapat turun ke kedalaman itu.

Namun Al-Qur'an 1.400 tahun yang lalu sudah menggambarkan gelombang internal lautan dan kegelapan yang ada di kedalaman lautan. Bagaimana mungkin Nabi Muhammad yang tinggal di padang pasir mengetahui informasi yang rinci tentang ilmu pengetahuan dan oseanografi?

Professor Rao yang ahli dalam biologi kelautan di Universitas King Abdul Aziz di Jeddah mengatakan:

"1.400 tahun yang lalu seorang manusia normal tidak bisa menjelaskan fenomena ini secara rinci sehingga informasi ini pasti datang dari Sesuatu yang supernatural (ghaib)."
(Professor Rao, Ahli Biologi Kelautan)

Selanjutnya saya akan membahas ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang alam semesta.

Sampai tahun 1960-an ada kontroversi besar di antara para ilmuwan mengenai keadaan alam semesta. Beberapa ilmuwan mulai mengembangkan teori bahwa alam semesta sebenarnya terus meluas. Dari teori ini, muncullah teori Big Bang. Teori Big Bang mengatakan bahwa alam semesta berawal dari singularitas. Pada awalnya, alam semesta itu sangat kecil, dari materi yang sangat padat dan bertekanan tinggi. Kemudian materi yang sangat padat dan bertekanan tinggi ini meledak dan terciptalah alam semesta.

Ada juga teori keadaan statis. Teori ini sangat disukai para ateis. Teori ini mengatakan bahwa alam semesta tetap seperti ini di masa lalu dan keadaan alam semesta takkan pernah berubah sampai kapanpun. Teori ini diyakini oleh para ilmuwan masa lalu dan juga oleh Albert Einstein. Karena Albert Einstein adalah ilmuwan terkenal, maka orang-orang juga percaya pada teori keadaan statis.

Teori keadaan statis ditentang oleh teori Big Bang yang didukung oleh Fred Hoyle dan Lemaitre. Dan pada zaman modern, bukti-bukti telah terungkap yang menunjukkan bahwa variasi dalam spektrum cahaya yang dipancarkan dari galaksi dan bintang, yang disebut "Red Shift" menunjukkan bahwa alam semesta memang semakin meluas. Dan fakta ilmiah ini telah disepakati oleh hampir semua ilmuwan. Bukti-buktinya sangat jelas dan kuat.

Sekarang kita cocokkan dengan apa yang Al-Qur'an firmankan dalam surat Adz:Dzaariyaat ayat 47:

"Dan langit itu, Kami membuatnya dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami yang memperluasnya." (Adz-Dzaariyaat:47)

Ini luar biasa karena pada masa 1.400 tahun yang lalu, Al-Qur'an sudah menyebutkan bagaimana alam semesta berkembang.

Bukti selanjutnya adalah penemuan “radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik” pada tahun 1964. Dan ini telah diprediksi dalam teori Big Bang sebagai hasil dari plasma panas-terionisasi pada masa awal pembentukan alam semesta, yaitu ketika pertama kali plasma panas-terionisasi tersebut menjadi dingin sehingga cukup untuk membentuk hidrogen netral dan menyebabkan ruang angkasa menjadi transparan dan ringan. Dan penemuan ini membuat kalangan fisikawan sepakat bahwa Big Bang adalah model yang paling tepat untuk mengemukakan asal dan evolusi alam semesta.

Apa yang Al-Qur'an katakan dalam surat Al-Anbiyaa' ayat 30?

" Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Al-Anbiyaa':30)

Para ilmuwan zaman modern yakin bahwa alam semesta berasal dari materi yang sangat padat (singularitas) dan mengarah pada terjadinya Big Bang. Al-Qur'an menunjukkan kondisi singularitas ini dengan sangat tepat. Inilah bukti bahwa Al-Qur'an memang firman Allah.

Al-Qur'an juga menyebutkan bahwa Allah berpaling ke langit saat “dukhan.” Dan dukhan dalam bahasa Arab berarti asap. Ini juga dengan akurat menggambarkan massa gas panas dari alam semesta sebelum galaksi dan bintang-bintang mulai terbentuk.

Jadi 1.400 tahun yang lalu, Al-Qur'an sudah menjelaskan tentang keadaan alam semesta yang terus berkembang, berbicara tentang asal-mula alam semesta, bahwa Langit dan Bumi tadinya bersatu, berbicara tentang massa gas panas yang seperti asap.

Dan Al-Qur'an dalam Surat Al-Anbiyya ayat 30 menyebutkan bahwa setiap makhluk hidup terdiri dari air. Manusia dan hewan sekitar 70 hingga 80% terdiri dari air. Inilah fakta lainnya yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an 1.400 tahun yang lalu.

Jadi setelah membaca tentang fakta-fakta ilmiah yang ada di dalam Al-Qur’an, saya harap bagi yang muslim maka akan semakin beriman kepada Allah S.W.T.. Sedangkan bagi yang non-muslim, maka kami mengundang anda untuk menuju jalan yang benar, menuju Islam, sebuah agama yang diwahyukan untuk menuntun umat manusia menuju rahmat Allah.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Fri Aug 23, 2013 11:56 pm

itulah manusia yang mau dan mampu untuk berpikir
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Thu Nov 07, 2013 1:53 am

Inilah Ilmuwan yang "islamkan" 5 Mahasiswa sebelum menjadi Muslim



''Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.'' (QS. An-Nisa: 56)

Bagi sebagian besar umat Islam, ayat di atas terdengar seperti ayat-ayat serupa dalam Alquran yang menjelaskan pedihnya siksa neraka bagi orang-orang yang tidak beriman. Namun tidak demikian bagi Tagatat Tejasen, seorang ilmuwan Thailand di bidang anatomi. Baginya, ayat itu adalah sebuah keajaiban.


***

Konferensi Kedokteran Saudi ke-6 di Jeddah yang diikuti Tejasen pada Maret 1981 menjadi awal kisah pertemuannya dengan keajaiban itu. Dalam konferensi yang berlangsung selama lima hari itu, sejumlah ilmuan Muslim menyodori Tejasen beberapa ayat Alquran yang berhubungan dengan anatomi.

Tejasen yang beragama Buddha kemudian mengatakan bahwa agamanya juga memiliki bukti-bukti serupa yang secara akurat menjelaskan tahap-tahap perkembangan embrio. Para ilmuan Muslim yang tertarik mempelajarinya meminta profesor asal Thailand itu untuk menunjukkan ayat-ayat tersebut pada mereka.

Setahun kemudian, Mei 1982, Tejasen menghadiri konferensi kedokteran yang sama di Dammam, Arab Saudi. Saat ditanya tentang ayat-ayat anatomi yang pernah dijanjikannya, Tejasen justru meminta maaf dan mengatakan bahwa ia telah menyampaikan pernyataan tersebut sebelum mempelajarinya. Ia telah memeriksa kitabnya, dan memastikan bahwa tidak ada referensi darinya yang dapat dijadikan bahan penelitian.

Ia kemudian menerima saran para ilmuan Muslim untuk membaca sebuah makalah penelitian karya Keith Moore, seorang profesor bidang anatomi asal Kanada. Makalah itu berbicara tentang kecocokan antara embriologi modern dengan apa yang disebutkan dalam Alquran.

Tejasen tercengang saat membacanya. Sebagai ilmuwan di bidang anatomi, ia menguasai dermatologi (ilmu tentang kulit). Dalam tinjauan anatomi, lapisan kulit manusia terdiri dari tiga lapisan global, yakni Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan yang terakhirlah, Sub Cutis, terdapat ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf.

Penemuan modern di bidang anatomi menunjukkan bahwa luka bakar yang terlalu dalam akan mematikan syaraf-syaraf yang mengatur sensasi. Saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus Sub Cutis), seseorang tidak akan merasakan nyeri. Hal itu disebabkan tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf afferent dan efferent pengatur sensasi yang rusak oleh luka bakar tersebut.

Makalah itu tidak saja menunjukkan keberhasilan teknologi kedokteran dan perkembangan ilmu anatomi, namun juga membuktikan kebenaran Alquran. Ayat 56 surah An-Nisa’ mengatakan bahwa Allah akan memasukkan orang-orang kafir ke dalam neraka, dan mengganti kulit mereka dengan kulit yang baru setiap kali kulit itu hangus terbakar, agar mereka merasakan pedihnya azab Allah.

Jantung Tejasen berdebar. “Bagaimana mungkin Alquran yang diturunkan 14 abad yang lalu telah mengetahui fakta kedokteran ini?”

***

Sebelum berhasil mengatasi keterkejutannya, Tejasen disodori pertanyaan oleh para ilmuan Muslim yang mendampinginya, “Mungkinkah ayat Alquran ini bersumber dari manusia?”

Ketua Jurusan Anatomi Universitas Chiang Mai Thailand itu sontak menjawab, “Tidak, kitab itu tidak mungkin berasal dari manusia. Ia kemudian termangu dan melanjutkan responsnya, “Lalu dari mana kiranya Muhammad menerimanya?”

Mereka memberitahu Tejasen bahwa Tuhan itu adalah Allah, yang membuat Tejasen semakin ingin tahu. “Lalu, siapakah Allah itu?” tanyanya.

Dari para ilmuan Muslim tersebut, Tejasen mendapatkan keterangan tentang Allah, Sang Pencipta yang dari-Nya bersumber segala kebenaran dan kesempurnaan. Dan Tejasen tak membantah semua jawaban yang diterimanya. Ia membenarkannya.

Profesor yang pernah menjadi dekan Fakultas Kedokteran Universitas Chiang Mai lalu itu kembali ke negaranya, tempat ia menyampaikan sejumlah kuliah tentang pengetahuan dan penemuan barunya itu. Informasi yang dikutip oleh laman special.worlofislam.info menyebutkan bahwa kuliah-kuliah profesor yang masih beragama Buddha itu, di luar dugaan, telah mengislamkan lima mahasiswanya.

Hingga akhirnya, pada Konferensi Kedokteran Saudi ke-8 yang diselenggarakan di Riyadh, Tejasen kembali hadir dan mengikuti serangkaian pidato tentang bukti-bukti Qurani yang berhubungan dengan ilmu medis. Dalam konferensi yang berlangsung selama lima hari itu, Tejasen banyak mendiskusikan dalil-dalil tersebut bersama para sarjana Muslim dan non-Muslim.

Di akhir konferensi, 3 November 1983, Tejasen maju dan berdiri di podium. Di hadapan seluruh peserta konferensi, ia menceritakan awal ketertarikannya pada Alquran, juga kekagumannya pada makalah Keith Moore yang membuatnya meyakini kebenaran Islam.

“Segala yang terekam dalam Alquran 1.400 tahun yang lalu pastilah kebenaran, yang bisa dibuktikan oleh sains. Nabi Muhammad yang tidak bisa membaca dan menulis pastilah menerimanya sebagai cahaya yang diwahyukan oleh Yang Maha Pencipta,” katanya. Tejasen lalu menutup pidatonya dengan mengucap dua kalimat syahadat.[REPUBLIKA]
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sat Nov 09, 2013 8:09 am

Hidayah bisa datang kapan saja.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sat Nov 09, 2013 8:39 am

Para tokoh non muslim itu kagum pada nabi, pada Quran juga pada Islam, tapi hidayah itu rahasia ilahi.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by jaya on Mon Nov 11, 2013 7:21 pm




By Admin
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sat Nov 16, 2013 7:36 am

Mod, rekues delete postingan di atas, ini muslim zone.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sat Nov 16, 2013 11:40 am

ilmuwan non muslim akui Quran
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by jaya on Tue Nov 19, 2013 7:18 pm



By ADMIN
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Wed Nov 20, 2013 4:05 am

Lihat tuh videonya, itu dari NON MUSLIM, tapi mereka para pakar dan ahlinya, bukan kafir bego macam kalian...yang sering asal bacod..
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Mutiara on Sat Nov 30, 2013 6:10 pm

Dan ini apa kata PRofesor, kafir tapi seorang profesor:

Prof. A. J. Amberry, dalam buku “De Kracht van den Islam”, hlm. 38, berkata: “Qur’an ditulis dengan gaya tak menentu dan tidak teratur, yang menunjukkan bahwa penulisnya di atas segala hukum-hukum pengarang manusia.”
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Muslim-Zone Re: Pendapat tokoh non muslim terhadap Al Quran

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik