FORUM LASKAR ISLAM
welcome
Saat ini anda mengakses forum Laskar Islam sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh turut berdiskusi yang hanya diperuntukkan bagi member LI. Silahkan REGISTER dan langsung LOG IN untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai member.


@laskarislamcom

Terima Kasih
Salam Admin LI

Nabi-nabi

Halaman 2 dari 8 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Nabi-nabi

Post by EHAN on Mon Nov 11, 2013 7:43 pm

First topic message reminder :

Jika kita membaca Alkitab, ada kisah nabi-nabi agung, terperosok kedalam kenistaan.
Mulai dari alcoholic sampai berzina.


Jika menjadi seorang nabi, apakah sang nabi dibiarkan saja melakukan kesalahan,
Sebenarnya tipikal seseorang menjadi nabi itu apa sebenarnya.?? sehingga masuk dalam kriteria seorang nabi.
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down


Re: Nabi-nabi

Post by oglikom on Wed Nov 13, 2013 10:31 pm

EHAN wrote:
EHAN wrote:

oglikom wrote:Ntuhkan, menurut quran kagak mungkin ketemu.....Mod di keranjang sampahkan saja thread ini.
baca samapai komplit kom, jadi ngerti maksudnya,, nga ngaco.

Jika anda mengetahui kriteria nabi menurut kristen, monggo di jabarkan
pada saat ini saya mempertanyakan kriteria nabi dalam alkitab,, karena saya bingung, ada nabi dalam islam yang mulia?!, dalam kristen tokoh tersebut hina.
Ternyata TS nya cuman bingung.....hehehe.

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by EHAN on Thu Nov 14, 2013 5:59 am

oglikom wrote:
EHAN wrote:
EHAN wrote:

oglikom wrote:Ntuhkan, menurut quran kagak mungkin ketemu.....Mod di keranjang sampahkan saja thread ini.
baca samapai komplit kom, jadi ngerti maksudnya,, nga ngaco.

Jika anda mengetahui kriteria nabi menurut kristen, monggo di jabarkan
pada saat ini saya mempertanyakan kriteria nabi dalam alkitab,, karena saya bingung, ada nabi dalam islam yang mulia?!, dalam kristen tokoh tersebut hina.
Ternyata TS nya cuman bingung.....hehehe.
Kenapa kom,, nga boleh saya bingung ( tidak mengerti ) kenapa di islam mulia, di kristen bobrok..
Kalau saya sok tahu, salah juga..

Lagian ini kah sudah lu bahas di post #10.. Kalau mau menjatuhkan saya, jangan seperti anak kecil..
malah anda sendiri kelihatan dungu.. Nga terima saya bilang dungu??
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by jaya on Thu Nov 14, 2013 6:52 am

Ada nabi mulia dari arab? Wah....hebat juga. Nabi hasil ngaku2 sendiri.
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by aliumar on Thu Nov 14, 2013 10:36 am

Seseorang itu dianggap nabi. tentu ada kriteria2nya..
bagaimana bisa tahu dia nabi atau bukan.

Dalam skala kecil,,Sebuah instansi perusahaan saja, dalam memilih seseorang menjadi manager. Ada kriteria2 yang menjadi syarat. mulai dari sekolahnya, pengalaman, skill individu, sikap kepemimpinan.
bukan manusia yg mengangkat/menetapkan seseorang sbg nabi sehingga tidak perlu pake kriteria2 dari manusia tsb.

Dan Tuhan berdaulat, tidak terikat dgn kriteria2 nabi yg dibuat oleh manusia.

Apakah tidak cukup untuk membuat larangan untuk melakukan hal2 hina tersebut, kenapa aib2 tokoh tersebut di umbar. seperti kisah2 yang di buat untuk para penggosip yang ingin menjatuhkan harga diri.
Tuhan yg menentukan cukup-tidak cukupnya. Bukan kamu !
Sering kali pengalaman mengajarkan kita lebih keras dan lebih ampuh dari cuma sekedar teori/larangan di atas kertas.

Seorang murid yg pernah ga naik kelas, bisa lebih memahami makna aturan2: "dilarang malas", "harus rajin belajar", ketimbang kalau ia "dibantu" dinaikan kelas terus.
Dan sejak ada UN (Ujian Nasional), sekolah2 yg pernah mengalami siswa didiknya banyak yg ga lulus, banyak yg mulai menyadari dan bekerja keras mendidik murid2nya dgn berbagai tambahan pelajaran guna pemantapan UN.
Ujian dan kegagalan dlm hidup yg diijinkan Tuhan terjadi dlm hidup kita, bisa merupakan cara yg lebih ampuh utk membuat kita menjadi manusia lebih baik spt yg diingini Tuhan, dibandingkan cuma lewat larangan2 tertulis hitam di atas putih saja.

Apakah ada dalam alquran, nama manusia yang di sebut. demi mengumbar dosa2 mereka sebagai bahan pelajaran. Manusia mengaku tuhan saja tidak disebutkan identitas aslinya. hanya di sebut fir'aun..

Seorang yang mengaku tuhan saja. identitas aslinya sengaja tidak di buka.. karena bahan pelajaran ialah sikapnya saja. apalagi itu nabi..
Kalo begitu mengikuti teladan Allah mu dlm quran yg merahasiakan nama pelaku kejahatan, maka adalah lebih baik para pejabat negara yg memiliki kedudukan terhormat, juga dirahasiakan saja namanya kalau terbukti melakukan korupsi. Begitu kah?

Pelaku korupsi yg dirahasiakan namanya, bisa jadi tetap tidak punya rasa malu, krn merasa aman, identitasnya dirahasiakan.

Tidak masalah, jika memang di tulis oleh diri sendiri, masalahnya kisah kejelakan itu, apakah benar2 di tulis oleh diri sendiri. bukan oleh manusia yang ingin menjatuhkan nama baiknya.
coba pikirkan saja sendiri, ambil contoh konkrit:
Siapa yg berani melakukan fitnah kpd seorang raja yg bernama Daud kisah ia berzinah? Bisa Kepala taruhannya. Sementara apa susahnya bagi Daud yg saat itu sbg raja utk menyuruh mendelete aibnya jika itu cuma fitnahan belaka.
Bahkan sekalipun itu kisah nyata, Daud yg saat itu punya kekuasaan sbg raja bisa dgn mudah menyuruh menghilangkan kisah tsb dan menyuruh menceritakan yg baik2 saja (spt penguasa zaman orba).

Tapi kenyataannya, kisah aib tsb tetap tertulis. Ini karena Alkitab merupakan Firman Tuhan, maka para penulis dengan otoritas Ilahi digerakan utk menulis apa adanya, sekalipun itu merupakan aib yg memalukan dan menyakitkan.

Kisah pelanggaran2 yg dilakukan bgs Israel juga tetap ditulis. Kalau bgs Israel spt kata quran suka mengubah2 Firman Tuhan demi memperoleh keuntungan, pertanyaannya: keuntungan apa yg diperoleh dgn menceritakan aib bgs/rakyat sendiri, aib nenek moyang sendiri, aib raja besar nya sendiri?
Itu mah namanya bukan "keuntungan", tapi "kerugian".

manusia paling keji sekalipun tidak akan mengumbar aibnya. apalagi manusia yang mulia.

Ini kitab dari tuhan, apa iya sekeji itu Tuhan.
menutup aib bisa menjadi racun yg bisa "memutus" "urat malu" seseorang dlm melakukan kejahatan.

Sehingga ada kala nya jika menurut Tuhan "racun" itu perlu dikeluarkan demi kebaikan si pelaku, maka Tuhan akan menyatakan aib org tsb.

Dan aib yg diberitahukan bisa membantu org lain mengingatkan kita agar tidak melakukan aib tsb lagi di kemudian hari.

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by EHAN on Thu Nov 14, 2013 6:51 pm

aliumar wrote:bukan manusia yg mengangkat/menetapkan seseorang sbg nabi sehingga tidak perlu pake kriteria2 dari manusia tsb.

Dan Tuhan berdaulat, tidak terikat dgn kriteria2 nabi yg dibuat oleh manusia.
_Masalah siapa yang mengangkat, bukan yang menjadi pokok bahasan disini. karena oarng beragama tahu, yang mengangkat jadi nabi itu siapa..

_Saya mempertanyakan kriteria2 seorang nabi, untuk membedakan mana yang nabi asli, mana yang gadungan. Sesorang dianggap nabi tentu memiliki ciri2 sebagai kriteria.

Jika tidak ada kriteria2nya, maka akan mudah manusia mengaku nabi, dan mudah pula manusia di tipu.

aliumar wrote:Tuhan yg menentukan cukup-tidak cukupnya. Bukan kamu !
Sering kali pengalaman mengajarkan kita lebih keras dan lebih ampuh dari cuma sekedar teori/larangan di atas kertas.

Seorang murid yg pernah ga naik kelas, bisa lebih memahami makna aturan2: "dilarang malas", "harus rajin belajar", ketimbang kalau ia "dibantu" dinaikan kelas terus.
Dan sejak ada UN (Ujian Nasional), sekolah2 yg pernah mengalami siswa didiknya banyak yg ga lulus, banyak yg mulai menyadari dan bekerja keras mendidik murid2nya dgn berbagai tambahan pelajaran guna pemantapan UN.
Ujian dan kegagalan dlm hidup yg diijinkan Tuhan terjadi dlm hidup kita, bisa merupakan cara yg lebih ampuh utk membuat kita menjadi manusia lebih baik spt yg diingini Tuhan, dibandingkan cuma lewat larangan2 tertulis hitam di atas putih saja.
Yang menentukan memang tuhan, cuma bisa nga anda mengetahui perbedaan nabi asli atau gadungan. Jika anda mengatakan muhammad nabi palsu, tentu ada kriteria2 yang menjadi sandaran..

Begitu juga nabi asli, tentu ada kriteria2nya sebagai sandaran.
Nah,, dalam kristen apa kriteria2 nabi tersebut, sehingga di yakini seseorang benar2 nabi,

Analogi anda;
Namanya sekolah itu adalah usaha, tidak ada aturan untuk "malas" belajar. mau dia malas atau rajin, tidak akan ada hukuman. masalah tidak naik kelas. itu adalah usaha yang gagal, akibat 'malas',,

Jika malas belajar, ya tidak usah sekolah.. karena namanya sekolah ialah tempat belajar.. dan untuk naik kelas, ada kriteria2.

Tolong jangan kasih saya analogi amburadul,

aliumar wrote:Kalo begitu mengikuti teladan Allah mu dlm quran yg merahasiakan nama pelaku kejahatan, maka adalah lebih baik para pejabat negara yg memiliki kedudukan terhormat, juga dirahasiakan saja namanya kalau terbukti melakukan korupsi. Begitu kah?

Pelaku korupsi yg dirahasiakan namanya, bisa jadi tetap tidak punya rasa malu, krn merasa aman, identitasnya dirahasiakan.
Itu masalah hukum, bukan masalah mengumbar aib seseorang demi hanya mengambil pelajaran kesalahan2 yang sama, dan itu-itu saja. Jika memang di larang ya, larang saja. korupsi di larang, ada hukum2nya, dia disidang dan semua orang telah tahu, apa masih perlu di umbar sana sini, di tulis di media, terus di wariskan ke anak cucu.

Kalau hanya menceritakan aib2nya saja. terus dipelajari.. apa yang perlu di terapkan.apa ini; Jika nabi saja melakukan dosa, apalagi manusia biasa..
Nga ada semangatnya sebagai panutan jadinya. malah melakukan dosa merupakan hal biasa.

aliumar wrote:coba pikirkan saja sendiri, ambil contoh konkrit:
Siapa yg berani melakukan fitnah kpd seorang raja yg bernama Daud kisah ia berzinah? Bisa Kepala taruhannya. Sementara apa susahnya bagi Daud yg saat itu sbg raja utk menyuruh mendelete aibnya jika itu cuma fitnahan belaka.
Bahkan sekalipun itu kisah nyata, Daud yg saat itu punya kekuasaan sbg raja bisa dgn mudah menyuruh menghilangkan kisah tsb dan menyuruh menceritakan yg baik2 saja (spt penguasa zaman orba).
Maaf,, apa buktinya jika kitab itu benar2 di tulis pada saat raja daud hidup.
Bagaimana jika di tulis setelah raja daud meninggal. Bagaimana jika raja daud tidak pernah berzina?

aliumar wrote:menutup aib bisa menjadi racun yg bisa "memutus" "urat malu" seseorang dlm melakukan kejahatan.

Sehingga ada kala nya jika menurut Tuhan "racun" itu perlu dikeluarkan demi kebaikan si pelaku, maka Tuhan akan menyatakan aib org tsb.

Dan aib yg diberitahukan bisa membantu org lain mengingatkan kita agar tidak melakukan aib tsb lagi di kemudian hari.

Apa untungnya membuka aib seseorang,,?? mempelajari kekeliruannya hanya sebagai dalih.

Bisa tidak memberikan pelajaran, bahwa berbuat ini atau itu tidak baik. Tanpa memceritkan aib2 seseorang.

Hukuman sudah cukup sebagai imbalan..
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by aliumar on Thu Nov 14, 2013 8:13 pm

Saya mempertanyakan kriteria2 seorang nabi, untuk membedakan mana yang nabi asli, mana yang gadungan. Sesorang dianggap nabi tentu memiliki ciri2 sebagai kriteria.

Jika tidak ada kriteria2nya, maka akan mudah manusia mengaku nabi, dan mudah pula manusia di tipu
Apakah Tuhan harus terikat pada kriteria buatan manusia?dalam artian, jika ada org yg ngaku sbg nabi tapi tidak sesuai dgn kriteria bikinan manusia, apakah lantas Allah ga boleh ngangkat org yg tidak memenuhi kriteria tsb, sbg nabi?

Kriterianya bukan dari manusia yg nentuin.


Jika tidak ada kriteria2nya, maka akan mudah manusia mengaku nabi, dan mudah pula manusia di tipu.
Kriteria nya semua bersumber dari Tuhan, yaitu: adakah tertulis nubuat si nabi tsb di Kitab Suci, dan adakah tanda2 mukjizat.
Nah muhammad tidak punya keduanya.
Lalu kemudian menyalahkan kitab suci nya. Ini ibarat pepatah buruk muka cermin dibelah.

A nitip surat cinta ke B utk si C.
seminggu kemudian dibalas oleh si C.
Si B memberi surat balasan C tsb ke si A.

Si A bilang, kalau isinya: si C menerima cintanya, itu surat asli dari si C, tapi kalau isinya si C menolak cintanya, itu berarti si B telah memalsukan/mengganti surat dari si C.

Itulah muhammad, demi menyelaraskan ajaran dan diakui kenabian nya yg tidak ada di kitab sebelumnya, maka daripada repot2 mencari-cari penyelesaian/penjelasan, maka ia tinggal main bilang saja, kitab suci sebelumnya telah terdistorsi.

Yang menentukan memang tuhan, cuma bisa nga anda mengetahui perbedaan nabi asli atau gadungan. Jika anda mengatakan muhammad nabi palsu, tentu ada kriteria2 yang menjadi sandaran..
kalau skrg ada yg ngaku sbg nabi, anda bisa dgn mudah menyatakan org tsb sbg nabi palsu. Darimana anda tau?gampang, anda tau dari Quran dan hadist yg menyatakan tidak ada nabi lagi setelah muhammad.

Nah bayangkan bagaimana org zaman pra muhammad (saat quran belum turun) bisa mengakui/menantikan nabi yg akan datang yg namanya muhammad (ahmad) jikalau di kitab suci mereka tidak ada nubuat ttg muhammad, dan saat itu quran belum turun utk memberitau mereka kalau kitab mereka telah terdistorsi.

Kondisi zaman Pra muhammad saat quran belum turun:

1. Di Kitab Suci tidak ada nubuat ttg nabi ahmad yg akan datang
2. Tidak ada sumber yg memberitahu bahwa ketidakadaan nubuat nabi yg akan datang di kitab suci (point 1 di atas) tsb krn telah sengaja dihilangkan.

Atas dasar kondisi 2 point di atas, bagaimana caranya bisa mengakui muhammad sbg nabi?
Dimana2 org tentu akan berpegang pada kitab sucinya. Dan selama belum ada yg memberitahu kitab suci nya telah terdistorsi, maka ia akan menilai kitab suci tsb sbg yg benar.

Kalau hanya menceritakan aib2nya saja. terus dipelajari.. apa yang perlu di terapkan
Jika nabi saja bisa jatuh maka kita yg manusia biasa harus lebih waspada dan berjaga-jaga, jangan sampai jatuh ke dalam dosa.

Kalau kamu jalan menuruni tebing yg curam, lalu org di depan kamu yg adalah seorang pendaki ulung ternyata tergelincir, maka kamu akan jadi lebih berhati2 lagi. Pendaki ulung aja tergelincir, maka saya harus jauh lebih berhati2 lagi.
Itu salah satu pelajaran yg bisa diambil.


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by aliumar on Thu Nov 14, 2013 8:38 pm

Maaf,, apa buktinya jika kitab itu benar2 di tulis pada saat raja daud hidup.
Bagaimana jika di tulis setelah raja daud meninggal. Bagaimana jika raja daud tidak pernah berzina?
bukti macam apa yg kamu inginkan?
bukti rekaman video Daud sedang menulis langsung kitab tsb?
segala bukti bisa kamu skeptiskan jika dasarnya memang sudah tidak mau percaya.
Bahkan sekalipun andaikata zaman tsb sudah ada rekaman video, terus ditemukan bukti rekaman video Daud sedang menulis kitab tsb, maka bagi org skeptis bisa mensangsikan: bukti apa kalau itu benar2 Daud, bukan org yg diserupakan Daud? mirip spt skeptisme muhammad akan org2 yg menyaksikan Isa disalib, lalu dikatakan sbg org yg diserupakan.

Kedua:
Jika anggaplah andaikata kitab tsb ditulis setelah Daud wafat, padahal Daud tidak pernah berzina, pertanyaannya: apakah rakyat Israel yg mencintai nabi tsb bakal setuju2 saja raja dan nabi nya difitnah oleh segelintir org yg ingin menjelek2annya?


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by oglikom on Thu Nov 14, 2013 9:05 pm

EHAN wrote:
oglikom wrote:
EHAN wrote:
EHAN wrote:

oglikom wrote:Ntuhkan, menurut quran kagak mungkin ketemu.....Mod di keranjang sampahkan saja thread ini.
baca samapai komplit kom, jadi ngerti maksudnya,, nga ngaco.

Jika anda mengetahui kriteria nabi menurut kristen, monggo di jabarkan
pada saat ini saya mempertanyakan kriteria nabi dalam alkitab,, karena saya bingung, ada nabi dalam islam yang mulia?!, dalam kristen tokoh tersebut hina.
Ternyata TS nya cuman bingung.....hehehe.
Kenapa kom,, nga boleh saya bingung ( tidak mengerti ) kenapa di islam mulia, di kristen bobrok..
Kalau saya sok tahu, salah juga..

Lagian ini kah sudah lu bahas di post #10.. Kalau mau menjatuhkan saya, jangan seperti anak kecil..
malah anda sendiri kelihatan dungu.. Nga terima saya bilang dungu??
Mangkanya dari post awal sudah saya katakan bahwa kesimpulan yang anda pikirkan berdasarkan quran mangkanya bingung.
Biar tidak tambah bingung menjadi seperti orang dungu yang tidak tahu arah jangan memakai cara berpikir seperti yang tertulis dalam quran. Supaya memahami apa yang sudah dijelaskan oleh Aliumar.

oglikom
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2360
Kepercayaan : Lain-lain
Location : sidoarjo
Join date : 05.10.12
Reputation : 17

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by EHAN on Thu Nov 14, 2013 9:07 pm

aliumar wrote:Apakah Tuhan harus terikat pada kriteria buatan manusia?dalam artian, jika ada org yg ngaku sbg nabi tapi tidak sesuai dgn kriteria bikinan manusia, apakah lantas Allah ga boleh ngangkat org yg tidak memenuhi kriteria tsb, sbg nabi?

Kriterianya bukan dari manusia yg nentuin.
Rupanya anda tidak memahami maksud saya,, Gini loh.. mereka-mereka yang dianggap nabi itu, apa sih dasarnya?? Anda malah nyasar "Allah ga boleh ngangkat org yg tidak memenuhi kriteria tsb, sbg nabi?"

Ya kriterianya tentu bukan dari manusia. kan anda punya kitab.. ya pakai lah kitab anda sebagai standar2nya untuk menggolongkan seseorang itu dalam kriteria seorang nabi.

Jadi jika ada orang mengaku nabi, anda termasuk orang yang akan tertipu nabi palsu. karena anda tidak memiliki dasar.

aliumar wrote:Kriteria nya semua bersumber dari Tuhan, yaitu: adakah tertulis nubuat si nabi tsb di Kitab Suci, dan adakah tanda2 mukjizat.
Nah muhammad tidak punya keduanya.
Lalu kemudian menyalahkan kitab suci nya. Ini ibarat pepatah buruk muka cermin dibelah.
Kalau ada monggo di jabarkan di sini, bukan menulis pepatah..

aliumar wrote:kalau skrg ada yg ngaku sbg nabi, anda bisa dgn mudah menyatakan org tsb sbg nabi palsu. Darimana anda tau?gampang, anda tau dari Quran dan hadist yg menyatakan tidak ada nabi lagi setelah muhammad.

Nah bayangkan bagaimana org zaman pra muhammad (saat quran belum turun) bisa mengakui/menantikan nabi yg akan datang yg namanya muhammad (ahmad) jikalau di kitab suci mereka tidak ada nubuat ttg muhammad, dan saat itu quran belum turun utk memberitau mereka kalau kitab mereka telah terdistorsi.

Kondisi zaman Pra muhammad saat quran belum turun:

1. Di Kitab Suci tidak ada nubuat ttg nabi ahmad yg akan datang
2. Tidak ada sumber yg memberitahu bahwa ketidakadaan nubuat nabi yg akan datang di kitab suci (point 1 di atas) tsb krn telah sengaja dihilangkan.

Atas dasar kondisi 2 point di atas, bagaimana caranya bisa mengakui muhammad sbg nabi?
Dimana2 org tentu akan berpegang pada kitab sucinya. Dan selama belum ada yg memberitahu kitab suci nya telah terdistorsi, maka ia akan menilai kitab suci tsb sbg yg benar.
Saya mempertanyakan nabi sebelum muhammad,, bagaimana cara membedakan nabi asli dan palsu.??

aliuamr wrote:Jika nabi saja bisa jatuh maka kita yg manusia biasa harus lebih waspada dan berjaga-jaga, jangan sampai jatuh ke dalam dosa.

Kalau kamu jalan menuruni tebing yg curam, lalu org di depan kamu yg adalah seorang pendaki ulung ternyata tergelincir, maka kamu akan jadi lebih berhati2 lagi. Pendaki ulung aja tergelincir, maka saya harus jauh lebih berhati2 lagi.
Itu salah satu pelajaran yg bisa diambil.
Walau tanpa contohpun, kalau di larang ya jangan di laksanakan.. Ini bukan masalah ahli, atau tidak ahli. ulung atau tidak ulung. ini masalah taqwa atau tidak. tidak ada skill apapun dalam bertaqwa kepada tuhan.

Intinya mau apa tidak.

Sudah saya katakan, jangan bawa analogi amburadul..
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by EHAN on Thu Nov 14, 2013 9:20 pm

aliumar wrote:Kedua:
Jika anggaplah andaikata kitab tsb ditulis setelah Daud wafat, padahal Daud tidak pernah berzina, pertanyaannya: apakah rakyat Israel yg mencintai nabi tsb bakal setuju2 saja raja dan nabi nya difitnah oleh segelintir org yg ingin menjelek2annya?
Faktanya mereka diam saja..
Umat nabi musa saja melakukan perbuatan dilarang oleh tuhan padahal musa ada. Apalagi daud sudah tidak ada..
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by EHAN on Thu Nov 14, 2013 9:23 pm

oglikom wrote:
EHAN wrote:
oglikom wrote:
EHAN wrote:
EHAN wrote:

baca samapai komplit kom, jadi ngerti maksudnya,, nga ngaco.

Jika anda mengetahui kriteria nabi menurut kristen, monggo di jabarkan
pada saat ini saya mempertanyakan kriteria nabi dalam alkitab,, karena saya bingung, ada nabi dalam islam yang mulia?!, dalam kristen tokoh tersebut hina.
Ternyata TS nya cuman bingung.....hehehe.
Kenapa kom,, nga boleh saya bingung ( tidak mengerti ) kenapa di islam mulia, di kristen bobrok..
Kalau saya sok tahu, salah juga..

Lagian ini kah sudah lu bahas di post #10.. Kalau mau menjatuhkan saya, jangan seperti anak kecil..
malah anda sendiri kelihatan dungu.. Nga terima saya bilang dungu??
Mangkanya dari post awal sudah saya katakan bahwa kesimpulan yang anda pikirkan berdasarkan quran mangkanya bingung.
Biar tidak tambah bingung menjadi seperti orang dungu yang tidak tahu arah jangan memakai cara berpikir seperti yang tertulis dalam quran. Supaya memahami apa yang sudah dijelaskan oleh Aliumar.
Nah kan mulai ngaconya,, Apa saya lagsung klaim, itukan menurut islam.. Oleh karena itu. saya bertanya menurut kristen..
Mending lu minggir aja deh..

Habis nga paham2 arah diskusi.. Jangan bawa2 virus dungu di sini.. Nga terima saya bilang dungu???
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by aliumar on Thu Nov 14, 2013 10:17 pm

Rupanya anda tidak memahami maksud saya,, Gini loh.. mereka-mereka yang dianggap nabi itu, apa sih dasarnya??
1) Nubuat Kitab Suci
2) Mukjizat Ilahi.
3) Apa yg dikatakan nya terjadi.

Walau tanpa contohpun, kalau di larang ya jangan di laksanakan.. Ini bukan masalah ahli, atau tidak ahli. ulung atau tidak ulung. ini masalah taqwa atau tidak. tidak ada skill apapun dalam bertaqwa kepada tuhan.

Intinya mau apa tidak.
lantas kenapa quran mu sendiri menceritakan aib bani Israel?cukup aja tulis peintah2 dan larangan2 secara to the point.

Faktanya mereka diam saja..
kyk ga tau aja, diam berarti....
setelah didesak dgn berbagai arguemen, si A akhirnya terdiam...itu berarti mengakui...mengiyakan.

Umat nabi musa saja melakukan perbuatan dilarang oleh tuhan padahal musa ada. Apalagi daud sudah tidak ada..
umat Musa yg melakukan perbuatan yg dilarang oleh Tuhan aja tidak berani mengubah2 Firman Tuhan dgn menutup-nutupi aib mereka. Mereka tetap membiarkan kisah aib diri mereka tsb dan tidak menghapuskannya.
Utk perihal aib mereka sendiri saja mereka ga berani merubah2/menghapus Firman Tuhan tsb, apalagi ngarang cerita fitnah nabi Allah. Mana berani mereka....

Kalo mereka berani menulis fitnah, tentu mereka sudah berani juga menghapus kisah aib bgs mereka sendiri.

Makanya saya tanya, Apa ini yg namanya "memperoleh keuntungan dgn merubah2 Firman Tuhan"(spt tuduhan quran), jikalau utk aib bgs mereka sendiri aja mereka ga menghapuskannya.


aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by EHAN on Thu Nov 14, 2013 11:18 pm

aliumar wrote:1) Nubuat Kitab Suci
2) Mukjizat Ilahi.
3) Apa yg dikatakan nya terjadi.
1. Nubuat ini bisa di palsukan demi keuntungan sedikit.
2. Tukang sihir bisa berbuat seperti mukjizat
3. Peramal terkadang mampu mengatakan apa yang akan terjadi, dan terjadi.

Apa tidak ada spesifik khusus dalam nabi, sehingga nabi palsu tidak dapat meniru.

aliumar wrote:lantas kenapa quran mu sendiri menceritakan aib bani Israel?cukup aja tulis peintah2 dan larangan2 secara to the point.
Coba anda perhatikan tulisan saya ini pada post #24
ehan wrote:Apakah ada dalam alquran, nama manusia yang di sebut. demi mengumbar dosa2 mereka sebagai bahan pelajaran. Manusia mengaku tuhan saja tidak disebutkan identitas aslinya. hanya di sebut fir'aun..

Seorang yang mengaku tuhan saja. identitas aslinya sengaja tidak di buka.. karena bahan pelajaran ialah sikapnya saja. apalagi itu nabi..
Ini membicarakan contoh umat yang ingkar,, akan tetapi siapa nama mereka, itu di rahasiakan. karena nama mereka tidak penting. akan tetapi perbuatannya yang menjadi pelajaran lah yang penting.

aliumar wrote:kyk ga tau aja, diam berarti....
setelah didesak dgn berbagai arguemen, si A akhirnya terdiam...itu berarti mengakui...mengiyakan.

Saya baru tahu diam itu cuma ada satu arti , yaitu mengakui.
Jadi menurut anda, umat yang ingkar terhadap nabinya, masih mau membela nama baik nabinya?? wow.

Jika seorang pemimpin tidak di hargai lagi oleh anak buahnya, bahkan melawan perintah sang pemimpin. apakah sang pemimpin di fitnah, mereka diam berarti mereka mengakui, atau mereka sengaja membiarkan fitnah tersebut di karenakan mengingkari sang pemimpin.

aliumar wrote:umat Musa yg melakukan perbuatan yg dilarang oleh Tuhan aja tidak berani mengubah2 Firman Tuhan dgn menutup-nutupi aib mereka. Mereka tetap membiarkan kisah aib diri mereka tsb dan tidak menghapuskannya.
Utk perihal aib mereka sendiri saja mereka ga berani merubah2/menghapus Firman Tuhan tsb, apalagi ngarang cerita fitnah nabi Allah. Mana berani mereka....
Kenapa tidak, perintah tuhan saja berani mereka lawan, sedangkan mukjizat terjadi di depan mata. contoh laut terbelah.

Apalagi cuma merubah ayat demi kepentingan sendiri. apa kepentingannya?? cuma mereka ( umat saat itu ) yang tahu. bukan anda, bukan saya.


avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by aliumar on Fri Nov 15, 2013 1:54 pm

1. Nubuat ini bisa di palsukan demi keuntungan sedikit.
berarti nubuat akan datang nya nabi yg namanya ahmad bisa juga merupakan nubuat palsu dong. hahaha....

1. Nubuat ini bisa di palsukan demi keuntungan sedikit.
masalahnya dlm Bibel, yg membuat nubuat dgn yg mengaku sbg pemenuhan nubuat berbeda zaman. Jadi gimana caranya ngambil untung?
beda dgn muhammad.
Yg bilang bahwa ada nubuat ttg ahmad/muhammad di kitab sebelumnya, dgn org yg mengklaim diri sbg pemenuhan nubuat tsb, adalah org yg SAMA. Ini baru bisa kemungkinan besar memperoleh keuntungan.

2. Tukang sihir bisa berbuat seperti mukjizat
ada kata2 yg kurang.
"Tukang sihir bisa berbuat seperti mukjizat dgn izin Tuhan".

Tuhan lebih berdaulat atas mukjizat tukan sihir.
Kalau Tuhan tidak mengizinkan sihir terjadi, maka tidak akan terjadi. Spt saat Elia menghadapi nabi2 palsu. Nabi2 palsu itu ditantang utk menurunkan api dari langit. Nabi palsu tsb tidak bisa. Tapi saat Elia yg adalah nabi asli minta diturunkan api oleh Allah, langsung hal itu terjadi.

Kalaupun Allah mengizinkan sihir terjadi pada nabi2 palsu, pasti Tuhan sudah mempersiapkan kuasa yg lebih besar utk mengalahkan sihir nabi2 palsu tsb spt mukjizat Musa mengalahkan sihir pembantu2 Firaun.

3. Peramal terkadang mampu mengatakan apa yang akan terjadi, dan terjadi.
Terpenuhinya suatu ramalan atau tidak, juga dlm kedaulatan Tuhan.
Saat ramalannya diklaim dikaitkan sbg klaim kenabiannya, Tuhan bisa membikin ramalan tsb tidak terjadi.
Dan sepanjang sejarah membuktikan, setau saya hampir tidak ada yg berani mengklaim diri sbg nabi dgn menggunakan ramalan. Krn mereka menyadari, ada kedaulatan Tuhan yg akan membongkar kepalsuan klaim kenabian palsu mereka (jika mereka cuma ngaku2 sbg nabi)


Ini membicarakan contoh umat yang ingkar,, akan tetapi siapa nama mereka, itu di rahasiakan. karena nama mereka tidak penting. akan tetapi perbuatannya yang menjadi pelajaran lah yang penting.
Keberatan yg sama buat kamu dgn quran mu: Kenapa mesti menyebut nama "Israel"/ "Yahudi" sbg contoh umat/bgs yg suka ingkar?
Bilang aja, "ada suatu umat" atau "ada suatu bangsa" yg suka ingkar....dst...dst, ga perlu sebut nama bgs/umatnya dong.

umat yang ingkar terhadap nabinya, masih mau membela nama baik nabinya??
jgn dikonotasikan semua umatnya ingkar. Masih ada yg taat sama nabinya. Nah tentu mereka2 ini tidak akan tinggal diam jika memang itu suatu fitnahan keji.

Jika seorang pemimpin tidak di hargai lagi oleh anak buahnya, bahkan melawan perintah sang pemimpin. apakah sang pemimpin di fitnah, mereka diam berarti mereka mengakui, atau mereka sengaja membiarkan fitnah tersebut di karenakan mengingkari sang pemimpin.
sekalipun kamu suka melawan perintah ortu, apakah kamu akan tinggal diam jika ortu kamu difitnah?
Demikian, dgn Daud. Sekalipun ada rakyatnya yg suka tidak taat, tapi jika nabi dan rajanya sendiri difitnah, tentu bisa jadi akan dilawan, setidak2nya oleh org yg taat.

Kenapa tidak,
pertanyaan yg sama juga:
Kenapa tidak juga mereka menghapus kisah aib mereka sendiri yg tercantum di Kitab Suci?

Kan Kata quran, bani Israel itu bgs yg suka merobah2, mengutak atik Firman Tuhan, koq kisah aib bgs sendiri di Kitab Sucinya tidak dihapus/diubah2 siy?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by EHAN on Fri Nov 15, 2013 8:32 pm

aliumar wrote:masalahnya dlm Bibel, yg membuat nubuat dgn yg mengaku sbg pemenuhan nubuat berbeda zaman. Jadi gimana caranya ngambil untung?
beda dgn muhammad.
Yg bilang bahwa ada nubuat ttg ahmad/muhammad di kitab sebelumnya, dgn org yg mengklaim diri sbg pemenuhan nubuat tsb, adalah org yg SAMA. Ini baru bisa kemungkinan besar memperoleh keuntungan.
Anda yakin?? atas dasar apa?? sementara anda bersandar kitab yang sudah tertulis saat ini. Sama seperti mengatakan raja daud penzina, apakah di tulis saat raja daud hidup atau sudah meninggal dengan jangka waktu yang sangat lama.

_Bagaimana jika yang tertulis merupakan sejarah saja. si penulis hanya bersandar pada kisah2 palsu.

Jika kita mencoba memutar kembali sejarah, dimana Alkitab itu mulai ada sejak tahun berapa. di bandingkan dengan kisah raja daud hidup tahun berapa??
saya ambil contoh sumber wiki
Aleppo Codex (~ 920 M) dan Leningrad Codex (~ 1008 M) merupakan naskah tertua Perjanjian Lama atau Alkitab Ibrani atau Tanakh lengkap yang ditulis dalam bahasa Ibrani. Pada tahun 1947 di Qumran ditemukan Gulungan-gulungan Laut Mati dan setelah diteliti ternyata ditulis sekitar seribu tahun sebelum dua codex lengkap tersebut. Sebelum penemuan ini, naskah tertua Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Yunani, yaitu termuat di dalam Codex Vaticanus dan Codex Sinaiticus (yang juga memuat Perjanjian Baru). Dari sekitar 800 naskah yang ditemukan di Qumran, 220 dari Tanakh. Setiap kitab dalam Tanakh ditemukan potongannya, kecuali Kitab Ester, tetapi tidak ada yang benar-benar utuh kecuali dua gulungan Kitab Yesaya dimana satu di antaranya berisi lengkap (Gulungan Besar Kitab Yesaya atau 1QIsa), dan yang lain sekitar 75% lengkap (1QIsb). Naskah-naskah ini umumnya bertarikh antara 150 SM sampai 70 M.[1]

http://id.wikipedia.org/wiki/Naskah_Alkitab

Daud (bahasa Ibrani: דָּוִד; bahasa Inggris Davíd; bahasa Tiberia Dāwíð; bahasa Arab: داوود (transliterasi: Daawuud) atau داود Dā'ūd; bahasa Tigrinya: Dāwīt) merupakan seorang nabi dalam agama Islam, Kristen dan Yahudi dan merupakan raja kedua dan yang paling populer dalam kerajaan Israel. Dalam agama Islam Nabi Daud menerima kitab Zabur, sementara dalam agama Kristen Daud menuliskan banyak Mazmur yang dikumpulkan ke dalam kitab Mazmur. Daud adalah moyang dari Yesus atau Isa al-masih menurut Injil Matius, Injil Lukas dan kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya. Masa hidupnya secara umum diperkirakan bertarikh ~1040–970 SM, pemerintahannya atas Kerajaan Yehuda di Hebron ~ 1010–1002 SM, dan pemerintahannya atas seluruh Israel ~ 1002–970 SM.[1]
http://id.wikipedia.org/wiki/Daud

Bagaimana dengan Nuh, bahkan adam..

Sebagai manusia yang hidup pada saat ini, kita hanya mampu mengira2. dan meyakini tulisan dalam kitab.

aliumar wrote:ada kata2 yg kurang.
"Tukang sihir bisa berbuat seperti mukjizat dgn izin Tuhan".

Tuhan lebih berdaulat atas mukjizat tukan sihir.
Kalau Tuhan tidak mengizinkan sihir terjadi, maka tidak akan terjadi. Spt saat Elia menghadapi nabi2 palsu. Nabi2 palsu itu ditantang utk menurunkan api dari langit. Nabi palsu tsb tidak bisa. Tapi saat Elia yg adalah nabi asli minta diturunkan api oleh Allah, langsung hal itu terjadi.

Kalaupun Allah mengizinkan sihir terjadi pada nabi2 palsu, pasti Tuhan sudah mempersiapkan kuasa yg lebih besar utk mengalahkan sihir nabi2 palsu tsb spt mukjizat Musa mengalahkan sihir pembantu2 Firaun.
Faktanya, jika tidak ada nabi asli yang melawan, tentunya mereka pun mengakui kemampuan sihir tersebut dengan sebutan mukjizat dari Tuhan. jadi manusia masih bisa tertipu, jika hanya bersandar pada mukjizat.

aliumar wrote:Terpenuhinya suatu ramalan atau tidak, juga dlm kedaulatan Tuhan.
Saat ramalannya diklaim dikaitkan sbg klaim kenabiannya, Tuhan bisa membikin ramalan tsb tidak terjadi.
Dan sepanjang sejarah membuktikan, setau saya hampir tidak ada yg berani mengklaim diri sbg nabi dgn menggunakan ramalan. Krn mereka menyadari, ada kedaulatan Tuhan yg akan membongkar kepalsuan klaim kenabian palsu mereka (jika mereka cuma ngaku2 sbg nabi)

Faktanya, banyak peramal yang tumbuh, dan secara kebetulan ramalan mereka tepat. Jadi Nubuat palsu masih bisa di palsukan. seolah-olah ramalan tersebut ialah nubuat dari tuhan.

Dari sandaran tiga hal di atas. Nabi palsu masih bisa menipu, karena kriteria seorang nabi yang anda jabarkan mampu di buat oleh sang nabi palsu.

aliumar wrote:Keberatan yg sama buat kamu dgn quran mu: Kenapa mesti menyebut nama "Israel"/ "Yahudi" sbg contoh umat/bgs yg suka ingkar?
Bilang aja, "ada suatu umat" atau "ada suatu bangsa" yg suka ingkar....dst...dst, ga perlu sebut nama bgs/umatnya dong.

Tapi anda lupa, bahwa tidak semua israel / yahudi yang ingkar. Jadi jika membicarakan yahudi/israel pun tidak selalu buruk, saya tidak perlu membawakan ayatnya. dan sikap seperti itu Allah memerintahkan dengan pasti. Jangan mengikuti orang2 yang zalim.

Akan tetapi berbeda jika membicarakan personalnya, dimana identitas mereka di umbar seperti berita gosip di televisi.. Bahwa si a telah berzina. petiklah pelajaran dari ini. di mana letak pembelajarannya.??
Malah membuat seseorang berpikiran, bahwa berzina itu hal yang lumrah, karena nabi saja berbuat hal yang sama. apalagi manusia biasa. Dan terbukti pada manusia dengan mayoritas agama nasrani, amerika dan eropa.

aliumar wrote:jgn dikonotasikan semua umatnya ingkar. Masih ada yg taat sama nabinya. Nah tentu mereka2 ini tidak akan tinggal diam jika memang itu suatu fitnahan keji.
Jika membicarakan umat yang taat,, berapa jumlah mereka?? apakah mampu melawan yang tidak taat. Oleh karena itu, saya ambil contoh umat musa. mereka yang jelas2 melihat Musa memimpin, menyelamatkan dari raja kejam fir'aun. masih saja melawan musa. Apalagi cuma umat taat yang mungkin segelintir.

aliumar wrote:sekalipun kamu suka melawan perintah ortu, apakah kamu akan tinggal diam jika ortu kamu difitnah?
Demikian, dgn Daud. Sekalipun ada rakyatnya yg suka tidak taat, tapi jika nabi dan rajanya sendiri difitnah, tentu bisa jadi akan dilawan, setidak2nya oleh org yg taat.
Jangan kasih saya analogi amburadul. akan mudah sekali saya hancurkan analogi anda. Melawan perintah orang tua, bukan berarti membenci orang tua. karena ada hubungan darah, ada ikatan perasaan.

Akan tetapi melawan perintah raja, berati tidak setia pada raja. Jika tidak setia sudah pasti ada sikap melawan. jika ada sikap melawan tentu ada rasa kebencian. karena raja dan umat tidak memiliki ikatan apa2. tunduk umat karena berkuasa.
Bagaimana mau membela, jika ada rasa ketidaksukaan, ada sikap perlawanan, yang ada malah sikap bagaimana raja itu jatuh. Musuh kebenaran ialah kepalsuan.

aliumar wrote:pertanyaan yg sama juga:
Kenapa tidak juga mereka menghapus kisah aib mereka sendiri yg tercantum di Kitab Suci?

Kan Kata quran, bani Israel itu bgs yg suka merobah2, mengutak atik Firman Tuhan, koq kisah aib bgs sendiri di Kitab Sucinya tidak dihapus/diubah2 siy?

Heii,, itu kisah bukan mereka melakukan yang menulis.. Saya sudah ambil contoh sumber diatas.

Jadi walaupun mereka menulis tentang aib2, itu aib nenek moyang mereka. bukan sang penulis. Saya sudah mengatakan apakah ayat tersebut di tulis pada saat daud hidup?? Jadi tidak ada rasa malu, atau apapun. karena penulis merasa umat yang benar. jadi merasa tidak ada hal yang perlu ditutupin, akan tetapi apakah sumber cerita daud berzina itu benar apa tidak,??
Apakah cerita itu hanya gosip dari umat2 yang membenci raja..

Tidak ada kerugian apapun oleh penulis kitab,dalam menceritakan aib moyangnya.. akan tetapi bisa mendapatkan keuntungan, dengan membuat nubuat palsu/firman palsu. seolah-olah, apa yang di lakukan memang benar.

Apa keuntungannya, hanya mereka yang merasakan. bukan anda atau saya.. karena mereka yang mempunyai kepentingan atas perubahan itu..
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by aliumar on Sat Nov 16, 2013 12:16 am

Anda yakin?? atas dasar apa??
Silahkan sebut satu saja contoh di Bibel, dimana antara si pemberi nubuat dgn si pemenuhan nubuat tsb adalah org yg sama.

Bagaimana jika yang tertulis merupakan sejarah saja. si penulis hanya bersandar pada kisah2 palsu.

Jika kita mencoba memutar kembali sejarah, dimana Alkitab itu mulai ada sejak tahun berapa. di bandingkan dengan kisah raja daud hidup tahun berapa??
saya ambil contoh sumber wiki
Maaf saya kurang mengerti maksud tulisan mu yg ini. Bisa tolong jelaskan maksudnya?

Faktanya, jika tidak ada nabi asli yang melawan, tentunya mereka pun mengakui kemampuan sihir tersebut dengan sebutan mukjizat dari Tuhan
Tuhan tidak akan membiarkan umatNya yg sungguh2 taat dan setia serta mencari kebenaran disesatkan oleh nabi palsu. Ia bisa membangkitkan nabi utk melawan nabi palsu tsb. Bisa juga dgn petunjuk yg telah ada di  Kitab Suci yg sudah diturunkan.

Faktanya, banyak peramal yang tumbuh, dan secara kebetulan ramalan mereka tepat. Jadi Nubuat palsu masih bisa di palsukan. seolah-olah ramalan tersebut ialah nubuat dari tuhan.
yg saya masalahkan adakah faktanya seseorang mengklaim diri sbg nabi dgn bersandar pada klaim bahwa nubuatannya pasti akan terjadi?

Tapi anda lupa, bahwa tidak semua israel / yahudi yang ingkar. Jadi jika membicarakan yahudi/israel pun tidak selalu buruk,
yg saya masalahkan kenapa utk perilaku sebagian dari bani Israel yg buruk tsb, Quran pake menyebut nama "Israel"? Kenapa ga disebut saja "sebuah bangsa", tanpa perlu menyebut nama: "Israel" ?

Bahwa si a telah berzina. petiklah pelajaran dari ini. di mana letak pembelajarannya.??
kan sudah dijawab. Letak pembelajarannya:
Jika nabi bisa jatuh, maka saya yg manusia biasa harus jauh lebih berwaspada. Harap tidak mengulang2 pertanyaan yg sudah dijawab.

Jika membicarakan umat yang taat,, berapa jumlah mereka?? apakah mampu melawan yang tidak taat.
Sekalipun yg taat jumlahnya jauh lebih sedikit, tapi jika yg taat itu disertai Tuhan, siapa yg berani melawan?

Melawan perintah orang tua, bukan berarti membenci orang tua. karena ada hubungan darah, ada ikatan perasaan.
melawan raja juga bukan berarti membenci raja, karena * ada hubungan sebangsa, ada ikatan perasaan.

Bukti konkrit adanya ikatan perasaan dlm hubungan sebangsa: Sekalipun ga ada hubungan darah, liat saja berapa banyak rakyat Indonesia yg ikut marah ketika ada TKI yg dianiaya di Arab Saudi. Ini bukti adanya ikatan perasaan dlm hubungan sebangsa.

Jadi walaupun mereka menulis tentang aib2, itu aib nenek moyang mereka. bukan sang penulis.
Maukah kamu menulis aib orang tua mu?
Sekalipun itu bukan aib kamu sendiri sbg penulis. Mau pake alasan hubungan sedarah, punya ikatan perasaan? Liat * atas: Ada ikatan perasaan juga dlm hubungan sebangsa.

Dan FYI, dlm bani Israel, mereka sangat memiliki keterikatan yg kuat dgn nenek moyangnya.
Liatlah banyak pernyataan dlm Kitab Suci mereka yg menunjukan keterkaitan tsb, mengkaitkan "nenek moyang" dgn "kami".

"sejak dari kecil sampai sekarang, baik kami maupun nenek moyang kami"

"Hamba-hambamu ini gembala domba, baik kami maupun nenek moyang kami."

"kami dan nenek moyang kami diperlakukan dengan jahat"

Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir.

Kiranya TUHAN, Allah kita, menyertai kita sebagaimana Ia telah menyertai nenek moyang kita

dan berkata: "Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami--->knp ga bilang aja: Ya Tuhan, Allah kami?kenapa mesti ada kata: "nenek moyang"...

dll...

Terlihat sekali mereka sangat menghormati nenek moyang mereka.

Jadi walaupun mereka menulis tentang aib2, itu aib nenek moyang mereka. bukan sang penulis.
apa susahnya org2 lain yg bangga dgn nenek moyang mereka beramai2 menghapuskan aib yg ditulis oleh si penulis?

Dan disini terlihat standar ganda kamu:
Kalau utk kasus Daud, kamu bilang itu bisa saja fitnah bukan fakta.
Tapi kalau utk kasus aib bgs Israel, ga kamu anggap sbg fitnah, sehingga kamu ga protes waktu Alkitab menceritakan kalau bani Israel yg adalah umat pilihan Tuhan diceritakan di Bibel, sering melanggar aturan Tuhan.
Ini krn kamu mau spt di Quran, yg sering ("suka") menjelek2an bani Israel. Sehingga kalo Bibel pun menceritakan keburukan / pelanggaran yg dilakukan bani Israel, maka kamu dgn mudah menyetujuinya sbg tabiat mereka.

klo diteliti lagi, bisa jadi ini wujud kemarahan muhammad, krn di zaman muhammad umat yahudi /bani israel banyak yg melakukan permusuhan dgn muhammad, sehingga di qurannya tergambar luapan emosi muhammad tsb.

Tidak ada kerugian apapun oleh penulis kitab,dalam menceritakan aib moyangnya.. akan tetapi bisa mendapatkan keuntungan, dengan membuat nubuat palsu/firman palsu. seolah-olah, apa yang di lakukan memang benar.
apa hubungannya nulis aib, dgn keuntungan membuat firman/nubuat palsu?
tolong jelaskan, klo perlu pake contoh.


Terakhir diubah oleh aliumar tanggal Sat Nov 16, 2013 3:17 am, total 2 kali diubah

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by EHAN on Sat Nov 16, 2013 1:16 am

aliumar wrote:Silahkan sebut satu saja contoh di Bibel, dimana antara si pemberi nubuat dgn si pemenuhan nubuat tsb adalah org yg sama.
Lohh, saya meminta dasar anda menulis, "yg membuat nubuat dgn yg mengaku sbg pemenuhan nubuat berbeda zaman."

Karena alkitab itu ada setelah mereka yang di kisahkan sudah meninggal beratus-ratus tahun sebelumnya. Makanya saya memberikan contoh sumber yang memuat perkiraan tahun dari kitab tertua, dengan waktu kehidupan dari daud..

Oleh karena itu saya bertanya, anda yakin akan tulisan anda,atas dasar apa.??
Bagaimana jika sebenarnya alkitab yang tertulis hanya cerita sejarah yang sedikit di plintir.

Jadi tidak perlu contoh, karena saya membawa contoh sumber, bahwa jarak waktu antara daud telah tiada dengan waktu penulisan tidak ada kejelasan.

Setidaknya anda memberikan dasar ucapan anda.

aliumar wrote:Tuhan tidak akan membiarkan umatNya yg sungguh2 taat dan setia serta mencari kebenaran. Ia bisa membangkitkan nabi utk melawan nabi palsu tsb. Bisa juga dgn petunjuk yg telah ada di Kitab Suci yg sudah diturunkan.
ooh, anda benar. akan tetapi kenapa sampai ada nabi berikutnya..
jika dari saya; di turunkannya nabi, karena umat yang benar, taat, beriman, telah mulai berkurang. sehingga mereka seolah-olah tiada. Apalagi di zaman itu, seseorang yang beriman.. nyawa taruhannya. mereka cenderung sembunyi.
contoh raja firaun,

aliumar wrote:yg saya masalahkan adakah faktanya seseorang mengklaim diri sbg nabi dgn bersandar pada klaim bahwa nubuatannya pasti akan terjadi?
Oleh karena itu, sebuah nubuat masih bisa di palsukan, karena sandaran anda seseorang itu nabi atau bukan berdasarkan nubuat. Bahkan sang nabi palsu. dapat membuat dirinya sebagai pemenuhan nubuat.

Jadi, jika anda menggunakan kriteria2 di atas. maka anda masih dapat tertipu oleh nabi palsu, jika hidup di zaman itu.



avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by EHAN on Sat Nov 16, 2013 2:01 am

aliumar wrote:yg saya masalahkan kenapa utk perilaku sebagian dari bani Israel yg buruk tsb, Quran pake menyebut nama "Israel"? Kenapa ga disebut saja "sebuah bangsa", tanpa perlu menyebut nama: "Israel" ?
Rupanya anda tidak menangkap makna dari masih ada umat yahudi/israel yang taat..
Jika menyebut bangsa israel saja, maka tidak ada aib personal yang akan terbuka, karena identitas asli tertutup. yang memiliki aib tidak perlu malu, karena ia masih mampu menutupi aib tersebut, dengan mengatakan saya ialah yahudi yang taat.. walaupun faktanya ia tidak taat.. dan sejarah melihat. bahwa tidak semua yahudi ingkar. jika ada yang menghujat. mereka tidak mampu menghujat orang israel mana yang ingkar itu, karena tertutupi oleh yang taat tadi.

Akan berbeda jika nama personalnya di sebut, contoh daud.. Dimana identitasnya tertulis abadi disana. siapapun mengenal namanya. daud seorang penzina merupakan raja. dia tidak bisa menutupi aibnya. karena raja daud pemimpin israel. cuma dia satu2nya yang di maksud.
Hujatan demi hujatan bisa langsung tertuju padanya.

aliumar wrote:kan sudah dijawab. Letak pembelajarannya:
Jika nabi bisa jatuh, maka saya yg manusia biasa harus jauh lebih berwaspada. Harap tidak mengulang2 pertanyaan yg sudah dijawab.
Sudah saya katakan, ini bukan masalah ahli atau tidak, ulung atau tidak. akan tetapi mau apa tidak.. ini bukan serangan mendadak entah dari arah mana. bukan pula jebakan terselubung.

Jika memang di larang, ya jangan laksanakan. tingkat kewaspadaan tidak di perlukan. karena berbuat dosa merupakan perbuatan yang bisa di hindari.
Maslahnya kan MAU APA TIDAK..

aliumar wrote:Sekalipun yg taat jumlahnya jauh lebih sedikit, tapi jika yg taat itu disertai Tuhan, siapa yg berani melawan?
Faktanya, umat musa yang melihat laut terbelah saja, masih melawan musa. apalgi cuma umat biasa yang taat.

aliumar wrote:Maukah kamu menulis aib orang tua mu?
Sekalipun itu bukan aib kamu sendiri sbg penulis. Mau pake alasan hubungan sedarah, punya ikatan perasaan? Liat * atas: Ada ikatan perasaan juga dlm hubungan sebangsa.
Apa ada mantan orang tua,, kalau mantan raja ada??
Kalau sudah membenci, melawan raja. biar rajanya terbunuh juga mereka diam.

aliumar wrote:Terlihat sekali mereka sangat menghormati nenek moyang mereka.
Rupanya anda tidak memperhatikan tulisan saya, benar mereka menghormati moyang mereka. akan tetapi nenek moyang mereka yang benar (taat) dari israel. akan tetapi ada pula nenek moyang mereka yang tidak taat.

Intinya, dalam satu bangsa, terdapat 2 kubu, ada yang taat dan ada yang ingkar.

aliumar wrote:apa susahnya org2 lain yg bangga dgn nenek moyang mereka beramai2 menghapuskan aib yg ditulis oleh si penulis?

Dan disini terlihat standar ganda kamu:
Kalau utk kasus Daud, kamu bilang itu bisa saja fitnah bukan fakta.
Tapi kalau utk kasus aib bgs Israel, ga kamu anggap sbg fitnah, sehingga kamu ga protes waktu Alkitab menceritakan kalau bani Israel yg adalah umat pilihan Tuhan diceritakan di Bibel, sering melanggar aturan Tuhan.
Ini krn kamu mau spt di Quran, yg sering ("suka") menjelek2an bani Israel. Sehingga kalo Bibel pun menceritakan keburukan / pelanggaran yg dilakukan bani Israel, maka kamu dgn mudah menyetujuinya sbg tabiat mereka.
Oleh karena itu saya meminta kriteria Nabi dalam kristen, bagaimana bisa nabi itu hina.. masalah bani israel, saya sudah mengatakan ada yang taat ada yang ingkar. jadi jika alkitab menulis ada tabiat buruk ada pula tabiat baik ( taat ), so apa yang perlu di permasalahkn. karena tidak ada yang merasa rugi. tidak ada sebutan personal..

Karena dalam topic ini saya ingin membicarakan kriteria nabi.

aliumar wrote:apa hubungannya nulis aib, dgn keuntungan membuat firman/nubuat palsu?
tolong jelaskan, klo perlu pake contoh.
Wahh repot,, nanti deh untuk satu ini, bukan saya tidak mau. diskusi kita tentang kriteria nabi menjadi terlalu melebar.
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by aliumar on Sat Nov 16, 2013 2:10 am

Lohh, saya meminta dasar anda menulis, "yg membuat nubuat dgn yg mengaku sbg pemenuhan nubuat berbeda zaman."

Karena alkitab itu ada setelah mereka yang di kisahkan sudah meninggal beratus-ratus tahun sebelumnya.
lho yg saya mksdkan antara yg nulis nubuat, dgn org yg mengaku sbg pemenuhan nubuat kan berbeda zaman. Koq malah nyimpang perihal salinan kitab yg ditemukan? Yg sedang dibicarakan adalah isi kitab yg berisi nubuatan.
Contoh konkrit biar ga bingung :
Yesaya menubuatkan ttg Yesus.
Yesaya sbg yg membuat nubuat dgn Yesus sbg pemenuhan nubuat tsb org yg berbeda dan tidak hidup sezaman. Yesaya menulis kitab sebelum masehi, Yesus hidup sesudah masehi. Ngerti mksdnya?

Bagaimana jika sebenarnya alkitab yang tertulis hanya cerita sejarah yang sedikit di plintir. karena saya membawa contoh sumber, bahwa jarak waktu antara daud telah tiada dengan waktu penulisan tidak ada kejelasan
Daud menulis kitab koq.
Koq kamu bisa bilang ada jarak waktu penulisan?
Yg kamu tunjukan itu (perihal codex, naskah qumran), itu semua adalah naskah salinan. Bukan naskah asli yg dibuat Daud. Jadi ga bisa jadi patokan tanggal penulisan salinan kitab sbg acuan tahun penulisan kitab asli nya.


ooh, anda benar. akan tetapi kenapa sampai ada nabi berikutnya..
sudah saya tulis kan, ga dibaca ya?perhatikan yg dibold!
aliumar wrote:
Tuhan tidak akan membiarkan umatNya yg sungguh2 taat dan setia serta mencari kebenaran. Ia bisa membangkitkan nabi utk melawan nabi palsu tsb.
Oleh karena itu, sebuah nubuat masih bisa di palsukan, karena sandaran anda seseorang itu nabi atau bukan berdasarkan nubuat. Bahkan sang nabi palsu. dapat membuat dirinya sebagai pemenuhan nubuat.
Mari bicara fakta utk org yg suka berandai2 dan skeptis spt kamu:
Adakah peramal ulung yg pernah berhasil berubah statusnya dari nabi palsu menjadi nabi asli?

Jika tidak ada, berarti nubuatan ga bisa dijadikan alat utk menjadikan seseorang menjadi nabi asli.







aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by aliumar on Sat Nov 16, 2013 3:15 am

Jika menyebut bangsa israel saja, maka tidak ada aib personal yang akan terbuka, karena identitas asli tertutup. yang memiliki aib tidak perlu malu, karena ia masih mampu menutupi aib tersebut, dengan mengatakan saya ialah yahudi yang taat.. walaupun faktanya ia tidak taat.. dan sejarah melihat. bahwa tidak semua yahudi ingkar. jika ada yang menghujat. mereka tidak mampu menghujat orang israel mana yang ingkar itu, karena tertutupi oleh yang taat tadi.

Akan berbeda jika nama personalnya di sebut, contoh daud.. Dimana identitasnya tertulis abadi disana. siapapun mengenal namanya. daud seorang penzina merupakan raja. dia tidak bisa menutupi aibnya. karena raja daud pemimpin israel. cuma dia satu2nya yang di maksud.
Hujatan demi hujatan bisa langsung tertuju padanya.
jadi yg kamu masalahkan (1)soal penyebutan identitas nama Daud, atau (2)men-sangsikan Daud berbuat spt itu siy?
Jika masalahnya di point 1 berarti kamu ga menyangsikan aib tsb, cuma keberatan kalau aib yg terjadi tsb diberitahukan namanya.

Akan berbeda diskusinya jika yg kamu masalahkan point (2). Di sini yg menjadi masalah peristiwanya, bukan perihal namanya.

Akan berbeda jika nama personalnya di sebut, contoh daud.. Dimana identitasnya tertulis abadi disana. siapapun mengenal namanya. daud seorang penzina merupakan raja. dia tidak bisa menutupi aibnya. karena raja daud pemimpin israel. cuma dia satu2nya yang di maksud.
Hujatan demi hujatan bisa langsung tertuju padanya.
Nyatakanlah kebenaran meskipun hal itu pahit.

Identitas nama Qain yg dikisahkan membunuh Habil juga terekam abadi di quran.
Identitas nama Musa yg dikisahkan pernah membunuh org mesir, juga terekam abadi di quran.


Faktanya, umat musa yang melihat laut terbelah saja, masih melawan musa. apalgi cuma umat biasa yang taat.
dan faktanya kemudian, Allah menghukum mereka yg tidak taat. Mereka "diseleksi" sebelum masuk Tanah Perjanjian, selama 40 thn di padang gurun.

Apa ada mantan orang tua,, kalau mantan raja ada??
Kalau sudah membenci, melawan raja. biar rajanya terbunuh juga mereka diam.
kan intinya terletak pada: ikatan perasaan.

Kalau cuma berdasarkan ikatan darah tanpa ikatan perasaan, ada juga koq kasus anak kandung membunuh ayah kandungnya.

Point utamanya di ikatan perasaan kan? Ikatan perasaan ini tidak hanya timbul jika ada hubungan darah saja. Bisa timbul sbg ikatan/hubungan sebangsa. Lihat saja fakta konkrit: sekalipun ga ada hubungan darah, banyak rakyat Indonesia yg ikut marah ketika ada TKI yg dianiaya di Arab Saudi. TANYA KENAPA????

Intinya, dalam satu bangsa, terdapat 2 kubu, ada yang taat dan ada yang ingkar.
Lantas mengapa kedua kubu yg saling berseberangan tsb bisa akur membiarkan fitnahan aib nabi Daud, dan aib nenek moyang mereka ya?

aliumar
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 2663
Kepercayaan : Katolik
Location : Padang
Join date : 20.06.12
Reputation : 29

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by jaya on Wed Nov 20, 2013 12:03 am

Nabi2 semua berasal dari Israel, kecuali nabi palsu pasti berasal dari luar Israel.
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by EHAN on Wed Nov 20, 2013 9:48 am

aliumar wrote:lho yg saya mksdkan antara yg nulis nubuat, dgn org yg mengaku sbg pemenuhan nubuat kan berbeda zaman. Koq malah nyimpang perihal salinan kitab yg ditemukan? Yg sedang dibicarakan adalah isi kitab yg berisi nubuatan.
Contoh konkrit biar ga bingung :
Yesaya menubuatkan ttg Yesus.
Yesaya sbg yg membuat nubuat dgn Yesus sbg pemenuhan nubuat tsb org yg berbeda dan tidak hidup sezaman. Yesaya menulis kitab sebelum masehi, Yesus hidup sesudah masehi. Ngerti mksdnya?
_Begini loh li,, anda menulis "yg membuat nubuat dgn yg mengaku sbg pemenuhan nubuat berbeda zaman."
Maksud saya jika Anda yakin akan tulisan anda itu?? atas dasar apa??

aliumar wrote:Daud menulis kitab koq.
Koq kamu bisa bilang ada jarak waktu penulisan?
Yg kamu tunjukan itu (perihal codex, naskah qumran), itu semua adalah naskah salinan. Bukan naskah asli yg dibuat Daud. Jadi ga bisa jadi patokan tanggal penulisan salinan kitab sbg acuan tahun penulisan kitab asli nya.
Jika daud menulis kitab.. kitab apa yang di maksud..??
Naskah yang saya maksud ialah contoh, seperti yang saya tulis pada post sebelumnya.. jadi tidak perlu di bahas. karena ponit pertanyaan saya ialah sandaran keyakinan anda.

Saya ambil contoh sumber lagi.
9. 1 SAMUEL - Penulis: Samuel; Gad; Natan - Tempat penulisan: Israel - Ditulis: sekitar akhir abad ke 10 sM Gaya penulisan: Kisah sejarah – Ringkasan: Samuel memimpin Israel mengurapi raja Saul, kemudian mengurapi Raja Daud.
10. 2 SAMUEL - Penulis: Gad; Natan - Tempat penulisan: Israel - Ditulis: sekitar akhir abad ke 10 sM (setelah pemerintahan Raja Daud) – Gaya penulisan: Kisah sejarah – Ringkasan: Kuasa raja Daud dan penderitaan keluarganya.
11. 1 RAJA-RAJA - Penulis: Yeremia - Tempat penulisan: Yehuda dan Mesir - Ditulis: Sekitar 560-550 sM – Gaya penulisan: Kisah sejarah – Ringkasan: raja Salomo memerintah Israel lalu kerajaan terpecah menjadi kerajaan Utara (Israel) dan Selatan (Yehuda).
SUMBER;http://www.sarapanpagi.org/alkitab-nama-nama-kitab-dan-penjelasan-singkat-vt3734.html
Sementara raja daud hidup sekitar 1040–970 SM.

Waktu hidup dengan waktu penulisannya memiliki rentan waktu yang sangat lama.. Jadi kitab apa yang menjadi sandaran anda??

aliumar wrote:sudah saya tulis kan, ga dibaca ya?perhatikan yg dibold!
Saya sudah baca mengenai itu, masa cuma menumpas nabi palsu.. emang nabi palsu berbuat salah, nabi asli berbuat benar. toh sama2 berbuat dosa. jadi apa bedanya dengan nabi palsu.??

aliumar wrote:Mari bicara fakta utk org yg suka berandai2 dan skeptis spt kamu:
Adakah peramal ulung yg pernah berhasil berubah statusnya dari nabi palsu menjadi nabi asli?

Jika tidak ada, berarti nubuatan ga bisa dijadikan alat utk menjadikan seseorang menjadi nabi asli.
_Fakta apa yang anda bawa,,?? Berandai-andai saya, karena melihat rentan waktu penulisannya itu loh. jika tidak ada rentan silahkan di bantah contoh saya itu.
Memang tidak ada peramal menjadi nabi, akan tetapi bukan itu yang menjadi maksud saya.. akan tetapi kriteria seseorang di sebut nabi hanya berdasarkan nubuat. maka nabi palsu yang meminta bantuan peramal masih mampu menipu manusia.
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by EHAN on Wed Nov 20, 2013 10:34 am

aliumar wrote:jadi yg kamu masalahkan (1)soal penyebutan identitas nama Daud, atau (2)men-sangsikan Daud berbuat spt itu siy?
Jika masalahnya di point 1 berarti kamu ga menyangsikan aib tsb, cuma keberatan kalau aib yg terjadi tsb diberitahukan namanya.

Akan berbeda diskusinya jika yg kamu masalahkan point (2). Di sini yg menjadi masalah peristiwanya, bukan perihal namanya.
1. Saya dari awal sudah menyangsikan aib tersebut. saya menyangsikan waktu penulisan kisah daud yang kata anda di tulis pada saat daud hidup. oleh karena itu saya meminta sandaran keyakinan anda. cuma diskusinya terlalu melebar.

2. Saya memberikan contoh, jika seorang firaun mengaku tuhan saja. identitasnya tidak di umbar. ko bisa seorang raja, nabi. aibnya di umbar bak gosip infotaiment.. cuma gara2 zina. jadi saya menyangsikan kisah aib tersebut.

_Untuk seorang raja, menginginkan wanita. tidak perlu berzina. menikah saja. di angkat menjadi selir, atau apalah.Apa sulitnya??, ini malah membuat aib sendiri. ANEH KANN??

aliumar wrote:Nyatakanlah kebenaran meskipun hal itu pahit.

Identitas nama Qain yg dikisahkan membunuh Habil juga terekam abadi di quran.
Identitas nama Musa yg dikisahkan pernah membunuh org mesir, juga terekam abadi di quran.
_Saya setuju jika itu benar,
Akan tetapi, jika bukan kebenaran melainkan kisah palsu, bagaimana??

Bawa kemari ayatnya yang menyebut nama Qabil..
Lihat donk tujuannya musa apa?? membela kaumnya. jadi itu bukan aib..

aliumar wrote:Lantas mengapa kedua kubu yg saling berseberangan tsb bisa akur membiarkan fitnahan aib nabi Daud, dan aib nenek moyang mereka ya?
Pertanyaan anda aneh, anda tahu dari mana mereka akur.??
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by EHAN on Wed Nov 20, 2013 10:35 am

aliumar wrote:jadi yg kamu masalahkan (1)soal penyebutan identitas nama Daud, atau (2)men-sangsikan Daud berbuat spt itu siy?
Jika masalahnya di point 1 berarti kamu ga menyangsikan aib tsb, cuma keberatan kalau aib yg terjadi tsb diberitahukan namanya.

Akan berbeda diskusinya jika yg kamu masalahkan point (2). Di sini yg menjadi masalah peristiwanya, bukan perihal namanya.
1. Saya dari awal sudah menyangsikan aib tersebut. saya menyangsikan waktu penulisan kisah daud yang kata anda di tulis pada saat daud hidup. oleh karena itu saya meminta sandaran keyakinan anda. cuma diskusinya terlalu melebar.

2. Saya memberikan contoh, jika seorang firaun mengaku tuhan saja. identitasnya tidak di umbar. ko bisa seorang raja, nabi. aibnya di umbar bak gosip infotaiment.. cuma gara2 zina. jadi saya menyangsikan kisah aib tersebut.

_Untuk seorang raja, menginginkan wanita. tidak perlu berzina. menikah saja. di angkat menjadi selir, atau apalah.Apa sulitnya??, ini malah membuat aib sendiri. ANEH KANN??

aliumar wrote:Nyatakanlah kebenaran meskipun hal itu pahit.

Identitas nama Qain yg dikisahkan membunuh Habil juga terekam abadi di quran.
Identitas nama Musa yg dikisahkan pernah membunuh org mesir, juga terekam abadi di quran.
_Saya setuju jika itu benar,
Akan tetapi, jika bukan kebenaran melainkan kisah palsu, bagaimana??

Bawa kemari ayatnya yang menyebut nama Qabil..
Lihat donk tujuannya musa apa?? membela kaumnya. jadi itu bukan aib..

aliumar wrote:Lantas mengapa kedua kubu yg saling berseberangan tsb bisa akur membiarkan fitnahan aib nabi Daud, dan aib nenek moyang mereka ya?
Pertanyaan anda aneh, anda tahu dari mana mereka akur.??
avatar
EHAN
LETNAN DUA
LETNAN DUA

Male
Posts : 1393
Kepercayaan : Islam
Location : kalimantan
Join date : 16.07.12
Reputation : 39

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by jaya on Wed Nov 20, 2013 6:39 pm

Ada nabi asli ada nabi palsu. Nabi palsu akan kelihatan dari tindakannya, misalnya ngerampk, membunuh, ngawini bocah, berdusta dll
avatar
jaya
LETNAN SATU
LETNAN SATU

Male
Posts : 1969
Kepercayaan : Lain-lain
Location : London
Join date : 21.07.13
Reputation : 8

Kembali Ke Atas Go down

Re: Nabi-nabi

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Halaman 2 dari 8 Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik