FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

pembentukan kosmos

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

pembentukan kosmos

Post by darussalam on Fri Dec 09, 2011 5:15 am

SISTEM MATAHARI

Bumi dan planet-planet yang beredar sekitar matahari
merupakan suatu alam yang teratur yang dimensinya sangat
besar bagi ukuran manusia. Bukankah bumi itu dipisahkan
daripada matahari oleh jarak ± 150 juta km? Jarak ini sangat
besar bagi manusia, tetapi jarak itu sangat kecil jika
dibandingkan dengan jarak yang memisahkan matahari daripada
planet yang paling jauh dalam sistem matahari. Dengan angka
bulat jarak itu adalah 40 kali lebih besar, jadi kurang
lebih 6 milliard km. Lipatan jarak tersebut, yakni ± 12
milliard km menunjukkan dimensi yang terbesar dalam sistem
matahari. Cahaya matahari memerlukan waktu enam jam untuk
sampai di planet tersebut, yang bernama Pluton, padahal
cahaya itu mempunyai kecepatan vang dahsyat, yakni 300-000
km per detik. Tetapi beberapa milliard tahun diperlukan
cahaya untuk perjalanan dari bintang-bintang yang terjauh
sepanjang pengetahuan manusia sekarang sampai ke bumi kita
ini.

GALAKSI

Matahari dari bumi kita ini merupakan satu di antara
satelit-satelit lain yang melingkunginya hanya merupakan
satu unsur yang tak berarti di antara beribu-ribu milliard
bintang yang keseluruhannya merupakan suatu kumpulan yang
dinamakan galaksi. Kita dapat melihat angkasa (space) penuh
dengan malam musim panas yang indah yang membentuk apa yang
dinamakan kabut susu.- Kelompok bintang-bintang tersebut
mempunyai dimensi yang sangat amat besar. Jika cahaya dapat
menempuh seluruh sistem matahari dalam beberapa jam, cahaya
itu memerlukan 90 ribu tahun untuk memotong jarak dari satu
sudut yang paling jauh kepada sudut imbangannya yang paling
jauh dalam suatu kelompok bintang-bintang yang paling kompak
yang merupakan galaksi kita.

Dan lagi galaksi kita ini, yang begitu dahsyat besarnya
seperti yang kita lukiskan di atas, hanya merupakan satu
unsur kecil daripada langit. Terdapat kumpulan-kumpulan
raksasa daripada bintang-bintang yang mirip dengan kabut
susu di luar galaksi kita.

Kumpulan-kumpulan raksasa bintang-bintang itu baru diketahui
manusia 50 tahun yang lalu, yaitu karena eksplorasi
astronomik (penyelidikan bintang-bintang) dapat mengambil
manfa'at dari alat-alat optik yang sempurna seperti alat
yang memungkinkan dibuatnya teleskop Mount-Wilson di Amerika
Serikat. Dengan cara ini orang dapat mengetahui sejumlah
besar sekali daripada galaksi serta galaksi-galaksi lain
yang terpisah dan terdapat pada jarak-jarak yang sangat amat
jauh, sehingga memerlukan ukuran sendiri yaitu ukuran tahun
cahaya yang dinamakan Parsec, yakni suatu jarak yang
ditempuh oleh cahaya dalam 3,26 tahun, dengan kecepatan 300
ribu km per detik.

FORMASI DAN EVOLUSI GALAKSI, BINTANG-BINTANG DAN
SISTEM-SISTEM PLANETER

Apakah yang pernah ada dalam ruang yang sangat amat luas
yang sekarang dihuni oleh galaksi. Sains modern tak dapat
memberikan jawaban kepada soal ini, kecuali jika bertolak
dan periode tertentu dari evolusi kosmos yang Sains itu
sendin tak dapat mengira jarak waktu yang memisahkan antara
kita dan kosmos.

Sains modern berpendapat bahwa kosmos telah terjadi dari
kumpulan gas yakni hidrogen dan sedikit helium yang berputar
secara pelan pada zaman yang sangat kuno. Kumpulan gas
tersebut kemudian terbagi menjadi potongan-potongan banyak
daripada dimensi dan kelompok yang sangat besar. Ahli-ahli
ilmu astrofisika (fisika bintang) mengirakan bahwa dimensi
tersebut adalah satu milliard sampai 100 milliard kali
besarnya matahari, dan besarnya matahari adalah 300.000 kali
besarnya bumi. Angka-angka tersebut memberikan gambaran
kepada kita tentang pentingnya kelompok gas mula-mula yang
kemudian melahirkan galaksi.

Pecahan baru terjadi lagi dan melahirkan bintang-bintang.
Kemudian terjadilah proses kondensasi di mana daya tarik
(karena benda-benda itu bergerak dan beredar sangat cepat),
tekanan, pengaruh medan-medan magnetik dan radiasi semuanya
memberikan pengaruh.

Bintang-bintang menjadi bercahaya karena perubahan kekuatan
daya tarik menjadi energi panas. Reaksi termonuklir ikut
melakukan peran dan karena bercampur maka terjadilah atom
berat yang menggantikan atom ringan. Dengan begitu maka
hidrogen, menjadi helium, kemudian menjadi karbon dan
kemudian lagi menjadi oksigen, dan akhirnya menjadi logam,
kemudian menjadi metalloid. Jadi bintang-bintang itu
mempunyai kehidupan dan astronomi modern telah dapat
menyusun klasifikasi mengenai perkembangan bintang tersebut.
Bintang itu juga mengalami kematian. Dalam tahap
perkembangannya yang terakhir terjadi suatu ledakan dalam
beberapa bintang dan setelah itu bintang-bintang itu mati.

Planet-planet, khususnya bumi, terjadi karena proses
perpisahan dari kumpulan gas asli yang pada permulaannya
merupakan kumpulan gas primitif. Semenjak 1/4 abad, para
ahli sudah sepakat bahwa matahari menjadi beku (padat) di
dalam gumpalan utama, sedang planet-planet lain menjadi
padat di tengah-tengah orbit yang melingkungi bumi. Kita
harus ingat dan hal ini sangat penting dalam persoalan yang
kita hadapi sekarang, bahwa tak ada urut-urutan dalam
terjadinya unsur-unsur samawi seperti matahari dan juga
dalam unsur di bumi. Yang terjadi adalah paralelisme
perkembangan dengan identitas masing-masing.

Di sini, Sains memberi keterangan kepada kita tentang waktu
kejadian-kejadian tersebut di atas terjadi; orang
memperkirakan umur galaksi kita 10 milliard tahun, dan 5
milliard tahun kemudian menurut hipotesa ini, terjadilah
sistem matahari. Penyelidikan tentang radio-aktivitas
menunjukkan bahwa bumi dan matahari telah terjadi 4.5
milliard tahun yang lalu; menurut perhitungan yang lebih
baru, umur bumi dan matahari dikurangi 100 miliun tahun.
Koreksi waktu ini mengherankan; koreksi tersebut berarti:
0.1/4.5 =2.2%, padahal faktanya 100 juta tahun.

Mengenai terbentuknya sistem matahari, ahli-ahli astrofisika
telah memperoleh data-data tentang proses-proses umum yang
dapat diringkaskan. Perpadatan (kondensasi) dan pengecilan
kumpulan gas yang beredar, perpecahan dalam
potongan-potongan, semua itu telah menghasilkan matahari dan
planet-planet, termasuk bumi kita.13 Hasil-hasil Sains
tentang kumpulan gas primitif dan caranya berpecah menjadi
bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya dan yang
terhimpun dalam galaksi telah membenarkan secara pasti
konsep adanya alam ganda, tetapi tidak memberi kepastian
tentang adanya sesuatu planet yang menyerupai bumi.

KONSEP ALAM GANDA

Walaupun begitu ahli-ahli astrofisika modern berpendapat
bahwa sangat boleh jadi ada planet-planet yang menyerupai
bumi. Mengenai sistem matahari tak ada ahli astrofisika yang
mengatakan kemungkinan adanya planet seperti bumi di
dalamnya. Oleh karena itu planet-planet seperti bumi itu
harus dicari di luar sistem matahari, mereka mengira ada
kemungkinan terdapatnya planet seperti bumi di luar sistem
matahari karena alasan-alasan sebagai berikut:

Orang memperkirakan bahwa dalam galaksi kita, seperdua dari
100 milliard bintang, masing-masing mempunyai sistem planet
seperti sistem matahari. Memang 50 milliard bintang
mempunyai rotasi (edaran) yang pelan, dan hal ini mendorong
kita untuk menduga bahwa ada planet-planet yang melingkungi
masing-masing sebagai satelit. Jauhnya bintang-bintang itu
menyebabkan kita tidak dapat melihat planet-planet tersebut,
akan tetapi adanya planet-planet satelit tersebut sangat
boleh jadi karena sifat-sifat trajektori. Pergelombangan
ringan daripada trajektori bintang menunjukkan adanya
satelit yang menemani bintang tersebut.

Sebagai contoh bintang yang diberi nama Bernard mempunyai
suatu teman di luar trajektori Jupiter, bahkan mungkin ada
dua satelit.

P. Guerim seorang ahli astrofisika menulis: "Sistem planeter
sudah terang, tersebar banyak dalam kosmos, sistem matahari
dan bumi tidak satu-satunya yang ada." Kemudian ia
lanjutkan: "Kehidupan, sebagai planet-planet yang memberinya
tempat juga tersebar di seluruh kosmos, dimana saja terdapat
kondisi fisis-kimiawi yang diperlukan untuk terbukanya
kehidupan tersebut dan perkembangannya selanjutnya."

MATERI INTERSTELLAIR

Proses pokok terbentuknya kosmos adalah padatan materi dari
kelompok gas primitif: terpecahnya dalam beberapa pecahan
yang menjadikan bahan galaksi. Bahan galaksi berpecah-pecah
menjadi bintang-bintang dan planet-planet yang lebih kecil.
Perpecahan yang terus menerus itu meninggalkan elemen pokok
yang dapat kita namakan "sisa" nama ilmiahllya: bahan
galaksi interstellair

Bahan galaksi interstellair dilukiskan dari beberapa aspek
yang berlainan. Kadang-kadang dari aspek nebula (kelompok
bintang) yang gemerlapan, menyebarkan sinar yang diterimanya
dari bintang-bintang lain yang dapat dibentuk dengan debu
atau asap menurut istilah astrofisika; kadang-kadang dan
aspek nebula yang remang-remang dan tidak padat, dan
kadang-kadang dari bahan-bahan interstellair yang lebih
misterius seakan-akan untuk menghalangi pengambilan
gambar-gambar angkasa. Adanya jembatan materi antar galaksi
sudah dapat dipastikan walaupun sangat tidak padat: tetapi
oleh karena memenuhi ruang yang sangat besar dan galaksi itu
berjauhan sekali satu daripada lainnya, gas-gas tersebut
dapat bertemu dengan kelompok lain yang walaupun tidak
padat, dapat melalui kumpulan gas galaksi. A. Boichat
mengatakan bahwa adanya kumpulan gas antar galaksi itu
sangat penting dan dapat menimbulkan perubahan besar tentang
perkembangan kosmos.



BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille
avatar
darussalam
Co-Administrator
Co-Administrator

Male
Posts : 411
Kepercayaan : Islam
Location : Brunei Darussalam
Join date : 25.11.11
Reputation : 10

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik