FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Halaman 4 dari 40 Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 22 ... 40  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by Mutiara on Thu Sep 12, 2013 10:23 pm

First topic message reminder :

AKU DAN BAPA ADALAH SATU

JUDUL tulisan ini diambil dari Injil Yohanes 10:30 yang berbunyi: “Aku dan Bapa adalah satu”, yang dalam transkripsi teks Gerika berbunyi: egō kai ho patēr hen esmen. Gagasan apakah yang tersirat dalam ayat ini? Frans Donald—sebagaimana dikutip oleh Esra Alfred Soru—mengatakan : “Secara kurang tepat, ayat ini langsung diartikan oleh para teolog Trinitarian bahwa Yesus adalah Allah, pribadi yang sama dengan Bapa… Sesuai dengan konteksnya, kata ‘satu’ dalam Yohanes 10:30 maupun Yohanes 17 bukanlah satu pribadi, melainkan satu visi, satu misi, satu pekerjaan, satu spirit, satu hati, satu pikir, bukan satu sosok atau satu oknum. Seperti halnya sepasang suami-isteri adalah satu tapi tetap dua pribadi yang berbeda” ( dikutip dari: “Yesus Bukan Allah?” [2]; Opini Esra Alfred Soru yang dimuat di Timor Express edisi Selasa, 14 November 2006).

Pendapat Frans Donald sebagaimana dikutip di atas ini disanggah oleh Esra Alfred Soru (selanjutnya saya sapa, Esra). Menurut Esra, Yohanes 10:30 “adalah ayat yang penting dalam mempertimbangkan ketuhanan Yesus. Ayat ini menunjukkan kesatuan hakikat (Yesus) dengan Bapa dan dengan demikian Ia (Yesus) adalah Allah.” Untuk mengukuhkan pendapat ini, Esra menjelaskan kerugma yang tersirat dalam Yohanes 10:31—36 sebagai berikut: “Setelah pernyataan ‘Aku dan Bapa adalah satu’ disampaikan oleh Yesus maka orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus (ayat 31). Mengapa mereka hendak melempari Yesus? Apakah karena Yesus menyatakan bahwa Ia mempunyai kesatuan visi, misi, pekerjaan, spirit, hati, pikir dengan Bapa? Perhatikan ayat 32: ‘Kata Yesus kepada mereka: Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?’ Ayat 33 berkata: ‘Bukan karena satu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.’ Perhatikan baik-baik bahwa jawaban orang Yahudi dalam ayat 33 tentang alasan mereka mau melempari Yesus bukan karena pekerjaan Yesus/misi Yesus melainkan karena Ia menyamakan diri-Nya dengan Allah. Reaksi ini terjadi segera setelah Yesus menyatakan ‘Aku dan Bapa adalah satu’ (ayat 30). Dengan demikian pastilah ‘satu’ yang dimaksudkan dalam ayat 30 bukanlah satu visi, satu misi, satu pekerjaan, dll., melainkan satu hakikat dengan Allah. Yesus menyatakan bahwa Ia sehakikat dengan Bapa dan itu berarti bahwa Ia juga adalah Allah. Itulah yang membuat berang orang Yahudi. Jadi tafsiran bahwa Yesus sementara menyatakan kesatuan hakikat dengan Bapalah yang selaras dengan reaksi orang Yahudi pada Yesus. Orang Yahudi percaya dan mengerti bahwa dengan kalimat itu Yesus menyatakan dirinya sama dengan Allah. Hal lain yang mendukung tafsiran semacam ini adalah pernyataan Yesus dalam ayat 36: ‘masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya kedalam dunia: ‘Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?’ Yesus juga dianggap menghujat Allah/menyamakan diri dengan Allah karena Ia menyebut diri-Nya Anak Allah. Jadi jelas bahwa keseluruhan konteks ayat tersebut berbicara tentang reaksi terhadap pernyataan Yesus yang mengatakan bahwa Ia sehakikat dengan Bapa. Bandingkan dengan Yohanes 5:17-18: ‘Tetapi Ia berkata kepada mereka: ‘Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga. Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah’. Kalimat yang bergaris di bawah, dalam versi NIV dan NASB berbunyi: ‘making himself equal with God’ (membuat diri-Nya sendiri setara dengan Allah). Lihat juga Yohanes 19:7: ‘Jawab orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: ‘Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah’ (Catatan: terjemahan sebenarnya ‘Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah’ adalah ‘Ia membuat diri-Nya sendiri Anak Allah’).” Berdasarkan keseluruhan penjelasan di atas ini, Esra menggugurkan semua pandangan yang dikemukakan oleh Frans Donald sebagaimana telah dikemukakan pada alinea pertama tulisan ini.

Benarkah pendapat Esra dan salahkah pendapat Frans Donald? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus memperhatikan secara komprehensif kesaksian Injil Yohanes berkenaan dengan topik yang hendak kita pahami. Memperhatikan kesaksian Injil Yohanes secara komprehensif, artinya memperhatikan kesaksian Injil Yohanes secara luas dan lengkap tentang topik yang hendak dipahami. Memperhatikan kesaksian Injil Yohanes secara komprehensif juga berarti, menempatkan diri dengan takzim di dalam berhadapan dengan Injil Yohanes agar kita mampu menerima dengan baik pesan Injil Yohanes berkenaan dengan topik yang hendak kita pahami. Kita harus bergumul untuk menghindari “praktik kaum fundamentalis Kristen, yang menjadikan Alkitab adalah potongan-potongan ayat tertentu yang dipakai secara selektif untuk mendukung ‘ideologi’ mereka” (Eka Darmaputera. “Kebangkitan Agama Dan Keruntuhan Etika” dalam: Meretas Jalan Teologi Agama-Agama di Indonesia. BPK GM Jakarta 2003:64).

Pernyataan Yesus, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:30), sesungguhnya memberi petunjuk kepada kita tentang “persatuan dan kesatuan hubungan timbal-balik yang esensial antara Yesus (Anak) dan Allah (Bapa)”. Persatuan dan kesatuan hubungan timbal-balik yang esensial antara Yesus (Anak) dan Allah (Bapa) itu digambarkan atau dijelaskan lebih lanjut oleh Yesus dalam ungkapan: “Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” (Yohanes 10:38). Pernyataan Yesus dalam Yohanes 10:30,38 adalah inti jawaban atau pernyataan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Jawaban atau pernyataan Yesus dalam Yohanes 10:30,38 yang menggambarkan tentang hubungan timbal-balik yang esensial antara diri-Nya sebagai Anak dengan Bapa (satu-satunya Allah yang benar [17:3] ) itu, memberi petunjuk bahwa “Yesus (Anak) tidak dapat dipandang terpisah atau diceraikan dari Allah (Bapa)”, atau sebaliknya Allah (Bapa) tidak dapat dipandang terpisah atau diceraikan dari Yesus (Anak). Persatuan dan kesatuan hubungan timbal-balik antara kedua oknum (Bapa dan Anak, atau Anak dan Bapa) itu sangat esensial, sangat mendasar.

Sebelum Yohanes 10:30,38, Yesus sudah melukiskan persatuan dan kesatuan hubungan timbal-balik yang esensial antara diri-Nya sebagai Anak dengan Allah sebagai Bapa dalam Yohanes 5:17 sebagai berikut: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” “Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak” (ayat 19). Perhatikan selanjutnya ayat 20-22, dan ayat 23 yang berbunyi: “supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia”. Perhatikan lagi ayat 26: “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri”. Perhatikan selanjutnya Yohanes 5:27-47. Pelukisan tentang persatuan dan kesatuan hubungan timbal-balik yang esensial antara Yesus (Anak) dan Allah (Bapa) disaksikan pula dalam Yohanes 8:16: “dan jika Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku”; “Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku”(ayat 18); “Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku” (ayat 19); “Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku” (ayat 42) Perhatikan pula Yohanes 12:44-45: “Barang siapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barang siapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku” (bd. Yohanes 13:20; 14:6-9). “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, Aku tidak katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku” (Yohanes 14:10-11). “Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia” (14:21), dan “barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku” (15:23); “Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa (16:28). Dan perhatikan pula pelukisan tentang persatuan dan kesatuan hubungan timbal-balik yang esensial antara Yesus (Anak) dan Allah (Bapa) dalam Yohanes 17:1-26.

Berdasarkan petunjuk-petunjuk di atas inilah kita harus memahami pernyataan Yesus dalam Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu”, bukan berarti ‘satu’ yang menunjuk pada “kesatuan hakikat Yesus (Anak) dengan Allah (Bapa) sehingga dengan demikian Ia (Yesus [Anak] ) adalah Allah” seperti tafsiran Esra Alfred Soru; melainkan pernyataan Yesus, “Aku dan Bapa adalah satu” dalam Yohanes 10:30 itu menyatakan tentang “persatuan dan kesatuan hubungan timbal-balik yang esensial antara Yesus (Anak) dan Allah (Bapa), sama halnya dengan pernyataan Yesus: “Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” (Yohanes 10:38). Persatuan dan kesatuan hubungan timbal-balik yang esensial antara Yesus (Anak) dan Allah (Bapa) inilah yang selanjutnya di-simile-kan (ditamsilkan, dipersamakan, diumpamakan, dimisalkan, dicontohkan, diibaratkan) oleh Yesus untuk melukiskan “persatuan dan kesatuan hubungan timbal-balik yang esensial antara murid-murid Yesus, dan antara murid-murid Yesus dengan Yesus (Anak) dan Allah (Bapa)”. Perhatikan Yohanes 17:21-23: “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku (ayat 21); dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu (ayat 22): Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku” (ayat 23).

Perhatikanlah secara cermat frasa/ayat dalam Yohanes 17:21-23, yang diketik dengan huruf tebal di atas ini. Apabila Esra bersikukuh bahwa pernyataan Yesus, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:30) menunjukkan “kesatuan hakikat Yesus (Anak) dengan Bapa (Allah) dan dengan demikian Ia (Yesus [Anak] ) adalah Allah”, maka niscaya Yohanes 17:21-23 harus Esra akui pula sebagai pernyataan yang menunjukkan bahwa “mereka (murid-murid Yesus) pun ada dalam kesatuan hakikat dengan Yesus (Anak) dan Bapa (Allah), sehingga dengan demikian mereka (murid-murid Yesus) pun adalah Allah”. Apakah Esra setuju dengan kesimpulan ini? Jikalau Esra setuju, maka tak dapat dipungkiri Esra telah menyiarkan ajaran yang tidak benar. Tetapi jika Esra tidak setuju dengan kesimpulan ini, maka Esra harus segera menyadari bahwa pemahaman dan tafsiran Esra atas Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu”, menunjukkan “kesatuan hakikat Yesus (Anak) dengan Bapa (Allah) dan dengan demikian Ia (Yesus [Anak] ) adalah Allah”, adalah pemahaman dan tafsiran yang salah!

Mengapa saya katakan tafsiran Esra salah? Jawabnya, karena cara berpikir dan berargumen Esra terperangkap dalam matriks spekulasi “Yesus adalah Allah”; “Yesus adalah Yahweh” (baca: “Yesus bukan Allah?” bagian kelima, Timex, 17-11-2006), sehingga hampir setiap ayat Alkitab ‘diekploitasi’ dan ditafsirkan sedemikian rupa untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Allah, atau Yesus adalah Yahweh. Penafsiran dengan cara ‘mengeksploitasi’ ayat-ayat Alkitab untuk membenarkan spekulasi, sama seperti pernyataan Eka Darmaputera, “Bagi fundamentalis Kristen, Alkitab adalah potongan-potongan ayat tertentu yang dipakai secara selektif untuk mendukung ‘ideologi’ mereka”, sebagaimana telah disebutkan di atas. Dalam kasus Esra, pandangan orang-orang Yahudi yang salah terhadap pernyataan Yesus tentang ‘persatuan dan kesatuan hubungan timbal-balik yang esensial antara Yesus (Anak) dan Allah (Bapa)’, sehingga Yesus dituduh “menghujat Allah” dan “menyamakan diri dengan Allah”, dijadikan sebagai bukti oleh Esra untuk mendukung/membenarkan spekulasi Esra, bahwa Yohanes 10:30”—Aku dan Bapa adalah satu”—menunjukkan bahwa Yesus menyatakan diri-Nya sehakikat dengan Bapa dan itu berarti bahwa Ia (Yesus) juga Allah. Dengan demikian, Esra terjebak di dalam kesalahmengertian orang-orang Yahudi terhadap Yesus. Malahan, kesalahmengertian Esra ternyata melebihi kesalahmengertian orang-orang Yahudi. Kalau orang-orang Yahudi menuduh Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah, atau membuat diri-Nya sama/setara dengan Allah, maka Esra mengatakan Yesus adalah Allah; padahal Yesus sama sekali tidak mengatakan bahwa “Aku adalah Allah”, melainkan Yesus hanya berkata: “Aku Anak Allah” (Yohanes 10:36).

Pengakuan bahwa Yesus adalah sekaligus ilahi dan insani bersifat hakiki. Dalam konteks mana pun kita berada, pengakuan ini tidak dapat dikurangi, baik dari segi ke-ilahi-annya maupun dari segi ke-insani-annya. Namun “penghayatan dan pengakuan yang doketistik, bahwa Yesus adalah sosok Ilahi yang hanya seolah-olah menjadi manusia, atau Yesus adalah Allah [yang kebetulan saja mengambil rupa manusia]” (W. R. F. Browning. Kamus Alkitab. BPK GM Jakarta 2009:83; E. Gerrit Singgih. Baca: Meretas Jalan Teologi Agama-Agama di Indonesia. BPK GM Jakarta 2003:113,114), adalah keliru. Kalau mau ditelusuri secara jujur latar belakang pemikirannya, maka kita harus berkata bahwa penghayatan dan pengakuan seperti itu lahir dari filsafat Heraklitus (540-480 sebelum Masehi) yang bercampur dengan kepercayaan agama kafir, mirip dengan yang dianut orang-orang di Listra (Kisah 14:11).

Lalu, bagaimanakah dengan pemahaman Frans Donald yang mengatakan bahwa kata “satu” dalam pernyataan Yesus yang berbunyi “Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:30) itu menunjuk kepada arti “satu visi, satu misi, satu pekerjaan, satu spirit, satu hati, satu pikiran” ? Esra berkata, “Jika berhenti sampai di sini saja (baca, Yohanes 10:22-30, pen.), maka sepertinya kesimpulan Frans Donald benar...” Saya dapat memahami jalan pikiran Frans Donald, sekalipun pandangannya tentang Yesus tidak diutarakan secara komprehensif. Banyak gagasan dalam Injil Yohanes (mulai dari Yohanes pasal 5 sampai 17) yang dapat dikutip untuk menunjang pendapat Frans Donald, karena itu pendapat Frans Donald lebih benar jika dibandingkan dengan pendapat Esra. Namun, “satu visi, satu misi, satu pekerjaan, satu spirit, satu hati, satu pikiran” yang dikemukakan oleh Frans Donald itu semestinya dipautkan dan dibicarakan di dalam pemahaman akan “persatuan dan kesatuan hubungan timbal-balik yang esensial antara Yesus (Anak) dan Allah (Bapa)” dalam kerangka “karya penyelamatan” yang universal.

http://blogbianglala.blogspot.com/2011/10/aku-dan-bapa-adalah-satu.html
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down


Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 10:22 am

Kristus memang diberi Kuasa oleh Bapa, karena Kristus sendiri berkata Bapa lebih besar dari pada Aku(Kristus)
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 10:25 am

aku sendiri kalau digereja juga menyebut Tuhan Yesus tapi dengan pemahaman yang benar,

yaitu bahwa Keilahian Kristus adalah Keilahian yang berasal dari Sumber Keilahian Bapa yang memang juga boleh disembah(ibrani 1:6),

juga karena Kristus sendiri pernah menyebut diri-Nya Tuhan dari kesaksian Islam yang menjadi Kristen, Kristus juga pernah menyebut diri-Nya, sebagai Ratu Adil Soko Etan.

tapi ketika saya menyebut Tuhan Yesus, saya mulai belajar untuk selalu membayangkan Bapa ada didepan Kristus.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 10:45 am

demikian pula ketika saya menyebut Tuhan RohKudus, saya menyebut Dia(RohKudus), dengan pemahaman yang benar pula,

yaitu bahwa RohKudus juga adalah Keilahian yang berasal dari Sumber Keilahian Bapa,

dan saya juga mulai belajar untuk selalu membayangkan Bapa ada didepan RohKudus, ketika saya menyebut Tuhan/Allah RohKudus.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 11:00 am

jadi singkatnya,
memang bisa dikatakan bahwa Keilahian Kristus juga Keilahian RohKudus adalah Tuhan,
karena sebenarnya Keilahian Rohkudus juga Keilahian Kristus memang Keilahian Bapa itu sendiri walau dalam Kapasitas Keilahian yang berbeda.

tapi jika dipandang secara keseluruhan(DALAM KAPASITAS KEILAHIAN) antara Keilahian Kristus juga Keilahian RohKudus dan KEILAHIAN Bapa.

maka Keilahian Kristus juga Keilahian RohKudus bisa dikatakan bukan Tuhan, yang seratus persen sama dengan TUHAN Bapa.


Terakhir diubah oleh njlajahweb tanggal Thu Feb 18, 2016 11:14 am, total 2 kali diubah
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 11:05 am

jadi sebutan Tuhan/Allah/TUHAN/ALLAH untuk Keilahian Kristus dan Rohkudus jika dibandingkan dengan KEILAHIAN Bapa(sebagai Sumber Keilahian)

(kalau menurut saya)maka Keilahian Kristus juga Keilahian RohKudus akan juga bisa dianggap sebagai Tuhan Kecil atau Tuhan Bayangan(Bayangan Bapa/Bagian dari Sumber Keilahian Bapa)

tapi mengapa saya tetap juga menyembah Kristus, selain RohKudus, juga Bapa?

karena keitka saya menyembah Kristus ataupun RohKudus maka saya percaya bahwa saya juga menyembah Bapa. juga karena semua telah diserahkan Bapa pada Kristus, juga agar Kristus juga dimuliakan dalam NAMA BAPA.

5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 11:33 am

jadi kalau ada yang menyebut Kristus bukan Tuhan, juga ada benarnya, karena Kristus itu tidak sepenuhnya Tuhan.
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by SEGOROWEDI on Thu Feb 18, 2016 11:36 am

@njlajahweb wrote:Kristus memang bisa dikatakan = Bapa,

tapi Kristus tidak bisa dikatakan = Bapa secara 100% dalam segala hal

itu kan hanya soal peran/fungsi yang dijalani..
Bapa sebagai Sang Khalik, Anak sebagai Sang Firman dan Juruselamat

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by SEGOROWEDI on Thu Feb 18, 2016 11:37 am

@njlajahweb wrote:jadi kalau ada yang menyebut Kristus bukan Tuhan, juga ada benarnya, karena Kristus itu tidak sepenuhnya   Tuhan.

Tihan ya Tuhan..
gak ada setengah tuhan

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 11:40 am

Kristus bukan Esensi Firman-NYA, tapi Bagian dari Esensi Firman-NYA
karena itulah Tubuh Kristus(kalau saya gambarkan) tidak sepenuhnya manusia.
karena Kristus bisa menderita juga tidak Maha Tahu(hari kiamat) tapi Kristus tidak pernah berdosa.


Terakhir diubah oleh njlajahweb tanggal Thu Feb 18, 2016 11:51 am, total 6 kali diubah
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 11:43 am

karena Keilahian Kristus tidak seratus persen sama dengan Keilahian Bapa(sebaga Sumber Keilahian) maka Keilahian Kristus tidak seratus persen sama dengan Keilahian Bapa, inilah juga yang saya gambarkan bahwa Kristus tidak sepenuhnya Tuhan yang sama dengan TUHAN Bapa(ini hanya gambaranya saja)
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by SEGOROWEDI on Thu Feb 18, 2016 11:57 am

@njlajahweb wrote:Kristus bukan Esensi Firman-NYA, tapi Bagian dari Esensi Firman-NYA
karena itulah Tubuh Kristus(kalau saya gambarkan) tidak sepenuhnya manusia.
Kristus bisa menderita juga tidak Maha Tahu(hari kiamat) tapi Kristus tidak pernah berdosa.

karena secara fisik manusia ya tentu bisa menderita..
hari kiamat itu hari kedatangan-Nya sendiri lho, kapan itu terjadi terserah Dia
Dia bilang 'tidak tahu' dalam arti kapan Ia datang kedua kali belum ditentukan
atau dalam peran/fungsi sebagai Juruselamat, Ia tidak dalam misi itui (memberitahu hari 'H' kiamat), toh tanda-tandanya Ia beritahukan


SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 11:59 am

bukan terserah Kristus, tapi terserah Bapa
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by SEGOROWEDI on Thu Feb 18, 2016 12:00 pm

@njlajahweb wrote:karena Keilahian Kristus tidak seratus persen sama dengan Keilahian Bapa(sebaga Sumber Keilahian) maka Keilahian Kristus tidak seratus persen sama dengan Keilahian Bapa, inilah juga yang saya gambarkan bahwa Kristus tidak sepenuhnya Tuhan yang sama dengan TUHAN Bapa(ini hanya gambaranya saja)

Tuhan itu mutlak, gak ada persen2an..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 12:02 pm

yang ada serinya itu film yang ber-episode
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by SEGOROWEDI on Thu Feb 18, 2016 12:03 pm

@njlajahweb wrote:bukan terserah Kristus, tapi terserah Bapa

ketika Yesus sudah kembali ke jadi-diri-Nya sebagai Sang Khalik, sebagai Bapa
saat itulah Ia akan menentukan kapan Ia akan datang kedua kali

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 12:04 pm

kalau Kristus menjadi Bapa, berarti Bapa sudah tidak ada lagi
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by SEGOROWEDI on Thu Feb 18, 2016 12:05 pm

@njlajahweb wrote:yang ada serinya itu film yang ber-episode

jadi kalau Bapa tidak melakukan mukjizat seperti yang dilakukan Yesus
maka ketuhanan Bapa juga gak 100% dong, sesuai nalarmu

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by SEGOROWEDI on Thu Feb 18, 2016 12:06 pm

@njlajahweb wrote:kalau Kristus menjadi Bapa, berarti Bapa sudah tidak ada lagi

kan..
Akulah Dia, kok gak ada gimana..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 12:08 pm

jadi kalau Bapa tidak melakukan mukjizat seperti yang dilakukan Yesus
maka ketuhanan Bapa juga gak 100% dong, sesuai nalarmu

*tidak demikian,
karena Kristus bukan seratus persen Bapa itu sendiri

bahkan Kristus pernah menyembuhkan orang dengan tidak langsung sembuh


Terakhir diubah oleh njlajahweb tanggal Thu Feb 18, 2016 12:12 pm, total 1 kali diubah
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 12:09 pm

Akulah Dia artinya bahwa Keilahian Kristus adalah mengandung Keilahian Bapa
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by SEGOROWEDI on Thu Feb 18, 2016 12:15 pm

@njlajahweb wrote:jadi kalau Bapa tidak melakukan mukjizat seperti yang dilakukan Yesus
maka ketuhanan Bapa juga gak 100% dong, sesuai nalarmu

*tidak demikian,
karena Kristus bukan seratus persen Bapa itu sendiri

bahkan Kristus pernah menyembuhkan orang dengan tidak langsung sembuh

lha iya..
berrarti kan Bapa juga gak 100% Kristus
mana ada ada Tuhan yang gak 100%?

Bapa pernah menyembuhkan orang gak, web?

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by SEGOROWEDI on Thu Feb 18, 2016 12:17 pm

@njlajahweb wrote:Akulah Dia artinya bahwa Keilahian Kristus adalah mengandung Keilahian Bapa

Dia = Bapa

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 12:18 pm

Kristus itu diberi kuasa oleh Bapa dalam Kapasitas Keilahian yang berbeda
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by njlajahweb on Thu Feb 18, 2016 12:18 pm

Kristus = BAPA, tapi tidak sama 100% dalam segala hal dengan Bapa
avatar
njlajahweb
MAYOR
MAYOR

Female
Posts : 6099
Kepercayaan : Protestan
Location : banyuwangi
Join date : 30.04.13
Reputation : 114

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by SEGOROWEDI on Thu Feb 18, 2016 12:21 pm

@njlajahweb wrote:Kristus itu diberi kuasa oleh Bapa dalam Kapasitas Keilahian yang berbeda

sudah saya kasih tahu maksud 'diberi'..
berbeda apanya? wong yang diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi
kuasa yang tak sedetikpun lepas dari Bapa

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa MAKNA sebenarnya ayat Aku dan Bapa adalah SATU itu.

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 4 dari 40 Previous  1, 2, 3, 4, 5 ... 22 ... 40  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik