FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Bulan bisa kehilangan cahaya?

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by aliumar on Sat Oct 12, 2013 4:01 pm

Kita tau bersama bahwa bulan tidak mempunyai cahaya pada dirinya sendiri. Namun menurut Quran, nanti sbg salah satu tanda2 kiamat, bulan akan hilang cahayanya.


﴾ Al Qiyaamah:6 ﴿
Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?"
Qiyaamah:7 ﴿
Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),
﴾ Al Qiyaamah:8 ﴿
dan apabila bulan telah hilang cahayanya

Pertanyaannya:
koq bisa ya sesuatu yg tidak mempunyai cahaya bisa dikatakan : "hilang cahayanya"?

ini kah yg namanya Firman dari Allah yg sesuai dgn science? hahaha.....


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by jaya on Sat Oct 12, 2013 4:25 pm

Al quran hanyalah karangan Muhammad smata dan seluruh isi al quran keluar dari mulut Muhammad. Tidak heran sebagian atau seluruh isi al quran tidak masuk akal.
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Elu Ha Ehad on Sat Oct 12, 2013 4:35 pm

Makanya jangan percaya begitu aja sama tafsir bang. Al-Quran menggunakan kata Qomar(Pantulan Cahaya) untuk bulan.

Jadi jelas sudah, Al-Quran kitab yang Ilmiah
avatar
Elu Ha Ehad
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 341
Kepercayaan : Islam
Join date : 06.12.12
Reputation : 16

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by aliumar on Sat Oct 12, 2013 4:48 pm

Makanya jangan percaya begitu aja sama tafsir bang. Al-Quran menggunakan kata Qomar(Pantulan Cahaya) untuk bulan.
hahaha....saya sudah menduga, muslim pasti akan berargumen spt itu.

argumen tsb jelas menjadi aneh, krn jika yg dimaksud hilang pantulan cahayanya, lantas apa istimewanya itu sbg tanda kiamat? bukan kah setiap bulan, ada satu saat dimana org di bumi juga tidak melihat cahaya pantulan bulan (yakni saat bulan mati)?


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Elu Ha Ehad on Sat Oct 12, 2013 5:01 pm

dan apabila bulan telah hilang cahayanya: jelas ga? berarti hilang cahayanya bukan suatu saat ajakan
avatar
Elu Ha Ehad
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 341
Kepercayaan : Islam
Join date : 06.12.12
Reputation : 16

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by aliumar on Sat Oct 12, 2013 5:09 pm

dan apabila bulan telah hilang cahayanya: jelas ga? berarti hilang cahayanya bukan suatu saat ajakan
apa istimewanya itu sbg tanda kiamat, jika "hilang cahayanya" yg kamu anggap sbg "hilang PANTULAN cahaya", mengingat bukan kah setiap bulan, ada satu saat dimana org di bumi juga tidak melihat cahaya pantulan bulan (yakni saat bulan mati)?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by wildan99Islam on Sat Oct 12, 2013 5:23 pm

maksud dari "Hilang cahanya" itu seperti yang dibicarakan oleh bung Elu Ha Ehad
tapi bulan itu mati bukan pas saat fase Bulan Mati saja, tapi di semua fase!
ehmm
avatar
wildan99Islam
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Age : 18
Posts : 1431
Kepercayaan : Islam
Location : bogor
Join date : 20.03.13
Reputation : 58

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by aliumar on Mon Oct 14, 2013 8:45 am

maksud dari "Hilang cahanya" itu seperti yang dibicarakan oleh bung Elu Ha Ehad
tapi bulan itu mati bukan pas saat fase Bulan Mati saja, tapi di semua fase!
menurut Elu Ha Ehad, kan maksud "hilang cahayanya" yaitu: hilang pantulan cahayanya. Dan kita tau pantulan cahaya bulan tsb berasal dari matahari.
Jika demikian, sebenarnya yg hilang adalah cahaya dari matahari nya.
Tapi Quran tidak bilang : hilang cahaya dari mataharinya. Quran malah bilang bahwa menjelang kiamat, matahari masih terbit, cuma bedanya terbit dari barat. Ini artinya sumber cahaya mataharinya masih tetap ada, sehingga itu berarti seharusnya semua fase2 bulan tsb tidak mati, spt kata kamu tsb.

Jelas sekali konsep Quran, bulan memiliki cahaya sendiri, sehingga pada saat menjelang kiamat dikatakan bahwa bulan ke-hilangan cahayanya tsb.

Jelas sekali konsep Quran bahwa bulan bukan memantulkan cahaya matahari, krn tag mungkin dikatakan bahwa tanda2 menjelang kiamat, bulan kehilangan pantulan cahaya matahari, sementara matahari masih bersinar (matahari masih terbit-->berarti matahari masih bersinar ( cuma bedanya saat menjelang kiamat tsb terbitnya dari barat) ).

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by wahyu_zein_alkaf on Mon Oct 14, 2013 9:22 am

@aliumar wrote:
maksud dari "Hilang cahanya" itu seperti yang dibicarakan oleh bung Elu Ha Ehad
tapi bulan itu mati bukan pas saat fase Bulan Mati saja, tapi di semua fase!
menurut Elu Ha Ehad, kan maksud "hilang cahayanya" yaitu: hilang pantulan cahayanya. Dan kita tau pantulan cahaya bulan tsb berasal dari matahari.
Jika demikian, sebenarnya yg hilang adalah cahaya dari matahari nya.
Tapi Quran tidak bilang : hilang cahaya dari mataharinya. Quran malah bilang bahwa menjelang kiamat, matahari masih terbit, cuma bedanya terbit dari barat. Ini artinya sumber cahaya mataharinya masih tetap ada, sehingga itu berarti seharusnya semua fase2 bulan tsb tidak mati, spt kata kamu tsb.

Jelas sekali konsep Quran, bulan memiliki cahaya sendiri, sehingga pada saat menjelang kiamat dikatakan bahwa bulan ke-hilangan cahayanya tsb.

Jelas sekali konsep Quran bahwa bulan bukan memantulkan cahaya matahari, krn tag mungkin dikatakan bahwa tanda2 menjelang kiamat, bulan kehilangan pantulan cahaya matahari, sementara matahari masih bersinar (matahari masih terbit-->berarti matahari masih bersinar ( cuma bedanya saat menjelang kiamat tsb terbitnya dari barat) ).
Sakit perut saya melihat komentar anda yang tidak ilmiah ini ketawa guling 

Anda tau AL - Qur`an itu tidak menceritakan "Pada suatu Hari" atau "Domba domba hitam". Al -Qur`an itu lebih mirip seperti Telegram (Pesan Singkat), sehingga maksud dan tujuannya agak sulit dipahami, karena itulah AL - Qur`an memiliki tafsir yes 

Nih sya kasih tafsir AL - Qur`an dengan benar :

7. Maka apabila mata terbelalak

8. dan apabila bulan telah hilang cahayanya,

9. dan matahari dan bulan dikumpulkan

Kata-kata asli dalam ayat tersebut adalah 'Khasafa'. Bagi muslim, tentunya ingat akan shalat Khusuf (صلاة الخسوف) yg dilakukan saat terjadinya gerhana bulan. Jadi salah satu dari tanda kiamat adalah terjadinya 'gerhana'.

Jika melihat hal ini, tentu saja kita bisa melihat bahwa gerhana bulan hanya akan terjadi sesaat saja dan pada posisi di mana bulan masuk bayang-bayang bumi. Jadi bumi terletak antara bulan dan matahari.Tafsir ayat di atas adalah 'bulan telah kehilangan cahayanya' artinya cahaya bulan hilang untuk waktu yg lama.Apa yang memungkinkan hal itu terjadi?

Apa yang bisa menyebabkan bulan kehilangan cahayanya untuk waktu yang lama?

Kata 'khasafa' muncul sebanyak 2x dalam Qur'an yaitu:

QS 28:82 dan QS 75:8

Pada QS 28:82 (لَوْلا أَنْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا), khasafa diterjemahkan sebagai membenamkan. Sehingga khasafa dalam ayat ini memang digambarkan mengenai hilangnya cahaya bulan seolah terjadinya gerhana/terbenam.

Pertanyaannya adalah bagaimana? Kita tahu bahwa bulan itu hanya MEMANTULKAN cahaya dari matahari. Artinya, saat bulan itu seolah terbenam (di satu tempat), maka ia akan seolah terbit di tempat yg lain. Jadi selama bulan mengitari bumi, dan bumi mengitari matahari, dan bumi berputar pada porosnya, seharusnya setiap bagian bumi pasti akan bisa melihat cahaya pantulan tersebut. Dan Qur'an menyatakan bahwa hanya sinarnya yg hilang. Artinya, bukan bulannya yg hancur.

Salah satu yg jawaban yg masuk akal adalah bulan kehilangan kemampuan memantulkannya karena  sinar matahari tidak lagi dipantulkan melainkan dibiaskan ke arah yg berbeda. Jadi terjadi sesuatu pada permukaan bulan sehingga pantulan cahaya matahari tidak lagi sampai ke bumi.

Banyaknya hujan meteor yg terjadi 10 tahun belakangan ini memang mengisyaratkan hal itu.

Hujan meteor (meteor shower) yg menghantam bumi dg kecepatan 160,000 km/jam menghasilkan percikan api saat menghantam atsmosfer bumi. tetapi bulan tidak memiliki atmosfer sehingga kecepatan meteoir saat menghantam permukaan bulan menjadi lebih tinggi dan menghasilkan kehancuran yg lebih besar.

Di permukaan bulan, meteor sebesar bola golf akan menghantam permukaan dg kecepatan 250,000 km/jam dan menghasilkan ledakan yang setara dg beberapa puluh ton dinamit. Dengan jumlah jutaan, maka bisa dibayangkan apa yg terjadi.

Pada kasus hujan meteor di bulan pada tanggal 10 Agustus 2012, Meteor Perseid menghujani bulan dg 80 meteor/jam.Pada saat itu terlihat bahwa cahaya bulan berkedip walau hanya selama 1/30 detik  Tahun ini, selain meteor Perseid, meteor Geminid juga akan menghantam bulan pada Dsesmber 2012.Meteor Geminid akan menghantam 90 persen dari permukaan bulan.

Anda bisa melihat kedipan bulan dengan teleskop berukuran 8 inch.Sejak tahun 2005 sampai saat ini sudah tercatat bahwa bulan kehilangan cahayanya (dalam bentuk kedipan/lunar flash) sebanyak 200 kali.

Dalam kasus bulan, hilangnya kemampuan memantulkan bisa terjadi karena permukaan bulan dihujani meteor sehingga banyaknya pecahan akibat tumbukan itu menghilangkan/menurunkan kemampuan bulan memantulkan cahaya matahari ke bumi.
avatar
wahyu_zein_alkaf
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 362
Kepercayaan : Islam
Location : Kalimantan Tengah
Join date : 09.08.13
Reputation : 12

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by jaya on Tue Oct 15, 2013 5:35 am

Tetap saja tidak menyangkal bahwa bulan tidak memiliki cahaya/sinar dari dirinya sendiri. walawalah......
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by SEGOROWEDI on Tue Oct 15, 2013 6:34 am


mulai dari bumi dibikin secara dibentangkan/dihamparkan kek tiker..
sampai soal bulan bercahaya, menunjukkan penulis qoran orang awam

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by aliumar on Thu Oct 17, 2013 6:04 am

Salah satu yg jawaban yg masuk akal adalah bulan kehilangan kemampuan memantulkannya karena  sinar matahari tidak lagi dipantulkan melainkan dibiaskan ke arah yg berbeda.
hahaha...bagaimana mungkin bulan yg tidak bening, bisa membiaskan cahaya?

Dan permukaan bulan yg tidak rata tsb akan menyebabkan sinar matahari yg tiba di permukaan bulan yg tidak rata tsb, akan dipantulkan secara acak ke berbagai arah (pemantulan baur). Jadi org di bumi tetap masih bisa melihat cahaya "pantulan" bulan tsb.

Anda bisa melihat kedipan bulan dengan teleskop berukuran 8 inch.Sejak tahun 2005 sampai saat ini sudah tercatat bahwa bulan kehilangan cahayanya (dalam bentuk kedipan/lunar flash) sebanyak 200 kali.
jurus ngarang nya keluar.
Lunar flash bukan kedipan cahaya pantulan bulan, tapi merupakan suatu sinar spot (titik) yg nampak di permukaan bulan, yg intensitasnya jauh lebih terang dari cahaya (pantulan) bulan.
Ini link gambarnya:
lunar flash

Dalam kasus bulan, hilangnya kemampuan memantulkan bisa terjadi karena permukaan bulan dihujani meteor sehingga banyaknya pecahan akibat tumbukan itu menghilangkan/menurunkan kemampuan bulan memantulkan cahaya matahari ke bumi.
emangnya bulan spt black hole yg "memerangkap cahaya"?hahaha....jurus imaginasi ngawur muslim yg udah kepepet membela kengacoan qurannya sudah mulai keluar terlihat. hahaha.....

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Mon Nov 11, 2013 2:36 am

Wkwk lagi-lagi kafir bego, beda dengan pastor pendetamu yang dekat dan dibisikin yesus roh kudus sehingga sok meramal tanggal kiamat, tapi mleset mulu, selalu gagal ramalan kiamat yesusmu yang tak tahu apa-apa itu, maka Quran sudah kasih clue, bahwa kiamat akan terjadi pada malam hari, sehingga bulan yang jadi patokannya, yakni ketika cahaya yang dipantulkan oleh bulan hilang, kapan itu yakni ketika terjadi gerhana, matahari dan bulan bertemu, dan lenyapnya kemampuan bulan untuk memantulkan cahaya,yakni hancurnya bulan yang mendahului hancurnya bumi. Think
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by SEGOROWEDI on Mon Nov 11, 2013 11:49 am

@Mutiara wrote: maka Quran sudah kasih clue, bahwa kiamat akan terjadi pada malam hari, sehingga bulan yang jadi patokannya, yakni ketika cahaya yang dipantulkan oleh bulan hilang, kapan itu yakni ketika terjadi gerhana, matahari dan bulan bertemu, dan lenyapnya kemampuan bulan untuk memantulkan cahaya,yakni hancurnya bulan yang mendahului hancurnya bumi. Think
ramalan muhammad yang sudah terbukti apa?
sehingga ramalannya soal kiamat layak dipercaya..

SEGOROWEDI
BRIGADIR JENDERAL
BRIGADIR JENDERAL

Posts : 43894
Kepercayaan : Protestan
Join date : 12.11.11
Reputation : 124

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Sun Nov 17, 2013 10:42 am

banyak sekali, seperti umur umatnya rata-rata tak akan melebihi 100 tahun dll, baca tuh di trit-nya.


Terakhir diubah oleh Mutiara tanggal Wed Nov 20, 2013 6:40 am, total 1 kali diubah
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by jaya on Mon Nov 18, 2013 1:26 am

Ala...mut, kamu ngimpi kali, ramalan muhamamd terpenuhi.
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Wed Nov 20, 2013 6:44 am

ngimpi masuk surga eh malah masuk neraka, itulah elo kafir.

Nieh beberapa:

Ramalan Muhammad tentang mendekatnya Jarak

Jaman berubah dengan pesat. Perubahan itu terutama didukung oleh ditemukannya teknologi yang mencengangkan. Umat manusia, berkat kemajuan teknologi, TIDAK LAGI terkungkung di suatu tempat untuk selama-lamanya. Karena teknologi lah, manusia jaman kini dapat berada di dua tempat yang berbeda di dalam waktu yang amat berdekatan. Dengan kata lain, teknologi telah dapat memperpendek jarak muka bumi ini. Sebenarnya itu adalah mustahil pada jaman purba.
Memperpendek jarak di muka bumi ini, terbagi menjadi dua kategori.
Kategori pertama. Transportasi Pengangkutan.
Berkat kemajuan teknologi, jauhnya jarak di bumi dapat diperpendek dengan adanya transportasi pengangkutan yang begitu luar biasa. Mungkin pertama manusia mengenal transportasi berbasis teknologi yang dinamakan mobil atau kendaraan bermotor. Namun lebih dari itu, manusia telah menemukan pesawat yang daya jelajahnya luar biasa. Seorang manusia yang suatu saat berada di Indonesia, pada satu atau dua jam berikutnya sudah berada di benua lain, seperti di Australia atau di Afrika. Bahkan di Jepang, kereta api cepatnya yang berbasis teknologi dapat memindahkan manusia dari satu kota ke kota lainnya yang teramat jauh hanya di dalam hitungan menit.
Pada masa purba, manusia Muslim butuh waktu berbulan-bulan untuk berangkat ke tahah suci Mekah. Itulah sebabnya pada masa itu, berangkat haji sama dengan berangkat meninggalkan Dunia yang fana ini, alias SIAP MATI dan JANGAN HARAP KEMBALI DALAM KEADAAN HIDUP. Begitulah susahnya transportasi pada masa itu. Namun kini semua itu sudah berubah. Berangkat ke tanah suci DAPAT DILAKUKAN PULANG HARI, alias berangkat dan sampai di tempat tujuan dapat dicapai di dalam satu hari yang sama. Menakjubkan.
Sabang dan Merauke hari ini dapat ditempuh hanya di dalam hitungan jam dengan menggunakan pesawat terbang. Padahal pada masa purba itu adalah sesuatu yang mustahil dilakukan, apalagi perjalanannya harus melintasi banyak pulau.
Dengan adanya teknologi transportasi ini, jarak bumi semakin dekat. Memang tetap ada jarak antara satu titik dengan titik lainnya di muka bumi ini. Namun JARAKNYA lah yang dapat didekatkan. Sejauh apapun jaraknya, toh akhirnya akan dapat didekatkan.
Kategori kedua. Teknologi Informasi.
Pada masa purba, suatu kejadian yang terjadi di suatu tempat, ADALAH MUSTAHIL untuk diketahui oleh Negeri atau bangsa lain. Kalau pun ada usaha supaya satu berita di suatu tempat dapat disebar ke Negeri lain yang jauh, maka harus ada cara yang teramat berat dan pelik.
Namun sekarang? Kendala itu sudah tidak ada lagi. Suatu kejadian di suatu Negeri akan segera dapat diketahui oleh Negeri lain yang jauh hanya di dalam hitungan detik.
Teknologi informasi, yang juga melibatkan teknologi telepon, telah memungkinan seorang manusia yang berada di ujung Barat bumi ini dapat berbicara dengan temannya yang berada di ujung Timur dari bumi ini, padahal yang satu berada pada suatu siang, dan yang lain berada pada suatu malam. Luar biasa!
Bahkan televisi telah dapat menyajikan kejadian secara langsung yang dapat ditonton oleh ribuan manusia yang jaraknya ribuan mil dari tempat kejadian. Itu pun sang kru tivi yang sedang meliput di tempat yang jauh itu dapat berbicara langsung dengan para pemirsa, padahal jarak antara keduanya ribuan mil.
Singkat kata, Barat dan Timur sudah berhasil didekatkan. Begitu juga antara Utara dan Selatan. Gambarannya seperti, sehelai SELIMUT yang panjang. Karena panjang, pastilah jarak ujung yang satu dengan ujung yang lain berjauhan. Namun kemudian SELIMUT itu dilipat dua. Apakah yang terjadi? Kedua ujung yang tadinya berjauhan, sekarang menjadi BEGITU DEKAT.
Dengan bangkitnya teknologi itu, sepertinya permukaan bumi yang begitu luas dan jauh itu, DILIPAT OLEH ALLAH sehingga kedua ujungnya menjadi begitu dekat. Keajaiban itulah yang dinikmati oleh umat Nabi Muhammad Saw. Dan seluruh keajaiban teknologi itu HANYA DAPAT DINIKMATI oleh umatnya Nabi Muhammad Saw. Umat Nabi Isa, umat Nabi Ibrahim, umat Nabi Sulaiman dan lain lain, tidak pernah dapat menikmati keajaiban teknologi tersebut. Sepertinya, Allah MELIPAT MUKA BUMI ini sehingga semua jaraknya menjadi dekat, HANYA UNTUK NABI MUHAMMAD DAN UMATNYA.
Inilah nubuat yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw, bahwa kelak umatnya akan menikmati betapa dekatnya suatu jarak, yang pada masa sebelumnya adalah TERAMAT JAUH.
Hadits Tsaubah:
Dari Tsauban ia berkata, Rasulullah saw bersabda: “ Sesungguhnya Allah telah melipat bumi untukku, maka aku bisa melihat ujung timur bumi dan ujung baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang dilipat untukku (seluruh muka bumi, sejak ujung timur hingga ujung barat). Aku juga dikaruniai dua perbendaharaan (kekayaan), yaitu perbendaharaan merah (Romawi) dan perbendaharaan putih (Persia).
Inilah nubuat Nabi Muhammad Saw yang membuktikan bahwa Muhammad Saw memang lah seorang Nabi Allah yang diutus keseluruhan Dunia ini. Dengan terbuktinya nubuat ini, maka terbuktilah bahwa Muhammad Saw memang seorang Nabi Allah. Dan pada akhirnya, maka terbuktilah bahwa Islam sebagai agama yang dibawa oleh Muhammad Saw, sebagai agama yang benar. Tidak dapat lagi disangkal.
Itulah keajaiban dari kenabian Muhammad Saw.


Jatuhnya Konstantinopel Berdasarkan Nubuat Muhammad Saw

Sultan Mehmed II atau juga dikenal sebagai Muhammad Al-Fatih (30 Maret 1432 – 3 Mei 1481) adalah seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Ia ahli dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun. Dari sudut pandang Islam, ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu’ setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di ‘Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).
Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik & strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya. Ia merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq.
Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhannya). Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk memperingati jasanya, Masjid Al Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.
Diceritakan bahwa tentara Sultan Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan salat wajib sejak baligh & separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan salat tahajjud sejak baligh. Hanya Sulthan Muhammad Al Fatih saja yang tidak pernah meninggalkan salat wajib, tahajud & rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya.
Semenjak kecil, Sultan Muhammad Al-Fatih telah mencermati usaha ayahnya menaklukkan Konstantinopel. Bahkan beliau mengkaji usaha-usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam ke arah itu, sehingga menimbulkan keinginan yang kuat baginya meneruskan cita-cita umat Islam. Ketika beliau naik tahta pada tahun 855 H / 1451 M, dia telah mulai berpikir dan menyusun strategi untuk menawan kota bandar tadi. Kekuatan Sultan Muhammad Al-Fatih terletak pada ketinggian pribadinya. Sejak kecil, dia dididik secara intensif oleh para ‘ulama terulung di zamannya. Di zaman ayahnya, yaitu Sultan Murad II, Asy-Syeikh Muhammad bin Isma’il Al-Kurani telah menjadi murabbi Amir Muhammad (Al-Fatih). Sultan Murad II telah menghantar beberapa orang ‘ulama untuk mengajar anaknya sebelum itu, tetapi tidak diterima oleh Amir Muhammad. Lalu, dia menghantar Asy-Syeikh Al-Kurani dan memberikan kuasa kepadanya untuk memukul Amir Muhammad jika membantah perintah gurunya.
Waktu bertemu Amir Muhammad dan menjelaskan tentang hak yang diberikan oleh Sulthan, Amir Muhammad tertawa. Dia lalu dipukul oleh Asy-Syeikh Al-Kurani. Peristiwa ini amat berkesan pada diri Amir Muhammad lantas setelah itu dia terus menghafal Al-Qur’an dalam waktu yang singkat. Di samping itu, Asy-Syeikh Ak Samsettin (Syamsuddin) merupakan murabbi Sultan Muhammad Al-Fatih yang hakiki. Dia mengajar Amir Muhammad ilmu-ilmu agama seperti Al-Qur’an, hadits, fiqih, bahasa (Arab, Parsi dan Turki), matematika, falak, sejarah, ilmu peperangan dan sebagainya.
Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Konstantinopel akan ditaklukkan oleh tentara Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja & tentaranya adalah sebaik-baik tentara”.
Syeikh Ak Samsettin lantas meyakinkan Amir Muhammad bahwa dia adalah orang yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadits pembukaan Kostantinopel. Ketika naik takhta, Sultan Muhammad segera menemui Syeikh Semsettin untuk menyiapkan bala tentara untuk penaklukan Konstantinopel. Peperangan itu memakan waktu selama 54 hari. Persiapan pun dilakukan. Sulthan berhasil menghimpun sebanyak 250 ribu tentara. Para mujahid lantas diberikan latihan intensif dan selalu diingatkan akan pesan Rasulullah saw terkait pentingnya Konstantinopel bagi kejayaan Islam.
Setelah proses persiapan yang teliti, akhirnya pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih tiba di kota Konstantinopel pada hari Kamis 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453 M. Di hadapan tentaranya, Sulthan Al-Fatih lebih dahulu berkhutbah mengingatkan tentang kelebihan jihad, kepentingan memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah Swt. Dia juga membacakan ayat-ayat Al-Qur’an mengenainya serta hadis Nabi saw tentang pembukaan kota Konstantinopel. Ini semua memberikan semangat yang tinggi pada bala tentera dan lantas mereka menyambutnya dengan zikir, pujian dan doa kepada Allah Swt.
Sultan Muhammad Al-Fatih pun melancarkan serangan besar-besaran ke benteng Bizantium di sana. Takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar!” terus membahana di angkasa Konstantinopel seakan-akan meruntuhkan langit kota itu. Pada 27 Mei 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama tentaranya berusaha keras membersihkan diri di hadapan Allah Subhana Wa Ta’ala. Mereka memperbanyak salat, doa, dan dzikir. Hingga tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jumadil Awal 857 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Mei 1453 M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Tentara Utsmaniyyah akhirnya berhasil menembus kota Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan mereka mengibarkan bendera Daulah Utsmaniyyah di puncak kota. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentara Al-Fatih, akhirnya berjaya mengantarkan cita-cita mereka.
Kutipan Mengenai Mehmed II
· “Konstantinopel akan ditaklukkan oleh tentara Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja & tentaranya adalah sebaik-baik tentara” (Nabi Muhammad)
· “Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba beliau SAW ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW menjawab, “Kota Heraklius terlebih dahulu (Konstantinopel)” (Nabi Muhammad)
· “Aku mendengar baginda Rasulullah S.A.W mengatakan seorang lelaki soleh akan dikuburkan di bawah tembok tersebut & aku juga ingin mendengar derapan tapak kaki kuda yang membawa sebaik-baik raja yang mana dia akan memimpin sebaik-baik tentara seperti yang telah diisyaratkan oleh baginda” (Abu Ayyub al-Anshari kepada panglima Bani Umayyah)

dll.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by jaya on Wed Nov 20, 2013 5:37 pm

Ngimpi terus neng, ambilkan semua hasil karanganmu dan teman seukuwahmu. welah2.......
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Mutiara on Sat Nov 30, 2013 5:24 pm

bego dipiara....

semua ramalan nabi itu TERBUKTI benar kejadian.

think.
avatar
Mutiara
KAPTEN
KAPTEN

Female
Posts : 3660
Kepercayaan : Islam
Location : DKI
Join date : 01.08.13
Reputation : 45

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by jaya on Sun Dec 08, 2013 4:56 pm

[justify]Kan coman klaim kamu doank mut. Allah swt ngutuku Yahudi jadi KERA dan BABI, mana ada dalam sejarah orang YAHUDI tiba jadi kera lantaran dikutuki ALLAH SWTmu? Dianya aja besar ngomong. apalagi kamu mut, pasti asal ngemeng saja.


Nubuat-nubuat Palsu Muhammad

Tentang Penaklukan Romawi atas Persia

Surah 30:2-4:

"Kekaisaran Romawi telah dikalahkan - di suatu tempat yang dekat: Namun mereka, (walaupun) setelah kekalahan mereka (ini), akan segera berjaya - di dalam beberapa tahun."

Sebagaimana nubuat menyatakan bahwa Byzantium memang meraih kemenangan atas bangsa Persia/Parsi yang sebelumnya mengalahkan mereka. Namun ada beberapa permasalahan mendasar mengenai yang orang dianggap nabi ini:

.....Menurut Yusuf Ali kata Arab untuk "beberapa tahun," Bidh'un, menandakan suatu periode antara tiga hingga sembilan tahun; namun berdasarkan beberapa cendekiawan kemenangan itu belum terjadi hingga hampir empatbelas tahun kemudian. Bangsa Parsi mengalahkan Kekaisaran Romawi Timur (Byzantine/Byzantium) dan menguasai Yerusalem sekitar 614 atau 615 Masehi. Perlawanan Byzantium belum dimulai hingga 622 M dan kemenangan itu belum terselesaikan hingga 628 M, yang mengakibatkan suatu periode antara tigabelas hingga empatbelas tahun, bukan "beberapa tahun" seperti yang disinggung dalam Quran.

....Naskah Quran yang asli tidak memiliki tanda-tanda huruf hidup. Karena itu, kata Arab 'Sayaghlibuna' - "mereka akan menaklukkan," dapat dengan mudah telah diubah, dengan perubahan dua huruf hidup, Sayughlabuna, "mereka (yaitu bangsa Romawi) akan dikalahkan." Karena tanda-tanda huruf hidup belum ditambahkan hingga beberapa saat setelah kejadian ini, sangatlah mungkin bagi seorang ahli tulis untuk secara sengaja mengubah naskah, memaksakannya menjadi pernyataan yang bersifat nubuatan (prophetic).

....Kenyataan ini dikuatkan oleh pentafsir Muslim terkenal al-Baidawi. C.G. Pfander menyinggung komentar-komentar Baidawi mengenai bacaan-bacaan yang berbeda yang melingkupi bagian ini:

" Namun Al Baizawi melumpuhkan keseluruhan argumen kaum Muslim dengan memberikan informasi pada kita tentang beberapa macam bacaan dalam ayat-ayat Suratu'r Rum. Ia memberitahukan kita bahwa beberapa orang telah membaca secara lazimnya dari teks Arab yang asli. Maka perubahannya akan menjadi: 'Kerajaan Romawi Timur (yaitu Byzantium) telah berkuasa di bagian terdekat negeri, dan mereka akan dikalahkan dalam waktu singkat'.

Jika ini merupakan bacaan yang benar, keseluruhan cerita tentang pertaruhan Abu Bakar dengan Ubai pasti hanyalah suatu dongeng, karena Ubai telah lama meninggal sebelum kaum Muslim mulai mengalahkan Byzantines, dan jauh sebelum kemenangan Heraclius atas bangsa Persia.

....Ini membuktikan bagaimana tidak dapat dipercayanya kepercayaan-kepercayaan (tradisi hadis) seperti itu. Penjelasan yang diberikan oleh Al Baidawi adalah, bahwa Byzantium menjadi penakluk 'daerah subur Syria' (dalam bahasa Arab asalnya) dan bagian itu meramalkan bahwa kaum Muslim kemudian akan segera mengatasi mereka. Jika yang dimaksudkan ini, Kepercayaan yang mencatat konon 'turunnya' ayat-ayat ini pada sekitar enam tahun sebelum Hijrah pastilah keliru, dan naskah itu berasal dari seawal-awalnya 6 Masehi.

.....Jelas bahwa, tanda-tanda huruf hidup tidak digunakan saat pertama kali Qur-an dituliskan ke dalam huruf-huruf Kufa, tak seorangpun yakin manakah yang benar diantara kedua bacaan tersebut. Kita sudah melihat terdapatnya banyak ketidakpastian mengenai :
1.Waktu saat ayat-ayat tersebut 'diturunkan',
2.Bacaan yang sebenarnya, dan
3.Arti, dimana sangat tidak mungkin untuk menunjukkan bahwa naskah tersebut mengandung suatu nubuatan yang tergenapi. Maka, tak dapat dianggap sebagai bukti nubuatan Muhammad."

(C. G. Pfander, Mizan-ul-Haqq - The Balance of Truth, direvisi dan diperluas oleh W. St. Clair Tisdall [Light of Life P.O. Box 18, A-9503, Villach Austria], 279-280)

Ini menjadi kasus, seorang Muslim tak dapat secara yakin mengatakan pada kita manakah bacaan yang sebenarnya dari naskah itu dan oleh sebab itu tak dapat meyakinkan kita bahwa ayat ini sejak awal meramalkan kemenangan Byzantine atas bangsa Persia. Walau bagaimanapun perubahan menghadapkan kita pada nubuat palsu dalam Quran.

.....Adalah mengagumkan bahwa nubuat Tuhan tak menunjukkan waktu yang pasti dari kemenangan itu, mengingat bahwa Tuhan adalah yang maha tahu dan maha bijaksana, menyatakan akhir dari sejak awal. Ketika Tuhan menentukan kerangka waktu sebagai suatu bagian yang penting dari suatu nubuatan kita akan mengharapkan ketepatannya, bukan hanya dugaan belaka.

Bagi Tuhan untuk memperkirakan Byzantines akan menang pada satu waktu di dalam "beberapa tahun" seakan menolak untuk menentukan waktu yang pasti, adalah tak konsisten dengan kepercayaan akan Dia yang Maha Mengetahui (Omniscient), Maha Kuasa (Omnipotent). Karena itu, sepertinya tidak akan mungkin bila Tuhan yang sejati akan membuat nubuat seperti itu.

Menariknya, istilah "beberapa tahun" selanjutnya semakin mendiskreditkan dan menyangkal apa yang dikatakan nubuat ini. Abu Bakar percaya bahwa istilah "beberapa tahun" berarti Byzantium akan menang dalam tiga tahun:

"Bagian ini merujuk kepada kekalahan Byzantium di Syria oleh bangsa Parsi dibawah pimpinan Khusran Parvis. (615 M - 6 tahun sebelum Hegira). Walaupun begitu, kekalahan bangsa Parsi akan terjadi sesegera mungkin 'hanya dalam beberapa tahun'. Dengan petunjuk ramalan ini, Abu Bakar bertaruh dengan Ubai-ibn-Khalaf bahwa ramalan ini akan tergenapi di dalam waktu tiga tahun, namun ia dikoreksi oleh Mohammad yang menyatakan bahwa 'waktu singkat' adalah antara tiga hingga sembilan tahun (Al-Baizawi).

.....Kaum Muslim mengatakan pada kita bahwa Byzantines mengatasi musuh-musuhnya di dalam waktu tujuh tahun. Kenyataannya, akan tetapi, adalah bahwa Byzantines mengalahkan Persia pada 628 M (penjelasan Al-Baizawi). Itu artinya duabelas tahun setelah ramalan Mohammad. Sebagai konsekuensinya bagian itu tak memenuhi syarat sebagai nubuatan, terutama karena waktu antara nubuat dan penggenapannya sangat terlalu singkat, dan kejadiannya dapat dengan mudah diramalkan."

(Gerhard Nehls, Christians Ask Muslims [Life Challenge, SIM International; Africa, 1992], hal. 70-71)

Baca selanjutnya neng,

Delete-Dilarang mencantumkan Link / Web anti Islam
Silahkan PM yg bersangkutan untuk info tsb
By:Mod
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Jagona on Thu Jan 02, 2014 10:55 am

@ diskuser

hi hi hi ............. lucu juga mengamati diskuser yang meraba-raba karena gak menyadari apa yang didiskusikan ............ kan dah jelas itu rangkain peristiwa Kiamat, masih saja melayang-layang entah kemana sampai pada nubuatan segala ........... sekali lagi ini masalah kiamat.
Ada satu pertanyaan sehubungan dengan ayat al-qiyamah;9 biar diskusi ini lurus ...... Apa yang dapat anda pikirkan kalau Matahari dan bulan-bulan dikumpulkan .......... monggo dipikirkan

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by jalan_kebenaran on Thu Jan 02, 2014 12:25 pm

@aliumar wrote:Kita tau bersama bahwa bulan tidak mempunyai cahaya pada dirinya sendiri. Namun menurut Quran, nanti sbg salah satu tanda2 kiamat, bulan akan hilang cahayanya.


﴾ Al Qiyaamah:6 ﴿
Ia berkata: "Bilakah hari kiamat itu?"
Qiyaamah:7 ﴿
Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),
﴾ Al Qiyaamah:8 ﴿
dan apabila bulan telah hilang cahayanya

Pertanyaannya:
koq bisa ya sesuatu yg tidak mempunyai cahaya bisa dikatakan : "hilang cahayanya"?

ini kah yg namanya Firman dari Allah yg sesuai dgn science? hahaha.....


Bung baca baik2 ayat tsb disitu dikatakan "apabila bulan telah hilang cahayanya" saya tanya menurut sains apakah bulan menghasilkan cahaya sendiri? bukankah bulan memantulkan cahayanya dari matahari, bintang2 yg anda lihat dilangit apakah mereka semua menghasilkan cahayanya sendiri? mereka semua bercahaya berkat pantulan cahaya matahari, dan dikatakan diayat di atas "bilakah hari kiamat itu" yg artinya jika hari kiamat terjadi maka bulan tdk lagi bercahaya itu berarti sumber cahaya bulan (matahari sumber cahaya bulan dan bintang) sudah padam  kok bsa matahari cahayanya padam? utk lebih jelas baca disini tentang matahari http://hermawayne.blogspot.com/2010/10/gejala-gejala-yang-akan-terjadi.html
 yes

jalan_kebenaran
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 3
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Holy Island
Join date : 02.01.14
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by jalan_kebenaran on Thu Jan 02, 2014 12:28 pm

@jaya wrote:Al quran hanyalah karangan Muhammad smata dan seluruh isi al quran keluar dari mulut Muhammad. Tidak heran sebagian atau seluruh isi al quran tidak masuk akal.

sebenarnya anda bukanlah org pertama yg mengatakan "Al quran hanyalah karangan Muhammad smata" jauh sebelum anda lahir kedunia ini org2 kafir quraisy pun mengatakan hal yg sama anda katakan "alquran hanya lah karangan muhammad" namun jika memang alquran itu karangan muhammad, bsa kah anda menjawab tantangan di dalam alquran ini

Al Quran Surat Huud ayat 13 (11:13):

Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu". Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar"

jawab tantangan alquran di atas jika memang anda benar!

jalan_kebenaran
REGISTERED MEMBER
REGISTERED MEMBER

Male
Posts : 3
Kepercayaan : Lain-lain
Location : Holy Island
Join date : 02.01.14
Reputation : 0

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by jaya on Sat Jan 04, 2014 4:41 am

@jalan_kebenaran wrote:
@jaya wrote:Al quran hanyalah karangan Muhammad smata dan seluruh isi al quran keluar dari mulut Muhammad. Tidak heran sebagian atau seluruh isi al quran tidak masuk akal.

sebenarnya anda bukanlah org pertama yg mengatakan "Al quran hanyalah karangan Muhammad smata" jauh sebelum anda lahir kedunia ini org2 kafir quraisy pun mengatakan hal yg sama anda katakan "alquran hanya lah karangan muhammad" namun jika memang alquran itu  karangan muhammad, bsa kah anda menjawab tantangan di dalam alquran ini

Al Quran Surat Huud ayat 13 (11:13):

Bahkan mereka mengatakan: "Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu". Katakanlah: "(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar"

jawab tantangan alquran di atas jika memang anda benar!

Dan sudah sering sih saya menjawab tantangan al quran anda ini.

a) Bikinlah PANITIA PENYELENGGARANYA

b) Apa2 saja saja syarat2 mengikuti kontes al quran ini

c) Kapan dilaksanakan

d)Siapa tim jurinya

dellelll.....

Catatan> Pertandingan ini bisa berjalan obyektif akan terlihat dari siapakah yg dianggap kredibel utk menilai yg ini layak dan yg itu bukan.

Jika benar tantangan itu datang dari Tuhan sejati, masak Tuhan menantang manusia? Lha kan dia sudah tahu kalau dia akan menang. Sebuah pertanding baru bisa diadakan, jika dan hanya jika pertandingan itu dapat dilaksanakan/dimenangkan manusia. Apakah hal2 seperti ini tidak diperhtungkan oleh Allah swt?

...Hati juga jika hasilnya nanti terlalu persis sama dgn al quran, anda akan dituduh menjiplak, jika tidak persis sama, anda akan dinilai mencederai al quran, al quran palsu. Singkat kata, tantangan Allah swt ini membuktikan dia bukan Tuhan sejati.

Gitu aja dululah.....
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Jagona on Sat Jan 04, 2014 8:46 am


yeeahhh ......... kok jadi pertandingan "membuat" alquran ... gimana tuh kalo matahari dan bulan dikumpulkan/disatukan yang tercantum dalam surat 75 (al-qiayamah);9 ....................... okey

Jagona
KAPTEN
KAPTEN

Male
Age : 71
Posts : 4039
Kepercayaan : Islam
Location : Banten
Join date : 08.01.12
Reputation : 18

Kembali Ke Atas Go down

Re: Bulan bisa kehilangan cahaya?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 1 dari 2 1, 2  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik